PROPOSAL TESIS

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN GEMBALA YANG BERINTEGRITAS DENGAN PERTUMBUHAN ROHANI PENGERJA DAN AKTIVIS DI GBI KAMBOJA DEPOK

OLEH : NAMA NIP ANGKATAN PROGRAM : IR. YAKUB HENDRAWAN PERANGIN-ANGIN, MM : :1 : MA

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BETHEL THE WAY PROGRAM PASCA SARJANA 2009

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL HALAMAN LOGO HALAMAN JUDUL HALAM PERNYATAAN HALAMAN DEDIKASI HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN ABSTRAK HALAMAN KATA PENGANTAR HALAMAN DAFTAR ISI HALAMAN DAFTAR TABEL HALAMAN DAFTAR GAMBAR HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN A. B. C. D. E. F. G. H. Latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah Pembatasan Masalah Perumusan Masalah Alasan Pemilihan dan Penetapan Judul Tujuan Penelitian Kegunaan Penelitian Sistematika Penulisan

BAB II

KAJIAN

TEORI,

KERANGKA

BERPIKIR

DAN

HIPOTESIS

PENELITIAN A. B. C. D. Kajian Teori Kerangka Berpikir Penelitian Yang Relevan Hipotesis Penelitian

BAB III

METODE, RANCANGAN DAN PROSEDUR PENELITIAN A. B. C. D. E. F. G. H. Tempat dan Waktu Penelitian Metode Penelitian Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Variabel Penelitian Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Teknik Analisis Data Hipotesis Statistika

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. B. C. D. E. Deskripsi Data Pengujian Persyaratan Analisis Pengujian Hipotesis Pembahasan Hasil Penelitian Keterbatasan Penelitian

BAB V KESIMPULAN. C. IMPLIKASI DAN SARAN A. B. Kesimpulan Implikasi Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN .

gubernur. hlm. identifikasi masalah. walikota. Semua peristiwa ini ada kaitannya dengan integritas. Menjelang Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 63 pada tanggal 17 Agustus 2008 ini sesungguhnya banyak hal yang kita rasakan belum benar-benar merdeka. Berikut ini akan dibahas hal-hal tersebut secara berurutan. Integritas (Jakarta : Perkantas – Divisi Literatur). Mungkin kita cenderung melihat integritas hanya dari sudut pandang korupsi uang. 2008.BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan dibahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan penelitian yang mencakup latar belakang masalah. . pegawai negeri sipil bahkan para pemimpin bangsa. kegunaan penelitian dan sistematika penulisan. bangsa ini terus mendambakan para pemimpin yang integritasnya tidak diragukan untuk mengantar bangsa ini menuju kehidupan yang lebih adil dan sejahtera serta benar-benar merdeka sebagaimana cita-cita bapak bangsa. jaksa. di saat ini negeri kita sedang marak dengan kasus korupsi yang diungkap yang melibatkan baik pengusaha. Latar Belakang Masalah Ada beberapa latar belakang masalah yang melatar belakangi penulis untuk menulis Tesis tentang : HUBUNGAN KEPEMIMPINAN GEMBALA YANG BERINTEGRITAS DENGAN PERTUMBUHAN ROHANI PENGERJA DAN AKTIVIS DI GBI KAMBOJA DEPOK. tujuan penelitian.17. A. Jonathan Parapak seorang cendekiawan Kristen dan pendiri Perkantas dalam kata pengantarnya pada buku Integritas : Memimpin di bawah pengamatan Tuhan yang ditulis oleh Jonathan Lamb mengatakan bahwa lebih memprihatinkan lagi berkembangnya masalah perpecahan dan bentrokan dalam berbagai institusi kristiani bahkan di gereja yang disebabkan masalah korupsi dan integritas para pejabatnya.1 1 Jonathan Lamb. bupati banyak yang dijebloskan ke dalam penjara. menteri. pembatasan masalah. anggota DPR. perumusan masalah. namun kita lupa bahwa integritas sangat terkait dengan seluruh aspek kehidupan.

Sayangnya tidak selalu sifat-sifat ini mencirikan kehidupan umat Allah.14. keautentikan dan keandalan : betapa mengagumkanya rangkaian kebaikan dari sifatsifat moral kristiani ini. Lebih jauh beliau mengatakan integritas adalah ciri orang-orang yang terintegrasi secara selaras. hlm. Sebagai masyarakat dunia.4 Arti integritas telah mengalami erosi. 2 3 . ketulusan. kita sampai pada tahap pendakian yang penuh risiko.norma-norma yang mempunyai arti penting yang abadi. tidak ada apa Sendjaya. bisnis dan politik. bangsa. berintegritas tinggi. Billy Graham berkata.62. antara yang diucapkan dan yang dilakukan. 2004. kata integritas menimbulkan gagasan sok suci dan pikiran picik apalagi di dunia ekonomi. Kepemimpinan Kristen (Kairos). 4 Jonathan Lamb. “Integritas adalah lem yang merekatkan cara hidup kita menjadi satu. serta cerdas dapat mencelakakan mereka yang dipimpinnya. Inilah tragedi terbesar dalam kepemimpinan. kebutuhan akan pemimpin sejati semakin kentara. 2 Di millenium ketiga ini. Integritas (Jakarta : Perkantas – Divisi Literatur). Kita harus terus-menerus berjuang untuk menjaga agar integritas kita tetap utuh”. 2004. juga komunitas yang lebih terbatas. Ketika kekayaan hilang. namun sekaligus modal yang paling jarang dimiliki oleh pemimpin. 2008. Robby Chandra. hlm.Integritas adalah modal utama seorang pemimpin. Landasan Pacu Kepemimpinan (Gloria Graffa). hlm. Peneliti kepemimpinan James Kouzes dan Barry Posner dalam buku mereka berjudul Credibility : How Leaders Gain and Lose It. antara yang disaksikan dan yang diterapkan.3 John Stott berpendapat bahwa integritas. transparansi. Why People Demand It melaporkan hasil riset mereka selama ampir 20 tahun dari survey terhadap ribuan kaum profesional dari empat benua bahwa karakteristik nomor satu yang paling kritis bagi seorang pemimpin adalah integritas. konsistensi. yang di dalam dirinya tidak ada dikotomi antara kehidupan pribadi dan kehidupan di muka umum. bahkan juga kalangan lain. Integritas merupkan ciri esensial dari seorang pemimpin dan yang terpenting dari para penginjil. Dewasa ini di era modern norma-norma dasar dari integritas bisa dihancurkan dalam sekejap mata. Pemimpin yang tidak visioner.20. Bagi sebagian besar orang dari berbagai bangsa di dunia ini.

Memang ada sedikit sensasi disana. kasih dan terang. segalagalanya hilang.21. Betapa banyak kehancuran yang disebabkan oleh kesenjangan antara ajaran dan perilaku para pendeta maupun para pemimpin yang berseru kepada orang lain supaya hidup menurut standar Allah. serta hidup sesuai dengan watak Allah. John C. Falsafah hidup yang jauh jangkauannya yang membimbing budaya kita berputar disekeliling mentalitas yang materialistis dan konsumerisme. maka kita terpanggil untuk mewujudkan sifat-sifat tersebut. tetapi kita bisa memahami reaksi orang awam yang menyadari kemunafikan para pemimpin mereka. hlm. khususnya yang berasal dari kalangan gereja atau politikus yang merasa berhak menuntut orang lain bagaimana seharusnya berperilaku. Sungguh mereka telah mencemarkan reputasi gereja. dan dunia usaha. Kita pun menjadi khawatir cara hidup kita akan menyiratkan pertentangan dengan apa yang kita khotbahkan. 2008. Dewasa ini kita banyak menyaksikan kesenjangan kredibilitas yang terjadi dalam kehidupan bergereja. penuh rahmat dan kebenaran. Mengembangkan Kepemimpinan Di Dalam Diri Anda. namun mereka sendi munafik. Maxwell.1995. tetapi juga para pendeta yang menggelapkan dana gereja atau yang berselingkuh dengan perempuan-perempuan yang bekerja di gereja. 5 . Pentingnya keidupan yang berintegritas muncul dari kenyataan bahwa kita dipanggil oleh Allah yang setia.pun yang hilang. Jika kita belajar untuk mengenal-Nya. 6 Jonathan Lamb. menjalani hidup yang berpadanan dengan panggilan ini.48.hlm. Watak Allah dicirikan oleh kasih yang tidak berkesudahan dan selalu setia. ketika watak hilang.5 Tidak mengherankan bila banyak media memberitakan tidak hanya mengenai para politikus yang berjatuhan. Kisah-kisah seperti ini sangat laris terjual karena merupakan contoh kemunafikan yang terang-terangan. Integritas (Jakarta : Perkantas – Divisi Literatur). ketika kesehatan hilang. Kebutuhan yang mendesak untuk saat sekarang mengalahkan pertimbangan. sesuatu hilang. Kita sudah menjadi terlalu biasa melihat korban yang berjatuhan dari kalangan petinggi gereja.6 Integritas adalah antitesis bagi semangat zaman kita sekarang. dunia politik. (Jakarta : Binarupa Aksara).

7 Dunia terus mencari orang yang mampu berkata seperti Rasul Paulus. Adanya indikasi bahwa Pemimpin Gembala Gereja kurang memahami tentang makna pertumbuhan rohani pengerja/ aktivis dipengaruhi oleh kepemimpinan Gembala yang berintegritas b. “Ikutlah aku. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukan maka penulis berusaha mengidentifikasi masalah yang ditemukan dalam pembahasan Tesis ini sebagai berikut : a. dana dan waktu serta tempat dilakukannya penelitian yaitu pada GBI Kamboja Depok sehingga penelitian hanya membahas masalah yaitu “Adanya 7 Sendjaya.63. Kepemimpinan Kristen (Kairos). Dunia tampak semakin putus asa mencari role model yang riil untuk diteladani publik. maka penulis memberikan batasan terhadap masalah penelitian. Pembatasan Masalah Agar pembahasan penulis lebih terfokus sesuai dengan judul dan tidak meluas kedalam permasalahan yang lain. Ada persepsi bahwa Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas tidak berhubungan dengan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis. C. 2004. sama seperti aku mengikut Kristus” (1 Korintus 11:1). terbersit sebuah kefrustasian. hlm. Ada persepsi bahwa Kepemimpinan Integritas seorang Gembala bukanlah hal yang penting dalam pelayanan kepemimpinan seorang Gembala. B.Apakah di zaman ini masih diperlukan konsistensi antara keidupan pribadi dan kehidupan publik seseorang ? Mungkinkah kita menutup mata terhadap hal-hal yang terjadi dalam hidup pribadi pemimpin asalkan ia tetap menunjukkan kinerja publik yang maksimal? Di balik pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pembahasan terhadap permasalahan juga didasarkan pada keterbatasan tenaga. Dan sejarah membuktikan bahwa umat Allah yang seharusnya menjadi teladan hidup sebagai garam dan terang dunia telah berkali-kali gagal. . c.

hubungan antara Kepemimpinan Yang Berintegritas dengan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis di GBI Kamboja Depok”. D. c. F. . Perumusan Masalah Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah di atas. Tujuan Praktis : Penulis ingin menyajikan data empiris yang berkaitan dengan Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas dihubungkan dengan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis di GBI Kamboja Depok agar menjadi masukan yang berarti bagi seluruh hamba Tuhan maupun institusi (gereja) dalam membangun dan mengembangkan Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas di lingkungan GBI Kamboja Depok. b. Tujuan Teoritis : Memberikan sumbangsi pengetahuan kepada Gembala GBI Kamboja Depok tentang Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas yang dijalankan selama ini. Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. yaitu : a. Tujuan Akademis : untuk memenuhi syarat akademis guna mencapai gelar Master of Arts. Kegunaan Penelitian Melalui penelitian ini penulis berharap ada beberapa manfaat yang dihasilkan baik manfaat teoritis maupun manfaat praktis. Penelitian ini dapat menunjukkan sejauh mana hubungan korelasi Kepemimpinan Gembala yang Berintegritas dengan Pertumbuhan Rohani Pekerja dan Aktivis di GBI Kamboja Depok. maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “Apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas dengan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis di GBI Kamboja Depok ?” E.

Instrumen Penelitian. . merupakan Metode Penelitian. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi setiap hamba Tuhan di lingkungan GBI Kamboja Depok untuk mempersiapkan pola dan model kepemimpinan yang berintegritas dalam menggembalakan pengerja dan aktivis dilingkungan yang menjadi tanggung jawab penggembalaannya. Pengujian Persyaratan Analisis. Hasil penelitian ini juga bermanfaat menjadi bahan pustaka untuk studi kepemimpinan penggembalaan kususnya yang berintegritas. merupakan bab Penutup yang terdiri dari Kesimpulan. penulis membagi pembahasan dalam 5 (lima) BAB. c. d. Teknik Pengumpulan Data. BAB V. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel. Implikasi serta Saran. merupakan Kajian Teori. Pembatasan Masalah. Pembahasan Hasil Penelitian dan Keterbatasan Penelitian dalam pembuatan dan penyelesaian Tesis ini. Pengujian Hipotesis. BAB IV. Kegunaan Penelitian dan Sistematika Penulisan. Penelitian ini bermanfaat bagi Gembala GBI Kamboja Depok yang diteliti untuk mengetahui sejauh mana Kepemimpinan yang dijalankan selama ini dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan rohani pengerja dan aktivis di GBI Kamboja Depok yang digembalakannya. G. dalam bab ini kita bisa melihat hasil-hasil penelitian yang ada yang terdiri dari Deskripsi Data. Kerangka Berpikir dan Hipotesis Penelitian yang menjelaskan keseluruhan Kajian Teori dari pembahasan topik yang ada serta gambaran dari Kerangka Berfikir dan Hipotesis Penelitian yang penulis gunakan. terdiri dari : BAB I. Metode Penelitian. Variabel Penelitian. merupakan Analisis dan Pembahasan. Sistematika Penulisan Dalam penulisan Tesis ini. Tujuan Penelitian. BAB III. Identifikasi Masalah. BAB II. merupakan Pendahuluan yang berisi Latar Belakang Masalah. Perumusan Masalah.b. Teknik Analisis Data dan Hipotesis Statistika. yang didalamnya akan dibahas tentang Tempat dan Waktu Penelitian.

Freeman dan Gilbert (1995).1. Penginjilan. yaitu proses dimana para pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk memperjelas tujuan organisasi bagi para pegawai. Griffin (2000) membagi pengertian kepemimpinan menjadi 2 konsep. dan ini merupakan elemen penting dari pelayanan kita. yaitu sebagai proses. KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Konsep Dasar Kepemimpinan Kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses memengarui dan mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada mereka. kepemimpinan adalah the process of directing and influencing the task-related activities of group members. Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis Pertumbuhan jemaat juga pengerja dan aktivis adalah hal yang pokok dalam strategi pelayanan misi Paulus. seperti dijelaskannya kepada gereja-gereja lainnya. bukan hanya statistik dari jumlah orang yang menjadi Kristen di setiap kota.2. Ia ingin melihat gereja-gereja menjadi dewasa yang di dalamnya terdiri dari murid-murid yang saleh. Kajian Teori A.BAB II KAJIAN TEORI. kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemimpin.1. bawahan atau yang dipimpinnya. Sebagai proses. mendirikan gereja dan membina pertumbuhan jemaat serta pelayan menuju kedewasaan merupakan kesatuan yang utuh dan misi Paulus memasukkan seluruh spektrum yang diawali dari pemberitaan Injil sampai kepada pemuridan yang menuju kedewasaan kristiani. dan sebagai atribut. Ini tetap merupakan bagian dari integritas misi kristiani masa kini. Ia memfokuskan pendalaman maupun perluasan yang dicapai melalui konsolidasi dan pengembangan. A. Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas A. memotivasi mereka untuk mencapai . Lebih jauh lagi. Sebagaimana didefinisikan oleh Stoner.2. Kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan memengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan.

Mereka semua menjadi siswa dan juga sebagai mentor.tujuan tersebut. not born) dewasa ini sedang populer pada saat kita membicarakan tentang kepemimpinan itu sendiri. melatih. Mereka mengormati integritas dari cita-cita mereka dan naluri yang mengiringinya. memandu. mengetuai. 2005. bukan dilahirkan” (made. Adapun dari sisi atribut. Orang-orang termasyhur yang memimpin organisasi raksasa dan besar seringkali dicap sebagai pendobrak. yang berasal dari kata dasar kata benda Pimpin yang berarti tuntunan. belajar dari pengikutnya. hlm. hasil memimpin dan kata kerja Memimpin yang berati mengepalai. 8 . pemimpin dapat didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan untuk memengarui perilaku orang lain tanpa menggunakan kekuatan. Mereka mempunyai bakat untuk menarik para penanggung risiko lainnya kepihak mereka.2. Pengantar Manajemen (Jakarta : Prenada Media). dari kesalahan-kesalahan mereka dan dari saingan mereka.3 Kepemimpinan berarti cara memimpin. Ada begitu Ernie Tisnawati Sule & Kurniawan Saefullah.654. memegang tangan seseorang untuk dibimbing dan ditunjukkan jalan. b.8 Organisasi kepemimpinan ada karena diciptakan dan bukan karena dilahirkan. mengajar agar dapat mengerjakan sendiri. bimbingan. untuk bertahan mereka memiliki tiga kekuatan kunci. yaitu : 2 a.2. kepemimpinan adalah kumpulan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. 4 Em Zul Fajri & Ratu Aprilia Senja. Kepemimpinan Umum Faktor kepemimpinan tidak diragukan lagi tingkat kepentingannya dalam fungsi pengarahan dan keseluruhan fungsi-fungsi manajemen organisasi. mendidik. Oleh karena itu. sehingga orang-orang yang dipimpinnya menerima dirinya sebagai sosok yang layak memimpin mereka. mencapai tujuan mereka dengan cara-cara yang tak lazim. serta membantu menciptakan suatu budaya produktif dalam organisasi. radikal. hlm.255. Ini mungkin terdengar klise karena ungkapan “diciptakan. c. A. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Difa Publisher).

255. mampu menetapkan harapan yang tinggi. percaya diri dan terdorong untuk meraih kesuksesan. 2005. hlm. (2) Mampu untuk memberikan kekuatan kepada orang lain untuk menunjukkan kinerja yang baik dan terdorong untuk nerprestasi. yaitu : (1) Mampu menyusun visi bagi masa depan. kuat keyakinan dan idealismenya. Kepemimpinan Karismatik atau charismatic leadership adalah kepemimpinan yang mengasumsikan bahwa karisma merupakan karakteristik individu yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang dapat membedakannya dengan pemimpin yang lain. Griffin (2000) menjelaskan bahwa paling tidak terdapat 3 elemen yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin karismatik.banyak pendekatan klasik maupun kontemporer baik yang diperbincangkan secara praktik maupun secara ilmiah diantaranya adalah : a. dan keyakinan akan kemampuan yang dimiliki orang lain. serta mampu memberikan inspirasi kepada bawahan mengenai berbagai hal baru yang perlu diketahui dan dikerjakan. Transformatif pada dasarnya kemampuan untuk beradaftasi dengan perubahan. (Jakarta : Prenada Media). serta mampu memberikan perilaku yang mendukung pencapaian harapan yang tinggi tersebut. sehingga esensi dari kepemimpinan transformatif adalah kemampuan seseorang Ernie Tisnawati Sule & Kurniawan Saefullah. Pengantar Manajemen. mendorong para anggota untuk melakukan pembelajaran. 9 . Menurut Robert House (1977) seorang pemimpin karismatik haruslah memiliki kriteria sebagai seorang yang tinggi tingkat kepercayaan dirinya. terutama dalam hal implikasi terhadap inspirasi. penerimaan dan dukungan para bawahan. empati.9 b. serta mampu mempengaruhi orang lain juga mampu berkomunikasi secara persuasif dan memotivasi para bawahannya. Kepemimpinan Transformatif adalah gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh manajer atau pemimpin dimana kemampuannya bersifat tidak umum dan diterjemahkan melalui kemampuan untuk merealisasikan misi. (3)Mampu untuk membangun relasi dengan orang lain melalui dukungan.

10 . Kepemimpinan adalah fenomena social yang selalu hadir dalam interaksi social. Titus 1:7) Suami dari satu istri (1 Ti(1 Timotius 3:2. Dengan ungkapan ini. Kepemimpinan Inspiratif d. dilukiskan oleh Napoleon dalam kalimat ungkapan/sindirannya : “Saya lebih baik mempunyai pasukan yang terdiri dari kelinci yang dipimpin oleh seekor singa. menjadi liarlah rakyat” (Amsal 29:18). Titus 1:8) Bijaksana (1 Timotius 3:2) Sopan (1 Timotius 3:2) Setiap generasi membutuhkan seseorang yang berpandangan jauh ke depan dan memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi pemimpin. daripada memiliki pasukan singa yang dipimpin oleh seekor kelinci”. kita mengenal dan mengetahui kepemimpinan sebagai fungsi mempengaruhi orang untuk melakukan suatu hal. Titus 1:7) Dapat menahan diri (1 Timotius 3:2. Pengantar Manajemen. Kepemimpinan Simbolis A. ditentukan dan dipengaruhi oleh pemahaman si pemimpin tentang arti kepemimpinan.pemimpin untuk membawai orang-orang dan organisasi untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan untuk kesuksesan di masa yang akan datang.3. Efektivitas seorang pemimpin. Napoleon hendak menegaskan betapa pentingnya seoeang pemimpin dan kepemimpinan dalam suatu organisasi. “ Bila tidak ada Wahyu. Uraian pentingnya pemimpin dan kepemimpinan.2.255-256. 2005. Orang yang gagal mencari kehendak Allah akan gagal juga dalam memimpin umatNya pada arah yang benar. Ernie Tisnawati Sule & Kurniawan Saefullah. hlm.510 c. Kepemimpinan Kristen Frank Damazio menuliskan kualifikasi karakter kepemimpinan yang didaftar dari 1 Timotius 3:1-13 dan Titus 1:5-9 dimana ada sejumlah standar kedewasaan karakter yaitu : Tidak dapat dituduh (1 Timotius 3:2. karena itu Kepemimpinan selalu kita alami dalam konteks hidup bersama. Melalui pengalaman itu. (Jakarta : Prenada Media). pilihan jenis dan gaya kepemimpinan.

.. (Mazmur 5:9) . Kiranya RohMu yang baik itu menuntun aku . yang luka tidak kamu balut. (Mazmur 143:10) Demikianlah Engkau memimpin umatMu.. kapan dan dimana suatu pekerjaan dilakukan (contoh klasik dalam Alkitab adalah Raja Nebukadnezar. mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik. yang tersesat tidak kamu bawa pulang. mengapa. tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan. Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu ? Kamu menikmati susunya. siapa. Celakalah gembala-gembala Israel yang menggembalakan dirinya sendiri. Daniel 2:1-13)..2.. yang sakit tidak kamu obati..4.. tuntunlah aku dalam keadilanMu.. (I Tawarikh 13:1). maka mereka menjadi hambahambamu sepanjang waktu (1 Raja-Raja 12:7).. yang hilang tidak kamu cari. mengangkat . Pemimpinlah yang memutuskan segala-galanya tentang apa. Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat.. Dalam tiang awan untuk menuntun (memimpin) mereka di jalan (Keluaran 13:21) Pergilah sekarang tuntunlah (pimpinlah) bangsa itu (Keluaran 32:34) Biarlah Tuhan .. Contoh-contoh bagaimana menjadi pemimpin yang bertanggung jawab ada dalam Mazmur 23 dan beberapa bagian dalam Alkitab yang menunjukkan padanan pengertian kepemimpinan yaitu : Tuhan berjalan di depan mereka …. untuk apa. seorang yang mengepalai (memimpin) mereka dan seterusnya (Bilangan 27:17) Tuhan. untuk membuat Nama yang Agung bagiMu (Yesaya 63:4) Daud berunding dengan pemimpin-pemimpin pasukan seribu dan pasukan seratus .. Ciri Pemimpin Yang Tidak Baik Ciri-ciri pemimpin yang baik diantaranya adalah : Semua keputusan yang diambil adalah demi untuk kepentingan dirinya sendiri. bagaimana... Engkau akan menuntun dan membimbing aku (Mazmur 31:4) . melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman ( Yehezkiel 34:2b-4). Yang lemah tidak kamu kuatkan....A. dari bulunya kamu buat pakaian yang gemuk kamu sembelih. .

13:1-16. - Pemimpin yang bertanggung jawab tidak hanya bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya tetapi juga bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh orangorang yang dipinpinnya (Keluaran 16:27-28). Pemimpin dalam Alkitab bukanlah ”ujung kerucut” dari suatu sistem sebagaimana halnya sistem kepemimpinan dunia. tetapi selalu berdasarkan amanat. - Memotivasi/mendorong orang yang dipimpinnya atau yang menjadi bawahannya dengan jujur dan bukan dengan tipu daya. tetapi Allah adalah pemimpin umat yang sesungguhnya. pengertian pemimpin adalah seorang yang diangkat Allah sebagai ”wakilNya” untuk mempin umatNya.- Pemimpin disebut sebagai penjaga yang harus waspada kalau-kalau ada yang mengancam kehidupan yang dijaga dan mengingatkan mereka terhadap bahaya yang mengancam. (Yehezkiel 33:7). sebab bukannya Samuel yang mereka tolak melainkan Allah (I Samuel 8-6-7). Permintaan ini mendukacitakan Samuel yang mempunyai kedudukan sebagai Hakim pada waktu itu. Dalam Alkitab. Permintaan untuk memiliki seorang Raja. adalah perbuatan dosa di mata Tuhan ( I Samuel . Otoritas ini mutlak milikNya. 16:416. Perhatikan kepemimpinan Nabi Musa dalam Perjanjian Lama. 14:15-31. serta memberi semangat agar anggotaanggotanya melakukan pekerjaan dengan baik (Amsal 20:17. perintah dan petunjuk dari Allah (Keluaran 12:43-51. 21:6) - Bersedia dan rela dikritik oleh orang lain seperti kata Amsal ”Siapa mengindahkan teguran adalah bijak (Amsal 15:5) tetapi siapa benci kepada teguran akan mati (Amsal 15:10) dan Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan supaya engkau menjadi bijak dimasa depan (Amsal 19:20). Dalam sejarah kehidupan Israel. Alkitab senantiasa menempatkan posisi seorang pemimpin dalam kedudukan antara. - Mudah menyesuaikan diri dan tidak kaku (fleksibel) dan terampil dalam berkomunikasi (Amsal 16:24). Berlaku adil dalam memberi tugas/ perintah kepada orang yang dipimpin ( Keluaran 18:13-27) dan Seorang pemimpin selalu dituntut untuk bertindak adil terhadap orangorang yang dipimpinnya (Amsal 11:1). suatu ketika Israel menghendaki adanya seorang Raja/ Pemimpin (I Samuel 8) sebagaimana layaknya bangsa-bangsa yang ada di sekeliling mereka. 15:25-26. Tetapi Allah berfirman kepada Samuel untuk menerima permintaan Israel itu. yakni antara Allah (Pemimpin yang sesungguhnya) dan umat (manusia). 17:4-7). Segala kebijakan dan keputusan berada ditangan Allah. Musa tidak pernah melakukan tindakan berdasarkan pertimbangannya.

Yehezkiel mengingatkan bagaimana seharusnya seorang pemimpin kristen berperilaku dalam kepemimpinannya agar berkenan kepada Allah dan membawa kebaikan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Dengan kata lain. menuntun dan mengarahkan mereka kejalan yang benar sesuai dengan kehendak Allah. Seorang pemimpin kristen bukanlah yang harus ditinggikan di atas yang lain. maka sejauh itu apa yang Allah kehendaki.5. Celakalah pemimpin yang berbuat demikian.2. Ini berarti pula bahwa tujuan utama kepemimpinan kristen adalah mengusahakan kebaikan dan kesejahteraan hidup bagi orang-orang yang dipimpin (Mazmur 23). Pemimpin harus bekerja dengan penuh kesungguhan hati dan bukan karena terpaksa. Karena itu menjadi seorang pemimpin kristen adalah untuk memikul tanggung jawab dan bukannya untuk mencari kedudukan/ kekuasaan. maka Allah akan memuji-mujinya (contoh Raja Daud). membimbing. kepemimpinan kristen bertujuan untuk membawa orang-orang yang dipimpin kepada keselamatan dan memelihara keselamatan itu sehingga memperoleh penggenapan di dalam kemulianNya. karena sebetulnya mereka telah melawan Allah. Dalam kepemimpinan kristen. tetapi Raja/ Pemimpin Israel yang sesungguhnya adalah Tuhan Allah. Pemimpin harus menggembalakan orang-orang yang dipimpinnya. Itulah sebabnya. Raja manusiawi tidak lain hanya melaksankan kehendak Allah. A. Contoh Raja Saul ( I Samuel 15:11). maka pada saatnya pula Allah menurunkan dia dari takhtanya. Pemimpin dengan tekun dan setia mengusahakan jalan agar orang-orang yang dipimpinnya dapat menemukan makna kehidupannya. Namun apablila Raja itu memerintah sesuai dengan kehendak Allah. fungsi dan tanggung jawab harus mendahului posisi atau kedudukan. Kepemimpinan Musa . melainkan yang senantiasa berada ditengah-tengah orang yang dipimpinnya untuk memberi teladan. yakni : Pemimpin tidak boleh menindas atau memeras orang-orang yang dipimpinnya. agar mereka memperoleh hidup dan memperolehnya dalam kelimpahan. meskipun di antara Israel memerintah seorang Raja (Pemimpin). dan bukannya sibuk menggembalakan dirinya sendiri.12:19). Pemimpin dalam sistem sekuler (dunia) cenderung menggunakan kekuasaan itu untuk menindas orang-orang yang dipimpinnya.

Kehidupan Musa dapat dibagi dalam tiga periode selama tiap-tiiap 40 tahun. Sebagai seorang pangeran Mesir, seorang gembala di pengasingan dan seorang pemimpin bangsa Israel. Persiapan-persiapannya untuk menjadi pemimpin bangsa Israel adalah pendidikan yang baik di istana Mesir, pengalaman tinggal di padang gurun dan persekutuannya yang erat dengan Allah. Iman dan kesabaran Musa sangat diuji oleh bangsanya, sekumpulan budak yang mudah ketakutan, plin-plan, bersungut-sungut dan pemberontak. Memikul beban tanggung jawab kesejahteraan fisik dan rohani bangsa Israel, Musa tampil sebagai orang yang lembut hati dan rendah hati, bijaksana dan beriman teguh pada Allah, seorang yang lebih mementingkan kemuliaan Allah daripada kemegahan diri sendiri. Musa menjadi dewasa dengan memperoleh pengalaman di tempat yang mewah (istana Mesir) maupun di tempat yang sederhana (Midian). Kemudian dia dipanggil Tuhan untuk menjadi pemimpin bangsa Israel, sebagaimana dilaporkan dalam Keluaran 3 dan diringkaskan dalam ayat 30-34. Dialah yang menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa Israel dan menyampaikan jawaban bangsa Israel kepada Tuhan. Sebagai penyambung lidah Tuhan tentu saja dia tidak mengurangi atau menambahi sedikitpun kehendak kedua belah pihak. Ada 3 peristiwa dalam kepemimpinan Musa sewaktu memimpin umat Allah ke luar dari perhambaan dimana Musa membutuhkan bantuan sebagai pendamping/ pemimpin yaitu : 1. Ketika Musa diberikan Harun untuk membantunya mendatangi Firaun, karena Musa terlampau menekankan keterbatasannya dalam hal kemampuan natural (Keluaran 4:16). 2. Peristiwa tatkala beban menanggulangi perselisihan selaku seorang hakim menjadi terlampau berat, Musa akhirnya menuruti nasihat ayah mertuanya, Yitro dan menetapkan orang-orang lain untuk membantu (Keluaran 18:14-21). 3. Bebab rohaniah dalam berdoa syafaat untuk umat Israel sambil berupaya mengembangkan karakter mereka telah menjadikan Musa kewalahan dan jawaban Allah menunjukkan tujuh puluh tua-tua Israel guna mendampingi Musa (Bilangan 11:14-17). Dalam Keluaran 15-17 Musa mengalami keputusasaan dalam memimpin bangsa yang gemar bersungut-sungut. Sikap mereka yang buruk menambah beban kepemimpinannya dan penderitaan mereka sendiri. Melalui pengalaman tersebut Musa mempelajari keterbatasan kepemimpinan manusia dan menyadari kebergantungannya pada

Allah. Dia juga mempelajari nilai dukungan rekan-rekan sepelayanannya melalui pertolongan Harun dan Hur. Dalam Keluaran 32-34 Musa menolak kesempatan untuk meninggalkan bangsa yang pemberontak dan bebal tersebut dan pergi sendiri dengan Allah. Musa juga menolak godaan untuk berpikir bahwa ia dapat bertahan dengan bangsa tersebut tanpa hadirat Allah. Musa tidak dapat hidup sendiri tanpa Allah dan tidak dapat bebas dari tanggung jawab kepada orang lain, juga ia tidak dapat hidup dalam kekuasaan politik tanpa kekuatan yang datang dari persekutuan pribadinya dengan Allah. Cara hidup Musa seperti dalam Keluaran 33:15 ”Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini”, Musa tidak akan mau pergi kemanapun, sekalipun ke Kanaan yang dijanjikan Allah, tanpa jaminan kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. Dalam Bilangan 11-14 Musa diuji kepemimpinannya, kebesaran Musa nampak berkali-kali ketika beban kepemimpinannya menjadi semakin berat, Allah menaruh RohNya di atas 70 tua-tua Israel untuk menolong Musa memerintah bangsa itu. Tidak seperti banyak orang yang tidak cukup kemampuan untuk melepaskan kekuasaan kepada orang-orang lain, Musa sangat bahagia menerima pemimpin-pemimpin tersebut dan memuliakan Roh Allah yang ada pada mereka. Ketika Miryam dan Harun mengata-ngatai dia, Musa tidak membalas dendam dan ia memohon pengampunan untuk Miryam yang kena kusta akibat hukuman Allah. Penolakan Musa untuk mencari kedudukan dan kemuliaan bagi diri sendiri membuat Allah bebas membela Musa dan ini lebih efektif daripada yang mungkin dilakukan Musa. Walupun bangsa Israel menolak untuk memasuki tanah perjanjian kemana Allah telah memimpin mereka keluar dari perbudakan di Mesir, Musa tidak menolak mereka ketika Allah menawarkan kesempatan padanya. Doa Musa mencegah kehancuran mereka dan ia rela menerima hukuman perjalanan 40 tahun di gurun bersama-sama mereka. Musa memilih menderita sengsara bersama umat Allah daripada untuk menikmati kesenangan dosa. Sikap ini menunjukkan kejujuran Musa terhadap umat Allah yang dipercayakan kepadanya untuk dibimbing dan dipimpin. Kehidupan Musa membuktikan segi-segi yang dibutuhkan dalam kepemimpinan yang efektif. Saat Allah memanggil Musa Ia memampukan Musa untuk tugas yang diberikan. A.2.6. Kepemimpinan Nehemia Nehemia mengungkapkan seluruh keberadaan dirinya di dalam catatan hariannya, yang tergabung dalam sebuah kitab Nehemia. Sama seperti jutaan orang Yahudi sepanjang sejarah, Nehemia menyadari akan masalah orang-orang yang tergolong minoritas. Dan sama

seperti kebanyakan orang Yahudi, ia juga tahu apa artinya mencapai keberhasilan. Ia telah mencapai suatu kedudukan yang terkemuka yaitu sebagai juru minuman bagi seorang raja Persia yaitu raja Artahsasta I, penguasa yang paling kuta pada zaman itu. Sebagai seorang juru minuman, Nehemia bertugas untuk mencicipi air anggur dari cawan raja (587 sM) bangsa Babel telah menjarah Yerusalem dan Kerajaan Yehuda yang di selatan itu, lalu membawa penduduknya ke pengasingan. Tetapi setelah Babel jatuh ke tangan orang Persia, Raja Koresy mengubah total garis kebijaksanaan Babel dan pada tahun 538 sM mengizinkan beberapa rombongan orang Yahudi untuk pulang ke Yerusalem. Tindakan mereka yang pertama-tama ialah mendirikan sebuah mezbah dan membangun kembali bait Allah. Perhatian mereka selanjutnya ditujukan pada kota itu agar mempunyai daya pertahanan lagi. Dan pada tahun 445 sM Nehemia datang ke Yerusalem untuk menyelesaikan tugas membangun tembok-tembok kotanya. Dalam Nehemia Pasal 1, pada waktu kisah ini dimulai Nehemia adalah seorang pemimpin yang masih dalam masa pendidikan. Ketika dia mendengar berita tentang tembok Yerusalem yang telah rusak terbongkar, pintu-pintu gerbang yang terbakar dan penduduknya yang sedang menderita tekanan batin serta perasaan malu, berita itu dirasakan Nehemia sebagai pukulan jasmani sehingga selama beberapa hari ia menangis, berkabung, berpuasa dan berdoa (1:4). Allah membuka hati Nehemia terhadap tragedi bangsanya, tragedi yang makin mencemarkan nama Allah. Allah memberikan kemampuan kepadanya untuk dapat merasakan apa yang memprihatinkan Allah dan tertarik masuk ke dalam jalur yang mengarah ke tujuan Allah. Nehemia berdoa dan mengakui dosa bangsa-bangsanya, ia memiliki rasa turut bertanggung jawab bahkan tidak mempedulikan nasib dirinya sendiri sementara ia memohon bagi bangsanya. Allah memakai kehidupan doa Nehemia yang aktif untuk membentuk dia menjadi seorang pemimpin yang saleh dan takut akan Tuhan. Dalam pasal 2, Nehemia adalah orang yang cepat bertindak, segera setelah ia mendapat persetujuan raja mengenai rencananya, dia merundingkan segala perlengkapan yang diperlukan, mengatur keselamatan perjalanan itu, menyusun rencana masa yang akan datang, mengerahkan tenaga kerja yang besar dan membagi proyek pekerjaan masal yang sangat besar itu ke dalam unit-unit yang mudah ditangani. Ada 3 unsur yang menjadikan segalanya tertib yaitu : (1) Pikirannya mengarah ke masa depan dalam doanya (2:1-10) (2) Melakukan dulu penyelidikan yang cermat mengenai situasi (2:11-16) (3) Tugasnya memberi motivasi kepada orang-orang sebelum menyerahkan pekerjaan itu (2:17-18)

Lama masa jabatannya yang pertama ialah 12 tahun (5:14). Sebagian dari pekerjaannya juga berupa doa dan puasa (1:5-11). Dalam pasal 3 dan 4. Paling sedikit ada tiga puluh sembilan kelompok pekerja yang terlibat dalam pekerjaan itu. Hal itu terdiri dari 4 unsur yaitu : (1) kepekaan batin untuk mempersamakan diri yang menjalar kepada orang lain. sangat memberatkan beban rakyat. misalnya bila ada pengeluaran untuk pesta menjamu serta menghibur orang dan keramahan sebagai tuan rumah. Dan ia memanggil mereka untuk ikut dengan dia. ia pergi pada malam hari untuk melakukan penyelidikan secara rinci mengenai tembok itu. juga kekayaan dan kehormatan tidak dapat menjeratnya. Sebagian dari pekerjaan Nehemia berupa administrasi. pemimpin yang baik melakukan penelitian sendiri. pengawasan di tempat dan kerja fisik semuanya merupakan bagian dari satu keutuhan. Amanatnya kepada penduduk Israel dalam 2:17-18 menunjukkan bahwa ia sungguh ahli dalam segala kesederhanaan serta ketegasannya. Dalam pasal 5. Nehemia seorang pemimpin yang memimpin bukan seseorang yang hanya mendorong dari belakang. Nehemia sasarannya ialah membuat Yerusalem mempunyai daya pertahanan lagi. (2) pengakuan mengenai keadaan Yerusalem yang sudah sangat gawat (3) permintaan untuk mengambil langkah khusus (4) kesaksian pribadi. Jadi doa. Ia berada di Yerusalem . untuk itu Nehemia membagikan tugas-tugas pekerjaan kepada orang-orang lain dan ia sendiri pun ikut serta mengerjakannya. maka musuh-musuhnya tidak dapat menarik dia menyimpang dari tujuannya. Dialah yang mengambil tanggung jawab untuk memastikan bahwa pekerjaan itu maju di semua bagian tembok Yerusalem. administrasi. yang mendahului aku. Nehemia mendelegasikan. perintah Nehemia untuk membangun tembok kota Yerusalem diiringi dengan pengangkatannya sebagai bupati (atau kepala daerah) Tanah Yehuda.Nehemia adalah pemimpin yang baik. ”Aku dan saudara-saudaraku tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati. Bupati-bupati itu mengambil dari mereka 40 syikal perak sehari untuk bahan makanan dan anggur” (5:14-15). Ia seorang pengatur yang sangat cermat dan seorang pencatat yang saksama (7:5). Tetapi para bupati yang sebelumnya. Sebagian lagi dari pekerjaannya ialah mengawasi atau memandori. Kedudukan itu memberi hak kepadanya untuk memungut pajak-pajak tertentu bagi menutup biaya pemerintahan. Karena pikirannya yang demikian itu. menyerahkan wewenang serta tanggung jawab dan membagi-bagikan pekerjaan. Tetapi Nehemia menolak berbuat seperti itu. ia bukan hanya mempersamakan dirinya dengan bangsanya melainkan juga memimpin dengan menjadi teladan. Pikiran Nehemia hanya tertuju pada setia mengabdi sebagai saksi Allah dan menolong mereka yang sedang dalam keadaan putus asa. bahwa kesulitan-kesulitan di satu bagian jangan sampai menghambat bagian yang lainnya. Tiga hari setelah tiba di Yerusalem.

Fokus utama nubuat Daniel adalah pada orang-orang kafir. Mereka yang mengalami godaan untuk menyerah terhadap tekanan semacam itu akan banyak belajar dari Daniel. Daniel sanggup menolak sikap berkompromi karena hubungannya dengan Allah yang maha kuasa. tidak mau bertindak dan membiarkan masalah-masalah itu lewat saja.7. A. apakah itu menyenangkan orang banyak atau tidak. Di Babel mereka harus menjalani program pelatihan selama 3 tahun untuk mempersiapkan mereka . yang memiliki jiwa seorang gembala. ketegasannya. Dalam pasal 1. Pada masa tuanya Nehemia dipuji atas keberaniannya. namun yang tidak pernah mengkompromikan prinsip-prinsip dasar Alkitab. Ia menunjukkan kepada kita cara menjalani hidup rohani yang utuh di bawah tekanan dunia sekuler. melainkan juga abdi masyarakat. Dalam setiap keadaan dan dalam setiap krisis. Nehemia mengambil tindakan yang tepat serta efektif untuk membereskan apa yang masih kurang. Daniel mengarahkan kita pada Allah yang secara berkuasa bekerja dalam sejarah manusia. apakah itu menguntungkan dia secara pribadi atau tidak. Sampai akhir hidupnya Nehemia tetap menjadi pemimpin yang mampu mengambil jalan yang tidak disenangi orang lain dan memang sering ia melakukannya bila ia memandang hal itu perlu. Ketaatan Daniel secara sederhana merupakan pernyataan keberadaan Allah yang maha kuasa. Sejak mula pertama kepemimpinannya mengungkapkan kebijaksanaan untuk melakukan terlebih dulu apa yang perlu diutamakan. Nehemia seorang pemimpin dengan semangat dan konsisten dengan visinya dan kuat dengan doa-doanya.2. melainkan untuk memberi. Jarang sekali ada pejabat pemerintah seperti dia. Kepeminpinan Daniel Daniel memberi teladan praktis dan bersifat pribadi bagi pergumulan kita. Prioritas Nehemia adalah prioritas Allah. Ia menerima prioritas-prioritas Allah. Pelayanan Daniel di Babel berlanjut dari 70 tahun penjajahan Babel sampai masa pemerintahan Persia. Daniel hidup sehat sampai usia 80 atau 90 tahun. Ia bukan saja abdi Allah. Dia memandang Tuhan sebagai Raja di atas segala raja dunia dari Babel. Pada waktu orang dengan mudah dapat menjadi patah semangat. kesediaannya untuk menghadapi masalah-masalah dan mengambil tindakan terhadap hal-hal itu. Ia adalah contoh dari orang yang karirnya mencapai posisi dengan kekuasaan dan prestise besar dalam sistem dunia. Bahkan caranya bertindakpun dapat dibenarkan. Daniel dan kawan-kawannya dipisahkan dari tempat asal mereka dan dibawa ke Babel pada waktu mereka muda. Kemungkinan mereka baru berusia antara 12-14 tahun.bukan untuk mengambil.

Pemimpin seperti ini akan berhasil dalam kepemimpinannya.. Integritas penting dan perlu dimiliki oleh seorang pemimpin karena : 1. kejujuran dan tidak mencari muka.. adalah pemimpin yang berani mengatakan YA di atas YA dan TIDAK di atas TIDAK. 4.. Daniel menunjukkan pada kita bagaimana hidup berpegang teguh pada Allah selama masa pembuangan yang panjang.menangani persoalan bangsa Yahudi dalam kekaisaran Babel. Mampu menyatukan (mengintegrasikan) pelayanannya kepada Allah dan pelayanannya kepada manusia (Daniel 6:23). maka Aku akan meneguhkan kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud. ayahmu. Karena pemimpin yang memiliki integritas akan memimpin dengan penuh percaya diri. kemurnian hati. Dalam pasal 5. 2. kesalehan. kebenaran. dengan berkata : Keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel”. Allah menghendaki pemimpin memiliki integritas yakni : Ketulusan. Siap dan rela berkorban untuk sesuatu yang dianggapnya baik dan benar dihadapan Allah (Daniel 6:14-17).” dan Amsal 28:1 ”Orang . 5. Adalah seorang yang beriman dan taat kepada Allah sehingga mampu menjaga dan memelihara integritas dan kredibilitasnya sepanjang waktu. (Daniel 5:11-12). 2. Dalam 1 Raja-Raja 9:4-5 dikatakan ”Mengenai engkau. Amsal 10:9 ”Siapa bersih kelakuannya. Raja yang menggantikan Nebukadnezar memandang sebelah mata padanya. suara hati mereka berontak. Rajin dan tekun berdoa. jika engkau hidup dihadapanKu sama seperti Daud. dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturanKu. 3. namun ketika raja menemui masalah. ia memanggil Daniel. Tidak terdapat cacat cela (tidak bercacad) karena ia setia kepada Allah dan memiliki Roh Kebenaran (Daniel 6:4-5). Daniel sudah tua lebih dari 80 tahun usianya. Dan pada saat menghadapi makanan yang pertama kali disajikan. yakni kepribadian yang utuh (kepribadian yang tidak terpecah). aman jalannya. kesetiaan. Pemimpin yang memiliki integritas. Nabi Daniel adalah contoh manusia yang memiliki pribadi yang utuh/ berintegritas karena Daniel : 1. Daniel dipindahkan ke bagian yang tidak berarti dalam struktur birokrasi Babel. ayahmu dengan tulus hati dan dengan benar. karena menyadari bahwa doa merupakan sumber kekuatan dalam menghadapi pelbagai ancaman dalam hidupnya (Daniel 6:10-12).

sebagai seorang pemimpin adakalanya seorang diri berjuang untuk suatu tujuan. Yosua bukanlah seorang pemimpin hanya karena ia menjadi kepala dari sebuah bangsa. Jadi integritas memberi kuasa dalam perkataan dan memberi kekuatan dalam perencanaan kerja dan pelayanan. Yosua 24:15 ” Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan. Bukti nyata dari kepemimpinan ialah cara pemimpin itu menangani . Abraham pernah gagal (Kejadian 12:10-13. hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu”. Pemimpin yang memiliki integritas tidak memisahkan kehidupan pribadi dari kehidupan bersama dimana pemimpin yang memiliki integritas akan menampilkan dirinya sebagaimana adanya dan tidak dibuat-buat pada setiap situasi yang dihadapinya.”. Daud bersedia melawan Goliat ketika tak seorangpun mau melakukannya (1 Samuel 17:32) ”Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia. ”Aku telah berdosa.. kami akan beribadah kepada Tuhan”. pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah : allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang Efrat. Ia lebih memperhatikan ”public image’nya daripada kondisi nyata dirinya..fasik lari walaupun tidak ada yang mengejarnya. Tanda seorang pemimpin yang baik bukanlah bahwa ia bebas dari kegagalan. semua manusia dapat gagal sekalipun mereka adalah pemimpin-pemimpin besar. 2. tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku .. Musa pernah gagal (Keluaran 2:11-12. Menanggung Risiko Kegagalan. ia seorang pemimpin karena ia bersedia membayar harganya. Ia bersedia menentang pendapat umum demi mempertahankan dan memajukan hal yang dipercayainya. atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Pengorbanan Untuk Menjadi Seorang Pemimpin Yang Berhasil : 1.. tetapi orang benar merasa aman. Menentang Pendapat Umum. 3. Berani Seorang Diri. Contoh pemimpin yang memisahkan kehidupan pribadinya dari kehidupan bersama adalah Raja Saul. inilah salah satu biaya besar kepemimpinan dan inilah pula tanda pengenal dari seorang pemimpin. Pemimpin seperti Saul akan bertindak/berperilaku lain manakala ia berada di antara orang-orang yang memperhatikannya. Tetapi aku dan seisi rumahku.” (I Samuel 15:30).. bahkan ketika tidak seorangpun bersedia melangkah maju. tidaklah mudah untuk bertahan terhadap derasnya arus pendapat umum bila itu menentang Anda tetapi adakalanya perlu bersikap demikian. Daud juga pernah gagal (2 Samuel 11:21). Bilangan 11:10-23). 16:16). sang pemimpinlah yang selalu melakukannya.

Amsal 4:23 ”Di atas segala yang lain. Kata memelihara menunjukkan fungsi seorang gembala yaitu menyediakan makanan bagi domba-dombanya. Tetap Tidak Bercela. karena perasaan mempengaruhi semua hal yang lain dalam hidupmu”. 5. Gembala Istilah Gembala dalam bahasa Inggris Shepherd berarti domba sedangkan Ibrani kuno ra’ah artinya memberi makan sehingga Gembala dikenal sebagai orang yang memberi makan dan dapat ditujukan kepada individu yang membantu atau memelihara orang lain dimana seseorang yang memperlihatkan kepedulian yang penuh kasih sayang. pemimpin giat berusaha agar tetap dalam keadaan tidak bercela. menurut gambaran Alkitab. Melindungi kawanan domba. Amsal 14:29 ”Seorang yang bijaksana menguasai kemarahannya”. Jika kita membiarkan emosi menguasai diri kita maka kita akan makin mudah untuk melakukan kekeliruan dalam penilaian bahkan terlibat dalam kegagalan yang parah. para pemimpin yang baik berusaha keras untuk dituntun oleh fakta dan prinsip. Tugas dan Tanggung jawab Gembala Jemaat : Memimpin kawanan domba Tuhan ke padang rumput dimana mereka dapat diberi makan secara rohani.kegagalan. Ia mengetahui bahwa kemarahan menyebabkan kesalahan.8. apapun yang dirasakan. bahaya yang lebih cepat dihadapi kawanan domba itu lebih disebabkan oleh kurangnya perlindungan. Mereka belajar dari kegagalan mereka dan Allah terus memakai mereka sebagai pemimpin yang berhasil guna. jika gembala menelantarkan kawanan dombanya mereka tidak akan mati kelaparan. jagalah perasaanmu. A. Menguasai Emosi. . Deskripsi tugas dari kepemimpinan pastoral ada di 1 Petrus 5:1-8 yaitu memelihara dan mengawasi. 4. Memerintah atas mereka yang dipercayakan Tuhan Menjadi teladan dalam mengikuti ketuhanan Kristus.2.

panggilan seorang gembala ialah agar ia pergi keluar dan membawa pulang individu yang tersesat. - Harus Injili dimana karyanya harus meliputi mencari yang terhilang yang berarti kepedulian gembala terhadap mereka yang tersesat seharusnya tidak terpuaskan sampai orang berdosa itu diselamatkan. - Meliputi pelayanan penyembuhan dan penguatan.- Memberikan waktu kepada anggota jemaatnya untuk mempersatukan Firman dengan lebih penuh ke dalam kehidupan mereka masing-masing. Membedakan kebutuhan setiap anggotanya dan dengan cermat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan mereka masing-masing. dimana Sang Gembala : Memberikan kebutuhan Memimpin dengan penuh keyakinan Menuntun dan memberikan pengarahan Memberi makan dan mengurapi Mengasihi tanpa syarat Memberikan kelegaan Memperbarui dan memperbaiki Melindungi dari bahaya . Itu melibatkan baik gada (perbaikan) maupun tongkat (pengarahan). Dalam Mazmur 23. kita belajar bukan hanya tentang sifat Allah. Mazmur 23 menggambarkan Gembala Utama melaksanakan beberapa fungsi. pemeliharaan dan penjagaan rohani yang diberikan seorang pemimpin ilahi. - Menjaga kandang dombanya. Kata itu mengkomunikasikan kasih. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru menggunakan istilah “gembala” untuk menggambarkan kepemimpinan. Melainkan juga tentang kepemimpinan-Nya. - Harus terlibat di dalam pelayanan rekonsiliasi (pendamaian).

Akibat pengabaian para gembala domba-domba berserak dan mati terbunuh. Celakalah gembala yang memberi makan dirinya sendiri ( Yeh 34:1-3) dimana : (1) (2) mereka mengambil bagi diri sendiri sumber-sumber yang terbaik para gembala mengambil bulu wol yang melindungi si domba dan mereka menggunakannya untuk melindungi diri sendiri (3) para gembala mengambil nyawa domba-dombanya Gembala yang menelantarkan kawanan dombanya (Yeh 34:4-10) (1) yang lemah tidak kamu kuatkan (2) yang sakit tidak kamu obati (3) yang luka tidak kamu balut (4) yang tersesat tidak kamu bawa pulang (5) yang hilang tidak kamu cari (6) kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman (7) Allah menjadi lawan yang tidak lagi menopang dan membimbing gembala (8) Gembala bertanggungjawab atas konsekwensi kesalahannya (9) Allah menghentikan fungsi para gembala (10) Allah menyingkirkan kemampuan para gembala dalam hal menggembalakan dirinya sendiri.- Mengoreksi dan menghibur Memberikan naungan permanen Pesan dari Yehezkiel 34 merupakan pernyataan utama mengenai penggembalaan. mereka yang memimpim bangsa Yehuda termasuk para penguasa maupun pemimpin agama mempunyai fungsi penggembalaan yang bertanggung jawab untuk memelihara rohani bangsa umat Allah. Berserak bukan hanya menandakan bahwa domba-domba itu berkelana tetapi juga menandakan .

Mereka ditelantarkan tanpa perlindungan. pesan utama Yehezkiel 34 bahwa Allah adalah gembala umat-Nya sekalipun gembala manusiawi gagal. Allahlah gembala terakhir bagi umat-Nya. gereja Perjanjian Baru mempunyai pandangan yang mulia dan kudus terhadap pekerjaan penggembalaan dengan menggunakan perspektif Perjanjian Lama yang dua fungsi utama gembala adalah melindungi dan memberi makan. “poimnion. mempunyai akar kata yang sama dengan kata gembala “poimaino. 26:31). Namun demikian. Kristus adalah Gembala Agung dari gereja. Istilah kawanan domba. memberi makan dan menyelamatkan mereka dari bahaya (Yeh 34:12b-15). Hal ini menciptakan hubungan vital antara domba dan gembalanya suatu hubungan yang bahkan lebih kuat dibanding kebutuhan akan rumput atau makanan. Kawanan domba itu dapat dengan . Allah digambarkan sebagai gembala umat-Nya yang melindungi. Kawanan domba berada dalam pemeliharaan gembala. namun demikian Ia juga menggunakan gembala-gembala manusiawi. Mereka dipelihara oleh Gembala yang Baik (Yoh. Di masyarakat pada zaman Perjanjian Baru. pekerjaan gembala dipandang rendah. Kawanan domba Tuhan ditakdirkan untuk dikerja-kejar dan dianiyaya (Mat. 9:7). Bahaya yang mengancam bukan hanya bahaya kelaparan tetapi bahaya pembunuhan. Kawanan domba itu dipelihara oleh gembala yang sebagai balasannya mendapat upah yang sepadan (1 Kor. Pekerjaan gembala dianggap merendahkan martabat dan pada umumnya dianggap hina. Allah membuat deklarasi yang penuh kuasa bahwa kawanan domba adalah milik-Nya (Yeh 34:10b). Mereka lari dalam ketakutan dan keputusasaan karena tidak ada kepemimpinan dan pemeliharaan. Ide bahwa Allah menyediakan para gembala untuk gerejagereja adalah hal mendasar untuk memahami pentingnya kelembagaan dan fungsi gembala di dalam Perjanjian Baru. 10:16).bahwa domba-domba itu berlari ke berbagai arah.

Tujuan gembala yang baik ialah untuk memberi hidup yang berkelimpahan kepada kawanan domba itu. Akhirnya kawanan domba itu harus dipimpin melalui teladan gembalanya (1 Pet.aman mempercayai Allah untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kekal mereka (Luk 12:32). 1 Pet 5:2). . prinsip-prinsip penggembalaan sebagaimana terdapat dalam Yohanes 10:1-29 adalah : Yesus menekankan perihal gembala yang sejati sebagai lawan gembala yang mempunyai motif yang egois dan tersembunyi. Mengenali kehadiran Allah yang aktif ditengah-tengah jemaat adalah tujuan utama dari tindakan penggembalaan. Kawanan domba itu dibeli dengan darah Kristus dan gembala dari kawanan domba itu telah diangkat oleh Roh Kudus untuk memelihara mereka (Kis 2:28. Mereka terancam bahaya serangan dari serigala (Kis 20:29). 5:3) Kristus sebagai dasar penggembalaan Perjanjian Baru. Gembala yang penuh kasih berusaha untuk memberi keamanan kepada dombanya dan berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Tindakan Pastoral harus didasarkan pada kasih yang memelihara hubungan dengan Allah dan ketaatan kepada perintah-perintah Allah. Gembala sejati mempunyai komitmen untuk memberikan nyawanya bagi dombadombanya. Karakter gembala sejati menjadikannya seorang gembala penjaga. Gembala jemaat tidak boleh kehilangan cinta kasihnya kepada orang-orang yang ada di luar jemaat. Gembala yang menelantarkan dombanya secara langsung dan tak langsung telah menempatkan kawanan dombanya dalam ancaman bahaya.

. mutu. Allah yang kekal. Dasar panggilan Yesaya ialah suara Allah (Yes. Paulus menentang orang-orang yang menyalahgunakan pemberitaan Injil (Fil. Dr. 6:1-4) . begitulah kenyataan kehidupannya. 2:2-3). M. Wewenang gembala dapat disalahgunakan dan diselewengkan dan sebagian orang berusaha memanipulasinya untuk keuntungan yang egois.A.11 Pdt.9.382. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Difa Publisher). 2 Tim 1:1). Ph. Allah menugaskan Yehezkiel untuk berkhotbah sekalipun umat-Nya tidak mau mendengarkan (Yeh. M. A. Pemimpin dengan integritas adalah seorang yang mempunyai kepribadian utuh dalam kata dan perbuatan. kegiatan penggembalaannya harus dipenuhi dengan Roh Kudus. Sebagaimana perilakunya di depan umum. Bambang Yudho. ia selalu melakukan apa yang dikatakannya dan mengatakan apa yang dilakukannya. Ir. Sebagai seorang pemimpin. Prof. di dalam Perjanjian Baru asul-usul panggilan untuk pelayanan pemberitaan Firman berakar di dalam penugasan Allah langsung (Roma 10:14). penugasan seorang gembala jemaat tidak bersumber dari pikiran manusia tetapi dari belas kasihan Allah dan perintah-Nya.Sc.2. 1:15-20 dan 2 Tim 3:1-10). Integritas merupakan tulang punggung dari seorang Em Zul Fajri & Ratu Aprilia Senja. Integritas Integritas berarti kejujuran.Panggilan seorang gembala jemaat berakar di dalam wewenang Allah. Pelayanan Amos juga diawali dengan penugasan dari Allah (Amos 7:14-16).D mengatakan bahwa Integritas berasal dari bahasa Latin “integrare” yang artinya “menjadi utuh” dan diadopsi ke dalam bahasa Inggris sebagai “integrity”.. Paulus mengklaim bahwa panggilannya berasal langsung dari Allah (1 Tim 1:1. hlm. Namun demikian. Jadi integritas adalah tentang suatu kesatuan yang utuh (a whole). sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki kemampuan yang memancarkan kewibawaan. 11 . Gembala jemaat dan para pelayan gereja masa kini harus mengajukan klaim yang sama walaupun orang lain menyalahgunakan pemberitaan Injil.

(Yayasan Andi). John C.2003. haruslah memerhatikan segi “dimensi manusia” dengan menjaga “integritas” kehidupan.51-52. (Metanoia). moralitas tinggi. “Seseorang yang punya integritas adalah orang yang menetapkan sistem norma untuk menilai semua kehidupan. mereka bisa diidentifikasi dengan kesatuan pikirannya. V. Orang yang dipimpin harus tahu bahwa yang memimpin mereka dapat diandalkan.hlm. How to Become A Christian Leader.hlm. menyucikan kita dari pada segala dosa”.hlm. Anak-Nya itu. yaitu “Perintah Allah” sebagai dimensi Illahi dan “Tanggapan manusia atas pilihan dan perintah Allah” sebagai dimensi manusia. Dimensi Kepemimpinan Yang Berintegritas Integritas adalah reputasi kredibilitas. Kepemimpinan Yang Sukses. Seseorang yang punya integritas tidak membagi loyalitas (itu sikap mendua).14 Kepemimpinan rohani memiliki dua dimensi. Kalau seorang pemimpin kehilangan integritas maka pemimpin tersebut kehilangan kapasitas untuk berfungsi dengan baik. 14 Jeff Hammond.hlm. 12 13 . Orang yang memiliki integritas tidak punya apa pun untuk disembunyikan dan tidak punya apa pun untuk ditakuti. kata-kata dan perbuatan saya sesuai. Maxwell. Gilbert Beers mengatakan.2.12 Kalau saya punya integritas. seorang pemimpin harus mengikuti nasihat Yohanes dalam 1 Yohanes 1:7 “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang.38.20. Mengembangkan Kepemimpinan Di Dalam Diri Anda. maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain. Sebagai pemimpin Kristen yang baik.2006.pemimpin Kristen. tidak peduli di mana diri saya atau bersama siapa. dan darah Yesus.”13 A.10. Dengan lain kata bahwa integritas juga merupakan tiang utama (main post) berbagai macam jenis pelayanan kerohanian. Kehidupan mereka seperti buku terbuka. bakan juga di bidang sekuler.2006. ataupun dia hanya pura-pura (itu kemunafikan). (Jakarta : Binarupa Aksara).1995. karena Allah selalu memilih manusia dengan “integritas” yang baik. saya adalah diri saya.15 Bambang Yudho. How to Become A Christian Leader. (Yayasan Andi). dapat dipercayai. Integritas sangat penting untuk menjadi pemimpin yang sukses. Untuk mempertahankan integritas. 15 Bambang Yudho. Orang yang memiliki integritas adalah orang yang utuh. kejujuran dan karakter yang menurut karakter Kristus.19.

Integritas Memudahkan Standar Tinggi d. 16 . Mengembangkan Kepemimpinan Di Dalam Diri Anda. Apa yang mereka liat. Integritas Adalah Prestasi Yang Dicapai Dengan Susah Payah John C.hlm. Integritas Membantu Seorang Pemimpin Dipercaya. dengan demikian memungkinkan diri anda memiliki hak istimewa mempengaruhi kehidupan mereka. pada gilirannya menetapkan apa yang kita lakukan. (Jakarta : Binarupa Aksara). Maka merupakan hal yang masuk akal bahwa semakin banyak pengikut meliat dan mendengar pemimpinnya konsisten dalam tindakan dan perkataan. mereka pahami. Mengembangkan Kepemimpinan Di Dalam Diri Anda.41-48. Maxwell. akan semakin besar pula konsistensi dan loyalitas mereka.40. 10 persen melalui stimulasi pendengaran. Integritas Membina Kepercayaan b. Integritas Berarti Menghayatinya Sendiri Sebelum Memimpin Orang Lain f.16 Semakin bisa dipercaya diri anda semakin besar pula kepercayaan orang lain yang ditempatkan pada diri anda. Yang diperlukan orang bukanlah motto untuk dikatakan. mereka percayai. Beberapa alasan mengapa integritas begitu penting :17 a. Ini menetapkan prioritas dalam kehidupan kita dan menilai apa yang akan kita terima atau kita tolak. Terlalu sering kita berusaha memotivasi pengikut kita dengan sarana yang cepat mati dan dangkal. Maxwell. Semakin kurang di percaya diri anda. Bukan Hanya Citra e. John C.Integritas bukanlah apa yang kita lakukan melainkan lebih banyak siapa diri kita. Sistem norma kita merupakan sebagian besar dari diri kita yang tidak bisa dipisahkan dengan diri kita. Dan siapa diri kita. semakin kurang pula kepercayaan yang ditempatkan orang lain pada diri anda dan makin cepat anda kehilangan kedudukan untuk mempengaruhi. dan 1 persen melalui indera lainnya.1995. 17 John C.1995.hlm. (Jakarta : Binarupa Aksara). Integritas Menghasilkan Reputasi Yang Kuat. Integritas Punya Nilai Pengaruh Tinggi c. melainkan teladan untuk dilihat. Maxwell mengatakan delapan puluh persen dari apa yang dipelajari orang datang melalui stimulasi visual. Apa yang mereka dengar. Bukan Hanya Pintar g.

. dengan tulus hati dan dengan benar. Jemaat Kristen mula-mula tentu saja harus menjalani hidup mereka secara konsisten.2006. bahwa hidup kami di dunia ini. Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun”.” Tuhan Yesus juga merupakan teladan yang sempurna. jika engkau hidup dihadapan-Ku sama seperti Daud. Ia akan melangkah tanpa rasa khawatir. Ph. juga mengatakan : “Inilah yang kami megahkan. yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami.. semua ini harus mendukung pesan radikal yang mereka sampaikan pada abad pertama. pekerjaan mereka. Prof.. Ini adalah mengenai iman yang dijalankan. dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku. dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu. akan diketahui” dan Amsal 28:1 juga dikatakan : “Orang fasik lari.20-22. keluarga mereka. kami tahu. Amsal 10:9 mengatakan : “Siapa bersih kelakuannya. khususnya dalam hubungan kami dengan kamu. Seorang dengan integritas akan memimpin orang lain dengan penuh kepercayaan.. b.Mengapa integritas sangat penting. Ir. “Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia. Tuhan selalu memperhatikan integritas manusia yang dipilih-Nya menjadi seorang pemimpin. How To Become A Christian Leader. walaupun tidak ada yang mengejarnya. (Yayasan Andi). yaitu :18 a. M. kesalehan dalam menjalani kehidupan di tempat kerja. Rasul Paulus di dalam 2 Korintus 1:12.. yang berkata : “Guru. maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya.A.D ada 3 hal.. . ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh 2:6). 18 Bambang Yudho. tetapi siapa berliku-liku jalannya. Ada hubungan yang erat antara kekudusan dan misi. Dalam Kitab 1 Raja-raja 9:4-5 dikatakan : “Mengenai engkau. tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda”.Sc. Bambang Yudho. Dr. seperti terdapat di dalam Matius 22:16b. Kehidupan mereka. menurut Pdt. dikuasai oleh kekudusan dan kemurnian dari Allah”.hlm. Gereja mulamula sangat diperhatikan gerak-geriknya. aman jalannya. respon mereka ketika berada dalam tekanan. M. Alkitab terus-menerus mengingatkan kita untuk menjalankan kehidupan yang sepadan dengan panggilan kita. ayahmu. kebenaran yang diterapkan dalam tindakan.

Di setiap tingkat jabatan para pekerja diarapkan setia pada etika-etika standar bisnis yang tertinggi dan harus memahami bahwa segala sesuatu yang di bawah standar sama sekali tidak bisa diterima. Integritas dipandang sebagai kualitas yang sangat mendasar dan penting dalam kepemimpinan. ia menekankan. dalam tingkah lakumu.” (Hewlett Packard) Integritas juga merupakan hal yang sangat diperhatikan dikalangan para pegawai. Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu” (1 Tim.” (Ford Motors) d. Perintahnya sangat penting dalam kedua nasihat tersebut : awasilah kehidupanmu. Penelitian menunjukkan bahwa.16).Paulus juga sangat menyadari bahaya yang diadapi pemimpin umat Kristen. dalam kasihmu. “Kami menjalankan usaha dengan penuh integritas. dalam perkataanmu. Bagi kebanyakan pegawai tersebut integritas berarti bertindak jujur. kesalehanmu. ketika para pegawai ditanyai mengenai apa yang paling mereka kagumi dari seorang pemimpin. “Perusahaan Shell mengutamakan kejujuran dan integritas dalam semua aspek usahanya. dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. 4:12. Richard Higginson mendaftarkan beberapa pernyataan misi dari perusahaan-perusahaan terkemuka : c. 20:28). Dalam bukunya yang berjudul Transforming Leadership.. “Jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan.. karena kamulah yang ditetapkan Ro Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah” (Kis. “Integritas tidak bisa dikompromikan. Ketika berbicara kepada para penatua di Efesus. Usaha-usaha yang dijalankan oleh perusahaan kami di seluruh dunia harus dilaksanakan dengan sikap yang bertanggungjawab secara sosial dan menjunjung tinggi integritas serta berkontribusi positif pada masyarakat. maka integritas merupakan salah satu dari tiga kualitas yang paling sering disebutkan. dan . Kita tidak perlu terkejut bila integritas dinilai tinggi dalam sektor usaha. Di semua lapisan masyarakat ada seruan yang kuat agar para pemimpin. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya. politik atau agama. mereka menginginkan atasan mereka bersikap jujur dengan pegawainya. keberlangsungan kehidupan rohanimu terlebih dahulu. Ia mengatakan hal yang sama kepada Timotius : “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. baik di bidang usaha. hidup berintegritas.” e.

menyeluruh.juga bersikap konsisten. Ada keterkaitan antara bagian-bagian yang berbeda dari kehidupan seseorang. Kita bisa dipercayai karena adanya konsistensi kata. memperkuat pelayanan gerejawi dan organisasi dan mendukung kesaksian kehidupan kekristenan kita. dan yang paling berbahaya kegagalan ini bisa mengkhianati usaha-usaha dalam pengabaran Injil dan merendahkan Allah yang kita sembah. Ubungan Paulus dengan jemaat Korintus memperlihatkan bagaimana Paulus adalah seorang pemimpin gembala yang berintegritas. oleh karena itu kredibilitas sangat penting. sifat dan tindakan. Integritas mengandung arti bahwa kita adalah orang yang ‘lurus’. maka komunitas kristiani itu akan terbina dan misi kristiani pun akan meningkat. Dalam pengertian ini. Integritas bisa berarti keadaan yang utuh dan lengkap. Pemimpin-pemimpin dalam bidang usaha atau politikus atau para hamba Tuhan sebaiknya tidak mengatakan hal yang sama sekali berbeda dengan apa yang mereka katakan keesokan harinya. maka akibatnya sungguh sangat fatal. Integritas bila benar-benar dipahami dan dilakukan dengan setia. pendeknya memperliatkan kepada kita Yesus Kristus itu sendiri. Ada kekompakan antara kepribadian kita dan cara hidup kita. integritas menyatakan kehidupan yang menyatu dengan baik. Satu definisi dari kata ‘integral’ adalah sangat mendasar atau sangat penting untuk keadaan yang lengkap. Namun ketika para pemimpin Kristen menjalani kehidupan yang sesuai dengan kata-kata yang mereka ucapkan. menghancurkan kepercayaan. melayni komunitas mereka. utuh. Kepemimpinan pada dasarnya adalah suatu ubungan atas dasar kepercayaan. Kegagalan ini meracuni komunitas. baik di depan umum maupun dalam kehidupan pribadi. Sistem nilai yang kita anut akan membentuk setiap segi kehidupan kita. menggagalkan misi yang saling terkait dan menyatu. Integritas juga bisa memiliki arti lebih umum dalam percakapan sehari-hari. Jemaat Korintus memiliki kecurigaan yang cukup besar akan kualitas . menepati janji-janji mereka. sempurna. Ketika pemimpin pada setiap tingkatan gagal menjalani kehidupan yang berintegritas. Kalau kita melihat 2 Korintus. jujur dan tulus. Inilah wujud luar dari integritas yang tertanam dalam batin. Kita menggunakannya untuk menggambarkan kualitas yang berhubungan dengan kebenaran dan moralitas. bisa mengubah karya para pemimpin. tidak ada yang kurang.

diantaranya Paulus dituduh sebagai orang yang sangat tidak bisa diandalkan karena berjanji untuk mengunjungi orang-orang Korintus. ia berharap bahwa pada akirnya kehangatan dan keintiman persekutuan mereka bisa dipulihkan kembali. karakter yang benar. The Spirit of Leadership. Paulus arus menulis kepada mereka dengan kata-kata yang tampaknya tajam sekali. Latar belakang hubungan Paulus dengan Jemaat Korintus adalah Paulus sudah bersamasama jemaat Korintus sebagai gembala kurang lebih delapan belas bulan seingga kalau diukur dari sudut waktu ini hubungannya dengan jemaat sudah sangat dekat. 19 . Paulus juga dituduh telah bertindak secara berbelit-belit dan tidak tulus.kepemimpinan Paulus hal ini terlihat dengan faktanya bahwa Paulus dikritik dalam banyak hal. Paulus bangga dengan mereka seperti seorang ayah bangga terhadap anak-anaknya.tentu saja. namun ternyata tidak ditepati. tidak mau berterus terang. Dengan integritas. Lukas 12:2-3 berbunyi “Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 2006. Setiap orang yang terlibat dengan tugas mendisiplin warga gereja akan memaami bahwa untuk melaksanakannya dibutukan usaha dan pengorbanan emosi yang sangat majal. Jemaat Korintus tentu saja sangat merasa sakit atas teguran itu. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang. (Immanuel). 20 Myles Munroe.20 Larry Keefauver.276. (Semarang : Media Injil Kerajaan).hlm.”19 Myles Munroe menuliskan bahwa salah satu kualitas dan karakteristik yang diperlukan dalam kepemimpinan sejati adalah Integritas yaitu konsistensi dalam perkataan dan tindakan seseorang. Ada beberapa hal yang terjadi dalam jemaat yang tidak sepadan dengan kehidupan komunitas orang kristen. Larry Keefauver mengatakan integritas adalah apa yang dilakukan di balik pintu dalam pelayanan ketika kamera dan mikrofon dimatikan. Tanpa integritas suatu pelayanan pasti akan hancur.hlm. sehingga Paulus harus memberi teguran keras kepada mereka. pemimpin mempraktekkan apa yang pemimpin ucapkan. Bagi Paulus tugas mendisiplin itu juga penuh pengorbanan. kelayakan untuk dipercaya. dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. dibalik pintu yang tertutup bersama orang lain. di tempat-tempat yang jauh dan dengan mereka yang paling karib dengan pemimpin.121-122. 77 Kebenaran Yang Hakiki Dalam Pelayanan.

bosnya. Orang yang berintegritas adalah orang yang “mature and complete. completeness. Potifar tidak dirumah. Namun jawabannya yang begitu tegas menunjukkan level integritasnya. khususnya antara perkataan dan perbuatan. Seorang pemimpin yang memiliki integritas membangun rasa percaya dengan menunjukkan kepada orang lain bahwa apabila ia diperhadapkan dengan tantangan moral. hlm. Kepemimpinan Kristen (Kairos). diri sendiri dan Allah. 21 22 Sendjaya. Probabilitas perselingkuhan mereka diketahui orang sangat kecil. hlm.22 Integritas dapat digambarkan dan dibuktikan dengan beberapa hal seperti : (1) Saat tiuada orang yang tahu. segala keputusan dan aksinya dapat diprediksi.63-64.62. not lacking anything” (Yakobus 1:4). Trust ini berkaitan erat dengan predictability.Pakar kepemimpinan Warren Bennis dalam bukunya Leaders : Strategies for Taking Charge menulis bahwa integritas adalah fondasi untuk membangun rasa percaya (trust). unfied”. Keutuhan yang dimaksud adalah keutuhan dalam seluruh aspek hidup. katakan. dan lakukan pada saat kita benar-benar sendirian. dan para pengawal dan dayang-dayang si nyonya rumah telah diatur untuk menghilang dalam waktu yang cukup lama. 2004. (1) Integritas : Saat Tiada Orang Yang Tahu Apa yang kita lakukan pada saat kita merasa bahwa perbuatan kita tidak akan diketahui orang lain menunjukkan level integritas kita. Integritas kita diukur dari apa yang kita pikirkan.” Yakobus memberikan definisi yang senada. Sendjaya. untuk bersetubuh dengan dia. 2004. Iman dan perbuatannya menyatu. Kepemimpinan Kristen (Kairos). entirety. Yusuf selama berhari-hari digoda oleh istri Potifar. Yusuf dapat berselingkuh tanpa khawatir ketahuan. orang dapat melihat imannya (Yakobus 2:8). Beberapa kamus mendefinisikan integritas sebagai. Bakan dari perbuatannya. Bahkan mencapai titik nol. (2) Hidup transparan dan (3) Tidak menipu orang lain.21 Integritas dimengerti sebagai “wholeness. . “the condition of having no part taken away” atau “the character of un-corrupted virtue.

Tegasnya. Saat orang-orang yang tidak mengenal Allah mencari-cari alasan untuk mendakwanya. Ia juga adalah Allah yang menyingkapkan dosa. (2) Hidup Transparan Orang yang memiliki integritas tidak memiliki sesuatu yang perlu disembunyikan atau ditakuti.“Bagaimana mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini (terhadap Potifar) dan berbuat dosa terhadap Allah?” Itulah integrity in action. Ia menjalani kehidupan yang dari kaca mata manusia sama sekali tidak bercacat. biasanya berakibat fatal. but he who takes crooked paths will be found out”. karena ia merasa kegelapan dalam dirinya adalah terang. Hidup mereka yang transparan bagai surat yang terbuka. tetapi siapa berliku-liku jalannya akan diketaui” (Amsal 10:9). Padahal seharusnya kita gentar terhadap Allah karena Dia adalah yang Allah tak pernah tidur. Dan kalau itu yang terjadi. (3) Tidak Menipu Orang Lain. Pengamsal mengingatkan kita. sebuah bau busuk tidak akan dapat ditutup-tutupi selamanya. Diri Sendiri dan Allah Warren Wiersbe dalam bukunya Integrity Crisis menulis bahwa orang yang tidak berintegritas adalah orang yang sedang mengalami dekadensi moral dan spiritual.6). Dalam Perjanjian Lama. Pada saat kita mencoba menutupinya. Terjemahan bahasa Inggris terhadap ayat ini lebih tepat : “The man of integrity walks securely. Allah dalam kedaulatan-Nya dapat membukanya dan menyatakan kepada publik. . Sering kali integritas kita ditentukan oleh probabilitas tindakan tersebut diketahui orang lain. “Siapa bersih kelakuannya aman jalannya. Daniel mendemonstrasikan prinsip ini dengan konkret. Bukan hanya itu. Kegelapan meliputi dirinya namun ia tidak mengetahuinya. Allah yang akan membukakannya dengan cara dan konteks yang berbeda sesuai dengan kedaulatan-Nya. mereka tidak dapat menemukan kesalahan apapun dalam hidup Daniel (Daniel 6:5. Jika kita bersikeras menutupi dosa dan kesalahan kita.

Rentetan skandal ala raja Daud seharusnya membuat kita semakin rendah hati dan gentar dihadapan Tuhan. Sifat-sifat apakah yang seharusnya dimiliki setiap pemimpin ? John C. Begitu banyak pemimpin Kristen yang jatuh dalam area integritas. aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua : “Jika engkau. Tanpa itu. hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi. Maxwell.24.2005. Maxwell mengutif Mazmur 15 dimana Daud menggambarkan seorang pemimpin yang saleh sebagai seorang yang :23 Mempunyai integritas Tidak ikut serta dalam gosip Tidak mencelakai orang lain Berbicara menentang kesalahan Mengargai orang lain yang hidup dalam kebenaran Menepati kata-kata mereka bahkan jika merugi Tidak ingin mendapatkan keuntungan dari kerugian orang lain Kuat dan mantap Integritas Paulus mendorongnya mengambil sikap teradap Petrus.hlm. Paulus mengkritik kemunafikan Petrus dan menuntut supaya semua pemimpin Kristen tetap konsisten. seorang Yahudi. Dunia tetap menanti para role model yang berani menyatakan. “Ikutlah aku. uang dan seks. rekan pemimpinnya. bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yaudi?” (Galatia 2:14). berkompromi dalam area kuasa.Jalan menuju integritas begitu sulit dan berliku. sama seperti aku mengikut Kristus”. Leadership – Janji Tuhan Untuk Setiap Hari. tanpa mempedulikan teman yang ada bersama mereka. di depan beberapa orang percaya Yahudi dan Kafir. John C.(Jakarta : Immanuel). Kita semakin ketat menjaga hati dan mengujinya di hadapan Allah. “Tetapi waktu kulihat kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil. 23 . tidak mungkin seorang pemimpin dapat memberikan teladan hidup.

Ada tiga ciri integritas yang sangat penting.(Jakarta : Perkantas – Divisi Literatur). Ketulusan : Motivasi Yang Murni Konsistensi : Menjalani Kehidupan Sebagai Suatu Keseluruan Keandalan : Mencerminkan Kesetiaan Allah Hal-hal lainnya yang menunjukkan ciri-ciri diatas terkait dengan integritas adalah : Kekudusan Kesalehan Kesederhanaan Apa adanya Tulus ikhlas Tidak licik Bukan Penipu Spontan Jujur Tidak Berpura-pura Transparansi Keterbukaan Keterusterangan Ketulusan hati Konsisten dalam semua situasi dan kondisi Konsisten dalam berkomunikasi Konsisten dalam mengatur semua urusan Setia kepada Allah Akuntabilitas kepada Allah 24 Jonatahan Lamb. Integritas. . b. yaitu :24 a.37-45. c.hlm.2008.

.... dan 3)...... konsistensi . Berdasarkan deskripsi teori-teori di atas.............. dan 3).- Akuntabilitas kepada orang lain Akuntabilitas teradap diri sendiri Melayani orang lain Kasih yang berkorban Kepedulian seperti orang tua kepada anaknya Tidak ada penipuan Tidak ada penyimpangan Merendahkan diri Tidak meninggikan diri Menggunakan otoritas Membangun Komunitas Menangani Kegagalan Integritas Sebagai Cara idup Para pemimpin dalam beberapa organisasi tidak mengenali pentingnya menciptakan suatu keadaan yang menghasilkan pengembangan calon-calon pemimpin.... dan 3)..... Ketulusan dengan idikator-indikatornya : 1).... 2)... 2)... Mereka dapat menjadi pemicu perubahan yang menciptakan suatu keadaan yang mengasilkan pertumbuhan. maka Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas dalam penelitian ini diukur dengan tiga dimensi... 2)..... yaitu ketulusan .... Hanya pemimpinlah yang dapat mengendalikan lingkungan organisasi mereka........menjalani kehidupan sebagai suatu keseluruan dan keandalan mencerminkan kesetiaan Allah...... Keandalan dengan indikator-indikatornya : 1)........... ....motivasi yang murni. Konsistensi dengan indikator-indikatornya : 1)..

Sehingga atas dasar inilah maka peneliti mengangkat judul penelitian Hubungan Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas dengan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis supaya didapatkan gambaran nyata betapa pentingnya faktor integritas dalam kepemimpinan seorang gembala. kecewa dan akhirnya mundur kerohanian mereka bahkan meninggalkan gereja dan lebih parah mungkin saja ada yang menyangkal imannya karena melihat gambaran dan teladan yang sangat jauh dari apa yang diajarkan mengenai kebenaran Kristus. Kepemimpinan gembala yang berintegritas baik maka akan memberikan keteladanan yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan rohani pengerja dan aktivis sebaliknya Kepemimpinan gembala yang berintegritas tidak baik maka akan berpengaruh terhadap kemandekan bahkan kemunduran pertumbuhan rohani pengerja dan aktivis.B. Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : . Jika seorang gembala yang sangat hebat kemampuan dan pengetahuannya tentang kepemimpinan namun tanpa didukung oleh integritas maka sia-sialah pelayanannya dan tidaklah akan membawa pengaruh yang baik bagi pertumbuhan rohani pengerja dan aktivis bahkan sebaliknya akan membuat para pengerja dan aktivis bingung. salah satu faktor yang sangat dominan dalam kepemimpinan gembala dalam mempengaruhi kehidupan para pengerja dan aktivis yang terlibat dalam pelayanan gerejawi adalah faktor integritas. Kerangka Berpikir Kepemimpinan Gembala sangatlah berperan vital dalam kehidupan di gereja terlebih bagi pertumbuhan kerohanian pengerja dan aktivis. Dengan demikian. diduga bahwa terdapat hubungan antara Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas dengan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis.

Motivasi 2. maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “ Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Kepemimpinan Gembala yang berintegritas dengan pertumbuhan rohani pengerja dan aktivis di GBI Kamboja Depok”. . Konsistensi 3. Ketulusan 2.Positif Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas 1. Bagan Kerangka Berpikir C. Penelitian Yang Relevan Positif Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis 1. Kasih 3. Hipotesis Penelitian Berdasarkan deskripsi teori dan kerangka berpikir. Keandalan Negatif Gambar 2. Disiplin Negatif D.

distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologia. teknik analisis data dan hipotesis statistika. metode penelitian. variable penelitian. Waktu pelaksanaan uji coba instrumen dilaksanakan pada bulan Juni 2009.BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan secara berurutan tentang hal-hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian yang meliputi tempat dan waktu penelitian. Metode Penelitian Berdasarkan metodenya penelitian ini merupakan penelitian survei. Adapun proses analisis data statistika dan penulisan laporan dikerjakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2009. namun data yang dianalisis adalah data sampel yang diambil dari populasi tersebut. teknik pengumpulan data. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian adalah di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Kamboja Depok Jawa Barat. populasi dan teknik pengambilan sample. sedang pengambilan data di sampel penelitian dilakukan dari bulan Juni sampai Agustus 2009. Sedangkan . sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif. instrumen penelitian. B. A. Menurut Sugiyono yang mengutip Kerlinger menyatakan bahwa penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil.

Dengan jenis kelamin yang berbeda. C.menurut Sugiyono berdasarkan tingkat ekplanasinya. Teknik pengambilan sampel ini dapat digambarkan sebagai berikut : Populasi Pengerja Dan Aktivis Laki-laki Diambil secara random Pengerja Dan Aktivis Perempuan Sampel Laki-laki Perempuan . maka penelitian ini digolongkan sebagai penelitian asosiasi yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. peneliti mengambil sampel untuk analisis data pengujian hipotesis. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengerja dan aktivis di GBI Kamboja Depok. yaitu pemilihan atau penentuan sampel secara acak dengan strata yang ada. Dari populasi peneliti. yaitu laki-laki dan perempuan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ialah secara probability (teori peluang). maka responden pun memiliki maka keadaan populasi memiliki karakteristik yang heterogen. Dalam pengambilan sampel menurut Arikunto bahwa yang terpenting sampel yang dipilih benar-benar mencerminkan keadaan populasi. Teknik Probability Sampling yang dipilih adalah Stratified Random Sampling. Strata dalam penelitian ini didasarkan pada jenis kelamin yang berbeda. Adapun jumlah pengerja dan aktivis sebanyak 100 orang.

Variabel Penelitian Dalam penelitian ini tediri dari dua variabel yaitu satu variabel independen atau variabel bebas dan satu variabel dependen atau variabel terikat. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini dapat digambarkan dalam tabel berikut ini. 1 2 Tabel 1. Sugiyono menyatakan bahwa sampel penelitian adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut Suharsimi Arikunto bahwa dalam menentukan besarnya sampel yang terpenting adalah sampel yang dipilih benar-benar representatif yaitu sampel yang benar-benar mencerminkan populasi. Penentuan Jumlah Sampel Nama Kelas Jumlah Pengerja dan Aktivis Kelas Laki-laki 50 Kelas Wanita 50 Jumlah 100 Jumlah Sampel 25 25 50 D. Hubungan antar variabel dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : . No. Dengan jumlah populasi sebanyak 100 orang.Gambar 3. yaitu sebesar 50 orang pengerja dan aktivis. sedangkan variabel dependennya adalah Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis (Y). Variabel independen dalam penelitian ini Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas (X). Teknik Pengambilan Sampel Berdasarkan jumlah populasi dan teknik pengambilan sampel yang telah ditentukan. maka peneliti mengambil besarnya sampel penelitian. maka jumlah sampel penelitian diambil sebesar 50% dari jumlah populasi.

Angket tertutup adalah angket yang pilihan jawaban telah disediakan oleh peneliti dan responden hanya memilih dari pilihan jawaban yang disediakan. Angket dalam penelitian ini terdiri dari angket tentang Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis serta Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas. Hubungan Antar Variabel Keterangan : X = Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas Y = Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis Y E. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen variabel Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis terhadap Kepemimpinan Gembala Yang . Teknik Pengambilan Data Model Interval Unit Analisis Skala Likert 1-5 Pengerja dan Aktivis Likert 1-5 Gembala Sumber Analisis Pengerja dan Aktivis Pengerja dan Aktivis F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengambilan data dilakukan dengan angket tertutup. Instrumen Penelitian Djaali dan Muljono menyatakan bahwa dalam bidang penelitian instrumen diartikan sebagai alat dalam mengumpulkan data mengenai variabel-variabel penelitian untuk kebutuhan penelitian. Adapun ringkasan dari teknik pengumplan data sebagai berikut : Variabel Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis (Y) Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas (X) Tabel 2.X Gambar 4.

Pemberian skor untuk penelitian positif dan negatif sebagai berikut : Pernyataan Positif Selalu =5 Sering =4 Kadang-kadang =3 Pernah =2 Tidak Pernah =1 Pernyataan Negatif Selalu =1 Sering =2 Kadang-kadang =3 Pernah =4 Tidak Pernah =5 Instrumen sebagai alat untuk mendapatkan data harus memenuhi syarat-syarat tertentu yaitu sahih (Valid) dan handal (reliabel). Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat dalam bentuk kalimat positif dan kalimat negatif. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian validitas yang meliputi validitas isi dan validitas item. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolok untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. pengujian validitas isi dilakukan oleh pembimbing Tesis sebagai rational judgment. Dalam penelitian ini. dimulai dari perumusan variabel. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengukur apa yang hendak diukur. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap. pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Instrumen dapat dikatakan valid apabila memiliki validitas yang tinggi. sebaliknya instrumen yang tidak atau kurang valid memiliki validitas yang rendah. Sedangkan validitas item suatu instrumen ditentukan berdasarkan data hasil ukur instrumen yang bersangkutan melalui uji coba. Dengan skala Likert. Untuk menentukan validitas isi dengan melakukan telaah teoritis terhadap suatu konsep dari variabel yang akan diukur. Dalam penelitian . maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator. penentuan dimensi dan indikator sampai dengan penjabaran dan penulisan item-item instrumen. Skala yang digunakan adalah skala Likert. Pengujian validitas ini dilakukan melalui justifikasi pakar atau yang menguasai substansi dari variabel yang akan diukur.Berintegritas.

1 Keterangan : r11 = Koefisien reliabilitas tes k = Jumlah item yang Valid Σ Si 2 1 . Adapun rumus itu sebagai berikut : n (Σ XY) – (Σ X) (Σ Y) rxy = ---------------------------------------------------------------------V ( n (Σ X2) – (Σ X)2) ( n (Σ Y2) – (Σ Y)2) Keterangan : rxy = Koefisien korelasi (Koefisien validitas item) n = Jumlah data Σ X = Jumlah skor item yang dicari koefisien validitasnya Σ Y = Jumlah skor total instrumen Reliabilitas merupakan istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran relatif konsisten bila alat ukur digunakan berulang kali. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini dengan internal consistency. kemudian data dianalisis dengan teknik tertentu. Adapun rumus itu sebagai berikut : k r11 = -------------k .ini pengujian validitas item dilakukan dengan skor totalnya. Teknik yang digunakan dalam pengujian reliabilitas untuk variabel Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. yaitu pengujian reliabilitas dengan cara mencobakan instrumen hanya sekali saja. Dalam arti instrumen atau alat ukur tersebut jika digunakan untuk mengukur obyek yang sama secara berulangulang akan menghasilkan data yang sama. Pengujian validitas item dilakukan dengan analisis statistik yaitu korelasi Product Moment Pearson.---------------St 2 St2 = Jumlah skor item yang dicari koefisien validitasnya .

F.1. Kisi-kisi Instrumen Adapun kisi-kisi instrumen pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis dalam penelitian ini sebagai berikut : Table 3. Definisi Konseptual Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis adalah Pertambahan jemaat secara kuantitas. b.Si2 = Jumlah skor total instrumen Berikut ini instrumen Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis serta Kepemimpinan Gembala yang Berintegritas. Kisi-kisi Instrumen Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis Variabel Dimensi Indikator No. c. Butir Jumlah Instrumen Butir Pertumbuhan Motivasi Hidup Kudus Rohani Partisipasi dalam Pengerja dan Pelayanan Aktivis Memberi Persembahan Kasih Rela Berkorban Mengampuni Peduli Disiplin Doa Saat Teduh Membaca Firman . Definisi Operasional Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis adalah perluasan pertumbuhan iman dan komitmen orang Kristen yang sudah masuk dalam pelayanan supaya lebih berkembang kerohaniannya yang diukur dimensi-dimensinya : Pertumbuhan motivasi dalam pelayanan. kualitas dan organik jiwa yang diselamatkan / percaya kepada Yesus Kristus masuk dalam persekutuan dengan Nya ke dalam keanggotaan gereja yang bertanggung jawab. Pertumbuhan komitmen dalam pelayanan dan Perubahan dalam segala aspek kehidupan. Instrument Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis a.

dengan membandingkan r hitung dengan r tabel pada taraf signifikan a = 0... Sebelum digunakan sebagai alat pengumpul data.. Untuk menentukan butir yang dicari koefisien validitasnya dinyatakan valid atau tidak. Pengujian Validitas Item Instrumen Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis Dimensi Indikator Pengujian Pertama Pengujian Kedua No..05 jika hasil perhitungan ternyata r hitung > r tabel maka butir instrumen dianggap valid. Sebagai ukuran maka besarnya r tabel dengan jumlah data sebanyak . Instrumen Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis yang telah valid secara isi kemudian dilakukan validitas item dengan mengkorelasikan antara butir yang dicari koefisien validitasnya dengan skor total.. Validasi berhubungan dengan kevalidan dan kehandalan suatu instrumen. Validasi Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan untuk mengambil data dalam penelitian perlu divalidasi terlebih dahulu. sehingga butir instrumen tidak dapat digunakan dalam penelitian... instrumen yang valid dan reliabel dapat mengukur variabel penelitian yang hendak diukur dengan tepat. Dari hasil uji validitas item instrumen didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 4. Dengan kata lain. Item Valid Drop Valid Drop Baru Motivasi Hidup Kudus Partisipasi dalam Pelayanan Memberi Persembahan Kasih Rela Berkorban . Instrumen yang valid dan handal dapat menghasilkan data yang sahih dan dapat dipercaya.. terlebih dahulu instrumen Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis diujicobakan kepada responden sebanyak 20 Pengerja dan Aktivis.. sebaliknya jika r hitung < r tabel maka dianggap tidak valid (invalid/ drop). sebesar 0.d..

. Butir Jumlah Instrumen Butir Kepemimpinan Ketulusan ..6. yaitu item No.Transparan Gembala Yang Motivasi Yang Ketulusan Hati Berintegritas Murni Keterusterangan Konsistensi Tingkah Laku .4. Konsistensi dan Keandalan gembala sidang dalam kepemimpinannya sehingga mampu mempengaruhi.Disiplin Mengampuni Peduli Doa Saat Teduh Membaca Firman Jumlah e. c. Kisi-kisi Instrumen Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas Variabel Dimensi Indikator No. item. diperoleh instrumen Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis yang valid dan reliabel terdiri dari . Penempatan item baru ini dapat dilihat pada lampiran 4. Definisi Operasional Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas adalah Ketulusan.5.. Definisi Konseptual Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas adalah kehidupan pribadi gembala gembala sidang yang penuh integritas sehingga kepemimpinanya menjadi efektif.2.. Instrumen Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas a.. F. Kisi-kisi Instrumen Adapun kisi-kisi instrumen Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas dalam penelitian ini sebagai berikut : Table 5.2. mengarahkan pengerja dan aktivis menuju pertumbuhan rohani yang baik dan matang. b. Instrumen Final Berdasarkan hasil pengujian validitas dan reliabilitas..3. 1.

Gembala tidak melakukan intrik politik 13. Gembala dalam tindakannya selalu terus terang dan tidak berbelit-belit 8. jujur dan tidak berpura-pura 7. Gembala tidak memanipulasi 12. Gembala adalah orang yang apa adanya dan tulus ikhlas 4. Gembala tidak mempunyai maksud-maksud yang tersembunyi 14.-Menjalani Kehidupan Sebagai Suatu Keseluruan Komunikasi Mengatur Semua Urusan Keandalan -Mencerminka n Kesetiaan Allah Kekudusan Kesetiaan Pengetahuan Tuhan Firman Daftar Instrumen untuk Dimensi Ketulusan . Gembala sama sekali tidak licik 5. Gembala merupakan pemimpin yang transparan 11. Gembala menampilkan prilaku yang spontan. Gembala bukanlah tipe pelayanan yang mencari keuntungan dari Firman Allah 9. Gembala menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan 15.Motivasi Yang Murni 1. Gembala tidak suka memegahkan prestasi-prestasinya 2. Ketulusan dan kesalehan Gembala mendasari hubunganya dengan para pengerja dan aktivis 3. Tidak seorangpun yang pernah dirugikan oleh Gembala 16. Gembala tidak sombong melainkan rendah hati 10. Gembala bukanlah seorang penipu 6. Tidak menggunakan posisi untuk memanipulasi .

Tidak menggunakan posisi untuk mengambil keuntungan dari orang lain 18. Gembala tidak bersikap lain saat berada di antara orang-orang yang belum percaya dan bersikap berbeda lagi saat ia berada diantara orang-orang Kristen. Isi hatinya bersih 24. Tidak menyembunyikan informasi 22. Tidak menciptakan kepercayaan 21. Gembala berupaya menjalani kehidupannya dengan tingkah laku yang sepenuhnya konsisten .Gembala bisa mengatakan hal yang sama untuk dirinya sendiri 5. Gembala adalah orang yang tidak berbeda saat berada dirumah dibandingkan dengan citra gembala di gereja dan pelayanan 6. Bertindak dengan ketulusan hati Daftar Instrumen untuk Dimensi Konsistensi -Menjalani Kehidupan Sebagai Suatu Keseluruan 1. Tidak menggunakan uang untuk mempengaruhi orang lain 23. Tidak mengemukakan hal-hal yang tidak benar mengenai orang lain dalam percakapan atau laporan gembala 20.Gembala konsisten dalam semua situasi dan kondisi 2. Bertindak dengan transparan 28. Bertindak dengan keterbukaan 27. 4. Tidak menghianati kepercayaan dan membicarakan seseorang kepada orang ketiga 19. Sikap dan tingkah lakunya apa adanya 26. Motivasinya tulus 25. Tingkah lakunya tetap sama baik saat ia berada di tengah-tengah masyarakat umum maupun di tengah jemaat 3.17.

Menjalankan kepemimpinan dengan transparan dimana Allah sendiri sebagai saksinya 16. Mengelola semua urusan pelayanan dengan penuh tanggung jawab 22. Tidak menyalah gunakan dana yang di dapat kepada penggunaan yang bukan alokasi dana tersebut dimaksudkan 24. Keputusan-keputusan yang menyangkut keuangan tidak hanya diputuskan oleh Gembala saja tetapi juga pelayan lainnya 23. Tingkah laku gembala maupun khotbahnya tidak bermakna ganda 14. Gembala tidak seperti seorang majikan yang membuat surat rekomendasi bagi pegawainya yang sedang melamar pekerjaan di tempat lain 13. Gembala teguh membela dan melindungi kebenaran sekalipun dia dikecam 18.7. Perkataannya tidak ada usaha untuk menutup-nutupi atau menipu 12. Tingkah laku gembala maupun khotbahnya tidak berstandar ganda 8. Gembala berkata-kata dan menyampaikan pesan tidak berstandar ganda 10. Gembala bersungguh-sungguh dengan kata-katanya dan ia berkata-kata sesuai dengan yang dimaksudkannya 11. Kehidupan Gembala dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah 9. Menggunakan uang dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan 20. Kepemimpinan Gembala dalam mengelola uang jemaat gereja dilakukan dengan kecermatan dan kejujuran 19. Pengelolaan uang yang Gembala laksanakandilakukan dengan transparan . Gembala tidak kikir terhadap orang yang membutuhkan 21. Gembala adalah seorang yang tidak diragukan lagi kredibilitasnya 17. Tidak ada orang yang dapat mencela Gembala dalam hal pelayanan kasih yang gembala lakukan 15.

Gembala selalu mengawasi dirinya sendiri dan mengintropeksi diri 18. adil dan bertanggung jawab 20. Gembala mencerminkan pribadi yang dewasa dan bijak 19. Kepemimpinan Gembala memiliki visi dan misi yang jelas dan kuat 12. Kehidupan gembala merupakan hidup yang seimbang. Gembala tidak mengatakan ya dan tidak pada waktu yang sama 3. Gembala adalah orang yang patut diteladani 8. Gembala sangat peduli kepada orang-orang yang tengah menderita 2. terpadu dan menyeluruh 17. Gembala hidup dalam kekudusan 7. Gembala dengan jelas memahami mana kehendak Tuhan dan mana yang bukan kehendak Tuhan 15. Gembala membuat rencana pelayanan yang dipersiapkan dengan seksama dihadapan Allah 5. Gembala cakap dalam mengajarkan Firman Tuhan 14. Gembala tidak membuat janji yang untuk kemudian diingkari 4. Gembala berkomitmen teguh dan bertindak menurut keyakinannya . Kata-kata gembala dapat diandalkan 9. Kata-kata Gembala selalu menyatakan hal-hal yang sebenarnya 11.Daftar Instrumen untuk Dimensi Keandalan -Mencerminkan Kesetiaan Allah 1. Gembala memiliki kesetiaan kepada Allah sesuai Firman Tuhan 6. Kepemimpinan Gembala dijalnkan sesuai dengan visi dan misinya 13. Gembala menjalani sepenuhnya komitmen-komitmen dan janji-janjinya 10. terhormat. Kepemimpinan Gembala berperilaku sepadan dengan nilai-nilai yang dianutnya 16. Gembala berprinsip.

Gembala memiliki kerelaan untuk menghabiskan hidupnya untuk mereka yang telah menjadi percaya karena pelayanannya . Gembala memiliki nilai-nilai yang jelas dan tidak kompromistis dan mempunyai kejelasan apa yang benar dan yang salah 22. berakhlak 26. berterus terang. Gembala menjadikan Kristus sebagai model hidupnya 33. Terbuka. apa yang ada dalam dirinya terlihat jelas di luar 24.21. Gembala berusaha keras agar hidupnya berkenan kepada Allah 36. Pengambilan keputusan didasari oleh pemahaman akan Firman Tuhan yang benar 35. Berkarakter kuat 27. Kepemimpinan gembala merupakan cerminan disiplin yang tinggi 38. Gembala adalah orang yang memiliki kehidupan doa dengan disiplin 31. Menjalani apa yang dikatakan dan melakukan apa yang dijanjikannya 25. tegas. tegas dalam berhubungan dengan orang lain 23. Gembala rutin memberi persembahan 32. dibuat dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia 37. jujur. Teguh. Gembala suka mengorbankan miliknya bahkan mengorbankan diri bagi kepentingan pelayanan 40. Memiliki moral yang tinggi 28. Hidup tidak bercacat cela 29. Gembala memiliki kehidupan rohani yang sehat 34. Gembala senantiasa menunjukkan apapun yang dia perbuat. Autentik. Gembala rajin dalam membaca Firman Tuhan 30. Kepemimpinan gembala mencerminkan berusaha keras mensejahterakan para pelayan dan jemaat 39.

terlebih dahulu Instrumen Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas diujicobakan kepada responden sebanyak 20 pengerja dan aktivis... sedangkan yang butir drop sebanyak .. yaitu no : . Gembala tidak berlaku licik dan memalsukan Firman Tuhan untuk kepentingannya 42..... Oleh karena masih didapatkan item yang drop. Gembala memeberitakan Firman Tuhan apa adanya secara jelas dan benar 43. Pengujian Validitas Item Instrumen Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas Dimensi Indikator Pengujian Pertama Pengujian Kedua No.. Kepemimpinan Gembala menghargai mereka yang bekerja sama dengannya d.....41...... Menerima dan menanggapi kritikan dengan lemah lembut dan kerendahan hati 44. maka .. Dari hasil uji validitas instrumen Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 6. Validasi Instrumen Sebelum digunakan sebagai alat pengumpul data.. Item Baru Valid Drop Valid Drop Ketulusan : Transparan Motivasi Yang Ketulusan Hati Murni Keterusterangan Konsistensi : Tingkah Laku Menjalani Komunikasi Kehidupan Mengatur Sebagai Suatu Semua Urusan Keseluruan Keandalan : Kekudusan Mencerminkan Kesetiaan Kesetiaan Pengetahuan Allah Firman Tuhan Jumlah Pada pengujian pertama dari .. Memiliki komitmen yang teguh kepada Firman Tuhan 45.. item didapatkan ... item yang valid. Dari pengujian validitas kedua diperoleh hasil bahwa 24 item semuanya ... item yang valid pada pengujian validitas item pertama dilakukan pengujian validitas item kedua.

..4. pembuatan distribusi..... item digitung koefisien reliabilitasnya. Oleh karena koefisien reliabilitas lebih besar dari 0...2.. maka dinyatakan bahwa Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas reliabel. Selanjutnya item yang valid sebanyak .3... . range. korelasi sederhana. median.. item yang semuanya valid... dalam arti apabila digunakan untuk mengukur hal yang sama pada obyek yang sama dengan waktu yang berbeda akan menghasilkan data yang hampir sama atau sama. yaitu item No. Deskripsi data setiap variable meliputi : perhitungan mean. terlebih dahulu dilakukan tahap-tahap analisis data yaitu sebagai berikut (1) mendeskripsikan data setiap variable penelitian. modus..valid. 1.. G..6. diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0. Dengan demikian instrumen Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas terdiri dari . regresi ganda dan korelasi ganda. standar deviasi.. Penempatan item baru ini dapat dilihat pada lampiran 4. digunakan untuk menguji hipotesis penelitian yaitu analisis regresi sederhana.. Dengan demikian. Sesudah analisis deskritif dilanjutkan dengan analisis inferensial. varians.. skor maksimum dan minimum... Instrumen Final Berdasarkan hasil pengujian validitas dan reliabilitas.. Hal-hal tersebut dinamakan dengan analisis deskriptif.5.. e. instrumen Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas telah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai alat pengumpul data.. item. frekuensi dan histogram dari setiap variable. (2) melakukan uji persyaratan analisi (uji normalitas) dan (3) menguji hipotesis. Sebelum melaksanakan analisis inferensial terlebih dahulu ... diperoleh instrumen Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas yang valid dan reliabel terdiri dari .. Teknik Analisis Data Untuk melakukan uji hipotesis penelitian.. yaitu item no.. Dari perhitungan reliabilitas.

H. Hipotesis Statistika Adapun hipotesis statistik dalam penelitian ini sebagai berikut : Ho : ρyx = 0 Ha : ρyx = 0 Keterangan : ρyx = Hubungan antara Kepemimpinan Gembala yang berintegritas dengan pertumbuhan rohani pengerja dan aktivis di GBI Kamboja Depok. Dalam analisis ini menggunakan program computer yaitu SPSS for Window 11.5.dilakukan uji persyaratan analisis. .

varians. Berikut ini hasil pengujian persyaratan analisis. Pengujian Persyaratan Analisis Uji persyaratan analisis meliputi uji normalitas dan uji linearitas regresi. B.05). Ringkasan Hasil Uji Normalitas n Statistik P-value 50 Kesimpulan Data Berdistribusi Normal Data Berdistribusi 50 . tabel distribusi frekuensi dan gambar histogram dari setiap variabel penelitian. simpangan baku. B.BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. berikut ini disajikan nilai rata-rata. Sebaliknya apabila koefisien P-value lebih kecil dari 0. modus. Berdasarkan hasil analisis (lihat lampiran 9). maka ringkasan hasil dari uji normalitas sebagai berikut : Variabel Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis Kepepimpinan Gembala Yang Tabel 9. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya sebaran data yang akan dianalisis.05 maka dinyatakan signifikan yang berarti bahwa data berdistribusi tidak normal. maka dinyatakan tidak signifikan yang berarti bahwa data berdistribusi normal. Untuk menyatakan bahwa data berdistribusi normal didasarkan pada koefisien P-value yang ditunjukkan dari hasil analisis dengan program SPSS 15 for Windows. Uji ini dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorof Smirnov.05 (taraf Signifikansi pada α = 0.1. median. Deskrisi Data Berdasarkan hasil analisa data. rentangan. Apabila koefisien P-value lebih besar dari 0.

dan 0. + . C.05 maka disimpulkan bahwa persamaan regresi Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis terhadap Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas. yang berarti lebih besar dari 0.... dengan koefisien P-value masing-masing sebesar 0........2..05 maka persamaan regresi tidak berbentuk linear... dengan nilai P-value sebesar 0. B. X berbentuk linear..05 (taraf signifikansi) maka persamaan regresi berbentuk linear dan apabila sebaliknya yaitu lebih kecil dari 0.... Untuk menentukan bahwa persamaan regresi linear atau tidak dengan melihat koefisien P-value.. Dengan demikian... diketahui bahwa besarnya koefisien Kolmogorof-Smirnov untuk data variabel Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis dan Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas sebesar 0... yaitu apabila koefisien P-value lebih besar dari 0.Berintegritas Keterangan : Ns = Non Signifikan Normal Dari hasil analisa tersebut. Karena koefisien P-value lebih besar dari 0. Adapun hasil pengujian linearitas dalam penelitian ini sebagai berikut : Dari hasil penghitungan uji linearitas regresi Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis dengan Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas didapatkan koefisien Fhitung sebesar 1........... Pengujian Hipotesis ... Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan untuk melihat apakah persamaan regresi Y = a + b X berbentuk linear.. dan 0.. yaitu Y = ........ disimpulkan bahwa variabel Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis terhadap Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas berada dalam sebaran normal.0...

.... Hasil uji keberartian regresi Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis terhadap Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas sebagai berikut : Dari hasil perhitungan didapatkan F hitung sebesar .. 0........Setelah diketahui bahwa persamaan regresi Y = ........ Keterbatasan Penelitian .. Karena P-value lebih kecil dari 0.. (lihat lampiran 11) menunjukkan bahwa hubungan antara D.... X adalah berarti............ pada konstanta ..... + . dengan P-value sebesar 0...... maka selanjutnya dilakukan uji keberartian regresi. Karena persamaan regresinya linear dan berarti.. yaitu untuk mengetahui apakah persamaan tersebut dapat digunakan untuk prediksi.. maka dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi Y = .** 0......... maka dapat digunakan untuk memprediksi yaitu bahwa regresi ini mengandung arti apabila Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas meningkat satu unit maka Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis akan meningkat sebesar ..01 (taraf signifikansi) yang memiliki arti bahwa persamaan regresi tersebut sangat signifikan....... Sangat Signifikan Keterangan : ** = Sangat Signifikan Berdasarkan tabel di atas besarnya koefisien korelasi sebesar 0..... X berbentuk linear.... .. Besarnya koefisien korelasi antara Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas terhadap Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis yang dihitung dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment yang hasilnya ditunjukkan pada tabel berikut ini : Tabel 10.... Pembahasan Hasil Penelitian E. + ........ Ringkasan Hasil Pengujian Hubungan antara Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas dengan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis n ryx r2yx t hitung P-value Kesimpulan 0...

Bersarkan hasil uji hipotesis diketahui bahwa terdapat hubungan antara Kepemimpinan Gembala yang Berintegritas dengan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis. 3. 4. 2. . iklim pelayanan. yaitu GBI Kamboja Depok. yaitu peneliti menyediakan instrumen dengan pilihan jawaban telah disediakan dan responden hanya tinggal memilih dari pilihan yang disediakan serta tidak memberikan kesempatan responden mengisi dengan memberikan penjelasan sesuai dengan keadaan yang dilihat dan dialaminya. Hal ini tentunya dapat berpengaruh terhadap hasil penelitian yang bisa saja kurang dapat mengungkapkan fakta yang sebenarnya. antara lain : 1. misalnya. peneliti menyadari bahwa hasil penelitian ini masih terdapat kekurangannya. minat terhadap pelayanan. Peneliti menggunakan instrumen dengan bentuk angket tertutup. sehingga hal ini diperkirakan mempengaruhi hasil penelitian. Meskipun demikian. Kurangnya memperhatikan variabel-variabel lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis. konsep dri dan sebagainya. sehingga responden dalam mengisinya kurang memperhatikan bahkan tidak membacanya secara seksama. sikap terhadap pelayanan. Kemungkinan adanya anggapan bahwa responden tidak memiliki kepentingan dalam mengisi instrumen penelitian ini. Dalam penelitian ini menggunakan sampel kecil yang hanya meneliti di satu tempat saja.

... Hasil analisis menyimpulkan bahwa Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas memiliki pengaruh yang besar pada Pertumbuhan Rohani .....% dan sisanya sebesar . IMPLIKASI DAN SARAN Dalam bab ini akan dibahas secara berturut-turut kesimpulan..% ditentukan oleh variabel lainnya. Gembala dan Pengerja serta Aktivis maupun pihak-pihak yang terkait dalam upaya meningkatkan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis.BAB V KESIMPULAN.. sangat berarti........ Pada taraf signifikansi 0.. adalah signifikan yang berarti bahwa koefisien korelasi sebesar 0.. A..... Sedangkan besarnya nilai determinansi varians sebesar 0.. Hasil analisis ini memberikan makna bahwa semakin baik Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas maka akan meningkatkan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis..... maka disimpulkan bahwa : Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas dengan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis. misalnya :. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian... B.... baik saran praktis maupun saran untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.. maka berikut ini beberapa implikasi yang ditemukan agar dapat menambah wawasan bagi Gereja.. sehingga Pengerja dan Aktivis dapat mengalami perubahan ke arah menjadi seperti Yesus Kristus dan pertumbuhan rohani dapat mencapai hasil yang maksimal. Hasil pengujian menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.. implikasi dan saran. Hal ini memberikan keterangan bahwa Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas terhadap Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis memberikan konstribusi sebesar .... dengan p-value sebesar 0.. dan thitung sebesar 1... Implikasi Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan hasil penelitian yang telah diuraikan diatas.

Pengerja dan Aktivis. tindakan dan perbuatan yang mencerminkan Kristus. . maka dalam proses Kepemimpinan Gembala dapat menimbulkan minat dan keinginan Pengerja dan Aktivis dalam menumbuhkan kerohaniannya. karena kita memiliki integritas yakni : ketulusan. mengajar atau mentransfer pengetahuan. Dengan keteladanan hidup. Dengan Integritas Kepemimpinan Gembala yang baik akan memberikan pengaruh kepada para pengerja dan aktivis dan membawanya mengalami perubahan ke arah menjadi seperti Kristus dengan kerohanian dan kehidupan yang penuh integritas. tanggung jawab. Orang mengikuti dan mempercayai kepemimpinan kita. kesimpulan dan implikasi penelitian yang telah dikemukakan di atas. kejujuran. kesalehan dan kemurnian hati. Perubahan pengerja dan aktivis ke arah menjadi seperti Kristus harus diusahakan oleh Gembala. Dengan menjadi teladan dalam kepribadian yang meliputi karakter. Saran Berdasarkan hasil analisis. Gembala dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan pengerja dan aktivis serta pelayanan yang kondusif sehingga berdampak pada pertumbuhan rohani pengerja dan aktivis yang pesat menuju kesempurnaan seperti Kristus. melainkan juga menunjukkan bahwa dirinya juga melakukan apa yang diajarkan. komitmen. Dengan Integritas yang seperti Kristus. Dengan kepribadian yang demikian. C. maka diajukan saran-saran sebagai berikut : 1. Penelitian ini membuktikan bahwa Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis akan meningkat jika Kepemimpinan Gembala memiliki Integritas yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya peranan Integritas Gembala dalam Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis. kesetiaan. sikap. maka pengerja dan aktivis akan melihat bahwa Gembala tidak hanya cakap berkhotbah. Integritas adalah hal yang esensial dalam kepemimpinan.

Yang menjadi penghalang untuk bertindak bukanlah melihat kesukaran-kesukaran yang ada melainkan tidak dapat melihat sumber-sumber daya bagi menghadapinya. 6. 4. Dan sumber daya yang paling dekat adalah seorang pemimpin yang mau maju terus sekalipun menghadapi kesukaran-kesukaran. Akibatnya akan sangat merusak. 3. Kurangnya para pemimpin Kristen yang rohani. (1) Musa berpikir bahwa kesadarannya akan kebutuhan pembebasan umatnya sudah cukup dan ia menjadi sombong dan terlalu percaya diri.2. (2). tetapi kita perlu menghindari dua kesalahan yang dibuat Musa dalam panggilannya untuk memimpin bangsanya. . 5. Musa dibelokkan kepada ekstrim yang bertentangan dan dilumpuhkan olrh rasa ketidakcakapan. efektif dan kuat sangat melemahkan kesanggupan kita untuk bertahan melawan kekuatan iblis. Semua yang kita alami adalah kesempatan untuk melatih kepemimpinan. Ketika Allah memanggilnya untuk jadi pemimpin. Pemimpin-pemimpin yang dipilih Allah adalah mereka yang mempercayai Allah. pengaruh kesalehan masyarakat Kristenlah yang menahan lajunya kuasa kejahatan di kota-kota dang bangsa-bangsa. Dalam Amsal 28:2 ” Bila terdapat kebusukan akhlak di dalam sebuah bangsa maka pemerintahnya dengan mudah akan roboh. Pelajaran dari Nehemia apapun jenis pelayanan yang kita rencanakan. tetapi adanya para pemimpin yang jujur dan bijaksana terdapat kemantapan. penting untuk menyelidiki dulu ladang yang akan digarap itu sebelumnya. Kurangnya kepemimpinan di antara orang-orang Kristen adalah krisis yang paling gawat. Amsal 11:11 menyatakan pengaruh yang baik dari para warga negara yang saleh menyebabkan sebuah kota akan makmur tetapi kebejatan akhlak dari orang fasik mendorongnya ke arah kemerosotan. yang mengikuti dan taat padaNya.

Sama seperti Nehemia kita hidup pada zaman yang menuntut kita agar memperlihatkan keberanian melalui kelakuan dan perkataan kita. dan disakiti. Mereka bekerja keras tanpa diperhamba oleh pekerjaan itu sendiri. Barangkali akan menolong bila kita menyadari bahwa keberanian yang sejati bukanlah hal tidak adanya ketakutan. . Pemimpin yang memiliki integritas tidak akan mempan terhadap cobaan dalam bentuk apapun misalnya kekuasaan. Pemimpin yang memiliki integritas yakni Ketulusan hati. Sebaliknya pemimpin yang kurang/ tidak memiliki integritas akan kurang dipercaya dan sangat sedikit dan bahkan tidak bisa melakukan apa-apa. gelisah. Seseorang pemimpin yang baik melihat pekerjaan sebagai sarana untuk mencapai suatu sasaran yang istimewa. mereka tidak takut akan pekerjaan.7. Pemimpin yang baik tidak kecanduan kerja atau keranjingan kerja. kebenaran. Mereka tidak takut untuk membagi pekerjaan. 10. 8. kesetiaan dan kemurnian hati akan diterima dan dipercaya dan dapat melakukan banyak hal. kesalehan. harta. kejujuran. 9. Nilai pekerjaan dinilai dari kepentingannya dalam mencapai sasaran itu. melainkan hal melakukan apa yang dikehendaki Allah sekalipun kita takut. pujian yang berlebihan serta kenikmatankenikmatan badaniah.

1991 17. 2000) 4. Subagyo. Cara Menelaah Alkitab. 1993 16. D. Fee & Douglas Stuart. James Braga. Andreas B. 8. (Gandum Mas. (Yogyakarta. Andi. Baker. (Malang. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. 2001) 11. 1993. Empat Tokoh Alkitab. Uraian Singkat Tentang Homiletik. Dick Iverson. P. (Bandung. 2006) 9. Em Zul Fajri. Yayasan Bina Darma Salatiga. Hermeneutik : Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab .Pouw. 2000 15. Elex Media Komputindo. Ignatius Onduko. Seminari Alkitab Asia Tenggara. Janji Tuhan dan Jawaban Kita. Hermeneutik : Bagaimana Menafsirkan Firman Tuhan Dengan Tepat. 2000) 5. Richard Beckhard. Harvest Publication House. Pemimpin Baru. 2006) James Braga. (Gandum Mas. (Bandung. Persekutuan Pembaca Alkitab. Pelayanan Tim. Modul Kepemimpinan. (Difa Publisher) Frances esselbein. Perkantas. Rick Warren. Organisasi Masa Depan. (Gandum Mas. Yayasan Kalam Hidup. 2002) 10. Sabda Dalam Kata – Penyampaiannya. 2. Don L. (Bandung. Yayasan Kalam Hidup. Marilyn Kunz & Catherine Schell. Andi. Sabda Dalam Kata – Persiapannya.L. Jakarta.H. Cara Mempersiapkan Khotbah. 2006) Ichwei G. Jakarta. 7. PT.DAFTAR PUSTAKA 1. 1991 . Metode Pemahaman Alkitab Yang Dinamis. Tri Kadarsilo. Ratu Aprilia Senja. Fisher. 18. Hasan Sutanto. 2004) 14. Yayasan Kalam Hidup. (Yogyakarta. 1997) 3. 8 Prinsip Tafsir Alkitab. Yayasan Pekabaran Injil Immanuel. Indra. 1995) 12. Yayasan Kalam Hidup. Model Alternatif Latihan Khotbah. Andreas B. 6. Subagyo. (Gandum Mas. 2000) Gordon D. 2005) 13. Jakarta. (Jakarta. Pra Hermeneutik. (Bandung. Myron Rush. Marshall Goldsmith.

26. 2004. 2002. Jeff Hammond. Kairos. Larry Keefauver. 1995 21. Yayasan Kalam Hidup. Metanoia. Oliver MC Mahan. John C. Gembala Jemaat Yang Sukses. 1995. 2004. 23.2006 28. Yayasan Andi .19. Immanuel. 2005 LAMPIRAN . 77 Kebenaran Yang Hakiki Dalam Pelayanan. Media Injil Kerajaan. 2006. Chandra. Kepemimpinan Yang Sukses. Perkantas. 24. 22. John White. Immanuel. Landasan Pacu Kepemimpinan. 20. Bambang Yudho. Douglas Connelly. Bandung. The Spirit of Leadership. Kepemimpinan Kristen. Maxwell. Jakarta. Daniel Tetap Saleh Di Tengah Sekularitas. 2003 27. Sendjaya. Gloria Graffa. Robby I. 25. Leadership. Kepemimpinan Yang Handal. How to Become A Christian Leader. Myles Munroe. Sinode GBI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.