119 MAKARA, SAINS, VOL. 7, NO.

3, DESEMBER 2003

KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb, Cd, Cu, Zn DAN Ni DALAM AIR LAUT DAN SEDIMEN DI MUARA SUNGAI MEMBRAMO, PAPUA DALAM KAITANNYA DENGAN KEPENTINGAN BUDIDAYA PERIKANAN
Z. Tarigan, Edward dan Abdul Rozak
Kelompok Penelitian Pencemaran Laut Balai Dinamika Laut, Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI, Jakarta 14430, Indonesia

Abstrak
Pengamatan kandungan logam berat Pb, Cd, Cu, Zn dan Ni di perairan muara Sungai Membramo Papua telah dilakukan pada bulan Agustus 2003. Hasilnya menunjukkan kandungan Pb, Cd, Cu, Zn, dan Ni masih sesuai dengan Nilai Ambang Batas yang ditetapkan oleh Kementerian KLH 1988 untuk kepentingan perikanan. Secara keseluruhan dalam air laut kadar Zn lebih tinggi dibandingkan dengan logam yang lain, sedangkan dalam sedimen kadar Ni lebih tinggi. Data ini menunjukkan bahwa pada saat pengamatan perairan muara Sungai Membramo lebih banyak menerima masukan limbah yang mengandung Zn dan Ni.

Abstract
Heavy Metals Content Pb, Cd, Cu, Zn And Ni In Sea Water And Sediment In Membramo Estuary And Its Relationship With Fishery Cultivation. Obervation on heavy metals Pb, Cd, Cu, Zn and Ni content in Jakarta Bay were carried out in August 2003. The results showed that the Pb, Cd, Cu, Zn, and Ni content still in line with threshold value stated by for fisheries. By the all, in sea water Zn content is higher compared to the others, while in sediment Ni is higher. This data showed the result show that on waters of Membramo River Zn and Ni waste than others elements. Keywords: Membramo, heavy metals, fisheries.

1. Pendahuluan
Sungai Membramo merupakan salah satu sungai terbesar yang terdapat di Propinsi Papua. Sungai ini mempunyai hulu di pedalaman Papua dan bermuara di Tanjung D’urville dekat Teluk Cendrawasih yang merupakan bagian dari Samudera Teduh (Pasifik). Sebagai salah satu sungai terbesar di Papua, kondisinya relatif sangat jelek dengan tingkat kekeruhan yang tinggi akibat lumpur yang dibawa dari hulu. Selain itu daratan Papua juga banyak mengandung bahan tambang yang mengandung mineral seperti logam berat dan sebagainya, sehingga dikuatirkan rembesan melalui DAS (Daerah Aliran Sungai) Membramo ke perairan laut secara cepat atau lambat akan mencemari air laut di muara Sungai Membramo. Dewasa ini pencemaran lingkungan khususnya perairan oleh logam berat bukan hanya menjadi masalah nasional tetapi juga internasional. Pencemaran logam berat dapat berasal dari kegiatan industri maupun alam. Pencemaran air dapat berupa garam dari logam berat dan logam berat yang membentuk senyawa toksik. Logam berat yang sering terdapat dalam pencemaran air adalah Hg, Pb, Cd, Cr, Cu, Ni, dan Zn dalam bentuk senyawa toksik [1]. Menurut Forstner dan Prosi [2], faktor yang menyebabkan logam berat tersebut dikelompokkan ke dalam zat pencemar ialah 1) logam berat tidak dapat terurai melalui biodegradasi seperti pencemar organik, 2) logam berat dapat terakumulasi dalam lingkungan terutama dalam sedimen sungai dan laut, karena dapat terikat dengan senyawa organik dan anorganik, melalui proses adsorpsi dan pembentukan senyawa komplek. Karena logam berat dapat terakumulasi dalam sedimen, maka kadar logam berat dalam sedimen lebih besar dari air. Penelitian tentang kadar logam berat di muara Sungai Membramo masih sangat sedikit khususnya dalam kaitannya untuk kepentingan perikanan (budidaya dan sebagainya).

119

906 Kedalaman Meter 11.3697 -1.5 13 11.5 1360 BT 1380 BT . Di laborarorium. 7. Hasilnya diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan kepada pemerintah daerah dalam mengelola limbah industri yang berwawasan lingkungan. Metoda Penelitian ini dilakukan di perairan muara Sungai Membramo pada bulan Agustus 2003. Sebanyak 5 gr contoh didestruksi dalam beaker teflon dengan campuran HNO3 dan HCl 1: 3 pada suhu 100 0C selama 8 jam [3].4030 -1. kemudian diekstrak lagi ke fase air dengan HNO3 pekat. Contoh sedimen diambil dengan grab sebanyak 500 gr dimasukan dalam botol polietylen dan disimpan dalam freezer.8231 137. St 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Posisi Lintang Bujur -1. Air yang sudah disaring ini kemudian diawetkan dengan HNO3 pekat.45 mm. selanjutnya dimasukkan ke dalam botol polietylen ( volume ± 1 liter).0 11. VOL.9826 137. Contoh air yang sudah diawetkan ini diekstrak di laboratorium menggunakan APDC (Ammonium Pyrolidin Diethyldithio Carbonat).4076 -1. Tabel 1. Di muara Sungai Membramo ditetapkan 15 stasiun pengamatan.9833 137.7 8.0 9.4502 -1. 2.001 137.5 13.0 21.3725 -1. NO.4311 -1.9503 137. Contoh air laut diambil dengan menggunakan Water Sampler (volume > 5 liter). kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring yang pori-porinya 0.4083 -1.9133 137.4259 -1.5 7. contoh sediment dimasukan kedalam teflon dan dikeringkan dalam oven pada suhu 105 0C.4366 -1. Posisi stasiun ditetapkan secara purposive sesuai dengan tujuan penelitian seperti diperlihatkan pada Tabel 1. NaDDC (Sodium Diethyl Dithio Carbonat) dan MIBK (Methyl Isobuthyl Keton).4696 -1.9233 137.5 19.8833 137.9495 137.402 -1.6 9.9502 137. Papua Agustus 2003 No.8697 137.8696 137.120 MAKARA.4216 -1.8282 137.4241 -1.5 8.0 10.4612 137.0 19.4336 -1.8258 137. Posisi Stasiun Penelitian di Muara Sungai Membramo. SAINS. DESEMBER 2003 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar dan sebaran logam berat di perairan muara Sungai Membramo dalam kaitannya untuk kepentingan budidaya perikanan.5 7. 3. Kadar logam berat dalam air laut dan sedimen diukur dengan menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spektroscopy) Type Varian.

3. Cu. Kadar Pb sebesar 0.03 ppb [4]. kadar ini lebih tinggi dibandingkan pada saat air surut yang kadar Pbnya adalah 0.1 – 0. NO. Peta Lokasi Penelitian 3. Cd. dan pada kadar 188 ppm dapat membunuh ikan-ikan [7]. Kadar ini juga lebih tinggi dari kadar normal Pb dalam air laut yakni 0. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh Murphy [8] diketahui bahwa biota-biota perairan seperti . Zn dan Ni di muara Sungai Membramo disajikan pada Tabel 2. Dari tabel tersebut dapat dilihat kadar Pb rerata pada saat air pasang adalah 0. DESEMBER 2003 20 Gambar 1.121 MAKARA.0034 ppm (3. namun masih sesuai dengan Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan oleh Kantor KLH [5] untuk kepentingan perikanan yakni kurang dari 0. VOL. Dengan demikian berdasarkan NAB di atas kadar Pb ini belum berbahaya bagi kehidupan organisme perairan.4 ppb).2 ppm dapat menyebabkan keracunan pada jenis ikan tertentu [6].01 ppm atau 10 ppb.6 ppb). Hasil dan Pembahasan Hasil pengukuran kadar rerata logam berat Pb. SAINS.0036 ppm (3. 7.

01 ppm atau 10 ppb dapat mengakibatkan kematian fitoplankton. Dengan demikian berdasarkan NAB di atas. 7.001 <0.0 ppb atau 0. VOL. Biota perairan sangat peka terhadap kelebihan Cu dalam badan perairan tempat hidupnya. Agustus 2003.002 ppm [4].16-0. Cu termasuk dalam kelompok logam esensial. baik pada saat air pasang maupun surut dengan kadar Cd kurang dari 0.005-0. Kadar Zn sebesar 0.0 ppm.912 0.0011 0. 3. Kadar normal Cu dalam air laut berkisar antara 0.0104 0.003-18.122 MAKARA. biota yang tergolong ke dalam keluarga moluska akan mengalami kematian bila kadar Cu yang terlarut berkisar 0. bahkan juga berbahaya untuk manusia.504 jam bila terlarut logam atau persenyawaan Cd sebesar 0. Sedangkan untuk biota-biota perairan yang tergolong ke dalam keluarga oligochaeta akan mengalami kematian dalam selang waktu 24-96 jam bila terlarut logam Cd atau persenyawaannya sebesar 0. Namun bila dibandingkan dengan Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan oleh Baku Mutu Air Laut [5] untuk kepentingan perikanan kadar Zn ini masih lebih rendah.002 ppm [4]. Konsentrasi Cu terlarut dalam air laut sebesar 0. Kadar Zn ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan kadar normal Zn dalam air laut.0036 0.001 <0. Sedangkan biota perairan lainnya.001 <0.01 ppm atau 10 ppb.0011 0. Kadar Cu sebesar 2.5-64. kualitas perairan ini termasuk kategori baik.588 Ket: LB (Logam Berat). bila konsentrasi Cu berada dalam kisaran 0. Cd. SAINS.0078 87. dan Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan oleh Kementerian KLH [5] untuk kepentingan perikanan yakni kurang dari 0. Cu.0 ppm setelah 245 jam.0017 104.6 ppm [7]. Zn bersifat racun dalam kadar tinggi.811 0. Kematian tersebut disebabkan daya racun Cu telah menghambat aktivitas enzim dalam pembelahan sel fitoplankton.0 ppm dalam perairan dapat membunuh ikan-ikan [9]. Kadar Cd ini belum berbahaya bagi kehidupan biota perairan.653 <0.1 ppb). Kadar Cu ini relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan oleh Kementerian KLH [5] untuk kepentingan perikanan kurang dari 0. Berdasarkan hasil pengukuran kadar Pb ini dapat dikatakan bahwa kualitas perairan ini termasuk kategori baik dengan Nilai Skala Kualitas Lingkungan (SKL) = 3. Tabel 2. Biota-biota yang tergolong bangsa udang-udangan (crustacea) akan mengalami kematian dalam selang waktu 24 .005 ppm (2.11 ppb [4].15 ppm.17-100 ppm. Kelarutan Cd dalam konsentrasi tertentu dapat membunuh biota perairan. Dari Tabel 2 dapat dilihat kadar Cd relatif sama.0 ppb) [7] dan 2 ppb atau 0. dengan Nilai Skala Kualitas Lingkungan (SKL) = 3.0-5.0011 ppm (1. yang dikelompokkan dalam golongan insecta akan mengalami kematian dalam rentang waktu yang lebih panjang antara 168-336 jam bila perairan tempat hidupnya terlarut Pb sebesar 3. kualitas perairan ini termasuk kategori baik dengan Nilai Skala Kualitas Lingkungan (SKL) = 3. maka kadar Cu hasil pengamatan ini belum berbahaya bagi kehidupan biota perairan.0011 19. Mengacu pada kadar normal Cu dalam air laut. Hasil percobaan LC50 (Lethal Concentration 50%) selama 96 jam menunjukkan bahwa Zn pada kadar 60 ppm telah dapat menyebabkan kematian 50 hewan uji (ikan) [9] pada kadar 310 ppb telah dapat mematikan . Sed (Sedimen) Cd bersifat racun dan merugikan bagi semua organisme hidup.0104 ppm pada saat air surut. Kadar normal Zn dalam air laut adalah 2.001 ppm (1 ppb). Kadar Rerata Logam Berat Pb. Zn dan Ni di Muara Sungai Membramo.0028-4.002-0. Kadar Zn untuk kepentingan perikanan adalah <0.0016 0.001 0. Dalam jangka waktu yang sama.5-3. DESEMBER 2003 crustacea akan mengalami kematian bila biota itu berada di perairan yang terlarut Pb dengan konsentrasi 2.001 ppm (<1 ppb). Kadar Cu ini lebih rendah dari kadar normal Cu yang ada dalam air laut.75-49. Berdasarkan kadar Cd ini. Berdasarkan kadar Cu ini maka kualitas perairan ini termasuk kategori sangat baik dengan Skala Kualitas Lingkungan (SKL) = 3.5 ppm.0 ppm.0034 0. Dari Tabel 2 dapat dilihat kadar Cu saat air pasang maupun surut relatif sama yakni 0. namun dalam kadar rendah dibutuhkan oleh organisme sebagai ko-enzim. dan dalam kadar yang rendah dibutuhkan oleh organisme sebagai ko-enzim dalam proses metabolisme tubuh dan sifat racunnya baru muncul dalam kadar yang tinggi.0053 0. Jenis-jenis yang termasuk dalam keluarga crustasea akan mengalami kematian dalam waktu 96 jam. ppm LB Pb Cd Cu Zn Ni Muara Sungai Membramo Air Air Sedime Pasang Surut X n 0. Untuk biota-biota yang tergolong ke dalam bangsa serangga (insecta) akan mengalami kematian dalam selang waktu 24-672 jam bila terlarut logam Cd atau persenyawaan Cd sebesar 0. Dari Tabel 2 dapat dilihat kadar Zn rerata pada saat air surut lebih rendah dibandingkan dengan air pasang. Kadar Cd ini masih sesuai dengan kadar Cd yang normal dalam air laut yakni 0.1 ppm.0053 ppm pada saat air pasang dan 0.0018 0.0035 11. NO.

8 ppb). VOL. terlihat bahwa secara rerata total kadar Zn lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.5-50 6-47 Kerang 22-35 0. bila kerang ini dimakan oleh menusia maka dapat terjadi keracunan bahkan kematian.5-3. Zn. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh waktu pengamatan terhadap fluktuasi kadar logam berat Pb. SAINS.7-20 2.001 dianggap = 0. Seperti halnya logam berat yang lain. Zn.0018 ppm (1.001 ppm.015-47 0. Tabel 3. 19. Dari hasil analisis statistik (analisis regresi. dan <0. kadar ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan pada saat air surut yakni 0. Dengan demikian berdasarkan hasil pengukuran kadar Ni.002 ppm [4] dan NAB yang ditetapkan oleh Kementerian KLH [5] untuk kepentingan perikanan sebesar kurang dari 0.653 ppm. dan pada kadar 1300 ppb (1. Bila diperhatikan pula untuk setiap unsur logam berat. Dari Tabel 4 dapat dilihat kadar logam berat dalam sedimen jauh lebih tinggi dibandingkan air laut.7 ppm) dapat mematikan 50% embrio dan larva kerang M.002 ppm. Secara keseluruhan kadar Pb. di mana dilakukan pengukuran kadar logam berat setiap 3 jam berdasarkan waktu (Tabel 5). Dari Tabel 6 dapat dilihat nilai koefisien regresi antara jam atau waktu pengamatan dengan kadar logam berat < dari R table 5%. Hal ini telah dilaporkan sebelumnya tentang pengaruh toksisitas Ni pada ikan salmon [11]. dan Ni maka dibuat 1 buah stasiun harian (24 jam). DESEMBER 2003 50% embrio kerang C.6 ppb). Cu.1 0. 24 jam). Cu. Pada Tabel 3 dapat dilihat perbandingan kadar logam berat Pb. Dengan demikian kadar Ni ini belum berbahaya bagi kehidupan biota perairan. Pada kadar 1200 ppb (1. Data ini menunjukkan bahwa perairan muara Sungai Membramo pada saat pengamatan menerima masukan limbah yang mengandung Zn lebih banyak dibandingkan yang lain. Pb. Pada Tabel 3 dapat dilihat konsentrasi beberapa jenis logam yang dapat mengakibatkan kematian biota laut pada pemaparan 96 jam. Konsentrasi ion-ion logam (ppm) yang mematikan beberapa biota laut pada pemaparan 96 Jam LB Pb Cd Cu Zn Ni Jenis Biota Laut Ikan 188 22-55 2.4 ppb telah dapat mematikan embrio dan larva kerang M. virginica (LC50. marcenaria sebanyak 50% (LC50.912 ppm.5885 ppm. dan Ni dalam air laut dan sedimen. Cu.8-55 25-72 Sumber: Palar [7] . 7. dan Ni dalam air laut masih sesuai dengan NAB yang ditetapkan oleh Kementerian KLH [5] untuk kepentingan perikanan. Dari Tabel 2 dapat dilihat kadar Ni rerata pada saat air pasang adalah 0. Zn.811 ppm. Cd. 24 jam).14-24 10-50 72-320 Polychete 7.5-12. dan pada kadar 166 ppb dan 195. 11.5 1. dan Cd yang kadarnya berturut-turut adalah 87.16-0.123 MAKARA. virginica (LC50.. Data ini menunjukkan adanya akumulasi logam berat dalam sedimen. Proses akumulasi yang berlangsung terus menerus dalam sedimen dapat membahayakan biota yang hidup dan mencari makan dalam sedimen seperti jenis kerang-kerangan. Ni juga bersifat racun terhadap organisme perairan.3 ppm) dan 5700 ppb (5.0016 ppm (1. nilai <0. kualitas perairan ini termasuk kategori baik dengan Nilai Skala Kualitas Lingkungan (SKL) = 3. selanjutnya diikuti oleh Zn..2 ppm) logam Ni dapat mematikan 50% embrio dan larva kerang C. Cd. Kadar ini masih lebih rendah dari kadar normal Ni dalam air laut yakni 2.17-100 0.001) didapat nilai koefisien regresi sebagaimana tertera dalam Tabel 6.5 60 350 Udang 0. Cu. yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan antara waktu pengamatan dengan fluktuasi kadar logam berat. 3. NO.0 ppb atau 0. 24 jam) [10]. marcenaria [10]. Dari Tabel 2 dapat pula dilihat dalam sedimen kadar Ni lebih tinggi bila dibandingkan dengan kadar logam yang lain yakni sebesar 104. Cd.

001 0.002 0.001 <0. NO.019 (1.20.00 13.041 (4.001 <0.00 04.00 19.0011 19.001 <0.001 <0.002 0. 7.001 0.001 0. R sq = 0.00 13.004 0.912 0.003 0.001 <0.001 0.001 Cu 0.001 <0.001 <0.001 <0. Hasil Analisis Regresi No 1 2 3 4 5 1 Analisis Regresi Jam VS Pb Jam VS Cd Jam VS Cu Jam VS Zn Jam VS Ni Jam VS Pb Koefisien Regresi Rsq Permukaan R = 0.001 0.001 0.002 0.001 0.006 0.001 <0.001 <0.005 0.006 0.00 19. Rsq = 0.001 Ni <0.001 0.001 0.00 10.003 0.001 0.001 <0. DESEMBER 2003 Tabel 4.001 <0.00 07.001 0.001 <0.001 0.001 <0.001 0. ppm Logam Berat Pb Cd Cu Zn Ni Muara Sungai Membramo Air Laut Sedimen 0.00 16.001 <0.003 0.00 04.002 0.00 01.005 0.00 22.003 0.005 0. Rsq = 0.811 0.003 <0.007 0.0035 11.001 0.001 <0. Rsq = 0. 3.0%) R = 0.001 <0. Perbandingan kadar logam berat dalam air laut dan sedimen di muara Sungai Membramo.00 16.653 <0.001 <0.7%) R = 0.002 0.00 07.001 0.001 0.006 0.001 0.001 <0.001 0.0.0017 104.004 Cd <0.002 0.13.9%) Dasar R = 0.001 0.001 0.30 (30.001 Dasar Tabel 6.124 MAKARA.00 10.002 0.001 0.00 13.002 0.006 0.002 <0.001 <0.00 01.003 0.588 Tabel 5.001 <0.002 0.001 <0.001 <0.0% .001 <0.003 <0.001 <0.001 0.00 22.001 0.001 0.1 %) *% R= 0.001 <0. VOL.007 0.23.002 0.001 <0.0078 87.057 (5.003 0.002 0.002 0. Pengamatan kadar logam berat berdasarkan waktu Permukaan Jam (WIT) 13.004 0.002 0.001 0.001 Zn 0.009 0.00 Pb 0. SAINS. Rsq = 0.54.001 0.

R. F. H. Rsq = 0. McInnes. 1995. 1977. M. Surtipanti. Waldichuck. P. Thamzil. Kementrian KLH. Cambridge University Press.131.18. Fisheries and Marine Service Environmental Canada. M. S.T. In: A. Prosi.W. Jakarta. J. Loring. Academic Press.D. G. G. 1994. Nelson. R. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. D. Cu.A. In: Verberg & Venberg (Eds. Terjemahan Yanti Koestoer. Technical Report No. W. 0. Suwirna. 700. . Effects of Pollutants on Aquatic Organisms. Forstner. Kadar logam berat dalam sedimen di muara sungai Membramo lebih tinggi dibandingkan pada air laut. Cu. Water Pollution Cause and Effects in Australia. Zn. Connel. Kadar Zn pada air laut di muara sungai Membramo lebih tinggi dibandingkan dengan Cd. U. 1988. dan Ni pada air laut di muara sungai Membramo masih sesuai dengan nilai ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 1988 untuk kepentingan perikanan. Jakarta. 1979. Miller. Murphy. 1976.125 MAKARA. S. Mar. VOL. Pollution and Physiology of Marine Organism. p. J. L.T Rantala. D. Cambridge. University of Queensland Press. DESEMBER 2003 2 3 4 5 Jam VS Cd Jam VS Cu Jam VS Zn Jam VS Ni *% *% *% R = 0. 1978. Lockwood (Ed. Zn.). Kesimpulan Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kandungan logam berat Pb.S. 1974. NO.666 4. Penerbit Rineka Cipta. London.H. Ispra Pergamon Press.W. Penerbit Universitas Indonesia.036 (3. Calabrese.). 3.R. 18 (1973) 162. Connell. sedangkan kadar Ni dalam sedimen di muara sungai Membramo lebih tinggi dibandingkan unsur-unsur lainnya. Bryan. 7. SAINS. Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran. Daftar Acuan [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] D. Cd. Palar. M.6 %) R table 5%. University of Wales Institute of Science and Technology Publication. Proceedings of the Course Held at the Joint Research Centre of the Commission of Europian Communities. Majalah Batan 13 (1980) 41. A Manual for Toxicity Tests with Freswater Macroinvetebrates and A Review of The Effects of Specific Toxicants. Keputusan Menteri Negara KLH Tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan. Oxford. A. Queensland. Collier. dan Ni. Biol. 1974. Kementrian KLH.

97 10.003 0.94 5.26 8.001 0.001 0. SAINS.001 <0.003 0.003 0.001 <0.001 <0.006 0.001 <0.029 0.001 0.001 <0.0011 <0.001 0.001 <0.000 <0.001 <0.001 0.001 <0.001 <0.0027 0.0034 12.001 <0.0016 120.001 <0.001 <0. Cu.007 0.003 0.001 <0.40 85.001 0.007 0.013 0.001 Air Surut <0.0053 0.001 0.001 <0.0003 0.01 5.001 0. NO.006 0.35 31.009 0.0104 86.003 0.001 <0. Cd.31 14.001 <0.005 0.76 75.66 Zn 0.001 <0.001 <0.56 97.003 0.005 0.001 <0.13 11.005 0.001 <0.001 0.001 0.001 <0.003 0.26 26.16 82.002 0.38 88.001 Cu 0.75 90.001 <0.88 Cd <0.001 <0.003 0.57 111.001 <0.001 0.001 <0.007 0.001 <0.001 <0.0011 20.001 <0.54 14.001 0.25 12.28 27.011 0.85 11.001 0.09 18.001 <0.004 0.14 Ni 0.0008 0.007 0.001 0.001 0.004 0.029 0.15 88.002 0.49 14.001 <0.0004 0.009 0.002 0.001 <0.81 67.28 86.001 <0. Agustus 2003 Air pasang St 1 2 3 4 5 8 9 10 11 12 13 14 15 Min Mak St.73 9.97 28.75 91.001 <0.001 <0.001 <0.66 18.45 105.001 <0.001 <0.001 <0.57 18.Dev Rerata 1 2 3 4 5 6 7 8 11 12 13 14 15 Min Mak St.003 0.89 114.001 0.005 0.001 0. DESEMBER 2003 Appendix Tabel A1. VOL.001 <0.98 67.001 <0.001 <0.002 0.002 0.002 0.60 11.001 <0. 7.0036 0.001 0.006 0.09 91.001 <0.57 .003 0.001 0.000 <0.003 0.003 0.002 0.012 0.58 114.0008 0.54 6.001 <0.003 0.0018 0.77 106.010 0.001 0.008 0.001 Sedimen <0. Kadar Logam Berat Pb.001 0.76 10.14 101.88 11. dan Ni dalam Air Laut di Perairan Muara Sungai Membramo.001 0.004 0.001 <0.002 <0.001 0.46 8.001 <0.005 0.001 0.001 <0.007 0.010 0.14 104.001 <0.001 <0.001 <0.003 0.001 <0.46 123.008 0.001 <0.89 75.001 <0.90 75.003 <0.001 <0.001 <0.004 0.011 0.002 0.001 <0. Zn.004 0.46 72.003 0.001 0.002 0.001 <0.0011 0.001 <0.004 0.03 12.0018 0.003 0.001 0.001 <0.001 0.004 0.004 0.001 <0.04 95.001 <0. Dev Rerata 1 2 4 5 6 7 8 11 12 13 14 16 17 Min Pb 0.003 <0.009 0.14 111.001 <0.001 0.012 0.003 0.001 <0.001 <0.001 <0. 3.0066 0.70 111.002 0.001 <0.126 MAKARA.001 0.002 0.010 0.16 26.26 16.001 0.

000 <0.38 11.57 7.23816 87.628616 19.75663 11. SAINS.001 0.13 2. DESEMBER 2003 Mak St. 3. Dev Rerata 16.91231 104. 7.5885 . VOL.65308 <0.81154 123.127 MAKARA.001 31.28 14.8623 104. NO.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful