PEDOMAN PENGOBATAN DASAR DI PUSKESMAS 2007 Oleh Departemen Kesehatan RI

FARINGITIS AKUT Kompetensi : 4 Laporan Penyakit : 1302 ICD X : J.00-J.01 Definisi Faringitis adalah Inflamasi atau infeksi dari membran mukosa faring (dapat juga tonsilo palatina). Faringitis akut biasanya merupakan bagian dari infeksi akut orofaring yaitu tonsilo faringitis akut, atau bagian dari influenza (rinofaringitis). Penyebab Faringitis bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri. − Virus (yaitu rhinovirus, adenovirus, parainfluenza, coxsackievirus, Epstein –Barr virus, herpes virus) − Bakteria (yaitu, grup A ß-hemolytic Streptococcus [paling sering]), Chlamydia, Corynebacterium diphtheriae, Hemophilus influenzae, Neisseria gonorrhoeae − Jamur (yaitu Candida); jarang kecuali pada penderita imunokompromis (yaitu mereka dengan HIV dan AIDS) Iritasi makanan yang merangsang sering merupakan faktor pencetus atau yang memperberat. Gambaran Klinis Perjalanan penyakit bergantung pada adanya infeksi sekunder dan virulensi kumannya serta daya tahan tubuh penderita, tetapi biasanya faringitis sembuh sendiri dalam 3 – 5 hari. • Faringitis yang disebabkan bakteri : − Demam atau menggigil − Nyeri menelan − Faring posterior merah dan bengkak − Terdapat folikel bereksudat dan purulen di dinding faring − Mungkin batuk − Pembesaran kelenjar getah bening leher bagian anterior − Tidak mau makan / menelan − Onset mendadak dari nyeri tenggorokan − Malaise − Anoreksia • Faringitis yang disebabkan virus : − Onset radang tenggorokannya lambat, progresif − Demam − Nyeri menelan − Faring posterior merah dan bengkak − Malaise ringan − Batuk − Kongesti nasal

170 mg/kali (1/3 tablet) .Perawatan dan pengobatan tidak berbeda dengan influenza. atau Ibuprofen. hidung tersumbat.01 Definisi Influenza tergolong infeksi saluran napas akut (ISPA) yang biasanya terjadi dalam bentuk epidemi. Gambaran Klinis . Penatalaksanaan . 200 mg 1 – 2 tablet 4 x sehari jika diperlukan. antara lain Rhinovirus. kadang batuk kering.Gejala sistemik khas berupa gejala infeksi virus akut yaitu demam. sementara “influenza” dimaksudkan untuk kelainan yang disertai faringitis dengan tanda demam dan lesu yang lebih nyata.Tenggorokan tampak hiperemia.1 . Adenovirus. 1 – 2 tablet per oral 4 x sehari jika diperlukan.120 mg/kali (1/4 tablet) . . .300 mg/kali (1/2 tablet) . bersin. EKG pada yang mengeluh nyeri dada Penatalaksanaan .50mg/kgBB perhari selama 5 hari o Eritromisin 20 – 40 mg/kgBB perhari selama 5 hari INFLUENZA Kompetensi : 4 Laporan Penyakit : 1302 ICD X : J.3 . seromukus atau mukopurulen bila ada infeksi sekunder. Diagnosis . Coronavirus. Disebut common cold atau selesma bila gejala di hidung lebih menonjol. nyeri sendi. dan nafsu makan hilang.6 tahun : 120 . dan ingus encer.12 tahun : 170 . . Anak Parasetamol diberikan 3 kali sehari jika demam .00-J. status telinga pada anak. virus Influenza A dan B.Dalam rongga hidung tampak konka yang sembab dan hipermia. Parainfluenza. nyeri otot. .Obati dengan antibiotik jika diduga ada infeksi : Dewasa o Kotrimoksazol 2 tablet dewasa 2 x sehari selama 5 hari o Amoksisilin 500 mg 3 x sehari selama 5 hari o Eritromisin 500 mg 3 x sehari selama 5 hari Anak o Kotrimoksazol 2 tablet anak 2 x sehari selama 5 hari o Amoksisilin 30 . . Biasanya penyakit ini sembuh sendiri dalam 3 – 5 hari.Sekret dapat bersifat serus.6 . disertai gejala lokal berupa rasa menggelitik sampai nyeri tenggorokan.Untuk mengetahui komplikasi perlu dilakukan pemeriksaan: auskultasi paru.Untuk demam dan nyeri: Dewasa Parasetamol 250 atau 500 mg.Anjuran istirahat dan banyak minum sangat penting pada influenza ini.Untuk anak tidak ada anjuran obat khusus.Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Penyebab Banyak macam virus penyebabnya. .3 tahun : 60 .di bawah 1 tahun : 60 mg/kali (1/8 tablet) . sakit kepala.

Pemeriksaan otoskopik tampak membran timpani menonjol keluar (bulging) dan ada bagian yang berwarna pucat kekuningan. 2.Pengobatan simtomatis diperlukan untuk menghilangkan gejala yang terasa berat atau mengganggu. Pneumokokus atau Hemofilus influenza.Parasetamol 500 mg 3 x sehari atau asetosal 300 – 500 mg 3 x sehari baik untuk menghilangkan nyeri dan demam. Pada pemeriksaan otoskopik tampak cairan di liang telinga yang berasal dari telinga tengah. Penatalaksanaan Penatalaksanaan OMA disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan stadiumnya. Anak gelisah atau ketika sedang tidur tiba-tiba terbangun. Penyebab Kuman penyebab Otitis Media Akut adalah bakteri pirogenik seperti : Streptokokus hemolitikus. Stadium resolusi Pemeriksaan otoskopik.66. 3 – 4 kali sehari . OMA Stadium hiperemis Pemeriksaan otoskopik tampak membran timpani hiperemis dan udem serta refleks cahaya menghilang. OMA Stadium supurasi Keluhan dan gejala klinik bertambah hebat. Demam dengan suhu tubuh yang tinggi dan kadang-kadang sampai kejang. Stadium oklusi tuba . H. Stadium oklusi tuba 2. OMA Stadium perforasi Anak yang sebelumnya gelisah menjadi lebih tenang. Stadium hiperemis 3.Untuk anak.Antibiotik hanya diberikan bila terjadi infeksi sekunder. Stadium perforasi 5. 3. Gambaran klinik Keluhan dan gejala yang timbul tergantung dari stadium OMA yaitu : 1. Stadium supurasi 4. refleks cahaya memendek dan menghilang. OMA Stadium oklusi tuba Pemeriksaan otoskopik tampak membran timpani suram. . Stadium resolusi Gejala OMA adalah : 1.72 Definisi Radang akut telinga tengah yang terjadi terutama pada bayi atau anak yang biasanya didahului oleh infeksi saluran nafas bagian atas. Membran timpani perforasi. 2. 4. 1. Kadang-kadang disertai dengan muntah dan diare Diagnosis Tanda OMA adalah : 1. menjerit sambil memegang telinganya.65-H. dosis parasetamol adalah : 10 mg/kgBB/kali. demam berkurang. 3. . 5. tidak ada sekret/ kering dan membran timpani berangsur menutup. OTITIS MEDIA AKUT (OMA) Kompetensi : 3A Laporan Penyakit : 1101 ICD X : H.

Stadium perforasi a. Stadium supurasi a. Apabila ada perbaikan dilanjutkan dengan pemberian antibiotik peroral selama 14 hari. langit-langit mulut. Diagnosis .00-J.a. Berikan antibiotika ampisilin atau amoksisilin dosis tinggi parenteral selama 3 hari. kering dan berangin lebih banyak mengandung serbuk. tenggorokan bagian belakang dan mata terasa gatal. menjadi mudah tersinggung dan depresi. menyebabkan hidung meler dan hidung tersumbat. Tanaman yang sering menyebabkan rinitis alergika adalah pohon-pohonan. Segera rawat apabila ada fasilitas perawatan. Cuaca panas. Anak 10 mg/KgBB 3 x sehari atau Eritromisin : Dewasa 500 mg 4 x sehari. tergantung kepada daerah dan individu. bunga dan rumput liar. Antihistamin bila ada tanda-tanda alergi d. Selain kepekaan individu dan daerah tempat tumbuhnya tanaman. Obat tetes hidung nasal dekongestan c. Anak 10 mg/KgBB 4 x sehari b. Polinosis) adalah suatu alergi terhadap serbuk sari yang terdapat di dalam udara. Antihistamin bila ada tanda-tanda alergi d. Stadium hiperemis a. lembab dan hujan menyebabkan serbuk terbuang ke tanah. Beberapa penderita mengeluh sakit kepala. bersin-bersin dan hidung meler. Obat tetes hidung nasal dekongestan maksimal 5 hari c. Anak 25 mg/KgBB 4 x sehari atau Amoksisilin: Dewasa 500 mg 3 x sehari. Anak 10 mg/KgBB 3 x sehari atau Eritromisin : Dewasa 500 mg 4 x sehari. Berikan antibiotik selama 7 hari: Ampisilin : Dewasa 500 mg 4 x sehari. Gambaran Klinik Hidung. Biasanya akan diikuti dengan mata berair. Lapisan hidung membengkak dan berwarna merah kebiruan. batuk dan mengi (bengek). cuaca dingin. Berikan antibiotik selama 14 hari b. Bila tidak ada fasilitas perawatan segera rujuk ke dokter spesialis THT untuk dilakukan miringotomi. analgetik dan pengobatan simtomatis lainnya 3. Penyebab Serbuk sari di dalam udara yang menyebabkan rinitis alergika bervariasi. Terjadi peradangan pada kelopak mata bagian dalam dan pada bagian putih mata (konjungtivitis). 4. Berikan antibiotik selama 10 – 14 hari : Ampisilin : Dewasa 500 mg 4 x sehari. rumput. b.01 Definisi Rinitis (Hay fever. Anak 25 mg/KgBB 4 x sehari atau Amoksisilin: Dewasa 500 mg 3 x sehari. kehilangan nafsu makan dan mengalami gangguan tidur. Antipiretik. Anak 10 mg/KgBB 4 x sehari b. Antipiretik 2. baik secara tibatiba maupun secara berangsur-angsur. faktor lain yang berpengaruh terhadap terjadinya rinitis alergika adalah jumlah serbuk yang terkandung di dalam udara. Cairan telinga dibersihkan dengan obat cuci telinga Solutio H 2O2 3% dengan frekuensi 2 – 3 kali RINITIS Kompetensi : 4 Laporan Penyakit : 1302 ICD X : J.

Untuk menentukan serbuk penyebabnya bisa dilakukan tes kulit. − Pada tonsilitis kronik hipertrofi. IX. Penatalaksanaan − Jika penyebabnya adalah bakteri. Tonsilitis kronik dapat tampil dalam bentuk hipertrofi hiperplasia atau bentuk atrofi. Pada anak. pengobatan tonsilitis yang tidak memadai. Penatalaksanaan Pengobatan awal untuk rinitis alergika musiman adalah antihistamin. Gambaran klinik − Penderita biasanya mengeluh sakit menelan. − Gejala lainnya adalah demam. dengan detritus berupa folikel atau membran. nyeri sendi. Dilakukan pembiakan apus tenggorokan di laboratorium untuk mengetahui bakteri penyebabnya. merah. Tonsil melekat ke jaringan sekitarnya. − Suhu tubuh sering mencapai 40C. Pemakaian dekongestan pada penderita tekanan darah tinggi harus diawasi secara ketat. rinitis dan otitis media. tidak enak badan. Pada anak.Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya yang hanya timbul pada musim tertentu. terutama pada anak. makanan tertentu). lesu seluruh tubuh. diberikan antibiotik per oral selama 10 hari. dan kadang atalgia sebagai nyeri alih dari N. Ditemukan nanah dan selaput putih tipis yang menempel di tonsil. efeknya terbatas pada hidung dan tenggorokan bagian belakang. tonsil membesar dengan permukaan tidak rata. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada anak. maka perlu diingat kemungkinan terjadinya tonsilitis kronik. Membran ini bisa diangkat dengan mudah tanpa menyebabkan perdarahan. − Tonsil tampak bengkak. Bisa juga diberikan obat semprot hidung natrium kromolin. cuaca. tonsilitas kronik sering disertai pembengkakan kelenjar submandibularis adenoiditis. Tonsil membengkak dan tampak bercak-bercak perdarahan.03 Definisi Tonsil adalah kelenjar getah bening di mulut bagian belakang (di puncak tenggorokan) yang berfungsi membantu menyaring bakteri dan mikroorganisme lainnya sebagai tindakan pencegahan terhadap infeksi. Tonsilitis adalah suatu peradangan pada tonsil (amandel) yang dapat menyerang semua golongan umur. Faktor-faktor berikut ini mempengaruhi berulangnya tonsilitis : rangsangan menahun (misalnya rokok. membran pad tonsil mungkin juga disebabkan oleh tonsilitis difteri. tonsilitis akut sering menimbulkan komplikasi. dan higiene rongga mulut yang kurang baik. Jika keadaan kronis rujuk ke dokter spesialis THT. . Penyebab Penyebabnya adalah infeksi bakteri streptokokus atau infeksi virus (lebih jarang). Pemberian antihistamin kadang disertai dengan dekongestan (misalnya pseudoefedrin atau fenilpropanolamin) untuk melegakan hidung tersumbat. sakit kepala dan muntah. kripta lebar berisi detritus. tonsil kecil seperti terpendam dalam fosa tonsilaris. Jika anak mengalami kesulitan menelan bisa diberikan dalam bentuk suntikan. TONSILITIS Kompetensi : 4 Laporan Penyakit : 1301 ICD X : J. − Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan leukositosis. Bila tonsilitis akut sering kambuh walaupun penderita telah mendapatkan pengobatan yang memadai. Pada bentuk atrofi.

Obstruksi saluran nafas yang disebabkan oleh tonsil (yang dapat hampir saling bersentuhan satu sama lain). − Tak perlu memulai antibiotik segera. − Pasien tidak lagi menularkan penyakit sesudah pemberian 1 hari antibiotik. − Pada tonsilitis kronik. higiene mulut yang buruk. apneu saat tidur. atau penggunaan obat kumur yang mengandung desinfektan. tetapi bila ada gejala sumbatan nafas. gangguan oklusi gigi Tonsilitis tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik. segera rujuk ke rumah sakit. penderita harus segera diberi serum anti difteri (ADS). minuman/makanan yang merangsang. . − Analgetik (parasetamol dan ibuprofen adalah yang paling aman) lebih efektif daripada antibiotik dalam menghilangkan gejala. amoksisilin 30 – 50 mg/kgBB/hari. − Segera rujuk jika terjadi : Tonsilitis bakteri rekuren (> 4x/tahun) tak peduli apa pun tipe bakterinya Komplikasi tonsilitis akut: abses peritonsiler.Penisilin V 1. Nyeri faring bahkan dapat diterapi dengan spray lidokain. − Bila suhu badan tinggi. − Bila dicurigai adanya tonsilitis difteri. septikemia yang berasal dari tonsil. penting untuk memberikan nasihat agar menjauhi rangsangan yang dapat menimbulkan serangan tonsilitis akut. penundaan 1 – 3 hari tidak meningkatkan komplikasi atau menunda penyembuhan penyakit. Pilihan lain adalah eritromisin 500 mg 3 x sehari atau amoksisilin 500 mg 3 x sehari yang diberikan selama 5 hari. Makanan lunak diberikan selama penderita masih nyeri menelan. − Antibiotik hanya sedikit memperpendek durasi gejala dan mengurangi risiko demam rematik. penderita harus tirah baring dan dianjurkan untuk banyak minum.5 juta IU 2 x sehari selama 5 hari atau 500 mg 3 x sehari. Dosis pada anak : eritromisin 40 mg/kgBB/ hari. misalnya rokok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful