PUTUSAN

A. Pengertian Putusan

Tiga macam produk Hakim hasil pemeriksaan persdangan : 1. Putusan, Pasal 60 UUPA (Putusan : Penyataan Hakim yang dituangkan dalam bentuk tertulis dan diucapkan oleh Hakim dalam sidang terbuka untuk umum,sebagai hasil dari pemeriksaan perkara gugatan (contentius)). 2. Penetapan, Pasal 60 UUPA (Putusan : Penyataan Hakim yang dituangkan dalam bentuk tertulis dan diucapkan oleh Hakim dalam sidang terbuka untuk umum,sebagai hasil dari pemeriksaan perkara permohonan (voluntair)). 3. Akta Perdamaian, Akta yang dibuat oleh Hakim yang berisi hasil musyawarah antara para pihak dalam sengketa kebendaan untuk mengakhiri sengketa dan berlaku sebagai putusan. Putusan/penetapan harus dikonsep sebelum dibacakan (SEMA No. 5/1959, tgl. 20 April 1959 dan No. 1/1962, tgl. 7 Maret 1962).

Selain itu ada produk Pengadilan yang bukan merupakan produk sidang, tetapi berkekuatan hukum seperti sebagai akta autentik, yaitu : 1. Akta Komparisi, dan 2. Akta Keahliwarisan Akta perdamaian ialah akta yang dibuat oleh Hakim yang berisi hasil musyawarah antara para pihak dalam sengketa kebendaan untuk mengakhiri sengketa dan berlaku sebagai putusan. Suatu putusan atau penetapan hares clikonsep terlebih dahulu paling tidak 1 (sate) minggu sebelum diucapkan di persidangan, untuk menghindari adanya perbedaan isi putusan yang diucapkan dengan yang tertulis (Surat Eclaran Mahkamah Agung No. 5/1959 tanggal 20 April 1959 clan Nomor 1/1962 tanggal 7 Maret 1962). Selain itu, perlu diketahui pula bahwa Hakim juga mengeluarkan penetapanpenetapan lain yang bersifat teknis administratip yang dibuat bukan sebagai produk sidang. Hal ini misalnya: Penetapan Hari Sidang, Penetapan Penundaan Sidang, Penetapan Perintah Sita Jaminan, Penetapan Perintah Pernbentahuan Isi Putusan dan

sebagainya. Semua itu bukan produk sidang dan tidak perlu diucapkan dalam sidang terbuka, serta tidak memakai titel "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa". B. Macam-macam Putusan Hakim Dilihat dari segifungsinya dalam mengakhiri perkara ada 2 (dua) macam, yaitu: 1. Putusan akhir, dan 2. Putusan sela. 3. Putusan serta merta Kemudian jika dilihat dari segi Nadir tidaknya para pihak pada saat putusan dijatuhkan, ada 3 (tiga) macam, yaitu: 1. Putusan gugur, 2. Putusan verstek, dan 3. Putusan kontradiktoir. Jika dilihat dari segi isin-va terhadap gugatan/perkara ada 2 (dua) macam, yaitu positif dan negatif, yang dapat dirinci menjadi . 4 (empat) macam: 1. Tidak menerima gugatan Penggugat ( = negatif). 1. Menolak gugatan Penggugat seluruhnya ( = negatif). 2. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian dan menolak/ tidak menerima selebihnya positif dan negatif) 4, Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnyapositif) Dan jika dilihat dari segi sifatnya terhadap akibat hukum yang ditimbulkan maka ada 3 (tiga) macam, yaitu: 1. Diklaratoir. 2. Konstitutif, dan 3. Kondemnatoir. Untuk mengenal lebih jelas macam-macam putusan inj diuraikan sebagai berikut: 1. Putusan akhir. Putusan akhir ialah putusan yang mengakhiri pemeriksaan di persidangan, baik yang telah melalui semua tahap pemeriksaan maupun yang tidak/belum menempuh semua tahap pemeriksaan. − Putusan yang dijatuhkan sebelum sampai tahap akhir dari tahap-tahap pemeriksaan, tetapi telah mengakhiri pemeriksaan, yaitu: a. putusan gugur, b. putusan verstek yang tidak diajukan verzet, c. putusan tidak menerima, d. putusan yang menyatakan Pengadilan Agama tidak berwenang memeriksa. Semua itu belum menempuh tahap-tahap pemeriksaan secara keseluruhan melainkan baru pada tahap awal saja, Semua putusan akhir dapat dimintakan banding, kecuali undang-undang menentukan lain. 2. Putusan sela (pasal 185 HIR/196 RBg).

Putusan Sela ialah putusan yang dijatuhkan masih dalam proses pemeriksaan

Putusan Praeparatoir. Hal ini menurut HIR/RBg tidak perlu dibuat putusan sela tetapi cukup dicatat saja dalam berita acara sidang. Putusan Insidentil. yakni peristiwa yang untuk sementara menghentikan pemeriksaan tetapi belum berhubungan dengan pokok perkara. 3. eksepsi tidak berwenang clan gugat insidentil. kan persiapan putusan akhir. Putusan sela tidak mengakhiri pemeriksaan. yaitu: a. kecuali tentang penetapan Sumpah seperti tersebut di alas. Putusan sela dibuat seperti putusan biasa (lihat pada pembahasan tentang susunan dan isi putusan di bawah ini). Tentang Sumpah Decisoir. vaitu putusan sela yang merup. meskipun telah dipanggil (secara resmi sedang tergugat hadir dan mohon putusan). Tentang Sumpah Penaksir (taxatoir) f. Putusan Gugur (pasal 124 HIR/pasal 148 RBg). mengenal beberapa nama putusan sela. pen( lakan pengunduran pemeriksaan saksi. Putusan sela selalu tunduk pada putusan akhir. b. Para pihak dapat meminta. bahkan Hakim dapat merobahnya sesuai dengan keyakinannya. Rv. yaitu putusan sela yang isinya) memerintahkan pembuktian.− − − − − − − − perkara dengan tujuan untuk memperlancar jalannya pemeriksaan. dan vrijwaring). Tentang gugat insidentil (Intervensi = tussenkoms. Contoh: putusaii tentang gugat prodeo. Hal-hal yang menurut hukum acara perdata memerlukan putusan sela. Tentang gugat provisionil. antara lain: a. − − Putusan gugur ialah putusan yang menyatakan bahwa gugatan/permohonan gugur karena penggugat/pemohon tidak pernah hadir. Putusan gugur dijatuhkan pada sidang pertama atau sesudahnya sebelum tahap . misalnya perintah untuk pemeriksaan saksi. Contoh: Putusan tentang penggabungan perkara. tanpa mempunyai pengi ruh terhadap pokok perkara atau putusan akhir. c. Tentang Sumpah Supletoir. Hakim tidak terikat pada putusan sela. d. Tentang pemeriksaan eksepsi tidak berwenang. Putusan sela harus diucapkan di depan sidang terbuka un tuk umum serta ditanda tangam oleh Majelis Hakim da panitera yang turut bersidang. yaitu putusan sela yang berhubungan dengan insident. d. tetapi akan berpengaruh terhadap arah dan jalannya pemeriksaan. e. c. karen tidak berdiri sendiri dan akhirnya akan dipertimbangka pula pada putusan akhir. yaitu putusan sela yang menjawab gugat provisionil. Putusan provisionil. Tentang pemeriksaan prodeo. Hal ini menurut HIR cukup dicatat dalam BAP saja. voeging. g. Putusan sela tidak dapat dimintakan banding kecuali bersama-sama dengan putusan akhir (pasal 201 RBg/ pasal ayat (1) UU No. 20/1947). Putusan Interlocutoir. tetapi tidak dibuat secara terpisah melainkan ditulis di dalat Berita Acara Persidangan saja. atau pemeriksaan di tempat dan sebagainya. b. supaya kepadanya diberi Salinan yang sah dari putusan itu dengan biaya sendiri.

208 RBg.− pembacaan gugatan/permohonan. pasal 148 . 9/1964. Tergugat tidak hadir dalam sidang dan tidak mewakilkan kepada orang lain serta tidak ternyata pula bahwa ketidakhadirannya itu karena sesuatu alasan yang sah. Dalam putusan gugur. penggugat/pemobon dihukum membayar biaya perkara. Dalam hal penggugat/pemohonnya lebih dari seorang dan tidak hadir semua. UU No. b. sepanjang tergugat/para tergugat semuanya belum hadir dalam sidang padahal telah dipanggil dengan resmi dan patut. − Putusan verstek dapat dijatuhkan dalam sidang pertama atau sesudahnya. yaitu: a. − Verstek artinya tergugat tidak hadir. b. Tergugat tidak mengajukan tangkisan/eksepsi mengenai kewenangan. sesudah tahap pembacaan gugatan sebelum tahap jawaban tergugat. maka dapat diputus pula dengan verstek. Putusan verstek ialah putusan yang dijatuhkan karena tergugat/termohon tidak pernah hadir meskipun telah dipanggil secara resmi. dan tidak pula mewakilkan orang lain untuk. hadir. oleh karena tidak dibantah. Apabila gugatan itu beralasan dan tidak melawan hak maka putusan verstek berupa mengabulkan gugatan penggugat. Putusan gugur dapat dijatuhkan apabila telah dipenuhi syarat-syaratnya. − − − − − Dalam hal tergugat lebih dari seorang dan kesemuanya juga tidak hadir dalam sidang. c. serta ketidakhadirannya itu karena sesuatu halangan yang sah. Penggugat/Pemohon ternyata tidak hadir dalam sidang tersebut. c. Putusan Verstek (pasal 125 HIR/149 RBg). d. − − − − 4. Penggugat mohon keputusan. e. sedang penggugat hadir dan mohon putusan. Terhadap putusan ini dapat dimintakan banding atau diajukan lagi perkara baru. Tergugat telah dipanggil secara resmi dan patut. Penggugat/Pemohon telah dipanggil dengan resmi dan patut untuk hadir dalam sidang hari itu. yaitu: a. Terhadap putusan verstek ini maka tergugat dapat mengajukan perlawanan . − Putusan verstek dapat dijatuhan apabila telah dipenuhi syarat-syaratnya. Putusan gugur belum menilai gugatan ataupun pokok perkara. maka dapat pula diputus gugur. Tergugat/Termohon hadir dalam sidang. − Putusan verstek diatur dalam pasal 125 . 20 tahun 1947 dan SEMA No.153 RBg dan 207 .129 HIR dan 196 . maka harus dianggap benar dan tidak perlu dibuktikan kecuali dalam hal perkara perceraian. Tergugat/Termohon mohon keputusan. Putusan verstek hanya menilai secara formil surat gugatan dan belum menilai secara materiil kebenaran dalil-dalil gugat. Sedang mengenai dalil-dalil gugat. Apabila gugatan itu tidak beralasan dan/atau melawan hak maka putusan verstek dapat berupa tidak menerima gugatan penggugat dengan verstek. Penggugat hadir di persidangan. d.197 HIR.

dan sebagainya. 9/1975 yang diajukan sebelum waktu 2 (dua) tahun sejak tergugat meninggalkan tempat kediaman bersama. maka Hakim wajib membuktikan dulu kebenaran dalil-dalil gugat (alasan-alasan perceraian) dengan alat-alat bukti yang cukup. − Terhadap putusan kontradiktoir dapat dimintakan banding.va: Gugatan yang kabur (tidak jelas). .  Contoh gugatan yang tidak memenuhi syarat hukum materiil: Misalnya: Gugatan cerai dengan alasan pasal 19. dengan sendirinya menjadi putusan akhir yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. − Dalam pemeriksaan/putusan kontradiktoir disyaratkan bahwa baik penggugat maupun tergugat pernah hadir dalam sidang. − Dalam hal terjadi eksepsi yang dibenarkan oleh Hakim maka Hakim selalu menjatuhkan putusan bahwa "gugatan penggugat tidak dapat diterima" atau "tidak menerima gugatan penggugat". Putusan verstek yang tidak diajukan verzet dan tidak pula dimintakan banding. 25' 5. maka Hakim akan membatalkan putusan verstek dan menolak gugatan penggugat. Tetapi apabila perlawanan itu tidak diterima/tidak dibenarkan oleh Hakim. penggugat tidak berhak. Perlawanan (verzet) ini berkedudukan sebagai jawaban tergugat. sebelum menjatuhkan putusan verstek. 6. atau terdapat hal-hal yang dijadikan alasan eksepsi. Contoh gugatan yang tidak memenuhi syarat hukum formil misain. Tergugat tidak boleh mengajukan banding sebelum ia menggunakan hak verzetnya lebih dahulu. Khusus dalam. maka Hakim dalam putusan akhir akan menguatkan putusan verstek. Putusan Kontradiktoir − Putusan kontradiktoir ialah putusan akhir yang pada saat dijatuhkan/diucapkan dalam sidang tidak dihadiri salah satu pihak atau para pihak. 20/1947). dan pemeriksaan dilanjutkan ke tahap berikutnya. − Meskipun tidak ada eksepsi. Apabila penggugat mengajukan banding maka tergugat. Terhadap putusan verstek. melainkan ia berhak pula mengajukan banding (pasal 8 UU No.b PP No. maka penggugat dapat mengajukan banding. baik secara formil maupun materiil.− − − − − − − − − − (verzet). Putusan Tidak Menerima − Yaitu putusan Hakim yang menyatakan bahwa Hakim "tidak menerima gugatan penggugat/permohonan pemohon " atau dengan kata lain "gugatan penggugat/ permohonan pemohon tidak diterima" karena gugatan/ permohonan tidak memenuhi syarat hukum. tidak boleh mengajukan verzet. perkara perceraian. Terhadap. kecuali jika penggugat yang banding. Apabila tergugat mengajukan verzet maka putusan verstek menjadi mentah. putusan akhir ini dapat dimintakan banding. bukan wewenang Pengadilan Agama. Apabila perlawanan ini diterima dan dibenarkan ole Hakim berdasarkan hasil pemeriksaan/pembuktian dalam sidang. Hakim karena jabatannya dapat memutuskan "gugatan penggugat tidak diterima" jika ternyata tidak memenuhi syarat hukum tersebut.

Putusan Diklaratoir − Yaitu putusan yang hanya menyatakan suatu keadaan tertentu sebagai suatu . kecuali dalam hal verstek yang gugatannya ternyata tidak beralasan dan/atau melawan hak sehingga dapat dijatuhkan sebelum tahap jawaban. Putusan ini merupakan putusan campuran positif dan negatif. agar pokok gugatan dapat diperiksa dan diadili. Apabila di antara dalil-dalil gugat itu sudah ada satu dalil gugat yang dapat dibuktikan maka telah cukup untuk mengabulkan. − Terhadap putusan ini pihak penggugat dapat mengajukan banding atau mengajukan perkara baru. di mana ternyata dalil-dali. Putusan tidak menerima belum menilai pokok perkara (dalil gugat) melainkan baru menilai syarat-syarat gugatan saja. meskipun mungkin dalil-dalil gugat yang lain tidak terbukti. dalil gugat ada yang terbukti dan ada pula yang tidak terbukti atau tidak memenuhi syarat sehingga:  Dalil gugat yang terbukti maka tuntutannya dikabulkan. (pasal 201 ayat (2) RBg/pasal 9 ayat (2) UU No 20/1947).− Putusan tidak menerima dapat dijatuhkan sesudah tahap jawaban. gugat. Hakim harus terlebih dahulu memeriksa apakah syarat syarat gugat telah terpenuhi.  Dalil gugat yang tidak memenuhi syarat maka diputus dengan tidak diterima. Putusan Menolak Gugatan Penggugat Yaitu putusan akhir yang dijatuhkan setelah menempuh semua tahap pemeriksaan. Apabila syarat gugat tidak terpenuhi maka gugatan pokok (dalil gugat) tidak dapat diperiksa. 10. − Dalam memeriksa pokok gugatan (dalil gugat) maka. − − − Putusan ini merupakan putusan akhir. − Putusan yang menyatakan Pengadilan Agama tidak berwenang mengadili suatu perkara. Demikian puh pihak tergugat. Namun apabila seluruh dalil gugat itu terbukti maka semakin kuat alasannya untuk mengabulkan petitum. − Putusan ini termasuk putusan negatif 1. Putusan Mengabulkan Gugatan Penggugat Seluruhnya. − Putusan ini termasuk putusan negatif. setiap petitum harus didukung dengan dalil gugat.  Dalil gugat yang tidak terbukti maka tuntutannya ditolak. Prinsipnya. Dalam kasus ini. 2. Putusan ini dijatuhkan apabila syarat-syarat gugat telah terpenuhi dan seluruh dalil-dalil gugat yang mendukung petitum ternyata telah terbukti. − Untuk mengabulkan suatu petitum harus didukung dalil gugat. Satu petitum mungkin didukung oleh beberapa dalil. merupakan suatu putusan akhir. − 9. gugat tidak terbukti. − Putusan ini merupakan putusan positif. Putusan Mengabulkan Gugatan Penggugat Untuk Sebagiar Dan Menolak/Tidak Menerima Selebihnya. − Putusan ini berlaku sebagai putusan akhir.

− Putusan kondemnatoir selalu berbunyi "Menghukum". misalnya "Memutuskan perkawinan". Putusan konstitutif diterangkan dalam bentuk "Putusan". − Putusan diklaratoir tidak merubah atau menciptakan suatu hukum baru melainkan hanya memberikan kepastian hukum semata terhadap keadaan yang telah ada. dan sebagainya. dan sebagainya. Keadaan hukum baru tersebut dimulai sejak saat putusan memperoleh kekuatan hukum tetap. menyatakan boleh tidaknya untuk melakukan suatu perbuatan hukum. kecuali dalam hal Vitvoer baar bijvoorraad. Putusan konstitutif biasanya berbunyi "Menetapkan" atau memakai kalimat lain bersifat aktif dan bertalian langsung dengan pokok perkara. − Putusan inilah yang memerlukan eksekusi.keadaan yang resmi menurut hukum. − Putusan diklaratoir biasanya berbunyi "Menyatakan". Putusan konstitutif selalu berkenaan dengan status hukum seseorang atau hubungan keperdataan sate sama lain . Misalnya:  putusan perceraian. atau menyerahkan sesuatu kepada pihak lawan. − Putusan kondemnatoir terdapat pada perkara kontentius. − Putusan dapat dieksekusi setelah memperoleh kekuatan hukum tetap. yaitu putusan yang dapat dilaksanakan lebih dahulu meskipun ada upaya hukum (putusan serta merta). untuk memenuhi prestasi. putusan pembatalan perkawinan. melakukan suatu perbuatan tertentu. mereka masih suami-isteri. 11. Misalnya: Putusan yang menyatakan sah tidaknya suatu perbuatan hukum atau keadaan/status hukum seseorang. Putusan Kondemnatoir Yaitu putusan yang bersifat menghukum kepada salah satu pihak untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. .Putusan konstitutif tidak memerlukan eksekusi. berbeda dengan keadaan hukum sebelumnya. "Membatalkan perkawinan" dan sebagainya. − Semua perkara voluntair diselesaikan dengan putusan diklaratoir dalam bentuk " Penetapan " atau "Besciking". 4. perkawinan itu masih dianggap sah. Sebelum d1batalkan perkawinannya. 3. − Putusan diklaratoir tidak memerlukan eksekusi. − − − − 12. menghentikan suatu perbuatan/keadaan. 2. Putusan Konstitutif − Yaitu suatu putusan yang menciptakan/menimbulkan keadaan hukum baru. maka atas permohonan penggugat putusan dapat dilaksanakan dengan paksa (Execution Force oleh Pengadilan yang memutusnya.  Putusan kondemnatoir dapat berupa penghukuman untuk: 1. Sebelum diputus cerai. − Apabila pihak terhukum tidak mau melaksanakan is putusan dengan sukarela. membayar sejumlah uang. menyerahkan suatu barang.

yaitu Penetapan dan Putusan. Tanggal Putusan. Susunan dan Isi Putusan Mengenai bentuk dan isi putusan Hakim diatur dalam pasal 183 dan 184 HIR/pasal 194 dan 195 R. − Misalnya: 1. terdiri dari 4 bagian yaitu: 1) Kepala Putusan. 3. 4) Amar atau diktum putusan. demikian penjelasan pasal 60 UU No.AB/III/UM/IX/93 tanggal 11 Septembe 1993). 2. buktibukti dan saksi-saksi.G/1994/PA/Btl. jawaban tergugat. − Menggambarkan dengan singkat tetapi jelas dan kronologi: tentang duduknya perkara. maka Surat putusan harus dibuat menurut ketentuan serta memuat hal-hal sebagai berikut: 1. replik. Kepala Putusan Kalimat "BISMILLAHIRRAHMAANIRROHIIM" − Diikuti dengan "DEMI KEADILAN BERDASARKAI KETUHANAN YANG MAHA ESA" (pasal 57 ayat (2 UU-PA). 3) Pertimbangan (konsideran) yang memuat tentang "Duduknya Perkara" dan "Pertimbangan Hukum". Misalnya: Nomor 100/Pdt. Ada 2 (dua) macam keputusan hakim sebagai produk/hasil pemeriksaan perkara di persidangan. perdata pada tingkat pertama dalam persidangan Majelis. 4. duplik. sedangkan Putusan adalah keputusan Pengadilan atas perkara gugatan berdasarkan adanya sengketa (kontentius). . Nama dan tingkat peradilan yang memutus perkara.Judul:PUTUSAN Nomor Putusan sama dengan nomor perkara (SEMA Nc 32/TUADA .5. Tentang duduknya perkara.Bg. Yang dimaksud dengan Penetapan ialah keputusan Pengadilan atas perkara permohonan (voluntair). 2) Identitas Para pihak. − Yaitu saat hari dan tanggal pengucapan putusan dalan sidang yang dinyatakan pada akhir putusan. mengosongkan tanah/rumah. Judul dan Nomor Putusan. Secara rinci. telah menjatuhkan putusan seperti tersebut di bawah ini dalam perkara antara: 2. Suatu putusan hakim. C. Pengadilan Agama Jakarta Pusat yang mengadili perkar. serta kesimpulan para pihak. mulai dari usaha perdamaian dalil-dalil gugat. 7/1989. Surat Putusan Putusan Hakim harus dibuat secara tertulis dan ditanda tangani sebagai dokumen resmi. . Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta yang mengadil perkara perdata pada tingkat banding dalam persidangan Majelis telah menjatuhkan putusan dalam perkara antara − 5.

baik humuk tertulis maupun yang tidak tertulis (misalnya dalil syar'i dan sebagainya). b) "Mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya". baik dari pihak penggugat maupun tergugat. Amar deklaratoir berbunyi "Menyatakan …………. secara kronologis dan rinci setiap item. yaitu menciptakan suatu keadaan hukun baru yang berbeda dengan keadaan sebelum adany. Memuat dasar-dasar hukum yang dipergunakan oleh hakim dalam menilai fakta dan memutus perkara. Hakim mempertimbangkannya. − Amar putusan dapat berupa: a) "Tidak menerima gugatan penggugat". Amar yang bersifat konstitutif selalu berbunyi "Menetap kan ". biasanya disebutkan dengan tegas. Tetapi apabila dalil gugat tidak terbukti. − Sifat amar putusan dapat berupa: 1) Deklaratoir. …………………. c) "Mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian". − Apabila dalil gugat dibenarkan dan terbukti. Dalam perkara voluntair.Menggambarkan bagaimana Hakim dalam gugat/peristiwa yang diajukan para pihak.” Misalnya. amarnya selalu bersifa deklaratoir. jika hanya satu point yang ditolak. Tentang hukumnya/pertimbangan hukum. d) "Menolak gugatan penggugat seluruhnya". − Apabila persyaratan formal suatu gugatan tidak terpenuhi. kemudian dirinci satu persatu yang dikabulkan. yaitu menyatakan suatu keadaan/peristiwa sebagai suatu keadaan/peristiwa yang sah menurut hukum. "Menyatakan pengangkatan anak yang dilakukan oleh pemohon (………. maka amar putusan akan berbunyi "Tidak menerima gugatan penggugat". unruk mengakhiri sengketa. − − − − mengkonstatir dalil-dalil Menggambarkan tentang bagaimana hakim dalam mengkwalifisir fakta/kejadian. putusan. maka amar putusan akan berbunyi "Menolak gugatan Penggugat". 6. 7. kemudian dirinci satu persatu isi amar putusan. atau "Menyatakan gugatan penggugat tidak diterima". Amar putusan − Menggambarkan tentang konstituiring hakim terhadap perkara itu. Misalnya: "Menetapkan perkawinan penggugat (A) dengan tergugat (B) . Penilaian Hakim tentang fakta-fakta yang diajukan.) terhadap anak B yang bemama A adalah sah berdasarkan Hukum Islam". 2) Konstitutif. maka amar putusan akan berbunyi "Mengabulkan gugatan Penggugat". − Amar merupakan kesimpulan akhir yang diperoleh oleh Hakim atas perkara yang diperiksanya. maka pokok perkara tidak perlu diperiksa/belum diadili. − Apabila gugatan dinyatakan tidak terima. dan dilanjutkan dengan "menolak/tidak menerima untuk selebihnya".

ahli dan juru bahasa. biaya saksi. yang perlu dipakai dalam perkara itu. setelah putusan ini mempunya kekuatan hukum tetap". − − Besamya biaya perkara harus dimuat dalam amar putusan (pasal 182 HIR. 7/1989). pemberitahuan. Misalnya: "Menghukum tergugat untul membayar nafkah terhutang kepada penggugat selama. 12. yaitu menghukum kepada salah satt pihak untuk melakukan/tidak melakukan atau menyerahkan sesuatu atau membayar sejumlah uang. Putusan yang memerlukan eksekusi adalah putusan yank bersifat kondemnatoir. biaya kantor panitera pengadilan dan biaya meterai.(tiga juta rupiah) tunai. Pasal 90 ayat UU No. 9. bahwa pihak yang minta supaya diperiksa lebih dari lima orang saksi tentang satu kejadian tidak boleh menuntut pembayaran biaya kesaksian yang lebih itu kepada lawannya. pasal 41 (c) UU No. b. 8. u. gaji yang harus dibayar kepada panitera pengadilan atau pegawai lain karena menjalankan keputusan hakim. pemberitahuan dan segala surat juru sita yang lain. semuanya itu menurut peraturan dan tarif yang telah atau akan ditetapkan oleh pemerintah (Gubernur Jenderal).yang dilangsungkan pada tanggal 1 Desember 1990 di Kantor Urusan Agama Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Akta Nikah Nomor 007/XII/1990 tanggal 1 Desembe 1990. 11. Sedang perkara tentang harta bersama. dan biaya pengambilan sumpah yang diperlukan dalam perkara itu. biaya yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan setempat dan tindakan-tindakan lain yang diperlukan oleh Pengadilan dalam perkara itu. 7. atau jika itu tidak ada.d.000. − Besamya biaya perkara sesuai pasal 182 HIR/sedang dalam perkara perkawinan sesuai pasal 90 ayat (1) UU No. 7/1989. 1927-248jo. 40. 3.000. 3. . atau apabila sama-sama menang dan sama-sama kalah maka biaya perkara dibebankan kepada kedua pihak dengan masing-masing membayar separoh biaya perkara.) Hukuman membayar biaya perkara tidak boleh melebihi: 1. 3) Kondemnatoir. gaji pegawai yang disuruh melakukan panggilan. dan lain-lain atas perintah e. pasal 91 UU No. (2) Besarnya biaya perkara diatur oleh Menteri Agama dengan persetujuan Mahkamah Agung. dg. Pengadilan yang berkenaan dengan perkara itu. 60. 20.Bg. 6. putusan karena perceraian dengan talak sartu ba’in". biaya untuk para saksi. Hubungan amar dan petitum − Setiap petitum harus ada amarnya. Dalam perkara perkawinan. Sesuai pasal 181 HIR/pasal 706 R. 1/ 1974. 3 (tiga) tahun yang semuanya sejumlah Rp. 9. − Amar tidak boleh melebihi petitum. 13. d. kecuali yang dibolehkan Undang-undang pasal 178 HIR. sehingga amarnya hares berbunyi. maka hakim dapat membebankan biaya perkara secara adil. sesuai pasal 89 ayat (1) UU No. biaya kepaniteraan dan biaya meterai yang diperlukan untuk perkara itu. penerjemah. yailu dibebankan pada pihak yang kalah. S . menurut taksiran ketua. 7/1989. (Pasal 182. dengan pengertian. 5. pasal 149 KHI). c. saksi ahli. 4. 7/1989 (1) Biaya perkara sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 89. biaya tersebut pada pasal 138 ayat (6). 50. meliputi: a. terhitung juga biaya sumpah mereka itu. biaya pemeriksaan setempat dan tindakan-tindakan lain yang bersangkutan dengan perkara itu.(s. 30. Biaya perkara terdiri dari biaya kepaniteraan dan biaya proses. 338. Pembebanan biaya perkara. 8. dan lair sebagainya. dibebankan kepada pemohon/penggugat karena dalam perkara perkawinan tidak ada pihak yang menang atau yang kalah. "Menghukum". biaya pemanggilan. 10.

Tanggal putusan dan pengucapan putusan. Amar yang tanpa didukung konsideran dapat dibatalkan demi hukum."Penetapan" yang isinya merintahkan kepada Jurusita/Jurusita Pengganti supaya isi putusan tersebut diberitahukan kepada pihak yang tidak hadir pada sidang pembacaan putusan. pengucapan putusan merupakan pemberitahuan langsung kepada yang bersangkutan. dan bisa jugs tidak sama. Pengucapan putusan harus dalam sidang terbuka untuk umum oleh Ketua Sidang dengan dihadiri oleh hakim-hakim anggota dan panitera yang turut bersidang. − Tanggal diputus yaitu tanggal musyawarah hakim yang menghasilkan putusan itu. dan hal itu oleh panitera diterangkan dalam putusan itu. − Dilakukan setelah minutasi. Penandatanganan putusan.000. Hakim-hakim Anggota dan Panitera yang turut bersidang. Amar putusan harus didukung dengan konsideran (duduknya perkara dan pertimbangan hukum). − Dijahit dengan benang dan disegel. − Petugas Meja III mencatat perintah tersebut dalam bagian bawah surat putusan. − Tanggal diputus bisa bersama-sama dengan tanggal pengucapan putusan. − Bagi pihak yang tidak hadir dalam sidang maka pemberitahuan dilakukan dengan cara: a. 11. Pemberitahuan isi putusan. − Setelah pemberitahuan tersebut dilakukan. Jika anggota atau panitera berhalangan menandatangani surat putusan. Petugas Meja III melanjutkan perintah kepada Jurusita/Jurusita pengganti untuk melaksanakan tugas tersebut dan memerintahkan kepada Kasir agar dikeluarkan biaya pemberitahuan. 2. c. − Dilakukan oleh Petugas Meja III. 13. 10.− − Amar merupakan jawaban dari petitum.(dua ribu rupiah) pada tanda tangan Ketua. Hadir/tidaknya para pihak dalam sidang pengucapan putusan harus diterangkan pula dalam putusan tersebut. − Bagi pihak yang hadir dalam sidang. Jurusita melaksanakan tugas menurut pasal 390 HIR. Pembendelan. b. dengan dibubuhi materai Rp. Putusan ditandatangani oleh Ketua Sidang. maka hal itu oleh panitera diterangkan dalam putusan tersebut.. Ketua Majelis membuat. maka hal itu dilakukan oleh anggota yang turut dalam pemeriksaan perkara itu. maka Jurusita melaporkan . − Tanggal putusan yaitu tanggal hari pengucapan putusan dalam sidang. Jika Ketua berhalangan untuk menandatangani surat putusan. yang tingkat jabatann langsung di bawah Ketua. Tiap-tiap halaman putusan harus dibubuhi cap Pengadik 12.

Dalam perkara. pada tanggal 12 September 1995. 7/1989. − Jika putusan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Dalam perkara lainnya merupakan dasar eksekusi. − − − − Dibuat dan ditandatangani oleh Panitera (pasal 100 UU No. kepada siapa salinan tersebut dibcrikan misalnya: "Dicatat di sini: Salinan ini untuk pertama kali diberikan untuk pertama kali kepada dan atas permintaan Penggugat pada tanggal …. Di cap dan diitandatngani ________________ 14.. 7/1989). dengan memanggil suami dan istri atau wakilnya untuk menghadiri sidang tersebut. Pasal 100 “Panitera membuat salinan atau turunan penetapan atau putusan Pengadilanmenurut ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”). sebagai berikut: Dicatat di sini Putusan ini diberitahukan oleh Suma-Vono. “Pasal 70 (3) Setelah penetapan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap. Dalam putusan ijin ikrar talak. Catatan Kekuatan Hukum Tetap. Dibuat sesuai dengan keadaan putusan pada saat dikeluarkannya salinan tersebut. − − − 15. langsung pribadinya. Diberi pula catatan..Jurusita Pengganti Pengadilan Agama Jayapura.− dengan Relaas tentang hal itu kepada Meja III. gugatan cerai. dicatat pada bagian bawah putusan dan ditandatangani oleh Panitera bahwa putusan telah mempunyai kekuatan hukum tetap terhitung mulai tanggal ………. kepada pihak Terguga*. − Tanggal kekuatan hukum tetap dicatat pula pada Register Induk Perkara yang bersangkutan. Pengadilan menentukan hari sidang penyaksian ikrar talak.” . tanggal kekuatan hukum tetap merupakan dasar bahwa hari sidang penyelesaian ikrar talak telah dapat ditetapkan (pasal 70 ayat (3) UU No. BA. Salinan putusan. tanggal kekuatan hukum tetap merupakan tanggal terjadinya perceraian (pasal 81 ayat (2) UU No.. Meja III mencatat lagi pemberitahuan itu pada surat putusan tersebut. Diberi catatan pada bagian bawah salinan tersebut apakah telah/belum mempunyai kekuatan hukum tetap. 7/1989). dan pada tiap halaman dibubuhi Cap Pengadilan. Panitera.

02 th tanggal 19 Mel 1972). Format Surat Putusan. 3. sama dengan salinan putusan. − Nomor penetapan sama dengan nomor perkara. yakni PTN Stbl 1860 No. maka di dalam sidang itu juga dibuatkan suatu akta dan para pihak . 23 dan 24). − Putusan asli harus diminutasi. maka pengadilan negeri − − dengan perantaraan ketua berusaha mendamaikannya. Surat Penetapan/Putusan dan salinannya harus diketik secara rapi dan bersih dengan bentuk yang lazim berlaku di lingkungan Peradilan. − Semua perubahan/pembetulan diberi renvoi yang harus ditandatangani lengkap oleh majelis hakim dan panitcra yang turut bersidang. dan disegel dengan cap pengadilan.8 cm. AKTA PERDAMAIAN − Dibuat berdasarkan pasal 154 R. Pasal 154. − Pengetikan dimulai dari tepi kiri 7 . dan tanggal ikrar talak dicatat dalam Register Induk Perkara yang bersangkutan (kolom 22. bukan diparaf. − Tanggal penetapan sama dengan tanggal ikrar talak dan BAP ikrar talak. − Dibuat sebagaimana akta notaris (SEMA No. Demikian pula untuk membuat salinannya. dan disimpan sebagai arsip. − Tanggal penetapan Hari Sidang Penyaksian Ikrar talak (PHSPIT). − (1) Bila pada hari yang telah ditentukan para pihak datang menghadap. dijahit. − Penetapan ini sebagai dasar dikeluarkannya Akta Cerai. Tentang penetapan terjadinya ikrar talak ex pasal 71 ayat (2) UU No. sama dengan membuat Putusan han-va saja tidak perlu dengan judul duduknya perkara dan tentang pertimbangan hukum.15. dalam halaman maksimum 30 baris dan dalam satu baris maksimum 15 kata. untuk keperluan renvoi. (2) Bila dapat dicapai perdamaian. Segala kesalahan pengetikan harus dibatalkan dengan cara renvoi. − Putusan ash diketik di atas kertas HVS 80 gr. − Untuk salinan putusan diketik dengan kertas dorslag dan ditandatangani oleh Panitera. dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum). Panitera Cap Pengadilan Agama 26'j' SURAT PENETAPAN Untuk membuat penetapan. Dalam pengetikan Putusan/Penetapan dan salinannya tidak boleh ada penghapusan dengan Tipp Ex misalnya.Bg/130 HIR. − Dibuat berdasarkan BAP penyaksian ikrar talak. tanggal sidang yang ditetapkan dalam PHSPIT. − Putusan asli ditandatangani oleh majelis hakim dan panitera yang turut bersidang. 7/1989 dibuat sebagai berikut: − Dibuat seperti penetapan biasa sebagai produk sidang (ada kalimat Basmalah dan Demi Keadilan.

dengan judul PUTUSAN dan kalimat Basmalah serta titel Demi Keadilan . pada waktu sidang. tetapi tidak dapat dicapai penyelesaian damai (hal itu dicatat dalam benta acara persidangan). akan mencoba memperdamaikan mereka itu. " Menghukum kedua boleh pihak untuk membayar ongkos perkara". Kekuatan Putusan Hakim Putusan hakim mempunvai 3 (tiga) macaw kektiatan: .) (3) Terhadap keputusan. dan akta itu mempunyai kekuatan serta dilaksanakan seperti suatu surat keputusan biasa. (Rv. (4) Ayat 4 pasal 191 (baca: 18 1) berlaku pula bagi para juru bahasa. Ditulis bahwa mereka bersepakat mengakhiri sengketa secara damai. Isi perdamaian dinyatakan sebagai putusan Hakim. (2) Kemudian. serta Majelis yang memutuskan. maka dalam hal itu hendaklah dituruti peraturan pasal − − − − Dengan judul AKTA PERDAMAIAN dan dengan nomor yang sama dengan nomor perkara. − − − − − − − − − − − − − − dengan perantaraan ketuanya. Akta perdamaian ditandatangani oleh majelis yang bersidang dengan bermaterai Rp. − (1) Bila para pihak datang menghadap. D. (RV. disalin oleh seorang juru bahasa yang telah ditunjuk oleh ketua sidang.− − − − − − − − − − − − − − dihukum untuk menaati perjanjian yang telah dibuat. maka ia disumpah oleh ketua bahwa ia akan secara cermat menyalin bahasa yang satu ke bahasa yang lain. Ditulis hari. dan bila salah satu pihak tidak dapat mengerti bahasa yang digunakan dalam surat itu.000. Ditulis identitas dan kedudukan para pihak.Kekuatan hukum Akta Perdamaian sama dengan putusan. IR. (3) Terhadap suatu keputusan tetap semacam itu tidak dapat diajukan banding. yang demikian tidak diizinkan orang minta naik banding. harus dibuat sebuah akta. 31. Ditulis lengkap dan rinci isi perdamaian. (3) Kecuali jika juru bahasa itu sudah merupakan juru bahasa pengadilan yang resmi. tanggal dijatuhkannya putusan. 130. Ditulis hari dan tanggal sidang perdamaian. (4) Jika pada waktu mencoba memperdamaikan kedua belah pihak itu perlu dipakai seorang juru bahasa. maka tentang hal itu. 2.) Pasal 155. (IR.Ditulis amar putusan " MENGADILI" " Menyatakan bahwa telah tercapai perdamaian antara kedua pihak " Menghukum kedua pihak untuk mentaati persetujuan yang telah dimufakati tersebut di atas". maka surat (akta) itu berkekuatan dan akan dilakukan sebagai keputusan hakim yang biasa. maka digunakan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam pasal berikut.) (2) Jika perdamaian terjadi. Diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh Majelis tersebut dan para pihak. dengan mana kedua belah pihak diwajibkan untuk memenuhi perjanjian yahg dibuat itu. dengan bantuan juru bahasa tersebut dilanjutkan dengan mendengar keterangan-keterangan penggugat dan tergugat. − (1) Jika pada hari yang ditentukan itu kedua belah pihak menghadap. (IR. (4) Bila dalam usaha untuk mendamaikan para pihak diperlukan campur tangan seorang juru bahasa. di mana para pihak menghadap. 13 1.) Pasal 130. maka surat-surat yang dikemukakan oleh para pihak dibacakan. sejauh yang diperlukan. maka pengadilan negeri. IR. 31. 239. 195 dst.

Kekuatan pembuktian. 'ie v a i l i DOS~tl pasal BXV. Tidak diperlukan lagi lembaga pengukuhan dan fiat eksekusi oleh Pengadilan Negeri. 4r k:atny a par nilla-k. 134 Rv llmengikat dalam arl posit 1` vak. memutus la.perkara yang pernah diputus sebelumnya antara* pihak yang sama serta mengenai pokok perkara yang sama nebis in idem. 270 271 Putusan hakim yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap tidak dapat dirubah. maka dalam sengketa lain peristiwa tersebut masih dapat disengketakan. .Kekuatan mengikat. Artinva putusan hakim itu mengikat parspihak yang berperkara I I c~alarn perkara terliba ara itu Para pihak hams . Demikian pula putusan perdata menjadi bukti dalam sengketa perkara perdata mengenai hal itu. − Putusan hakim menjadi bukti bagi kebenaran sesuatu yang termuat di dalamnya. Kekuatan eksekutorial − Yakni kekuatan untuk dilaksanakannya ape yang ditetapkan dalam putusan itu secara paksa oleh alai-alai negara..` gati. kecuali dengan upaya hukum yang luar biasa (yaitu Reguest civil dan derdent verzet). Pasal 1918 dan 1919 Bw. − Apa yang telah diputuskan oleh hakim harus dianggap benar dan tidak boleh diajukan lagi perkara bare mengenai hal yang sama dan antara pihak-pihak yang sama pula (nebis in idem). 'f'. yaitu kalimat "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa".induk dan menghormati putusan lt-. (pasal 134 Rv). artinya bahwa hakim tidak bole.cpada putusan hakim ini. Mengikat dalam art. 3.. Kekuatan eksekutorial. − Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 7/1989 maka Pengadilan Agama telah dapat melaksanakan sendiri tindakan eksekusi etas putusan yang dijatuhkannya itu. Kekuatan mengikat. benar (Res judicata pro %erilal.j. − Sedang mengenai hasil konstatiring hakim (penetapan) mengenai kebenaran peristiwa tertentu dengan alai bukti tertentu. sekalipun oleh Pengadilan yang lebih tinggi. ne~. balk: dlala— matimi. Setiap putusan harus memuat titel eksekutorial. − Artinya dengan putusan hakim itu telah diperoleh kepastian tentang sesuatu yang terkandung dalam putusan itu. Kekuatan Pembuktian. dan 4i yak J I mungk I nkan pembuktian lawan. bahwa spa yang telah dirrut!. Segala pertimbangan hakim yang dijadikan dasar putusan Berta amar putusan (dictum) merupakan satu kesatuan dan mempunyai kekuatan mengikat. 2." c'M" hakini hari2 liariggir.Putusan pidana yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dapat menjadi bukti dalam sengketa perkara perdata mengenai hal itu (tindak pidana).. Kekuatan hukum tetap ..

3. Tatacara minutasi. − . − 272 27. mass upaya hukum yang ditetapkan menur undang-undang telah habis dan tidak dimintakan upaya hukum data mesa tersebut. . Putusan atau penetapan ditandatangani oleh semu Hakim dan Panitera yang turut bersidang. Relaas ditandatangani pads saat usai menjalankan tugas. dan telah di periksa oleh Hakim di persidangan dan membubulf ken paraf dan tanggal pads materai. yakni: — Berita acara persidangan harus sudah ditandatanitaii sebelum sidang berikutnya dibuka. banding. . atau kasasi. 6. sesuai ketentuan yang berlaku. Berita Acara Persidangan sidang terakhir telah ditandatangani sate minggu setelah usai sidang. Putusan atau penetapan telah dapat ditandatangani. Yang dimaksud upaya hukum di sini ialah upaya hukum bia! yaitu verzet. − 2. Minutasi berkas perkara menjadi tanggung jawab Hakir yang bersangkutan dibantu oleh Panitera Pengganti. Penunjukkan Panitera Sidang (PPS). E. Minutasi dilakukan tepat waktu. 5. Surat-surat bukti telah dinazzegel dan dilegalisir olel Panitera. selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah diucapkan. Minutasi dilakukan dengan telah ditandatanganinya Surat surat dalam perkara. Relaas-relaas Panggilan. Berita Acara Persidangan ditandatangani oleh Hakirr Ketua Majelis dan Panitera yang turut bersidang. 2. Minutasi Berkas Perkara Pengertian minutasi Minutasi menurut bahasa adalah surat asli. Minutasi dilakukan secara dini sesuai kronologi jalannya perkara secara urut. Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM). Surat Gugatan/Permohonan. 7.Berkas Bendel A terdiri dari: 1. 4. Penetapan Hari Sidang (PHS). Berita Acara Persidangan.Berkas perkara disusun sebagai Bendel A yang merupakan Arsip Pengadilan Agama. Surat-surat relaas ditandatangani oleh Jurusita/ Jurtmi Pengganti yang bersangkutan.Suatu putusan akan mempunyai kekuatan hukum tetap apah I terhadap putusan tersebut. Penetapan Majelis Hakim (PMH). menurut ketentuan peraturan perundang-undanga yang berlaku. Minutasi berkas perkara artinya membuat semua sure surat dalam berkas perkara sebagai dokumen resmi da asli.

12. 10. kasasi atau grasi. Jika surat keputusan asli dari sesu-. arsip selama 30 tahun sesuai dengan Undang-undang ya bersangkutan. 14. Pengadilan dari sebab apapun jugs hilang. 7/198 − Berkas perkara harus tersimpan sebagai arsip neg. kemudian dijahit dengan benang dan disegel dengan cap Peiigaidi Agama. 101 ayat (2) UU No. Berita Acara pemeriksaan setempat (bila ada). − Tatacara r)emindahan dan lain sebagainya hanya da dilakukan menurut ketentuan yang berlaku. 2. 3. berita acara serta berl perkara tidak boleh dibawa dari ruangan kepanitera kecuali atas ijin Ketua Pengadilan Agama berdasark ketentuan Undang-undang (Ps. atau perlu untuk disimpan dal. Acara Sita (bila ada). Surat-surat bukti penggugat (diperinci).Surat Kuasa Khusus (bila ada). Putusan atau penetapan asli Pengadilan Agama hares 1) dijahit ters 'endir. 9. diwajibkan n 274 2 Pasal 5 (1). Surat-surat lainnya (bila ada). Barang siapa mempunyai. F. 13. menyimpan atau memega suatu turunan sah surat keputusan ash itu. selama 30 (tiga puluh) tahun (pasal I ayat (1) UU No. Tanggapan tergugat terhadap bukti-bukti penggugat (bila ada).. serta dokumen atau surat-Su yang tersimpan di Kepaniteraan (pasal 101 ayat (1) t No. Berita. yang diundangkan pa tanggal 24 Desember 1952. 1. catatan. (2). risalah. Lampiran surat-surat yang diajukan oleh pars pihak (bila ada). Tahun 1952). Penetapan Sita (bila ada). Kemungkinan Hilangnya Putusan Asli − Tentang kemungkinan hilangnya putusan asli dan surat-su pemeriksaan perkara diatur dalam undang-undang Nomor tahun 1952 tanggal 23 Desember 1952. Panitera bertanggung jawab atas pengurusan berkas perk putusan atau penetapan. sedang keputus itu masih harus dijalankan atau masih perlu untuk pemeriksa banding.:ii Semua surat-surat tersebut harus tetap tersimpan & AT Pengadilan Agama yang memeriksa dan memutus perk sebagai dokumen. − Semua daftar. Jika dari suatu perkara dimintakan penicrlksaa banding dan suratsurat pemeriksaan perkaranya yang I)ci sangkutan telah dikirimkan kepada . 11. Gambar situasi (bila ada). Surat-surat bukti tergugat (diperinci). dan disegel dengan cap Pengadilan A. maka turunan sah (otentik) surat keputusan a itu dianggap dan disimpan sebagai surat keputusan ash. Surat-surat tersebut setelah disusun sesuai dengan kronologi pemeriksaan dan dibuatkan daftar isi. sebagai tersebut di bawah in]: Pasal 1 ayat (1). 8. 4. 7/1989). Tanggapan penggugat terhadap bukti-bukti tergugat (bila ada).

maka keputusan Pengadilan dalam tingkat pertama itu harus dimintakan keputusan Mahkamah Agung oleh Pengadilan banding di dalam suatu "flenctapan". Perbuatan yang dimaksud dalam ayat (4) adalah kejahatan.gani oieh seorang Hakim dan seorang Panitera Pengadilan rAn. dapat mengadakan penetapan resmi (declaratoir beschikking) tentang macam. Jika dalam perkara pidana surat catatan pemeriksaan perkara dalam sidang yang lengkap pun tidak ada sedang keputusan Pengadilan itu masih harus dijaiankan maka perkaranya harus diperiksa kembali atas permintaan Jaksa dari Keiaksaan yang bersangkutan kecuali apabila terdakwa dapat mengajukan jukan alasan-aiasannya dapat menimbulkan persangkaan bahwa dengan hilangnya alai pembuktian. (4). jumlah dan waktu berakhimya hukuman itu.Pengadilan yang _ harij melakukan pemeriksaan banding ini dari sebab apapun ILI&' tidak terdapat surat-surat itu. setelah mengadakan pemeriksaan.g. Kepada orang yang menyerahkan turunan sah suatu surat keputusan Pengadilan dapat diberikan atas permintaan surat turunan sah daripada surat turunan termaksud. jumlah dan waktu berakhimya hukuman yang telah dijalankan itu. Sesudah menerima surat-surat pemeriksaan perlengkapan (aanvullend onderzoek) Pengadilan banding mengambil keputusan banding. is akan sangat dirugikan. Jika penetapan Pengadilan sebagaimana yang dimaksudkw dalam ayat (1) telah ada. enam us rup ah. Pasal 3. (3). Di dalam perkara perdata apabila keputusan banding tidak diambil. semuanya dengan pCtLIII i . Bahwa surat keputusan asli itu betel hilang. (4). 276 . akan tetapi karena terdapat lagi surat keputusan atau turunan sa} surat' keputusan ash itu atau petikan dari keputusan ash (uittrekselvonnis) sehingga menimbulkan keragu-raguan perihal macam. bahwa surat-surat pemeriksaan itu tcla hilang atau sedikit kemungkinannya masih akan diterimany oleh Pengadilan itu. jinvatakan dengan surat keterangan yang dibuat dan ditandatan. (2). yang mulai dijalankan. menjatuhkan keputusan itu. Jika dalam menjalankan keputusan Pengadilan daiam perkara pidana. hares. Pasal 4. Pasal 2. Pengadilan yang melakukan pemeriksaan banding dapa memerintahkan kepada Pengadilan tingkat pertama untuk me ngadakan pemeriksaan perlengkapan (aanvullend onderzoek terhadap terdakwa serta saksi-saksi. Barangsiapa dengan sengaja tidak memenuhi perintah Pengadilan termaktub dalam avat 1121. (4). suatu turunan keputusan ash atau turunan dari yani menurut pasal 1 ayat (1) dianggap sebagai keputusan asli itu (3). dihukum dengan nuk-uman penjara setinggi-tingginya empat bulan dan dua minggu atau denda palinprat rupiah. uk-petunjuk Pengadilan banding itu. maka Pengadilan ini harus sclL. maka keputusan Jilan dapat dijalankan bersandar atas catatan keputusan: i dictum) yang termuat dalam surat catatan pemeriksaan itu. (3). maka Pengadilan ini meminta dan Pengadilan yang memutuskan perkaranya dalam tingkatai pertama. • nyerahkan surat turunan itu atas perintah Pengadilan yang menjatuhkan keputusan itu. Jika tidak terdapat turunan sah keputusan asli wto masih ada surat catatan pemeriksaan perkara dalam sidang yang lengkap (proces-ferbal sidang). maka Pengadilan yang bersangkutan. karena jabatannya atau atas permintaan Jaksa ataupun atas permintaan terhukum. atas sumpah Jabatannva. kasnya menetapkan.

Putusan akhir Putusan akhir ialah putusan yang mengakhiri pemeriksaan di persidangan.-. putusan verstek yang tidak diajukan verzet..t-w as (tri'sainya: -001-dalil syar'i dan sebagainya). b. putusan gugur.%cliperolch oleh hakim atas perkara yang &T---. belurn menempuh tahap-tahap pemeriksaan secara keseluruhan melainkan bare pada tahap awal saja. i.. ". idak t~. 7. 4. Putusan sela (pasal 185 HIR/196 RBg). 2. dan Kondemnatoir Unn. baik yang telah melalui semua tahap pemeriksaan maupun yang t1dak/belum menempuh semua tahap pemeriksaan.k mengenal iebih jelas macam-macam putusan im dapat diuralkan sebagai berik-ill. Putusan yang dijatuhkan sebelum sampai tahap akhir dari tahap-tahap pemeriksaan. kecuali uncang-undang menentukan fain. c.Putusan sela tidak mengakhiri pemeriksaan. 'llikurn . d. tetapi telah mengakhiri pemeriksaan. 2. tertulis maupun yan( tidak 1 -001-dalil . Diklaratoir.Putusan sela ialah putusan yang dijatuhkan masih dalam proses pemeriksaan perkara dengan tujuan untuk memperlancar jalannya pemeriksaan. . Semua putusan akhir dapat dimintakan banding. yaitu: a. untuk 7-1jengakfilri sengketa. tetapi akan berpengaruh terhadap arch dan jalannya pemeriksaan. Konstitutif. 253 Memuat dasar-dasar hukum yang dipergunakan oleh hakim dalam menilai fakia dan menlUtU' bail. . Amar putusan Meiiggamba. tentang konstituiring hakim terhadap perkara itu Amar merupakan kesimpulan q1. yaitu: 1. putusan tidak menerima. putusan yang menyatakan Pengadilan Agama tidak berwenang memeriksa.277 252 253 3. . Semua itu. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian dan menolak/ tidak menerima selebihnya positif dan negatif) Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya ( = positif) Dan jika dilihat dari segi sifatnya terhadap akibat hukum yang ditimbulk-ap maka ada 3 (tiga) macam.

Deklaratoir.Amar putusan dapat berupa: a. maka amar putusan akan berbunyi "Menolak gugatan Penggugat". Sifat amar putusan dapat berupa: a. "Tidak menerima gugatan penggugat". b. kemudian dirinci satu persatu yang dikabulkan. Apabila persyaratan formal suatu gugatan tidak terpenuhi. maka amar putusan akan berbunyi "Tidak menerima gugatan penggugat". dan dilanjutkan dengan "menolak/tidak menerima untuk selebihnya". "Mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya". maka amar putusan akan berbunyi "Mengabulkan gugatan Penggugat". c. d. atau "Menyatakan gugatan penggugat tidak diterima". kemudian dirinci satu persatu isi amar putusan.. Tetapi apabila dalil gugat tidak terbukti. jika hanya satu point yang ditolak. Apabila dalil gugat dibenarkan dan terbukti. biasanya disebutkan dengan tegas. "Mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian". "Menolak gugatan penggugat seluruhnya". maka pokok perkara tidak perlu diperiksa/belum diadili. Amar deklaratoir berbunyi "Menyatakan 51 . yaitu menyatakan suatu keadaan/peristiwa sebagai suatu keadaan/peristiwa yang sah menurut hukum. Apabila gugatan dinyatakan tidak terima.