P. 1
Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Air Domestik

Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Air Domestik

|Views: 100|Likes:
Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Air Domestik
Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Air Domestik

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Moses William Yuwono on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2013

pdf

text

original

Usaha Arsitektural Guna Menyelamatkan Air: Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Air Domestik

Karya tulis ini disusun untuk memenuhi syarat penilaian mata kuliah Arsitektur dan Lingkungan.

Disusun oleh: Moses William Yuwono 1100494

Dosen pengampu: DR. Sri Handayani, M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR PROGRAM SARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2013

Usaha Arsitektural Guna Menyelamatkan Air: Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Air Domestik

A. Pendahuluan Air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat bertahan hidup tanpa air, karena itulah air merupakan salah satu penopang hidup bagi manusia. Semakin meningkatnya populasi manusia, semakin besar pula kebutuhan akan air minum. Sehingga ketersediaan air bersih pun semakin berkurang. Seperti yang disampaikan Jacques Diouf, Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), saat ini penggunaan air di dunia naik dua kali lipat lebih dibandingkan dengan seabad silam, namun ketersediaannya justru menurun. Akibatnya, terjadi kelangkaan air yang harus ditanggung oleh lebih dari 40 persen penduduk bumi. Di Indonesia sendiri diperkirakan, 60 persen sungainya, terutama di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, tercemar berbagai limbah, mulai dari bahan organik hingga bakteri coliform dan fecal coli penyebab diare. Pembabatan hutan dan penebangan pohon yang mengurangi daya resap tanah terhadap air turut serta pula dalam menambah berkurangnya asupan air bersih ini. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah: apa yang dapat saya lakukan? Khususnya di Indonesia, mimpi kita akan teknologi pengolahan limbah yang modern masih jauh di angan-angan. Jangankan untuk mengolah limbah, biaya untuk pendidikan saja Indonesia masih kewalahan. Demi pelestarian air bersih kita tidak bisa terus menerus menuntut tindakan pemertintah, masyarakat barat dengan doktrin “jangan tanyakan apa yang telah Negara perbuat untukmu, tapi tanyakan apa yang telah kamu perbuat untuk Negara” telah sejak lama berin isiatif membantu pemerintah dengan mengoptimalkan dirinya sendiri. Hal inilah yang belum ada di benak insan Indonesia, inisiatif, kesadaran bahwa setiap yang besar pun dimulai dari yang kecil. Dalam kasus ini, masalah air yang besar tentunya bermula dari yang kecil, yaitu rumah kita sendiri. Sejauh mana kita peduli terhadap pelestarian air di rumah kita, sedikitnya menentukan pelestarian air bagi dunia. Telah banyak pula penelitian dalam jurnal, makalah, essay, atau karya tulis lainnya tentang upaya pengolahan limbah domestik. Yang saya coba lakukan dalam makalah ini pun tidak melampaui penelitian yang sudah ada, namun yang saya yakini belum banyak karya tulis yang merangkum semua teknologi dan merangkainya dalam kesatuan yang terpadu agar dapat melestarikan air secara optimal. Dalam karya tulis ini

saya menggabungkan beberapa teknologi sederhana pengolahan limbah domestik yang didapat dari studi literatur, kemudian merangkai setiap teknologi tersebut dalam satu skema rumah tangga agar lebih mudah dipahami khalayak.

B. Analisis Teoritis Air menurut kebutuhannya dapat dibagi menjadi air bersih, air kotor, dan air bekas. Yang dimaksud dengan air bersih adalah air yang tidak berbau, berasa, berwarna, berpH netral, serta bersih dari bakteri. Air bersih dapat diperoleh dari sumur galian atau sumur pompa untuk kebutuhan dalam jumlah kecil, atau dapat juga memanfaatkan aliran Perusahaan Daerah Air Minum yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan jumlah besar. Air bersih dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Keperluan-keperluan: (i) minum, memasak, (ii) mandi, buang air kecil dan besar, (iii) mencuci pakaian, peralatan dapur, kendaraan, serta (iv) untuk proses seperti industry. 2. Kebutuhan yang bersifat sirkulasi: (i) air panas, (ii) AC, (iii) kolam renang, kolam ikan/taman. 3. Kebutuhan yang bersifat tetap: (i) air untuk hidran, (ii) air untuk sprinkler. 4. Kebutuhan air cadangan yang sifatnya berkurang karena penguapan. Sementara air kotor adalah air yang telah digunakan untuk membersihkan limbah/kotoran, air jenis ini perlu dialirkan ke septic tank untuk diurai oleh bakteri, setelah beberapa lama air kotor yang tersimpan di septic tank akan ternetralisasi dengan sendirinya dan meresap ke dalam tanah dengan aman. Ada pula air kotor berlemak yaitu air yang digunakan untuk mencuci peralatan dapur yang berlemak, air jenis ini tidak dapat dialirkan ke septic tank atau sumur resapan karena mengandung lemak dan sampah hasil buangan dapur, untuk itu air kotor berlemak sebaiknya langsung dialirkan ke riul kota. Air bekas adalah air yang telah digunakan untuk mandi dan mencuci. Air jenis ini mengandung detergen yang dapat mencemari tanah, oleh karena itu dibutuhkan sebuah teknologi pengolahan agar air bekas dapat digunakan kembali. Teknologi sederhana yang dapat diterapkan dalam

skala domestic adalah dengan mengalirkan air bekas melalui bak olah yang berisi arang dan batu koral, kedua elemen ini mampu menghilangkan zat berbahaya dalam detergen sehingga airnya dapat digunakan kembali untuk sekedar menyiram tanaman atau mencuci mobil. Dan air hujan apabila diberikan sedikit treatment dapat kita gunakan untuk banyak keperluan. Pada dasarnya air hujan mengandung zat besi dan tidak berpH netral, sehingga diperlukan bak olah yang berisi pasir, ijuk, kerikil, arang, kapur, dan ziolite untuk menghasilkan air layak pakai. Bahkan air hujan yang telah bak olah terbukti aman untuk kolam ikan, sehingga air hujan pun dapat digunakan untuk mencuci, mandi, menyiram tanaman, dan kebutuhan lainnya yang otomatis akan menghemat pemakaian air PDAM.

C. Analisis Skematis 1. Diagram Sirkulasi Air Domestik

2. Skema Sirkulasi Air Domestik

3. Detail Bak Olah

Bibliography

Budianto, H. (2011, February 25). Proses dan Cara Pengolahan Limbah Rumah Tangga (Sanitasi). Retrieved January 15, 2013, from Duniatehnikku: http://duniatehnikku.wordpress.com/2011/02/25/proses-dan-cara-pengolahan-limbah-rumah-tangga-sanitasi/ Rosa, N. (2008, August 27). Air Hujan, Kolam dan Ikan Hias. Retrieved January 15, 2013, from Nofriandi Rosa: http://ferosz.wordpress.com/2008/08/27/air-hujan-kolam-dan-ikan-hias/ Sutrisman, A. (2012, November 30). Membuat Instalasi Air Sederhana. Retrieved January 15, 2013, from Teknologi Tepat Guna: http://teknologi--tepat-guna.blogspot.com/2012_11_01_archive.html Tangoro, D. (2004). Utilitas Bangunan. Jakarta: UI-PRESS. Widiastri, M. (2011, May 30). Pengolahan Limbah Detergen. Retrieved January 15, 2013, from Chemistry Everywhere: http://metawede.wordpress.com/2011/05/30/pengolahan-limbah-deterjen/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->