P. 1
Makalah Politik Dan Strategi Nasional

Makalah Politik Dan Strategi Nasional

|Views: 1,276|Likes:
Published by Rahimah Muslihah
Makalah ini berisi mengenai Politik dan Strategi Nasional
Makalah ini berisi mengenai Politik dan Strategi Nasional

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rahimah Muslihah on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2015

pdf

text

original

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN Politik merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki. Politics dan policy mempunyai hubungan yang erat dan timbal balik. Politics memberikan asas, jalan, arah, dan medannya, sedangkan policy memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas, jalan, dan arah tersebut sebaik-baiknya. Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Politik dan strategi nasional diwujudkan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Pembangunan nasional bertujuan meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin pada seluruh bangsa Indonesia. Dekade sebelumnya Indonesia menuangkan politik nasionalnya dalam bentuk Garisgaris Besar Haluan Negara (GBHN). GBHN merupakan pernyataan kehendak rakyat secara menyeluruh yang ditetapkan oleh MPR guna mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan. Agar perencanaan pelaksanaan politik dan strategi dapat berjalan dengan baik maka dirumuskan dan dilakukan pemikiran strategis yang akan digunakan. Saat itu mekanisme penyusunan polstranas yang dilakukan adalah setelah presiden menerima GBHN, selanjutny presiden akan menyusun program kabinet dan memilih menterimentri yang akan melaksanakan program tersebut. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non-departemen berdasarkan petunjuk presiden. Adapun yang dilaksanakan oleh presiden adalah politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. Namun saat ini, mekanisme penyusunan polstranas acuannya adalah pidato visi dan misi presiden dan wakil presiden setelah mereka resmi dilantik. Penjabarannya nanti dalam bentuk program kerja selama lima tahun kedepan.

Kelompok 5-B

Page 1

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Politik, Strategi, dan Polstranas 1. Pengertian Politik Kata politik secara etimologi berasal dari bahasa yunani politeia, yang akar katanya adalah polis, berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu negara dan teia yang berarti urusan. Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Politik merupakan suatu rangkaian asas, prinsip, keadaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. Politics and policy memiliki hubungan yang erat dan timbal balik. Politics memberi asas, jalan, cara, dan arah, sedangkan policy memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas, jalan, dan arah tersebut sebaik-baiknya. Dalam bahasa Inggris politics adalah suatu rangkaian asas (prinsip), keadaan, cara, dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuanya tertentu. Sementara policy yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai kebijaksanaan adalah pengunaan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita atau tujuan yang dikehendaki. Dengan demikian, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan: a. Negara, yang merupakan suatu organisasi dalam satu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. b. Kekuasaan, yaitu kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. c. Pengambilan Keputusan, yaitu siapa pengambil keputusan dan untuk siapa keputusan diambil, dalam politik pengambilan keputusan melalui sarana umum. d. Kebijakan Umum (policy), merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan tersebut. e. Distribusi, merupakan pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (value) dalam masyarakat. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting, ia harus dibagi secara adil.

Kelompok 5-B

Page 2

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

2. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai “The art of general” atau seni seorang panglima yang biasany digunakan dalam peperangan. Karl vont Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah penggunaan pertempuran untuk memenangkan perangan, sementara itu perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Dalam pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapatkan

kemenanagan atua pencapaian tujuan. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu, dalam menggunakan serta mengembangkan kekuatan (ideology), politik, sosial budaya, dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

3. Pengertian Polstranas Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian, defenisi politik nasional adalah asas, haluan, usaha, kebijaksanaan negara tentang pembinaan serta penggunaan kekuatan untuk mencapai tujuan nasional.

4. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Dalam penyusunan politik dan strategi nasional perlu dipahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.

5. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 berkembang pendapat yang mengatakan bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga negara yang diatur dalam UUD 1945 merupakan suprastruktur politik, lembagalembaga tersebut adalah MPR, DPR, Presiden, BPK, dan MA. Sedangkan badanbadan yang berada didalam masyarakat disebut sebagai infrastruktur politik yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan ( interest group) dan kelompok penekan (pressure group). Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.
Kelompok 5-B Page 3

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

Mekanisme penyusunan politik strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden, dalam hal ini Presiden bukan lagi sebagai mandataris MPR sejak pemilihan Presiden secara langsung oleh rakyat pada tahun 2004. Karena Presiden dipilih langsung oleh rakyat maka dalam menjalankan pemerintahan berpegang pada visi dan misi Presiden yang disampaikan pada waktu sidang MPR, setelah pelantikan dan pengambilan sumpah dan janji Presiden/Wakil Presiden. Visi dan misi inilah yang dijadikan politik dan strategi dalam menjalankan pemerintahan dan melaksanakan pembangumnan selama lima tahun. Sebelumnya Politik dan strategi nasional mengacu kepada GBHN yang dibuat dan ditetapkan oleh MPR. Proses penyusunan politik strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. Sesuai dengan kebijakan politik nasional, penyelenggara negara harus mengambil langkahlangkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran masing-masing sektor/bidang. Dalam era reformasi saat ini masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengawasi jalannya politik strategi nasional yang ditetapkan oleh MPR ataupun yang dilaksanakan oleh presiden.

B. Stratifikasi Politik Nasional 1. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak a. Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan UUD, penggarisan masalah makropolitik bangsa dan negara untuk merumuskan tujuan nasional ( national goals) berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945. Hasilnya berbentuk:  Undang-undang dengan persetujuan DPR atau Peratuan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu)  Peraturan pemerintah untuk mengatur pelaksanaan undang-undang  Keputusan/instruksi presiden berisi kebijakan penyelengaraan pemerintahan  Dalam hal tertentu dapat pula dikeluarkan maklumat presiden b. Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara, tingkat penentuan kebijakan puncak ini juga mencakup kewenangan presiden sebagai kepala negara. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh presiden dapat berupa dekrit, peraturan, atau piagam kepala negara.
Kelompok 5-B Page 4

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

2. Tingkat Kebijakan Umum Tingkat ini merupakan tingkat dibawah kebijakan puncak yang lingupnya juga menyeluruh nasional. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan puncak dalam rangka merumuskan strategi administrasi, sistem, dan prosedur di bidang utama tersebut. Wewenang kebijakan umum berada di tangan menteri.

3. Tingkat Penentu Kebijakan Khusus Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintahan. Wewenang pengeluaran kebijakan khusus ini terletak di tangan pipmpinan eselon pertama departemen pemerintahan dan pimpinan lembaga-lembaga non-departemen. Hasil kebijakan dirumukan dalam bentuk Peraturan, Keputusan, atau Instruksi Pimpinan Lembaga Non-Departemen atau Direktur Jenderal.

4. Tingkat Penentuan Kebijakan Teknis Kebijakan ini meliputi penggarisan dalam satu sektor dari bidang utama diatas dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana, progam, dan kegiatan. Kebijakan dilakukan kepala daerah, provinsi, dan kabupaten/kota. Berikut dua macam kekuasaan dalam pembuatan aturan di daerah: a. Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di daerah terletak pada wakil pemerintah pusat di daerah yuridikasinya masing-masing. Bagi daerah provinsi wewenang terletak di tangan gubernur, sedangkan bagi daerah/kota berada di tangan bupati atau walikota. b. Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. Perumusan kemudian diterbitkan dalam bentuk peraturan daerah provinsi atau kota/kabupaten atau instruksi kepala daerah provinsi atau kota/kabupaten.

Kelompok 5-B

Page 5

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

C. Politik Pembangunan Nasional dan Manajemen Nasional Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan politk bangsa Indonesia telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Dengan demikian, politik pembangunan harus berpedoman pada pembukaan UUD 1945. a. Makna Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dengan memperhatikan tantangan perkembangan global. Pelaksanannya mengacu pada kepribadian bangsa dan nilai luhur yang universal, tidak hanya pemerintah yang bertanggung jawab dalam

pelaksanaannya, namun seluruh bangsa Indonesia juga ikut bertanggung jawab. Warga negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. Keikutsertaan warga negara dalam pembangunan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti mengkuti program wajib belajar, membayar pajak, melestarikan lingkungan hidup, taat pada segala aturan dan undang-undang, menjaga ketertiban dan keamanan, dll. Pembangunan nasional mencakup hal yang bersifat lahiriah dan batiniah yang selaras, serasi, dan seimbang agar masyarakat Indonesia sejahterah lahir dan batin.

b. Visi dan Misi Pembangunan Nasional Visi dan misi pembangunan nasional adalah pandangan terhadap berbagai tantangan persoalan kebangsaan dan kenegaraan lima tahun yang akan datang. Visi dan misi ini sepenuhnya berlandaskan apa yang sudah dicapai oleh pemerintahan sekarang. Visi yang dibuat akan diturunkan dalam beberapa misi dan selanjutnya diuraikan dalam sasaran dan program pembangunan. Berikut adalah visi pembangunan nasional Indonesia: 1. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang aman, bersatu, rukun, dan damai;

Kelompok 5-B

Page 6

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

2. Terwujudnya masyarakat, bangsa, dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan, dan hak asasi manusia, serta 3. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak, serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. Sedangkan misi pembangunan yang merupakan turunan dari visi adalah: 1. Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai; 2. Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis; serta 3. Mewujudkan Indonesia yang sejahtera. Dalam mewujudkan visi dan menjalankan misi, ditempuh dua strategi pokok pembangunan, yaitu: 1. Strategi penataan kembali Indonesia yang diarahkan pada sistem

ketatanegaraan yang dilandasi berdirinya negara kebangsaan Indonesia, yang meliputi Pancasila, UUD 1945, tetap tegaknya NKRI, serta tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. 2. Strategi pembangunan yang diarahkan untuk membangunan Indonesia di segala bidang yang tertera jelas dalam pembukaan UUD 1945.

c. Manajemen Nasional Manajemen nasional pada dasarnya merupakan sebuah sisem sehingga lebih tepat jika digunakan istilah “sistem manajemen nasional” layaknya sebuah sistem, pembahasannya bersifat komprehensif-strategis-integral. Sistem manajemen nasional dapat menjadi kerangka dasar, landasan, pedoman serta sarana bagi perkembangan proses pembelajaran (learning process) ataupun penyempurnaan fungsi penyelenggaraan pemerintah yang bersifat umum ataupun untuk pembangunan. Sistem manajemen nasional merupakan perpaduan antara nilai, struktur, dan proses untuk mencapai tujuan nasional. Secara lebih sederhana, dapat dikatakan bahwa sebuah sistem harus dapat menjelaskan unsur, struktur, proses, fungsi serta lingkungan yang mempengaruhi. 1. Unsur, Struktur, dan Proses

Kelompok 5-B

Page 7

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

Secara sederhana unsur utama sistem manajemen nasional bidang ketatanegaraan meliputi hal-hal berikut: a. Negara sebagai “organisasi kekuasaan” mempunyai hak dan peranan atas pemilikan, pengaturan dan pelayanan yang diperlukan dalam mewujudkan cita-cita bangsa. b. Bangsa Indonesia sebagai unsur “pemilik negara” berperan dalam menentukan sistem nilai arah/haluan/kebijakan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi negara. c. Pemerintah sebagai unsur “manajer dan penguasan” berperan dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan umum. d. Masyarakat adalah unsur “penunjang dan pemakai” yang b erperan sebagai kontributor, penerima, dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintah. 2. Fungsi Manajemen Nasional Fungsi pokok manajemen nasional adalah “pemasyarakatan politik”. Hal ini berarti segenap usaha dan kegiatan sistem manajemen nasional (SISMENNAS) diarahkan pada penjaminan hak dan penertiban kewajiban rakyat. Hak rakyat adalah terpenuhinya berbagai kepentingan rakyat, sedangkan kewajiban rakyat pada pokoknya adalah keikutsertaan dan tanggungjawab atas terbentuknya situasi dan kondisi kewaganegaraan yang baik.

D. Permasalahan dan Agenda Pembangunan Nasional Tahun 2009-2014 a. Permasalah Pembangunan Nasional Proses pembangunan bangsa dan negara Indonesia yang berlangsung selama ini, selain telah menghasilkan kemajuan juga masih menyisakan banyak permasalahan baik permasalahan yang mendasar maupun permasalahan yang berkembang dewasa ini. Reformasi yang berjalan telah memberi perubahan yang lebih baik. Meskipun demikian, berbagai permasalahan mendasar menuntut perhatian khusus dalam membangun ke depan, diantaranya adalah: (1) masih lemahnya karakter bangsa; (2) belum terbangunnya sistem pembangunan, pemerintahan, dan pembangunan yang berkelanjutan; (3) belum berkembangnya nasionalisme kemanusiaan serta demokrasi politik dan ekonomi; (4) belum terejawantahnya nilai-nilai utama kebangsaan dan belum berkembangnya sistem
Kelompok 5-B Page 8

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

yang memungkinkan masyarakat untuk mengadopsi dan memaknai nilai-nilai kontemporer secara bijaksana; serta (5) kegamangan dalam menghadapi masa depan serta rentannya sistem pembangunan, pemerintahan, dan kenegaraan dalam menghadapi perubahan. Berbagai permasalahan mendasar tersebut memberikan sumbangan yang besar bagi peluruhan sistem pemerintahan dan ketatanegaraan. Penanganan yang tidak sistemik terhadap permasalahan mendasar tersebut selanjutnya melahirkan persoalan baru yang berkembang dewasa ini baik di bidang ekonomi, sosial, politik, kelembagaan, maupun keamanan. Permasalahan mendasar ini perlu ditangani secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Pemecahan terhadap permasalahan-permasalahan baru yang berkembang dewasa ini harus pula merupakan langkah awal pemecahan masalah mendasar tersebut.

b. Prioritas Pembangunan Nasional Indonesia Prioritas pembangunan nasional Indonesia berdasarkan pada pertimbangan kemendesakan dari sebuah program kerja yang menjadi isu utama program kerja nasional. Berikut adalah agenda prioritas pembangunan nasional Indonesia: 1. Agenda mewujudkan Indonesia yang damai dan aman meliputi: 1.1 Peningkatan saling percaya dan harmonisasi antar kelompok masyarakat; 1.2 Mengembangkan kebudayaan yang berlandaskan pada nilai luhur; 1.3 Peningkatan keamanan, ketertiban, dan penanggulangan kriminalitas; 1.4 Pencegahan dan penanggulangan separatisme; 1.5 Pencegahan dan penanggulangan gerakan terorisme; 1.6 Peningkatan pengetahuan pertahanan negara; 1.7 Pemantapan politik luar negeri dan peningkatan kerjasama internasional.

2. Agenda mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis: 2.1 Pembenahan sistem hukum nasional dan politik hukum; 2.2 Penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk; 2.3 Penghormatan, pemenuhan serta penegakkan hukum dan pengakuan atas hak asasi manusia; 2.4 Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan, serta kesejahteraan dan perlindungan anak; 2.5 Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah;
Kelompok 5-B Page 9

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

2.6 Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa; 2.7 Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh.

3. Agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat: 3.1 Penanggulangan kemiskinan 3.2 Peningkatan investasi dan ekspor non-migas 3.3 Peningkatan daya saing industri manufaktur 3.4 Revitalisasi pertanian; 3.5 Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah 3.6 Peningkatan pengelolaan BUMN 3.7 Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi 3.8 Perbaikan iklim ketenaga kerjaan 3.9 Pemantapan stabilitas ekonomi makro

4. Agenda pemberdayaan masyarakat: Agenda utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah pemberdayaan masyarakat. Konsep pemberdayaan masyarakat mencakup pengertian Community development (pemberdayaan yang masyarakat) bertumpu dan pada

Community-based

development

(pembangunan

masyarakat), dan tahap selanjutnya muncul istilah community driven development yang diterjemahkan sebagai pembangunan yang diarahkan masyarakat atau diistilahkan pembangunan yang digerakkan masyarakat. Proses pemahaman secara mendalam, maka perlu di pahami tentang arti dan makna keberdayaan dan pemberdayaan masyarakat. Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan. masyarakat yang sebagian yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mental, terdidik dan kuat serta inovatif, tentu memiliki keberdayaan yang tinggi. Namun selain nilai fisik tersebut di atas, maka ada pula nilai-nilai intrinsic dalam masyarat yang juga menjadi sumber keberdayaan, seperti nilai kekeluargaan, kegotongroyongan, kejuangan, dan yang khas pada masyarakat Indonesia yaitu Kebhinekaan. Keberdayaan masyarakat merupakan unsurunsur yang memungkinkan masyarakat untuk bertahan (survive) dan dalam
Kelompok 5-B Page 10

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

pengertian dinamis mengembangkan diri mencapai suatu kemajuan. Keberdayaan masyarakat ini menjadi sumber dari apa yang dalam wawasan politik pada tingkat nasionaldisebut ketahanan nasional. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkat harkat dan martabat lapisan masyarakat indonesia yang dalam kondisi sekarang tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Dengan kata lain memberdayakan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat secara maksimal. Meskipun pemberdayaan masyarakat bukan semata-mata konsep

ekonomi, dari sudut pandang yang lain, bahwa pemberdayaan masyarakat secara implisit mengandung arti menegakkan demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi secara harfiah berarti kedaulatan rakyat di bidang ekonomi, dan kegiatan ekonomi yang berlangsung adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Untuk menerjemahkan rumusan menjadi suatu kegiatan nyata, negara mempunyai birokrasi. Birokrasi tersebut harus dapat berjalan efektif, artinya mampu menjabarkan dan melaksanakan rumusan kebijaksanaan negara (public policies) dengan baik untuk mencapai tujuan dan sasaran yang dikehandaki. Pelaku utama pembangunan di Indonesia adalah masyarakat, sedangkan pemerintah (birokrasi) berkewajiban untuk mengarahkan,

membimbing, serta menciptakan iklim yang menunjang masyarakat untuk berkreasi secara maksimal.

Kelompok 5-B

Page 11

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

BAB III PENUTUP Politik merupakan suatu rangkaian asas, keadaan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. Di dalam politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara kesatuan, pengambilan keputusan, kebijakan, dan distribusi atau alokasi sumber daya, dimana Negara kesatuan merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. Strategi nasional sendiri adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan dalam konteks politik nasional. Strategi ini kemudian disusun dalam bentuk politik nasional jangka pendek, menengah, ataupun jangka panjang. Berbagai permasalahan yang muncul dalam pembangunan nasional perlu ditangani secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Pemecahan terhadap permasalahan-permasalahan baru yang berkembang dewasa ini harus pula merupakan langkah awal pemecahan masalah mendasar tersebut. Hal ini harus dilakukan agar semua hal yang menjadi tujuan bangsa Indonesia dapat tercapai tanpa ada hambatan.

Kelompok 5-B

Page 12

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

DAFTAR PUSTAKA Diktat Pendidikan Kewarganegaraan. Tim dosen UPT-MKU, Universitas Hasanuddin. Makassar, 2011. http://www.wikipedia.com/Politik Politik, diakses tanggal 23 Maret 2013. http://www.wikipedia.com/Strategi Strategi, diakses tanggal 23 Maret 2013.

Kelompok 5-B

Page 13

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->