P. 1
Putusan Artikel

Putusan Artikel

|Views: 100|Likes:
Published by Julian Jenna

More info:

Published by: Julian Jenna on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2013

pdf

text

original

PUTUSAN

A. Pengertian Putusan

Tiga macam produk Hakim hasil pemeriksaan persdangan : 1. Putusan, Pasal 60 UUPA (Putusan : Penyataan Hakim yang dituangkan dalam bentuk tertulis dan diucapkan oleh Hakim dalam sidang terbuka untuk umum,sebagai hasil dari pemeriksaan perkara gugatan (contentius)). 2. Penetapan, Pasal 60 UUPA (Putusan : Penyataan Hakim yang dituangkan dalam bentuk tertulis dan diucapkan oleh Hakim dalam sidang terbuka untuk umum,sebagai hasil dari pemeriksaan perkara permohonan (voluntair)). 3. Akta Perdamaian, Akta yang dibuat oleh Hakim yang berisi hasil musyawarah antara para pihak dalam sengketa kebendaan untuk mengakhiri sengketa dan berlaku sebagai putusan. Putusan/penetapan harus dikonsep sebelum dibacakan (SEMA No. 5/1959, tgl. 20 April 1959 dan No. 1/1962, tgl. 7 Maret 1962).

Selain itu ada produk Pengadilan yang bukan merupakan produk sidang, tetapi berkekuatan hukum seperti sebagai akta autentik, yaitu : 1. Akta Komparisi, dan 2. Akta Keahliwarisan Akta perdamaian ialah akta yang dibuat oleh Hakim yang berisi hasil musyawarah antara para pihak dalam sengketa kebendaan untuk mengakhiri sengketa dan berlaku sebagai putusan. Suatu putusan atau penetapan hares clikonsep terlebih dahulu paling tidak 1 (sate) minggu sebelum diucapkan di persidangan, untuk menghindari adanya perbedaan isi putusan yang diucapkan dengan yang tertulis (Surat Eclaran Mahkamah Agung No. 5/1959 tanggal 20 April 1959 clan Nomor 1/1962 tanggal 7 Maret 1962). Selain itu, perlu diketahui pula bahwa Hakim juga mengeluarkan penetapanpenetapan lain yang bersifat teknis administratip yang dibuat bukan sebagai produk sidang. Hal ini misalnya: Penetapan Hari Sidang, Penetapan Penundaan Sidang, Penetapan Perintah Sita Jaminan, Penetapan Perintah Pernbentahuan Isi Putusan dan

sebagainya. Semua itu bukan produk sidang dan tidak perlu diucapkan dalam sidang terbuka, serta tidak memakai titel "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa". B. Macam-macam Putusan Hakim Dilihat dari segifungsinya dalam mengakhiri perkara ada 2 (dua) macam, yaitu: 1. Putusan akhir, dan 2. Putusan sela. 3. Putusan serta merta Kemudian jika dilihat dari segi Nadir tidaknya para pihak pada saat putusan dijatuhkan, ada 3 (tiga) macam, yaitu: 1. Putusan gugur, 2. Putusan verstek, dan 3. Putusan kontradiktoir. Jika dilihat dari segi isin-va terhadap gugatan/perkara ada 2 (dua) macam, yaitu positif dan negatif, yang dapat dirinci menjadi . 4 (empat) macam: 1. Tidak menerima gugatan Penggugat ( = negatif). 1. Menolak gugatan Penggugat seluruhnya ( = negatif). 2. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian dan menolak/ tidak menerima selebihnya positif dan negatif) 4, Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnyapositif) Dan jika dilihat dari segi sifatnya terhadap akibat hukum yang ditimbulkan maka ada 3 (tiga) macam, yaitu: 1. Diklaratoir. 2. Konstitutif, dan 3. Kondemnatoir. Untuk mengenal lebih jelas macam-macam putusan inj diuraikan sebagai berikut: 1. Putusan akhir. Putusan akhir ialah putusan yang mengakhiri pemeriksaan di persidangan, baik yang telah melalui semua tahap pemeriksaan maupun yang tidak/belum menempuh semua tahap pemeriksaan. − Putusan yang dijatuhkan sebelum sampai tahap akhir dari tahap-tahap pemeriksaan, tetapi telah mengakhiri pemeriksaan, yaitu: a. putusan gugur, b. putusan verstek yang tidak diajukan verzet, c. putusan tidak menerima, d. putusan yang menyatakan Pengadilan Agama tidak berwenang memeriksa. Semua itu belum menempuh tahap-tahap pemeriksaan secara keseluruhan melainkan baru pada tahap awal saja, Semua putusan akhir dapat dimintakan banding, kecuali undang-undang menentukan lain. 2. Putusan sela (pasal 185 HIR/196 RBg).

Putusan Sela ialah putusan yang dijatuhkan masih dalam proses pemeriksaan

vaitu putusan sela yang merup. Contoh: putusaii tentang gugat prodeo. b. tetapi tidak dibuat secara terpisah melainkan ditulis di dalat Berita Acara Persidangan saja. d. 20/1947). yakni peristiwa yang untuk sementara menghentikan pemeriksaan tetapi belum berhubungan dengan pokok perkara. Rv. kecuali tentang penetapan Sumpah seperti tersebut di alas. Hal ini menurut HIR/RBg tidak perlu dibuat putusan sela tetapi cukup dicatat saja dalam berita acara sidang. d. antara lain: a. Putusan gugur dijatuhkan pada sidang pertama atau sesudahnya sebelum tahap . Hakim tidak terikat pada putusan sela. pen( lakan pengunduran pemeriksaan saksi. c. g. yaitu putusan sela yang berhubungan dengan insident. Putusan sela selalu tunduk pada putusan akhir. bahkan Hakim dapat merobahnya sesuai dengan keyakinannya. voeging. Tentang pemeriksaan prodeo. Putusan sela tidak mengakhiri pemeriksaan. misalnya perintah untuk pemeriksaan saksi. Tentang Sumpah Supletoir. c. Putusan sela harus diucapkan di depan sidang terbuka un tuk umum serta ditanda tangam oleh Majelis Hakim da panitera yang turut bersidang. mengenal beberapa nama putusan sela. yaitu putusan sela yang menjawab gugat provisionil. Tentang Sumpah Penaksir (taxatoir) f. Putusan provisionil. yaitu: a. Putusan Insidentil. Hal-hal yang menurut hukum acara perdata memerlukan putusan sela. Contoh: Putusan tentang penggabungan perkara. Putusan Praeparatoir. supaya kepadanya diberi Salinan yang sah dari putusan itu dengan biaya sendiri. 3. atau pemeriksaan di tempat dan sebagainya. Tentang pemeriksaan eksepsi tidak berwenang. dan vrijwaring). Putusan Interlocutoir. eksepsi tidak berwenang clan gugat insidentil. kan persiapan putusan akhir. Para pihak dapat meminta. b. tetapi akan berpengaruh terhadap arah dan jalannya pemeriksaan. Tentang gugat provisionil. − − Putusan gugur ialah putusan yang menyatakan bahwa gugatan/permohonan gugur karena penggugat/pemohon tidak pernah hadir. Putusan Gugur (pasal 124 HIR/pasal 148 RBg). tanpa mempunyai pengi ruh terhadap pokok perkara atau putusan akhir. Hal ini menurut HIR cukup dicatat dalam BAP saja. Tentang Sumpah Decisoir. e. Putusan sela tidak dapat dimintakan banding kecuali bersama-sama dengan putusan akhir (pasal 201 RBg/ pasal ayat (1) UU No. karen tidak berdiri sendiri dan akhirnya akan dipertimbangka pula pada putusan akhir. yaitu putusan sela yang isinya) memerintahkan pembuktian.− − − − − − − − perkara dengan tujuan untuk memperlancar jalannya pemeriksaan. Putusan sela dibuat seperti putusan biasa (lihat pada pembahasan tentang susunan dan isi putusan di bawah ini). meskipun telah dipanggil (secara resmi sedang tergugat hadir dan mohon putusan). Tentang gugat insidentil (Intervensi = tussenkoms.

maka dapat diputus pula dengan verstek. Putusan verstek hanya menilai secara formil surat gugatan dan belum menilai secara materiil kebenaran dalil-dalil gugat. b. Penggugat/Pemohon ternyata tidak hadir dalam sidang tersebut. sedang penggugat hadir dan mohon putusan. Apabila gugatan itu tidak beralasan dan/atau melawan hak maka putusan verstek dapat berupa tidak menerima gugatan penggugat dengan verstek. Sedang mengenai dalil-dalil gugat. Tergugat telah dipanggil secara resmi dan patut. Terhadap putusan verstek ini maka tergugat dapat mengajukan perlawanan . − − − − − Dalam hal tergugat lebih dari seorang dan kesemuanya juga tidak hadir dalam sidang. serta ketidakhadirannya itu karena sesuatu halangan yang sah. Dalam putusan gugur. Tergugat/Termohon mohon keputusan.− pembacaan gugatan/permohonan. − Putusan verstek dapat dijatuhkan dalam sidang pertama atau sesudahnya. Dalam hal penggugat/pemohonnya lebih dari seorang dan tidak hadir semua. Tergugat tidak hadir dalam sidang dan tidak mewakilkan kepada orang lain serta tidak ternyata pula bahwa ketidakhadirannya itu karena sesuatu alasan yang sah. oleh karena tidak dibantah.197 HIR. − Verstek artinya tergugat tidak hadir. hadir. penggugat/pemobon dihukum membayar biaya perkara. maka dapat pula diputus gugur. UU No. yaitu: a. Putusan Verstek (pasal 125 HIR/149 RBg). Penggugat hadir di persidangan. Penggugat/Pemohon telah dipanggil dengan resmi dan patut untuk hadir dalam sidang hari itu. Apabila gugatan itu beralasan dan tidak melawan hak maka putusan verstek berupa mengabulkan gugatan penggugat. dan tidak pula mewakilkan orang lain untuk. − Putusan verstek dapat dijatuhan apabila telah dipenuhi syarat-syaratnya.129 HIR dan 196 .208 RBg. pasal 148 . d. − − − − 4. d. Putusan verstek ialah putusan yang dijatuhkan karena tergugat/termohon tidak pernah hadir meskipun telah dipanggil secara resmi. Penggugat mohon keputusan. Terhadap putusan ini dapat dimintakan banding atau diajukan lagi perkara baru.153 RBg dan 207 . c. − Putusan verstek diatur dalam pasal 125 . Putusan gugur dapat dijatuhkan apabila telah dipenuhi syarat-syaratnya. sepanjang tergugat/para tergugat semuanya belum hadir dalam sidang padahal telah dipanggil dengan resmi dan patut. yaitu: a. Putusan gugur belum menilai gugatan ataupun pokok perkara. e. maka harus dianggap benar dan tidak perlu dibuktikan kecuali dalam hal perkara perceraian. b. Tergugat/Termohon hadir dalam sidang. Tergugat tidak mengajukan tangkisan/eksepsi mengenai kewenangan. c. 20 tahun 1947 dan SEMA No. 9/1964. sesudah tahap pembacaan gugatan sebelum tahap jawaban tergugat.

sebelum menjatuhkan putusan verstek. Tetapi apabila perlawanan itu tidak diterima/tidak dibenarkan oleh Hakim. dengan sendirinya menjadi putusan akhir yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. penggugat tidak berhak. Hakim karena jabatannya dapat memutuskan "gugatan penggugat tidak diterima" jika ternyata tidak memenuhi syarat hukum tersebut. 9/1975 yang diajukan sebelum waktu 2 (dua) tahun sejak tergugat meninggalkan tempat kediaman bersama. − Meskipun tidak ada eksepsi. melainkan ia berhak pula mengajukan banding (pasal 8 UU No.  Contoh gugatan yang tidak memenuhi syarat hukum materiil: Misalnya: Gugatan cerai dengan alasan pasal 19. − Dalam pemeriksaan/putusan kontradiktoir disyaratkan bahwa baik penggugat maupun tergugat pernah hadir dalam sidang. Contoh gugatan yang tidak memenuhi syarat hukum formil misain.b PP No. Putusan Tidak Menerima − Yaitu putusan Hakim yang menyatakan bahwa Hakim "tidak menerima gugatan penggugat/permohonan pemohon " atau dengan kata lain "gugatan penggugat/ permohonan pemohon tidak diterima" karena gugatan/ permohonan tidak memenuhi syarat hukum. tidak boleh mengajukan verzet. maka Hakim wajib membuktikan dulu kebenaran dalil-dalil gugat (alasan-alasan perceraian) dengan alat-alat bukti yang cukup. Terhadap putusan verstek. 25' 5. baik secara formil maupun materiil. bukan wewenang Pengadilan Agama. Terhadap. dan sebagainya. 6. dan pemeriksaan dilanjutkan ke tahap berikutnya. . Apabila perlawanan ini diterima dan dibenarkan ole Hakim berdasarkan hasil pemeriksaan/pembuktian dalam sidang. Tergugat tidak boleh mengajukan banding sebelum ia menggunakan hak verzetnya lebih dahulu. maka Hakim dalam putusan akhir akan menguatkan putusan verstek. Apabila tergugat mengajukan verzet maka putusan verstek menjadi mentah. putusan akhir ini dapat dimintakan banding. maka penggugat dapat mengajukan banding.va: Gugatan yang kabur (tidak jelas). Apabila penggugat mengajukan banding maka tergugat. maka Hakim akan membatalkan putusan verstek dan menolak gugatan penggugat. Putusan Kontradiktoir − Putusan kontradiktoir ialah putusan akhir yang pada saat dijatuhkan/diucapkan dalam sidang tidak dihadiri salah satu pihak atau para pihak. 20/1947). − Terhadap putusan kontradiktoir dapat dimintakan banding.− − − − − − − − − − (verzet). perkara perceraian. kecuali jika penggugat yang banding. − Dalam hal terjadi eksepsi yang dibenarkan oleh Hakim maka Hakim selalu menjatuhkan putusan bahwa "gugatan penggugat tidak dapat diterima" atau "tidak menerima gugatan penggugat". atau terdapat hal-hal yang dijadikan alasan eksepsi. Perlawanan (verzet) ini berkedudukan sebagai jawaban tergugat. Khusus dalam. Putusan verstek yang tidak diajukan verzet dan tidak pula dimintakan banding.

− Putusan ini termasuk putusan negatif 1. Satu petitum mungkin didukung oleh beberapa dalil. (pasal 201 ayat (2) RBg/pasal 9 ayat (2) UU No 20/1947). 2. Dalam kasus ini. Hakim harus terlebih dahulu memeriksa apakah syarat syarat gugat telah terpenuhi. Namun apabila seluruh dalil gugat itu terbukti maka semakin kuat alasannya untuk mengabulkan petitum. − Putusan ini termasuk putusan negatif. Putusan tidak menerima belum menilai pokok perkara (dalil gugat) melainkan baru menilai syarat-syarat gugatan saja. Demikian puh pihak tergugat. Prinsipnya. meskipun mungkin dalil-dalil gugat yang lain tidak terbukti. gugat tidak terbukti. Putusan Diklaratoir − Yaitu putusan yang hanya menyatakan suatu keadaan tertentu sebagai suatu . Putusan Mengabulkan Gugatan Penggugat Untuk Sebagiar Dan Menolak/Tidak Menerima Selebihnya. merupakan suatu putusan akhir. − − − Putusan ini merupakan putusan akhir. − Dalam memeriksa pokok gugatan (dalil gugat) maka. − Putusan ini berlaku sebagai putusan akhir. setiap petitum harus didukung dengan dalil gugat. kecuali dalam hal verstek yang gugatannya ternyata tidak beralasan dan/atau melawan hak sehingga dapat dijatuhkan sebelum tahap jawaban. − Untuk mengabulkan suatu petitum harus didukung dalil gugat. Putusan ini merupakan putusan campuran positif dan negatif. agar pokok gugatan dapat diperiksa dan diadili. Putusan Mengabulkan Gugatan Penggugat Seluruhnya. − Putusan yang menyatakan Pengadilan Agama tidak berwenang mengadili suatu perkara. Apabila syarat gugat tidak terpenuhi maka gugatan pokok (dalil gugat) tidak dapat diperiksa. − 9. dalil gugat ada yang terbukti dan ada pula yang tidak terbukti atau tidak memenuhi syarat sehingga:  Dalil gugat yang terbukti maka tuntutannya dikabulkan. Apabila di antara dalil-dalil gugat itu sudah ada satu dalil gugat yang dapat dibuktikan maka telah cukup untuk mengabulkan.− Putusan tidak menerima dapat dijatuhkan sesudah tahap jawaban. Putusan ini dijatuhkan apabila syarat-syarat gugat telah terpenuhi dan seluruh dalil-dalil gugat yang mendukung petitum ternyata telah terbukti. gugat.  Dalil gugat yang tidak terbukti maka tuntutannya ditolak. − Putusan ini merupakan putusan positif.  Dalil gugat yang tidak memenuhi syarat maka diputus dengan tidak diterima. − Terhadap putusan ini pihak penggugat dapat mengajukan banding atau mengajukan perkara baru. Putusan Menolak Gugatan Penggugat Yaitu putusan akhir yang dijatuhkan setelah menempuh semua tahap pemeriksaan. 10. di mana ternyata dalil-dali.

Putusan Kondemnatoir Yaitu putusan yang bersifat menghukum kepada salah satu pihak untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. − Putusan diklaratoir tidak merubah atau menciptakan suatu hukum baru melainkan hanya memberikan kepastian hukum semata terhadap keadaan yang telah ada. − Putusan diklaratoir biasanya berbunyi "Menyatakan". melakukan suatu perbuatan tertentu. menyerahkan suatu barang.  Putusan kondemnatoir dapat berupa penghukuman untuk: 1. Misalnya:  putusan perceraian.Putusan konstitutif tidak memerlukan eksekusi. menyatakan boleh tidaknya untuk melakukan suatu perbuatan hukum. 2. Sebelum diputus cerai. yaitu putusan yang dapat dilaksanakan lebih dahulu meskipun ada upaya hukum (putusan serta merta). "Membatalkan perkawinan" dan sebagainya. mereka masih suami-isteri. untuk memenuhi prestasi. − Apabila pihak terhukum tidak mau melaksanakan is putusan dengan sukarela. Putusan Konstitutif − Yaitu suatu putusan yang menciptakan/menimbulkan keadaan hukum baru. dan sebagainya. dan sebagainya. − − − − 12. Misalnya: Putusan yang menyatakan sah tidaknya suatu perbuatan hukum atau keadaan/status hukum seseorang. putusan pembatalan perkawinan. . 11. membayar sejumlah uang. − Putusan inilah yang memerlukan eksekusi. Sebelum d1batalkan perkawinannya. misalnya "Memutuskan perkawinan". Putusan konstitutif selalu berkenaan dengan status hukum seseorang atau hubungan keperdataan sate sama lain . − Putusan diklaratoir tidak memerlukan eksekusi. − Putusan kondemnatoir terdapat pada perkara kontentius. 3. berbeda dengan keadaan hukum sebelumnya. − Semua perkara voluntair diselesaikan dengan putusan diklaratoir dalam bentuk " Penetapan " atau "Besciking". − Putusan kondemnatoir selalu berbunyi "Menghukum". perkawinan itu masih dianggap sah. Putusan konstitutif diterangkan dalam bentuk "Putusan". menghentikan suatu perbuatan/keadaan. − Putusan dapat dieksekusi setelah memperoleh kekuatan hukum tetap. Keadaan hukum baru tersebut dimulai sejak saat putusan memperoleh kekuatan hukum tetap. kecuali dalam hal Vitvoer baar bijvoorraad. Putusan konstitutif biasanya berbunyi "Menetapkan" atau memakai kalimat lain bersifat aktif dan bertalian langsung dengan pokok perkara.keadaan yang resmi menurut hukum. maka atas permohonan penggugat putusan dapat dilaksanakan dengan paksa (Execution Force oleh Pengadilan yang memutusnya. 4. atau menyerahkan sesuatu kepada pihak lawan.

demikian penjelasan pasal 60 UU No. Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta yang mengadil perkara perdata pada tingkat banding dalam persidangan Majelis telah menjatuhkan putusan dalam perkara antara − 5. mulai dari usaha perdamaian dalil-dalil gugat. . Susunan dan Isi Putusan Mengenai bentuk dan isi putusan Hakim diatur dalam pasal 183 dan 184 HIR/pasal 194 dan 195 R. terdiri dari 4 bagian yaitu: 1) Kepala Putusan. Tentang duduknya perkara. Suatu putusan hakim. Judul dan Nomor Putusan. buktibukti dan saksi-saksi. perdata pada tingkat pertama dalam persidangan Majelis. Surat Putusan Putusan Hakim harus dibuat secara tertulis dan ditanda tangani sebagai dokumen resmi. mengosongkan tanah/rumah.G/1994/PA/Btl. Secara rinci. maka Surat putusan harus dibuat menurut ketentuan serta memuat hal-hal sebagai berikut: 1. 4) Amar atau diktum putusan. Misalnya: Nomor 100/Pdt. Ada 2 (dua) macam keputusan hakim sebagai produk/hasil pemeriksaan perkara di persidangan. Nama dan tingkat peradilan yang memutus perkara. Kepala Putusan Kalimat "BISMILLAHIRRAHMAANIRROHIIM" − Diikuti dengan "DEMI KEADILAN BERDASARKAI KETUHANAN YANG MAHA ESA" (pasal 57 ayat (2 UU-PA). replik. Tanggal Putusan. Pengadilan Agama Jakarta Pusat yang mengadili perkar. − Menggambarkan dengan singkat tetapi jelas dan kronologi: tentang duduknya perkara. 7/1989. 2. serta kesimpulan para pihak. 4. 3.5. − Yaitu saat hari dan tanggal pengucapan putusan dalan sidang yang dinyatakan pada akhir putusan. C.Bg. − Misalnya: 1. jawaban tergugat.AB/III/UM/IX/93 tanggal 11 Septembe 1993). telah menjatuhkan putusan seperti tersebut di bawah ini dalam perkara antara: 2. Yang dimaksud dengan Penetapan ialah keputusan Pengadilan atas perkara permohonan (voluntair). 2) Identitas Para pihak. 3) Pertimbangan (konsideran) yang memuat tentang "Duduknya Perkara" dan "Pertimbangan Hukum".Judul:PUTUSAN Nomor Putusan sama dengan nomor perkara (SEMA Nc 32/TUADA . . sedangkan Putusan adalah keputusan Pengadilan atas perkara gugatan berdasarkan adanya sengketa (kontentius). yaitu Penetapan dan Putusan. duplik.

Amar deklaratoir berbunyi "Menyatakan …………. b) "Mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya". Penilaian Hakim tentang fakta-fakta yang diajukan. maka amar putusan akan berbunyi "Mengabulkan gugatan Penggugat". yaitu menciptakan suatu keadaan hukun baru yang berbeda dengan keadaan sebelum adany. Dalam perkara voluntair. dan dilanjutkan dengan "menolak/tidak menerima untuk selebihnya". amarnya selalu bersifa deklaratoir. − Sifat amar putusan dapat berupa: 1) Deklaratoir. c) "Mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian".Menggambarkan bagaimana Hakim dalam gugat/peristiwa yang diajukan para pihak. baik humuk tertulis maupun yang tidak tertulis (misalnya dalil syar'i dan sebagainya). Misalnya: "Menetapkan perkawinan penggugat (A) dengan tergugat (B) . 6. maka amar putusan akan berbunyi "Tidak menerima gugatan penggugat". kemudian dirinci satu persatu isi amar putusan. Amar yang bersifat konstitutif selalu berbunyi "Menetap kan ". Hakim mempertimbangkannya. maka pokok perkara tidak perlu diperiksa/belum diadili. Tetapi apabila dalil gugat tidak terbukti. − Amar putusan dapat berupa: a) "Tidak menerima gugatan penggugat". baik dari pihak penggugat maupun tergugat. − Apabila dalil gugat dibenarkan dan terbukti. − Amar merupakan kesimpulan akhir yang diperoleh oleh Hakim atas perkara yang diperiksanya. − Apabila persyaratan formal suatu gugatan tidak terpenuhi. 2) Konstitutif. putusan. "Menyatakan pengangkatan anak yang dilakukan oleh pemohon (………. 7. Tentang hukumnya/pertimbangan hukum. …………………. maka amar putusan akan berbunyi "Menolak gugatan Penggugat". − − − − mengkonstatir dalil-dalil Menggambarkan tentang bagaimana hakim dalam mengkwalifisir fakta/kejadian. jika hanya satu point yang ditolak. − Apabila gugatan dinyatakan tidak terima. yaitu menyatakan suatu keadaan/peristiwa sebagai suatu keadaan/peristiwa yang sah menurut hukum. secara kronologis dan rinci setiap item.” Misalnya. atau "Menyatakan gugatan penggugat tidak diterima". kemudian dirinci satu persatu yang dikabulkan. biasanya disebutkan dengan tegas. Memuat dasar-dasar hukum yang dipergunakan oleh hakim dalam menilai fakta dan memutus perkara. unruk mengakhiri sengketa.) terhadap anak B yang bemama A adalah sah berdasarkan Hukum Islam". d) "Menolak gugatan penggugat seluruhnya". Amar putusan − Menggambarkan tentang konstituiring hakim terhadap perkara itu.

Bg. yaitu menghukum kepada salah satt pihak untuk melakukan/tidak melakukan atau menyerahkan sesuatu atau membayar sejumlah uang. biaya pemeriksaan setempat dan tindakan-tindakan lain yang bersangkutan dengan perkara itu. 8. 7. dengan pengertian. Sedang perkara tentang harta bersama. u. Sesuai pasal 181 HIR/pasal 706 R.) Hukuman membayar biaya perkara tidak boleh melebihi: 1. 9. "Menghukum". 7/1989). gaji pegawai yang disuruh melakukan panggilan. 7/1989 (1) Biaya perkara sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 89. c. Misalnya: "Menghukum tergugat untul membayar nafkah terhutang kepada penggugat selama. 6. 11. menurut taksiran ketua. 4. 3) Kondemnatoir. − Amar tidak boleh melebihi petitum. d. 338. pasal 41 (c) UU No.(s.(tiga juta rupiah) tunai. penerjemah. 60. Pembebanan biaya perkara.000. biaya kepaniteraan dan biaya meterai yang diperlukan untuk perkara itu. b. 50. biaya yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan setempat dan tindakan-tindakan lain yang diperlukan oleh Pengadilan dalam perkara itu. yailu dibebankan pada pihak yang kalah. 7/1989. bahwa pihak yang minta supaya diperiksa lebih dari lima orang saksi tentang satu kejadian tidak boleh menuntut pembayaran biaya kesaksian yang lebih itu kepada lawannya. terhitung juga biaya sumpah mereka itu. dan biaya pengambilan sumpah yang diperlukan dalam perkara itu. kecuali yang dibolehkan Undang-undang pasal 178 HIR. biaya saksi. Dalam perkara perkawinan. Putusan yang memerlukan eksekusi adalah putusan yank bersifat kondemnatoir. 8. 30. Pengadilan yang berkenaan dengan perkara itu. − Besamya biaya perkara sesuai pasal 182 HIR/sedang dalam perkara perkawinan sesuai pasal 90 ayat (1) UU No. setelah putusan ini mempunya kekuatan hukum tetap". putusan karena perceraian dengan talak sartu ba’in". 40. dibebankan kepada pemohon/penggugat karena dalam perkara perkawinan tidak ada pihak yang menang atau yang kalah. biaya tersebut pada pasal 138 ayat (6). dan lair sebagainya. sesuai pasal 89 ayat (1) UU No. (2) Besarnya biaya perkara diatur oleh Menteri Agama dengan persetujuan Mahkamah Agung. 12. pasal 149 KHI). maka hakim dapat membebankan biaya perkara secara adil. saksi ahli. ahli dan juru bahasa.yang dilangsungkan pada tanggal 1 Desember 1990 di Kantor Urusan Agama Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Akta Nikah Nomor 007/XII/1990 tanggal 1 Desembe 1990. 3 (tiga) tahun yang semuanya sejumlah Rp. sehingga amarnya hares berbunyi. S . 1/ 1974. gaji yang harus dibayar kepada panitera pengadilan atau pegawai lain karena menjalankan keputusan hakim. . − − Besamya biaya perkara harus dimuat dalam amar putusan (pasal 182 HIR. biaya pemanggilan. pasal 91 UU No.000. 1927-248jo. semuanya itu menurut peraturan dan tarif yang telah atau akan ditetapkan oleh pemerintah (Gubernur Jenderal). 5. pemberitahuan. pemberitahuan dan segala surat juru sita yang lain. biaya untuk para saksi. meliputi: a. dan lain-lain atas perintah e. 10. 9.d. 3. 7/1989. dg. 20. Biaya perkara terdiri dari biaya kepaniteraan dan biaya proses. (Pasal 182. Hubungan amar dan petitum − Setiap petitum harus ada amarnya. yang perlu dipakai dalam perkara itu. biaya kantor panitera pengadilan dan biaya meterai. 13. 3. atau apabila sama-sama menang dan sama-sama kalah maka biaya perkara dibebankan kepada kedua pihak dengan masing-masing membayar separoh biaya perkara. atau jika itu tidak ada. Pasal 90 ayat UU No.

maka hal itu oleh panitera diterangkan dalam putusan tersebut. Amar putusan harus didukung dengan konsideran (duduknya perkara dan pertimbangan hukum).000. maka hal itu dilakukan oleh anggota yang turut dalam pemeriksaan perkara itu. 13.− − Amar merupakan jawaban dari petitum. − Petugas Meja III mencatat perintah tersebut dalam bagian bawah surat putusan. Hadir/tidaknya para pihak dalam sidang pengucapan putusan harus diterangkan pula dalam putusan tersebut. pengucapan putusan merupakan pemberitahuan langsung kepada yang bersangkutan. dan bisa jugs tidak sama. Penandatanganan putusan."Penetapan" yang isinya merintahkan kepada Jurusita/Jurusita Pengganti supaya isi putusan tersebut diberitahukan kepada pihak yang tidak hadir pada sidang pembacaan putusan. dengan dibubuhi materai Rp.(dua ribu rupiah) pada tanda tangan Ketua. Pembendelan. 11. − Tanggal diputus bisa bersama-sama dengan tanggal pengucapan putusan. Jika anggota atau panitera berhalangan menandatangani surat putusan. Hakim-hakim Anggota dan Panitera yang turut bersidang. Tiap-tiap halaman putusan harus dibubuhi cap Pengadik 12. − Bagi pihak yang tidak hadir dalam sidang maka pemberitahuan dilakukan dengan cara: a. − Dijahit dengan benang dan disegel. c. Jurusita melaksanakan tugas menurut pasal 390 HIR. − Bagi pihak yang hadir dalam sidang. Pengucapan putusan harus dalam sidang terbuka untuk umum oleh Ketua Sidang dengan dihadiri oleh hakim-hakim anggota dan panitera yang turut bersidang. Tanggal putusan dan pengucapan putusan.. Jika Ketua berhalangan untuk menandatangani surat putusan. Petugas Meja III melanjutkan perintah kepada Jurusita/Jurusita pengganti untuk melaksanakan tugas tersebut dan memerintahkan kepada Kasir agar dikeluarkan biaya pemberitahuan. yang tingkat jabatann langsung di bawah Ketua. 2. − Setelah pemberitahuan tersebut dilakukan. Amar yang tanpa didukung konsideran dapat dibatalkan demi hukum. b. 10. maka Jurusita melaporkan . Pemberitahuan isi putusan. Putusan ditandatangani oleh Ketua Sidang. Ketua Majelis membuat. − Tanggal diputus yaitu tanggal musyawarah hakim yang menghasilkan putusan itu. − Dilakukan oleh Petugas Meja III. − Dilakukan setelah minutasi. dan hal itu oleh panitera diterangkan dalam putusan itu. − Tanggal putusan yaitu tanggal hari pengucapan putusan dalam sidang.

. Dalam perkara lainnya merupakan dasar eksekusi. Diberi catatan pada bagian bawah salinan tersebut apakah telah/belum mempunyai kekuatan hukum tetap. BA. Diberi pula catatan.− dengan Relaas tentang hal itu kepada Meja III. sebagai berikut: Dicatat di sini Putusan ini diberitahukan oleh Suma-Vono. Di cap dan diitandatngani ________________ 14. Dalam perkara. − − − − Dibuat dan ditandatangani oleh Panitera (pasal 100 UU No. langsung pribadinya. Panitera. Catatan Kekuatan Hukum Tetap. 7/1989). Dibuat sesuai dengan keadaan putusan pada saat dikeluarkannya salinan tersebut. dengan memanggil suami dan istri atau wakilnya untuk menghadiri sidang tersebut. Pengadilan menentukan hari sidang penyaksian ikrar talak. − − − 15. kepada pihak Terguga*. “Pasal 70 (3) Setelah penetapan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap. Dalam putusan ijin ikrar talak. Pasal 100 “Panitera membuat salinan atau turunan penetapan atau putusan Pengadilanmenurut ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”). gugatan cerai. Meja III mencatat lagi pemberitahuan itu pada surat putusan tersebut.” . dicatat pada bagian bawah putusan dan ditandatangani oleh Panitera bahwa putusan telah mempunyai kekuatan hukum tetap terhitung mulai tanggal ……….. − Tanggal kekuatan hukum tetap dicatat pula pada Register Induk Perkara yang bersangkutan. − Jika putusan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 7/1989.Jurusita Pengganti Pengadilan Agama Jayapura. Salinan putusan.. tanggal kekuatan hukum tetap merupakan dasar bahwa hari sidang penyelesaian ikrar talak telah dapat ditetapkan (pasal 70 ayat (3) UU No. pada tanggal 12 September 1995. 7/1989). tanggal kekuatan hukum tetap merupakan tanggal terjadinya perceraian (pasal 81 ayat (2) UU No. dan pada tiap halaman dibubuhi Cap Pengadilan. kepada siapa salinan tersebut dibcrikan misalnya: "Dicatat di sini: Salinan ini untuk pertama kali diberikan untuk pertama kali kepada dan atas permintaan Penggugat pada tanggal ….

Demikian pula untuk membuat salinannya. − Penetapan ini sebagai dasar dikeluarkannya Akta Cerai. Surat Penetapan/Putusan dan salinannya harus diketik secara rapi dan bersih dengan bentuk yang lazim berlaku di lingkungan Peradilan. (2) Bila dapat dicapai perdamaian. Format Surat Putusan.15. tanggal sidang yang ditetapkan dalam PHSPIT. − Putusan asli ditandatangani oleh majelis hakim dan panitera yang turut bersidang. − Tanggal penetapan Hari Sidang Penyaksian Ikrar talak (PHSPIT). − (1) Bila pada hari yang telah ditentukan para pihak datang menghadap.8 cm. − Nomor penetapan sama dengan nomor perkara. dan disimpan sebagai arsip. − Pengetikan dimulai dari tepi kiri 7 . − Putusan asli harus diminutasi. − Tanggal penetapan sama dengan tanggal ikrar talak dan BAP ikrar talak. sama dengan salinan putusan. Panitera Cap Pengadilan Agama 26'j' SURAT PENETAPAN Untuk membuat penetapan. bukan diparaf. − Semua perubahan/pembetulan diberi renvoi yang harus ditandatangani lengkap oleh majelis hakim dan panitcra yang turut bersidang. dalam halaman maksimum 30 baris dan dalam satu baris maksimum 15 kata. dan tanggal ikrar talak dicatat dalam Register Induk Perkara yang bersangkutan (kolom 22. 7/1989 dibuat sebagai berikut: − Dibuat seperti penetapan biasa sebagai produk sidang (ada kalimat Basmalah dan Demi Keadilan. dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum). untuk keperluan renvoi. − Dibuat sebagaimana akta notaris (SEMA No. dan disegel dengan cap pengadilan.Bg/130 HIR. AKTA PERDAMAIAN − Dibuat berdasarkan pasal 154 R. 02 th tanggal 19 Mel 1972). maka pengadilan negeri − − dengan perantaraan ketua berusaha mendamaikannya. dijahit. Pasal 154. 23 dan 24). Tentang penetapan terjadinya ikrar talak ex pasal 71 ayat (2) UU No. maka di dalam sidang itu juga dibuatkan suatu akta dan para pihak . yakni PTN Stbl 1860 No. − Putusan ash diketik di atas kertas HVS 80 gr. 3. Dalam pengetikan Putusan/Penetapan dan salinannya tidak boleh ada penghapusan dengan Tipp Ex misalnya. − Untuk salinan putusan diketik dengan kertas dorslag dan ditandatangani oleh Panitera. sama dengan membuat Putusan han-va saja tidak perlu dengan judul duduknya perkara dan tentang pertimbangan hukum. Segala kesalahan pengetikan harus dibatalkan dengan cara renvoi. − Dibuat berdasarkan BAP penyaksian ikrar talak.

Ditulis hari dan tanggal sidang perdamaian. pada waktu sidang. Ditulis identitas dan kedudukan para pihak. 31. maka dalam hal itu hendaklah dituruti peraturan pasal − − − − Dengan judul AKTA PERDAMAIAN dan dengan nomor yang sama dengan nomor perkara. dengan mana kedua belah pihak diwajibkan untuk memenuhi perjanjian yahg dibuat itu. 239. maka surat-surat yang dikemukakan oleh para pihak dibacakan. tanggal dijatuhkannya putusan. (RV. D. − (1) Jika pada hari yang ditentukan itu kedua belah pihak menghadap. yang demikian tidak diizinkan orang minta naik banding. Ditulis bahwa mereka bersepakat mengakhiri sengketa secara damai. Kekuatan Putusan Hakim Putusan hakim mempunvai 3 (tiga) macaw kektiatan: . akan mencoba memperdamaikan mereka itu. (3) Kecuali jika juru bahasa itu sudah merupakan juru bahasa pengadilan yang resmi. serta Majelis yang memutuskan. 130. dan bila salah satu pihak tidak dapat mengerti bahasa yang digunakan dalam surat itu. (IR.Kekuatan hukum Akta Perdamaian sama dengan putusan. Ditulis lengkap dan rinci isi perdamaian. dengan bantuan juru bahasa tersebut dilanjutkan dengan mendengar keterangan-keterangan penggugat dan tergugat.000. sejauh yang diperlukan. dan akta itu mempunyai kekuatan serta dilaksanakan seperti suatu surat keputusan biasa. Ditulis hari. 2.) (2) Jika perdamaian terjadi. Isi perdamaian dinyatakan sebagai putusan Hakim. (Rv. IR. disalin oleh seorang juru bahasa yang telah ditunjuk oleh ketua sidang. di mana para pihak menghadap. (2) Kemudian.Ditulis amar putusan " MENGADILI" " Menyatakan bahwa telah tercapai perdamaian antara kedua pihak " Menghukum kedua pihak untuk mentaati persetujuan yang telah dimufakati tersebut di atas". − (1) Bila para pihak datang menghadap. (IR. 13 1.) (3) Terhadap keputusan. 195 dst. Diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh Majelis tersebut dan para pihak. maka digunakan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam pasal berikut. 31. (4) Jika pada waktu mencoba memperdamaikan kedua belah pihak itu perlu dipakai seorang juru bahasa. maka surat (akta) itu berkekuatan dan akan dilakukan sebagai keputusan hakim yang biasa.− − − − − − − − − − − − − − dihukum untuk menaati perjanjian yang telah dibuat. − − − − − − − − − − − − − − dengan perantaraan ketuanya. maka ia disumpah oleh ketua bahwa ia akan secara cermat menyalin bahasa yang satu ke bahasa yang lain.) Pasal 155. IR.) Pasal 130. Akta perdamaian ditandatangani oleh majelis yang bersidang dengan bermaterai Rp. (3) Terhadap suatu keputusan tetap semacam itu tidak dapat diajukan banding. " Menghukum kedua boleh pihak untuk membayar ongkos perkara". maka pengadilan negeri. harus dibuat sebuah akta. dengan judul PUTUSAN dan kalimat Basmalah serta titel Demi Keadilan . maka tentang hal itu. (4) Bila dalam usaha untuk mendamaikan para pihak diperlukan campur tangan seorang juru bahasa. tetapi tidak dapat dicapai penyelesaian damai (hal itu dicatat dalam benta acara persidangan). (4) Ayat 4 pasal 191 (baca: 18 1) berlaku pula bagi para juru bahasa.

." c'M" hakini hari2 liariggir. 'ie v a i l i DOS~tl pasal BXV. sekalipun oleh Pengadilan yang lebih tinggi. Kekuatan Pembuktian. Artinva putusan hakim itu mengikat parspihak yang berperkara I I c~alarn perkara terliba ara itu Para pihak hams . Tidak diperlukan lagi lembaga pengukuhan dan fiat eksekusi oleh Pengadilan Negeri. Demikian pula putusan perdata menjadi bukti dalam sengketa perkara perdata mengenai hal itu. memutus la. − Putusan hakim menjadi bukti bagi kebenaran sesuatu yang termuat di dalamnya. Kekuatan pembuktian. ne~. − Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 7/1989 maka Pengadilan Agama telah dapat melaksanakan sendiri tindakan eksekusi etas putusan yang dijatuhkannya itu. artinya bahwa hakim tidak bole. 4r k:atny a par nilla-k. − Sedang mengenai hasil konstatiring hakim (penetapan) mengenai kebenaran peristiwa tertentu dengan alai bukti tertentu. Kekuatan mengikat.induk dan menghormati putusan lt-. Pasal 1918 dan 1919 Bw. . 3. 270 271 Putusan hakim yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap tidak dapat dirubah. Kekuatan eksekutorial. Kekuatan hukum tetap . − Artinya dengan putusan hakim itu telah diperoleh kepastian tentang sesuatu yang terkandung dalam putusan itu. Mengikat dalam art. (pasal 134 Rv). maka dalam sengketa lain peristiwa tersebut masih dapat disengketakan. 134 Rv llmengikat dalam arl posit 1` vak.cpada putusan hakim ini. 2.Kekuatan mengikat. dan 4i yak J I mungk I nkan pembuktian lawan. 'f'.` gati.perkara yang pernah diputus sebelumnya antara* pihak yang sama serta mengenai pokok perkara yang sama nebis in idem. Kekuatan eksekutorial − Yakni kekuatan untuk dilaksanakannya ape yang ditetapkan dalam putusan itu secara paksa oleh alai-alai negara. yaitu kalimat "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa". − Apa yang telah diputuskan oleh hakim harus dianggap benar dan tidak boleh diajukan lagi perkara bare mengenai hal yang sama dan antara pihak-pihak yang sama pula (nebis in idem). kecuali dengan upaya hukum yang luar biasa (yaitu Reguest civil dan derdent verzet).Putusan pidana yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dapat menjadi bukti dalam sengketa perkara perdata mengenai hal itu (tindak pidana). balk: dlala— matimi... Setiap putusan harus memuat titel eksekutorial.j.. bahwa spa yang telah dirrut!. Segala pertimbangan hakim yang dijadikan dasar putusan Berta amar putusan (dictum) merupakan satu kesatuan dan mempunyai kekuatan mengikat. benar (Res judicata pro %erilal.

Relaas-relaas Panggilan. Penetapan Hari Sidang (PHS). atau kasasi. − 272 27. 4. Minutasi dilakukan secara dini sesuai kronologi jalannya perkara secara urut. banding. Relaas ditandatangani pads saat usai menjalankan tugas. − 2. Penunjukkan Panitera Sidang (PPS). Minutasi dilakukan dengan telah ditandatanganinya Surat surat dalam perkara. . Yang dimaksud upaya hukum di sini ialah upaya hukum bia! yaitu verzet. Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM). Berita Acara Persidangan ditandatangani oleh Hakirr Ketua Majelis dan Panitera yang turut bersidang. 2. 5. dan telah di periksa oleh Hakim di persidangan dan membubulf ken paraf dan tanggal pads materai. yakni: — Berita acara persidangan harus sudah ditandatanitaii sebelum sidang berikutnya dibuka. mass upaya hukum yang ditetapkan menur undang-undang telah habis dan tidak dimintakan upaya hukum data mesa tersebut. E. Surat-surat bukti telah dinazzegel dan dilegalisir olel Panitera.Berkas perkara disusun sebagai Bendel A yang merupakan Arsip Pengadilan Agama. Minutasi dilakukan tepat waktu. Putusan atau penetapan telah dapat ditandatangani. Minutasi berkas perkara artinya membuat semua sure surat dalam berkas perkara sebagai dokumen resmi da asli. Berita Acara Persidangan.Berkas Bendel A terdiri dari: 1. 7. Penetapan Majelis Hakim (PMH). Berita Acara Persidangan sidang terakhir telah ditandatangani sate minggu setelah usai sidang. menurut ketentuan peraturan perundang-undanga yang berlaku. sesuai ketentuan yang berlaku. 6. Surat-surat relaas ditandatangani oleh Jurusita/ Jurtmi Pengganti yang bersangkutan. Minutasi berkas perkara menjadi tanggung jawab Hakir yang bersangkutan dibantu oleh Panitera Pengganti. selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah diucapkan. 3. Putusan atau penetapan ditandatangani oleh semu Hakim dan Panitera yang turut bersidang. Tatacara minutasi. Surat Gugatan/Permohonan. Minutasi Berkas Perkara Pengertian minutasi Minutasi menurut bahasa adalah surat asli. − . .Suatu putusan akan mempunyai kekuatan hukum tetap apah I terhadap putusan tersebut.

berita acara serta berl perkara tidak boleh dibawa dari ruangan kepanitera kecuali atas ijin Ketua Pengadilan Agama berdasark ketentuan Undang-undang (Ps. 7/1989).Surat Kuasa Khusus (bila ada). sebagai tersebut di bawah in]: Pasal 1 ayat (1). sedang keputus itu masih harus dijalankan atau masih perlu untuk pemeriksa banding. 3.:ii Semua surat-surat tersebut harus tetap tersimpan & AT Pengadilan Agama yang memeriksa dan memutus perk sebagai dokumen. Surat-surat bukti penggugat (diperinci). 10. Surat-surat lainnya (bila ada). 1. Putusan atau penetapan asli Pengadilan Agama hares 1) dijahit ters 'endir. Gambar situasi (bila ada). 101 ayat (2) UU No. Pengadilan dari sebab apapun jugs hilang. kemudian dijahit dengan benang dan disegel dengan cap Peiigaidi Agama. kasasi atau grasi. 4. 9. maka turunan sah (otentik) surat keputusan a itu dianggap dan disimpan sebagai surat keputusan ash. 12. 13. 8. Berita. 2. Tanggapan penggugat terhadap bukti-bukti tergugat (bila ada). Jika surat keputusan asli dari sesu-. Berita Acara pemeriksaan setempat (bila ada). yang diundangkan pa tanggal 24 Desember 1952. − Tatacara r)emindahan dan lain sebagainya hanya da dilakukan menurut ketentuan yang berlaku. atau perlu untuk disimpan dal. 7/198 − Berkas perkara harus tersimpan sebagai arsip neg. serta dokumen atau surat-Su yang tersimpan di Kepaniteraan (pasal 101 ayat (1) t No. F.. diwajibkan n 274 2 Pasal 5 (1). Panitera bertanggung jawab atas pengurusan berkas perk putusan atau penetapan. arsip selama 30 tahun sesuai dengan Undang-undang ya bersangkutan. Jika dari suatu perkara dimintakan penicrlksaa banding dan suratsurat pemeriksaan perkaranya yang I)ci sangkutan telah dikirimkan kepada . Surat-surat bukti tergugat (diperinci). 14. Penetapan Sita (bila ada). Tahun 1952). Tanggapan tergugat terhadap bukti-bukti penggugat (bila ada). 11. Barang siapa mempunyai. menyimpan atau memega suatu turunan sah surat keputusan ash itu. Lampiran surat-surat yang diajukan oleh pars pihak (bila ada). catatan. − Semua daftar. Surat-surat tersebut setelah disusun sesuai dengan kronologi pemeriksaan dan dibuatkan daftar isi. dan disegel dengan cap Pengadilan A. risalah. selama 30 (tiga puluh) tahun (pasal I ayat (1) UU No. Acara Sita (bila ada). Kemungkinan Hilangnya Putusan Asli − Tentang kemungkinan hilangnya putusan asli dan surat-su pemeriksaan perkara diatur dalam undang-undang Nomor tahun 1952 tanggal 23 Desember 1952. (2).

jinvatakan dengan surat keterangan yang dibuat dan ditandatan. kasnya menetapkan. jumlah dan waktu berakhimya hukuman itu.gani oieh seorang Hakim dan seorang Panitera Pengadilan rAn. atas sumpah Jabatannva. (4). (3). enam us rup ah. Kepada orang yang menyerahkan turunan sah suatu surat keputusan Pengadilan dapat diberikan atas permintaan surat turunan sah daripada surat turunan termaksud. Jika tidak terdapat turunan sah keputusan asli wto masih ada surat catatan pemeriksaan perkara dalam sidang yang lengkap (proces-ferbal sidang). dapat mengadakan penetapan resmi (declaratoir beschikking) tentang macam.g. hares. Di dalam perkara perdata apabila keputusan banding tidak diambil. Jika dalam perkara pidana surat catatan pemeriksaan perkara dalam sidang yang lengkap pun tidak ada sedang keputusan Pengadilan itu masih harus dijaiankan maka perkaranya harus diperiksa kembali atas permintaan Jaksa dari Keiaksaan yang bersangkutan kecuali apabila terdakwa dapat mengajukan jukan alasan-aiasannya dapat menimbulkan persangkaan bahwa dengan hilangnya alai pembuktian. maka keputusan Jilan dapat dijalankan bersandar atas catatan keputusan: i dictum) yang termuat dalam surat catatan pemeriksaan itu. karena jabatannya atau atas permintaan Jaksa ataupun atas permintaan terhukum. Pasal 4. akan tetapi karena terdapat lagi surat keputusan atau turunan sa} surat' keputusan ash itu atau petikan dari keputusan ash (uittrekselvonnis) sehingga menimbulkan keragu-raguan perihal macam.Pengadilan yang _ harij melakukan pemeriksaan banding ini dari sebab apapun ILI&' tidak terdapat surat-surat itu. menjatuhkan keputusan itu. setelah mengadakan pemeriksaan. semuanya dengan pCtLIII i . Bahwa surat keputusan asli itu betel hilang. Barangsiapa dengan sengaja tidak memenuhi perintah Pengadilan termaktub dalam avat 1121. is akan sangat dirugikan. suatu turunan keputusan ash atau turunan dari yani menurut pasal 1 ayat (1) dianggap sebagai keputusan asli itu (3). jumlah dan waktu berakhimya hukuman yang telah dijalankan itu. maka Pengadilan yang bersangkutan. Pasal 2. (4). yang mulai dijalankan. Perbuatan yang dimaksud dalam ayat (4) adalah kejahatan. maka Pengadilan ini harus sclL. Jika penetapan Pengadilan sebagaimana yang dimaksudkw dalam ayat (1) telah ada. 276 . Sesudah menerima surat-surat pemeriksaan perlengkapan (aanvullend onderzoek) Pengadilan banding mengambil keputusan banding. Pasal 3. maka keputusan Pengadilan dalam tingkat pertama itu harus dimintakan keputusan Mahkamah Agung oleh Pengadilan banding di dalam suatu "flenctapan". maka Pengadilan ini meminta dan Pengadilan yang memutuskan perkaranya dalam tingkatai pertama. bahwa surat-surat pemeriksaan itu tcla hilang atau sedikit kemungkinannya masih akan diterimany oleh Pengadilan itu. (2). uk-petunjuk Pengadilan banding itu. Pengadilan yang melakukan pemeriksaan banding dapa memerintahkan kepada Pengadilan tingkat pertama untuk me ngadakan pemeriksaan perlengkapan (aanvullend onderzoek terhadap terdakwa serta saksi-saksi. Jika dalam menjalankan keputusan Pengadilan daiam perkara pidana. dihukum dengan nuk-uman penjara setinggi-tingginya empat bulan dan dua minggu atau denda palinprat rupiah. (4). • nyerahkan surat turunan itu atas perintah Pengadilan yang menjatuhkan keputusan itu. (3).

belurn menempuh tahap-tahap pemeriksaan secara keseluruhan melainkan bare pada tahap awal saja.t-w as (tri'sainya: -001-dalil syar'i dan sebagainya). putusan gugur. 4. ".k mengenal iebih jelas macam-macam putusan im dapat diuralkan sebagai berik-ill. Putusan sela (pasal 185 HIR/196 RBg). dan Kondemnatoir Unn. 2.%cliperolch oleh hakim atas perkara yang &T---. .-. d. kecuali uncang-undang menentukan fain. 253 Memuat dasar-dasar hukum yang dipergunakan oleh hakim dalam menilai fakia dan menlUtU' bail. . 7.Putusan sela tidak mengakhiri pemeriksaan.. idak t~. tertulis maupun yan( tidak 1 -001-dalil . Amar putusan Meiiggamba. tetapi akan berpengaruh terhadap arch dan jalannya pemeriksaan. Konstitutif. tetapi telah mengakhiri pemeriksaan. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian dan menolak/ tidak menerima selebihnya positif dan negatif) Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya ( = positif) Dan jika dilihat dari segi sifatnya terhadap akibat hukum yang ditimbulk-ap maka ada 3 (tiga) macam. c. untuk 7-1jengakfilri sengketa. i. yaitu: a.277 252 253 3.Putusan akhir Putusan akhir ialah putusan yang mengakhiri pemeriksaan di persidangan. 2. Semua itu. yaitu: 1. Diklaratoir. putusan yang menyatakan Pengadilan Agama tidak berwenang memeriksa. 'llikurn . putusan verstek yang tidak diajukan verzet. Semua putusan akhir dapat dimintakan banding. tentang konstituiring hakim terhadap perkara itu Amar merupakan kesimpulan q1. b. . putusan tidak menerima.. Putusan yang dijatuhkan sebelum sampai tahap akhir dari tahap-tahap pemeriksaan.Putusan sela ialah putusan yang dijatuhkan masih dalam proses pemeriksaan perkara dengan tujuan untuk memperlancar jalannya pemeriksaan. baik yang telah melalui semua tahap pemeriksaan maupun yang t1dak/belum menempuh semua tahap pemeriksaan.

maka amar putusan akan berbunyi "Tidak menerima gugatan penggugat". kemudian dirinci satu persatu yang dikabulkan. "Menolak gugatan penggugat seluruhnya". Amar deklaratoir berbunyi "Menyatakan 51 . "Tidak menerima gugatan penggugat". Apabila gugatan dinyatakan tidak terima.. c. Apabila dalil gugat dibenarkan dan terbukti. biasanya disebutkan dengan tegas.Amar putusan dapat berupa: a. d. "Mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian". b. yaitu menyatakan suatu keadaan/peristiwa sebagai suatu keadaan/peristiwa yang sah menurut hukum. jika hanya satu point yang ditolak. maka pokok perkara tidak perlu diperiksa/belum diadili. Apabila persyaratan formal suatu gugatan tidak terpenuhi. Tetapi apabila dalil gugat tidak terbukti. maka amar putusan akan berbunyi "Mengabulkan gugatan Penggugat". Deklaratoir. kemudian dirinci satu persatu isi amar putusan. Sifat amar putusan dapat berupa: a. "Mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya". atau "Menyatakan gugatan penggugat tidak diterima". dan dilanjutkan dengan "menolak/tidak menerima untuk selebihnya". maka amar putusan akan berbunyi "Menolak gugatan Penggugat".

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->