DRAFT

PANDUAN PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN

Direktorat Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional

Di samping itu saat ini banyak lulusan program S1 kependidikan yang prospeknya tidak jelas. Hal ini dirasakan semakin mendesak mengingat kebutuhan tenaga guru yang nyata di lapangan mengharuskan PPG dilaksanakan dengan segera agar pengangkatan guru baru dapat dilakukan sesuai dengan ketetapan yang ada. dan sekolah tinggi yang terus beroperasi dengan kualitas beragam dan memerlukan kepastian masa depan lulusannya. Sementara pada saat ini terdapat lebih 270 LPTK dalam bentuk institut. yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. menyatakan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. fakultas. Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 2 . kebutuhan mendesak lainnya adalah menetapkan kebijakan pengadaan tenaga pendidik yang akuntabel dan mendukung penyelenggaraan program PPG. apakah dapat diangkat langsung sebagai guru atau tidak. B. Guru dipandang sebagai jabatan profesional dan karena itu seorang guru harus disiapkan melalui pendidikan profesi. Untuk melaksanakan ketentuan tersebut pemerintah telah melakukan berbagai usaha. dan pendidikan menengah. termasuk menerbitkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UURI Nomor 20/ 2003). yang melihat peranan strategis guru dan dosen dalam peningkatan mutu pendidikan. Undang-Undang Guru dan Dosen (UU RI Nomor 14/2005) dan berbagai peraturan perundangan lainnya. pendidikan dasar. yang diatur dengan undang-undang. 14/2005) pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. Dalam menata pendidikan guru. Pengertian PPG Menurut UU No 20/2003 tentang SPN pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Dengan demikian maka Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk lulusan S1 Kependidikan dan S1/D-IV non Kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar mereka dapat menjadi guru yang profesional serta memiliki berbagai kompetensi secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan dan dapat memperoleh sertifikat pendidik (sesuai UU No. universitas. Kewajiban menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) mengharuskan adanya pedoman atau aturan pelaksanaannya agar kegiatan pendidikan profesi itu dapat segera dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.BAB I PENDAHULUAN A. Rasional Penyelenggaraan PPG Pasal 31 ayat (3) UUD 1945 yang telah diamandemen.

sehat. PPG pasca S-1 kependidikan yang masukannya berasal dari lulusan S1 kependidikan dengan struktur kurikulum subject specific paedagogy (pendidikan bidang studi) dan PPL Kependidikan. 20/2003 Pasal 3.C. dan PPL Kependidikan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. D. PPG pasca S-1/D-IV non kependidikan yang masukannya berasal dari lulusan S1/D-IV non kependidikan. kreatif. pendidikan dasar. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 4. Tujuan khusus Pendidikan Profesi Guru adalah menghasilkan calon guru yang memiliki kompetensi merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. berilmu. 2. mandiri. 2. cakap. UURI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 3. tentang Sistem pendidikan nasional. tujuan umum pendidikan profesi guru adalah menghasilkan calon guru yang memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Landasan Penyelenggaraan PPG 1. yakni: 1. Tujuan Pendidikan Profesi Guru Mengacu pada UU No. Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 3 . dengan struktur kurikulum matakuliah akademik kependidikan (paedagogical content). yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan pendidikan menengah serta melakukan penelitian. berakhlak mulia. UURI Nomor 20 Tahun 2003. E. Penyelenggaraan PPG Berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam undang-undang dan peraturan yang ada maka pada dasarnya ada dua bentuk penyelenggaraan PPG. menilai hasil pembelajaran. melakukan pembimbingan dan pelatihan peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. subject specific paedagogy (pendidikan bidang studi).

Hal ini amat penting agar tujuan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik bagi anak bangsa dapat segera dicapai. Seleksi administrasi: (1) Ijazah relevan dengan mata pelajaran yang akan diajarkan dari program studi yang terakreditasi. Keberhasilan rekrutmen ini amat tergantung kepada kerjasama antara LPTK penyelenggara PPG dan Direktur Jenderal Pendidikan Tingggi pada satu fihak dengan Dinas Pendidikan/Pemda pada fihak lain untuk memegang teguh prinsip akuntabilitas pengadaan tenaga kependidikan/guru. (3) Surat keterangan kesehatan. 4. dan (5) Surat keterangan bebas napza. G.75. Sistem Rekrutmen dan Seleksi Mahasiswa Rekrutmen calon mahasiswa merupakan kunci utama keberhasilan program PPG. Hal ini dapat mendorong calon yang baik memasuki PPG. (4) Surat keterangan kelakuan baik. Untuk memenuhi prinsip a dan b di atas maka penerimaan mahasiswa baru perlu dilakukan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan di daerah sebagai stakeholders. Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 4 . kualifikasi dan keahlian sesuai dengan mata pelajaran yang dibina dan benar-benar diperlukan. Kerjasama ini perlu dilakukan menyangkut jumlah calon. Penelusuran minat dan bakat melalui wawancara dan observasi kinerja disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan diajarkan. Hanya calon terbaik yang dapat diterima. Seleksi penguasaan bidang studi melalui tes penguasaan bidang studi yang akan diajarkan. Rekrutmen dilakukan dengan: a. f. c. 1.F. 3. b. 2. Tujuan Penyusunan Panduan Pendidikan Profesi Guru Penyusunan Panduan ini dimaksudkan untuk: 1. Tes Potensi Akademik. terbuka dan bertanggung jawab. Penerimaan calon harus disesuaikan dengan permintaan nyata di lapangan dengan menggunakan prinsip supply and demand sehingga tidak ada lulusan yang tidak mendapat pekerjaan. Memberi acuan bagi LPTK dalam mengembangkan program PPG. maupun dalam membina kemampuan guru secara terus menerus. Rekrutmen mahasiswa harus memenuhi beberapa prinsip sebagai berikut. Tes penguasaan kemampuan bahasa Inggris (English for academic purpose). Agar mendapatkan calon yang berkualitas tinggi maka proses penerimaan harus dilakukan secara fair. 5. Tes kepribadian melalui wawancara/inventory. (2) Transkrip nilai dengan indeks prestasi kumulatif minimal 2. d. e. Mengutamakan kualitas calon mahasiswa dengan menentukan batas kelulusan minimal menggunakan acuan patokan. Ini berarti bahwa calon mahasiswa hanya akan diterima jika memenuhi persyaratan lulus minimal dan bukan berdasarkan alasan lain.

2. 3. 4. Menyediakan acuan bagi para evaluator program PPG dalam menyusun instrumen – asesmen yang sahih dan handal. Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 5 . Memberikan informasi kepada LPTK yang berminat menyelenggarakan program PPG tentang prosedur dan persyaratan minimal yang harus dipenuhi sebelum menyelenggarakan program PPG. Memberikan informasi dan gambaran kepada masyarakat terutama yang berminat menjadi guru dalam menilai/memilih profesi yang akan diembannya kelak kalau mengikuti PPG.

(b) penguasaan bidang studi secara keilmuan dan kependidikan. 5. yaitu kemampuan mengemas materi pembelajaran kependidikan. Kompetensi akademik lebih banyak berkenaan dengan pengetahuan konseptual. (c) kemampuan menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik yang meliputi (i) perancangan pembelajaran. Sesuai dengan sifatnya. (iv) pemanfaatan hasil penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran sebagai pemicu perbaikan secara berkelanjutan.BAB II KURIKULUM A. kompetensi akademik diperoleh lewat pendidikan akademik tingkat universitas. yang merupakan kesatuan utuh tetapi memiliki dua dimensi tak terpisahkan: dimensi akademik (kompetensi akademik) dan dimensi profesional (kompetensi profesional). B. dan faktual. (iii) penilaian proses dan hasil pembelajaran. Standar kualifikasi Akademik dan Kompetensi guru yang lengkap dapat mengacu Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007. Kompetensi guru tersebut disajikan sebagai berikut: 1. Menguasai pembelajaran bidang studi: belajar dan pembelajaran. Keempat wilayah kompetensi ini dapat ditinjau dari segi pengetahuan. Menguasai ilmu pendidikan. sosial. evaluasi pembelajaran. keterampilan dan sikap. Kompetensi sosial merupakan kemampuan dalam menjalin hubungan sosial secara langsung maupun menggunakan media di sekolah dan luar sekolah. intelektual. (ii) pelaksanaan pembelajaran. Kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik mencapai standar kompetensi. Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 6 . Struktur Kurikulum PPG Berdasarkan perbedaan kompetensi lulusan S-1 Kependidikan dan S-1/D-IV NonKependidikan tersebut dilakukan kajian kurikulum yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. teknis/prosedural. 2. sedangkan kompetensi profesional lewat pendidikan profesi. media pembelajaran dan penelitian bagi peningkatan pembelajaran bidang studi 4. sedangkan kompetensi profesional berkenaan dengan penerapan pengetahuan dan tindakan pengembangan diri secara profesional. Memiliki integritas kepribadian yang meliputi aspek fisik-motorik. dan (d) pengembangan profesionalitas berkelanjutan. perencanaan pembelajaran. dan sikap positif terhadap profesi guru. Mampu melaksanakan praktek pembelajaran bidang studi. 3. perkembangan dan membimbing peserta didik. Standar Kompetensi Lulusan Sosok utuh kompentensi guru mencakup (a) kemampuan mengenal secara mendalam peserta didik yang dilayani. konatif dan afektif 6.

Matakuliah Kependidikan dan PPL kependidikan. Kajian tentang teori pendidikan dan pembelajaran 2. Kajian tentang peserta didik. Pengemasan materi bidang studi untuk pembelajaran bidang studi yang mendidik (subject specific pedagogy atau pendidikan bidang studi) 4. 3. Pengemasan materi bidang studi untuk pembelajaran bidang studi yang mendidik (subject specific pedagogy) Pembentukan kompetensi kepribadian pendidik 2 Profesional PPL Kependidikan PPL Kependidikan Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa struktur kurikulum Pendidikan Profesi Guru pasca S1 kependidikan meliputi: 1. Beban Belajar Beban belajar mahasiswa program PPG untuk menjadi guru pada satuan pendidikan ditentukan sebagai berikut: Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 7 . Pemantapan dan pengemasan materi bidang studi untuk pembelajaran bidang studi yang mendidik (subject specific pedagogy atau pendidikan bidang studi) PPL kependidikan.Tabel 2: Kerangka Kurikulum Untuk Lulusan S-1 kependidikan dan S-1/D-IV Non Kependidikan Program Pendidikan Profesi Guru No. 2. Pembentukan kompetensi kepribadian pendidik 5. 1 Kompetensi Akademik Lulusan S-1 Kependidikan Pengemasan materi bidang studi untuk pembelajaran bidang studi yang mendidik (subject specific pedagogy) Lulusan D-IV/S-1 Non Kependidikan Kajian tentang teori pendidikan dan pembelajaran Kajian tentang peserta didik. Struktur Kurikulum Pendidikan Profesi Guru pasca S1/D-IV non kependidikan meliputi: 1. C.

pelaksanaan dan penilaian dengan mengacu pada perangkat kompetensi yang akan dicapai. Kompetensi yang berimplikasi kepada perancangan. 5. SD/MI/SDKh atau bentuk lain yang sederajat yang berlatar belakang sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan untuk SD/MI/SDKh atau bentuk lain yang sederajat adalah 18 (delapan belas) sampai dengan 20 (dua puluh) satuan kredit semester. SD/MI/SDKh atau bentuk lain yang sederajat yang berlatar belakang sarjana/diploma empat (D-IV) kependidikan selain untuk SD/MI/SDKh atau bentuk lain yang sederajat adalah 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester. 3. Selanjutnya dalam mengembangkan kurikulum program pendidikan profesi guru paling tidak harus mengacu pada : 1. Matrikulasi adalah program yang dipersyaratkan bagi peserta didik yang sudah dinyatakan lulus seleksi PPG untuk memperkuat kompetensi akademik bidang studi dan/atau kompetensi akademik kependidikan yang akan membantu mereka mengikuti pendidikan profesi guru. TK/RA/TKKh atau bentuk lain yang sederajat dan pada satuan pendidikan SD/MI/SDKh atau bentuk lain yang sederajat yang berlatar belakang sarjana psikologi (S-1) adalah 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester. SMAKh = SMA LB Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 8 . 4. baik yang berlatar belakang sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan maupun sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) nonkependidikan adalah 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester. TK/RA/TKKh1 atau bentuk lain yang sederajat yang berlatar belakang sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan untuk TK/RA/TKKh atau bentuk lain yang sederajat adalah 18 (delapan belas) sampai dengan 20 (dua puluh) satuan kredit semester. 2. TK/RA/TKKh atau bentuk lain yang sederajat yang berlatar belakang sarjana/diploma empat (D-IV) kependidikan selain untuk TK/RA/TKKh atau bentuk lain yang sederajat adalah 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester. harus mengikuti program matrikulasi yang kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan yang didasarkan atas hasil asesmen kompetensi. SMP/MTs/SMPKh atau bentuk lain yang sederajat dan satuan pendidikan SMA/MA/SMAKh/SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. Berorientasi pada pengembangan yang lebih ditekankan pada aspek pengembangan keterampilan yang kontekstual dengan profesi guru. SDKh = SDLB. 1 TKKh adalah TK Khusus selama ini dikenal dengan TK LB. didukung oleh kegiatan praktek tanpa mengabaikan pengembangan aspek-aspek teoretis yang relevan.1. Untuk lulusan S1 Kependidikan dan S-1/D-IV non kependidikan yang tidak linear dengan mata pelajaran yang akan diampu. SMPKh = SMP LB. 2. 6.

2. Isi kurikulum perlu disepakati bersama antara para penyelenggara PPG karena hal itu akan memudahkan mahasiswa pindah dari satu PPG ke PPG lainnya dan memudahkan dalam penilaian jika terjadi mobilitas guru dari satu daerah ke daerah lain. 3. menjabarkan kompetensi ke dalam indikator hasil belajar. antara lain adalah: 1. Berdasarkan hasil survey/asesmen kemampuan awal peserta. identifikasi substansi kajian (materi/kandungan isi). Penyusunan kurikulum didasarkan pada kompetensi yang akan dicapai dari tiap-tiap program studi sesuai bidang keilmuan. E. Belajar dengan berbuat Prinsip learning by doing tidak hanya diperlukan dalam pembentukan keterampilan. D. melainkan juga pada pembentukan pengetahuan dan sikap. dan seterusnya. antara lain asosiasi profesi program studi dan pengguna lulusan. dan Menyusun isi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan tiap kelompok peserta. Dengan prinsip ini. mencari informasi dari berbagai sumber dan melaksanakan tugas-tugas yang merupakan aplikasi dari konsep-konsep yang telah dipelajari. Keaktifan peserta didik Proses pembelajaran diarahkan pada upaya untuk mengaktifkan peserta didik. penyusunan silabus. 2. Beberapa kompetensi dan pengalaman belajar yang serumpun dikoordinasikan dan dikemas menjadi suatu mata kuliah. Sistem Pembelajaran Prinsip-prinsip pembelajaran yang perlu mendapat perhatian khusus dalam program pendidikan profesi guru. dengan mempertimbangkan ruang kurikuler (curricular space) yang tersedia. Pengalaman belajar dioperasionalkan dalam substansi kajian atau materi dan rincian yang akan dibahas dan dipraktikkan dalam kegiatan pembelajaran dengan mengestimasikan perkiraan waktu yang diperlukan. Pentingnya keterlibatan pihak-pihak pemangku kepentingan (stakeholders). dalam keseluruhan proses pengembangan kurikulum. yang diikuti penentuan mata kuliah. Higher order thinking Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 9 . lalu diimplementasikan dalam pengalaman belajar yang akan dilakukan oleh peserta agar kompetensi tersebut dapat dikuasai. Kompetensi dasar dijabarkan menjadi sub kompetensi. Alur Kegiatan Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Penyusunan dan pengembangan kurikulum pendidikan profesi guru diawali dengan analisis kompetensi lulusan. Keaktifan ini dapat diwujudkan antara lain melalui: pemberian kesempatan menyatakan gagasan. Sesuai dengan karakteristik peserta PPG yang sangat heterogen. pengetahuan dan sikap terbentuk melalui pengalaman dalam menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang ditugaskan termasuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi di lapangan. Bertolak dari Standar Kompetensi Lulusan.3. maka alur pengembangan kurikulum PPG adalah sebagai berikut: 1. pembuatan struktur kurikulum. bukan dalam arti fisik melainkan dalam keseluruhan perilaku belajar.

Sistem Asesmen dan Evaluasi Kompetensi Lulusan PPG Pada hakekatnya Pendidikan Profesi Guru Prajabatan merupakan pendidikan yang mempersiapkan lulusannya untuk menyelenggarakan layanan ahli kependidikan. baik berbentuk objektif (seperti multiple-choice) maupun esai dan pemecahan masalah. 4. Agar mampu menyelenggarakan layanan ahli. konsep-konsep diperoleh melalui pengalaman dan kenyataan yang ada di lingkungan sehari-hari. 6. 5. kreatif. Pendidikan Profesi Guru Prajabatan adalah pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa agar menguasai kompetensi dasar profesi guru. 7. diases melalui Tes Kemampuan Akademik berupa ujian tertulis. logis. 1. Upaya ini akan membantu pengembangan sikap dan kepribadian peserta didik sebagai guru. pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Pembelajaran Kontekstual Dalam melaksanakan pembelajaran. Mekanisme balikan secara berkala Penggunaan mekanisme balikan melalui asesmen secara berkala akan mendukung upaya pencapaian kompetensi. F. Asesmen Penguasaan Kemampuan Akademik Penguasaan kemampuan akademik yang komprehensif dijabarkan dari sosok utuh calon guru yang profesional. Berbagai ketentuan terkait dengan asesmen penguasaan kemampuan akademik dijelaskan sebagai berikut : Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 10 . Kegiatan dirancang dan dilaksanakan sebagai tugas perkuliahan.Pengembangan sistim pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berfikir tingkat tinggi (higher order thinking). serta ujian kinerja yang dikembangkan oleh LPTK penyelenggara program PPG. Dampak pengiring Di samping diarahkan pada pencapaian dampak instruksional (instructional effects). sehingga layak dan siap mengemban tugas sebagai guru yang profesional. melalui kunjungan ke sekolah pada waktu-waktu tertentu. proses pembelajaran diharapkan mengakomodasi upaya pencapaian dampak pengiring (nurturant effects). baik untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan maupun sebagai media pembelajaran. Dengan demikian. Pengenalan lapangan dalam bidang pembelajaran dilakukan sejak awal tidak hanya menjelang akhir program. calon guru dituntut memiliki. hingga pelaksanan Program Pengalaman Lapangan. Pemanfaatan teknologi informasi Keterampilan memanfaatkan multi media dan teknologi informasi perlu dikembangkan dalam semua perkuliahan. meliputi berfikir kritis. yaitu kompetensi akademik dan kompetensi profesional. Praktik asesmen melalui kuis-kuis singkat dan tugastugas jangka pendek yang diperiksa dan dinilai dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran. reflektif. menguasai dan mampu menerapkan seperangkat kompetensi. di samping penguasaan materi perkuliahan.

Evaluasi tersebut mencakup ujian tengah dan akhir semester serta tugas-tugas sepanjang perkuliahan berlangsung. Asesmen melalui pengamatan tersebut juga dapat dilengkapi dengan wawancara untuk meggali personal philosophy atau theory-in-use yang dianut para mahasiswa yang bersangkutan. e. Pendekatan PAP diterapkan baik dalam pengembangan materi evaluasi maupun analisis hasil yang dicapai. Asesmen unjuk kerja dalam konteks otentik Asesmen unjuk kerja dalam konteks otentik dilakukan melalui pengamatan para ahli. yaitu dosen pembimbing dari LPTK lain dan guru pamong dari sekolah lain. d. evaluasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang hasilnya menggambarkan profil kompetensi yang telah dan belum dicapai peserta didik. Kriteria minimal kelulusan dalam suatu matakuliah adalah 75% dengan catatan peserta didik yang hasil evaluasinya di bawah kriteria minimal diberi kesempatan untuk memperbaiki dengan diberikan program remedial. dalam asesmen tagihan penguasaan kompetensi ini dapat dilibatkan penilai luar (external examiners). a. Penilaian dihasilkan dari berbagai bentuk evaluasi termasuk tes. 2. Jika diperlukan. Adapun ketentuan mengenai asesmen unjuk kerja dalam kontek otentik ini adalah : merancang kegiatan contoh karya berupa lanjut dapat dilakukan proses pembelajaran Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 11 . c. dan rubrik Hasil evaluasi dinyatakan dalam huruf atau angka atas dasar persentase pencapaian kompetensi. Asesmen Penguasaan Kemampuan Profesional Penguasaan kemampuan profesional ini meliputi (1) penguasaan kemampuan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan (2) Kemampuan unjuk kerja dalam konteks otentik. Berdasarkan ciri kurikulum berbasis kompetensi. b. dan secara sumatif untuk keperluan penentuan kelulusan. Dalam rangka mewujudkan transparansi dan akuntabilitas. pendalaman lebih melalui wawancara baik sebelum maupun setelah dilaksanakan. b.a. melainkan lebih penting lagi adalah kualitas kinerja secara keseluruhan selama mahasiswa melakukan Program Pengalaman Lapangan. Sasaran asesmen unjuk kerja kontekstual ini tidak hanya terbatas pada tingkatan kemampuan mengelola pembelajaran (maximum behavior). untuk keperluan umpan balik dan perbaikan. Asesmen penguasaan kemampuan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Asesmen penguasaan kemampuan membuat dan pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan Persiapan Mengajar. observasi. Asesmen dilakukan oleh dosen mata kuliah masingmasing secara formatif. Tugas-tugas yang diberikan lebih diarahkan pada penerapan konsep-konsep yang telah dipelajari secara bertahap dan berkelanjutan.

Ujian kinerja dilaksanakan oleh program studi yang dikoordinasikan oleh LPTK dengan melibatkan pihak eksternal yang profesional. (c) Kemampuan interpersonal. Evaluasi dilakukan terhadap kegiatan praktek keguruan atau praktek mengajar dan praktek persekolahan di sekolah tempat PPL. Evaluasi terhadap Praktik Pengalaman Lapangan dilakukan oleh guru pembimbing dan dosen pembimbing lapangan. Kriteria nilai minimal kelulusan kegiatan PPL adalah B. Evaluasi PPL meliputi berbagai kegiatan. Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 12 . Bagi mahasiswa yang hasil evaluasinya masih di bawah kriteria minimal diberi latihan tambahan sampai berhasil mencapai nilai minimal. Ujian tulis dilaksanakan oleh program studi yang dikoordinasikan oleh LPTK penyelenggara. hasil evaluasi PPL juga dilengkapi dengan deskripsi kompetensi-kompetensi yang masih perlu ditingkatkan (rubric). Di samping dalam bentuk nilai.1) 2) Diterapkan pendekatan supervisi klinis dalam evaluasi yang memungkinkan mahasiswa melakukan evaluasi diri (self evaluation) dalam pelaksanaan PPL. dan (d) Laporan hasil PPL. yaitu evaluasi terhadap: (a) Praktek mengajar. (b) Praktek persekolahan. Evaluasi setiap peserta didik perlu didokumentasikan antara lain menerapkan portofolio sehingga dapat dilihat perkembangan/peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan selama PPL. 3) 4) 3. Asesmen dan Evaluasi dalam Kontek Ujian Akhir (Ujian Komprehensif) Komponen ujian akhir terdiri dari ujian tulis dan ujian kinerja.

e. c. produsen. Latar Belakang Penjaminan Mutu Pengelolaan satuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi. Keterlibatan mahasiswa dalam penjaminan mutu. menjalankan asesmen mahasiswa dengan objektif dan transparan. Penjaminan mutu pendidikan itu dilakukan secara bertahap. b. b.BAB III PENJAMINAN MUTU A. dan penjaminan mutu. dan prosedur di atas diperlukan panduan yang Untuk mencapai kebijakan menggambarkan tentang: a. Bertanggungjawab kepada lembaga sendiri atas pengembangan budaya yang menghargai pentingnya mutu. Penjaminan Mutu Internal PPG Dalam penjaminan mutu program PPG melibatkan seluruh civitas akademika dan tenaga penunjang lainnya. Tanggungjawab program studi. Penjaminan mutu harus dilakukan secara internal maupun eksternal. dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. Mengembangkan dan mengimplementasikan suatu strategi untuk peningkatan mutu berkelanjutan. sehingga konsumen. fakultas dan unit-unit kerja lain dan individu-individu untuk penjaminan mutu. dianalisis dan hasilnya digunakan untuk menyusun perencanaan program. Konsep Penjaminan Mutu Penjaminan mutu adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan secara konsisten dan berkelanjutan. penjaminan mutu pengajar secara terus menerus. akuntabilitas. Penjaminan mutu program PPG mengacu kepada standar dan panduan sebagai berikut: 1. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standarisasi. dan pihak lain yang berkepentingan memperoleh kepuasan. penjaminan. tersedianya fasilitas pendidikan yang memadai. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. sistematis. c. jurusan. Strategi lembaga untuk mutu dan standar. Kebijakan dan prosedur untuk penjaminan mutu Kebijakan dan prosedur harus: a. d. dan sistem informasi yang mudah dan benar dan terbuka untuk semua pemangku kepentingan. Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 13 . Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. jaminan mutu. C. Penjaminan mutu internal dilaksanakan oleh penyelenggara PPG melalui evaluasi diri berdasarkan fakta yang ada. Memiliki kebijakan dan prosedur penjaminan mutu dan standar untuk program PPG. Pelaksanakan tugas mengajar dosen yang menerapkan hasil-hasil penelitian. Organisasi sistem penjaminan mutu. Penjaminan mutu internal dilakukan dengan mereviu program secara periodik. dan evaluasi yang transparan. B. dan pengendalian mutu pendidikan. Evaluasi eksternal dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 14 . d. sakit. Peran serta mahasiswa dalam kegiatan penjaminan mutu. b. tidak bergantung pada penilaian penguji tunggal. Perijinan. Jika mungkin. Memperhitungkan seluruh konsekwensi yang mungkin terjadi bila ketentuan ujian itu dilaksanakan. formatif. Perumusan dan pempublikasian eksplisit outcome yang diinginkan. dan hal-hal lain berkaitan dengan kemudahan bagi mahasiswa. perwakilan pengguna lulusan. Perhatian yang saksama pada rancangan kurikulum dan program serta isi. atau sumatif. dimonitor. b. Menjamin bahwa asesmen dilakukan secara ketat sesuai dengan prosedur yang ditetapkan lembaga. f. Tersedianya sumber belajar yang sesuai. dan direvisi. 4. Asesmen mahasiswa Standar: Mahasiswa seharusnya diases dengan menggunakan kriteria yang terbuka. Prosedur asesmen mahasiswa diharapkan: a. 2. Memiliki kriteria skoring yang jelas dan dipublikasikan. Memiliki ketentuan yang jelas meliputi kehadiran mahasiswa. Penjaminan mutu dosen Standar: Memiliki cara-cara untuk meyakinkan diri sendiri bahwa staf yang terlibat dalam perkuliahan mahasiswa memenuhi kualifikasi dan kompeten. ketentuan dan prosedur yang diterapkan secara konsisten. Pemonitoran kemajuan dan hasil belajar mahasiswa. Kebutuhan akan berbagai macam model penyampaian spesifik (misalnya belajar jarak jauh dan e-learning). g. d. Rekruitmen dan penunjukan staf pengajar memiliki level standar kompetensi minimum. Standar: Cara-cara kebijakan itu diimplementasikan. g. i. j. Reviu program secara periodik dan teratur (termasuk reviu eksternal). 3. Prosedur: a. Mengukur pencapaian outcome pembelajaran dan tujuan-tujuan program yang lain. Strategi asesmen yang digunakan diinformasikan dengan jelas. monitoring. Panduan: Penjaminan mutu program itu diharapkan meliputi: a. Sesuai dengan maksud asesmen itu. e. apakah diagnostik. h. Dilakukan oleh orang yang memahami peran asesmen dalam menilai kemajuan belajar mahasiswa. Memenuhi seluruh persyaratan pengadministrasian. reviu periodik dan monitoring program. dan organisasi lain yang relevan. dan reviu periodik program Memiliki mekanisme formal untuk perijinan. c. h. c. e.f. f. Umpan balik teratur dari dosen.

f. dirancang sesuai kebutuhan mereka dan responsif terhadap umpan balik dari siapa pun yang memanfaatkan layanan yang disediakan. 5. mereviu dan meningkatkan keefektivan dari layanan pendukung yang tersedia untuk mahasiswa tersebut. Sumber belajar itu beragam mulai dari sumber belajar fisik seperti perpustakaan atau fasilitas komputer sampai sumber belajar manusia seperti tutor. Sistem informasi Standar: Menjamin bahwa lembaga mengumpulkan. konselor. kualifikasi lulusan. 6. b. Kemajuan mahasiswa dan kelancaran studi Penyerapan oleh lapangan kerja Kepuasan mahasiswa terhadap program PPG Keefektivan dosen Profil populasi mahasiswa Sumber belajar yang tersedia dan biayanya Indikator-indikator kinerja kunci PPG Memiliki informasi sejenis dari PPG LPTK lain sebagai bahan pembanding. Staf pengajar seharusnya diberi kesempatan untuk mengembangkan dan memperluas kemampuan mengajar mereka. prosedur pengajaran.b. menganalisis. secara kuantitatif dan kualitatif. pembelajaran dan asesmen yang digunakan. d. dan kesempatankesempatan belajar yang tersedia bagi mahasiswa. dan dosen penasehat akademik. Lembaga secara rutin memonitor. Panduan: a. Informasi publik Standar: PPG secara teratur menerbitkan informasi tidak memihak dan obyektif yang mutakhir. Panduan: Sistem informasi itu paling tidak mencakup: a. h. c. c. dan menggunakan informasi yang relevan untuk pengelolaan program dan kegiatan-kegiatan lain. g. c. tentang program dan kualifikasi lulusan yang ditawarkan. e. Sumber belajar dan mekanisme pendukung lain mudah diakses oleh mahasiswa. Panduan: a. Sumber belajar dan pendukung belajar lain Standar: Menjamin bahwa sumber belajar itu cukup tersedia untuk mendukung pembelajaran mahasiswa. Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 15 . 7. outcome pembelajaran yang diinginkan. PPG memiliki tanggungjawab untuk menyediakan informasi tentang programprogram yang ditawarkan. b. Memberi kesempatan kepada dosen yang kurang kompeten untuk meningkatan kecakapan mereka.

b. perlu dilakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui tingkat ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan. 2) Outcomes. Kegiatan monitoring pelaksanaan program PPG dimaksudkan untuk mengamati dan memantau kegiatan yang dilakukan oleh penyelenggara. meliputi ketersediaan dan kesiapan sumberdaya. guru pamong. e. seperti proses pengambilan keputusan. c. lembaga mitra. Input. Konteks. 3. Proses. Selain itu hasil monitoring juga dapat digunakan untuk memberi masukan kepada penyelenggara tentang berbagai faktor yang menjadi kendala sehingga perlu segera dicarikan solusinya. c. Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 16 . Pelaksana Sebagaimana dikemukakan sebelumnya bahwa evaluasi dilaksanakan secara internal dan eksternal. proses. bahan ajar. 2. dosen. dan sistem penjaminan mutu. Produk/Hasil 1) Output. output. input. meliputi kebutuhan dan harapan daerah dan stakeholders terhadap pelaksanaan program PPG. Ruang lingkup Pada penyelenggaraan program PPG terdapat berbagai aspek yang perlu dievaluasi. meliputi kinerja yang dicapai pengelola program PPG. Monitoring dan Evaluasi Program PPG Di dalam penyelenggaraan program PPG. meliputi dampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap perkembangan profesionalitas calon guru dan peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan. dan outcome. struktur organisasi penyelenggara. yaitu evaluasi konteks. Masing-masing aspek evaluasi tersebut dijelaskan sebagai berikut : b. seperti sumberdaya manusia (mahasiswa. Informasi itu cermat. Informasi yang diterbitkan juga dapat meliputi pandangan-pandangan dan tujuantujuan pekerjaan para alumni dan profil populasi mahasiswa saat ini. dan siap diakses dan tidak digunakan sekedar sebagai kesempatan untuk menarik minat calon mahasiswa baru. dan lain-lain). fasilitas pembelajaran. D. sehingga tujuan dapat dicapai. sarana dan prasarana penyelenggaraan program PPG. 1. proses evaluasi dan penentuan kelulusan. peraturan akademik. meliputi kegiatan dalam pelaksanaan program PPG. misalnya kualitas dan jumlah lulusan. obyektif. Tujuan Evaluasi PPG Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu PPG sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. pengelolaan proses pembelajaran termasuk PPL. agar program ini dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan rambu-rambu yang telah ditetapkan. d. tidak memihak satu kepentingan tertentu. kurikulum. pengelolaan kelembagaan.

Laporan hasil evaluasi program PPG disusun dengan sistematika sebagai berikut: pendahuluan. Laporan hasil evaluasi berisi tentang pelaksanaan program PPG dan hasil yang dicapai. b. LPTK lain. yaitu Guru dan Kepala Sekolah jenjang PAUD. kesimpulan. Evaluasi program PPG dilakukan oleh evaluator internal.a. pendidikan dasar dan menengah. dan rekomendasi. f. e. Laporan hasil evaluasi juga memuat tentang faktor-faktor penghambat dan pendukung keberhasilan program PPG. Laporan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut a. hasil evaluasi. pelaksanaan. Organisasi profesi. d. c. 4. Laporan hasil evaluasi yang dibuat oleh unit program ditujukan kepada pimpinan perguruan tinggi penyelenggara (Dekan/Rektor). Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 17 . Hasil evaluasi digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk kelanjutan pelaksanaan program Pendidikan Profesi Guru. yaitu lembaga penyelenggara melalui unit penjaminan mutu LPTK b. Laporan hasil evaluasi program PPG yang dilakukan oleh pihak penyelenggara disampaikan kepada Direktur Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional setiap akhir semester. Evaluasi program PPG juga dilakukan oleh evaluator eksternal.

LPTK tidak menyelenggarakan program yang bertentangan dengan kebijakan Ditjen Dikti. verifikasi lapangan untuk memeriksa kesesuaian antara evaluasi diri dengan kenyataan yang sebenarnya tentang kualitas sumber daya manusia. Peringkat Akreditasi BAN-PT Penyelenggara PPG adalah program pendidikan S-1 sesuai dengan program pendidikan profesi yang diselenggarakan minimal terakreditasi B. 3. program studi tanpa ijin. Keberadaan dan kualitas Sumber Daya Manusia a. Memiliki rasio jumlah dosen dan mahasiswa memadai sesuai ketentuan Ditjen Dikti. Kualitas sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi 18 5. Penyelenggara Program PPG Pendidikan profesi guru (PPG) adalah program pendidikan yang berada di LPTK. Acuan penunjukan LPTK sebagai penyelenggara PPG ditentukan berdasarkan pemenuhan persyaratan yang terkait dengan peringkat akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). atau melakukan pemendekan/pemampatan masa studi. ketaatan azas dalam penyelenggaraan perguruan tinggi sesuai dengan peraturan perundangan yang ada. 2. Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 . kelas SabtuMinggu. c. kualitas sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di program studi kependidikan. melakukan analisis dan pengembangan program ke depan. 6. Minimal salah satu jenjang pendidikan dosen tersebut berlatar belakang pendidikan bidang kependidikan. dengan latar belakang pendidikan yang relevan dengan Program Pendidikan Profesi. komitmen LPTK dalam memberikan laporan evaluasi diri. Komitmen LPTK dalam memberikan laporan evaluasi diri berdasar fakta. Pasal 11 ayat 2 adalah perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang memenuhi persyaratan akreditasi dan ditunjuk oleh pemerintah. Ketaatan azas dalam penyelenggaraan perguruan tinggi sesuai dengan peraturan perundangan. seperti kelas jauh. 7. Pengelola Program PPG PPG dikelola oleh Ketua dan/atau Sekretaris program studi yang ada. kriteria itu adalah sebagai berikut: 1. 4. Memiliki tenaga pengajar tetap 2 orang berkualifikasi doktor dan 4 orang berkualifikasi magister yang memiliki jabatan fungsional Lektor Kepala. dan Program Pengalaman Lapangan (PPL). b. Secara rinci. Memiliki perencanaan pengembangan SDM ke depan yang mendukung keberlangsungan keberadaan program studi. tidak sedang dikenai sanksi Ditjen Dikti. yang penyelenggaraannya dilakukan oleh jurusan dan/atau program studi yang terkait/relevan.BAB IV KRITERIA LPTK PENYELENGGARA PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) PRA JABATAN Lembaga penyelenggara PPG sesuai Undang-undang Nomor 14 tahun 2005.

10. Jaringan tersebut dikelola dalam kesatuan pengembangan bersama. Memiliki dan melaksanakan program penugasan dosen ke sekolah (PDS). Memiliki sekolah laboratorium (minimal memiliki perencanaan untuk mendirikan sekolah laboratorium yang tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan) c. Memiliki unit PPL yang berfungsi efektif b. Memiliki koleksi pustaka yang relevan. Draft Panduan PPG Bintang 28 JULI 2008 19 . Memiliki program penjaminan mutu yang berfungsi melaksanakan PPG sesuai standar kompetensi lulusan. Memiliki laboratorium bidang studi c. 9. Memiliki laboratorium micro teaching b. PSB atau sejenisnya). Memiliki jaringan kemitraan dengan sekolah-sekolah yang terakreditasi minimal B dan dituangkan dalam nota kesepahaman. dan d. Mekanisme Pemberian Ijin Penyelenggaraan PPG melalui usulan seperti Program Hibah Kompetisi (PHK).yang dimiliki: a. jumlah yang memadai dan mudah diakses mahasiswa. Memiliki unit kerja yang melaksanakan program peningkatan pengembangan pembelajaran (P3AI. d. Program Pengalaman Lapangan (PPL) a. 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful