Pemeliharaan pencegahan (Preventive Maintenance) : Pemeliharaan pencegahan adalah pemeliharaan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan, atau

cara pemeliharaan yang direncanakan untuk pencegahan. Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk inspeksi, perbaikan kecil, pelumasan dan penyetelan, sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan.

Preventive Maintenance, pemeliharaan pencegahan merupakan syarat mutlak kehandalan asset dan manajemen asset yang efektif biaya siklus hidup. Sebuah organisasi perawatan yang efektif harus mendedikasikan sebagai tenaga kerja tersebut, serta merencanakan dan dukungan pengawasan untuk konsisten, tepat waktu pelaksanaan kegiatan pemeliharaan prefentif (preventive maintenance).

1. Preventive Maintenance Preventive Maintenance merupakan tindakan pemeliharaan yang terjadwal dan terencana. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang dapat mengakibatkan kerusakan pada pompa dan menjaganya selalu tetap normal selama dalam operasi. Contoh pekerjaan tersebut adalah: o Melakukan pengecekan terhadap pendeteksi indikator tekanan dan temperatur fluida pada pompa, atau alat pendeteksi indikator lainnya. apakah telah sesuai hasilnya untuk kondisi normal kerja pompa atau tidak o Membersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada bodi pompa (debu, tanah maupun bekas minyak) o Mengikat baut-baut yang kendor o Pengecekan kondisi pelumasan pada bearing (unsealed) o Perbaikan/mengganti gasket pada sambungan-sambungan flange yang bocor atau rusak.

3.7.2 Klasifikasi Pemeliharaan Secara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan Pekerjaan pemeliharaan dikategorikan dalam dua cara, yaitu (Anthony, 1992): 1) Pemeliharaan terencana (planned maintenance): Pemeliharaan terencana adalah pemeliharaan yang dilakukan secara terorginir untuk mengantisipasi kerusakan peralatan di waktu yang akan datang, pengendalian dan pencatatan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. (Anthony, 1992). Menurut Anthony (1992), Pemeliharaan terencana dibagi menjadi dua aktivitas utama yaitu: a. Pemeliharaan pencegahan (Preventive Maintenance) Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) adalah inspeksi periodik untuk mendeteksi kondisi yang mungkin menyebabkan produksi berhenti atau berkurangnya fungsi mesin dikombinasikan dengan pemeliharaan untuk menghilangkan, mengendalikan, kondisi tersebut dan mengembalikan mesin ke kondisi semula atau dengan kata lain deteksi dan penanganan diri kondisi abnormal mesin sebelum kondisi tersebut menyebabkan cacat atau kerugian. (Setiawan, 2008). Menurut Jay dan Barry Render,(2001) dalam bukunya “Operations Management”, preventive maintenance adalah: “A plan that involves routine inspections, servicing, and keeping facilities in good repair to prevent failure” Sebuah perencanaan yang memerlukan inspeksi rutin, pemeliharaan dan menjaga agar fasilitas dalam keadaan baik sehingga tidak terjadi kerusakan di masa yang akan datang. Pekerjaan dasar pada perawatan preventive adalah: inspeksi, pelumasan, perencanaan dan penjadwalan, pencatatan dan analisis, latihan bagi tenaga pemeliharaan, serta penyimpanan suku cadang. sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan dapat terpenuhi pengunaannya. (Daryus ,2007). Menurut Dhillon (2006), dalam bukunya “maintainability, maintenance, and reliability for engineers” ada 7 elemen dari pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) yaitu: 1) Inspeksi: memeriksa secara berkala (periodic) bagian-bagian tertentu untuk dapat dipakai dengan membandingkan fisiknya, mesin, listrik, dan karakteristik lain untuk standar yang pasti, 2) Kalibrasi: mendeteksi dan menyesuaikan setiap perbedaan dalam akurasi untuk material atau parameter perbandingan untuk standar yang pasti, 3) Pengujian: pengujian secara berkala (periodic) untuk dapat menentukan pemakaian dan mendeteksi kerusakan mesin dan listrik, 4) Penyesuaian: membuat penyesuaian secara periodik untuk unsur variabel tertentu untuk mencapai kinerja yang optimal, 5) Servicing: pelumasan secara periodik, pengisian, pembersihan, dan seterusnya, bahan atau barang untuk mencegah terjadinya dari kegagalan yang baru,

juga overhaul terencana. Menurut Jay dan Barry Render. terutama untuk rencana jangka pendek. (Anthony. b. Pengurangan pemeliharaan darurat. i. Memberikan pengendalian anggaran dan biaya yang bisa diandalkan. Pengurangan penggantian suku cadang. . terintegrasi. h. 1992). Adapun keuntungan lainnya yaitu: a. yang mungkin timbul diantara pemeriksaan. 2001 pemeliharaan korektif (Corrective Maintenance) adalah: “Remedial maintenance that occurs when equipment fails and must be repaired on an emergency or priority basis” Pemeliharaan ulang yang terjadi akibat peralatan yang rusak dan harus segera diperbaiki karena keadaan darurat atau karena merupakan sebuah prioritas utama. 7) Alignment: membuat perubahan salah satu barang yang ditentukan elemen variabel untuk mencapai kinerja yang optimal. Oleh karena itu. Memperpanjang waktu antara overhaul f. faktor-faktor yang diperhatikan dalam perencanaan pekerjaan pemeliharaan. tindakan yang memerlukan perhatian lebih yang harus ditambahkan. atau menggantikan pekerjaan telah dijadwalkan sebelumnya. c. sistem organisasi untuk perencanaan yang efektif. Jadi. yang didefenisikan sebagai pemeliharaan dimana perlu segera dilaksanakan tindakan untuk mencegah akibat yang serius. 2) Pemeliharaan tak terencana (unplanned maintenance) Pemeliharaan tak terencana adalah yaitu pemeliharaan darurat. Biasanya. Pemeliharaan ini meliput i reparasi minor. Pengurangan waktu nganggur. pemeliharaan korektif (Corrective Maintenance) adalah pemeliharaan yang tidak direncanakan. Memberikan informasi untuk pertimbangan penggantian mesin. Dalam pelaksanaan pemeliharaan antara terencana yang harus diperhatikan adalah jadwal operasi pabrik. perencanaan pemeliharaan. e. Pemeliharaan terencana merupakan pemakaian yang paling tepat mengurangi keadaan darurat dan waktu nganggur mesin. g. b.6) Instalasi: mengganti secara berkala batas pemakaian barang atau siklus waktu pemakaian atau memakai untuk mempertahankan tingkat toleransi yang ditentukan. 2007). Meningkatkan efisiensi mesin. dan estimasi pekerjaan. sasaran perencanaan pemeliharaan. Pemeliharaan korektif (Corrective Maintenance) Pemeliharaan secara korektif (corrective maintenance) adalah pemeliharaan yang dilakukan secara berulang atau pemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki suatu bagian (termasuk penyetelan dan reparasi) yang telah terhenti untuk memenuhi suatu kondisi yang bisa diterima. membantu pengendalian sediaan. Menurut Dhillon (2006). (Asyari. Menaikkan ketersediaan (availability) untuk produksi d. Meningkatkan penggunaan tenaga kerja untuk pemeliharaan dan produksi.

(1992). Teknik Manajemen Pemeliharaan. (Sumber: Corder. Secara skematik dapat dilihat sesuai diagram alir proses suatu perusahaan untuk sistem pemeliharaan dibawah ini. Erlangga) 3. 2. Menambah jumlah peralatan dan perbaikan para pekerja bagian pemeliharaan.misalnya hilangnya produksi. Anthony. . 1992). peralatan tersebut akan digunakan kembali maka diperlukannya perbaikan atau pemeliharaan.8 Hubungan pemeliharaan dengan proses produksi Pemeliharaan menyangkut juga terhadap proses produksi sehari-hari dalam menjaga agar seluruh fasilitas dan peralatan perusahaan tetap berada pada kondisi yang baik dan siap selalu untuk digunakan. kerusakan besar pada peralatan. dimana peralatan yang digunakan dibiarkan atau tanpa disengaja rusak hingga akhirnya. atau untuk keselamatan kerja. Kegiatan hendaknya tidak mengganggu jadwal produksi. dengan demikian akan di dapat waktu rata-rata kerusakan dari mesin yang lebih kecil. maka kegiatan pemeliharaan yang harus dijaga dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. (2004) agar proses produksi berjalan dengan lancar. Pada umumnya sistem pemeliharaan merupakan metode tak terencana. Menurut Sofyan. (Anthony. Menggunakan pemeliharaan pencegahan. karena dengan cara ini dapat mengganti parts yang sudah dalam keadaan kritis sebelum rusak.

dan untuk menjadikan mesin tersebut sebagai suatu komponen dari suatu sistem produksi secara keseluruhan. Inspeksi (inspection) Kegiatan inspeksi meliputi kegiatan pengecekan atau pemeriksaan secara berkala dimana maksud kegiatan ini adalah untuk mengetahui apakah perusahaan selalu mempunyai peralatan atau fasilitas produksi yang baik untuk menjamin kelancaran proses produksi. Kegiatan teknik (Engineering) Kegiatan ini meliputi kegiatan percobaan atas peralatan yang baru dibeli. perusahaan dapat berjalan terus tanpa menimbulkan adanya kerugian karena mesin-mesin menganggur. sehingga jika ada mesin yang mengalami kerusakan. melaksanakan kegiatan service dan perminyakan (lubrication). Oleh karena itu kegiatan teknik ini sangat diperlukan terutama apabila dalam perbaikan mesin-mesin yang rusak tidak di dapatkan atau diperoleh komponen yang sama dengan yang dibutuhkan. maka segera diadakan perbaikanperbaikan yang diperlukan sesuai dengan laporan hasil inspeksi. Mengadakan percobaan untuk menghubungkan tingkat-tingkat sistem produksi lebih cermat dengan cara mengadakan suatu persediaan cadangan diantara berbagai tingkat produksi yang ada. tentu akan berarti adanya kelebihan kapasitas terutama untuk tingkat kritis tersebut.masing tingkat tersebut tidak akan sangat tergantung dari tingkat sebelumnya. Dengan adanya suku cadangan ini. b. melaksanakan pekerjaan yang disarankan atau yang diusulkan dalam kegiatan inspeksi dan teknik. Kegiatan produksi (Production) Kegiatan ini merupakan kegiatan pemeliharaan yang sebenarnya. 5. sehingga terdapat keadaan dimana masing.perbaikan bagi perluasan dan kemajuan dari fasilitas atau peralatan perusahaan. c. Usaha-usaha untuk menjadikan para pekerja di bidang pemeliharaan ini sebagai suatu komponen dari mesin-mesin yang ada. 3. Sehingga jika terjadinya kerusakan. 4. Dalam kegiatan inilah dilihat kemampuan untuk mengadakan perubahan-perubahan dan perbaikan.3.sebab kerusakan yang diperoleh dari hasil inspeksi. Secara fisik. Di adakannya suatu cadangan di dalam suatu sistem produksi pada tingkat kritis. serta melakukan penelitian-penelitian terhadap kemungkinan pengembangan tersebut. yaitu memperbaiki dan mereparasi mesin-mesin dan peralatan. . meliputi berbagai kegiatan sebagai berikut: a. sehingga mempunyai suatu tempat paralel apabila terjadi kerusakan mendadak. dan berusaha untuk mencegah penyebab timbulnya kerusakan dengan melihat sebab.4 Kegiatan-kegiatan pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan dalam suatu perusahaan menurut Manahan (2004). dan kegiatan-kegiatan pengembangan peralatan yang perlu diganti.

e. Pompa sentrifugal merupakan pompa kerja dinamis yang paling banyak digunakan karena mempunyai bentuk yang sederhana dan harga yang relatif murah. Hambatan-hambatan pengaliran itu dapat berupa perbedaan tekanan. serta lamanya perbaikan tersebut. diminyaki atau di service dan di resparasi. Kenaikan tekanan cairan tersebut digunakan untuk mengatasi hambatan-hambatan pengaliran. waktu dilakukannya inspeksi dan perbaikan. Salah satu jenis pompa kerja dinamis adalah pompa sentrifugal yang prinsip kerjanya mengubah energi kinetik (kecepatan) cairan menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang berputar dalam casing. Pemeliharaan Bangunan (housekeeping) Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk menjaga agar bangunan gedung tetap terpelihara dan terjamin kebersihannya. sebagian besar pompa yang digunakan ialah pompa bertipe sentrifugal. Keuntungan pompa sentrifugal dibandingkan jenis pompa perpindahan positif adalah gerakan impeler yang kontinyu menyebabkan aliran tunak dan tidak berpulsa . komponen (spareparts) yang di butuhkan. Gaya sentrifugal ialah sebuah gaya yang timbul akibat adanya gerakan sebuah benda atau partikel melalui lintasan lengkung (melingkar). komponen (spareparts) yag tersedia di bagian pemiliharaan. Jadi. Pengertian pompa Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut. Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin. laporan kemajuan (progress report) tentang apa yang telah dikerjakan .Kegiatan produksi ini dimaksudkan untuk itu diperlukan usaha-usaha perbaikan segera jika terdapat kerusakan pada peralatan. Klasifikasi pompa secara umum dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu pompa kerja positif (positive displacement pump) dan pompa kerja dinamis (non positive displacement pump). dalam pencatatan ini termasuk penyusunan planning dan scheduling. perbedaan ketinggian atau hambatan gesek. Pompa Sentrifugal 1. yaitu rencana kapan suatu mesin harus dicek atau diperiksa. d. Kegiatan administrasi (Clerical Work) Pekerjaan administrasi ini merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pencatatanpencatatan mengenai biaya-biaya yang terjadi dalam melakukan pekerjaanpekerjaan pemeliharaan dan biaya-biaya yang berhubungan dengan kegiatan pemeliharaan.keandalan operasi tinggi disebabkan gerakan .

50 Kg / cm2 3) Tekanan tinggi : > 50 Kg / cm2 c.elemen yang sederhana dan tidak adanya katup-katup.kemampuan untuk beroperasi pada putaran tinggi. 2. antara lain: a. Kapasitas : 1) Kapasitas rendah : 2) Kapasitas menengah : 20-60 m3 / jam 3) Kapasitas tinggi : > 60 m3 / jam b. kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh casing pompa (volute atau diffuser) menjadi tekanan atau head.harga murah dan biaya perawatan murah. 3. Prinsip -Prinsip Dasar Pompa Sentrifugal Prinsip-prinsip dasar pompa sentrifugal ialah sebagai berikut: a. lebih ringan dan biaya instalasi ringan. Klasifikasi Pompa Sentrifugal Pompa sentrifugal diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria. Jumlah / Susunan Impeller dan Tingkat : < 20 m3 / jam . motor bakar atau turbin uap ukuran kecil sehingga hanya membutuhkan ruang yang kecil. Tekanan Discharge : 1) Tekanan Rendah : < 5 Kg / cm2 2) Tekanan menengah : 5 . yang dapat dikopel dengan motor listrik. gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida ke sisi luar sehingga kecepatan fluida meningkat b.

7).1 Klasifikasi menurut jumlah tingkat 1. Pada umumnya head yang dihasilkan pompa ini relative rendah. Arah aliran keluar impeller : 1) Radial flow 2) Axial flow 3) Mixed fllow 3. Multi stage : Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun seri dalam satu casing. Pompa bertingkat banyak : Pompa ini menggunakan lebih dari satu impeler yang dipasanag berderet pada satu poros (gambar 2. namun konstruksinya sederhana. namun konstruksinya lebih rumit dan besar. Pompa satu tingkat : Pompa ini hanya mempunyai sebuah impeler. Head total pompa merupakan penjumlahan head yang dihasilkan oleh masing . (Yang menjadi objek utama dalam penulisan skripsi ini) . Posisi Poros : 1) Poros tegak 2) Poros mendatar e. Zat cair yang keluar dari impeler tingkat pertama akan diteruskan ke impeler tingkat kedua dan seterusnya hingga tingkat terakhir. d.1) 2) 3) 4) Single stage : Terdiri dari satu impeller dan satu casing. Jumlah Suction : 1) Single Suction 2) Double Suction f. Multi Impeller : Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun paralel dalam satu casing. 2. Multi Impeller – Multi stage : Kombinasi multi impeller dan multi stage.masing impeler. Dengan demikian head total pompa ini relatif tinggi dibanding dengan pompa satu tingkat.

3. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage joint. C. Shaft sleeve: Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi. B. D.4 Bagian-Bagian Utama Pompa Sentrifugal Secara umum bagian-bagian utama pompa sentrifugal dapat dilihat seperti gambar berikut: A. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon. korosi dan keausan pada stuffing box. Shaft: Shaft (poros) berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama beroperasi dan tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian berputar lainnya. Packing: Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari casing pompa melalui poros. internal bearing dan . Stuffing Box: Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana poros pompa menembus casing.

Umumnya sebuah pompa sentrifugal akan menaikkan tinggi tekan terbesarnya pada suatu titik. Karakteristik dapat juga menyertakan kurva efisiensi dan harga brake horse power. 3. Casing: Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung elemen yang berputar. sehingga kerugian gesek menjadi kecil. E. Jika shut off head kurang dari harga maksimum tinggi tekan. baik berupa beban radial maupun beban axial. Eye of Impeller: Bagian sisi masuk pada arah isap impeller. Impeller: Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu. F.8) ditunjukkan sebagai kapasitas peningkatan total tinggi tekan. dimana tidak ada aliran yang sering dianggap sebagai shut off head. sehingga cairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan dari cairan yang masuk sebelumnya. .nya. H.interstage atau distance sleever. Bearing: Bearing (bantalan) berfungsi untuk menumpu dan menahan beban dari poros agar dapat berputar.5 Karakteristik Pompa Sentrifugal Karakteristik dari pompa sentrifugal merupakan sebuah cara dimana tinggi tekan tekanan diferensial bervariasi dengan keluaran (output) pada kecepatan konstan. I. tempat kedudukan diffusor (guide vane). inlet dan outlet nozzel serta tempat memberikan arah aliran dari impeller dan mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single stage). G. J. Wearing Ring: Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller. Bearing juga memungkinkan poros untuk dapat berputar dengan lancar dan tetap pada tempatnya. Kurva kapasitas tinggi tekan (Gambar 2. Vane: Sudu dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller. dengan cara memperkecil celah antara casing dengan impeller. dimana tinggi tekan pompa mampu untuk dinaikkan atau dikurangi. pompa menjadi tidak stabil dan dibawah beberapa kondisi dapat memperbesar daya dan kecepatan fluktuasi yang menyebabkan getaran mekanis yang besar pada sistem pemipaan.

energi kinetik dan energi potensial.Hal ini dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : (Bruce Munson.ada tiga macam head (energi) fluida dari sistem instalasi aliran. 2004) 3.yang umumnya dinyatakan dalam satuan panjang.(Biro efisiensi energi.g Dimana: H = Head total pompa (m) P/ γ = Head tekanan (m) Z = Head statis total (m) V 2/2. yaitu. 2006) H = P/ γ + Z + V 2/2.Menurut persamaan Bernoulli yang berbunyi “bila fluida inkompresibel mengalir sepanjang pipa yang penampangnya mempunyai beda ketinggian.perbedaan tekanan tidak hanya tergantung pada perbedaan ketinggian tetapi juga pada perbedaan antara kecepatan dimasing-masing titik tersebut”. atau tekanan untuk mengalirkan sejumlah zat cair.g = Head kecepatan (m) .Dalam persamaan Bernoulli.6 Head Pompa Head pompa adalah energi per satuan berat yang harus disediakan untuk mengalirkan sejumlah zat cair yang direncanakan sesuai dengan kondisi instalasi pompa. energi tekanan.

maka bentuk head (tinggi tekan) dapat bervariasi pada penampang yang berbeda. Namun pada kenyataannya selalu ada rugi-rugi energi (losses). Pada kondisi yang berbeda seperti pada gambar di atas maka persamaan Bernoulli adalah sebagai berikut : .Karena energi itu kekal.

7 Kecepatan Spesifik Pompa Performansi pompa sentrifugal (kecuali turbin regeneratif) dihubungkan pada suatu parameter yang disebut kecepatan spesifik (specific speed). dan kecepatan pada efisiensi optimum yang mengklasifikasikan impeller pompa dengan respek terhadap persamaan geometris.3. tinggi tekan. 1978) . Kecepatan spesifik merupakan sebuah bilangan aljabar yang dinyatakan sebagai: (Sularso. Seperti yang didefinisikan oleh The Hydraulic Institute hal ini merupakan hubungan antara kapasitas.

Untuk menghindati kavitasi diusahakan agar tidak ada satu bagianpun dari aliran didalam pompa yang mempunyai tekanan statis lebih rendah dari tekan uap jenuh cairan pada temperatur yang bersangkutan. Gelembung uap yang terbentuk dalam proses ini mempunyai siklus yang sangat singkat.8 Kavitasi Kavitasi adalah peristiwa terbentuknya gelembung-gelembung uap di dalam cairan yang terjadi akibat turunnya tekanan cairan sampai di bawah tekanan uap jenuh cairan pada suhu operasi pompa. 1976) menemukan bahwa mulai terbentuknya gelembung sampai gelembung pecah hanya memerlukan waktu sekitar 0.tekanan yang . 3.Dalam hal ini perlu diperhatikan dua macam tekanan yang memegang peran penting.3. Pada daerah tersebut gelembung tersebut akan pecah dan akan menyebabkan shock pada dinding di dekatnya. Cairan akan masuk secara tiba-tiba ke ruangan yang terbentuk akibat pecahnya gelembung uap tadi sehingga mengakibatkan tumbukan. Gelembung ini akan terbawa aliran fluida sampai akhirnya berada pada daerah yang mempunyai tekanan lebih besar daripada tekanan uap jenuh cairan.003 detik.Pertama. Peristiwa ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan mekanis pada pompa. Knapp (Karassik dkk.9 Net Positive Suction Head (NPSH) Kavitasi akan terjadi bila tekanan statis suatu aliran turun sampai dibawah tekanan uap jenuhnya.

1 Net Positive Suction Head Available (NPSH yang tersedia) NPSH yang tersedia adalah head yang dimiliki oleh zat cair pada sisi isap pompa dikurangi dengan tekanan uap jenuh zat cair ditempat tersebut.maka besarnya NPSH yang tersedia dapat dituliskan sebagai berikut: hsv = −hs − hls . Berhubungan dengan dua hal diatas maka didefinisikanlah suatu Net Positive Suction Head (NPSH) atau Head Isap Positif Neto yang dipakai sebagai ukuran keamanan pompa terhadap kavitasi.maka besarnya NPSH yang tersedia dapat dituliskan sebagai berikut: Jika zat cair diisap dari tangki tertutup.dan kedua.ditentukan oleh kondisi lingkungan dimana pompa dipasang. Pompa terhindar dari kavitasi jika NPSH yang tersedia lebih besar daripada NPSH yang dibutuhkan.Ada dua macam NPSH.maka harga Pa menyatakan tekanan mutlak yang bekerja pada permukaan zat cair didalam tangki tertutup tersebut.tekanan yang ditentukan oleh keadaan aliran didalam pompa.maka Pa = Pv.Dalam hal pompa yang mengisap zat cair dari tempat terbuka.Khususnya jika tekanan diatas permukaan zat cair sama dengan tekanan uap jenuhnya.Dalam hal pompa yang mengisap zat cair dari tempat terbuka.yaitu NPSH yang tersedia pada sistem (instalasi). 3.dan NPSH yang diperlukan oleh pompa.9.

Perbandingan antara pompa Sumersible dengan pompa sentrifugal Pompa Submersible 1. ini dikarenakan bagian yang bergerak lebih banyak. . 1.Pemasangan pompa semacam ini diperlukan untuk mendapatkan harga NPSHA positif.Harga hs adalah negatif (-) karena permukaan zat cair didalam tangki lebih tinggi dari pada sisi isap pompa. Biaya operasi dan perbaikan lebih besar. 1.

6. 8. Beroperasi pada kecepatan rendah. Konstruksi yang sederhana. Konstruksi lebih rumit. 5. 3. 2. Beroperasi pada kecepatan tinggi dan dapat dikopel langsung dengan elektro motor. Biasanya digunakan untuk kapasitas yang besar pada head yang kecil. 3. Pompa–pompa torak digunakan untuk menghasilkan volume yang kecil tetapi tekanan yang besar. Instalasi yang tidak rumit. 7. Membutuhkan pondasi yang ringan. Pompa sentrifugal Pemakaian tempat yang kecil. 5. Pemeliharaan Peralatan Tujuan dibentuknya bagian maintenance (pemeliharaan) dalam suatu perusahaan agar mesin dan peralatan selalu dalam keadaan baik dan siap pakai. 6. 9. 4. Mimiliki bobot yang ringan. 1. 4. 7.2. 8. Biasanya menggunakan Belt atau roda gigi. Pompa torak dapat menyebabkan getaran pada pipa akibat tekanan tekanan yang bergelombang. Memiliki bobot yang lebih berat. Membutuhkan Pondasi yang lebih kuat. 2. Biaya Perawatan dan operasi yang kecil. Kecepatan kehausan yang tinggi oleh pemasangan–pemasangan yang rapat. Jenis pemeliharaan yang diterapkan dalam pemeliharaan yang diterapkan dalam pelaksanaan pemeliharaan terhadap Pompa submersible adalah : .

Kerusakan dapat menyababkan produksi terhenti 3. Pemeliharaan perbaikan Breakdown maintenance biasanya dilakukan setelah adanya perlakuan preventive maintenance terhadap mesin/peralatan. Jadi preventive maintenance dalah salah satu kunci untuk menjamin kelangsungan produksi pada tingkat biaya perbaikan yang minimum. Melalui pemanfaatan prosedur preventive maintenance yang baik. Salah satu tujuan preventive maintenance adalah untuk menemukan tingkat keadaan yang menunjukan gejala kerusakan.1. Pemeliharaan pencegahan Preventive mantenance adalah suatu pekerjaan yang ditujukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada suatu mesin/peralata.Kerusakan dapat mempengaruhi kwalitas produksi 2.Kerusaka dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan kerja 4. Pekerjaan ini dilakukan berdasarkan perencanaan . dimana terjadi koordinasi yang baik antara orang bahagian produksi dan orang bagian maintenance.Modal yang ditanamkan pada unit tersebut dinilai cukup tinggi Jadi suatu pandangan dapat diambil yakni unit dapat dimasukan dalam program maintenance apbila kegiatan ini lebih menghemat biaya dibanding dengan biaya maintenance secara teratur 5. Perhatian preventive maintenance diarahkan secara menyeluruh dan terperinci pada unit – unit yang dianggap rawan. Suatu klasifikasi terhadap unit yang rawan didasarkan pada : 1.

Kavitasi Bila tekanan pada sebarng titik di dalam pompa turun menjadi lebih rendah dari tekanan uap pada temperatur cairanya. 10. Sifat-sifat lain yang tidak diingini adalah suara-suara yang diakibatkan kavitas . yang bervariasi untuk masing masing unit yang dapat bersifat gelotakgelotak sampai-sampai berupa bunyi ketukan yang kuat dan akan mengakibatkan getaran yang kuat pada unit-unit itu. Pada keadaan ini peralatan biasanya dilakukan pembongkaraan untuk memerikasa bagian-bagianya dan apabila terdapat kerusakan maka dilakukan pengantian terhadap bagian tersebut. cairan itu akan menguap dan membentuk suatu rongga uap. Fenomena ini disebut kavitasi Masuknya cairan secara tiba-tiba kedalam ruangan yang tejadi akiat pengecilan gelembung-gelembung tadi akan menyebabkkan kerusakan-kerusakan mekanis yang kadangkadang dapat menyebabkan terjadinya lubang-lubang yang dapat disebut dengan erosi. Energi yang dibutuhkan untuk melakukan percepatan pada air untuk mendapatkan kecepatanyang tinggi dalam pengisian yang tiba-tiba dari ruangan kosong itu adalah merupakan . Gelembung-gelembung akan mengalir bersama-sama dengan aliran sampai daerah yang mempunyai tekanan yang leih tinggi dicapai demana gelembung-gelembung itu akan mengecil lagi secara tiba-tiba (impolode-pecah kearah dalam) yang akan mengakibatkan suatu shock yang besar pada dinding di dekatnya.sebelumnya atas suatu mesin/peralatan yang diduga telah mengalami kerusakan satelah dilakukan pemeriksaan terhadapnya. Reaksi kimia antara gas-gas juga dapat terjadi dan akan menyababkan korosi dan penambahan kerusakan penambahan pada logam.

kerugian dan dengan demikian kavitas sellalu diikuti oleh penurunan efisiensi. Erosi dan keausan yang disebabkan oleh kavitas tidak akan terjadi pada titik-titik yang mempunyai tekanan terendah dimana kantongan-kantongan udara dibentuk .000 kali bila terjadi penguapan. Kavitas terutama akan terjadi pada bagian sisi masuk sudu impeller pompa. . tetapi akan terjadi lebih di hulu pada mana terjadi pengecillan gelembung. Air pada 70oF akan membesar volumenya sebanyak 54. baik pada sudu sudu maupun pada dinding samping. Akibatnya tidaklah akan mengherankan ahwa pompa dalam operasinya mengalami kavita akan menyababkan penuruna pada kapasitasnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful