P. 1
belajar dan model-model pembelajaran

belajar dan model-model pembelajaran

|Views: 314|Likes:
Published by AnjaWulanSari
eebook belajar pemnbelajaran
eebook belajar pemnbelajaran

More info:

Published by: AnjaWulanSari on Apr 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2014

pdf

text

original

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

1

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Allah Swt. karena atas izin dan rahmat-Nya lah penyusun dapat menyelesaikan tugas pembuatan buku dalam Mata Kuliah Media Pembelajaran PTAG. Penyusun banyak berterima kasih kepada Dr. Sri Handayani, MPd. sebagai dosen Mata Kuliah Media Pembelajaran yang telah membimbing dalam pengerjaan tugas ini, serta teman-teman Jurusan Pendidikan Teknologi Agroindustri 2010 yang turut membantu dalam penyelesaian tugas ini. Judul buku ini adalah “Belajar dan Model-Model Pembelajara”. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas semester padat mata kuliah Media Pembelajaran PTAG. Dalam proses penyusunan buku ini, penyusun menyadari masih banyak kekurangan. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak untuk perbaikan buku ini. Penyusun berharap buku ini dapat menunjang pembelajaran Media Pembelajaran PTAG dan dapat bermanfaat bagi semua orang. Akan tetapi, penyusun menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam buku ini. Oleh karena itu penyusun menerima saran dan kritik agar dapat membuat buku yang lebih bagus lagi.

Bandung, Agustus 2012

Penyusun 

.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

i

DAFTAR ISI

Daftar Isi ..................................................................................................... i Kata Pengantar .......................................................................................... ii

BAB I TEORI BELAJAR ....................................................................... 1 A. Teori Belajar Behavioristik ............................................................. 3 B. Teori Belajar Kognitivisme ............................................................ 6 C. Teori Belajar Konstruktivisme ........................................................ 9 D. Teori Belajar Humanistik ................................................................ 11 BAB II TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI .......................... 16 A. Teori Belajar Menurut J.B. Bruner ................................................. 17 B. Teori Koneksionisme ...................................................................... 26 C. Teori Belajar Skinner ...................................................................... 33 D. Teori Belajar Piaget ........................................................................ 41 BAB III MODEL_MODEL PEMBELAJARAN .................................... 47 A. Model PAKEM ............................................................................... 48 B. Model Pembelajaran Example non Example .................................. 56 C. Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning .................... 62 D. Model Pembelajaran Number Head Together ............................... 73 E. Model Pembelajaran Project Work ................................................. 76 F. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw ......................................... 81 G. Model Pembelajaran Debate ........................................................... 87 H. Model Pembelajaran Role Playing................................................... 92 I. Model Pembelajaran Based Learning ............................................. 99 Daftar Pustaka ............................................................................................ 103

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

ii

Bab 1 TEORI BELAJAR Belajar dan Model-Model Pembelajaran 1 .

(1)behaviorisme. behavioris. yaitu. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 2 . dan lingkungan dan pengalaman untuk memperoleh. cognitivist. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan bagaimana otak bekerja dalam mempelajari sesuatu. Yang lainnya adalah dalam mengusulkan dimana kita seharusnya mencari solusi untuk masalah praktis. Sedangkan teori konstruktivisme mengemukakan bahwa belajar sebagai proses saat peserta didik secara aktif membangun ide-ide baru dalam belajar. nilai. atau membuat perubahan dalam pengetahuan seseorang. dan (3) kontruktivisme. Ormrod. meningkatkan. tetapi mengarahkan perhatian kita pada variabel yang penting dalam menemukan solusi. 2004. emosional. (2) kognitivisme. humanis dan sosial/situasional. Merriam dan Caffarella (1991) menyoroti empat pendekatan atau orientasi untuk belajar. dan disimpan.I TEORI BELAJAR Dalam psikologi dan pendidikan. dan pandangan dunia (Illeris. pembelajaran secara umum didefinisikan sebagai proses yang menyatukan pengaruh kognitif. Pendekatan ini melibatkan ide yang bertentangan dengan tujuan dan proses pembelajaran dan pendidikan juga peran para pendidik dalam mengajar. yaitu. 1995). behaviorisme hanya berfokus pada aspek-aspek obyektif yang diamati pada proses pembelajaran. Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis dari teori teori belajar ini. keterampilan. Teori belajar memiliki dua nilai utama menurut Hill (2002). Secara garis besar. diproses. Teori-teori tidak memberikan solusi. Teori Belajar adalah hipotesis rumit yang menggambarkan bagaimana sebenarnya prosedur ini terjadi. Hal ini juga dianggap sebagai cara di mana informasi diserap. Salah satunya adalah dalam menyediakan kita dengan kosa kata dan kerangka kerja konseptual untuk menafsirkan contoh pembelajaran yang kita amati.

Belajar berarti penguatan ikatan. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.A. baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Classical Conditioning oleh Ivan Pavlov yang menyimpulkan bahwa sesuatu yang di pelajari dapat di kembalikan kepada stimulus respon. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Ciri-Ciri Teori Behavioristik : a) b) c) Mementingkan faktor lingkungan Menekankan pada faktor bagian Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif d) e) Sifatnya mekanis Mementingkan masa lalu Teori behaviouristik ini memiliki beberapa cabang teori yang menekankan pembelajaran pada titik yang berbeda-beda yaitu. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-respon. diukur dan dinilai secara konkret. Teori Belajar Behavioristik Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. asosiasi. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukumhukum mekanistik. 1. Mendidik pada dasarnya Belajar dan Model-Model Pembelajaran 3 . Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. sifat dan kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon). berupa reaksi fisik terhadap stimulans. Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak. Teori belajar behavioristik menjelaskan belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati.

e. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar.beliau mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon. 2. dalam teori ini di sebutkan bahwa ada dua macam respon. Berpikir harus merupakan tingkah laku senso motoris dan berbicara dalam hati adalah tingkah laku berfikir. Pengaruh Lingkungan tehadap perkembangan individu. Pengamatan dan kesan. b. Teori berpikir. Teori stimulus dan respon. Operant Conditioning .Teori ini di pelopori oleh Skinner. 3. dan cinta. namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Di temukan tiga reaksi emosional yang di bawa sejak lahir. marah. yaitu : takut. Perasaan senag dan tidak senang merupakan reaksi senso motoris. Stimulus merupakan situasi objektif dan respon merupakan reaksi subjektif individu terhadap stimulus. c. akan di temukan rangkaian unit stimulus dan respon yang disebut reflex. yaitu : a. sedangkan kebiasaan – kebiasaan yang terbentuk dalam perkembangan di sebabkan oleh latihan dan belajar. Teori Behaviorisme Watson. d. Reaksi instinktif atau kodrati yang di bawa sejak lahir jumlahnya sedikit sekali. Respon ini di timbulkan oleh perangsang – perangsang tertentu yang disebut electing stimuli yang sifatnya relative tetap dan terbatas Belajar dan Model-Model Pembelajaran 4 . namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Tingkah laku dan Afektif. Hal ini di lakukan berulang – ulang agar hubungan stimulus dan respon semakin kuat.adalah memberikan stimulus yang memberi respon sesuai yang kita inginkan. Pendapat yang di kemukakan yaitu : a. Respondent response. Apabila kita menganalisis tingkah laku yang kompleks. meskipun mereka tetap mengakui bahwa semua hal itu penting. Adanya kesan motoris di tujukan terhadap berbagai stimulus. Penganut aliran ini lebih suka memilih untuk tidak memikirkan hal – hal yang tidak bisa diukur. Perasaan.

atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. kebutuhan dikonsepkan sebagai dorongan (drive). meskipun menghasilkan respon yang berbeda–beda bentuknya. Oleh karena itu. Respon ini merupakan bagian yang tebesar dari pada tingkah laku manusia dan kemungkinannya untuk di modifikasi tak terbatas. Teori ini tidak banyak dipakai dalam dunia praktis karena (1)dianggap terlalu kompleks dan sulit dimengerti. (2)idenya tentang proses internal dianggap abstrak dan sulit dibuktikan melalui eksperimen empiris. dalam teori Hull. Perangsang tersebut memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme sehingga sifatnya mengikuti.serta hubungan antara stimulus dan respons sudah pasti sehingga kemungkinan untuk di modifikasi kecil. kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis menempati posisi sentral. meskipun sering digunakan dalam berbagai eksperimen 5. atau Belajar dan Model-Model Pembelajaran 5 . Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar. Mengemukakan konsep pokok teorinya yang sangat di pengaruhi oleh teori evolusi Darwin. misalnya makanan yang menimbulkan air liur. dan (3)partikularistic. perasaan. dan sebagainya. yamg biasa di sebut dengan reinforcing stimuli atau reinforcer. b. Teori Systematic Behavior Clark Hull. berarti responnya menjadi lebih kuat / intensif. Respon yang timbul dan berkembangnya di ikuti oleh perangsang–perangsang tertentu. seperti lapar. misalnya saja seorang anak belajar. Dia berpendapat bahwa tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup. Operant response. tidur. Menurut Thorndike. yang dapat pula berupa pikiran. Stimulus hampir selalu di kaitkan dengan kebutuhan biologis ini. perasaan. belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Menurut Hull. Teori Koneksionisme Thorndike. usaha utk menggeneralisasi hasil eksperimen secara berlebihan. haus. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran. kemudian memperoleh hadiah sehingga ia akan lebih giat lagi belajar. Titik berat teori Skinner adalah pada respon kedua ini. 4.

Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit. Hal ini dapat terjadi karena merokok bukan hanya berhubungan dengan satu macam stimulus. maka binatang itu sering melakukan bermacam kelakuan.Guthrie juga mengemukakan bahwa hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati.gerakan/tindakan. mengemukakan teori kontinguiti yang memandang bahwa belajar merupakan kaitan asosiatif antara stimulus tertentu dan respon tertentu. menggosokkan badannya ke sisi kotak. suatu respon akan lebih kuat apabila respon tersebut berhubungan dengan berbagai macam stimulus. Selain itu. Model ini menekankan pada bagaimana sebuah informasi diproses. Teori Edwin Gutrie. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir. Menurutnya suatu hukuman yang di berikan pada waktu yang tepat. di perlukan pemberian stimulus yang sering agar hubungan menjadi lebih langgeng. akan mampu mengubah kebiasaan seseorang. Dalam hal ini apabila binatang terkurung. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran. seseorang yang memiliki kebiasaan merokok sulit di tinggalkan. Sebagai contoh. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionismeProsedur eksperimennya ialah membuat agar setiap binatang lepas dari kurungannya sampai ke tempat makanan. dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. tetapi juga dengan stimulus lain seperti minum kopi. menyimpan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 6 . seperti menggigit. dan cepat atau lambat binatang itu tersandung pada palang sehingga kotak terbuka dan binatang itu lepas ke tempat makanan. yaitu yang dapat diamati. Selanjutnya Edwin Guthrie berpendapat bahwa hubungan antara stimulus dan respon merupakan faktor kritis dalam belajar. 6. Teori Belajar Kognitivisme Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. B. Oleh karena itu.

Peneliti yang mengembangkan teori kognitif ini adalah Ausubel, Bruner, dan Gagne. Dari ketiga peneliti ini, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar. Bruner menitikberatkan pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan. Proses pembelajaran strategi kognitif merupakan proses reflection in action. Sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), guru memiliki posisi yang menentukan keberhasilan pembelajaran, karena fungsi utama guru ialah merancang, mengelola dan mengevaluasi pembelajaran (Gagne, 1974). Ausubel (1968) mengatakan bahwa guru bertugas mengalihkan seperangkat pengetahuan yang terorganisasikan sehingga pengetahuan tersebut menjadi bagian dari sistem pengetahuan siswa. Sejalan dengan itu, Kurikulum { KTSP } menegaskan bahwa kedudukan guru dalam kegiatan belajar mengajar sangat strategis dan menentukan. Strategis karena guru akan menentukan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. Menentukan karena gurulah yang memilah dan memilih bahan pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik. Salah satu faktor yang mempengaruhi guru dalam upaya memperluas dan memperdalam materi ialah rancangan pembelajaran yang efektif, efisien, menarik dan hasil pembelajaran yang bermutu tinggi dapat dilakukan dicapai oleh setiap guru. Menurut Snelbecker (1983 : 465), CDT (Center for the Development of Teaching) merupakan model preskripsi pembelajaran yang paling lengkap yang memperhitungkan teori pembelajaran behavioristik, teori pembelajaran humanistik dan teori pembelajaran kognitif. CDT juga memerhatikan fungsi kegiatan mental yang berhubungan dengan proses belajar yang diadopsi dari pandangan neo-behaviorist, agar tercapai suatu proses belajar (internal condition) diperlukan situasi belajar (external condition) tertentu sesuai dengan unjuk kerja belajar. Asumsi ini kemudian digunakan oleh CDT dalam penetapan tujuan belajar.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

7

Konsep yang diajukan teori pembelajaran humanistik terhadap individu siswa juga diadaptasi oleh CDT untuk mempreskripsikan cara membelajarkan siswa. Menurut Rogers (1983) dalam melaksanakan tugasnya di kelas, guru harus mampu memfasilitasi tumbuhnya kemamuan belajar siswa melalui motivasi. Begitu pula Maslow (1971), sebagai seorang tokoh psikologi humanistik, menentukan perlunya pemberian motivasi bagi tumbuhnya semangat belajar siswa. Pendapat dan prinsipprinsip pemberian motivasi dari dua tokoh psikologi humanistik ini digunakan oleh CDT dalam merancang strategi penyajian Keungulan CDT secara teoretis juga dibuktikan lewat berbagai penelitian. Hasil-hasil penelitian Merrill dan Tennyson (1982), Suhardjono (1990), dan Tugur (1991), semuanya menunjukkan bahwa CDT memiliki keunggulan dalam meningkatkan perolehan belajar pada performansi mengingat, menggunakan, dan mengembangkan, baik untuk tipe isi pelajaran yang berupa fakta, konsep, prosedur, maupun prinsip.
Tabel 1. Asumsi Umum Tentang Teori Belajar Kognitif Asumsi Pembelajaran sekarang berasal dari proses Pembelajaran sebelumnya Pembelajaran informasi melibatkan Penjelasan Siswa memiliki latar belakang dan motivasi yang berbeda sehingga mereka mengkonstruksi satu hal yang sama secara berbeda. proses Ini merupakan proses aktif yang mengacu pada pengetahuan siswa Pemaknaan Pemaknaan hubungan merupakan dikonstruksi refleksi dari pengalaman antara yang proses

hubungan

pembelajaran sebelumnya dengan yang baru. Kegiatan belajar mengajar menekankan Penekananya pada hubungan dan strategi pada kebermaknaan yang tujuanya

membantu siswa belajar bagaimana cara belajar.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

8

C. Teori Belajar Konstruktivisme
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran kontekstual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari ide dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih paham dan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Ciri-ciri teori Konstruktivisme
a) b)

Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke murid, kecuali hanya dengan keaktifan murid sendiri untuk menalar.

c)

Murid aktif megkontruksi secara terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah

d)

Guru sekedar membantu menyediakan saran dan situasi agar proses kontruksi berjalan lancar.
Struktur pembalajaran seputar konsep utama pentingnya sebuah pertanyaanSelain itu

yang paling penting adalah guru tidak boleh hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa . siswa harus membangun pengetahuan didalam benaknya sendiri. Seorang guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide dan dengan mengajak siswa agar

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

9

hanya dengan usaha yangkeras para sisiwa sedirilah para siswa akan betul-betul memahami suatu materi yang diajarkan. Tugas setiap guru dalam memfasilitasi siswanya. Usaha keras seorang guru dalam mengajar tidak harus diikuti dengan hasil yang baik pada siswanya. Para siswa harus dapat secara aktif mengasimilasikan dan mengakomodasi pengalaman baru kedalam kerangka kognitifnya Untuk mengajar dengan baik. Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadisituasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa seorang guru dapat mengajar suatu materi kepada sisiwa dengan baik. namun seluruh atau sebagian siswanya tidak belajar sama sekali. Aplikasi dan Implikasi dalam Pembelajaran Setiap guru akan pernah mengalami bahwa suatu materi telah dibahas dengan jelas-jelasnya namun masih ada sebagian siswa yang belum mengerti ataupun tidak mengerti materi yang diajarkan sama sekali. Guru hanya sebagai fasilitator. guru harus memahami model-model mental yang digunakan para siswa untuk mengenal dunia mereka dan penalaran yang dikembangkandan yang dibuat para sisiwa untuk mendukung model-model itu. sehingga pengetahuan materi yang dibangun atau dikonstruksi para siswa sendirisan bukan ditanamkan oleh guru. Siswa perlu mengkonstruksi pemahaman yang mereka sendiri untuk masing-masing konsep materi sehingga guru dalam mengajar bukannya “menguliahi”. Peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai dengan dirinya. dan teman yang membuat situasi kondusif untuk terjadinya konstruksi engetahuan pada diri peserta didik.menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar. Karena. mediator.Kelebihan dan Kekurangan Konstruktivisme Belajar dan Model-Model Pembelajaran 10 . menerangkan atau upaya-upaya sejenis untuk memindahkan pengetahuan pada siswa tetapi menciptakan situasi bagi siswa yang membantu perkembangan mereka membuat konstruksi-konstruksi mental yang diperlukan. Guru dapat memberikan tangga kepada siswa yang mana tangga itu nantinya dimaksudkan dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi . tetapi harus diupayakan agar siswa itu sendiri yang memanjatnya. Latihan memecahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari.

bukan dari sudut pandang pengamatnya. siswa berbeda persepsi satu dengan yang lainnya. D. Kemahiran sosial diperoleh apabila berinteraksi dengan rekan dan guru dalam membina pengetahuan baru. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Kelemahan Dalam bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 11 . Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman konsep secara lengkap. dalam kenyataan teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal. seperti apa yang bisa kita amati dalam dunia keseharian. Kelebihan Murid berfikir untuk menyelesaikan masalah. Adanya motivasi untuk siswa bahwa belajar adalah tanggung jawab siswa itu sendiri. 2. Teori apapun dapat dimanfaatkan asal tujuan untuk “memanusiakan manusia” (mencapai aktualisasi diri dan sebagainya) dapat tercapai.1. mereka akan lebih faham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi.. Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengejukan pertanyaan dan mencari sendiri pertanyaannya. menjana idea dan membuat keputusan. Teori Belajar Humanistik Dalam teori belajar humanistik proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. Meskipun teori ini sangat menekankan pentingya isi dari proses belajar. teori ini lebih tertarik pada ide belajar dalam bentuknya yang paling ideal dari pada belajar seperti apa adanya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya. Lebih menekankan pada proses belajar bagaimana belajar itu. mereka akan ingat lebih lama semua konsep. belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Dengan kata lain. Faham kerana murid terlibat secara langsung dalam mebina pengetahuan baru. Mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi pemikir yang mandiri. Dalam teori belajar humanistik. Selian itu murid terlibat secara langsung dengan aktif.

Manusia itu memiliki keinginan alamiah untuk belajar. memiliki rasa ingin tahu alamiah terhadap dunianya. (2). Belajar lancer jika siswa dilibatkan dalam proses belajar 8. 4. Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila ancaman itu kecil 5. 6. Belajar signifikan terjadi apabila materi plajaran dirasakan murid mempuyai relevansi dengan maksud tertentu 3. Manusia mempunyai belajar alami 2. Bila bancaman itu rendah terdapat pangalaman siswa dalam memperoleh cara.Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya. Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam 9. Belajar yang bermakna diperolaeh jika siswa melakukannya 7. Prinsip-prinsip Teori Belajar Humanistik Beberapa prinsip Teori belajar Humanistik 1. Menurut hemat kami. Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar Roger sebagai ahli dari teori belajar humanisme mengemukakan beberapa prinsip belajar yang penting yaitu: (1). yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Belajar akan cepat dan lebih bermakna bila bahan yang dipelajari relevan dengan kebutuhan siswa. Kepercayaan pada diri pada siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri 10. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya. dan keinginan yang mendalam untuk mengeksplorasi dan asimilasi pengalaman baru. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 12 . Teori Belajar Humanistik adalah suatu teori dalam pembelajaran yang mengedepankan bagaimana memanusiakan manusisa serta peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya. 1.

Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran. Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat. (5) belajar atas prakarsa sendiri yang melibatkan keseluruhan pribadi. Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas . memaknai proses pembelajaran secara mandiri 5. Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri 4. kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. dan (6) kebebasan. Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para siswa sedangkan guru memberikan motivasi. melakukkan apa yang diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang ditunjukkan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 13 . Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Merumuskan tujuan belajar yang jelas 2. Adapun proses yang umumnya dilalui adalah : 1. Diharapkan siswa memahami potensi diri . 3. memilih pilihannya sendiri. (4) belajar secara partisipasif jauh lebih efektif dari pada belajar secara pasif dan orang belajar lebih banyak bila belajar atas pengarahan diri sendiri. Aplikasi Teori Belajar Humanistik Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. dan kepercayaan diri dalam belajar dapat ditingkatkan dengan evaluasi diri orang lain tidak begitu penting. jujur dan positif. pikiran maupun perasaan akan lebih baik dan tahan lama. Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya daripada hasil belajar. Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis.(3) belajar dapat di tingkatkan dengan mengurangi ancaman dari luar. kreatifitas. mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif. 2.

6. Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk

bertanggungjawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya. 7. Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya 8. Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa Pembelajaran berdasarkan teori humanistik ini cocok untuk diterapkan. Keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjaadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau etika yang berlaku. 3. Implikasi Teori Belajar Humanistik Psikologi humanistik memberi perhatian atas guru sebagai fasilitator. Berikut ini adalah berbagai cara untuk memberi kemudahan belajar dan berbagai kualitas fasilitator. Ini merupakan ikhtisar yang sangat singkat dari beberapa (petunjuk): 1) Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas 2) Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum. 3) Dia mempercayai adanya keinginan dari masing-masing siswa untuk

melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi. 4) Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka. 5) Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

14

6) Di dalam menanggapi ungkapan-ungkapan di dalam kelompok kelas, dan menerima baik isi yang bersifat intelektual dan sikap-sikap perasaan dan mencoba untuk menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual ataupun bagi kelompok 7) Bilamana cuaca penerima kelas telah mantap, fasilitator berangsur-sngsur dapat berperanan sebagai seorang siswa yang turut berpartisipasi, seorang anggota kelompok, dan turut menyatakan pendangannya sebagai seorang individu, seperti siswa yang lain. 8) Dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya dan juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh siswa 9) Dia harus tetap waspada terhadap ungkapan-ungkapan yang menandakan adanya perasaan yang dalam dan kuat selama belajar 10) Di dalam berperan sebagai seorang fasilitator, pimpinan harus mencoba untuk menganali dan menerima keterbatasan-keterbatasannya sendiri. Ciri-ciri guru yang fasilitatif adalah : a) Merespon perasaan siswa b) Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang c) Berdialog dan berdiskusi dengan siswa d) Menghargai siswa e) Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan f) Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa (penjelasan untuk mementapkan kebutuhan segera dari siswa) g) Tersenyum pada siswa

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

15

Bab II TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

16

Pandangan terhadap belajar yang disebutnya sebagai konseptualisme instrumental itu. transformasi pengetahuan. dan memainkan peranan penting dalam struktur Projek Madison di Amerika Syarikat. Beliau bertugas sebagai profesor psikologi di Universiti Harvard di Amerika Syarikat dan dilantik sebagi pengarah di Pusat Pengajaran Kognitif dari tahun 1961 sehingga 1972. Penelitiannya yang demikian banyak itu meliputi persepsi manusia. yaitu memperoleh informasi baru. Jerome S. didasarkan pada dua prinsip. proses pengajaran dan falsafah pendidikan. Bruner menganggap. Bruner lebih menegaskan pembelajaran secara penemuan iaitu mengolah apa yang diketahui pelajar itu kepada satu corak dalam keadaan baru (lebih kepada prinsip konstruktivisme). beliau menjadi seorang profesor Psikologi di Universiti Oxford di England. Jerome Bruner. pemikir dan pencipta informasi. yaitu pengetahuan orang tentang alam didasarkan pada model-model Belajar dan Model-Model Pembelajaran 17 . seorang ahli psikologi yang terkenal telah banyak menyumbang dalam penulisan teori pembelajaran. Bruner adalah seorang ahli psikologi perkembangan dan ahli psikologi belajar kognitif. Walau bagaimanapun. Dalam mempelajarai manusia. Setelah itu. motivasi. Pendekatannya tentang psikologi adalah eklektik. Teori Belajar Menurut J.B Bruner Jerome Bruner dilahirkan dalam tahun 1915. Bruner bersetuju dengan Piaget bahawa perkembangan kognitif kanak-kanak adalah melalui peringkatperingkat tertentu. dan menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan. ia menganggap manusia sebagai pemroses. belajar dan berfikir.II TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI A. bahwa belajar itu meliputi tiga proses kognitif.

Perincian urutan-urutan penyajian materi pelajran secara optimal. Teori instruksi menurut Bruner hendaknya mencakup: 1. Pertumbuhan itu menyangkut peningkatan kemampuan seseorang untuk mengemukakan pada dirinya sendiri atau pada orang lain tentang apa yang telah atau akan dilakukannya. Kanak-kanak membentuk konsep dengan mengasingkan benda-benda mengikut ciri-ciri persamaan dan perbezaan. tingkat perkembangan anak. Pengetahuan yang diperoleh melalui belajar penemuan bertahan lama. 3. Belajar penemuan meningkatkan penalaran dan kemampuan berfikir secara bebas dan melatih keterampilan-keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah. pemeliharaan dan pengarahan. Beliau berpendapat bahawa seseorang murid belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari. Pengalaman-pengalaman optimal bagi siswa untuk mau dan dapat belajar. 4. pengajaran didasarkan kepada perangsang murid terhadap konsep itu dengan pengetahuan sedia ada. Pematangan intelektual atau pertumbuhan kognitif seseorang ditunjukkan oleh bertambahnya ketidaktergantungan respons dari sifat stimulus. Selain itu. Misalnya. Menurut Bruner belajar bermakna hanya dapat terjadi melalui belajar penemuan. dan mempunyai efek transfer yang lebih baik. ditinjau dari segi cara penyajian.kanak-kanak membentuk konsep segiempat dengan mengenal segiempat mempunyai 4 sisi dan memasukkan semua bentuk bersisi empat Belajar dan Model-Model Pembelajaran 18 . ditinjau dari segi aktivasi. ekonomi dan kuasa. Pertumbuhan itu tergantung pada bagaimana seseorang menginternalisasi peristiwa-peristiwa menjadi suatu ”sistem simpanan” yang sesuai dengan lingkungan.mengenai kenyataan yang dibangunnya. 2. Penstrukturan pengetahuan untuk pemahaman optimal. sifat materi pelajaran dan perbedaan individu. Bentuk dan pemberian reinforsemen. dengan memperhatikan faktor-faktor belajar sebelumnya. dan model-model itu diadaptasikan pada kegunaan bagi orang itu.

b) Model dan Kategori Pendekatan Bruner terhadap belajar didasarkan pada dua asumsi. Dengan intuisi.dan memasukkan bentuk-bentuk bersisi tiga kedalam kategori segitiga. dan (3) evaluasi. Asumsi pertama adalah bahwa perolehan pengetahuan merupakan suatu proses interaktif.kedalam kategori segiempat. dapat dihubungkan satu dengan yang lain. yaitu untuk mengetahui apakah hasil tranformasi pada tahap kedua tadi benar atau tidak. Menurut Bruner kesiapan terdiri atas penguasaan ketrampilan-ketrampilan yang lebih sederhana yang dapat mengizinkan seseorang untuk mencapai kerampilan-ketrampilan yang lebih tinggi. (2) tahap transformasi. Dalam hal ini Bruner membedakan menjadi tiga tahap. yaitu tahap memahami. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 19 . Tema ketiga adalah menekankan nilai intuisi dalam proses pendidikan. mencerna dan menganalisis pengetahuan baru serta ditransformasikan dalam bentuk baru yang mungkin bermanfaat untuk hal-hal yang lain. teknik-teknik intelektual untuk sampai pada formulasi-formulasi tentatif tanpa melalui langkah-langkah analitis untuk mengetahui apakah formulasiformulasi itu merupaka kesimpulan yang sahih atau tidak. Ciri khas Teori Pembelajaran Menurut Bruner a) Empat Tema tentang Pendidikan Tema pertama mengemukakan pentingnya arti struktur pengetahuan. bagaimana fakta-fakta yang kelihatannya tidak ada hubungan. yaitu tahap awal untuk memperoleh pengetahuan atau pengalaman baru. Tema keempat adalah tentang motivasi atau keingianan untuk belajar dan cara-cara yang tersedia pada para guru untuk merangsang motivasi itu. Ketiga tahap itu adalah: (1) tahap informasi. Dalam teori belajarnya Jerome Bruner berpendapat bahwa kegiatan belajar akan berjalan baik dan kreatif jika siswa dapat menemukan sendiri suatu aturan atau kesimpulan tertentu. 1. Hal ini perlu karena dengan struktur pengetahuan kita menolong siswa untuk untuk melihat. Tema kedua adalah tentang kesiapan untuk belajar.

Dengan cara ini seseorang mengetahui suatu aspek dari kenyataan tanpa menggunakan pikiran atau kata-kata. Dalam transformasi pengetahuan seseorang mempelakukan pengetahuan agar cocok dengan tugas baru. transformasi menyangkut cara kita memperlakukan pengetahuan. Setiap model seseorang khas bagi dirinya. Cara penyajian enaktif ialah melalui tindakan. Dengan menghadapi berbagai aspek dari lingkungan kita. cara ikonik dan cara simbolik. Jadi. Ketiga proses itu adalah (1) memperoleh informasi baru. suatu model alam (model of the world). Model Bruner ini mendekati sekali struktur kognitif Aussebel.Berlawanan dengan penganut teori perilakau Bruner yakin bahwa orang yang belajar berinteraksi dengan lingkungannya secara aktif. (2) transformasi informasi dan (3) menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan (Bruner. Ketiga cara itu ialah: cara enaktif. Informasi baru dapat merupaka penghalusan dari informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang atau informasi itu dapat dersifat sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang. 1973). jadi bersifat manipulatif. Hampir semua orang dewasa melalui penggunaan tig sistem keterampilan untuk menyatakan kemampuanny secara sempurna. perubahan tidak hanya terjadi di lingkungan tetapi juga dalam diri orang itu sendiri. Asumsi kedua adalah bahwa orang mengkontruksi pengetahuannya dengan menghubungkan informasi yang masuk dengan informasi yang disimpan yang diperoleh sebelumnya. apakah dengan cara ekstrapolasi atau dengan mengubah bentuk lain. c) Belajar sebagai Proses Kognitif Bruner mengemukakan bahwa belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan. Ketiga sistem keterampilan itu adalah yang disebut tiga cara penyajian (modes of presentation) oleh Bruner (1966). kita akan membentuk suatu struktur atau model yang mengizinkan kita untuk mengelompokkan hal-hal tertentu atau membangun suatu hubungan antara hal-hal yang diketahui. Jadi cara ini terdiri atas penyajian kejadian- Belajar dan Model-Model Pembelajaran 20 .

dimana materi yang sebelumnya sudah diberikan suatu saat muncul kembali secara terintegrasi di dalam suatu materi baru yang lebih Belajar dan Model-Model Pembelajaran 21 . d) Ciri khas Teori Bruner dan perbedaannya dengan teori yang lain Teori Bruner mempunyai ciri khas daripada teori belajar yang lain yaitu tentang ”discovery” yaitu belajar dengan menemukan konsep sendiri. Anak kecil hanya dapat bertindak berdasarkan ”prinsip-prinsip” timbangan dan menunjukkan hal itu dengan menaiki papan jungkat-jungkit. Anak yang lebih tua dapat menyajikan timbangan pada dirinya sendiri dengan suatu model atau gambaran. memberikan struktur hirarkis pada konsep-konsep dan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan alternatif dalam suatu cara kombinatorial. maka desain yang berulang-ulang itu disebut ”kurikulum spiral kurikulum”. tetapi tidak mendefinisikan sepenuhnya konsep itu. karena teori Bruner ini banyak menuntut pengulangan-penulangan. Ia tahu bahwa untuk dapat lebih jauh kebawah ia harus duduk lebih menjauhi pusat. tentang pelajaran penggunaan timbangan. Penyajian simbolik dibuktikan oleh kemampuan seseorang lebih memperhatikan proposisi atau pernyataan daripada objek-objek. Disamping itu. Pengetahuan disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep. Misalnya sebuah segitiga menyatakan konsep kesegitigaan. kurikulum spiral menuntut guru untuk memberi materi pelajaran setahap demi setahap dari yang sederhana ke yang kompleks.kejadian yang lampau melalui respon-respon motorik. Penyajian simbolik menggunakan kata-kata atau bahasa. Akhirnya suatu timbangan dapat dijelaskan dengan menggunakan bahasa tanpa pertolongan gambar atau dapat juga dijelaskan secara matematik dengan menggunakan Hukum Newton tentang momen. Secara sin gkat. Sebagai contoh dari ketiga cara penyajian ini. ”Bayangan” timbangan itu dapat diperinci seperti yang terdapat dalam buku pelajaran. Cara penyajian ikonik didasarkan atas pikiran internal. Misalnya seseorang anak yang enaktif mengetahui bagaimana mengendarai sepeda.

b. 2. Model kognitif ini memiliki Belajar dan Model-Model Pembelajaran 22 . b. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan menunjukkan beberapa kebaikan. d.kompleks. Model kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. c. Secara menyeluruh belajar penemuan meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berfikir secara bebas. pembelajaran didasarkan kepada merangsang siswa menemukan konsep yang baru dengan menghubungkan kepada konsep yang lama melalui pembelajaran penemuan. Selain itu. Anak-anak membentuk konsep dengan melihat benda-benda berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan. Demikian seterusnya sehingga siswa telah mempelajari suatu ilmu pengetahuan secara utuh. Asumsi umum tentang teori belajar kognitif: a. Diantaranya adalah: a. Bruner menganggap bahwa belajar peneuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling baik. Bahwa pembelajaran baru berasal dari proses pembelajaran sebelumnya. Pengetahuan itu bertahan lama atau lama dapat diingat. c. Proses kegiatan belajar mengajar menitikberatkan pada hubungan dan strategi. Hasil belajar penemuan mempunyai efek transfer yang lebih baik. Belajar melibatkan adanya proses informasi (active learning). Bruner menyarankan agar siswa hendaknya belajar melalui berpartisipasi aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip agar mereka dianjurkan untuk memperoleh pengalaman dan melakukan eksperimen-eksperimen yang mengizinkan mereka untuk menemukan konsep dan prinsip itu sendiri. Pemaknaan berdasarkan hubungan. Belajar Penemuan Salah satu model kognitif yang sangat berpengaruh adalah model dari Jerome Bruner (1966) yang dikenal dengan nama belajar penemuan (discovery learning). Bruner berpendapat bahwa seseorang murid belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari.

Dengan lain perkataan perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan jalan mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya. Semakin dewasa sistem simbol ini samakin dominan. Bruner mengembangkan teorinya tentang perkembangan intelektual. dimana belajar terjadi melalui penggunaan model dan gambar c. yaitu: a. Symbolic yang mendeskripsikan kapasitas dalam berfikir abstrak. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses. Iconic. Dari ketiga peneliti ini. maka untuk mengajar sesuatu tidak usah ditunggu sampai anak mancapai tahap perkembangan tertentu. dimana seorang peserta didik belajar tentang dunia melalui tindakannya pada objek. menyimpan. Menurut Ausubel. dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Bruner bekerja pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan. siswa mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika dan komunikasi dilkukan dengan pertolongan sistem simbol. b. konsep tersebut dimaksudkan untuk penyiapan struktur kognitif peserta didik untuk pengalaman belajar. Sejalan dengan pernyataan di atas. Penerapan teori Bruner yang terkenal dalam dunia pendidikan adalah kurikulum spiral dimana materi pelajaran yang sama dapat diberikan mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan tinggi disesuaikan dengan tingkap perkembangan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 23 . masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Enactive. siswa melakukan aktifitas-aktifitasnya dalam usahanya memahami lingkungan. Peneliti yang mengembangkan kognitif ini adalah Ausubel. Yang penting bahan pelajaran harus ditata dengan baik maka dapat diberikan padanya. Bruner. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar. dan Gagne.perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir.

Menentukan instruksional tujuan-tujuan menuntut peserta didik belajar secara deduktif 2. Mengukur kesiapan peserta didik Belajar dan Model-Model Pembelajaran 24 . arti dan hubungan melalui proses intuitif kemudian dapat dihasilkan suatu kesimpulan (discovery learning). Mengevaluasi proses dan hasil belajar Bermakna Ausubel Dalam aplikasinya 1. Menentukan topik-topik yang akan dipeserta didiki 4. Teori ini ada kaitan dengan ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. yang tugas.. Tabel 2. Mencari ilustrasi contoh-contoh. dsbnya. Memilih materi pelajaran 3. Mengatur topik peserta didik dari konsep yang paling kongkrit ke yang abstrak. dari yang sederhana ke kompleks 6. Cara belajar yang terbaik menurut Bruner ini adalah dengan memahami konsep. dan gagne). untuk belajar ini Teori mengarahkan didik secara learning. dapat tujuan-tujuan membebaskan peserta didik sendiri. ternyata teori kognitif melibatkan hal-hal mental atau pemikiran seseorang individu. untuk peserta belajar discovery digunakan peserta didik untuk bahan belajar 5. Berdasarkan pendapat ketiga ahli di atas (Burner. Sesuatu pengetahuan yang diperolehi melalui pengalaman atau pendidikan formal akan disimpan dan disusun melalui proses pengumpulan pengetahuan supaya dapat digunakan kemudian.kognitif mereka. Ausubel. Menentukan instruksional 2. Penerapan Model Kognitif dalam pembelajaran: Belajar Kognitif Bruner Karakteristik Teori Model ini sangat Penerapan Dalam pembelajaran 1.

Menyajikan suatu pandangan secara menyelurh tentang apa yang harus dikuasai pesertadidik 6. Mengajar memahami peserta didik untuk dan konsep-konsep prinsip-prinsip yang sudah ditentukan dengan memberi fokus pada hubungan yang terjalin antara konsep yang ada 8.(dari khusus) umum dan ke lebih aspek (minat. Mengevaluasi proses dan hasil belajar Belajar dan Model-Model Pembelajaran 25 . pertanyaan dll. 5. melalui tes struktur awal. Membuat dan menggunakan “advanced organizer” paling tidak dengan cara membuat rangkuman terhadap materi yang baru disajikan. kemampuan. Mengidentifikasikan prinsip-prinsip yang harus dikuasai peserta didik dari materi tsb. 3. Memilih materi pelajaran dan kognitif mengaturnya dalam bentuk penyajian konsep-konsep kunci 4. dilengkapi dengan uraian singkat yang menunjukkan relevansi yang sudah (keterkaiatan) materi diberikan dengan yang akan diberikan 7. kognitif)baik mementingkan struktur peserta didik interviw.

Adanya pandangan-pandangan Thorndike yang memberi sumbangan yang cukup besar di dunia pendidikan tersebut maka ia dinobatkan sebagai salah satu tokoh pelopor dalam psikologi pendidikan. Teori Thorndike dikenal dengan teori Stimulus-Respons. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Menurutnya. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 26 .B. dasar belajar adalah asosiasi antara stimulus (S) de¬ngan respons(R). Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha –usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu. Ateacher’s Word Book (1921). Lulus S1 dari Universitas Wesleyen tahun 1895. S2 dari Harvard tahun 1896 dan meraih gelar doktor di Columbia tahun 1898. Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. Teori Koneksionisme Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Berhaviorisme. Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle box) diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Animal Intelligence (1911). Thorndike (1874-1949). sedangkan respons akanmendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Stimulus akan memberi kesan ke-pada pancaindra. Mental and social Measurements (1904). Asosiasi seperti itu disebut Connection. Thorndike berprofesi sebagai seorang pendidik dan psikolog yang berkebangsaan Amerika. Bukubuku yang ditulisnya antara lain Educational Psychology (1903).Your City (1939). dan Human Nature and The Social Order (1940).Prinsip itulah yang kemudian disebut sebagai teori Connectionism.

Padaawalnya. sedangkan respons lainnyadilupakan. Hukum-Hukum Belajar Dari percobaan yang Thorndike lakukan seperti yang telah dipaparkan pasa subbab sebelumnya. yaitu semakin siap suatu organism memperoleh suatu perubahan tingkah laku. yaitu menyentuh tali akan dibuat pembiasaan. demikian selanjutnya. kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil. seperti meloncat yangtidak menentu. yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah. Setiap response menimbulkan stimulus yang baru. Di luar kandang diletakkan makanan untuk merangsang kucing agar bergerak ke-luar. reaksi kucing menunjukkan sikap yang tidak terarah. selanjutnya stimulus baru ini akan menimbulkan response lagi.Pendidikan yang dilakukan Thorndike adalah menghadapkan subjek pada situasi yangmengandung problem. kucing dapat memilih atau menyeleksiantara respons yang berguna dan yang tidak. Respons yang berhasil untuk membuka pintu. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”. Eksperimen itu menunjukkan adanya hubungan kuat antara stimulus danrespons. ia menemukan hukum-hukum belajar sebagai berikut : a) Hukum Kesiapan (law of readiness). sehingga dapat digambarkan sebagai berikut: S R S1 R1 dst 1. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 27 . maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat. Pintu tersebut akan terbuka jika tali tersentuh/tertarik. Model eksperimen yang ditempuhnya sangat sederhana. dengan model pintu yangdihubungkan dengan tali. Kucing dalam keadaan lapar dimasukkan ke dalam kandang yang dibuat sedemikian rupa. Itu berarti. yaitudengan menggunakan kucing sebagai objek penelitiannya. hingga akhirnya suatu saat gerakan kucing menyentuh tali yangmenyebabkan pintu terbuka. ternyata tingkah laku kucing untuk keluar darikandang menjadi semakin efisien. Dalam melaksanakan coba-coba ini.Setelah percobaan itu diulang-ulang.

peserta didik tiba-tiba diberi tes tanpa diberi tahu lebih dahulu. Masalah kedua. orang tersebut akanmelakukan tingkah laku lain untuk menghalangi terlaksananya tingkah laku tersebut.Contoh. bila seseorang belum siap melakukan suatu tingkah laku dan tetap tidak melakukannya. maka ia akan merasa tidak puas. Contoh. peserta didik akan merasa lega bila ulanganditunda. mereka pun akan bertingkah untuk menggagalkan tes. bila seseorang belum siap melakukan suatu perbuatan tetapi dia harusmelakukannya. Masalah ketiga. Apabila hal ini dilaksanakan. pelaksanaannya akan memberi kepuasan baginya sehingga tidak akanmelakukan tingkah laku lain. maka ia akan puas. ia akan melakukan ting¬kah laku lain untuk mengurangi kekecewaan. bila seseorang siap melakukan suatu tingkah laku tetapi tidak dilaksanakan. maka ia akan cenderung mengerjakannya. Misalnya.tetapi ujian dibatalkan. yaitu semakin sering tingkah laku diulang/ dilatih (digunakan) . Contoh peserta didik yang sudah belajar tekun untuk ujian. bila sese¬orang sudah siap melakukansuatu tingkah laku. maka ia akan cenderung mengerjakannya. dia akan puas bila ujian itu benar-benar dilaksanakan. jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit. karena dia belum belajarHukum Latihan (law of exercise).Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi(connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. ia cenderung melakukan hal lain (misalnya: berbuat gaduh. Contoh. Misalnya. Apabila hal ini dilaksanakan. jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 28 . makaakan timbul kekecewaan. Akibatnya. Akibatnya. Masalah keempat. ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskan. Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi(connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. protes) untuk melampiaskan kekecewaannya. peserta didik yang sudah benar-benar siapmenempuh ujian. maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskan. Masalah pertama.

bila anak mengerjakan PR. Suatu perbuatan yang disertai akibat menyenangkan cenderung dipertahankan dan lain kali akan diulangi. jika sebaliknya. yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. Misalnya. Binatang melakukan responsrespons langsung dari apa yang diamati dan terjadi secara mekanis(Suryobroto.Prinsip law of exercise adalah koneksi antara kondisi (yang merupakan perangsang) dengan tindakan akan menjadi lebih kuat karena latihan-latihan. b) Hukum akibat(law of effect). Belajar dan Model-Model Pembelajaran 29 . Prinsip menunjukkan bahwa prinsip utama dalam belajar adalah ulangan. Koneksi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak dapat menguat atau melemah. tetapi akan melemah bila koneksi antara keduanya tidak dilanjutkan atau dihentikan. 2. Namun. suatu perbuatan yang diikuti akibat tidak menyenangkan cenderung dihentikan dan tidak akan diulangi. ia mendapatkan muka manis gurunya. walaupun hubungan antara situasi dan perbuatan pada binatang tanpa dipeantarai pengartian. Kecenderungan mengerjakan PR akan membentuk sikapnya. Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh prooses trial dan error yang menunjukkan adanya bermacam-macam respon sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Sebaliknya. Hukum ini menunjuk pada makin kuat atau makin lemahnya koneksi sebagai hasil perbuatan. Makin sering diulangi. materi pelajaran akan semakin dikuasai. Hukum Reaksi Bervariasi (multiple response). Hukum Tambahan Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan sebagai berikut: a. 1984). Thorndike berkeyakinan bahwa prinsip proses belajar binatang pada dasarnya sama dengan yang berlaku pada manusia. tergantung pada “buah” hasil perbuatan yang pernah dilakukan. ia akan dihukum.

Hukum perpindahan Asosiasi ( Associative Shifting) Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal dilakukan secara bertahap dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama. c. b. Hukum Respon by Analogy. Revisi Hukum Belajar Selain menambahkan hukum-hukum baru. sebaliknya tanpa pengulanganpun hubungan stimulus respon belum tentu diperlemah.b. Hukum akibat direvisi. Hukum Aktifitas Berat Sebelah ( Prepotency of Element). d. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 30 . tetapi juga ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif. Hukum latihan ditinggalkan karena ditemukan pengulangan saja tidak cukup untuk memperkuat hubungan stimulus respon. Dikatakan oleh Thorndike bahwa yang berakibat positif untuk perubahan tingkah laku adalah hadiah. Hukum Sikap ( Set/ Attitude). Hukum ini menjelaskan bahwa perilakku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja. emosi . 3. maupun psikomotornya. Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan respon pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi ( respon selektif). Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah. Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. sosial . dalam perjalanan penyamapaian teorinya thorndike mengemukakan revisi Hukum Belajar antara lain : a. sedangkan hukuman tidak berakibat apa-apa. e.

Syarat utama terjadinya hubungan stimulus respon bukan kedekatan. sehingga mengharuskan siswa bersikap aktif. d. Karena teori pembelajaran ini dianggap masih kurang. Perkembangan teorinya berdasarkan pada percobaan terhadap kucing dengan problem box-nya. Teori koneksionisme menyebutkan pula konsep transfer of training. teori ini mampu membangun ilmu pengetahuan yang telah lalu dengan ilmu pengetahuan yang baru. dimana teori ini merupakan teori pembelajaran yang hanya berfokus pada perilaku yang bisa diamati dan stimuli yang mengontrolnya. maka teori ini bergeser menjadi teori pembelajaran konstruktivisme. perkembangan IPTEK. teori ini kemudian bergeser menjadi teori pembelajaran kognitivisme dimana teori ini menekankan pada proses pendalaman yang berlaku dalam akal pikiran. begitu juga dengan teori-teori pembelajaran. yaiyu kecakapan yang telah diperoleh dalam belajar dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang lain. Begesernya Teori-Teori Belajar (Dari Koneksionisme hingga Humanisme) Tak dapat dipungkiri manusia sebagai makhluk sosial yang dinamis selalu tidak puas dengan apa yang sudah ada akan selalu mencoba dan menciptakan sesuatu yang baru atau lain dari biasanya. Karena teori ini hanya membicarakan input. dan tidak dapat diperhatikan secara langsung dengan tingkah laku. Adanya sikap kritis para ahli. adanya keinginan untuk mengadakan perbaikan hingga Curiosity dari para ahli untuk memecahkan dan menutup kekurangan yang ada pada teori sebelumnya menjadi pemicu untuk melakukan perubahan terhadap teori-teori pembelajaran. Dengan kata lain. Kita tentu telah mengetahui teori pembelajaran koneksionisme. maka bergeser dari teori pembelajaran Belajar dan Model-Model Pembelajaran 31 . Akibat suatu perbuatan dapat menular baik pada bidang lain maupun pada individu lain. dimana Teori pembelajaran ini mempunyai pemahaman tentang belajar yang lebih menekankan proses daripada belajar. karena teori ini hanya berfokus pada perilaku individu. tetapi adanya saling sesuai antara stimulus dan respon. 4.c.

melainkan juga sebuah proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh bagian atau domain yang ada. mendorong guru untuk responsif terhadap perubahan serta mendorong guru untuk mengkondisikan pembelajaran sesuai konteks yang nyata. menemukan konsep dan prinsip. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 32 . sehingga proses pembelajarannya pun ideal. Manusia memiliki kebebasan untuk berfikir alternatif. Dengan alur pergeseran: Koneksionisme Kognitivisme Konstruktivisme Kognitivisme Konstruktivisme Humanisme Dengan adanya pergeseran teori-teori pembelajaran ini diharapkan mampu menawarkan solusi dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan landasan teori yang lebih mutakhir sehingga proses dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Pergeseran Teori Pembelajaran berawal dari teori koneksionisme dan sementara ini berakhir pada teori humanisme. dimana teori pembelajaran ini mampu menciptakan manusia yang ideal. dan psikomotorik. Domain tersebut meliputi domain kognitif. afektif. Dalam teori humanisme memandang bahwa belajar bukan sekedar pengembangan kualitas kognitif saja. Selain itu dengan adanya pergeseran teori-teori pembelajaran ini diharapkan mampu mendorong pemilihan cara-cara yang tepat untuk membelajarkan siswa.konstruktivisme menjadi teori pembelajaran humanisme.

Skiner.F. Bukan begitu.C. pada waktu keluarnya teori S-R. Menurut Skinner penjelasan S-R tentang terjadinya perubahan tingkah laku tidak lengkap untuk menjelaskan bagaimana organisme berinteraksi dengan lingkungannya. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 33 . Artinya. agar psikologi bisa menjadi suatu ilmu. Asas pengkondisian operan B. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya. pada waktu itu model kondisian klasik dari Pavlov telah memberikan pengaruh yang kuat pada pelaksanaan penelitian Skinner tidak sependapat dengan pandangan S-R dan penjelasan reflex bersyarat dimana stimulus terus memiliki sifat-sifat kekuatan yang tidak mengendur. namun lebih komprehensif. Skinner menghindari kontradiksi yang ditampilkan oleh model kondisioning klasik dari Pavlov dan kondisioning instrumental dari Thorndike. Asas-asas kondisioning operan adalah kelanjutan dari tradisi yang didirikan oleh John Watson. 1. Teori Kondisioning Operan Menurut B.F Skinner dimulai awal tahun 1930-an. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana. Tidak seperti halnya teoritikus-teoritikus S-R lainnya. Teori Belajar Menurut Skinner Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Pada waktu keluarnya teori-teori S-R. Ia mengajukan suatu paradigma yang mencakup kedua jenis respon itu dan berlanjut dengan mengupas kondisi-kondisi yang bertanggung jawab atas munculnya respons atau tingkah laku operan. yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku. maka studi tingkah laku harus dijadikan fokus penelitian psikologi. Untuk lebih lengkapnya penulis akan membahas teori kondisioning operan pada bagian berikut ini. tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. banyak tingkah laku menghasilkan perubahan atau konsekuensi pada lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap organisme dan dengan begitu mengubah kemungkinan organisme itu merespon nanti.

hlm 122). penguatan dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. Ada 6 asumsi yang membentuk landasan untuk kondisioning operan (Margaret E. Bentukbentuk penguatan positif adalah berupa hadiah (permen. bertepuk tangan. Penguatan (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. kado. perilaku (senyum. Data dari studi eksperimental tingkah-laku merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat di terima tentang penyebab terjadinya tingkah laku.2. Menurut Skinner (J. Asumsi-asumsi itu adalah sebagai berikut: a. b. 272) unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya penguatan (reinforcement ) dan hukuman (punishment).F.Skiner Kondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensikonsekuensi dari prilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan diulangi. atau penghargaan (nilai A. Inti dari teori behaviorisme Skinner adalah Pengkondisian operan (kondisioning operan). Bell Gredler. Juara 1 dsb). Santrock. Perubahan tingkah-laku (belajar) secara fungsional berkaitan dengan adanya perubahan dalam kejadian-kejadian di lingkungan kondisi-kondisi lingkungan. mengacungkan jempol). Belajar dan Model-Model Pembelajaran 34 . menganggukkan kepala untuk menyetujui. makanan.W. Belajar itu adalah tingkah laku. Penguatan positif adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). b. hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku. Kajian Teori Kondisioning Operan Menurut B. Menurut Skinner penguatan berarti memperkuat. Sebaliknya.Penguatan dan Hukuman. Hubungan yang berhukum antara tingkah-laku dan lingkungan hanya dapat di tentukan kalau sifat-sifat tingkah-laku dan kondisi eksperimennya di devinisikan menurut fisiknya dan di observasi di bawah kondisi-kondisi yang di control secara seksama. dll). c.

Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain: menunda/tidak memberi penghargaan. perilakunya berkurang. Adalah mudah mengacaukan penguatan negatif dengan hukuman. ingat bahwa penguatan negatif meningkatkan probabilitas terjadinya suatu prilaku. Penguatan negatif Perilaku Murid Konsekuensi lebih banyak pertanyaan Prilaku kedepan makin sering menyerahkan Guru berhenti menegur Murid murid PR tepat waktu menyerahkan PR tepat waktu C. Dalam kedua bentuk itu. Dalam penguatan negatif. Dalam hukuman. Penguatan negatif. 274). kening berkerut. ada sesuatu yang dikurangi atau di hilangkan. Contoh dari konsep penguatan positif. Satu cara untuk mengingat perbedaan antara penguatan positif dan penguatan negatif adalah dalam penguatan positif ada sesuatu yang ditambahkan atau diperoleh. Agar istilah ini tidak rancu.b.W Santrock. sedangkan hukuman menurunkan probabilitas terjadinya perilaku. dan hukuman (J. memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng. muka kecewa dll). adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan). negatif. Penguatan positif Perilaku Murid Konsekuensi mengajukan Guru menguji murid Prilaku kedepan Murid mengajukan pertanyaan yang bagus B. Hukuman Perilaku Murid menyela guru Konsekuensi Guru mengajar Prilaku kedepan murid Murid berhenti menyela guru langsung Ingat bahwa penguatan bisa berbentuk postif dan negatif. A. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 35 . konsekuensi meningkatkan prilaku.

Skinner menyarankan penerapan cara pemberian penguatan komponen tingkah laku seperti menunjukkan perhatian pada stimulus dan melakukan studi yang cocok terhadap tingkah laku. Belajar. Hukuman harus dihindari karena adanya hasil sampingan yang bersifat emosional dan tidak menjamin timbulnya tingkah laku positif yang diinginkan. dan penguat umum. dalam mencari jalan lepas dari kurungan atau makanan. penguat positif dan negative. b.Skinner menghasilkan suatu sistem ringkas yang dapat diterapkan pada dinamika perubahan tingkah laku baik di laboratorium maupun di dalam kelas. Dengan demikian beberapa prinsip belajar yang dikembangkan oleh Skinner antara lain: a. Maksudnya. b. Dalam proses pembelajaran. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa. tidak digunakan hukuman. diberi hadiah. jika salah dibetulkan. c. Bukannya demikian itu prosedur yang mengena ialah membentuk tingkah-laku binatang itu melalui urutan Sitimulus-responpenguatan yang diatur secara seksama. Hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable rasio reinforce Belajar dan Model-Model Pembelajaran 36 . Materi pelajaran. Analisa yang dilakukan Skinner tersebut diatas meliputi peran penguat berkondisi dan alami. d. dan sebagainya. Namun ini lingkungan perlu diubah. Tingkah laku yang diinginkan pendidik. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. untuk menghindari adanya hukuman. digunakan sistem modul. yang digambarkan oleh makin tingginya angka keseringan respons. jika benar diberi penguat. binatang itu harus berusaha penuh resiko. Skinner menggambarkan praktek “tugas dan ujian” sebagai suatu contoh menempatkan pelajar yang manusia itu dalam kontigensi terminal juga. Dalam proses pembelajaran. Skinner menyebutkan praktek khas menempatkan binatang percobaan dalam “kontigensi terminal”. c. berhasil atau gagal. diberikan sebagai fungsi urutan ketiga unsure (SD)-(R)-(R Reinsf). lebih dipentingkan aktivitas sendiri.

Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah. Beberapa aplikasi teori belajar Skinner dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: a. Tingkah laku yang diinginkan. b. Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa. semakin meningkat mencapai tujuan. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. e. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. h. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 37 . Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman. i. jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat. Dalam pembelajaran. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. dianalisis kecil-kecil. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan. Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan pembentukan (shaping).F.e. Materi pelajaran digunakan sistem modul. diantaranya : a. d. d. Aplikasi Skinner terhadap pembelajaran. c. f. digunakan shaping. 3. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum. Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. b. b. Disamping itu pula dari eksperimen yang dilakukan B. Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic. Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu) g. c.

Jika anak menyelesaikan perilaku sasaran (seperti mengerjakan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 38 . Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda. Menjadikan penguat kontingen dan tepat waktu Agar penguatan dapat efektif. sesegera mungkin setelah murid menjalankan tindakan yang diharapkan.j. Melaksanakan mastery learning yaitu mempelajari bahan secara tuntas menurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda iramanya. Ini akan membantu anak melihat hubungan kontingensi antar-imbalan dan perilaku mereka. Ada tiga penggunaan analisis perilaku yang penting dalam bidang pendidikan yaitu a) Meningkatkan perilaku yang diharapkan Ada lima strategi pengkondisian operan dapat dipakai untuk meningkatkan perilaku anak yang diharapkan yaitu: a. Analisis perilaku terapan menganjurkan agar guru mencari tahu penguat apa yang paling baik untuk anak. yakni mengindividualisasikan penggunaan penguat tertentu. Memilih Penguatan yang efektif Tidak semua penguatan akan sama efeknya bagi anak. b. mainan dan uang. Analisa Perilaku Terapan Dalam Pendidikan Analisis Perilaku terapan adalah penerapan prinsip pengkondisian operan untuk mengubah perilaku manusia. apa yang dilakukan murid tapi tidak mudah diperolehnya. Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine. administrasi kompleks. k. 4. Penguatan alamiah seperti pujian lebih dianjurkan ketimbang penguat imbalan materi. Tugas guru berat. dan persepsi anak terhadap manfaat dan nilai penguatan. seperti permen. Untuk mencari penguatan yang efektif bagi seorang anak. guru harus memberikan hanya setelah murid melakukan perilaku tertentu. Analisis perilaku terapan seringkali menganjurkan agar guru membuat pernyataan “jika…maka”. penguatan akan lebih efektif jika diberikan tepat pada waktunya. disarankan untuk meneliti apa yang memotivasi anak dimasa lalu.

tetap : respons tepat pertama setelah beberapa waktu akan diperkuat. Menggunakan penguatan negatif secara efektif Dalam penguatan negatif. Memilih jadwal penguatan terbaik Menyusun jadwal penguatan menentukan kapan suatu respons akan diperkuat. Menggunakan Perjanjian. e. 5) Jadwal interval . maka anak itu mungkin akan kesulitan membuat hubungan kontingensi. Analisis perilaku terapan menyatakan bahwa perjanjian kelas harus berisi masukan dari guru dan murid. Empat jadwal penguatan utama adalah 1) Jadwal rasio tetap: suatu perilaku diperkuat setelah sejumlah respon. c. c.seorang guru mengatakan”Pepeng. Kontrak kelas mengandung pernyataan “jika… maka” dan di tandatangani oleh guru dan murid. Jika muncul problem dan anak tidak bertindak sesuai harapan. b) Menggunakan dorongan (prompt) dan pembentukkan (shaping). akan tetapi tidak berdasarkan basis yang dapat 3) diperidiksi. 2) Jadwal rasio variabel : suatu perilaku diperkuat setelah terjadi sejumlah respon. Prompt (dorongan) adalah stimulus tambahan atau isyarat tambahan yang diberikan sebelum respons dan meningkatkan kemungkinan respon tersebut akan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 39 . 4) Jadwal interval .sepuluh soal matematika) tapi guru tidak memberikan waktu bermain pada anak. Perjanjian (contracting) adalah menempatkan kontigensi penguatan dalam tulisan. dan kemudian diberi tanggal. guru dapat merujuk anak pada perjanjian yang mereka sepakati. kamu harus menyelesaikan PR mu dulu diluar kelas sebelum kamu boleh masuk kelas ikut pembelajaran” ini berarti seorang guru menggunakan penguatan negatif. frekuensi respons meningkat karena respon tersebut menghilangkan stimulus yang dihindari.variabel : suatu respons diperkuat setelah sejumlah variabel waktu berlalu.

G. hal tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajarmengajar. (ii) keseringan respon sukar diterapkan pada tingkah laku kompleks sebagai ukuran peluang kejadian. Memberikan stimuli yang tidak disukai (hukuman) d) Kelebihan dan kekurangan Menurut B.terjadi. Shapping (pembentukan) adalah mengajari perilaku baru dengan memperkuat perilaku sasaran. Disamping itu pula. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan. Dengan melaksanakan mastery learning. tugas guru akan menjadi semakin berat. atau sok pintar) yang harus dilakukan berdasarkan analisis perilaku terapan adalah a. Kekurangan Beberapa kelemahan dari teori ini berdasarkan analisa teknologi (Margaret E. hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. analisa yang berhasil bergantung pada keterampilan teknologis. b. d. c) Mengurangi perilaku yang tidak diharapkan. Menghentikan penguatan (pelenyapan) c.F. Kelebihan Pada teori ini. Menghilangkan stimuli yang diinginkan. Menggunakan Penguatan Diferensial. pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. 1994) adalah bahwa: (i) teknologi untuk situasi yang kompleks tidak bisa lengkap. b. Ketika guru ingin mengurangi perilaku yang tidak diharapkan (seperti mengejek. Skinner a. tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. B. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 40 . mengganggu diskusi kelas.

karena teori ini berusaha melacak perkembangan kemampuan intelektual. (Dahar . inteligensi adalah ciri bawaan yang dinamis sebab tindakan yang cerdas akan berubah saat organisme itu makin matang secara biologis dan mendapat pengalaman. Struktur atau skemata merupakan organisasi mental tingkat tinggi yang terbentuk pada individu waktu ia berinteraksi dengan lingkungannya. Sedangkan istilah genetik yang dimaksud mengacu pada pertumbuhan developmental bukan warisan biologi. Ada tiga aspek perkembangan intelektual yaitu : struktur. ejekan. Isi merupakan pola perilaku khas anak yang tercermin pada responnya terhadap berbagai masalah atau situasi yang dihadapinya.1988:179). D. Sedangkan fungsi adalah cara yang digunakan organisme untuk membuat kemajuan intelektual. Piaget mengemukakan. Teori Belajar Menurut Piaget Tujuan teori Piaget adalah untuk menjelaskan mekanisme dan proses perkembangan intelektual sejak masa bayi dan kemudian masa kanak-kanak yang berkembang menjadi seorang individu yang dapat bernalar dan berpikir menggunakan hipotesis-hipotesis. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. isi dan fungsi. Namun bagaimana kecerdasan memanifestasikan dirinya pada waktu tertentu akan selalu bervariasi sesuai kondisi yang ada. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar. jeweran justru berakibat buruk pada siswa. Teori Piaget sering disebut sebagai genetic epistemology.Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. Inteligensi adalah bagian integral dari setiap organisme karena setiap organisme yang hidup selalu mencari kondisi yang kondusif untuk keberlangsungan hidup. cubitan. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Fungsi itu terdiri dari organisasi dan adaptasi. Semua organisme lahir dengan kecenderungan untuk beradaptasi atau Belajar dan Model-Model Pembelajaran 41 .

Adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui 2 proses yaitu : assimilasi dan akomodasi. Dalam responnya organisme mengubah kondisi lingkungan. Organisasi (tindakan penataan). Yaitu proses ketika manusia menghubungkan informasi yang diterimanya dengan struktur-struktur pengetahuan yang sudah disimpan atau sudah ada sebelumnya dalam otak. Perkembangan kognitif yang dikembangkan Piaget banyak dipengaruhi oleh pendidikan awal Piaget dalam bidang biologi. Pertama. Perubahan genetik bukan peristiwa yang menuju kelangsungan hidup suatu organisme melainkan adanya adaptasi terhadap lingkungannya dan adanya interaksi antara organisme dan lingkungannya. Pada proses ini berisi dua kegiatan. Melalui proses ini. Dan proses akomodasi seseorang memerlukan modifikasi struktur mental yang ada untuk mengadakan respon terhadap tantangan lingkungan. Dari hasil penelitiannya dalam bidang biologi. mengabungkan atau mengintegrasikan pengetahuan yang diterima oleh manusia atau disebut asimilasi. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 42 . Beradaptasi. yaitu kecenderungan untuk : a. b. membangun struktur biologi tertentu yang ia perlukan untuk tetap bisa mempertahankan hidupnya. Dalam proses asimilasi seseorang menggunakan struktur atau kemampuan yang sudah ada untuk menanggapi masalah yang dihadapinya dalam lingkungan. ia berkeyakinan bahwa suatu organisme hidup dan lahir dengan dua kecenderungan yang fundamental. manusia dapat memahami sebuah informasi baru yang didapatnya dengan menyesuaikan informasi tersebut dengan struktur pengetahuan yang dimilikinya. Piaget menyimpulkan dari penelitiannya bahwa organisme bukanlah agen yang pasif dalam perkembangan genetik. mengubah struktur pengetahuan yang sudah dimiliki dengan struktur pengetahuan baru.menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka. sehingga akan terjadi keseimbangan (equilibrium). sehingga manusia dapat mengasimilasikan atau mengakomodasikan informasi atau pengetahuan tersebut. Kedua. Cara beradaptasi ini berbeda antara organisme yang satu dengan yang lain.

kejadian) dan menata lingkungan ini secara intelektual. skema dianggap sebagai elemen penting dalam struktur kognitif organisme. Manifestasi skema yang tidak jelas dapat disamakan dengan tindak berpikir. atau muncul secara tersamar. Skema akan menentukan bagaimana ia akan merespon lingkungan fisik. Skemata dapat muncul dalam perilaku yang jelas. 2) Asimilasi Asimilasi itu suatu proses kognitif. Agar terjadi interaksi organisme-lingkungan. seperti dalam kasus refleks memegang. yaitu sebagai berikut: 1) Skema. Skema lebih dari sekedar manifestasi refleksi memegang saja. skema memegang adalah kemampuan umum untuk memegang sesuatu. tetapi asimilasi mempengaruhi pertumbuhan skemata. Dengan demikian asimilasi adalah bagian dari proses Belajar dan Model-Model Pembelajaran 43 . skemata yang tersedia untuk anak harus berubah. Jelas. Skema adalah struktur kognitif atau serangkaian perilaku terbuka secara sistematis yang digunakan oleh manusia untuk mengadaptasi diri terhadap lingkungan (barang. Secara teoritis. keadaan. Adaptasi terdiri atas proses yang saling mengisi antara asimilasi dan akomodasi. cara anak menghadapi lingkungan akan berubah seiring dengan pertumbuhan anak. Seseorang tidak hanya memproses satu stimulus saja. Asimilasi berlangsung setiap saat. Skema memegang dapat dianggap sebagai struktur kognitif yang membuat semua tindakan memegang bisa dimungkinkan. Dalam teori Piaget.Untuk memahami proses-proses penataan dan adaptasi terdapat empat konsep dasar. melainkan memproses banyak stimulus. orang. Misalnya. Dengan asimilasi seseorang mengintegrasikan bahan-bahan persepsi atau stimulus ke dalam skema yang ada atau tingkah laku yang ada. yang aktif dalam menggunakan skema untuk merespon lingkungan. asimilasi tidak menghasilkan perubahan skemata. Istilah skema atau skemata yang diberikan oleh Piaget untuk dapat menjelaskan mengapa seseorang memberikan respon terhadap suatu stimulus dan untuk menjelaskan banyak hal yang berhubungan dengan ingatan.

Asimilasi dan akomodasi terjadi sama-sama saling mengisi pada setiap individu yang menyesuaikan diri dengan lingkungannya. dengan proses itu individu secara kognitif mengadaptasi diri terhadap lingkungan dan menata lingkungan itu. Dan tidak akan mampu melihat persamaan antara berbagai hal. Dengan kata lain terjadi keseimbangan antara faktor-faktor internal dan faktor eksternal. Proses asimilasi dan akomodasi akan menimbulkan ketidakseimbangan antara yang telah diketahui dengan apa yang dilihat atau dialaminya sekarang. Yaitu keseimbangan antara skema yang digunakan dengan lingkungan yang direspons sebagai hasil ketepatan akomodasi . Proses ketidakseimbangan ini harus disesuaikan melalui proses ekuilibrasi. 4) Keseimbangan. Yaitu keseimbangan antara proses asimilasi dan akomodasi. Dalam proses adaptasi dengan lingkungan individu berusaha mencapai struktur mental atau skemata yang stabil. Proses ini perlu untuk pertumbuhan dan perkembangann kognitif.kognitif. maka hanya memiliki skemata kecil-kecil saja dan mereka tidak memiliki skemata yang umum. Antara asimilasi dan akomodasi harus ada keserasian dan oleh Piaget disebut sebagai keseimbangan. Sebaliknya jika hanya akomodasi saja secara kontinu. Proses akomodasi adalah proses memodifikasi struktur kognitif yang sudah dimiliki dengan informasi yang diterima. Proses ekuilibrasi ini merupakan proses yang berkesinambungan antara proses asimilasi dan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 44 . Atau sebagai penciptaan skemata baru atau pengubahan skemata lama. Seandainya hanya asimilasi secara kontinu maka yang bersangkutan hanya akan memiliki beberapa skemata global dan ia tidak mampu melihat perbedaan antara berbagai hal. Dengan keseimbangan ini maka efisiensi interaksi antara anak yang sedang berkembang dengan lingkungannya dapat tercapai dan terjamin. 3) Akomodasi Akomodasi dapat diartikan penyesuaian aplikasi skema yang cocok dengan lingkungan yang direspons .

pemikiran seorang anak berbeda pada setiap tahap. Desmita mengutip dari Mussen (1969) mengatakan bahwa Piaget tidak menegaskan batasan umur dalam masing-masing tahap.0 tahun) Pada periode ini tingksh laku anak bersifat motorik dan anak menggunakan system penginderaan untuk mengenal lingkungannya untu mengenal obyek.0 tahun) d. Untuk keperluan pegkonseptualisasian pertumbuhan kognitif /perkembangan intelektual Piaget membagi perkemabngan ini ke dalam 4 periode yaitu : a. Pada periode ini anak sudah mampu menggunakan operasi. Demikian pula.akomodasi. Seseorang harus melalui urutan tertentu dan tidak dapat belajar sesuatu yang berada di luar tahap kognitifnya. Tahapan ini secara kualitatif berbeda pada setiap individu.0-11. sebab anak mampu memecahkan masalah secara logis. Periode Sensori motor (0-2. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi empat. b. Perubahan struktur kognitif yang dipengaruhi oleh proses adaptasi tersebut melalui tahap-tahap perkembangan tertentu sesuai dengan umurnya dan bersifat hierarki. c.0-7. e. Periode Pra operasional (2.0-dewasa) Belajar dan Model-Model Pembelajaran 45 .0 tahun) Pada periode ini anak bisa melakukan sesuatu sebagai hasil meniru atau mengamati sesuatu model tingkah laku dan mampu melakukan simbolisasi. Proses ini akan menjaga stabilitas mental dalam diri pembelajar dan ia akan dapat terus mengembangkan dan menambah pengetahuannya. Periode konkret (7. Periode operasi formal (11. Batasan umur tersebut diberikan oleh Ginsburg dan Opper. Kemampuan bayi melalui tahapan ini bersumber dari tekanan biologis untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan (melalui asimilasi dan akomodasi) serta adanya pengorganisasian struktur berpikir. Pemikiran anak tidak lagi didominasi oleh persepsi.

Pendewasaaan/kematangan. anak remaja mampu berpikir logis untuk semua jenis masalah hipotesis. merupakan pengembanagn dari susunan syaraf. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 46 . Piaget mengemukakan bahwa ada 4 aspek yang besar yang ada hubungnnya dengan perkembangan kognitif : a.Periode operasi fomal merupakan tingkat puncak perkembangan struktur kognitif. Interaksi social. Pengalaman fisis. dan ia dapat menggunakan penalaran ilmiah dan dapat menerima pandangan orang lain. masalah verbal. b. anak harus mempunyai pengalaman dengan benda-benda dan stimulus-stimulusdalam lingkungan tempat ia beraksi terhadap benda-benda itu. Keseimbangan. adalah suatu system pengaturan sendiri yang bekerja untuk e. menyelesaikan peranan pendewasaan. c. adalah pertukaran ide antara individu dengan individu d. dan interksi social. penglaman fisis.

Bab III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Belajar dan Model-Model Pembelajaran 47 .

” (BEST. cara belajar secara penemuan (discovery).III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN A. analisa. Philip Rekdale (2005) melakukan penelitian menyangkut sejauh mana PAKEM mendukung pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).2001). penelitian. citizens and workers. dan kritis. Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Yang menyangkut dua aspek tentang penelitian pelaksanaan PAKEM dalam mendukung KTSP. individu dan kelas. Yang kedua menyangkut ”cara siswa kita belajar” yaitu “A conception that helps teachers relate subject matter content to real world situations and motivates student to make connections between knowledge and its application to their lives as family members. partisipasi di dalam proyek. Satu konsep yang membantu Belajar dan Model-Model Pembelajaran 48 . dan beberapa macam strategi yang hanya dibatasi dari imaginasi guru. menyenangkan dan efektif. Fokus PAKEM adalah pada kegiatan siswa di dalam bentuk grup. dan Menyenangkan. supaya mereka dapat menjadi pelajar selama hidup (life long learner) yang efektif. Kreatif. penyelidikan. sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik. secara kreatif. yang pertama mereka perlu mulai belajar mengenai cara mereka belajar (learning how to learn). penemuan. PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja.

Maksudnya pembelajaran yang aktif. Kreatif Kreatif merupakan ciri ke-2 dari PAKEM yang artinya pembelajaran yang membangun kreativitas siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan. Efektif Ciri ketiga pembelajaran PAKEM adalah efektif . Guru diharapkan mampu menciptakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Dari kepanjangannya PAKEM mempunyai empat ciri-ciri pembelajaran yaitu Aktif. 2. Menyenangkan berarti tidak membelenggu. Menyenangkan. 1. Aktif Ciri aktif dalam PAKEM berarti dalam pembelajaran memungkinkan siswa berinteraksi secara aktif dengan lingkungan.Gurupun dituntut untuk kreatif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Efektif. masyarakat dan karyawan-karyawan.guru-guru menghubungkan isi mata pelajaran dengan situasi keadaan di dunia (real world) dan memotivasikan siswa untuk lebih paham hubungan antara pengetahuan dan aplikasinya kepada hidup mereka sebagai anggota keluarga. bahan ajar serta sesama siswa lainnya terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas pembelajarannya. kreatif dan menyenangkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Guru terlibat secara aktif dalam merancang. Kreatif . Menyenangkan Menyenangkan merupakan ciri ke empat dari PAKEM dengan maksud pembelajaran dirancang untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. melaksanakan maupun mengevaluasi proses pembelajarannya. 4. memanipulasi objek-objek yang ada di dalamnya serta mengamati pengaruh dari manipulasi yang sudah dilakukan. 3. sehingga siswa memusatkan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 49 . Guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang mendukung (kondusif) sehingga siswa aktif bertanya.

Ciri-Ciri/Karakteristik PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. Sehubungan dengan ciri menyenangkan dalam PAKEM. Menciptakan lingkungan tanpa stress (relaks). 1. Melibatkan secara sadar semua indera dan juga pikiran otak kiri dan otak kanan. b. Menjamin bahwa belajar secara emosional adalah positif. d. lingkungan yang aman untuk melakukan kesalahan. Menantang peserta didik untuk dapat berpikir jauh ke depan dan mengekspresikan apa yang sedang dipelajari dengan sebanyak mungkin kecerdasan yang relevan untuk memahami bahan ajar. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b.waktu rehat dan jeda teratur serta dukungan antusias. Anda ingin belajar ketika Anda melihat manfaat dan pentingnya bahan ajar. namum harapan untuk sukses tetap tinggi. Pembelajarannya efektif d. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. Dengan demikian diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya. yang pada umumnya hal itu terjadi ketika belajar dilakukan bersama orang lain.perhatiannya secara penuh pada pembelajaran. ketika ada humor dan dorongan semangat. Rose and Nocholl (2003) mengatakan bahwa pembelajaran yang menyenangkan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik 2. Prinsip PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 50 . e. c. Demikian Rose dan Nicholl. Menjamin bahwa bahan ajar itu relevan. dengan demikian waktu untuk mencurahkan perhatian (time of task) siswa menjadi tinggi.

b. studi kasus. dan perbuatan. 7) Meningkatkan kualitas pendidikan. cek lis. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 51 . Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah d. 4) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan.a. bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. Sementara itu. membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. dan portofolio. tertulis. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik c. c. Dalam pembelajaran. 6) Akuntabilitas lembaga. 5) Menentukan strategi pembelajaran. 2) Menentukan kebutuhan pembelajaran. kuesioner. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. 3) Membantu dan mendorong siswa. Jenis Penilaian Model PAKEM a. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan 3. mental maupun emosional b. d. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: 1) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu.

Selain itu dokumen itu juga dimaksudkan untuk mendorong para guru untuk: (1) mengkaji lebih jauh tentang pendekatan-pendekatan pembelajaran yang lainnya. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. Menentukan kebutuhan pembelajaran c. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. oleh Gladene Robertson dan Hellmut Lang di maknai selain sebagai Kerangka umum untuk Praktek Profesional guru. seperti hal nya ilmu mengajar yang terus berkembang. Pendekatan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 52 . Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik e. (2) menjadi bahan refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukannya. Menentukan strategi pembelajaran f. juga dimaksudkan sebagai studi komprehensif tentang praktik pembelajaran. Membantu dan mendorong siswa d. maupun petunjuk pelaksanaanya. selama pembelajaran itu berlangsung. guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. dan (4) juga sebagai katalisator untuk mengembangkan profesional guru lebih lanjut. Merancang dan Melaksanakan Penilaian Model PAKEM a. (3) merupakan seni. Akuntabilitas lembaga g. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu b. Artinya. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. Meningkatkan kualitas pendidikan 5. Pendekatan pembelajaran sebagai bahan kajian yang terus berkembang. Tujuan Penilaian Model PAKEM a. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. b.4. Gambaran mengenai pendekatan pembelajaran yang lebih jelas terdapat dalam artikel pendidikan yang diterbitkan oleh Saskatchewan education (1980).

Diagram tersebut juga memperlihatkan dengan lebih jelas tentang hubungan antara model pembelajaran. Strategi-strategi pembelajaran. metode pembelajaran dan keterampilan mengajar. sedangkan siswa lebih banyak sebagai penerima. metode pembelajaran maupun keterampilan mengajar tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan pembelajaran. Sedangkan pendekatan liberal (liberal approaches) Belajar dan Model-Model Pembelajaran 53 . yaitu: Pendekatan konservatif (conservative approaches) dan pendekatan liberal (liberal approach). metode-metode pembelajaran dan juga keterampilan-keterampilan mengajar. Pendekatan konservatif memandang bahwa proses pembelajaran yang dilakukan sebagai mana umumnya guru mengajarkan materi kepada siswanya. strategi pembelajaran. 1988:9) Berdasarkan diagram di atas. Menurut Philip R. pendekatan pembelajaran digambarkan sebagai kerangka umum tentang skenario yang digunakan guru untuk membelajarkan siswa dalam rangka mencapai suatu tujuan pembelajaran. strategi pembelajaran. Guru mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa. Wallace (1992: 13) pendekatan pembelajaran dibedakan menjadi 2. Pendekatan pembelajaran juga merupakan skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan guru dengan menyusun dan memilih model pembelajaran. Pendekatan pembelajaran digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Instructional Frame Work (Sumber: Saskatchewan Education.pembelajaran digambarkan sebagai kerangka besar tentang tugas profesional guru yang di dalamnya meliputi: model-model pembelajaran.

Peranan Guru Dalam Model PAKEM Agar pelaksanaan Pakem berjalan sebagaimana diharapkan.adalah pendekatan pembelajaran yang memberi kesempatan luas kepada siswa untuk mengembangkan strategi dan keterampilan belajarnya sendiri. f. Menghargai potensi siswa yang lemah/lamban dan memperlihatkan entuisme terhadap ide serta gagasan mereka. yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang guru yang baik dalam proses pembelajaran terhadap siswa: a. 1987. menyebutkan paling tidak ada 12 aspek dari sebuah pembelajaran kreatif. i. Mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses dalam bidang yang diminati dan penghargaan atas prestasi mereka. Mendorong dan menghargai keterlibatan individu siswa secara penuh dalam proyek-proyek pembelajaran mandiri. Memuji keindahan perbedaan potensi. b. Biggs and Ross Telfer. karakter. Menggunakan kemampuan fantasi dalam proses pembelajaran untuk membangun hubungan dengan realitas dan kehidupan nyata. 6. g. h. dalam bukunya “The Process of Learning”. Menyatakan kapada para siswa bahwa guru-guru merupakan mitra mereka dan perannya Belajar dan Model-Model Pembelajaran 54 . Memahami potensi siswa yang tersembunyi dan mendorongnya untuk berkembang sesuai dengan kecenderungan bakat dan minat mereka. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar meningkatkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan bantuan jika mereka membutuhkan. c. e. edisi kedua. d. John B. bakat dan minat serta modalitas gaya belajar individu siswa. Mengakui pekerjaan siswa dalam satu bidang untuk memberikan semangat pada pekerjaan lain berikutnya.

inkuiri dan diskaveri agar terbentuk budaya belajar yang bermakna (meaningful learning) pada siswa. l. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 55 . Memberikan tes/ujian yang bisa mendorong terjadinya umpan balik dan semangat/gairah pada siswa untuk ingin mempelajari materi lebih dalam. Mendorong terjadinya proses pembelajaran interaktif. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari tekanan dan intimidasi dalam usaha meyakinkan minat belajar siswa. kolaboratif.sebagai motivator dan fasilitator bagi siswa. k. j.

Pilih contoh yang berbeda satu sama lainnya. Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari examples non examples dari suatu definisi konsep yang ada dan meminta siswa utnuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada. b. Siswa berangkat dari suatu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memperluas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih komplek. c. Menurut Buehl (1996) keuntungan dari metode examples non examples antara lain: a. Siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non examples yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian examples. Bandingkan dan bedakan contoh-contoh dan bukan contoh. Urutkan dari yang gampang sampai yang ke sulit. yaitu: a. sedangkan non examples memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas. b. Tennyson dan Pork (1980) dalam Slavin 1994 menyarankan bahwa jika guru akan menyajikan contoh dari suatu konsep maka ada tiga hal yang seharusnya diperhatikan. Examples memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas. Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan). Model Pembelajaran Examples non Example Menurut Buehl (1996) examples non examples adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep. c.B. yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari examples non examples. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 56 .

Belajar dan Model-Model Pembelajaran 57 . c. Guru menggunakan gambar/tulisan sesuai tengan tujuan pembelajaran. d. d. Menyiapkan examples non examples tambahan. c. Menggeneralisasikan pasangan antara contoh dan non contoh yang menjelaskan beberapa dari sebagian esar kareakter atau atribut dari konsep baru. Setelah itu meminta tiap pasangan untuk menginformasikan di kelas untuk mendiskusikan secara klaikal sehingga tiap siswa dapat memberikan umpan balik. b. Melalui diskusi gambar tersebut dicatat pada kertas. 1. Meminta siswa untuk bekerja berpasangna untuk menggeneralisasikan konsep examples non examples mereka. Selama siswa memikirkan tentang tiap example dan non example tersebut. e. tanyakanlah pada mereka apa yang membuat kedua daftar tersebut berbeda. Guru menempelkan gambar/tulisan dipapan atau ditayangkan . b. Kerangka konsep tersebut antara lain: a. mengenai konsep yang lebih spesifik untuk mendorong siswa mengecek hipotesis yang telah dibuatnya sehingga mampu memahami konsep yang baru. Sebagai bagian penutup. Langkah-langkah Pembelajaran Langkhah-langkah: a. Menyajikannya dalam satu waktu dan meminta siswa untuk memikirkan perbedaan apa yang terdapat pada dua daftar tersebut. yang menggunakan model inkuiri untuk memperkenalkan konsep yang baru dengan metode example non example. Guru memberi petunjuk pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis. adalah meminta siswa untuk mendeskripsikan konsep yang elah diperoleh dengan menggunakan karakter yang telah didapat dari examples non examples. Joyce and Weil (1986) dalam Buehl (1996) telah memberikan kerangka konsep terkait strategi tindakan.Menyiapkan pengalaman dengan contoh dan non contoh akan membantu siswa untuk membangun pemikiran yang kaya dan lebih mendalam dari sebuah konsep penting. Guru memberi kesempatan pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis.

Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. motivasi sangat diperlukan. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktifitas belajar. Motivasi instrinsik. g. Jenis motivasi belajar ada dua yaitu: a. dan rangsang karena adanya tujuan. motivasi adalah perubahan energi dalamdiri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari luar. mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu. yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi. Motivasi Belajar Motivasi berpangkal dari kata motiv yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada didalam diri seseorang untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Guru menjelaskan materi sesuai tujuan yang dicapai. sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiap siagaan).f. Motivasi ekstrinsik. Dalam kegiatan belajar. jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. Dalam kegiatan belajar. Dari pengertian tersebut. ditandai dengan adanaya feeling. b. motivbasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan. ialah : a. Strategi yang digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 58 . Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. Kesimpulan 2. h. Adapun menurut Mc Donald.

Saingan atau kompetisi f. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok. Pujian yang bersifat membangun kepada siswa yang berprestasi. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau mengubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. m. Hadiah d. g. n. k. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar l. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pujian h. 3. Proses penilaian tehadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui kegiatan belajar. Hal ini akan memacu semangat meraka untuk bisa belajar lebih giat lagi. c. i. p. Hukuman j. o. Menggunakan metode yang bervariasi. Membentuk kebiasaan belajar yang baik. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seseorang guru menjelaskan mengenai tujuan instruksional khusus yang akan dicapai kepada siswa makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.b. Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. siswa yang belum berprestai akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Disamping itu. e. Guru berusaha mengadakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. Selanjutnya dari informasi tersebut guru dapat menysun dan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 59 .

b. Kunggulan dan Kekurangan Menggunakan Model Pembelajaran Examples Non Examples Ada beberapa keunggulan dalam menggunakan model examples non examles. Hasil belajar dibagi dalam tiga macam hasil belajar yaitu: a. harus semakin tinggi hasil belajar yang diperoleh siswa. Pengetahuan dan pengertian Sikap dan cita-cita yang masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah. adalah sebagai berikut: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 60 . Proses belajar merupakan penunjang hasil belajar yang dicapai siswa. diantaranya adalah sebagai berikut. Keterampilan dan kebiasaan. Hasil belajar yang diperoleh siswa adalah sebagai akibat dari proses belajar yang dilakukan oleh siswa. 2004: 22) Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar a.membina kegiatan-kegitan siswa lebih lanjut. faktor ini lebih ditekankan pada faktor dari dalam individu yang belajar. (Nana Sudjana. Ada pun kelemahan dalam menggunakan model Examles non examples. 1989: 111) 4. Faktor internal. pencapaian tujuan belajar perlu diciptka adanya sistem lingkkungan belajar yang kondusif. (Nana Sudjana. 1) Siswa lebih berpikir kritis dala mengenalisis gambar yang relevan dengan kompetensi dasar (KD). c. Faktor eksternal. baik untuk keseluruhan kelas maupun individu. 2) Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar yang relevan dengan kompetensi dasar (KD). b. 3) Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya mengenai analisis gambar yang relevan dengan kompetensi dasar (KD).

2) Memakan waktu yang lama. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 61 .1) Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.

Pemahaman konsep akademik yang dimiliki siswa hanyalah merupakan sesuatu yang abstrak. Landasan filosofis CTL adalah konstruktivisme yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekadar menghafal.C. Apapun istilah yang digunakan para ahli tersebut. Pembelajaran secara konvensional yang diterima siswa hanyalah penonjolan tingkat hafalan dari sekian macam topik. dan model pembelajaran kontekstual. pada dasarnya kontekstual berasal dari bahasa Inggris “contextual” yang berarti sesuatu yang berhubungan dengan konteks. pengalaman yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Kenyataan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara materi yang mereka pelajari dengan pemanfaatannya dalam kehidupan nyata. Oleh sebab itu pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang mana guru menggunakan pengalaman siswa yang pernah dilihat atau dilakukan dalam kehidupannya sebagai sumber belajar pendukung. dan memberikan rentang yang luas tentang peluang-peluang belajar bagi mereka yang menggunakan kemampuan-kemampuan akademik mereka untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan nyata yang kompleks. seperti: pendekatan pembelajaran kontekstual. strategi pembelajaran kontekstual. tetapi belum diikuti dengan pengertian dan pemahaman yang mendalam yang bisa diterapkan ketika mereka berhadapan dengan situasi baru dalam kehidupannya. tetapi merekonstruksikan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 62 . Pembelajaran dapat mendorong siswa membuat hubungan antara materi yang dipelajari. Terkait dengan CTL ini. belum menyentuh kebutuhan praktis kehidupan siswa. Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning Salah satu strategi pembelajaran yang dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan dengan produktif dan bermakna bagi siswa adalah strategi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang selanjutnya disebut CTL. Strategi CTL fokus pada siswa sebagai pembelajar yang aktif. para ahli menyebutnya dengan istilah yang berbedabeda.

sawah.atau membangun pengetahuan dan keterampilan baru lewat fakta-fakta atau proposisi yang mereka alami dalam kehidupannya. Hal ini penting diterapkan agar informasi yang diterima tidak hanya disimpan dalam memori jangka pendek. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa pikiran secara alami akan mencari makna dari hubungan individu dengan linkungan sekitarnya. Mengharuskan pendidik (guru) untuk pintar-pintar memilih serta mendesain linkungan belajar yang betul-betul berhubungan dengan kehidupan nyata. budaya. CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat. atau tempat-tempat lainnya. untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna. yang mudah dilupakan. Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah sistem pembelajaran yang cocok dengan kinerja otak. menurut metode pembelajaran kontekstual kegiatan pembelajaran tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas. pembelajaran terjadi hanya ketika siswa (peserta didik) memproses informasi atau pengetahuan baru sedemikian rupa sehingga dapat terserap kedalam benak mereka dan mereka mampu menghubungannya dengan kehidupan nyata yang ada di sekitar mereka. Kehadiran kurikulum berbasis kompetensi juga dilandasi oleh pemikiran bahwa berbagai kompetensi akan terbangun secara mantap dan maksimal apabila pembelajaran dilakukan secara kontekstual. kesehatan. tapi bisa di laboratorium. tempat kerja. Pendekatan ini selaras dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi yang diberlakukan saat ini dan secara operasional tertuang pada KTSP. baik konteks pribadi. serta lainnya. Menurut teori pembelajran kontekstual. tetapi dapat disimpan dalam memori jangka panjang sehingga akan dihayati dan diterapkan dalam tugas pekerjaan. Berdasarkan pemahaman di atas. dengan cara menghubungkan muatan akademis dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik. sehingga siswa memiliki pengetahuan/ Belajar dan Model-Model Pembelajaran 63 . sosial. ekonomi.

d) Project-Based Learning. Sebagai contoh. Dalam lingkungan seperti itu.ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. para siswa dapat menemukan hubungan bermakna antara ide-ide abstrak dengan aplikasi praktis dalam konteks dunia nyata. a) Problem-Based Learning. yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 64 . c) Inquiry-Based Learning. dan mengkulminasikannya dalam produk nyatae. serta menghubungkan. konsep diinternalisasi melalui menemukan. kelas fisika yang mempelajari tentang konduktivitas termal dapat mengukur bagaimana kualitas dan jumlah bahan bangunan mempengaruhi jumlah energi yang dibutuhkan untuk menjaga gedung saat terkena panas atau terkena dingin. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual mempunyai karakteristik sebagai berikut. Pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan. Atau kelas biologi atau kelas kimia bisa belajar konsep dasar ilmu alam dengan mempelajari penyebaran AIDS atau cara-cara petani bercocok tanam dan pengaruhnya terhadap lingkungan. yaitu pendekatan pengajaran yang menperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna melalui pengembangan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. b) Authentic Instruction. memperkuat. 1. pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan memberi ke-sempatan untuk pembelajaran bermakna. pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya (pengetahuan dan keterampilan baru).

pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat kerja. menggunakan berbagai sumber. saling menunjang. siswa aktif. Implementasi Pembelajaran Kontekstual di Kelas Pendekatan CTL memiliki tujuh komponen utama. f) Service Learning. belajar dengan gairah.bekerja sama. yaitu pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam rangka memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. 1) Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. yaitu pendekatan pembelajar-an yang menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru dan berbagai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. menemukan sendiri dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya 2) Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topik 3) Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya 4) Ciptakan masyaraka belajar (belajar dalam kelompok) 5) Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran 6) Lakukan refleksi di akhir pertemuan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 65 . siswa kritis dan guru kreatif. 2. menyenangkan. g) Cooperative Learning. Secara garis besar langkah-langkah penerapatan CTL dalam kelas sebagai berikut.Secara lebih sederhana karakteristik pembelajaran kontekstual dapat dinyatakan menggunakan sepuluh kata kunci yaitu: kerja sama. sharing dengan teman. e) Work-Based Learning. Kelas dikatakan menerapkan CTL jika menerapkan ke tujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya. pembelajaran terintegrasi. dan saling memahami antara satu dengan yang lain secara mendalam.

c) Siswa mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk menemukan dan menerapkan idenya sendiri. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. d) Siswa diberikan kebebasan untuk menerapkan strateginya sendiri dalam belajar. b) Informasi bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata siswa lebih penting daripada informasi verbalistis. melainkan harus dkonstruksi terlebih dahulu dan memberikan makna melalui pengalaman nyata. Bertanya (Questioning) Komponen ini merupakan strategi pembelajaran CTL. Kontruktivisme (Constructivism) Komponen ini merupakan landasan berfikir pendekatan CTL. Pengetahuan bukanlah serangkaian fakta. Karena itu siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. e) Pengetahuan siswa tumbuh dan berkembang melalui pengalaman sendiri. f) Pengalaman siswa akan berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila diuji dengan pengalaman baru. Pembelajaran konstruktivisme menekankan terbangunnya pemahaman sendiri secara aktif. Prinsip konstruktivisme yang harus dimiliki guru adalah sebagai berikut.7) Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara Untuk lebih jelasnya uraian setiap komponen utama CTL dan penerapannya dalam pembelajaran adalah sebagai berikut sebagai berikut: a. a) Proses pembelajaran lebih utama dari pada hasil pembelajaran. dan mengembangkan ideide yang ada pada dirinya. konsep dan kaidah yang siap dipraktekkan. g) Pengalaman siswa bisa dibangun secara asimilasi (pengetahuan baru dibangun dari pengetahuan yang sudah ada) maupun akomodasi (struktur pengetahuan yang sudah ada dimodifikasi untuk menyesuaikan hadirnya pengalaman baru). Bertanya dalam pembelajaran CTL dipandang sebagai upaya guru yang bisa mendorong siswa untuk Belajar dan Model-Model Pembelajaran 66 . kreatif dan produktif berdasarkan pengetahuan terdahulu dan dari pengalaman belajar yang bermakna. b.

mengetahui kadar keingintahuan siswa. kenyataan menunjukkan bahwa pemerolehan pengetahuan seseorang selalu bermula dari bertanya. dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan bermakna untuk menghasilkan temuan yang diperoleh sendiri oleh siswa. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 67 . bertanya kepada siswa bisa mendorong. Prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam pembelajaran berkaitan dengan komponen bertanya sebagai berikut. memfokuskan perhatian siswa sesuai yang dikehendaki guru. Prinsip yang bisa dipegang guru ketika menerapkan komponen inquiry dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. mengetahui hal-hal yang diketahui siswa. Pengetahuan dan keterampilan akan lebih lama diingat apabila siswa menemukan sendiri. membangkitkan respon siswa. Pada sisi lain. e) Dalam pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya berguna untuk: menggali informasi. c. mengecek pemahaman siswa. d) Bagi guru. tetapi hasil menemukan sendiri dari fakta yang dihadapinya. Menemukan (Inquiry) Komponen menemukan merupakan kegiatan inti CTL. membangkitkan lebih banyak pertanyaan bagi diri siswa. a) Penggalian informasi lebih efektif apabila dilakukan melalui bertanya. membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa. b) Konfirmasi terhadap apa yang sudah diketahui siswa lebih efektif melalui tanya jawab. Kegiatan ini diawali dari pengamatan terhadap fenomena. mengarahkan siswa untuk memperoleh informasi. Dengan demikian pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa tidak dari hasil mengingat seperangkat fakta. sekaligus mengetahui perkembangan kemampuan berfikir siswa.mengetahui sesuatu. dan menyegarkan pengetahuan siswa. c) Dalam rangka penambahan atau pemantapan pemahaman lebih efektif dilakukan lewat diskusi baik kelompok maupun kelas.

audiens yang lain). pengalaman. teman sekelas. baik di dalam maupun di luar kelas. a) Pada dasarnya hasil belajar diperoleh dari kerja sama atau sharing dengan pihak lain. guru. bagan. bertanya. gambar. mengamati atau melakukan observasi. d) Masyarakat belajar terjadi apabila masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya sadar bahwa pengetahuan. c) Langkah-langkah kegiatan inquiry: merumuskan masalah. laporan. tabel.a) Informasi yang diperoleh siswa akan lebih mantap apabila diikuti dengan buktibukti atau data yang ditemukan sendiri oleh siswa. Karena itu pembelajaran yang dikemas dalam diskusi kelompok dengan anggota heterogen dan jumlah yang bervariasi sangat mendukung komponen learning community. b) Siklus inquiry adalah observasi. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 68 . dan karya lain. mengajukan dugaan. Hasil belajar bisa diperoleh dengan sharing antar teman. d. b) Sharing terjadi apabila ada pihak yang saling memberi dan saling menerima informasi. antarkelompok. pengumpulan data. Prinsip-prinsip yang bisa diperhatikan guru ketika menerapkan pembelajaran yang berkonsentrasi pada komponen learning community adalah sebagai berikut. dan keterampilan yang dimilikinya bermanfaat bagi yang lain. e) Siswa yang terlibat dalam masyarakat belajar pada dasarnya bisa menjadi sumber belajar. dan antara yang tahu kepada yang tidak tahu. c) Sharing terjadi apabila ada komunikasi dua atau multiarah. dan penyimpulan. Masyarakat belajar (learning community) Komponen ini menyarankan bahwa hasil belajar sebaiknya diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. mengkomunikasikan atau menyajikan hasilnya pada pihak lain (pembaca.

Refleksi (reflection) Komponen yang merupakan bagian terpenting dari pembelajaran dengan pendekatan CTL adalah perenungan kembali atas pengetahuan yang baru dipelajari. contoh hasil karya. menunjukkan hasil karya. atau pengalaman yang terjadi dalam pembelajaran. Dengan memikirkan apa yang baru saja dipelajari. c) Model atau contoh bisa berupa cara mengoperasikan sesuatu. Model yang dimaksud bisa berupa pemberian contoh. bahkan memberikan masukan atau saran jika diperlukan. aktivitas. Prinsip-prinsip komponen modelling yang bisa diperhatikan guru ketika melaksanakan pembelajaran adalah sebagai berikut. a) Pengetahuan dan keterampilan diperoleh dengan mantap apabila ada model atau contoh yang bisa ditiru. Kesadaran semacam ini penting ditanamkan kepada siswa agar ia bersikap terbuka terhadap pengetahuan-pengetahuan baru. siswa akan menyadari bahwa pengetahuan yang baru diperolehnya merupakan pengayaan atau bahkan revisi dari pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Pemodelan (modelling) Komponen pendekatan CTL ini menyarankan bahwa pembelajaran keterampilan dan pengetahuan tertentu diikuti dengan model yang bisa ditiru siswa. b) Model atau contoh bisa diperoleh langsung dari yang berkompeten atau dari ahlinya. misalnya cara mengoperasikan sesuatu. f. Cara pembelajaran semacam ini akan lebih cepat dipahami siswa dari pada hanya bercerita atau memberikan penjelasan kepada siswa tanpa ditunjukkan modelnya atau contohnya. menelaah. Prinsip-prinsip dasar yang perlu diperhatikan guru dalam rangka penerapan komponen refleksi adalah sebagai berikut. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 69 . mempertontonkan suatu penampilan.e. atau model penampilan. dan merespons semua kejadian.

prinsip dasar yang perlu menjadi perhatian guru ketika menerapkan komponen penilaian autentik dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. Gambaran perkembangan pengalaman siswa ini perlu diketahui guru setiap saat agar bisa memastikan benar tidaknya proses belajar siswa. bukan semata-mata pada hasil pembelajaran. c) Perenungan bisa berupa menyampaikan penilaian atas pengetahuan yang baru diterima. d) Penilaian autentik memberikan kesempatan siswa untuk dapat mengembangkan penilaian diri (self assessment) dan penilaian sesama (peer assessment). dan bagaimana perkembangan belajar siswa dalam berbagai konteks belajar. b) Perenungan merupakan respons atas kejadian. aktivitas. b) Penilaian dilakukan secara komprehensif dan seimbang antara penilaian proses dan hasil. menganalisis. Penilaian autentik (authentic assessment) Komponen yang merupakan ciri khusus dari pendekatan kontekstual adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran atau informasi tentang perkembangan pengalaman belajar siswa. bagaimana siswa menghubungkan apa yang mereka ketahui dengan berbagai konteks. g. tetapi untuk mengetahui perkembangan pengalaman belajar siswa. atau unjuk kerja.a) Perenungan atas sesuatu pengetahuan yang baru diperoleh merupakan pengayaan atas pengetahuan sebelumnya. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 70 . diskusi dengan teman sejawat. atau pengetahuan yang baru diperolehnya. dan menafsirkan data yang telah terkumpul ketika atau dalam proses pembelajaran siswa berlangsung. penilaian autentik diarahkan pada proses mengamati. Sehubungan dengan hal tersebut. membuat catatan singkat. a) Penilaian autentik bukan menghakimi siswa. c) Guru menjadi penilai yang konstruktif (constructive evaluators) yang dapat merefleksikan bagaimana siswa belajar. Dengan demikian.

sihingga tidak akan mudah dilupakan. dimana hasilnya nanti dijadikan bahan refeksi terhadap rencana pemebelajaran dan pelaksanaannya. bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional. 4) Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan hidup mereka. Menurut Depdiknas guru harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa. Maksudnya adalah guru lebih berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi.3. 2) Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme. 4. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Di sini guru hanya mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Kelebihan 1) Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. 4) Melaksanakan penilaian terhadap pemahaman siswa. Hal ini sangat penting. 2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. 3) Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa yang selanjutnya memilih dan mengkaiykan dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual. Kegiatan belajar mengajar (KBM) lebih menekankan Student Centered daripada Teacher Centered. akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. Peran Guru dalam Pembelajaran Kontekstual Dalam pembelajaran kontekstual guru dituntut membantu siswa dalam mencapai tujuannya. Kelebihan & Kekurangan Contextual Teaching and Learning a. sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 71 .

Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 72 . Dengan demikian. b.dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Karena dalam metode CTL. 2) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Kelemahan 1) Guru lebih intensif dalam membimbing. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”.

Persiapan Pada tahap ini guru mempersiapkan lembar kerja siswa yang digunakan sebagai bahan permasalahan yang akan didiskusikan dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat meminimalkan kegaduhan dalam kelas pada penggunaan metode tradisional dimana siswa mengacungkan tangan terlebih dahulu baru ditunjuk guru untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan. NHT menekankan kepada siswa agar saling bergantung pada kelompok-kelompok yang telah dibuat secara kooperatif. b. bertujuan agar siswa dapat menerima temantemannya yang mempunyai berbagai latar belakang. bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Langkah-langkah penerapan NHT a. Hasil belajar akademik stuktural. Pengakuan adanya keragaman. Ada tiga tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu : a. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen dengan melibatkan siswa yang terbagi dalam kelompok untuk menguasai materi pada mata pelajaran yang akan dibahas. b. bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Jumlah lembar kerja siswa disesuaikan dengan jumlah kelompok. c. 1.D. Metode Pembelajran Kooperatif Number Head Together (NHT) Tipe pembelajaran kooperatif melalui metode NHT dirancang khusus agar siswa dapat memahami materi pelajaran meski menggunakan metode berkelompok. Pembentukan kelompok Belajar dan Model-Model Pembelajaran 73 . Pengembangan keterampilan social. Tipe NHT menekankan pada pembentukan struktur-struktur khusus untuk menciptakan pola interaksi siswa.

Hal ini untuk memudahkan para siswa di dalam kelompok tersebut mengerjakan lembar kerja yang sudah dipersiapkan oleh guru.Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok. kemudian para siswa dari masing-masing kelompok yang nomornya disebut mengangkat tangan. e. Diskusi masalah Pada langkah ini setiap kelompok mulai membahas materi yang telah diberikan guru. ras. Setelah itu setiap anggota kelompok memiliki pandangan yang sama terhadap masalah yang sudah didiskusikan. 2. Pegangan materi Setiap kelompok wajib memiliki pegangan materi berupa buku paket atau sumber bacaan yang lain. Kelebihan dan Kekurangan NHT Kelebihan atau keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe NHT adalah: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 74 . Kelompok yang dibentuk sebaiknya mewakili prestasi akademik. Kesimpulan Setelah semua siswa menjawab pertanyaan yang diajukan. d. Diusahakan setiap kelompok berjumlah 3-5 anak agar diskusi di dalam kelompok berjalan efisien. guru memberikan nomor kepada masing-masing siswa pada setiap kelompok antara 1-3 atau 1-5. Setelah kelompok terbentuk. Guru memanggil salah satu nomor. guru yang merupakan fasilitator dalam pembelajaran bersama para siswa akan merangkum kesimpulan dari hasil diskusi dan mempresentasikan hasil diskusinya. dan kemampuan belajar. f. Setelah itu guru akan mengajukan pertanyaan kepada para siswa yang nomornya ditunjuk secara bergantian. Dengan pegangan buku paket para siswa di dalam kelompok mulai berdiskusi mengenai permasalahan yang tertuang dalam lembar kerja siswa. c. jenis kelamin. Setiap siswa diharapkan dapat aktif dan memahami alur diskusi masing-masing kelompok. Pemanggilan Nomor Anggota Langkah ini dilakukan ketika diskusi sudah selesai.

Setiap siswa mendapat kesempatan untuk berekspresi dan mengeluarkan pendapatnya c. Kelas menjadi benar-benar hidup dan dinamis b. Pemahaman yang lebih mendalam f. Timbul rasa tanggung jawab Sedangkan kekurangan tipe number head together adalah: a. Waktu untuk mengkoreksi hasil kerja siswa lebih efektif dan efisien e. Adanya alokasi waktu yang panjang b. dipanggil lagi oleh guru atau adanya nomor yang tidak terpanggil Belajar dan Model-Model Pembelajaran 75 . Munculnya jiwa kompetisi yang sehat d. Kemungkinan nomor yang dipanggil.a.

Perencanaan Project Work a. Langkah-langkah pembelajaran project work 1.……………. Inventarisasi Pekerjaan (Job) Pendataan jenis pekerjaan (job) dapat mengacu: kepada jenis pekerjaan yang ada di kurikulum. standar kompetensi dan produk yang dapat dihasilkan.……………………..2 ………………………………….1 ………………………………………….. SK3 ……………. melalui proses produksi/pekerjaan yang sesungguhnya. P. Model pembelajaran project work sering digunakan untuk program pembelajaran produktif. b. Dst ………. Standar Kompetensi Kerja (SKK) yang berlaku.. sehingga cocok digunakan untuk di SMK.……… P.. SK2 …………….……………. Inventarisasi jenis pekerjaan (job). Setiap kompetensi keahlian pada umumnya memiliki lebih dari satu bidang/jenis pekerjaan yang dapat di isi oleh lulusan. SK1 ………………………….3 …………………………………. P. Model Pembelajaran Project Work Project Work adalah model Pembelajaran yang mengarahkan peserta didik pada prosedur kerja yang sistematisdan standar untuk membuat atau menyelesaikan suatu produk (barang atau jasa). 1) Inventarisasi Standar Kompetensi Lulusan Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi standar kompetensi (SK) yang terdapat dalam kurikulum/silabus. dan atau standar pekerjaan lain yang ada di DU/DI/masyarakat.……… Belajar dan Model-Model Pembelajaran 76 .E.

Dst. Daftar Nama Produk Setiap Bidang Pekerjaan No 1 Bidang/Jenis Pekerjaan P1 Nama Produk (barang/jasa) Pr1 Pr2 2 P2 Pr3 Pr3 3 P3 Pr4 Pr5 d. Analisis Standar Kompetensi Terhadap Jenis Produk Standar Kompetensi Produk Kode Standar Kompetensi SK1 Pr1 Pr2 Pr3 Prn SK2 SK3 SK4 SK5 SK6 SK7 SKn Belajar dan Model-Model Pembelajaran 77 . dan produk tersebut. Inventarisasi Produk (Barang/Jasa) Setiap Pekejaan Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengiden-tifikasi produk yang dapat dihasilkan oleh setiap bidang/jenis pekerjaan sehingga peserta didik memilki orientasi produk yang akan dihasilkan pada setiap pembelajaran. bidang pekerjaan. Analisis Standar Kompetensi Terhadap Produk (Barang/Jasa) Hasil inventarisasi standar kompetensi lulusan. selanjutnya dianalisis standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap produk dan bidang pekerjaan dengan menggunakan tabel 2. c. Tabel 2. Tabel 1.

demikian selanjutnya untuk Produk yang lain. maka guru menetapkan alternatif produk yang akan dikembangkan untuk setiap standar kompetensi yang dipelajari. Menentukan standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produk (barang/jasa) dengan memberi tanda cek (√) pada kolom standar kompetensi terkait. SK4 2) Produk (Pr2 ) dapat dikerjakan pada pembelajaran SK1. Hasil analisis Standar Kompetensi terhadap Jenis Produk pada tabel 2 dapat dimaknai sebagai berikut. SK2. 1) Produk (Pr1) dapat dikerjakan pada pembelajaran SK1.Baris pada kolom 1 diisi kode produk (nama barang/jasa). guru diminta untuk menetapkan bukti-bukti belajar (Evidence Of Learning) yang akan digunakan sebagi acuan dalam penilaian hasil belajar peserta didik. SK2. SK3 dan SK 5. Guru menyampaikan: 1) tujuan pembelajaran yang akan dicapai 2) strategi pembelajaran dengan pendekatan project work Belajar dan Model-Model Pembelajaran 78 . a. Penetapan Bukti Belajar/Evidence of Learning Berdasarkan hasil analisis standar kompetensi terhadap produk. Pelaksanaan Model Pembelajaran Pendekatan Project Work Pembelajaran dengan pendekatan Project Work dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut. 2. e. 3) Produk (Pr1) dan (Pr2 ) dapat digunakan sebagai pilihan peserta didik sebagai media pembelajaran SK1 dan SK2 4) Setelah seluruh standar kompetensi teridentifikasi terhadap produk yang ada. Alternatif produk dapat dipilih oleh peserta didik. sedangkan kolom berikutnya diisi dengan kode Standar Kompetensi hasil inventarisasi (Kurikulum/Silabus).

3. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 79 . Peserta didik 1. memilih salah satu judul/nama produk/jasa. 3) Sketsa/Gambar Kerja (Jika Diperlukan) 4) Bahan Produksi 5) Fasilitas/Peralatan Produksi 6) Proses Produksi   Rencana Anggaran Biaya Sasaran Pasar/Konsumen o Jadwal Pelaksanaan 2. 4) ruang lingkup standar kompetensi yang akan dipelajari oleh peserta didik untuk setiap judul/nama produk/jasa 5) menyusun dan menetapkan pedoman penilaian kompetensi sesuai dengan judul project work 6) memfasilitasi bimbingan kepada peserta didik dengan memanfaatkan lembar bimbingan.3) alternatif judul/nama produk/jasa yang dapat dipilih peserta. melaksanakan kegiatan kulminasi (presentasi/ pengujian/penyajian/display). mengorganisasi bukti belajar sebagai portofolio. Kegiatan dilakukan sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam proposal di bawah bimbingan dan pengawasan guru. Kerangka rencana Project Work sebagai berikut. 1) Latar Belakang 2) Keunggulan Dan Fungsi Produk/Jasa. Proses belajar menekankan pada pencapaian standar kompetensi yang dibuktikan dengan bukti belajar (learning evidence) dan diorganisasi dalam bentuk portofolio. b. Dan menyusun rencana Project Work sesuai dengan judul yang dipilih. 4. melakukan proses belajar sesuai dengan proses produksi yang telah direncanakan.

laporan. dan kulminasi (presentasi/ pengujian/penyajian/display). Peserta didik dinyatakan kompeten apabila memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan pada indikator dari setiap kompetensi dasar. kegiatan. sikap. 3. Penetapan pencapaian nilai mengacu pada Pedoman Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar Peserta Didik SMK. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 80 . keterampilan. Penilaian Hasil Belajar Penilaian hasil belajar dengan pendekatan project work pada dasarnya adalah penilaian standar kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. pelaksanaan proses produksi. dan kesesuaian waktu pelaksanaan. Komponen project work yang dinilai terdiri dari penyusunan rencana Project Work. menyusun laporan sesuai dengan pengalaman belajar yang diperoleh.5. kesesuaian produk/jasa.

dan mengelolah informasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi. pembelajaran kooperatif menggalakan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok. bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw ini merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri. 2008.203). Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dari sisi etimologi Jigsaw berasal dari bahasa inggris yaitu gergaji ukir dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah Fuzzle. Dalam model pemebelajaran kooperatif ini guru berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jembatan penghubungan ke arah pemahaman yang Belajar dan Model-Model Pembelajaran 81 . Dalam model pembelajaran jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat.F. yaitu siswa melakukan sesuatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama. anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari. pendidikan hendaknya mampu mengkondisikan dan memberikan dorongan untuk dapat mengoptimalkan dan membangkitkan potensi siswa. yaitu sebuah teka-teki yang menyusun potongan gambar. Ini membolehkan pertukaran ide dan pemeriksaaan ide sendiri dalam suasana yang tidak terancam. sesuai dengan falsafah konstruktivisme. dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya ( Rusman. Dengan demikian. Menurut Slavin (2007). Model pemebelajaran kooperatif model jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitik beratkan kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil. seperti yang diungkapkan Lie (1993: 73). menumbuhkan aktivitas dan daya cipta kreativitas sehingga akan menjamin terjadinya dinamika di dalam proses pemebelajaran. Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini juga mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji (jigsaw).

hasil pembahasan itu dibawa kekelompok asal dan disampaikan pada anggota kelompoknya.lebih tinggi. Selanjutnya. Tiap orang dalam team diberi bagian materi berbeda c. b. Tiap orang dalam team diberi bagian materi yang ditugaskan d. Karena anggota setiap kelompok dihadapkan pada permasalahan yang berbeda. tetapi harus juga membangun dalam pikirannya. Siswa mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan langsung menerapkan ide-ide meraka. Sikes and Snapp (1978 ) yang dikutip Rusman (2008). Anggota dari team yang berbeda yang telah mempelajari bagian sub bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusiksn sub bab mereka. dengan catatan siswa sendiri. Setelah selesai diskusi sebagai tem ahli tiap anggota kembali kedalam kelompok asli dan bergantian mengajar teman satu tem mereka tentang subbab yang mereka kusai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan seksama f. Guru tidak hanya memberikan penegtahuan pada siswa. dalam untuk 1. Tiap tem ahli mempresentasikan hasil diskusi g. Siswa dikelompokan sebanyak 1 sampai dengan 5 orang siswa. ini merupakan kesempatan bagi siswa menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri. Penutup Secara umum langkah-langkah model pembelajaran kooperatif yaitu sebagai berikut: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 82 . permasalahan yang dihadapi setiap kelompok sama. Guru memberi evaluasi h. kita sebut sebagai team ahli yang bertugas membahas permasalahan yang dihadapi. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Menurut Rusman (2008 : 205) pembelajaran model jigsaw ini dikenal juga dengan kooperatif para ahli. mengemukakan langkah-langkah kooperatif model jigsaw sebagai berikut: a. e. Menurut Stepen. Namun.

Jadi.Bahan Ajar Diskusi Kelompok Ahli Pelaporan dan Pengetesan Penghargaan Gambar. Guru mendorong para siswa untuk menggunakan metode mengajar yang bervariasi. Setiap anggota kelompok ditugasi untuk membaca dan mempelajari bagiannya pada bab tersebut. Setelah diskusi kelompok kecil guru menyelenggarakan tes yang mencakup materi satu bab penuh dalam waktu yang tidak lebih dari 15 menit. Tujuan kelompok ini adalah mempelajari subbab tersebut kepada kelompok kecil masing-masing. Masing-masing anggota kelompok kecil mengajarkan topik masing-masing ke anggota lainnya dalam kelompok. Lembar kerja ahli harus membuat pertanyaan-pertanyaan dan kegiatan (jika ada) utnuk mengarahkan diskusi kelompok. Pada tahap selanjutnya masing-masing anggota kelompok bertemu dengan ahli-ahli dari kelompok lain dalam kelas. apabila jumlah anggota kelompok 4 orang siswa maka bab tersebut dibagi menjadi 4 bagian. c) Pelaporan dan Pengetesan Masing-masing anggota kelompok ahli kembali ke kelompok kecil masingmasing. Setiap anggota kelompok ahli harus menerima satu lembar kerja “ahli”. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Keterangan: a) Bahan Ajar Guru memilih satu bab dalam buku ajar kemudian membagi bab tersebut menjadi bagian-bagian sesuai dengan jumlah anggota kelompok. b) Diskusi Kelompok Ahli Kelompok ahli harus melakukan pertemuan sekitar satu kali pertemuan untuk mendiskusikan topik yang ditugaskan. Guru mendorong anggota kelompok mengajukan pertanyaan ke penyaji dan mendiskusikan lembar kerja kelompok kecil. Guru mendorong para siswa menggunakan cara belajar yang bervariasi. Seringlah Belajar dan Model-Model Pembelajaran 83 .

Penting untuk dipahami bahwa menghargai siswa secara akademik dari kelompok berkemampuan rendah merupakan bagian integral keefektifan pembelajaran Jigsaw. Penghargaan kerja masingmasing kelompok dapat disajikan pada papan pengumuman yang dilaporkan peringkat masing-masing kelompok dalam kelas. Pada tahap ini rata-rata peningkatan kelompok dilaporkan. Kelompok Einstein. (Slavin. atau lembar berita. Kepekaan guru sangat diperlukan disini. d) Penghargaan Tahap ini merupakan tahap yang mampu mendorong para siswa untuk lebih kompak. 2008: 246). atau sebutan lainnya. Kinerja individu yang luar biasa juga dilaporkan. Cukup berikan nilai individual kepada siswa. Ellizabeth Cohen telah menemukan bahwa penting untuk menyadari akan para siswa yang diduga memiliki kompetensi yang konsisten rendah. segera beri dia penghargaan khusus yang bersifat terbuka untuk kompetisi ini. Dampak dari model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sebagai berikut: struktur konsep kepekaa n sosial keberga ntungan positif toleransi atas perbeda an kepemi mpinan kolektif model jigsaw pemrose san kelompo k kesadara n akan perbeda an Belajar dan Model-Model Pembelajaran 84 . Ketika siswa semacam ini meununjukkan kinerja baik. Guru dapat menggunakan kata-kata khusus untuk memberikan kinerja kelompok semacam Bintang Sains. skor kemajuan.menggunakan kuis-kuis dan jangan menggunakan skor tim.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran 85 .Gambar. Dampak Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Kelompok Asal 1 2 1 2 1 2 1 2 3 4 3 4 3 4 3 4 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Kelomok Ahli Gambar. siswa diberi kuis secara individu yang mencakup topik materi yang telah dibahas. Kemudian siswa-siswa perwakilan dari kelompoknya masing-masing bertemu dengan anggota dari kelompok lain yang mempelajari materi yang sama. Selanjutnya diakhir pembelajaran. Para anggota dari kelompok asala yang berbeda. Selanjtunya materi tersebut didiskusikan. bertemu dengan topik yang sama dalam kempok ahli untuk berdiskusi dan membahas metari yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut. para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan berusaha mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan dikelompok ahli. mempelajari serta memahami setiap masalah yang dijumpai sehingga perwakilan tersebut dapat memahami dan menguasai materi tersebut. Kunci tipe Jigsaw ini adalah interdependensi yang diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan kuis dengan baik. Setelah pembahasan selesai. Illustrasi kelompok Jigsaw Keterangan: Dalam Jigwas ini setiap anggota kelompok ditugaskan untuk mempelajari materi tertentu.

2) Jika jumlah anggota kelompok kurang akan menimbulkan masalah. 3) Membutuhkan waktu yang lebih lama terelebih bila ada penataan ruang yang belum terkondisi dengan baik.2. misal jika ada anggota yang hanya membonceng dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pasif dalam diskusi. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 86 . Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigwas a) Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah: 1) Mengembangkan hubungan antar pribadi positif siswa yang dimiliki kemampuan belajar berbeda 2) Menerapkan bimbingan sesama teman 3) Rasa menghargai yang lebih tinggi 4) Memperbaiki kehadiran dan keaktifan siswa 5) Penerima terhadap perbedaan individu 6) Sikap apatis berkurang 7) Pamahaman materi lebih mendalam 8) Meningkatkan motivasi belajar b) Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah: 1) Jika guru tidak meningkatkan agar siswa selalu menggunakan keterampilanketerampilan kooperatif dalam kelompok masing-masing maka dikhawatirkan kelompok akan macet. sehingga perlu waktu merubah possi yang dapat juga menimbulkan gaduh.

oleh karena itu kita harus terampil berbahasa supaya komunikasi berjalan lancar. Keterampilan berbicara sangat berperan dalam kehidupan manusia di lingkungan sekolah. Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa saat ini lebih di tekankan pada fungsi bahasa artinya bahasa sebagai alat komunikasi. hampir dapat dipastikan setiap orang yang sukses pasti memiliki kemampuan berbicara yang baik. Kesulitan yang dialami siswa dalam berbicara dapat Belajar dan Model-Model Pembelajaran 87 . seorang pemuka agama pastilah juga mempunyai kemampuan berbicara yang baik. kerja. serta penyalur gagasan. Suatu komunikasi dikatakan berhasil kalau pesan yang disampaikan pembicara atau penulis dapat dipahami penyimak atau pembaca persis sama seperti yang dimaksudkan pembicara atau penulis tersebut. dan bermasyarakat. peningkatan rasa kemanusiaan. pergaulan. penumbuhan apresiasi budaya. Peran penting penguasaan keterampilan berbicara sangat tampak di semua lingkungan . kepedulian sosial. Ketepatan mengungkapakan gagasan pendapat dan perasaan dipengaruhi oleh penggunaan bahasa yang efektif. Metode Pembelajaran Debate Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif. Seorang presiden pastilah orang yang pandai dalam berbicara. Kemampuan atau keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan gagasan pendapat dan perasaan pada pihak lain secara lisan.G. imajinasi dan ekspresi secara kreatif dan konstruktif baik secara lisan maupun tulis. seorang guru pun dituntut untuk dapat berbicara dengan baik agar siswa dapat menerima pelajaran dengan baik. Kesulitan pokok yang dihadapi siswa dalam berbicara adalah menghubungkan berbagai ide yang dimiliki untuk membangun suatu pemahaman dan penyampaian yang baik dan menarik. Hal itu terjadi karena memang berbicara merupakan hal yang sangat penting dalam pencapaian cita-cita. Oleh karena itu. tepat dan sesuai dengan kaidah ketatabahasaan yang berlaku. pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan keterampilan siswa berkomunikasi dan fungsi utama sastra sebagai sebagai penghalus budi.

diantaranya faktor pada diri siswa yaitu pemahaman siswa masih kurang terhadap keterampilan berbicara. kelompok pertama diminta untuk selalu setuju ( kelompok pro ) terhadap masalah yang diberikan sedangkan kelompok yang kedua diminta untuk selalu tidak setuju ( kelompok kontra ) terhadap masalah yang diberikan. Setelah itu kelompok pro diminta untuk menyanggah apa yang telah disampaikan oleh kelompok kontra juga dengan pemberian alasan-alasan yang logis. Melihat pentingnya kemampuan berbicara dalam kehidupan sehari-hari tentulah dalam membelajarkan kemampuan berbahasa aspek berbicara diperlukan metode dan atau model pembelajaran yang bervariasi. Selain itu. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 88 . dan sikap siswa yang meremehkan kegiatan berbicara. Pertama-tama masalah yang akan diperdebatkan dibacakan dengan pemberian beberapa ilustrasi yang sudah terjadi. faktor guru juga sangat berpengaruh khususnya dalam proses pembelajaran. kemudian siswa yang telah dibagi menjadi dua kelompok diminta untuk memberi tanggapan. pertama kelompok kontra diberi kesempatan untuk menolak atau tidak setuju dengan ilustrasi yang diberikan dengan memberikan alasan-alasan yang logis dari berbagai sudut pandang. Salah satu model pembelajaran yang mungkin dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak adalah model pembelajaran debat. Dalam pelaksanaanya dua kelompok tersebut akan mempertahankan pendapatnya sesuai apa yang telah di setting. Kevariasian ini dilakukan untuk menemukan model yang paling cocok doterapkan pada siswa tertentu dan dalam kondisi tertentu pula. Pengertian Model Pembelajaran Debate Model pembelajaran debat merupakan model pembelajaran berbicara yang tidak hanya monoton satu arah. Lebih jelasnya pembelajaran model Debat dilakukan dengan pemberian materi berupa masalah yang sedang hangat dibicarakan saat itu. 1.dipengaruhi oleh beberapa faktor. Model pembelajaran debat mengarahkan siswa untuk berbicara dengan beradu argumen dari dua kelompok yang telah disetting untuk selalu beda pendapat.

karena apabila sudah terjadi perdebatan setiap kelompok tidak ada yang mau mengalah dan semakin lama perdebatan akan semakin memanas sehingga kehadiran seorang pembimbing sangat diperlukan. yaitu kelompok pro berubah menjadi kelompok kontra dan begitu juga sebaliknya. Langkah-langkah Pembelajaran Debate Langkah-langkah dalam pembelajaran debate adalah sebagai berikut: a. Setelah selesai membaca materi guru menunjukkan salah satu anggotanya kelompok pro untuk bicara saat itu ditanggapi atau diulas oleh kelompok Belajar dan Model-Model Pembelajaran 89 . Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lain kontra b. c. 2. Untuk menghindari kebosanan kedua kelompok diadakan pertukaran posisi dan permasalahan yang berbeda-beda.Proses debat tersebut dilakukan secara terus menerus sehingga siswa benarbenar berfikir semaksimal mungkin kemudian mengungkapkanya di depan forum. Dalam pelaksanaan model pembelajaran debat ini sangat diperlukan seorang pembimbing untuk mengendalikan keadaan kelas. Pada dasarnya. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Yang diharuskan bagi para peserta debat adalah tidak diperkenankan menggunakan kata-kata yang kasar atau tidak baik agar siswa terlatih untuk berbicara dengan baik dan teratur. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas. Metode debat juga merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif.

Kelompok kontra kembali menyanggah untuk mempertahankan pendapat mereka. dan kelompok pro pun mempertahankan pendapat mereka dengan berbagai argumen yang dimiliki. yang terdiri dari kelompok pro dan kontra. tentunya dalam bentuk sanggahan. Menyuruh kelompok pro untuk menanggapi pernyataan dari kelompok kontra. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi. Menyuruh kelompok kontra untuk menanggapi informasi tersebut. guru menjelaskan tentang kompetensi dasar yang akan dipelajari. Setelah kelompok dibagi. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 90 . Siswa dibagi dalam dua kelompok besar. Guru menambah konsep / ide yang belum terungkap f. b. Pembacaan informasi atau masalah yang akan diperdebatkan. Kegitan tersebut di ulang terus secara bergantian dan peran kelompok juga dirubah dari yang semula kelompok pro menjadi kelompok kontra dan sebaliknya juga. Dari data-data di papan tersebut guru mengajukan siswa membuat kesimpulan rangkuman yang mengacu pada topic yang ingin dicapai. d. Pelaksanaan langkah-langkah metode pembelajaran debate misalnya sebagai berikut: a. d. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Langkah-langkah penerapan pembelajaran model ini yaitu pertama-tama siswa diberi tahu tentang aturan main dari model debat ini.kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa menemukakan pendapatnya. e. setelah itu kelompok yang satunya diberi kesempatan untuk menyanggah pendapat dari kelompok yang satunya. c. Proses pembelajaranya dimulai dengan pemberian masalah berupa informasi kontroversial yang sedang hangat dibicarakan dengan memberikan ilustrasi terhadap masalah tersebut kemudian salah satu kelompok diberi kesempatan memberi tanggapan terhadap ilustrasi tersebut.

Setelah kegiatan debat selesai siswa diminta menanggapi dan mengevaluasi cara penyampaian pendapat yang diberikan oleh siswa dalam kegiatan debat tersebut. g. melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat. h. Setelah dirasa cukup. Selain itu dia juga dapat dengan mudah merangsang siswa untuk berpikir kritis dan spontan yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengungkapan secara lisan yang secara langsung merangsang kemampuan berbicara anak. Dengan pembimbing mengguasai emosi peserta dia akan mudah membuat debat tersebut menjadi sangat menarik. dan ramai. Dengan sering diadakanya kegiatan ini siswa akan menjadi terbiasa untuk berbicara secara terstuktur dan terkonsep dengan baik. Guru yang bertindak sebagai pembimbing di sini juga memberikan evaluasi terhadap kegiatan dan cara mengemukan pendapat siswa dalam kegiatan debat. Adapun kekurangan dari metode ini adalah ketika menyampaikan pendapat saling berebut. melatih siswa untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan oleh guru. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 91 . siswa yang pandai berargumen akan selalu aktif dan yang kurang pandai berargumen hanya diam dan pasif. 3. dan sebaliknya. Dalam pembelajaran berbicara dengan model debat akan lebih menarik apabila pembimbing dapat menguasai emosi peserta. Pembacaan masalah lain yang harus ditanggapi oleh tiap kelompok dan seterusnya. kelompok diadakan pergantian yaitu kelompok pro diubah menjadi kelompok kontra. Kelebihan dan Kelemahan Metode Pembelajaran Debate Kelebihan dari model pembelajaran debat adalah memantapkan pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan. saling adu argumen yang tidak kunjung selesai bila guru tidak menengahi. f. menyenangkan.e.

Naskah pendek yang dibawakan biasanya sudah mengandung situasi permasalahan.H. Belajar efektif dimulai dari lingkungan yang berpusat pada diri murid Belajar dan Model-Model Pembelajaran 92 . sosial. Kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa menggunakan kostum atau naskah cerita tertentu. aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang (Jill Hadfield. dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun (Vygotzky. 2000). titik tekanannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi. fantasi. Dalam role playing murid dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Model Pembelajaran Role Playing Role playing atau bermain peran adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan. Biasanya anak didik memilih di antara beberapa topik yang diberikan kepada mereka. Latar belakang dari sesuatu situasi didiskusikan dan kemudian bagian-bagian yang ada diseleksi. Selain itu. Pada metode bermain peranan. 1986). Dan sesudah sosiodrama berlangsung masing-masing individu mendiskusikan bagaimana perasaan-perasaan mereka. sangat penting untuk perkembangan kognisi. meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas. secara aktif melakukan praktik-praktik berbahasa (bertanya dan menjawab) bersama teman-temannya pada situasi tertentu. Main peran disebut juga main simbolik. Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. pura-pura. 1963). Erikson. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. role playing sering kali dimaksudkan sebagai suatu bentuk aktivitas dimana pembelajar membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas dan memainkan peran orang lain (Basri Syamsu. atau main drama. imajinasi. 1967. make-believe. Kegiatan tersebut biasanya spontan tanpa dipersiapkan atau dilatih terlebih dahulu. Murid diperlakukan sebagai subyek pembelajaran.

Mulyasa (2003) mengemukakan tahapan pembelajaran bermain peran meliputi: 1. Menghangatkan suasana kelompok termasuk mengantarkan peserta didik terhadap masalah pembelajaran yang perlu dipelajari. karena tanpa adanya aktivitas. menghargai pendapat dan kemampuan orang lain. dapat menanamkan pengertian peranan orang lain pada kehidupan bermasyarakat. menjelaskan masalah.(Departemen Pendidikan Nasional. dan belajar mengambil keputusan dalam hubungan kerja kelompok. Memilih peran Memilih peran dalam pembelajaran. dan menghargai keputusan bersama. 2002). Lebih lanjut prinsip pembelajaran memahami kebebasan berorganisasi. serta menjelaskan peran yang akan dimainkan. Jadi. menanamkan kemampuan bertanggung jawab dalam bekerja sama dengan orang lain. menafsirkan cerita dan mengeksplorasi isu-isu. bagaimana Belajar dan Model-Model Pembelajaran 93 . 1. Tahap ini lebih banyak dimaksudkan untuk memotivasi peserta didik agar tertarik pada masalah karena itu tahap ini sangat penting dalam bermain peran dan paling menentukan keberhasilan. Metode role playing (bermain peranan) pada pengajaran yang direncanakan secara baik. 2001). Bermain peran akan berhasil apabila peserta didik menaruh minat dan memperhatikan masalah yang diajukan guru. Langkah-langkah Pembelajaran Role Playing Dengan mengutip dari Shaftel dan Shaftel. apa yang mereka suka. Hal ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi masalah. dalam pembelajaran murid harus aktif. Menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik. melakukan pemungutan suara terbanyak dan bersikap mau menerima kekalahan sehingga dengan melakukan berbagai kegiatan tersebut dan secara aktif berpartisipasi. murid akan lebih berhasil jika mereka diberi kesempatan memainkan peran dalam bermusyawarah. tahap ini peserta didik dan guru mendeskripsikan berbagai watak atau karakter. 2. mereka akan lebih mudah menguasai apa yang mereka pelajari (Boediono. E. maka proses pembelajaran tidak mungkin terjadi.

sebaiknya pengamat dipersiapkan secara matang dan terlibat dalam cerita yang akan dimainkan agar semua peserta didik turut mengalami dan menghayati peran yang dimainkan dan aktif mendiskusikannya. Pemeranan dapat berhenti apabila para peserta didik telah merasa cukup. Diskusi dan evaluasi Diskusi akan mudah dimulai jika pemeran dan pengamat telah terlibat dalam bermain peran. baik secara emosional maupun secara intelektual. Pemeranan ulang Pemeranan ulang. Perubahan ini memungkinkan adanya perkembangan baru dalam upaya pemecahan masalah. 6. 5. Dalam hal ini guru perlu menilai kapan bermain peran dihentikan. 3. dan apa yang harus mereka kerjakan. Dengan melontarkan sebuah pertanyaan. Dalam hal ini. Mungkin ada perubahan peran watak yang dituntut. Setiap perubahan peran akan mempengaruhi peran lainnya. dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi mengenai alternatif pemeranan. Ada kalanya para peserta didik keasyikan bermain peran sehingga tanpa disadari telah mamakan waktu yang terlampau lama. para peserta didik akan segera terpancing untuk diskusi. 7. Menyusun tahap-tahap peran Menyusun tahap-tahap baru. pada tahap ini para pemeran menyusun garis-garis besar adegan yang akan dimainkan. sesuai dengan peran masing-masing. dan apa yang seharusnya mereka perankan telah dicoba lakukan. 4. tidak perlu ada dialog khusus karena para peserta didik dituntut untuk bertindak dan berbicara secara spontan.mereka merasakan. Pemeranan Pada tahap ini para peserta didik mulai beraksi secara spontan. 8. Diskusi dan evaluasi tahap dua Belajar dan Model-Model Pembelajaran 94 . Menyiapkan pengamat Menyiapkan pengamat. kemudian para peserta didik diberi kesempatan secara sukarela untuk menjadi pemeran.

8. dan dapat memetik butir-butir hikmah yang terkandung di dalamnya dengan penghayatan siswa sendiri 5. Dapat menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah. teman dan sebagainya. sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias 3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. Semua pengalaman peserta didik dapat diungkap atau muncul secara spontan. diskusi dan evaluasi pada tahap ini sama seperti pada tahap enam. Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi 4. Sangat menarik bagi siswa. 9. Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa. Membagi pengalaman dan mengambil kesimpulan Pada tahap ini para peserta didik saling mengemukakan pengalaman hidupnya dalam berhadapan dengan orang tua. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 95 . 2. 6. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Role Playing Berikut adalah kelebihan dari model pembelajaran role playing dalam kegiatan pembelajaran: 1. Dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan profesional siswa. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. hanya dimaksudkan untuk menganalisis hasil pemeranan ulang.Diskusi dan evaluasi tahap dua. dan pemecahan masalah pada tahap ini mungkin sudah lebih jelas. 9. guru. Disamping merupakan pengaman yang menyenangkan yang saling untuk dilupakan 2. 7. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.

Sering kelas lain terganggu oleh suara pemain dan para penonton yang kadangkadang bertepuk tangan. 2. dan sebagainya. 2. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 96 . 3. dalam proses pembelajarannya role playing memiliki bebarapa kelemahan. Banyak memakan waktu. Apabila kita ingin menerangkan suatu peristiwa yang di dalamnya menyangkut orang banyak. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang kreatif. Berbagai bentuk permainan. 2005:8485). Salah satu tugas guru adalah membantu anak didik untuk bisa berlaku sebagaimana yang dilakukan oleh orang lain. jika tempat bermain sempit menjadi kurang bebas. Apabila kita ingin melatih anak-anak agar mereka dapat menyelesaikan masalahmasalah yang bersifat sosial psikologis. 3. Memerlukan tempat yang cukup luas. kita beranggapan lebih baik didramatisasikan daripada diceritakan karena akan lebih jelas.10. yaitu: 1. Apabila kita akan melatih anak-anak agar mereka dapat bergaul dan memberi pemahaman terhadap orang lain beserta masalahnya. biografi maupun cerita-cerita yang lain dapat membantu anak didik untuk mencapai keterampilan tersebut. 11. 4. (Nana Sudjana. baik waktu persiapan dalam rangka pemahaman isi bahan pelajaran maupun pada pelaksanaan pertunjukan. 3. Melatih daya imajinasi siswa Selain memiliki kelebihan. ceritacerita sejarah. Penerapan Role Playing saat Proses Pembelajaran Metode role playing (bermain peranan) dalam proses belajar mengajar digunakan: 1.

Upayakan agar semua pihak bisa mengambil peranan. Usahakan situasi benar-benar jelas dan terang. Tindakan ini bisa menambah kegairahan anak untuk bermain peranan (role playing). Jika hal itu benar-benar dilaksanakan. tetapi jangan sampai membatasi anak didik tentang apa yang akan diutarakan dan bagaimana mereka menghayati perannya. bagaimana perasaan mereka setelah bermain. 7. 5. Ulangi situasi tersebut. guru justru memberikan kebebasan sepenuhnya kepada para siswa. Sebaliknya. 3. Berikan kesempatan kepada anak didik untuk memilih peranannya sendiri.Bercerita tentang apa yang dirasakan orang lain kadang-kadang ada manfaatnya. 2. 4. Dalam penggunaan metode role playing ini ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil. Hal itu akan sangat menguntungkan bagi para siswa yang menjadi penonton (sekaligus sebagai penilai). Petunjuk pelaksanaan role playing antara lain: 1. Guru yang telah berhasil menggunakan sosiodrama akan beranggapan bahwa metode tersebut lebih baik dibanding metode-metode yang lain. Harap diingat bahwa guru jangan terlalu banyak memberikan aturan-aturan permainan. maka situasi sosial yang didramatisasikan akan serupa benar dengan kejadian yang sesungguhnya. 6. Di dalam melaksanakan kegiatan sosiodrama yang pertama kali sebaiknya guru juga mengambil sesuatu peran. Guru Belajar dan Model-Model Pembelajaran 97 . Diskusi bisa dimulai dari aktor atau aktris itu sendiri. baik dengan bercerita yang sama maupun tidak. antara lain: 1. Mereka akan memerankannya dengan lebih baik apabila mereka sendiri yang memilih bagiannya. Diskusikan pelaksanaan sosiodrama tersebut. Biarkan anak didik menentukan sendiri. Diskusikan terlebih dahulu situasi yang akan dimainkan. Apa yang telah dipilih barangkali mempunyai arti tersendiri bagi dirinya.

c. dapat bertingkah laku dan bersikap seperti dalam situasi sosial yang sesungguhnya. Siswa Dramatisasi ini akan berhasil kalau para siswa yang berperan dapat menjiwai situasinya. Bahan hendaknya tidak mengandung adegan-adegan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Setiap individu akan menghayati situasi sosial menurut caranya sendiri. d. Bahan harus cukup mengandung sikap dan perbuatan yang akan didramatisasikan siswa. 2. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 98 . Apa yang akan ia lakukan.Guru tidak boleh bersikap apriori. jika bahan itu cocok dengan para pemeran yang akan memerankannya. Bahan Sesuatu yang didramatisasikan akan baik hasilnya. Bahan harus dipilih dengan cermat. b. keputusan apa yang akan ia pilih jika ia berada dalam situasi sosial seperti itu. Bahan harus sesuai dengan perkembangan jiwa siswa. kepribadian bangsa Indonesia. Bahan harus memperkaya pengalaman sosial siswa. semua harus diserahkan kepada pemeran yang bersangkutan. Kriteria yang harus diperhatikan antara lain: a. agama. 3.

selanjutnya disingkat PBL. mengorganisasikan pelajaran diseputar masalah. 2. Fogarty(1997) menyatakan bahwa PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada siswa (siswa/mahasiswa) dengan masalah-masalah praktis. bukan diseputar disiplin ilmu. Siswa dapat memilih masalah yang dianggap menarik untuk dipecahkan sehingga mereka terdorong Belajar dan Model-Model Pembelajaran 99 . PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah (Ward. Pembelajaran dengan model PBL dimulai oleh adanya masalah (dapat dimunculkan oleh siswa atau guru). (1997). Model Pembelajaran Based Learning Pembelajaran berbasis masalah (Probelem-based learning). menuntut siswa untuk mendemontrasikan apa yang telah mereka pelajari dalam bentuk suatu produk atau kinerja. dkk..1993).I. merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. Stepien. memberikan tanggung jawab yang besar kepada siswa dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri. dan 6. Lebih lanjut Boud dan felleti. belajar dimulai dengan suatu masalah. berbentuk ill-structured. 3. menggunakan kelompok kecil. memastikan bahwa masalah yang diberikan berhubungan dengan dunia nyata siswa/mahasiswa. 5. kemudian siswa memperdalam pengetahuannya tentang apa yang mereka telah ketahui dan apa yang mereka perlu ketahui untuk memecahkan masalah tersebut. 4. PBL memiliki karakteristikkarakteristik sebagai berikut: 1. atau open ended melalui stimulus dalam belajar. 2002.

Alasan Problem Based Learning digunakan PBL merupakan model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka kerja teoritik konstruktivisme. Pengalaman ini sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dimana berkembangnya pola pikir dan pola kerja seseorang bergantung pada Belajar dan Model-Model Pembelajaran 100 . maka dapat terjadi ketidaksetimbangan kognitif pada diri siswa. Pada kondisi tersebut diperlukan peran guru sebagai fasilitator untuk mengarahkan siswa tentang konsep apa yang diperlukan untuk memecahkan masalah dan apa yang harus dilakukan. siswa tidak saja harus memahami konsep yang relevan dengan masalah yang menjadi pusat perhatian tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berhubungan dengan keterampilan menerapkan metode ilmiah dalam pemecahan masalah dan menumbuhkan pola berpikir kritis. Dengan kata lain.berperan aktif dalam belajar. penggunaan PBL dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang apa yang mereka pelajari sehingga diharapkan mereka dapat menerapkannya dalam kondisi nyata pada kehidupan sehari-hari 1. Keadaan ini dapat mendorong rasa ingin tahu sehingga memunculkan bermacammacam pertanyaan. Jika pembelajaran dimulai dengan suatu masalah dan masalah tersebut bersifat kontekstual. fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut. Bila pertanyaan-pertanyaan tersebut telah muncul dalam diri siswa maka motivasi intrinsik mereka untuk belajar akan tumbuh. Dari paparan tersebut dapat diketahui bahwa penerapan PBL dalam pembelajaran dapat mendorong siswa/mahasiswa mempunyai inisiatif untuk belajar secara mandiri. Dalam model PBL. Oleh sebab itu.Masalah yang dijadikan sebagai fokus pembelajaran dapat diselesaikan siswa melalui kerja kelompok sehingga dapat memberi pengalaman-pengalaman belajar yang beragam pada siswa seperti kerjasama dan interaksi dalam kelompok. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa model PBL dapat memberikan pengalaman yang kaya kepada siswa.

Masalah tersebut dapat berasal dari siswa/mahasiswa atau mungkin juga diberikan oleh pengajar. Pemecahan masalah dalam PBL harus sesuai dengan langkahlangkah metode ilmiah. Langkah-langkah pemecahan masalah dalam pembelajaran PBL paling sedikit ada delapan tahapan (Pannen. penggunaan PBL dapat memberikan pengalaman belajar melakukan kerja ilmiah yang sangat baik kepada siswa/mahasiswa. yaitu: 1. Siswa/mahasiswa akan memusatkan pembelajaran di sekitar masalah tersebut. mengumpulkan data. 2001). inkuiri dan ketrampilan melakukan pemecahan masalah. melakukan tindakan (action) untuk memecahkan masalah. Secara umum penerapan model yaitu dengan adanya masalah yangharus dipecahkan atau dicari pemecahannya oleh siswa/mahasiswa. Implementasi Ada beberapa cara menerapkan PBL dalam pembelajaran. Lebih lanjut Arends (2004) menyatakan bahwa ada tiga hasil belajar (outcomes) yang diperoleh siswa yang diajar dengan PBL yaitu: 1. menganalisis data. belajar model peraturan orang dewasa (adult role behaviors). 3. memilih cara untuk memecahkan masalah. siswa belajar teori dan metode ilmiah agar dapat memecahkan masalah yang menjadi pusat perhatiannya. 2. 7. dan 3. 5. 6. Oleh sebab itu. Adapun langkah-langkah model pembelajaran ini bagi guru adalah sebagai berikut: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 101 . dan 8. 2. ketrampilan belajar mandiri (skills for independent learning).bagaimana dia membelajarkan dirinya. mengidentifikasi masalah. Dengan demikian siswa/mahasiswa belajar memecahkan masalah secara sistematis dan terencana. 2. melakukan ujicoba terhadap rencana yang ditetapkan. 4. merencanakan penerapan pemecahan masalah. memecahkan masalah berdasarkan pada data yang ada dan analisisnya. dengan arti lain.

pemecahan masalah. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. 5. hipotesis. jadwal. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. 2. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. dll). pengumpulan data. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 4. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 102 . Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. 3. tugas.1.

[Online]. [Online]. (2009). teori-teori belajar. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw..wordpress. Tersedia:http://www.id/file/dokumen/modeljigsaw. Riau Fadhly. Tersedia: http://sharingkuliahku. [Online].doc&ei=RbZWT9uGGsnprQfyk8S1Bw&usg=AFQjCNGkyC_amh 54NCSlSd3-_4ZWktMyaQ [7 Maret 2012] Rizcha.go.pdf [18 Mei 2012] Hidayat. Mitri Irianti. Tersedia: http://repository. 2010. Tersedia: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 103 .kemenag. Teori Belajar Behavioristik. Jakarta : Erlangga Dra. Model Pembelajaran Role Playing.com/rumrosyid/d/45080023/28-TeoriKoneksionisme [10 Maret 2012] Rulam.edu/operator/upload/s_d0251_060231_chapter2. Triman..S. Teori-Teori Belajar. [Online]. Fertina.upi. _______. Kolaborasi Teori dalam Pendidikan Pragmatisme.wordpress. Msi.com %2F2008%2F02%2Fteori-belajarbehavioristik. Model-Model Pembelajaran Berbasis Paikem. U. Bergesernya Teori-Teori Belajar.com/category/model-pembelajaran-roleplaying/ (20 Mei 2012) Dahar Ranta Willis Pof. Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw. Pengaruh Bermain Peran (Role Playing) dalam Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris. Pembelajaran Kontekstual. 2011.com/2009/01/28/teori-teori-belajar-2/ [10 Maret 2012] Anonim. 2011. [Online]. (2011).co.scribd.SC.id/url?sa=t&rct=j&q=koneksinimisme&source=web&cd= 2&ved=0CCsQFjAB&url=http%3A%2F%2Ftrimanjuniarso. MP. [Online]/ Tersedia: kompasiana.M.google. Tersedia: http://www. Prof. [Online].1989.files.DAFTAR PUSTAKA Andi. Tersedia: http://sumsel. 2012. [Online]. Tersedia:http://andi1988.wordpress.com [7 Maret 2012] Rosyid. Rum. (2011). Dr. (2005). SE. Almasdi Syahza. Dr.pdf [6 Juni 2012] Anonim. Bandung: CV Siliwangi & CO Juniarso.

2007. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 104 . Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning). Model Pakem.vilila.infodiknas.http://www.com/2010/03/model-pakem. kumpulan-nahan diklat nasional guru biologi SMU. Dasna. Tidak diterbitkan.. Problem Based Learning: Suatu Metode Model Pembelajaran untuk Mengembangkan dan Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah. Bandung : Pusat pengembangan penataran guru IPA.com/207-pengaruh-bermain-peran-role-playing-dalammeningkatkan-pembelajaran-bahasa-inggris/ (20 Mei 2012) Sudarman.html#ixzz16klc4gPi September 2011) : (08 . Tidak diterbitkan. 2010. Wayan I.____. ____.2000. [On Line] Tersedia http://www. _____.

tidak heran gelar murid teladan pernah disandangnya. Berbekal nilai hasil UAN yang memuaskan pada tahun 2004 dia berhasil diterima di SMPN 9 Bandung (2004-2007). Jadi. juara kelas setiap semester. akhirnya dia tertarik dengan salah satu SMA swasta di Bandung dan dia berhasil diterima di SMA Angkasa Husein Sastranegara (2007-2010). pernah bolos pelajaran Bahasa Sunda. Tidak banyak yang bisa diceritakan tentang kehidupan SMP-nya karena dia sama seperti siswa-siswi SMP lainnya yang mematuhi peraturan sekolah dan berteman dengan banyak orang. Selama SMP. dia tetap bangga dengan apa yang didapatkannya karena semua murni hasil usahanya sendiri. Diakhir pendidikan SMP-nya.RIWAYAT HIDUP PENYUSUN Anja Wulan Sari. Posisi yang selalu diamanatkan kepadanya. Di SMA dia mulai di OSIS dan menjadi panitia diberbagai acara. juara 1 lomba Danton Paskibra antar kelas. lahir di Bandung pada 11 Januari 1992. mulai dari dihukum berlari keliling sekolah. ia rajin berkunjung ke perpustakaan. Dari kegemarannya itulah ia mulai senang menulis puisi. dia mendapatkan hasil UAN yang begitu mepet dengan passing gread SMA Negeri di Bandung. Melihat hasil UAN yang peluangnya kecil unuk diterima di SMA Negeri. Semasa SD-nya dia dikenal sebagai sosok murid yang rajin dan patuh. Walau puisinya tidak sebagus punjangga tapi karyanya merupakan kepuasan batin tersendiri baginya. Menempuh pendidikan SD (1998-2004) di SDN Cibeureum 8. Kehidupan SMA-nya cukup menarik. ia menyenangi bacaan fiksi. Akan tetapi. Entah apa Belajar dan Model-Model Pembelajaran 105 . sampai juara 3 lomba musikalisasi puisi antar kelas. tidak jauh dari sekretaris atau bendahara.

Selesai mengenyam pendidikan SMA. ****** Belajar dan Model-Model Pembelajaran 106 . Mulai dari gagal seleksi PMDK UPI. gagal UM Poltekes Depkes Bandung sampai akhirnya berhasil diterima melalui jalur SNMPTN di Universitas Pendidikan Indonesia di Jurusan Pendidikan Teknologi Agroindustri (2010-sekarang). gagal UM UPI.alasanya tapi dua posisi inilah yang selalu dikaitkan dengan siswi berpenampilan sederhana ini. Perjalanan memilih universitas pun penuh perjuangan. dia mulai disibukan dengan tes masuk universitas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->