STRUKTUR DAN FUNGSI AMNION & STRUKTUR, FUNGSI DAN SIRKULASI TALI PUSAT

D i s u s u n OLEH KELOMPOK 6 BIRRULWALIDAINI CUT DIANA FITRA MIFTAHUL JANNAH RAHMAWATI ROZA ARYANI KELAS 1/D DOSEN PEMBIMBING : RAHMA DALILA FITRI, SST 712403S11152 712403S11153 712403S11163 712403S11180 712403S11182

AKADEMI KEBIDANAN MUHAMMADIYAH BANDA ACEH 2011 – 2012

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………..………....................... DAFTAR ISI……………………………………………………..………........................... BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang.............................................................................................. B. Tujuan............................................................................................................

BAB II

TINJAUAN TEORITIS
A. Struktur dan Fungsi Amnion......................................................................... 1. Selaput janin (Amnion dan Korion).................................................. 2. Cairan Amnion................................................................................. 3. Fungsi Amnion.................................................................................. B. Struktur, Fungsi dan Sirkulasi Tali Pusat...................................................... 1. Defenisi Tali Pusat............................................................................ 2. Struktur Tali pusat............................................................................ 3. Fungsi Tali Pusat............................................................................... 4. Sirkulasi Tali Pusat............................................................................

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan………………………………………………............................. B. Saran..............................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................

kritik dan saran yang bersifat positif sangat kami butuhkan untuk proses perbaikan. FUNGSI DAN SIRKULASI TALI PUSAT”. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam pembuatan makalah ini. kami mengucapkan terima kasih kepada ibu RAHMA DALILA FITRI. yang telah memberikan pelajaran berguna dan bermanfaat bagi kami. Oleh karena itu. yang telah membawa kita dari jaman jahiliyah ke jaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi MUHAMMAD SAW.KATA PENGANTAR Syukur alhamdulillah kami panjatkan kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “STRUKTUR DAN FUNGSI AMNION DAN STRUKTUR. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. SST selaku dosen pengajar mata kuliah Askeb Kehamilan. April 2012 Penulis . Dalam kesempatan ini. Banda Aceh. kami sebagai mahasiswi AKBID MUHAMMADIYAH merasa sangat terbantu dalam memahami hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan khususnya masalah cairan amnion dan tali pusat pada bayi. Dengan adanya pembuatan makalah ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada teman-teman atas kerjasamanya dalam mensukseskan penyelesaian makalah ini. khususnya bagi kami selaku penulis.

sehingga sebagian usus terdesak ke dalam rongga selom ekstraembrional pada tali pusat. Pada tahap awal perkembangan. B. maka terbentuklah zigot. Pada saat 32 sel disebut morula.BAB I PENDAHULUAN A. enam belas dan seterusnya. kemudian akan berkembang menjadi pembuluh darah dan connecting stalk tersebut akan menjadi tali pusat atau funiculus umbilicalis. yang juga tercakup dalam connecting stalk. Tujuan khusus a. Di dalam morula terdapat rongga yang disebut blastosel yang berisi cairan yang dikeluarkan oleh tuba fallopii. Tujuan umum a. Agar mahasiswi dapat memahami tentang struktur dan fungsi amnion serta struktur. penonjolan lengkung usus (intestional loop) ini masuk kembali ke dalam rongga abdomen janin yang telah membesar. Agar mahasiswi mampu mengetahui perubahan dan kelainan pada struktur. Lapisan terluar blastosit disebut troboplas. Blastosit ini berjalan menuju uterus untuk mengadakan implantasi. fungsi dan sirkulasi tali pusat. juga tertutup bersamaan dengan proses semakin bersatunya amnion dengan korion. yang merupakan dinding blastosit yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon plasenta. 2. . LATAR BELAKANG Peristiwa fertilisasi terjadi di saat spermatozoa membuahi ovum di tuba fallopii. Agar mahasiswi mampu menjelaskan dan menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan amnion dan tali pusat. Mesoderm connecting stalk yang juga memiliki kemampuan angiogenik. bentuk ini disebut blastosit. rongga perut masih terlalu kecil untuk usus yang berkembang. Kandung kuning telur (yolk-sac) dan tangkai kandung kuning telur (ductus vitellinus) yang terletak dalam rongga korion. delapan. empat. b. sedangkan masa didalamnya disebut simpul embrio (embrionik klot) yang merupakan calon janin. fungsi dan struktur dari amnion dan tali pusat. TUJUAN DAN MANFAAT 1. Pada sekitar akhir bulan ketiga. Zigot membelah secara mitosis menjadi dua.Di dalam tali pusat terdapat tiga pembuluh darah yaitu satu vena umbilikalis dan dua buah arteri umbilikalis yang mempunyai fungsi masing-masing.

Antara membran korion dan membran amnion terdapat rongga korion.BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Seluruh jaringan endometrium yang telah mengalami reaksi desidua. yaitu: 1. vili pada kutub embrional mengalami degenerasi. Dengan berlanjutnya kehamilan. menjadi tipis dan halus disebut korion laeve. 2. Kavum uteri juga terisi oleh konsepsi sehingga tertutup oleh menyatunya korion laeve dengan desidua parietalis. Selaput janin selanjutnya disebut sebagai membran korion-amnion (amniochorionic membranea). Desidua di atas korion frondosum menjadi desidua basalis. Sementara itu. Korion adalah membran bagian paling luar dan menempel pada dinding uterus serta menempel pada tepi plasenta. Selaput ini menutup pars fetal plasenta dan tali pusat. Kantung amnion berisi cairan amnion dan janin berada dalam cairan tersebut. 3. STRUKTUR DAN FUNGSI AMNION Amnion atau air ketuban merupkan elemen dari kehamilan yang sangat penting untuk di ketahui. Desidua yang meliputi embrioblas/kantong janin di atas korion laeve menjadi desidua kapsularis. Selaput amnion terdiri dari 5 lapisan : 1) Lapisan seluler 2) Membrana basalis 3) Stratum kompaktum 4) Stratum fibroblas . vili pada kutub embrional membentuk struktur korion lebat seperti semak-semak (korion frondosum) sementara. SELAPUT JANIN (AMNION DAN KORION) Pada minggu-minggu pertama perkembangan. Desidua di sisi/bagian uterus yang abembrional menjadi desidua parietal is. 1. vili meliputi seluruh lingkaran permukaan korion. Dengan berlanjutnya kehamilan. Air ketuban ini dapat dijadikan acuan dalam menentukan diagnosis kiehamilan dan kesejahteraan janin. Korion terdiri dari 4 lapisan : 1) Lapisan seluler 2) Lapisan retikuler padat 3) Pseudo-basement membrane 4) Trofoblas Amnion merupakan membran transparant berwarna abu-abu yang melapisi korion. rongga ini tertutup akibat menyatunya membran amnion dan membran korion. juga mencerminkan perbedaan kutub embrional dan abembrional.

enzym (alkali fosfatase). Ruangan amnion berisi 1 liter air ketuban.5) Stratum spongiosum di bagian paling luar dan melekat dengan lapisan seluler korion. sel epitel yang terkelupas dan mekonium) Cairan amnion bersifat dinamik dan senantiasa ber sirkulasi dengan kecepatan 500 ml setiap jamnya. yaitu : Cairan jernih agak pucat dan sedikit basa ( pH 7. Amnion ikut membentuk selaput janin yang terdiri dari lapisan amnion.2 ) Pada pertengahan kehamilan jumlahnya sekitar 400 ml dan pada kehamilan 36 – 38 minggu mencapai 1000 ml setelah itu volume terus menurun dan penurunan berlanjut terus sampai kehamilan postmatur. urine janin yang diproduksi juga dikeluarkan ke dalam rongga amnion. . rambut lanugo. lemak. CAIRAN AMNION Rongga yang diliputi selaput janin disebut sebagai rongga atau ruangan amnion. hormon (esterogen dan progesteron ). 3) Mineral (natrium. Komposisi cairan amnion 1) Air ( 98 – 99% ) 2) Karbohidrat (glukosa dan fruktora). 2. Cairan amnion berasal dari : Janin ( produksi utama )  Sekresi aktif dari epiteo amnion  Transudasi sirkulasi janin  Air seni janin Maternal  Transudasi dari sirkulasi maternal Cairan amnion diabsorbsi melalui amnion kedalam sirkulasi maternal dan melalui gastrointestinal janin (proses menelan pada janin). mesoderm. Mula-mula ruangan amnion merupakan rongga kecil saja tapi kemudian mengelilingi seluruh janin. chorion dan lapisan tipis dari deciduas. Akhirnya amnion merapat pada chorion dan melekat dengannya. Di dalam rongga ruangan ini terdapat cairan amnion (likuor amnii). kalium dan klorida) 4) Material lain (vernix caseosa. protein (albumin dan globulin). Cairan amnion diperkirakan terutama disekresi oleh dinding selaput amnion atau plasenta yang kemudian setelah sistem urinarius janin terbentuk.

vernix. kreatinin dan asam urat dibandingkan plasma. lanuga dan bermacam sekresi. Pada permulaan trimester ke dua . verniks kaseosa. a) Prolaktin Prolaktin didapatkan dalam konsentrasi tinggi di cairan amnion . 5) Terdiri atas 98-99% air. Fungsi dari prolactin yang berada dalam cairan amnion belum diketahui . jumlahnya bisa mencapai 10. Kandungan cairan amnion Pada permulaan kehamilan. 2) Keadaan jernih agak keruh. Cairan pulmonum memberikan sedikit proporsi pada volume amnion. Setelah minggu ke 20 kornifikasi dari kulit janin tetap mempertahankan difusi ini dan pada saat ini komposisi terbesar pada cairan amnion adalah urine janin. 6) Sirkulasi sekitar 500 cc/jam. beberapa penelitian membuktikan bahwa desidua merupakan tempat sintesa prolactin yang berada dalam cairan amnion. efek jaringan menurunkan osmolaritas cairan amnion sejalan dengan kemajuan usia kehamilan. tetapi berapa peneliti berkesimpulan prolaktin dalam cairan amnion berfungsi memperbaiki transfer cairan . Urin janin lebih banyak terdiri dari urea . agak manis dan amis.hal ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar prolaktin pada janin (mencapai 350 ng/ml) atau pada plasma ibu (mencapai 150 s/d 200 ng/ml) jumlahnya makin menurun dan mencapau titik terendah setelah kehamilan 34 minggu . Karena bersifat hipotonik. 1-2% garam-garam anorganik dan bahan organik (protein terutama albumin). yang didapatkan pada minggu ke 20 sampai 26 kehamilan . cairan amnion sebagian besar terdiri dari cairan ekstra seluler yang berdifusi melalui kulit janin yang kemudian mencerminkan komposisi plasma janin. runtuhan rambut lanugo. 3) Steril 4) Bau khas. Ginjal janin mulai memproduksi urine pada minggu ke 12 usia kehamilan dan setelah minggu ke 18 memproduksi 7 – 14 ml per hari. dan sel-sel epitel.000 ng/ml . volume 1000-1500 cc. juga terdiri dari deskuamasi sel-sel janin . cairan amnion di ultrafisasi oleh plasma ibu. yang difiltrasi melalui plasenta untuk beberapa saat.Keadaan normal cairan amnion: 1) Pada usia kehamilan cukup bulan.

sebenarnya leukosit tidak dapt melakukan penetrasi normal melalui membran janin baik secara in vivo atau in vitro. fenomena juga pada partus yang aterm. b) Alpha feto protein Merupakan suatu glikoprotein yang disintesa yolk sac janin pada awal kehamilan konsentrasinya dalam cairan amnion meningkat sampai kehamilan 13 minggu dan kemudian akan berkurang. kompartemen cairan amnion merupakan suatu tempat penyimpanan yang luar biasa yang khususnya bermanfaat dalam kehamilan dan persalinan. Jika peningkatan kadar alpha feto protein tidak diiringi dengan peningkatan kadar asetilkolinesterase menunjukan adanya kemungkinan etiologi lain atau adanya kontaminasi dari darah janin. Selama kehamilan sejumlah agen bioaktif bertumpuk di cairan amnion. menunjukan resiko terjadinya gawat nafas pada janin sangat rendah. kontaminasi oleh kedua substansi tersebut dapat membiaskan hasil. Jika kadar Alpha feto protein ini meningkat dan diiringi dengan peningkatan kadar asetil kolin esterase menunjukan adanya kelainan jaringan syaraf seperti neural tube defek atau defek janin lainnya. d) Sitokin Makrofag terdapat dalam cairan amnion dalam jumlah yang kecil sebelum proses persalinan. leukosit ibu akan diambil menuju cairan amnion . e) Interleukin -1β Interleukin -1β merupakan sitokin primer . Karena lesitin dan sphingomyelin juga ditemukan pada darah dan mekonium. Banyaknya agen bioaktif yang terakumulasi dalam cairan amnion selama kehamilan merupakan suatu hal yang tipikal dari inflamasi jaringan . sebelum minggu ke 34 kadar lesitin dan sphingomyelin dalam cairan amnion sama konsentrasinya. tetapi dengan adanya inflamasi dari desidua pada partus preterm . setelah minggu ke 34 konsentrasi lesitin terhadap sphingomyelin relatif meningkat. Suatu hal yang unik dari agen agen bioaktif ini adalah bersifat uterotonik seperti PGE . produk-produk ini dapat dilihat pada vaginadan cairan 2 2 amnion setelah proses persalinan dimulai . yang mempertahankan alveolar dari kolaps dan respiratori distress.dari janin ke bagian ibu. Jika konsentrasi lesitin dalam cairan amnion lebih dari dua kali kadar sphingomyelin (L/S Ratio ). Tetapi jika perbandingan kadar lesitin sphingomyelin kecil dari dua resiko terjadinya gawat nafas pada janin meningkat. aktivasi leukosit diakselerasi oleh inflamasi dan memungkin kan melewati membran janin. dan menyediakan cairan ekstraseluler serta mempertahankan janin dari dehidrasi selama kehamilan lanjut ketika cairan amnion biasanya bersifat hipotonik. c) Lesitin – Sphingomyelin Lesitin ( dipalmitoyl phosphatidycholine) merupakan suatu unsur yang penting dalam formasi dan stabilisasi dari lapisan surfaktan. Agen-agen inflamasi ini penting peranannya dalam proses dilatasi servik . PAF dan endothelin-1 . PGF . yang diproduksi secara cepat sebagai respon dari infeksi dan perubahan imunologi dan Interleukin -1β akan merangsang sitokin .

Sebelum proses persalinan dimulai prostanoid dalam cairan amnion dihasilkan dari ekskresi urine janin dan mungkin juga oleh kulit . Interleukin -1β secara normal tidak terdeteksi sebelum proses persalinan . Kadar prostaglandin cairan amnion di bagian atas pada saat pembukaan 3 sampai dengan 5 cm secara signifikan lebih besar dibandingkan kadarnya sebelum proses persalinan dimulai. Konsentrasi dari PGF PGFM dan PGE pada bagian atas cairan amnion pada saat 2α . yang membagi dua cairan amnion secara anatomi dan fungsi ke dalam dua bagian. seperti prostaglandin Interleukin -1β diproduksi pada desidua setelah induksi persalinan atau dilatasi servik. kadar prostaglandin dalam kantong belakang cairan amnion pada saat pembukaan 3 cm jauh lebih besar dibandingkan kadarnya sebelum proses persalinan dimulai . Lebih lanjut kadar prostaglandin pada kantong belakang jauh lebih besar dari pada bagian atas pada semua thap dari proses persalinan. kadar prostaglandin dalam cairan amnion meningkat secara bertahap. Dilatasi cervik pada pembukaaan 3 sampai dengan 5 memegang peranan penting dalam kemajuan persalinan. paru-paru dan tali pusat. yang kemudian akan di distribusikan pada cairan amnion dan vagina. Tidak adanya hubungan peningkatan kadar prostaglandin dengan proses persalinan sebelum persalinan dimulai. Setelah itu pada pembukaan 5. Hubungan antara peningkatan kadar prostaglandin dalam cairan amnion dan inisiasi dari persalinan menjadi suatu tanda tanya selama lebih 30 tahun terakhir. Pada kehamilan aterm. permulaan persalinan (pembukaan 2. jumlah dari prostaglandin yang memasuki cairan amnion sangat kecil. Faktanya jumlah total kadar prostaglandin dalam cairan amnion pada saat kehamilan cukup bulan sebelum persalinan dimulai sangat kecil (sekitar 1μg) . tetapi setelah pemisahan lengkap dari cairan amnion ini transfer prostaglandin dari kantong belakang ke bagian atas menurun abahkan hilang sama sekali. Pada tahap ini bagian janin telah masuk ke dalam pelvis ibu.5 atau kurang) tidak lebih besar dibandingkan sebelum proses persalinan . dan lebih lanjut kadarnya akan meningkat seiring dengan makin majunya pembukaan servik. PGFM yang terdapat pada bagian belakang jauh lebih besar dari pada PGE. .Walaupun demikian tidak ada pertambahan kadar prostaglandin yang dapat dihubungkan atau diinterprestasikan sebagai pertanda pre partus. Sitokin lainnya yang terdapat dalam cairan amnion adalah Interleukin -6 atau Interleukin – 8. Lebih lanjut banyak bukti yang menunjukan bahwa peningkatan kadar prostaglandin dalam cairan amnion bukan merupakan suatu indikasi bahwa prostaglandin mempunyai peranan penting dalam inisiasi persalinan : 1. karena waktu paruh prostaglandin dalam cairan amnion sangat lama yaitu 6 – 12 jam .5 sampai dengan 7 cm tidak ada peningkatan kadar prostaglandin pada bagian atas cairan amion. Sebelum pemisahan lengkap dari dua bagian ini kandungan dari cairan amnion dapat bercampur antara keduanya . f) Prostaglandin Prostaglandin terutama PGE juga PGF di dapatkan pada cairan amnion pada semua 2 2α tahap persalinan .lain dan mediator inflamasi lainnya. Interleukin -1β baru akan muncul pada cairan amnion pada persalinan yang preterm atau sebagai reaksi dari infeksi pada caira amnion. Seiring dengan pertumbuhan janin .

sitokinin dan endothelin-1. keruh. Dapat mengarah pada kecurigaan kelainan kongenitalsusunan saraf pusat atau sistem pencernaan. banyaknya dan susunannya dapat dipergunakan untuk pengenalan keadaan janin dengan cara amnioskopi atau amniocentesis. Kadar Platelet activing factor dalam cairan amnion meningkat selama proses persalinan. Platelet activing factor diinaktifkan oleh enzim Platelet activing factor acetylhudrolase. Umumnya kental. Amnioskopi : Dengan amnioskopi air ketuban dapat berwarna kuning. Pelepasan arakidonat dari 1-alkil-2 arakidonoil fosfatidilkolin menyokong pembentukan Platelet activing factor karena produk lain dari reaksi ini . Platelet activing factor. hijau tua. Oligohidramnion Air ketuban sedikit (<500 cc). hijau muda. Sifat – sifat air ketuban harus kita ketahui untuk membedakan apakah yang keluar dari alat kemaluan itu air ketuban atau air kencing. yang terdapat dalam jumlah yang besar di desidua. Enzim ini didapatkan pada aktifitas spesifik yang tinggi dari makrofag. berwarna kuning kehijauan. Kadar Prostaglandin pada kantong belakang kompartemen berhubungan dengan proses dilatasi sevik g) Platelet activing factor (PAF) Platelet activing factor merupakan suatu reseptor yang termasuk dalam kelompok heptahelicl dari reseptor transmembran dan berperan pada peningkatan sel-sel myuometrium serta meningkatkan kontraksi uterus. seperti prostaglandin. baunya pesing dan jernih tidak mengandung vernix caseosa atau lanugo. Amniocentesis dapat ditentukan umur janin dan sex janin. Prognosis janin buruk. diproduksi di leukosit sebagai hasil proses inflamasi yang terjadi ketika servik berdilatasi. Warna hijau tua menunjukkan bayi dalam keadaan bahaya (distress).2. Sifat air kencing asam (dapat dibedakan dengan kertas lakmus atau nitrazine). atau gangguan sirkulasi. Faal Amnion (air ketuban) ialah : Memungkinkan anak bergerak dengan bebas dan tumbuh dengan bebas ke segala . Jumlah total prostaglandin dalam cairan amnion dan jumlah yang memasuki cairan amnion sebelum dan selama persalinan sangat kecil dibandingkan kadar yang dibutuhkan untuk menginduksi persalinan. Sifat–sifat air ketuban seperti jernih atau keruhnya. atau hiperaktivitas sistem urinarius janin. yaitu 1-alkil lisifosfatidilkolin . yang merupakan kosubtrat untuk biosintesis Platelet activing faktor. 3. Kelainan jumlah cairan amnion: Hidramnion (polihidramnion) Air ketuban berlebihan (>2000 cc).

diabsorpsi oleh usus. Air ketuban terus menerus diganti. Mempertahankan suhu yang tetap bagi anak. 3) Menyeimbangkan tekanan intrauteri dan bekerja sebagai pereedam goncangan. Kalau air ketuban berkurang. sehingga melindungi bayi dari kemungkinan infeksi jalan lahir. Bagian selaput anak yang di atas ostium uteri yang menonjol waktu his disebut ketuban. 4) Mekanik : menjaga keseimbangan tekanan dalam seluruh ruangan intrauterine (terutama pada persalinan).  Persalinan 1) Bekerja sebagai bantalan untuk melindungi kepala fetus terhadap tekanan 2) Mempertahankan lingkungan fetus tetap steril 3) Bekerja sebagai baji (wedge) untuk membantu dilatasi serviks 4) Mengurangi efek kontraksi uterus terhadap peredaran darah plasenta 5) Menyediakan douche (siraman) steril bagi jalan lahir tepat sebelum kelahiran pada saat accus amnioticus pecah. Untuk melindungi anak terhadap pukulan-pukulan dari luar dan ibu terhadap gerakangerakan anak. antara ibu dan air ketuban dan antara janin dan air ketuban. Hal ini sangat penting karena seandainya anak tertekan oleh alat sekitarnya maka pertumbuhan tentu terganggu. 5) Pada persalinan : membersihkan / melicinkan jalan lahir. pergerakan anak dirasakan nyeri oleh ibu. FUNGSI AMNION Fungsi cairan amnion secara umum : 1) Proteksi : melindungi janin terhadap trauma dari luar 2) Mobilisasi : memungkinkan ruang gerak bagi janin 3) Homeostasis : menjaga keseimbangan suhu dan lingkungan asam-basa (pH) dalam rongga amnion. . 3. untuk suasana lingkungan yang optimal bagi janin. Fungsi cairan amnion secara khusus :  Kehamilan 1) Memungkinkan fetus bergerak bebas 2) Memungkinkananggota badan fetus berkembang dan bergerak tanpa saling menekan satu sama lain. Ketuban inilah yang membuka cervix. kemudian diangkut ke placenta untuk diserahkan ke dalam darah ibu. dengan cairan yang steril. 4) Menstabilkan suhu intrauteri. Waktu persalinan membuka servix dengan mendorong selaput janin ke dalam ostium uteri.jurusan karena tekanan pada anak sama pada semua bagiannya. Ternyata bahwa ada pertukaran air antara ibu dan janin. artinya dibuat tapi juga dialirkan. Ada bukti bahwa sebagian air ketuban diminum oleh bayi. tanpa tertekan oleh badan fetus dan dinding uterus.

Setelah bayi dilahirkan. maka umumnya tali pusat lebih pendek. Pada saat aterm funiculus umbilicalis panjangnya 4050 cm dan diameternya 1-2 cm. nutrisi. yolk sack dan duktus vitellinus menghilang. diserta dengan mobilitas bayi yang sering. serta pengangkutan oksigen. Panjangnya ± 55 cm (30 – 100 cm) dan diameter 1 – 1. jika oligohidromnion dan janin kurang gerak (pada kelainan motorik janin). STRUKTUR. tali pusat umumnya dijepit dan dipotong kemudian dibiarkan terpapar di udara untuk pengeringan. Dalam waktu 24 jam. Darah dari tali pusat telah dimanfaatkan sebagai sumber sel punca untuk mengatasi beberapa penyakit tertentu. dan faktor pertumbuhan untuk janin berlangsung melalui tali pusat. Kerugian apabila tali pusat terlalu panjang adalah dapat terjadi lilitan di sekitar leher atau tubuh janin atau menjadi ikatan yang dapat menyebabkan oklusi pembuluh darah khususnya pada saat persalinan. Pembuangan senyawa sisa. FUNGSI DAN SIRKULASI TALI PUSAT Tali pusat adalah jaringan pengikat yang menghubungkan plasenta dan fetus (janin). saluran ini sudah tak diperlukan lagi sehingga harus dipotong dan diikat atau dijepit. Tali pusat menjadi lebih panjang jika jumlah air ketuban pada kehamilan trimester pertama dan kedua relatif banyak. Tiga pembuluh darah : Setelah struktur lengkung usus. Pembuluh-pembuluh darahnya biasanya lebih panjang dari tali pusatnya sendiri sehingga pembuluh berkelok-kelok. STRUKTUR TALI PUSAT Tali pusat terdapat antara pusat janin dan permukaan fetal plasenta. Fungsi dari tali pusat adalah menjaga viabilitas (kelangsungan hidup) dan memfasilitasi pertumbuhan embrio dan janin. Tali pusat tersusun dari 90% air dan terhubung dengan cakram intervertebral (80%) serta kartilago tulang rawan sendi (95%). Dikatakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang selama kehamilan menyuplai zat-zat gizi dan oksigen ke janin. Tetapi begitu bayi lahir. Kadang-kadang menimbulkan tonjolan pada permukaan tali pusat dan diberi nama simpul palsu. warna putih kebiruan dari tali pusat akan hilang dan menjadi hitam setelah beberapa hari. Hal ini cukup untuk kelahiran bayi tanpa menarik plasenta keluar dari rahim ibu.B. 1. Sebaliknya. tali pusat akhirnya hanya mengandung pembuluh darah umbilikal yang . Funiculus umbilicalis berbentuk seperti tali yang memanjang dari tengah plasenta sampai ke umbilicus fetus dan mempunyai sekitar 40 puntiran spiral.5 cm. 2. DEFENISI TALI PUSAT Tali pusat atau funiculus umbilicalis adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. Pengukuran gas tali pusat perlu dilakukan pada bayi yang lahir melalui proses bedah sesar untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi. Funiculus umbilicalis terbentang dari permukaan fetal plasenta sampai daerah umbilicus fetus dan berlanjut sebagai kulit fetus pada perbatasan tersebut. Funiculus umbicalis secara normal berinsersi di bagian tengah plasenta. Warnanya dari luar putih dan merupakan tali yang berpilin.

Selain itu juga dapat membantu mencegah penekukan tali pusat. 4. begitupun sebaliknya. juga berasal dari mesoderm seperti halnya pembuluh darah.menghubungkan sirkulasi janin dengan plasenta. Jumlah jeli inilah yang menyebabkan funiculus umbilicalis menjadi tebal atau tipis.  fungsi dan aktivitas yang ada di plasenta yang dibutuhkan oleh janin untuk pertumbuhan. Jadi fungsi tali pusat yaitu sebagai media. disalurkan oleh tali pusat agar bisa digunakan oleh janin. Jeli Warthon merupakan subtansi seperti jeli. SIRKULASI TALI PUSAT . Jeli Wharton : Merupakan zat yang berkonsistensi lengket yang mengelilingi pembuluh darah pada funiculus umbilicalis. perkembangan. buangan dari janin dikirim kembali ke plasenta. 2. Jeli warthon ini akan mengembang jika terkena udara. makanan dan antibodi dari ibu yang sebelumnya diterima terlebih dahulu oleh plasenta melalui vena umbilicalis. FUNGSI TALI PUSAT Fungsi tali pusat yaitu :  Sebagai saluran yang menghubungkan antara plasenta dan bagian tubuh janin sehingga janin mendapat asupan oksigen. Ketiga pembuluh darah tersebut yaitu : 1. Misalnya transfer O2 dan nutrisi. sehingga pemberian makanan yang kontinyu untuk janin dapat di jamin. 3. Tengah : insertio sentralis Sedikit ke samping: insertio paracentralis Samping : insertio lateralis Pinggir : insertio marginalis Di luar plasenta/di selaput janin : insertio velamentosa 3. Satu vena umbilicalis membawa oksigen dan memberi nutrien ke sistem peredaran darah fetus dari darah maternal yang terletak di dalam spatium choriodeciduale.  Saluran pertukaran bahan-bahan kumuh seperti urea dan gas karbon dioksida yang akan meresap keluar melalui arteri umbilicalis. Jeli ini melindungi pembuluh darah tersebut terhadap kompresi. 5. Kekuatan aliran darah (kurang lebih 400 ml/ menit) dalam tali pusat membantu mempertahankan tali pusat dalam posisi relatif lurus dan mencegah terbelitnya tali pusat tersebut ketika janin bergerak-gerak. kelangsungan hidup janin. 2. 3. Jeli Warthon ini kadang-kadang terkumpul sebagai gempalan kecil dan membentuk simpul palsu di dalam funiculus umbilicalis. Insersi/letak tali pusat ke plasenta : 1. 4. Ketiga pembuluh darah itu saling berpilin di dalam funiculus umbilicalis dan melanjutkan sebagai pembuluh darah kecil pada vili korion plasenta. Dua arteri umbilicalis mengembalikan produk sisa (limbah) dari fetus ke plasenta dimana produk sisa tersebut diasimilasi ke dalam peredaran darah maternal untuk di ekskresikan.

Di dalarn vilus terdapat jaringan kapilari darah fetus. air. glukosa.Fetus dalam rahim ibu mempunyai dua kebutuhan yang harus dipenuhi yaitu oksigen dan nutrisi serta membuang produk sisa yang dihasilkan oleh sel-selnya. Endometrium pada uterus adalah kaya dengan aliran darah ibu. akan tetapi kedua darah tersebut tidak bercampur karena dipisahkan oleh suatu membran. Sebaliknya darah yang sampai ke vilus dari fetus melalui arteri umbilicalis dalam tali pusat. vitamin. hormon. Endometrium kaya dengan aliran darah ibu. Selain oksigen dan nutrien. Jaringan kapilari darah fetus berada di dalam vilus. darah yang sampai ke vilus dari fetus melalui arteri umbilicalis dalam tali pusat mengandungi bahan . yaitu endometrium. Produk sisa ini akan meresap ke membran dan masuk darah ibu. garam mineral. Darah ibu dan darah fetus dalam vilus sangat rapat. Plasenta mempunyai banyak vilus yang tumbuh dari membran. Darah yang kaya dengan oksigen dan nutrien ini dibawa melalui vena umbilicalis yang terdapat di dalam tali pusat ke fetus. menyelimuti fetus dan menembus dinding uterus yaitu endometrium. Antibodi ini melindungi fetus dan bayi yang dilahirkan daripada jangkitan penyakit. antibodi dari darah ibu juga meresap ke dalam darah fetus melalui plasenta. asid amino. Sebaliknya. lipid. Oksigen. mengandung produk sisa seperti karbon dioksida dan urea. Struktur yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhan fetus adalah plasenta. dan antibodi dari darah ibu perlu menembus membran ini dan memasuki kapilari darah fetus yang terdapat dalam vilus. Letak janin dalam kandungan ibu Pada plasenta banyak terdapat unjuran seperti “Jari” atau vilus tumbuh dari membran yang menyelimuti fetus dan menembusi dinding uterus. Darah yang kaya oksigen dan nutrien dibawa melalui vena umbilicalis.

Pembuluh darah umbilikus melewati membran mulai dari tali pusat ke plasenta. c) Melakukan urutan pada tali pusat kearah ibu dan memasang klem kedua 2 cm dari klem pertama. Fisiologi Lepasnya Tali Pusat Perawatan tali pusat secara intensif diperkenalkan pada tahun 1950an sampai dengan tahun 1960an dimana pada saat itu angka infeksi pada proses kebidanan sangat tinggi. air. dan bahan kumuh lazimnya berlaku melalui proses resapan. tetapi tali pusat dapat terputus bila dilakukan tarikan pada penanganan aktif di kala tiga persalinan. b) Menjepit tali pusat menggunakan klem kira-kira 3 cm dari umbilikus bayi. pendarahan pada tali pusat juga dapat berakibat fatal. 2) Insersi tali pusat Velamentous Tali pusat berinsersi ke dalam membran agak jauh dari pinggir plasenta. ada beberapa yang memiliki kelainan letak seperti : 1) Insersi tali pusat Battledore Pada kasus ini tali pusat terhubung ke palin pinggir plasenta seperti bentuk bet tenis meja. Selain infeksi. Akan tetapi pada beberapa Negara berkembang masih sering dijumpai terjadinya infeksi tali pusat walaupun antiseptic jenis baru telah diperkenalkan. 2004). Bahan kumuh ini akan meresap merentas membran dan memasuki darah ibu yang terdapat di sekeliling vilus. nutrien. Dengan cara ini. membungkus kepala dan badan bayi kecuali tali pusat. memotong tali pusat diantara kedua klem. dengan perlindungan jari. Namun. tidak berbahaya untuk janin. vitamin. Peralatan yang digunakan dalam . Oksigen. antibodi dari darah ibu juga meresap ke dalarn darah fetus melalui plasenta. Kelainan Letak Tali Pusat Tali pusat secara normal berinsersi di bagian sentral ke dalam permukaan fetal plasenta. Kondisi ini tidak bermasalah kecuali sambungannya rapuh. (JNPKR. glukosa. Pemotongan Tali Pusat Pemotongan tali pusat menurut standar asuhan persalinan normal pada langkah ke 26 sampai dengan 28 berikut ini : a) Segera mengeringkan bayi. karena jika tidak dirawat maka dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Pertukaran oksigen. Selain oksigen dan nutrien. keperluan bayi dapat dipenuhi. tetapi kedua-dua darah tidak bercampur kerana dipisahkan oleh suatu membran. Walaupun darah ibu dan darah fetus dalam vilus adalah begitu rapat. asid amino. hormon. garam mineral. Sisa potongan tali pusat pada bayi inilah yang harus dirawat. d) Memegang tali pusat diantara 2 klem menggunakan tangan kiri. dan antibodi dari darah ibu perlu menembus membran ini dan memasuki kapilari darah fetus yang terdapat dalam vilus. Akan tetapi pendarahan dapat dicegah dengan melakukan penjepitan tali pusat dengan kuat dan pencegahan infeksi. lipid. Antibodi ini melindungi fetus dan bayi yang dilahirkan daripada jangkitan penyakit.kumuh seperti karbon dioksida dan urea. Bila letak plasenta normal. Depkes RI.jari tangan kiri.

Kondisi ini dapat dicegah dengan membiarkan tali pusat kering dan bersih. Anda harus sedikit mengangkat (bukan menarik) tali pusat. Bagian yang harus selalu dibersihkan adalah pangkal tali pusat. Alasannya. Pemisahan yang terjadi antara pusat dan tali pusat dapat disebabkan oleh keringnya tali pusat atau diakibatkan oleh terjadinya inflamasi karena terjadi infeksi bakteri. cara merawat. Sisa potongan tali pusat menjadi sebab utama terjadinya infeksi pada bayi baru lahir. Pada bayi yang dirawat di rumah sakit bakteri Streptococcus aureus adalah bakteri yang sering dijumpai yang berasal dari sentuhan perawat bayi yang tidak steril. sebaiknya bayi tidak dimandikan dengan cara dicelupkan ke dalam air. Selain Streptococcus aerus. bakteri Escheseria colli juga sering dijumpai berkoloni pada tali pusat. 1997).pemotongan tali pusat juga sangat berpengaruh dalam timbulnya penyulit pada tali pusat. Hal yang paling terpenting dalam membersihkan tali pusat adalah : Pastikan tali pusat dan area sekelilingnya selalu bersih dan kering. Tali pusat harus dibersihkan sedikitnya dua kali dalam sehari. Selain memperlambat puputnya tali pusat. Pengetahuan tentang faktor yang menyebabkan terjadinya kolonisasi bakteri pada tali pusat sampai saat ini belum diketahui pasti. Jaringan pada sisa tali pusat dapat dijadikan tempat koloni oleh bakteri terutama jika dibiarkan lembab dan kotor. Perawatan tali pusat tersebut sebenarnya juga sederhana. untuk menjaga tali pusat tetap kering. juga menimbulkan resiko infeksi. Tali pusat yang menempel pada pusat bayi lama kelamaan akan kering dan terlepas. Tali pusat dijadikan tempat koloni bakteri yang berasal dari lingkungan sekitar. Saat dipotong tali pusat terlepas dari suply darah dari ibu. karena akan membuatnya menjadi lembab. bukan atasnya. sedangkan pemisahan yang diakibatkan oleh infeksi masih menyisakan jaringan dalam jumlah banyak yang disertai dengan timbulnya abdomen pada kulit. penyelenggaraan (Kamisa. Selalu cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun sebelum membersihkan tali pusat. Cukup dilap saja dengan air hangat. Perawatan Tali Pusat Perawatan adalah proses perbuatan. Pengeringan dan pemisahan tali pusat sangat dipengaruhi oleh aliran udara yang mengenainya. pemeliharaan. Untuk membersihkan pangkal ini. Tali pusat juga tidak boleh ditutup rapat dengan apapun. Selama belum tali pusatnya puput. Kalaupun terpaksa ditutup tutup atau ikat dengan longgar pada bagian atas tali . Pada proses pemisahan secara normal jaringan yang tertinggal sangat sedikit.

Namun dalam proses persalinan dimana mulai timbul kontraksi rahim dan kepala janin mulai turun dan memasuki rongga panggul. minyak. Sisa tali pusat yang masih menempel di perut bayi (umbilical stump). Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Lamanya Lepasnya Tali Pusat Lepasnya tali pusat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya adalah : Timbulnya infeksi pada tali pusat disebabkan karena tindakan atau perawatan yang tidak memenuhi syarat kebersihan. Kondisi sanitasi lingkungan sekitar neonatus Spora C. dijumpai pada 2. Pastikan bagian pangkal tali pusat dapat terkena udara dengan leluasa. Penjepit tali pusat ini dibuang ketika tali pusat sudah kering. seperti. Bila tali pusat belum juga puput setelah 4 minggu. Tali pusat sebaiknya dibiarkan lepas dengan sendirinya. Jangan memegang-megang atau bahkan menariknya. daundaunan.5 – 5 cm segera setelah dipotong. Lilitan tali pusat pada janin Janin terlilit tali pusat. juga menimbulkan resiko infeksi.menerus. biasanya sebelum ke luar dari rumah sakit atau dalam waktu dua puluh empat jam hingga empat puluh delapan jam setelah lahir. karena akan membuatnya menjadi lembab. kopi dan sebagainya. Sedangkan lilitan tali pusat dua kali di leher. ada darah yang keluar terus. tetani yang masuk melalui luka tali pusat. karena tindakan atau perawatan yang tidak memenuhi syarat kebersihan. Selain memperlambat puputnya tali pusat.2% kejadian lilitan tali pusat tiga kali di leher.5% persalinan dan hanya 0. tanah. maka lilitan tali pusat menjadi semakin erat . Lilitan tali pusat di leher dijumpai pada sekitar 20% dari persalinan normal.pusat dengan kain kasa steril. Cara perawatan tali pusat penelitian menunjukkan bahwa tali pusat yang dibersihkan dengan air dan sabun cenderung lebih cepat puput (lepas) daripada tali pusat yang dibersihkan dengan alkohol. bayi demam tanpa sebab yang jelas maka kondisi tersebut menandakan munculnya penyulit pada neonatus yang disebabkan oleh tali pusat. misalnya pemotongan tali pusat dengan bambu/ gunting yang tidak steril. meskipun ada juga yang baru lepas setelah 4 minggu. akan mengering dan biasanya akan terlepas sendiri dalam waktu 1-3 minggu. sebenarnya tidak begitu membahayakan. Adanya lilitan tali pusat di leher dalam kehamilan pada umumnya tidak menimbulkan masalah. atau adanya tanda-tanda infeksi. Lama waktu Terlepasnya Tali Pusat Tali pusat orok berwarna kebiru-biruan dan panjang sekitar 2. Kelembaban tali pusat tali pusat juga tidak boleh ditutup rapat dengan apapun. Tapi kenyataannya ada janin meninggal saat persalinan karena terlilit tali pusat. Penjepit tali pusat digunakan untuk menghentikan perdarahan. atau setelah dipotong tali pusat dibubuhi abu. keluar cairan yang berbau. pangkal tali pusat dan daerah sekitarnya berwarna merah.

Tanda-Tanda Bayi Terlilit Tali Pusat : Beberapa hal yang menandai bayi terlilit tali pusat. Panjangnya tali pusat dapat menyebabkan bayi terlilit. Namun. Karena dalam usia kehamilan tersebut umumnya bayi masih bergerak dengan bebas. Penatalaksaan atau pencegahan: Jika bayi terlilit tali pusat. Apalagi untuk menilai erat atau tidaknya lilitan.  Polihidramnion kemungkinan bayi terlilit tali pusat semakin meningkat. persalinan harus segera diakhiri dengan tindakan operasi Cesar. Hal tersebut menyebabkan kompresi tali pusat sehingga janin mengalami kekurangan oksigen. umumnya dapat dijumpai dengan tanda penurunan detak jantung janin di bawah normal. . dengan USG berwarna (collor dopper) atau USG 3 dimensi. hanya dapat melihat adanya gambaran tali pusat di sekitar leher.  Dalam proses persalinan pada bayi dengan lilitan tali pusat yang erat. maka harus segera diambil keputusan yang tepat untuk tetap melanjutkan proses persalinan yaitu dengan memberikan oksigen pada ibu dalam posisi miring.  Pada janin letak sungsang atau lintang yang menetap meskipun telah dilakukan usaha untuk memutar janin (Versi luar/knee chest position) perlu dicurigai pula adanya lilitan tali pusat. serta menilai erat tidaknya lilitan tersebut. Sebenarnya bantuan USG. Kemungkinan sebab terjadinya lilitan tali pusat adalah :  Usia kehamilan Kematian bayi pada trimester pertama atau kedua sering disebabkan karena puntiran tali pusat secara berulang-ulang ke satu arah. selama sirkulasi darah dari ibu ke janin melalui tali pusat tidak terhambat. terutama pada saat kontraksi rahim. namun bagian terendah janin (kepala atau bokong) belum memasuki pintu atas panggul perlu dicurigai adanya lilitan tali pusat. bila persalinan masih akan berlangsung lama dan detak jantung janin semakin lambat (bradikardia). Namun. Dapat saja tali pusat tersebut hanya berjalan di samping leher bayi. suplai darah yang mengandung oksigen dan zat makanan ke janin akan berkurang. Namun. kita dapat lebih memastikan tali pusat tersebut melilit atau tidak di leher janin. Ini mengakibatkan arus darah dari ibu ke janin melalui tali pusat tersumbat total.  Dalam kehamilan dengan pemeriksaan USG khususnya color doppler dan USG 3 dimensi dapat dipastikan adanya lilitan tali pusat.dan menyebabkan penekanan atau kompresi pada pembuluh-pembuluh darah tali pusat. Akibatnya. Namun. yang mengakibatkan janin menjadi sesak atau hipoksia. yaitu:  Ada bayi dengan usia kehamilan lebih dari 34 minggu. tiap bayi mempunyai panjang tali pusat berbeda-beda. Panjang pendeknya tali pusat tidak berpengaruh terhadap kesehatan bayi. tidak dapat dipastikan sepenuhnya bahwa tali pusat tersebut melilit leher janin atau tidak. Panjang tali pusat bayi rata-rata 50 sampai 60 cm.

nutrisi. Darah dari tali pusat telah dimanfaatkan sebagai sumber sel punca untuk mengatasi beberapa penyakit tertentu. Tali pusat tersusun dari 90% air dan terhubung dengan cakram intervertebral (80%) serta kartilago tulang rawan sendi (95%). SARAN Baik struktur dan fungsi dari amnion dan tali pusat harus kita perhatikan secara jelas karena menyangkut kesehatan dan kesejahteraan janin.kira 3 jam.kira 1 liter cairan yang mengisi cavities amniotica.BAB III PENUTUP A. Tali pusat adalah jaringan pengikat yang menghubungkan plasenta dan fetus (janin). Volume ini menurun. warna putih kebiruan dari tali pusat akan hilang dan menjadi hitam setelah beberapa hari. Selaput ini menutup pars fetal plasenta dan tali pusat. B. dan faktor pertumbuhan untuk janin berlangsung melalui tali pusat. dengan reaksi alkalis dan dengan demikian dapat dibedakan dari urine ibu setelah pecahnya membrane. KESIMPULAN Amnion merupakan membran transparant berwarna abu-abu yang melapisi korion. Pembuangan senyawa sisa. Pengukuran gas tali pusat perlu dilakukan pada bayi yang lahir melalui proses bedah sesar untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi. Setelah bayi dilahirkan.kira 400 ml setiap hari.38 terdapat kira. Setelah 28 minggu. Fungsi dari tali pusat adalah menjaga viabilitas (kelangsungan hidup) dan memfasilitasi pertumbuhan embrio dan janin. dan terjadi perubahan bertahap aliran amnion setiap kira. Dalam waktu 24 jam. Jumlah cairan yang dihasilkan ini meningkat selama kehamilan. DAFTAR PUSTAKA . tali pusat umumnya dijepit dan dipotong kemudian dibiarkan terpapar di udara untuk pengeringan. Cairan amnion disebut juga liquor amnii adalah cairan jernih berwarna seperti jerami. Kantung amnion berisi cairan amnion dan janin berada dalam cairan tersebut. serta pengangkutan oksigen. Fetus menelan cairan amnion kira. sehingga pada minggu ke.

Asuhan kehamilan pada masa kehamilan. Jakarta : salemba medika. ari. Jakarta : salemba medika. Asuhan kehamilan untuk kebidanan.com .Vivian nanny lia dewi dan tri sunarsih. 2011 Sulistyawati.wordpress. 2011 hhtp://yuwielueninet.