audit siklus pengeluaran

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Audit sistem informasi adalah suatu proses mengumpulkan dan menilai bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang bersangkutan mampu mengamankan aset, memelihara kebenaran data, ataupun mencapai tujuan organisasi perusahaan secara efektif dan efisien dan mampu menggunakan aktiva Perusahaan secara hemat. Pengendalian aplikasi adalah pengendalian yang dirancang untuk menjamin bahwa semua transaksi yang terjadi sudah mendapat otorisasi dan sudah dicatat, diklasifikasi, diproses dan dilaporkan dengan benar. Pengendalian aplikasi juga didisain untuk mencegah, mendeteksi, dan memperbaiki error dan irregulasi dalam transaksi sebagaimana mereka diproses. Perusahaan harus mencatat penambahan selama tahun berjalan dengan benar karena aktiva memilki penjang terhadap laporan keuangan. Kegagalan untuk mengkapitalisasi aktiva tetap, atau mencatat akuisisi pada jumlah yang salah akan mempengaruhi neraca hingga perusahaan melepas atau membuang ativa itu. Laporan laba rugi juga akan terpengaruh hingga aktiva itu telah sepenuhnya disusutkan. Karena pentingnya akuisisi periode berjalan dalam audit, auditor menggunakan pengujian atas rincian saldo yang meliputi eksistensi, kelengkapan, keakuratan, klasifikasi, pisah batas, detail tie- in serta hak dan kewajiban. Pengujian audit actual dan ukuran sampel sangat tergantung pada salah saji yang dapat ditoleransi, risiko inheren, dan penilaian risiko pengendalian. Salah saji yang dapat ditoleransi merupakan hal yang penting untuk meverifikasi penambahan tahun berjalan karena transaksi tersebut bervariasi dari jumlah yang tidak material dalam beberap tahun hingga sejumlah besar akuisisi signifikan dalam tahun berjalan. Transaksi dalam siklus pengeluaran kadangkala tidak hanya berpengaruh secara individual pada hanya satu rekening saja, tetapi dapat berpengaruh pada lebih satu transaksi. Dalam siklus pengeluaran, auditor harus memahami aspek struktur pengendalian intern yang ada dalam

penulisan ini juga bertujuan untuk memberikan info bagi pembaca mengenai ”Audit Terhadap Siklus Pengeluaran dan Cakupannya”. . Bagaimana pemahaman terhadap struktur pengendalian intern? 3.transaksi siklus pengeluaran. dan prosedur pengendalian. Sehingga diharapkan tujuan penulisan ini menjadi universal untuk mengetahui sekilas tentang Audit Siklus Pengeluaran dan implikasinya ataupun segala hal yang mencakup di dalamnya terutama bagi mahasiswa sebagai perwujudan masa depan. B. Pemahaman tersebut sangat berguna dalam menentukan strategi audit dalam rangka pengujian substansi. yaitu lingkungan pengendalian. Bagaimana pengujian subtantif terhadap siklus pengeluaran? C. Selain itu. Tujuan Penulisan Penulisan dan penyusunan makalah ini diharapkan agar mampu mendeskripsikan apa dan bagaimana sebenarnya Audit Terhadap Siklus Pengeluaran. Bagaimana pengendalian intern terhadap siklus pengeluaran? 4. sistem akuntansi. Perumusan Masalah 1. Apa saja jenis-jenis akun yang mempengaruhi audit terhadap iklus pengeluaran? 2.

pemeliharaan aktiva. bunga. memelihara kebenaran data. Kembalian pembelian 7. Transaksi pembelian dan pengeluaran kas mempengaruhi sejumlah rekening sebagai berikut : 1. diproses dan dilaporkan dengan benar. Sedangkan untuk penggajian fokusnya adalah pada tugas-tugas dasar. yaitu jasa yang hanya menghasilkan manfaat satu tahun atau kurang (jasa personel. serta dokumen jurnal dan akun yang membentuk sistem penggajian dan aktiva tetap melibatkan tiga kelompok prosedur: akuisisi aktiva. Persediaan bahan baku 6. mendeteksi. Pengendalian aplikasi adalah pengendalian yang dirancang untuk menjamin bahwa semua transaksi yang terjadi sudah mendapat otorisasi dan sudah dicatat. Hall (2006) siklus pengeluaran terdiri dari beberapa subsitem meliputi: pembelian/utang. Potongan pembelian . Prosedur pembelian melibatkan pemerolehan bahan baku mentah dan barang jadi (James A. penggajian dan aktiva tetap. pengeluaran kas. A. 1999). Hall: 2006). dan memperbaiki error dan irregulasi dalam transaksi sebagaimana mereka diproses (Hall. dan penghapusan aktiva (James A. departemen fungsional.BAB II AUDIT TERHADAP SIKLUS PENGELUARAN Siklus pengeluaran terdiri dari transaksi pemerolehan barang atau jasa. iklan) dan jasa yang menghasilkan manfaat lebih dari satu tahun (aktiva tidak berwujud). Jenis-jenis Akun yang Mempengaruhi Audit Terhadap Siklus Pengeluaran Dalam siklus ini terdapat dua transaksi pembelian dan transaksi pengeluaran kas. Persediaan 2. Audit sistem informasi adalah suatu proses mengumpulkan dan menilai bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang bersangkutan mampu mengamankan aset. diklasifikasi. ataupun mencapai tujuan organisasi perusahaan secara efektif dan efisien dan mampu menggunakan aktiva Perusahaan secara hemat (Weber . Pengendalian aplikasi juga didisain untuk mencegah. 2006) James A. asuransi. Jasa yang diperoleh perusahaan juga dapat dibagi menjadi dua. Hall:2006). Barang yang diperoleh perusahaan dapat berupa aktiva tetap dan surat berharga yang akan digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau sediaan dan surat berharga yang akan dikonsumsi atau digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu satu tahun atau kurang.

meliputi:     Hutang usaha mencakup semua jumlah yang terhutang kepada pemasok barang dan jasa pada tanggal neraca. Transaksi pengeluaran kas mencerminkan pembayaran yang dilakukan kepada pemasok selam periode yang diaudit.3. Utang dagang 10. Tujuan audit terhadap saldo akun. Palnt asset 5. Saldo aktiva tetap mencakup semua transaksi perubahan yang terjadi selama periode yang diaudit. Asset lain-lain 8. . meliputi: Semua transaksi mencakup pembelian dan pengeluaran kas yang terjadi selama periode yang diaudit telah dicatat. meliputi:    Hutang usaha yang tercatat mencerminkan jumlah kewajiban entitas yang ada pada tanggal neraca. Aktiva tidak berwujud mencerminkan aktiva produktif yang masih dimanfaatkan pada tanggal neraca. Tujuan audit terhadap saldo akun. Saldo aktiva tidak berwujud mencerminkan aktiva produktif yang masih dimanfaatkan pada tanggal neraca. Tujuan Audit Dalam Siklus Pengeluaran   Kelompok asersi: Eksistensi dan Okurensi Tujuan audit terhadap golongan transaksi. Biaya dibayar dimuka 4. Berbagai jenis biaya 9. meliputi: Transaksi pembelian mencerminkan barang dan jasa yang baik yang diterima dari pemasok selam periode yang diaudit. Kas 1.  Kelompok asersi: Kelengkapan/Kesempurnaan Tujuan audit terhadap golongan transaksi. Saldo aktiva tidak berwujud mencakup semua transaksi perubahan yang terjadi selama periode yang diaudit. Aktiva tetap mencerminkan aktiva produktif yang masih dimanfaatkan pada tanggal neraca.

Aktiva tetap dinyatakan pada kas dikurangi akumulasi depresiasi. meliputi: Semua transaksi pembelian dan pengeluaran kas yang telah dicatat dalam jurnal. diringkas. Tujuan audit terhadap saldo akun. meliputi: Rincian transaksi dan pengeluaran kas mendukung penyajian akun yang berkaitan dalam laporan keuangan. Entitas memiliki hak atas aktiva tetap sebagai transaksi pembelian yang tercatat dalam periode yang diaudit. meliputi:     Hutang usaha pada tanggal neraca mencerminkan kewajiban entitas kepada pemasok.  Kelompok asersi: Penyajian dan Pengungkapan Tujuan audit terhadap golongan transaksi. Entitas memiliki hak atas aktiva tidak berwujud yang tercatat pada tanggal neraca. dan diposting ke dalam akun dengan benar. Kelompok asersi: Penilaian atau Alokasi Tujuan audit terhadap golongan transaksi. Tujuan audit terhadap saldo akun. Tujuan audit terhadap saldo akun. meliputi:  Hutang usaha. baik klasifikasinya maupun pengungkapannya. . Entitas memiliki hak atas aktiva tidak berwujud sebagai akibat transaksi pembelian yang tercatat dalam periode yang diaudit. aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud di identifikasi dan diklasifikasikan dengan semestinya dalam neraca. Aktiva tidak berwujud dinyatakan pada kas atau kas dikurangi dengan amortisasi. meliputi:     Hutang usaha dinyatakan dalam jumlah yang benar kewajiban entitas pada tanggal neraca. Entitas memiliki hak atas aktiva tetap yang tercatat pada tanggal neraca. Biaya yang berkaitan dengan aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud dicatat sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum. meliputi: Entitas memiliki kewajiban sebagai akibat transaksi pembelian yang tercatat dalam periode yang diaudit.   Kelompok asersi : Hak dan Kewajiban Tujuan audit terhadap golongan transaksi.

sedangkan proses pengeluaran kas dibawah kendali . dan prosedur pengendalian. Materialitas. Pengungkapan memadai telah berkaitan dengan hutang usaha. Pemahaman Terhadap Struktur Pengendalian Intern Auditor harus memahami ketiga aspek struktur pengendalian intern yang ada dalam transaksi siklus pengeluaran. c. Kemungkinan adanya pembelian aktiva yang tidak memadai. Kemungkinan adanya pembelian dan pengeluaran kas yang tidak diotorisasi. Seberapa banyak volume transaksi. aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud. baik secara individual atau keseluruhan adalah penting bagi kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia. Risiko dan Strategi Audit Terhadap Siklus Pengeluaran Transaksi dalam siklus pengeluaran kadangkala tidak hanya berpengaruh secara individual pada hanya satu rekening saja. tetapi dapat berpengaruh pada lebih satu transaksi. Keempat faktor tersebut sangat menentukan seberapakah tingkat risiko melekat dalam transaksi siklus ini. sistem akuntansi. B. d. pencatatan dibawah kendali kontroler. 2. Faktor-faktor risiko melekat yang berhubungan dengan transaksi-transaksi siklus pengeluaran meliputi : a. sebagai contoh : semua proses pembelian barang-barang dibawah kendali direktur operasi. sedangkan beberapa hal lainnya adalah tidak penting (IAPI:2011). Aspek lingkungan pengendalian Auditor harus memahami struktur organisasi klien yang berkaitan dengan aktivitas siklus pengeluaran ini. yaitu lingkungan pengendalian. b. Konsep materialitas mengakui bahwa beberapa hal. Pemahaman tersebut sangat berguna dalam menentukan strategi audit dalam rangka pengujian substansi. Frasa menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia menunjukkan keyakinan auditor bahwa laporan keuangan secara keseluruhan tidak mengandung salah saji material (IAPI:2011). Dalam kasus kapitalisasi kas atau penentuan biaya periodik harus mempertimbangkan terhadap aspek kesinambungan dalam akuntansinya. auditor harus merumuskan strategi dengan menggabungkan tingkat risiko pengendalian yang rendah dan pengujian substansi dalam siklus pengeluaran. Menghadapi kemungkinan tersebut. 1.

C. e. Check Summary. bagan alir sistem akuntansi. Cash Disbusement Transaction File. Check. Untuk itu auditor harus mempelajari manual akuntansi. 2. Prosedur pengendalian yang tidak memenuhi kelima criteria tersebut mempunyai kecenderungan risiko audit yang tinggi. Pengecekan yang di lakukan oleh personel yang independent Auditor harus melakukan evaluasi apakah prosedur pengendalian dalam perusahaan benarbenar telah berjalan dengan baik. c. Sistem akuntansi Pemahaman terhadap sistem akuntansi menyebabkan auditor harus mempelajari metode pengolahan data. yaitu dokumen perintah pembayaran sejumlah uang kepada bank c. Adanya dokumen dan catatan akuntansi. Adanya pemisahan tugas. Untuk memperoleh pemahaman terhadap bagan organisasi. b. Kelima kategori tersebut antara lain : a. yaitu laporan tentang ringkasan check yang telah dikeluarakan dalam suatu periode d. dan melakukan wawancara dengan petugas bagian akuntansi untuk mengetahui proses pengolahan transaksi dalam siklus pengeluaran. Dokumen-Dokumen Kunci Dan Catatan Akuntansi b. pengaturan pembelian aktiva tetap (capital expendictures) dan kebijaksanaan investasi strategis lainnya akan dipertimbangkan bagaimana pelaksanaanya. Adanya otorisasi yang memadai.direktur keuangan. 3. yaitu file yang berisi informasi pembayaran cek untuk penjual atau pihak lain yang digunakan untuk memasukan ke dalam rekening utang dagang dan buku besar . d. Adanya akses kea rah pengendalian. dokumen-dokumen kunci. Prosedur Pengendalian Auditor harus memahami bagaimana kecenderungan kelima kategori prosedur pengendalian dalam operasi transaksi siklus pengeluaran ini. auditor harus melakukan wawancara (inquiry) kepada manajemen. Pengendalian Intern Terhadap Siklus Pengeluaran 1. serta catatan yang digunakan dalam penanganan transaksi siklus pengeluaran.

e. Fungsi akuntansi biaya 5. fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek. Fungsi akuntansi biaya Dalam transaksi pengeluaran kas. 3. 4. fungsi ini bertanggungjawab untuk mengisi cek. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi kelengkapan dan validitas dokumen pendukung yang dipakai sebagai dasar pembuatan bukti kas keluar. Fungsi penerimaan kas Keterangan : 1. Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas Bagian pemasaran atau bagian-bagian lain 2. Fungsi keuangan. dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur. Bagian utang Bagian kasa Bagian akuntansi biaya Bagian akuntansi umum Bagian audit intern Bagian kas . Dalam transaksi pengeluaran kas. fungsi yang bersangkutan mengajukan permintaan cek kepada fungsi pencatatan utang. fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan. Fungsi keuangan 4. 5. merupakan catatan formal terhadap pengeluaran cek untuk pihak lain 2. Fungsi pencatatan utang 3. Permintaan cek ini harus mendapat persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan 2. Fungsi akuntansi umum 6. Cash Disbusement Juornal or Check Register. Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas (misalnya untuk pembelian jasa dan untuk biaya perjalanan dinas). Fungsi akuntansi umum Dalam transaksi pengeluaran kas. Fungsi-Fungsi Terkait Dalam Transaksi Siklus Pengeluaran Nama Fungsi Unit Organisasi Pemegang Fungsi 1. Fungsi pencatatan utang Fungsi ini bertanggung jawab atas pembuatan bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi keuangan dalam mengeluarkan cek yang tercantum dalam dokumen tersebut. Fungsi audit intern 7. meminta otorisasi atas cek.

4. pengendalian yang dibutuhkan. Auditor dapat melakukan pengujian terhadap bank rekonsiliasi. Check mungkin tidak dicatat. Auditor dapat melakukan pengujian apakah semua pembayaran diberi cap. 3. Kesalahan-kesalahan dalam pencatatan check. dikendalikan dengan pengecekkan oleh pihak yang bebas mengenai kesesuaian jumlah dalam check dengan voucher-nya. . Check mungkin dibayarkan untuk jumlah yang salah. dan observasi proses pengiriman check. harus dikendalikan dengan cara penandatanganan cek melakukan penelaahan terhadap kelengkapan pendukung voucher dan persetujuannya. dikendalikan dengan pengecekan pemberian tanda cek yang dikirim. Kemungkinan voucher dibayar dua kali. Terhadap transaksi pengeluaran kas. 3. Check mungkin dirubah setelah ditandatangani. 1. Auditor dapat melakukan pengujian dengan cara observasi apakah penandatanganan cek melakukan pengecekan dengan bebas terhadap dokumen pendukung. Fungsi ini bertanggungjawab untuk melakukan pemeriksaan secara mendadak (surprised audit) terhadap saldo kas yang ada ditangan dan membuat rekonsiliasi bank scara periodik. dikendalikan dengan pembuatan rekonsiliasi bank secara periodik oleh pihak yang bebas.6. Dalam memahami risiko pengendalian yang timbul dalam transaksi pengeluaran kas harus memperhatikan kemungkinan-kemungkinan salah saji. dikendalikan dengan check yang bemomor urut tercetak. 2. b. Kemungkinan adanya pengeluaran cek untuk pembelian yang tidak disetujui. Risiko yang Terdapat Struktur Pengendalian Intern Siklus Pengeluaran. 1. 2. Terhadap transaksi pembayaran hutang. Auditor dapa melakukan pengujian dengan melakukan wawancara tentang prosedur pengiriman check. Fungsi audit intern Fungsi ini bertanggungjawab untuk melakukan perhitungan kas (cash count ) secara periodik dan mencocokkan hasil perhitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi (akun kas dalam buku besar). dikendalikan dengan pemberian cap terhadap voucher dan dokumen pendukungnya bila telah dibayar. serta kemungkinan pengujian yang harus dilakukan berikut ini: a. Auditor melakukan pengujian terhadap penggunaan dokumen bemomor urut tercetak.

penambahan aktiva tetap dalam tahun berjalan betul-betul merupakan suatu capital expenditure yang diotorisasi. mempunyai masa manfaat lebih dari 10 tahun. Prosedur Audit Awal 1. apakah aktiva tetap yang tercantum dalam neraca benar-benar ada. kegiatan operasi perusahaan. pengujian terhadap transaksi rinci pengujian terhadap akun rinci dan verifikasi penyajian dan pengungkapan. audit diklasifikasikan menjadi empat golongan: prosedur audit awal. Pengujian Substansif Terhadap Siklus Pengeluaran. Arens. D. dkk (2008:284). jumlahnya cukup material. Auditor mampu menyimpulkan bahwa pengendalian cukup kuat untuk memungkinkan bergantung pada saldo yang dicatat dari tahun sebelumnya. 1. dkk (2008:284). serta perhitungan fisik periode atas aktiva tetap dan rekonsiliasinya oleh personil akuntansi. Prosedur. prosedur analitik. pengendalian fisik yang memadai terhadap aktiva yang mudah dipindahkan. Arens. Adapun audit prosedur atas aktiva tetap mempunyai 7 tujuan antara lain: pemeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik. Plant and Equiement sifat atau ciri aktiva tetap antara lain: tujuan dari pembeliannya bukan untuk dijual kembali atau diperjualbelikan sebagai barang dagangan. ada tidaknya aktiva tetap yang dijadikan sebagai jaminan. Program pengujian substantive terhadap saldo aktiva tetap berisi prosedur audit yang dirancang untuk mencapai tujuan audit seperti yang diuraikan diatas. Alvin A.3. Lakukan prosedur audit awal atas saldo akun aktiva tetap yang akan diuji lebih lanjut . penulisan nomor identifikasi ke setiap aktiva tetap. Check tidak dicatat dengan segera. tetapi untuk dipergunakan dalam. Prosedur Pemeriksaan Terhadap Aktiva Tetap Aktiva tetap ( fixed assets ) disebut juga Property. Pengendalian yang penting meliputi penggunaan file induk untuk setiap aktiva tetap. Pengujian yang dilakukan dengan memperlihatkan kembali adanya kebebasan dalam pengecekan. memeriksa apakah disposal ( penarikan ) aktiva tetap sudah dicatat dengan benar dibuku perusahaan. dikendalikan oleh pihak yang bebas untuk mencocokkan tanggal check dan tanggal pencatatannya. Alvin A. memeriksa apakah pembebanan penyusutan dalam tahun (periode) yang diperiksa dilakukan sesuai dengan SAK dan konsisten.

Usut saldo awal akun aktiva tetap ke kertas kerja tahun lalu Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tetap dalam ke dalam jurnal yang bersangkutan g. data industri. Lakukan pemeriksaan pisah batas transaksi aktiva tetap 6. Lakukan review terhadap akun biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap Pengujian terhadap saldo akun rinci 7. jumlah yang dianggarkan. Usut saldo aktiva tetap yang tercantum dineraca ke saldo akun aktiva tetap yang bersangkutan dibuku besar c. Lakukan prosedur analitik a. Periksa berkurangnya aktiva tetap ke dokumen yang mendukung timbulnya transaksi tersebut 5. d. Lakukan rekonsiliasi akun control aktiva tetap dalam buku besar ke buku pembantu aktiva tetap Prosedur Analitik 2. Lakukan inspeksi terhadap tambahan aktiva tetap .b. f. Lakukan inspeksi terhadap aktivat tetap a. Hitung ratio berikut ini : 1) 2) 3) 4) b. Tingkat perputaran aktiva tetap Ratio laba bersih dengan aktiva tetap Ratio tetap dengan modal saham Ratio biaya reparasi dan pemeliharaan dengan aktiva tetap Lakukan analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yang didasarkan pada data masa lalu. atau data lain Pengujian terhadap transaksi rinci 3. Periksa tambahan aktiva tetap ke dokumen yang mendukung timbulnya transaksi berikut 4. Hitung kembali saldo akun aktiva dibuku besar Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun aktiva tetap dan akumulasi depresiasinya e.

Usut saldo awal akun hutang usaha ke kertas kerja tahun yang lalu e. Bandingkan penyajian aktiva tetap dengan Prinsip akuntansi berterima umum a. Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun utang usaha d. data industri. Usut saldo utang usaha yang tercantum di dalam neraca ke saldo akun utang usaha yang bersangkutan didalam buku besar b. Hitung ratio berikut ini : Tingkat perputaran utang usaha Ratio utang usaha dengan utang lancar Lakukan analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yang didasarkan pada data masa lalu. Periksa bukti hak kepemilikan aktiva tetap dan kontrak 9. atau data lain . Lakukan prosedur analitik a. Lakukan prosedur audit awal atas saldo akun utang usaha yang akan diuji lebih lanjut a. Usut posting pendebitan akun hutang usaha ke dalam jurnal yang bersangkutan f. Lakukan rekonsiliasi akun control utang usaha dalam buku besar ke buku pembantu utang usaha Prosedur Analitik 2. Periksa dokumen yang mendukung pembayaran utang usaha seetelah tanggal neraca 8.b. Hitung kembali saldo akun utang usaha di dalam buku besar c. Lakukan review terhadap perhitungan depresiasi aktiva tetap Verifikasi penyajian dan pengungkapan 10. Periksa klasifikasi aktiva tetap di neraca b. Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan aktiva tetap Prosedur Audit Awal 1. jumlah yang dianggarkan. 1) 2) b. Lakukan penyelidikan dan sesuaikan jika terjadi perbedaan c.

arsip induk utang dan kirimkan konfirmasi kepada kreditur yang akun utang klien kepadanya memiliki karakteristik berikut ini : (1) bersaldo besar. Bandingkan penyajian utang usaha dengan prinsip akuntansi berterima umum a. (3) bersaldo kecil atau nol. Lakukan konfirmasi saldo akun rinci a. Lakukan identifikasi penjualan besar dengan mereview register bukti kas keluar atau buku pembantu utang. Mintalah informasi dari klien untuk menemukan komitmen yang belum diungkapkan dan utang bersyarat dan periksa penjelasan yang bersangkutan dengan utang tersebut e.Pengujian terhadap saldo akun rinci 7. Lakukan penyelidikan dan sesuaikan jika terjadi perbedaan c. Periksa dokumen yang mendukung pembayaran utang usaha setelah tanggal neraca 8. Periksa klasifikasi utang usaha di neraca b. Lakukan rekonsiliasi utang usaha yang tidak di konfirmasi ke pernyataan piutang bulanan yang diterima oleh klien dari kreditur Verifikasi penyajian dan pengungkapan 9. dan (4) bersaldo debit b. Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang usaha c. atau . laporan penerimaan barang. Periksa sampel transaksi utang usaha yang tercatat ke dokumen yang mendukung timbulnya utang usaha a. (2) terdapat kegiatan pembelian yang luar biasa. Periksa pengendalian akun utang usaha ke dokumen pendukung : bukti kas keluar. Bandingkan akun biaya dengan akun biaya yang sama tahun lalu atau biaya yang dianggarkan untuk mendapatkan indikasi kemungkinan adanya under statement utang lancer Pengujian terhadap transaksi rinci 3. surat order pembelian. Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang usaha non usaha d.

Periksa bukti yang mendukung transaksi pengeluaran kas yang dicatat setelah tanggal neraca 2. Alvin A. Alvin A. a. Arens. pengendalian terhadap register asuransi. Arens. dkk (2008:287). Lakukan verifikasi pisah batas (out off) transaksi pembeli a. Apakah bukti setoran pajak. insurance policy di file dengan baik dan rapih. Pengendalian terhadap akuisisi dan pencatatan asuransi merupakan bagian dari siklus akuisisi dan pembayaran. faktor pajak termasuk bukti pemotongan pajak oleh pihak ketiga di file dengan baik dan rapih.dokumen pendukung lain b. Pelajari dan evaluasi internal control atas biaya dan pajak dibayar dimuka. Apakah pembayaran tersebut diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang. Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembayaran utang usaha dalam minggu terakhir tahun yang di audit dan minggu pertama setelah tanggal neraca 6. Lakukan pencarian utang yang belum dicatat a. . Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian dalam minggu terakhir tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca 5. memo debit untuk retur penjualan 4. b. Apakah lease agreement. Periksa pendebitan akun usaha ke dokumen pendukung : bukti kas masuk . 1. dan pengendalian terhadap penghapusan beban asuransi.     Dalam hal ini internal control questionnoises yang digunakan tercakup dalam internal control questionnaires atas pengeluaran kas dan bank Apakah setiap pembayaran yang menyangkut biaya dan pajak dibayar dimuka didukung oleh bukti-bukti yang sah dan lengkap. dkk (2008:287). Lakukan verifikasi pisah batas (out off) transaksi pengeluaran kas a. Prosedur Pemeriksaan untuk Compliance test. Prosedur Pemeriksaan Terhadap Biaya Dibayar Dimuka Pengendalian internal untuk asuransi dibayar di muka dan beban asuransi dapat dengan mudah dibagi ke dalam tiga kategori: pengendalian terhadap akuisisi dan pencatatan asuransi. Lakukan test transaksi ( compliance test ) atas biaya dan pajak dibayar dimuka.

7. Cocokan saldo awal prepaid rent dengan kertas kerja pemeriksaan tahun lalu. penilaian atau alokasi serta penyajian dan pengungkapan. perkiraan biaya sewa ( tanpa melalui prepaid rent ). Tujuan audit dalam siklus pengeluaran dikelompokkan dalam tujuan terkait eksistensi dan okurensi. Buat usulan audit adjustment jika diperlukan. tetapi dapat berpengaruh pada lebih satu transaksi. 6. Dalam hal ini ada biaya sewa langsung dibebankan ke. Cocokan saldo prepaid rent per tanggal neraca dengan saldo buku bestir (general ledger) prepaid rent. . Tarik kesimpulan mengenai internal control atas biaya dan pajak dibayar dimuka. Check ketelitian perhitungan mathematis ( mathematical accuracy ). kelengkapan/kesempurnaan. 3. 4. 2. Transaksi dalam siklus pengeluaran kadangkala tidak hanya berpengaruh secara individual pada hanya satu rekening saja. 2. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Tie_Up / tie_in ( Cocokan ) total yang dibebankan sebagai biaya sewa ke buku besar biaya sewa.2. hak dan kewajiban. Lakukan vouching untuk pembayaran prepaid rent di tahun berjalan dan periksa lease agreement ( jika sudah dilakukan di compliance test. refen ke kertas kerja compliance test ). Minta rician ( schedule ) prepaid rent per tanggal neraca. 5. jumlah biaya sewa di buku besar akan terlihat lebih besar. Prosedur Pemeriksaan Substantif Sewa Dibayar di muka (Prepaid Rent ) 1.

dan prosedur pengendalian. Aspek struktur pengendalian intern yang ada dalam transaksi siklus pengeluaran.3. dan melakukan wawancara dengan petugas bagian akuntansi untuk mengetahui proses pengolahan transaksi dalam siklus pengeluaran. sistem akuntansi. . 2. bagan alir sistem akuntansi. Saran 1. Auditor harus melakukan evaluasi apakah prosedur pengendalian dalam perusahaan benar-benar telah berjalan dengan baik dalam mempertimbangkan segalanya. yaitu lingkungan pengendalian. Dalam melakukan audit sebaiknya auditor mempelajari manual akuntansi.

edisi keempat. James A. 2006. . Jakarta: Salemba Empat. Jakarta: Erlangga. Arens. http//bab_3_audit_terhadap_siklus_pengeluaran. edisi kelima.sub-ppt. Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan. Auditing. Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan. A. Standar Profesional Akuntan Publik. Terjemahan. Audit Berpeduli Resiko. Jakarta: PT Indeks.peng_. Bogor: Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan. Alvin dkk.DAFTAR PUSTAKA A. edisi kesembilan. 2011. pendekatan terpadu. 2007. Auditing dan Jasa Assurance. 2007. http//11-risk-deteksiranc. edisi keduabelas. Accounting Information System. 2008.pdf. Bogor: Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan. Auditing dan Pelayanan Verifikasi. 2009. edisi keempat. Institut Akuntan Publik Indonesia. Arens. Hall.pdf. Alvin dkk. Jakarta: Salemba Empat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful