[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9, 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Didalam sistem organisasi kesehatan diberbagai negara, puskesmas merupakan local health unit yang perannya sebagai pelaksana dalam pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Sebagai unit pelaksana terdepan dari lembaga kesehatan di suatu negara kehadirannya ditengah masyarakat tidak hanya berlaku sebagai pusat pelayanan bagi kesehatan masyarakat, namun lebih daripada itu juga dapat merupakan sebagai pusat komunikasi masyarakat atau komuniti senter. Tugas kedua ini justru lebih dirasakan dinegara-negara yang sedang berkembang. Karena pada negara-negara yang sedang berkembang yang latar belakang masyarakat pada umumnya masih tergolong rendah, maka kehadiran puskesmas disuatu daerah digunakan pula bagi usaha-usaha pembaharuan. Tidak saja dibidang kesehatan melainkan juga kenyataan bagi usaha modernisasi kehidupan masyarakat desa sekitarnya. Didalam tata pandangan masyarakat secara sosiologis kuntjaningrat menyatakan bahwa aspek kesehatan bagi masyarakat traditional, masih merupakan sesuatu hal yang relatif kehadirannya sudah diterima lama di tengah-tengah masyarakat untuk berbagai jenis kesehatan. Kebutuhan kesehatan sebagai kebutuhan fisik minimum sejak lama diakui oleh masyarakat traditional sebagaimana yang pernah kita rasakan terhadap peranan ibu bidan atau pak mantri. Oleh karena itu kami membuat makalah tentang puskesmas untuk lebih memahami tentang konsep tentang puskesmas.

1.2 TUJUAN

Mahasiswa diharapkan mengerti dan mampu menjelaskan: 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 1.2.5 Definisi Puskesmas Fungsi Puskesmas Sejarah perkembangan Puskesmas Kegiatan Pokok Puskesmas Wilayah kerja Puskesmas

1

[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9, 2011

1.2.6 1.2.7 1.2.8 1.2.9

Struktur organisasi dan tata kerja Puskesmas Sistem rujukan Puskesmas Stratifikasi Puskesmas Perencanaan mikro Puskesmas

1.2.10 Lokakarya mini puskesmas 1.2.11 Supervisi puskesmas 1.2.12 Sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas terpadu

1.3 RUMUSAN MASALAH

1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.3.4 1.3.5 1.3.6 1.3.7 1.3.8 1.3.9

Apa Definisi Puskesmas ? Apa Fungsi Puskesmas ? Bagaimana Sejarah perkembangan Puskesmas ? Bagaimana Wilayah kerja Puskesmas ? Bagaimana kegiatan pokok puskesmas ? Bagaimana Struktur organisasi dan tata kerja Puskesmas ? Sistem rujukan Puskesmas ? Bagaimana Stratifikasi puskesmas Puskesmas ? Bagaimana Perencanaan mikro Puskesmas ?

1.3.10 Apa Lokakarya mini puskesmas ? 1.3.11 Apa Supervisi Puskesmas ? 1.3.12 Bagaimana Sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas terpadu ?

2

[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9, 2011

BAB II TINJAUAN TEORI

2.1 DEFINISI PUSKESMAS

Pengertian puskesmas yang akan diketengahkan disini menunjukkan adanya perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan pelayanan kesehatan dewasa ini, diantaranya  Dr. Azrul Azwar, MPH (1980) Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.  Departemen Kesehatan RI (1981) Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terintegrasi kepada masyarkat diwilayah kerja tertentu dalam usaha-usaha kesehatan pokok  Departemen Kesehatan RI (1987) 1. Puskesmas adalah sebagai pusat pembangunan kesehatan yang berfungsi mengembangkan dan membina kesehatan masyarakat serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan terdepan dan terdekat dengan masyrakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu diwilayah kerjanya 2. Puskesmas adalah suatu unit organisasi yang secara porfesional melakukan upaya pelayanan kesehatan pokok yang menggunakan peran serta masyarakat secara aktif untuk dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyrakat di wilayah kerjanya.  Departemen Kesehatan RI (1991) Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.

3

Bekerja sama dengan sector-sektor yang bersangkutan dalam melaksanankan program puskesmas 2. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri 2.3 SEJARAH PERKEMBANGAN Di indonesia puskesmas merupakan tulang punggung pelayanan kesehatan tingkat pertama. Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat 5. Konsep puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan rapat kerja kesehatan nasional ( RAKERKESNAS) I di Jakarta. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya b. karena pelayanan kesehatan tingkat pertama pada waktu itu dirasakan kurang menguntungkan dan dari kegiatan – kegiatan seperti BKIA. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien 3. BP. 2011 2. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Dan puskesmas pada waktu itu dibedakan dalam empat macam yaitu : 1.2 FUNGSI PUSKESMAS Ada tiga fungsi puskesmas yaitu : a. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat c.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Melalui Rakerkesnas tersebut timbul gagasan untuk menyatukan semua pelayanan tingkat pertama ke dalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan 4. Proses dalam melaksanakan fungsinya dilakukan dengan cara : 1. Waktu itu dibicarakan upaya mengorganisasi system pelayanan kesehatan di tanah air. Puskesmas tingkat desa 4 . P4M dan sebagainya masih berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling berhubungan.

2011 2.000 jiwa.000 jiwa. nomor 7 tahun 1975. yaitu : 1. Dan untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang berada disuatu kecamatan. Puskesmas kelurahan atau desa (puskesmas pembantu) 5 . Puskesmas tingkat kabupaten Pada Rakerkesnas ke-2 tahun 1969 pembagian puskesmas dibagi menjadi tiga kategori yaitu : 1. oleh karena itu puskesmas tipe B dan tipe C tidak dipimpin oleh dokter penuh atau sama sekali tidak ada tenaga dokternya. dipimpin oleh dokter tidak penuh 3. dipimpin oleh tenaga para medic Pada tahun 1970 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional dirasakan pembagian puskesmas berdasarkan kategori tenaga ini kurang sesuai. dan berhasil mendirikan serta menempatkan tenaga dokter disemua wilayah tingkat kecamatan diseluruh pelosok tanah air. Dan sejak tahun 1979 mulai dirintis pembangunan puskesmas didaerah-daerah tingkat kelurahan atau desa yang memiliki jumlah penduduk sekitar 30. dipimpin oleh dokter penuh 2. Puskesmas tipe C. maka sejak Repelita III konsep wilayah diperkecil yang mencakup suatu wilayah dengan penduduk sekitar 30.000 jiwa. maka salah satu puskesmas tersebut ditunjuk sebagai penaggung jawab dan disebut dengan nama puskesmas tingkat kecamatan atau yang disebut juga dengan puskesmas Pembina. Puskesmas kecamatan (puskesmas Pembina) 2.000 sampai 50. dan nomor 4 tahun 1976. dan ini lebih dikenal dengan Konsep Wilayah. Puskesmas tingkat kecamatan 3. Puskesmas tingkat kewedanan 4. Puskesmas tipe A. Dan puskesmas-puskesmas yang berada di wilayah kelurahan atau didesa disebut puskesmas kelurahan atau yang lebih dikenal dengan puskesmas pembantu. Konsep berdasarkan wilayah kerja ini tetap dipertahankan sampai dengan akhir Pelita II pada tahun 1979 yang lalu. Sehingga mulai tahun 1970 ditetapkan hanya satu macam puskesmas dengan wilayah kerja tingkat kecamatan atau pada suatu daerah dengan jumlah penduduk antara 30. Sesuai dengan perkembangan dan pengetahuan pemerintah dan dikeluarkannya Inpres Kesehatan Nomor 5 Tahun 1974.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Puskesmas tipe B. Dan sejak itu puskesmas dibagi dalam 2 kategori seperti apa yang kita kenal sekarang. sehingga dirasakan sulit untuk mengembangkannya.

Pemberian nasehat tentang perkembangan anak dan cara stimulasinya. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil . 12 usaha pokok kesehatan. itu pun sangat tergantung kepada faktor tenaga. Dua puluh kegiatan pokok puskesmas adalah : 1. d.4 KEGIATAN POKOK PUSKESMAS Kegiatan-kegiatan pokok puskesmas yang diselenggarakan oleh puskesmas sejak berdirinya semakin berkembang . Pengawasan dan bimbingan kepada taman kanak-kanak dan para dukun bayi 2. Memberikan nasehat tentang makanan guna mencegah gizi buruk c. Mengadakan kursus keluarga berencana kepada dukun yang kemudian akan bekerja sebagai penggerak calon peserta keluarga berencana c.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. bayi anak balita dan anak prasekolah untuk macammacam penyakit ringan h. 13 usaha pokok kesehatan dan sekarang meningkat menjadi 20 usaha pokok kesehatan yang dapat dilaksanakan oleh puskesmas sesuai dengan kemampuan yang ada dari tiap-tiap puskesmas baik dari segi tenaga . 2011 2. Upaya keluarga berencana a. DPT 3 kali. Mengadakan pembicaraan –pembicaraan tentang keluarga berencana kapan saja ada kesempatan 6 . Mengadakan kursus keluarga berencana unutk para ibu dan calon ibu yang mengunjungi KIA b. memberikan penerangan dan pendidikan tentang kesehatan i. dan biaya atau anggaran yang tersedia Berdasarkan buku pedoman kerja puskesmas yang terbaru ada 20 usaha pokok kesehatan yang dapat dilakukan oleh puskesmas. Pengobatan bagi ibu. melahirkan dan menyusui serta bayi anak balita dan anak prasekolah b. dan prasarana serta biaya yang tersedia berikut kemampuan manajemen dari tiap-tiap puskesmas. Pelayanan keluarga berencana g. fasilitas. Penyuluhan kesehatan dalam mencapai program KIA f. polio 3 kali dan campak 1 kali pada bayi e. sarana. Kunjungan rumah untuk mencari ibu dan anak yang memerlukan pemeliharaan . mulai dari 7 usaha pokok kesehatan . Imunisasi tetanus toksoid dua kali pada ibu hamil dan BCG. Upaya kesehatan ibu dan anak a.

Melanjutkan mengamati mereka yang menggunakan sarana pencegahan kehamilan 3. d. untuk menemukan kasus-kasus baru dan untuk mengetahui sumber penularan. Pemberian imunisasi 7 . dan cara-cara lain denngan memberi sarananya. Melaporkan kasus penyakit menular c. hingga ia tidak lagi menjadi sumber infeksi f. Menyelidiki di lapangan untuk melihat benar atau tidaknya laporan yang masuk. Menyembuhkan penderita. Pengawasan sanitasi tempat umum f. Penyehatan limbah e. Memasang IUD. Mengumpulkan dan menganalisa data penyakit b. 2011 d. Tindakan permulaan untuk menahan penularan penyakit e. Penyehatan makanan dan minuman g. cara – cara penggunaan pil . Penyehatan lingkungan perumahan d. e. Memberikan pendidikan gizi kepada masyarakat terutama dalam rangka program KIA d. kondom. Upaya peningkatan gizi a. Pelaksanaan peraturan perundang-undangan 5. Penyehatan air bersih b. Melaksanakan program-program :    Program perbaikan gizi keluarga melalui posyandu Memberikan makanan tambahan yang mengandung protein dan kalori kepada balita dan ibu menyusui Memberikan vitamin A kepada balita umur dibawah 5 tahun 4.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Mengenali penderita-penderita kekurangan gizi dan mengobati mereka b. Penyehatan pembuangan kotoran c. Mempelajari keadaan gizi masyarakat dan mengembangkan program perbaikan gizi c. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular a. Upaya kesehatan lingkungan Kegiatan – kegiatan utamam kesehatan lingkungan yang dilakukan staf puskesmas adalah : a.

Penyuluhan kesehatan masyarakat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tiap-tiap program puskesmas. Melaksanakan diagnose sedini mungkin melalui:     Mendapatkan riwayat penyakit Mengadaan pemeriksaan fisik Mengadaan pemeriksaan labolatorium Membuat diagnosa b. berupa sarana keteladanan gizi berupa kantin dan sarana keteladanan kebersihan lingkungan. b. Pemberantasan vektor h. Coordinator membantu para petugas puskesmas dalam mengembangkan teknik dan materi penyuluhan di Puaskesmas. Upaya kesehatan sekolah a. rumah dan kelompokkelompok masyarakat. Pemeriksaan kesehatan periodic sekali setahun untuk kelas II sampai IV dan guru berupa pemeriksaan kesehatan sederhanan f. rujukan tersebut dapat berupa:    Rujukan diagnostic Rujukan pengobatan/rehabilitasi Rujukan lain 7. b.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Pengawasan terhadap keadaan air 8 . 2011 g. Upaya pengobatan a. Immunisasi peserta didik kelas I sampai VI g. Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan pada setiap kesempatan oleh petugas. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat 6. tetapi ditingkat kabupaten diadakan tenaga-tenaga coordinator penyuluhan kesehatan. Melakukan upaya rujukan bila dipandang perlu. Mengembangkan kemampuasn peserta didik untuk berperan secara aktif dalam pelayanan kesehatan melalui kegiatan dokter kecil d. Penjaringan kesehatan peserta didik kelas I e. Melaksanakan tindakan pengobatan c. Upaya penyuluhan a. Membina sarana keteladanan di sekolah. Di tingkat puskesmas tidak ada penyuluhan tersendiri. Membina kebersihan perseorangan peserta didik c. apakah di klinik. 8.

2011 h.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. meliputi:  Penyuluhan kesehatan  Kegiatan ergonomik. Pembinaan teknis dan pengawasan di sekolah l. Asuhan perawatan kepada individu di puskesmas maupun di rumah dengan berbagai tingkat umur. anak balita. dan kegiatan peningkatan kesejahteraan c. Identifikasi masalah. kondisi kesehatan. Asuhan perawatan yang diarahkan kepada keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat (keluarga binaan) c. Upaya peningkatan kesehatan kerja a. lingkungan kerja. usia lanjut dan sebagainya d. Pelayanan perawatan kepada kelompok khusus diantaranya : ibu hamil. Kegiatan pengobatan kasus penyakit akibat kerja 9 . yaitu kegiatan untuk mencapai kesesuaian antara alat kerja agar tidak terjadi stres fisik terhadap pekerja  Kegiatan monitoring bahaya akibat kerja  Pemakaian alat pelindung d. Pengobatan dengan teknik latihan dan rehabilitasi d. Pengobatan ringan pertolongan pertama i. Pelayanan keperawatan pada tingkat masyarakat 11. Penentuan takaran latihan c. Penanganan kasus anemia gizi k. Kegiatan pencegahan kecelakaan akibat kerja. Kegiatan peningkatan kesehatan tenaga kerja melalui peningkatan gizi pekerja. meliputi:    Pemeriksaan kesehatan dari awal dan berkala untuk para pekerja Pemeriksaan kasus terhadap pekerja yang dating berobat ke puskesmas Peninjauan tempat kerja untuk menentukan bahaya akibat kerja b. Pengawasan selama pemusatan latihan 10. Pencatatan dan pelaporan 9. Rujukan medik j. Upaya kesehatan olah raga a. tumbuh kembang dan jenis kelamin b. Upaya perawatan kesehatan masyarakat a. Pemeriksaan kesehatan berkala b. Pengobatan akibat cidera latihan e.

meliputi: Pengobatan gigi pada penderita yang berobat maupun yang dirujuk Merujuk kasus-kasus yang tidak dapat ditanggulangi kesasaran yang lebih mampu Memberikan penyuluhan secara individu atau kelompok Memelihara kebersihan (hygiene klinik) Memelihara atau merawat peralatan atau obat-obatan d. meliputi:        Anak sekolah Kelompok ibu hamil. Kegiatan pemulihan kesehatan bagi pekerja yang sakit f. Pembinaan/pengembangan kemampuan peran serta masyarakat dalam upaya pemeliharaan diri dalam wadah program UKGM b. Penanganan pasien dengan gangguan jiwa c. Upaya kesehatan mata. funduskopi dan pemeriksaan labolatorium  Pengobatan dan pemberiaan kacamata 10 . Upaya kesehatan gigi dan mulut a. Pencatatan dan pelaporan 14. tes buta warna. pencegaahan kesehatan dasar yang terpadu dengan kegiatan pokok lainnya b. Kegiatan kesehatan jiwa yang terpadu dengan kegiatan pokok puskesmas b.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Pelayanan asuhan pada kelompok rawan. Kegiatan dalam bentuk penyuluhan serta pembinaan peran serta masyarakat d. 2011 e. Upaya kesehatan mata:   Anamnesa Pemeriksaan virus dan mata luar. menyususi dan anak pra sekolah c. Pengembangan upaya kesehatan jiwa di puskesmas melalui pengembangan peran serta masyarakat dan pelayanan melalui kesehatan masyarakat e. tes tekan bola mata. tes saluran air mata. Upaya kesehatan mata a. tes lapangan pandang. Kegiatan rujukan medic dan kesehatan terhadap pekerja yang sakit 12. Upaya kesehatan jiwa a. Pencatatan dan pelaporan 13. Pelayanan medik dokter gigi dasar.

Pengembangan kesehatan mata masyarakat e. Di luar gedung. Terhadap spesimen yang akan dirujuk Pengambilan spesimen Penanganan spesimen Pengemasan spesimen Pengiriman spesimen Pengambilan hasil pemeriksaan Pencatatan hasil pemeriksaan Penyampaian hasil pemeriksaan c. meliputi: Persiapan pasien Pengambilan spesimen Menyerahkan spesimen untuk diperiksa d. 2011     Operasi katarak dan glukoma akut yang dilakukan oleh tim rujukan rumah sakit Perawatan pos operasi katarak dan glukoma akut Merujuk kasus yang tak dapat diatasi Pemberian protesa mata c. Di ruangan labolatorium                   Penerimaan pasien Pengambilan spesimen Penanganan spesimen Pelaksanaan spesimen Penanganan sisa spesimen Pencatatan hasil pemeriksaan Pengecekan hasil pemeriksaan Penyampaian hasil pemeriksaan b. meliputi: 11 . Labolatorium kesehatan a.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Pencatatan dan pelaporan 15. Peningkatan peran serta masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan. Di ruang klinik dilakukan oleh perawat atau bidan. serta menciptakan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan mata mereka d.

lintas sektoral dan berbagai organisasi kesehatan. orientasi dan sarasehan kepemimpinan dibidang kesehatan c. Persiapan petugas penyelenggaraan melalui latihan. seminar dan lokakarya. Persiapan masyarakat. Upaya pencatatan dan pelaporan a.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Upaya pembinaan pengobatan tradisional 12 . pembantu dan keliling) b. pimpinan wilayah. informasi dan motivasi dengan memanfaatkan media masa dan system informasi kesehatan b. Pelaksanaan kegiatan kesehatan oleh dan untuk masyarakat melalui kader yang terlatih e. triwulan enam bulan dan tahunan) 17. Pencatatan dan pelaporan mencakup:    Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas Data ketenagaan di puskesmas Data kegiatan pokok puskesmas yang dilakukan baik di dalam maupun di luar gedung puskesmas c. Dilakukan oleh semua puskesmas (pembina. Laporan dilakukan secara periodik (bulan. dalam rangka komunikasi. yang dilakukan melalui dialog. Pengembangan dan pelestarian kegiatan oleh masyarakat 18. melalui rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenal dan memecahkan masalah kesehatan. melalui rangkaian kegiatan:    Pendekatan kepada tokoh masyarakat Survey mawas diri masyarakat untuk mengenali masalah kesehatannya Musyawarah masyarakat desa untuk penentuan bersama rencana pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi d. 2011     Melakukan tes skrining Hb Pengambilan spesimen untuk kemudian dikirim ke labolatorium puskesmas Memberikan penyuluhan Pencatatan dan pelaporan 16. Penggalangan dukungan penentu kebijaksanaan. Upaya pembinaan peran serta masyarakat Upaya pembinaan peran serta masyarakat dapat dilakukan melalui: a. dengan mengenali dan menggerakkan sumber daya yang dimilikinya.

5. sedangkan puskesmas di ibukota kecamatan merupakan puskesmas rujukan.000 penduduk. 2011 a. keadaan geografik dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas. dan bukan tindakan untuk pengobatan penyakit. Dengan asas inilah puskesmas dituntut untuk lebih mengutamakan tindakan pencegahan penyakit.5 WILAYAH KERJA PUSKESMAS Puskesmas harus bertanggung jawab untuk setiap masalah yang terjadi di wilayah kerjanya. Melestarikan bahan-bahan tanaman yang dapat diginakan untuk pengobatan tradisional b. Wilayah kerja puskesmas.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. sedangkan luas wilayah kerja yang dipandang optimal adalah area dengan jari-jari 3 km. meskipun masalah tersebut lokasinya berkilo-kilo meter dari puskesmas. Dana sehat 2. faktor kepadatan penduduk. 2. Dengan demikian puskesmas harus secara aktif terjun ke masyarakat dan bukan menantikan masyarakat datang ke puskesmas. luas daerah. Sasaran penduduk yang dilaksanakan oleh sebuah puskesmas rata-rata 30. Luas wilayah yang masih efektif untuk sebuah puskesmas di daerah pedesaan adalah suatu area dengan jari-jari 5 km. yang berfungsi sebagai pusat rujukan dari puskesmas kelurahan yang juga mempunyai fungsi koordinasi. bisa kecamatan. Untuk kota besar wilayah kerja puskesmas bisa satu kelurahan. Upaya kesehatan remaja 20. Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II. mendengar saran teknis di Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi.1 Kedudukan Puskesmas Kedudukan dalam bidang administrasi 13 . sehingga pembagian wilayah kerja puskesmas ditetapkan oleh bupati KDH. Pengembangan dan pelestarian terhadap cara-cara pengobatan tradisional 19.

luas wilayah. Demi pemerataan dan perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maka puskesmas perlu ditunjang dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana yang disebut puskesmas pembantu dan puskesmas keliling. Disamping itu penggerakan peran serta masyarakat untuk mengelola posyandu dan membina desa wisma akan dapat menunjang jangkauan pelayanan kesehatan. sarana perhubungan serta kepadatan penduduk dalam wilayah kerja puskesmas.3 Puskesmas Pembantu Puskesmas pembantu adalah unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil. 2011 Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II dan bertanggung jawab langsung baik teknis maupun administrative kepada Kepala Dinas Kesehatan Dati II. Dalam Repelita V wilayah kerja puskesmas pembantu diperkirakan meliputi 2 sampai 3 desa.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. 14 . dengan lain perkataan satu puskesmas meliputi juga seluruh puskesmas pembantu yang ada di wilayah kerjanya. Kedudukan dalam hirarki pelayanan kesehatan Dalam urutan hirarki pelayanan kesehatan sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) maka puskesmas berkedudukan pada tingkat fasilitas kesehatan pertama. 2. Agar jangkauan pelayanan puskesmas lebih merata dan meluas.000 orang (di perkotaan Jaawa dan Bali). dengan sasaran penduduk antara 2500 orang (di luar Jawa dan Bali) sampai 10.2 Satuan Penunjang Sesuai dengan keadaan geografi. perlu ditunjang dengan puskesmas pembantu. penempatan bidan di desa-desa yang belum terjangkau oleh pelayanan yang ada di puskesmas keliling. tidak semua penduduk dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan puskesmas. Puskesmas pembantu merupakan bagian integral dari puskesmas. 2.5.5.

2011 2.6 STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PUSKESMAS 2.5. 4 hari dalam 1 minggu 2. akan ditempatkan seorang bidan yang bertempat tiggal di desa tersebut dan bertanggung jawab langsung kepada kepala puskesmas.5.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. 2. Kegiatankegiatan puskesmas keliling adalah: 1.1 Susunan organisasi puskesmas 1. Disamping itu juga menerima rujukan anggota keluarga persepuluhan untuk diberi pelayanan seperlunya atau ditunjuk lebih lanjut ke puskesmas atau fasilitas kesehatan yang lebih mampu dan terjangkau secara tradisional. Unsur pelaksana : Unit I unit I Unit III 15 . Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh pelayanan puskesmas atau puskesmas pembantu.5 Bidan yang bertugas di desa Pada setiap desa yang belum ada fasilitas pelayanan kesehatan. Unsur pembantu pimpian : Urusan tata usaha 3.4 Puskesmas Keliling Puskesmas keliling merupakan unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor roda 4 atau perahu bermotor dan peralatan kesehatan. Melakukan penyelidikan tentang kejadian luar biasa 3. Melakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan alat audio visual 2.6. selain memberikan pelayanan aangsung di posyandu dan pertolongan persalinan di rumah-rumah. Dapat dipergunakan sebagai alat transportasi penderita dalam rangka rujukan bagi kasusu gawat darurat 4. peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yang berasal dari puskesmas. Wilayah kerja bidan tersebut adalah satu desa dengan jumlah penduduk rata-rata 3000 orang. dengan tugas utamanya adalah membina peran serta masyarakat melalui pembinaan posyandu yang membina pimpinan kelompok persepuluhan. Unsur pimpinan : Kepala puskesmas 2. Puskesmas keliling berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan.

Unit VI Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengobatan rawat jalan dan rawat inap 9. perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan 3. Kepala urusan tata usaha Mempunyai tugas dibidang kepegawaian.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Unit V Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan masyarakat dan penyuluhan kesehatan masyarakat. Unit I Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak. mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan structural dan jabatan fungsional 2. khususnya immunisasi. kesehatan sekolah dan olah raga. 2011 Unit IV Unit V Unit VI Unit VII Tugas pokok 1. Unit III Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut. kesehatan jiwa. kesehatan tenaga kerja dan manula 6. kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya 7. Kepala puskesmas Mempunyai tugas memimpin. Unit II Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit. keuangan. kesehatan remaja dan dana sehat 8. keluarga berencana dan perbaikan gizi 4. Unit VII Melaksanakan tugas kefarmasian 16 . kesehatan lingkungan dan labolatorium sederhana 5. Unit IV Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat.

2 Tata kerja Dalam melaksanakan tugasnya puskesmas wajib menetapkan prinsip koordinasi. 2011 2. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan puskesmasnya maupun dalam satuan organisasi di luar puskesmas sesuai dengan tugasnya masing-masing. kepada puskesmas wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk atasan serta mengikuti bimbingan teknis pelaksanaan yang ditetapkan oleh kepala kantor departemen kesehatan/kotamadya. sesuai peraturan perundang-undangan 17 . KEPALA PUSKESMAS TATA USAHA UNIT I UNIT II UNIT III UNIT IV UNIT V UNIT VI UNIT VII PUSKESMAS PEMBANTU Dalam melaksanakan tugas.6.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9.

[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. memberikan bimbingan dan petunjuk bagi pelaksanaan tugas masing-masing. Hal-hal yang menyangkut tata hubungan dan koordinasi dengan instansi vertical Departemen Kesehatan RI akan diatur dengan surat keputusan bersama menteri dalam negeri dan menteri kesehatan RI. Kepala puskesmas bertanggung jawab memimpin.1 Definisi Adalah suatu jaringan system pelayanan kesehatan yang mungkin terjadinya penyerahan tanggung jawab timbal balik atas timbulnya suatu masalah dari suatu kasus atau masalah. Dihasilkannya upaya kesehatan masyarakat yang bersifat preventif dan promotif secara berhasil guna dan berdaya guna 2. 2. terjangkau dan dilakukan secara rasional. tindakan operatif dan lain-lain.7. Rujukan medic. Mendatangkan atau mengirim tenaga yang lebih kompeten atau ahli untuk meningkatkan mutu pelayanan pengobatan setempat.7.3 Jenis Rujukan 1. Tujuan khusus a. mengkoordinasi semua unsur dalam lingkungan puskesmas. disebut transfer of spesimen c. baik secara vertikal maupun horizontal. pengobatan. kepada orang lebih kompeten. meliputi : a. disebut transfer of patient b. 2011 yang berlaku. Dihasilkannya upaya pelayanan kesehatan klinik yang bersifat kuratif dan rehabilitative secara berhasil guna dan berdaya guna b.7. Pengiriman bahan (spesimen) untuk pemeriksaan labolatorium yang lebih lengkap. 2.2 Tujuan Tujuan Umum Dihasilkan pemerataan upaya kesehatan yang didukung mutu pelayanan yang optimal dalam rangka memecahkan masalah kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna. Konsultasi penderita untuk keperluan diagnostic. disebut juga transfer of knowledge/ personel 18 .7 SISTEM RUJUKAN 2.

Antara puskesmas dengan rumah sakit 6. Menyediakan saranan pencatatan dan eplaporan yang memadai bagi system rujukan. Antara puskesmas dengan rumah skit lain . Antara puskesmas pembantu dengan puskesmas Pembina 3. bantuan teknologi penanggualanagn keracunan missal d. Meningkatkan mutu pelayanan puskesmas dalam menampung rujukan dari puskesmas pembantu atau pos kesehatan. Pemberian pangan atas terjadinya kelaparan ai suatu wilayah c. Pemeriksaan specimen air di labolatorium 2. Intern antara petugas puskesmas 2. posyandu dari masyrakat 2. tempat tinggal. Pemberian makanan. Rujukan kesehatan adalah rujukan yang menyangkut masalah kesehatan masyarakat yang bersifat preventif dan promotif yang antara lain meliputi bantuan : a. dan obat-obatan untuk pengungsi atas terjadinya bencana alam e.4 Jalur rujukan 1. Meningkatkan sarana komunikasi diantara unit-unit pelayanan kesehatan dengan media telelpon atau radio komunikasi pada setiap unit pelayanan kesehatan 4. labolatorium atau fasilitas kesehatan lain 2. baik rujukan medic maupun rujukan kesehatan 5.5 Langkah-langkah dalam meningkatkan rujukan 1.7. Penyelidikan sebab keracunan. Sarana teknologi penyediaan air bersih untuk mengurangi kekurangan air bersih untuk masyrakat umum f. Antara masyrakat dengan puskesmas 4. Survey epidemiologi dan pemberantasan penyakit atas kejadian luar biasa atau berjangkitnya penyakit menular b. Mengadakan pusat rujukan dengan mengadakan ruang tambahan untuk ruang tidur penderita gawat darurat pada lokasi yang strategis 3.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. 2011 2. Meningktakan upaya dana sehat masyarakat unutk menunjang pelayanan rujukan 19 .7. Antara satu puskesmas dengan puskesmas lain 5.

puskesmas dengan prestasi kerja kurang Sasaran dari stratifikasi puskesmas adalah : 1. Srata I. 2. dan kretifitas kerja yang dinamis melalui pengembangan falsafah mawas diri. Mendapatkan masukan untuk perencanaan puskesmas dimasa yang akan datang c. yaitu : 1. Puskesmas tingkat kecamatan 2.1 Pengertian Adalah upaya untuk melakukan penilaian prestasi kerja puskesmas dalam rangka perkembangan fungsi puskesmas sehingga pembinaan dalam rangka fungsi puskesmas dapat dilaksanakan lebih terarah. Mendapatkan gambaran secara menyeluruh perkembangan puskesmas dalam rangka mawas diri b. Mendapatkan informasi tentang masalah dan hambatan dalam pelaksanaan puskesmas sebagai masukan untuk pembinanya 2. Strata II. 2011 2.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. rasa tanggung jawab .8.3 Pengelompokan Dibagi dalam 3 srata.2 Tujuan Tujuan umum Mendapatkan gambaran tentang tingkat pengembangan fungsi puskesmas secara berkala dalam rangka pembinaan dan pengembangannya Tujuan khusus a. Strata III.8.8. Hal ini diharapkan lebih menimbulkan gairah kerja . puskesmas dengan prestasi kerja cukup 3. puskesmas dengan prestasi kerja yang baik 2.8 STRATIFIKASI PUSKESMAS 2. Puskesmas tingkat kelurahan / pembantu 20 .

pelaksanaan manajemen dan kemampuan tenaga kerja 2.8. pembinaan diarahkan pada fasilitas fisik .7 Pelaksanaan stratifikasi 1. Pelaksanaan stratifikasi puskesmas mencakup seluruh aspek puskesmas termasuk puskesmas pembantu. Pembinaan peran serta masyarakat 2. 2011 3. termasuk kegiatan adalah rangka membina usaha kesehatan swasta 2. Hasil dan cara pelaksanaan manajemen puskesmas 3.6 Area pembinaan Berdasarkan hasil pelaksanaan stratifikasi puskesmas ada 3 area yang perlu dibina : 1. Sebagai wadah pemberian pelayanan.8. Keadaan puskesmas lingkungan yang mempengaruhi pencapaian hasil kegiatan Dalam jangka panjang pola pembinaan melalui sratifikasi puskesmas akan terus ditingkatkan ruang lingkupnya meliputi seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawab puskesmas dalam wilayah kerjanya. Pelaksanaa program-program sector kesehatan maupun program lintas sektoral yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi tanggung jawab puskesmas dalam pelaksanaan sarana penunjang 3. Hasil kegiatan puskesmas dalam bentuk cakupan dari masing-masing kegiatan 2. puskesmas keliling dan hasil pembinaan peran serta masyrakat antara lain dalam bentuk posyandu 21 .8. Unit-unit kesehatan lain 4.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. 2. meliputi : 1. Sumber daya yang tersedia di puskesmas 4. Pembinaan kemampuan puskesmas dalam membina peran serta masyrakat di bidang kesehatan perlu ditingkatkan. Peran serta masyarakat dalam rangka peningkatan kemampuan untuk hidup sehat dan produktif.5 Ruang lingkup Ruang lingkup stratifikasi puskesmas dibagi dalam 4 aspek.

Di tingkat dinas kesehatan dati II / kandep Menghimpun laporan hasil sratifikasi puskesmas untuk diolah dan dianalisa sehingga mendapatkan gambaran keadaan dan fungsi masingmasing puskesmas dalam wilayahnya dalam rangka pembinaan dan pengembangannya c. Tingkat puskesmas    Pengumpulan data Pengolahan data Peninjauan dinkes dati II desember – januari awal februari Januari – februari 22 . a. Dalam rangka menentukan strata puskesmas dipakai pendekatan kwantitatif untuk mengukur variable. Kegiatan stratifikasi mencakup : a. Pengumpulan data b.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Analisis masalah dan penentuan langkah penanggulangan Kegiatan tersebut dilakukan mulai dari tingkat puskesmas . dengan tujuan agara kepala puskesmas dan staff mengetahui kelemahan dan masalah yang dihadapi untuk berusaha memperbaiki b. provinsi sampai ke tingkat puskesmas 3. kabupaten. Di tingkat dinas kesehatan dati I / kanwil / pusat Menghimpun laporan hasil stratifikasi dari masing-masing dinas kesehatan dati II untuk masing-masing dinas kesehatan dati II unutk diolah dan dianalisa sehingga mendapatkan gambaran tingkat perkembangan fungsi pusekesmas di wilayah masing-masing kabupaten kodya (provinsi) dalam rangka pembinaan dan pengembangannya tahun yang akan datang 4. Penetapan waktu kegiatan a. Sratifikasi puskesmas dilaksanakan 1 tahun sekali secara menyeluruh dan serentak di semua puskesmas dan bertahap sesuai jenjang administrasi sampai ke pusat. 2011 2. Pengolahan data c. Di tingkat puskesmas Dilaksanakan sendiri oleh masing-masing puskesmas dan merupakan kegiatan mengukur kemampuan penampilan puskesmas dalam rangka mawas diri . Untuk menentukan nilai dipakai suatu patokan (standart) target yang seharusnya dipakai 5.

2011    b.II. perencanaan penanggulangan Kirim ke provinsi dan kirim umpan balik ke puskesmas maret-april pertengahan april akhir april permulaan mei c. dan III tahap II : analisa hasil pendataan dan pemetaan serta sector-sektor yang menunjang dan menghambat oktober agustus agustus akhir agustus September juli Pengumpulan laporan / rekapitulasi Analisa masalah dan penyusunan masalah Kirim ke pusat Kirim umpan balik ke dati II mei mei –juni akhir juni permulaan juli 23 .Tahap Stratifikasi dilakukan dalam 3 tahap . Pusat       Penenrimaan laporan / rekapitulasi dan rencana penanggulangan masalah Pertemuan evaluasi pelaksanaan stratifikasi 27 provinsi pusat Pengolahan data dan analisa masalah Distribusi laporan yang bersangkutan Menyusun rencana penanggulangan Kirim umpan balik ke hasil stratikasi nasional 2.8. penyusunan laporan Laporan ke dati II akhir februari awal maret pertengahan maret Pengumupulan data rekap Checking on spot Analisa masalah. Dati I     d. Dati II     Konsultasi kabupaten Analisa maslah. rencana penanggulangan. sebagai berikut : tahap I : pendataan dan pemetaan dalam tiga kelompok strata I.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9.8 Tahap.

9 PERENCANAAN MIKRO (MICROPLANNING) 2. 4. Depkes pusat Mendapatkan gambaran mengenai masalah serta hambatan yang dihadapi oleh dinas kesehatan DT I / kanwil selama setahun pembinaan dan pengembangan puskesmas di wilayah kerjanya . 2. Bagi puskesmas Mendapatkan gambaran tingkat perkembangan secara menyeluruh sehingga dapat diambil berbagi upaya untuk memperbaiki dalam rangka mawas diri 2. yang perlu mendapatkan bantuan penyelesaian oleh pusat antar lain melalui penyusunan rencana tahunan. 2. Bagi dinas kesehatan dati II a. Mendapatkan gambaran mengenai kemampun manajemen setiap uskesmas wilayah dati II 3. 24 . Dinas kesehatan dati I / kanwil provinsi Mendapatkan gambaran mengenai masalah serta hambatan yang dihadapai oleh dati I kandep selama setahun dalam pembinaan dan pengembangan puskesmas di wilayah kerjanya yang perlu mendapatkan bantuan penyelesaian oleh dinas dati I / kanwil provinsi melaului penyusunan rencana bantuan. Mendapatkan gambaran prestasi kerja puskesmas dalam wilayah dati II yang bersangkutan tiap tahun b. Menentukan langkah serta bantuan yang diperlukan dala mengatsi maslah yang dihadapi puskesmas melalui penyusunan rencana tahunan d.1 Pengertian Perencanaan mikro tingkat puskesmas adalah penyusunan rencana tingkat puskesmas untuk 5 tahun.9.9 Manfaat stratifikasi 1.8. Mengetahui maslah dan hambatan dalam menyelenggarakan puskesmas baik yang disebabkan oleh sumber daya maupun pengaruh lingkungan c. termasuk rincian tiap tahunnya. 2011 tahap III : rencana pemecahan masalah pada semua tingkat yaitu rencana kerja atau rencana pembinaan untuk meningkatkan kemmapuan-kemampuan puskesmas berdasarkan hasil analisa dan maslah yang dijumpai di semua tingkat.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9.

2 Tujuan Tujuan umum Meningkatkan cakupan pelayanan program prioritas sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh puskesmas. 2011 2. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap ini: a. sehingga dapat meningkatkan fungsi puskesmas. dengan memperhatikan prioritas.9. 2.9.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. dana dan sumber daya masyarakat Data status kesehatan Data cakupan program sesuai dengan indicator dan variabel c. Dibatasi sesuai dengan masalah yang dihadapi. Identifikasi keadaan dan masalah Untuk menghasilkan suatu rumusan tentang keadaan dan prioritas masalah yang dihadapi oleh puskesmas dan alternative pemecahannya. Dati I dan Dati II 2. Pengumpilan data yang mencakup:       Data umum Data wilayah Data penduduk Sumber daya puskesmas: sarana dan prasarana fisik.9. Tersusunnya rencana kerja puskesmas untuk jangka waktu 5 tahun secara tertulis 2. Rencana yang mencakup seluruh kegiatan pokok puskesmas 2. yang menggambarkan derajat-derajat kesehatan secara kuantitatif dan penyebaran masalah 25 .. Tersusunnya rencana kerja tahunan puskesmas.4 Langkah-langkah penyusunan 1. dan strategi yang telah ditetapkan oleh pusat. sebagai penjabaran rencana kerja 5 tahunan.3 Ruang lingkup 1. ynag meliputi:  Analisa derajat kesehatan Menjelaskan masalah kesehatan yang dihadapi. kebijaksanaan. tenaga. Analisa data Meliputi analisa keadaan dan masalah dalam perencanaan. Tujuan khusus 1. Mengetahui kebijakan yang telah ditetapkan baik oleh pusat maupun daerah b.

 Analisa upaya pelayanan kesehatan Masukkan input.  Analisa kependudukan Adalah analisa menggunakan ukuran-ukuran demografis dalam wilayah kerja puskesmas. kesakitan. biologis. 2011 tersebut menurut kelompok manusia. mobilitas penduduk dan sebagainya. kematian. d. dana dan tenaga. diantaranya jumlah penduduk. Penentuan prioritas masalah Untuk menentukan tingkat masalah dipergunakan cara:   Delbecq. waktu dan pertumbuhan penduduk. supervise. baik sarana. Perumusan masalah Adalah upaya mengidentifikasikan permasalahan yang dihadapi oleh puskesmas berdasarkan analisa diatas dan digambarkan secara kualitatif dengan pendekatan epidemiologis sehingga dapat menggambarkan masalah yang sebenarnya baik dari segi tempat. waktu dan besarnya masalah. tempat dan waktu. social budaya dan ekonomi masyarakat diwilayah kerja puskesmas. adalah cara yang lebih sederhana yang sering dipergunakan dan setiap anggota rapat puskesmas dapat ikut berpesan serta. Proses merupakan upaya kesehatan yang dijalankan secara terkoordinasi.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Dengan kata lain menggunakan pendekatan epidemiologis.  Analisa lingkungan Merupakan analisa lingkungan fisik. penyenarannya berdasarkan kelompok umur. e. dengan cara mendiskusikan masalah oleh anggota kelompok dengan saran dari narasumber Hanlon. Semua anggota rapat diminta memberikan nilai terhadap masalah melalui system scoring Criteria yang dipakai adalah:  Besarnya masalah meliputi:  Presentasi penduduk yang terkena 26 . Keluaran atau output merupakan hasil upaya kesehatan yang merupakan cakupan-cakupan pelayanan yang telah dilaksanakan. stratifikasi.  Analisa perilaku Analisa yang dapat menggambarkan tentang sikap dan perilaku masyarakat terhadap kesehatan dan upaya kesehatan.

Skor dari masing-masing kriteria ditabulasi dan dihitung hasil akhirnya dengan pembobotan. Penjadwalan. Perumusan kegiatan d.5  Factor PEARL Adalah menentukan dapat tidaknya program tersebut dilaksanakan.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. meliputi P = Appropriatness (tepat guna) E = Economic feasibility (secara ekonomis murah) A = A cceptability ( dapat diterima) R = Resource availability (tersedianya sumber) L = Legality (legalitas terjamin) Penentuan skor melalui voting( 1 = ya. sehingga didapatkan perioritas masalah. 2. Perumusan sumber daya 3. dengan urutan sebagai berikut : a.5-1. Penyusunan rencana Perencanaan yang disusun berdasarkan periotas masalah yang disusun secara sistematis. Penyusunan rencana pelaksana (plan of action) Penyusunan POA yang perlu diperhatikan adalah a. Perumusan kebijakan dan langkah-langkah c. 0 = tidak) Hasil votting untuk masing-masing factor dikalikan sehingga didapatkan hasil akhir dari faktor PEARL tersebut. Perumusan tujuan dan sasaran b. 2011  Biaya yang dikeluarkan perorang perbulan karena masalah tersebut  Kerugian yang dialami penduduk  Skor 0-10  Tingkat kegawatan atau bahaya meliputi:  Tingkat keganasan  Tingkat urgensinya  Kecenderungannya  Skor 1-10  Kemudahan penanggulangan masalah Penentuan kemudahan penanggulangan masalah dilaksanakan dengan memberi nilai 0. meliputi : 27 .

2 Tujuan Tujuan Umum Untuk meningkatakan kemampuan tenaga puskesmas bekerjasama dalam tim dan membina kerjasama lintas program dan lintas sektoral. Pendahuluan b. Penutup h. 2011  Penentuan waktu  Penentuan lokasi dan sasaran  Pengorganisasian b.10. Pelaksanaan kegiatan meliputi :  Persiapan  Penggerakan dan pelaksanaan  Pengawasan. Tujuan dan sasaran d. besarnya.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9.10 LOKAKARYA MINI PUSKESMAS 2. Pokok kegiatn dan pentahapan tahunan e. meliputi :  Dana : sumberdana. pengendalian dan penilaian 4. 28 .1 Definisi Adalah upaya untuk menggalang kerja sama tim untuk penggerakan dan pelaksanaan upaya kesehtan puskesmas sesuai dengan perencanaan yang telah disusun dari tiap-tiap upaya kesehatn pokok puskesmas. Kebutuhan sumberdaya f. Pemantauan dan penilaian g. Lampiran-lampiran dokumen 2. 2. Penulisan dokumen perencanaan a. sehingga dapat dihindarkan terjadinya tumpang tindih dalam pelaksaannya kegiatannya. dan pemanfaatannya  Jenis dan jumlah sarana yang diperlukan  Jumlah dan tenaga yang diperlukan c. Pengalokasian sumber daya. Keadaan dan masalah c.10.

Rapat kerja bualanan puskesmas 4.2 Tujuan Tujuan Umum Terselenggaranya upaya kesehatan puskesmas secara berhasil guna dan berdaya guna.3 Ruang Lingkup Ruang lingkup kegiatan loka karya mini puskesmas adalah 1.11. 29 . Terlaksananya rapat kerja tribulanan lintas sektoral sebgai tindak lanjut penggalangan kerjasama lintas sektoral 2. Terlaksananya penggalangan kerjasama tim lintas program dalam rangka pengembangan menejemen sederhana. Rapat kerja triwulan lintas sektoral 2. sehingga meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kemampuan pelaksana dalam melaksanakan upaya kesehatan puskesmas. Terlaksananya penggalangan kerjasama lintas sektoral dalam pembinaan peran serta masyarakat 3. 2011 Tujuan Khusus 1.1 Definisi Adalah upaya pengarahan dengan cara mendengarkan alasan dan keluhan tentang masalah dalam pelaksanaan dan memberikan petunjuk serta saran-saran dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaksana. Terlaksananya rapat kerja bulanan puskesmas sebgai tindak lanjut penggalangan kerjasama tim puskesmas 4. Penggalangan kerjasama dalam tim puskesmas 2.11 SUPERVISI 2.10. Meningkatkan kebanggaan dan semangat membela keberhasilan tim Komponen 1. 2.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9.11. terutama dalam pembagian tugas dan pembuatan rencana keseharian 2. Penggalangan kerjasama lintas sektoral 3. Menggalang kerjasama tim dari masing-masing anggota 2.

Masukan (input)     b. 3. Kunjungan lapangan yang dilakukan terhadap :        Petugas kesehatan termasuk bidan desa Kader kesehatan Sarana pelayanan (puskesmas pembantu. Mencakup bimbingan di tingkat puskesmas oleh Kepala Puskesmas kepada para pelaksana kegiatan di wilayah kerjanya. Meningkatnya hasil pencapaian pelayanan kesehatan. Pelaksanaan pembimbingan Dokter puskesmas Staf puskesmas d. Proses Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan pedoman kerja c. Kekeliruan dan penyimpangan dalam pelaksanaan dapat diluruskan kembali. Terselenggaranya program upaya kesehatan puskesmas sesuai dengan pedoman pelaksanaan. Sasaran pembinaan Staf puskesmas sebagai pelaksana kegiatan lapangan Tenaga sukarela (kader. Sarana dan prasarana Anggaran Ketenagaan Perlengkapan administrasi c. 2. Bimbingan mencakup : a. Pembimbingan yang dilakukan menyangkut kegiatan teknis maupun administrasi dan penambahan pengetahuan. Pertemuan didalam puskesmas. Supervisi dilaksanakan terhadap tenaga teknis dan tenaga masyarakat. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.3 Ruang lingkup 1. Keluaran (output) Hasil kegiatan yang berupa cakupan pelayanan.11. posyandu). 4. dalam bentuk : a. 2.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. 2. 2011 Tujuan khusus 1. dasa wisma) 30 . b.

dasa wisma) minimal sebulan sekali. Digunakannya data tersebut untuk pengambilan keputusan dalam rangka pengelolaan program kesehatan masyarakat melalui puskesmas di berbagai tingkat administrasi.3 Ruang Lingkup 31 . tepat waktu dan mutakhir secara periodik dan teratur untuk pengelolaan program kesehatan masyarakat melalui puskesmas di berbagai tingkat administrasi. Tenaga desa (kader kesehatan. 2.1 Definisi Adalah tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk pengelolaan puskesmas. Melalui laporan tertulis mengenai pelaksanaan kegiatan dari pelaksana. 2.2 Tujuan Tujuan umum Tersedianya data dan informasi yang akurat. atau sewaktu-waktu jika ada masalah. Waktu pelaksanaan      Terhadap staf pelaksana puskesmas dilaksanakan minimal satu bulan sekali.12. 3. sarana. atau sesuai dengan kesepakatan bersama.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Format bimbingan yang digunakan sesuai dengan pedoman yang ada yang telah diterbitkan oleh Departemen Kesehatan. tenaga. 2.12. Tersedianya data yang meliputi keadaan fisik. Terlaksananya pelaporan data secara teratur di berbagai jenjang administrasi. tepat waktu dan mutakhir secara teratur. 2. Bimbingan terhadap posyandu minimal 3 bulan sekali. tenaga sarana dan kegiatan pokok yang dilakukan serta hsil yang telah dicapai oleh puskesmas. meliputi keadaan fisik. 2011 e.12. Paling lambat 1 minggu setelah kegiatan. Tujuan khusus 1.12 SISTEM (SP2TP) PENCATATAN DAN PELAPORAN TERPADU PUSKESMAS 2. sesuai dengan peraturan yang berlaku. dan kegiatan pokok puskesmas yang akurat.

Pencatatan dan pelaporan mencakup: a. 2011 1. KB. Kartu mired f. Kartu indeks penyakit (kelompok penyakit) d. KIA. Pelaporan Jenis dan periode laporan: a. Bulanan     Data kesakitan Data kematian Data operasional (gizi. SP2TP dilakukan oleh semua puskesmas termasuk puskesmas pembantu dan puskesmas keliling 2. Buku register         Rawat jalan dan rawat inap Penimbangan Kohort ibu Kohort anak Persalinan Labolatorium Pengamatan penyakit menularImunisasi PKM c.12. Pencatatan dengan menggunakan format a. semester dan tahunan) 2. Falmily folder b. Kartu perusahaan e. Data sarana yang dimiliki puskesmas d.4 Pelaksanaan 1. Data ketenagaan di puskesmas c. imunisasi. Sensus harian (penyakit dan kegiatan puskesmas) untuk mempermudah pembuatan laporan 2. dsb) Data manajemen obat 32 . Pelaporan dilakukan secara periodik (bulanan. Data kegiatan pokok puskesmas (18 upaya pokok) baik di dalam gedung maupun di luar gedung 3. Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas b. tribulanan.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9.

12. Dati TK I digunakan untuk perencanaan program dan pemberian bantuan yang diperlukan 6.5 Alur Pengiriman 1. Departrmrn Kesehatan menerima laporan dari kanwil Depkes Provinsi 2. kemudian diteruskan ke departemen kesehatan (c. Alur pengiriman jangka panjang Mengikuti alur jenjang administrasi organisasi. Bagian Informasi Digjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat) b. Mentabulasi data upaya kesehatan yang dilakukan 3. Tahunan    Umum dan fasilitas Saranan Tenaga 2. Menyusun kartu indeks penyakit 4. Umpan balik dikirim ke kanwil Depkes Provinsi 2. diteruskan ke dinas kesehatan tingkat I. Menyusun sensus harian untuk mengolah data kesakitan 33 .12. Pada tingkat pusat digunakan untuk pengambilan kebijaksanaan pada tingkat nasional 2.7 Kegiatan –kegiatan yang Dilakukan 1.q. 2011 b. Pemanfaatan disesuaikan tugas dan fungsi dalam pengambilan keputusan 3. Dikirim ke dinas kesehatan tingkat II.12. Aluran pengiriman sampai saat ini: a.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Triwulan Data kegiatan puskesmas c. Mengkompilasi data dari puskesmas 2. Pada Dati TK II digunakan untuk pemantauan pengendalian dan pengambilan tindak koreksi yang diperlukan 5.6 Pengolahan. Di puskesmas digunakan untuk pemantauan pelaksanakan program operasionalisasi dan early warning system 4. Dilaksanakan pada setiap jenjang administrasi 2. analisa dan pemanfaatan 1.

intervensi.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Membuat peta wilayah puskesmas termasuk sarana kesehatan Pemanfaatan Data SP2TP 1. grafik sesuai kebutuhan 6. 2011 5. Melakukan denominator 7. Dimanfaatkan puskesmas untuk meningkatkan upaya kesehatan puskesmas. perencanaan dan penetapan kebijaksanaan 2. Perencanaan (perencanaan mikro) b. melalui: a. Pengawasan. Pergerakan dan pelaksanaan (lokakarya mini puskesmas) c. pengendalian dan penilaian (stratifikasi) berbagai perhitungan-perhitungan dengan menggunakan data 34 . Melakukan analisa untuk kebutuhan pemantauan. serta perencanaan di masa mendatang 8. Untuk memenuhi kebutuhan administrasi pada jenjang yang lebih tinggi dalam rangka pembinaan. Menyajikan dalam bentuk narasi. tabel.

Sejarah perkembangan Puskesmas Di indonesia puskesmas merupakan tulang punggung pelayanan kesehatan tingkat pertama. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat c. 2. Konsep puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan rapat kerja kesehatan nasional ( RAKERKESNAS) I di Jakarta 4. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya b. 5.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Fungsi Puskesmas Ada tiga fungsi puskesmas yaitu : a. faktor kepadatan penduduk. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Kegiatan Pokok Puskesmas Ada 20 pokok kegiatan puskesmas yang diselenggarakan oleh puskesmas sejak pertama kali berdiri. Struktur organisasi dan tata kerja Puskesmas 35 . luas daerah. Wilayah kerja Puskesmas Wilayah kerja puskesmas.1 KESIMPULAN 1. 6. Definisi Puskesmas Menurut Departemen Kesehatan RI (1991) Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. bisa kecamatan. 3. 2011 BAB III PENUTUP 3. keadaan geografik dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas.

sehingga dapat dihindarkan terjadinya tumpang tindih dalam pelaksaannya kegiatannya. 36 . baik secara vertikal maupun horizontal.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Perencanaan mikro Puskesmas Perencanaan mikro tingkat puskesmas adalah penyusunan rencana tingkat puskesmas untuk 5 tahun. dan kretifitas kerja yang dinamis melalui pengembangan falsafah mawas diri. 12. 2011 Dalam melaksanakan tugasnya puskesmas wajib menetapkan prinsip koordinasi. meliputi keadaan fisik. 7. kepada orang lebih kompeten. terjangkau dan dilakukan secara rasional. 9. Supervisi Pukesmas Supervise Adalah upaya pengarahan dengan cara mendengarkan alasan dan keluhan tentang masalah dalam pelaksanaan dan memberikan petunjuk serta saran-saran dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaksana. Sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas terpadu yakni tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk pengelolaan puskesmas. Hal ini diharapkan lebih menimbulkan gairah kerja . 11. rasa tanggung jawab . Lokakarya mini puskesmas Lokakarya Adalah upaya untuk menggalang kerja sama tim untuk penggerakan dan pelaksanaan upaya kesehtan puskesmas sesuai dengan perencanaan yang telah disusun dari tiap-tiap upaya kesehatn pokok puskesmas. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan puskesmasnya maupun dalam satuan organisasi di luar puskesmas sesuai dengan tugasnya masing-masing. Stratifikasi Puskesmas Straifikasi Adalah upaya untuk melakukan penilaian prestasi kerja puskesmas dalam rangka perkembangan fungsi puskesmas sehingga pembinaan dalam rangka fungsi puskesmas dapat dilaksanakan lebih terarah. tenaga sarana dan kegiatan pokok yang dilakukan serta hsil yang telah dicapai oleh puskesmas. 10. Sistem rujukan Puskesmas System rujukan adalah suatu jaringan system pelayanan kesehatan yang mungkin terjadinya penyerahan tanggung jawab timbal balik atas timbulnya suatu masalah dari suatu kasus atau masalah. 8. sehingga meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kemampuan pelaksana dalam melaksanakan upaya kesehatan puskesmas. termasuk rincian tiap tahunnya.

Sehingga kita dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada klien.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. 2011 3. Selayaknya kita sebagai tenaga kesehatan turut mengembangkan program-program yang ada di Puskesmas. 37 .1 SARAN Sebagai tenaga kesehatan seharusnya kita lebih mengahayati fungsi puskesmas . karena puskesmas merupakan pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat.

Surabaya: Usaha Nasional Keperawatan Kesehatan Masyarakat Edisi 38 . dr.com Ryadi. 2011 DAFTAR PUSTAKA Azwar.L Slamet. A.berbagi info tentang puskesmas. dr.Dasar-Dasar 2. Jakarta: Bina Rupa Aksara Effendi.Nasrul.2010.puskel. Pengantar Administrasi Kesehatan. 1996.1998.[TUGAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT “PUSKESMAS”] March 9. Azrul..Jakarta:EGC Putu Sudayasa. Ilmu Kesehatan Masyarakat. 1992. http//www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful