TEORI PRODUKSI DAN KEGIATAN PERUSAHAAN

Untuk melihat seluk-beluk kegiatan perusahaan dalam memproduksi dan menawarkan barangnya diperlukan analisis ke atas berbagai aspek kegiatan memproduksinya. Pertama-tama harus dianalisis sampai dimana faktor-faktor produksi akan digunakan untuk menghasilkan barang yang akan diproduksikan. Sesudah itu perlu pula dilihat biaya produksi untuk menghasilkan barang-barang tersebut. Dan pada akhirnya perlu dianalisis bagaimana seorang pengusaha akan membandingkan hasil penjualan produksinya dengan biaya produksi yang dikeluarkannya,untuk menentukan tingkat produksi yang akan memberikan keuntungan yang maksimum kepadanya. BENTUK-BENTUK ORGANISASI PERUSAHAANOrganisasi perusahaan dapat dibedakan kepada tiga bentuk organisasi yang pokok, yaitu: Perusahaan perorangan, firma dan perseroan terbatas. Disamping itu ada pula perusahaan negara dan perusahaan yang dikendalikan secara koperasi.Uraian dalam bagian ini secara ringkas menerangkan ciri-ciri dari berbagai bentuk perusahaan tersebut. PERUSAHAANPERORANGAN Perusahaan perseorangan adalah organisasi perusahaan yang paling banyak jumlahnya dalam setiap perekonomian.Tetapi sumbangannya dalam keseluruhan produksi nasional tidaklah terlalu besar (jauh lebih kecil dari perusahaan perseroan terbatas) karena kebanyakan dari usaha tersebut dilakukan secara kecil-kecilan, yaitu modalnya tidak terlalu besar dan begitu pula halnya dengan hasil produksi dan penjualannya. Contoh-contoh dari perusahaan yang seperti itu adalah penjual sate, restoran,toko kelontong dan toko makanan dan minuman. Keuntungan terpenting dari perusahaan perseorangan adalah kebebasan yang tidak terbatas yang dimiliki pemiliknya. Ia sepenuhnya menguasai perusahaan tersebut dan dapat melakukan apapun tindakan yang dianggapnya akan menguntungkan usahanya. Kelemahan utama dari perusahaan perseorangan adalah modalnya kecil dan sukar untuk memperoleh pinjaman. PERUSAHAAN PERKONGSIAN ATAU FIRMA Organisasi perusahaan seperti ini adalah organisasi perusahaan yang dimiliki oleh beberapa orang. Mereka bersepakat untuk secara bersama menjalankan suatu usaha dan membagi keuntungan yang diperoleh berdasarkan perjanjian yang telah disepakati bersama.Modal perusahaan dikumpulkan dari anggota-anggota perkongsian itu. Adakalanya mereka juga meminjam modal dari lembaga-lembaga keuangan. Disamping kemungkinan memperoleh modal yang lebih banyak, kebaikan lain dari perusahaan perkongsian adalah tanggung jawab bersama didalam menjalankan perusahaan. Setiap anggota perkongsian mempunyai tugas untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan yang mereka dirikan. PERSEROANTERBATAS Dari segi jumlah produksi dan hasil yang dilakukannya,organisasi perusahaan yang berbentukl perseroan terbatas adalah bentuk perusahaan yang paling penting. Di negara-negara maju sebagian besar hasil produksi nasional diciptakan oleh perusahaan seperti ini. Perusahaan-perusahaan besar kebanyakan berbentuk perseroan terbatas. Kebaikan yang terpenting dari perseroan terbatas adalah di dalam kemampuannya memperoleh modal. Perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas dapat mengumpulkan modal secara mengeluarkan saham. Suatu bentuk surat berharga yang menyatakan bahwa pemegangnya adalah menjadi salah seorang pemilik perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. Dengan mengeluarkan saham-saham perusahaan dan menjualnya kepada masyarakat, perseroan terbatas dapat mengumpulkan modal sebesar yang diingini.BENTUK LAIN ORGANISASI PERUSAHAAN PERUSAHAAN MILIK NEGARA Perusahaan lebih dikenal sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Pada umumnya perusahaan negara dikelola seperti perusahaan perseroan terbatas. Perbedaannya terletak pada pemilikan perusahaan tersebut, yaitu saham-saham dari perusahaan negara dimiliki pemerintah. Dengan demikian pengurus perusahaan juga diangkat dan diberhentikan

R. Untuk menghasilkan barang atau jasa diperlukan factor-faktor produksi seperti bahan baku. pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah “mereka akan melakukan kegiatan memproduksi sampai kepada tingkat dimana keuntungan mereka mencapai jumlah yang maksimum”. koperasi produksi dan koperasi kredit. Faktor produksi yang lainnya dianggap tetap. Ada pula perusahaan yang lebih menekankan kepada usaha untuk mengabdi kepentingan masyarakat dan kurang memperhatikan tujuan mencari keuntungan yang maksimum. dan keahlian pengusaha. I. yang digambarkan adalah hubungan diantara jumlah tenaga kerja yang digunakan dan jumlah produksi yang dicapai. Koperasi konsumsi menjalankan kegiatan membeli barang-barang dan kemudian menjualnya kepada anggota. L adalah jumlah tenaga kerja dan ini meliputi berbagai jenis tenaga kerja dan keahlian kewirausahaan. dan T adalah tingkat teknologi yang digunakan. Perusahaan koperasi dapat dibedakan menjadi tiga jenis : Koperasi konsumsi. Koperasi produksi berusaha agar hasil produksi para anggotanya dapat dijual dengan harga yang tinggi dan tidak ditindas para tengkulak atau para pembeli. Keuntungan dari usaha ini kemudian dibagikan kembali kepada para anggotanya. R adalah kekayaan alam. yaitu Q = f (K. Keuntungan diperoleh apabila hasil penjualan melebihi biaya produksi.. L. PERUSAHAAN KOPERASI Perusahaan koperasi adalah perusahaan yang didirikan bukan untuk mencari keuntungan tetapi untuk melindungi kepentingan para anggotanya. CARA MENCAPAI TUJUAN MEMAKSIMUMKAN KEUNTUGAN Keuntungan atau kerugian adalah perbedaan antara hasil penjualan dan biaya produksi. pemaksimuman keuntungan bukanlah satu-satunya tujuan perusahaan. Dan koperasi kredit adalah badan pinjam-meminjam yang meminjamkan uang kepada para anggotanya dengan tingkat bunga kredit yang relatif rendah. MEMAKSIMUMKAN UNTUNGAN Dalam teori ekonomi. Pengertian Biaya produksi II.jasa pos dan telekomunikasi. Sedangkan Q adalah jumlah produksi yang dihasilkan oleh berbagai jenis factor-faktor produksi tersebut. hiburan radio dan televisi. Berdasarkan kepada pemisalan ini dapat ditunjukan pada tingkat kapasitas memproduksi yang bagaimana perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya. Fungsi produksi selalu dinyatakan dalam bentuk rumus. dan kerugian akan dialami apabila hasil penjualan kurang dari biaya produksi. Ada perusahaan yang menekankan kepada volume penjualan dan ada pula yang memasukan pertimbangan politik dalam menentukan tingkat produksi yang akan dicapai. T) Dimana K adalah jumlah stok modal. tenaga kerja. modal. Hubungan diantara factor-faktor produksi dan tingkat produksi yang diciptakannya dinamakan fungsi produksi. dalam menggambarkan hubungan antara factor produksi yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai jangka pendek. Di hampir setiap negara perusahaan pemerintah biasanya menjalankan kegiatan menyediakan jasa-jasa yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat : seperti perusahaan-perusahaan menyediakan listrik. Dalam praktek. TUJUAN PERUSAHAAN . teori ekonomi menerangkan tentang fungsi produksi dalam jangka pendek. air. dan perusahaan pengangkutan. Dengan demikian.oleh pemerintah. Perusahaan pemerintah berkecimpung di dalam berbagai kegiatan ekonomi. Semua faktor-faktor . FUNGSI PRODUKSI Sebagai langkah permulaan untuk menerangkan kegiatan firma dalam memproduksi dan mencari keuntungan. Keuntungan yang maksimum dicapai apabila perbedaan diantara hasil penjualan dan biaya produksi mencapai tingkat yang paling besar.

Contoh: biaya tenaga kerja. Contoh: Penggunaan gedung milik perusahaan sendiri. dll. v Hubungan Biaya Produksi dengan Hasil Produksi: n Biaya = f (Q) dimana Q = Output n Output = f(X) dimana X = Input n Fungsi Biaya Produksi. Biaya Jangka Pendek 1. Ø Biaya implicit adalah biaya yang tidak terlihat. Sifat utama biaya tetap adalah jumlahnya tidak berubah walaupun jumlah produksi mengalami perubahan (naik atau turun). Harga input yang digunakan dalam proses produksi. Berdasarkan Periode Produksi Periode produksi dalam perusahaan dibagi menjadi: A. FC) Biaya tetap adalah biaya yang timbul akibat penggunaan sumber dayatetap dalam proses produksi. Karakteristik fungsi produksi 2. Biaya Keseluruhan biaya tetap disebutbiaya TFC Kuantitas total (total fixed cost. yaitu Ø Biaya eksplisit adalah pengeluaran-pengeluaran nyata dari kas perusahaan untuk membeli atau menyewa jasa-jasa faktor produksi yang dibutuhkan dalam berproduksi. Biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pengusaha untuk dapat diambil kesimpulan bahwa biaya apa saja yang diperlukan untuk membuat produk. baik barang maupun jasa. Biaya Tetap (Fixed Cost.produksi yang dipakai adalah merupakan pengorbanan dari proses produksi dan juga berfungsi sebagai ukuran untuk menentukan harga pokok barang. n Perilaku biaya produksi . dipengaruhi. Biaya implicit diperhitungkan dari faktor-faktor produksi yang dimiliki sendiri oleh perusahaan. sewa gedung. hubungan input dan output (besarnya biaya produksi dipengaruhi jumlah output. Biaya produksi dapat dibagi menjadi dua. .TFC). besarnya biaya output tergantung pada biaya atas input yang digunakan). 1. Menurut Sherman Rosyidi. Biaya implicit ini tidak dikeluarkan langsung dari kas perusahaan.

Biaya Rata-Rata Biaya rata-rata terdiri dari: B. Biaya variable rata-rata (Average Variable Cost. jika barang yang dihasilkan semakin banyak. TVC) adalah jumlah biaya produksi yang berubah menurut tinggi rendahnyajumlah output yang akan dihasilkan. sedangkan pada unit produksi yang banyak AFC akan kecil jumlahnya. 3. Kurva AFC bergerak dari sisi kiri atas kanan bawah. maka akan semakin besar pula biaya variable yang akan dikeluarkan. AVC) adalah biaya variable satuan unit produksi. TC) Biaya total adalah keseluruhan biaya yang terjadi pada produksi jangka pendek. Semakin besar output atau barang yang akan dihasilkan. AFC) adalah hasil bagi antara biaya tetap total dan jumlah barang yang dihasilkan.Kurva Biaya Tetap 2. maka AFC akan semakin kecil (berbanding terbalik). Biaya total diperoleh dari : TC = TFC . Hal ini juga mengisyaratkan bahwa pada unit produksi yang banyak AFC akan terlihat besar. Biaya tetap rata-rata (Average Fixed Cost.TVC Kurva Biaya Total TFC = Biaya tetap TVC = Biaya variable 4. Rumusnya: AVC= . Biaya Variable (Variable Cost. VC) Biaya variable atau sering disebut biaya variable total (total variable cost. Rumus AFC adalah AFC= Keterangan: TC = Total Cost Q = Quantity Besar kecilnya AFC tergantung dari jumlah barang yang dihasilkan. C. Biaya Total ( Total Cost. Artinya.

AC) adalah biaya persatuan unit output ( produksi). TVC = bQ – cQ2 + dQ3 . fungsi output: Q = bX – cX2 fungsi biaya: TC = a + bQ +cQ2 TVC = bQ + cQ2 . maka tambahan biaya marginal ini akan menambah biaya variable total (TVC). Penyebutan jangka panjang oleh para ekonom menandai suatu proses produksi dimana sumberdaya yang digunakan tidak ada lagi yang . Biaya Marginal (Marginal Cost. AC= atau AC = AFC + AVC 5. TFC= aMC > AC > AVCn Perubahan Output Menaik dan Menurun (Increasing Decreasing Return to input variable). D. Ditunjukkan dalam bentuk Kurva Biaya Produksi. Biaya Jangka Panjang Jangka panjang dalam pengertian ini tidak terkait dengan waktu. Biaya total rata-rata (Average Cost. fungsi output Q fungsi biaya: TC = a + bQ – cQ2 + dQ3 = bx + cX2 – dX3. Biaya marginal timbul akibat pertambahan satu unit output sehingga dapat dirumuskan: MC= Oleh karena tambahan produksi satu unit output tidak akan menambah atau mengurangi biaya produksi tetap (TFC). Perilaku Biaya Produksi Jangka Pendek : n Perubahan Output Menurun (Decreasing Return to input variable).keterangan: TVC = total variable cost Q = quantity Kurva AVC akan menurun karena tergantung kepada besar kecilnya output(Q). MC) Biaya Marginal adalah perubahan biaya total akibat penambahan satu unit output (Q). TFC = a MC > AC > AVC B.

Produksi dalam jangka panjang memungkinkan perusahaan untukmengubah skala produksi (tingkat produksi) dengan cara mengubah. Semua sumber daya yangdigunakan dalam proses produksi bersifat variable atau jumlahnya dapat berubahubah. Hal ini tentu akan berdampak pada biaya yang ditimbulkan. Berdasarkan Biaya Total dan Biaya Rata-Rata. · danTotal biaya (TC). Dalam jangka panjang hanya dikenal biaya total rata-rata (ATC). baikmengubah maupun mengurangi jumlah sumberdaya. Contoh : Output TFC (1) (2) 0 1 2 3 4 5 100 100 100 100 100 100 TVC (3) 0 50 75 90 120 125 TC (4) 100 150 175 190 220 225 250 200 150 100 50 0 1 2 3 4 5 TC TVC TFC Bila digambarkan akan terlihat sebagai berikut : .bersifat tetap. 1. Biaya-Biaya Total AC = AFC + AVC Terdiri dari : · Total biaya tetap (TFC) · Total biaya variable (TVC).

Merupakan biaya yang terjadi per satuan output. biaya variable. Biaya Rata-Rata. Penerimaan Untuk memperoleh keuntungan.2. Perilaku Biaya Jangka Panjang yang diperoleh dari biaya total jangka panjang (LTC). v Long-run average cost (LAC). Baik biaya tetap. keputusan penggunaan input variabel oleh perusahaan dalam jangka pendek. menunjukkan biaya rata-rata terendah dari kombinasi input yang digunakan untuk menghasilkan setiap tingkat output tertentu (least cost combination). v Proses produksi yang sudah tidak menggunakan input tetap. produsen selalu membandingkan biaya produksi dengan penerimaan yang diperoleh dari hasil penjualan outputnya. TR)Merupakan penerimaan total produsen yang diperoleh dari hasil penjualnoutputnya. Biaya rata-rata jangka panjang (LAC). v Perilaku biaya produksi jangka panjang. v Analisis Biaya Jangka Panjang (Long-run average cost atau LAC). Biaya rata-rata untuk biaya tetap adalah rata-rata biaya tetap (AFC). Biaya marjinal jangka panjang (LMC). Total Penerimaan (Total Revenue. v Fungsi biaya jangka panjang. dan untuk biaya total adalah rata-rata biaya total (ATC). Total . untuk biaya variable adalah rata-rata biaya variable (AVC). seluruh biaya produksi adalah variabel. Adabeberapa konsep penerimaan yang penting untuk keperluan analisis. 1. maupun biayatotal memiliki biaya ratarata.

Keunggulan kompetitif produk dipasar akan meningkatkan pangsa pasar (market share) yang berarti akan meningkatkan penerimaan total (TR) dari penjualan produk itu. karena keuntungan perusahaan adalah benefit antara TR dan Total Cost (TC). yaitu: 1) Bila TR > TC akan diperoleh laba. TR = P x Q 2. MR)Merupakan kenaikan dari total penerimaan yang disebabkan oleh tambahanpenjualan satu unit output MR= Analisis Keuntungan Maksimum (Laba Maksimum) Dengan membandingkan total revenue dan total cost. meningkatkan kesejahteraanbagi stakeholders . dengan demikian reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi akan meningkatkan keuntungan. 5). Penerimaan Marginal (Marginal Reveneu. 6). 3). memperolehkeuntungan (net benefit) yang terus meningkat. maka ada 3 (tiga) kemungkinan yang akan terjadi. 3) Bila TR < TC akan diperoleh rugi. AR)Adalah penerimaan produsen per unit dari output yang dijualnya. 4). Setelah persepsi tentang biaya produksi diatas berubah. Dengan cara ini perusahaan akan meningkatkan daya saing melalui strategi penetapan harga (pricing strategy) yang kompetitif di pasar. Menetapkan harga produk yang kompetitif di pasar. manajemen harus melaksanakan aktivitas produksi bernilai tambah (bukan sekedar mengubah input menjadi output) dengan jalan berproduksi pada biaya produksi yang minimum. dengan demikian strategi di atas harus dilakukan melalui skenario 1). melaksanakan aktivitas produksi pada tingkat biaya produksi minimum. memperluas pangsa pasar (market share) melalui keunggulan kompetitif (meningkatkan daya saing terus menerus).penerimaan diperoleh dengan memperhitungkan output dikalikanharga jualnya. Strategi reduksi biaya produksi dan penetapan harga produk yang kompetitif dipasar akan meningkatkan keuntungan perusahaan. AR = 3. bukan sekedar pengeluaran atau ongkos produksi yang memang harus dikeluarkan. π = TR – TC 2) Bila TR = TC akan diperoleh break event point (titik impas). 2). Penerimaan Rata-Rata (Average Reveneu. Serta ada beberapa strategi pengendalian biaya produksi dapat menggunakan skenario berikut: Pertama. biaya harus dipandang sebagai keuntungan potensial (potential profit). yaitu suatu titik yang menggambarkan perusahaan tidak untung dan tidak rugi. memperoleh penerimaan total (TR) yang terus meningkat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful