P. 1
Klasifikasi Massa Batuan

Klasifikasi Massa Batuan

|Views: 134|Likes:

More info:

Published by: Bryan Kevin Toding Manginte on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

Klasifikasi Massa Batuan

Klasifikasi massa batuan Dikarenakan kompleknya suatu massa batuan, beberapa penelitian berusaha untuk mencari hubungan antara desain galian batu dengan parameter massa batuan. Banyak dari metode-metode tersebut telah dimodifikasi oleh yang lainnya dan sekarang banyak digunakan untuk penelitian awal atau bahkan untuk desain akhir. Beberapa klasifikasi massa batuan yang dikenal saat ini adalah: -

Klasifikasi Massa Batuan Terzaghi Klasifikasi stand-up time Rock Quality Designation (RQD) Rock Structure Rating (RSR) Klasifikasi Geomekanik atau Rock Mass Rating (RMR) Rock Tunnelling Quality Index

1.

Klasifikasi Massa Batuan Terzaghi Klasifikasi ini ditulis oleh Terzaghi dalam rancangan awal design terowongan. Ada beberapa deskripsi batuan menurut Terzaghi :  Intact Rock terdiri dari kekar atau sedikit retakan-retakan rambut  Startified Rock terdiri dari strata individu dengan sedikit atau tidak ada resistensi terhadap pemisahan sepanjang batas antar strata  Moderately Jointed rock  Blocky and seamy rock  Crushed  Squeezing Rock  Swelling Rock

Bryan kevin toding m (D62111258) | Mekanika Batuan

Rock Quality Designation Index (RQD) RQD dikembangkan pada tahun 1964 oleh Deere. orientasi kekar meliputi strike dan dip dan arah dari kelurusan terowongan Bryan kevin toding m (D62111258) | Mekanika Batuan . Dalam hal ini. 4. Metode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan klasifikasi massa batuan selanjutnya. Klasifikasi yang melibatkan stand-up time Metode ini diperkenalkan oleh Laufer pada 1958. dan metode penyanggaan. Dasar dari metode ini adalah bahwa dengan bertambahnya span terowongan akan menyebabkan berkurangnya waktu berdirinya terowongan tersebut tanpa penyanggaan. Rock Structure Rating (RSR) Pada klasifikasi ini menggunakan rumus RSR = A + B + C Dimana A = Parameter geologi B = Parameter geometri C = Parameter pengaruh air tanah Parameter A Geologi dilihat dari keterdapatan tipe batuan. bentuk potongan melintang. Metode ini didasarkan pada penghitungan persentase inti terambil yang mempunyai panjang 10 cm atau lebih. 3. kekerasan batuan dan struktur geologi Parameter B Geometri dilihat dari jarak/spasi kekar. metode penggalian. Diameter inti optimal yaitu 47. inti terambil yang lunak atau tidak keras tidak perlu dihitung walaupun mempunyai panjang lebih dari 10cm. Saan ini RQD sebagai parameter standar dalam pemerian inti pemboran dan merupakan salah satu parameter dalam penentuan klasifikasi massa batuan RMR dan Q-system. Nilai RQD ini dapat pula dipakai untuk memperkirakan penyanggaan terowongan.Klasifikasi Massa Batuan 2.5mm. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap stand-up time adalah: arah sumbu terowongan.

Kondisi air tanah 6. Barton et al. Dimana : Bryan kevin toding m (D62111258) | Mekanika Batuan .001 sampai 1000. Ada enam parameter yang digunakan dalam mengklasifikasikan massa batuan berdasarkan klasifikasi ini. Jarak diskontinuitas 4. Klasifikasi Geomekanik Bieniawski menerbitkan klasifikasi massa batuan yang disebut klasifikasi geomekanik atau Rock Mass Rating (RMR). (1974) dari Norwegian Geotechnical Institute mengusulkan Tunnelling Quality Index (Q) untuk penentuan karakteristik massa batuan dan kebutuhan penyangga. Kondisi diskontinuitas 5. Kekuatan material batuan yang tidak komperehensif 2. fair atau poor dan jumlah air yang mengalir masuk. Rock Tunnelling Quality Index (Barton et al. Kualitas batuan (RQD) 3. Parameter ini dilihat dari kondisi kekar meliputi good. Orientasi diskontinuitas 6. Nilai numerik indeks Q bervariasi secara logaritmik dari 0. 1974) Berdasarkan sejumlah besar kasus penggalian bawah tanah. 1.Klasifikasi Massa Batuan Parameter C pengaruh air tanah merupakan keseluruhan kualitas massa batuan yang dikombinasi dari parameter A dan B. 5.

Dua nilai ekstrim (100/0.Permukaan demikian akan mendekati kekuatan puncak yang akan sangat berubah jika mengalami penggeseran.Pembobotan didasarkan pada kekar kasar dan tak teralterasi pada kontak langsung. Jika kekar terisi mineral lempung. Bryan kevin toding m (D62111258) | Mekanika Batuan .Klasifikasi Massa Batuan = Rock Quality Designation = Joint set number = Joint roughness number = Joint alteration number = Joint water reduction factor = Stress reduction factor Menunjukkan struktur massa batuan. Menunjukkan kekasaran dan karakteristik geser dinding kekar atau material pengisi. SRF merupakan ukuran:  pengurangan beban pada penggalian melalui zona geseran dan lempung.Jika diinterpretasi dengan satuan cm. ukuran partikel adalah 200 sampai to 0.Blok terbesar mungkin beberapa kali ukuran ini dan partikel terkecil kurang dari setengah kali nilai minimum di atas (partikel lempung tentu saja tidak termasuk). kekuatan akan sangat berkurang. Perkiraan kasar ukuran blok atau partikel. kasar tapi cukup realistik.  tegangan batuan pada batuan keras.5 cm.5 and10/20) berbeda sampai 400 kali.

air dapat melemahkan dan mungkin menghilangkan material pengisi pada kekar yang terisi lempung.Klasifikasi Massa Batuan  beban squeezing pada batuan plastik lemah. Bryan kevin toding m (D62111258) | Mekanika Batuan . SRF dapat dianggap sebagai parameter tegangan total. Selain itu. Jw merupakan ukuran tekanan air yang dapat memberikan pengaruh merugikan pada kekuatan geser kekar karena pengurangan tegangan normal efektif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->