P. 1
Dinding Penahan Tanah

Dinding Penahan Tanah

|Views: 47|Likes:
Published by Daron Darono
v
v

More info:

Published by: Daron Darono on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2013

pdf

text

original

DINDING

PENAHAN TANAH
DINDING
PENAHAN TANAH
A. Pendahuluan
• Bangunan dinding penahan tanah berguna untuk
menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan oleh
tanah urug atau tanah asli yang labil.
• Dinding penahan tanah banyak digunakan pada proyek-
proyek :
– jalan raya,
– irigasi
– pelabuhan ,
– bangunan ruang bawah tanah (basement)
– pangkal jembatan (abutment), dll
• Kestabilan dinding penahan tanahdiperoleh terutama
dari :
– berat sendiri struktur, dan
– berat tanah yang berada di atas pelat fondasi.
• Besar dan distribusi tekanan tanah pada dinding
penahan tanah, sangat tergantung pada gerakan tanah
lateral terhadap DPT.
• Bangunan dinding penahan tanah berguna untuk
menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan oleh
tanah urug atau tanah asli yang labil.
• Dinding penahan tanah banyak digunakan pada proyek-
proyek :
– jalan raya,
– irigasi
– pelabuhan ,
– bangunan ruang bawah tanah (basement)
– pangkal jembatan (abutment), dll
• Kestabilan dinding penahan tanahdiperoleh terutama
dari :
– berat sendiri struktur, dan
– berat tanah yang berada di atas pelat fondasi.
• Besar dan distribusi tekanan tanah pada dinding
penahan tanah, sangat tergantung pada gerakan tanah
lateral terhadap DPT.
B. Tipe tipe dinding penahan tanah :
1. Dinding gravitasi,
Biasanya terbuat dari beton tak bertulang atau
pasangan batu, sedikit tulangan diberikan pada
permukaan dinding untuk mencegah retakan
permukaan.
2. Dinding semi gravitasi
Dinding grafitasi yang bentuknya agak ramping, krn
rampingnya pada struktur ini dibutuhkan penulangan
beton, namun hanya pada bagian dinding saja.
Terdiri dari kombinasi dinding dan fondasi beton bertulang yang
berbentuk T. Ketebalan DPT ini relatif tipis dan diberi tulangan
secara penuh unutk menahan momen dan gaya lintang yang
bekerja.
4. Dinding counterfort : dinding beton bertulang yang tipis
pada bagian dalam dinding pada jarak tertentu
didukung oleh plat / dinding vertikal yang disebut
counterfort. Ruang di atas plat fondasi, diantara
counterfort diisi dengan tanah.
5. Dinding krib, dibuat dari balok-balok beton yang
disusun menjadi DPT.
6. DPT dengan perkuatan (reinforced earth wall) dinding
yang berupa timbunan tanah yang diperkuat bengan
material lain. (geosintetik atau metal, dll)
counter
fourt
3. Dinding kantilever
Terdiri dari kombinasi dinding dan fondasi beton bertulang yang
berbentuk T. Ketebalan DPT ini relatif tipis dan diberi tulangan
secara penuh unutk menahan momen dan gaya lintang yang
bekerja.
4. Dinding counterfort : dinding beton bertulang yang tipis
pada bagian dalam dinding pada jarak tertentu
didukung oleh plat / dinding vertikal yang disebut
counterfort. Ruang di atas plat fondasi, diantara
counterfort diisi dengan tanah.
5. Dinding krib, dibuat dari balok-balok beton yang
disusun menjadi DPT.
6. DPT dengan perkuatan (reinforced earth wall) dinding
yang berupa timbunan tanah yang diperkuat bengan
material lain. (geosintetik atau metal, dll)
C. Tekanan tanah lateral
• Analisis tekanan tanah lateral antara lain
digunakan untuk :
– Perancangan dinding penahan tanah
– Pangkal jembatan
– Turap
– Terowongan
– Saluran bawah tanah, dsb.
• Tekanan tanah lateral adalah gaya yang
ditimbulkan oleh akibat dorongan tanah di
belakang struktur penahan tanah.
• Analisis tekanan tanah lateral antara lain
digunakan untuk :
– Perancangan dinding penahan tanah
– Pangkal jembatan
– Turap
– Terowongan
– Saluran bawah tanah, dsb.
• Tekanan tanah lateral adalah gaya yang
ditimbulkan oleh akibat dorongan tanah di
belakang struktur penahan tanah.
1. Tekanan Tanah Lateral Pada Saat Diam
• Kondisi kesetimbangan di tempat yang dihasilkan dari
kedudukan tegangan-regangan tanpa adanya
tegangan geser yang terjadi didefinisikan sebagai K
O
.
Ea
P
h
H
Turap
H/3
σ
h
= H.γ.K
O
P
h
P
h
• Ditinjau suatu turap yang dianggap tidak mempunyai
volume, sangat kokoh dan licin, dipancang pada tanah
tak berkohesi (gambar 1a). Tanah di kiri dinding turap
digali perlahan-lahan sampai kondisinya seperti pada
gambar 1.b.
Turap
Gambar 1a Gambar 1b Gambar 1c
• Bersama-sama dengan penggalian ini, dikerjakan suatu
gaya horizontal P
h
yang besarnya sama dengan gaya
horizontal tanah sebelum penggalian.
• Tekanan gaya horizontal (P
h
) pada dinding ini disebut
tekanan tanah pada saat diam, yaitu tekanan tanah ke
arah lateral tanpa suatu pergeseran (regangan)
• Nilai banding antara tekanan horizontal dan tekanan
vertikal pada kedalam tersebut disebut koefisien tekanan
tanah pada saat diam atau K
O
σ
h
= H.¸.K
O
atau
dengan σ
h
’ = tekanan efektif arah horizontal
σ
v
’ = tekanan efektif arah vertikal
z = kedalaman
¸’ = berat volume efektif
K
O
= 1 – sin ¢ (Jaky, 1944)
'
h
v
h
O
z.γ
' σ
' σ
' σ
K = =
• Bersama-sama dengan penggalian ini, dikerjakan suatu
gaya horizontal P
h
yang besarnya sama dengan gaya
horizontal tanah sebelum penggalian.
• Tekanan gaya horizontal (P
h
) pada dinding ini disebut
tekanan tanah pada saat diam, yaitu tekanan tanah ke
arah lateral tanpa suatu pergeseran (regangan)
• Nilai banding antara tekanan horizontal dan tekanan
vertikal pada kedalam tersebut disebut koefisien tekanan
tanah pada saat diam atau K
O
σ
h
= H.¸.K
O
atau
dengan σ
h
’ = tekanan efektif arah horizontal
σ
v
’ = tekanan efektif arah vertikal
z = kedalaman
¸’ = berat volume efektif
K
O
= 1 – sin ¢ (Jaky, 1944)
'
h
v
h
O
z.γ
' σ
' σ
' σ
K = =
2. Tekanan tanah aktif dan tekanan tanah pasif
• Dari kiri bekerja tekanan tanah pasif (E
p
= ½.h
2
.¸.K
p
)
– Bersifat melawan tanah dorongan dinding
– Bekerja jika dinding bergerak menahan tanah
• Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya E
a
dan E
p
– berat volume tanah (¸)
– sudut gesek intern (¢)
– sudut gesek antara dinding dan tanah (o)
– kohesi tanah ‘c’
– kemiringan dinding dan muka tanah
– beban
• Dari kanan bekerja tekanan
tanah aktif (E
a
= ½.H
2
.¸.K
a
)
– bersifat mendorong dinding
– bekerja jika dinding bergerak
menjauhi tanah
E
a
E
p
H
H/3
h
h/3
H.¸.K
a
h.¸.K
p
• Dari kiri bekerja tekanan tanah pasif (E
p
= ½.h
2
.¸.K
p
)
– Bersifat melawan tanah dorongan dinding
– Bekerja jika dinding bergerak menahan tanah
• Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya E
a
dan E
p
– berat volume tanah (¸)
– sudut gesek intern (¢)
– sudut gesek antara dinding dan tanah (o)
– kohesi tanah ‘c’
– kemiringan dinding dan muka tanah
– beban
TEORI RANKINE
• Teori Rankine (1857), dalam analisis tekanan tanah lateral
menggunakan asumsi
1. Tanah dalam kondisi kesetimbangan plastis (setiap elemen tanah
dalam kondisi tepat akan runtuh)
2. Tanah urug dibelakang dinding penahan tanah tak berkohesi ( c = 0)
3. Gesekan antara dinding DPT dan tanah urug diabaikan (= 0)
A. Tekanan tanah lateral pada tanah non kohesif (c = 0)
• Tanah urug dengan berat volume ¸ dan ketinggian H, maka tekanan
tanah aktif E
a
total untuk dinding penahan tanah adalah
E
a
= ½ H
2
..K
a
Titik tangkap gaya yang bekerja terletak pada H/3 dari dasar
dinding penahan tanah.
• Alas diagram segi tiga tekanan tanah aktif
b = Ka..H , dengan K
a
= koefisien tekanan tanah aktif Rankine
• Teori Rankine (1857), dalam analisis tekanan tanah lateral
menggunakan asumsi
1. Tanah dalam kondisi kesetimbangan plastis (setiap elemen tanah
dalam kondisi tepat akan runtuh)
2. Tanah urug dibelakang dinding penahan tanah tak berkohesi ( c = 0)
3. Gesekan antara dinding DPT dan tanah urug diabaikan (= 0)
A. Tekanan tanah lateral pada tanah non kohesif (c = 0)
• Tanah urug dengan berat volume ¸ dan ketinggian H, maka tekanan
tanah aktif E
a
total untuk dinding penahan tanah adalah
E
a
= ½ H
2
..K
a
Titik tangkap gaya yang bekerja terletak pada H/3 dari dasar
dinding penahan tanah.
• Alas diagram segi tiga tekanan tanah aktif
b = Ka..H , dengan K
a
= koefisien tekanan tanah aktif Rankine
·
2
2
a
45 45 tg
sin 1
sin 1
K



÷ ° ° =
+
÷
=
• Dengan cara yang sama, besarnya tekanan tanah pasif
menurut Rankine, merupakan diagram segi tiga dengan
alas b = H..K
p
• Besarnya tekanan tanah pasif total = luas diagram segi
tiga tekanan tanah pasif
E
p
= ½.H
2
..K
p
dengan titik tangkap gaya 1/3 H
dimana
H
H/3
E
a
= ½ H
2
.¸.K
a
c = 0
¢ = 0
¸
o=0
• Dengan cara yang sama, besarnya tekanan tanah pasif
menurut Rankine, merupakan diagram segi tiga dengan
alas b = H..K
p
• Besarnya tekanan tanah pasif total = luas diagram segi
tiga tekanan tanah pasif
E
p
= ½.H
2
..K
p
dengan titik tangkap gaya 1/3 H
dimana
· /2 45 tg
sin 1
sin 1
K
2
p



+ ° =
÷
+
=
dimana
| = sudut kemiringan permukaan tanah urug dibelakang DPT
Φ = sudut gesek dalam tanah
• Besarnya tekanan tanah aktif = luas diagram segi tiga
E
a
= ½.H
2
..K
a
dgn alas b = H.. K
a
• Dengan cara yang sama besarnya tekanan tanah pasif menurut
Rankine, merupakan diagram segi tiga dengan alas
b = H.. K
p
Tekanan tanah pasif total = luas diagram segi tiga tekanan tanah
pasif .
Ep = ½.H
2
..K
p
dengan titik tangkap gaya 1/3 H
Untuk permukaan tanah miring


2 2
2 2
a
cos β cos β cos
cos β cos β cos
β cos K
÷ +
÷ ÷
=
• Apabila permukaan tanah urug
miring membentuk sudut | (|=0)
maka koefisien tekanan tanah aktif
dinyatakan sbb :
H
|
|
b=H.¸.K
a
E
a
= ½. H
2
.¸.K
a
|=0
¢=0
c=0
dimana
| = sudut kemiringan permukaan tanah urug dibelakang DPT
Φ = sudut gesek dalam tanah
• Besarnya tekanan tanah aktif = luas diagram segi tiga
E
a
= ½.H
2
..K
a
dgn alas b = H.. K
a
• Dengan cara yang sama besarnya tekanan tanah pasif menurut
Rankine, merupakan diagram segi tiga dengan alas
b = H.. K
p
Tekanan tanah pasif total = luas diagram segi tiga tekanan tanah
pasif .
Ep = ½.H
2
..K
p
dengan titik tangkap gaya 1/3 H
Untuk permukaan tanah miring


2 2
2 2
p
cos β cos β cos
cos β cos β cos
β cos K
÷ ÷
÷ +
=
B. Tekanan tanah lateral pada tanah kohesif c0
diabaikan
E
a total
1. Tekanan tanah aktif
H
Tanah
dengan c; ¢
b
1
=H.¸.K
a
a 2
K 2.c. b =
E
a1
E
a2
+ =
H
c
h
b
1
>b
2
• Apabila tanah urug mempunyai kohesi, maka tekanan tanah aktif
·
2
2
a
a
c
a a alas
2 1 alas
a a
2
2
1
total a
a2 a1 total a
45 tg K
K γ.
2.c
H
K 2.c. .H.γ K b
b b b
.H K 2.c. γ .K .H E
E E E

÷ ° =
=
÷ =
÷ =
÷ =
÷ =
a 2
K 2.c. b =
2. Tekanan tanah pasif
Tanah
c; ¢
E
p1
b
1
=H.¸.K
p
H
b
1
+b
2
E
p2
½.H
1
/
3
.H
+ =
p 2
K 2.c. b =
·
2
2
p
p p
2 1
p p
2
2
1
ptotal
p2 p1 ptotal
45 tg K
K 2.c. .γ H.K b
b b b
.H K 2.c. .γ .K H E
E E E
pasif anah tekanan t maka kohesi, mempunyai urug tanah Apabila

+ ° =
+ =
+ =
+ =
+ =
3. Tekanan tanah lateral akibat beban terbagi rata
• Misal tumpukan barang
atau orang pada suatu
dermaga, berat lalu
lintas di jalan raya, dll
B C
q (kN/m
2
)
• Untuk lebar 1 m, berat segi tiga longsor ABC :
W + Q = ½.H
2
.¸.cotg u + q BC
= ½.H
2
.¸.cotg u + q.H cotg u
• Dari segi tiga ABC didapat
E
a
= (W+Q) tg (u - |)
E
a
= ((½.H
2
.¸.cotg u) + (q.H cotg u)).tg(u - ¢)
= (½.H
2
.¸.K
a
+ H.q) tg
2
(45
o
- ¢/2)
= ½.H
2
.¸.K
a
+ H.q.K
a
A
q (kN/m
2
)
H
E
a1
E
a2
½.H
1
/
3
.H
• Diagram tekanan tanah aktif total berupa trapesium
gabungan dari E
a1
(segi tiga oleh tanah) dan E
a2
(segi 4
akibat beban terbagi rata).
E
a1
= ½.H
2
.¸.K
a
E
a2
= H.q.K
a
b
1
= H.¸.K
a
b
2
= q.K
a
b
1
=H.¸.K
a
b
2
=q.K
a
b
1
+ b
2
4. Tekanan tanah lateral akibat beban garis
Q
E
a1
E
a2
E
a1
E
a2
mk
b
2
=mp
• Diagram tekanan tanah aktif total seperti tergambar
E
a1
(segi tiga oleh tanah) dan E
a2
(segi tiga akibat beban
titik Q)
E
a1
= ½.H
2
.¸.K
a
b
1
= H
2
.¸.K
a
mk
2.Q.K
mp b
K Q. E
a
2
a a2
= =
=
b
1
=H.¸.K
a
b
1
=H.¸.K
a
5. Tekanan tanah lateral akibat pengaruh muka air tanah
E
a1
E
a2
b
1
=H.¸’.K
a
b
2
=H.¸
w
• Apabila MAT = MT
Tekanan tanah aktif yang bekerja pada dinding penahan tanah :
(a). E
a1
= ½.H
2
.¸’.K
a
¸’ = berat vol. tanah terendam
b
1
= H.¸’.K
a
garis kerja gaya 1/3 H
(b). E
a2
= ½.H
2

w
¸
w
= berat vol. air
b
1
= H
2

w
garis kerja gaya 1/3 H
b
1
=H.¸’.K
a
b
2
=H.¸
w
(6) Dinding penahan tanah dengan muka air tanah tidak
sama tinggi
H
2
E
a1
=½.(H
2
-H
1
)
2

b
.K
a
¸
b
H
1
H
2
E
a2
=H
2
(H
1

b
).K
a
E
a3
=½.H
1
2
.¸’.K
a
H
a
= ½.H
1
2

w
¸’
¸
sat
h
1 h
2
E
p1
E
p2
E
p3
H
p
• Berat jenis tanah (G) ; angka pori (e) ; kadar air (w) ;

1
= sudut gesek intenal tanah di atas m.a.t

2
= sudut gesek intenal tanah di bawah m.a.t
• Tekanan tanah aktif yang bekerja :
E
a1
= akibat tekanan tanah di atas mat
E
a2
= akibat beban terbagi merata ( tanah di atas m.a.t)
E
a3
= akibat tekanan tanah di bawah m.a.t
H
a
= Tekanan hidrostis yang mendorong DPT
• Tekanan tanah pasif
E
p1
= akibat tekanan tanah di atas m.a.t
E
p2
= akibat beban terbagi rata (tanah di atas m.a.t)
E
p3
= akibat tekanan tanah di bawah m.a.t
H
p
= tekanan hidrostsatis yang menahan DPT
• Berat jenis tanah (G) ; angka pori (e) ; kadar air (w) ;

1
= sudut gesek intenal tanah di atas m.a.t

2
= sudut gesek intenal tanah di bawah m.a.t
• Tekanan tanah aktif yang bekerja :
E
a1
= akibat tekanan tanah di atas mat
E
a2
= akibat beban terbagi merata ( tanah di atas m.a.t)
E
a3
= akibat tekanan tanah di bawah m.a.t
H
a
= Tekanan hidrostis yang mendorong DPT
• Tekanan tanah pasif
E
p1
= akibat tekanan tanah di atas m.a.t
E
p2
= akibat beban terbagi rata (tanah di atas m.a.t)
E
p3
= akibat tekanan tanah di bawah m.a.t
H
p
= tekanan hidrostsatis yang menahan DPT
ANALISIS KONSTRUKSI PENAHAN TANAH
• Analisis konstruksi penahan tanah umumnya digunakan
untuk menentukan dimensi penahan tanah agar stabil
terhadap gaya-gaya yang bekerja
• Analisis stabilitas dilakukan secara eksternal dan internal
• Dalam analisis stabilitas eksternal, konstruksi dianggap
sebagai satu kesatuan yang masif dalam melawan gaya-
gaya yang bekerja. Tinjauan dilakukan terhadap
stabilitas guling, geser dan runtuhnya konstruksi akibat
daya dukung tanah terlampaui.
• Analisis stabilitas terhadap gaya-gaya internal yang
bekerja, umumnya berhubungan dengan kekuatan
struktur, yang dalam ini adalah pecahnya konstruksi dan
patahnya kaki dan tumit.
• Analisis konstruksi penahan tanah umumnya digunakan
untuk menentukan dimensi penahan tanah agar stabil
terhadap gaya-gaya yang bekerja
• Analisis stabilitas dilakukan secara eksternal dan internal
• Dalam analisis stabilitas eksternal, konstruksi dianggap
sebagai satu kesatuan yang masif dalam melawan gaya-
gaya yang bekerja. Tinjauan dilakukan terhadap
stabilitas guling, geser dan runtuhnya konstruksi akibat
daya dukung tanah terlampaui.
• Analisis stabilitas terhadap gaya-gaya internal yang
bekerja, umumnya berhubungan dengan kekuatan
struktur, yang dalam ini adalah pecahnya konstruksi dan
patahnya kaki dan tumit.
STABILITAS TERHADAP GAYA EKSTERNAL
• Keruntuhan akibat
bahaya guling
kohesif h untuk tana 2 SF
kohesif non h untuk tana 1,5 SF
M
M
SF guling erhadap Tinjauan t
V.a M
konstruksi sendiri berat akibat guling Momen
.h E M
aktif gaya akibat guling Momen
a
p
p
a a
>
>
X
X
=
=
=
E
a
h
V
a
A
kohesif h untuk tana 2 SF
kohesif non h untuk tana 1,5 SF
M
M
SF guling erhadap Tinjauan t
V.a M
konstruksi sendiri berat akibat guling Momen
.h E M
aktif gaya akibat guling Momen
a
p
p
a a
>
>
X
X
=
=
=
• Keruntuhan terhadap bahaya geser
E
a
2 ~ 1,5
E
) E ( c.b V.f
dorong Gaya
lawan Gaya
SF
campuran tanah berupa fondasi Dasar
0,75).c ~ (0,5 tanah kohesi c
2 ~ 1,5
E
) E ( c.b
dorong Gaya
lawan Gaya
SF
kohesif tanah berupa fondasi Dasar
halus) relatif fondasi (dasar tg f
kasar) relatif fondasi (dasar tg f
2 ~ 1,5
E
) E ( V.f
dorong Gaya
lawan Gaya
SF
kohesif non tanah berupa fondasi Dasar
a
p 3
2
a
p 3
2
3
2
a
p
>
+ +
= =
=
>
+
= =
=
=
>
+
= =


V
b
2 ~ 1,5
E
) E ( c.b V.f
dorong Gaya
lawan Gaya
SF
campuran tanah berupa fondasi Dasar
0,75).c ~ (0,5 tanah kohesi c
2 ~ 1,5
E
) E ( c.b
dorong Gaya
lawan Gaya
SF
kohesif tanah berupa fondasi Dasar
halus) relatif fondasi (dasar tg f
kasar) relatif fondasi (dasar tg f
2 ~ 1,5
E
) E ( V.f
dorong Gaya
lawan Gaya
SF
kohesif non tanah berupa fondasi Dasar
a
p 3
2
a
p 3
2
3
2
a
p
>
+ +
= =
=
>
+
= =
=
=
>
+
= =


• Runtuhnya konstruksi akibat daya dukung tanah
terlampaui
·
tanah
2
b
maks
min
tanah maks
min
σ
e 3
2V
σ
0 σ
batuan) (cadas, keras h Untuk tana
σ
b
6.e
1
b.1
V
σ
0 σ
a campuranny atau pasir lempung, h Untuk tana
s
÷
=
>
s
|
¹
|

\
|
+ =
>
V
·
tanah
2
b
maks
min
tanah maks
min
σ
e 3
2V
σ
0 σ
batuan) (cadas, keras h Untuk tana
σ
b
6.e
1
b.1
V
σ
0 σ
a campuranny atau pasir lempung, h Untuk tana
s
÷
=
>
s
|
¹
|

\
|
+ =
>
SOAL 1
• Dinding penahan tanah dengan
karakteristik sbb :
¢ = 30°
c = 0
¸
tanah
= 18 kN/m
3
¸
pasangan batu
= 20 kN/m
3
o
all
= 150 kN/m
2
• Ditinjau analisis stabilitas
dinding terhadap guling, geser
dan keruntuhan daya dukung
tanah !
H = 2 m
• Dinding penahan tanah dengan
karakteristik sbb :
¢ = 30°
c = 0
¸
tanah
= 18 kN/m
3
¸
pasangan batu
= 20 kN/m
3
o
all
= 150 kN/m
2
• Ditinjau analisis stabilitas
dinding terhadap guling, geser
dan keruntuhan daya dukung
tanah !
0,75 m 0,5 m
0,5 m
SOAL 2
• Dinding penahan tanah dengan
karakteristik sbb :
¢ = 30°
c = 10 kN/m
2
¸
tanah
= 18 kN/m
3
¸
pasangan batu
= 20 kN/m
3
o
all
= 150 kN/m
2
• Ditinjau analisis stabilitas
dinding terhadap guling, geser
dan keruntuhan daya dukung
tanah !
H = 2 m
q = 2,5 kN/m
2
• Dinding penahan tanah dengan
karakteristik sbb :
¢ = 30°
c = 10 kN/m
2
¸
tanah
= 18 kN/m
3
¸
pasangan batu
= 20 kN/m
3
o
all
= 150 kN/m
2
• Ditinjau analisis stabilitas
dinding terhadap guling, geser
dan keruntuhan daya dukung
tanah !
0,75 m 0,5 m
0,5 m
Soal
• Hitung dan gambarkan diagram : gaya dan garis kerja
tekanan tanah aktif pada DPT seperti tergambar :
3
|
1
= 80°
¸
1
= 16 kN/m
3
c1
= 10 kN/m
2
3
3
3
|
2
= 30°
¸
2
= 18 kN/m
3
c
2
= 20 kN/m
2
|
3
= 25°
¸
3
’= 9 kN/m
3
c
3
= 20 kN/m
2
|
3
= 25°
¸
3’
= 9 kN/m
3
c3
= 20 kN/m
2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->