P. 1
ACIDI_ALKALIMETRI

ACIDI_ALKALIMETRI

|Views: 492|Likes:
Published by Daniel Latumaerissa
laporan resmi praktikum kimia analitik 1
laporan resmi praktikum kimia analitik 1

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Daniel Latumaerissa on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2014

pdf

text

original

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK I Nama/NIM Tanggal Praktikum JUDUL TUJUAN 1.

Agar praktikan dapat melakukan titrasi acidi – alkalimetri untuk pengukuran jumlah asam dan pengukuran dengan asam, yaitu dalam penetapan kadar asam cuka dapur, penetapan kadar Na2CO3 dalam soda kristal, penentuan kadar campuran NaOH dan Na 2CO3, penentuan kadar campuran Na2CO3 dan NaHCO3 dan penentuan kadar amonium dalam pupuk ZA ( Zwavelzuur Amonia ). 2. Agar praktikan dapat melakukan standarisasi larutan, meliputi : standarisasi HCl dengan natrium tetraborat, standarisasi NaOH dengan HCl dan standarisasi NaOH dengan asam oksalat menggunakan metode titrasi. 3. Agar praktikan dapat mengetahui manfaat dari metode titrasi acidi-alkalimetri. DASAR TEORI Acidi-alkalimetri sering disebut juga sebagai titrasi asam-basa. Untuk titrasi atau pengukuran lain-lain sering juga dipakai akhiran –ometri menggantikan –imetri. Kata metri berasal dari bahasa Yunani, yang artinya ilmu, proses atau seni mengukur. Jadi acidi-alkalimetri dapat didefinisikan sebagai pengukuran jumlah asam ataupun pengukuran jumlah basa atau garam dengan asam. Acidi-alkalimetri menyangkut reaksi dengan asam dan atau basa, diantaranya : a. Asam kuat-basa kuat, misalnya : NaOH + HCl → NaCl + H2O Reaksi ionnya : H+ + OH- ⇔ H2O Larutan yang terbentuk pada saat titik ekivalen ( TE ) adalah larutan NaCl, yang merupakan garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat, sehingga larutan tersebut netral. Dengan kata lain, [ H +] = [OH-] = 10-7 pada suhu 250C ( suhu kamar). Kenetralan ini juga nyata dari reaksi ionnya dimana : Ariel Nico Ardila Kusumo (652010009) : 1 Maret 2012 : ACIDI - ALKALIMETRI

misalnya : HCl + NH4BO2 → NH4Cl + HBO2 Reaksi ionnya : H + BO2 ⇔ HBO2 K terlihat merupakan harga resiprok dari Ka asam borat ( Ka = 5. = 1014 [ H 2 O] K = b. Jelas bahwa semakin lemah asam pembentuk garam yang dititrasi. hanya mengganti Kb dengan Ka dan asam dengan basa dan sebaliknya.menghasilkan H2O. d. Indikator yang digunakan dalam percobaan ini − .Cg dan jika konsentrasi asam dan basa masing-masing diketahui maka kita dapat menghitung konsentrasi ion H+ c. Dengan demikian konstanta kesetimbangan dari reaksi tersebut adalah : [ H 2 O] 1 = [ H 2 O ].6.garam dari basa lemah Dalam percobaan ini digunakan indikator asam-basa. Asam lemah-basa kuat Berlaku perhitungan dan kesimpulan serupa dengan bagian b. Berdasarkan rumus : [H+] = Kw / Kb. Dalam titrasi asam kuat-basa lemah. Asam kuat-basa lemah.[OH ] 1 K ' = K. dapat diketahui bahwa semakin lemah basa yang dititrasi maka K akan semakin kecil ( reaksi kurang sempurna ).7 x 109.[ NH 4 OH ] dan apabila dikalikan dengan [OH − ] [OH − ] maka 1 Kb 10 −5 = 10 9 K = x[ H 2 O] = −14 x5. misalnya : HCl + NH4OH → NH4Cl + H2O Reaksi ionnya : H+ + NH4OH ⇔ NH4+ + H2O Konstanta kesetimbangan dari reaksi ini adalah : + [ H 2 O]. Larutan saat itu hanya berisi garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah.8 x 10 -10 ) maka K = 1. = 56 x1014 . Basa kuat. Indicator asam-basa adalah zat yang dapat berubah warna apabila pH lingkungannya berubah. dapat dihitung sisa ion H+ yang tidak bereaksi dari pH larutan berdasarkan TE. makin sempurna titrasinya. e.dalam reaksi di atas sebenarnya yang bereaksi adalah ion H + dan OH. atau + − Kw [ H ].[ NH 4 ] K= [ H + ].1010 atau K’ = K = [ H O ] 2 Kw 10 Dari rumus K di atas. Asam kuat-garam dari asam lemah.

yang tidak berwarna dalam keadaan asam dan berwarna merah muda dalam keadaan basa. hasil titrasi ini menunjukkan jumlah bersama kedua komponen campuran. Indikator satu warna menunjukkan warna yang sama. titrat ditambah dengan jingga metil dan titrasi dilanjutkan. Di samping itu NaOH juga telah bereaksi sampai praktis habis ( belum 100 % tepat pada titik ekivalen. Fenolftalein dinamakan sebagai indikator satu warna. misalnya fenolftalein. Berikut ini adalah data dari masing-masing indikator yang digunakan dalam percobaan ini. Jadi NaOH diperoleh dari selisih kedua . Ada indikator yang hanya memiliki satu macam warna.0 larutan tidak berwarna dan di atas 9. Dalam campuran NaOH-Na2CO3 dapat ditentukan kadarnya berdasarkan titrasi dengan HCl.4 8.6 artinya pada pH di bawah 8. maka tambahan titran yang terpakai sampai terjadi perubahan warna jingga metil adalah jumlah yang diperlukan untuk mengubah NaHCO3 menjadi NaCl dan H2CO3. Jika suatu contoh dititrasi dengan indikator fenolftalein.6 Warna Asam Basa Merah muda-jingga Tak berwarna-merah muda Jingga metil dalam larutan asam berwarna merah muda. Akan tetapi intensitas warna tersebut berbeda sesuai dengan pH-nya. Nama indikator Jinggametil (MO) Fenolftalein (PP) pKi 3. demikian juga dengan warna asam dan warna basanya. Setiap indikator asam-basa mempunyai trayek pH masing-masing yang khas. Jumlah ini sama dengan jumlah yang diperlukan Na2CO3 untuk mengubah NaHCO3 dalam titrasi sebelumnya.6 warna merah mudanya tidak berubah intensitasnya.0-9. maka Na2CO3 maka saat terjadi perubahan warna ( warna merah muda hilang ).6 ) dan sebaliknya. Apabila setelah warna merah muda hilang. tetapi sudah sangat mendekati ). juga dalam trayeknya. Untuk fenolftalein. Reaksi : NaOH + HCl → NaCl + H2O ( PP ) ( PP ) Na2CO3 + HCl → NaCl + NaHCO3 NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 ( jm ) Jadi. berarti Na 2CO3 telah bereaksi menjadi NaHCO3. Letak trayek pH fenolftalein adalah 8. Asam dan basa di sini tidak berarti pH kurang dari atau lebih dari 7.1-4. Warna dalam ditunjukkan indikator keadaan asam dinamakan warna asam dari indikator. warnanya bertambah tua jika pH-nya semakin tinggi ( mendekati 9. tetapi dalam larutan basa akan berwarna jingga. asam berarti pH lebih rendah dan basa berarti pH lebih besar daru trayek indikator. sedangkan MO ( jingga metil ) adalah indikator dua warna.0-9.adalah jingga metil ( MO ) dan fenolftalein ( PP ).4 Jenis basa asam Trayek pH 3. sedangkan warna yang ditunjukkan dalam keadaan basa disebut warna basa.

V1 Reaksi-reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah: 1. Na2B4O7 + 2 HCl + 5 H2O → 4 H3BO3 ↓ + 2 Na+ + 2 ClNaOH + HCl → NaCl + H2O Dengan cara yang sama kita dapat melakukan perhitungan untuk campuran Na2CO3 – NaHCO3. dan mempunyai berat molekul tinggi untuk mengurangi kesalahan menimbang. 4.→ NH3 + H2O NaOH + HCl → NaCl + H2O Dalam percobaan ini digunakan suatu larutan baku primer dan larutan sekunder. 3. mudah dimurnikan. a. 2. maka : • • • Jumlah NaOH yang diperlukan oleh NaHCO3 = Ajm ( V2 ) Jumlah NaOH yang diperlukan untuk Na2CO3 menjadi NaHCO3 = Ajm ( V2 ) Jumlah NaOH yang diperlukan oleh NaHCO3 asli = Aff – Ajm = V2. Dengan MO : NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 7. anorganik. Bila jumlah HCl tahap I kita sebut sebagai Aff dan tambahan HCl pada tahap II kita sebut sebagai Ajm. Penerapan acidi-alkalimetri yang paling jelas adalah pada penentuan zat-zat organik. Dengan PP : Na2CO3+ HCl → NaHCO3 + NaCl b. Metode ini juga dapat digunakan dalam analisa bahan anorgnik ( misal : . Dengan PP : NaOH + HCl → NaCl + H2O Na2CO3 + HCl → NaHCO3 + NaCl b. 6. mudah diperoleh. Setiap larutan yang akan digunakan sebagai titran harus distandarisasi untuk menemukan konsentrasi yang tepat. 2 NaOH + H2C2O4 → Na2C2O4 + 2 H2O CH3COOH + NaOH → CH3COONa + H2O 2 HCl + Na2CO3 → 2 NaCl + H2O + CO2 a. Selain itu juga dapat digunakan untuk analisa unsur. misalnya : penentuan nitrogen dalam bahan organik dan biologis. sangat murni. Dengan MO : NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 (NaHCO3 mula-mula) NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 (Hasil reaksi dengan Na2CO3+ HCl) 8.tahap titrasi itu. Sedangkan larutan baku sekunder adalah larutan yang cenderung tidak stabil. NH4+ + OH. 5. Dalam standarisasi inin dapat digunakan Na2CO3 dan Boraks untuk titran asam dan Asam oksalat atau asam sulfanilat untuk titran basa. dan biologis. Larutan primer adalah larutan yang konsentrasinya stabil bila disimpan.

dan campuran karbonat ) dan untuk analisa bahan organik ( miisal : gugus amina.46 1 ml HCl(p) = 1 ml × × 1.1 M Kadar: 37% BJ = 1.Buret .Klem .Campuran Na2CO3 dan NaHCO3 .2H2O .07 ml HCl(p) dengan pipet ukur dan dimasukkan ke dalam labu ukur 250 ml yang telah diberi aquadest sampai kira-kira setengah volume labu ukur. Pembuatan HCl 0. sulfonat.Pipet Ukur .4403 x1ml = 2.19 = 0.Na2B4O7. asam karboksilat.1 M = 0. o Ditambahkan aquadest sampai garis tera kemudian dicampur sampai homogen.9125 gr volume yang dibutuhkan = 0.19 g/ml 37 100 .Pileus Mr = 36.Spatula .1 gram boraks dalam botol timbang dengan neraca analitik kemudian dimasukkan ke dalam erlenmeyer o Ditambahkan 25 ml aquadest dan diaduk sampai seluruh boraks larut o Ditambahkan 2 tetes indikator MO 0.4403 gr 250 ml HCl 0.Statif .5 gr/mol = 0. ester.10 H2O ) o Ditimbang 0. Standarisasi HCl dengan Natrium tetraborat/boraks (Na2B4O7.Beaker glass .Pipet volume . hidroksil dan karbonil ). 2. ALAT DAN CARA KERJA  BAHAN .Pipet tetes .Soda kristal . 10 H2O .Pupuk ZA ( ( NH4)2SO4 ) .NaOH padat .Labu ukur 100 ml dan 250 ml .25 L × 0.HCL pekat ( 37 % ) . nitrat-nitrit.garam amonium.Erlenmeyer  CARA KERJA 1.9125 .Cuka dapur  ALAT . BAHAN.H2C2O4.Indikator PP dan MO .Campuran NaOH dan Na2CO3 .Neraca .Aquadest .07ml o Diambil 2.1 mol/L × 36.

1 M o Diambil 10 ml NaOH yang telah dibuat dengan pipet volume dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer o Ditambahkan 2 tetes indikator MO o Dititrasi dengan HCl yang telah dibuat sampai merah jambu o Langkah di atas dilakukan triplo o Dihitung molaritas NaOH 5. Pembuatan NaOH 0. Penetapan kadar asam cuka dapur o Diambil 10 ml asam cuka dapur dengan pipet volume dan dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml o Ditambahkan aquadest sampai garis tera kemudian dicampur sampai homogen o Diambil 10 ml larutan dengan pipet volume dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer o Ditambahkan 2 tetes indikator PP o Dititrasi dengan NaOH yang telah dibuat sampai merah muda o Langkah di atas dilakukan triplo o Dihitung kadar asam cuka dapur dalam % .1 M o Ditimbang 1 gram NaOH padat dalam beaker glass kemudian dilarutkan dengan ± 100 ml aquadest hingga larut o Dimasukkan ke dalam labu ukur 250 ml lalu ditambahkan aquadest sampai garis tera dan dicampur sampai homogen 4. Standarisasi NaOH dengan HCl 0. Standarisasi NaOH dengan asam oksalat ( H2C2O4 ) o Ditimbang 0.o Dititrasi dengan HCl standar yang telah dibuat sampai merah jambu o Langkah di atas dilakukan secara triplo 3.1 gram asam oksalat ( H2C2O4 ) berair kristal dengan neraca analitik kemudian dimasukkan ke dalam erlenmeyer o Ditambahkan 10 ml aquadest dan diaduk sampai larut o Ditambahkan 2 tetes indikator PP o Dititrasi dengan NaOH yang telah dibuat sampai merah muda o Langkah di atas dilakukan triplo o Dihitung molaritas NaOH 6.

Penentuan campuran NaOH dan Na2CO3 o Diambil 10 ml campuran NaOH dan Na2CO3 dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer o Ditambahkan 2 tetes indikator PP o Dititrasi dengan HCl 0.7. (NH4)2SO4 .1 M sampai warna merah tepat hilang o Dicatat volume HCl yang digunakan untuk titrasi o Ditambahkan 2 tetes indikator MO o Titrasi dilanjutkan sampai warna tepat merah jambu o Dicatat volume HCl yang digunakan untuk titrasi o Dihitung kadar Na2CO3 dan NaHCO3 dalam campuran tersebut 10.4 gram soda kristal dalam beaker glass kemudian dilarutkan dengan sedikit aquadest o Dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml dan ditambahkan dengan aquadest sampai garis tera lalu dicampur sampai homogen o Diambil 10 ml larutan dan dimasukkan dalam Erlenmeyer o Ditambahkan 2 tetes indikator MO o Larutan ini dititrasi dengan HCl sampai berwarna merah jambu o Dihitung kemurnian soda kristal dan jumlah molekul air tiap molekul soda 8. Penetapan kadar Na2CO3 dalam soda kristal o Ditimbang 0. Penentuan kadar amonium dalam pupuk ZA (Zwavelzuur amonia). Penentuan campuran Na2CO3 dan NaHCO3 o Diambil 10 ml campuran Na2CO3 dan NaHCO3 dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer o Ditambahkan 2 tetes indikator PP o Dititrasi dengan HCl 0.1 M sampai warna merah tepat hilang o Dicatat volume HCl yang dibutuhkan untuk titrasi o Ditambahkan 2 tetes indikator MO o Titrasi dilanjutkan sampai warna tepat merah jambu o Dicatat volume HCl yang digunakan untuk titrasi o Dihitung kadar NaOH dan Na2CO3 dalam campuran tersebut 9.

PEMBUATAN HCl 0. ditambahkan 2 tetes MO o Dititrasi dengan HCl standar sampai warna merah jambu o Langkah di atas dilakukan triplo o Dihitung % amonium dalam ZA HASIL.4403 gram = 0. PERHITUNGAN DAN REAKSI 1.37 x 1.1 mol /L x 36.o Ditimbang 1.1 M.3 7.1 M Hasil : Vol Boraks (ml) Vol HCl awal (ml) Vol HCl akhir (ml) Vol HCl terpakai (ml) I 25 0 7.7 Reaksi : Na2B4O7 + 5 H2O + 2 HCl → 2NaCl + 4H3BO3 .7 7.25 L x 0.19 g/ml Mr = 36. STANDARISASI HCL DENGAN BORAKS Larutan HCl yang dibuat pada no. Standarisasi dilakukan dengan boraks ( Na2B4O7.4403 x1ml = 2.1 gr Na2B4O7 + 25 ml aquadest + 2 tetes MO dititrasi dengan HCl 0.08ml HCl pekat 2.6 23.19 gr/ml 0.1 M 2.7 15.9125 gram 250 ml HCl pekat mengandung : 0.1 M Kadar: 37% BJ = 1.1 M dibutuhkan : 0.46 gr/mol : 1 ml x 0.5 gr /mol Untuk membuat 250 ml HCl 0.7 II 25 7.6 7.6 III 25 15. 1 belum tentu memiliki konsentrasi tepat 0. oleh karena itu perlu dilakukan standarisasi agar dapat diketahui konsentrasinya secara tepat.3 gram ZA dalam beaker glass kemudian dilarutkan dengan sedikit aquadest o Dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml dan ditambahkan aquadest sampai garis tera lalu dicampur sampai homogen o Diambil 10 ml larutan dan dimasukkan dalam erlenmeyer o Ditambahkan dengan 25 ml NaOH standar kemudian dipanaskan sampai mendidih o Larutan didinginkan kemudian setelah dingin.08 ml HCl pekat diencerkan dengan aquadest dalam labu ukur 250 ml menghasilkan 250 ml HCl 0.10H2O) 0.9125 1 ml HCl pekat mengandung = 0.

1 M hingga merah jambu I Vol NaOH (ml) 10 Vol HCl akhir (ml) 11.1 M Mol NaOH = 40 gr / mol = 0.7 5.5236 mmol V HCl rata-rata = 7.7 Vol HCl awal (ml) 0 Vol HCl terpakai (ml) 11.8 III 10 35. PEMBUATAN NaOH 0.1gr n HCl = 2 x n Na2B4O7 = 2 x 0. 10 ml NaOH + 2 tetes MO → dititrasi dengan HCl 0.2 23.5236mmol = 0. Oleh sebab itu.1 M NaOH baik padat maupun larutan mudah menyerap CO2 udara sehingga kadarnya tidak stabil.73 = 0.7 Reaksi : NaOH + HCl → NaCl + H2O Volume rata-rata HCl = 11.5 11.06836 M =MxV = 0.10 mol = 0.2618 mmol = 0.73ml M HCl Mol HCl = 0.66ml 3. Larutan NaOH ini harus distandarisasi dengan HCl yang telah distandarisasi dengan boraks. larutan NaOH tidak dapat digunakan sebagai standar primer.7 11.08019 M 10ml II 10 23.8019 mmol M NaOH = 0.8019mmol = 0.06836 M 7.2618mmol 0.06836 x 11.5 11.1M 250ml 1gr 4.618. STANDARISASI NaOH DENGAN ASAM OKSALAT (H2C2O4) .1 M 1 gram NaOH dilarutkan dalam 250 ml aquadest menghasilkan 250 ml NaOH 0.−4 Mol Na2B4O7 = 382 gr / mol = 2.025mol = 25mmol M NaOH = 25mmol = 0.8019 mmol n NaOH = n HCl = 0.66 ml M HCl = 0. STANDARISASI NaOH DENGAN HCl 0.

0.10 mol = 0.7 11.7937 mmol 0.3 16.6 II 10 33.2H2O → Na2C2O4 + 4 H2O −4 Mol asam oksalat = 126 gr / mol = 7.8 II 10 23. yaitu jika dibulatkan adalah 0.09522 M = 11.9 III 10 35.1265 mmol V HOAc = 10 ml .7 0 16.8 Reaksi : HOAc + NaOH → NaOAc + H2O M NaOH V rata-rata NaOH mmol NaOH = 0.5874mmol = 0.6 16. PENETAPAN KADAR ASAM CUKA DAPUR Kadar asam cuka dapur = 25% 10 ml larutan cuka + 2 tetes pp dititrasi dengan NaOH hingga merah muda Vol cuka dapur (ml) Vol NaOH akhir (ml) Vol NaOH awal (ml) Vol NaOH terpakai (ml) I 10 11.5874 mmol = 16.1 gr H2C2O4 + 10 ml aquades + 2 tetes PP → dititrasi dengan NaOH hingga merah muda Vol H2C2O4 (ml) Vol NaOH akhir (ml) Vol NaOH awal (ml) Vol NaOH terpakai (ml) I 10 16.67 ml Hasil standarisasi NaOH pada no 4 dengan no 5 hampir sama.1265 mmol mmol HOAc = mmol NaOH = 1.67 ml = 1.83 =1.7 Reaksi : 2NaOH + H2C2O4.937.83 ml = 0.8 11.7 11.6 0 16.1gr n NaOH V NaOH rata-rata M NaOH = 2 x n asam oksalat = 2 x 0.7937 mmol = 1.09522 x 11.7 III 10 16.8 0 11.1 M 6.5 23.09522 M 16.

1265M = 1.10-3 mol x 106 gr/mol = 0.76 % (w/v) 7.89 106 +18n 106 = 94.2427 mmol M Na2CO3 = 0.11265 M 10 ml 100 x 0.025726 gr/10ml larutan = 0.M HOAc = 1.4854 mmol mmol Na2CO3 = 1/2 x mmol HCl = ½ x 0.7590 % ( w/v) = 6.2427 mmol = 0.2 7.7590gr/100ml =6.1 III 10 21.34 +16.1 II 10 14.81% 0.1265mol/L x 60gr/mol = 67.1 = 0.1265mol / L 10 Dalam 100 ml M HOAc = = 1.2427.02427 M 10ml Massa Na2CO3 = 0.1 Reaksi: 2 HCl + Na2CO3 → 2 NaCl + H2O + CO2 V rata-rata HCl = 7.02n 16.2 7.1 ml M HCl = 0.590 gr/L = 6.1265mmol = 0.3 14.4 Jumlah molekul air dalam tiap molekul soda ( Na2CO3.1 7.7278 .11265M = 1.4854 mmol = 0. PENETAPAN KADAR Na2CO3 DALAM SODA KRISTAL 0.66 n = 0.02n =11.1 0 7. n H2O) 106 = 0.06836 M mmol HCl = 0.06836 x 7.4 gr soda kristal dalam 100 ml aquadest Vol larutan (ml) Vol HCl akhir (ml) Vol HCl awal (ml) Vol HCl terpakai (ml) I 10 7.24726 x100% = 61.24726 gr /100ml larutan Kadar Na2CO3 = 0.

8.83 ml M HCl = 0.7 III 26.7 Vol HCl awal (ml) 0 Vol HCl terpakai (ml) 16.5 26.6 0 16.67 ml = a campuran a + 2 tetes MO → dititrasi dengan HCl sampai merah jambu I II Vol campuran (ml) Vol HCl akhirl (ml) 26.5 (sesuai dengan literatur).06836 M = 0.6720 mmol mmol Na2CO3 mmol NaOH = mmol NaHCO3 = 0.8 9.7 0 16.6720 = 0.83 ml x 0.4676 mmol M Na2CO3 = 0.6720 mmol = mmol HClI – mmol Na2CO3 = ( 16.6 III 10 16.06836 M mmol NaHCO3 = mmol HCl II = 9. Perbedaan ini dapat disebabkan karena kekurangtelitian dalam pelaksanaan titrasi.83 ml = b Perhitungan : V HCl I = a = 16.5 16.0.67 ml V HCl II= b = 9.04676 mol/L x 106 gr/mol = 5. PENENTUAN CAMPURAN NaOH DAN Na2CO3 a.7 9.5 Vol HCl awal (ml) 16.9 Reaksi : NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 V rata-rata HCl = 9.7 16.6 Vol HCl terpakai (ml) 9.50 gram/100ml .8 Massa Na2CO3 = 0.67 ml x 0.4676mmol = 0.Seharusnya n = 0. 10 ml campuran + 2 tetes PP → dititrasi dengan HCl sampai warna merah tepat hilang I Vol campuran (ml) 10 Vol HCl akhirl (ml) 16.0 gram/L = 0.06836 M ) .04676 M 10ml II 10 16.7 Reaksi : NaOH + HCl → NaCl + H2O Na2CO3 + HCl → NaHCO3 + NaCl V rata-rata HCl = 16.

4 8.4 8.2618mmol n HCl = 2 x n Na2B4O7 = 2 x 0.50 % ( w/v) Massa NaOH = 0.01983 gram Kadar NaOH = 0.5236mmol = 0. PENENTUAN CAMPURAN Na2CO3 DAN NaHCO3 10 ml campuran + 2 tetes PP → dititrasi dengan HCl standarisasi kedua sampai warna tepat hilang I Vol campuran (ml) 10 Vol HCl akhirl (ml) 8 Vol HCl awal (ml) 0 Vol HCl terpakai (ml) 8 Reaksi : Na2CO3+ HCl → NaHCO3 + NaCl V rata-rata HCl = 8.3 −4 Mol Na2B4O7 = 382 gr / mol = 2. 37 ml 0.5236 mmol V HCl = 8.1 III 45.37 ml M HCl = campuran a + 2 tetes MO dititrasi dengan HCl sampai merah jambu I Vol campuran (ml) Vol HCl akhirl (ml) Vol HCl awal (ml) Vol HCl terpakai (ml) V rata-rata HCl = 15.1 16.4 II 25 9 17.618.4957.2618 mmol = 0.1 III 10 24.3 8.03 ml 15 0 15 II 30.10 mol = 0.1983% ( w/w) 10 9.10-3mol x 40 gr/mol = 0.1gr II 10 16.2 15 .1 8 8.03 ml Standarisasi HCl kedua Vol Boraks (ml) Vol HCl awal (ml) Vol HCl akhir (ml) Vol HCl terpakai (ml) 0.06256 M 8.4 III 25 18 26.1 15 15.2 30..1 8 I 25 0 8.Kadar Na2CO3 =0.01983 x100% = 0.

36784 gram/100ml Kadar NaHCO3 10.03ml x 0.04379 M = 0.06256) – ( 8.8 Vol larutan (ml) Vol HCl akhirl (ml) Vol HCl awal (ml) Vol HCl terpakai (ml) Reaksi : NH4+ + OH. =0.6 III 10 16.53% mmol NaHCO3 awal = mmol NaHCO3 total –mmol NaHCO3 hasil reaksi = (15.04379mol/L x 84 gr/mol =3.06256 M = 0.4379mmol = 0.6 0 16.3254 gram/L =0.4379 mmol M NaHCO3 Massa NaHCO3 = 0.05024mol/L x 106 gr/mol =5.04379 mol /L 10ml = 0.Reaksi : NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 NaHCO3 + HCl → NaCl + H2O + CO2 Perhitungan : (NaHCO3 mula-mula) (Hasil reaksi dengan Na2CO3+ HCl) mmol Na2CO3 = mmol HCl = 8.→ NH3 + H2O NaOHberlebih + HCl → NaCl + H2O V rata-rata HCl = 16.6 17 16.05024 mol/L 10ml Massa Na2CO3= 0.36784 % = 0.53254 gram/100ml Kadar Na2CO3= 0.8 0 16.03 x 0.06256) = 0.03 x 0.37 % (w/v) PENENTUAN KADAR AMONIUM DALAM PUPUK ZA 10 ml larutan ZA + 25 ml NaOH → + 2 tetes MO dititrasi dengan HCl standarisasi kedua sampai merah jambu I 10 16.5024mmol = 0.6784 gr/L =0.6 ml .05024M =0.53254 %= 0.5024 mmol M Na2CO3 = 0.6 II 10 33.

 Dari standarisasi HCl dengan Natrium tetraborat/boraks (Na2B4O7) diketahui bahwa [HCl] = 0.  Setiap larutan yang akan digunakan sebagai titran ( larutan baku asam maupun basa ) dalam titrasi acidi-alkalimetri harus distandarisasi agar dapat diketahui konsentrasinya secara tepat.  Kadar asam cuka dapur adalah 7.58 % dan rumus molekulnya Na2CO3. ½ H2O.19% 1.79275 mmol massa NH = 0.79275 mmol = 0.0385 mmol = 1.06256 mmol NaOH awal mmol NaOH yang bereaksi menghasilkan NH3 mmol NaOH = mmol NH4= 0.37 %.0285 gram kadar amonium dalam ZA = 0.83125 mmol = 1.  Kadar campuran Na2CO3 dan NaHCO3 adalah 0.79275. dan harus sangat teliti dalam pelaksanaannya karena metode ini merupakan analisa kuantitatif.07325 M.19 %.  Kadar campuran NaOH dan Na2CO3 adalah 0.10-3 mol x 18 gr/mol x 2 = 0.06256 M.0385 = 0.6 x 0.M HCl = 0. misalnya : penggunaan larutan baku. (NH4)2SO4 adalah 2.36 %.  Kadar Na2CO3 dalam soda kristal adalah 87. penggunaan indikator.  Kadar amonium dalam pupuk ZA (Zwavelzuur amonia).19 % yang berbeda dengan yang tertulis pada label kemasan.06545 M dan dari standarisasi kedua adalah 0.3 KESIMPULAN  Titrasi acidi-alkalimetri dapat digunakan untuk beberapa hal.  Dari standarisasi NaOH dengan HCl diketahui bahwa [NaOH] = 0.06256 M = 1. antara lain dalam : penetapan kadar asam cuka dapur penetapan kadar Na2CO3 dalam soda kristal penentuan kadar campuran NaOH dan Na2CO3 penentuan kadar campuran Na2CO3 dan NaHCO3 penentuan kadar amonium dalam pupuk ZA ( Zwavelzuur Amonia )  Pelaksanaan titrasi acidi-alkalimetri perlu memperhatikan banyyak syarat. .0285 x100% = 2.07325 M x 25 ml mmol NaOH berlebih = mmol HCl = 16.83125 – 1.07415 M  Dari standarisasi NaOH dengan asam oksalat (H 2C2O4) dapat diketahui bahwa [NaOH] = 0.

Ilmu Kimia Analitik Dasar. menimbang sampel maupun penentuan titik akhir titrasi. Jakarta : Gramedia . Ketelitian dalam titrasi akan mempengaruhi penentuan kadar dalam sampel.  Indikator (dalam hal ini PP dan MO) akan menentukan perubahan warna yang terjadi pada saat reaksi. misalnya ketelitian dalam pembacaan skala. W. 1986. Perubahan warna tersebut menunjukkan titik akhir titrasi. DAFTAR PUSTAKA Harjadi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->