Pengertian Belajar

Pengertian belajar sangat komplek, tidak dapat diartikan dengan pasti, sebab pendapat ahli yang satu dengan ahli yang lainnya dalam memberikan pengertian belajar berbeda-beda. Hal ini tergantung pada aliran yang dianutnya. Proses belajar pada hekekatnya adalah komuniksi edukatif yang dapat menimbulkan hubungan timbal balik antara dua hal atau lebih atau pribadi-pribadi yang sama, dengan tujuan mengarahkan dirinya pada satu tujuan tertentu yang akan dicapai. Berikut beberapa pengertian/definisi belajar menurut pandangan ahli

Cronbach mengemukakan bahwa learning is shown by change in behaviour as a result of experience (belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman). Menurut M. Ngalim Purwanto dalam buku “Psikologi Pendidikan” Belajar adalah suatu perubahan didalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian. Sardiman dalam "Interaksi dan Motivasi Belajar" berpendapat bahwa belajar itu merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya. Wittig (dalam Syah, 2003 : 65-66), belajar sebagai any relatively permanen change in an organism behavioral repertoire that accurs as a result of experience (belajar adalah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam/keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman). H. Spears yang dikutip oleh Dewa Ketut Sukardi mengatakan bahwa belajar itu mencakup berbagai macam perbuatan mulai dari mengamati, membaca, menurun, mencoba sampai mendengarkan untuk mencapai suatu tujuan. Slameto mendefinsikan belajar : Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Belajar lebih ditekankan pada proses kegiatannya dan proses belajar lebih ditekankan pada hasil belajar yang dicapai oleh subjek belajar atau siswa. Hasil belajar dari kegiatan belajar disebut juga dengan prestasi belajar.

Dari beberapa definisi yang dikemukakan beberapa ahli di atas, maka penulis dapat mengambil kesimpulan, bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang merupakan sebagai akibatdari pengalaman atau latihan. Pengertian Prestasi Belajar

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan prestasi adalah: Hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya). Prestasi dalam bidang akademik berarti hasil yang diperoleh dari kegiatan di sekolah atau perguruan tinggi yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui sebuah pengukuran “Measurement” dan penilaian atau “evaluasi” Antara pengukuran “Measurement” dan penilaian atau “evaluasi” sangat erat hubungannya, Wand and Brown dalam kutipan Wayan Nurkancana dan PPN, Sumartana mengemukakan : “ Pengukuran adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan luas atau kuantitas dari sesuatu, evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses antuk menentukan nilai dari pada sesuatu ”. Perbedaan antara pengukuran dan penilaian terletak pada sifatnya kuantitatif, sedangkan hasil penilaian sifatnya kualitatif. Evaluasi dalam dunia pendidikan meliputi evaluasi terhadap hasil belajar, proses belajar mengajar dan evaluasi terhadap kurikulum. Evaluasi (pengukuran) yang sifatnya kuantitatif pada hakekatnya simbol dari sebagian perilaku yang diharapkan dan dapat mewakili keseluruhan perubahan (population of behavioral change) dari peserta didik itu sendiri. Perubahan perilaku peserta didik secara keseluruhan sangat sukar untuk diungkapkan, karena perubahan perilaku peserta didik itu ada yang dapat diamati (tangiable) dan ada yang tidak dapat diamati (untangiable) Dari uraian di atas bisa disimpulkan prestasi belajar adalah suatu perubahan tingkah laku yang dicapai siswa sebagai hasil belajar yang meliputi tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotir yang dinyatakan dalam bentuk angka atau skor. Definisi Prestasi Belajar menurut Ahli

W.S. Winkel prestasi belajar adalah keberhasilan usaha yang dicapai seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar atau mempelajari sesuatu Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru

Menurut Djalal (1986: 4) “prestasi belajar siswa adalah gambaran kemampuan siswa yang diperoleh dari hasil penilaian proses belajar siswa dalam mencapai tujuan pengajaran” Hamalik (1994: 45) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah perubahan sikap dan tingkah laku setelah menerima pelajaran atau setelah mempelajari sesuatu. Benyamin S. Bloom (dalam Nurman, 2006 : 36), prestasi belajar merupakan hasil perubahan tingkah laku yang meliputi tiga ranah kognitif terdiri atas : pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Saifudin Azwar (1996 :44) prestasi belajar merupakan dapat dioperasionalkan dalam bentuk indikator-indikator berupa nilai raport, indeks prestasi studi, angka kelulusan dan predikat keberhasilan.

Sumber referensi: Hamalik Oemar. 2001.Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara. M. Ngalim Purwanto. 1986.Prinsip-prinsip dan Tehnik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Karya Sardiman AM. 1990.Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: CV.Rajawali. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta. Saifudin Azwar. 1996. Pengantar Psikologi Intelegensi. Jogyakarta : Pustaka Pelajar. Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada Winkel, W.S. 1987. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta : Gramedia. Djalal, M.F. 1986. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa Asing. Malang: P3T IKIP Malang http://contohskripsi-makalah.blogspot.com/2012/10/pengertian-belajar-dan-prestasibelajar.html DEFINISI atau PENGERTIAN HASIL BELAJAR MENURUT PARA AHLI Jufry Malyno 6:33 AM

Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:250), hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenisjenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran.

Menurut Hamalik (2006:30), hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah, dua diantaranya adalah kognitif, dan afektif. Perinciannya adalah sebagai berikut :

1. Ranah Kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian 2. Ranah Afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi Howard Kingsley membagi 3 macam hasil belajar:

a. Keterampilan dan kebiasaan b. Pengetahuan dan pengertian c. Sikap dan cita-cita http://juprimalino.blogspot.com/2012/02/definisipengertian-hasil-belajar.html Hasil Belajar Menurut Para Ahli Browse » Kumpulan Ilmu » Pengertian Hasil Belajar Menurut Para Ahli » Tags : faktor , faktor pendukung , faktor yang mempengaruhi hasil belajar , hasil belajar , hasil belajar adalah , hasil belajar menurut para ahli , pengertian hasil belajar Pengertian Hasil Belajar Menurut Para Ahli - Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini. Melanjutkan publikasi bertema Kajian Pustaka, pada kesempatan yang berbahagia ini kami akan berbagi wawasan singkat seputar Pengertian Hasil Belajar. Berikut ini adalah beberapa Pengertian Hasil Belajar Menurut Para Ahli :

keterampilan berpikir maupun keterampilan motorik. hasil belajar atau prestasi belajar ini dapat dilihat dari penguasaan siswa akan mata pelajaran yang telah ditempuhnya. Alat untuk mengukur prestasi/hasil belajar disebut tes prestasi belajar atau achievement test yang disusun oleh guru atau dosen yang mengajar mata kuliah yang bersangkutan. “Hasil yang dicapai oleh tenaga atau daya kerja seseorang dalam waktu tertentu”. Pengertian hasil belajar menurut Marimba (1978: 143) mengatakan bahwa “hasil adalah kemampuan seseorang atau kelompok yang secara langsung dapat diukur”. afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan). yang memberikan penjelasan tentang hasil belajar sebagai berikut. Pengertian hasil belajar menurut Nawawi (1981: 100) : Keberhasilan murid dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau skor dari hasil tes mengenai sejumlah pelajaran tertentu. Pengertian hasil belajar menurut Sudjana (1990:22) adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajaranya. Pengertian hasil belajar menurut Nasution dalam Sunarto (2005) mendefinisikan prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir. Pengertian hasil belajar menurut Anni (2004:4) merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. prestasi atau hasil belajar (achievement) merupakan realisasi dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif (pengetahuan). baik perilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan. Pengertian hasil belajar menurut Sadly (1977: 904). merasa dan berbuat. sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut. Di sekolah. .Pengertian hasil belajar menurut Winkel dalam Sunarto (2009) yang menyatakan bahwa prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Penguasaan hasil belajar dapat dilihat dari perilakunya. Pengertian hasil belajar menurut Sukmadinata (2005).

ketekunan. Gagne mengungkapkan ada lima kategori hasil belajar. Hasil belajar yang berupa perubahan sikap dan tingkah laku. sikap dan kebiasaan belajar. Sementara Bloom mengungkapkan tiga tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakan hasil belajar yaitu : kognitif. termasuk di dalamnya keterampilan menggunakan alat. 3. melalui proses belajar mengajar yang optimal ditunjukkan dengan ciri-ciri sebagai berikut. meliputi kemampuan yang dimilikinya. yakni : informasi verbal. Hasil belajar yang berupa kemampuan keterampilan atau kecapakan di dalam melakukan atau mengerjakan suatu tugas. sosial ekonomi. berdasarkan tujuannya. terutama kualitas pengajaran. sikap dan keterampilan. motivasi belajar. hasil belajar dibagi menjadi tiga macam. Hasil belajar yang berupa kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan tentang apa yang dikerjakan. Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu :   Faktor dari dalam diri siswa. afektif dan psikomotorik (Sudjana. 2. . 1990:22). yaitu: 1. strategi kognitif. Hasil belajar yang dicapai siswa menurut Sudjana (1990:56). Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan.Menurut Nawawi (1981: 127). kecakapan intelektul. faktor fisik dan psikis. minat dan perhatian.

kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya. silakan konfirmasi lewat kolom komentar. sikap dan keterampilan.blogspot. kecakapanintelektul. makalah yang ber-hak cipta. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan diri terutama dalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya. apabila menemukan posting.com/2011/02/pengertian-hasil-belajar-menurut-para. 1990:22). yakni mencakup ranah kognitif. yakni : informasi verbal. seperti akan tahan lama diingat. Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya.com/2011/02/pengertian-hasil-belajar-menurut-para. . artikel. bermanfaat untuk mempelajari aspek lain. ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik. keterampilan atau perilaku. Hasil belajar yang diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif). Terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini. pengetahuan atau wawasan. membentuk perilaku.html Diulas oleh : Kumpulan Ilmu http://mbegedut. Sementara Bloom mengungkapkan tigatujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakanhasil belajar yaitu : kognitif. Gagne mengungkapkan ada lima kategori hasil belajar . strategi kognitif. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai. semoga ada guna dan manfaatnya. Hasil belajar menurut Sudjana (1990:22) adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah iamenerima pengalaman belajaranya.blogspot. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya. Itulah tadi artikel singkat mengenai Pengertian Hasil Belajar.html Hasil belajar menurut Anni (2004:4) merupakan perubahan perilaku yang diperolehp e m b e l a j a r setelah mengalami aktivitas belajar. artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya.Dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu kemampuanatau keterampilan yang dimiliki oleh siswa setelah siswa tersebut mengalami aktivitasbelajar. wassalam.     Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. secepatnya admin akan menggantinya atau menghapusnya Title: Pengertian Hasil Belajar Menurut Para Ahli Url : http://mbegedut. afektif dan psikomotorik (Sudjana. Note: Bagi sobat atau pengunjung blog Kumpulan Ilmu.

ketekunan.com/doc/51282702/Pengertian-Hasil-Belajar-Menurut-Para-Ahli 3 Des 2011 TUJUAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN Pengertian Tujuan Belajar dan Pembelajaran 1. Berdasarkan mata ajaran yang ada dalam petunjuk kurikulum dapat ditentukan hasil-hasil pendidikan yang diinginkan. dan di apresiasikan. artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila iaberusaha sebagaimana mestinya. http://www. Faktor dari dalam diri siswa. • Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik padadiri siswa.scribd. terutama kualitas pengajaran. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuanglebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai. faktor fisik dan psikis.minat dan perhatian. Tujuan Belajar Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa yang telah melakukan tugas belajar yang umumnya meliputi pengetahuan.Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu :1. Guru sendiri adalah . yang diharapkan tercapai oleh siswa. Hasil belajar yang dicapai siswa menurut Sudja na (1990:56). Berdasarkan kebutuhan siswa dapat ditetapkan apa yang hendak dicapai. sosial ekonomi. Tujuan belajar adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsungnya proses belajar.2.keterampilan. mata ajar. sikap dan kebiasaan belajar. dan sikap-sikap yang baru. dikembangkan. 2. Tujuan Pembelajaran Yang menjadi kunci dalam rangka menentukan tujuan pembelajaran adalah kebutuhan siswa. meliputi kemampuan yang dimilikinya. melalui proses belajar mengajar yang optimal ditunjukkan dengan ciri-ciri sebagai berikut. motivasi belajar. Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. dan guru itu sendiri. • Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya.

Anderson dan David R.sumber utama tujuan bagi para siswa dan dia harus mampu menulis dan memilih tujuan pendidikan yang bermakna dan dapat diukur. Tujuan Ranah Kognitif ( Cognitive Domain ) Tujuan belajar ranah kognitif dikembangkan pada tahun 1956 oleh Bloom dkk. Mengerti : . Taksonomi Pengertian Taksonomi Tujuan Belajar Taksonomi atau yang sering disebut tujuan instruksional khusus adalah tujuan pendidikan yang didasarkan pada tingkah laku. 1.menerjemahkan : .mengungkapkan b. dan direvisi pada tahun 2001 oleh suatu tim dengan editor utama Lorin W. tujuan belajar . Mengingat : .mengenal : . Setiap program pembelajaran.pembelajaran merupakan perilaku yang diharapkan dapat dicapai siswa sehubungan dengan aktivitas belajar pembelajaran yang dilakukan. Proses Kognitif disusun dalam enam jenjang (dengan 19 rincian) meliputi : a. Pengertian kognitif sendiri adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Krathwohl.menunjukkan . Bloom tujuan belajar dibagi menjadi 3 domain yaitu : A. Tujuan belajar ranah kognitif hasil revisi membedakan : Proses kognitif dan Dimensi pengetahuan. Jenis-jenis Tujuan Belajar Menurut Para Ahli Menurut Benyamin S. Jadi. bertujuan untuk terjadinya tindak belajar.

Menilai : .menggunakan d.menyimpulkan : .mengatur : . Pengetahuan konseptual memiliki 3 rincian. Dimensi Pengetahuan dibedakan menjadi empat (dengn 11 rincian) yaitu : a.mengklasifikasi : . Memakai : . Pengetahuan konseptual Konseptual adalah teori-teori atau prinsip dasar yang selalu dipakai dalam merencanakan dan merancang sebuah desain.meringkas : .melaksanakan : .merancang : .: .mengembangkan : .rincian & unsure-unsur b.terminology .membandingkan : .membuat 2. Pengetahuan Faktual : . yaitu : : . Mencipta : .mengecek : . Menganalisis : .menjelaskan c.mengkaitkan e.membedakan : .mengkritik f.

yaitu : 1. Klasifikasi dan kategori 2. Pengetahuan procedural Prosedural adalah rangkaian aktivitas. Benyamin S. dan struktur c. dan Bertram B. keputusankeputusan. Kriteria penggunaan cara yang tepat d. Pengetahuan strategik 2. Bloom. Teknik dan metode khusus 3. Keterampilan khusus dan algoritma 2. Pengetahuan Metakognitif memiliki 3 rincian. dan nilai. yaitu : 1. Pengetahuan Metakognitif Metakognitif adalah kemampuan untuk mengontrol ranah/aspek kognitif atau kesadaran berpikir tentang apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui. Prinsip dan generalisasi 3. Pengetahuan diri B. Model. minat.menyarai . Pengetahuan tentang tugas kognitif 3. Masia pada tahun 1964. Krathwohl. emosi.1. Tujuan Ranah Afektif ( Afective Domain ) Tujuan belajar ranah afektif disusun oleh David R. perhitungan yang dijalankan melalui serangkaian kegiatan atau pekerjaan yang menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan. sikap. Teori. Pengetahuan prosedural memiliki 3 rincian. Menerima : . tugas-tugas. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan. Proses belajar afektif disusun secara berjenjang meliputi : a. langkah-langkah. proses-proses.

Mengorganisasikan : . Mengamalkan : . Peniruan ( Imitation ) Kemampuan ini dimulai dengan mengamati suatu gerakan kemudaian memberikan respon serupa yang diamati.melibakan : . Menurut Dave keterampilan Psikomotor meliputi : 1. Menanggapi : . 2.: .memuaskan c.menerima nilai : .menampung : .mengikuti : .merangkai system e. Ranah psikomotorik lebih diutamakan pada aspek kemampuan fisik. Sebagai contoh.menggeneralisasi : . Tujuan Ranah Psikomotor Tujuan belajar ranah psikomotorik dikembangkan oleh beberapa ahli dengan latar belakang yang berbeda-beda. Penggunaan ( Manipulasi ) .menginternalisasi nilai dalam hidup C. Menghargai : .mengonseptualisasi : . kemampuan menggunakan alat ukur setelah diperhatikan cara menggunakannya.memihak pada nilai : .komitmen pada nilai d.memperhatikan b.

Ketepatan ( Presicion ) Kemampuan ini lebih menekankan kepada kecermatan. Gerak Refleks Yaitu respon gerakan yang tidak disadari yang dimiliki sejak lahir. pada saat menggumakan alat ukur memperhatikan skala alat ukur yang digunakan dan satuan yang digunakan dalam mengambil data. Sedangkan menurut Harrow. orang yang memiliki ketepatan biasanya melakukan pengamatan berulang kali untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti. sehingga gerakan yang dapat dilakukan dapat secara rutin dan tidak memerlukan pemikiran terlebih dahulu. 4. mengetik dengan cepat dan tepat dan menggunakan alat-alat sesuai kemampuan. 5. Sebagai contoh. proporsi dank e[astian yang lebih tinggi. Intersegmental c. Perangkaian ( Articulation ) Merupakan kemampuan koordinasi suatu rangkaian gerak dengan membuat urutan yang tepat dan mencapai yang diharapkan atau konsistensi internal diantara gerakan-gerakan yang berbeda. Gerak dasar Yaitu gerakan-gerakan yang menuntut pada keterampilan yang sifatnya kompleks. . tujuan belajar ranah psikomotor tersusun dalam peringkat sebagai berikut : 1. Segmental b. Postural 2. menunjukkan tulisan yang rapi dan jelas. a. Sebagai contoh. Sebagai contoh.Kemampua ini merupakan kemampuan mengikuti pengarahan (instruksi). Pengalamiahan ( Naturalisasi ) Menekankan kemampuan yang lebih tinggi secara alami. melakukan kegiatan pendidikan sesuai prosedur yang dibaca. 3. Suprasegmental d. penampilan dan gerakan-gerakan pilihan yang menetapkan suatu penampilan.

Keuletan 5. Locomotor b. a. Visual c. Kemampuan fisik Yaitu kemampuan yang diperlukan untuk mengembangkan gerakan-gerakan keterampilan tingkat tinggi. menari dan rekreasi. Adaptif sederhana b. misalnya keterampilan dalam olahraga. Auditif 4. Kinestetik b. a. Non locomotor c. Adaptif ganda . Gerak terampil Yaitu gerakan-gerakan yang memerlukan belajar. a. Keluesan d.a. Manipulative 3. Kekuatan c. Katahanan b. Kemampuan perseptif Yaitu kombinasi dari kemampuan kognitif dan gerakan.

Adaptif kompleks 6.Hal Khusus (Istilah. prinsip dasar. Sebelum direvisi Anderson Pengetahuan ( Knowledge ) Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan. dsb Pembahasan : .c. urutan. Gerak interpretif LAMPIRAN TAMBAHAN Jenjang Tujuan Belajar Ranah Kognitif (Bloom dkk. teori) Metode Pemahaman ( Comprehension ) Siswa diminta untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana di antara fakta-fakta atau konsep. Gerak ekspresif b. ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas. orang yg berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari kualitas.Hal umum (prinsip. karakteristik produk yang berkualitas. a. fakta) . dsb. fakta-fakta. gagasan. standar kualitas minimum untuk produk. dsb. Gerak komunikasif Yaitu kemampuan untuk berkomunikasi dengan menggunakan gerakan. Sebagai contoh.Penerjemahan . misalnya ekspresi wajar (mimic). Pembahasan : . definisi. pola. metodologi. postur.

cara) secara tepat untuk diterapkan dalam suatu situasi baru dan menerapkannya secara benar. Pembahasan : . dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yg ditimbulkan. Analisis ( Analysis ) Di tingkat analisis. Pembahasan : . dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yg rumit. ketika diberi informasi tentang penyebab meningkatnya reject di produksi. Sebagai contoh. membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab. aturan.Analisis unsur Analisis hubungan Sintesis ( Synthesis ) Satu tingkat di atas analisa. Sebagai contoh.Penafsiran Ekstrapolasi Penggunaan ( Aplication ) Di tingkat ini Siswa dituntut memiliki kemampuan untuk menyeleksi atau memilih suatu abstrasi tertentu (konsep. seseorang akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagibagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya. dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yg dibutuhkan. Sebagai contoh. di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya reject. hukum. dalil. seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat. seseorang yg berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk fish bone diagram. gagasan.. di tingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat reject di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk.

di tingkat ini seorang manajer kualitas harus mampu menilai alternatif solusi yg sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas. Latar Belakang Masalah Setiap anak yang lahir normal ( fisik-mental ) berpotensi menjadi cerdas.[1] Selama manusia berada di bumi. nilai ekonomis.com/2011/12/tujuan-belajar-dan-pembelajaran. gagasan. Diakui bahwa orang yang cerdas banyak sekali jasanya dalam memajukan umat manusia. urgensi.html PENDAHULUAN 1. tetapi hingga saat ini tidak pernah tuntas.- Menyimpulkan Merancang tindakan Evaluasi ( Evaluation ) Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi. metodologi. anak akan mengaktualisasikan dirinya di tengah-tengah masyarakat. Para pakar pendidikan dan psikologi banyak memberikan pandangan dan analisis terhadap mutu pendidikannya. dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yg ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Pembahasan : Memberi pertimbangan (dengan kriteria internal dan eksternal) http://myworld-mala. Sebagai contoh. bahkan muncul masalah-masalah pendidikan yang baru.blogspot. Dengan karya dan pandangan-pandangannya yang ilmiah akan mampu membebaskan manusia dari belenggu kebodohan dan ketertinggalan menuju tatanan hidup yang lebih baik dan beradab. Salah satunya masalah pendidikan yang terus dan akan selalu dibicarakan adalah masalah mutu pendidikan yang rendah. temasuk masalah-masalah pendidikan. Dengan kecerdasan anak itu. maka selama itu pula manusia akan membicarakan tentang pendidikan. nilai manfaat. dsb.[2] .

[3] Dalam proses belajar seorang anak di sekolah tentunya memiliki daya tangkap ( daya serap ) yang berbeda terhadap setiap pelajaran yang diberikan oleh bapak dan ibu gurunya. pada kurikulum sebelumnya meskipun sudah dimunculkan wacana penilaian proses belajar namun dalam pelaksanaannya penilaian hasil belajar hanyalah dipusatkan pada penilaian hasil belajar yang biasanya dilihat dari perolehan skor ulangan. . bahwa hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai factor . fasilitas belajar. tetapi juga untuk mengetahui apakah tujuan-tujuan tersebut penting bagi siswa dan bagaimana siswa mencapainya. baik masukan proses maupun keluaran. Penilaian tidak hanya diarahkan kepada tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Penilaian tidak hanya melalui pengukuran perilaku siswa. padahal kita tahu . Konsep-konsep tersebut pada umumnya berkisar pada pandangan sebagai berikut :[5] 1. Perbedaan daya tangkap inilah yang mempengaruhi penilaian hasil belajar siswa. 3. lingkungan baik lingkungan keluarga. 2. yaitu :[6] Tujuan adalah arah dari proses belajar mengajar yang pada hakikatnya adalah rumusan tingkah laku yang diharapkan dapat dikuasai oleh siswa setelah menerima atau menempuh pengalaman belajarnya. Dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) Yyang didasarkan atas Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ) ini. teman maupun lingkungan fisik kelas dan yang tak kalah pentingnyaadalah kemampuan profesional guru dalam melakukan penilaian hasil belajar itu sendiri. motivasi. Penilaian tidak hanya dimaksudkan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. baik ulangan harian maupun ulangan umum. Pertanyaan pokok sebelum melakukan penilaian ialah apa yang harus dinilai itu. minat. tetapi juga terhadap tujuan-tujuan yang tersembunyi. Dengan perubahan paradigma ini penilaian dipusatkan pada penilaian proses belajar disamping penilaian hasil belajar. tetapi juga alat penilaian bukan tes. tidak hanya terbatas pada tes. Mengingat luasnya tujuan dan objek penilaian. maka alat yang digunakan dalam penilaian sangat beraneka ragam. pergaulan.Masalah mutu pendidikan yang banyak dibicarakan adalah rendahnya hasil belajar peserta didik . Ada empat unsur utama proses belajar mengajar. akan berdampak pada perubahan dalam paradigm penilaian hasil belajar. sikap dan kebiasaan belajar. tetapi juga melakukan pengkajian terhadap komponen-komponen pendidikan. bakat.[4] Perkembangan konsep penilaian pendidikan yang ada pada saat ini menunjukkan arah yang lebih luas. antara lain. Terhadap pertanyaan ini kita kembali pada unsur-unsur yang terdapat dalam proses belajar mengajar. termasuk efek samping yang mungkin timbul.

Rony Gunawan. Informasi verbal. Dalam menentukan hasil belajar siswa. Dalam proses tersebut juga ada aspek-aspek yang menjadi bahan pertimbangan terhadap penilaian hasil belajar siswa. proses adalah runtunan perubahan peristiwa dan lain-lain. faktor pengajar. ranah afektif dan ranah psikomotorik. 3). yang berfungsi sebagai alat untuk mengetahui keberhasilan proses dan hasil belajar siswa. Sikap. proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam mencapai tujuan pengajaran. Keterampilan Intelektual. yaitu ranah kognitif. tentunya ini melalui suatu kegiatan yang dinamakan proses. 2). dan faktor lingkungan tempat siswa tersebut belajar.Bahan adalah seperangkat pengetahuan ilmiah yang dijabarkan dari kurikulum untuk disampaikan atau dibahas dalam proses belajar mengajar agar sampai kepada tujuan yang telah ditetapkan. dan 5). 2). 4). . Selain dari kategori hasil belajar tersebut. Pengetahuan dan pengertian. tentunya ada pengaruh-pengaruh yang menjadikan faktor penilaian dari hasil belajar siswa. yakni : 1). yaitu faktor kepandaian. Penilaian adalah upaya atau tindakan untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan itu tercapai atau tidak. Keterampilan Motoris Benyamin Bloom membaginya dalam tiga ranah. Sikap dan cita-cita Gagne membagi lima kategori hasil belajar. 3). Strategi kognitif. teman. yakni : 1). Pengertian Proses Menurut Drs.[7] Menurut Dr.[8] Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Metode dan alat adalah cara atau teknik yang digunakan dalam mencapai tujuan. Nana Sudjana. Keterampilan dan kebiasaan. Howard Kingsley membagi tiga macam hasil belajar.

Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa cara penilaian adalah adanya objek atau program yang dinilai dan adanya kriteria sebagai dasar untuk membandingkan antara apa yang dicapai dengan kriteria sebagai dasar untuk membandingkan antara apa yang dicapai dengan kriteria yang harus dicapai. sedang. karena dengan adanya penilaian hasil belajar maka akan terlihat dengan jelas tingkat keberhasilan suatu penyelenggaraan pendidikan ( sekolah ) dalam mendidik siswanya. .[10] 2.[9] 3. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dikemukakan di atas. Ukuran itulah yang dinamakan kriteria. ranah afektif dan ranah psikomotorik Sedangkan manfaat dari makalah ini :   Hasil dari makalah ini diharapkan dapat menjadi kontribusi terhadap ilmu pengetahuan. maka kami mengemukakakan beberapa rumusan masalah. kurang. Pengertian Penilaian Hasil Belajar Ditinjau dari sudut bahasa. dan ranah psikomotoris ? 3.Penilaian hasil belajar kepada siswa didalam dunia pendidikan merupakan salah satu factor yang sangat penting. yang sedang dan yang kurang. khususnya bagi mahasiswa program AKTA IV. penilaian diartikan sebagai proses menentukan nilai suatu objek. yaitu sebagai berikut : Bagaimana suasana penataan lingkungan fisik kelas yang dapat yang mempengaruhi penilaian hasil belajar siswa ? Prinsip penilaian yang bagaimanakah yang dapat mensinergikan ranah kognitif. Adanya penilaian hasil belajar juga akan memberikan gambaran yang jelas tentang prestasi hasil belajar siswa. Untuk dapat menentukan suatu nilai atau harga suatu objek diperlukan adanya ukuran atau kriteria. Hasil dari makalah ini diharapkan menjadi kontribusi bagi pengembangan pendidikan. diperlukan adanya ukuran yang jelas. Perbandingan bias bersifat mutlak. Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dari makalah ini adalah :  Mengetahui penataan lingkungan belajar yang mampu mempengaruhi hasil belajar siswa Mengetahui prinsip-prinsip penilaian yang yang dapat mensinergikan ranah kognitif. ranah afektif. Misalnya untuk dapat mengatakan baik. baik secara individu ataupun menyeluruh. bisa pula bersifat relatif. bagaimana yang baik.

Lingkungan fisik kelas yang baik adakah ruangan kelas yang menarik. Hal ini disyaratkan bahwa objek yang dinilai adalah hasil belajar siswa. dan ada bunga di meja guru. Penataan lingkungan yang dimaksud adalah penataan lingkungan fisik kelas.. afektif. pajangan diletakkan pada tempat yang tepat.[14] . kita akan dapat mengajar dengan tenang serta menyenangkan. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap proses belajar siswa. Penataan Suasana Lingkungan Fisik Kelas yang Mempengaruhi Hasil Belajar Penilaian hasil belajar mengisyaratkan hasil belajar sebagai program atau objek yang menjadi sasaran penelitian. oleh sebab itu dalam penilaian hasil belajar rumusan kemampuan dan tingkah laku yang diinginkan dikuasai oleh siswa ( kompetensi ) menjadi unsur penting sebagai dasar dan acuan penilaian.[12] Lingkungan belajar adalah situasi yang ada di sekitar siswa pada saat belajar. serta mendukung siswa dan guru dalam proses pembelajaran.[13] Dengan demikian siswapun dalam menerima pelajaran akan lebih mudah karena didukung oleh situasi lingkungan yang nyaman. Siswa akan belajar dengan tenang dan nyaman.[11] Penialain hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Hasil belajar siswa pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku. tempat duduk dan alat pelajaran ditata dengan rapi. dan psikomotoris.BAB II PEMBAHASAN A. efektif. Bayangkan jika Anda memasuki ruangan kelas yang lantainya bersih. Situasi ini dapat mempengaruhi proses belajar siswa. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif.. Hasil belajar sebagai objek penilaian pada hakikatnya menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan instruksional.. sehingga juga akan berpengaruh pada penilaian hasil belajar siswa. sehingga hasil yang dicapai setelah proses belajar akan lebih maksimal. Apa yang Anda rasakan? Ya. Kelas yang tidak ditata dengan baik akan menjadi penghambat bagi siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Penilaian proses pembelajaran adalah upaya memberi nilai terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru dalam mencapai tujuan-tujuan pengajaran. Hal ini adalah karena isi rumusan tujuan instruksional menggambarkan hasil belajar yang harus dikuasai siswa berupa kemampuan-kemampuan siswa setelah menerima atau menyelesaikan pengalaman belajarnya.

Prinsip-prinsip Penilaian Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan. yakni ranah kognitif.[16] . menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membagi tiga ranah. Kondisi fisik kelas yang nyaman akan menjadikan pelajaran lebih mudah diterima. suara dan kepadatan kelas. ranah afektif. guru hendaknya memperhatikan hal-hal berikut[15] : Keleluasaan Pandangan ( Visilibility ) Artinya penempatan atau penataan barang-barang di dalam kelas tidak mengganggu pandangan siswa sehingga siswa dapat secara leluasa memandang guru serta guru juga dapat memandang semua siswa setiap saat menyajikan materi pelajaran. Penataan lingkungan fisik kelas yang nyaman dan baik tentunya akan memberikan pengaruh yang baik terhadap hasil belajar siswa. Kenyamanan Prinsip kenyamanan ini berkaitan dengan temperatur ruangan. dimengerti dan dipahami sehingga hasil belajar siswa akan lebih baik dan maksimal. B. cahaya. Kenyamanan ruangan kelas akan sangat berpengaruh terhadap konsentrasi dan produktifitas guru dalam kegiatan pembelajaran. dan ranah psikomotorik. Keluwesan ( Flexibility ) Barang-barang yang ada di dalam kelas hendaknya mudah untuk dipindah-pindahkan sehingga mudah ditata sesuai dengan tuntutan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh siswa dan guru. Mudah Dicapai ( Accessibility ) Meletakkan alat-alat peraga di tempat yang tepat dan mudah dijangkau oleh guru dan siswa. ketika menata lingkungan fisik kelas.Menurut Louisell ( 1992 ). Keindahan Kelas yang indah dan menyenangkan menggambarkan harapan guru terhadap proses belajar yang harus dilakukan dan terhadap tingkah laku siswa selama kegiatan pembelajaran. baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional.

2. teori. Ranah Afektif Berkenaan dengan sikap. penggunaan abstraksi pada situasi konkret atau situasi khusus. pemberian keputusan tentang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi tujuan. cara bekerja. jawaban atau reaksi. pernyataan unsur-unsur atau bagian-bagian ke dalam bentuk menyeluruh. maknanya tidak sepenuhnya tepat sebab dalam istilah tersebut termasuk pengetahuan hafalan atau untuk diingat seperti rumus. organisasi dan internalisasi. yang terdiri dari lima aspek. yaitu penerimaan. yang terdiri dari : Aplikasi. yang dibagi atas dua aspek. Ranah Kognitif Berkenaan dengan hasil belajar intelektual. Analisis. yaitu : . Evaluasi. yang terdiri dari : Pengetahuan atau ingatan. pemecahan. metode dan materi. Sintesis. pasal dalam undang-undang. Abstraksi tersebut mungkin berupa ide.Aspek kognitif tingkat rendah. 3.1. penilaian. Aspek kognitif tingkat tinggi. yaitu : . maknanya menjelaskan dengan susunan kalimatnya sendiri sesuatu yang dibaca atau didengarnya. atau petunjuk teknis. Pemahaman. gagasan. Ranah Psikomotoris Berkenan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. usaha memilah suatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehingga jelas hierarkinya dan atau susunannya. defenisi. Ada enam aspek dalam ranah psikomotoris.

Agar diperoleh hasil belajar yang objektif dalam pengertian menggambarkan perstasi dan kemampuan siswa sebagaimana adanya. Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar Kemampuan perseptual. penilaian senantiasa dilaksanakan pada setiap saat proses belajar mengajar sehingga pelaksanaannya berkesinambungan. penilaian harus menggunakan berbagai alat penelitian dan sifatnya komprehensif. yaitu :[18] Dalam menilai hasil belajar hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga jelas abilitas yang harus dinilai.Gerakan refleks ( keterampilan pada gerak yang tidak sadar ). keharmonisan. Namun tidak berarti bahwa ranah-ranah yang lainnya tidak dipakai dalam menilai hasil belajar siswa. Diantara ketiga ranah itu. Dengan sifat komprehensif dimaksudkan segi atau abilitas yang dinilainya tidak hanya aspek kognitif. maka untuk bisa mensinergikan ( menyatukan ) ranah-ranah tersebut ada prinsip-prinsip penilaian yang harus diperhatikan. ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran[17]. . dan ketepatan Gerakan-gerakan skill. “ Tiada proses belajar mengajar tanpa penilaian “ hendaknya dijadikan semboyan bagi setiap guru. membedakan auditif. alat penilaian. motoris. materi penilaian. termasuk didalamnya membedakan visual. Penilaian hasil belajar hendaknya menjadi bagian integral dari proses belajar mengajar. dan interpretasi hasil penelitian. Sebagai patokan atau ramburambu dalam merancang penilaian hasil balajar adalah kurikulum yang berlaku dan buku pelajaran yang digunakan. misalnya kekuatan. tetapi juga aspek afektif dan psikomotoris. mulai dari keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang kompleks Kemampuan yang berkenan dengan komunikasi non decursive seperti gerakan ekspresif dan interpretatif. Artinya. dan lain-lain Kemampuan di bidang fisik.

Surabaya. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. ranah kognitif. Terbit Terang. 2001. dimana guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip keleluasaan pandangan ( visibility ).Penilaian hasil belajar hendaknya diikuti dengan tindak lanjutnya. perlu dicatat secara teratur dalam catatan khusus mengenai kemajuan siswa. . Bandung : PT. DAFTAR PUSTAKA Dkk. DR. dan ranah psikomotoris. Kategori hasil penilaian yang banyak dipakai adalah dengan menggunakan ranah afektif. Makassar : Tim Dosen Universitas Negeri Makassar. 1999. 2007. sehingga hasil belajarpun bisa lebih baik dan maksimal. Suciati. Demikianlah prinsip-prinsip yang bisa dijadikan acuan dalam menyatukan penilaian hasil belajar siswa dari ranah afektif. kemudahan dalam mencapai ( accessibility ) keluwesan ( flexibility ) kenyamanan dan keindahan. Negeri. Demikian juga data hasil penelitian harus dapat ditafsirkan sehingga guru dapat memahami para siswanya terutama prestasi dan kemampuan yang dimilikinya. ranah kognitif dan ranah psikomotoris. Oleh karena itu. Data hasil penilaian sangat bermanfaat bagi guru maupun bagi siswa. Sudjana. Panduan Model Pembelajaran Efektif. Remaja Rosdakarya. Jakarta : Universitas Terbuka. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Lingkungan fisik yang mempengaruhi lancarnya pembelajaran adalah tatanan ruangan kelas dan isinya. Universitas Makassar. 2007. Nana. yang masing-masing ranah terdiri dari sejumlah aspek yang saling berkaitan. Sumber Lain Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Belajar dan Pembelajaran.

2 [4] Makalah Prinsip-prinsip Penilaian Pembelajaran Matematika SMA. hlm. 53 [14] Ibid. hal. 4 [11] Ibid.Pd. [6] Ibid. Direktorat Tenaga Kependidikan. M. [1] Universitas Negeri Makassar. Departemen Pendidikan Nasional. 2008. 34 [12] Ibid. hlm. 22. Zainal Arifin. Yogyakarta. 55 . 2 [3] Ibid. Setiawan. 2008. 2007. hlm. 1 [5] Dr. [7] Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. M. Bandung. M.Pd. hlm. Cit. Makalah “ Penilaian Hasil Belajar “. 2001. Departemen Pendidikan Nasional. Nana Sudjana. Nana Sudjana. 2010. P. 2008. Direktorat Tenaga Kependudukan. Sistem Informasi Penilaian Hasil Belajar Siswa Berbasis Web pada SMK Neg. 22. Makalah “ Prinsip-prinsip Penilaian Matematika SMA “ oleh Drs. 55 [15] Ibid. hlm.Pd. hlm. hlm. 1 [10] Makalah Penilaian Hasil Belajar. hlm. Oleh Drs. 4 . Ilmu Pendidikan Indonesia. Zainal Arifin. Ferico Octavian Syah P. A.5 [13] Suciati. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. [8] Dr. 2010. Yogyakarta. Remaja Rosdakarya. Universitas Pendidikan Indonesia. hlm. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika. Bandung. Ferico Octavian Syah. Fak. oleh Drs.Makalah “ Penilaian Portofolio “ oleh Drs. Setiawan. [9] Laporan. Surabaya. 2008. Terbit Terang. 2007. Lapora “ Sistem Informasi Penilaian Hasil Belajar Siswa Berbasis Web pada SMK Neg. A. hlm. op.58 . Belajar dan Pembelajaran. 1. 5 Bandar Lampung “. Fakultas Ilmu Pendidikan. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Jakarta. Jakarta. 5 Bandar Lampung. hlm. [2] Makalah Penilaian Portofolio. Bandung. Jakarta.Pd. Universitas Terbuka. 1999. PT. hlm. Panduan Model Pembelajaran Efektif. dkk. M.

html Sudjana. hlm. Berpendapat bahwa taksonomi (pengelompokan ) tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengacu kepada tiga (3) jenis domain (ranah) yang melekat pada diri peserta didik yaitu :   Ranah proses berfikir ( cognitive domain ) Ranah nilai dan sikap ( affective domain ) . menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif. yaitu (1) keterampilan dan kebiasaan (2) pengetahuan dan pengertian (3) sikap dan cita-cita. hlm 22 . beberapa orang pakar pendidikan amerika serikat yaitu Benjamin s. baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional.[16] Dr. Ide membuat taksonomi muncul setelah lebih kurang lima tahun mereka berkumpul mendiskusikan pengelompokan tujuan pendidikan yang pada akhirnya melahirkan sebuah karya yang berjudul “ taxonomy of educational objective (1956)”. Nana (2009:22) mengemukakan "Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya". Kingsley. hlm.com/2013/01/taksonomi-bloom-revisi.9 http://www. yaitu pada ranah kognitif dimensi evaluasi dan sintesis ditukar urutannya kemudian dimensi sintesis dinamai dengan membuat. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan. 23 [18] ibid. Dalam karya tersebut Benjamin S Bloom dkk. Akan tetapi Klasifikasi Bloom yang dikenal dengan Taksonomi Bloom (1956) mengalami perbaikan oleh Anderson pada Tahun 2001.artikelbagus. Cit.blogspot. Mengembangkan suatu metode pengklasifikasian tujuan pendidikan yang disebut dengan taxonomy. Nana Sudjana.com/2011/06/penilaian-hasil-belajar. http://dedi26. Ada perbedaan pada Taksonomi Bloom Revisi ini. Nana. ranah afektif dan ranah psikomotor. Untuk lebih jelasnya langsung aja download refensi di bawah.31 [17] Ibid. Hordward (Sudjana. 2009:22) membagi tiga macam hasil belajar.html Klasifikasi Taksonomi Bloom Pembagian Ranah taksonomi bloom Dalam sejarah pengukuran dan penilaian pendidikan tercatat bahwa pada kurun waktu tahun empat puluhan . 8 .Bloom dkk. Op.

bagiannya dengan baik dan benar. dan fakta yang kemudian disusun kembali dengan struktur kognitif yang ada. bagian. mulai dari jenjang rendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi yaitu sebagai berikut : 1. 4. peristiwa. dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yg rumit. 2. di level ini seseorang akan mampu memilah-milah materi matematika . dsb. gagasan. urutan. rumus. ketiga domain itulah yang harus dijadikan sasaran dalam setiap kegiatan evaluasi . Sebagai contoh. Analisis ( analysis ) / C – 4 Di tingkat analisis. . 3. Dalam ranah kognitif ini terdapat enam jenjang proses berfikir . Ranah keterampilan ( psychomotor domain ) Dalam konteks evaluasi hasil belajar maka. Pemahaman ( comprehension ) / C – 2 Kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah ini. teori. Penerapan (application ) / C – 3 Di tingkat ini. Pemahaman tersebut diperoleh dari mengetahui seperti: definisi. definisi. Sebagai contoh ketika seorang peserta didik disuruh untuk membahas mengenai lingkaran maka ia dapat menjelaskan mengenai tentang definisi. prinsip dasar. Sebagai contoh. peserta didik mampu memikirkan tentang penerapan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. pola. Pengetahuan (Knowledge ) / C – 1 Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan. dan menggolongkan setiap materi sesuai dengan tingkat kesulitannya. 2.informasi. fakta-fakta. prosedur.prinsip dsb di dalamberbagai situasi. seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan. Menurut bloom. metodologi.dan kemudian membanding-bandingkan tingkat kesulitan materi.1 Ranah / domain kognitif Ranah ini mecncakup kegiatan mental otak. metode. seseorang akan mampu menganalisis informasi yang masuk dan membagibagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya.

Sebagai contoh. nilai dan sikap serta kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. peserta didik mampu membuat sebuah karya/karangan dan dalam karangan tersebut peserta didik mampu mengemukakan secara jelas tentang karangan yang dibuatnya. Receiving ini juga sering kali diartikan sebagai kemauan untuk memperhatikan suatu kegiatan atau suatu objek.2 Ranah / Domain Afektif Ranah ini pada mula-mula dikembangkan oleh David R. minat. seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat. Penilaian ( Evaluation ) / C – 6 Penilaian merupakan kemampuan seseorang untuk memberikan penilaian terhadap solusi. gagasan. kemudian memiliki dorongan yang kuat dalam mengikuti pelajaran tersebut serta mempunyai rasa hormat terhadap guru yang mengajar matematika tersebut. 2. Ciri – ciri dari hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku seperti : perhatian peserta didik dalam mengikuti pembelajaran matematika. dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yg ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Pada ranah afektif ini David R. Sebagai contoh. Sintesis ( Synthesis ) / C – 5 Satu tingkat di atas analisis. Krathwohl dan kawan-kawan (1974) membagi secara rinci mejadi 5 jenjang yaitu sebagai berikut : 1) Penerimaan (receiving/attending) Receiving adalah kepekaan seseorang dalam menerima rangsangan/stimulus dari luar yang datang kepada dirinya dalam bentuk masalah. . Pada jenjang ini peserta didik dibina agar mereka bersedia menerima nilai-nilai yang diajarkan kepada mereka dan mereka besedia untuk memfokuskan perhatian pada saja objek yang diajarkan. metodologi. seorang peserta didik dapat menimbangnimbang tentang manfaat yang akan peroleh dari perilaku disiplin dan mampu menunjukan akibat negative dari perilaku malas. 6. dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan.5. Ranah afektif adalah ranah / kawasan yang berkaitan dengan dengan aspek – aspek emosional seperti perasaan .situasi dan lain – lain. Krathwohl dkk (1974). Sebagai contoh : peserta didik menyadari bahwa perbuatan menyontek itu tidak baik sehingga harus mereka tinggalkan.

2) Sambutan (Responding) Sambutan ini mengandung arti adanya partisipasi aktif. termasuk didalamnya hubungan satu nilai dengan nilai yang lain. Sebagai contoh dari jenjang responding ini salah satunya yaitu timbulnya keinginan untuk mempelajari lebih dalam lagi materi matematika misalnya tentang turunan dll. disini proses internalisasi nilai telah menempati tempat tertinggi dalam suatu hierarkhi nilai. Sebagai contoh dari hasil belajar jenjang ini adalah misalnya seorang peserta menyukai materi matematika tentang bangun ruang maka ia akan menempatkan materi bangun ruang tersebut pada tingkatan yang amat penting kemudian baru menyusul materi lain yang ia rasakan agak penting dan seterusnya.peserta didik disini tidak hanya mau menerima nilai yang diajarkan saja tetapi ia juga mampu menilai konsep atau fenomena yaitu “baik atau buruk “ bila suatu ajaran gtelah mampu mereka nilai “itu adalah baik” maka ini berarti bahwa peserta didik telah menjalani proses penilaian dan kemudian nilai tersebut akan diingat dalam dirinya. Jika panda tahap pengorganisasian system nilai sudah dapat disusun maka susunan tersebut belum konsisten artinya masih dapat berubah-ubah sesuai situasi yang dihadapi maka. 5) Karakterisasi ( characterization) Karakterisasi yaitu keterpaduan semua system nilai yang telah dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. 3) Penilaian (valuing) Valuing disini artinya memberikan nilai atau memberikan penghargaan terhadap suatu kegiatan atau objek sehingga apabila hal tersebut tidak dikerjakan dirasakan akan membawa kerugian bagi dirinya. Mengorganisasikan merupakan pengembangan dari nilai kedalam satu system organisasi. 4) Pengorganisasian (organization) Organization disini artinya mempertemukan perbedaan nilai sehingga terbentuk nilai baru yang lebih universal yang membawa kepada perbaikan umum. Dalam kaitannya dengan proses belajar-mengajar . pada tahap ini nilai tersebut sudah tertanam secara konsisten pada system dan telah mempengaruhi emosinya. Sebagai contoh dari hasil belajar tahap ini adalah peserta didik telah memiliki . jadi kemampuan menanggapi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengikut sertakan dirinya secara aktif dalam fenomena tertentu dan membuat reaksi terhadapnya.

mempersiapkan alat. 3) Membiasakan ( habitual ) Membiasakan adalah seseorang dapat melakukan suatu keterampilan tanpa harus melihat contoh sekalipun ia belum dapat mengubah polanya. Sebagai Contoh : seorang anak yang meniru bahasa tanpa mengetahui arti yang ditirunya.kebulatan tekat yang kuat untuk menjadikan matematika sebagai mata pelajaran yang akan ditekuninya untuk meningkatkan pendidikan diindonesia.3 Ranah Psikomotor Ranah psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan yang melibatkan fungsi system syaraf dan otot serta fungsi psikis.com/2011/10/taksonomi-bloom-ranah-kognitif. 5) Menciptakan ( origination ) Dalam hal ini seseorang sudah mampu menciptakan suatu karya dengan kemampuannya atau keterampilannya sendiri. Kawasan / ranah terdiri dari : 1) Kesiapan ( set ) Kesiapan ini berhubungan dengan kesediaan untuk melatih diri tentang keterampilan tertentu yang dinyatakan dengan usaha untuk melaporkan kehadirannya. menjawab pertanyaan. 2) Peniruan ( imitation ) Meniru adalah kemampuan untuk melakukan sesuai dengan contoh yang diamati walaupun belum mengerti hakikat atau makna dari keterampilan itu. sumber referensi : 1. menyesuaikan diri dengan situasi.blogspot. 4) Menyesuaikan ( adaptation ) Menyesuaikan yaitu seseorang dapat melakukan modifikasi untuk disesuaikan dengan kebutuhan atau situasi tempat ketrampilan itu dilaksanakan. 2.html . http://fisikasma-online.

2. http://matematikawansejati. 2. Hasil belajar berasal dari dua kata dasar yaitu hasil dan belajar. Abu Ahmadi dan Widodo Supriono (2004 : 128) berpendapat bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan didalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Oemar Hamalik (2001 : 159) menyatakan prestasi merupakan indikator adanya perubahan tingkah laku siswa. daya fakir dan kemampuan lainnya. Thursan Hakim (2002) mengartikan belajar adalah suatu proses perubahan dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningakatan kecakapan pengetahuan. M. 3. Setiap proses belajar mengajar keberhasilannya diukur dari seberapa jauh hasil belajar yang dicapai siswa. Berikut ini beberapa definisi tentang prestasi belajar : 1.html Pengertian Hasil Belajar Posted on 04/04/2012 by rahmanboyanese Setiap guru pasti memiliki keinginan agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang dibimbingnya.blogspot. Sudijono Anas . pemahaman. pengantar evaluasi pendidikan.2. Poerwadarmita (1996 : 169) menyatakan bahwa prestasi adalah apa yang telah dicapai dari hasil pekerjaan yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan keuletan kerja. Jadi prestasi adalah hasil maksimal dari sesuatu. sikap. Hilgard dan Bower (1975 : 156) mengemukakan bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamanya yang berulang-ulang dalam situasi itu. Jakarta:PT rajagrafindo persada. Prof. .drs. 3. 4. Sobry Sutikno (2004) mengartikan belajar adalah suatu proses usaha seseorang yang dilakukan untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan definisi belajar menurut para ahli sebagai berikut : 1. baik berupa belajar mapun bekerja. istilah hasil dapat diartikan sebagai sebuah prestasi dari apa yang telah dilakukan. keterampilan. Muhibbin Syah (1997 : 141) menyatakan prestasi adalah taraf keberhasilan proses belajar mengajar. Karena itu guru harus memiliki hubungan dengan siswa yang dapat terjadi melalui proses belajar mengajar.com/2012/04/klasifikasi-taksonomi-bloom.2007. dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan.

Menurut Arifin (2001: 47) hasil belajar merupakan indikator dari perubahan yang terjadi pada individu setelah mengalami proses belajar mengajar. hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif. Dari penjelasan beberapa ahli. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar. hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran. dan psikomotor. Hasil belajar juga merupakan prestasi yang dicapai oleh siswa dalam bidang studi tertentu untuk memperolehnya menggunakan standar sebagai pengukuran keberhasialn seseorang. keterampilan. menghargai usaha siswa walaupun hasilnya belum memuaskan. Slameto (2003 : 10) menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan suatu perubahan yang dicapai seseorang setelah mengikuti proses belajar. dan dari tidak mengerti menjadi mengerti.5. . motivasi. tetapi guru menciptakan suasana yang mendorong prakarsa. bahkan meliputi segenap aspek pribadi. Sedangkan dari sisi guru. Berdasarkan uraian di atas. Tidak membantu siswa terlalu dini. prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri siswa sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. baik yang menyangkut pengetahuan. Criteria hasil belajar pada siswa yang lazim digunakan adalah nilai rata-rata yang didapat melalui proses belajar. 1994 : 23). hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. sikap. termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru dalam pencapaian hasil belajar siswa. Artinya tujuan kegiatan belajar mengajar ialah perubahan tingkahlaku. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana siswa tersebut memahami dan mengrti pelajarn yang diberikan.seperti tes evaluasi. Artinya tujuan kegiatan belajar ialah perubahan tingkah laku. menantang siswa untuk berbuat dan berfikir. Dari sisi siswa. Tanggung jawab dalam belajar berada pada diri siswa. sedangkan prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar kimia siswa yang diperoleh setelah mengikuti proses belajar sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. dan tanggung jawab siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. dapat diambil kesimpulan bahwa belajar pada hakekatnya adalah proses perubahan perilaku siswa dalam bakat pengalaman dan pelatihan. afektif. Menurut Oemar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut. sikap.bahkan meliputi segenap aspek pribadi. keterampilan dan pengetahuan. Kaitannya dengan prestasi belajar dapat dijelaskan sebagai berikut: Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar (Djamarah. baik yang menyangkut pengetahuan. Perubahan ini meliputi perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap. Menurut Dimyati dan Mudjiono. menilai proses dan hasil belajar. dimana untuk mengungkapkannya menggunakan suatu alat penilaian yang disusun oleh guru. Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya (1997 : 17) belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan pelatihan. keterampilan.

3. menjawab atau reaksi. keterangan dan sebagainya. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima. Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol. Ranah Psikomotor Meliputi keterampilan motorik. Kompetensi adalah kemampuan yang dimiliki berupa pengetahuan.Hasil belajar adalah pernyataan kemampuan siswa dalam menguasai sebagian atau seluruh kompetensi tertentu. penerapan. Selanjutnya Nasrun (2002:21) secara umum hasil belajar dapat diartikan sebagai suatu hasil pekerjaan yang telah dicapai dengan usaha atau diperoleh dengan jalan keuletan bekerja yang dapat diukur dengan alat ukur yang disebut dengan tes. 2. . koordinasi neuromuscular (menghubungkan. Mappa (1985: 94) menyatakan hasil belajar adalah hasil belajar yang dicapai murid dalam bidang studi tertentu dengan menggunakan tes standar sebagai alat keberhasilan seorang murid. Hasil belajar yang dimaksudkan tidak lain adalah nilai kemampuan siswa setelah evaluasi diberikan sebagai perwujudan dari upaya yang telah dilakukan selama proses belajar mengajar berlangsung. namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah. afektif. pemahaman. bukti-bukti. analisis. sikap dan nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan bertindak dan berpikir setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu (Depdiknas. dkk (2000:1) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan kemampuan belajar yang ditunjukkan dalam penampilan yang tetap sebagai akibat dari proses belajar yang terjadi melalui program yang menyediakan fakta-fakta. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi. sintesis dan penilaian. menilai. Ranah Kognitif Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan. keterampilan. Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif. Menurut Sudjana (2000:3) hasil belajar adalah mencerminkan tujuan pada tingkat tertentu yang berhasil dicapai oleh anak didik (siswa) yang dinyatakan dengan angka atau huruf. manipulasi benda-benda. Ranah Afektif Berkenaan dengan sikap dan nilai. organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai. Perinciannya adalah sebagai berikut: 1. psikomotor. Sehingga hasil belajar dapat dipandang sebagai kemampuankemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. mengamati). 2003:5) Hamilton. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan.

Teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif.Pendapat Horward Kingsley menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Pengetahuan dan pengertian 3. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut. Berdasarkan uraian diatas maka dapat ditegaskan bahwa salah satu fungsi hasil belajar siswa diantaranya ialah siswa dapat mencapai prestasi yang maksimal sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif. serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik. Sikap dan cita-cita Yang menjadi petunjuk bahwa suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil menurut Syiful Bahri Djamarah Dan Aswan Zain (2002 : 120) Ialah : 1.wordpress. Dari sisi siswa. Selanjutnya Howard Kingsley membagi 3 macam hasil belajar: 1. dan psikomotor (Slametto. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi. Perincian menurut Munawan (2009:1-2) adalah sebagai berikut : 1.com/2012/04/04/pengertian-hasil-belajar/ Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. 2006:30). dan dari tidak mengerti menjadi mengerti (Hamalik. http://rahmanboyanese. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran instruksional khusus (TIK) telah dicapai oleh siswa. 2003:16). serta siswa dapat mengatasi berbagai macam kesulitan belajar yang mereka alami. afektif. baik secara individual maupun kelompok 2. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. afektif. Ranah Kognitif . psikomotor. Keterampilan dan kebiasaan 2.

2006 : 39). Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. penerapan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Ranah Psikomotor Meliputi keterampilan motorik. Belajar adalah suatu perubahan perilaku. keterampilan dan kebiasaan. menjawab atau reaksi. pemahaman. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut (Sudjana. mengamati). Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Howard Kingsley pada tahun 1998 membagi 3 macam hasil belajar yaitu. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar tidak dikatakan . Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri. 3. Serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik. analisis. 2. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu. organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai. 2. koordinasi neuromuscular (menghubungkan. menilai. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark pada tahun 1981 bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. sintesis dan penilaian. namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah. 2006: 22). akibat interaksi dengan lingkungannya. Ranah Afektif Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima.Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan. pengetahuan dan pengertian serta sikap dan cita-cita. manipulasi benda-benda. Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi.

Dari beberapa pendapat di atas. DIJAMIN PTK ATAU KARYA ILMIAHNYA BARU LANGSUNG DIBIKINKAN BUKAN STOK LAMA ATAU COPY PASTE SEHINGGA DIJAMIN ORIGINALITASNYA TERIMA KASIH DAN SALAM GURU SUKSES PAK ZAIF http://zaifbio. SILABUS. 2011:1). maka penulis menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap. membuat berbagai perangkat pembelajaran saya bantu untuk info lebih lanjut hubungi Contact Person 081938633462 INSYA ALLAH semua kesulitan dan kesusahan anda akan ada solusinya jangan lupa hubungi Pak Zaif di nomer 081938633462 ATAU lewat E-mail di zaifbio@gmail. pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap. KARYA ILMIAH. bidang sikap (afektif) dan bidang perilaku (psikomotorik) (Ali. IKLAN CV ZAIF ILMIAH (BIRO JASA PEMBUATAN PTK. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan.wordpress.com/2012/09/02/pengertian-hasil-belajar/ . Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan. PPT PEMBELAJARAN. Artinya kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual). Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. DLL)) Ingin membuat PTK tapi merasa sulit???? Ingin membuat Karya Ilmiah tetapi kesusahan??? Ingin membuat presentasi powerpoint untu pembelajaran merasa sulit dan gaptek????? Ingin membuat RPP dan silabus serta perangkat pembelajaran tetapi susah????? Kini tidak usah bingung lagi ada Pak Zaif yang siap membantu berbagai kesulitan dan kesusahan yang anda hadapi di bidang pendidikan di CV Zaif Ilmiah semua masalah anda di bidang pendidikan akan dibantu. pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif (Djamarah. ingin membuat PTK saya bantu. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan.com. pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif. RPP. 2011:1).berhasil. membuat Karya Ilmiah saya bantu.

Siapakah tokoh-tokoh dalam ragam Taksonomi? 3. sehingga tidak terwujudnya tujuan pendidikan yaitu perubahan pada tingkah laku ke arah yang lebih baik. afektif. apalagi di Indonesia. Aspek taksonomi dalam prakteknya memang sulit dilaksanakan secara nyata dalam dunia pendidikan. Dalam makalah kami ini. dan psikomotorik. MAKNA TAKSONOMI (TAXONOMY) . Bagaimana penerapan konsep Taksonomi B. Peserta didik hanya diberikan materi yang tertuju pada aspek kognitif saja. Diantara rumusan masalahnya yaitu: 1. Namun alangkah baiknya kita sebagai calon guru mempelajari teori Taksonomi dan penerapannya. Dalam periode 20 tahun terakhir ini.Topiknugroho's Blog Situs Pribadi Online dalam Bingkai Pembenahan Blog Yang lain « Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP) ANALISIS BUTIR SOAL » TUJUAN DAN TAKSONOMI HASIL BELAJAR Rate This A. ada beberapa rumusan masalah yang akan kami bahas dan semoga bermanfaat bagi dunia pendidikan. Apa pengertian Taksonomi? 2. Kebanyakan pendidikan hanya mengarah pada satu aspek yaitu aspek kognitif. Yang dimaksud adalah berhasilnya suatu pendidikan terwujud dalam 3 tingkah laku yaitu aspek kognitif. PENDAHULUAN Beberapa tahun. pendidikan belum menemukan kemana arahnya pendidikan itu sendiri. Bloom dan kawan-kawan menemukan Teori Taksonomi dalam pendidikan.

Jika tujuan telah dirumuskan secara operasional maka hasilnya akan dapat diukur. terlebih dahulu kita harus mengetahui makna dari Tujuan Instruksional. Beberapa ahli telah mencoba memberikan cara bagaimana menyebut ketiga tingkatan tujuan ini. C. yang akhirnya oleh Viviane De Landsheere disimpulkan bahwa ada 3 tingkat tujuan (termasuk taksonomi). 1. RAGAM TAKSONOMI 2. Tujuan Instruksional Khusus atau yang sering disebut dengan Taksonomi adalah tujuan pendidikan yang didasarkan pada tingkah laku. oleh seorang ahli bernama Scriven (1967) dikemukakan bahwa harus ada hubungan erat antara:    Tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran Bahan pelajaran dengan alat-alat evaluasi Tujuan kurikulum dengan alat-alat evaluasi Tujuan kurikulum yang dimaksud adalah tujuan yang dapat diukur. Tujuan Instruksional adalah tujuan yang menggambarkan pengetahuan.Sebelum mengetahui makna Taksonomi. yaitu: 1. keterampilan. akan terlihat pada perubahan tingkah lakunya. kemampuan. Ada 2 macam tujuan instruksional yaitu:   Tujuan Instruksional Umum (TIU) Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Kepentingan hubungan antara kegiatan belajar-mengajar dengan tujuan. Ada 3 macam tingkah laku yang dikenal umum yaitu: ü Kognitif ü Afektif ü Psikomotorik 1. Guilford . Taksonomi 3. Suatu tanda bahwa seseorang telah mencapai tujuannya. Tujuan akhir atau tujuan umum pendidikan 2. Ebel (1963) berpendapat bahwa jika hasil pendidikan merupakan sesuatu yang penting tetapi tidak dapat diukur maka tujuan itu harus diubah. Tujuan yang operasional. dan sikap yang harus dimiliki oleh siswa sebagai akibat dari hasil pengajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku (behavior) yang dapat diamati dan diukur.

yaitu kemampuan yang diperlukan untuk mengembangkan gerakangerakan keterampilan tingkat tinggi.Tokoh ini telah menciptakan pola yang menggambarkan struktur intelek dalam bentuk kubus. Anita Harrow Taksonomi untuk ranah psikomotorik antara lain dikemukakan oleh Anita Harrow (1972). Nondiscoursive communication. yaitu respons gerakan yang tidak disadari yang dimiliki sejak lahir. Gagne dan Merrill Di dalam bukunya The Conditions of Learning (1965). Delapan hierarki tingkah laku menurut Gagne adalah:         Signal learning Stimulus-response learning Chaining Verbal Association Discrimination learning Concept learning Rule learning Problem solving 3. 2. f. Dasar gerakan-gerakan. e. Blooms . postur. yaitu kombinasi dari kemampuan kognitif dan gerakan. Gerakan reflex. Skilled movements. Perceptual abilities. maka dibutuhkan latihan tertentu pula. Guilford juga mengatakan bahwa untuk melatih kemampuan intelektual tertentu. yaitu gerakan-gerakan yang menuntun kepada keterampilan yang sifatnya kompleks. 4. c. yaitu gerakan-gerakan yang memerlukan belajar. misalnya keterampilan dalam olahraga. yaitu kemampuan untuk berkomunikasi dengan menggunakan gerakan. d. Menurut Harrow kebanyakan para guru tidak dapat menuntut pencapaian 100 dari tujuan yang dirumuskan kecuali hanya berharap bahwa ketrampilan yang dicapai muridnya akan sangat mendukung mempelajari keterampilan lanjutan atau gerakan-gerakan yang lebih kompleks sifatnya. Garis besar taksonomi yang dikemukakan oleh Harrow adalah sebagai berikut: a. Gagne menyebutkan adanya 8 buah kategori yang oleh Merrill (1971) ditambah 2 buah kategori lagi. Physical abilities. dsb. menari dan rekreasi. b. misalnya ekspresi wajar (mimic).

Tiap-tiap jenis tujuan pendidikan hendaknya menggambarkan corak yang netral. Prinsip Metodologis Perbedaan-perbedaan yang besar telah merefleksi kepada cara-cara guru dalam mengajar. mengingat fakta lebih mudah dari pada menarik kesimpulan. Mengungkap/mengingat kembali (recall) . b. Prinsip-prinsip dasar yang digunakan oleh 2 orang ini adalah: a.Blooms dan Krathwohl telah memberikan banyak inspirasi kepada banyak orang yang melahirkan taksonomi lain. Bloom bersama kawan-kawan merumuskan tujuan-tujuan pendidikan pada 3 tingkatan: 1) 2) Kategori tingkah laku yang masih verbal. Atau menghafal lebih mudah dari pada memberikan pertimbangan. Perluasan kategori menjadi sederetan tujuan. 3) Tingkah laku konkret yang terdiri dari tugas-tugas dalam pertanyaan-pertanyaan sebagai ujian dan butir-butir soal. Ada 3 ranah atau domain besar yang terletak pada tingkatan ke-2 yang selanjutnya disebut taksonomi yaitu: a)  Ranah Kognitif Mengenal (recognition) Dalam pengenalan siswa diminta untuk memilih satu dari dua atau lebih jawaban. Secara garis besar. Prinsip Tujuan Tingkatan-tingkatan tujuan tidak selaras dengan tingkatan-tingkatan nilai-nilai. Prinsip Logis Taksonomi hendaknya dikembangkan secara logis dan konsisten. Prinsip Psikologis Taksonomi hendaknya konsisten dengan fenomena kejiwaan yang ada sekarang. d. Tingkatan kesulitan ini juga merefleksi kepada kesulitan dalam proses belajar dan mengajar. Sebagai contoh. c. Atas dasar prinsip ini maka taksonomi disusun menjadi suatu tingkatan yang menunjukkan tingkat kesulitan.

 Analisis (analysis) Siswa diminta untuk menganalisis suatu hubungan atau situasi yang kompleks atas konsepkonsep dasar. hukum. tersusun dalam urutan meningkat (hierarki) yang sifatnya linear yaitu: Evaluasi Sintesis Analisis Aplikasi Pemahaman Ingatan Struktur hipotesis oleh Bloom .  Penerapan atau aplikasi (application) Siswa dituntut memiliki kemampuan untuk menyeleksi atau memilih suatu abstrasi tertentu (konsep.  Evaluasi (evaluation) Siswa mampu menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki untuk menilai sesuatu kasus yang diajukan oleh penyusun soal. dalil. Bloom menemukan adanya tingkatan-tingkatan ranah. cara) secara tepat untuk diterapkan dalam suatu situasi baru dan menerapkannya secara benar. gagasan.  Sintesis (synthesis) Dengan soal sintesis. aturan.Siswa diminta untuk mengingat kembali satu atau lebih fakta-fakta yang sederhana.  Pemahaman (comprehension) Siswa diminta untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana di antara fakta-fakta atau konsep. siswa diminta untuk melakukan generalisasi. Untuk ranah kognitif.

perasaan atau pendapat pribadi siswa terhadap hal-hal yang relative sederhana tetapi bukan fakta. 4. c) Ranah Psikomotor Ranah psikomotor berhubungan erat dengan kerja otot sehingga menyebabkan geraknya tubuh atau bagian-bagiannya. dan guru meminta dia untuk mempertahankan pendapatnya. Yang termasuk klasifikasi gerak disini mulai dari gerak yang paling sederhana yaitu melipat kertas sampai merakit suku cadang televisi serta computer. ü Kondisi demonstrasi . memuat 3 komponen yaitu: ü Tingkah laku akhir (terminal behavior) Tingkah laku akhir adalah tingkah laku yang diharapkan setelah seseorang mengalami proses belajar. dan Perguruan Tinggi secara bertahap. Sebagai contoh. ü Sikap atau nilai (attitude. SMU. Secara mendasar perlu dibedakan antara dua hal yaitu keterampilan (skill) dan kemampuan (abilities). Pemahaman. memang menunjukkan usaha yang makin ke bawah makin berat. memang dibutuhkan unsur mengenal dan mengingat kembali. Dan untuk pemahaman. dan Aplikasi). siswa harus terlebih dahulu dapat mengingat atau mengenal kembali. Di sini tingkah laku ini harus menampakan diri dalam suatu perbuatan yang dapat diamati dan diukur.Beberapa aspek kejiwaan yang telah disebutkan. b) Ranah Afektif ü Pandangan atau pendapat (opinion) Pertanyaan yang disusun menghendaki respons yang melibatkan ekspresi. sedangkan analisis dan sistesis baru dapat dilatihkan di SLTP. untuk melakukan pemahaman. PENERAPAN KONSEP TAKSONOMI Rumusan Tujuan Instruksional Khusus (TIK) atau Taksonomi. value) Siswa ditanya mengenai responsnya yang melibatkan sikap atau nilai telah mendalam disanubarinya. Dengan urutan yang ada. sebagian hanya cocok diterapkan di Sekolah Dasar (Ingatan.

Pendekatan ini disebut dengan istilah Pendekatan Keterampilan Proses (PKP). Jalan yang optimal ke tujuan tidak dapat dipertimbangkan apabila tujuan itu sendiri belum diketahui. yakni memperoleh keterampilan tentang prosesnya. Jakarta: Rineka Cipta ü Arikunto. Penetapan tujuan. ü Standar keberhasilan Standar keberhasilan adalah komponen TIK yang menunjukkan seberapa jauh tingkat keberhasilan yang dituntut oleh penilai bagi tingkah laku pelajar pada situasi akhir. DAFTAR PUSTAKA ü Daryanto. Penetapan tujuan pengajaran ibarat penetapan tujuan suatu perjalanan. Urut dari yang paling tinggi. Jakarta: Bumi Aksara http://topiknugroho.wordpress. Setelah ada tujuan.Kondisi demonstrasi adalah komponen TIK yang menyatakan suatu kondisi atau situasi yang dikenakan kepada siswa pada saat ia mendemonstrasikan tingkah laku akhir. Dengan bahasanya sendiri. yang merupakan suatu keharusan dalam perencanaan pengajaran. 1999. perlu dirumuskan dengan jelas dan tegas sehingga tidak membuka peluang untuk penafsiran lain. Evaluasi Pendidikan. misalnya:    Dengan penulisan yang betul. Suharsimi. bagaimana menunjukkan kemampuan atau hasilnya dan perolehannya. 2005. Mungkin saja ada jalan yang lebih singkat namun lebih sering pula macetnya. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Namun yang umum dikerjakan sampai saat ini hanya sampai tingkah laku akhir saja Dalam pedoman pelaksanaan kurikulum dijelaskan bahwa dalam kegiatan belajar-mengajar guru diharuskan memperhatikan pula keterampilan siswa dalam hal memperoleh hasil. baru dipikirkan jalan optimal (yaitu yang efektif dan efisien) ke tujuan tersebut. E.com/2011/05/03/tujuan-dan-taksonomi-hasil-belajar/ . Barangkali perlu dipilih jalan yang agak panjang tetapi tidak/kurang macet untuk mempermudah dan mempercepat pencapaian tujuan tersebut secara lebih efektif. Keterampilan-keterampilan yang dimaksud meliputi keterampilan dalam hal:        Mengamati Menginterpretasikan hasil pengamatan Meramalkan Menerapkan konsep Merencanakan penelitian Melaksanakan penelitian Mengkomunikasikan hasil penemuan Sesuai dengan tuntutan tersebut maka guru dalam merumuskan Tujuan Instruksional Khusus harus mengandung apa yang dilakukan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful