Oleh I Nengah Kerta Besung

Program Pascasarjana Universitas Udayana 2006

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya. Karya tulis yang berjudul “Perbedaan Ilmu dengan Pengetahuan ditinjau dari Filsafat Ilmu” dibuat sebagai upaya untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Ilmu Universitas Udayana. Melalui kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada staf pengajar S3 di Program Pascasarjana Universitas Udayana, khususnya kepada Prof. dr. I Gusti Ngurah Nala, MPh atas segala bimbingan dan arahannya sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan ke hadapan teman seperjuangan di Program S3 Ilmu Kedokteran yang ikut menyempurnakan karya tulis ini. Agar karya tulis ini lebih sempurna maka kami berharap kepada semua pihak agar memberi sumbangan pikiran, kritik maupun saran yang positif demi kesempurnaannya. pada Program pascasarjana

Denpasar, 1 Januari 2007

Penulis

i

.......................16 Saran.........................................................................16 Daftar Pustaka.........................................................3 Tujuan dan Manfaat..........................................3 II Tinjauan Pustaka.......................................................17 ii ..................................11 Ilmu .........................5 3...................................................................................................................................................... Dasar Ilmu ........................................7 4................................................................................................................................................4 2...... Perkembangan Ilmu Pengetahuan....................................................................................................................................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR............................................................ii I PENDAHULUAN...........................................................................1 Permasalahan.................................................................................................... Definisi Ilmu Pengetahuan.........................................................i DAFTAR ISI.8 5..................................................... Objek Ilmu Pengetahuan ......................................................................................1 Latar Belakang Masalah...........................................................11 Pengetahuan................................................................................................................................................................................................................................................................................9 III Pembahasan..........................................................................................................4 1..............................................................16 Kesimpulan.............................................................................................................................................................................................................................................................3 ..................................................................................................................................................................................... Prosedur Pencarian Ilmu............................................................12 IV KESIMPULAN DAN SARAN...........

Orang yang tinggal di tempat peradaban yang masih terbelakang. Rasa ingin tahu ini tidak terbatas yang ada pada dirinya. Awalnya bangsa Yunani dan bangsa lain di dunia beranggapan bahwa semua kejadian di alam ini dipengaruhi oleh para Dewa. punya rasa ingin yang berbeda dibandingkan dengan orang yang tinggal di tempat yang sudah maju. Adanya perkembangan jaman. Rasa ingin tahu tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam sekitarnya dapat bersifat sederhana dan juga dapat bersifat kompleks. maka dalam beberapa hal pola pikir tergantung pada Dewa berubah menjadi pola pikir berdasarkan rasio. juga ingin tahu tentang lingkungan sekitar. Ketiga landasan ini saling terkait satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Ke tiga landasan tadi yaitu ontologi.I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Salah satu ciri khas manusia adalah sifatnya yang selalu ingin tahu tentang sesuatu hal. Bila usaha tersebut berhasil dicapai. Berbagai usaha orang untuk dapat mencapai atau memecahkan peristiwa yang terjadi di alam atau lingkungan sekitarnya. Semua umat manusia di dunia ini punya rasa ingin tahu walaupun variasinya berbeda-beda. Rasa ingin tahu yang bersifat sederhana didasari dengan rasa ingin tahu tentang apa (ontologi). Kejadian alam. 1 . bahkan sekarang ini rasa ingin tahu berkembang ke arah dunia luar. Rasa ingin tahu ini tidak dibatasi oleh peradaban. serta untuk apa peristiwa tersebut dipelajari (aksiologi). maka diperoleh apa yang kita katakan sebagai ketahuan atau pengetahuan. epistemologi dan aksiologi merupakan ciri spesifik dalam penyusunan pengetahuan. Karenanya para Dewa harus dihormati dan sekaligus ditakuti kemudian disembah. sedangkan rasa ingin tahu yang bersifat kompleks meliputi bagaimana peristiwa tersebut dapat terjadi dan mengapa peristiwa itu terjadi (epistemologi).

akan tampak perbedaan antara keduanya. Namun jika kata pengetahuan dan kata ilmu tidak dirangkum menjadi satu kata majemuk atau berdiri sendiri. sering ditemukan kerancuan antara pengertian ilmu dengan pengetahuan. Sehingga bayang-bayang bulan menimpa sebagian permukaan bumi. yang selama ini ditakuti kemudian didekati dan bahkan dieksploitasi. Ke dua kata tersebut dianggap memiliki persamaan arti. Perubahan yang mendasar adalah ditemukannya hukum-hukum alam dan teori-teori ilmiah yang menjelaskan perubahan yang terjadi. Perubahan pola pikir dari mitosentris ke logosentris membawa implikasi yang sangat besar. bulan dan bumi berada pada garis yang sejajar. Bahkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ilmu disamakan dengan pengetahuan. Tentunya dari dua asal kata itu mempunyai makna yang berbeda.seperti gerhana tidak lagi dianggap sebagai bulan dimakan Kala Rau. sehingga ilmu adalah pengetahuan. Hal ini sering kita jumpai dalam berbagai karangan yang membicarakan tentang ilmu pengetahuan. bahkan ilmu dan pengetahuan terkadang dirangkum menjadi satu kata majemuk yang mengandung arti tersendiri. tetapi merupakan kejadian alam yang disebabkan oleh matahari. pengetahuan diambil dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Berdasarkan atas pengertian yang ada dan berdasarkan atas kebiasaan yang terjadi. Pengetahuan tersebut merupakan hasil dari proses kehidupan manusia menjadi tahu. 2 . Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. baik di jagat raya (makrokosmos) maupun alam manusia (mikrokosmos). Alam dengan segala-galanya. Melalui pendekatan logosentris ini muncullah berbagai pengetahuan yang sangat berguna bagi umat manusia maupun alam. Berdasarkan asal katanya. Sedangkan pengetahuan berasal dari kata Science.

Bagaimana perbedaan antara ilmu dengan pengetahuan ? Tujuan dan Manfaat Melalui karya tulis ini diharapkan nantinya bisa mengungkapkan secara detail perbedaan antara ilmu dengan pengetahuan. latar belakang di atas maka dapat diangkat 3 . Diharapkan nantinya hasil dari proses tahu tersebut akan dapat diputuskan termasuk dalam katagori ilmu atau pengetahuan. Apakah ada perbedaan antara ilmu dengan pengetahuan? 2. sehingga bisa membuat suatu katagori antara ilmu dengan pengetahuan.Permasalahan Berdasarkan permasalahan : 1.

Ilmu dewasa ini dapat menyediakan bagi filsafat sejumlah besar bahan yang berupa fakta-fakta yang sangat penting bagi perkembangan ide-ide filsafati yang tepat sehingga sejalan dengan pengetahuan ilmiah (Siswomihardjo. Dengan ciri kekhususan yang dimiliki setiap ilmu. tetapi sudah merupakan bagian dari ilmu itu sendiri. Hal ini menyebabkan berpisahnya ilmu dari filsafat. dan filsafat ilmu adalah bagian 4 . 2003). Banyak masalah filsafat yang memerlukan landasan pada pengetahuan ilmiah apabila pembahasannya tidak ingin dikatakan dangkal dan keliru. Meskipun pada perkembangannya masing-masing ilmu memisahkan diri dari filsafat. Sehingga dikatakan bahwa filsafat merupakan induk atau ibu dari semua ilmu (mater scientiarum).II Tinjauan Pustaka 1. filsafat tidak saja dipandang sebagai induk dan sumber ilmu. hal ini menimbulkan batas-batas yang tegas di antara masing-masing ilmu. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada awalnya yang pertama muncul adalah filsafat dan ilmu-ilmu khusus merupakan bagian dari filsafat. Dengan kata lain tidak ada bidang pengetahuan yang menjadi penghubung ilmu-ilmu yang terpisah. pada hal ilmu-ilmu membutuhkan objek khusus. Ada hubungan timbal balik antara ilmu dengan filsafat. Dalam taraf peralihan ini filsafat tidak mencakup keseluruhan. Karena objek material filsafat bersifat umum yaitu seluruh kenyataan. Tugas filsafat adalah mengatasi spesialisasi dan merumuskan suatu pandangan hidup yang didasarkan atas pengalaman kemanusian yang luas. Dalam perkembangan berikutnya. Contohnya filsafat agama. tetapi sudah menjadi sektoral. yang juga mengalami spesialisasi. ini tidak berarti hubungan filsafat dengan ilmu-ilmu khusus menjadi terputus. Di sinilah filsafat berusaha untuk menyatu padukan masing-masing ilmu. filsafat hukum.

mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya. 2. Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun 2005 diantaranya adalah : • Mohamad Hatta. 5 .dari perkembangan filsafat yang sudah menjadi sektoral dan terkotak dalam satu bidang tertentu. umum dan sistematik. Pengertian ilmu yang terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu. seperti metafisika. yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu (Admojo. rasional. 1998). 2005). terutama sebelum abad ke-19. maupun menurut kedudukannya tampak dari luar. mengatakan ilmu adalah yang empiris. Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda. • Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag. Adanya berbagai definisi tentang ilmu pengetahuan ternyata belum dapat menolong untuk memahami hakikat ilmu pengetahuan itu. Mulyadhi Kartanegara mengatakan ilmu adalah any organized knowledge. tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi. maupun menurut bangunannya dari dalam. sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang non fisik. Definisi Ilmu Pengetahuan Membicarakan masalah ilmu pengetahuan beserta definisinya ternyata tidak semudah dengan yang diperkirakan. Dalam konteks inilah kemudian ilmu sebagai kajian filsafat sangat relevan untuk dikaji dan didalami (Bakhtiar. dan ke empatnya serentak. Sekarang orang lebih berkepentingan dengan mengadakan penggolongan (klasifikasi) sehingga garis demarkasi antara (cabang) ilmu yang satu dengan yang lainnya menjadi lebih diperhatikan.

. katagori dan hukum-hukum. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka (Supriyanto. • Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu. 2003). menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam. menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan. maka “. Berdasarkan definisi di atas terlihat jelas ada hal prinsip yang berbeda antara ilmu dengan pengetahuan.. studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji. mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar.• Karl Pearson. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep. baik mengenai matafisik maupun fisik. masyarakat dan pikiran. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. 6 . Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. dan mekanisme tertentu. • Ashley Montagu. dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. • Afanasyef. yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ jika .. tanpa memiliki metode.

Satu objek material dapat ditinjau dari berbagai sudut pandangan sehingga menimbulkan ilmu yang berbeda-beda (Mudhofir.Pembuktian kebenaran pengetahuan berdasarkan penalaran akal atau rasional atau menggunakan logika deduktif. dan tempat lainnya yang belum tersusun dengan baik. Namun bukan sebaliknya kumpulan ilmu adalah pengetahuan. Objek formal adalah cara memandang. batu ataupun hal-hal yang abstrak seperti ide-ide. Setiap bidang ilmu baik itu ilmu khusus maupun ilmu filsafat harus memenuhi ke dua objek tersebut. Objek formal dari suatu ilmu tidak hanya memberi keutuhan suatu ilmu. yakni sebagian lidi yang sudah diraut dan dipotong ujung dan pangkalnya kemudian diikat. Objek Ilmu Pengetahuan Ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Objek material mencakup hal konkrit misalnya manusia. Premis dan proposisi sebelumnya menjadi acuan berpikir rasionalisme. sehingga menjadi sapu lidi. Kumpulan pengetahuan agar dapat dikatakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal. cara meninjau yang dilakukan oleh peneliti terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya. di pasar. sesuatu hal yang diselidiki atau sesuatu hal yang dipelajari. nilai-nilai. Secara lebih jelas ilmu seperti sapu lidi. 7 . tetapi pada saat yang sama membedakannya dari bidang-bidang yang lain. dan kerohanian. Objek material adalah sesuatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran (Gegenstand).tumbuhan. 2005). 3. Kelemahan logika deduktif ini sering pengetahuan yang diperoleh tidak sesuai dengan fakta. Sedangkan pengetahuan adalah lidi-lidi yang masih berserakan di pohon kelapa.

Untuk memberi arti tentang suatu objek ilmu ada beberapa asumsi yang perlu diperhatikan yaitu asumsi pertama adalah suatu objek bisa dikelompokkan berdasarkan kesamaan bentuk. Objek empiris dapat berupa objek material seperti ide-ide. Pandangan itu merupakan kritik terhadap pandangan Aristoteles. 2003). pengandaianpengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pertanyaan mengenai pengetahuan yang dimiliki. seberapa besar sumbangan 8 . 2005). Dasar ontologi ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia. struktur atau komparasi dan kuantitatif asumsi. Dasar aksiologi berarti sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. binatang. epistemologi dan aksiologi. tumbuhan. artinya dipakai untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi ini (Bakhtiar. Dasar Ilmu Ada tiga dasar ilmu yaitu ontologi. sifat (substansi). diganti dengan pandangan bahwa ilmu pengetahuan justru harus mencari untung. Ontologi merupakan salah satu objek lapangan penelitian kefilsafatan yang paling kuno. batu-batuan dan manusia itu sendiri. Asumsi kedua adalah kelestarian relatif artinya ilmu tidak mengalami perubahan dalam periode tertentu (dalam waktu singkat). nilai-nilai. Asumsi ketiga yaitu determinasi artinya ilmu menganut pola tertentu atau tidak terjadi secara kebetulan (Supriyanto. Epistemologi atau teori pengetahuan yaitu cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan ruang lingkup pengetahuan. namun harus bersikap kontemplatif. Jadi masih dalam jangkauan pengalaman manusia atau bersifat empiris. Sebagian ciri yang patut mendapat perhatian dalam epistemologi perkembangan ilmu pada masa modern adalah munculnya pandangan baru mengenai ilmu pengetahuan.4. yaitu bahwa ilmu pengetahuan sempurna tak boleh mencari untung.

dan mengarah pada tujuan-tujuan tertentu. merupakan sisi yang tidak terpisahkan dari ciri ketiga yang dimiliki ilmu yaitu sebagai suatu metode. Ilmu tidak saja melibatkan aktivitas tunggal. sehingga dengan demikian merupakan suatu proses. 5. pola kerja. ilmu terlihat jelas bahwa permasalahan yang utama adalah mengenai nilai. Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. dan tata langkah untuk 9 . Ke dua ciri dasar ilmu yaitu ujud aktivitas manusia dan hasil aktivitas tersebut. perbuatan-perbuatan atau manusia-manusia lainnya. cara teknis. Prosedur Pencarian Ilmu Salah satu ciri khas ilmu pengetahuan adalah sebagai suatu aktivitas. Proses dalam rangkaian aktivitas ini bersifat intelektual. Dasar aksiologi ini merupakan sesuatu yang paling penting bagi manusia karena dengan ilmu segala keperluan dan kebutuhan manusia menjadi terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah. Etika mengandung dua arti yaitu kumpulan pengetahuan mengenai penilaian terhadap perbuatan manusia dan merupakan suatu predikat yang dipakai untuk membedakan hal-hal. Dalam hal ini ilmu dapat diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang merupakan hasil berpikir manusia. yaitu sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh manusia. Ilmu menganut pola tertentu dan tidak terjadi secara kebetulan. ilmu juga sebagai suatu produk. Disamping ilmu sebagai suatu aktivitas.ilmu bagi kebutuhan umat manusia. Berdasarkan aksiologi. Sedangkan estetika berkaitan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki oleh manusia terhadap lingkungan dan fenomena disekelilingnya. melainkan suatu rangkaian aktivitas. Teori tentang nilai dalam filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika. Metode ilmiah merupakan suatu prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran.

10 . yaitu siklus yang mengandaikan adanya suatu kegiatan yang dilaksanakan berulang-ulang. Sifat ilmiahnya terletak pada kelangsungan proses yang runut dari segenap tahapan prosedur ilmiah tersebut. dan evaluasi.memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang telah ada. dan empirik menunjukkan pada sifat bahan yang diselidiki. Metode siklus-empirik mencakup lima tahapan yang disebut observasi. eksperimen. Pada umumnya metodologi yang digunakan dalam ilmu kealaman disebut siklus-empirik. 2005). yaitu hal-hal yang dalam tingkatan pertama dapat diregistrasi secara indrawi. Ini menunjukkan pada dua hal yang pokok. induksi. 2003). Eksperimentasi ilmu kealaman mampu menjangkau objek potensi-potensi alam yang semula sulit diamati (Tjahyadi. deduksi. meskipun pada prakteknya tahap-tahap kerja tersebut sering kali dilakukan secara bersamaan (Soeprapto. Perkembangan ilmu sekarang ini dilakukan dalam ujud eksperimen.

Pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. Pengetahuan ini merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung dan tak langsung memperkaya kehidupan kita. sadar. insaf. termasuk didalamnya ilmu. Pengetahuan adalah segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu. Sedangkan secara terminologi definisi pengetahuan ada beberapa definisi. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran. 1. perlu diuraikan tentang pengertian pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini yang mengetahui (subjek) memiliki yang diketahui (objek) di dalam dirinya sendiri sedemikian aktif sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif. seni dan agama. Pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. 3. Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam mendalami perbedaan antara pengetahuan dan ilmu pengetahuan. mengerti dan pandai. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal. Pengetahuan Secara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Dalam Encyclopedia of Philosophy dijelaskan bahwa difinisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief).III Pembahasan Sebelum penjabaran tentang perbedaan pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Dengan demikian pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu. 11 . 2.

Sesuatu tersebut dapat diperoleh dari 12 . objektif. Agama dan Seni pada skema berikut : Pengetahuan (Ontologi. 2003). atau yang bersangkutan dengan masalah kejiwaan. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun. Ruang Lingkup pengetahuan secara ontologi. atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek tertentu. epistemologi. dapat pula objek yang dipahami oleh manusia berbentuk ideal.Pada dasarnya pengetahuan merupakan hasil tahu manusia terhadap sesuatu. tanpa memiliki metode. dan mekanisme tertentu. epistomologi dan aksiologi ada tiga yaitu Ilmu. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka (Supriyanto. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Pengetahuan dapat berwujud barang-barang baik lewat indera maupun lewat akal. Memahami apa adanya Umum dan Impersonal Konsisten Agama Transedental Pesan Etika Moral (Pendidikan moral pikiran dan pekerti) Seni Subjektif Beri makna pada objek (emosi dan pikiran) Komunikatif Deskripsi. baik mengenai matafisik maupun fisik. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. ruang lingkup terbatas Ilmu Pada prinsipnya ilmu merupakan usaha untuk mengorganisir dan mensitematisasikan sesuatu. Aksiologi) Ilmu Lingkup pengalaman.

Ilmu merupakan suatu bentuk aktiva yang dengan melakukannya umat manusia memperoleh suatu lebih lengkap dan lebih cermat tentang alam di masa lampau. eksperimen. Ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Kumpulan pengetahuan agar dapat dikatakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Dasar ontologi ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia. Pada umumnya metodologi yang digunakan dalam ilmu kealaman disebut siklus-empirik. Namun sesuatu itu dilanjutkan dengan pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode. dan klasifikasi. binatang. Ini diperoleh melalui observasi. Ilmu sebagai milik manusia secara komprehensif yang merupakan lukisan dan keterangan yang lengkap dan konsisten mengenai hal-hal yang dipelajarinya dalam ruang dan waktu sejauh jangkauan logika dan dapat diamati panca indera manusia. Setiap bidang ilmu baik itu ilmu khusus maupun ilmu filsafat harus memenuhi ke dua objek tersebut. Ilmu dapat merupakan suatu metode berfikir secara objektif (objective thinking). Namun bukan sebaliknya kumpulan ilmu adalah pengetahuan. Ini menunjukkan pada dua macam hal yang pokok. Analisisnya merupakan hal yang objektif dengan menyampingkan unsur pribadi. nilai-nilai. tumbuhan. epistemologi dan aksiologi. netral (tidak dipengaruhi oleh kedirian atau subjektif). batu-batuan dan manusia itu sendiri. Ada tiga dasar ilmu yaitu ontologi. Syarat-syarat yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal. 13 . sekarang dan kemudian serta suatu kemampuan yang meningkat untuk menyesuaikan dirinya. mengedepankan pemikiran logika. Objek empiris dapat berupa objek material seperti ide-ide. tujuannya untuk menggambarkan dan memberi makna terhadap dunia faktual. Jadi masih dalam jangkauan pengalaman manusia atau bersifat empiris.pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari.

Produk yaitu hasil dari aktivitas tadi berupa dalil-dalil. kontemplasi. eksperimentasi. observasi. Proses yaitu olah krida aktivitas masyarakat elit yang melalui refleksi. imajinasi. teori. dan evaluasi. deduksi. dan empirik yang menunjukkan pada sifat bahan yang diselidiki. 3. meskipun pada prakteknya tahap-tahap kerja tersebut sering kali dilakukan secara bersamaan (Soeprapto. Dimensi Fenomenal.yaitu siklus yang mengandaikan adanya suatu kegiatan yang dilaksanakan berulang-ulang. induksi. Penegasan ilmu diletakkan pada tolok ukur dari sisi fenomenal dan struktural. 2003). komunalisme. Ilmu dalam usahanya untuk menyingkap rahasia-rahasia alam haruslah mengetahui anggapan-anggapan kefilsafatan mengenai alam tersebut. disinterestedness. eksperimen. maupun non fisik. Sifat ilmiahnya terletak pada kelangsungan proses yang runut dari segenap tahapan prosedur ilmiah tersebut. Dimensi Struktural Dalam dimensi struktural ilmu tersusun atas komponen-komponen berikut 1. baik yang bersifat fisik. yaitu hal-hal yang dalam tingkatan pertama dapat diregistrasi secara indrawi. dan sebagainya tidak pernah mengenal titik henti untuk mencari dan menemukan kebenaran ilmiah. Objek sasaran yang ingin diketahui 14 sangat konsern pada kaidah-kaidah universaI. Dalam dimensi fenomenal ilmu menampakkan diri pada hal-hal berikut : 1. dan skeptisme yang terarah dan . Masyarakat yaitu suatu masyarakat yang elit yang dalam hidup kesehariannya teratur 2. Metode siklus-empirik mencakup lima tahapan yang disebut observasi. komparasi. dan paradigma-paradigma beserta hasil penerapannya.

kimia. Ilmu pengetahuan abstrak meliputi metafisika. sosiologi. Ilmu pengetahuan alam meliputi Fisika. biologi. Secara rinci seperti skema di bawah ini. Ilmu pengetahuan humanis meliputi psikologi. kedokteran. Ada alasan dan dengan sarana dan cara tertentu objek sasaran tadi terus menerus dipertanyakan 4. hukum dan lain sebagainya. Ilmu dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu Ilmu Pengetahuan Abstrak. 15 . geografi. Ilmu Ilmu Pengetahuan Abstrak (The Abstract Sciences) Metafisika Logika Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (The Natural Sciences) Fisika Kimia Biologi Ilmu Pengetahuan Humanis (The Natural Sciences) Psikologi Sosiologi Antropologi Berdasarkan skema di atas terlihat bahwa ilmu melingkupi tiga bidang poko yaitu ilmu pengetahuan abstrak. dan lain sebagainya.2. Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Humanis. logika. dan matematika. Objek sasaran terus menerus dipertanyakan tanpa mengenal titik henti 3. antropologi. ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan humanis. Temuan-temuan yang diperoleh selangkah demi selangkah disusun kembali dalam satu kesatuan sistem.

Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Ilmu bersifat sistematis. Analisisnya bersifat objektif dengan menyampingkan unsur pribadi. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. sehingga dalam penulisannya cukup dipakai salah satu kata sesuai dengan maknanya. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka Saran 1. dan kumpulan pengetahuan dapat dikatakan ilmu setelah memenuhi syarat-syarat objek material dan objek formal 2. mengedepankan pemikiran logika. baik mengenai matafisik maupun fisik. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun. 16 . menjadi ilmu Penggabungan kata ilmu dengan pengetahuan pengetahuan berkonotasi ganda. 3. pengetahuan merupakan informasi yang berupa common sense. dan klasifikasi. netral (tidak dipengaruhi oleh kedirian atau subjektif). agar kekaburan makna dari kata tersebut tidak terjadi. Ilmu merupakan kumpulan dari berbagai pengetahuan. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan.IV KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan uaraian di atas dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut : 1. dan mekanisme tertentu. tanpa memiliki metode. objektif dan diperoleh dengan metode tertentu seperti observasi. 2. eksperimen. Dalam penulisan karangan ilmiah atau penulisan lainnya harus dibedakan antara ilmu dengan pengetahuan. Ada perbedaan prinsip antara ilmu dengan pengetahuan.

Yogyakarta. Cetakan ketiga. 2003. Cetakan ketiga. Dalam Filsafat Ilmu. Teknologi dan Kebudayaan. Penerbit Liberty. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. 2005. Tiara Wacana Yogya. 2000. Tjahyadi. Ilmu. 17 . Yogyakarta. Pengenalan Filsafat.Daftar Pustaka Bakhtiar A.W. Sinar Harapan Jakarta. Mulyadhi Kartanegara. 1992. Soeprapto. 2005. S. Cetakan ke 2. Penerbit Liberty. Penerbit Liberty. S. Filsafat Ilmu. Yogyakarta. Cetakan XIII. 2005. S. Ed 1. Jujun S. Siswomihardjo. Surabaya. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Kattsoff. Ilmu Pengetahuan Sebuah Sketsa Umum Mengenai Kelahiran dan Perkembangannya sebagai Pengantar untuk Memahami Filsafat Ilmu. Filsafat Ilmu. L. Yogyakarta. Dalam Filsafat Ilmu. Yogyakarta. Pengantar Filsafat: Penerjemah Soejono Soemargono. Dalam Filsafat Ilmu. A. Bandung Mudhofir. 2003. Suriasumantri. Supriyanto. Cetakan ketiga. 2003. Cetakan ketiga. Filsafat Ilmu.O. Penerbit Liberty. PT Raja Grafindo Persada. Pengantar Epistemologi Islam. 2003. Mizan. Jakarta. Landasan Penelaahan Ilmu. K.