P. 1
makalah menstruasi

makalah menstruasi

|Views: 436|Likes:
Published by Mustafa Holidi

More info:

Published by: Mustafa Holidi on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2014

pdf

text

original

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1. Siklus Menstruasi 1.1 Pengertian Menstruasi adalah perdarahan periodik dari uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus (Bobak, 2004). Suzannec (2001), mendeskripsikan siklus menstruasi adalah proses kompleks yang mencakup reproduktif dan endokrin. Menurut Bobak (2004), Siklus menstruasi merupakan rangkaian peristiwa yang secara kompleks saling mempengaruhi dan terjadi secara simultan. 1.2 Fisiologis Siklus Menstruasi Fungsi menstruasi normal merupakan hasil interaksi antara hipotalamus, hipofisis, dan ovarium dengan perubahan-perubahan terkait pada jaringan sasaran pada saluran reproduksi normal, ovarium memainkan peranan penting dalam proses ini, karena tampaknya bertanggung jawab dalam pengaturan perubahan-perubahan siklik maupun lama siklus menstruasi (Bobak, 2004). Ovarium menghasilkan hormon steroid, terutama estrogen dan progesteron. Beberapa estrogen yang berbeda dihasilkan oleh folikel ovarium, yang mengandung ovum yang sedang berkembang dan oleh sel-sel yang mengelilinginya. Estrogen ovarium yang paling berpengaruh adalah estradiol. Estrogen bertanggung jawab terhadap perkembangan dan pemeliharaan organ-organ reproduktif wanita dan karakteristik seksual sekunder yang berkaitan dengan wanita dewasa. Estrogen memainkan peranan penting dalam perkembangan payudara dan dalam perubahan siklus bulanan dalam uterus. Progesteron juga penting dalam mengatur perubahan yang terjadi dalam uterus selama siklus menstruasi. Progesteron merupakan hormon yang paling penting untuk menyiapkan endometrium yang merupakan membran mukosa yang melapisi uterus untuk implantasi ovum yang telah dibuahi. Jika terjadi kehamilan sekresi progesteron berperan penting terhadap plasenta dan untuk mempertahankan kehamilan yang normal. Sedangkan endrogen juga dihasilkan oleh ovarium, tetapi hanya dalam jumlah kecil. Hormon endrogen terlibat dalam perkembangan dini folikel dan juga mempengaruhi libido wanitaMenstruasi disertai ovulasi terjadi selang beberapa bulan sampai 23 tahun setelah menarche yang berlangsung sekitar umur 17-18 tahun. Dengan memperhatikan komponen yang mengatur menstruasi dapat dikemungkakan bahwa setiap penyimpangan system akan terjadi penyimpangan pada patrum umun menstruasi. Pada umumnya menstruasi akan berlangsung setiap 28 hari selama ±7 hari. Lama perdarahannya sekitas 3-5 hari dengan jumlah darah yang hilang sekitar 30-40 cc. Puncak pendarahannya hari ke-2 atau 3 hal ini dapat dilihat dari jumlah pemakaian pembalut sekitar 2-3 buah. Diikuti fase proliferasi sekitar 6-8 hari (Manuaba dkk, 2006).

terdiri dari empat fase. misalnya hari ke-10 siklus 24 hari. sehingga suplai darah ke endo metrium fungs iona l terhenti da n terjadi nekrosis. oosit matur dan terjadi ovulasi. endo metrium terlepas dari dinding uterus dengan disertai pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Pada akhir fase sekresi. folikel yang kosong memulai berformasi menjadi korpus luteum. Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal ± 3. Lapisan fungsional terpisah dari lapisan basal dan perdarahan menstruasi dimulai. hari ke-15 siklus 28 hari. satu sampai 30 folikel mulai matur didalam ovarium dibawah pengaruh FSH dan estrogen. progesteron. Endo metrium menjadi kaya dengan darah dan sekresi kelenjar. Fase menstruasi Pada fase ini. Fase sekresi/luteal Fase sekresi berlangsung sejak hari ovulasi sampai sekitar tiga har i sebelum periode menstruasi berikutnya. Apabila tidak terjadi pembuahan dan implantasi. Folikel primer primitif berisi oosit yang tidak matur (sel primordial). Pada awal fase menstruasi kadar estrogen. arteri spiral menjadi spasme. dan mensekresi . Di dalam folikel yang terpilih. b. LH (Lutenizing Hormon) menurun atau pada kadar terendahnya selama siklus dan kadar FSH (Folikel Stimulating Hormon) baru mulai meningkat.3. Fase proliferasi tergantung pada stimulasi estrogen yang berasal dari folikel ovarium. 1.3. endo metrium sekretorius yang matang dengan sempurna mencapai ketebalan seperti beludru yang tebal dan halus.5 mm atau sekitar 8-10 kali lipat dari semula. hari ke18 siklus 32 hari. Fase proliferasi Fase proliferasi merupakan periode pertumbuhan cepat yang berlangsung sejak sekitar hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus haid. korpus luteum yang mensekresi estrogen dan progesteron menyusut.1 Siklus Endomentrium Siklus endo metrium menurut Bobak (2004). Korpus luteum mencapai puncak aktivitas fungsional 8 hari setelah ovulasi. kemudian hipofise mengeluarkan LH (lutenizing hormon). yaitu : a. Permukaan endometrium secara lengkap kembali normal sekitar empat hari atau menjelang perdarahan berhenti. Seiring penyusutan kadar estrogen dan progesteron yang cepat. yang akan berakhir saat ovulasi. yaitu: 1.1.3 Bagian-bagian Siklus Menstruasi Menurut Bobak (2004). ada beberapa rangkaian dari siklus menstruasi. c. Fase iskemi/premenstrual Implantasi atau nidasi ovum yang dibuahi terjadi sekitar 7 sampai 10 hari setelah ovulasi. d. Sebelum ovulasi.2 Siklus Ovulasi Ovulasi merupakan peningkatan kadar estrogen yang menghambat pengeluaran FSH. Lonjakan LH sebelum terjadi ovulasi mempengaruhi folikel yang terpilih. Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel. Rata-rata fase ini berlangsung selama lima hari (rentang 3-6 hari).

khususnya dengan pembentukan stroma di bagian bawahnya. ada beberapa faktor yang memegang peranan dalam siklus menstruasi antara lain: 1. Apabila tidak terjadi implantasi.3 Siklus Hipofisis-hipotalamus Menjelang akhir siklus menstruasi yang normal.1 Faktor enzim Dalam fase proliferasi estrogen mempengaruhi tersimpannya enzim-enzim hidrolitik dalam endometrium. 1. oleh karena itu kadar estrogen dan progesteron menurun. 1. serta merangsang pembentukan glikogen dan asam-asam mukopolisakarida. dengan desintegrasi endometrium. maka terjadi menstruasi. korpus luteum berkurang dan kadar hormon menurun. korpus luteum menyusut. Kadar hormon ovarium yang rendah dalam darah ini menstimulasi hipotalamus untuk mensekresi gonadotropin realising hormone (Gn-RH).4 Faktor-faktor yang Berperan dalam Siklus Menstruasi Menurut Praworohardjo (1999). enzimenzim hidrolitik dilepaskan. Pada pertengahan fase luteal sintesis mukopolisakarida terhenti.4.baik hormon estrogen maupun progesteron. Pada pe rtumbuha n endo metrium ikut tumbuh pula arteri-arteri. Jika kehamilan tidak terjadi. Gn-RH menstimulasi sekresi folikel stimulating hormone (FSH). Kadar estrogen mulai menurun dan Gn-RH hipotalamus memicu hipofisis anterior untuk mengeluarkan lutenizing hormone (LH). dan akhirnya terjadi nekrosis dan perdarahan dengan pembentukan hematom baik dari arteri maupun dari vena. 1. Sebaliknya. Apabila tidak terjadi fertilisasi dan implantasi ovum pada masa ini. FSH menstimulasi perkembangan folikel de graaf ovarium dan produksi estrogennya. 1.2 Faktor vaskuler Mulai fase proliferasi terjadi pembentukan sistem vaskularisasi da lam lapisan fungsional endo metrium. yang berakibat mempertinggi permeabilitas pembuluh-pembuluh darah yang sudah berkembang sejak permulaan fase proliferasi.4. prostaglandin terlepas dan menyebabkan berkontraksinya miometrium sebagai suatu faktor untuk membatasi perdarahan pada haid. kadar estrogen dan progesteron darah menurun. Dengan regresi endometrium timbul statis dalam vena serta saluran-saluran yang menghubungkannya dengan arteri.3 Faktor prostaglandin Endometrium mengandung banyak prostaglandin E2 dan F2. karena itu timbul gangguan dalam metabolisme endometrium yang mengakibatkan regresi endomentrium dan perdarahan. Sehingga lapisan fungsional endo metrium tidak dapat bertahan dan akhirnya luruh. . maka dengan menurunnya kadar progesterone.3. vena-vena. LH mencapai puncak pada sekitar hari ke-13 atau ke-14 dari siklus 28 hari. Dengan demikian lebih banyak zat-zat makanan mengalir ke stroma endometrium sebagai persiapan untuk implantasi ovum apabila terjadi kehamilan.4. Zat-zat yang terakhir ini ikut berperan dalam pembangunan endometrium.

prolaktin dapat meningkatkan kontraksi uterus. Namun. Prostaglandin menyebabkan peningkatan aktivitas uterus dan serabut-serabut saraf terminal rangsang nyeri. 2. ada beberapa faktor diduga berperan dalam timbulnya dysmenorrhea yaitu: 2.1 Pengertian Suzannec (2001) mendeskripsikan dysmenorrhea sebagai nyeri saat menstruasi pada perut bagian bawah yang terasa seperti kram. preeklamsieklamsi.2 Patofisiologis Dysmenorrhea Dysmenorrhea terjadi pada saat fase pramenstruasi (sekresi).3. hipertensi. Sesuai dengan sifatnya.1 Faktor psikis Pada wanita yang secara emosional tidak stabil. 2. Pada fase menstruasi prostaglandin meningkatkan respon miometrial yang menstimulasi hormon oksitosin. dan menimbulkan nyeri. 2. dysmenorrhea primer mudah terjadi. Seringkali segera setelah perkawinan dysmenorrhea hilang. Pelepasan prostaglandin di induksi oleh adanya lisis endometrium dan rusaknya membran sel akibat pelepasan lisosim. Prostaglandin sangat terkait dengan infertilitas pada wanita. faktor ini dapat menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri. menurunnya aliran darah pada uterus. peranan pasti vasopresin dalam mekanisme terjadinya dysmenorrhea masih belum jelas. Dysmenorrhea 2.3. Pada fase ini terjadi peningkatan hormon prolaktin dan hormon estrogen. 2004). terutama terjadi pada perut bagian bawah dan punggung bawah yang terasa seperti kram (Varney. Disamping itu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dysmenorrhea sebagian besar akibat kontraksi uterus 2.2. psikoterapi terkadang mampu menghilangkan dysmenorrhea primer. dan anafilaktik syok.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dysmenorrhea Menurut Prawirohardjo (1999). Prostaglandin yang berperan di sini yaitu prostaglandin E2 (PGE2) dan F2α (PGF2α). Pemberian vasopresin pada saat menstruasi menyebabkan meningkatnya kontraksi uterus. Dysmenorrhea merupakan menstruasi yang sangat menyakitkan. dan jarang sekali dysmenorrhea menetap setelah melahirkan. Dan hormon oksitosin ini juga mempunyai sifat meningkatkan kontraksi uterus. Menurut Manuaba dkk (2006) dysmenorrhea adalah rasa sakit yang menyertai menstruasi sehingga dapat menimbulkan gangguan pekerjaan sehari-hari.3 Prostaglandin Penelitian pada beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa prostaglandin memegang peranan penting dalam terjadinya dysmenorrhea. Kombinasi antara peningkatan kadar . Kondisi tubuh erat kaitannya dengan faktor psikis.2 Vasopresin Kadar vasopresin pada wanita dengan dysmenorrhea primer sangat tinggi dibandingkan dengan wanita tanpa dysmenorrhea.3. Mungkin kedua keadaan tersebut (perkawinan dan melahirkan) membawa perubahan fisiologis pada genitalia maupun perubahan psikis. dysmenorrhea. Hormon yang juga terlibat dalam dysmenorrhea adalah hormon prostaglandin.

maka selain dysmenorrhea timbul pula diare. dan muntah. mual. Terkadang nyerinya hilang setelah satu atau dua hari. 2. Selanjutnya.Mempunyai riwayat yang sama dalam keluarga 2. Wanita yang tidak memiliki anak e. Jika prostaglandin dilepaskan dalam jumlah berlebihan ke dalam peredaran darah.4 Faktor hormonal Umumnya kejang atau kram yang terjadi pada dysmenorrhea primer dianggap terjadi akibat kontraksi uterus yang berlebihan. kontraksi miometrium yang disebabkan oleh prostaglandin akan mengurangi aliran darah.prostaglandin dan peningkatan kepekaan miometrium menimbulkan tekanan intrauterus hingga 400 mmHg dan menyebabkan kontraksi miometrium yang hebat. Terasa lebih baik setelah pendarahan menstruasi mulai c. Rasa sakit yang dimulai pada hari pertama menstruasi b.5 Gejala Dysmenorrhea Menurut Kasdu (2005). 2.3. Menarche dini (wanita yang pertama menstruasi sebelum umur 12 tahun) f. ada juga wanita yang masih merasakan nyeri perut meskipun sudah dua hari haid. yang biasanya disertai tingginya kadar estrogen tanpa adanya progesteron. Namun. Tetapi teori ini tidak menerangkan mengapa dysmenorrhea tidak terjadi pada perdarahan disfungsi anovulatoar. .4 Faktor Resiko Dysmenorrhea Menurut Damianus (2006). ada beberapa faktor resiko yang bisa meningkatkan terjadinya dysmenorrhea yaitu: a. Peningkatan prostaglandin pada endometrium yang mengikuti turunnya kadar progesteron pada fase luteal akhir menyebabkan peningkatan tonus miometrium dan kontraksi uterus. sehingga terjadi iskemia sel-sel miometrium yang mengakibatkan timbulnya nyeri spasmodik. Kadar progesteron yang rendah akibat regresi korpus luteum menyebabkan terganggunya stabilitas membran lisosom dan juga meningkatkan pelepasan enzim fosfolipase-A2 yang berperan sebagai katalisator dalam sintesis prostaglandin melalui perubahan fosfolipid menjadi asam archidonat. Wanita yang minum alkohol selama menstruasi karena alkohol akan memperpanjang nyeri pada saat menstruasi c. Wanita yang merokok b. Wanita yang kelebihan berat badan dan obesitas d. gejala dysmenorrhea yang sering muncul adalah : a. Kadar progesteron yang rendah menyebabkan terbentuknya PGF2α dalam jumlah banyak.

adenomiosis. atau karena iritasi peritoneum pelvis.6. muntah. Ketika gejala ini terjadi pada saat menstruasi. Nyeri mulai dirasakan 24 jam saat menstruasi dan bisa bertahan selama 48-72 jam 2.6. e. dysmenorrhea berdasarkan penyebabnya diklasifikasikan menjadi dua yaitu 2. fibroid dan polip dapat pula disertai dengan dispareuni. Nyeri dysmenorrhea sekunder dimulai 2 hari atau lebih sebelum menstruasi.d. perubahan atau terbatasnya aliran darah. yang menyebabkan uterus untuk berkontraksi secara berlebihan dan juga mengakibatkan vasospasme anteriolar. iritabilitas. tidak mengganggu aktivitas harian. Akan tetapi. Dysmenorrhea sekunder terjadi pada wanita berusia 30-45 tahun dan jarang sekali terjadi sebelum usia 25 tahun. Nyer i dymenorrhea primer seperti mirip kejang spasmodik. Karakteristik Gejala dysmenorrhea berdasarkan derajat nyerinya menurut Manuaba (2001) dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu: 2. sindrom menoragia.6 Klasifikasi dan Karakteristik Gejala Dysmenorrhea Menurut Jones (2001). kemandulan. yaitu sekitar usia 2-3 tahun setelah menarche dan mencapai maksimal antara usia 15-25 tahun. . dapat hilang tanpa pengobatan. Proses ini berkombinasi dengan fisiologi normal dari menstruasi sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. sembuh hanya dengan cukup istirahat sejenak. nyeri kepala. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus.1 Dysmenorrhea primer Dysmenorrhea primer merupakan nyeri haid tanpa kelainan anatomis genitalis yang dapat diidentifikasi. pusing atau pening. Secara umum.3 Dysmenorrhea ringan Dysmenorrhea ringan adalah rasa nyeri yang dirasakan waktu menstruasi yang berlangsung sesaat. proses ini menjadi sumber rasa nyeri. yang bisa menjalar ke punggung bagian bahwa dan tungkai. 2. rasa nyeri tidak menyebar tetapi tetap berlokasi di daerah peruh bawah. radang pelvis. f. Dysmenorrhea primer diduga sebagai akibat dari pembentukan prostaglandin yang berlebih. Dysmenorrhea primer timbul pada masa remaja. rasa lelah dan sebagainya. Penyebab dysmenorrhea sekunder seperti: endometriosis. nyeri datang ketika terjadi proses yang mengubah tekanan di dalam atau di sekitar pelvis. dan nyerinya semakin hebat serta mencapai puncak pada akhir menstruasi yang bisa berlangsung selama 2 hari atau lebih. Nyeri pada perut bagian bahwa. dan perdarahan yang abnormal. yang dirasakan pada perut bagian bawah (area suprapubik) dan dapat menjalar ke paha dan pinggang bawah dapat juga disertai dengan mual. dysmenorrhea primer juga mengenai sekitar 50-70% wanita yang masih menstruasi. diare.2 Dysmenorrhea sekunder Dysmenorrhea sekunder merupakan nyeri haid sebelum menstruasi yang disertai kelainan anatomis genitalis.6. Terkadang disertai rasa mual. muntah. nyeri pinggang bawah.

Jika obat ini juga tidak efektif. sakit kepala bahkan muntah dan diare. maka diberikan pil KB dosis rendah yang mengandung estrogen dan progesteron atau diberikan medroxiprogesteron.2 Terapi nonfarmakologi Terapi pengobatan yang bisa dilakukan dalam mengurangi gejala Dysmenorrhea yang bersifat nonfarmakologi yaitu: a. Jika dysmenorrhea sangat berat bisa dilakukan ablasio endometrium. yang selanjutnya akan mengurangi beratnya dysmenorrhea. Dysmenorrhea berat memerlukan istirahat sedemikian lama yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari selama 1 hari atau lebih. Jika nyeri terus dirasakan dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Pemberian kedua obat tersebut dimaksudkan untuk mencegah ovulasi (pelepasan sel telur) dan mengurangi pembentukan prostaglandin. Orgasme pada aktivitas seksual . Pemijitan. Untuk mengatasi mual dan muntah bisa diberikan obat anti mual. menyebar di bagian perut bawah. Olah raga Mampu meningkatkan produksi endorphin otak yang dapat menurunkan stress sehingga secara tidak langsung juga mengurangi nyeri c. 2.6. maka dilakukan pemeriksaan tambahan (misalnya laparoskopi).7 Terapi dan Penatalaksanaan Medik Terapi dysmenorrhea terbagi atas dua macam yaitu: 2. dan hilang setelah mengkonsumsi obat anti nyeri.1 Terapi Farmakologi Untuk mengurangi rasa nyeri bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibupr ofen. 2. dan memerlukan pengobatan dysmenorrhea. Istirahat yang cukup b. Olah raga yang teratur (terutama berjalan).6. yaitu suatu prosedur dimana lapisan rahim dibakar atau diuapkan dengan alat pemanas 2. kadang-kadang mengganggu aktivitas hidup sehari-hari.5 Dysmenorrhea berat Dysmenorrhea berat adalah rasa nyeri pada perut bagian bawah pada saat menstruasi dan menyebar kepinggang atau bagian tubuh lain juga disertai pusing.7. memerlukan istirahat dan memerlukan obat penangkal nyeri. Obat anti peradangan non steroid akan sangat efektif jika mulai diminum 2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai hari 1-2 menstruasi. d.4 Dysmenorrhea sedang Dysmenorrhea yang bersifat sedang jika perempuan tersebut merasakan nyeri saat menstruasi yang bisa berlangsung 1-2 hari.2. tetapi mual dan muntah biasanya menghilang jika kramnya telah teratasi. naproxen dan asam mefenamat).7. Pijatan lembut pada bagian tubuh klien yang nyeri dengan menggunakan tangan akan menyebabkan relaksasi otot dan memberikan efek sedasi. Yoga e.

Stimuli listrik dapat mengakibatkan opiat dan non opiat jalur yang menurun. dan diminta untuk berkosentrasi pada lirik dan irama lagu. Suhu panas dapat memperingan keluhan. Klien juga diperbolehkan untuk menggerakkan tubuh mengikuti irama lagu seperti bergoyang. individu dianjurkan untuk memilih musik yang disukai dan musik tenang seperti musik klasik. . Lakukan pengompresan dengan handuk panas atau botol air panas pada perut atau punggung bawah atau mandi dengan air hangat g. mengetukkan jari atau kaki. Kompres hangat di daerah perut. h. Distraksi pendengaran.f. TENS ( Transcutaneus Elektrical Nerve Stimulation). Tindakan ini melalui pendekatan gate control of pain atau gerbang transmisi nyeri yaitu memblok stimuli nyeri dengan stimuli kurang nyeri kepada serabut-serabut besar. Diantaranya mendengarkan musik yang disukai atau suara burung serta gemercik air.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->