P. 1
LAPORAN kompresor

LAPORAN kompresor

|Views: 10|Likes:
Published by Agus Coy
LAPORAN kompresor
LAPORAN kompresor

More info:

Published by: Agus Coy on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2013

pdf

text

original

LAPORAN TETAP

PRATIKUM UTILITAS
KOMPRESOR DAN SISTEM UDARA TEKAN
OLEH:
Kelompok I:
Agung Wiranata 0610 4041 1380
Agustiawan 0610 4041 1381
Anjar Eko Saputro 0610 4041 1382
Devi Rahmadena 0610 4041 1383
Dian Eka Firdayanti 0610 4041 1384
Dwi Miftha Kurnia 0610 4041 1385
Heni Nurani 0610 4041 1386
Leo dwianto 0610 4041 1387
Pembimbing:
Ir. A. Husaini M.T
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
PROGRAM D IV TEKNIK ENERGI
2012
KOMPRESOR DAN SISTEM UDARA TEKAN
I. TUJUAN
Setelah melakukan percobaan mahasiswa diharapkan mampu:
− Mengenal bagian-bagian kompresor dan sistem udara tekan
− Dapat mengoperasikan kompresor di laboratorium utilitas
− Dapat menghitung secara langsung efisiensi isotermal kompresor
II. ALAT DAN BAHAN
− Kompresor
III. DASAR TEORI
Kompresor adalah alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan
tekanan fluida mampu mampat, yaitu gas atau udara. tujuan meningkatkan
tekanan dapat untuk mengalirkan atau kebutuhan proses dalam suatu system
proses yang lebih besar (dapat system fisika maupun kimia contohnya pada
pabrik-pabrik kimia untuk kebutuhan reaksi). Secara umum kompresor dibagi
menjadi dua jenis yaitu dinamik dan perpindahan positif.
Bila tekanan fluida mampu-mampat dinaikkan secara adiabatik, suhu
fluida juga naik. Kenaikan suhu menimbulkan beberapa kerugian karena volume
spesifik fluida naik bersama suhu, kerja yang diperlukan untuk memampatkan
satu pon fluida akan menjadi lebih besar jika kompresi dilakukan secara isotermal.
Perubahan tekanan isentropik (adiabatik atau tanpa gesekan) gas ideal terhadap
suhu adalah:
λ / 1 1−

,
_

¸
¸
·
pa
pb
Tb
Ta
Ta, Tb= suhu absolut masuk dan keluar
Pa, pb= tekanan masuk dan keluar
Untuk gas tertentu, rasio suhu meningkat bila rasio Pa/Pb meningkat.
Rasio ini merupakan parameter dasar dalam blower dan kompresor. Pada
kompresor rasio tersebut dapat mencapai 10 atau lebih. Biasanya kompresor
didinginkan menggunakan selubung pendingin yang menggunakan air pendingin
atau pendingin lain.
Komponen Utama Sistim Udara Tekan
Sistim udara tekan terdiri dari komponen utama berikut: Penyaring udara
masuk, pendingin antar tahap, after-coolers, pengering udara, traps pengeluaran
kadar air, penerima, jaringan pemipaan, penyaring, pengatur dan pelumasan (lihat
Gambar 3).
 Filter Udara Masuk: Mencegah debu masuk kompresor; Debu
menyebabkan lengketnya katup/ kran, merusak silinder dan
pemakaian yang berlebihan.
 Pendingin antar tahap: Menurunan suhu udara sebelum masuk ke
tahap berikutnya untuk mengurangi kerja kompresi dan meningkatkan
efisiensi. Biasanya digunakan pendingin air.
 After-Coolers: Tujuannya adalah membuang kadar air dalam udara
dengan penurunan suhu dalam penukar panas berpendingin air.
 Pengering Udara: Sisa-sisa kadar air setelah after-cooler dihilangkan
dengan menggunakan pengering udara, karena udara tekan untuk
keperluan instrumen dan peralatan pneumatik harus bebas dari kadar
air. Kadar air dihilangkan dengan menggunakan adsorben seperti gel
silika/ karbon aktif, atau pengering refrigeran, atau panas dari
pengering kompresor itu sendiri.
 Traps Pengeluaran Kadar Air: Trap pengeluaran kadar air diguakan
untuk membuang kadar air dalam udara tekan. Trap tersebut
menyerupai steam traps. Berbagai jenis trap yang digunakan adalah
kran pengeluaran manual, klep pengeluaran otomatis atau yang
berdasarkan waktu dll.
 Penerima: Penerima udara disediakan sebagai penyimpan dan
penghalus denyut keluaran udara – mengurangi variasi tekanan dari
kompresor.
IV. PROSEDUR KERJA
− Membuka semua aliran keluar kompresor yang menuju ke sistem
pengguna
− Menghidupkan kompresor
− Mencatat tekanan masuk yang terdapat pada indikator tekanan bagian
masuk
− Mencatat tekanan masuk yang terdapat pada indikator tekanan bagian
keluar
− Mencatat laju alir udara pada flow-meter
− Hitung efisiensi kompresor
V. DATA PENGAMATAN
Data pengamatan
No Parameter yang dicatat Efisiensi Flow
in(m/s)
Flow
out(m/s)
P masuk lb/in
2
P keluar lb/in
2
P kerja lb/in
2
1. 125 125 4,5 4,34 3,11
2. 125 125 4,9 5,01 9,15
3. 125 125 5,3 5,32 10,23
Penggunaan Kompresor di Laboratorium
Alat Pemggunaan langsung Tidak langsung
leacking
− 
Falling film evaporator
 −
Fluidized
 −
Stirred tank reactor
 −
Humidification
 −
Lab. Instrument
(CRF,CRL,PC 14)
 −
VI. PERHITUNGAN
Contoh soal:
Kompresor jenis root blower mengkompresi 0,05m
3
udara dari 1,0 kg/cm
3
ke 1,5 kg/cm
2
perputaran. Hitung efisiensi kompresor
Penyelesaian:
Diket:
V
1
= 0,05 m
3
P
1
= 1,0 kg/cm
2
= 1,0x10
4
kg/m
2
P
2
= 1,5 kg/cm
2
= 1,5x10
4
kg/m
2
Kerja perputaran:
W
1
= V
1
(P
2
- P
1
)
= 0,05 (1,5x10
4
- 1,0x10
4
)
= 250 kg.m
Kerja Ideal perputaran:
m kg W
x x x W
P
P
V P W
. 215
1
0 , 1
5 , 1
5 , 0 10 0 , 1
1 4 , 1
4 , 1
1 .
1
2
4 , 1
1 4 , 1
4
2
1
1
2
1 1 2
·
1
1
1
]
1

¸


,
_

¸
¸

·
1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸

·


γ
γ
γ
γ

Efisiensi Kompresor:
% 86
% 100
. 250
. 215
% 100
1
2
·
·
·
η
η
η
x
m kg
m kg
x
W
W
VII. ANALISA
Pada praktikum kali ini, dilakukan percobaan kompresor dan sistem udara
tekan. Kompresor adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan gas
atau udara yang terkompresi atau bertekanan dengan cara memampatkannya, dan
dikeluarkan pada bagian discharge. Kompresor mengubah uap refrigeran yang
masuk pada suhu dan tekanan rendah menjadi uap bertekanan tinggi. Kompresor
juga mengubah suhu refrigeran menjadi lebih tinggi akibat proses yang bersifat
isentrofik. Karena proses pemampatan, udara mempunyai tekanan yang lebih
tinggi dibandingkan dengan udara lingkungan (1 atm). Kompresor memerlukan
gas atau udara sebagai bahan baku pembentuk gas atau udara bertekanan, dan ini
diambil oleh kompresor lewat sunctionnya. Oleh karena itu, kompresor juga
berfungsi sebagai alat transportasi, dalam hal ini mampu menarik gas atau udara
ketempat lain. Secara umum, biasanya kompresor menghisap udara dari atmosfer
yang secara fisik merupakan campuran beberapa gas dengan susunan 78%
nitrogen, 21% Oksigen, dan 1% Campuran argon, karbon dioksida, uap air, dll.
Kompresor terdiri dari beberapa jenis, namun kompresor yang digunakan
sebagai sumber udara tekan pada laboratorium pilot plant adalah jenis kompresor
torak. Pada kompresor ini terdapat barometer yang berfungsi untuk mengukur
tekanan udara yang masuk secara keluar kompseor, juga tekanan udara keluar
yang diatur dengan katup /valve. Sedangkan untuk laju alir udara yang masuk,
diukur dengan anemometer. Kompresor torak mempunyai piston yang bergerak
maju mundur didalam suatu silinder, dengan kapasitas yang bervariasi anatara 1
hingga 100 ton pendingin tiap unit.
Untuk kompresor jenis positif displacement yaitu, kompresor torak, cara
kerjanya adalah jika torak ditarik keatas, tekanan dalam silinder dibawah torak
akan menjadi negatif (lebih kecl dari tekanan atmosfir) sehingga udara akan
masuk melalui celah katup isap. Katup ini dipasang pada torak yang sekaligus
berfungsi sebagai perapat torak. Kemudian jika torak ditekan kebawah, volume
udar yang terkurung di bawah torak akan mengecil sehingga tekanan akan naik.
Katup isap akan menutup dengan merapatkan celah antara torak dan dinding
silinder. Jika torak ditekan terus, volume akan semakin kecil dan tekanan didalam
silinder akan semakin naik. Katup isap akan menutup dengan merapatkan celah
anatara torak dan dinding silinder. Dari hasil praktikum, di dapatkan data berupa
tekanan udara masuk, keluar, dan lajua alir udara. Namun dari data-data tersebut
tidak dapat dihitung efisiensinya, karena untuk menghitung efisiensi dibutuhkan
data-data lain seperti volume udara yang terkompresi, yang sulit untuk diketahui.
Maka sebagai asumsi, dibuat suatu contoh perhitungan teori yang menghasilkan
efisiensi sebesar 86%.

VIII. KESIMPULAN
Dari percobaan diatas, dapat disimpulkan:
1. Mahasiswa mampu mengenal bagian-bagian kompresor dan sistem
udara tekan
2. Mahasiswa mampu mengoperasikan kompresor di laboratorium
Utilitas
3. Kompresor digunakan untuk menghasilkan udara tekan/terkompresi
dengan cara memampatkannya
4. Perhitungan efisiensi secara teori adalah sebesar 86%
BDAFTAR PUSTAKA
Hajar, Ibnu.2012. Petunjuk Praktikum Utilitas. Palembang, POLSRI
http://djblackersz.blogspot.com/2011/12/prinsip-kerja-kompresor.html
http://www.scribd.com/doc/26800434/kompresor-torak
http://www.scribd.com/doc/88078123/21/analisa
http://ft.unsada.ac.id/wp.content/uploads/2012/06/bab9-mke.pdf
GAMBAR ALAT
KOMPRESOR

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->