PENYAKIT YANG SERING TERJADI PADA LANSIA

Adapun tujuh penyakit kronik degeratif yang kerap dialami para lanjut usia, yaitu: Osteo Artritis (OA) adalah peradangan sendi yang terjadi akibat peristiwa mekanik dan biologik yang mengakibatkan penipisan rawan sendi, tidak stabilnya sendi, dan perkapuran. OA merupakan penyebab utama ketidakmandirian pada usia lanjut, yang dipertinggi risikonya karena trauma, penggunaan sendi berulang dan obesitas. Osteoporosis merupakan salah satu bentuk gangguan tulang dimana masa atau kepadatan tulang berkurang. Terdapat dua jenis osteoporosis, tipe I merujuk pada percepatan kehilangan tulang selama dua dekade pertama setelah menopause, sedangkan tipe II adalah hilangnya masa tulang pada usia lanjut karena terganggunya produksi vitamin D. Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistolik sama atau lebih tinggi dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih tinggi dari 90mmHg, yang terjadi karena menurunnya elastisitas arteri pada proses menua. Bila tidak ditangani, hipertensi dapat memicu terjadinya stroke, kerusakan pembuluh darah (arteriosclerosis), serangan/gagal jantung, dan gagal ginjal Diabetes Mellitus dimana Sekitar 50% dari lansia memiliki gangguan intoleransi glukosa dimana gula darah masih tetap normal meskipun dalam kondisi puasa. Kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes melitus, dimana kadar gula darah sewaktu diatas atau sama dengan 200 mg/dl dan kadar glukosa darah saat puasa di atas 126 mg/dl. Obesitas, pola makan yang buruk, kurang olah raga dan usia lanjut mempertinggi risiko DM. Sebagai ilustrasi, sekitar 20% dari lansia berusia 75 tahun menderita DM. Beberapa gejalanya adalah sering haus dan lapar, banyak berkemih, mudah lelah, berat badan terus berkurang, gatal-gatal, mati rasa, dan luka yang lambat sembuh. Dimensia Merupakan kumpulan gejala yang berkaitan dengan kehilangan fungsi intelektual dan daya ingat secara perlahan-lahan, sehingga mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari. Alzheimer merupakan jenis demensia yang paling sering terjadi pada usia lanjut. Adanya riwayat keluarga, usia lanjut, penyakit vaskular/pembuluh darah (hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi), trauma kepala merupakan faktor risiko terjadinya demensia. Demensia juga kerap terjadi pada wanita dan individu dengan pendidikan rendah. Penyakit jantung koroner Penyempitan pembuluh darah jantung sehingga aliran darah menuju jantung terganggu. Gejala umum yang terjadi adalah nyeri dada, sesak napas, pingsan, hingga kebingungan. Kanker merupakan sebuah keadaan dimana struktur dan fungsi sebuah sel mengalami perubahan bahkan sampai merusak sel-sel lainnya yang masih sehat. Sel yang berubah ini mengalami mutasi karena suatu sebab sehingga ia tidak bisa lagi menjalankan fungsi normalnya. Biasanya perubahan sel ini mengalami beberapa tahapan, mulai dari yang ringan sampai berubah sama sekali dari keadaan awal (kanker). Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua setelah penyakit jantung. Faktor resiko yang paling utama adalah usia. Dua pertiga kasus kanker terjadi di atas usia 65 tahun. Mulai usia 40 tahun resiko untuk timbul kanker meningkat.
http://mamasakumalaboku-alamsyah.blogspot.com/2012/06/penyakit-yang-sering-terjadi-pada.html

Penyakit Yang Sering Diderita Lanjut Usia Dipublikasi pada Selasa, 11 Oktober 2011 oleh mugie

Penampilan penyakit pada lanjut usia (lansia) sering berbeda dengan pada dewasa muda, karena penyakit pada lansia merupakan gabungan dari kelainan-kelainan yang timbul akibat penyakit dan proses menua, yaitu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri serta mempertahankan struktur dan fungsi normalnya, sehingga tidak dapat berthan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita.

Demikian juga, masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia berbeda dari orang dewasa, yang menurut Kane dan Ouslander sering disebut dengan istilah 14 I, yaitu immobility (kurang bergerak), instability (berdiri dan berjalan tidak stabil atau mudah jatuh), incontinence (beser buang air kecil dan atau buang air besar), intellectual impairment (gangguan intelektual/dementia), infection (infeksi), impairment of vision and hearing, taste, smell, communication, convalescence, skin integrity (gangguan pancaindera, komunikasi, penyembuhan, dan kulit), impaction (sulit buang air besar), isolation (depresi), inanition (kurang gizi), impecunity (tidak punya uang), iatrogenesis (menderita penyakit akibat obat-obatan), insomnia (gangguan tidur), immune deficiency (daya tahan tubuh yang menurun), impotence (impotensi).

Masalah kesehatan utama tersebut di atas yang sering terjadi pada lansia perlu dikenal dan dimengerti oleh siapa saja yang banyak berhubungan dengan perawatan lansia agar dapat memberikan perawatan untuk mencapai derajat kesehatan yang seoptimal mungkin. Beberapa penyakit yang sering diderita lansia adalah sebagai berikut:

o

Instabilitas: penyebab terjatuh pada lansia dapat berupa faktor intrinsik (hal-hal yang berkaitan dengan keadaan tubuh penderita) baik karena proses menua, penyakit maupun faktor ekstrinsik (hal-hal yang berasal dari luar tubuh) seperti obat-obat tertentu dan faktor lingkungan. Akibat yang paling sering dari terjatuh pada lansia adalah kerusakan bahagian tertentu dari tubuh yang mengakibatkan rasa sakit, patah tulang, cedera pada kepala, luka bakar karena air panas akibat terjatuh ke dalam tempat mandi. Selain daripada itu, terjatuh menyebabkan lansia tersebut sangat membatasi pergerakannya.Walaupun sebahagian lansia yang terjatuh tidak sampai menyebabkan kematian atau gangguan fisik yang berat, tetapi kejadian ini haruslah dianggap bukan merupakan peristiwa yang ringan. Terjatuh pada lansia dapat

o

o

o

o

o

o

menyebabkan gangguan psikologik berupa hilangnya harga diri dan perasaan takut akan terjatuh lagi, sehingga untuk selanjutnya lansia tersebut menjadi takut berjalan untuk melindungi dirinya dari bahaya terjatuh. Beser: beser buang air kecil (bak) merupakan salah satu masalah yang sering didapati pada lansia, yaitu keluarnya air seni tanpa disadari, dalam jumlah dan kekerapan yang cukup mengakibatkan masalah kesehatan atau sosial. Beser bak merupakan masalah yang seringkali dianggap wajar dan normal pada lansia, walaupun sebenarnya hal ini tidak dikehendaki terjadi baik oleh lansia tersebut maupun keluarganya. Akibatnya timbul berbagai masalah, baik masalah kesehatan maupun sosial, yang kesemuanya akan memperburuk kualitas hidup dari lansia tersebut. Lansia dengan beser bak sering mengurangi minum dengan harapan untuk mengurangi keluhan tersebut, sehingga dapat menyebabkan lansia kekurangan cairan dan juga berkurangnya kemampuan kandung kemih. Beser bak sering pula disertai dengan beser buang air besar (bab), yang justru akan memperberat keluhan beser bak tadi. Gangguan intelektual: merupakan kumpulan gejala klinik yang meliputi gangguan fungsi intelektual dan ingatan yang cukup berat sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas kehidupan sehari-hari. Kejadian ini meningkat dengan cepat mulai usia 60 sampai 85 tahun atau lebih, yaitu kurang dari 5 % lansia yang berusia 60-74 tahun mengalami dementia (kepikunan berat) sedangkan pada usia setelah 85 tahun kejadian ini meningkat mendekati 50 %. Salah satu hal yang dapat menyebabkan gangguan interlektual adalah depresi sehingga perlu dibedakan dengan gangguan intelektual lainnya. Infeksi: merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting pada lansia, karena selain sering didapati, juga gejala tidak khas bahkan asimtomatik yang menyebabkan keterlambatan di dalam diagnosis dan pengobatan serta risiko menjadi fatal meningkat pula.Beberapa faktor risiko yang menyebabkan lansia mudah mendapat penyakit infeksi karena kekurangan gizi, kekebalan tubuh:yang menurun, berkurangnya fungsi berbagai organ tubuh, terdapatnya beberapa penyakit sekaligus (komorbiditas) yang menyebabkan daya tahan tubuh yang sangat berkurang. Selain daripada itu, faktor lingkungan, jumlah dan keganasan kuman akan mempermudah tubuh mengalami infeksi. Gangguan pancaindera, komunikasi, penyembuhan, dan kulit: akibat prosesd menua semua pancaindera berkurang fungsinya, demikian juga gangguan pada otak, saraf dan otot-otot yang digunakan untuk berbicara dapat menyebabkn terganggunya komunikasi, sedangkan kulit menjadi lebih kering, rapuh dan mudah rusak dengan trauma yang minimal. Sulit buang air besar (konstipasi): beberapa faktor yang mempermudah terjadinya konstipasi, seperti kurangnya gerakan fisik, makanan yang kurang sekali mengandung serat, kurang minum, akibat pemberian obat-obat tertentu dan lain-lain. Akibatnya, pengosongan isi usus menjadi sulit terjadi atau isi usus menjadi tertahan. Pada konstipasi, kotoran di dalam usus menjadi keras dan kering, dan pada keadaan yang berat dapat terjadi akibat yang lebih berat berupa penyumbatan pada usus disertai rasa sakit pada daerah perut. Depresi: perubahan status sosial, bertambahnya penyakit dan berkurangnya kemandirian sosial serta perubahan-perubahan akibat proses menua menjadi salah satu pemicu munculnya depresi pada lansia. Namun demikian, sering sekali gejala depresi menyertai penderita dengan penyakit-penyakit gangguan fisik, yang tidak

Gangguan tidur: dua proses normal yang paling penting di dalam kehidupan manusia adalah makan dan tidur. dan gejala-gejala fisik lainnya. harga diri dan kepercayaan diri berkurang. o o o Penyakit akibat obat-obatan: salah satu yang sering didapati pada lansia adalah menderita penyakit lebih dari satu jenis sehingga membutuhkan obat yang lebih banyak. Faktor lingkungan dapat berupa ketidaktahuan untuk memilih makanan yang bergizi. Walaupun keduanya sangat penting akan tetapi karena sangat rutin maka kita sering melupakan akan proses itu dan baru setelah adanya gangguan pada kedua proses tersebut maka kita ingat akan pentingnya kedua keadaan ini. mental. Jadi dalam keadaan normal (sehat) maka pada umumnya manusia dapat menikmati makan enak dan tidur nyenyak. pikiran dan gerakan tubuh lamban. memiliki tempat tinggal yang layak. yang menyebabkan ketidakmampuan tubuh dalam mengerjakan atau menyelesaikan pekerjaannya sehingga tidak dapat memberikan penghasilan. sering menangis. isolasi sosial (terasing dari masyarakat) terutama karena gangguan pancaindera.o o dapat diketahui ataupun terpikirkan sebelumnya. obatobatan dan lain-lain. berat badan berkurang. Kurang gizi: kekurangan gizi pada lansia dapat disebabkan perubahan lingkungan maupun kondisi kesehatan. tetapi dapat pula karena berbagai keadaan seperti penyakit yang sudah lama diderita . hidup seorang diri yang terutama terjadi pada pria yang sangat tua dan baru kehilangan pasangan hidup. Berbagai keluhan gangguan tidur yang sering dilaporkan oleh para lansia. apalagi sebahagian lansia sering menggunakan obat dalam jangka waktu yang lama tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan timbulnya penyakit akibat pemakaian obat-obat yaqng digunakan. tidak ingin hidup lagi bahkan mau bunuh diri. karena gejala-gejala depresi yang muncul seringkali dianggap sebagai suatu bagian dari proses menua yang normal ataupun tidak khas. Tidak punya uang: dengan semakin bertambahnya usia maka kemampuan fisik dan mental akan berkurang secara perlahan-lahan. jantung berdebar-debar. menyusahkan orang lain. Untuk dapat menikmati masa tua yang bahagia kelak diperlukan paling sedikit tiga syarat. Daya tahan tubuh yang menurun: daya tahan tubuh yang menurun pada lansia merupakan salah satu fungsi tubuh yang terganggu dengan bertambahnya umur seseorang walaupun tidak selamanya hal ini disebabkan oleh proses menua. sedangkan faktor kondisi kesehatan berupa penyakit fisik. lesu setelah bangun dipagi hari. mempunyai peranan di dalam menjalani masa tuanya. yaitu :memiliki uang yang diperlukan yang paling sedikit dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. nyeri pinggang. merasa bersalah dan tidak berguna. Akan tetapi pada lansia sering timbul depresi terselubung. merasa rendah diri. terbangun dinihari. gangguan pencernaan dan lain-lain. merasa kesepian. tidurnya banyak mimpi. daya ingat berkurang. yaitu yang menonjol hanya gangguan fisik saja seperti sakit kepala. tidur terganggu. gangguan tidur. Gejala-gejala depresi dapat berupa perasaan sedih. tidurnya tidak dalam dan mudah terbangun. jika terbangun sukar tidur kembali. tidak ada selera makan. cepat lelah dan menurunnya aktivitas. kurangnya minat. hilangnya kesenangan yang biasanya dinikmati. alkoholisme. sedangkan gangguan jiwa tidak jelas. tidak bahagia. yakni sulit untuk masuk dalam proses tidur. kemiskinan. sulit untuk memusatkan pikiran dan perhatian.

40. dan juga berkurangnya sel-sel otot polos yang terdapat pada alat kelamin serta berkurangnya kepekaan dari alat kelamin pria terhadap rangsangan. yang terdiri dari disfungsi ereksi total 10 %. (0341) 397644 Oktober 2009 PENYAKIT YANG . keadaan gizi yang kurang. disfungsi ereksi sedang 25 % dan minimal 17 %. penurunan fungsi organ-organ tubuh dan lain-lain.023) PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KEPANJEN MALANG Jl. Impotensi: merupakan ketidakmampuan untuk mencapai dan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan sanggama yang memuaskan yang terjadi paling sedikit 3 bulan. Penyebab disfungsi ereksi pada lansia adalah hambatan aliran darah ke dalam alat kelamin sebagai adanya kekakuan pada dinding pembuluh darah (arteriosklerosis) baik karena proses menua maupun penyakit. 17 Telp. (dr. Panggungrejo No. Demikian juga penggunaan berbagai obat.o (menahun) maupun penyakit yang baru saja diderita (akut) dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh seseorang. Menurut Massachusetts Male Aging Study (MMAS) bahwa penelitian yang dilakukan pada pria usia 40-70 tahun yang diwawancarai ternyata 52 % menderita disfungsi ereksi.Pirma Siburian Sp PD) PENYAKIT YANG SERING TERJADI PADA LANSIA KEPERAWATAN GERONTIK I ”PENYAKIT YANG SERING TERJADI PADA LANSIA” Disusun oleh : Ika Fitri Aprilianti (07.

Kulit mulai mengendur dan wajah mulai keriput serta garis-garis yang menetap Rambut kepala mulai memutih atau beruban Gigi mulai lepas (ompong) Penglihatan dan pendengaran berkurang Mudah lelah dan mudah jatuh Gerakan menjadi lamban dan kurang lincah Disamping itu. kelemahan otot ekstremitas bawah. Secara umum. faktor ekstrinsik: lantai yang licin dan tidak rata. Jatuh merupakan suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi mata yang melihat kejadian. juga terjadi kemunduran kognitif antara lain : 1. semakin banyak keluhan yang dilontarkan karena tubuh tak lagi mau bekerja sama dengan baik seperti kala muda dulu. 2. diantaranya faktor intrinsik: gangguan gaya berjalan. 1996). Nina Kemala Sari dari Divisi Geriatri. Tak heran bila pada usia lanjut. 4. yang disebutnya sebagai a series of I’s. Jatuh dipengaruhi oleh berbagai faktor. isolation (depresi). 2. ingatan tidak berfungsi dengan baik Ingatan terhadap hal-hal di masa muda lebih baik daripada hal-hal yang baru saja terjadi Sering adanya disorientasi terhadap waktu. penyakit utama yang menyerang lansia ialah hipertensi. tersandung oleh benda-benda. insomnia (ganguan tidur). gagal jantung dan infark serta gangguan ritme jantung. Sumber lain menyebutkan. antara lain : 1. Inanition (malnutrisi). infection (infeksi). kekuatan sendi dan sinkope-dizziness. Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo. 2. . menyampaikan beberapa masalah yang kerap muncul pada usia lanjut . impairment of vision and hearing (gangguan penglihatan dan pendengaran). Juga terdapat berbagai keadaan yang khas dan sering mengganggu lansia seperti gangguan fungsi kognitif. Mulai dari immobility (imobilisasi). 5. tempat dan orang Sulit menerima ide-ide baru MASALAH FISIK SEHARI-HARI YANG SERING DITEMUKAN PADA LANSIA 1. wajar saja bila kondisi dan fungsi tubuh pun makin menurun. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam suatu pelatihan di kalangan kelompok peduli lansia. 6. Suka lupa. 4. instability (instabilitas dan jatuh). intellectual impairment (gangguan intelektual). penglihatan dan pendengaran. yang mengakibatkan seseorang mendadak terbaring/terduduk di lantai atau tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka (Ruben. keseimbangan badan. Mudah jatuh 1. incontinence (inkontinensia). hingga immune deficiency (menurunnya kekebalan tubuh). gangguan fungsi ginjal dan hati. menjadi tua ditandai oleh kemunduran biologis yang terlihat sebagai gejala-gejala kemuduran fisik. 3. 3.SERING TERJADI PADA LANSIA Dengan bertambahnya usia. diabetes mellitus.

batu ginjal. obesitas 6. katarak. Mulai dari immobility (imobilisasi). osteoporosis. Penyakit Pencernaan yaitu gastritis. dsb Keluhan perasaan dingin dan kesemutan anggota badan karena ggn sirkulasi darah lokal. gagal jantung. diare. kholesterolemia. Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo. Misalnya: hipertensi. angina. saluran kemih. fraktur/dislokasi. Misalnya. Seperti Infeksi Saluran Kemih (ISK). incontinence (inkontinensia). impairment of vision and hearing (gangguan penglihatan dan . glaukoma. osteomalasia. dehidrasi. Penyakit Pernafasan. Penyakit Keganasan. Penyakit persendian dan tulang. kelainan rektum Gangguan ketajaman penglihatan karena presbiopi. ulcus pepticum 4. ketulian menyebabkan kekacauan mental Gangguan tidur karena lingkungan kurang tenang. anemia Palpitasi karena gangguan irama jantung. Diabetes mellitus. infeksi mata Gangguan pendengaran karena otosklerosis. kurang vitamin B1. PJK 3. cardiac attack. Misalnya asma. TB paru 7. alergi KARAKTERISTIK PENYAKIT LANSIA DI INDONESIA 1. Penyakit Kardiovaskuler. ggn syaraf umum dan lokal Mudah gatal-gatal karena kulit kering. osteoartritis. Penyakit Metabolik/endokrin. faktor psikologis Sukar menahan BAB karena obat-obatan. menyampaikan beberapa masalah yang kerap muncul pada usia lanjut . Benigna Prostat Hiperplasia 5. kelainan syaraf. intellectual impairment (gangguan intelektual). kelumpuhan. psikologis Pembengkakan kaki bagian bawah karena edema gravitasi. sinusitis. overweight. osteoartritis 2. glaukoma. parkinson. dsb Sesak nafas pada waktu melakukan aktifitas fisik karena kelemahan jantung. gangguan sistem respiratorius. DM. infection (infeksi). penyakit kronis. eksema kulit. penyakit metabolisme. saraf terjepit Berat badan menurun karena nafsu makan menurun. stroke. gagal ginjal. aneurisme aorta. 2.penglihatan kurang karena cahaya yang kurang terang dan sebagainya. osteoporosis. radang kandung kemih. sakit gigi. osteoporosis. alkohol. dsb Nyeri dada karena PJK. irritabilitas) Keluhan pusingpusing karena migren. gangguan saluran cerna. refleksi lensa berkurang. carsinoma/ kanker 8. Penyakit Urogenital. Antara lain. dsb Nyeri pinggang atau punggung karena osteomalasia. disebabkan oleh : o Faktor psikologis: perasaan bosan. misalnya rheumatik. misalnya. yang disebutnya sebagai a series of I’s. senilis/pikun/dimensia. penyakit hati. demam tinggi. kurang vitamin. dsb. depresi o Gangguan organis: anemia. emboli paru. dsb PENYAKIT YANG SERING TERJADI PADA LANSIA Nina Kemala Sari dari Divisi Geriatri. keletihan. Penyakit lainnya. Nyeri sendi pinggul karena artritis. perikarditis. alzeimer. Gagal Ginjal Akut/Kronis. dll o Pengaruh obat: sedasi. hipnotik Kekacauan mental karena keracunan. trigliserida tinggi. organik dan psikogenik (depresi. penyakit ginjal. Mudah lelah. anemia. kelainan usus besar. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam suatu pelatihan di kalangan kelompok peduli lansia. hepatitis kronis. faktor sosio-ekonomi Sukar menahan BAK karena obat-obatan. instability (instabilitas dan jatuh).

kurang olah raga dan usia lanjut mempertinggi risiko DM. kerusakan pembuluh darah (arteriosclerosis). hingga immune deficiency (menurunnya kekebalan tubuh). insomnia (ganguan tidur). yang terjadi karena menurunnya elastisitas arteri pada proses menua. Osteo Artritis (OA) OA adalah peradangan sendi yang terjadi akibat peristiwa mekanik dan biologik yang mengakibatkan penipisan rawan sendi. Adanya riwayat keluarga. penggunaan sendi berulang dan obesitas. dan luka yang lambat sembuh. Inanition (malnutrisi). Nina juga menyebut tujuh penyakit kronik degeratif yang kerap dialami para lanjut usia. yaitu: 1. berat badan terus berkurang. Kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes melitus. sekitar 20% dari lansia berusia 75 tahun menderita DM. Bila tidak ditangani. tidak stabilnya sendi. 3. Obesitas. mudah lelah. pola makan yang buruk. Beberapa gejalanya adalah sering haus dan lapar. OA merupakan penyebab utama ketidakmandirian pada usia lanjut. tipe I merujuk pada percepatan kehilangan tulang selama dua dekade pertama setelah menopause. yang dipertinggi risikonya karena trauma. 2. dimana kadar gula darah sewaktu diatas atau sama dengan 200 mg/dl dan kadar glukosa darah saat puasa di atas 126 mg/dl. dan perkapuran. hipertensi dapat memicu terjadinya stroke. Sebagai ilustrasi. Selain gangguan-gangguan tersebut. serangan/gagal jantung. diabetes. Demensia juga kerap terjadi pada wanita dan individu dengan pendidikan rendah. Hipertensi Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistolik sama atau lebih tinggi dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih tinggi dari 90mmHg. . penyakit vaskular/pembuluh darah (hipertensi.pendengaran). 5. dan gagal ginjal 4. isolation (depresi). Dimensia Merupakan kumpulan gejala yang berkaitan dengan kehilangan fungsi intelektual dan daya ingat secara perlahan-lahan. Alzheimer merupakan jenis demensia yang paling sering terjadi pada usia lanjut. sehingga mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari. mati rasa. banyak berkemih. trauma kepala merupakan faktor risiko terjadinya demensia. usia lanjut. sedangkan tipe II adalah hilangnya masa tulang pada usia lanjut karena terganggunya produksi vitamin D. gatal-gatal. kolesterol tinggi). Terdapat dua jenis osteoporosis. Diabetes Mellitus Sekitar 50% dari lansia memiliki gangguan intoleransi glukosa dimana gula darah masih tetap normal meskipun dalam kondisi puasa. Osteoporosis Osteoporosis merupakan salah satu bentuk gangguan tulang dimana masa atau kepadatan tulang berkurang.

transplantasi kulit setempat (bila memungkinkan) PENDEKATAN PERAWATAN LANSIA 1. defisit jaringan kolagen o Faktor intrinsic: status gizi. 7. 4. 3. dehidrasi o Faktor extrinsic: kurang bersih tempat tidur. Darah. pengobatan topikal. sharing perception Pendekatan spiritual dengan peace TUJUAN ASKEP . perubahan posisi o Derajat II: mencapai dermis – subkutan Perawatan: perawatan luka aseptik & antiseptik. mulai dari yang ringan sampai berubah sama sekali dari keadaan awal (kanker). Sel yang berubah ini mengalami mutasi karena suatu sebab sehingga ia tidak bisa lagi menjalankan fungsi normalnya. Gejala umum yang terjadi adalah nyeri dada. defisit personal hygiene Pengelompokan decubitus o Derajat I: terbatas pada epidermis Perawatan: bersihkan dgn air hangat dan sabun. anemia. Kanker Kanker merupakan sebuah keadaan dimana struktur dan fungsi sebuah sel mengalami perubahan bahkan sampai merusak sel-sel lainnya yang masih sehat. 2. Mulai usia 40 tahun resiko untuk timbul kanker meningkat. gosok dgn es dan dihembus udara hangat bergantian. Dua pertiga kasus kanker terjadi di atas usia 65 tahun. hipoalbuminemia. hingga kebingungan. pertahankan sirkulasi & oksigenasi o Derajat IV: meluas sampai ke tulang Perawatan: debridement.6. berbau Perawatan: debridement. pingsan. alat tenun yang kusut dan kotor. defisit jaringan lemak. sesak napas. Pendekatan fisik terdiri dari aktif – pasif Pendekatan piskis menggunakan komunikasi edukatif Pendekatan sosial dengan cara diskusi. masase 2-3 x/h. Faktor resiko yang paling utama adalah usia. lotion. penyakit pemb. Biasanya perubahan sel ini mengalami beberapa tahapan. penyakit neurologik. ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA    Pengelompokan askep dasar pada lansia o support personal hygieneAktif o total carePasif Lansia potensial mengalami decubitus o Penyebab: immobilisasi. Penyakit jantung koroner Penyempitan pembuluh darah jantung sehingga aliran darah menuju jantung terganggu. dibalut o Derajat III: meliputi jaringan lemak subkutan dan cekung. perawatan luka aseptik & antiseptik. Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua setelah penyakit jantung.

penolakan terhadap proses penuaan. psikologis. Coping tidak adekuat Spiritual: reaksi berkabung/berduka. perasaan tidak tenang RENCANA KEPERAWATAN  Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi 1. Prevention disease 3. kekurangan/kelebihan vitamin 3. 1700 kal pada wanita . Kemandirian yaitu health promotion. 2. maintenance Mempertahankan kesehatan Mempertahankan semangat hidup (life support) Menolong dan merawat klien lansia yang mengalami sakit Merangsang petugas kesehatan mengenal & menegakkan diagnosa yang tepat FOKUS ASKEP 1. Harga diri rendah. mengatasi gangguan kesehatan yang umum PENGKAJIAN   Tujuan o Menentukan kemampuan klien memelihara diri sendiri o Melengkapi dasar-dasar rencana perawatan individu o Membantu menghindarkan bentuk dan penandaan klien o Memberi waktu kepada klien untuk menjawab Meliputi: fisik. spiritual DIAGNOSA KEPERAWATAN    Fisik o Gangguan nutrisi : defisit/over o Gangguan persepsi sensorik : pendengaran. penglihatan o Defisit knowledge o Resti cedera fisik o Gangguan pola tidur o Perubahan pola eliminasi o Gangguan mobilitas fisik Psikologis: Isolasi sosial. Menarik diri. ekonomi. Masalah gizi: berlebihan. Mengoptimalkan fungsi mental 4. preventive. Depresi.1. marah terhadap Tuhan. 4. 3. berkurang. 5. Kebutuhan nutrisi o Kalori ? 2100 kal pada laki-laki. Penyebab o Penurunan alat penghiduan dan pengecapan o Organ pengunyah kurang sempurna o Rasa penuh pada perut dan susah BAB o Melemah otot-otot lambung dan usus 2. Health promotion 2.

Rencana tindakan 1. Klien :  Anjurkan klien menggunakan alat bantu (sesuai indikasi)  Latih untuk pindah dari tempat tidur ke kursi atau sebaliknya  Biasakan gunakan pengaman tempat tidur. Rencana tindakan 1. Batasi pemberian makanan yang tinggi kalori 5. Lingkungan :  Tempatkan di tempat khusus yang mudah diobservasi  Letakkan bel di bawah bantal & ajarkan cara menggunakannya  Tempat tidur tidak terlalu tinggi  Letakkan meja dekat tempat tidur. Berikan makanan porsi kecil tapi sering 2. Banyak minum dan kurangi makanan yang terlalu asin 3. Berikan makanan yang mengandung serat 4. Batasi minum kopi dan teh  o o o o o Peningkatan keamanan dan keselamatan 1. atur peralatan mudah pakai  Lantai bersih. tidak licin dan basah serta pasang pegangan kamar Mandi  Kunci semua peralatan yang menggunakan roda  Hindarkan lampu redup dan menyilaukan  Gunakan sandal atau sepatu yang beralaskan karet  Memelihara kebersihan diri 1. Tindakan mencegah kecelakaan 1. Mengingatkan/membantu melakukan personal hygiene . 15-20% dari total kalori yang dibutuhkan Protein 20-25% dari total protein yang dibutuhkan Vitamin dan mineral sama dengan usia muda Air 6-8 gelas/h 4. 60% dari jumlah kalori yang dibutuhkan Lemak tidak dianjurkan.Karbohidrat. rata. Penyebab o Fleksibilitas kaki yang berkurang o Fungsi penginderaan dan pendengaran yang menurun o Pencahayaan yang berkurang o Lantai licin dan tidak rata o Tangga tidak ada pengaman o Kursi/ tempat tidur yang mudah bergerak 2. jika tidur  Bantu klien bila ke kamar mandi  Usahakan ada yang menemani ketika berpergian 2. Penyebab    Penurunan daya ingat Kurangnya motivasi Kelemahan dan ketidak mampuan fisik 2.

Latihan fisik ringan memperlancar sirkulasi dan melenturkan otot 4. Berkomunikasi dengan mempertahankan kontak mata 2. 6. Menghargai pendapat klien TINDAKAN KEPERAWATAN 1.Beberapa masalah penyakit pada Usia Lanjut. 3.EGC: Jakarta . ventilasi dan sirkulasi Kelemahan dan ketidakmampuan fisikFaktor lingkungan 2. 7. 1997.et al. Mengatur lingkungan yang adekuat 3. lekas marah. Rencana tindakan : 1. Menganjurkan gunakan sabun lunak mengandung minyak/skin lotion  Memelihara keseimbangan istirahat/tidur 1. Minum hangat sebelum tidur  Meningkatkan hubungan interpersonal melalui komunikasi 1.2000. rekreasiMeningkatkan ransangan panca indera kalender. depresi. jamMempertahankan dan latih daya orientasi nyata Berikan perawatan sirkulasi Berikan perawatan pernafasan Berikan perawatan pada alat pencernaan Berikan perawatan genitourinaria Berikan perawatan kulit Daftar Pustaka Darmojo. Menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan klien 4. Pengkajian Gerontologi edisi 2.2. Penyebab    gatal-gatalPersonal hygiene kurang insomsiaGgn psikologis kebisingan. mudah tersinggung dan curiga 2. Memberi kesempatan untuk mengekspresikan diri 5. Jakarta: Balai Penerbit FKUI Lueckenotte. Melibatkan klien dalam kegiatan sesuai kemampuan 6. 4. Menyediakan tempat/ waktu tidur yang nyaman 2. Mengingatkan terhadap kegiatan yang akan dilakukan 3. Boedhi. Penyebab o daya ingat menurun. 5. Rencana tindakan 1. 2.   Menumbuhkan dan membina rasa saling percaya Penerangan cukup membaca.

jenis kelamin perempuan. Namun kenyataan bahwa suatu anggapan atau persepsi yang salah bahwa setiap orang tua mengalami gangguan atau penurunan daya ingat adalah suatu proses yang normal saja.www.google. inkoherensi. kapasitas untuk hidup mandiri tetap dengan higiene personal cukup dan penilaian umum yang baik. yaitu: 1. Depresi Gangguan depresi merupakan hal yang terpenting dalam problem lansia. 4. 2. Biasanya ini sering terjadi pada orang yang berusia > 65 tahun. Diakses tanggal 12 September 2009 pukul 12. Anggapan ini harus dihilangkan dari pandangan masyarakat kita yang salah. 6.com. Terdapat 7 jenis demensia yang sering terjadi pada lansia. Sedang:hidup mandiri berbahaya diperlukan berbagai tingkat suportivitas.com/2009/10/03/penyakit-yang-sering-terjadi-pada-lansia/ Beberapa Masalah dan Gangguan yang Sering Terjadi Pada Lansia A. Demensia Demensia adalah suatu gangguan intelektual/daya ingat yang umumnya progresif dan ireversibel. Demensia merupakan suatu penyakit degeneratif primer pada susunan sistem saraf pusat dan merupakan penyakit vaskuler. . 3. Usia bukan merupakan faktor untuk menjadi depresi tetapi suatu keadaan penyakit medis kronis dan masalah-masalah yang dihadapi lansia yang membuat mereka depresi.16 WIB http://stikeskabmalang. Gejala depresi pada lansia dengan orang dewasa muda berbeda dimana pada lansia terdapat keluhan somatik. riwayat keluarga. 5. Demensia Tipe Alzheimer Demensia Vaskuler Demensia Pick Demensia Penyakit Creutzfeldt – Jacob Demensia karena Penyakit Huntington Demensia karena Hidrosefalus Tekanan Normal Demensia karena Penyakit Parkinson B. Faktor resiko yang sering menyebabkan lanjut usia terkena demensia adalah: usia. 7. Di Indonesia sering menganggap bahwa demensia ini merupakan gejala yang normal pada setiap orang tua. Keyword: Penyakit yang Sering Muncul pada Lansia. Berat:aktivitas kehidupan sehari-hari terganggu sehingga tidak berkesinambungan. Kriteria derajat demensia: Ringan:walaupun terdapat gangguan berat daya kerja dan aktivitas sosial.wordpress.

kesepian. Sekurang-kurangnya satu gejala berikut: 1. Depresi sedang: 2 gejala utama + 3 gejala lain+ aktivitas agak terganggu. perseption . Depresi berat: 3 gejala utama + 4 gejala lain+ aktivitas sangat terganggu. sosial dan biologik. Wanita lebih sering menderita skizofrenia lambat dibanding pria. Psikologis: kurang percaya diri. C. gangguan pendengaran/penglihatan. passivity. broadcasting. Perbedaan onset lambat dengan awal adalah adanya skizofrenia paranoid pada tipe onset lambat. konflik yang tidak terselesai. depresi pada lansia dapat dibedakan beberapa bentuk berdasarkan berat ringannya: Depresi ringan: 2 gejala utama + 2 gejala lain+ aktivitas tidak terganggu. isolasi sosial. Thought echo. Biologik: sel saraf yang rusak. DM. Skizofrenia Skizofrenia biasanya dimulai pada masa remaja akhir/dewasa muda dan menetap seumur hidup. penyakit kronis seperti hipertensi. kesedihan. akrab. gaul. Penyebab terjadinya depresi merupakan gabungan antara faktor-faktor psikologik. stroke. faktor genetik. kemiskinan. Sosial: kurang interaksi sosial. influence.Gejala depresi pada lansia. insertion. 2. keterbatasan gerak. Delution of control. yaitu: Gejala utama:    Afek depresi Kehilangan minat Berkurangnya energi (mudah lelah) Gejala lain:        Konsentrasi dan perhatian berkurang Kurang percaya diri Sering merasa bersalah Pesimis Ide bunuh diri Gangguan pada tidur Gangguan nafsu makan Berdasarkan gejala di atas.

dengan pemberian dosis yang lebih kecil. gangguan kecemasan umum. Pada gangguan delusi terdapat waham yang tersering yaitu: waham kejar dan waham somatik. tetapi dapat terjadi. 2. tetapi dapat terjadi kapan saja. gangguan stres akut.3. tetapi efeknya sama. Onset awal gangguan panik pada lansia adalah jarang. Terapi yang dapat diberikan yaitu: psikoterapi yang dikombinasi dengan farmakoterapi. Gangguan Kecemasan Gangguan kecemasan adalah berupa gangguan panik. Gangguan Delusi Onset usia pada gangguan delusi adalah 40 – 55 tahun. menimbulkan debilitasi pada pasien lanjut usia. Kecemasan yang tersering pada lansia adalah tentang kematiannya. 4. bukan dengan ketenangan hati dan rasa integritas (“Erik Erikson”). E. jika tidak lebih. Teori eksistensial menjelaskan kecemasan tidak terdapat stimulus yang dapat diidentifikasi secara spesifik bagi perasaan yang cemas secara kronis. . Pencetus terjadinya gangguan delusi adalah:       Kematian pasangan Isolasi sosial Finansial yang tidak baik Penyakit medis Kecacatan Gangguan pengelihatan/pendengaran Pada gangguan delusi terdapat jenis lain yang onset lambat yang dikenal sebagai parafrenia yang timbul selama beberapa tahun dan tidak disertai demensia. gangguan stres pasca traumatik. Halusinasi panca indera yang menetap Arus pikir yang terputus Perilaku katatonik Gejala negatif Adanya gejala-gejala khas tersebut di atas berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih. Kerapuhan sistem saraf anotomik yang berperan dalam perkembangan kecemasan setelah suatu stressor yang berat. Orang mungkin menghadapi pikiran kematian dengan rasa putus asa dan kecemasan. Halusinasi auditorik 4. Waham yang menetap Paling sedikit 2 gejala berikut: 1. Tanda dan gejala fobia pada lansia kurang serius daripada dewasa muda. D. 3. chlorpromazine. fobia. Terapi dapat diberikan obat anti psikotik seperti haloperidol. gangguan obsesif konfulsif.

lansia memiliki gangguan pernafasan yang berhubungan dengan tidur dan gangguan pergerakan akibat medikasi yang lebih tinggi dibanding dewasa muda. G. Keluhan utama pada lansia sebenarnya adalah lebih banyak terbangun pada dini hari dibandingkan dengan gangguan dalam tidur. nyeri perut. Zat yang dijual bebas seperti kafein dan nikotin sering disalah gunakan. Presentasi klinis pada lansia termasuk terjatuh. Fenomena yang sering dikeluhkan lansia daripada usia dewasa muda adalah:     Gangguan tidur. Di sini harus diperhatikan adanya gangguan gastrointestiral kronis pada lansia pengguna alkohol maupun tidak obat-obat sehingga tidak terjadi suatu penyakit medik. Ngantuk siang hari.Terapi pada gangguan ini adalah dengan pendekatan psikologis dan farmakologis. faktor sosial dan lingkungan. sesak napas. Mereka biasanya memiliki penyakit hati.Gangguan stres lebih sering pada lansia terutama jenis stres pasca traumatik karena pada lansia akan mudah terbentuk suatu cacat fisik. penyebab gangguan tidur primer pada lansia adalah insomnia. Pemakaian obat hipnotik. nokturia. Tidur sejenak di siang hari. Sejumlah besar lansia dengan riwayat penggunaan alkohol terdapat penyakit demensia yang kronis seperti ensefalopati wernicke dan sindroma korsakoff. H. malnutrisi dan efek pemaparan. Untuk mententramkan pasien perlu dilakukan pemeriksaan fisik ulang sehingga ia yakin bahwa mereka tidak memliki penyakit yang mematikan. Terapi dapat disesuaikan secara individu tergantung beratnya dan dapat diberikan obat anti anxietas seperti: hydroxyzine. Disamping perubahan sistem regulasi dan fisiologis. Gangguan Tidur Usia lanjut adalah faktor tunggal yang paling sering berhubungan dengan peningkatan prevalensi gangguan tidur. Perburukan yang terjadi adalah perubahan waktu dan konsolidasi yang menyebabkan gangguan pada kualitas tidur pada lansia. Gangguan biasanya kronis dan prognosis adalah berhati-hati. kondisi medis umum. Hal yang menyebabkan gangguan tidur juga termasuk adanya gejala nyeri. higienis pribadi yang buruk. Gangguan penggunaan Alkohol dan Zat lain Riwayat minum/ketergantungan alkohol biasanya memberikan riwayat minum berlebihan yang dimulai pada masa remaja/dewasa. konfusi. . Buspirone. Gangguan Somatiform Gangguan somatiform ditandai oleh gejala yang sering ditemukan apada pasien > 60 tahun. Ganguan tersering pada lansia pria adalah gangguan rapid eye movement (REM). Selain itu gangguan mental lain. F. Secara klinis.

pergelangan tangan. dan American Academy of Orthopedi Surgeons pada pencegahan jatuh meliputi beberapa rekomendasi untuk orang tua (AGS et al. . British Geriatrics Society. lantai tidak datar. lengan bagian atas.Terapi dapat diberikan obat hipnotik sedatif dengan dosis yang sesuai dengan kondisi masingmasing lansia dengan tidak lupa untuk memantau adanya gejala fungsi kognitif.lantai licin atau basah. perilaku. http://sabda.2001) Faktor – faktor lingkungan yang sering dihubungan dengan kecelakaan pada lansia Faktor penyebab jatuh pada lansia dapat dibagi dalam 2 golongan besar. yaitu: ü Faktor Intrinsik Faktor instrinsik dapat disebabkan oleh proses penuaan dan berbagai penyakit sepertiStroke dan TIA yang mengakibatkan kelemahan tubuh sesisi . syncope lah yang sering menyebabkan jatuh pada lansia. Jatuh adalah penyebab terbesar untuk patah tulang pinggul dan berkaitan dengan meningkatnya risiko yang berarti terhadap berbagai patah tulang meliputi punggung. Gangguan sistem kardiovaskuler akan menyebabkan syncope.Jatuh dapat juga disebabkan oleh dehidrasi. Dehidrasi bisa disebabkan oleh diare. demam. RESIKO INJURI Tidak mengejutkan bahwa jatuh merupakan kejadian yang mempercepat patah tulang pada orang dengan kepadatan mineral tulang {Bone Mineral Density(BMD)} rendah. psikomotor. licin atau menurun. Parkinson yang mengakibatkan kekakuan alat gerak. asupan cairan yang kurang atau penggunaan diuretik yang berlebihan.tempat tidur tidak stabil atau kamar mandi yang rendah dan tempat berpegangan yang tidak kuat atau tidak mudah dipegang. insomnia rebound dan gaya jalan. Mengurangi Risiko JatuhBanyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko jatuh dan meminimalisir dampak dari jatuh yang terjadi. karpet yang tidak dilem dengan baik.org/artikel/beberapa_masalah_dan_gangguan_yang_sering_terjadi_pada_lansia MASALAH YANG SERING TERJADI PADA LANSIA RESIKO INJURI. keset yang tebal/menekuk pinggirnya. maupun Depresi yang menyebabkan lansia tidak terlalu perhatian saat berjalan . Gangguan penglihatan pun seperti misalnya katarak meningkatkan risiko jatuh pada lansia. alat bantu jalan yang tidak tepat ukuran.DEMENSIA A. berat. ü Ekstrinsik Alat-alat atau perlengkapan rumah tangga yang sudah tua atau tergeletak di bawah. dan benda-benda alas lantai yang licin atau mudah tergeser. pinggul. gangguan daya ingat. sehingga strategi pencegahan harus meliputi berbagai komponen agar sukses. Jatuh dapat dicegah sehingga akan mengurangi risiko patah tulang. Pedoman yang dikeluarkan oleh American Geriatrics Society. maupun cara penggunaannya. penerangan yang tidak baik (kurang atau menyilaukan). Aktivitas fisik meliputi pola gerakan yang beragam seperti latihan kekuatan atau kelas aerobik dapat meningkatkan massa tulang sehingga tulang lebih padat dan dapat menurunkan risiko jatuh.Jatuh dapat disebabkan oleh banyak faktor.

bila perlu pasang lampu tambahan untuk daerah tangga. Menghentikan obat yang tidak terlalu diperlukan 3. penyakit yang sedang diderita. memperbaiki keseimbangan. Perhatikan kualitas penerangan di rumah. Atur letak furnitur supaya jalan untuk melintas mudah. Pasang pegangan tangan ditempat yang di perlukan seperti misalnya di kamar mandi. Hindari pemberian obat multiple (lebih dari empat macam) kecuali atas indikasi klinis kuat 5. Kurangi pemberian obat-obatan yang sifatnya untuk waktu lama terutama sedatif dan tranquilisers 4. 3.5. ataupun faktor lingkungan. 4.6) 2. muskuloskeletal. Singkirkan barang-barang yang bisa membuat terpeleset dari jalan yang biasa untuk melintas. salah satunya adalah berjalan kaki. 8. pengobatan yang sedang dijalani. memperbaiki kebiasaan pasien lansia misalnya : . latihan fisik juga bisa mengurangi kebutuhan obat-obatan sedatif. Perhatikan terhadap efek samping dan interaksi obat 2. Managemen obat-obatan Gunakan dosis terkecil yang efektif dan spesifik di antara: 1. koordinasi. Modifikasi lingkungan Atur suhu ruangan supaya tidak terlalu panas atau dingin untuk menghindari pusing akibat suhu di antara: 1. Taruhlah barang-barang yang memang seringkali diperlukan berada dalam jangkauan tanpa harus berjalan dulu 2.4. dan meningkatkan reaksi terhadap bahaya lingkungan. Latihan fisik Latihan fisik diharapkan mengurangi resiko jatuh dengan meningkatkan kekuatan tungkai dan tangan. Jangan sampai ada kabel listrik pada lantai yang biasa untuk melintas. Pasang pegangan tangan pada tangga.dibawah ini akan di uraikan beberapa metode pencegahan jatuh pada orang tua : 1. gangguan keseimbangan dan gaya berjalan. Gunakan alat bantu berjalan jika memang di perlukan selama pengobatan 3. 6. menghindari tersandung. 7. tidak terlalu berat dan semampunya. gangguan visual. PENCEGAHAN Pencegahan dilakukan berdasar atas faktor resiko apa yang dapat menyebabkan jatuh seperti faktor neuromuskular. Latihan fisik yang dianjurkan yang melatih kekuatan tungkai.B.(1. 9. 4. 5. Gunakan karpet antislip di kamar mandi. Gunakan lantai yang tidak licin.

pakai sepatu berhak lebar 2. Periksa fungsi penglihatan dan pendengaran. 5. Anti-resorbsi seperti biophosphonates dan modulator reseptor estrogen 6. 3. Hindari konsumsi alkohol 4. . Pakai sepatu yang antislip 6. 2. crutch (tongkat ketiak) dan walker. Suplemen nutrisi terutama kalsium dan vitamin D terbukti meningkatkan densitas tulang dan mengurangi resiko fraktur akibat terjatuh pada orang tua 2.. Memelihara kekuatan tulang 1. Jangan berjalan hanya dengan kaus kaki karena sulit untuk menjaga keseimbangan 3. Berhenti merokok 3. 1. Hip protektor : terbukti mengurangi resiko fraktur pelvis. Hindari sepatu berhak tinggi. Latihan fisik 5.1. Penggunaannya alat bantu jalan memang membantu meingkatkan keseimbangan. Hindari olahraga berlebihan. Apabila pada lansia yang kasus gangguan berjalannya tidak dapat ditangani dengan obatobatan maupun pembedahan. namun di sisi lain menyebabkan langkah yang terputus dan kecenderungan tubuh untuk membungkuk. Jika kedua ekstremitas atas diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan dan menunjang berat badan. penanganannya adalah dengan alat bantu jalan seperti cane (tongkat). Alas kaki Perhatikan pada saat orang tua memakai alas kaki: 1. (Jika hanya 1 ekstremitas atas yang digunakan. 8. Jika ke-2 ekstremitas atas diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan dan tidak perlu menunjang berat badan. ditentukan oleh kebutuhan dan frekuensi menunjang berat badan. karena itu penggunaan alat bantu ini haruslah direkomendasikan secara individual. Oleh karena itu. Alat bantu jalan Terapi untuk pasien dengan gangguan berjalan dan keseimbangan difokuskan untuk mengatasi atau mengeliminasi penyebabnya atau faktor yang mendasarinya. 9. Berdiri dari posisi duduk atau jangkok jangan terlalu cepat. 2. maka pemilihan alat ditentukan oleh frekuensi yang diperlukan dalam menunjang berat badan. 5. terlebih jika alat bantu tidak menggunakan roda. Mengambil barang dengan cara yang benar dari lantai. Pemilihan cane type apa yang digunakan. pasien dianjurkan pakai cane. 4. Suplementasi hormon estrogen / terapi hormon pengganti. alat yang paling cocok adalah four-wheeled walker. Jangan mengangkat barang yang berat sekaligus. 7.

kecemasan. Di dalam otak ditemukan jaringan abnormal (disebut plak senilis dan serabut saraf yang tidak beraturan) dan protein abnormal. Gejala awal biasanya adalah lupa akan peristiwa yang baru saja terjadi tetapi bisa juga bermula sebagai depresi. yang bisa terlihat pada otopsi. DEMENSIA Demensia bukanlah suatu penyakit yang spesifik. Penderita memiliki kesulitan dalam menemukan dan menggunakan kata yang tepat dan dalam pemikiran abstrak (misalnya dalam pemakaian angka). Demensia merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan kumpulan gejala yang bisa disebabkan oleh berbagai kelainan yang mempengaruhi otak. Sering terjadi perubahan kepribadian dan gangguan perilaku. seperti ingatan dan keterampilan berbahasa. Penderita demensia juga kehilangan kemampuan untuk memecahkan masalah. Beberapa penderita bisa menyembunyikan kekurangan mereka dengan baik. Penderita yang tidak berhasil merubah hidupnya bisa mengalami frustasi karena ketidakmampuannya melakukan tugas sehari-hari. Ketidakmampuan mengartikan tanda-tanda bisa menimbulkan kesulitan dalam mengemudikan kendaraan. kemampuan untuk mengingat waktu dan kemampuan untuk mengenali orang. beberapa bagian otak mengalami kemunduran. sehingga terjadi kerusakan sel dan berkurangnya respon terhadap bahan kimia yang menyalurkan sinyal di dalam otak. Terjadi perubahan ringan dalam pola berbicara sehingga penderita menggunakan kata-kata yang lebih sederhana. Pada penyakit Alzheimer. Perjalanan penyakit demensia biasanya dimulai secara perlahan dan makin lama makin parah. tempat dan benda. tetapi diduga melibatkan faktor genetik. Terjadi penurunan dalam ingatan. menurun secara signifikan tanpa disertai penurunan kesadaran. Mereka menghindari aktivitas yang rumit (misalnya membaca atau bekerja). Penderita lupa untuk melakukan tugasnya yang penting atau salah dalam melakukan tugasnya. menggunakan kata-kata yang tidak tepat atau tidak mampu menemukan katakata yang tepat. Pada akhirnya penderita tidak dapat menjalankan fungsi sosialnya. karena penyakit ini tampaknya ditemukan dalam beberapa keluarga dan disebabkan atau dipengaruhi oleh beberapa kelainan gen tertentu. penurunan emosi atau perubahan kepribadian lainnya. Yang paling sering menyebabkan demensia adalah penyakit Alzheimer.B. . Demensia Lewy Body sangat menyerupai penyakit Alzheimer. dan bahkan bisa mengalami perubahan kepribadian dan masalah tingkah laku seperti mudah marah dan berhalusinasi. Demensia cukup sering dijumpai pada lansia. Seseorang didiagnosa demensia bila dua atau lebih fungsi otak. sehingga keadaan ini pada mulanya tidak disadari. ketakutan. mengontrol emosi. Seorang penderita demensia memiliki fungsi intelektual yang terganggu dan menyebabkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari maupun hubungan dengan orang sekitarnya. Penyebab penyakit Alzheimer tidak diketahui. tetapi memiliki perbedaan dalam perubahan mikroskopik yang terjadi di dalam otak. menimpa sekitar 16% kelompok usia di atas 65 tahun dan 32-50% kelompok usia di atas 85 tahun. Pada sekitar 10-20% kasus demensia bersifat reversibel atau dapat diobati.

Vascular disorder ü Multi infarct demensia ü Lacunar demensia ü Subcortical arteriosclerotic encelophaty ü Vasculitis ü Aneurisma intracranial ü Amyloid angiophaty . Biasanya ini sering terjadi pada orang usia diatas 65 tahun. Demensia harus bisa kita bedakan dengan gangguan mental. Di Indonesia sering menganggap bahwa demensia ini merupakan gejala normal pada setiap orang tua. Anggapan ini harus dihilangkan dari pandangan masyarakat kita yang salah. riwayat keluarga. Demensia 1.DEFENISI Demensia adalah suatu gangguan intelektual/daya ingat yang umumnya progresif dan irreversible. Faktor resiko yang sering menyebabkan lanjut usia terkena demensia adalah : usia. KLASIFIKASI DAN ETIOLOGI I. jenis kelamin perempuan. Idiopatik / degenerasi ü Alzheimer’s disease ü Huntington’s disease ü Progressif supranuclear palsy ü Spinocereberal degeneration 2. gangguan daya ingat atau intelektual yang akan terjadi dengan berjalannya waktu dimana fungsi mental yang sebelumnya telah dicapai secara bertahap akan hilang atau menurun sesuai dengan derajat yang diderita. Namun kenyataannya itu merupakan suatu anggapan yang salah.

Aging 4. Mn. dan halusinogen lainnya. Barbiturat. Pseudodementia 1. CNS infection : ü Neurosyphillis. Intoxication : Hg. Amphetamin. Neoplastik disease : brain tumor primer / sekunder 5. Normal pressure hydrocephalus 4. Depression 2. Head trauma ü Acute & delayed effect of head injury ü Punch drunk syndrome ü Subdural hematom 8. Metabolic disorder : ü HypothyroidismV ü Vit B 12 deficienty ü Wilson’s disease 7.ü AVM ( arterivenous malformation ) ü SAH ( subarachnoid hemorrhage ) 3. Anxietas . Schizophrenia 3. ü Brain abcess ü AIDS dementi complex 6. II.

pengurangan neurotransmitter klasik : ü asetil kolin ü nor adrenalin dan metabolitnya ü dopamine ü 5 HT . Pada penelitian terbukti bahwa. Secara ringkas bahwa proses demensia adalah terjadinya perubahan neuro kimiawi yang tersebut dibawah ini : 1. Transient global amnesia 5. dan gangguan supply energi untuk metabolisme CNS dapat menyebabkan penurunan glycolitik yang kemudian berturut – turut mengakibatkan penurunan sintesa Acetyl CO enzim A yang penting untuk sintesa Acetil Choline. dan dorsal raphe nuclei. Psycogenic amnesia 6. Head trauma 2. Brain tumor PATOFISIOLOGI Begitu banyak factor penyebab terjadinya dementia pada berbagai penyakit yang telah disebut di atas. penurunan kadar Cholin Asetiltransferase mempunyai korelasi langsung dengan hasil test mental score / aktifitas intelektual yang menurun dan juga peninggian jumlah plague senille. Amnestic syndrome 1. Bilateral posterior cerebral arteri infarct 4. penurunan aktifitas Cholin Asetiltransferase di kortek hipokampus. Apapun sebabnya. semuanya menyebabkan perubahan psyco – neurokimiawi di otak. neural reserve capacity untuk CNS performance yang exhausted. Aktifitas kholinergik bersumber terutama pada basal fortebrain nucleus of mainert. locus ceruleus. maka akibatnya terjadi penurunan kadar aktifitas kholinergik sehingga menyebabkan demensia.III. Factor – factor gangguan regulasi DNA. Hypoxia 3.

Gejala umum Gangguan memori. gangguan sexual tidaklah selalu paralel dengan timbulnya demensia senilis. dll. pengurangan enzim –enzim : AchE. GEJALA KLINIS I. regresi dan kadang bisa euphoria. Gangguan afektif : apatis. Gly. pengurangan amino acid neurotransmitter : Glu. dll. . alopesia. Usia 65 tahun keatas sel – sel otak berangsur ada yang mati dan jumlahnya berkurang. Khusus pada Alzheimer disease disamping yang tersebut di atas.. menjadi pemimpin Negara. salah memegang cangkir. Ada banyak orang sampai usia 80 tahun tetapi masih aktif mengarang buku. DOPA decarboksilase.2. Pendapat dan pertimbangannya selalu salah. glabela tap refleks. tidak tahu waktu. tonik grasp. dan ventrikiel melebar.. rontoknya gigi. kemungkinan penyebab lain yang ikut berperan adalah adanya efek genetic ( serineprotease inhibitor ) sehubungan dengan deposit A4Beta amyloid peptide pada kromosom 21 sehingga menyebabkan pembentukan neurofibrillary tangles dan senile plaque dan granulofacuolar degenerasi lebih dini. Proses ketuaan ini bukanlah suatu penyakit.. Yang penting perlu dijaga jangan sampai mempunyai faktor resiko penyakit vascular ataupun metabolisme yang bisa mengganggu suplai energi dan metabolisme otak seperti yang diterangkan di atas. osteoporosis. bahkan kedudukan dia sendiri di keluarga. CAT 4. otak menjadi lebih atrofi. Gangguan neurologi : afasia. dll. pengurangan neuro peptide : somatostatin. II. Gejala gangguan refleks primitive misalnya sucking & pouting refleks. sulcus menjadi lebih lebar. apraksia ataupun spatial agnosia. gangguan pendengaran. tingkah laku yang berubah. GABA 3. biasanya pasien berkeras bahwa ia tidak sakit. Penderita kesulitan mengenakan pakaiannya sendiri. Gejala khusus Alzheimer disease : gejala adanya primitive refleks. Prose ketuan fisik yang fisiologis seperti halnya timbulnya katarak senilis. GAD. jadi tidak perlu ditakuti. intelek dan behavior : lupa nama wajah orang yang dikenalnya. ini penting untuk membedakan gangguan dini dengan yang disebabkan gangguan psikosis ataupun gangguan organic.

E4 Factor yang memberikan perlindungan terhadap Alzheimer : ü Apolipoprotein E. agnosia. DEMENSIA TIPE ALZHEIMER Dari semua pasien dengan demensia. ü Tidak mampu mempelajari / mengingat informasi baru. apraksia. Factor resiko penyakit Alzheimer : ü Riwayat demensia dalam keluarga ü Sindrom down ü Umur lanjut ü Apolipoprotein.palmomental refleks. obsesitif. Orang yang pertama kali mendefinisikan penyakit ini adalah Allois Alzheimer sekitar tahun 1910. 50-60% memeiliki demensia tipe ini. dispasia. mask – like expression. ü Perubahan kepribadian (depresi. demensia ini ditandai dengan gejala : ü Penurunan fungsi kognitif dengan onset bertahap dan progresif ü Daya ingat terganggu. kecurigaan). ü Kehilangan inisiatif. Gejala stadium lanjut diikuti adanya hipokinesia. diskalkulia. ditemukan adanya: afasia. gangguan fungsi eksekutif. alel 2 ü Antioksidan ü Penggunaan estrogen pasca menopause ( pada demensia tipe ini lebih sering pada wanita ) ü NSAID . disgravia.

Tiga neurotransmitter yang biasanya terganggu pada Alzheimer adalah Asetil kolin.Memori jangka panjang baik.memori jangka penuh. . Selain ini dapat berupa trauma kepala dan rendahnya tingkat pendidikan Stadium penyakit Alzheimer dibagi atas 3 berdasarkan beratnya deteorisasi intelektual Stadium I (amnesia) . disorientasi) .Demensia pada penyakit Alzheimer belum diketahui secara pasti penyebabnya.Memori dan intelektual lebih terganggu .Agresif .diskalkulis .Berlangsung 2-10 tahun .Inkontinensia urin dan alvi Stadium III (akhir) . walaupun pemeriksaan neuropatologi dan biokimiawi post mortem ditemukan lost selective neuron kolinergik yang strukturnya dan bentuk fungsinya juga terjadi perubahan. .Setelah 6-12 tahun .perubahan emosi ringan. afasia. dan Norephinefrine.Salah mengenali keluarga . Pada penyakit ini diperkirakan adanya interaksi antara genetic dan lingkungan yang merupakan factor pencetus.berlangsung 2-4 tahun .Kemunduran aspek fungsi luhur (apraksia.Akinetik .amnesia menonjol .Pada mikroskopik : plaque senilis dan serabut neurofibrilaris Kerusakan dari neuron menyebabkan penurunan jumlah neurotransmitter. . agnosia.Gangguan berjalan . Stadium II (bingung) . Hal ini sangat mempengaruhi aktifitas fisiologis otak. Serotonin.Pada makroskopik : penurunan volume girus pada lobus frontalis dan temporal .gangguan : .Keluarga biasanya tidak terganggu. .Membisu .

bagaiman cara kita lebih awal untuk mendeteksi Alzheimer disease serta memperkirakan siap yang mempunyai factor resiko terkena penyakit ini sehingga dapat dicegah lebih awal. disorientasi waktu dan tempat 5. perubahan suasana hati 9. selain itu bisa diberikan obat Memantine ( N – metil ) 25 mg/hari. Pengobatan / pencegahan hanya dalam bentuk faliatif.DIAGNOSIS Pedoman diagnostik demensia Alzheimer menurut PPDGJ III : 1. tidak ada serangan / gejala neurologik kerusakan otak fokal Pedoman diagnostic menurut WHO ( ICD X ): 1. peubahan perilku / kepribadian 10. dan penghambat Dopamin potensi tinggi untuk kendali gangguan perilaku akut. aktifitas mental ) Tujuan penangan Alzheimer : ü mempertahankan kualitas hidup yang normal . kesulitan berfikir abstrak 7. Selain itu diberikan “ Trasine Hidrokloride “ ( inhibitor Asetil kolin esterase ) unuk gangguan kognitif dan fungsionalnya. tidak ada bukti klinis dan pemeriksaan yang mendukung adanya penyakit otak / sistemik yang dapat menyebabkan demensia 4. terdapat gejala demensia secara umum 2. Propanolol ( Inderal ). pengawasan aktifitas. Pencegahan antara lain. yaitu : nutrisi tepat. kesulitan dalam berbahasa 4. lupa kejadian yang baru saja dialami 2. kegiatan olahraga. Pencegah dapat juga perubahan daya hidup ( diet. kehilangan inisiatif PENATALAKSANAAN Sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini. onset bertahap dengan perkembangan lambat 3. Haloperidol. tidak mampu membuat pertimbangan dan keputusan yang tepat 6. latihan. kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari – hari 3. salah menaruh barang 8.

FAAN yang kini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) menjelaskan bahwa serangan stroke timbulnya mendadak tanpa peringatan. Jadi. Expert Review Prof. membatasi minuman beralkohol. suku bangsa termasuk dalam kondisi tertentu yang merupakan risiko stroke. sekarang kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke. sebenarnya ada yang bisa dijadikan tanda yaitu penyakitpenyakit dan kondisi tertentu yang termasuk ke dalam faktor risiko stroke.” ungkap Prof. dan menghindari stres berlebihan. Selagi stroke masih bisa dicegah. Pertama. makanan-makanan yang kaya kolesterol seperti junk food dapat membahayakan dan mempercepat kemungkinan timbulnya stroke. Kecacatan yang mereka sandang akibat serangan stroke.com/masalah-yang-sering-terjadi-pada-lansia-resiko-injuridemensia/ Penyakit stroke pada lansia sering terjadi. SpS (K).Usia merupakan faktor risiko stroke. tapi juga beban masyarakat secara umum. obesitas. hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah). Namun. merokok. Namun. Jusuf Misbach. yaitu mempertebal dan merusak dinding pembuluh darah secara berangsur-angsur. Usia lanjut. Dr. Jusuf Misbach. Penyakit-penyakit yang termasuk ke dalam risiko stroke adalah hipertensi. Generasi muda sering menerapkan pola makan yang tidak sehat dengan seringnya mengkonsumsi makanan siap saji yang sarat dengan lemak dan kolesterol tapi rendah serat. melakukan olah raga teratur. Pada usia produktif. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. stroke dapat menyerang terutama pada mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak dan narkoba (walau belum memiliki angka yang pasti).perkuliahan. . penyakit jantung. Life style alias gaya hidup selalu menjadi kambing hitam berbagai penyakit yang menyerang usia produktif. H. “Kadar kolesterol yang tinggi (hiperkolesterol) memang merupakan faktor risiko stroke karena memperburuk proses arteriosklerotik. Ketiga. dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. melakukan medical check up secara rutin dan berkala dan si pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke. bukan hanya menjadi beban keluarga.ü memperlambatan perburukan ü membantu keluarga yang merawat dengan memberi informasi yang tepat ü menghadapi kenyataan penyakit secara realita http://www. Untuk mencegah “the silent killer” ini maka seseorang dianjurkan untuk mengurangi rokok. diabetes mellitus. semakin tua usia maka risiko terkena strokenya pun semakin tinggi. Generasi muda yang perjalanan hidupnya masih panjang untuk mampu berkiprah dan bersaing dengan sumber daya manusia lain dari luar negeri. Kedua. pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal harus dijalankan. kenapa tidak mencoba? ( bisa juga mengonsumsi obat herbal penyakit stroke).

Pada penderita jantung.” tambah Prof Jusuf Misbach. “Jika terkena stroke. Untuk mencegah kecacatan atau kelumpuhan pada serangan stroke. risiko stroke akan meningkat. FIHA. Disamping itu beban pengobatan dan rawat jalan sangat memberatkan ekonomi keluarga karena kepala keluarga tak mampu bekerja lagi. Jangan tunggu sampai terjadi serangan stroke. Penderita stroke akan menjalani tahap neuro restorasi setelah fase akut dan sub akut stroke terlewati. karena selain menghilangkan stres juga menyehatkan lahirbatin. merokok. Harmani Kalim. lovastatin. lebih baik melakukan deteksi dini akan faktor risiko stroke untuk menghindari stroke. Di Indonesia ternyata stroke timbul banyak pada usia di bawah 45 tahun. Prof. Prof. Bahaya yang menghantui penderita stroke adalah serangan stroke berulang yang dapat fatal atau kwalitas hidup yang lebih buruk dari serangan pertama. disuntikan recombinant tissue plasminogen activator kurang dari 3 jam. spesialis bedah. Demikian pula pada usia 45-60 tahun dimana seseorang sedang berada pada puncak karirnya. FASCC. maka habislah karirnya. . Jusuf Misbach mengatakan bahwa menurut data dari seluruh dunia termasuk Indonesia. dimana karir sedang menanjak. Bahkan ada pasien Prof Jusuf Misbach yang mengalami serangan stroke sebanyak 6-7 kali. Unit Stroke terdiri dari berbagai dokter ahli (multidisipliner) seperti spesialis saraf. atorvastatin. kolesterol dan trigliserida yang tinggi. Ahli jantung dari RS Jantung Nasional Harapan Kita. suku bangsa dan gender. obat penurun kadar kolesterol dari golongan statin seperti simvastatin. penderita stroke memiliki risiko penyakit jantung yang meningkat pula. menjelaskan bahwa penyakit jantung erat kaitannya dengan stroke karena memiliki penyebab yang sama yaitu hiperkolesterol. penyakit jantung. MPH. memperpendek masa perawatan di Rumah Sakit.Usia merupakan faktor risiko stroke karena proses penuaan terjadi pada semua organ tubuh termasuk pembuluh darah otak yang menjadi rapuh. Apalagi pengobatan faktor risiko harus diteruskan seumur hidup. Kendalikan faktor risiko penyakit seperti kadar kolesterol. kadar lemak agar tidak berkembang menjadi stroke. Jusuf Misbach juga menyebutkan bahwa olahraga dan kehidupan beragama yang sungguhsungguh juga tak kalah pentingnya. dimana sekitar seperempatnya meninggal dunia. Semua faktor risiko dapat dikendalikan kecuali usia. Demikian sebaliknya. Dr. penyakit dengan angka presentasi kecacatan terbesar. dan psikiater. spesialis penyakit dalam (diabetes mellitus. dll. diabetes. kadar gula. kegemukan. Memeriksakan diri ke dokter untuk mendeteksi adanya faktor-faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan misalnya hipertensi. SpJP (K). Dalam tahap ini penderita harus minum obat untuk mengendalikan faktor risiko dan menjalani fisioterapi untuk mengembalikan kemampuan tubuh seperti semula. Prof. dan memperbaiki kualitas hidup. Masyarakat tidak menyadari bahwa angka kematian stroke di Indonesia sangat tinggi. perawatan di Unit Stroke dapat menurunkan angka kematian. Hal ini disebabkan pasien tersebut tidak mengendalikan faktor risiko stroke. jantung). Biasanya diberikan obat pengencer darah yaitu asetosal.

Caranya dengan cara ubah gaya hidup. body weight antikoagulan: minum obat-obatan untuk reduction: minum obat dan menurunkan berat C Cholesterol control & berhenti merokok. F Family support: dukungan keluarga. E Exercise & education: olahraga dan menambah pengetahuan. aorta dan pembuluh di tungkai. Prof. kurangi stres. olahraga. Gejala aterosklerosis adalah bentuk arteriosklerosis dengan timbunan zat lemak di dalam dan di bawah lapisan intima dinding pembuluh arteri besar dan sedang. Pencegahan primer dapat dilakukan pada orang yang belum pernah mengalami aterosklerosis. & cigarette smoking cessation: kendalikan kolesterol D Diabetes control & diet: kendalikan diabetes dan makanan. yaitu pembuluh serebral. blocker. Pencegahan sekunder dapat dilakukan bila sudah terjadi gejala klinik aterosklerosis disebut dengan singkatan ABCDEFG yaitu: A Asetosal. ace-inhibitor. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga.Hiperkolesterol menyebabkan terjadinya gangguan pembuluh darah yang paling umum yaitu aterosklerosis.5% mengalami stroke yaitu lansia. jangan tidak peduli akan ancaman stroke. Jika hanya berjuang mengejar karir tanpa memperhatikan kesehatan. 65 tahun dan 70 tahun. Sumber : Rumah Herbal Madu Lansia adalah periode dimana organisme telah mencapai kemasakan dalam ukuran dan fungsi dan juga telah menunjukkan kemunduran sejalan dengan waktu. Sesibuk apa pun kita pada usia produktif. Ada beberapa pendapat mengenai “usia kemunduran” yaitu ada yang menetapkan 60 tahun. koroner. melainkan hadapi dengan mulai menjalankan gaya hidup yang sehat. . vetebral. Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan proses menua yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. Upaya pencegahan dibagi menjadi primer dan sekunder. Harmani Kalim memberitahukan bahwa ada upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner dan stroke. G Glucose oxidation preservation: memelihara oksidasi glukosa tubuh. renal. B Beta badan. tambah serta kurangi kolesterol dan berhenti merokok. Jadi. kendalikan penyakit faktor risiko. Dari 19 juta jiwa penduduk Indonesia 8. tetap harus menjaga kesehatan. maka usaha tersebut akan sia-sia bila kemudian di puncak karir terkena serangan stroke.

http://obat-alami. Dengan bertambahnya usia maka permasalahan kesehatan yang terjadi akan semakin kompleks.25 kali lebih besar pada pria dibanding wanita. akibat kecelakaan serta karena proses degenerative system saraf tampaknya sedang merambah naik di Indonesia. Walaupun belum didapat data secara konkrit mengenai hal ini. Usia harapan hidup di Indonesia kian meningkat sehingga semakin banyak terdapat lansia. Kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup terlihat semakin mudah sehingga meningkatkan hasratmereka untuk terus berjuang mencapai tujuan dengan penuh persaingan dalam perjuangan tersebut. Kecenderungan pola penyakit neurologi terutama gangguan susunan saraf pusat tampaknya mengalami peningkatan penyakit akibat gangguan pembuluh darah otak. disebabkan karena gangguan perdarahan otak. Usia merupakan factor resiko yang paling penting bagi semua jenis stroke. Salah satu penyakit yang sering dialami oleh lansia adalah stroke.Stroke adalah suatu penyakit gangguan fungsi anatomi otak yang terjadi secara tiba-tiba dan cepat. benturan-benturan fisik maupun psikologis tidak pernah dipikirkan efek bagi kesehatan jangka panjang.(Dari berbagai sumber). Faktor penyebab munculnya masalah ini adalah adanya perkembangan ekonomi dan perubahan gaya hidup terutama msayarakat perkotaan.com/tag/penyakit-stroke-pada-lansia . Insiden stroke meningkat secara eksponensial dengan bertambahnya usia dan 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful