P. 1
etika pemerintahan

etika pemerintahan

|Views: 112|Likes:
Published by Mada Adi
etika pemerintahan
etika pemerintahan

More info:

Published by: Mada Adi on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa dan ucapan terima kasih bagi semua

pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah saya yang berjudul “ Pelayanan Publik Ditinjau Dari Sisi Etika Profesi” ini. Dalam kurun waktu yang telah diberikan, saya berupaya sebaik mungkin menyusun makalah ini. Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah “Etika Pemerintahan”. Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Mudah-mudahan makalah yang singkat dan sedrhana ini bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan bagi kepentingan dan perkembangan perkuliahan Etika pemerintahan. Akhir kata “ Tak Ada Gading yang Tak Retak” sehingga penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna mengingat tingkat pengetahuan penyusun yang sangat terbatas. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan demi perbaikan makalah ini.

Palu, 19 Oktober 2011

AMRANSYAH M. SATALI

…………………………………………………… iii 2. DAFTAR ISI .. 8 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….…………………………………………………... Tujuan ………………………………………………………………… iii BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………. Latar Belakang …... 9 . Solusi Masalah Pelayanan Publik ……. Definisi Pelayanan Publik 2.……………………………… BAB III PENUTUP ……...DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………………………….………………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN . Masalah Pelayanan Publik ……….. 1. Etika Pelayanan Publik …………………………………………… …………………………………………… 1 1 3 4 5 8 3.…………………………………… 4. i ii iii 1... 1.……………………………………………………. Kesimpulan …………………………………………………………...... Saran …………………………………………………………………. 8 2..

maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat. 3. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peningkatan kualitas pelayanan publik mutlak diperlukan mengingat kondisi sosial masyarakat yang semakin baik sehingga mampu merespon setiap penyimpangan dalam pelayanan publik melalui gerakan maupun tuntutan dalam media cetak dan elektronik. Mengetahui solusi dari permasalahan pelayanan publik di Indonesia. utilitas. Apalagi dengan adanya persaingan terutama untuk pelayanan publik yang disediakan swasta membuat sedikit saja pelanggan merasakan ketidakpuasan maka akan segera beralih pada penyedia pelayanan publik yang lain.Hal ini membuat penyedia pelayanan publik swasta harus berlomba-lomba memberikan pelayanan publik yang terbaik. Ini yang seharusnya ditiru oleh penyedia pelayanan publik pemerintah sehingga masyarakat merasa puas menikmati pelayanan publik tersebut. dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik yang dialami oleh negara-negara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. 4. mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan. Mengetahui permasalahan pelayanan publik di Indonesia.BAB I PENDAHULUAN A. kesehatan. tujuan dituliskannya makalah ini adalah agar kita dapat: 1. Mengetahui tentang peranan dan kebijakan pelayanan publik. B. Latar Belakang Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. 2. . Tujuan Berdasarkan latar belakang di atas. Mengetahui etika pelayanan publik.

2. adalah semua penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta. Definisi Pelayanan Publik Pelayanan publik atau pelayanan umum adalah segala bentuk jasa pelayanan. Masyarakat semakin berani untuk mengontrol apa yang dilakukan pemerintahannya. pelayanan penjara. di daerah. Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya. maupun perusahaan pengangkutan. Terdapat beberapa karakteristik yang dapat dipakai untuk membedakan ketiga jenis penyelenggara pelayanan publik tersebut. 3.BAB II PEMBAHASAN A. berbangsa. dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelayanan publik dapat dibedakan menjadi tiga. dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah. PTS. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat sekunder adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah. tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. dan pelayanan perizinan. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi privat. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publik yang bersifat primer adalah semua penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara sehingga klien/pengguna mau tidak mau harus memanfaatkannya. Apalagi saat ini masyarakat semakin sadar apa yang menjadi hak dan kewajibannya sebagai warga negara dalam hidup bermasyarakat. yaitu: . yaitu: 1. Pelayanan publik oleh birokrasi publik merupakan salah satu perwujudan dari fungsi aparatur negara sebagai abdi masyarakat di samping sebagai abdi negara untuk mensejahterakan masyarakat (warga negara). dan bernegara. baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di pusat. seperti misalnya rumah sakit swasta.

Sifat pelayananMenunjukkan kepentingan pengguna atau penyelenggara pelayanan yang lebih dominan. Lebih mengutamakan pada pencapaian apa yang menjadi tujuan dan sasaran. Sederhana. 3. Kriteria ini mengandung arti pelaksanaan pelayanan masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Oleh sebab itu. Tipe Pasar. Karakteristik ini menjelaskan siapa yang memegang kontrol atas transaksi. Efektif. dan tidak berbelit-belit. Efisiensi. Cara-cara yang diperlukan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional adalah sebagai berikut: . Persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan yang berkaitan. 2. Berarti prosedur/tatacara persyaratan. Pelayanan publik yang profesional artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) dengan ciri sebagai berikut: 6. Keterbukaan. Adaptabilitas layanan. persyaratan. 7. Adaptif adalah cepat menyesuaikan terhadap apa yang menjadi tuntutan. waktu penyelesaian. 5. Prosedur/tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah. cepat. Semakin tinggi posisi tawar pengguna/klien. 10. Transparan. Adanya kejelasan dan kepastian mengenai prosedur. Menggambarkan jumlah penyelenggara pelayanan yang ada dan hubungannya dengan penggguna/klien. Posisi tawar pengguna/klien. 4.1. 8. Ketepatan waktu. apakah pengguna atau penyelenggara pelayanan. keinginan dan aspirasi masyarakat yang dilayani yang senantiasa mengalami tumbuh kembang. 13. satuan kerja/pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan. maka akan semakin tinggi pula peluang pengguna untuk meminta pelayanan yang lebih baik. 11. dan pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik tersebut. Artinya derajat perubahan layanan sesuai dengan tuntutan perubahan yang diminta oleh pengguna. tepat. Kontrol. 9. kebutuhan dalam aspirasi masyarakat yang dilayani. baik diminta maupun tidak. 12. Responsif lebih mengarah pada daya tanggap dan cepat menanggapi apa yang menjadi masalah. pelayanan publik harus dilakukan secara profesional sehingga mampu menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat mengembangkan kemampuan dan kreatifitasnya untuk mengatur dan menentukan masa depannya sendiri. rincian waktu/tarif serta hal-hal lain yang berkaitan dengan proses pelayanan wajib di informasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan dipahami oleh masyarakat.

Perilaku pelayan publik (Pegawai Negeri) harus sejalan dengan misi pelayanan publik dari instansi tempat mengabdi. Etika birokrasi harus menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. 2. Mencari cara penyampaian pelayanan yang paling baik dan berkualitas. Pelaksanaan pelayanan publik dapat diandalkan. 3. 5. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan integritas dalam pelayanan publik adalah sebagai berikut: 1. Fokus utama dalam etika pelayanan publik adalah apakah aparatur pelayanan publik telah mengambil keputusan dan berperilaku yang dapat dibenarkan dari sudut pandang etika (agar manusia mencapai kehidupan yang baik). Berusaha memuaskan pengguna pelayanan sesuai dengan yang diinginkan mereka. efisien. Ada dua aspek penting penentu/tuntutan kinerja prima: . Prosedur pengambilan keputusan adalah transparan bagi publik. 4. 2. Warga Negara memperoleh perlakuan “tanpa pandang bulu”sesuai dengan ketentuan hukum dan keadilan. Menyediakan alternatif bila pengguna pelayanan tidak memiliki pilihan lain. Etika Pelayanan Publik Etika pelayanan publik merupakan suatu cara dalam melayani publik dengan menggunakan kebiasaan-kebiasaan yang mengandung nilai-nilai hidup dan hukum atau norma-norma yang mengatur tingkah laku manusia yang dianggap baik. Etika harus diarahkan pada pilihan-pilihan kebijakan yang benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat luas.1. Apabila dikaitkan dengan birokrasi maka etika birokrasi merupakan panduan norma bagi aparat birokrasi dalam menjalankan tugas pelayanan pada masyarakat. 4. Atau dengan kata lain penggunaan atau penerapan standar-standar etika yang telah ada sebagai tanggung jawab aparatur birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik. Memperlakukan pengguna pelayanan sebagai customers. 3. dan organisasinya. Menentukan pelayanan publik yang disediakan. apa saja macamnya. B. Sumber daya digunakan secara tepat. kelompok. dan tersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. dan efektif. 5.

2. tanpa ada perbaikan dari waktu ke waktu. dan sebagainya. produktivitas. hubungan etika dan pelayanan publik tercermin dalam kenyataan bahwa warga negara telah mempercayakan sumber daya publik kepada birokrasi (sebagai pengelola sumber daya dan penjaga kepercayaan yang diamanatkan oleh warga negara). atau imparsialitas. UUD 1945 (konstitusi).Informasi yang disampaikan kepada masyarakat cenderung lambat atau bahkan tidak diterima oleh masyarakat. Beberapa kelemahan pelayanan publik berkaitan dengan pola penyelenggaraannya antara lain sebagai berikut: a.30 Tahun 1980 (Peraturan Disiplin PNS). Unit pelaksana pelayanan publik terletak sangat jauh dari jangkauan masyarakat. Sedangkan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah : PP No. yaitu bagaimana pola penyelenggaraannya. d. mulai pada tingkatan petugas pelayanan (front line) . obyektifitas. Belum informatif.Biasanya aparat pelayanan publik belum bersedia mendengar keluhan/saran/ aspirasi dari masyarakat.25 Tahun 2009 (Pelayanan Publik). Belum bersedia mendengar keluhan/saran/aspirasi masyarakat. Dimensi etika dimasukkan dalam pertimbangan atau keputusan pelayanan publik. dan UU No. dan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. c. Belum responsif. sehingga mempersulit mereka yang memerlukan pelayanan publik tersebut. UU No. b. PP No. Sukar Diakses. Kemudian. bangsa. nilai-nilai tertinggi yang harus diacu oleh aparatur pelayanan publik (birokrasi) adalah nilai-nilai yang bersumber dari Pancasila sebagai dasar negara. Etika digunakan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan sebagai criteria untuk menilai baik-buruknya keputusan. Sehingga. Pelayanan publik yang berkualitas dipengaruhi oleh berbagai aspek. C. Masalah Pelayanan Publik Masalah utama pelayanan publik sebenarnya adalah peningkatan kualitas pelayanan publik itu sendiri. 42 Tahun 2004 (Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS). Selain itu.8 Tahun 1974 Jo UU No. keadilan.sumber daya manusia yang mendukung. 43 Tahun 1999 (Pokok-Pokok Kepegawaian). kejujuran. Keunggulan teknis (profesionalisme) yaitu efisiensi. Keunggulan moral (etika) yaitu integritas.dan kelembagaan.1. dan Negara. pelayanan publik dilaksanakan semau sendiri dan sekedarnya.Hal ini terjadi pada hampir semua tingkatan unsur pelayanan publik. karena pelayanan publik ditujukan untuk kebaikan masyarakat. dan efektifitas.

Berkaitan dengan sumber daya manusia. Akibatnya. dalam rangka menyelesaikan masalah yang terjadi ketika pelayanan diberikan. Birokrasi yang bertele-tele. Kecenderungan untuk melaksanakan dua fungsi sekaligus. Belum saling berkoordinasi. hal-hal yang dapat diajukan untuk mengatasi masalahmasalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut: . Pelayanan (khususnya pelayanan perijinan) pada umumnya dilakukan melalui proses yang terdiri dari berbagai tingkatan. berbagai masalah pelayanan memerlukan waktu yang lama untuk diselesaikan.sampai dengan tingkatan penanggungjawab instansi. dan di lain pihak kemungkinan masyarakat untuk bertemu dengan penanggungjawab pelayanan. e. kelemahan utama terletak pada desain organisasi yang tidak dirancang khusus dalam rangka pemberian pelayanan kepada masyarakat. Dalam kaitan dengan penyelesaian masalah pelayanan. kredibilitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan yang telah disebutkan di atas sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. sehingga menyebabkan penyelesaian pelayanan yang terlalu lama. yang juga menyebabkan pelayanan publik menjadi tidak efisien. Berbagai pandangan juga setuju bahwa salah satu dari unsur yang perlu dipertimbangkan adalah masalah sistem kompensasi yang tepat. fungsi pengaturan dan fungsi penyelenggaraan. Solusi Masalah Pelayanan Publik Tuntutan masyarakat saat ini terhadap pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Setiap unit pelayanan yang berhubungan satu dengan lainnya belum saling berkoordinasi. Tanggapan terhadap berbagai keluhan. Dampaknya. Berkaitan dengan kelembagaan. maupun harapan masyarakat seringkali lambat atau bahkan tidak dihiraukan sama sekali. dan tidak terkoordinasi. juga sangat sulit. f. masih sangat kental dilakukan oleh pemerintah. empati dan etika. penuh dengan hirarki yang membuat pelayanan menjadi berbelit-belit (birokratis). kelemahan utamanya adalah berkaitan dengan profesionalisme. aspirasi. g. kompetensi. Berbagai persyaratan yang diperlukan (khususnya dalam pelayanan perijinan) seringkali tidak ada hubungannya dengan pelayanan yang diberikan. kemungkinan staf pelayanan (front line staff) untuk dapat menyelesaikan masalah sangat kecil. Oleh karena itu. D. sering terjadi tumpang tindih ataupun pertentangan kebijakan antara satu instansi pelayanan dengan instansi pelayanan lain yang terkait. Dari sisi mikro. Tidak Efisien.

identifikasi harapan pelanggan. identifikasi pelanggan. Pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) Untuk memastikan bahwa proses pelayanan dapat berjalan secara konsisten diperlukan adanya Standard Operating Procedures. Informasi lain yang juga dihasilkan adalah informasi mengenai kuantitas dan kompetensi-kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan serta distribusinya beban tugas pelayanan yang akan ditanganinya.1. Proses ini tidak hanya akan memberikan informasi mengenai standar pelayanan yang harus ditetapkan. maka petugas lain dapat menggantikannya. Untuk memastikan bahwa pelayanan perijinan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. analisis proses dan prosedur. maka proses pengolahan yang dilakukan secara internal dalam unit pelayanan dapat berjalan sesuai dengan acuan yang jelas. Penetapan standar pelayanan yang dilakukan melalui proses identifikasi jenis pelayanan. Jika terjadi hal-hal tertentu. Memberikan informasi yang akurat dalam rangka pengendalian pelayanan. 2. waktu dan biaya pelayanan. sarana dan prasarana. perumusan visi dan misi pelayanan. tetapi juga informasi mengenai kelembagaan yang mampu mendukung terselenggaranya proses manajemen yang menghasilkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. misalkan petugas yang diberi tugas menangani satu proses tertentu berhalangan hadir. Memberikan informasi yang akurat ketika dilakukan penelusuran terhadap kesalahan prosedur jika terjadi penyimpangan dalam pelayanan. Disamping itu SOP juga bermanfaat dalam hal:   Untuk memastikan bahwa proses dapat berjalan uninterupted. Memberikan informasi yang akurat ketika akan dilakukan perubahan-perubahan tertentu dalam prosedur pelayanan.Oleh karena itu proses pelayanan dapat berjalan terus. Standar pelayanan merupakan suatu komitmen penyelenggara pelayanan untuk menyediakan pelayanan dengan suatu kualitas tertentu yang ditentukan atas dasar perpaduan harapan-harapan masyarakat dan kemampuan penyelenggara pelayanan.    . sehingga dapat berjalan secara konsisten. Penetapan Standar Pelayanan Standar pelayanan memiliki arti yang sangat penting dalam pelayanan publik. Dengan adanya SOP.

. Atau dengan kata lain. Dalam hal-hal tertentu. Disamping itu. kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila produk pelayanan yang diberikan oleh penyedia pelayanan memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Oleh karena itu perlu didisain suatu sistem pengelolaan pengaduan yang secara efektif dan efisien mampu mengolah berbagai pengaduan masyarakat menjadi bahan masukan bagi perbaikan kualitas pelayanan. 4. Oleh karena itu. Beberapa model yang sudah banyak diperkenalkan antara lain: contracting out. maka perlu dikembangkan suatu mekanisme penilaian kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. dalam hal ini pemerintah menunjuk pihak swasta untuk dapat menyediakan pelayanan publik tertentu yang diikuti dengan price regularity untuk mengatur harga maksimum. pemerintah memegang peran sebagai pengatur. Pengembangan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pengaduan masyarakat merupakan satu sumber informasi bagi upaya-upaya pihak penyelenggara pelayanan untuk secara konsisten menjaga pelayanan yang dihasilkannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. 3. survei kepuasan pelanggan memiliki arti penting dalam upaya peningkatan pelayanan publik. dalam hal ini pelayanan publik dilaksanakan oleh swasta melalui suatu proses lelang. Birokrasi yang kompleks menjadi ladang bagi tumbuhnya KKN dalam penyelenggaraan pelayanan. yang akan memangkas berbagai kompleksitas pelayanan publik menjadi lebih sederhana. Pengembangan Survei Kepuasan Pelanggan Untuk menjaga kepuasan masyarakat. peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dilakukan melalui pengembangan model-model pelayanan publik. Dalam banyak hal pemerintah juga dapat melakukan privatisasi. Sedangkan dari sisi makro. bahwa semua petugas yang terlibat dalam proses pelayanan memiliki uraian tugas dan tangungjawab yang jelas. franchising. Memberikan informasi yang jelas mengenai tugas dan kewenangan yang akan diserahkan kepada petugas tertentu yang akan menangani satu proses pelayanan tertentu. Dalam konsep manajemen pelayanan. memang terdapat pelayanan publik yang pengelolaannya dapat dilakukan secara private untuk menghasilkan kualitas yang baik. peningkatan kualitas pelayanan publik juga perlu didukung adanya restrukturisasi birokrasi.

Pelayanan publik masih memiliki banyak kelemahan dilihat dari pola penyelenggaraan yang masih sukar diakses. Desain organisasi yang penuh dengan hierarkis sehingga pelayanan menjadi berbelit-belit (birokratis) dan tidak terkoordinasi. Perlunya bimbingan dan pelatihan kepada aparat penyelenggara pelayanan publik agar dapat bertindak professional. 3. empati. Perlunya restrukturisasi birokrasi yang dapat memangkas kompleksitas pelayanan publik menjadi lebih sederhana sekaligus memberantas KKN. dan etika yang memadai. belum saling berkoordinasi. . kompetensi. belum informatif. pengembangan Standard Operating Procedures. maupun pengembangan model-model pelayanan publik bekerja sama dengan pihak swasta. tidak efisien.2 Saran 1.BAB III PENUTUP 3. maupun birokrasi yang bertele-tele. 2. belum bersedia mendengar aspirasi masyarakat. belum responsif. memiliki kompetensi.1 Kesimpulan 1. Untuk memperbaiki pola penyelenggaran dapat dilakukan dengan menetapkan standar pelayanan. Sumber daya manusia penyelenggara pelayanan publik masih belum memiliki profesionalisme. pengembangan survei kepuasan pelanggan. 3. 3. pengembangan sistem pengelolaan pengaduan. dan etika yang memadai. 2. empati. Juga perlu dipertimbangkan kompensasi yang tepat bagi aparat penyelenggara pelayanan publik agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Etika Pemerintahan. Etika Bisnis dan Profesi. 2008.D. Jakarta : PT RINEKA CIPTA Kusmanadji. Jakarta : Bumi Aksara .Tangerang: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Garna. 1997. Etika Profesi Pegawai Negeri Sipil Departemen Keuangan Republik Indonesia.W. 2011.2011.. Ph.Ucok. 2003. Etika Pemerintahan. A. Sarimah.DAFTAR PUSTAKA Judistira K. Filsafat dan Etika Pemerintahan. Jakarta : Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Widjaja. Jakarta : Binacipta Inu Kencana.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->