P. 1
Fraktur Clavicula

Fraktur Clavicula

|Views: 264|Likes:

More info:

Published by: Agung Budiman Agustinus Silalahi on Apr 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2015

pdf

text

original

PENDAHULUAN Tulang merupakan alat penopang dan sebagai pelindung pada tubuh.

Tanpa tulang tubuh tidak akan tegak berdiri. Fungsi tulang dapat diklasifikasikan sebagai aspek mekanikal maupun aspek fisiologikal. Dari aspek mekanikal, tulang membina rangka tubuh badan dan memberikan sokongan yang kokoh terhadap tubuh. Sedangkan dari dari aspek fisiologikal tulang melindungi organ-organ dalam seperti jantung, paru-paru dan lainnya. Tulang juga menghasilkan sel darah merah, sel darah putih dan plasma. Selain itu tulang sebagai tempat penyimpanan kalsium, fosfat, dan garam magnesium. Namun karena tulang bersifat relatif rapuh, pada keadaan tertentu tulang dapat mengalami patah, sehingga menyebabkan gangguan fungsi tulang terutama pada pergerakan. Patah tulang atau fraktur merupakan hilangnya kontinuitas tulang yang umumnya disebabkan oleh tekanan. DEFENISI Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, Arif, 2000). Sedangkan menurut Linda Juall C (1999) Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal yang dating lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang. Fraktur humerus adalah diskontinuitas atau hilangnya struktur dari tulang humerus (Mansjoer, Arif, 2000). Sedangkan menurut Sjamsuhidayat (2004) Fraktur humerus adalah fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh benturan atau trauma langsung maupun tidak langsung. Clavicula merupakan salah satu tulang yang sering mengalami fraktur apabila terjadi cedera pada bahu karena letaknya yang superfisial. Pada tulang ini bisa terjadi banyak proses patologik sama seperti pada tulang yang lainnya yaitu bisa ada kelainan congenital, trauma (fraktur), inflamasi, neoplasia, kelainan metabolik tulang dan yang lainnya. Fraktur clavicula bisa disebabkan oleh benturan ataupun kompressi yang berkekuatan rendah sampai yang berkekuatan tinggi yang bisa menyebabkan terjadinya fraktur tertutup ataupun multiple trauma. Clavicula adalah tulang yang paling pertama mengalami pertumbuhan pada masa fetus, terbentuk melalui 2 pusat ossifikasi atau pertulangan primer yaitu medial dan lateral clavicula, dimana terjadi saat minggu ke-5 dan ke-6 masa intrauterin. Kernudian ossifikasi sekunder pada

Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeon. dengan perbandingan laki-laki perempuan adalah 2 : 1. jatuh dari ketinggian dan yang lainnya. Fraktur menurut Strek. . Fraktur tulang humerus umumnya terjadi pada kelahiran letak sungsang dengan tangan menjungkit ke atas. Kesukaran melahirkan tangan yang menjungkit merupakan penyebab terjadinya tulang humerus yang fraktur. serta malpresentasi). ETIOLOGI Penyebab farktur clavicula biasanya disebabkan oleh trauma pada bahu akibat kecelakaan apakah itu karena jatuh atau kecelakaan kendaraan bermotor. Sekitar 2% sampai 5% dari semua jenis fraktur merupakan fraktur clavicula.1999 terjadi paling sering sekunder akibat kesulitan pelahiran (misalnya makrosemia dan disproporsi sefalopelvik.epifise medial clavicula berlangsung pada usia 18 tahun sampai 20 tahun. Fraktur clavicula juga merupakan kasus trauma pada kasus obstetrik dengan prevalensi 1 kasus dari 213 kasus kelahiran anak yang hidup. Pada kelahiran presentasi kepala dapat pula ditemukan fraktur ini. namun kadang dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor non traumatik. frekuensi fraktur clavicula sekitar 1 kasus dari 1000 orang dalam satu tahun. Berikut beberapa penyebab pada fraktur clavicula yaitu :  Fraktur clavicula pada bayi baru lahir akibat tekanan pada bahu oleh simphisis pubis selama proses melahirkan. INSIDENS DAN EPIDEMIOLOGI Menurut data epidemiologi pada orang dewasa insiden fraktur clavicula sekitar 40 kasus dari 100.  Fraktur clavicula akibat kecelakaan termasuk kecelakaan kendaraan bermotor. Fraktur pada midclavicula yang paling sering terjadi yaitu sekitar 85% dari semua fraktur clavicula.000 orang. jika ditemukan ada tekanan keras dan langsung pada tulang humerus oleh tulang pelvis. Jenis frakturnya berupa greenstick atau fraktur total. Dan epifise terakhir bersatu pada usia 25 tahun sampai 26 tahun. sementara fraktur bagian distal sekitar 10% dan bagian proximal sekitar 5%.

anak-anak dan remaja (karena tidak klavikula sepenuhnya mengeras. Permukaan atasnya relatif lebih halus dibanding dengan permukaan inferior. atau selama banyak jenis kecelakaan dan jatuh. dan bagian lateral agak melengkung ke belakang. hanya kulit yang mencakup sebagian besar tulang. . Bentuknya seperti huruf S terbalik. Fraktur clavicula akibat kompresi pada bahu dalam jangka waktu lama. ANATOMI Os clavicula (tulang selangka) berhubungan dengan os sternum di sebelah medial dan di lateral tulang ini berhubungan dengan os scapula pada acromion yang dapat diraba sebagai tonjolan di bahu bagian lateral. sampai akhir remaja). misalnya pada pasien post radioterapi. Mudah untuk merasa klavikula. Fraktur klavikula sangat umum. Ujung medial atau ujung sternal mempunyai facies articularis sternalis yang berhubungan dengan discus articularis sendi atau articulatio sternoclavicularis Para tulang selangka. atau mengembangkan. atlet (karena risiko dipukul atau jatuh). keganasan clan lain-lain.  Fraktur clavicula akibat proses patologik. juga disebut klavikula. adalah tulang dari atas dada. walaupun bagian lateral tulang ini tampak pipih. Patah tulang terjadi pada bayi (biasanya selama kelahiran). dengan bagian medial yang melengkung ke depan. Tulang ini termasuk jenis tulang pipa yang pendek. antara tulang dada (sternum) dan tulang belikat (tulang belikat). misalnya pada pelajar yang menggunakan tas yang terlalu berat. karena tidak seperti tulang lain yang dibungkus dengan otot.

Tulang kompak yang dihasilkan dikenal sebagai periosteal kerah. Namun. Menyimpan pengaturan ini ekstremitas atas (lengan) dari toraks sehingga lengan memiliki jangkauan maksimum gerak.FUNGSI Klavikula melayani beberapa fungsi:  Ini berfungsi sebagai dukungan dari yang kaku skapula dan bebas ekstremitas ditangguhkan. Ini terdiri dari massa tulang cancellous dikelilingi oleh tulang kompak shell. Ini adalah tulang dermal awalnya berasal dari unsur-unsur yang melekat pada tengkorak. Klavikula bervariasi lebih dalam bentuk daripada kebanyakan tulang panjang lainnya. klavikula tidak memiliki meduler (sumsum tulang) rongga seperti tulang panjang lainnya. Bentuk yang ringkas sebagai lapisan fasia menutupi tulang merangsang pengerasan jaringan yang berdekatan. pada sekitar 21-25 tahun. hal itu merupakan salah satu tulang terakhir untuk menyelesaikan hal mengeras. yang sekering nanti. Klavikula adalah tulang pertama untuk memulai proses pengerasan (meletakkan mineral ke dalam matriks preformed) selama perkembangan embrio. Mengirim dampak fisik dari ekstremitas atas ke kerangka aksial. Klavikula lebih tebal dan lebih melengkung pada . Bentuk tulang yang cancellous melalui dua hal mengeras pusat. Membentuk oleh intramembranous pengerasan. Meskipun diklasifikasikan sebagai tulang panjang. Ini terdiri dari spons (cancellous) tulang dengan shell tulang kompak.   Meliputi cervicoaxillary kanal (lorong antara leher dan lengan). satu medial dan satu lateral. selama 5 dan 6 minggu kehamilan. Kadang-kadang. klavikula ini ditembus oleh cabang supraklavikularis saraf. melalui mana beberapa struktur penting lulus.

 Tipe III : Fraktur pada bagian proksimal clavicula. Klavikula kanan biasanya lebih kuat dan lebih pendek dari klavikula kiri. Fraktur tertutup yaitu fraktur tanpa adanya komplikasi. yaitu: 1. kulit masih utuh. paling banyak ditemui Terjadi medial ligament korako-klavikula (antara medial dan 1/3 lateral) Mekanisme trauma berupa trauma langsung atau tak langsung (dari lateral bahu) Tipe II : Fraktur 1/3 lateral klavikula Fraktur klavikula lateral dan ligament korako-kiavikula.pekerja manual. insidensnya hanya sekitar 5%. Menurut Neer secara umum fraktur klavikula diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu :  Tipe I : Fraktur mid klavikula (Fraktur 1/3 tengah klavikula)  Fraktur pada bagian tengah clavicula Lokasi yang paling sering terjadi fraktur. tulang tidak menonjol melalui kulit. Fraktur yang paling jarang terjadi dari semua jenis fraktur clavicula. yang dapat dibagi: o o o type 1: undisplaced jika ligament intak type 2: displaced jika ligamen korako-kiavikula ruptur. . bagian distal clavicula dan bagian proksimal clavicula. dan situs lampiran otot lebih ditandai. karena adanya hubungan dengan lingkungan luar. Pengklasifikasian fraktur clavicula didasari oleh lokasi fraktur pada clavicula tersebut. 2. maka fraktur terbuka potensial terjadi infeksi. type 3: fraktur yang mengenai sendi akromioklavikularis. Ada tiga lokasi pada clavicula yang paling sering mengalami fraktur yaitu pada bagian midshape clavikula dimana pada anak-anak berupa greenstick. KLASIFIKASI Patah tulang dapat dibagi menurut ada tidaknya hubungan antara patahan tulang dengan dunia luar. Fraktur terbuka yaitu fraktur yang merusak jaringan kulit.

Tipe II: merupakan fraktur pada daerah medial ligament coracoclavicular. Fraktur pada bagian distal clavicula. Tipe I : merupakan fraktur dengan kerusakan minimal. dimana ligament tidak mengalami kerusakan. 2. 3. Tipe III : merupakan fraktur pada daerah distal ligament coracoclavicular dan melibatkan permukaan tulang bagian distal clavicula pada AC joint. Lokasi tersering kedua mengalami fraktur setelah midclavicula. Ada beberapa subtype fraktur clavicula bagian distal. . menurut Neer ada 3 yaitu : 1.

Fraktur clavicula paling sering disebabkan oleh karena mekanisme kompressi atau penekanan. Karena posisinya yang teletak dibawah kulit maka tulang ini sangat rawan sekali untuk patah. . Tulang klavikula. Tulang klavikula juga membentuk hubungan antara anggota badan atas dan Thorax. Patah tulang klavikula terjadi akibat dari tekanan yang kuat atau hantaman yang keras ke bahu. Pada daerah tengah tulang clavicula tidak di perkuat oleh otot ataupun ligament-ligament seperti pada daerah distal dan proksimal clavicula. ke luar. Patah tulang klavikula pada umumnya mudah untuk dikenali dikarenakan tulang klavikula adalah tulang yang terletak dibawak kulit (subcutaneus) dan tempatnya relatif di depan. paling sering karena suatu kekuatan yang melebihi kekuatan tulang tersebut dimana arahnya dari lateral bahu apakah itu karena jatuh. ataupun kecelakaan kendaraan bermotor. dan ke belakang thorax. Pada bagian proksimal tulang clavikula bergabung dengan sternum disebut sebagai sambungan sternoclavicular (SC). Pada bagian distal klavikula bergabung dengan acromion dari skapula membentuk sambungan acromioclavicular (AC). Energi tinggi yang menekan bahu ataupun pukulan langsung pada tulang akan menyebabkan fraktur. Hal ini yang menjelaskan kenapa pada daerah ini paling sering terjadi fraktur dibandingkan daerah distal ataupun proksimal. Tulang ini membantu mengangkat bahu ke atas. Clavicula bagian tengah juga merupakan transition point antara bagian lateral dan bagian medial. kecelakaan olahraga. tulang humerus bagian proksimal dan tulang skapula bersama-sama membentuk bahu.PATOFISIOLOGI Klavikula adalah tulang pertama yang mengalami proses pengerasan selama perkembangan embrio minggu ke-5 dan 6.

dan pemeriksaan fisik bias kita dapatkan pembengkakan daerah clavicula atau aberasi. lebih kedepan ataupun lebih ke posterior. Pneumotoraks diakibatkan masuknya udara pada ruang potensial antara pleura viseral clan parietal. Pneumotoraks biasa didapatkan pada pasien dengan fraktur clavicula terutama yang mengalami multiple traumatik. Pencitraan yang dilakukan harus cukup luas untuk bisa menilai juga kedua AC joint dan SC joint. Plain Photo  Mid clavicula Evaluasi pada fraktur clavicula yang standar berupa proyeksi anteroposterior (AP) yang dipusatkan pada bagian tengah clavicula. ataupun krepitasi. 2. Pemeriksaan Radiologi : a. Proyeksi AP 20-60° dengan cephalic terbukti cukup baik karena bisa meminimalisir struktur toraks yang bisa mengganggu pembacaan. Secara praktis diagnostik dibuat berdasarkan anamnesis misalnya apakah ada riwayat trauma. Fraktur pada bagian tengah clavicula. Gejala Klinis Diagnosis dari fraktur clavicula biasanya didasari dari mekanisme kecelakaan dan lokasi adanya ekimosis. deformitas. . diagnosanya akan lebih mudah apabila yang terjadi adalah fraktur terbuka. Laserasi paru merupakan penyebab tersering dari pnerumotoraks akibat trauma tumpul.DIAGNOSIS 1. Diagnosis pasti untuk fraktur clavicula ialah berdasarkan pemeriksaan radiologi. agak jatuh kebawah. pada inspeksi bahu biasanya asimetris. Bisa juga digunakan posisi oblique dengan arah dan penempatan yang baik. Dislokasi fraktur vertebra torakal juga dapat ditemukan bersama dengan pneumotoraks. Pasien biasanya mengeluh nyeri setelah terjadinya kecelakaan tersebut dan sulit untuk mengangkat lengan atau bahu. dilaporkan sekitar lebih dari 3% dengan fraktur clavicula mengalami pneumotoraks.

khususnya dengan 3 dimensi meningkatkan akurasi pembacaan. sepanjang tulang scapula. lateral dan oblique. namun beberapa pemeriksaan membandingkan penampakan pada daerah cedera tersebut. Proyeksi AP pada AC joint digunakan 15° inclinasi cephalic. .  Lateral clavicula dan AC joint Pemeriksaan radiologi pada sisi yang mengalami cedera kadang-kadang cukup sulit. Sehingga pada gambaran radiograph biasa akan sulit membedakan antara suatu fraktur dengan dislokasi pads SC joint. ossifikasi sekunder pada bagian proksimal clavicula tidak akan nampak pada usia sebelum 12 tahun dan mungkin sampai umur 25 tahun.Karena bentuk dari clavicula yang berbentuk S. Fraktur medial clavicula dan cedera pada SC joint biasanya sulit dinilai dengan pencitraan yang biasa karena adanya overlap clavicula dengan sternum dan costa pertama.  Medial clavicula dan SC joint Proyeksi standar untuk menilai SC joint adalah posteroanterior (PA). Sebagai catatan penting. Normal alignment pada sendi dengan proyeksi AP apabila ukuran celah sendi kurang dari 5 mm dan facies bagian bawah akromion dan distal clavicula tidak terputus-putus. yang menyebabkan susahnya menilai dengan menggunakan radiograph biasa. CT scan. maka fraktur menunjukkan deformitas multiplanar.

DIAGNOSIS BANDING Fraktur clavicula didiagnosis banding dengan beberapa kelainan yaitu fraktur kosta. bisa kita nilai dengan menggunakan intravenous contras. Fraktur kosta Penyebab paling sering pada fraktur kosta adalah trauma tumpul pada dinding dada. fraktur sternum. tergantung lokasi yang mengalami trauma bisa menyebabkan fraktur 1 tulang costa atau lebih.  Lateral clavicula dan AC joint CT scan merupakan salah satu alat pencitraan di bidang radiologi yang cukup sensitif dalam menegakkan diagnosa.b. dan rotator cuff injury. dislokasi sendi bahu. ligament dan sendi sinovial. hematotoraks karena perdarahan atau cedera pada fleksus brakhialis untuk fraktur kosta I – III. CT Scan  Medial clavicula dan SC joint CT scan memegang peranan yang penting dalam mendiagnosa fraktur clavikula bagian medial dan cedera pada SC joint. Meskipun demikian CT scan terbatas untuk menilai sekitar jaringan lunak termasuk kapsula. . Jika didapatkan ada kelainan pada vascular. Untuk fraktur kosta I – III gejala dan tanda bisa mirip dengan fraktur clavicula. CT scan kadang-kadang digunakan untuk mendiagnosa fraktur intra-artikular atau stress fraktur pada AC joint. 1. Pada pasien dengan fraktur kosta bisa menyebabkan terjadinya pneumotoraks. harus bisa dibedakan dengan seksama pada pemeriksaan radiologi . CT scan seharusnya digunakan dengan mencakup SC joint dan secara otomatis setengah dari kedua clavicula untuk membandingkan satu sisi dengan sisi yang lain.

posterior dislocation. Fraktur sternum Fraktur sternum paling sering karena trauma pada dada. 3. Pasien dengan dislokasi sendi bahu juga bisa mengeluh nyeri. apalagi pada anak karena salahsambung klavikula jarang menyebabkan gangguan pada bahu. Yang penting pada penggunaan mitela ialah letak tangan lebih . multidirectional instability dan inferior dislocation. Kalus yang menonjol kadang secara kosmetik mengganggu meskipun lama-kelamaan akan hilang dengan proses pemugaran. yaitu dengan pemasangan mitela. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan pada fraktur clavicula ada dua pilihan yaitu dengan tindakan bedah atau operative treatment dan tindakan non bedah atau nonoperative treatment. Dislokasi sendi bahu Dislokasi sendi pada bahu ada 4 jenis yaitu anterior dislocation. Paling sering adalah anterior dislocation sekitar 85% dari semua dislokasi sendi bahu. 4. Pemeriksaan yang paling akurat pada kelainan ini adalah MRI.2. Rotator cuff injury pada bahu Pasien dengan rotator cuff injury biasanya datang dengan keluhan utama nyeri pada persendian bahu disertai dengan kekakuan. Tujuan dari penanganan ini adalah untuk menempatkan ujung-ujung dari patah tulang supaya satu sama lain saling berdekatan dan untuk menjaga agar mereka tetap menempel sebagaimana mestinya sehingga tidak terjadi deformitas dan proses penyembuhan tulang yang mengalami fraktur lebih cepat. terbatasnya pergerakan sendi bahu dan krepitasi. bengkak ataupun susah menggerakkan lengan. biasanya disertai dengan trauma pada jantung dan paru-paru. Reposisi tidak diperlukan. Untuk mendiagnosis fraktur sternum biasanya dipakai plain photo proyeksi lateral seperti pada gambar dibawah ini. Pada orang dewasa dan anak-anak biasanya pengobatannya konservatif tanpa reposisi. baik fungsi maupun keuatannya.

Pembidaian : benda keras yang ditempatkan di daerah sekeliling tulang. . Fiksasi eksternal: Immobilisasi lengan atau tungkai menyebabkan otot menjadi lemah dan menciut. 2. Selama masa ini pasien harus membatasi pergerakan bahu. dan mempertahankan dalam posisi ini. 5. Terdapat cedera neurovaskuler. Imobilisasi bisa dilakukan melalui: 1.Penanganan nonoperative dilakukan dengan pemasangan saling selama 6 minggu. siku dan tangan. 2. 4. 3. ketiak harus diberi bantalan yang memadai untuk mencegah cedera kompresi terhadap pleksus brakhialis dan arteri aksilaris. menarik bahu ke belakang. Rasa sakit karena gagal penyambungan (nonunion). dilakukan pembidaian untuk membatasi pergerakan. Pada beberapa patah tulang. 5. Patah tulang lainnya harus benar-benar tidak boleh digerakkan (immobilisasi). dan latihan gerak jari dan tangan pada hari pertama dan latihan gerak bahu setelah beberapa hari Proses penyembuhan pada fraktur clavicula memerlukan waktu yang cukup lama. Tulang memendek karena fragmen fraktur tumpang tindih. Pemasangan gips : merupakan bahan kuat yang dibungkuskan di sekitar tulang yang patah Modifikasi spika bahu (gips klavikula) atau balutan berbentuk angka delapan atau strap klavikula dapat digunakan untuk mereduksi fraktur ini. Bila dipergunakan strap klavikula. Setelah sembuh. 4. Fraktur comminuted.tinggi daripada tingkat siku. Peredaran darah dan saraf kedua lengan harus dipantau. analgetik. Tidakan pembedahan dapat dilakukan apabila terjadi hal-hal berikut : 1. Fraktur terbuka. Penarikan (traksi) : menggunakan beban untuk menahan sebuah anggota. Karena itu sebagian besar penderita perlu menjalani terapi fisik. Fiksasi internal : dilakukan pembedahan untuk menempatkan piringan (plate) atau batang logam pada pecahan-pecahan tulang atau sering disebut open reduction with internal fixation (ORIF). tulang yang mengalami fraktur biasanya kuat dan kembali berfungsi. atau mobilisasi pada tulang untuk mempercepat penyembuhan. gerak pada tempatnya. 3.

Masalah kosmetik.6. karena posisi penyatuan tulang tidak semestinya (malunion). .

nyeri. Fraktur 1/3 tengah dengan lebih dari 2 cm dan fraktur 1/3 lateral menjadi faktor resiko lebih tinggi nonunion. Gejala sebelum operasi termasuk kelemahan. bisa menyebabkan timbulnya trombosis dan pseudoaneurisma pada arteri axillaris dan vena subclavian kemudian bisa menyebabkan timbulnya cerebral emboli. Gejala malunion pada clavicula dapat menyebabkan penderita tidak puas. Kerusakan nervus supraclavicular menyebabkan timbulnya nyeri dinding dada. membentuk sudut. dan munculnya perasaan yang cemas (bahu yang semakin memburuk dengan gejala-gejala lainnya)  Nonunion Lebih umum terjadi pada fraktur yang ditangani dengan cara operasi.KOMPLIKASI Komplikasi pada fraktur clavicula dapat berupa :  Malunion. Malunion merupakan suatu keadaan dimana tulang yang patah telah sembuh dalam posisi yang tidak seharusnya. gejala-gejala neurologik. . telah dilaporkan. atau miring. Komplikasi seperti ini dapat dicegah dengan melakukan analisis yang cermat sewaktu melakukan reduksi. Secara keseluruhan. fraktur berulang pada clavicula yang mengalami fraktur sebelumnya. Penanganan operasi termasuk stabilisasi dan graft tambahan pada tulang memberikan hasil yang memuaskan serta fiksasi dengan plate dan peralatan intermedullary. angka non union yang lebih kurang dari 1 % hingga yang lebih besar dari 10%.  Komplikasi neurovaskular. khususnya pada studi sebelumnya. dan mempertahankan reduksi itu sebaik mungkin terutama pada masa awal periode penyembuhan.  Refraktur. Paling banyak pada fraktur 1/3 distal tetapi hasilnya secara fungsional memperlihatkan kepuasan.

. jika penanganan baik maka komplikasi dapat diminimalisir. diakibatkan oleh karena robeknya lapisan pleura sehingga masuk udara pada ruang potensial antara pleura viseral dan parietal. Pneumothoraks biasa didapatkan pada pasien dengan fraktur clavicula terutama yang mengalami multiple traumatik. Pada anak prognosis sangat baik karena proses penyembuhan sangat cepat. Fraktur clavicula disertai multiple trauma memberi prognosis yang lebih buruk daripada pognosis fraktur clavicula murni. bagaimana penanganan yang tepat dan usia penderita. sementara pada orang dewasa prognosis tergantung dari penanganan. PROGNOSIS Prognosis jangka pendek dan panjang sedikit banyak bergantung pada berat ringannya trauma yang dialami.

Paryana W. 2nd ed. Trauma. 2004. Bandung: Graha Ilmu Publishing. Snell.3-4. Anatomi Klinik Edisi 6. 2009. Rasjad C. Wibowo DS. 4. In: Pengantar ilmu bedah ortopedi. Jong WD. 2009. 6th ed. 841. 3. . p. EGC. 2006. Jakarta: Yarsif Watampone. Richard S. 355-356. p.DAFTAR PUSTAKA 1. In: Anatomi Tubuh Manusia. p. Anggota gerak atas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Sistem muskuloskeletal. In: Buku ajar ilmu bedah. Sjmsuhidajat R. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->