ULIR

Ulir adalah alur yang berputar biasanya terdapat pada benda silinder yang memiliki fungsi untuk menghubungkan satu benda dengan benda lainnya.

Fungsi Ulir Dengan adanya sistem ulir memungkinkan kita untuk menggabungkan atau menyambung beberapa komponen menjadi satu unit produk jadi. Berdasarkan hal ini maka fungsi dari ulir secara umum dapat dikatakan sebagai berikut : a. Sebagai alat pemersatu, artinya menyatukan beberapa komponen menjadi satu unit barang jadi. Biasanya yang digunakan adalah ulir-ulir segi tiga baik ulir yang menggunakan standar ISO, British Standard maupun American Standard. b. Sebagai penerus daya, artinya sistern ulir digunakan untuk memindahkan suatu daya menjadi daya lain misalnya sistern ulir pada dongkrak, sistem ulir pada por os berulir (transportir) pada mesin-mesin produksi, dan sebagainya. Dengan adanya sistem ulir ini maka beban yang relatif berat dapat ditahan/diangkat dengan daya yang relatif ringan. Ulir segi empat banyak digunakan di sini. c. Sebagai salah satu alat untuk mencegah terjadinya kebocoran, terutama pada sistem ulir yang digunakan pada pipa. Kebanyakan yang dipakai untuk penyambungan pipa. ini adalah ulir-ulir Whitworth.

Jenis Ulir Ulir digolongkan menurut bentuk profil penampangnya sebagai berikut : ulir segitiga, persegi, trapezium, gigi gegaji dan bulat. Bentuk persegi, trapezium, dan gigi gergaji, pada umumnya dipakai untuk pengerak atau penerus gaya , sedangkan ulir bulat dipakai untuk menghindari kemacetan karena kotoran . tetapi bentuk yang paling banyak dipakai adalah ulir segitiga. Ulir segitiga diklasifikasikan lagi menurut jarak baginya dalam ukuran metris dan inch, dan menurut ulir kasar dan lembut sebagai berikut : a. seri ulir kasar metris b. seri ulir kasar UNG c. seri ulir lembut simetris d. seri ulir lembut UNF

sekrup b.Penggunaan Ulir Penggunaan ulir yang sering kita lihat di bengkel diantaranya : a. tutup botol c. ragum d. mesin bubut. frais dll Perhitungan Ulir .

.

Ulir ini biasanya digunakan untuk membuat ulir pada pipa (mencegah kebocoran fluida). Untuk ulir Metris sudut ulir adalah 60°. Pahat yang digunakan untuk membuat ulir segi tiga ini adalah pahat ulir yang sudut ujung pahatnya sama dengan sudut ulir atau setengah sudut ulir.6).0625Ǝ). Dengan mesin bubut yang dikendalikan CNC proses pembubutan ulir menjadi sangat efisien dan efektif. sedangkan ulir whitwoth sudut ulir 55°. sehingga proses pembubutan lama dan hasilnya kurang presisi.PROSES PEMBUATAN ULIR Proses pembuatan ulir bisa dilakukan pada mesin bubut. Misalnya ulir M5 × 0. Pada mesin bubut konvensional (manual) proses pembuatan ulir kurang efisien. Identifikasi ulir ini ditentukan oleh diamater mayor ulir dan jumlah ulir tiap inchi (Tabel 6. .7). Ulir segi tiga tersebut bisa berupa ulir tunggal atau ulir ganda. Selain ulir Metris pada mesin bubut bisa juga dibuat ulir whitworth (sudut ulir 55°). Misalnya untuk ulir Whitwoth 3/8Ǝ jumlah ulir tiap inchi adalah 16 (kisarnya 0. karena pengulangan pemotongan harus dikendalikan secara manual. Nama-nama bagian ulir segi tiga dapat dilihat pada Gambar dibawah. karena sangat memungkinkan membuat ulir dengan kisar (pitch) yang sangat bervariasi dalam waktu relatif cepat dan hasilnya presisi.7).8 mm. Identifikasi ulir ini ditentukan oleh diamater mayor ulir dan jumlah ulir tiap inchi (Tabel 6. Identifikasi ulir biasanya ditentukan berdasarkan diameter mayor dan kisar ulir (Tabel 6. Misalnya untuk ulir Whitwoth 3/8Ǝ jumlah ulir tiap inchi adalah 16 (kisarnya Selain ulir Metris pada mesin bubut bisa juga dibuat ulir whitworth (sudut ulir 55°).8 berarti ulir metris dengan diameter mayor 5 mm dan kisar (pitch) 0.

diameter minor. Dimensi utama dari ulir segi empat pada dasarnya sama dengan ulir segi tiga yaitu: diameter mayor. Ulir segi empat ini biasanya digunakan untuk ulir daya. Pahat ini biasanya dibuat dari HSS atau pahat sisipan dari bahan karbida. pada mesin bubut bisa juga dibuat ulir segi empat (Gambar dibawah). Pahat yang digunakan untuk membuat ulir segi empat adalah pahat yang dibentuk (diasah) menyesuaikan bentuk alur ulir segi empat dengan pertimbangan sudut helix ulir. . dan sudut helix.Selain ulir segitiga. kisar (pitch).

Setelah pahat dipilih. supaya diperoleh sudut ulir yang simetris terhadap sumbu yang tegak lurus terhadap sumbu benda kerja (Gambar dibawah). sehingga putaran spindel tidak terlalu tinggi (secara kasar sekitar setengah dari putaran spindel untuk proses bubut rata). Setelah itu dicek posisi pahat terhadap permukaan benda kerja. kemudian dilakukan setting posisi pahat terhadap benda kerja. Perbandingan harga kecepatan potong untuk proses bubut rata (stright turning) dan prosesbubut ulit (threading) dapat dilihat pada Tabel berikut. Hal tersebut terjadi karena pada proses pembuatan ulir harga gerakmakan (f) adalah kisar (pitch) ulir tersebut. .a. ditunjukkan bentuk pahat ulir metris dan alat untuk mengecek besarnya sudut tersebut (60°). Pada Gambar atas. Selain pahat terbuat dari HSS pahat ulir yang berupa sisipan ada yang terbuat dari bahan karbida (Gambar bawah). Pahat ulir pada gambar tersebut adalah pahat ulir luar dan pahat ulir dalam. Setting ini dilakukan terutama untuk mengecek posisi ujung pahat bubut terhadap sumbu. Gambar dibawah Setting pahat bubut untuk proses pembuatan ulir luar Gambar diatas Proses pembuatan ulir luar dengan pahat sisipan Parameter pemesinan untuk proses bubut ulir berbeda dengan bubut rata. Pahat Ulir Pada proses pembuatan ulir dengan menggunakan mesin bubut manual pertama -tama yang harus diperhatikan adalah sudut pahat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful