ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN METODE FISIOLOGI A. TUJUAN a. Tujuan Umum 1.

Memahami bahwa perbedaan beban kerja / cara kerja dapat berpengaruh terhadap aspek fisiologi manusia. 2. Mampu melakukan pengukuran kerja dengan menggunakan metode fisiologi. 3. Menentukan besar beban kerja, berdasarkan kriteria fisiologi. 4. Merancang sistem kerja dengan memanfaatkan hasil pengukuran kerja dengan metode fisiologi. b. Tujuan Khusus 1. Mampu menggunakan pulsa meter sebagai alat ukur kerja dengan metode fisiologi. 2. Mampu membuat grafik yang menghubungkan antara intensitas beban kerja (lari pada kecepatan tertentu untuk menempuh jarak tertentu) dengan heart rate. 3. Mampu membuat persamaan antara heart rate dengan laju kecepatan dan jarak. 4. Mampu menghitung besar energy expenditure pada suatu pekerjaan tertentu berdasarkan intensitas hearth rate. 5. Mampu menghitung dengan %CVL dan linear regresi.

B. LANDASAN TEORI Secara garis besar terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hasil kerja manusia, dan dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu : 1) Faktor-faktor terdiri dari : sikap, sistem, nilai, karakteristik, fisik, motivasi, usia, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman dll. 2) Faktor-faktor situasional : lingkungan fisik, mesin dan peralatan, metode kerja dll. Kerja manusia bersifat mental dan fisik yang masing-masing mempunyai intensitas yang berbeda-beda. Tingkat Intensitas yang terlalu tinggi

memungkinkan pemakaian energi yang berlebihan, sebaliknya Intensitas yang terlalu rendah memungkinkan rasa bosan dan jenuh. Karena itu perlu diupayakan tingkat Intensitas yang optimum yang ada diantara kedua batas yang ekstrim tadi dan tentunya untuk tiap individu berbeda. Pekerjaan seperti operator yang bertugas memantau panel kontrol termasuk pekerjaan yang mempunyai kadar intensitas fisik rendah namun intensitas mental yang tinggi, sebaliknya pekerjaan material handling secara manual intensitas fisiknya tinggi namun intensitas mentalnya rendah. Tingkat Intensitas kerja optimum, umumnya apabila tidak ada tekanan dan ketegangan. Tekanan disini berkenaan dengan beberapa aspek dari aktivitas manusia dari lingkungannya yang terjadi akibat adanya reaksi individu tersebut tidak mendapatkan keinginan yang sesuai. Sedangkan ketegangan merupakan konsekuensi logis yang harus diterima oleh individu yang bersangkutan sebagai akibat dari takanan. 1. Kerja Fisik dan Mental Kerja fisik adalah kerja yang memerlukan energi fisik otot manusia sebagai sumber tenaganya (power). Kerja fisik disebut juga manual operation. dimana performans kerja sepenuhnya akan tergantung pada manusia yang berfungsi sebagai sumber tenaga (power) ataupun pengendali kerja. Kerja fisik juga dapat dikonotasikan dengan kerja berat atau kerja kasar karena kegiatan tersebut memerlukan usaha fisik manusia yang kuat selama periode kerja berlangsung.Dalam kerja fisik konsumsi energi merupakan factor utama yang dijadikan tolak ukur penentu berat / ringannya suatu pekerjaan. Secara garis besar, kegiatan-kegiatan manusia dapat digolongkan menjadi kerja fisik dan kerja mental. Pemisahan ini tidak dapat dilakukan secara sempurna, karena terdapatnya hubungan yang erat antar satu dengan lainnya. Kerja fisik akan mengakibatkan perubahan fungsi pada alat-alat tubuh, yang dapat dideteksi melalui : 1. Konsumsi oksigen 2. Denyut jantung 3. Peredaran udara dalam paru-paru

6. Jumlah udara yang dikeluarkan oleh paru-paru Hubungan . Temperatur Tubuh 5. Kecepatan Denyut Jantung 1. Aliran Darah 3. Tingkat Penguapan 6. Komposisi Kimia dalamr Darah 4. Tekanan Darah 2. yaitu dengan pengukuran : 1. Kecepatan denyut jantung 2. bukan diakibatkan oleh aktivitas kerja otak kita. Temperatur tubuh Konsentrasi asam laktat dalam darah Komposisi kimia dalam darah dan air seni Tingkat penguapan Faktor lainnya Kerja fisik akan mengeluarkan energi yang berhubungan erat dengan konsumsi energi. Konsumsi Oksigen Sedangkan kerja mental merupakan kerja berpikir dari otak kita. Pekerjaan ini bila kerja tersebut dalam kondisi yang fisik secara langsung melainkan akibat yang melibatkan proses akan mengakibatkan kelelahan mental lama. Konsumsi energi pada waktu kerja biasanya ditentukan dengan cara tidak langsung. 7. Kecepatan denyut jantung memiliki hubungan yang sangat erat dengan aktivitas faali lainnya. 5.4. 8.

Heart Rate. Kerja fisik ini dikelompokkan oleh Davis dan Miller : 1. Kerja total seluruh tubuh. . Pengukuran Kerja Dengan Metode Fisiologi Dalam suatu kerja fisik. manusia akan menghasilkan perubahan dalam konsumsi Oksigen.1 Hubungan kecepatan denyut jantung dengan aktivitas faali 2. yang menngunakan sebagian besar otot biasanya melibatkan dua per tiga atau tiga seperempat otot tubuh. Temperatur tubuh dan perubahan senyawa kimia dalam tubuh.Gambar 1.

Apabila peralatan tersebut tidak . 3. Lebih memantau perilaku / sifat para atlit juara. Kriteria Hasil Kerja meliputi: hasil kerja yang diperoleh dari pekerja.2. Penilaian Beban Kerja Berdasarkan Denyut Nadi Kerja Pengukuran denyut nadi selama bekerja merupakan suatu metode untuk menilai cardiovasculair strain. Kriteria Kejiwaan meliputi: pengujian tingkat kejiwaan pekerja. sikap dan lain-lain. 3. Membantu kendala fisik seseorang Tiffin mengemukakan kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh pekerjaan terhadap manusia dalam suatu sistem kerja. Tekanan darah. komposisi kimiawi dalam darah dan air seni. seperti tingkat kejenuhan. emosi. otot digunakan untuk menghasilkan gaya tetapi tanpa kerja mekanik membutuhkan kontraksi sebagian otot Metode Pengukuran kerja fisik dilakukan dengan menggunakan standar : 1. Kriteria ini digunakan untuk mengetahui perubahan fungsi alat-alat tubuh. Pengetahuan baru tentang performans manusia 2. 2. Salah satu peralatan yang dapat digunakan untuk menghitung denyut nadi adalah telemetri dengan menggunakan rangsangan ElectroCardio Graph (ECG). tetapi tidak memuaskan. Kerja otot statis. Tingkat penguapan. konsumsi Oksigen. Kriteria kejiwaan digunakan untuk mengetahui perubahan kejiwaan yang timbul selama bekerja. Kriteria Faali meliputi: Kecepatan denyut jantung. Kerja otot yang membutuhkan energi Expenditure karena otot yang digunakan lebih sedikit. motivasi. yaitu : Kriteria Faali. kriteria kejiwaan dan kriteria hasil kerja. Perubahan tingkat kerja jantung dan konsumsi Oksigen. Kriteria ini digunakan untuk mengetahui pengaruh seluruh kondisi kerja dengan melihat hasil kerja yang diperoleh dari pekerja tersebut. Tingkat konsumsi energi untuk mengukur pengeluaran energi. 3. Konsep Horse-Power oleh Taylor. 3. Studi Pengukuran fisiologis ditujukan untuk mengatasi : 1. Temperatur tubuh.

2. Denyut nadi untuk mengestimasi indek beban kerja fisik terdiri dari beberapa jenis yang didefinisikan oleh Grandjean (1993) : 1. Denyut nadi istirahat adalah rerata denyut nadi sebelum pekerjaan dimulai. 1995). Grandjean (1993) juga menjelaskan bahwa konsumsi energi sendiri tidak cukup unutk mengestimasi beban kerja fisik. Denyut nadi akan segera berubah seirama dengan perubahan pembebanan. Dengan metode tersebut dapat dihitung denyut nadi kerja sebagai berikut: Denyut Nadi (Denyut/Menit) = 6010xitunganWaktuPenghDenyut Kepekaan denyut nadi terhadapa perubahan pembebanan yang diterima tubuh cukup tinggi. Peningkatan denyut nadi mempunyai peran yang sangat penting dalam peningkatan cardiac output dari istirahat sampai kerja maksimum. baik yang berasal dari pembebanan mekanik. Rodahl (1989) menyatakan bahwa denyut nadi mempunyai hubungan linier yang tinggi dengan asupan oksigen pada waktu kerja. 3. Astrand & Rodahl (1997). 1992). Beban kerja fisik tidak hanya ditentukan oleh jumlah kJ yang dikonsumsi. fisik maupun kimiawi (Kurniawan. maka dapat dicatat secara manual memakai stopwatch dengan metode 10 denyut (Kilbon. Berdasarkan hal tersebut maka denyut nadi lebih mudah dan dapat untuk menghitung indek beban kerja. Denyut nadi kerja adalah rerata denyut nadi selama bekerja. Dan salah satu cara yang sederhana untuk menghitung denyut nadi adalah dengan merasakan denyutan pada arteri radialis di pergelangan tangan. tetapi juga ditentukan oleh jumlah otot yang terlibat dan beban statis yang diterima serta tekanan panas dari lingkungan kerjanya yang dapat meningkatkan denyut nadi.tersedia. Manuaba & Vanwonterghem (1996) menentukan klasifikasi beban kerja berdasarkan peningkatan denyut nadi kerja yang dibandingkan dengan denyut nadi maksimum karena beban kardiovaskular (cardiovascular load = % CVL ) yang dihitung dengan rumus sebagai berikut : . Nadi kerja adalah selisih antara denyut nadi istirahat dan denyut nadi kerja.

pekerjaan yang spesifik dan jelas definisinya. . Dr.X > 100 % = tidak diperbolehkan beraktivitas 4. Waktu standar ditentukan untuk tugas. Diharapkan sesuai atau lebih cepat dari standar. Sebagai hasilnya mungkin beberapa orang yang memiliki performansi 150% hingga 160% menggunakan energi Ekspenditure sama dengan orang yang performansnya 110% sampai 115%. Pengukuran Fisiologis dapat digunakan untuk membandingkan cost energi pada suatu pekerjaan yang memenuhi waktu standar dengan pekerjaan serupa yang tidak standar. sehingga operator kualitas rata-rata.X =30 % = tidak terjadi kelelahan . Ternyata sebagian Operator dapat bekerja dalam performans 100% dengan jauh lebih mudah daripada pekerja lainnya. 1977) Dari hasil perhitungan % CVL tersebut kemudian dibandingkan dengan klasifikasi sebagai berikut . terlatih dan berpengalaman dapat berproduksi pada level sekitar 125% saat intensif diberikan.60 < X = 80 % = kerja dalam waktu singkat . data standar atau penentuan awal data waktu yang umum. tetapi perundingan harus dibuat untuk orang yang sama. untuk menentukan berat ringannya pekerjaan.Lucien Broucha telah membuat tabel klasifikasi beban kerja dalam reaksi Fisiologi.80 < X = 100 % = diperlukan tindakan segera .30 < X = 60 % = diperlukan perbaikan . Menentukan Waktu Standar Dengan Metode Fisiologi Waktu standar biasanya ditentukan dengan time study.Denyut nadi maksimum = 220 umur (Astrand and Rodahl.

0 100 Moderate 1.0 5.5 7.5 12.5 2.0 10.0 5. Maka.1 Tabel Klasifikasi Beban Kerja Work Load Oxygen consumtion (liter/min) Energi Expenditure (cal/min) Heart Rate during Work (Beats/min) Light 0.5 125 2.0 10.0 150 2.5 125 Very Heavy 2.0 150 1.1 INTERPOLASI Contoh: Jika diketahui seseorang yang mempunyai detak jantung 60 detak/menit sama dengan membutuhkan energy expenditure 2.5 175 4.Tabel 1.5 calories per minute.5 7.5 60 1. berapakah energy expenditure yang dibutuhkan oleh orang yang mempunyai detak jantung 77 detak/menit ? Analisislah dengan menggunakan interpolasi! .0 100 Heavy 1.

energy expenditure yang diperlukan adalah 3.56 Jadi. Persamaan umum dari regresi linier adalah: .56 calories per minute 4.5 = 40x X = 3.2 REGRESI LINIER Regresi linier didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen.5 = -100 + 40x 142.42.

Tabel 1.5 km (operatornya sama). dan 1.5 km.5 2 1 3 1. 1 km.5 . Cara perhitungannya dilakukan pada saat operator menempuh jarak 0.dimana: Y a b X = = = = variabel dependen yang diprediksikan konstanta koefisien regresi X terhadap Y variabel independen yang mempunyai nilai tertentu Analisis Regresi Linier digunakan untuk mengetahui nilai nadi kerja (Y) bila diketahui jarak yang ditempuh (X).2 penyelesaian persamaan regresi No X (jarak) Y (nadi kerja) XY X2 1 0.

.. . . . nininininiXiXinYiXiXiYin1121112 . .. .. . ... . . . . . ..Sn = 3 S X= S Y= S XY= S X2= nXiYinini ... ...11 ... . . . ..

3 Tabel Klasifikasi Beban Kerja Tingkat Pekerjaan Energy Expenditure Detak Jantung Konsumsi Oksigen Kkal / menit Kkal / 8 jam Detak / menit Liter / Menit Undully Heavy > 12. Kerja disebut Aerobik bila suplay oksigen pada otot sempurna.77 meter persegi memerlukan energi sebesar 1 kilokalori permenit.5 Very Heavy 10. Berat tubuh dan luas permukaan merupakan faktor penentu yang dinyatakan dalam kalori / area permukaan / jam.0 . sistem akan kekurangan oksigen dan kerja menjadi Anaerobik. Rata-rata manusia mempunyai berat 65 kg dan mempunyai luas permukaan 1.4. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas fisiologi yang dapat ditingkatkan melalui latihan. Limit kerja Aerobik dan kerja Anaerobik.5 > 6000 > 175 > 2. Tabel 1. Hal tersebut mengukur perbandingan Oksigen yang masuk dalam paru-paru dengan Karbondioksida yang keluar.3 Tingkat Energi Terdapat tiga tingkat kerja fisiologis yang umum : Istirahat. Pada tahap istirahat pengeluaran energi diperlukan untuk mempertahankan kehidupan tubuh yang disebut tingkat Metabolisme Basa.

0 125 1.5 .5 Moderate 5.0 7.0 Heavy 7.0 Light 2.5 2400 3600 100 1.0 3600 4800 125 1.0 175 2.5 10.12.5 < 1200 < 60 < 0.0 Very Light < 2.5 100 1.5 150 2.5 4800 6000 150 2.5 5.5 1200 2400 60 0.

Denyut jantung selama bekerja (working pulse) adalah rata-rata denyut jantung selama seseorang bekerja c. b. Denyut total (total work pulse or cardiac cost) adalah jumlah denyut jantung dari mulainya suatu pekerjaan sampai denyut berada pada kondisi istirahatnya (resting level) 75 Denyut jantung pada berbagai macam kondisi kerja dapat dilihat dengan grafik antara hubungan denyut jantung dengan waktu sebagai berikut : Gambar 1. . Denyut jantung selama istirahat total (total recovery cost or recovery cost) adalah jumlah aljabar denyut jantung saat suatu pekerjaan selesai dikerjakan sampai dengan denyut berada pada kondisi istirahatnya e. Waktu sebelum kerja (rest) kecepatan denyut jantung dalam keadaan konstan / stabil walaupun ada perubahan kecepatan denyutnya tetapi tidak terlalu jauh perbedaannya. Denyut jantung selama istirahat (resting pulse) adalah rata-rata denyut jantung sebelum suatu pekerjaan dimulai b.2 Laju Detak Jantung Dari grafik tersebut dapat diketahui bahwa seseorang dalam normal keadaan a.Semakin lama waktu kerja yang dilakukan maka makin banyak energi yang keluar sehingga kecepatan denyut jantung bertambah cepat naik. Waktu selama bekerja (work) kecepatan denyut jantung dalam keadaan cenderung naik. Denyut jantung untuk kerja (work pulse) adalah selisih antara denyut jantung selama bekerja dan selama istirahat d.Ada beberapa definisi Muller (1962) sebagai berikut : a.

Makin berat beban yang dikerjakan dan semakin tidak teraturnya pergerakan. Kondisi kerja yang lama maka perlu dibutuhkan waktu istirahat yang digunakan untuk memulihkan energi kita terkumpul kembali setelah mencapai titik puncak kelelahan. Cara dan sikap melakukan aktivitas . cadangan energi tersebut dibentuk kembali. dan 3) Menurunkan kemampuan kerja. maka pada saat itu timbul rasa lelah. sehingga kerja yang akan dilakukan atau dibebankan dapat disesuaikan dengan kemempuan otot tersebut. Fatigue / Kelelahan Fatigue adalah kelelahan yang terjadi pada syaraf dan otot-otot manusia sehingga tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Jika seseorang bekerja pada tingkat energi diatas 5. 5.0 kcal per menit. Ralph M Barnes (1980) menggolongkan kelelahan ke dalam 3 golongan tergantung dari mana hal ini dilihat yaitu: 1) Merasa lelah. Timbulnya Fatigue ini perlu dipelajari untuk menentukan kekuatan otot manusia. Besarnya tenaga yang diperlukan 2. Selama periode istirahat. 5. maka timbulnya fatigue akan semakin cepat. 2) Kelelahan karena perubahan fisiologi dalam tubuh. Menurut Murrel (1965) kita masih mempunyai cadangan sebesar 25 kcal sebelum munculnya asam laktat sebagai tanda saat dimulainya waktu istirahat.c. Kecepatan 3. Waktu setelah bekerja / waktu pemulihan / recovery kecepatan denyut jantung dalam keadaan cenderung turun.2 kcal per menit .1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fatigue : Pada hakekatnya kekuatan dan daya tahan tubuh ini tidak hanya dipengaruhi oleh otot saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor subyektif antara lain : 1. Ketiga tersebut pada dasarnya berkesimpulan sama yaitu bahwa kelelahan terjadi jika kemampuan otot telah berkurang dan lebih lanjut lagi mengalami puncaknya bila otot tersebut sudah tidak mampu lagi bergerak (kelelahan sempurna). Cadangan energi akan hilang jika kita bekerja lebih dari 5.

Komposisi kimia dalam urine dan darah. Jenis Kelamin 6. Umu 5.1 orang bertugas sebagai operator . jumlah oksigen yang dipakai. disimpulkan bahwa pekerjaan tersebut tidak menimbulkan kelelahan. Temperatur badan. Berapa besar %CVL dari pekerjaan tersebut dan berikan rekomendasi! Jawab: % CVL = umur = 220 20 = 200 Denyut nadi maksimum = 220 % CVL = Berdasarkan hasil % CVL diatas. PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM 1. C. Bagi tugas dalam kelompok menjadi : . peredaran udara dalam paru-paru.2 Cara mengukur fatigue : a) Mengukur kecepatan denyut jantung dan pernafasan.4. D. jumlah CO2 yang dihasilkan. CONTOH SOAL Laki-laki dengan umur 20 tahun mempunyai denyut istirahat sebesar 78 pulse/menit dan denyut kerja sebesar 85 pulse/menit. Jenis Olah Raga 5.1 orang bertugas sebagai pengamat dan pencatat data . c) Menggunakan alat penguji kelelahan Riken Fatigue Indikator dengan ketentuan pengukuran elektroda logam melalui tes variasi perubahan air liur (saliva) karena lelah. b) Mengukur tekanan darah.

5 km) untuk menghitung denyut nadi kerja.2. dan 1. Ukur denyut nadi operator sebelum mengayuh sepeda statis. Catat denyut nadi operator yang sering muncul selama menempuh suatu jarak (500 meter. 1 km. setelah itu baru operator baru mulai mengayuh sepeda statis. 3. operator istirahat dan ukur denyut nadinya. kemudian catat. Setelah mencapai jarak tempuh. 4. .

5 kmPengumpulan DataUkur denyut nadi setelah bekerjaPemrosesan DataKesimpulan dan SaranAnalisis DataInterpolasiMenghi tung %CVLMenghitung Regresi LinearSelesai 79 .1.5 Flow Chart MulaiIdentifikasi PekerjaanUkur denyut nadi sebelum bekerjaJarak tempuh 500 mJarak tempuh 1 kmJarak tempuh 1.

5 km). 2.1 Pengumpulan Data 80 Tabel data operator serta bank data fisiologi 2.4) 3.2 Pengolahan Data 2. 2. 2.1 Kesimpulan (jawaban dari 1. 1 km.3 Analisa Data 2.2 Cardiovasculair Load Besarnya perhitungan prosentase cardiovascular load.2. dan 1. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Analisis regresi linier Pengolahan data hubungan antara jarak yang ditempuh dengan denyut nadi sehingga menghasilkan suatu rumus yang dihitung dengan metode regresi linier.1 Rumus Persamaan Regresi Linier (Terapkan persamaan regresi linier untuk operator saat menempuh jarak 500 m.3.2 Analisis Beban Kerja Perhitungan Cardiovasculair Load dengan menggunakan rumus Manuaba & Vanwonterghem (1996).BAB II PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 2. dan 1.2 Saran (Administrative atau engineering control) LEMBAR REVISI (lembar asli ikut dijilid pada saat pengumpulan Laporan Sementara Praktikum) .2.5 km).3. Klasifikasi % CVL sebagai rekomendasi untuk perbaikan sistem kerja (Hitung % CVL untuk operator saat menempuh jarak 500 m. 1 km.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful