P. 1
Makalah Partai Politik Dan Konflik Politik

Makalah Partai Politik Dan Konflik Politik

|Views: 1,093|Likes:
Published by aal

More info:

Published by: aal on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2015

pdf

text

original

MAKALAH PARTAI POLITIK DAN KONFLIK POLITIK

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Makalah Pada Mata Kuliah Sosiologi Politik dan Sebagai Bahan Diskusi Kelas

Disusun Oleh : 1. 2. 3. 4. Parid Roni Emed Asep Ependi

UNIVERSITAS MATHLAUL ANWAR

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
KAMPUS MALINGPING
2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul Partai Politik dan Konflik Politik. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah sosiologi politik dan sebagai bahan diskusi kelas. Selain itu untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang partai politik dan konflik politik. Dalam penulisan makalah ini penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak baik moral material, maka pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada : 1. Dosen mata kuliah sosiologi politik yang telah memberikan ilmu dan tugas makalah ini untuk mengukur dan mengasah kemampuan mahasiswa dalam mengajarkan makalah 2. kedua orang tua yang telah memberikan dorongan material dan spiritual dalam pembuatan makalah ini. 3. Rekan – rekan FISIP UNMA yang telah memberikan motivasi dan membantu dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik dilihat dari isi atau cara penyajiannya. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk menyempurnakan makalah ini. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Bayah, Nopember 2010 Penulis

DAFTAR ISI

Hal Kata Pengantar.................................................................................................. Daftar Isi........................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN................................................................................. A. B. C. Latar Belakang.................................................................................. Rumusan Masalah............................................................................. Tujuan Masalah................................................................................. i ii 1 1 1 2 3 3 14 29 29 29

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................. A. B. Partai-Partai Politik........................................................................... Bentuk-Bentuk Konflik Politik.........................................................

BAB III PENUTUP.......................................................................................... A. B. Kesimpulan........................................................................................ Saran..................................................................................................

dan adanya permasalahan politik internal maupun eksternal. 3. penulis perli mengadkan penelitian dengan judul “Partai Politik dan Konflik Politik” B. Apakah partai politik itu ? Apakah konflik politik itu ? Apakah ada hubungan antara partai politik dan knflik politik ? . adapula yang saling menjatuhkan tetapi tidak terlepas dari nilai kesatuan dan persatuan bangsa.BAB I PENDAHULUAN A. Walaupun begitu tetapi mereka terus berkompetisi di bidang politik terutama di dalam kegiatan pemilu. ada yang saling membangun namun. Perumusan Masalah Permasalahan pokok yang akan dibahas dalam penelitian makalah ini adalah sebagai berikut : 1. satu-satunya di dunia politik. Berdasarkan permasalahan di atas. Latar Belakang Akhir-akhir ini sering terjadi perdebatan-perdebatan antara partai politik. Di dalam kegiatan tersebut mereka saling ada visi dan misi baik antar partai politik maupun terhadap masyarakat. Faktor-faktor terjadinya konflik antara partai politik diantaranya disebabkan karena keinginan menjadi seorang penguasa. mereka saling berkompetisi di bidang politik. 2.

Bagaimana cara mengetahui hubungan antara partai politik dan konflik politik berikut dengan penyelesaiannya ? C. 2. . Untuk mengetahui cara bagaimana hubungan partai politik dan konflik politik berikut dengan penyesaiannya. Tujuan Masalah Bertolak rumusan permasalahan di atas pembuatan makalah ini bertujuan : 1. Untuk mengetahui pengertian dari konflik politik Untuk mengetahui hubungan antara partai politik dan konfli politik. 3. 4. Untuk mengetahui pengertian dari partai politik.4.

Di negara-negara yang menganut faham demokrasi. dewasa ini di negara-negara baru pun partai sudah menjadi lembaga politik yang biasa dijumpai. partai politik merupakan alat yang baik. Kegiatan ini mula-mula . PARTAI – PARTAI POLITIK Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Di negara-negara totaliter gagasan mengenai partisipasi rakyat didasari pandangan elite politiknya bahwa rakyat perlu dibimbing dan dibina untuk mencapai stabilitas yang langgeng. maka partai politik telah lahir secara spontan dan berkembang menjadi penghubung antara rakyat di satu fihak dan pemerintah di fihak lain.BAB II PEMBAHASAN A. Untuk mencapai tujuan itu. Pada permulaan perkembangannya di negara-negara Barat seperti Inggris dan Perancis. Partai politik umumnya dianggap sebagai manifestasi dari suatu sistim politik yang sudah modern atau yang sedang dalam proses memodernisasikan diri. gagasan mengenai partisipasi rakyat mempunyai dasar ideologis bahwa rakyat berhak turut menentukan siapa-siapa yang akan menjadi pemimpin yang nantinya menentukan kebijaksanaan umum (public policy). Dengan meluasnya gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan dalam proses politik. kegiatan politik pada mulanya dipusatkan pada kelompok-kelompok politik dalam parlemen. Maka dari itu.

stably organized with the oh jective of securing or maintaining for its leaders the control of a government. Oleh karena dirasa perlu memperoleh dukungan dari pelbagai golongan masyarakat. Partai semacam ini menekankan kemenangan dalam pemilihan umum dan dalam masa antara dua pemilihan umum biasanya kurang aktif.bersifat elitist dan aristokratis. Dengan meluasnya hak pilih. Definisi Partai Politik Di bawah in disampaikan beberapa definisi mengenai partai politik : Carl J. dan lahirlah partai politik. with the further objective of giving to members of the . mempertahankan kepentingan kaum bangsawan terhadap tuntutan-tuntutan raja. kegiatan politik juga berkembang di luar parlemen dengan terbentuknya panitia-panitia pemilihan yang mengatur pengumpulan suara para pendukungnya menjelang masa pemilihan umum. Friedrich: Partai politik adalah "sekelompok manusia yang terorganisir secara stabi dengan tujuan merebut atau mempertahankan kekuuasaan terhadap pemerintahan bagi pimpinan partainya dan. Ia bersifat patronage party (partai lindungan) yang biasanya tidak memiliki disiplin partai yang ketat. dan dengan demikian terjalinlah suatu hubungan tetap antara kelompok-kelompok politik dalam parlemen dengan panitiapanitia pemilihan yang sefaham dan sekepentingan. kelompokkelompok politik dalam parlemen lambat laun berusaha memperkembangkan organisasi massa. 1. berdasarkan penguasaan ini memberikan kepada anggota partainya kemanfaatan yang bersifat idiil maupun materiil" (A political party is a group of human beings.

yang bertindak sebagai suatu kedengan memanfaatkan kekuasaannya un satuan politik dan yang bertujuan menguasai pemerintahan dan melaksanakan kebijaksanaan umum mereka" (A group of citizens more or Les. 2.party. Sigmund Neumann dalam karangannya Modern Political Parties mengemukakan definisi sebagai berikut: "Partai politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis politik yang berusaha untuk menguasai kekuasaan pemerintahan Berta merebut dukungan rakyat atas dear persaingan dengan suatu golongan atau golongan golongan lain yang mempunyai pandangan yang berbeda" (A political par ty is the articulate organization of society's active political agent. through such control ideal and material benefits and advan tages). Fungsi Partai Politik Dalam negara demokratis partai politik menyelenggarakan beberapa fungsi: 1) Partai sebagai sarana komunikasi politik.H. aim to control the government and carry out t general policies). by the use of their voting power. who act as a political unit and who. Soltau: "Partai politik adalah sekelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisir. R. those who are concerned with the control of governmental power and who compete for popular support with another group or groups holding divergent views). .

Salah satu tugas dari partai politik adalah menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa sehingga kesimpangsiuran pendapat dalam masyarakat berkurang. Semua kegiatan di atas dilakukan oleh partai. Sesudah digabung. pendapat dan aspirasi ini diolah dan dirumuskan dalam bentuk yang teratur. Dalam masyarakat modern yang begitu luas. di mana partai politik memainkan peranan . apabila tidak ditampung dan digabung dengan pendapat dan aspirasi orang lain yang senada. pendapat dan aspirasi seseorang atau suatu kelompok akan hilang tak berbekas seperti suara di padang pasir. Usul kebijaksanaan ini dimasukkan dalam program partai untuk diperjuangkan atau disampaikan kepada pemerintah agar dijadikan kebijaksanaan umum (public policy). Di lain fihak partai politik berfungsi juga untuk memperbincangkan dan menyebarluaskan rencana-rencana dan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah. Proses ini dinamakan "penggabungan kepentingan" (interest aggregation). Dengan demikian terjadi arus informasi serta dialog dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Proses ini dinamakan "perumusan kepentingan" (interest articulation). Partai politik selanjutnya merumuskannya sebagai usul kebijaksanaan. Dengan demikian tuntutan dan kepentingan masyarakat disampaikan kepada pemerintah melalui partai politik.

Di samping menanamkan solidaritas dengan partai. Di dalam ilmu politik sosialisasi politik diartikan sebagai proses melalui mana seseorang memperoleh sikap dan orientasi terhadap phenomena politik. sedangkan bagi warga masyarakat sebagai pengeras suara. partai politik juga mendidik anggota-anggotanya menjadi manusia yang sadar akan tanggungjawabnya sebagai warga negara dan menempatkan kepentingan sendiri di bawah . Kadang-kadang juga dikatakan bahwa partai politik bagi pemerintah bertindak sebagai alat pendengar. lalui kemenangan dalam pemilihan umum. Dalam usaha menguasai pemerintahan me. Untuk itu partai berusaha menciptakan "image" bahwa is memperjuangkan kepentingan umum. Partai politik juga main peranan sebagai sarana sosialisasi politik (instrument of political socialization). partai harus memperoleh dukungan seluas mungkin.sebagai penghubung antara yang memerintah dan yang diperintah. 2) Partai sebagai sarana sosialisasi politik. yang umumnya berlaku dalam masyarakat di mana is berada. antara pemerintah dan warga masyarakat. Biasanya proses sosialisasi berjalan secara berangsurangsur dari masa kanakkanak sampai dewasa. Dalam menjalankan fungsi ini partai politik sering disebut sebagai broker (perantara) dalam suatu bursa idee-idee ("clearing house of ideas"). Dalam hubungan ini partai politik berfungsi sebagai salah satu sarana sosialisasi politik.

Partai politik juga berfungsi untuk mencari dan mengajak orang yang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota partai (political recruitment). Juga diusahakan untuk menarik golongan muda untuk dididik menjadi kader yang di massa mendatang akan .kepentingan nasional. partai politik berusaha untuk mengatasinya. Dalam suasana dcmokrasi. 4) Partai politik sebagai sarana pengatur konflik (conflict management). persaingan dan perbedaan pendapat dalam masyarakat merupakan soal yang wajar. Dalam praktek politik sering dilihat bahwa fungsi-fungsi tersebut di atas tidak dilaksanakan seperti yang diharapkan. masi yang diberikan justru menimbulkan kegelisahan dan perpecahan dalam masyarakat. Dengan demikian partai turut memperluas partisipasi politik. Misalnya infor. Caranya ialah melalui kontak pribadi. 3) Partai politik sebagai sarana recruitment politik. Di negara-negara baru partai-partai politik juga berperan untuk memupuk indentitas nasional dan integrasi nasional. Jika sampai tcrjadi konflik. persuasi dan lain-lain.mengganti pimpinan lama (selection of leadership). yang dikejar bukan kepentingan nasionale akan tetapi kepentingan partai yang sempit dengan akibat pcngkotakan .

politik. sehingga persatuan dalam partai dapat menjadi lemah atau hilang same sekali sehingga salah satu golongan mernisahkan diri dan mendirikan partai bat Partai kader mementingkan keketatan organisasi dan disiplin kerja dari anggotaanggotanya. secara umum dapat dibagi dalam dua jenis yaitu partai massa dan partai leader. terutama pada saat-saat krisis. 3. atau konflik tidak diselesaikan. Partai massa mengutamakan kekuatan herdasarkan keunggulan anggota. Kelemahan dari partai massa ialah bahwa masing-masing aliran atau kelompok yang bernaung di bawah partai massa cenderung untuk memaksakan kepentingan masingmasing. Bila dilihat dari segi kumposisi clan fungsi keanggotaannya. oleh karena itu is biasanva terdiri dari pendukung-pendukung dari berbagai aliran politik dalam masyarakat yang sepakat untuk hernaung di bawahnya dalam memperjuangkan suatu program yang biasanya luas dan agak kabur. akan tempi malaban dipertajam. 1) Sistim partai tunggal Ada sementara sarjana yang berpendapat bahwa istilah sistim partai-tunggal merupakan istilah yang menyangkal diri . Klasifikasi Partai Klasifikasi ptirtai dapat dilakukan dengan pelbagal Cara. Pimpinan partai biasanya menjagi kemurnian doktrin politik yang dianut dengan jalan mcngadakan saringan terhadap calon anggotanya dan memecat anggota yang menyeleweng dari garis partai yang telah ditetapkan.

Kecenderungan untuk mengambil pole sistim partai tunggal disebabkan karena di negara-negara baru pimpinan sexing dihadapkan dengan masalah bagaimana mengintegrasikan pelbagai golongan. besar kemungkinan akan terjadi gejolak-gejolak sosial politik yang menghambat usaha-usaha pembangunan. daerah serta suku bangsa yang berbeda corak social dan pandangan hidupnya. Mali. Eropa Timur dan RRC. Namun demikian istilah ini telah tersebar luas di kalangan masyarakat dan pars sarjana. Guinea. maupun untuk partai yang mempunyai kedudukan dominan di antara beberapa partai lainnya. 2) Sistim dwi-partai Dalam kepustakaan ilmu politik pengertian sistim dwipanai biasanya diartikan adanya dua partai atau adanya beberapa . Suasana kepartaian dinamakan non-kompetitif oleh karma partai-partai yang ada harus menerima pimpinan dari partai yang dominan dan tidak dibenarkan bersaing secara merdeka melawan partai itu. Dalam kategori tcrakhir terdapat banyak variasi. Istilah ini dipakai untuk partai yang benar-benar merupakan satu-satunya partai dalam suatu negara. Pantai Galling). Pola partai-tunggal terdapat di beberapa negara Afrika (Ghana di masa Nkrumah.sendiri (contradictio in terminis) sebab menurut pandangan ini suatu sistim selalu mengandung lebih dari satu unsur. Dikuatirkan bahwa bila keanekaragaman sosial dan budaya ini dibiarkan.

golongan-golongan masyarakat lebih cenderung untuk menyalurkan ikatan-ikatan terbatas (primordial) tadi dalam satu wadah saja. Dalam sistim ini partai-partai dengan jelas dibagi dalam partai yang berkuasa (karena menang dalam pemilihan umum) dan partai oposisi (karena kalah dalam pemilihan umum). Amerika Serikat dan Filipina. kecuali Inggris. Di mana perbedaan ras. dan oleh Maurice Duverger malahan dikatakan bahwa sistim ini adalah khas Anglo Saxon. 3) Sistim multi-partai Umumnya dianggap bahwa keanekaragaman dalam komposisi masyarakat menjurus ke berkembangnya sistim multi-partai. agama. Dianggap bahwa pola multi-partai lebih . atau suku bangsa adalah kuat. Sedikit negara yang pads dewasa ini memiliki ciri-ciri sistim dwi-partai. Dalam sistim ini partai yang kalah berperan sebagai pengecam utama tapi yang setia (loyal opposition) terhadap kebijaksanaan partai yang duduk dalam pemerintahan. dengan pengertian bahwa peranan ini sewaktu-waktu dapat bertukar tangan.partai tetapi dengan peranan dominan dari dua partai. Dalam persaingan memenangkan pemilihan umum kedua partai berusaha untuk merebut dukungan orang-orang yang ada di tengah dua partai dan -gang sering dinamakan pemilih terapung (floating vote). Dengan demikian jelaslah di mana letaknya tanggungjawab mengenai pelaksanaan fungsi-fungsi.

Dalam keadaan semacam ini partai yanj berkoalisi harus selalu mengadakan musyawarah dan kompromi de ngan partai-partai lainnya dan menghadapi kemungkinan bahwa se waktu-waktu dukungan dari partai koalisi lainnya dapat ditani kembali. mempunyai kecenderungan untuk menitik-beratkan kekuasaan pada badan legislatif sehingga peranan badan eksekutif sering lemah dan ragu-ragu. pola mana diteruskan dalam masa merdeka dalam bentuk sistim multi-partai. Malaysia. Pola kepartaian masa ini menunjukkan keanekaragaman. Partai Politik di Indonesia Partai politik pertama-tama lahir dalam zaman kolonial sebagai manifestasi bangkitnya kesadaran nasional. Hal ini disebabkan Met karena tidak ada satu partai yang cukup kuat untuk membentul suatu pemerintahan sendiri. 4. Perancis. Swedia dan sebagainya. memainkan peranan penting dalam berkembangnya pergerakan nasional. Sistim multi-partai. apakah dia bertujuan social (seperti Budi Utomo dan Muhammadiah) ataukah terang-terangan menganut azas politik/agama (seperti Sarikat Islam dan Partai Katolik) atau azas politik/sekuler (seperti PNI dan PKI). mua organisasi.mencerminkan keanekaragaman budaya dan politik daripada pola dwi-partai. Sistim multi-partai diketemukan di Indonesia. Negeri Belanda. . apalagi kalau digandengkan dengan sistim pemerintahan parlementer. sehingga terpaksa membentuk koalis dengan partai-partai lain. Dalam suasana itu se.

tang merupakan gabungan dari partai-partai beraliran nasional). Akhirnya. Pada tahun 1939 terdapat beberapa fraksi dalam Volksraad. yang merupakan gabungan organ. Pada tahun partai-partai politik dan menjadikannya semacam dewar 1939 dibentuk K. Banyaknya partai tidak meng untungkan berkembangnya pemerintahan yang stabil.I. yakni Fraksi Nasional di bawah pimpinan Husni Thamrin. . pada mesa Demokrasi Terpimpin partaipartai dipersempit ruang-geraknya. Dengan demikian kepartaian kembali ke pola multi-partai yang telah dimulai dalam zaman kolonial. NU den PKI. PNI. yang merupakan gabungan partai-partai beraliran Islam yang terbentuk pads tahun 193 7) dan MRI (Majelis Rakyat Indonesia. yakni Masyumi. MIA (Majelisul Islamil a'laa Indonesia. (Kor. Akan tetapi partai-partai tetap tidak menyelenggarakan fungsinya sebagaimana yang diharapkan. Pemilihan umum yang diadakan pada tahun 1955 membawa penyederhanaan dalam jumlah partai dalam arti bahwa dengan jelas telah muncul empat partai besar. PPBB (Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi-putra) di bawah pimpinan Prawoto dan "Indonesische Nationale Groep" di bawah pimpinan Muhammad Yamin.R.ste Rakyat wakil Indonesia) yang terdiri dari GAPI (Gabungan Politik Indonesia.salt buruh).Dengan didirikannya Volksraad maka beberapa partai don organisasi bergerak melalui badan ini. Di luar Volksraad ada usaha untuk mengadakan gabungan dari nasional.

seperti halnya dengan sosiologi yang memusatkan perhatiannya kepada aspek masyarakat yang bersifat umum dan berusaha mendapatkan pola-pola umum darinya. baik itu masyarakat agraris maupun masyarakat modern. komponen-komponen masyarakat sebagaimana mestinya atau gejala penyakit dalam masyarakat yang terintegrasi secara tidak sempurna. maka diperlukan suatu alat analisa interpreitasi terhadap masalah tersebut. Konflik memang tidak mengubah sistem sosial itu sendiri. tidak diakui karena. BENTUK-BENTUK KONFLIK POLITIK Sosiologi merupakan ilmu social yang sasaranya masyarakat. Untuk memahami fenomena ini secara sosiologis dan politis. Sebaliknya konfik mempunyai fungsi-fungsi positif. salah satunya ialah mengurangi ketegangan tersebut tidak bertambah dan menimbulkan kekerasan yang memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan. Konflik lebih banyak difahami sebagai keadaan tidak berfungsinya. Salah satu fungsi tersebut ialah berdampak kepada penyegaran pada sistem sosial. yakni sosiologi politik. secara empiris. Sedangkan ilmu politik memusatkan aspek masyarakat yang berhubungan dengan kekuasaan. orang lebih memilih stabilitas sebagai hakikat masyarakat.B. Singkatnya. . Tetapi. Masyarakat yang menjadi sasaran ilmu social dapat dilihat sebagai sesuatu yag terdiri dari berbagai aspek. Konflik diyakini sebagai suatu fakta utama dalam masyarakat. sosiologi mempelajari masyarakat dan hubungan antara pribadi-pribadi dalam masyarakat tersebut. Dalam proses tersebut kemudian muncul sebuah fenomena yang disebut dengan konflik.

1. maka hal itu dapat berakhir dengan konflik antar kelompok. Jika konflik antara perorangan tidak bisa diatasi secara adil dan proposional. Sejarah mencatat bahwasanya konflik merupakan bagian dari kehidupan manusia. Secara praktis/ operasional maksudnya kemampuan tadi bisa diwujudkan dan ada didalam keadaan yang memungkinkan .namun konflik menciptakan perubahan-perubahan dalam sistem. yakni sistem akan lebih sedikit efektif dari sebelumnya. Pengertian konflik Konflik bukan merupakan suatu hal yang asing didalam hidup manusia. Fenomena konflik tsb mendapat perhatian bagi manusia. Pertama. Sehingga dengan keberadaan konflik tersebut berimplikasi terhadap sistem tersebut. konflik merupakan suatu gejala yang tidak dapat dipisahkan dalam masyarakat. Diantaranya ialah Charles Watkins yang memberikan suatu analisis tajam tentang kondisi dan prasyarat terjadinya suatu konflik. Untuk itu. mereka memiliki kemampuan untuk menghambat. Secara potensial artinya. sehingga muncul penelitian-penelitan yang menciptakan dan mengembangkan berbagai pandangan tentang konflik. sepanjang seseorang masih hidup hampir mustahil untuk menghilangkan konflik dimuka bumi ini baik itu konflik antar individu maupun antar kelompok. Menurutnya. konflik terjadi bila terdapat dua hal. konflik bisa terjadi bila sekurang-kurangnya terdapat dua pihak yang secara potensial dan praktis/operasional dapat saling menghambat.

bila kedua belah pihak tidak dapat menghambat atau tidak melihat pihak lain sebagai hambatan. konflik adalah hal yang abnormal karena hal normal adalah keselarasan. Bagi mereka yang menganut pandangan ini pada dasarnya bermaskud menyampaikan bahwa. Pada umumnya pandangan tentang konflik dapat digambarkan sebagai berikut . ketika keduanya menginginkan suatu kebutuhan . Menurut penganut pendapat ini. Kedua. Kemudian. konflik dapat terjadi bila ada sesuatu sasaran yang sama-sama dikejar oleh kedua pihak. berupaya untuk memahami pandangan tentang konflik. 2. penyebab suatu konflik adalah anti sosial. Kedua. suatu konflik hanya merupakan gangguan stabilitas. Artinya. Ketiga. Pertama. sehingga pihak lain tidak dapat memahami maksud kita yang sesungguhnya. maka konflik tidak akan terjadi. konflik sebenarnya hanyalah suatu perbedaan atau salah paham.perwujudannya secara mudah. Mereka yang perpendapat seperti ini menganggap bahwasanya konflik hanyalah kegagalan berkomunikasi dengan baik. konflik adalah gangguan yang hanya terjadi karena kelakuan orang-orang yang tidak beres. namun hanya salah satu pihak yang akan memungkinkan mencapainya. Joyce Hocker dan William Wilmt di dalam bukunya yang berjudul interpersonal conflict. Konflik dan integrasi Pengertian konflik merupakan suatu perselisihan yang terjadi antara dua pihak.

Pertentangan yang terjadi dalam kelompok maupun diluar kelompok memiliki hubungan yang saling pengaruh mempengaruhi. tentang norma-norma sosial yang hendak diubah. maka dengan sendirinya langkah pertama menuju disintegrasi terjadi. Konflik mempunyai hubungan yang erat dengan proses integrasi. Dalam politik. . Sedangkan integrasi adalah proses mempersatukan masyarakat. sistem sosialnya. Hubungan ini disebabkan karena dalam proses integrasi terdapat sebuah proses disoraganisasi dan disintegrasi. yang cendrung membuat masyarakat menjadi lebih baik atau harmonis. disorganisasi terjadi apabila perbedaan atau jarak antara tujuan sosial dan pelaksanaan terlalu besar. Jadi. Suatu kelompok sosial selalu dipengaruhi oleh beberpa faktor. Disamping itu integrasi juga dipahami sebagai suatu pernyataan yang sudah dicapai. Dalam proses disorganisasi terjadi perbedaan faham tentang tujuan kelompok sosialnya.yang sama dan ketika adanya hambatan dari kedua pihak. Adapun faktorfaktor sosial yang menuju integrasi tersebut ialah tujuan dari kelompok. baik secara potensial dan praktis. Apabila tidak terdapat tindakan dalam menghadapi perbedaan ini. atau sudah dekat untuk dicapai. maka pertentangan atau konflik akan berkisar pada penyesuaian diri ataupun penolakan dari faktor-faktor sosial tersebut. tindakan sosialnya. serta tentang tindakan didalam masyarakat. konflik dan integrasi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

maka keduanya mulai berupaya untuk menghindari kekerasan. 3. Bentuk-bentuk konflik politik Hubuangan antara konflik dan integarasi tidak dapat dipisahkan. Bentuk-bentuk konflik politik itu dapat diidentifikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Maurice Devurege. Sedangkan makin besar permusuhan terhadap kelompok luar. Pada mulanya Konflik yang terjadi di aceh disikapi dengan kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah. makin kecil darejat integarasi kelompok. senjata-senjata pertempuran dan strategi politik 1) Senjata-senjata pertempuran . yang berarti menggantikan bentuk. Namun. Makin tinggi konflik dalam kelompok. Dalam kenyataanya.Untuk itu. Kemudian kedua pihak memulai mengganti bentuk-bentuk konflik dengan bentuk yang lain. berarti konflik yang terjadi sudah menuju tahap pertama dari integrasi. Tahap pertama dari integrasi tersebut terdiri dari menahan penggunaan kekerasan.bentuk konflik dengan bentuk yang lainnya. makin besar integrasi. Ia mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik politik menjadi dua kategori yakni. ketika adanya kompromi diantara dua kelompok. Dengan adanya kesepakatan ini. kita menemukan bahwa beberapa jenis konflik sudah mencakup tingkat integrasi tertentu. hubungan ini dapat diibaratkan dari dua sisi mata uang yang sama. Buktinya dapat kita anlisa dari permasalah yang terjadi di Aceh.

akan tetapi dia tidak pernah berhasil seluruhnya. Padahal tujuan pertama-tama dari politik adalah untuk menghapus kekerasan. belakangan ini kekerasan fisik merupakan senjata yang sering digunakan. dan konsekuensinya suatu permulaan dari proses integrasi. Namun. akan tetapi juga pembatasan konflik. Senjata yang digunakan tergantung dari masyarakat setempat dan kelompok-kelompok sosialnya. media dan organisasi.Manusia dan organisasi dalam konflik satu sama lain mempergunakan berbagai jenis senjata di dalam perjuangan politik. baik sipil atau internasional. senjata dalam bentuk yang lain seperti uang. a) Kekerasan fisik Berbicara secara luas. dan kekerasan antara kelompok warga negara atau melawan negara. Politik cenderung menghapus kekerasan. ada dua jenis kekerasan yang dipergunakan sebagai senjata di dalam pertempuran politik: kekerasan oleh negara melawan para warganya. untuk menggantikan konflik berdarah dengan bentuk-bentuk perjuangan sipil yang lebih dingin. dan untuk menghapus peperangan. . diantaranya ialah senjata dalam bentuk kekerasan fisik. Namun. Memang politik adalah konflik. tidaklah mutlak. Senjata-senjata dalam arti sempitnya —senjata militer— tidak seluruhnya dikeluarkan dari konflik politik.

yang berupaya untuk merebut kekuasaan. dan ketika mereka sendiri bergabung di dalam perjuangan untuk merebut kekuasaan. Bilamana angkatan bersenjata menetapkan dirinya menjadi suatu organisasi politik yang independen dan tidak lagi menaati pemerintah. jelas ada disorganisasi yang mendalam dalam organisasi politik. Lantas. untuk mempertahankan otoritasnya terhadap rakyat yang diperintahkannya. Maka militer berubah menjadi kelompok kepentingan.Alat kekerasan yang digunakan negara untuk melawan negara adalah militer yang mempergunakan senjata. ketika negara masih terlalu lemah untuk memperoleh monopoli lengkap dari senjata-senjata militer bagi keuntungannya sendiri. . tidak lagi berada dalam kuasa mereka yang memerintah. perjuangan merebut kekuasaan terdiri dari munculnya fraksi bersenjata yang saling berhadapan baik itu organisasi politik yang mempergunakan senjata maupun pemberontakan terhadap negara. Kemudian. senjata dipergunakan selama tahap awal dari perkembangan sosial. senjata militer juga dipergunakan dalam perjuangan politik Pertama. ketika militer tidak lagi untuk melayani negara.

Justru dari hakikatnya militer selalu merupakan bahaya politik bagi negara. pada abad kesembilan belas muncul kalangan borjuis yang menggantikan sumbernya dari pemilikan tenah kepada kekuatan uang. Kemudian. Jadi. uang yang merupakan simbol dari kekayaan telah menjadi sebuah senjata politik. Sehingga tak dapat dipungkiri bahwa kekayaan merupakan bagian dari hal yang mewarnai bentuk-bentuk konflik politik. hal ini dilakukan oleh kelas pemilik tanah atau aristokrat. Seperti dalam masyarakat agraris yang menggunakan kekayaannya seperti tanah sebagai sumber dari kekuatan politik. sama seperti mereka yang memegang posisi otoritas mendapat godaan untuk melampaui hak-haknya. pada pekembangannya uang mulai terkesan sebagai senjata politik. Namun dalam banyak masyarakat. uang adalah senjata yang hakiki. Mereka yang memegang senjata selalu digoda untuk menyalahgunakannya. Untuk itu. seperti dalam masyarakat kapitalis. uang tidak pernah menjadi satu-satunya "penguasa". b) Kekayaan Dalam realitas politik. c) Organisasi .

Di dalam komunitas manusia yang besar. Hakikat organisatoris dari kekuatan. mengangkat wakil dan menteri. terutama di dalam negara modern.kekuatan sosial ini adalah fakta yang fundamental dari kehidupan politik masa kini. akan tetapi karena organisasi ini begitu rapi dikembangkan. pertikaian politik dilancarkan antara organisasi-organisasi. dan hirarkis. terutama terlatih bagi perjuangan merebut kekuasaan. Kita dapat mengklasifikasikan organisasi politik menjadi dua kategori utama partai-partai politik dan kelompok kepentingan. Wajah yang sungguh asli dari perjuangan politik sekarang bukanlah bahwa dia terjadi antar organisasi. teknik organisasi kolektif dan metode memasukkan orang ke dalam kelompok aksi kolektif telah sangat disempurnakan. Organisasi-organisasi ini kelompok-kelompok yang berstruktur. Sedangkan kelompok . akan tetapi selama seratus tahun terakhir. mereka berusaha memperoleh kursi dalam pemilihan umum. dengan kemampuan artikulasi. Tentu saja. ada selalu sejumlah organisasi kekuatan-kekuatan sosial yang bersungguh-sungguh pada aksi politik. Tujuan utama dari partai adalah memperoleh kekuasaan atau mengambil bagian dalam kekuasaan. dan mengontrol pemerintah.

Dia merupakan alat integrasi sosial atau pseudointegrasi Sedangkan dalam rezim demokratis. jarang kita mendapatkan negara demokratis di mana negara tidak menguasai satu pun media informasi. Dia tidak berorientasi kepada perjuangan kelas atau kategori sosial yang meliputi bangsa. bersama dengan pluralisms partai politik. oleh organisasi. d) Media informasi Media yang merupakan alat untuk menyebarkan pengetahuan dan informasi ini juga dapat dikatakan sebagai senjata politik. partai dan gerakan rakyat. media informasi biasanya berada dalam kontrol negara. Namun. yang mampu dipakai oleh negara. Dalam rezim-rezim otoritarian. Propaganda ini cenderung untuk mengamankan dukungan penuh dan pemerintah.kepentingan tidak berusaha untuk merebut kekuasaan atau berpartisipasi di dalam pelaksanaan kekuasaan. Pluralisme media adalah unsur di dalam pluralisme rezim. tidak semua media informasi dikontrol oleh negara. yang berfungsi untuk menyebarkan propaganda negara. . namun tujuannya adalah mempengaruhi dan menekan mereka yang memegang kekuasaan. akan tetapi kepada penyatuan negara. banyak yang memiliki sifat seperti kelompok kepentingan.

senjata utama pada masa itu — senjata-senjata militerdan kekayaan pemilikan tanah— dikonsentrasikan di dalam tangan kaum aristokrat. Saat ini. masyarakat dapat dibagi menjadi dua jenis masyarakat politik. sekurangkurangnya sebagian. atau sekurang-kurangnya yang utama. di satu pihak. Sedangkan di dalam masyarakat dengan penyebaran senjata. 2) Strategi politik a) Konsentrasi atau penyebaran-penyebaran senjata politik Dari segi distribusi senjata-senjata politik. yang dipakainya untuk kepentingan propaganda. penyiaran radio diorganisir oleh dinas negara. semua senjata-senjata politik. Namun dipihak lain. misalnya. Hampir di mana-mana. dengan demikian memegang unsur-unsur kekuasaan politik yang paling penting dalam tangannya. Seperti yang terdapat di dalam masyarakat feodal dan monarki. yakni masyarakat dengan konsentrasi senjata dan masyarakat dengan penyebaran senjata.sebagaimana di Amerika Serikat. senjata-senjata utama dibagi pada beberapa kelas atau kategori kelas. kaum kapitalis memiliki kekayaan. kaum pekerja/buruh juga mempenyai . dipegang oleh satu kelas atau kelompok sosial. Di dalam masyarakat dengan konsentrasi senjata.

Bagi organisasi yang tidak berorientasi kepada politis. Dimana dalam demokrasi konflik politik bersifat resmi atau diakui.kekuatan dengan bentuk organisasi masa (partai-partai rakyat dan serikat buruh) b) Perjuangan terbuka atau perjuangan diam-diam Perjuangan terbuka dalam konflik politik dapat ditemukan pada negara yang menganut faham demokrasi. Biasanya kelompok-kelompok yang bertarung dalam konflik politik ini adalah organisasi politik yang legal seperti partai. pergolakan politik terbuka tetap terbatas. . Fakta ini dapat dilihat dari munculnya gerakan-gerakan bawah tanah yang berupaya untuk merebut kekuasaan. c) Pergolakan didalam rejim dan perjuangan untuk mengontrol rejim Dalam negara-negara demokrasi. Karena sifanya ilegal. seperti dalam kampanye. pemilu. demonstrasi dan di parlemen. mereka memiliki potensi untuk berupaya mengejar tujuan-tujuan politiknya dengan cara yang ilegal. Perbedaan dasar dalam hubungan ini harus dibuat antara pergolakan di dalam dan perjuangan untuk merebut rezim. maka perjuangannya dilakukan secara diam-diam.

maka akan muncul perjuangan melawan rezim. Perjuangan melawan suatu rezim bisa mengambil dua bentuk yang berbeda-beda. Konflik-konflik berada dalam kerangka pemerintah.Perbedaan antara perjuangan merebut rezim dan perjuangan di dalam rezim berhubungan dengan konsep legitimasi. Perjuangan melawan suatu rezim selalu berarti bahwa sebagian warga negara tidak menerima lembaga- . tergantung dari apakah dia hanya memperhatikan tujuan-tujuan yang harus dicapai atau juga cara-cara yang harus dipergunakan dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut. ketika hanya sebagain kelompok yang mengakui legitimasi pemerintah . maka situasi revolusioner menghasilkan perjuangan melawan rezim. bilamana mayoritas para warga menganggap pemerintah tersebut legitimete. Apabila konsensus itu berantakan. Akibatnya. Konflik tidak dapat ditampung di dalam kerangka pemerintah kecuali ada konsensus tentang legitimasinya. Bilamana konsensus politik secara mendalam terbagi. tetapi dalam situasi tertentu. bilamana ada konsensus tentang hal ini. perjuangan di dalam rezim dan perjuangan melawan rezim bukanlah strategi alternatif yang bisa dipilih seseorang dalam suatu suasana yang normal.

Perbedaan politik antara kiri dan kanan memungkinkan kita memperbandingkan kedua situasi tersebut.lembaga yang ada dan berjuang untuk menggantikannya dengan lembaga-lembaga lain. sedangkan dalam sistem multi partai. e) kamuflase Salah satu alat strategi yang digunakan dalam setiap jenis rezim ialah kamuflase. Sedangkan golongan “kiri” tidak menyukai tatanan sosial yang ada dan mau mengubahnya. karena setiap blok dipaksa untuk mengorientasikan politiknya ke arah tengah. yang akhinya mereka putuskan untuk melanjutkannyas. Golongan politik “kanan” memilih sikap untuk menerima tatanan sosial yang ada dan mereka secara relatif puas terhadap tatanan tersebut. strategi dua blok adalah bentuk sentrisme. Namun. pada kenyataannya. sejumlah musuh saling berhadapan dan membentuk berbagai koalisi. Kamuflase merupakan upaya untuk menyembunyikan tujuan-tujuan yang sebenarnya . d) Strategi dua blok atau strategi sentris Perjuangan politik di dalam suatu sistem dwi-partai berbeda dari perjuangan di dalam sistem multi-partai. Dalam perjuangan sistem dwi partia mengambil bentuk duel.

dan karena itu.dan motif-motif aksi politik yang sebenarnya di balik tujuan dan motif yang semu yang lebih populer. dan kelompok-kelompok kepentingan di dalam perjuangannya untuk memenangkan atau mempengaruhi kekuasaan. Teknik lain dalam kamuflase adalah membuat kasak-kusuk terhadap sebagian besar penduduk bahwa kepentingannya berada dalam . Dia juga dipakai oleh pemerintah untuk memperoleh kepatuhan dari para warga dan untuk mengembangkan integrasi sosial dan politik yang nyata. Alat ini dipakai oleh individu-individu. Kamuflase mempunyai beberapa bentuk diantranya ialah Teknik kamuflase yang paling biasa adalah menutupi suatu tujuan yang kurang terhormat di balik sesuatu yang lebih terhormat dalam hu-bungan dengan sistem nilai dari suatu masyarakat tertentu. partai-partai. mengambil keuntungan dari dukungan rakyat yang lebih besar.

Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan sran yang sifatnya membangun untuk menyempurnakan makalah ini. Saran Pada penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa banyak kekurangan-kekurangan nya baik. yaitu 1) konflik bisa terjadi bila sekurang-kurangnya dua pihak yang secara potensial dan praktis dapat saling menghambat dan konflik dapat sama-sama dikejar oleh kedua pihak. Konflik terjadi bila terdapat 2 hal. B. sehingga muncul penelitian-penelitian yang menciptakan dan mengembangkan berbagai pandangan tentang konflik. . Tujuan kelompok ini ialah untuk meperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya) denganc ara konstitusional untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebidajksanaan mereka. namun hanya salah satu pihak yang akan memungkinkan mencapainya. cara penyusunan maupun pemaparan nya. nilai-nilai. Menurut Charles Wartkins yang memberikan analisis tajam tentang konfisi dan prasarat terjadinya suatu konflik.BAB III PENUTUP A. dan citra-cita yang sama. Fenomena konflik tersebut mendapat perhatian bagi manusia. Konflik politik merupakan suatu gejala yang tidak dapat dipisahkan dalam masyarakat. Kesimpulan Partai politik merupakan suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->