Laporan Kromatografi

Laporan Kromatografi
Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu. Pada kromatografi, komponen-komponennya akan dipisahkan antara dua buah fase yaitu fase diam dan fase gerak. Fase diam akan menahan komponen campuran sedangkan fase gerak akan melarutkan zat komponen campuran. Komponen yang mudah tertahan pada fase diam akan tertinggal. Sedangkan komponen yang mudah larut dalam fase gerak akan bergerak lebih cepat. ( Imam Haqiqi, Sohibul,2008 ) Kromatografi Lapis Tipis (KLT) merupakan cara pemisahan campuran senyawa menjadi senyawa murninya dan mengetahui kuantitasnya yang menggunakan. Kromatografi juga merupakan analisis cepat yang memerlukan bahan sangat sedikit, baik penyerap maupun cuplikannya. KLT dapat digunakan untuk memisahkan senyawa – senyawa yang sifatnya hidrofobik seperti lipida – lipida dan hidrokarbon yang sukar dikerjakan dengan kromatografi kertas. KLT juga dapat berguna untuk mencari eluen untuk kromatografi kolom, analisis fraksi yang diperoleh dari kromatografi kolom, identifikasi senyawa secara kromatografi, dan isolasi senyawa murni skala kecil. ( Anggraeni, Megawati,2009 ) Pemisahan senyawa biasanya menggunakan beberapa tekhnik kromatografi. Pemilihan teknik kromatografi sebagian besar bergantung pada sifat kelarutan senyawa yang akan dipisahkan. Semua kromatografi memiliki fase diam (dapat berupa padatan, atau kombinasi cairanpadatan) dan fase gerak (berupa cairan atau gas). Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa komponen-komponen yang terdapat dalam campuran. Komponen-komponen yang berbeda bergerak pada laju yang berbeda. ( Anggraeni, Megawati,2009 ) Pelaksaanan kromatografi lapis tipis menggunakan sebuah lapis tipis silika atau alumina yang seragam pada sebuah lempeng gelas atau logam atau plastik yang keras. Jel silika (atau alumina) merupakan fase diam. Fase diam untuk kromatografi lapis tipis seringkali juga mengandung substansi yang mana dapat berpendarflour dalam sinar ultra violet. Fase gerak merupakan pelarut atau campuran pelarut yang sesuai.Pelaksanaan ini biasanya dalam pemisahan warna yang merupakan gabungan dari beberapa zat pewarna atau pemisahan dan isolasi pigment tanaman yang berwarna hijau dan kuning. a. Kromatogram Pelaksanaan kromatografi biasanya digunakan dalam pemisahan warna yang merupakan sebuah campuran dari beberapa zat pewarna. Contoh pelaksanaan kromatografi lapis tipis : Sebuah garis menggunakan pinsil digambar dekat bagian bawah lempengan dan setetes pelarut dari campuran pewarna ditempatkan pada garis itu. Diberikan penandaan pada garis di lempengan untuk menunjukkan posisi awal dari tetesan. Jika ini dilakukan menggunakan tinta, pewarna dari tinta akan bergerak selayaknya kromatogram dibentuk / tinta ikut naik ke atas. Ketika bercak dari campuran itu mengering, lempengan ditempatkan pada sebuah gelas kimia bertutup berisa pelarut dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Perlu diperhatikan bahwa batas pelarut berada dibawah garis dimana posisi bercak berada. Alasan untuk menutup gelas kimia adalah untuk meyakinkan bahwa kondisi dalam gelas kimia terjenuhkan oleh uap dari

5-2 cm jarak tiap sampel . sebelum mengalami proses penguapan. Minyak Cara kerja : 1. Garis dengan pensil dengan jarak 2 cm dari sisi bawah kertas 3. pengukuran diperoleh dari lempengan untuk memudahkan identifikasi senyawa-senyawa yang muncul. campuran adalah M dan asam amino yang telah diketahui ditandai 1-5. Ketika pelarut mendekati bagian atas lempengan. Alat a. Mengidentifikasi senyawa-senyawa Dimisalkan campuran asam amino yang ingin diketahui senyawanya. Pengukuran ini didasarkan pada jarak yang ditempuh oleh pelarut dan jarak yang ditempuh oleh bercak warna masing-masing. Blower 2. Klip f. b. Lempengan lalu ditempatkan pada posisi berdiri dalam pelarut yang sesuai dan dibiarkan seperti sebelumnya. Alumunium foil b. Kertas saring whatman d.Caranya: Setetes campuran ditempatkan pada garis dasar lempengan lapis tipis dan bercak-bercak kecil yang serupa dari asam amino yang telah diketahui juga ditempatkan pada disamping tetesan yang akan diidentifikasi. beri tanda titik tempat sampel akan diletakkan dengan jarak 1. Beaker glass c. Perhitungan nilai Rf Jumlah perbedaan warna yang telah terbentuk dari campuran. Dalam gambar. Ketika pelarut mendekati bagian atas lempengan. Pewarna Makanan c. Nilai Rf untuk setiap warna dihitung dengan rumus sebagai berikut : Rf = jarak yang ditempuh oleh komponen / jarak yang ditempuh oleh pelarut c. Metode Praktikum Alat dan Bahan : 1. sebelum mengalami proses penguapan. Bahan a. Methylene Blue d. Kondisi jenuh dalam gelas kimia dengan uap mencegah penguapan pelarut. Pengukuran berlangsung sebagai berikut : Nilai Rf untuk setiap warna yang telah terbentuk dari campuran. lempengan dipindahkan dari gelas kimia dan posisi pelarut ditandai dengan sebuah garis. Potong kertas whatman sesuai kebutuhan 2. Untuk mendapatkan kondisi ini. Pengukuran ini berdasarkan pada jarak yang ditempuh oleh pelarut dan jarak yang tempuh oleh bercak warna masing-masing. Safranin b. komponen-komponen yang berbeda dari campuran pewarna akan bergerak pada kecepatan yang berbeda dan akan tampak dari perbedaan bercak warna. Lidi e. dalam gelas kimia biasanya ditempatkan beberapa kertas saring yang terbasahi oleh pelarut. pengukuran diperoleh dari lempengan untuk memudahkan identifikasi senyawa-senyawa yang muncul.pelarut. lempengan dipindahkan dari gelas kimia dan posisi pelarut ditandai dengan sebuah garis. Karena pelarut bergerak lambat pada lempengan.

methylen blue ( biru )= 0. Kromatografi lapis tipis juga bisa dilakukan pada sudstansi yang tidak berwarna : a. Bila arna semakin ke atas semakin non polar. Masukkan pelarut dengan ketinggian 1-1. Bila fase diam berupa zat padat yang aktif. Pelarut atau fase gerak : Methil asetat : heksan : methanol = 1 : 1 : 1 Methil asetat sifatnya semi polar Heksan sifatnya non polar Methanol sifatnya polar Sampel yang digunakan adalah safranin.85. prinsipnya ada dua yakni partisi dan absorbsi. tulis hasil dan pembahasan terhadap senyawa dan komponen pada kromatogram Hasil dan Pembahasan Kromatografi lapis tipis adalah pemisahan zat berdasarkan kepolarannya. Rf dari masing-masing sampel adalah safranin ( merah ) = 0. semakin ke bawah polar bila benda di tengah-tengah semi polar. Letakkan sampel pada tiap titik sebanyak 10 ul menggunakan pipet kapiler 5. jika pelarut sampai tengah kertas saring telah menunjukkan pemisahan sudah biasa ditentukan. Semua kromatografi memiliki fase diam (dapat berupa padatan. maka teknik ini disebut kromatografi pembagian (partition chromatography). pewarna makanan.5 cm ke dalam bejana 6. atau kombinasi cairanpadatan) dan fase gerak (berupa cairan atau gas). atau dengan ketinggian secukupnya sesuai keperluan. Lakukan pengembangan selama 5-10 menit atau sampai eluen atau pelarut hampir mencapai batas ketinggian 2 cm dari batas atas. pewarna makanan ( orange ) = 0. Menggunakan pendarflour fase diam pada sebuah lempengan lapis tipis memiliki substansi yang ditambahkan kedalamnya. Bercak tampak seperti bidang kecil yang gelap. Safranin paling menyala merupakan zat yang paling berfluorescent atau bercahaya. dan minyak ( bening ) = 0. 8. Komponen-komponen yang berbeda bergerak pada laju yang berbeda. dan minyak. Pendaran ini ditutupi pada posisi dimana bercak pada kromatogram berada. Setelah menjadi kristal kemudian dicari Rf ( Retardation Factor ).97. Masukkan kertas whatman yang telah ditetesi sampel 7. maka dikenal istilah kromatografi penyerapan (adsorption chromatography). kertas kemudian diambil dan dikeringkan dengan blower.73. Sementara UV tetap disinarkan pada lempengan. Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa komponen-komponen yang terdapat dalam campuran. Sampel dibiarkan dengan angin-angin / dengan blower 9.27. Seketika anda mematikan sinar UV. supaya menghasilkan pendarflour ketika diberikan sinar ultraviolet ( UV ). Itu berarti bahwa penyinaran sinar UV pada lempengan akan timbul pendaran dari posisi yang berbeda dengan posisi bercak-bercak. meskipun bercak-bercak ini tidak tampak berwarna jika dilihat dengan mata. Berilah tanda batas pelarut bagian atas 10. Itu berarti jika menyinarkannya dengan sinar UV akan berpendar. Bila fase diam berupa zat cair. bercak-bercak tersebut tidak tampak kembali.4. Metodenya ada dua fase gerak ( pelarutnya ) dan fase diam ( sampelnya ). dan tandai posisi-posisi dari bercak-bercak dengan menggunakan pinsil dan melingkari daerah bercak-bercak itu. Kemudian dilihat dengan sinar UV yang berfungsi membedakan zat yang berfluorescent dan tidak / sampel mana yang bercahaya. Lakukan pengamatan. . Setelah pelarut mendekati atas kertas. methylen blue.

files. Rf dari masing-masing sampel adalah safranin ( merah ) = 0.97.73. Kromatografi Lapis Tipis.blogspot. Kromatografi Kertas. Mengetahui cara pemisahan asam amino dengan Kromatografi Lapis Tipis 2. Kromatogram dapat dikeringkan dan disemprotkan dengan larutan ninhidrin. Sebuah contoh yang baik adalah kromatogram yang dihasilkan dari campuran asam amino.html. 2010. (Anggraeni. TUJUAN PERCOBAAN : 1.27. atau dapat dilekatkan lebih dekat pada bercak daripada lempengan. Megawati. Metode kromatografi adalah fase gerak / pelarutnya dan fase diam / sampelnya d. pewarna makanan ( orange ) = 0. dan minyak ( bening ) = 0. NOMOR PERCOBAAN : VII : KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS ASAM AMINO II. Menggunakan bercak secara kimia Untuk membuat bercak-bercak menjadi tampak dengan jalan mereaksikannya dengan zat kimia sehingga menghasilkan produk yang berwarna. diakses tanggal 03 juni 2011 pukul 14:00 wib Hafni. http://mimin-mien. Ninhidrin bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa .com/2009/01/kromatografi-lapis-tipis. Sohibul Himam. Sebaiknya dilakukan praktikum pada semua jenis kromatografi b. Prinsip dari kromatografi adalah partis ( pemisahan zat) dan absorbsi ( penyerapan zat ) c. Uap iodium dalam wadah dapat berekasi dengan bercak pada kromatogram. methylen blue ( biru )= 0. kromatogram dikeringkan kembali dan kemudian ditempatkan pada wadah bertutup (seperti gelas kimia dengan tutupan gelas arloji) bersama dengan kristal iodium.pdf Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook I. Safranin paling menyala merupakan zat yang paling berfluorescent atau bercahaya. NAMA PERCOBAAN III.blogspot. Kromatografi Lapis Tipis. Tidak boleh menggunakan pena untuk memberi tanda titik pada kertas karena akan terbawa keatas tandanya Daftar Pustaka Anggraeni.com/2010 / 03/kromatografi-kertas. Dalam metode lain. Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa : a. 2009. Saran a. 2009) Kesimpulan dan Saran 1. LANDASAN TEORI .85. Mengetahui harga Rf asam amino IV. http://greenhati. diakses tanggal 03 juni 2011 pukul 14:10 Haqiqi. Substansi yang dianalisis tampak sebagai bercak-bercak kecoklatan.b.senyawa berwarna. nadjeeb.wordpress . 2. Aswita. kromatografi lapis tipis adalah pemisahan zat berdasarkan kepolarannya b.com / 2009/10/kromatografi. umumnya coklat atau ungu.html. 2008.

aseton.Kromatografi adalah suatu metoda pemisahan campuran senyawa atau komponen tersebut antara dua fasa yaitu a. asam asetat. selulosa. Fasa diam ( absorben atau lapisan penyerap ) Betindak sebagai pemisah campuran tersebut. Kecuali dipakai lapisan tipis gel maka setalah bubur merata maka lempeng dikeringkan. larutan yang mengandung beberapa asam amino diteteskan di atas adsorben dan dibiarkan bergerak. Untuk tujuan analisis. Mudah dan cepat berdasarkan perbedaan dari daya serap masing-masing komponen berdasarkan perbedaan distribusi. Sebagai persiapan untuk menggunakan kromatografi lapis tipis. Contoh pelarut yang digunakan adalah slika gel. ketebalan kaca tergantung pada tujuan pemisahan kromatografi. Kromatografi lapis tipis (KLT) seperti halnya kromatografi kertas tidak mahal dan sesederhan melakukannya. eter. tebalnya kira0kira 0. Fasa gerak ( Eluen ) Bertindak sebagai pembawa campuran tersebut . komponenkomponen campuran akan bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda akibat hambatan dari fase diam sehingga terjadi pemisahaan. etil asetat. serbuk selulosa atau silika gel sebagai adsorben yang berupa lapis tipis yang diletakkan di atas selmbar kaca. etanol. kloroform. aluminium oksida. Penggunaan fase gerak pada kromatografi lapis tipis biasanya menggunakan pelarut seperti : metanol.25 mm sedangkan untuk praparatif 5 mm. juga tidak memerlukan waktu yang banyak. prosesnya mungkin memerlukan waktu kira-kira setengah jam. Kromatografi lapis tipis merupakan kromatografi yang berdasarkan pada perbedaan kecepatan bergerak asam-asam amino tersebut pada pH tertentu. Kromatografi jenis ini menggunakan alumunium oksida. Seperti halnya kromatografi kertas. Namun yang paling banyak digunakan adalah slika gel dan alumunium oksida karena kadar air yang digunakan berpengaruh terhadap daya. . b. kromatografi ini memiliki keuntungan kecepatan diatas kromatografi kertas. Keuntungan kromatografi lapis tipis dibandingkan dengan kromatografi kertas adalah noda yang ditimbulkan tidak banyak melebar jika dibandingkan dengan noda semula oleh sebab itu maka hanya sedikit saja yang diperlukan. Prinsip KLT adalah untuk menentukan atau memisahkan campuran senyawa menjadi komponen-komponennya secara tepat. bubk serbuk fasa diam diratakan terlebih dahulu pada lempeng kaca.

Kolom-kolom dalam pelat dapat diciptakan dengan mengerok lapisan vertikal searah gerakan pelarut. diantaranya : 1. Sampel diteteskan pada salah satu bagian tepi pelat kromatografi (sebanyak 0. kepekaan yang lebih tinggi. cepat dalam pemisahan dan sensitif. alumina (alumina oxide). Fase bergerak akan merayap sepanjang fase diam dan terbentuklah kromatogram. reagen dapat juga disemprotkan pada bagian tepi saja. Asam kromat seringdigunakan sebagai pelarut organik. . Pelarut harus nonpolar dan mudah menguap. Dapat memeriksa adanya zat pengotor dalam pelarut. Ini dikenal juga sebagai kromatografi kolom terbuka. Zat-zat berwarna dapat dilihat langsung. Banyak senyawa-senyawa baik organik maupun anorganik yang dapat dipisahkan lewat kromatografi lapis tipis. dan dapat dilaksanakan dengan cepat. Untuk menempatkan posisi suatu zat.01 – 10 g zat).Kromatografi lapis taipis sangat terkenal dan digunakan secara rutin dalam banyak laboratorium. Untuk meneteskan sampel yang akan dipisahkan digunakan suatu mikro-syiringe (penyuntik berukuran mikro). Tidak memerlukan waktu yang banyak 3. Noda zat yang timbul sesudah kromatografi tidak banyak melebar jika dibandingkan dengan noda semula oleh sebab itu maka hanya sedikit saja senyawa yang diperlukan. Bagian yang dipeolrh lainnya dapat diperoleh kembali tanpa pengotoran dari reagen dengan pengerokan setelah pemisahan selesai. Kromatografi lapis tipis memiliki keuntungan jika dibandingkan dengan kromatografi kertas. Adsorben dilapiskan pada lempeng kaca yang bertindak sebagai penunjang fasa diam. Dengan menggunakan kromatografi lapis tipis maka akan didapatkan pemisahan yang lebih sempurna. Kecepatan pemisahan tinggi dan mudah untuk memperoleh kembali senyawasenyawa yang terpisahkan. Pemilihan sistem pelarut dan komposisi larutan tipis ditentukan oleh prinsip kromatografi yang akan digunakan. Empat macam adsorben yang umum dipakai adalah silica gel (asam silikat). Senyawa-senyawa yang tidak menguap serta terlalu labil untuk kromatografi cair dapat dianalisis dengan KLT 4. tetapi juga dapat digunakan reagen penyemprot untuk melihat suatu bercak suatu zat. Pada KLT terdapat adsorben yang bertindak sebagai fase stationer. 2. Metode ini sederhana. Teknik KLT ini dikembangkan pada tahun 1983 oleh Ismailoff dan Schraibar.

ALAT DAN BAHAN 1. Pelarut V. Untuk mengidentifikasi komponen yang satu dengan yang lainnya digunakan faktor refensi (Rf). aseton. ebnzen. Sistem berair yang digunakan dan contoh pelarut organik dalam seri pelarut miksotrop yang meliputi sifat hidrofob menaik seperti metanol. alat : a) pelat kromatografi b) selembar kaca c) penggiling Bahan silika gel pelarut etanol larutan ninhidrin . kloroform (kloroform yang distabilkan dengan etanol). yaitu pelarut dalam kromatografi lapis tipis. Selain terdapat fasa stationer atau fasa diam. KLT juga memiliki fase gerak(eluen). etil asetat. asam asetat. Adanya kation dlam kosentrasinya. Pemisahan pada KLT didasarkan pada: . adsorben akan lebih cepat naiknya ke plat. Kesamaan larutan lainnya. Komponen yang lebih kuat diserap oleh adsorben akan lebih lambat naiknya dari komponen yang kurang diserap. dan selulosa. pertukaran ion. Untuk zat yang bersifat asam / basa kuat yang tidak dapat dilakukan dengan kromotografi kertas dapat dipisahkan dengan KLT. Kromotografi lapisan tipis dikembangkan oleh Egon Stahl dengan menempelkan adsorben pada lempengan gelas. Dari keempat macam adsroben di atas. etanol. Struktur kimia dari senyawa dipisahkan.kieselguhr (iatomeous earth). dan eter petroleum. sikloheksana. yang sering dipakai adalah silika gel. sebaliknya ukuran identitas bercak dapat untuk mempekirakan kadar dari masing-masing komponen yang terdapat dalam campuran.Penyerapan. sehingga merupakan lapisan. dan gabungan dari ketiganya. Kondisi optimum suatu pemisah merupakan hasil kesesuaian antara absorben dan eluen. Faktor-faktor yang mempengaruhi Rf adalah: Adanya ion. pembagian. Kerapan dari satu pasang penyerap. Faktor yang mempengaruhi gerak dan harga Rf: Sifat dari penyerap dan derajat aktivitas. sehingga pada plat akan terdapat komponenkomponen yang tersusun sepanjang plat. Jarak ynag ditempuh komponen dapat diperbesar menggunakan pelarut polar.

Plat-plat yang telah ditetesi asam amino dan yang telah kering. Ini supaya ruang kromatografi mudah dan cepat dijenuhi dengan uap eluen. Lubang-lubang yang kecil ini tidak akan banyak mempengaruhi bentuk noda. Kromatografi diberhentikan setelah berjalan sekitar 10 cm. .histidin dan alanin) aquadest g) pipet tetes h) penyemprot i) j) penggaris pensil VI.5 – 2. Dinding ruang harus dilapisi dengan kertas saring yang dibasahi dengan eluen. asam glutamate. Cara melakukan elusi. Tempat-tempat pada plat yang akan ditaruh (ditetesi) dengan alrutan-larutan zat tersebut. paling banyak 0. diteteskan pada plat silica gel kira-kira 1 cm dari tepi bawah. Jika banyak macam zat yang akan diselidiki maka ini dapat diteteskan sejajar dengan jarak kirakira 1 cm antara dua zat dan kira-kira 1. sebelum diberi titik dengan ujung pensil yang runcing.5 cm dari tepi sisi. Biarkan lapis tipis ini ditempatnya kira-kira 10 menit. Ruang Kromatografi.d) beker gelas e) pengaduk magnetik f) gelas ukur larutan Kuprinitrat larutan asam amino (arginin. PROSEDUR PERCOBAAN Pembuatan lapis tipis. Ruang kromatografi harus dapat ditutup dengan rapat. Sesudah ini boleh dipindah tempatnya dan dibiarkan kering diudara selama semalam. dimasukkan ke dalam ruang kromatografi. guna mengetahui kelak titik-titik permulaan. Disini yang dipakai adalah kromatografi mendaki. Penetesan harus dilakukan dengan hati-hati seklai supaya permukaan lapis tidak rusak. Meneteskan larutan zat yang akan diperiksa. terutama bebas dari lemak. Zat asam amino yang diperiksa.0 ug dalam 0. Tebal lapis tipis adalah sekitar 250 mu.5 ul. Ruang ini diisi dengan eluaen sedemikian sehingga apabila plat dimasukkan bagian bawahnya terendam sampai bawah tempat tetesan zat-zat yang diselidiki. Timbag 25 gram Silica gel G dan aduk ini dengan 50 ml air dengan pengaduk magnetik sampai homogen. Hendaknya suhu dibuat tetap. Plat gelas yang dipakai harus bersih. Suspensi ini dimasukkan ke alat pembuatan lapis tipis (alat Stahl atau alat buatan dalam negeri). Sebelum eluaen dijalankan maka tetesan-tetesan tersebut harus dibiarkan dulu sampai kering.

1. Cara perwarnaan. maka nantinya plat akan berwarna sedikit rose. ANALISA DATA Menghitung harga Rf. Plat diambil dan dikeringkan pada suhu kamar. Maka sesudah disemprot. REAKSI KIMIA IX. (a) dengan hati-hati disemprot dengan larutan ninhidrin. Asam amino yang diuji dalam . maka plat kemudian disemprotkan dengan larutan penyemprot kuprinitrat (lihat bab metrial). Pada Alanin. Kemudian plat dikeringkan pada 60oC selama 30 menit atau 110oC selama 1`0 menit.8 cm 8. Kalau dipanasi lebih lama. X. PEMBAHASAN Pada percobaan mengennai kromatografi lapis tipis ini dilakukan untuk mengetahui harga Rf dari beberapa macam asam amino yang diujikan. Pada Asam Glutamat. (b) untuk menstabilkan noda-noda setelah diwarnakan dengan ninhidrin. walau disosiasi ini reversibel. Pada Arginin.5 cm 3 cm Warna Biru Merah Ungu - VIII. Juga plat tidak boleh terdisoasiasi dalam suasana basa antara pH 7-9. 3. plat harus dikenakan uap amonia.Pada batas ini semulad diberi tanda garis dengan ujung pensil yag runcing. Asam asetat yang ditambahkan dimasukkan untuk menjaga pH sekitar 5. Warna ini hanya stabil apabila tidak ada asam bebas. Di atas pH 9 disosiasi tersebut bersifta irreversibel. 2. Maka akan terjadi ikatan komplek Cu-ninhidrin yang berwarna. juga apababila fase gerakj yang dipakai bersifat alkali. yaitu perbandingan antara jarak yang ditempuh asam amino dengan jarak yang ditempauh pelarut dari awal hingga garis akhir. HASIL PENGAMATAN Sampel Arginin Asam Glutamat Histidin Alanin Sampel Jarak 7. VII.

Kami melakukan pengulangan beberapa kali karena lapisan silica gel kami pada awalnya terlalu tebal sehingga mudah hancur dan juga permukaannya bergelombang. pembuatan lapisan tipis dengan menambahkan 25 gr silika gel dengan 50 ml air yang dituangkan kedalam plat kaca. Penetesan asam amino yang kami lakukan dengan jarak 1. Rf untuk teori dan praktek agak berbeda. maka eluen yang berjalan dihentikan. pada silica gel muncul bercak – bercak atau noda. Kemudian. Oleh karena itu. dan dikeringkan di udara. kesalahan . keempat asam amino ini mewakili masing-masing dari golongan asam amino Pada percobaan ini kaca yang digunakan harus benar-benar bersih bebas dari lemak oleh karena itu dibersihkan menggunakan deterjen. Setelah dilakukan penetesan asam amino maka eluen siap dijalankan ( dengan etanol). Bagus tidak hasilnya sangat dipengaruhi oleh tebal atau tipisnya silika gel yang dibuat. asam glutamat merah sedangkan alanin berwarna unguuntuk histidin dan larutan sampel tidak menimbulkan bercak warna sehinggga dapat disimpulkan bahwa larutan sampel adalah histidin. dan juga sebaliknya. Kemudian dikeringkan. Sehingga terbentuklah noda yang berwarna ungu. Pada awalnya dilakukan pembuatan lapisan dari silica gel. Eluen pun berjalan tergantung dengan lapis silikan gel yang dibuat. asam glutamate. Di sini. Maka perlu adanya penyemprotan larutan lagi dengan larutan Kuprinitrat. Noda yang dihasilkan untuk argini berwarna biru. Eluen yang akan dijalankan diukur sepanjang 10 cm. Bila lapisan silika gel yang kita buat terlalu tebal maka eluen pun akan berjalan lambat. Selain itu. Setelah disemprot.percobaan ini ialah arginin. Fase gerak dan fase diamnya adalah etanol dan silica gel. Hal ini dapat saja disebabkan oleh :kesalahan pada saat membuat lapisan silika gelnya. warna yang terbentuk tidaklah stabil. Untuk melihat bercak noda dari jarak asam amino dapat disemprotkan dengan larutan ninhidrin agar terbentuk warna.5 cm dari tepi bawah. ninhidrin berfungsi untuk melacak jalannya asam amino dengan menimbulkan warna merah pada asam amino. Dan bila sudah sampai 10 cm. pembuatan lapisan silikanya diusahakan setipis mungkin dan merata. histidin dan alanin . plat kacanya harus dikeringkan. Dari analisa data yang diperoleh. Hal ini terjadi karena terbentuknya Cu-ninhidrin. Pada penetesan asam amino perlu dilakukan secara hati-hati agar lapis tipis silika gelnya tidak rusak. Oleh karena itu untuk membuat lapis tipisnya frame pada pinggiran kacanya harus dibuat rata serta pada saat penarikan seilikanya harus dalam satu kali tarikkan agar permukaannya tidak bergelombang.

ninhidrin yang berwarna. S.pada pembuatan larutan sampel yang digunakan. 4. suhu saat kromatografi serta penetesan sampel yang tidak merata serta jaraknya terlalu dekat . Dasar-Dasar Biokimia. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan pada saat membuat lapisan silika gelnya. DAFTAR PUSTAKA Lehninger. Pengidentifikasian asam amino dengan melihat noda atau bintik yang dihasilkan. XI. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : UI Khopkar. 5. 2003. KESIMPULAN 1. penetesan sampel pada plat yang tidak merata serta dengan jarak yang terlalu dekat. 2. 3. membuat sampel larutan. XII. 1982. karena bila ada dapat mengganggu jalannya kromatografi. Jakarta: ERLANGGA Poedjadi. plat kacanya yang digunakan harus benar-benar terbebas dari lemak. Dari hasil Rf yang diperoleh tidak sama dengan data Rf pada handbook. Kromatografi merupakan salah satu cara untuk melakukan pengidentifikasikan suatu asam amino salah satunya kromatografi lapis tipis. Anna. Pada Pembuatan lapis tipis. sehingga kita dapat menghitung Rf dari asam amino dengan cara membandingkan jarak yang ditempuh oleh asam amino dengan jarak yang ditempuh oleh eluen pada plat. Untuk memberikan warna pada noda atau bintik yang dihasilkan kita dapat menggunakan larutan ninhidrin dan larutan kuprinitrat sebagai penstabil warnanya karena terjadi ikatan kompleks Cu.M. Dengan menggunakan silika gel sebagai fase diam serta eluen (fase gerak)nya adalah etanol. Jakarta : UI Press .

Pada Asam Glutamat. Sautu larutan asam amino yang bersedia. 2. 2. kemudian dituangkan ke atas lempeng kaca yang telah diukur pinggir kanannya 2 cm dan ditempeli dengan plester. Setelah itu diukur jarak asam amino tersebut adalah sebagai berikut serta harga Rf nya : Dari hasil pengamatan diketahui jarak yang ditempuh oleh pelarut untuk plat adalah 10 cm. Pada Alanin. Stelah itu dikeringkan. Kemudian disemprotkan engan ninhidrin dan dikeringkan kemabli selama 30 menit. Setelah kering silica gel tersebut dikur dari bawah sepanjang 2. Dan hitung berapa harga Rfnya? Jawab : 25 gram silica gel dalam 50 ml air diaduk sampai homogen. Tuliskan reaksi antara ninhidrin dengan asam amino! 3. jarak penetesan. masing-masing adalah alanini. JAWABAN PERTANYAAN 1. 3. Kemudian disemprotkan kembali dengan kuprinitrat. Pada Arginin. dan fasa diam (adsorbennya). tripthofan. dan arginin. Pada garis itu ditotolkan dengan asam amnio.XIV. menganalisa secara kualitatif dengan cara kromatografi lapis tipis satu dimensi.5 cm dan diberikan tanda atau garis. Lalu masukkan plat tersebut ke dalam ruang kromatografi yang telah diisi dengan eluen (etanol 95%). jenis pelarut. Sebutkan factor-faktor yang mempengaruhi Rf pada KLT? Jawab : Kepolaran senyawa. . sedangkan untuk asam amino adalah : Harga Rf = Maka : 1. Diamkan selama semalam. Setelah itu larutan silica gel dituangkan dan diratakan.

menggunakan cara ini mendapatkan hasil pengembangan yang lebih baik dengan penggunaan dua macam system pelarut. kira-kira 2 cm dari tepi kanan dan dari bawah. plat dikeringkan. Sumber : http://imeldagustia. Setelah pengembangan pertama selesai. Untuk mencegah terjadinya kerusakan senyawa yang dipisahkan selama pengeringan sebaiknya dilakukan dengan aliran gas N2.html .4.’ 5. Terangkan bagaimana orang melakukan analisa kuantitatif suatu zat tertentu dengan cara kromatografi lapis tipis? Jawab : Dengan menyemprotkan lempeng dengan asam sulfat 50% atau 25% dalam eetanol kemudian dipanaskan sehingga semua bahan organic akan terbakar dan tampak sebagai nodanoda coklat. dan apabila pengembangan satu dimensi mendapatkan hasil yang kurang sempurna. Mengamati lempeng dengansinar UV sehingga noda-noda yang menyerap sinar UV atau sebaliknya dengan memancarkannya. plat dikembangkan dengan menggunakan system pelarut yang kedua dengan memutar arah plat 90o. Bahan sample ditotolkan pada salah satu sudut lempeng sebagai suatu titik dan pemisahahn dilakukan setelah lempeng kering. Kemudian dipisahkan lagi dengan satu system solven yang lain dengan arah tegak luus dari arah semula. sample diteteskan dipojok kanan bawah dari plat TLC yang berukuran 20 x 20 cm. setelah dikeringkan.com/2012/05/laporan-kromatografi-lapistipis. Terangkan bagaimana cara melakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi dan bilakah orang terpaksa melakukan cara itu? Jawab: Dengan mengamati kepekatan warna yang diperoleh. Untuk cara ini.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful