P. 1
PROPOSAL+TESIS++Kepemimpinan+Gembala+Yang+Berintegritas++ +Yakub+25+Mei+09+Draft+Rev.+00

PROPOSAL+TESIS++Kepemimpinan+Gembala+Yang+Berintegritas++ +Yakub+25+Mei+09+Draft+Rev.+00

|Views: 1,260|Likes:
Published by Rendy Pasaribu

More info:

Published by: Rendy Pasaribu on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2014

pdf

text

original

PROPOSAL

TESIS

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN GEMBALA YANG BERINTEGRITAS DENGAN

PERTUMBUHAN ROHANI PENGERJA DAN AKTIVIS

DI GBI KAMBOJA DEPOK

OLEH :

NAMA

: IR. YAKUB HENDRAWAN PERANGIN-ANGIN, MM

NIP

:

ANGKATAN

: 1

PROGRAM

: MA

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BETHEL THE WAY

PROGRAM PASCA SARJANA

2009

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL

HALAMAN LOGO

HALAMAN JUDUL

HALAM PERNYATAAN

HALAMAN DEDIKASI

HALAMAN PENGESAHAN

HALAMAN PERSETUJUAN

HALAMAN ABSTRAK

HALAMAN KATA PENGANTAR

HALAMAN DAFTAR ISI

HALAMAN DAFTAR TABEL

HALAMAN DAFTAR GAMBAR

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah

B.

Identifikasi Masalah

C.

Pembatasan Masalah

D.

Perumusan Masalah

E.

Alasan Pemilihan dan Penetapan Judul

F.

Tujuan Penelitian

G.

Kegunaan Penelitian

H.

Sistematika Penulisan

BAB II

KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS

PENELITIAN

A.

Kajian Teori

B.

Kerangka Berpikir

C.

Penelitian Yang Relevan

D.

Hipotesis Penelitian

BAB III

METODE, RANCANGAN DAN PROSEDUR PENELITIAN

A.

Tempat dan Waktu Penelitian

B.

Metode Penelitian

C.

Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

D.

Variabel Penelitian

E.

Teknik Pengumpulan Data

F.

Instrumen Penelitian

G.

Teknik Analisis Data

H.

Hipotesis Statistika

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A.

Deskripsi Data

B.

Pengujian Persyaratan Analisis

C.

Pengujian Hipotesis

D.

Pembahasan Hasil Penelitian

E.

Keterbatasan Penelitian

BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A.

Kesimpulan

B.

Implikasi

C.

Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam bab ini akan dibahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan
penelitian yang mencakup latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan
masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian dan sistematika
penulisan. Berikut ini akan dibahas hal-hal tersebut secara berurutan.

A.Latar Belakang Masalah

Ada beberapa latar belakang masalah yang melatar belakangi penulis untuk
menulis Tesis tentang : HUBUNGAN KEPEMIMPINAN GEMBALA YANG
BERINTEGRITAS DENGAN PERTUMBUHAN ROHANI PENGERJA DAN
AKTIVIS DI GBI KAMBOJA DEPOK.

Menjelang Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 63 pada tanggal
17 Agustus 2008 ini sesungguhnya banyak hal yang kita rasakan belum benar-benar
merdeka, di saat ini negeri kita sedang marak dengan kasus korupsi yang diungkap
yang melibatkan baik pengusaha, pegawai negeri sipil bahkan para pemimpin bangsa,
anggota DPR, menteri, jaksa, gubernur, walikota, bupati banyak yang dijebloskan ke
dalam penjara. Semua peristiwa ini ada kaitannya dengan integritas, bangsa ini terus
mendambakan para pemimpin yang integritasnya tidak diragukan untuk mengantar
bangsa ini menuju kehidupan yang lebih adil dan sejahtera serta benar-benar merdeka
sebagaimana cita-cita bapak bangsa.
Jonathan Parapak seorang cendekiawan Kristen dan pendiri Perkantas dalam
kata pengantarnya pada buku Integritas : Memimpin di bawah pengamatan Tuhan
yang ditulis oleh Jonathan Lamb mengatakan bahwa lebih memprihatinkan lagi
berkembangnya masalah perpecahan dan bentrokan dalam berbagai institusi kristiani
bahkan di gereja yang disebabkan masalah korupsi dan integritas para pejabatnya.
Mungkin kita cenderung melihat integritas hanya dari sudut pandang korupsi uang,
namun kita lupa bahwa integritas sangat terkait dengan seluruh aspek kehidupan.1

1

Jonathan Lamb, Integritas (Jakarta : Perkantas – Divisi Literatur), 2008, hlm.17.

Integritas adalah modal utama seorang pemimpin, namun sekaligus modal
yang paling jarang dimiliki oleh pemimpin. Inilah tragedi terbesar dalam
kepemimpinan. Peneliti kepemimpinan James Kouzes dan Barry Posner dalam buku
mereka berjudul Credibility : How Leaders Gain and Lose It, Why People Demand It
melaporkan hasil riset mereka selama ampir 20 tahun dari survey terhadap ribuan
kaum profesional dari empat benua bahwa karakteristik nomor satu yang paling kritis
bagi seorang pemimpin adalah integritas. 2
Di millenium ketiga ini, kebutuhan akan pemimpin sejati semakin kentara.
Sebagai masyarakat dunia, bangsa, juga komunitas yang lebih terbatas, kita sampai
pada tahap pendakian yang penuh risiko. Pemimpin yang tidak visioner, berintegritas
tinggi, serta cerdas dapat mencelakakan mereka yang dipimpinnya, bahkan juga
kalangan lain.3

John Stott berpendapat bahwa integritas, konsistensi, ketulusan, transparansi,
keautentikan dan keandalan : betapa mengagumkanya rangkaian kebaikan dari sifat-
sifat moral kristiani ini. Sayangnya tidak selalu sifat-sifat ini mencirikan kehidupan
umat Allah. Lebih jauh beliau mengatakan integritas adalah ciri orang-orang yang
terintegrasi secara selaras, yang di dalam dirinya tidak ada dikotomi antara kehidupan
pribadi dan kehidupan di muka umum, antara yang disaksikan dan yang diterapkan,
antara yang diucapkan dan yang dilakukan. Integritas merupkan ciri esensial dari
seorang pemimpin dan yang terpenting dari para penginjil.4
Arti integritas telah mengalami erosi. Bagi sebagian besar orang dari berbagai
bangsa di dunia ini, kata integritas menimbulkan gagasan sok suci dan pikiran picik
apalagi di dunia ekonomi, bisnis dan politik. Dewasa ini di era modern norma-norma
dasar dari integritas bisa dihancurkan dalam sekejap mata.norma-norma yang
mempunyai arti penting yang abadi. Billy Graham berkata, “Integritas adalah lem
yang merekatkan cara hidup kita menjadi satu. Kita harus terus-menerus berjuang
untuk menjaga agar integritas kita tetap utuh”. Ketika kekayaan hilang, tidak ada apa

2

Sendjaya, Kepemimpinan Kristen (Kairos), 2004, hlm.62.

3

Robby Chandra, Landasan Pacu Kepemimpinan (Gloria Graffa), 2004, hlm.20.

4

Jonathan Lamb, Integritas (Jakarta : Perkantas – Divisi Literatur), 2008, hlm.14.

pun yang hilang; ketika kesehatan hilang, sesuatu hilang; ketika watak hilang, segala-
galanya hilang.5

Tidak mengherankan bila banyak media memberitakan tidak hanya mengenai
para politikus yang berjatuhan, tetapi juga para pendeta yang menggelapkan dana
gereja atau yang berselingkuh dengan perempuan-perempuan yang bekerja di gereja.
Kisah-kisah seperti ini sangat laris terjual karena merupakan contoh kemunafikan
yang terang-terangan. Memang ada sedikit sensasi disana, tetapi kita bisa memahami
reaksi orang awam yang menyadari kemunafikan para pemimpin mereka, khususnya
yang berasal dari kalangan gereja atau politikus yang merasa berhak menuntut orang
lain bagaimana seharusnya berperilaku. Kita sudah menjadi terlalu biasa melihat
korban yang berjatuhan dari kalangan petinggi gereja. Kita pun menjadi khawatir
cara hidup kita akan menyiratkan pertentangan dengan apa yang kita khotbahkan.
Betapa banyak kehancuran yang disebabkan oleh kesenjangan antara ajaran dan
perilaku para pendeta maupun para pemimpin yang berseru kepada orang lain supaya
hidup menurut standar Allah, namun mereka sendi munafik. Sungguh mereka telah
mencemarkan reputasi gereja.6

Integritas adalah antitesis bagi semangat zaman kita sekarang. Falsafah hidup
yang jauh jangkauannya yang membimbing budaya kita berputar disekeliling
mentalitas yang materialistis dan konsumerisme. Kebutuhan yang mendesak untuk
saat sekarang mengalahkan pertimbangan.
Dewasa ini kita banyak menyaksikan kesenjangan kredibilitas yang terjadi
dalam kehidupan bergereja, dunia politik, dan dunia usaha. Pentingnya keidupan
yang berintegritas muncul dari kenyataan bahwa kita dipanggil oleh Allah yang setia.
Watak Allah dicirikan oleh kasih yang tidak berkesudahan dan selalu setia, penuh
rahmat dan kebenaran, kasih dan terang. Jika kita belajar untuk mengenal-Nya, maka
kita terpanggil untuk mewujudkan sifat-sifat tersebut, menjalani hidup yang
berpadanan dengan panggilan ini, serta hidup sesuai dengan watak Allah.

5

John C. Maxwell, Mengembangkan Kepemimpinan Di Dalam Diri Anda. (Jakarta :
Binarupa Aksara),1995.hlm.48.

6

Jonathan Lamb, Integritas (Jakarta : Perkantas – Divisi Literatur), 2008, hlm.21.

Apakah di zaman ini masih diperlukan konsistensi antara keidupan pribadi
dan kehidupan publik seseorang ? Mungkinkah kita menutup mata terhadap hal-hal
yang terjadi dalam hidup pribadi pemimpin asalkan ia tetap menunjukkan kinerja
publik yang maksimal? Di balik pertanyaan-pertanyaan tersebut, terbersit sebuah
kefrustasian. Dunia tampak semakin putus asa mencari role model yang riil untuk
diteladani publik. Dan sejarah membuktikan bahwa umat Allah yang seharusnya
menjadi teladan hidup sebagai garam dan terang dunia telah berkali-kali gagal.7
Dunia terus mencari orang yang mampu berkata seperti Rasul Paulus,
“Ikutlah aku, sama seperti aku mengikut Kristus” (1 Korintus 11:1).

B.Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukan maka penulis
berusaha mengidentifikasi masalah yang ditemukan dalam pembahasan Tesis ini
sebagai berikut :
a.Adanya indikasi bahwa Pemimpin Gembala Gereja kurang memahami tentang
makna pertumbuhan rohani pengerja/ aktivis dipengaruhi oleh kepemimpinan
Gembala yang berintegritas
b.Ada persepsi bahwa Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas tidak
berhubungan dengan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis.
c.Ada persepsi bahwa Kepemimpinan Integritas seorang Gembala bukanlah hal
yang penting dalam pelayanan kepemimpinan seorang Gembala.

C.Pembatasan Masalah

Agar pembahasan penulis lebih terfokus sesuai dengan judul dan tidak meluas
kedalam permasalahan yang lain, maka penulis memberikan batasan terhadap
masalah penelitian. Pembahasan terhadap permasalahan juga didasarkan pada
keterbatasan tenaga, dana dan waktu serta tempat dilakukannya penelitian yaitu pada
GBI Kamboja Depok sehingga penelitian hanya membahas masalah yaitu “Adanya

7

Sendjaya, Kepemimpinan Kristen (Kairos), 2004, hlm.63.

hubungan antara Kepemimpinan Yang Berintegritas dengan Pertumbuhan Rohani
Pengerja dan Aktivis di GBI Kamboja Depok”.

D.Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah di atas, maka permasalahan
dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “Apakah terdapat
hubungan yang positif dan signifikan antara Kepemimpinan Gembala Yang
Berintegritas dengan Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis di GBI Kamboja
Depok ?”

E.Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.Tujuan Teoritis : Memberikan sumbangsi pengetahuan kepada Gembala GBI
Kamboja Depok tentang Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas yang
dijalankan selama ini.
b.Tujuan Praktis : Penulis ingin menyajikan data empiris yang berkaitan dengan
Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas dihubungkan dengan Pertumbuhan
Rohani Pengerja dan Aktivis di GBI Kamboja Depok agar menjadi masukan yang
berarti bagi seluruh hamba Tuhan maupun institusi (gereja) dalam membangun
dan mengembangkan Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas di lingkungan
GBI Kamboja Depok.
c.Tujuan Akademis : untuk memenuhi syarat akademis guna mencapai gelar Master

of Arts.

F.Kegunaan Penelitian

Melalui penelitian ini penulis berharap ada beberapa manfaat yang dihasilkan
baik manfaat teoritis maupun manfaat praktis, yaitu :
a.Penelitian ini dapat menunjukkan sejauh mana hubungan korelasi Kepemimpinan
Gembala yang Berintegritas dengan Pertumbuhan Rohani Pekerja dan Aktivis di
GBI Kamboja Depok.

b.Penelitian ini bermanfaat bagi Gembala GBI Kamboja Depok yang diteliti untuk
mengetahui sejauh mana Kepemimpinan yang dijalankan selama ini dan
pengaruhnya terhadap pertumbuhan rohani pengerja dan aktivis di GBI Kamboja
Depok yang digembalakannya.
c.Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi setiap hamba Tuhan di lingkungan GBI
Kamboja Depok untuk mempersiapkan pola dan model kepemimpinan yang
berintegritas dalam menggembalakan pengerja dan aktivis dilingkungan yang
menjadi tanggung jawab penggembalaannya.
d.Hasil penelitian ini juga bermanfaat menjadi bahan pustaka untuk studi
kepemimpinan penggembalaan kususnya yang berintegritas.

G.Sistematika Penulisan

Dalam penulisan Tesis ini, penulis membagi pembahasan dalam 5 (lima)

BAB, terdiri dari :

BAB I, merupakan Pendahuluan yang berisi Latar Belakang Masalah,
Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian,
Kegunaan Penelitian dan Sistematika Penulisan.
BAB II, merupakan Kajian Teori, Kerangka Berpikir dan Hipotesis Penelitian
yang menjelaskan keseluruhan Kajian Teori dari pembahasan topik yang ada serta
gambaran dari Kerangka Berfikir dan Hipotesis Penelitian yang penulis gunakan.
BAB III, merupakan Metode Penelitian, yang didalamnya akan dibahas
tentang Tempat dan Waktu Penelitian, Metode Penelitian, Populasi dan Teknik
Pengambilan Sampel, Variabel Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, Instrumen
Penelitian, Teknik Analisis Data dan Hipotesis Statistika.
BAB IV, merupakan Analisis dan Pembahasan, dalam bab ini kita bisa
melihat hasil-hasil penelitian yang ada yang terdiri dari Deskripsi Data, Pengujian
Persyaratan Analisis, Pengujian Hipotesis, Pembahasan Hasil Penelitian dan
Keterbatasan Penelitian dalam pembuatan dan penyelesaian Tesis ini.
BAB V, merupakan bab Penutup yang terdiri dari Kesimpulan, Implikasi

serta Saran.

BAB II
KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN
HIPOTESIS PENELITIAN

A. Kajian Teori
A.1. Pertumbuhan Rohani Pengerja dan Aktivis

Pertumbuhan jemaat juga pengerja dan aktivis adalah hal yang pokok dalam strategi
pelayanan misi Paulus, seperti dijelaskannya kepada gereja-gereja lainnya. Ia memfokuskan
pendalaman maupun perluasan yang dicapai melalui konsolidasi dan pengembangan. Ia ingin
melihat gereja-gereja menjadi dewasa yang di dalamnya terdiri dari murid-murid yang saleh,
bukan hanya statistik dari jumlah orang yang menjadi Kristen di setiap kota. Ini tetap
merupakan bagian dari integritas misi kristiani masa kini, dan ini merupakan elemen penting
dari pelayanan kita. Penginjilan, mendirikan gereja dan membina pertumbuhan jemaat serta
pelayan menuju kedewasaan merupakan kesatuan yang utuh dan misi Paulus memasukkan
seluruh spektrum yang diawali dari pemberitaan Injil sampai kepada pemuridan yang menuju
kedewasaan kristiani.

A.2. Kepemimpinan Gembala Yang Berintegritas

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->