BAB I PENDAHULUAN

I.

PENDAHULUAN Kesadaran akan pentingnya mempertahankan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota perlu diapresiasi mengingat minimalnya upaya ke arah itu di tempat lain namun kepentingannya sudah sangat mendesak di kota-kota besar. Pembangunan Hutan Kota yang berfungsi ekologis dalam menanggulangi permasalahan lingkungan dan udara di kota. Seperti diketahui bahwa pembangunan infrastruktur perkotaan di Indonesia akhir-akhir ini menunjukkan perencanaan yang kurang baik. Pembangunan gedung-gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, perumahan, pabrik, dan sebagainya kurang memperhatikan aspek tata ruang kota. Kebutuhan akan pembangunan infrastruktur dan terbatasnya ketersediaan lahan nampaknya menjadi salah satu faktor terjadinya disintegrasi dalam pembangunan di perkotaan. Konsekuensi logis atas keadaan tersebut adalah semakin sempitnya lahan yang tersisa untuk kawasan hijau. Kondisi lingkungan hidup yang makin buruk seperti pencemaran udara, peningkatan suhu, penurunan air tanah, dan lain-lain khususnya di perkotaan menyebabkan terganggunya keseimbangan ekologi.

Oleh karena itu, upaya-upaya pengendalian perlu segera dilakukan. Salah satu alternatif yang dapat memberikan dampak signifikan dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup di Perkotaan Medan adalah melalui program pembangunan dan pengelolaan Hutan Kota Medan.

II. TUJUAN PENULISAN Agar mahasiswa dapat memahami Fungsi Hutan Kota. Agar Mahasiswa menahami langkah-langkah dan proses pembangunan Hutan Kota Khususnya Medan

1

Dalam menentukan arah kebijakan pengembangannya perlu dibuatkan pola perencanaan berdasarkan data yang ada dan kebutuhan yang harus dipenuhi suatu kota. dinyatakan bahw Hutan Kota adalah suatu lahan yang tumbuh pohon-pohonan di dalam wilayah perkotaan di dalam tanah negara maupun tanah milik yang berfungsi sebagai penyangga lingkungan dalam hal pengaturan tata air. Apalagi semenjak dilombakannya gelar Adipura bagi kota yang bersih. IV.III. karena itu perlu dikembangkan untuk memenuhi tuntutan fisik maupun spiritual yang terus meningkat. yang ditetapkan sebagai Hutan Kota oleh pejabat yang berwenang. yaitu manfaat konservasi dan manfaat estetika. Kota dengan perencanaan yang kurang memadai akan menjadi lesu. baik pada tanah negara maupun tanah hak. disebutkan bahwa Hutan Kota adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah Perkotaan. PENGERTIAN HUTAN KOTA Hutan Kota adalah pepohonan yang berdiri sendiri atau berkelompok atau vegetasi berkayu di kawasan perkotaan yang pada dasarnya memberikan dua manfaat pokok bagi masyarakat dan lingkungannya. serta areal tersebut ditetapkan oleh pejabat berwenang sebagai Hutan Kota. dan semrawut. Kesadaran pemerintah akan perlunya pengelolaan lingkungan di perkotaan sudah berlangsung cukup lama. sakit. Pembangunan Hutan Kota telah sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota yang tertuang dalam 2 . KEBIJAKAN PEMBANGUNAN HUTAN KOTA Kota merupakan tempat warga menyelenggarakan berbagai aktivitasnya. maka gerakan kebersihan dan penataan kota mulai memasyarakat. udara. habitat flora dan fauna yang memiliki nilai estetika dan dengan luas yang solid merupakan ruang terbuka hijau. Sementara dalam hasil rumusan Rapat Teknis Kementerian Kependudukan dan Lingkungan Hidup di Jakarta pada bulan Februari 1991. Suatu langkah yang tepat jika Pemerintah Kota kini bermaksud mengembangkan Hutan Kota. Adapun di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota.

maka dapat disusun suatu jaringan RTH kota sebagai pendukung ekosistem lingkungan 3 . keserasian. kebersihan. antara lain K3 (ketertiban. dan nyaman melalui berbagai program. di antaranya :  Ruang hijau pertamanan kota  Ruang hijau rekreasi kota  Ruang hijau stadion olah raga  Ruang hijau pemakaman  Ruang hijau pertanian  Ruang jalur hijau (green belt)  Ruang hijau taman hutan raya  Ruang hijau kebun binatang  Ruang hijau hutan lindung  Ruang hijau areal penggunaan lain (APL)  Ruang hijau kebun raya  Ruang hijau kebun dan halaman di lingkungan perumahan. dan keindahan) sehingga mencapai kota yang tertib. Bentuk Hutan Kota Sesuai dengan peruntukannya. sebagainya. lancar. aman. Karena hal tersebut. dan indah. indah. Pembangunan Hutan Kota dan jalur hijau merupakan upaya terobosan untuk menurunkan panas dan meningkatkan kenyamanan. sehat. Dengan dibentuknya ruang-ruang terbuka hijau tersebut. dan keindahan. perkantoran. Hutan Kota dapat dibangun dalam beberapa bentuk. dan nyaman. pertokoan.salah satu misinya yaitu “pemanfaatan sumberdaya alam yang optimal dan berwawasan lingkungan”. Kota menjadi sangat panas dengan suhu udara pada siang hari 34. Pembangunan Hutan Kota juga untuk memberikan citra Kota Padang yang pada 1980 berlangganan mendapat piala Adipura dan Adipura Kencana dengan kota yang selalu bersih. terminal dan. Pemerintah Kota bertekad memperbaiki sebagai kota yang bersih. pabrik. V. bersih. Namun kondisi tersebut akhir-akhir ini telah merosot. indah. Jenis-jenis pohon penghasil buah komersial yang ditanam juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.50C dan malam hari 31.00C.

perkotaan yang berfungsi meningkatkan kualitas lingkungan hidup perkotaan yang nyaman. bersih. Bentuk Hutan Kota yang memenuhi kriteria ini antara lain taman hutan raya. Tipe Rekreasi dan Keindahan Rekreasi pada kawasan Hutan Kota bertujuan menyegarkan kembali kondisi yang jenuh dengan kegiatan rutin melalui sajian alam yang indah. khususnya pengembangan vegetasi secara ex-situ. segar. kebun raya. c. d. Tipe Kawasan Industri Hutan Kota yang dikembangkan di kawasan industri hendaknya memilih jenisjenis tanaman yang tahan dan mampu menyerap serta menyerap polutan. Berdasarkan kriteria tersebut maka tipe Hutan Kota dapat dibedakan menjadi : a. dan penuh ketenangan. 4 . khususnya untuk satwa yang dilindungi atau yang akan dikembangkan sesuai dengan perkembangan vegetasi. Ada dua sasaran pembangunan Hutan Kota untuk pelestarian plasma nutfah. Tipe Pemukiman Hutan Kota di daerah pemukiman dapat berupa taman dengan komposisi tanaman pepohonan yang tinggi yang dikombinasikan dengan semak dan rerumputan. sehat. 2) Sebagai habitat. ruang-ruang terbuka hijau dapat diatur berdasarkan fungsi dan penggunaannya sesuai dengan penataan tata kota dan bangunan sekitarnya 1. segar. Dalam suatu unit ekosistem seperti kawasan Hutan Kota. yaitu : 1) Sebagai koleksi plasma nutfah. b. Tipe Hutan Tipe Hutan Kota yang akan dibangun di suatu kawasan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat serta tujuan dari dibangunnya Hutan Kota. dan indah. Tipe Pelestarian Plasma Nutfah Hutan konservasi mengandung tujuan untuk mencegah kerusakan perlindungan dan pelestarian terhadap sumberdaya alam. dan kebun binatang.

waru. patah stir atau pengemudi mengantuk.. c. akan dapat menahan kendaraan yang keluar dari jalur jalan karena pecah ban. Kawasan Hutan Kota dapat dipandang sebagai areal pelestarian di luar kawasan konservasi. Partikel padat yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap (menempel) pada permukaan daun. Penahan dan Penyaring Partikel Padat dari Udara Tajuk pohon yang ada di areal Hutan Kota dapat membersihkan partikel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi melalui proses jerapan dan serapan. Tipe Perlindungan Areal kota dengan mintakat kelima yaitu daerah dengan kemiringan yang cukup tinggi dan ditandai oleh adanya tebing-tebing curam ataupun daerah tepian sungai. Peranan Hutan Kota Hutan Kota mempunyai beberapa peranan penting di antaranya : a. Pelestarian Plasma Nutfah Hutan Kota dapat dijadikan tempat koleksi keanekaragaman hayati yang tersebar di seluruh wilayah tanah air kita. yang perlu dijaga dengan membangun Hutan Kota agar terhindar dari bahaya erosi dan tanah longsor. seperti daun bunga matahari. sehingga udara kota menjadi lebih bersih. f. Sebagian lagi akan terserap 5 . Tanaman perdu yang liat dan dilengkapi dengan jalur pohon pisang dan tanaman merambat dari legum secara berlapis-lapis. karena pada areal tersebut dapat dilestarikan flora dan fauna secara exsitu. Tipe Pengaman Hutan Kota tipe pengaman berbentuk jalur hijau di sepanjang tepi jalan bebas hambatan. Identitas Kota Hutan Kota dapat menggambarkan identitas kota melalui koleksi jenis tanaman dan hewan yang merupakan simbol atau lambang suatu kota diareal Hutan Kota tersebut. b. Ficus sp. 2.e. khususnya daun yang berbulu dan mempunyai permukaan yang kasar. dan kersen.

ranting. dan kayu hitam. pala (Myristica fragrans). Mg. mahoni (Swietenia macrophylla). Mengurangi Bahaya Hujan Asam Menurut Smith (1985). bisbul. cabang. Jenis tumbuhan yang paling efektif untuk meredam suara adalah yang mempunyai tajuk tebal dengan daun yang rindang. dan johar (Cassia siamea). jamuju (Podocarpus imbricatus). maka partikel padat ini juga akan menempel pada kulit batang. dan cabang. 1978). meranti merah. yang menghasilkan beberapa unsur-unsur seperti Ca. d. 1981). (1977) bahan inorganik diturunkan ke lantai hutan dari tajuk daun lebar maupun daun jarum melalui proses through fall dengan urutan K > Ca > Mg > Na. Jenis-jenis tanaman yang mempunyai kemampuan yang sedang hingga tinggi dalam menurunkan kandungan timbal dari udara adalah dammar (Agathis alba). Sedangkan tanaman yang memiliki ketahanan yang tinggi terhadap pencemaran debu semen dan memiliki kemampuan yang tinggi dalam menjerap (adsorbsi) dan menyerap (absorbsi) debu semen adalah mahoni. khususnya dari kebisingan yang sumbernya berasal dari bawah. Penyerap dan Penjerap Partikel Timbal dan Debu Industri Hutan Kota dengan jenis-jenis tanaman yang sesuai mempunyai kemampuan untuk menyerap dan menjerap partikel timbal dan debu industri seperti semen. e. K. Dedaunan tanaman dapat menyerap kebisingan sampai 95% (Grey and Deneke. kenari. dan ranting. Peredam Kebisingan Pohon dapat meredam suara dengan cara mengabsorpsi gelombang suara oleh daun. Dengan menanam berbagai jenis tanaman dengan berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi akan dapat mengurangi kebisingan. Hujan yang 6 .masuk ke dalam ruang stomata daun. kere paying. Menurut Henderson et at. Sumber utama timbal yang mencemari udara berasal dari kendaraan ber motor. Selain di daun. pohon dapat membantu mengatasi dampak negative hujan asam melalui proses fisiologis tanaman yang disebut proses gutasi. f. Na. dan bahan organik seperti glutamin dan gula (Smith. asam landi (Pithecelobium dulce).

j. 1983). Penyerap dan Penapis Bau Tanaman dapat menyerap bau secara langsung atau menahan angin yang bergerak dari sumber bau (Grey dan Deneke. dalam Smith (1981) mengemukakan. g. Akan lebih baik hasilnya jika ditanam tanaman yang menghasilkan bau harum yang dapat menetralisir bau busuk dan menggantinya dengan bau harum. dan rumput laut di samudera. 1978). h. Penyerap Karbon-dioksida dan Penghasil Oksigen Hutan (termasuk di dalamnya Hutan Kota) merupakan penyerap gas CO2 dan penghasil 02 yang cukup penting. Cahaya matahari akan dimanfaatkan oleh tumbuhan di areal Hutan Kota melalui proses fotosintesis untuk merubah gas CO2 dan air menjadi karbohidrat dan oksigen. dan tanjung. Tanaman yang baik sebagai penyerap gas CO2 dan penghasil O2 adalah damar (Agathis alba). sehingga air hujan menjadi tidak berbahaya lagi bagi lingkungan. Mengatasi Penggenangan 7 .mengandung H2SO4 atau HNO3 jika tiba di permukaan daun akan mengalami reaksi. selain fitoplankton. 1991). Penyerap Karbon-monoksida Mikroorganisme dan tanah pada lantai hutan mempunyai peranan yang baik dalam menyerap gas ini. i. Adanya proses intersepsi dan gutasi oleh permukaan daun akan sangat membantu dalam menaikkan pH. akasia (Acasia auriculiformis). lamtorogung (Leucaena leococephala). daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea). seperti cempaka. k. dan beringin (Ficus benjamina) (Widyastarna. Penahan Angin Angin kencang dapat dikurangi 75-80% oleh suatu penahan angin berupa Hutan Kota (Panfilov dalam Robinette. tanah dengan mikroorganismenya dapat menyerap gas ini dari udara yang semula konsentrasinya sebesar 120 ppm menjadi hampir mendekati nol dalam tiga jam. Pada saat permukaan daun mulai basah. Inman et al. maka asam seperti H2SO4 akan bereaksi dengan Ca pada daun membentuk garam CaSO4 yang bersifat netral. ganggang.

pelindung tanah hasil bentukan 8 . Untuk mengatasi hal itu. jenis tanaman. dan sebaliknya pada malam hari dapat lebih hangat karena tajuk pohon dapat menahan radiasi balik dari bumi (Grey dan Deneke. Hutan Kota dapat dibangun agar pada siang hari tidak terlalu panas sebagai akibat banyaknya jalan aspal. Pengelolaan Sampah Hutan Kota dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan sampah. yaitu tanaman berdaun banyak sehingga luas permukaan daunnya tinggi dan mempunyai banyak stomata (mulut daun). dan kayunya untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan penghasilan masyarakat secara terbatas. kihujan (Samanea saman). umur tanaman. Produksi Terbatas Hutan Kota dapat ditanami dengan jenis-jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan buah.). n. Jumlah pantulan radiasi matahari suatu Hutan Kota sangat dipengaruhi oleh panjang gelombang. bunga. penyerap bau. antara lain sebagai penyekat bau. jati (Tectona grandis). keadaan cuaca. gedung bertingkat.. daun. mahoni (Swietenia spp. o. dan sebagainya. Ameliorasi Iklim Salah satu masalah yang cukup merisaukan penduduk kota adalah berkurangnya kenyamanan akibat meningkatnya suhu udara di perkotaan. m. albizia (Paraserianthes falcataria). dan lamtoro (Leucaena leucocephala). l.Daerah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan jenis tanaman yang mempunyai kemampuan evapotranspirasi tinggi. Acacia vilosa. 1983). dan posisi lintang (Robinette. posisi jatuhnya sinar surya. lndigera galegoides. Mengatasi lntrusi Air Laut Intrusi air laut dapat diatasi dengan upaya peningkatan kandungan air tanah melalui pembangunan hutan lindung kota pada daerah resapan air dengan tanaman yang mempunyai daya evapotranspirasi yang rendah. Dalbergia spp. jembatan layang. Tanaman yang memenuhi kriteria tersebut di antaranya nangka (Artocarpus integra). 1978).

Fragraea fragrans. hendaknya ditanami dengan tanaman yang mempunyai daya evapotranspirasi yang rendah. r. maka air hujan akan masuk ke dalam tanah sebagai air infiltrasi dan air tanah serta hanya sedikit yang menjadi air limpasan.). Beberapa jenis burung sangat membutuhkan pohon sebagai tempat mencari makan maupun sebagai tempat bersarang dan bertelur. bambu (Bambusa spp. Habitat Burung Hutan Kota dapat dikembangkan sebagai habitat burung. dan sebagainya untuk mendapatkan komposisi yang baik sehingga menghasilkan keindahan. warna. Pohon dapat dipilih berdasarkan ketinggian maupun kerimbunan tajuknya. manggis (Garcinia mangostana). s. ijuk. Ficus elastica. loa (Ficus spp. Dengan demikian Hutan Kota dapat membantu mengatasi masalah pelestarian air tanah. jalan. pestisida. dan penyerap zat berbahaya yang mungkin terdapat dalam sampah seperti logam berat. Jenis tanaman yang sesuai di antaranya cemara laut (Casuarina equisetifolia). Jika terjadi hujan lebat. aren (Arenga pinnata). dadap (Erythrina variegata). caringin.). Penapis Cahaya Silau Keefektifan pohon dalam meredam dan melunakkan cahaya tersebut bergantung pada ukuran dan kerapatannya. karet (Hevea brasiliensis). dan batangnya yang menari diantaranya kiara. nektar. bunga. p. dan lain-lain. Pelestarian Air Tanah Pada daerah hulu yang berfungsi sebagai daerah resapan air. bungur (Lagerstroemia speciosa). Meningkatkan Keindahan Tanaman dengan bentuk. q. Beberapa jenis pohon yang disukai oleh burung karena buah. dan tekstur tertentu dapat dipadu dengan benda-benda buatan seperti gedung. Mengurangi Stress 9 . dan lain-lain. dan kelapa (Cocos nucifera). dengan sistem perakaran dan serasah yang dapat memperbesar porositas tanah. t.dekomposisi dari sampah.

u. menjaga tata air. dalam pembangunan dan pengembangan Hutan Kota tersebut tentunya perlu dipertimbangkan berbagai aspek seperti luas. w.Hutan Kota dapat membantu mengurangi stress yang diderita masyarakat kota akibat kerasnya kehidupan kota melalui kesejukan dan keindahan alam yang diciptakan selain adanya kicau burung dan hal-hal menarik lainnya dari Hutan Kota. rutinitas. dan tipe Hutan Kota. Hutan Kota diharapkan dapat membantu mengatasi pencemaran udara. meredam kebisingan. Di sisi lain. Oleh karena itu. Hutan Kota merupakan salah satu alternatif yang baik dalam mengatasi masalah lingkungan hidup di kota. VI. Sarana Hobi dan Pengisi Waktu Luang Monotonitas. v. Merupakan Daya Tarik Wisatawan Domestik Maupun Mancanegara Hutan Kota yang di dalamnya ditanami dengan pohon yang langka dan unik (misalnya bunga bangkai) akan menjadi daya tarik bagi wisatawan. di samping dapat juga menghasilkan udara segar serta sebagai sarana pendidikan dan rekreasi bagi masyarakat kota. baik dari dalam negeri maupun luar negeri. dan melestarikan plasma nutfah. pembangunan kota yang kurang terencana dengan baik juga telah banyak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup yang pada akhirnya dapat menyebabkan turunnya kualitas lingkungan hidup kota. dan kejenuhan kehidupan di kota besar perlu diimbang dengan kegiatan yang bersifat rekreatif. Di samping itu keberhasilan 10 . Melalui fungsi dan peranannya yang sangat beragam. bentuk. PENUTUP Lahan yang terbatas di kota-kota seringkali digunakan untuk berbagai kepentingan yang lebih bersifat komersial yang sebetulnya kurang sesuai dengan peruntukannya. Hutan Kota dapat merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Mengamankan Pantai terhadap Abrasi Hutan Kota berupa formasi hutan mangrove dapat meredam gempuran ombak dan dapat membantu proses pengendapan lumpur di pantai.

1989.pembangunan dan pengelolaan Hutan Kota tersebut akan sangat ditentukan oleh adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat serta pengaturannya didasarkan melalui Peraturan Daerah. 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota.B.itb. http://www.id/INFORMASI/HUTKOT/Dafisi.B. Prasetyo.ac.id/gdl.com/0707zoeraini. J.go. DAFTAR PUSTAKA Hernowo. Media Konservasi II (4) : 61-71.html 11 . Peraturan Pemerintah RI No. Jenis Tanaman Berpotensi untuk Penghijauan Kota. Konsepsi Ruang Terbuka Hijau di Kota sebagai Pendukung Pelestarian Burung. Widyastama. R.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-yengyengre31725 http://re-searchengines. 1991. dan L.htm http://digilib.Kompas 11 Juli 1991.dephut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful