LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK I Nama/NIM Tanggal Praktikum JUDUL TUJUAN 1.

Agar praktikan dapat melakukan titrasi acidi – alkalimetri untuk pengukuran jumlah asam dan pengukuran dengan asam, yaitu dalam penetapan kadar asam cuka dapur, penetapan kadar Na2CO3 dalam soda kristal, penentuan kadar campuran NaOH dan Na 2CO3, penentuan kadar campuran Na2CO3 dan NaHCO3 dan penentuan kadar amonium dalam pupuk ZA ( Zwavelzuur Amonia ). 2. Agar praktikan dapat melakukan standarisasi larutan, meliputi : standarisasi HCl dengan natrium tetraborat, standarisasi NaOH dengan HCl dan standarisasi NaOH dengan asam oksalat menggunakan metode titrasi. 3. Agar praktikan dapat mengetahui manfaat dari metode titrasi acidi-alkalimetri. DASAR TEORI Acidi-alkalimetri sering disebut juga sebagai titrasi asam-basa. Untuk titrasi atau pengukuran lain-lain sering juga dipakai akhiran –ometri menggantikan –imetri. Kata metri berasal dari bahasa Yunani, yang artinya ilmu, proses atau seni mengukur. Jadi acidi-alkalimetri dapat didefinisikan sebagai pengukuran jumlah asam ataupun pengukuran jumlah basa atau garam dengan asam. Acidi-alkalimetri menyangkut reaksi dengan asam dan atau basa, diantaranya : a. Asam kuat-basa kuat, misalnya : NaOH + HCl → NaCl + H2O Reaksi ionnya : H+ + OH- ⇔ H2O Larutan yang terbentuk pada saat titik ekivalen ( TE ) adalah larutan NaCl, yang merupakan garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat, sehingga larutan tersebut netral. Dengan kata lain, [ H +] = [OH-] = 10-7 pada suhu 250C ( suhu kamar). Kenetralan ini juga nyata dari reaksi ionnya dimana : Ariel Nico Ardila Kusumo (652010009) : 1 Maret 2012 : ACIDI - ALKALIMETRI

Indikator yang digunakan dalam percobaan ini − .[ NH 4 ] K= [ H + ]. Asam kuat-garam dari asam lemah. makin sempurna titrasinya.garam dari basa lemah Dalam percobaan ini digunakan indikator asam-basa. Indicator asam-basa adalah zat yang dapat berubah warna apabila pH lingkungannya berubah. Asam kuat-basa lemah.7 x 109. dapat dihitung sisa ion H+ yang tidak bereaksi dari pH larutan berdasarkan TE.Cg dan jika konsentrasi asam dan basa masing-masing diketahui maka kita dapat menghitung konsentrasi ion H+ c. = 1014 [ H 2 O] K = b. hanya mengganti Kb dengan Ka dan asam dengan basa dan sebaliknya.1010 atau K’ = K = [ H O ] 2 Kw 10 Dari rumus K di atas.dalam reaksi di atas sebenarnya yang bereaksi adalah ion H + dan OH. atau + − Kw [ H ]. = 56 x1014 .[OH ] 1 K ' = K. Dalam titrasi asam kuat-basa lemah. d.8 x 10 -10 ) maka K = 1. dapat diketahui bahwa semakin lemah basa yang dititrasi maka K akan semakin kecil ( reaksi kurang sempurna ). Dengan demikian konstanta kesetimbangan dari reaksi tersebut adalah : [ H 2 O] 1 = [ H 2 O ]. Berdasarkan rumus : [H+] = Kw / Kb.[ NH 4 OH ] dan apabila dikalikan dengan [OH − ] [OH − ] maka 1 Kb 10 −5 = 10 9 K = x[ H 2 O] = −14 x5. Asam lemah-basa kuat Berlaku perhitungan dan kesimpulan serupa dengan bagian b. Basa kuat. misalnya : HCl + NH4BO2 → NH4Cl + HBO2 Reaksi ionnya : H + BO2 ⇔ HBO2 K terlihat merupakan harga resiprok dari Ka asam borat ( Ka = 5. Larutan saat itu hanya berisi garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah.6.menghasilkan H2O. misalnya : HCl + NH4OH → NH4Cl + H2O Reaksi ionnya : H+ + NH4OH ⇔ NH4+ + H2O Konstanta kesetimbangan dari reaksi ini adalah : + [ H 2 O]. e. Jelas bahwa semakin lemah asam pembentuk garam yang dititrasi.

maka tambahan titran yang terpakai sampai terjadi perubahan warna jingga metil adalah jumlah yang diperlukan untuk mengubah NaHCO3 menjadi NaCl dan H2CO3.6 ) dan sebaliknya. Jumlah ini sama dengan jumlah yang diperlukan Na2CO3 untuk mengubah NaHCO3 dalam titrasi sebelumnya. hasil titrasi ini menunjukkan jumlah bersama kedua komponen campuran. Akan tetapi intensitas warna tersebut berbeda sesuai dengan pH-nya.adalah jingga metil ( MO ) dan fenolftalein ( PP ). Nama indikator Jinggametil (MO) Fenolftalein (PP) pKi 3. Untuk fenolftalein. Di samping itu NaOH juga telah bereaksi sampai praktis habis ( belum 100 % tepat pada titik ekivalen. misalnya fenolftalein.6 artinya pada pH di bawah 8. juga dalam trayeknya.4 Jenis basa asam Trayek pH 3.0 larutan tidak berwarna dan di atas 9. demikian juga dengan warna asam dan warna basanya. Apabila setelah warna merah muda hilang. Ada indikator yang hanya memiliki satu macam warna. tetapi dalam larutan basa akan berwarna jingga.4 8.1-4.6 warna merah mudanya tidak berubah intensitasnya.6 Warna Asam Basa Merah muda-jingga Tak berwarna-merah muda Jingga metil dalam larutan asam berwarna merah muda. Indikator satu warna menunjukkan warna yang sama. sedangkan warna yang ditunjukkan dalam keadaan basa disebut warna basa. asam berarti pH lebih rendah dan basa berarti pH lebih besar daru trayek indikator. maka Na2CO3 maka saat terjadi perubahan warna ( warna merah muda hilang ). Jadi NaOH diperoleh dari selisih kedua . Warna dalam ditunjukkan indikator keadaan asam dinamakan warna asam dari indikator. Dalam campuran NaOH-Na2CO3 dapat ditentukan kadarnya berdasarkan titrasi dengan HCl. tetapi sudah sangat mendekati ). Fenolftalein dinamakan sebagai indikator satu warna. Letak trayek pH fenolftalein adalah 8. Asam dan basa di sini tidak berarti pH kurang dari atau lebih dari 7. berarti Na 2CO3 telah bereaksi menjadi NaHCO3. yang tidak berwarna dalam keadaan asam dan berwarna merah muda dalam keadaan basa. Setiap indikator asam-basa mempunyai trayek pH masing-masing yang khas. warnanya bertambah tua jika pH-nya semakin tinggi ( mendekati 9.0-9. Berikut ini adalah data dari masing-masing indikator yang digunakan dalam percobaan ini.0-9. Jika suatu contoh dititrasi dengan indikator fenolftalein. titrat ditambah dengan jingga metil dan titrasi dilanjutkan. Reaksi : NaOH + HCl → NaCl + H2O ( PP ) ( PP ) Na2CO3 + HCl → NaCl + NaHCO3 NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 ( jm ) Jadi. sedangkan MO ( jingga metil ) adalah indikator dua warna.

dan biologis. Bila jumlah HCl tahap I kita sebut sebagai Aff dan tambahan HCl pada tahap II kita sebut sebagai Ajm. dan mempunyai berat molekul tinggi untuk mengurangi kesalahan menimbang. maka : • • • Jumlah NaOH yang diperlukan oleh NaHCO3 = Ajm ( V2 ) Jumlah NaOH yang diperlukan untuk Na2CO3 menjadi NaHCO3 = Ajm ( V2 ) Jumlah NaOH yang diperlukan oleh NaHCO3 asli = Aff – Ajm = V2. 6. 5. Selain itu juga dapat digunakan untuk analisa unsur. 4. Dengan MO : NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 (NaHCO3 mula-mula) NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 (Hasil reaksi dengan Na2CO3+ HCl) 8. anorganik. 2 NaOH + H2C2O4 → Na2C2O4 + 2 H2O CH3COOH + NaOH → CH3COONa + H2O 2 HCl + Na2CO3 → 2 NaCl + H2O + CO2 a. misalnya : penentuan nitrogen dalam bahan organik dan biologis. sangat murni. Setiap larutan yang akan digunakan sebagai titran harus distandarisasi untuk menemukan konsentrasi yang tepat. Na2B4O7 + 2 HCl + 5 H2O → 4 H3BO3 ↓ + 2 Na+ + 2 ClNaOH + HCl → NaCl + H2O Dengan cara yang sama kita dapat melakukan perhitungan untuk campuran Na2CO3 – NaHCO3. Dalam standarisasi inin dapat digunakan Na2CO3 dan Boraks untuk titran asam dan Asam oksalat atau asam sulfanilat untuk titran basa. Dengan PP : NaOH + HCl → NaCl + H2O Na2CO3 + HCl → NaHCO3 + NaCl b. mudah dimurnikan. 2. mudah diperoleh. Dengan MO : NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 7.tahap titrasi itu. a.→ NH3 + H2O NaOH + HCl → NaCl + H2O Dalam percobaan ini digunakan suatu larutan baku primer dan larutan sekunder.V1 Reaksi-reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah: 1. Metode ini juga dapat digunakan dalam analisa bahan anorgnik ( misal : . Penerapan acidi-alkalimetri yang paling jelas adalah pada penentuan zat-zat organik. Dengan PP : Na2CO3+ HCl → NaHCO3 + NaCl b. NH4+ + OH. Sedangkan larutan baku sekunder adalah larutan yang cenderung tidak stabil. Larutan primer adalah larutan yang konsentrasinya stabil bila disimpan. 3.

9125 .07ml o Diambil 2. asam karboksilat. o Ditambahkan aquadest sampai garis tera kemudian dicampur sampai homogen.19 = 0.Pileus Mr = 36.Pipet Ukur .1 M Kadar: 37% BJ = 1.Neraca .Pupuk ZA ( ( NH4)2SO4 ) .Klem . BAHAN. hidroksil dan karbonil ).Campuran NaOH dan Na2CO3 .HCL pekat ( 37 % ) .Aquadest .Erlenmeyer  CARA KERJA 1.Campuran Na2CO3 dan NaHCO3 .Indikator PP dan MO .5 gr/mol = 0.Soda kristal . Pembuatan HCl 0. ester.Beaker glass .25 L × 0.10 H2O ) o Ditimbang 0.Cuka dapur  ALAT . 2.Spatula .19 g/ml 37 100 . ALAT DAN CARA KERJA  BAHAN .1 gram boraks dalam botol timbang dengan neraca analitik kemudian dimasukkan ke dalam erlenmeyer o Ditambahkan 25 ml aquadest dan diaduk sampai seluruh boraks larut o Ditambahkan 2 tetes indikator MO 0.1 M = 0.garam amonium.07 ml HCl(p) dengan pipet ukur dan dimasukkan ke dalam labu ukur 250 ml yang telah diberi aquadest sampai kira-kira setengah volume labu ukur.Pipet tetes .9125 gr volume yang dibutuhkan = 0.4403 x1ml = 2. sulfonat. nitrat-nitrit.Buret .46 1 ml HCl(p) = 1 ml × × 1.Na2B4O7.NaOH padat . 10 H2O .2H2O .4403 gr 250 ml HCl 0.1 mol/L × 36.Pipet volume . dan campuran karbonat ) dan untuk analisa bahan organik ( miisal : gugus amina.Statif .H2C2O4. Standarisasi HCl dengan Natrium tetraborat/boraks (Na2B4O7.Labu ukur 100 ml dan 250 ml .

1 gram asam oksalat ( H2C2O4 ) berair kristal dengan neraca analitik kemudian dimasukkan ke dalam erlenmeyer o Ditambahkan 10 ml aquadest dan diaduk sampai larut o Ditambahkan 2 tetes indikator PP o Dititrasi dengan NaOH yang telah dibuat sampai merah muda o Langkah di atas dilakukan triplo o Dihitung molaritas NaOH 6. Standarisasi NaOH dengan HCl 0.1 M o Diambil 10 ml NaOH yang telah dibuat dengan pipet volume dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer o Ditambahkan 2 tetes indikator MO o Dititrasi dengan HCl yang telah dibuat sampai merah jambu o Langkah di atas dilakukan triplo o Dihitung molaritas NaOH 5. Standarisasi NaOH dengan asam oksalat ( H2C2O4 ) o Ditimbang 0.1 M o Ditimbang 1 gram NaOH padat dalam beaker glass kemudian dilarutkan dengan ± 100 ml aquadest hingga larut o Dimasukkan ke dalam labu ukur 250 ml lalu ditambahkan aquadest sampai garis tera dan dicampur sampai homogen 4.o Dititrasi dengan HCl standar yang telah dibuat sampai merah jambu o Langkah di atas dilakukan secara triplo 3. Pembuatan NaOH 0. Penetapan kadar asam cuka dapur o Diambil 10 ml asam cuka dapur dengan pipet volume dan dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml o Ditambahkan aquadest sampai garis tera kemudian dicampur sampai homogen o Diambil 10 ml larutan dengan pipet volume dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer o Ditambahkan 2 tetes indikator PP o Dititrasi dengan NaOH yang telah dibuat sampai merah muda o Langkah di atas dilakukan triplo o Dihitung kadar asam cuka dapur dalam % .

Penentuan kadar amonium dalam pupuk ZA (Zwavelzuur amonia). Penetapan kadar Na2CO3 dalam soda kristal o Ditimbang 0. Penentuan campuran Na2CO3 dan NaHCO3 o Diambil 10 ml campuran Na2CO3 dan NaHCO3 dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer o Ditambahkan 2 tetes indikator PP o Dititrasi dengan HCl 0.1 M sampai warna merah tepat hilang o Dicatat volume HCl yang digunakan untuk titrasi o Ditambahkan 2 tetes indikator MO o Titrasi dilanjutkan sampai warna tepat merah jambu o Dicatat volume HCl yang digunakan untuk titrasi o Dihitung kadar Na2CO3 dan NaHCO3 dalam campuran tersebut 10.4 gram soda kristal dalam beaker glass kemudian dilarutkan dengan sedikit aquadest o Dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml dan ditambahkan dengan aquadest sampai garis tera lalu dicampur sampai homogen o Diambil 10 ml larutan dan dimasukkan dalam Erlenmeyer o Ditambahkan 2 tetes indikator MO o Larutan ini dititrasi dengan HCl sampai berwarna merah jambu o Dihitung kemurnian soda kristal dan jumlah molekul air tiap molekul soda 8. (NH4)2SO4 .7.1 M sampai warna merah tepat hilang o Dicatat volume HCl yang dibutuhkan untuk titrasi o Ditambahkan 2 tetes indikator MO o Titrasi dilanjutkan sampai warna tepat merah jambu o Dicatat volume HCl yang digunakan untuk titrasi o Dihitung kadar NaOH dan Na2CO3 dalam campuran tersebut 9. Penentuan campuran NaOH dan Na2CO3 o Diambil 10 ml campuran NaOH dan Na2CO3 dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer o Ditambahkan 2 tetes indikator PP o Dititrasi dengan HCl 0.

08ml HCl pekat 2.6 III 25 15.1 gr Na2B4O7 + 25 ml aquadest + 2 tetes MO dititrasi dengan HCl 0.1 M dibutuhkan : 0.o Ditimbang 1.25 L x 0.4403 gram = 0.1 M Kadar: 37% BJ = 1. PERHITUNGAN DAN REAKSI 1.7 II 25 7.19 gr/ml 0. ditambahkan 2 tetes MO o Dititrasi dengan HCl standar sampai warna merah jambu o Langkah di atas dilakukan triplo o Dihitung % amonium dalam ZA HASIL.3 7.08 ml HCl pekat diencerkan dengan aquadest dalam labu ukur 250 ml menghasilkan 250 ml HCl 0.7 15.4403 x1ml = 2.5 gr /mol Untuk membuat 250 ml HCl 0.46 gr/mol : 1 ml x 0. oleh karena itu perlu dilakukan standarisasi agar dapat diketahui konsentrasinya secara tepat.6 23. PEMBUATAN HCl 0.10H2O) 0. 1 belum tentu memiliki konsentrasi tepat 0.9125 gram 250 ml HCl pekat mengandung : 0.1 mol /L x 36.7 Reaksi : Na2B4O7 + 5 H2O + 2 HCl → 2NaCl + 4H3BO3 .37 x 1.7 7.1 M.9125 1 ml HCl pekat mengandung = 0.19 g/ml Mr = 36.3 gram ZA dalam beaker glass kemudian dilarutkan dengan sedikit aquadest o Dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml dan ditambahkan aquadest sampai garis tera lalu dicampur sampai homogen o Diambil 10 ml larutan dan dimasukkan dalam erlenmeyer o Ditambahkan dengan 25 ml NaOH standar kemudian dipanaskan sampai mendidih o Larutan didinginkan kemudian setelah dingin.1 M 2. Standarisasi dilakukan dengan boraks ( Na2B4O7.1 M Hasil : Vol Boraks (ml) Vol HCl awal (ml) Vol HCl akhir (ml) Vol HCl terpakai (ml) I 25 0 7.6 7. STANDARISASI HCL DENGAN BORAKS Larutan HCl yang dibuat pada no.

8019 mmol n NaOH = n HCl = 0.06836 M 7.2618mmol 0.1 M NaOH baik padat maupun larutan mudah menyerap CO2 udara sehingga kadarnya tidak stabil.08019 M 10ml II 10 23.66ml 3.66 ml M HCl = 0.5 11.2618 mmol = 0.7 5.2 23.1gr n HCl = 2 x n Na2B4O7 = 2 x 0.7 Vol HCl awal (ml) 0 Vol HCl terpakai (ml) 11.7 11.10 mol = 0.5 11.1 M hingga merah jambu I Vol NaOH (ml) 10 Vol HCl akhir (ml) 11. STANDARISASI NaOH DENGAN HCl 0.5236 mmol V HCl rata-rata = 7. larutan NaOH tidak dapat digunakan sebagai standar primer.06836 M =MxV = 0.8019mmol = 0.73 = 0.73ml M HCl Mol HCl = 0.1M 250ml 1gr 4.5236mmol = 0. 10 ml NaOH + 2 tetes MO → dititrasi dengan HCl 0.−4 Mol Na2B4O7 = 382 gr / mol = 2.8019 mmol M NaOH = 0. Larutan NaOH ini harus distandarisasi dengan HCl yang telah distandarisasi dengan boraks.025mol = 25mmol M NaOH = 25mmol = 0.1 M Mol NaOH = 40 gr / mol = 0. STANDARISASI NaOH DENGAN ASAM OKSALAT (H2C2O4) .8 III 10 35.1 M 1 gram NaOH dilarutkan dalam 250 ml aquadest menghasilkan 250 ml NaOH 0. Oleh sebab itu. PEMBUATAN NaOH 0.06836 x 11.618.7 Reaksi : NaOH + HCl → NaCl + H2O Volume rata-rata HCl = 11.

67 ml = 1.7 11.09522 M = 11.8 II 10 23.67 ml Hasil standarisasi NaOH pada no 4 dengan no 5 hampir sama.83 ml = 0. yaitu jika dibulatkan adalah 0.8 Reaksi : HOAc + NaOH → NaOAc + H2O M NaOH V rata-rata NaOH mmol NaOH = 0.1 gr H2C2O4 + 10 ml aquades + 2 tetes PP → dititrasi dengan NaOH hingga merah muda Vol H2C2O4 (ml) Vol NaOH akhir (ml) Vol NaOH awal (ml) Vol NaOH terpakai (ml) I 10 16.8 11. PENETAPAN KADAR ASAM CUKA DAPUR Kadar asam cuka dapur = 25% 10 ml larutan cuka + 2 tetes pp dititrasi dengan NaOH hingga merah muda Vol cuka dapur (ml) Vol NaOH akhir (ml) Vol NaOH awal (ml) Vol NaOH terpakai (ml) I 10 11.7 0 16.5874 mmol = 16.2H2O → Na2C2O4 + 4 H2O −4 Mol asam oksalat = 126 gr / mol = 7.10 mol = 0.7937 mmol = 1.0.3 16.937.6 0 16.8 0 11.9 III 10 35.7 11.1265 mmol V HOAc = 10 ml .6 II 10 33.7 III 10 16.1 M 6.5874mmol = 0.1gr n NaOH V NaOH rata-rata M NaOH = 2 x n asam oksalat = 2 x 0.7 Reaksi : 2NaOH + H2C2O4.6 16.83 =1.09522 x 11.7937 mmol 0.09522 M 16.1265 mmol mmol HOAc = mmol NaOH = 1.5 23.

1265M = 1.76 % (w/v) 7.4854 mmol = 0.4 Jumlah molekul air dalam tiap molekul soda ( Na2CO3.1 = 0.1 III 10 21.2427 mmol M Na2CO3 = 0.02n =11.06836 M mmol HCl = 0.2 7.7590 % ( w/v) = 6.4854 mmol mmol Na2CO3 = 1/2 x mmol HCl = ½ x 0.M HOAc = 1.1265mol/L x 60gr/mol = 67.81% 0.10-3 mol x 106 gr/mol = 0.1265mol / L 10 Dalam 100 ml M HOAc = = 1.06836 x 7.2427.24726 x100% = 61. n H2O) 106 = 0.1 0 7.1 ml M HCl = 0.2427 mmol = 0.11265M = 1.02427 M 10ml Massa Na2CO3 = 0.7278 .89 106 +18n 106 = 94.11265 M 10 ml 100 x 0.2 7.34 +16.1 7.66 n = 0.7590gr/100ml =6.1 II 10 14.1 Reaksi: 2 HCl + Na2CO3 → 2 NaCl + H2O + CO2 V rata-rata HCl = 7.025726 gr/10ml larutan = 0.4 gr soda kristal dalam 100 ml aquadest Vol larutan (ml) Vol HCl akhir (ml) Vol HCl awal (ml) Vol HCl terpakai (ml) I 10 7.590 gr/L = 6.02n 16.1265mmol = 0. PENETAPAN KADAR Na2CO3 DALAM SODA KRISTAL 0.24726 gr /100ml larutan Kadar Na2CO3 = 0.3 14.

7 0 16.5 Vol HCl awal (ml) 16.0 gram/L = 0.5 26.83 ml M HCl = 0.04676 mol/L x 106 gr/mol = 5. 10 ml campuran + 2 tetes PP → dititrasi dengan HCl sampai warna merah tepat hilang I Vol campuran (ml) 10 Vol HCl akhirl (ml) 16.67 ml = a campuran a + 2 tetes MO → dititrasi dengan HCl sampai merah jambu I II Vol campuran (ml) Vol HCl akhirl (ml) 26.8 9.6720 = 0. Perbedaan ini dapat disebabkan karena kekurangtelitian dalam pelaksanaan titrasi. PENENTUAN CAMPURAN NaOH DAN Na2CO3 a.6720 mmol = mmol HClI – mmol Na2CO3 = ( 16.04676 M 10ml II 10 16.0.6 0 16.7 Reaksi : NaOH + HCl → NaCl + H2O Na2CO3 + HCl → NaHCO3 + NaCl V rata-rata HCl = 16.7 9.6720 mmol mmol Na2CO3 mmol NaOH = mmol NaHCO3 = 0.7 16.5 (sesuai dengan literatur).06836 M = 0.06836 M mmol NaHCO3 = mmol HCl II = 9.7 Vol HCl awal (ml) 0 Vol HCl terpakai (ml) 16.83 ml x 0.4676mmol = 0.06836 M ) .6 Vol HCl terpakai (ml) 9.67 ml V HCl II= b = 9.Seharusnya n = 0.7 III 26.4676 mmol M Na2CO3 = 0.8 Massa Na2CO3 = 0.50 gram/100ml .9 Reaksi : NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 V rata-rata HCl = 9.6 III 10 16.67 ml x 0. 8.5 16.83 ml = b Perhitungan : V HCl I = a = 16.

5236 mmol V HCl = 8.5236mmol = 0..3 8.1 8 8.2 15 .50 % ( w/v) Massa NaOH = 0.2618mmol n HCl = 2 x n Na2B4O7 = 2 x 0.2618 mmol = 0.4 8.1gr II 10 16.3 −4 Mol Na2B4O7 = 382 gr / mol = 2.10 mol = 0.Kadar Na2CO3 =0.4 III 25 18 26.2 30.03 ml Standarisasi HCl kedua Vol Boraks (ml) Vol HCl awal (ml) Vol HCl akhir (ml) Vol HCl terpakai (ml) 0.06256 M 8.01983 gram Kadar NaOH = 0.1 III 10 24.03 ml 15 0 15 II 30.1 15 15.618.10-3mol x 40 gr/mol = 0.1 8 I 25 0 8.4 8. 37 ml 0.37 ml M HCl = campuran a + 2 tetes MO dititrasi dengan HCl sampai merah jambu I Vol campuran (ml) Vol HCl akhirl (ml) Vol HCl awal (ml) Vol HCl terpakai (ml) V rata-rata HCl = 15.4957.1983% ( w/w) 10 9. PENENTUAN CAMPURAN Na2CO3 DAN NaHCO3 10 ml campuran + 2 tetes PP → dititrasi dengan HCl standarisasi kedua sampai warna tepat hilang I Vol campuran (ml) 10 Vol HCl akhirl (ml) 8 Vol HCl awal (ml) 0 Vol HCl terpakai (ml) 8 Reaksi : Na2CO3+ HCl → NaHCO3 + NaCl V rata-rata HCl = 8.01983 x100% = 0.4 II 25 9 17.1 III 45.1 16.

5024mmol = 0.03 x 0.05024M =0.→ NH3 + H2O NaOHberlebih + HCl → NaCl + H2O V rata-rata HCl = 16.04379 M = 0.06256) – ( 8.36784 gram/100ml Kadar NaHCO3 10.8 Vol larutan (ml) Vol HCl akhirl (ml) Vol HCl awal (ml) Vol HCl terpakai (ml) Reaksi : NH4+ + OH.05024 mol/L 10ml Massa Na2CO3= 0.53% mmol NaHCO3 awal = mmol NaHCO3 total –mmol NaHCO3 hasil reaksi = (15.04379mol/L x 84 gr/mol =3.06256) = 0.05024mol/L x 106 gr/mol =5.3254 gram/L =0.6 III 10 16.03 x 0. =0.Reaksi : NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 Perhitungan : (NaHCO3 mula-mula) (Hasil reaksi dengan Na2CO3+ HCl) mmol Na2CO3 = mmol HCl = 8.6 0 16.06256 M = 0.4379 mmol M NaHCO3 Massa NaHCO3 = 0.03ml x 0.53254 %= 0.4379mmol = 0.37 % (w/v) PENENTUAN KADAR AMONIUM DALAM PUPUK ZA 10 ml larutan ZA + 25 ml NaOH → + 2 tetes MO dititrasi dengan HCl standarisasi kedua sampai merah jambu I 10 16.6 ml .6 17 16.53254 gram/100ml Kadar Na2CO3= 0.5024 mmol M Na2CO3 = 0.36784 % = 0.04379 mol /L 10ml = 0.6784 gr/L =0.8 0 16.6 II 10 33.

.36 %.M HCl = 0.0385 mmol = 1.  Kadar Na2CO3 dalam soda kristal adalah 87.10-3 mol x 18 gr/mol x 2 = 0.  Kadar amonium dalam pupuk ZA (Zwavelzuur amonia).06256 M = 1.07325 M x 25 ml mmol NaOH berlebih = mmol HCl = 16.83125 – 1.6 x 0.83125 mmol = 1.  Kadar campuran Na2CO3 dan NaHCO3 adalah 0. penggunaan indikator.0285 gram kadar amonium dalam ZA = 0. dan harus sangat teliti dalam pelaksanaannya karena metode ini merupakan analisa kuantitatif. ½ H2O.  Kadar campuran NaOH dan Na2CO3 adalah 0.3 KESIMPULAN  Titrasi acidi-alkalimetri dapat digunakan untuk beberapa hal.0385 = 0.06256 M.06545 M dan dari standarisasi kedua adalah 0.  Dari standarisasi NaOH dengan HCl diketahui bahwa [NaOH] = 0. antara lain dalam : penetapan kadar asam cuka dapur penetapan kadar Na2CO3 dalam soda kristal penentuan kadar campuran NaOH dan Na2CO3 penentuan kadar campuran Na2CO3 dan NaHCO3 penentuan kadar amonium dalam pupuk ZA ( Zwavelzuur Amonia )  Pelaksanaan titrasi acidi-alkalimetri perlu memperhatikan banyyak syarat.37 %.06256 mmol NaOH awal mmol NaOH yang bereaksi menghasilkan NH3 mmol NaOH = mmol NH4= 0.19% 1.  Dari standarisasi HCl dengan Natrium tetraborat/boraks (Na2B4O7) diketahui bahwa [HCl] = 0.  Setiap larutan yang akan digunakan sebagai titran ( larutan baku asam maupun basa ) dalam titrasi acidi-alkalimetri harus distandarisasi agar dapat diketahui konsentrasinya secara tepat.07325 M.79275 mmol = 0. misalnya : penggunaan larutan baku.19 % yang berbeda dengan yang tertulis pada label kemasan.0285 x100% = 2.79275 mmol massa NH = 0.19 %. (NH4)2SO4 adalah 2.07415 M  Dari standarisasi NaOH dengan asam oksalat (H 2C2O4) dapat diketahui bahwa [NaOH] = 0.58 % dan rumus molekulnya Na2CO3.79275.  Kadar asam cuka dapur adalah 7.

 Ketelitian dalam titrasi akan mempengaruhi penentuan kadar dalam sampel. DAFTAR PUSTAKA Harjadi. Ilmu Kimia Analitik Dasar.  Indikator (dalam hal ini PP dan MO) akan menentukan perubahan warna yang terjadi pada saat reaksi. Jakarta : Gramedia . W. 1986. misalnya ketelitian dalam pembacaan skala. Perubahan warna tersebut menunjukkan titik akhir titrasi. menimbang sampel maupun penentuan titik akhir titrasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful