BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada siswa jurusan teknik mekanik otomotif SMK Negeri 3 Pinrang mengenai hubungan minat belajar dan keaktifan belajar dengan prestasi belajar siswa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil analisis data diperoleh dengan menggunakan dua metode statistik, yaitu hasil analisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif dan metode statistik parametrik. Metode statistik deskriptif menyajikan karesteristik distribusi skor antara variabel X 1, X2 sebagai variabel terikat yang diperoleh dari hasil penyebaran angket dengan variabel Y sebagai variabel terikat yang diperoleh dari hasil dokumentasi pada bagian kurikulummengenai prestasi belajar siswa SMK Negeri 3 Pinrang dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi, presentase dan nilai rata-rata serta standar deviasi (SD) dari masing-masing variabel. Metode statistik parametrik menyajikan hasil analisis uji korelasi. 1. Analisis Gambaran Minat Belajar Siswa Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 3 Pinrang (X1) Hasil analisis data penelitian mengenai minat belajar siswa yang terbagi menjadi 2 indikator utama yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang jumlah angket sebanyak 20 item. Berdasarkan data yang diperoleh mengenai minat belajar siswa diperoleh harga (X) rata-rata sebesar 62.29 dan simpangan baku atau standar deviasi (SD) sebesar 3.77 distribusi frekuensi variabel X1 dapat

diklasifikasikan menjadi empat kategori dengan interval 20 yang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel 4.1. Distribusi frekuensi data variabel X1 minat belajar siswa Interval Frekuensi Persentase (%) Kategori 81 – 100 0 0 Sangat Baik 62 – 80 56 58 Baik 43 – 61 40 42 Cukup 25 – 42 0 0 Kurang Jumlah 96 100 Sumber data: Hasil analisis data tahun 2012

Gambar 1. Grafik Minat Belajar Siswa (X1) Berdasarkan analisis di atas dapat diketahui gambaran minat belajar siswa ialah dari 96 siswa jumlah yang menjadi sampel dalam penelitian ini pada interval 81-100 terdapat 0 orang atau (0%) yang menyatakan bahwa minat belajar siswa dikategorikan sangat baik, pada interval 62-80 terdapat 56 orang atau (58%) yang menyatakan bahwa minat belajar siswa dikategorikan baik, pada interval 43-61 terdapat 40 orang atau (42%) yang menyatakan bahwa minat belajar siswa

dikategorikan cukup dan pada interval 25-42 terdapat 0 orang atau (0%) yang

Analisis Gambaran Keaktifan Belajar Siswa Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 3 Pinrang (X2) Hasil analisis data penelitian mengenai keaktifan belajar siswa yang terbagi menjadi 11 indikator yang jumlah angketnya sebanyak 15 item. Distribusi frekuensi data variabel X2 atau keaktifan belajar siswa Interval Frekuensi Persentase (%) Kategori 65 – 80 0 0 Sangat Baik 50 – 64 35 36 Baik 35 – 49 61 64 Cukup 20 . Hal ini memberikan gambaran bahwa pada umumnya minat belajar siswa baik.2. Frekuensi tertinggi atau dominan pada tabel ketegori menunjukkan 56 orang atau (58%) yang berada pada kategori baik. 2.48 dan simpangan baku atau standar deviasi (SD) sebesar 3. Berdasarkan data yang diperoleh mengenai keaktifan belajar siswa diperoleh harga (X) rata-rata sebesar 47.menyatakan bahwa minat belajar siswa dikategorikan kurang.45 distribusi frekuensi variabel X2 dapat diklasifikasikan menjadi empat kategori dengan interval 15 yang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel 4.34 0 0 Kurang Baik Jumlah 96 100 Sumber: Hasil analisis data tahun 2012 .

Hal ini memberikan gambaran bahwa pada umumnya keaktifan belajar siswa cukup. 3. Berdasarkan data yang diperoleh mengenai . Analisis Gambaran Prestasi Belajar Siswa SMK Negeri 3 Pinrang (Y) Hasil analisis penelitian mengenai prestasi belajar siswa akan digambar secara deskriptif untuk mengetahui prestasi belajar siswa jurusan teknik mekanik otomotif SMK Negeri 3 Pinrang. Grafik Gambaran Keaktifan Belajar Siswa (X2) Berdasarkan analisis di atas dapat diketahui gambaran keaktifan belajar siswa ialah dari 96 siswa jumlah yang menjadi sampel dalam penelitian ini pada interval 65-80 terdapat 0 orang atau (0%) yang menyatakan bahwa keaktifan belajar siswa dikategorikan sangat baik. Frekuensi tertinggi atau dominan pada tabel ketegori menunjukkan 61 orang atau (74%) yang berada pada kategori baik. pada interval 50-64 terdapat 35 orang atau (36%) yang menyatakan bahwa keaktifan belajar siswa dikategorikan baik.Gambar 2. pada interval 35-49 terdapat 61 orang atau (64%) yang menyatakan bahwa keaktifan belajar siswa dikategorikan cukup dan pada interval 20-34 terdapat 0 orang atau (0%) yang menyatakan bahwa keaktifan belajar siswa dikategorikan kurang.

0-10.00 – 8.9 terdapat 30 (31%) siswa memiliki nilai prestasi belajar siswa yang .0-8.99 7. Distribusi frekuensi data variabel (Y) prestasi belajar siswa No. pada interval 8. Grafik Gambaran Prestasi Belajar Siswa (Y) Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui prestasi belajar siswa ialah dari 96 siswa yang menjadi sampel penelitian pada interval 9.3.00 8.00 terdapat 0 (0%) memiliki nilai prestasi belajar siswa yang dikategorikan lulus istimewa.00 – 6.00 – 10.prestasi belajar siswa diperoleh harga X rata-rata sebesar 75.99 0.26 distribusi frekuensi variabel Y dapat diklasifikasikan menjadi empat kategori dengan interval 10 yang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel 4. Nilai interval Kategori Frekuensi Persentase (%) 1 2 3 4 9.00 – 7.83 dan simpangan baku atau standar deviasi (SD) sebesar 5.99 Lulus Istimewa Lulus Amat Baik Lulus Baik 0 30 66 0 31 69 Belum Lulus 0 0 Jumlah 96 100% Sumber data: Hasil analisis data tahun 2012 Gambar 3.

a. 4.1 pada taraf signifikan α = 0. 1) Uji Normalitas Data Variabel Minat Belajar Siswa (X1) Hasil perhitungan uji normalitas data untuk variabel minat belajar didapatkan dengan Xh2 Xh2 tabel hitung = 0.9 terdapat 66 (69%) siswa memiliki nilai prestasi belajar siswa yang dikategorikan lulus baik. Hubungan Minat Belajar dan Keaktifan siswa dalam Proses Pembelajaran dengan Prestasi Belajar Siswa SMK Negeri 3 Pinrang Syarat pengujian hipotesis yang menggunakan rumus korelasi parsial dan ganda adalah data harus terdistribusi normal dan linier. terlebih dahulu harus dilakukan uji normalitas dan uji linieritas data.05 dengan derajat hitung kebebasan (dk) = 5. Dengan demikian sebelum menguji hipotesis.9 terdapat 0 (0%) siswa memiliki nilai prestasi belajar siswa yang dikategorikan belum lulus. Uji normalitas dilakukan terhadap masing-masing variabel. ternyata Xh2 lebih kecil dari Xh2 tabel (0.dikategorikan lulus amat baik. pada interval 7. dan pada interval 0-6.0-7. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa jurusan teknik mekanik otomotif SMK Negeri 3 Pinrang berada pada kategori lulus baik. Uji Normalitas Data Pengujian normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh terdistribusi normal atau tidak.1) sehingga dapat disimpulkan bahwa data minat belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan otomotif SMK Negeri 3 Pinrang berasal dari .122 harga tersebut selanjutnya dibandingkan = 113.122 < 113.

Uji normalitas data variabel minat belajar siswa (X1) Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Sig.005 a.131 harga tersebut selanjutnya dibandingkan dengan Xh2 tabel = 113.5.4.000 a. ternyata Xh2 hitung lebih kecil dari Xh2 tabel (0. Uji normalitas keaktifan siswa dalam pembelajaran (X2) Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Sig.sampel yang berdistribusi tersebut normal hal ini dapat dilihat pada tabel disamping: Tabel 4.1 pada taraf signifikan α = 0. Keaktifan Siswa (X2) .131 < 113.112 96 .131 96 .05 dengan derajat kebebasan (dk) = 5. Chi Square Significance Correction 3) Uji Normalitas Data Variabel Prestasi Belajar Siswa (Y) Dari hasil uji normalitas data untuk variabel prestasi belajar dengan menggunakan pengujian chi kuadrat melalui program SPSS 16 for windows diperoleh harga chi kuadrat hitung lebih kecil dari harga chi .1) sehingga dapat disimpulkan bahwa data keaktifan siswa dalam pembelajaran pada mata pelajaran kelistrikan otomotif SMK Negeri 3 Pinrang berasal dari sampel yang berdistribusi tersebut normal hal ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Chi Square Significance Correction 2) Uji Normalitas Data Variabel Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran (X2) Dari hasil uji normalitas data untuk variabel keaktifan siswa dalam pembelajaran didapatkan Xh2 hitung = 0. Variabel Minat Belajar Siswa (X1) .

000 1) Uji Linieritas variabel minat belajar (X1) dengan variabel prestasi belajar (Y) Tabel 4. Berdasarkan hasil perhitungan uji linieritas dengan menggunakan program SPSS 16 for windows diperoleh nilainilai seperti pada tabel berikut: . Uji Linieritas Data Persyaratan yang harus dipenuhi adalah data tersebut harus cocok dengan keadaan atau linier.7. Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui linier atau tidaknya suatu data yang digunakan dalam penelitian.189 < 131.189 96 . Uji normalitas data variabel prestasi belajar siswa (Y) Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Sig. sehingga dapat disimpulkan bahwa data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan otomotif SMK Negeri 3 Pinrang berasal dari populasi yang berdistribusi normal hal ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. pada nilai alpha (α) yaitu 0. Uji Linieritas Data X1 dan Y .05 dengan dk = 5. Variabel Prestasi Belajar Siswa (Y) a.kuadrat tabel atau 0.1.6. Chi Square Significance Correction b.

625 24.333 82 95 Bahwa kriteria kelinieran adalah jika nilai r (probability value/critical value) lebih kecil dari nilai dari pada tingkat α yang .172 .8.683 13 197.000 2561.000 Bahwa kriteria kelinieran adalah jika nilai r (probability value/critical value) lebih kecil dari nilai dari pada tingkat α yang digunakan yaitu (0.433 Sig.895E3 32.000 .ANOVA Table Sum of Squares Minat Between (Combined) Belajar Groups Linearity Prestasi Deviation from Belajar Linearity Within Groups Total 2569. 2) Uji Linieritas variabel keaktifan siswa dalam pembelajaran (X2) dengan variabel prestasi belajar (Y) Tabel 4.679 60.000 .053 238.760 F 211.303 2199. .825 67.645 .417 27.7793 22. Uji Linieritas Data X2 dan Y ANOVA Table Sum of Squares Keaktifan Siswa Prestasi Belajar Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total 2292.327 2.678 2.030 2629.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa antara variabel minat belajar (X1) dan variabel prestasi belajar (Y) terdapat pola atau hubungan yang linier.678 Df 1 Mean Square F Sig. .625 369.849 2292.651 12 2629.000 .000 < 0.000 .581 2199.333 Df 16 1 15 79 95 Mean Square 160.

909 . (1-tailed) N Tabel 4.10. Uji Hipotesis a. 96 96 96 Sig.909 . keaktifan siswa dalam pembelajaran (X2) dengan prestasi belajar siswa (Y).000 . Uji korelasi antar variabel (X1). 5. Uji Korelasi Parsial Pengujian hipotesis secara parsial ini dimaksudkan untuk menguji keberartian korelasi dari masing-masing variabel bebas. yaitu minat belajar (X1).915 1. Uji koefisien korelasi .934 . .000 . .934 1.000 96 96 96 .915 . (X2) dan (Y) Correlations Prestasi Belajar Pearson Correlation Prestasi Belajar Minat Belajar Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Prestasi Belajar Minat Belajar Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Prestasi Belajar Minat Belajar Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran 1. Berdasarkan hasil pengujian korelasi parsial melalui program SPSS 16 for windows dengan hasilnya sebagai berikut: Tabel 4.000 .000 .9.000 < 0.000 .digunakan yaitu (0.000 96 96 96 Minat Keaktifan Siswa Belajar dalam Pembelajaran .000 .05) sehingga dapat disimpulkan bahwa antara variabel keaktifan siswa dalam pembelajaran (X2) dan variabel prestasi belajar (Y) terdapat pola atau hubungan yang linier.000 .

212 .174 lebih besar daripada nilai t tabel = 1.485 . melalui uji keberartian koefisien korelasi dengan uji t diperoleh nilai t hitung = 5.667) dengan signifikansi 0.459 1.003 .667 (5.650 2.332 . .334 . b) Hubungan keaktifan siswa dalam pembelajaran (X2) terhadap hasil belajar siswa (Y) Berdasarkan hasil perhitungan yang terangkum pada tabel dibawah ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi parsial untuk variabel keaktifan siswa dalam pembelajaran siswa (0.373 1. Error 4.131 Standardized Coefficients Beta t 2. Dependent Variable: Prestasi Belajar a) Hubungan Minat belajar (X1) terhadap prestasi belajar siswa (Y) Berdasarkan hasil perhitungan yang terangkum pada tabel di atas menunjukkan bahwa koefisien korelasi parsial untuk variabel lingkungan belajar siswa (0. Hal ini berarti bahwa minat belajar siswa (X1) memiliki hubungan secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa (Y).000 a.002.174 Sig. melalui uji keberartian koefisien korelasi dengan uji t diperoleh nilai thitung = 2.Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Minat Belajar Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran B 11.909).174 < 1.667) dengan signifikansi 0. Hal ini berarti bahwa keaktifan .120 lebih besar daripada nilai ttabel = 1.002 .120 > 1.003.720 Std.120 5.915).667 (2.

melalui uji keberartian koefisien korelasi dengan uji t diperoleh nilai thitung = 2.siswa dalam pembelajaran (X2) memiliki hubungan secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa (Y). Uji Koefisien Korelasi Berganda Dalam analisis ini akan digambarkan seberapa besar hubungan antara minat belajar. keaktifan siswa dalam pembelajaran (X2) memiliki hubungan secara signifikan dengan prestasi belajar siswa (Y).873 Adjusted R Square . 4. Error of the Estimate 1.934 a R Square . keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan otomotif SMK Negeri 3 Pinrang. hal ini akan dijelaskan melalui tabel di bawah ini: Tabel.89412 a.870 Std.11. c) Hubungan antara minat belajar (X1). Minat Belajar dan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran b.002. b. Dependent Variable: Prestasi Belajar Berdasarkan nilai koefisien korelasi antar variabel diatas.667) dengan signifikansi 0.667 (2.934).650 > 1.650 lebih besar daripada nilai ttabel = 1. Uji koefisien korelasi ganda (R Square) Model Summaryb Model 1 R . maka nilai koefisien korelasi ganda antara minat belajar dan keaktifan siswa dalam . keaktifan siswa dalam pembelajaran (X2) dengan prestasi belajar siswa (Y) Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa koefisien korelasi parsial untuk variabel minat belajar. Predictors: (Constant). Hal ini berarti bahwa minat belajar (X 1). keaktifan siswa dalam pembelajaran (0.

699 Kurang 0.05.500 – 0. Untuk penentuan pengujian hipotesis.8.pembelajaran dengan prestasi belajar siswa atau R adalah = 0. Berdasarkan tabel pedoman untuk interpretasi terhadap nilai koefisen korelasi. Pedoman untuk memberikan interpretasi terhadap nilai koefisien korelasi. Nilai tersebut merupakan tingkat hubungan antar variabel yang selanjutnya dapat dibandingkan dengan nilai penentuan interpretasi terhadap nilai koefisien korelasi. Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0.751 – 0.700 – 0.934 (0.000 Sangat Baik 0. db2 = n – k -1. dan α = 0. maka dilakukan analisis statistik uji F.000).2.750 Cukup 0.934.12.000 – 0. Untuk mendapatkan nilai Ftabel pada db1 = k. Adapun nilai statistik uji F dapat dihitung yaitu F = 319.900-1. maka diketahui bahwa hubungan minat belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan prestasi belajar pada mata pelajaran kelistrikan otomotif SMK Negeri 3 Pinrang berada pada kriteria sangat baik yaitu 0.900 – 1.15 Tabel 4. Uji F Anova .05 yaitu F (0.499 Sangat Kurang Sumber: Dikutip dari Suharsimi Arikunto (2003). Hal ini dapat dilihat pada tabel pedoman untuk interpretasi terhadap nilai koefisen korelasi dibawah ini: Tabel 4.899 Baik 0.937.94) = 3.

588 F 319. Predictors: (Constant). Artinya hipotesis yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara minat belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan otomotif SMK Negeri 3 Pinrang ditolak dan Ha diterima.000a a.ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 2295. sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai F berada pada daerah penolakan Ho. Motivasi Belajar b.677 333.3%). Dengan sumbangsih dalam penelitian ini sebesar 0. Lingkungan Belajar.657 2629. diketahui bahwa nilai Fhitung lebih besar daripada Ftabel (319. .937 Sig.333 Df 2 93 95 Mean Square 1147.3% dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain yang belum terungkap dalam penelitian ini.838 3.15). Hipotesis penelitian: Ho : Tidak terdapat hubungan antara minat belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan prestasi belajar siswa pada mata [pelajaran kelistrikan otomotif SMK Negeri 3 Pinrang Ha : Terdapat hubungan antara minat belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan prestasi belajar siswa pada mata [pelajaran kelistrikan otomotif SMK Negeri 3 Pinrang .873 (87. Dari hasil analisis ini diketahui bahwa hubungan antara minat belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan prestasi belajar sebesar 87.937 > 3. Dependent Variable: Hasil Belajar Berdasarkan nilai Fhitung dan nilai Ftabel yang diperoleh.

45 distribusi frekuensi variabel X2.48 dan simpangan baku atau standar deviasi (SD) sebesar 3. Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Hasil analisis data yang diperoleh mengenai keaktifan siswa dalam pembelajaran diperoleh harga (X) rata-rata sebesar 47. Dengan data yang diperoleh dari sampel berada pada distribusi normal. Minat belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan otomotif dipengaruhi oleh perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada mata pelajaran kelistrikan otomotif di kelas sehingga memberikan imbas yang positif terhadap sikap dan prilakunya dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Minat belajar siswa di SMK Negeri 3 Pinrang (X1) Hasil analisis data yang diperoleh mengenai minat belajar siswa diperoleh harga (X) rata-rata sebesar 62. Hal ini memberikan gambaran bahwa pada umumnya minat belajar siswa baik. siswa juga sangat senang dan memiliki kemauan yang kuat dalam mengikuti proses belajar mengajar pada mata pelajaran kelistrikan otomotif.77 distribusi frekuensi variabel X1. Frekuensi . Selain itu. Frekuensi tertinggi atau dominan yang ditunjukkan pada tabel ketegori yaitu sebesar 56 orang atau (58%) yang berada pada kategori baik.B.29 dan simpangan baku atau standar deviasi (SD) sebesar 3. 2. PEMBAHASAN 1.

meraba.tertinggi atau dominan yang ditunjukkan pada tabel ketegori yaitu sebesar 61 orang atau (64%) yang berada pada kategori cukup. (2010: 197) bahwa hasil belajar adalah penilaian hasil usaha/kegiatan belajar yang . praktek dan membuat jadwal belajar. sehingga keaktifan siswa dalam pembalajaran berada pada kategori cukup. Frekuensi tertinggi atau dominan yang ditunjukkan pada tabel penentuan prestasi belajar siswa melalui pedoman penilian dari DEPDIKNAS (2007) yaitu sebesar 66 orang atau (69%) yang berada pada kategori lulus baik.83 dan simpangan baku atau standar deviasi (SD) sebesar 5. mengamati. Hasil belajar ini dipengaruhi oleh beragam faktor. Menurut Muhibbin. Prestasi belajar ini dicapai berkat latihan dan ketekunan dalam mengikuti proses pembelajaran dikelas yang ditunjang oleh minat dan aktivitasaktivitas belajar yang dilakukan. memandang. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan otomotif berada pada kategori lulus baik. Tingkat Prestasi Belajar Siswa Hasil analisis data yang diperoleh mengenai keaktifan siswa dalam pembelajaran diperoleh harga (X) rata-rata sebesar 75. mengingat. Keaktifan siswa dalam pembelajaran diukur melalui aktivitas-aktivitas yang sering dilakukan oleh siswa selama mengikuti proses pembelajaran di kelas khususnya yang berkaitan dengan mata pelajaran kelistrikan otomotif diantaranya mendengarkan. latihan . Hal ini memberikan gambaran bahwa pada umumnya minat belajar siswa cukup. membaca.26 distribusi frekuensi variabel Y. menulis. berpikir. 3.

Sumbangsih dalam penelitian ini sebesar 0. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar diperlukan alat ukur. Setiap aktifitas yang dilakukan seseorang pada dasarnya menuju kepada pencapaian suatu prestasi yang baik.873 (87.3%) dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain yang belum terungkap dalam penelitian ini. Artinya hipotesis yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara minat belajar dan keaktifan siswa dalam . keterampilan.937 > 3. keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan prestasi belajar sebesar 0. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut menjadi alat ukur untuk melihat keberhasilan sebuah proses pembelajaran. Hubungan Minat belajar siswa dengan Prestasi Belajar Siswa SMK Negeri 3 Pinrang Berdasarkan hasil analisis korelasi diketahui bahwa0 minat belajar (X 1) dan keaktifan siswa dalam pembelajaran (X2) memiliki hubungan yang sangat baik dengan prestasi belajar siswa (Y). kesanggupan serta penguasaan keterampilan dan pengetahuannya dalam menyelesaikan suatu pekerjaannya. maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu.dinyatakan dalam bentuk simbol. huruf. Dengan pengukuran hasil yang dicapai seseorang dapat diketahui dengan melihat kemampuan. sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai F berada pada daerah penolakan Ho. diketahui bahwa nilai Fhitung lebih besar daripada Ftabel (319.934. angka.15). maka nilai koefisien korelasi ganda antara minat belajar. 4. Berdasarkan nilai Fhitung dan nilai Ftabel yang diperoleh.

Selain itu. BAB V PENUTUP A.pembelajaran dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan otomotif SMK Negeri 3 Pinrang ditolak dan Ha diterima. 2. Kesimpulan Berdasarkan rumusan masalah yang diajukan sebelumnya maka dapat disimpulkan hasil penelitian dalam skripsi ini ialah sebagai berikut: 1. Perkembangan minat belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan otomotif berada pada kategori baik yaitu sebesar 56 orang atau 58%. siswa juga sangat senang dan memiliki kemauan yang kuat dalam mengikuti proses belajar mengajar pada mata pelajaran kelistrikan otomotif. Minat belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan otomotif dipengaruhi oleh perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada mata pelajaran kelistrikan otomotif di kelas sehingga memberikan imbas yang positif terhadap sikap dan prilakunya dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Gambaran keaktifan siswa dalam pembelajaran pada mata pelajaran kelistrikan otomotif berada pada kategori cukup yaitu sebesar 61 orang atau .

Terdapat hubungan yang sangat baik antara minat belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan prestasi belajar siswadengan koefisien korelasi sebesar 0. 4. Saran . B. meraba. mengamati. Prestasi belajar ini dicapai berkat latihan dan ketekunan dalam mengikuti proses pembelajaran dikelas yang ditunjang oleh minat dan aktivitas-aktivitas belajar yang dilakukan. Sumbangsih dalam penelitian ini sebesar 0. memandang.3%) dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain yang belum terungkap dalam penelitian ini. 3.64%. maka hipotesis penelitian berada pada daerah penolakan Ho. Artinya hipotesis yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara minat belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan otomotif SMK Negeri 3 Pinrang ditolak dan Ha diterima. Gambaran prestasi belajar siswa SMK Negeri 3 Pinrang pada mata pelajaran kelistrikan otomotif berada pada kategori lulus baik yaitu sebesar 66 orang atau 69%. mengingat.934. membaca.873 (87. latihan . berpikir. praktek dan membuat jadwal belajar. Berdasarkan pengujian analisis uji F. menulis. Keaktifan siswa dalam pembelajaran diukur melalui aktivitas-aktivitas yang sering dilakukan oleh siswa selama mengikuti proses pembelajaran di kelas khususnya yang berkaitan dengan mata pelajaran kelistrikan otomotif diantaranya mendengarkan.

maka dapat disarankan melalui penelitian ialah: 1. 4. . Kepada pihak SMK Negeri 3 Pinrang untuk selalu melakukan evaluasi mengenai minat belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dan prestasi belajar siswa sebagai indikator peningkatan kualitas pendidikan. Sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya khususnya pada pengkajian masalah yang sama. 3. Kepada Dinas Pendidikan Nasional sebagai bahan acuan dalam melakukan peningkatan kualitas pendidikan dengan mengoptimalkan seluruh potensi disetiap sekolah. 2.Berdasarkan kesimpulan di atas. agar lebih mendalam melakukan penelitiannya. Kepada para Guru Sekolah Menengah Kejuruan khususnya Jurusan teknik mekanik otomotif untuk selalu meningkatkan minat dan mengoptimalkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sehingga akan berimbas positif kepada hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran produktif.

Bandung: Rosda Karya M. dkk. Syah. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Bandung: Pn Tarsip Muhiddin. Psikologi Umum.DAFTAR PUSTAKA Agus Suyanto. 2003. Sukardi. Rajawali Slameto. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Sardiman A. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: PT. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1991. 2005. Raja Grafindo Persada Sumadi Suryabrata. 2004. Metode Penelitian Administrasi. Rineka Cipta. Sumadi Suryabrata. Psikologi Pendidikan. 2003. Regresi dan Jalur dalam Penelitian. D. Jakarta: Aksara Baru Soemanto. 2003. 2007. Jakarta: Rineka Cipta Sudjana. Psikologi Kepribadian. 2006. Psikologi Belajar. Bandung: Alfabeta. Psikologi Belajar. Psikologi Pendidikan. Psikologi Umum. Jakarta: CV. Semarang : UPT UNNES Press. Jakarta: Aksara Baru Anni. Raja Grafindo Persada Poerwadarminta. Analisis Korelasi. 2004. Motivasi Belajar Dalam Perspektif Pendidikan. 2008. Wasty. Raja Grafindo Persada . Djamarah. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Hamalik. dkk. Catharina Tri.M. Statistik Pendidikan. S. 2004. Jakarta: CV. Bandung: Pustaka Setia. Buchori.K. Jakarta : PT. Syaiful. A. Psikologi Remaja. 2003. 2001. 2005. dkk. 2003. Bandung: Pustaka Setia Sugiyono. Muhibbin. Jakarta: Pt.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful