Belajar dan Model-Model Pembelajaran

1

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Allah Swt. karena atas izin dan rahmat-Nya lah penyusun dapat menyelesaikan tugas pembuatan buku dalam Mata Kuliah Media Pembelajaran PTAG. Penyusun banyak berterima kasih kepada Dr. Sri Handayani, MPd. sebagai dosen Mata Kuliah Media Pembelajaran yang telah membimbing dalam pengerjaan tugas ini, serta teman-teman Jurusan Pendidikan Teknologi Agroindustri 2010 yang turut membantu dalam penyelesaian tugas ini. Judul buku ini adalah “Belajar dan Model-Model Pembelajara”. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas semester padat mata kuliah Media Pembelajaran PTAG. Dalam proses penyusunan buku ini, penyusun menyadari masih banyak kekurangan. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak untuk perbaikan buku ini. Penyusun berharap buku ini dapat menunjang pembelajaran Media Pembelajaran PTAG dan dapat bermanfaat bagi semua orang. Akan tetapi, penyusun menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam buku ini. Oleh karena itu penyusun menerima saran dan kritik agar dapat membuat buku yang lebih bagus lagi.

Bandung, Agustus 2012

Penyusun 

.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

i

DAFTAR ISI

Daftar Isi ..................................................................................................... i Kata Pengantar .......................................................................................... ii

BAB I TEORI BELAJAR ....................................................................... 1 A. Teori Belajar Behavioristik ............................................................. 3 B. Teori Belajar Kognitivisme ............................................................ 6 C. Teori Belajar Konstruktivisme ........................................................ 9 D. Teori Belajar Humanistik ................................................................ 11 BAB II TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI .......................... 16 A. Teori Belajar Menurut J.B. Bruner ................................................. 17 B. Teori Koneksionisme ...................................................................... 26 C. Teori Belajar Skinner ...................................................................... 33 D. Teori Belajar Piaget ........................................................................ 41 BAB III MODEL_MODEL PEMBELAJARAN .................................... 47 A. Model PAKEM ............................................................................... 48 B. Model Pembelajaran Example non Example .................................. 56 C. Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning .................... 62 D. Model Pembelajaran Number Head Together ............................... 73 E. Model Pembelajaran Project Work ................................................. 76 F. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw ......................................... 81 G. Model Pembelajaran Debate ........................................................... 87 H. Model Pembelajaran Role Playing................................................... 92 I. Model Pembelajaran Based Learning ............................................. 99 Daftar Pustaka ............................................................................................ 103

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

ii

Bab 1 TEORI BELAJAR Belajar dan Model-Model Pembelajaran 1 .

dan (3) kontruktivisme. emosional. meningkatkan. Salah satunya adalah dalam menyediakan kita dengan kosa kata dan kerangka kerja konseptual untuk menafsirkan contoh pembelajaran yang kita amati. Merriam dan Caffarella (1991) menyoroti empat pendekatan atau orientasi untuk belajar. Teori Belajar adalah hipotesis rumit yang menggambarkan bagaimana sebenarnya prosedur ini terjadi. diproses. keterampilan. 2004. behaviorisme hanya berfokus pada aspek-aspek obyektif yang diamati pada proses pembelajaran. humanis dan sosial/situasional. Hal ini juga dianggap sebagai cara di mana informasi diserap. (1)behaviorisme. Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis dari teori teori belajar ini. Yang lainnya adalah dalam mengusulkan dimana kita seharusnya mencari solusi untuk masalah praktis. Pendekatan ini melibatkan ide yang bertentangan dengan tujuan dan proses pembelajaran dan pendidikan juga peran para pendidik dalam mengajar. 1995). dan disimpan. yaitu. pembelajaran secara umum didefinisikan sebagai proses yang menyatukan pengaruh kognitif. tetapi mengarahkan perhatian kita pada variabel yang penting dalam menemukan solusi. atau membuat perubahan dalam pengetahuan seseorang. Teori-teori tidak memberikan solusi. behavioris. yaitu. dan lingkungan dan pengalaman untuk memperoleh. (2) kognitivisme. Teori belajar memiliki dua nilai utama menurut Hill (2002). Belajar dan Model-Model Pembelajaran 2 . Ormrod. dan pandangan dunia (Illeris. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan bagaimana otak bekerja dalam mempelajari sesuatu. Secara garis besar. nilai. cognitivist. Sedangkan teori konstruktivisme mengemukakan bahwa belajar sebagai proses saat peserta didik secara aktif membangun ide-ide baru dalam belajar.I TEORI BELAJAR Dalam psikologi dan pendidikan.

Teori belajar behavioristik menjelaskan belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati. diukur dan dinilai secara konkret. sifat dan kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon). Belajar berarti penguatan ikatan. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-respon. berupa reaksi fisik terhadap stimulans. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukumhukum mekanistik. Mendidik pada dasarnya Belajar dan Model-Model Pembelajaran 3 . Classical Conditioning oleh Ivan Pavlov yang menyimpulkan bahwa sesuatu yang di pelajari dapat di kembalikan kepada stimulus respon. Teori Belajar Behavioristik Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.A. asosiasi. mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Ciri-Ciri Teori Behavioristik : a) b) c) Mementingkan faktor lingkungan Menekankan pada faktor bagian Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif d) e) Sifatnya mekanis Mementingkan masa lalu Teori behaviouristik ini memiliki beberapa cabang teori yang menekankan pembelajaran pada titik yang berbeda-beda yaitu. baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak. Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. 1.

Operant Conditioning . meskipun mereka tetap mengakui bahwa semua hal itu penting. 2. Respondent response. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar. Pengaruh Lingkungan tehadap perkembangan individu. akan di temukan rangkaian unit stimulus dan respon yang disebut reflex. Teori stimulus dan respon. Adanya kesan motoris di tujukan terhadap berbagai stimulus. d. Hal ini di lakukan berulang – ulang agar hubungan stimulus dan respon semakin kuat. Respon ini di timbulkan oleh perangsang – perangsang tertentu yang disebut electing stimuli yang sifatnya relative tetap dan terbatas Belajar dan Model-Model Pembelajaran 4 . Berpikir harus merupakan tingkah laku senso motoris dan berbicara dalam hati adalah tingkah laku berfikir. 3. b. Teori Behaviorisme Watson. dan cinta. dalam teori ini di sebutkan bahwa ada dua macam respon. yaitu : a. Reaksi instinktif atau kodrati yang di bawa sejak lahir jumlahnya sedikit sekali. Perasaan. Stimulus merupakan situasi objektif dan respon merupakan reaksi subjektif individu terhadap stimulus. e. marah. Tingkah laku dan Afektif.Teori ini di pelopori oleh Skinner.beliau mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon. Teori berpikir. namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. c. Pendapat yang di kemukakan yaitu : a. namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur.adalah memberikan stimulus yang memberi respon sesuai yang kita inginkan. Pengamatan dan kesan. Penganut aliran ini lebih suka memilih untuk tidak memikirkan hal – hal yang tidak bisa diukur. Apabila kita menganalisis tingkah laku yang kompleks. yaitu : takut. Perasaan senag dan tidak senang merupakan reaksi senso motoris. sedangkan kebiasaan – kebiasaan yang terbentuk dalam perkembangan di sebabkan oleh latihan dan belajar. Di temukan tiga reaksi emosional yang di bawa sejak lahir.

misalnya makanan yang menimbulkan air liur. Dia berpendapat bahwa tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup. Respon ini merupakan bagian yang tebesar dari pada tingkah laku manusia dan kemungkinannya untuk di modifikasi tak terbatas. Teori ini tidak banyak dipakai dalam dunia praktis karena (1)dianggap terlalu kompleks dan sulit dimengerti. berarti responnya menjadi lebih kuat / intensif. dalam teori Hull. Stimulus hampir selalu di kaitkan dengan kebutuhan biologis ini. kebutuhan dikonsepkan sebagai dorongan (drive). seperti lapar. perasaan. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran. Operant response. usaha utk menggeneralisasi hasil eksperimen secara berlebihan. kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis menempati posisi sentral. Mengemukakan konsep pokok teorinya yang sangat di pengaruhi oleh teori evolusi Darwin. misalnya saja seorang anak belajar. b. Oleh karena itu. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar. yang dapat pula berupa pikiran. meskipun sering digunakan dalam berbagai eksperimen 5. dan (3)partikularistic. haus. Menurut Hull. yamg biasa di sebut dengan reinforcing stimuli atau reinforcer. kemudian memperoleh hadiah sehingga ia akan lebih giat lagi belajar. dan sebagainya. (2)idenya tentang proses internal dianggap abstrak dan sulit dibuktikan melalui eksperimen empiris. atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. meskipun menghasilkan respon yang berbeda–beda bentuknya. atau Belajar dan Model-Model Pembelajaran 5 . belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Titik berat teori Skinner adalah pada respon kedua ini. Menurut Thorndike. 4. perasaan.serta hubungan antara stimulus dan respons sudah pasti sehingga kemungkinan untuk di modifikasi kecil. tidur. Teori Systematic Behavior Clark Hull. Perangsang tersebut memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme sehingga sifatnya mengikuti. Teori Koneksionisme Thorndike. Respon yang timbul dan berkembangnya di ikuti oleh perangsang–perangsang tertentu.

Model ini menekankan pada bagaimana sebuah informasi diproses. mengemukakan teori kontinguiti yang memandang bahwa belajar merupakan kaitan asosiatif antara stimulus tertentu dan respon tertentu.Guthrie juga mengemukakan bahwa hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. maka binatang itu sering melakukan bermacam kelakuan. Selanjutnya Edwin Guthrie berpendapat bahwa hubungan antara stimulus dan respon merupakan faktor kritis dalam belajar. atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. seperti menggigit.gerakan/tindakan. suatu respon akan lebih kuat apabila respon tersebut berhubungan dengan berbagai macam stimulus. tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Oleh karena itu. Selain itu. Teori Belajar Kognitivisme Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 6 . Dalam hal ini apabila binatang terkurung. Sebagai contoh. dan cepat atau lambat binatang itu tersandung pada palang sehingga kotak terbuka dan binatang itu lepas ke tempat makanan. di perlukan pemberian stimulus yang sering agar hubungan menjadi lebih langgeng. seseorang yang memiliki kebiasaan merokok sulit di tinggalkan. Menurutnya suatu hukuman yang di berikan pada waktu yang tepat. dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Teori Edwin Gutrie. Hal ini dapat terjadi karena merokok bukan hanya berhubungan dengan satu macam stimulus. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir. 6. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionismeProsedur eksperimennya ialah membuat agar setiap binatang lepas dari kurungannya sampai ke tempat makanan. menggosokkan badannya ke sisi kotak. B. menyimpan. tetapi juga dengan stimulus lain seperti minum kopi. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit. akan mampu mengubah kebiasaan seseorang. yaitu yang dapat diamati.

Peneliti yang mengembangkan teori kognitif ini adalah Ausubel, Bruner, dan Gagne. Dari ketiga peneliti ini, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar. Bruner menitikberatkan pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan. Proses pembelajaran strategi kognitif merupakan proses reflection in action. Sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), guru memiliki posisi yang menentukan keberhasilan pembelajaran, karena fungsi utama guru ialah merancang, mengelola dan mengevaluasi pembelajaran (Gagne, 1974). Ausubel (1968) mengatakan bahwa guru bertugas mengalihkan seperangkat pengetahuan yang terorganisasikan sehingga pengetahuan tersebut menjadi bagian dari sistem pengetahuan siswa. Sejalan dengan itu, Kurikulum { KTSP } menegaskan bahwa kedudukan guru dalam kegiatan belajar mengajar sangat strategis dan menentukan. Strategis karena guru akan menentukan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. Menentukan karena gurulah yang memilah dan memilih bahan pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik. Salah satu faktor yang mempengaruhi guru dalam upaya memperluas dan memperdalam materi ialah rancangan pembelajaran yang efektif, efisien, menarik dan hasil pembelajaran yang bermutu tinggi dapat dilakukan dicapai oleh setiap guru. Menurut Snelbecker (1983 : 465), CDT (Center for the Development of Teaching) merupakan model preskripsi pembelajaran yang paling lengkap yang memperhitungkan teori pembelajaran behavioristik, teori pembelajaran humanistik dan teori pembelajaran kognitif. CDT juga memerhatikan fungsi kegiatan mental yang berhubungan dengan proses belajar yang diadopsi dari pandangan neo-behaviorist, agar tercapai suatu proses belajar (internal condition) diperlukan situasi belajar (external condition) tertentu sesuai dengan unjuk kerja belajar. Asumsi ini kemudian digunakan oleh CDT dalam penetapan tujuan belajar.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

7

Konsep yang diajukan teori pembelajaran humanistik terhadap individu siswa juga diadaptasi oleh CDT untuk mempreskripsikan cara membelajarkan siswa. Menurut Rogers (1983) dalam melaksanakan tugasnya di kelas, guru harus mampu memfasilitasi tumbuhnya kemamuan belajar siswa melalui motivasi. Begitu pula Maslow (1971), sebagai seorang tokoh psikologi humanistik, menentukan perlunya pemberian motivasi bagi tumbuhnya semangat belajar siswa. Pendapat dan prinsipprinsip pemberian motivasi dari dua tokoh psikologi humanistik ini digunakan oleh CDT dalam merancang strategi penyajian Keungulan CDT secara teoretis juga dibuktikan lewat berbagai penelitian. Hasil-hasil penelitian Merrill dan Tennyson (1982), Suhardjono (1990), dan Tugur (1991), semuanya menunjukkan bahwa CDT memiliki keunggulan dalam meningkatkan perolehan belajar pada performansi mengingat, menggunakan, dan mengembangkan, baik untuk tipe isi pelajaran yang berupa fakta, konsep, prosedur, maupun prinsip.
Tabel 1. Asumsi Umum Tentang Teori Belajar Kognitif Asumsi Pembelajaran sekarang berasal dari proses Pembelajaran sebelumnya Pembelajaran informasi melibatkan Penjelasan Siswa memiliki latar belakang dan motivasi yang berbeda sehingga mereka mengkonstruksi satu hal yang sama secara berbeda. proses Ini merupakan proses aktif yang mengacu pada pengetahuan siswa Pemaknaan Pemaknaan hubungan merupakan dikonstruksi refleksi dari pengalaman antara yang proses

hubungan

pembelajaran sebelumnya dengan yang baru. Kegiatan belajar mengajar menekankan Penekananya pada hubungan dan strategi pada kebermaknaan yang tujuanya

membantu siswa belajar bagaimana cara belajar.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

8

C. Teori Belajar Konstruktivisme
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran kontekstual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari ide dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih paham dan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Ciri-ciri teori Konstruktivisme
a) b)

Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke murid, kecuali hanya dengan keaktifan murid sendiri untuk menalar.

c)

Murid aktif megkontruksi secara terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah

d)

Guru sekedar membantu menyediakan saran dan situasi agar proses kontruksi berjalan lancar.
Struktur pembalajaran seputar konsep utama pentingnya sebuah pertanyaanSelain itu

yang paling penting adalah guru tidak boleh hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa . siswa harus membangun pengetahuan didalam benaknya sendiri. Seorang guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide dan dengan mengajak siswa agar

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

9

Guru hanya sebagai fasilitator.Kelebihan dan Kekurangan Konstruktivisme Belajar dan Model-Model Pembelajaran 10 . menerangkan atau upaya-upaya sejenis untuk memindahkan pengetahuan pada siswa tetapi menciptakan situasi bagi siswa yang membantu perkembangan mereka membuat konstruksi-konstruksi mental yang diperlukan. Aplikasi dan Implikasi dalam Pembelajaran Setiap guru akan pernah mengalami bahwa suatu materi telah dibahas dengan jelas-jelasnya namun masih ada sebagian siswa yang belum mengerti ataupun tidak mengerti materi yang diajarkan sama sekali. Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadisituasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa seorang guru dapat mengajar suatu materi kepada sisiwa dengan baik. namun seluruh atau sebagian siswanya tidak belajar sama sekali. guru harus memahami model-model mental yang digunakan para siswa untuk mengenal dunia mereka dan penalaran yang dikembangkandan yang dibuat para sisiwa untuk mendukung model-model itu. Tugas setiap guru dalam memfasilitasi siswanya. hanya dengan usaha yangkeras para sisiwa sedirilah para siswa akan betul-betul memahami suatu materi yang diajarkan. Para siswa harus dapat secara aktif mengasimilasikan dan mengakomodasi pengalaman baru kedalam kerangka kognitifnya Untuk mengajar dengan baik. dan teman yang membuat situasi kondusif untuk terjadinya konstruksi engetahuan pada diri peserta didik. sehingga pengetahuan materi yang dibangun atau dikonstruksi para siswa sendirisan bukan ditanamkan oleh guru. Peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai dengan dirinya. Guru dapat memberikan tangga kepada siswa yang mana tangga itu nantinya dimaksudkan dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi . Latihan memecahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari. Siswa perlu mengkonstruksi pemahaman yang mereka sendiri untuk masing-masing konsep materi sehingga guru dalam mengajar bukannya “menguliahi”. Karena.menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar. Usaha keras seorang guru dalam mengajar tidak harus diikuti dengan hasil yang baik pada siswanya. mediator. tetapi harus diupayakan agar siswa itu sendiri yang memanjatnya.

menjana idea dan membuat keputusan. seperti apa yang bisa kita amati dalam dunia keseharian. bukan dari sudut pandang pengamatnya. Dengan kata lain. Kemahiran sosial diperoleh apabila berinteraksi dengan rekan dan guru dalam membina pengetahuan baru. Lebih menekankan pada proses belajar bagaimana belajar itu. Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman konsep secara lengkap. Kelemahan Dalam bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung. Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengejukan pertanyaan dan mencari sendiri pertanyaannya. Kelebihan Murid berfikir untuk menyelesaikan masalah. 2. Teori Belajar Humanistik Dalam teori belajar humanistik proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. Faham kerana murid terlibat secara langsung dalam mebina pengetahuan baru. mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Selian itu murid terlibat secara langsung dengan aktif. belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. siswa berbeda persepsi satu dengan yang lainnya. Teori apapun dapat dimanfaatkan asal tujuan untuk “memanusiakan manusia” (mencapai aktualisasi diri dan sebagainya) dapat tercapai.1.. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. dalam kenyataan teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal. Adanya motivasi untuk siswa bahwa belajar adalah tanggung jawab siswa itu sendiri. Dalam teori belajar humanistik. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya. Meskipun teori ini sangat menekankan pentingya isi dari proses belajar. D. mereka akan lebih faham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi. Mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi pemikir yang mandiri. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 11 . teori ini lebih tertarik pada ide belajar dalam bentuknya yang paling ideal dari pada belajar seperti apa adanya.

yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Belajar signifikan terjadi apabila materi plajaran dirasakan murid mempuyai relevansi dengan maksud tertentu 3. 4. Belajar yang bermakna diperolaeh jika siswa melakukannya 7. Menurut hemat kami. 6. dan keinginan yang mendalam untuk mengeksplorasi dan asimilasi pengalaman baru. Teori Belajar Humanistik adalah suatu teori dalam pembelajaran yang mengedepankan bagaimana memanusiakan manusisa serta peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya. Manusia itu memiliki keinginan alamiah untuk belajar. Kepercayaan pada diri pada siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri 10. Prinsip-prinsip Teori Belajar Humanistik Beberapa prinsip Teori belajar Humanistik 1. 1. Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar Roger sebagai ahli dari teori belajar humanisme mengemukakan beberapa prinsip belajar yang penting yaitu: (1). (2). Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila ancaman itu kecil 5. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 12 . Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya. Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam 9.Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya. Belajar akan cepat dan lebih bermakna bila bahan yang dipelajari relevan dengan kebutuhan siswa. Manusia mempunyai belajar alami 2. memiliki rasa ingin tahu alamiah terhadap dunianya. Belajar lancer jika siswa dilibatkan dalam proses belajar 8. Bila bancaman itu rendah terdapat pangalaman siswa dalam memperoleh cara.

melakukkan apa yang diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang ditunjukkan. Diharapkan siswa memahami potensi diri . memaknai proses pembelajaran secara mandiri 5. dan (6) kebebasan. kreatifitas. 3.(3) belajar dapat di tingkatkan dengan mengurangi ancaman dari luar. Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat. kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. (4) belajar secara partisipasif jauh lebih efektif dari pada belajar secara pasif dan orang belajar lebih banyak bila belajar atas pengarahan diri sendiri. Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya daripada hasil belajar. jujur dan positif. Merumuskan tujuan belajar yang jelas 2. 2. Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri 4. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran. memilih pilihannya sendiri. Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas . Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis. mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif. Aplikasi Teori Belajar Humanistik Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. dan kepercayaan diri dalam belajar dapat ditingkatkan dengan evaluasi diri orang lain tidak begitu penting. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 13 . Adapun proses yang umumnya dilalui adalah : 1. pikiran maupun perasaan akan lebih baik dan tahan lama. Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para siswa sedangkan guru memberikan motivasi. (5) belajar atas prakarsa sendiri yang melibatkan keseluruhan pribadi.

6. Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk

bertanggungjawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya. 7. Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya 8. Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa Pembelajaran berdasarkan teori humanistik ini cocok untuk diterapkan. Keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjaadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau etika yang berlaku. 3. Implikasi Teori Belajar Humanistik Psikologi humanistik memberi perhatian atas guru sebagai fasilitator. Berikut ini adalah berbagai cara untuk memberi kemudahan belajar dan berbagai kualitas fasilitator. Ini merupakan ikhtisar yang sangat singkat dari beberapa (petunjuk): 1) Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas 2) Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum. 3) Dia mempercayai adanya keinginan dari masing-masing siswa untuk

melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi. 4) Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka. 5) Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

14

6) Di dalam menanggapi ungkapan-ungkapan di dalam kelompok kelas, dan menerima baik isi yang bersifat intelektual dan sikap-sikap perasaan dan mencoba untuk menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual ataupun bagi kelompok 7) Bilamana cuaca penerima kelas telah mantap, fasilitator berangsur-sngsur dapat berperanan sebagai seorang siswa yang turut berpartisipasi, seorang anggota kelompok, dan turut menyatakan pendangannya sebagai seorang individu, seperti siswa yang lain. 8) Dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya dan juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh siswa 9) Dia harus tetap waspada terhadap ungkapan-ungkapan yang menandakan adanya perasaan yang dalam dan kuat selama belajar 10) Di dalam berperan sebagai seorang fasilitator, pimpinan harus mencoba untuk menganali dan menerima keterbatasan-keterbatasannya sendiri. Ciri-ciri guru yang fasilitatif adalah : a) Merespon perasaan siswa b) Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang c) Berdialog dan berdiskusi dengan siswa d) Menghargai siswa e) Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan f) Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa (penjelasan untuk mementapkan kebutuhan segera dari siswa) g) Tersenyum pada siswa

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

15

Bab II TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

16

belajar dan berfikir. Jerome Bruner. bahwa belajar itu meliputi tiga proses kognitif. Bruner bersetuju dengan Piaget bahawa perkembangan kognitif kanak-kanak adalah melalui peringkatperingkat tertentu. beliau menjadi seorang profesor Psikologi di Universiti Oxford di England.B Bruner Jerome Bruner dilahirkan dalam tahun 1915. Walau bagaimanapun. Bruner adalah seorang ahli psikologi perkembangan dan ahli psikologi belajar kognitif. pemikir dan pencipta informasi. Pandangan terhadap belajar yang disebutnya sebagai konseptualisme instrumental itu. Penelitiannya yang demikian banyak itu meliputi persepsi manusia. dan memainkan peranan penting dalam struktur Projek Madison di Amerika Syarikat. Dalam mempelajarai manusia. yaitu memperoleh informasi baru. seorang ahli psikologi yang terkenal telah banyak menyumbang dalam penulisan teori pembelajaran. didasarkan pada dua prinsip. motivasi. Pendekatannya tentang psikologi adalah eklektik. proses pengajaran dan falsafah pendidikan.II TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI A. ia menganggap manusia sebagai pemroses. Bruner menganggap. Jerome S. transformasi pengetahuan. dan menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan. Bruner lebih menegaskan pembelajaran secara penemuan iaitu mengolah apa yang diketahui pelajar itu kepada satu corak dalam keadaan baru (lebih kepada prinsip konstruktivisme). yaitu pengetahuan orang tentang alam didasarkan pada model-model Belajar dan Model-Model Pembelajaran 17 . Beliau bertugas sebagai profesor psikologi di Universiti Harvard di Amerika Syarikat dan dilantik sebagi pengarah di Pusat Pengajaran Kognitif dari tahun 1961 sehingga 1972. Setelah itu. Teori Belajar Menurut J.

dengan memperhatikan faktor-faktor belajar sebelumnya. 3. dan model-model itu diadaptasikan pada kegunaan bagi orang itu. 2. Misalnya. Perincian urutan-urutan penyajian materi pelajran secara optimal. pemeliharaan dan pengarahan. Pematangan intelektual atau pertumbuhan kognitif seseorang ditunjukkan oleh bertambahnya ketidaktergantungan respons dari sifat stimulus. Penstrukturan pengetahuan untuk pemahaman optimal. Kanak-kanak membentuk konsep dengan mengasingkan benda-benda mengikut ciri-ciri persamaan dan perbezaan. Pengalaman-pengalaman optimal bagi siswa untuk mau dan dapat belajar. ekonomi dan kuasa. Pertumbuhan itu menyangkut peningkatan kemampuan seseorang untuk mengemukakan pada dirinya sendiri atau pada orang lain tentang apa yang telah atau akan dilakukannya. Pertumbuhan itu tergantung pada bagaimana seseorang menginternalisasi peristiwa-peristiwa menjadi suatu ”sistem simpanan” yang sesuai dengan lingkungan. Menurut Bruner belajar bermakna hanya dapat terjadi melalui belajar penemuan.kanak-kanak membentuk konsep segiempat dengan mengenal segiempat mempunyai 4 sisi dan memasukkan semua bentuk bersisi empat Belajar dan Model-Model Pembelajaran 18 . ditinjau dari segi aktivasi. Belajar penemuan meningkatkan penalaran dan kemampuan berfikir secara bebas dan melatih keterampilan-keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah. Selain itu.mengenai kenyataan yang dibangunnya. pengajaran didasarkan kepada perangsang murid terhadap konsep itu dengan pengetahuan sedia ada. sifat materi pelajaran dan perbedaan individu. dan mempunyai efek transfer yang lebih baik. Bentuk dan pemberian reinforsemen. ditinjau dari segi cara penyajian. Beliau berpendapat bahawa seseorang murid belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari. tingkat perkembangan anak. Teori instruksi menurut Bruner hendaknya mencakup: 1. 4. Pengetahuan yang diperoleh melalui belajar penemuan bertahan lama.

dan memasukkan bentuk-bentuk bersisi tiga kedalam kategori segitiga. Ciri khas Teori Pembelajaran Menurut Bruner a) Empat Tema tentang Pendidikan Tema pertama mengemukakan pentingnya arti struktur pengetahuan. Asumsi pertama adalah bahwa perolehan pengetahuan merupakan suatu proses interaktif. dan (3) evaluasi. yaitu untuk mengetahui apakah hasil tranformasi pada tahap kedua tadi benar atau tidak. (2) tahap transformasi. Dalam hal ini Bruner membedakan menjadi tiga tahap. b) Model dan Kategori Pendekatan Bruner terhadap belajar didasarkan pada dua asumsi. Dengan intuisi. Ketiga tahap itu adalah: (1) tahap informasi. Hal ini perlu karena dengan struktur pengetahuan kita menolong siswa untuk untuk melihat. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 19 . dapat dihubungkan satu dengan yang lain. mencerna dan menganalisis pengetahuan baru serta ditransformasikan dalam bentuk baru yang mungkin bermanfaat untuk hal-hal yang lain. yaitu tahap memahami. Menurut Bruner kesiapan terdiri atas penguasaan ketrampilan-ketrampilan yang lebih sederhana yang dapat mengizinkan seseorang untuk mencapai kerampilan-ketrampilan yang lebih tinggi. Tema keempat adalah tentang motivasi atau keingianan untuk belajar dan cara-cara yang tersedia pada para guru untuk merangsang motivasi itu. Tema kedua adalah tentang kesiapan untuk belajar. yaitu tahap awal untuk memperoleh pengetahuan atau pengalaman baru. Tema ketiga adalah menekankan nilai intuisi dalam proses pendidikan. Dalam teori belajarnya Jerome Bruner berpendapat bahwa kegiatan belajar akan berjalan baik dan kreatif jika siswa dapat menemukan sendiri suatu aturan atau kesimpulan tertentu. bagaimana fakta-fakta yang kelihatannya tidak ada hubungan. 1.kedalam kategori segiempat. teknik-teknik intelektual untuk sampai pada formulasi-formulasi tentatif tanpa melalui langkah-langkah analitis untuk mengetahui apakah formulasiformulasi itu merupaka kesimpulan yang sahih atau tidak.

Ketiga sistem keterampilan itu adalah yang disebut tiga cara penyajian (modes of presentation) oleh Bruner (1966). Jadi. cara ikonik dan cara simbolik. Asumsi kedua adalah bahwa orang mengkontruksi pengetahuannya dengan menghubungkan informasi yang masuk dengan informasi yang disimpan yang diperoleh sebelumnya. Model Bruner ini mendekati sekali struktur kognitif Aussebel. c) Belajar sebagai Proses Kognitif Bruner mengemukakan bahwa belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan. Dalam transformasi pengetahuan seseorang mempelakukan pengetahuan agar cocok dengan tugas baru. jadi bersifat manipulatif. perubahan tidak hanya terjadi di lingkungan tetapi juga dalam diri orang itu sendiri. Ketiga proses itu adalah (1) memperoleh informasi baru. Ketiga cara itu ialah: cara enaktif. Setiap model seseorang khas bagi dirinya. Hampir semua orang dewasa melalui penggunaan tig sistem keterampilan untuk menyatakan kemampuanny secara sempurna. Dengan menghadapi berbagai aspek dari lingkungan kita. 1973). transformasi menyangkut cara kita memperlakukan pengetahuan. Cara penyajian enaktif ialah melalui tindakan. Dengan cara ini seseorang mengetahui suatu aspek dari kenyataan tanpa menggunakan pikiran atau kata-kata. suatu model alam (model of the world). kita akan membentuk suatu struktur atau model yang mengizinkan kita untuk mengelompokkan hal-hal tertentu atau membangun suatu hubungan antara hal-hal yang diketahui. (2) transformasi informasi dan (3) menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan (Bruner. Informasi baru dapat merupaka penghalusan dari informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang atau informasi itu dapat dersifat sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang.Berlawanan dengan penganut teori perilakau Bruner yakin bahwa orang yang belajar berinteraksi dengan lingkungannya secara aktif. Jadi cara ini terdiri atas penyajian kejadian- Belajar dan Model-Model Pembelajaran 20 . apakah dengan cara ekstrapolasi atau dengan mengubah bentuk lain.

Anak yang lebih tua dapat menyajikan timbangan pada dirinya sendiri dengan suatu model atau gambaran. maka desain yang berulang-ulang itu disebut ”kurikulum spiral kurikulum”. Cara penyajian ikonik didasarkan atas pikiran internal. Disamping itu. karena teori Bruner ini banyak menuntut pengulangan-penulangan. Pengetahuan disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep. dimana materi yang sebelumnya sudah diberikan suatu saat muncul kembali secara terintegrasi di dalam suatu materi baru yang lebih Belajar dan Model-Model Pembelajaran 21 . Anak kecil hanya dapat bertindak berdasarkan ”prinsip-prinsip” timbangan dan menunjukkan hal itu dengan menaiki papan jungkat-jungkit. kurikulum spiral menuntut guru untuk memberi materi pelajaran setahap demi setahap dari yang sederhana ke yang kompleks. ”Bayangan” timbangan itu dapat diperinci seperti yang terdapat dalam buku pelajaran.kejadian yang lampau melalui respon-respon motorik. Misalnya sebuah segitiga menyatakan konsep kesegitigaan. memberikan struktur hirarkis pada konsep-konsep dan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan alternatif dalam suatu cara kombinatorial. Penyajian simbolik dibuktikan oleh kemampuan seseorang lebih memperhatikan proposisi atau pernyataan daripada objek-objek. Sebagai contoh dari ketiga cara penyajian ini. Penyajian simbolik menggunakan kata-kata atau bahasa. Ia tahu bahwa untuk dapat lebih jauh kebawah ia harus duduk lebih menjauhi pusat. tentang pelajaran penggunaan timbangan. tetapi tidak mendefinisikan sepenuhnya konsep itu. d) Ciri khas Teori Bruner dan perbedaannya dengan teori yang lain Teori Bruner mempunyai ciri khas daripada teori belajar yang lain yaitu tentang ”discovery” yaitu belajar dengan menemukan konsep sendiri. Akhirnya suatu timbangan dapat dijelaskan dengan menggunakan bahasa tanpa pertolongan gambar atau dapat juga dijelaskan secara matematik dengan menggunakan Hukum Newton tentang momen. Misalnya seseorang anak yang enaktif mengetahui bagaimana mengendarai sepeda. Secara sin gkat.

Belajar melibatkan adanya proses informasi (active learning). c. b. Diantaranya adalah: a. Pemaknaan berdasarkan hubungan. Bahwa pembelajaran baru berasal dari proses pembelajaran sebelumnya. 2. Belajar Penemuan Salah satu model kognitif yang sangat berpengaruh adalah model dari Jerome Bruner (1966) yang dikenal dengan nama belajar penemuan (discovery learning). Bruner menyarankan agar siswa hendaknya belajar melalui berpartisipasi aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip agar mereka dianjurkan untuk memperoleh pengalaman dan melakukan eksperimen-eksperimen yang mengizinkan mereka untuk menemukan konsep dan prinsip itu sendiri. Proses kegiatan belajar mengajar menitikberatkan pada hubungan dan strategi. Demikian seterusnya sehingga siswa telah mempelajari suatu ilmu pengetahuan secara utuh. Anak-anak membentuk konsep dengan melihat benda-benda berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan. Secara menyeluruh belajar penemuan meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berfikir secara bebas. Asumsi umum tentang teori belajar kognitif: a. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan menunjukkan beberapa kebaikan. Bruner berpendapat bahwa seseorang murid belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari. d. Model kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Selain itu. Model kognitif ini memiliki Belajar dan Model-Model Pembelajaran 22 . Pengetahuan itu bertahan lama atau lama dapat diingat. b. Hasil belajar penemuan mempunyai efek transfer yang lebih baik. pembelajaran didasarkan kepada merangsang siswa menemukan konsep yang baru dengan menghubungkan kepada konsep yang lama melalui pembelajaran penemuan. Bruner menganggap bahwa belajar peneuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling baik. c.kompleks.

maka untuk mengajar sesuatu tidak usah ditunggu sampai anak mancapai tahap perkembangan tertentu. yaitu: a. dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses. Dengan lain perkataan perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan jalan mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya. masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Bruner mengembangkan teorinya tentang perkembangan intelektual. Yang penting bahan pelajaran harus ditata dengan baik maka dapat diberikan padanya. Bruner. dimana seorang peserta didik belajar tentang dunia melalui tindakannya pada objek. Symbolic yang mendeskripsikan kapasitas dalam berfikir abstrak. Bruner bekerja pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan. Menurut Ausubel. Sejalan dengan pernyataan di atas. Dari ketiga peneliti ini. siswa mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika dan komunikasi dilkukan dengan pertolongan sistem simbol. konsep tersebut dimaksudkan untuk penyiapan struktur kognitif peserta didik untuk pengalaman belajar. dan Gagne. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar. Penerapan teori Bruner yang terkenal dalam dunia pendidikan adalah kurikulum spiral dimana materi pelajaran yang sama dapat diberikan mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan tinggi disesuaikan dengan tingkap perkembangan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 23 .perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir. dimana belajar terjadi melalui penggunaan model dan gambar c. b. siswa melakukan aktifitas-aktifitasnya dalam usahanya memahami lingkungan. Enactive. Semakin dewasa sistem simbol ini samakin dominan. menyimpan. Iconic. Peneliti yang mengembangkan kognitif ini adalah Ausubel.

dsbnya. Mencari ilustrasi contoh-contoh. Tabel 2. Teori ini ada kaitan dengan ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Mengatur topik peserta didik dari konsep yang paling kongkrit ke yang abstrak. untuk belajar ini Teori mengarahkan didik secara learning. Mengukur kesiapan peserta didik Belajar dan Model-Model Pembelajaran 24 . Memilih materi pelajaran 3.. Ausubel. arti dan hubungan melalui proses intuitif kemudian dapat dihasilkan suatu kesimpulan (discovery learning). dan gagne). Menentukan instruksional 2.kognitif mereka. Berdasarkan pendapat ketiga ahli di atas (Burner. dapat tujuan-tujuan membebaskan peserta didik sendiri. Sesuatu pengetahuan yang diperolehi melalui pengalaman atau pendidikan formal akan disimpan dan disusun melalui proses pengumpulan pengetahuan supaya dapat digunakan kemudian. Penerapan Model Kognitif dalam pembelajaran: Belajar Kognitif Bruner Karakteristik Teori Model ini sangat Penerapan Dalam pembelajaran 1. dari yang sederhana ke kompleks 6. untuk peserta belajar discovery digunakan peserta didik untuk bahan belajar 5. Menentukan topik-topik yang akan dipeserta didiki 4. ternyata teori kognitif melibatkan hal-hal mental atau pemikiran seseorang individu. Menentukan instruksional tujuan-tujuan menuntut peserta didik belajar secara deduktif 2. Mengevaluasi proses dan hasil belajar Bermakna Ausubel Dalam aplikasinya 1. yang tugas. Cara belajar yang terbaik menurut Bruner ini adalah dengan memahami konsep.

(dari khusus) umum dan ke lebih aspek (minat. Mengidentifikasikan prinsip-prinsip yang harus dikuasai peserta didik dari materi tsb. melalui tes struktur awal. dilengkapi dengan uraian singkat yang menunjukkan relevansi yang sudah (keterkaiatan) materi diberikan dengan yang akan diberikan 7. 3. Memilih materi pelajaran dan kognitif mengaturnya dalam bentuk penyajian konsep-konsep kunci 4. kemampuan. Mengevaluasi proses dan hasil belajar Belajar dan Model-Model Pembelajaran 25 . kognitif)baik mementingkan struktur peserta didik interviw. Mengajar memahami peserta didik untuk dan konsep-konsep prinsip-prinsip yang sudah ditentukan dengan memberi fokus pada hubungan yang terjalin antara konsep yang ada 8. pertanyaan dll. 5. Menyajikan suatu pandangan secara menyelurh tentang apa yang harus dikuasai pesertadidik 6. Membuat dan menggunakan “advanced organizer” paling tidak dengan cara membuat rangkuman terhadap materi yang baru disajikan.

Stimulus akan memberi kesan ke-pada pancaindra. Mental and social Measurements (1904). Animal Intelligence (1911). Ateacher’s Word Book (1921). Lulus S1 dari Universitas Wesleyen tahun 1895. perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha –usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu. Menurutnya. dasar belajar adalah asosiasi antara stimulus (S) de¬ngan respons(R). Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. S2 dari Harvard tahun 1896 dan meraih gelar doktor di Columbia tahun 1898. Asosiasi seperti itu disebut Connection. sedangkan respons akanmendorong seseorang untuk melakukan tindakan.Prinsip itulah yang kemudian disebut sebagai teori Connectionism. Thorndike (1874-1949). Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu.B. Teori Koneksionisme Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Berhaviorisme. Teori Thorndike dikenal dengan teori Stimulus-Respons. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Adanya pandangan-pandangan Thorndike yang memberi sumbangan yang cukup besar di dunia pendidikan tersebut maka ia dinobatkan sebagai salah satu tokoh pelopor dalam psikologi pendidikan. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 26 . Thorndike berprofesi sebagai seorang pendidik dan psikolog yang berkebangsaan Amerika. Bukubuku yang ditulisnya antara lain Educational Psychology (1903). Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle box) diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons.Your City (1939). dan Human Nature and The Social Order (1940).

yaitu semakin siap suatu organism memperoleh suatu perubahan tingkah laku. ia menemukan hukum-hukum belajar sebagai berikut : a) Hukum Kesiapan (law of readiness). Itu berarti. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 27 . dengan model pintu yangdihubungkan dengan tali. yaitudengan menggunakan kucing sebagai objek penelitiannya. Eksperimen itu menunjukkan adanya hubungan kuat antara stimulus danrespons. kucing dapat memilih atau menyeleksiantara respons yang berguna dan yang tidak. demikian selanjutnya. reaksi kucing menunjukkan sikap yang tidak terarah. ternyata tingkah laku kucing untuk keluar darikandang menjadi semakin efisien. Kucing dalam keadaan lapar dimasukkan ke dalam kandang yang dibuat sedemikian rupa. Padaawalnya. hingga akhirnya suatu saat gerakan kucing menyentuh tali yangmenyebabkan pintu terbuka. yaitu menyentuh tali akan dibuat pembiasaan. Respons yang berhasil untuk membuka pintu. sedangkan respons lainnyadilupakan. Di luar kandang diletakkan makanan untuk merangsang kucing agar bergerak ke-luar. yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah. Pintu tersebut akan terbuka jika tali tersentuh/tertarik. Hukum-Hukum Belajar Dari percobaan yang Thorndike lakukan seperti yang telah dipaparkan pasa subbab sebelumnya. selanjutnya stimulus baru ini akan menimbulkan response lagi. seperti meloncat yangtidak menentu. Dalam melaksanakan coba-coba ini. Model eksperimen yang ditempuhnya sangat sederhana.Pendidikan yang dilakukan Thorndike adalah menghadapkan subjek pada situasi yangmengandung problem. maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat. Setiap response menimbulkan stimulus yang baru. kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil.Setelah percobaan itu diulang-ulang. sehingga dapat digambarkan sebagai berikut: S R S1 R1 dst 1. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”.

Misalnya. Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi(connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. maka ia akan cenderung mengerjakannya. mereka pun akan bertingkah untuk menggagalkan tes. Akibatnya. Apabila hal ini dilaksanakan. Akibatnya. bila sese¬orang sudah siap melakukansuatu tingkah laku. maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. ia cenderung melakukan hal lain (misalnya: berbuat gaduh. maka ia akan puas. Misalnya. maka ia akan merasa tidak puas. protes) untuk melampiaskan kekecewaannya. Apabila hal ini dilaksanakan. Contoh. orang tersebut akanmelakukan tingkah laku lain untuk menghalangi terlaksananya tingkah laku tersebut. peserta didik yang sudah benar-benar siapmenempuh ujian.Contoh. maka ia akan cenderung mengerjakannya. Masalah kedua. Contoh. karena dia belum belajarHukum Latihan (law of exercise). jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 28 . peserta didik akan merasa lega bila ulanganditunda. ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskan. ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskan. Masalah pertama. dia akan puas bila ujian itu benar-benar dilaksanakan. jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit. yaitu semakin sering tingkah laku diulang/ dilatih (digunakan) . pelaksanaannya akan memberi kepuasan baginya sehingga tidak akanmelakukan tingkah laku lain. Masalah ketiga. makaakan timbul kekecewaan.tetapi ujian dibatalkan.Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi(connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. Contoh peserta didik yang sudah belajar tekun untuk ujian. peserta didik tiba-tiba diberi tes tanpa diberi tahu lebih dahulu. bila seseorang belum siap melakukan suatu perbuatan tetapi dia harusmelakukannya. bila seseorang belum siap melakukan suatu tingkah laku dan tetap tidak melakukannya. Masalah keempat. ia akan melakukan ting¬kah laku lain untuk mengurangi kekecewaan. bila seseorang siap melakukan suatu tingkah laku tetapi tidak dilaksanakan.

suatu perbuatan yang diikuti akibat tidak menyenangkan cenderung dihentikan dan tidak akan diulangi. Hukum Reaksi Bervariasi (multiple response). ia mendapatkan muka manis gurunya. Hukum ini menunjuk pada makin kuat atau makin lemahnya koneksi sebagai hasil perbuatan. b) Hukum akibat(law of effect). Sebaliknya. Misalnya. yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. 2. Koneksi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak dapat menguat atau melemah. tetapi akan melemah bila koneksi antara keduanya tidak dilanjutkan atau dihentikan. Prinsip menunjukkan bahwa prinsip utama dalam belajar adalah ulangan. Kecenderungan mengerjakan PR akan membentuk sikapnya. 1984). bila anak mengerjakan PR. jika sebaliknya. ia akan dihukum. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 29 . walaupun hubungan antara situasi dan perbuatan pada binatang tanpa dipeantarai pengartian. Suatu perbuatan yang disertai akibat menyenangkan cenderung dipertahankan dan lain kali akan diulangi.Prinsip law of exercise adalah koneksi antara kondisi (yang merupakan perangsang) dengan tindakan akan menjadi lebih kuat karena latihan-latihan. Thorndike berkeyakinan bahwa prinsip proses belajar binatang pada dasarnya sama dengan yang berlaku pada manusia. tergantung pada “buah” hasil perbuatan yang pernah dilakukan. Hukum Tambahan Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan sebagai berikut: a. materi pelajaran akan semakin dikuasai. Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh prooses trial dan error yang menunjukkan adanya bermacam-macam respon sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Namun. Makin sering diulangi. Binatang melakukan responsrespons langsung dari apa yang diamati dan terjadi secara mekanis(Suryobroto.

e. Revisi Hukum Belajar Selain menambahkan hukum-hukum baru. b. c. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 30 . Hukum latihan ditinggalkan karena ditemukan pengulangan saja tidak cukup untuk memperkuat hubungan stimulus respon. 3.b. Hukum perpindahan Asosiasi ( Associative Shifting) Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal dilakukan secara bertahap dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama. Hukum ini menjelaskan bahwa perilakku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja. Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. Hukum Sikap ( Set/ Attitude). sosial . emosi . Hukum Respon by Analogy. Hukum akibat direvisi. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah. maupun psikomotornya. Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan respon pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi ( respon selektif). Dikatakan oleh Thorndike bahwa yang berakibat positif untuk perubahan tingkah laku adalah hadiah. Hukum Aktifitas Berat Sebelah ( Prepotency of Element). dalam perjalanan penyamapaian teorinya thorndike mengemukakan revisi Hukum Belajar antara lain : a. d. tetapi juga ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif. sedangkan hukuman tidak berakibat apa-apa. sebaliknya tanpa pengulanganpun hubungan stimulus respon belum tentu diperlemah.

4. dimana Teori pembelajaran ini mempunyai pemahaman tentang belajar yang lebih menekankan proses daripada belajar. Karena teori ini hanya membicarakan input. maka bergeser dari teori pembelajaran Belajar dan Model-Model Pembelajaran 31 . begitu juga dengan teori-teori pembelajaran. Dengan kata lain. teori ini kemudian bergeser menjadi teori pembelajaran kognitivisme dimana teori ini menekankan pada proses pendalaman yang berlaku dalam akal pikiran. dan tidak dapat diperhatikan secara langsung dengan tingkah laku. Syarat utama terjadinya hubungan stimulus respon bukan kedekatan. teori ini mampu membangun ilmu pengetahuan yang telah lalu dengan ilmu pengetahuan yang baru.c. perkembangan IPTEK. Perkembangan teorinya berdasarkan pada percobaan terhadap kucing dengan problem box-nya. karena teori ini hanya berfokus pada perilaku individu. Adanya sikap kritis para ahli. adanya keinginan untuk mengadakan perbaikan hingga Curiosity dari para ahli untuk memecahkan dan menutup kekurangan yang ada pada teori sebelumnya menjadi pemicu untuk melakukan perubahan terhadap teori-teori pembelajaran. dimana teori ini merupakan teori pembelajaran yang hanya berfokus pada perilaku yang bisa diamati dan stimuli yang mengontrolnya. Karena teori pembelajaran ini dianggap masih kurang. Akibat suatu perbuatan dapat menular baik pada bidang lain maupun pada individu lain. tetapi adanya saling sesuai antara stimulus dan respon. Teori koneksionisme menyebutkan pula konsep transfer of training. Begesernya Teori-Teori Belajar (Dari Koneksionisme hingga Humanisme) Tak dapat dipungkiri manusia sebagai makhluk sosial yang dinamis selalu tidak puas dengan apa yang sudah ada akan selalu mencoba dan menciptakan sesuatu yang baru atau lain dari biasanya. maka teori ini bergeser menjadi teori pembelajaran konstruktivisme. d. yaiyu kecakapan yang telah diperoleh dalam belajar dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang lain. sehingga mengharuskan siswa bersikap aktif. Kita tentu telah mengetahui teori pembelajaran koneksionisme.

Manusia memiliki kebebasan untuk berfikir alternatif. dan psikomotorik. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 32 . Dalam teori humanisme memandang bahwa belajar bukan sekedar pengembangan kualitas kognitif saja. mendorong guru untuk responsif terhadap perubahan serta mendorong guru untuk mengkondisikan pembelajaran sesuai konteks yang nyata. dimana teori pembelajaran ini mampu menciptakan manusia yang ideal. Dengan alur pergeseran: Koneksionisme Kognitivisme Konstruktivisme Kognitivisme Konstruktivisme Humanisme Dengan adanya pergeseran teori-teori pembelajaran ini diharapkan mampu menawarkan solusi dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan landasan teori yang lebih mutakhir sehingga proses dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.konstruktivisme menjadi teori pembelajaran humanisme. melainkan juga sebuah proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh bagian atau domain yang ada. Selain itu dengan adanya pergeseran teori-teori pembelajaran ini diharapkan mampu mendorong pemilihan cara-cara yang tepat untuk membelajarkan siswa. sehingga proses pembelajarannya pun ideal. Domain tersebut meliputi domain kognitif. menemukan konsep dan prinsip. afektif. Pergeseran Teori Pembelajaran berawal dari teori koneksionisme dan sementara ini berakhir pada teori humanisme.

Bukan begitu. Teori Kondisioning Operan Menurut B. Artinya. tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. pada waktu keluarnya teori S-R. Asas-asas kondisioning operan adalah kelanjutan dari tradisi yang didirikan oleh John Watson. Ia mengajukan suatu paradigma yang mencakup kedua jenis respon itu dan berlanjut dengan mengupas kondisi-kondisi yang bertanggung jawab atas munculnya respons atau tingkah laku operan. banyak tingkah laku menghasilkan perubahan atau konsekuensi pada lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap organisme dan dengan begitu mengubah kemungkinan organisme itu merespon nanti.F Skinner dimulai awal tahun 1930-an. maka studi tingkah laku harus dijadikan fokus penelitian psikologi. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana.F. yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku.Skiner. 1. pada waktu itu model kondisian klasik dari Pavlov telah memberikan pengaruh yang kuat pada pelaksanaan penelitian Skinner tidak sependapat dengan pandangan S-R dan penjelasan reflex bersyarat dimana stimulus terus memiliki sifat-sifat kekuatan yang tidak mengendur. Asas pengkondisian operan B.C. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya. namun lebih komprehensif. Pada waktu keluarnya teori-teori S-R. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 33 . Menurut Skinner penjelasan S-R tentang terjadinya perubahan tingkah laku tidak lengkap untuk menjelaskan bagaimana organisme berinteraksi dengan lingkungannya. Teori Belajar Menurut Skinner Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Untuk lebih lengkapnya penulis akan membahas teori kondisioning operan pada bagian berikut ini. agar psikologi bisa menjadi suatu ilmu. Tidak seperti halnya teoritikus-teoritikus S-R lainnya. Skinner menghindari kontradiksi yang ditampilkan oleh model kondisioning klasik dari Pavlov dan kondisioning instrumental dari Thorndike.

W. Hubungan yang berhukum antara tingkah-laku dan lingkungan hanya dapat di tentukan kalau sifat-sifat tingkah-laku dan kondisi eksperimennya di devinisikan menurut fisiknya dan di observasi di bawah kondisi-kondisi yang di control secara seksama. Asumsi-asumsi itu adalah sebagai berikut: a. dll). penguatan dibagi menjadi dua bagian yaitu : a.Penguatan dan Hukuman. b. Juara 1 dsb).F. Sebaliknya. Bell Gredler. Santrock. hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku. perilaku (senyum. Perubahan tingkah-laku (belajar) secara fungsional berkaitan dengan adanya perubahan dalam kejadian-kejadian di lingkungan kondisi-kondisi lingkungan. menganggukkan kepala untuk menyetujui. atau penghargaan (nilai A. Ada 6 asumsi yang membentuk landasan untuk kondisioning operan (Margaret E. Penguatan positif adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). bertepuk tangan. hlm 122). makanan.Skiner Kondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensikonsekuensi dari prilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan diulangi. Menurut Skinner (J. Menurut Skinner penguatan berarti memperkuat. 272) unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya penguatan (reinforcement ) dan hukuman (punishment). Penguatan (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. c. mengacungkan jempol).2. b. Kajian Teori Kondisioning Operan Menurut B. Inti dari teori behaviorisme Skinner adalah Pengkondisian operan (kondisioning operan). Data dari studi eksperimental tingkah-laku merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat di terima tentang penyebab terjadinya tingkah laku. Bentukbentuk penguatan positif adalah berupa hadiah (permen. kado. Belajar itu adalah tingkah laku. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 34 .

konsekuensi meningkatkan prilaku. Adalah mudah mengacaukan penguatan negatif dengan hukuman. kening berkerut. memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng. adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan). Dalam hukuman. Dalam penguatan negatif. Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain: menunda/tidak memberi penghargaan. Dalam kedua bentuk itu. A. Penguatan positif Perilaku Murid Konsekuensi mengajukan Guru menguji murid Prilaku kedepan Murid mengajukan pertanyaan yang bagus B.W Santrock. Contoh dari konsep penguatan positif. dan hukuman (J. Penguatan negatif Perilaku Murid Konsekuensi lebih banyak pertanyaan Prilaku kedepan makin sering menyerahkan Guru berhenti menegur Murid murid PR tepat waktu menyerahkan PR tepat waktu C. negatif. Satu cara untuk mengingat perbedaan antara penguatan positif dan penguatan negatif adalah dalam penguatan positif ada sesuatu yang ditambahkan atau diperoleh. Hukuman Perilaku Murid menyela guru Konsekuensi Guru mengajar Prilaku kedepan murid Murid berhenti menyela guru langsung Ingat bahwa penguatan bisa berbentuk postif dan negatif. Agar istilah ini tidak rancu. ingat bahwa penguatan negatif meningkatkan probabilitas terjadinya suatu prilaku. perilakunya berkurang. sedangkan hukuman menurunkan probabilitas terjadinya perilaku. 274). Penguatan negatif. ada sesuatu yang dikurangi atau di hilangkan. muka kecewa dll). Belajar dan Model-Model Pembelajaran 35 .b.

Namun ini lingkungan perlu diubah. Dalam proses pembelajaran. berhasil atau gagal. Hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable rasio reinforce Belajar dan Model-Model Pembelajaran 36 . binatang itu harus berusaha penuh resiko. d. Tingkah laku yang diinginkan pendidik. penguat positif dan negative. Skinner menyebutkan praktek khas menempatkan binatang percobaan dalam “kontigensi terminal”. Bukannya demikian itu prosedur yang mengena ialah membentuk tingkah-laku binatang itu melalui urutan Sitimulus-responpenguatan yang diatur secara seksama. dan sebagainya. b. jika salah dibetulkan. lebih dipentingkan aktivitas sendiri. dan penguat umum. c. Belajar. b.Skinner menghasilkan suatu sistem ringkas yang dapat diterapkan pada dinamika perubahan tingkah laku baik di laboratorium maupun di dalam kelas. Skinner menggambarkan praktek “tugas dan ujian” sebagai suatu contoh menempatkan pelajar yang manusia itu dalam kontigensi terminal juga. dalam mencari jalan lepas dari kurungan atau makanan. digunakan sistem modul. Dengan demikian beberapa prinsip belajar yang dikembangkan oleh Skinner antara lain: a. Materi pelajaran. c. diberikan sebagai fungsi urutan ketiga unsure (SD)-(R)-(R Reinsf). untuk menghindari adanya hukuman. yang digambarkan oleh makin tingginya angka keseringan respons. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa. Maksudnya. Analisa yang dilakukan Skinner tersebut diatas meliputi peran penguat berkondisi dan alami. jika benar diberi penguat. tidak digunakan hukuman. Hukuman harus dihindari karena adanya hasil sampingan yang bersifat emosional dan tidak menjamin timbulnya tingkah laku positif yang diinginkan. diberi hadiah. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Skinner menyarankan penerapan cara pemberian penguatan komponen tingkah laku seperti menunjukkan perhatian pada stimulus dan melakukan studi yang cocok terhadap tingkah laku. Dalam proses pembelajaran.

d. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat. diantaranya : a. semakin meningkat mencapai tujuan. i. Tingkah laku yang diinginkan. Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman. c. Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic. d. b. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. Materi pelajaran digunakan sistem modul. Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa. e. Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 37 . Beberapa aplikasi teori belajar Skinner dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: a. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Aplikasi Skinner terhadap pembelajaran. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis. f. Dalam pembelajaran. dianalisis kecil-kecil. Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan.e. Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu) g. digunakan shaping. Disamping itu pula dari eksperimen yang dilakukan B. b.F. b. h. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah. 3. c. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan pembentukan (shaping).

k. 4. yakni mengindividualisasikan penggunaan penguat tertentu. Memilih Penguatan yang efektif Tidak semua penguatan akan sama efeknya bagi anak. Untuk mencari penguatan yang efektif bagi seorang anak. Analisis perilaku terapan menganjurkan agar guru mencari tahu penguat apa yang paling baik untuk anak. Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda. Tugas guru berat. dan persepsi anak terhadap manfaat dan nilai penguatan. Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine. disarankan untuk meneliti apa yang memotivasi anak dimasa lalu. administrasi kompleks. mainan dan uang. sesegera mungkin setelah murid menjalankan tindakan yang diharapkan.j. Analisa Perilaku Terapan Dalam Pendidikan Analisis Perilaku terapan adalah penerapan prinsip pengkondisian operan untuk mengubah perilaku manusia. Melaksanakan mastery learning yaitu mempelajari bahan secara tuntas menurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda iramanya. seperti permen. Menjadikan penguat kontingen dan tepat waktu Agar penguatan dapat efektif. apa yang dilakukan murid tapi tidak mudah diperolehnya. Ada tiga penggunaan analisis perilaku yang penting dalam bidang pendidikan yaitu a) Meningkatkan perilaku yang diharapkan Ada lima strategi pengkondisian operan dapat dipakai untuk meningkatkan perilaku anak yang diharapkan yaitu: a. Ini akan membantu anak melihat hubungan kontingensi antar-imbalan dan perilaku mereka. Analisis perilaku terapan seringkali menganjurkan agar guru membuat pernyataan “jika…maka”. Jika anak menyelesaikan perilaku sasaran (seperti mengerjakan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 38 . guru harus memberikan hanya setelah murid melakukan perilaku tertentu. penguatan akan lebih efektif jika diberikan tepat pada waktunya. b. Penguatan alamiah seperti pujian lebih dianjurkan ketimbang penguat imbalan materi.

Memilih jadwal penguatan terbaik Menyusun jadwal penguatan menentukan kapan suatu respons akan diperkuat. Jika muncul problem dan anak tidak bertindak sesuai harapan. 4) Jadwal interval .variabel : suatu respons diperkuat setelah sejumlah variabel waktu berlalu. dan kemudian diberi tanggal.seorang guru mengatakan”Pepeng. akan tetapi tidak berdasarkan basis yang dapat 3) diperidiksi. e. maka anak itu mungkin akan kesulitan membuat hubungan kontingensi. c.tetap : respons tepat pertama setelah beberapa waktu akan diperkuat. 2) Jadwal rasio variabel : suatu perilaku diperkuat setelah terjadi sejumlah respon. Perjanjian (contracting) adalah menempatkan kontigensi penguatan dalam tulisan.sepuluh soal matematika) tapi guru tidak memberikan waktu bermain pada anak. 5) Jadwal interval . c. kamu harus menyelesaikan PR mu dulu diluar kelas sebelum kamu boleh masuk kelas ikut pembelajaran” ini berarti seorang guru menggunakan penguatan negatif. Menggunakan penguatan negatif secara efektif Dalam penguatan negatif. frekuensi respons meningkat karena respon tersebut menghilangkan stimulus yang dihindari. Menggunakan Perjanjian. b) Menggunakan dorongan (prompt) dan pembentukkan (shaping). Analisis perilaku terapan menyatakan bahwa perjanjian kelas harus berisi masukan dari guru dan murid. Kontrak kelas mengandung pernyataan “jika… maka” dan di tandatangani oleh guru dan murid. Prompt (dorongan) adalah stimulus tambahan atau isyarat tambahan yang diberikan sebelum respons dan meningkatkan kemungkinan respon tersebut akan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 39 . Empat jadwal penguatan utama adalah 1) Jadwal rasio tetap: suatu perilaku diperkuat setelah sejumlah respon. guru dapat merujuk anak pada perjanjian yang mereka sepakati.

tugas guru akan menjadi semakin berat. hal tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajarmengajar. Kekurangan Beberapa kelemahan dari teori ini berdasarkan analisa teknologi (Margaret E. Skinner a. B. pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. b. Shapping (pembentukan) adalah mengajari perilaku baru dengan memperkuat perilaku sasaran. b. hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. c) Mengurangi perilaku yang tidak diharapkan. G. d. (ii) keseringan respon sukar diterapkan pada tingkah laku kompleks sebagai ukuran peluang kejadian. 1994) adalah bahwa: (i) teknologi untuk situasi yang kompleks tidak bisa lengkap. Memberikan stimuli yang tidak disukai (hukuman) d) Kelebihan dan kekurangan Menurut B.terjadi. Menghentikan penguatan (pelenyapan) c. Menggunakan Penguatan Diferensial. Kelebihan Pada teori ini. Dengan melaksanakan mastery learning. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 40 . Menghilangkan stimuli yang diinginkan. Ketika guru ingin mengurangi perilaku yang tidak diharapkan (seperti mengejek. Disamping itu pula. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan.F. tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. analisa yang berhasil bergantung pada keterampilan teknologis. mengganggu diskusi kelas. atau sok pintar) yang harus dilakukan berdasarkan analisis perilaku terapan adalah a.

karena teori ini berusaha melacak perkembangan kemampuan intelektual. Sedangkan istilah genetik yang dimaksud mengacu pada pertumbuhan developmental bukan warisan biologi. ejekan. jeweran justru berakibat buruk pada siswa. Piaget mengemukakan. Semua organisme lahir dengan kecenderungan untuk beradaptasi atau Belajar dan Model-Model Pembelajaran 41 . Inteligensi adalah bagian integral dari setiap organisme karena setiap organisme yang hidup selalu mencari kondisi yang kondusif untuk keberlangsungan hidup. D. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar. Sedangkan fungsi adalah cara yang digunakan organisme untuk membuat kemajuan intelektual. cubitan. Namun bagaimana kecerdasan memanifestasikan dirinya pada waktu tertentu akan selalu bervariasi sesuai kondisi yang ada. Fungsi itu terdiri dari organisasi dan adaptasi. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan.1988:179). Ada tiga aspek perkembangan intelektual yaitu : struktur. Struktur atau skemata merupakan organisasi mental tingkat tinggi yang terbentuk pada individu waktu ia berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Teori Piaget sering disebut sebagai genetic epistemology. inteligensi adalah ciri bawaan yang dinamis sebab tindakan yang cerdas akan berubah saat organisme itu makin matang secara biologis dan mendapat pengalaman.Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. Teori Belajar Menurut Piaget Tujuan teori Piaget adalah untuk menjelaskan mekanisme dan proses perkembangan intelektual sejak masa bayi dan kemudian masa kanak-kanak yang berkembang menjadi seorang individu yang dapat bernalar dan berpikir menggunakan hipotesis-hipotesis. (Dahar . isi dan fungsi. Isi merupakan pola perilaku khas anak yang tercermin pada responnya terhadap berbagai masalah atau situasi yang dihadapinya.

Dari hasil penelitiannya dalam bidang biologi. sehingga manusia dapat mengasimilasikan atau mengakomodasikan informasi atau pengetahuan tersebut. Pertama. ia berkeyakinan bahwa suatu organisme hidup dan lahir dengan dua kecenderungan yang fundamental. mengubah struktur pengetahuan yang sudah dimiliki dengan struktur pengetahuan baru. Melalui proses ini. yaitu kecenderungan untuk : a. sehingga akan terjadi keseimbangan (equilibrium). Kedua. Piaget menyimpulkan dari penelitiannya bahwa organisme bukanlah agen yang pasif dalam perkembangan genetik.menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka. Dalam responnya organisme mengubah kondisi lingkungan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 42 . Organisasi (tindakan penataan). membangun struktur biologi tertentu yang ia perlukan untuk tetap bisa mempertahankan hidupnya. b. Perkembangan kognitif yang dikembangkan Piaget banyak dipengaruhi oleh pendidikan awal Piaget dalam bidang biologi. Pada proses ini berisi dua kegiatan. Dan proses akomodasi seseorang memerlukan modifikasi struktur mental yang ada untuk mengadakan respon terhadap tantangan lingkungan. manusia dapat memahami sebuah informasi baru yang didapatnya dengan menyesuaikan informasi tersebut dengan struktur pengetahuan yang dimilikinya. Cara beradaptasi ini berbeda antara organisme yang satu dengan yang lain. mengabungkan atau mengintegrasikan pengetahuan yang diterima oleh manusia atau disebut asimilasi. Beradaptasi. Yaitu proses ketika manusia menghubungkan informasi yang diterimanya dengan struktur-struktur pengetahuan yang sudah disimpan atau sudah ada sebelumnya dalam otak. Perubahan genetik bukan peristiwa yang menuju kelangsungan hidup suatu organisme melainkan adanya adaptasi terhadap lingkungannya dan adanya interaksi antara organisme dan lingkungannya. Adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui 2 proses yaitu : assimilasi dan akomodasi. Dalam proses asimilasi seseorang menggunakan struktur atau kemampuan yang sudah ada untuk menanggapi masalah yang dihadapinya dalam lingkungan.

Agar terjadi interaksi organisme-lingkungan. Skema memegang dapat dianggap sebagai struktur kognitif yang membuat semua tindakan memegang bisa dimungkinkan. skema memegang adalah kemampuan umum untuk memegang sesuatu. Skema lebih dari sekedar manifestasi refleksi memegang saja. Skemata dapat muncul dalam perilaku yang jelas. seperti dalam kasus refleks memegang. 2) Asimilasi Asimilasi itu suatu proses kognitif.Untuk memahami proses-proses penataan dan adaptasi terdapat empat konsep dasar. orang. keadaan. Jelas. Secara teoritis. Dengan asimilasi seseorang mengintegrasikan bahan-bahan persepsi atau stimulus ke dalam skema yang ada atau tingkah laku yang ada. skemata yang tersedia untuk anak harus berubah. Skema adalah struktur kognitif atau serangkaian perilaku terbuka secara sistematis yang digunakan oleh manusia untuk mengadaptasi diri terhadap lingkungan (barang. Asimilasi berlangsung setiap saat. Dalam teori Piaget. asimilasi tidak menghasilkan perubahan skemata. tetapi asimilasi mempengaruhi pertumbuhan skemata. Adaptasi terdiri atas proses yang saling mengisi antara asimilasi dan akomodasi. Skema akan menentukan bagaimana ia akan merespon lingkungan fisik. skema dianggap sebagai elemen penting dalam struktur kognitif organisme. Seseorang tidak hanya memproses satu stimulus saja. Istilah skema atau skemata yang diberikan oleh Piaget untuk dapat menjelaskan mengapa seseorang memberikan respon terhadap suatu stimulus dan untuk menjelaskan banyak hal yang berhubungan dengan ingatan. atau muncul secara tersamar. kejadian) dan menata lingkungan ini secara intelektual. yang aktif dalam menggunakan skema untuk merespon lingkungan. Dengan demikian asimilasi adalah bagian dari proses Belajar dan Model-Model Pembelajaran 43 . melainkan memproses banyak stimulus. Misalnya. cara anak menghadapi lingkungan akan berubah seiring dengan pertumbuhan anak. yaitu sebagai berikut: 1) Skema. Manifestasi skema yang tidak jelas dapat disamakan dengan tindak berpikir.

4) Keseimbangan. Dengan kata lain terjadi keseimbangan antara faktor-faktor internal dan faktor eksternal. Proses asimilasi dan akomodasi akan menimbulkan ketidakseimbangan antara yang telah diketahui dengan apa yang dilihat atau dialaminya sekarang. Proses akomodasi adalah proses memodifikasi struktur kognitif yang sudah dimiliki dengan informasi yang diterima. Dan tidak akan mampu melihat persamaan antara berbagai hal. Yaitu keseimbangan antara skema yang digunakan dengan lingkungan yang direspons sebagai hasil ketepatan akomodasi . 3) Akomodasi Akomodasi dapat diartikan penyesuaian aplikasi skema yang cocok dengan lingkungan yang direspons . Proses ekuilibrasi ini merupakan proses yang berkesinambungan antara proses asimilasi dan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 44 . Antara asimilasi dan akomodasi harus ada keserasian dan oleh Piaget disebut sebagai keseimbangan. Proses ini perlu untuk pertumbuhan dan perkembangann kognitif. maka hanya memiliki skemata kecil-kecil saja dan mereka tidak memiliki skemata yang umum. Proses ketidakseimbangan ini harus disesuaikan melalui proses ekuilibrasi. Dalam proses adaptasi dengan lingkungan individu berusaha mencapai struktur mental atau skemata yang stabil. Asimilasi dan akomodasi terjadi sama-sama saling mengisi pada setiap individu yang menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Atau sebagai penciptaan skemata baru atau pengubahan skemata lama. Dengan keseimbangan ini maka efisiensi interaksi antara anak yang sedang berkembang dengan lingkungannya dapat tercapai dan terjamin. Yaitu keseimbangan antara proses asimilasi dan akomodasi. dengan proses itu individu secara kognitif mengadaptasi diri terhadap lingkungan dan menata lingkungan itu.kognitif. Sebaliknya jika hanya akomodasi saja secara kontinu. Seandainya hanya asimilasi secara kontinu maka yang bersangkutan hanya akan memiliki beberapa skemata global dan ia tidak mampu melihat perbedaan antara berbagai hal.

0 tahun) Pada periode ini anak bisa melakukan sesuatu sebagai hasil meniru atau mengamati sesuatu model tingkah laku dan mampu melakukan simbolisasi. sebab anak mampu memecahkan masalah secara logis.0 tahun) Pada periode ini tingksh laku anak bersifat motorik dan anak menggunakan system penginderaan untuk mengenal lingkungannya untu mengenal obyek. Proses ini akan menjaga stabilitas mental dalam diri pembelajar dan ia akan dapat terus mengembangkan dan menambah pengetahuannya. b. Periode Pra operasional (2. Untuk keperluan pegkonseptualisasian pertumbuhan kognitif /perkembangan intelektual Piaget membagi perkemabngan ini ke dalam 4 periode yaitu : a. e. Periode operasi formal (11. Demikian pula. c. pemikiran seorang anak berbeda pada setiap tahap. Periode Sensori motor (0-2. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi empat. Perubahan struktur kognitif yang dipengaruhi oleh proses adaptasi tersebut melalui tahap-tahap perkembangan tertentu sesuai dengan umurnya dan bersifat hierarki. Kemampuan bayi melalui tahapan ini bersumber dari tekanan biologis untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan (melalui asimilasi dan akomodasi) serta adanya pengorganisasian struktur berpikir.0-7.0-dewasa) Belajar dan Model-Model Pembelajaran 45 .0 tahun) d. Pemikiran anak tidak lagi didominasi oleh persepsi. Desmita mengutip dari Mussen (1969) mengatakan bahwa Piaget tidak menegaskan batasan umur dalam masing-masing tahap. Periode konkret (7. Pada periode ini anak sudah mampu menggunakan operasi.0-11.akomodasi. Batasan umur tersebut diberikan oleh Ginsburg dan Opper. Tahapan ini secara kualitatif berbeda pada setiap individu. Seseorang harus melalui urutan tertentu dan tidak dapat belajar sesuatu yang berada di luar tahap kognitifnya.

dan ia dapat menggunakan penalaran ilmiah dan dapat menerima pandangan orang lain. penglaman fisis. Pengalaman fisis. merupakan pengembanagn dari susunan syaraf. Keseimbangan. Interaksi social. c.Periode operasi fomal merupakan tingkat puncak perkembangan struktur kognitif. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 46 . adalah pertukaran ide antara individu dengan individu d. adalah suatu system pengaturan sendiri yang bekerja untuk e. b. anak remaja mampu berpikir logis untuk semua jenis masalah hipotesis. Piaget mengemukakan bahwa ada 4 aspek yang besar yang ada hubungnnya dengan perkembangan kognitif : a. Pendewasaaan/kematangan. menyelesaikan peranan pendewasaan. anak harus mempunyai pengalaman dengan benda-benda dan stimulus-stimulusdalam lingkungan tempat ia beraksi terhadap benda-benda itu. masalah verbal. dan interksi social.

Bab III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Belajar dan Model-Model Pembelajaran 47 .

Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. analisa. secara kreatif. citizens and workers. yang pertama mereka perlu mulai belajar mengenai cara mereka belajar (learning how to learn). Yang menyangkut dua aspek tentang penelitian pelaksanaan PAKEM dalam mendukung KTSP. Philip Rekdale (2005) melakukan penelitian menyangkut sejauh mana PAKEM mendukung pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kreatif. PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja. individu dan kelas. cara belajar secara penemuan (discovery). Yang kedua menyangkut ”cara siswa kita belajar” yaitu “A conception that helps teachers relate subject matter content to real world situations and motivates student to make connections between knowledge and its application to their lives as family members.2001). dan kritis. Satu konsep yang membantu Belajar dan Model-Model Pembelajaran 48 .III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN A. dan beberapa macam strategi yang hanya dibatasi dari imaginasi guru. dan Menyenangkan. penemuan. penelitian. sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik. supaya mereka dapat menjadi pelajar selama hidup (life long learner) yang efektif. menyenangkan dan efektif. penyelidikan. partisipasi di dalam proyek.” (BEST. Fokus PAKEM adalah pada kegiatan siswa di dalam bentuk grup.

2. bahan ajar serta sesama siswa lainnya terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas pembelajarannya. Menyenangkan berarti tidak membelenggu. 3. 1. Guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang mendukung (kondusif) sehingga siswa aktif bertanya. Kreatif Kreatif merupakan ciri ke-2 dari PAKEM yang artinya pembelajaran yang membangun kreativitas siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan. Guru terlibat secara aktif dalam merancang. masyarakat dan karyawan-karyawan. kreatif dan menyenangkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.Gurupun dituntut untuk kreatif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Menyenangkan Menyenangkan merupakan ciri ke empat dari PAKEM dengan maksud pembelajaran dirancang untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Aktif Ciri aktif dalam PAKEM berarti dalam pembelajaran memungkinkan siswa berinteraksi secara aktif dengan lingkungan. yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.guru-guru menghubungkan isi mata pelajaran dengan situasi keadaan di dunia (real world) dan memotivasikan siswa untuk lebih paham hubungan antara pengetahuan dan aplikasinya kepada hidup mereka sebagai anggota keluarga. Kreatif . 4. Maksudnya pembelajaran yang aktif. Efektif. Dari kepanjangannya PAKEM mempunyai empat ciri-ciri pembelajaran yaitu Aktif. Menyenangkan. Efektif Ciri ketiga pembelajaran PAKEM adalah efektif . memanipulasi objek-objek yang ada di dalamnya serta mengamati pengaruh dari manipulasi yang sudah dilakukan. Guru diharapkan mampu menciptakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. melaksanakan maupun mengevaluasi proses pembelajarannya. sehingga siswa memusatkan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 49 .

lingkungan yang aman untuk melakukan kesalahan. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b. Rose and Nocholl (2003) mengatakan bahwa pembelajaran yang menyenangkan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. Dengan demikian diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya. Prinsip PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 50 .waktu rehat dan jeda teratur serta dukungan antusias. c.perhatiannya secara penuh pada pembelajaran. Menjamin bahwa bahan ajar itu relevan. Demikian Rose dan Nicholl. Anda ingin belajar ketika Anda melihat manfaat dan pentingnya bahan ajar. Melibatkan secara sadar semua indera dan juga pikiran otak kiri dan otak kanan. ketika ada humor dan dorongan semangat. Sehubungan dengan ciri menyenangkan dalam PAKEM. b. dengan demikian waktu untuk mencurahkan perhatian (time of task) siswa menjadi tinggi. d. namum harapan untuk sukses tetap tinggi. Menciptakan lingkungan tanpa stress (relaks). Menjamin bahwa belajar secara emosional adalah positif. 1. Menantang peserta didik untuk dapat berpikir jauh ke depan dan mengekspresikan apa yang sedang dipelajari dengan sebanyak mungkin kecerdasan yang relevan untuk memahami bahan ajar. e. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik 2. yang pada umumnya hal itu terjadi ketika belajar dilakukan bersama orang lain. Pembelajarannya efektif d. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. Ciri-Ciri/Karakteristik PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a.

mental maupun emosional b. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan 3. 4) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. cek lis. 6) Akuntabilitas lembaga. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik c. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. dan perbuatan. kuesioner. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 51 . 5) Menentukan strategi pembelajaran. Jenis Penilaian Model PAKEM a. 3) Membantu dan mendorong siswa. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. Sementara itu. studi kasus. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan. membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. dan portofolio. dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: 1) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu. Dalam pembelajaran. 2) Menentukan kebutuhan pembelajaran. 7) Meningkatkan kualitas pendidikan. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah d. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan. c. b. tertulis.a. bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. d.

Menentukan strategi pembelajaran f. dan (4) juga sebagai katalisator untuk mengembangkan profesional guru lebih lanjut. Menentukan kebutuhan pembelajaran c. guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Gambaran mengenai pendekatan pembelajaran yang lebih jelas terdapat dalam artikel pendidikan yang diterbitkan oleh Saskatchewan education (1980). Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik e. seperti hal nya ilmu mengajar yang terus berkembang. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu b. (2) menjadi bahan refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukannya. Meningkatkan kualitas pendidikan 5. Akuntabilitas lembaga g. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. Artinya. b. maupun petunjuk pelaksanaanya. (3) merupakan seni. oleh Gladene Robertson dan Hellmut Lang di maknai selain sebagai Kerangka umum untuk Praktek Profesional guru. Merancang dan Melaksanakan Penilaian Model PAKEM a. Selain itu dokumen itu juga dimaksudkan untuk mendorong para guru untuk: (1) mengkaji lebih jauh tentang pendekatan-pendekatan pembelajaran yang lainnya. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. juga dimaksudkan sebagai studi komprehensif tentang praktik pembelajaran. Pendekatan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 52 . selama pembelajaran itu berlangsung. Pendekatan pembelajaran sebagai bahan kajian yang terus berkembang.4. Membantu dan mendorong siswa d. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. Tujuan Penilaian Model PAKEM a.

Diagram tersebut juga memperlihatkan dengan lebih jelas tentang hubungan antara model pembelajaran. strategi pembelajaran. Pendekatan konservatif memandang bahwa proses pembelajaran yang dilakukan sebagai mana umumnya guru mengajarkan materi kepada siswanya.pembelajaran digambarkan sebagai kerangka besar tentang tugas profesional guru yang di dalamnya meliputi: model-model pembelajaran. Guru mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa. metode pembelajaran maupun keterampilan mengajar tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan pembelajaran. Strategi-strategi pembelajaran. Sedangkan pendekatan liberal (liberal approaches) Belajar dan Model-Model Pembelajaran 53 . 1988:9) Berdasarkan diagram di atas. strategi pembelajaran. metode-metode pembelajaran dan juga keterampilan-keterampilan mengajar. Pendekatan pembelajaran digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Instructional Frame Work (Sumber: Saskatchewan Education. Wallace (1992: 13) pendekatan pembelajaran dibedakan menjadi 2. Pendekatan pembelajaran juga merupakan skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan guru dengan menyusun dan memilih model pembelajaran. pendekatan pembelajaran digambarkan sebagai kerangka umum tentang skenario yang digunakan guru untuk membelajarkan siswa dalam rangka mencapai suatu tujuan pembelajaran. metode pembelajaran dan keterampilan mengajar. Menurut Philip R. sedangkan siswa lebih banyak sebagai penerima. yaitu: Pendekatan konservatif (conservative approaches) dan pendekatan liberal (liberal approach).

John B. bakat dan minat serta modalitas gaya belajar individu siswa. f. menyebutkan paling tidak ada 12 aspek dari sebuah pembelajaran kreatif. e. d. 1987. i. edisi kedua. Mendorong dan menghargai keterlibatan individu siswa secara penuh dalam proyek-proyek pembelajaran mandiri. c. Menyatakan kapada para siswa bahwa guru-guru merupakan mitra mereka dan perannya Belajar dan Model-Model Pembelajaran 54 . Biggs and Ross Telfer. dalam bukunya “The Process of Learning”. g. Menghargai potensi siswa yang lemah/lamban dan memperlihatkan entuisme terhadap ide serta gagasan mereka. h. Memuji keindahan perbedaan potensi. Memahami potensi siswa yang tersembunyi dan mendorongnya untuk berkembang sesuai dengan kecenderungan bakat dan minat mereka. Mengakui pekerjaan siswa dalam satu bidang untuk memberikan semangat pada pekerjaan lain berikutnya. b. 6. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar meningkatkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan bantuan jika mereka membutuhkan.adalah pendekatan pembelajaran yang memberi kesempatan luas kepada siswa untuk mengembangkan strategi dan keterampilan belajarnya sendiri. yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang guru yang baik dalam proses pembelajaran terhadap siswa: a. karakter. Menggunakan kemampuan fantasi dalam proses pembelajaran untuk membangun hubungan dengan realitas dan kehidupan nyata. Mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses dalam bidang yang diminati dan penghargaan atas prestasi mereka. Peranan Guru Dalam Model PAKEM Agar pelaksanaan Pakem berjalan sebagaimana diharapkan.

Mendorong terjadinya proses pembelajaran interaktif.sebagai motivator dan fasilitator bagi siswa. k. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 55 . Memberikan tes/ujian yang bisa mendorong terjadinya umpan balik dan semangat/gairah pada siswa untuk ingin mempelajari materi lebih dalam. j. kolaboratif. l. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari tekanan dan intimidasi dalam usaha meyakinkan minat belajar siswa. inkuiri dan diskaveri agar terbentuk budaya belajar yang bermakna (meaningful learning) pada siswa.

Siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non examples yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian examples. Siswa berangkat dari suatu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memperluas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih komplek. b. Bandingkan dan bedakan contoh-contoh dan bukan contoh. Model Pembelajaran Examples non Example Menurut Buehl (1996) examples non examples adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep. Pilih contoh yang berbeda satu sama lainnya. yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari examples non examples. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 56 . Tennyson dan Pork (1980) dalam Slavin 1994 menyarankan bahwa jika guru akan menyajikan contoh dari suatu konsep maka ada tiga hal yang seharusnya diperhatikan. Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan). Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari examples non examples dari suatu definisi konsep yang ada dan meminta siswa utnuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada. b. sedangkan non examples memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas. Examples memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas. c. Urutkan dari yang gampang sampai yang ke sulit. Menurut Buehl (1996) keuntungan dari metode examples non examples antara lain: a.B. c. yaitu: a.

Menyiapkan pengalaman dengan contoh dan non contoh akan membantu siswa untuk membangun pemikiran yang kaya dan lebih mendalam dari sebuah konsep penting. Menyajikannya dalam satu waktu dan meminta siswa untuk memikirkan perbedaan apa yang terdapat pada dua daftar tersebut. adalah meminta siswa untuk mendeskripsikan konsep yang elah diperoleh dengan menggunakan karakter yang telah didapat dari examples non examples. b. Kerangka konsep tersebut antara lain: a. Guru memberi petunjuk pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis. yang menggunakan model inkuiri untuk memperkenalkan konsep yang baru dengan metode example non example. Guru memberi kesempatan pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis. Joyce and Weil (1986) dalam Buehl (1996) telah memberikan kerangka konsep terkait strategi tindakan. Setelah itu meminta tiap pasangan untuk menginformasikan di kelas untuk mendiskusikan secara klaikal sehingga tiap siswa dapat memberikan umpan balik. e. Selama siswa memikirkan tentang tiap example dan non example tersebut. d. c. c. d. Sebagai bagian penutup. Langkah-langkah Pembelajaran Langkhah-langkah: a. Meminta siswa untuk bekerja berpasangna untuk menggeneralisasikan konsep examples non examples mereka. 1. b. Menyiapkan examples non examples tambahan. mengenai konsep yang lebih spesifik untuk mendorong siswa mengecek hipotesis yang telah dibuatnya sehingga mampu memahami konsep yang baru. tanyakanlah pada mereka apa yang membuat kedua daftar tersebut berbeda. Melalui diskusi gambar tersebut dicatat pada kertas. Guru menggunakan gambar/tulisan sesuai tengan tujuan pembelajaran. Guru menempelkan gambar/tulisan dipapan atau ditayangkan . Menggeneralisasikan pasangan antara contoh dan non contoh yang menjelaskan beberapa dari sebagian esar kareakter atau atribut dari konsep baru. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 57 .

ditandai dengan adanaya feeling. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. b. Motivasi ekstrinsik. dan rangsang karena adanya tujuan. jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. Jenis motivasi belajar ada dua yaitu: a. Strategi yang digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. Kesimpulan 2. Motivasi instrinsik. Dari pengertian tersebut. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 58 . Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiap siagaan). Adapun menurut Mc Donald. g. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktifitas belajar. h. Motivasi Belajar Motivasi berpangkal dari kata motiv yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada didalam diri seseorang untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan.f. mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu. motivbasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan. motivasi adalah perubahan energi dalamdiri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. motivasi sangat diperlukan. Dalam kegiatan belajar. Guru menjelaskan materi sesuai tujuan yang dicapai. ialah : a. yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi. jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari luar. sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar.

Pujian h. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar l. c. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. i. Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. n. g. Proses penilaian tehadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui kegiatan belajar. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. Guru berusaha mengadakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Menggunakan metode yang bervariasi. Hal ini akan memacu semangat meraka untuk bisa belajar lebih giat lagi. p. m. o. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seseorang guru menjelaskan mengenai tujuan instruksional khusus yang akan dicapai kepada siswa makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar. Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. e. Disamping itu. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau mengubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. k. Hukuman j. Saingan atau kompetisi f. 3. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pujian yang bersifat membangun kepada siswa yang berprestasi. Hadiah d. siswa yang belum berprestai akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi. Selanjutnya dari informasi tersebut guru dapat menysun dan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 59 .b. Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Membentuk kebiasaan belajar yang baik. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok.

(Nana Sudjana. b. (Nana Sudjana. 1989: 111) 4. Keterampilan dan kebiasaan. pencapaian tujuan belajar perlu diciptka adanya sistem lingkkungan belajar yang kondusif. 2) Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar yang relevan dengan kompetensi dasar (KD). adalah sebagai berikut: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 60 . faktor ini lebih ditekankan pada faktor dari dalam individu yang belajar. c. Proses belajar merupakan penunjang hasil belajar yang dicapai siswa. Hasil belajar dibagi dalam tiga macam hasil belajar yaitu: a. harus semakin tinggi hasil belajar yang diperoleh siswa. Faktor eksternal. Kunggulan dan Kekurangan Menggunakan Model Pembelajaran Examples Non Examples Ada beberapa keunggulan dalam menggunakan model examples non examles. b.membina kegiatan-kegitan siswa lebih lanjut. 3) Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya mengenai analisis gambar yang relevan dengan kompetensi dasar (KD). Faktor internal. diantaranya adalah sebagai berikut. Ada pun kelemahan dalam menggunakan model Examles non examples. Pengetahuan dan pengertian Sikap dan cita-cita yang masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah. baik untuk keseluruhan kelas maupun individu. 2004: 22) Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar a. Hasil belajar yang diperoleh siswa adalah sebagai akibat dari proses belajar yang dilakukan oleh siswa. 1) Siswa lebih berpikir kritis dala mengenalisis gambar yang relevan dengan kompetensi dasar (KD).

1) Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. 2) Memakan waktu yang lama. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 61 .

Pembelajaran secara konvensional yang diterima siswa hanyalah penonjolan tingkat hafalan dari sekian macam topik. Kenyataan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara materi yang mereka pelajari dengan pemanfaatannya dalam kehidupan nyata. Strategi CTL fokus pada siswa sebagai pembelajar yang aktif. seperti: pendekatan pembelajaran kontekstual. pada dasarnya kontekstual berasal dari bahasa Inggris “contextual” yang berarti sesuatu yang berhubungan dengan konteks. tetapi belum diikuti dengan pengertian dan pemahaman yang mendalam yang bisa diterapkan ketika mereka berhadapan dengan situasi baru dalam kehidupannya. Oleh sebab itu pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang mana guru menggunakan pengalaman siswa yang pernah dilihat atau dilakukan dalam kehidupannya sebagai sumber belajar pendukung. strategi pembelajaran kontekstual. Landasan filosofis CTL adalah konstruktivisme yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekadar menghafal. dan memberikan rentang yang luas tentang peluang-peluang belajar bagi mereka yang menggunakan kemampuan-kemampuan akademik mereka untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan nyata yang kompleks. pengalaman yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. dan model pembelajaran kontekstual. Pembelajaran dapat mendorong siswa membuat hubungan antara materi yang dipelajari. Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning Salah satu strategi pembelajaran yang dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan dengan produktif dan bermakna bagi siswa adalah strategi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang selanjutnya disebut CTL. belum menyentuh kebutuhan praktis kehidupan siswa. Terkait dengan CTL ini. para ahli menyebutnya dengan istilah yang berbedabeda. Pemahaman konsep akademik yang dimiliki siswa hanyalah merupakan sesuatu yang abstrak. tetapi merekonstruksikan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 62 .C. Apapun istilah yang digunakan para ahli tersebut.

sosial. Hal ini penting diterapkan agar informasi yang diterima tidak hanya disimpan dalam memori jangka pendek. tempat kerja. Pendekatan ini selaras dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi yang diberlakukan saat ini dan secara operasional tertuang pada KTSP. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa pikiran secara alami akan mencari makna dari hubungan individu dengan linkungan sekitarnya. untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna. dengan cara menghubungkan muatan akademis dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik. Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah sistem pembelajaran yang cocok dengan kinerja otak. ekonomi. pembelajaran terjadi hanya ketika siswa (peserta didik) memproses informasi atau pengetahuan baru sedemikian rupa sehingga dapat terserap kedalam benak mereka dan mereka mampu menghubungannya dengan kehidupan nyata yang ada di sekitar mereka. Mengharuskan pendidik (guru) untuk pintar-pintar memilih serta mendesain linkungan belajar yang betul-betul berhubungan dengan kehidupan nyata. menurut metode pembelajaran kontekstual kegiatan pembelajaran tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas. tapi bisa di laboratorium. serta lainnya. sawah. tetapi dapat disimpan dalam memori jangka panjang sehingga akan dihayati dan diterapkan dalam tugas pekerjaan. CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat. Kehadiran kurikulum berbasis kompetensi juga dilandasi oleh pemikiran bahwa berbagai kompetensi akan terbangun secara mantap dan maksimal apabila pembelajaran dilakukan secara kontekstual. sehingga siswa memiliki pengetahuan/ Belajar dan Model-Model Pembelajaran 63 . baik konteks pribadi. kesehatan.atau membangun pengetahuan dan keterampilan baru lewat fakta-fakta atau proposisi yang mereka alami dalam kehidupannya. yang mudah dilupakan. atau tempat-tempat lainnya. Menurut teori pembelajran kontekstual. Berdasarkan pemahaman di atas. budaya.

ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya (pengetahuan dan keterampilan baru). serta menghubungkan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 64 . Dalam lingkungan seperti itu. d) Project-Based Learning. a) Problem-Based Learning. yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. yaitu pendekatan pengajaran yang menperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna melalui pengembangan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. Pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan. Atau kelas biologi atau kelas kimia bisa belajar konsep dasar ilmu alam dengan mempelajari penyebaran AIDS atau cara-cara petani bercocok tanam dan pengaruhnya terhadap lingkungan. memperkuat. Sebagai contoh. 1. b) Authentic Instruction. c) Inquiry-Based Learning. pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan memberi ke-sempatan untuk pembelajaran bermakna. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual mempunyai karakteristik sebagai berikut. konsep diinternalisasi melalui menemukan. para siswa dapat menemukan hubungan bermakna antara ide-ide abstrak dengan aplikasi praktis dalam konteks dunia nyata. dan mengkulminasikannya dalam produk nyatae. kelas fisika yang mempelajari tentang konduktivitas termal dapat mengukur bagaimana kualitas dan jumlah bahan bangunan mempengaruhi jumlah energi yang dibutuhkan untuk menjaga gedung saat terkena panas atau terkena dingin.

f) Service Learning. menyenangkan. menemukan sendiri dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya 2) Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topik 3) Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya 4) Ciptakan masyaraka belajar (belajar dalam kelompok) 5) Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran 6) Lakukan refleksi di akhir pertemuan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 65 . 1) Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri.Secara lebih sederhana karakteristik pembelajaran kontekstual dapat dinyatakan menggunakan sepuluh kata kunci yaitu: kerja sama. Secara garis besar langkah-langkah penerapatan CTL dalam kelas sebagai berikut. g) Cooperative Learning. siswa aktif. dan saling memahami antara satu dengan yang lain secara mendalam. yaitu pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam rangka memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat kerja. belajar dengan gairah. menggunakan berbagai sumber. Kelas dikatakan menerapkan CTL jika menerapkan ke tujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya. 2. Implementasi Pembelajaran Kontekstual di Kelas Pendekatan CTL memiliki tujuh komponen utama. siswa kritis dan guru kreatif. yaitu pendekatan pembelajar-an yang menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru dan berbagai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. sharing dengan teman. e) Work-Based Learning. pembelajaran terintegrasi.bekerja sama. saling menunjang.

Pengetahuan bukanlah serangkaian fakta. Prinsip konstruktivisme yang harus dimiliki guru adalah sebagai berikut. Kontruktivisme (Constructivism) Komponen ini merupakan landasan berfikir pendekatan CTL. Karena itu siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. b.7) Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara Untuk lebih jelasnya uraian setiap komponen utama CTL dan penerapannya dalam pembelajaran adalah sebagai berikut sebagai berikut: a. e) Pengetahuan siswa tumbuh dan berkembang melalui pengalaman sendiri. a) Proses pembelajaran lebih utama dari pada hasil pembelajaran. Bertanya dalam pembelajaran CTL dipandang sebagai upaya guru yang bisa mendorong siswa untuk Belajar dan Model-Model Pembelajaran 66 . melainkan harus dkonstruksi terlebih dahulu dan memberikan makna melalui pengalaman nyata. b) Informasi bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata siswa lebih penting daripada informasi verbalistis. dan mengembangkan ideide yang ada pada dirinya. kreatif dan produktif berdasarkan pengetahuan terdahulu dan dari pengalaman belajar yang bermakna. Bertanya (Questioning) Komponen ini merupakan strategi pembelajaran CTL. c) Siswa mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk menemukan dan menerapkan idenya sendiri. konsep dan kaidah yang siap dipraktekkan. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. f) Pengalaman siswa akan berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila diuji dengan pengalaman baru. d) Siswa diberikan kebebasan untuk menerapkan strateginya sendiri dalam belajar. Pembelajaran konstruktivisme menekankan terbangunnya pemahaman sendiri secara aktif. g) Pengalaman siswa bisa dibangun secara asimilasi (pengetahuan baru dibangun dari pengetahuan yang sudah ada) maupun akomodasi (struktur pengetahuan yang sudah ada dimodifikasi untuk menyesuaikan hadirnya pengalaman baru).

membangkitkan lebih banyak pertanyaan bagi diri siswa. b) Konfirmasi terhadap apa yang sudah diketahui siswa lebih efektif melalui tanya jawab. Prinsip yang bisa dipegang guru ketika menerapkan komponen inquiry dalam pembelajaran adalah sebagai berikut.mengetahui sesuatu. kenyataan menunjukkan bahwa pemerolehan pengetahuan seseorang selalu bermula dari bertanya. membangkitkan respon siswa. Prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam pembelajaran berkaitan dengan komponen bertanya sebagai berikut. memfokuskan perhatian siswa sesuai yang dikehendaki guru. membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 67 . mengetahui kadar keingintahuan siswa. tetapi hasil menemukan sendiri dari fakta yang dihadapinya. mengarahkan siswa untuk memperoleh informasi. dan menyegarkan pengetahuan siswa. mengetahui hal-hal yang diketahui siswa. d) Bagi guru. dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan bermakna untuk menghasilkan temuan yang diperoleh sendiri oleh siswa. Pada sisi lain. sekaligus mengetahui perkembangan kemampuan berfikir siswa. Dengan demikian pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa tidak dari hasil mengingat seperangkat fakta. Pengetahuan dan keterampilan akan lebih lama diingat apabila siswa menemukan sendiri. e) Dalam pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya berguna untuk: menggali informasi. bertanya kepada siswa bisa mendorong. mengecek pemahaman siswa. Menemukan (Inquiry) Komponen menemukan merupakan kegiatan inti CTL. Kegiatan ini diawali dari pengamatan terhadap fenomena. c. a) Penggalian informasi lebih efektif apabila dilakukan melalui bertanya. c) Dalam rangka penambahan atau pemantapan pemahaman lebih efektif dilakukan lewat diskusi baik kelompok maupun kelas.

c) Sharing terjadi apabila ada komunikasi dua atau multiarah. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 68 . guru. dan karya lain. Hasil belajar bisa diperoleh dengan sharing antar teman. audiens yang lain). Masyarakat belajar (learning community) Komponen ini menyarankan bahwa hasil belajar sebaiknya diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. a) Pada dasarnya hasil belajar diperoleh dari kerja sama atau sharing dengan pihak lain. antarkelompok. Karena itu pembelajaran yang dikemas dalam diskusi kelompok dengan anggota heterogen dan jumlah yang bervariasi sangat mendukung komponen learning community. d. b) Siklus inquiry adalah observasi. pengalaman. dan keterampilan yang dimilikinya bermanfaat bagi yang lain. d) Masyarakat belajar terjadi apabila masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya sadar bahwa pengetahuan. gambar. c) Langkah-langkah kegiatan inquiry: merumuskan masalah. mengajukan dugaan. mengamati atau melakukan observasi. laporan. teman sekelas. baik di dalam maupun di luar kelas. dan penyimpulan. e) Siswa yang terlibat dalam masyarakat belajar pada dasarnya bisa menjadi sumber belajar. bagan. dan antara yang tahu kepada yang tidak tahu. bertanya. Prinsip-prinsip yang bisa diperhatikan guru ketika menerapkan pembelajaran yang berkonsentrasi pada komponen learning community adalah sebagai berikut.a) Informasi yang diperoleh siswa akan lebih mantap apabila diikuti dengan buktibukti atau data yang ditemukan sendiri oleh siswa. b) Sharing terjadi apabila ada pihak yang saling memberi dan saling menerima informasi. mengkomunikasikan atau menyajikan hasilnya pada pihak lain (pembaca. menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. tabel. pengumpulan data.

atau model penampilan. aktivitas. Dengan memikirkan apa yang baru saja dipelajari. a) Pengetahuan dan keterampilan diperoleh dengan mantap apabila ada model atau contoh yang bisa ditiru. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 69 . misalnya cara mengoperasikan sesuatu. menunjukkan hasil karya. b) Model atau contoh bisa diperoleh langsung dari yang berkompeten atau dari ahlinya. Refleksi (reflection) Komponen yang merupakan bagian terpenting dari pembelajaran dengan pendekatan CTL adalah perenungan kembali atas pengetahuan yang baru dipelajari. siswa akan menyadari bahwa pengetahuan yang baru diperolehnya merupakan pengayaan atau bahkan revisi dari pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Prinsip-prinsip komponen modelling yang bisa diperhatikan guru ketika melaksanakan pembelajaran adalah sebagai berikut. atau pengalaman yang terjadi dalam pembelajaran. contoh hasil karya. c) Model atau contoh bisa berupa cara mengoperasikan sesuatu. Kesadaran semacam ini penting ditanamkan kepada siswa agar ia bersikap terbuka terhadap pengetahuan-pengetahuan baru. Model yang dimaksud bisa berupa pemberian contoh. f. Prinsip-prinsip dasar yang perlu diperhatikan guru dalam rangka penerapan komponen refleksi adalah sebagai berikut. mempertontonkan suatu penampilan. menelaah. Pemodelan (modelling) Komponen pendekatan CTL ini menyarankan bahwa pembelajaran keterampilan dan pengetahuan tertentu diikuti dengan model yang bisa ditiru siswa.e. dan merespons semua kejadian. Cara pembelajaran semacam ini akan lebih cepat dipahami siswa dari pada hanya bercerita atau memberikan penjelasan kepada siswa tanpa ditunjukkan modelnya atau contohnya. bahkan memberikan masukan atau saran jika diperlukan.

membuat catatan singkat. penilaian autentik diarahkan pada proses mengamati. Penilaian autentik (authentic assessment) Komponen yang merupakan ciri khusus dari pendekatan kontekstual adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran atau informasi tentang perkembangan pengalaman belajar siswa. b) Perenungan merupakan respons atas kejadian. bukan semata-mata pada hasil pembelajaran. dan menafsirkan data yang telah terkumpul ketika atau dalam proses pembelajaran siswa berlangsung. prinsip dasar yang perlu menjadi perhatian guru ketika menerapkan komponen penilaian autentik dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. atau pengetahuan yang baru diperolehnya. atau unjuk kerja. Gambaran perkembangan pengalaman siswa ini perlu diketahui guru setiap saat agar bisa memastikan benar tidaknya proses belajar siswa. d) Penilaian autentik memberikan kesempatan siswa untuk dapat mengembangkan penilaian diri (self assessment) dan penilaian sesama (peer assessment). Sehubungan dengan hal tersebut. c) Perenungan bisa berupa menyampaikan penilaian atas pengetahuan yang baru diterima. aktivitas. tetapi untuk mengetahui perkembangan pengalaman belajar siswa. c) Guru menjadi penilai yang konstruktif (constructive evaluators) yang dapat merefleksikan bagaimana siswa belajar. b) Penilaian dilakukan secara komprehensif dan seimbang antara penilaian proses dan hasil. diskusi dengan teman sejawat. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 70 . menganalisis. bagaimana siswa menghubungkan apa yang mereka ketahui dengan berbagai konteks. Dengan demikian. dan bagaimana perkembangan belajar siswa dalam berbagai konteks belajar. g. a) Penilaian autentik bukan menghakimi siswa.a) Perenungan atas sesuatu pengetahuan yang baru diperoleh merupakan pengayaan atas pengetahuan sebelumnya.

bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional.3. Di sini guru hanya mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Menurut Depdiknas guru harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. 4) Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan hidup mereka. Peran Guru dalam Pembelajaran Kontekstual Dalam pembelajaran kontekstual guru dituntut membantu siswa dalam mencapai tujuannya. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 71 . sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. 2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. Maksudnya adalah guru lebih berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi. 4) Melaksanakan penilaian terhadap pemahaman siswa. dimana hasilnya nanti dijadikan bahan refeksi terhadap rencana pemebelajaran dan pelaksanaannya. Kelebihan & Kekurangan Contextual Teaching and Learning a. 2) Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme. Hal ini sangat penting. 4. akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. sihingga tidak akan mudah dilupakan. Kegiatan belajar mengajar (KBM) lebih menekankan Student Centered daripada Teacher Centered. Kelebihan 1) Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. 3) Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa yang selanjutnya memilih dan mengkaiykan dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual.

Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya.dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. 2) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. b. Dengan demikian. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 72 . Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula. Kelemahan 1) Guru lebih intensif dalam membimbing. Karena dalam metode CTL. peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi.

Hasil belajar akademik stuktural. b. Ada tiga tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu : a. c. Pengakuan adanya keragaman. b. NHT menekankan kepada siswa agar saling bergantung pada kelompok-kelompok yang telah dibuat secara kooperatif. Langkah-langkah penerapan NHT a. Persiapan Pada tahap ini guru mempersiapkan lembar kerja siswa yang digunakan sebagai bahan permasalahan yang akan didiskusikan dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat meminimalkan kegaduhan dalam kelas pada penggunaan metode tradisional dimana siswa mengacungkan tangan terlebih dahulu baru ditunjuk guru untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan. Jumlah lembar kerja siswa disesuaikan dengan jumlah kelompok. 1. Pembentukan kelompok Belajar dan Model-Model Pembelajaran 73 . bertujuan agar siswa dapat menerima temantemannya yang mempunyai berbagai latar belakang. Pengembangan keterampilan social. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen dengan melibatkan siswa yang terbagi dalam kelompok untuk menguasai materi pada mata pelajaran yang akan dibahas. Metode Pembelajran Kooperatif Number Head Together (NHT) Tipe pembelajaran kooperatif melalui metode NHT dirancang khusus agar siswa dapat memahami materi pelajaran meski menggunakan metode berkelompok. bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.D. bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Tipe NHT menekankan pada pembentukan struktur-struktur khusus untuk menciptakan pola interaksi siswa.

Setelah itu guru akan mengajukan pertanyaan kepada para siswa yang nomornya ditunjuk secara bergantian. e. Diskusi masalah Pada langkah ini setiap kelompok mulai membahas materi yang telah diberikan guru. Setelah itu setiap anggota kelompok memiliki pandangan yang sama terhadap masalah yang sudah didiskusikan. ras. c. Hal ini untuk memudahkan para siswa di dalam kelompok tersebut mengerjakan lembar kerja yang sudah dipersiapkan oleh guru. Kelompok yang dibentuk sebaiknya mewakili prestasi akademik. Setelah kelompok terbentuk. Dengan pegangan buku paket para siswa di dalam kelompok mulai berdiskusi mengenai permasalahan yang tertuang dalam lembar kerja siswa. Diusahakan setiap kelompok berjumlah 3-5 anak agar diskusi di dalam kelompok berjalan efisien. 2. Kesimpulan Setelah semua siswa menjawab pertanyaan yang diajukan. Pegangan materi Setiap kelompok wajib memiliki pegangan materi berupa buku paket atau sumber bacaan yang lain. jenis kelamin. d. Guru memanggil salah satu nomor. guru memberikan nomor kepada masing-masing siswa pada setiap kelompok antara 1-3 atau 1-5.Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok. Kelebihan dan Kekurangan NHT Kelebihan atau keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe NHT adalah: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 74 . dan kemampuan belajar. guru yang merupakan fasilitator dalam pembelajaran bersama para siswa akan merangkum kesimpulan dari hasil diskusi dan mempresentasikan hasil diskusinya. f. Pemanggilan Nomor Anggota Langkah ini dilakukan ketika diskusi sudah selesai. Setiap siswa diharapkan dapat aktif dan memahami alur diskusi masing-masing kelompok. kemudian para siswa dari masing-masing kelompok yang nomornya disebut mengangkat tangan.

Kemungkinan nomor yang dipanggil.a. Setiap siswa mendapat kesempatan untuk berekspresi dan mengeluarkan pendapatnya c. Pemahaman yang lebih mendalam f. Adanya alokasi waktu yang panjang b. Munculnya jiwa kompetisi yang sehat d. Timbul rasa tanggung jawab Sedangkan kekurangan tipe number head together adalah: a. dipanggil lagi oleh guru atau adanya nomor yang tidak terpanggil Belajar dan Model-Model Pembelajaran 75 . Waktu untuk mengkoreksi hasil kerja siswa lebih efektif dan efisien e. Kelas menjadi benar-benar hidup dan dinamis b.

2 ………………………………….……… Belajar dan Model-Model Pembelajaran 76 .. Setiap kompetensi keahlian pada umumnya memiliki lebih dari satu bidang/jenis pekerjaan yang dapat di isi oleh lulusan. standar kompetensi dan produk yang dapat dihasilkan. SK1 …………………………. SK3 ……………. Model Pembelajaran Project Work Project Work adalah model Pembelajaran yang mengarahkan peserta didik pada prosedur kerja yang sistematisdan standar untuk membuat atau menyelesaikan suatu produk (barang atau jasa)..……… P. P.. Perencanaan Project Work a. Inventarisasi jenis pekerjaan (job).. Inventarisasi Pekerjaan (Job) Pendataan jenis pekerjaan (job) dapat mengacu: kepada jenis pekerjaan yang ada di kurikulum.……………. 1) Inventarisasi Standar Kompetensi Lulusan Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi standar kompetensi (SK) yang terdapat dalam kurikulum/silabus. dan atau standar pekerjaan lain yang ada di DU/DI/masyarakat.1 …………………………………………. Dst ……….3 …………………………………. b.……………………. melalui proses produksi/pekerjaan yang sesungguhnya. P. SK2 ……………. Langkah-langkah pembelajaran project work 1.……………. Standar Kompetensi Kerja (SKK) yang berlaku. Model pembelajaran project work sering digunakan untuk program pembelajaran produktif. sehingga cocok digunakan untuk di SMK.E.

c. Inventarisasi Produk (Barang/Jasa) Setiap Pekejaan Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengiden-tifikasi produk yang dapat dihasilkan oleh setiap bidang/jenis pekerjaan sehingga peserta didik memilki orientasi produk yang akan dihasilkan pada setiap pembelajaran. Tabel 1. Tabel 2. Analisis Standar Kompetensi Terhadap Jenis Produk Standar Kompetensi Produk Kode Standar Kompetensi SK1 Pr1 Pr2 Pr3 Prn SK2 SK3 SK4 SK5 SK6 SK7 SKn Belajar dan Model-Model Pembelajaran 77 . bidang pekerjaan.Dst. Analisis Standar Kompetensi Terhadap Produk (Barang/Jasa) Hasil inventarisasi standar kompetensi lulusan. Daftar Nama Produk Setiap Bidang Pekerjaan No 1 Bidang/Jenis Pekerjaan P1 Nama Produk (barang/jasa) Pr1 Pr2 2 P2 Pr3 Pr3 3 P3 Pr4 Pr5 d. selanjutnya dianalisis standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap produk dan bidang pekerjaan dengan menggunakan tabel 2. dan produk tersebut.

e. guru diminta untuk menetapkan bukti-bukti belajar (Evidence Of Learning) yang akan digunakan sebagi acuan dalam penilaian hasil belajar peserta didik.Baris pada kolom 1 diisi kode produk (nama barang/jasa). a. demikian selanjutnya untuk Produk yang lain. 3) Produk (Pr1) dan (Pr2 ) dapat digunakan sebagai pilihan peserta didik sebagai media pembelajaran SK1 dan SK2 4) Setelah seluruh standar kompetensi teridentifikasi terhadap produk yang ada. Penetapan Bukti Belajar/Evidence of Learning Berdasarkan hasil analisis standar kompetensi terhadap produk. Menentukan standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produk (barang/jasa) dengan memberi tanda cek (√) pada kolom standar kompetensi terkait. Pelaksanaan Model Pembelajaran Pendekatan Project Work Pembelajaran dengan pendekatan Project Work dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Guru menyampaikan: 1) tujuan pembelajaran yang akan dicapai 2) strategi pembelajaran dengan pendekatan project work Belajar dan Model-Model Pembelajaran 78 . SK2. 2. maka guru menetapkan alternatif produk yang akan dikembangkan untuk setiap standar kompetensi yang dipelajari. Alternatif produk dapat dipilih oleh peserta didik. 1) Produk (Pr1) dapat dikerjakan pada pembelajaran SK1. SK3 dan SK 5. Hasil analisis Standar Kompetensi terhadap Jenis Produk pada tabel 2 dapat dimaknai sebagai berikut. sedangkan kolom berikutnya diisi dengan kode Standar Kompetensi hasil inventarisasi (Kurikulum/Silabus). SK2. SK4 2) Produk (Pr2 ) dapat dikerjakan pada pembelajaran SK1.

Kerangka rencana Project Work sebagai berikut. 3. b. memilih salah satu judul/nama produk/jasa. Dan menyusun rencana Project Work sesuai dengan judul yang dipilih. mengorganisasi bukti belajar sebagai portofolio. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 79 . 1) Latar Belakang 2) Keunggulan Dan Fungsi Produk/Jasa. Proses belajar menekankan pada pencapaian standar kompetensi yang dibuktikan dengan bukti belajar (learning evidence) dan diorganisasi dalam bentuk portofolio. Kegiatan dilakukan sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam proposal di bawah bimbingan dan pengawasan guru. 4. melaksanakan kegiatan kulminasi (presentasi/ pengujian/penyajian/display). 4) ruang lingkup standar kompetensi yang akan dipelajari oleh peserta didik untuk setiap judul/nama produk/jasa 5) menyusun dan menetapkan pedoman penilaian kompetensi sesuai dengan judul project work 6) memfasilitasi bimbingan kepada peserta didik dengan memanfaatkan lembar bimbingan. 3) Sketsa/Gambar Kerja (Jika Diperlukan) 4) Bahan Produksi 5) Fasilitas/Peralatan Produksi 6) Proses Produksi   Rencana Anggaran Biaya Sasaran Pasar/Konsumen o Jadwal Pelaksanaan 2. melakukan proses belajar sesuai dengan proses produksi yang telah direncanakan. Peserta didik 1.3) alternatif judul/nama produk/jasa yang dapat dipilih peserta.

keterampilan. 3. laporan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 80 . kegiatan. Komponen project work yang dinilai terdiri dari penyusunan rencana Project Work. Penilaian Hasil Belajar Penilaian hasil belajar dengan pendekatan project work pada dasarnya adalah penilaian standar kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. dan kulminasi (presentasi/ pengujian/penyajian/display). menyusun laporan sesuai dengan pengalaman belajar yang diperoleh. Penetapan pencapaian nilai mengacu pada Pedoman Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar Peserta Didik SMK.5. Peserta didik dinyatakan kompeten apabila memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan pada indikator dari setiap kompetensi dasar. dan kesesuaian waktu pelaksanaan. kesesuaian produk/jasa. sikap. pelaksanaan proses produksi.

Dengan demikian. Dalam model pembelajaran jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat. Menurut Slavin (2007). Model pemebelajaran kooperatif model jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitik beratkan kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil. Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini juga mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji (jigsaw). Dalam model pemebelajaran kooperatif ini guru berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jembatan penghubungan ke arah pemahaman yang Belajar dan Model-Model Pembelajaran 81 . bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw ini merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri. Ini membolehkan pertukaran ide dan pemeriksaaan ide sendiri dalam suasana yang tidak terancam. pembelajaran kooperatif menggalakan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok. 2008. seperti yang diungkapkan Lie (1993: 73). sesuai dengan falsafah konstruktivisme. dan mengelolah informasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi. yaitu siswa melakukan sesuatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama. yaitu sebuah teka-teki yang menyusun potongan gambar. dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya ( Rusman. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dari sisi etimologi Jigsaw berasal dari bahasa inggris yaitu gergaji ukir dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah Fuzzle. menumbuhkan aktivitas dan daya cipta kreativitas sehingga akan menjamin terjadinya dinamika di dalam proses pemebelajaran.F. anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari. pendidikan hendaknya mampu mengkondisikan dan memberikan dorongan untuk dapat mengoptimalkan dan membangkitkan potensi siswa.203).

Tiap orang dalam team diberi bagian materi yang ditugaskan d. Tiap orang dalam team diberi bagian materi berbeda c. dengan catatan siswa sendiri. Penutup Secara umum langkah-langkah model pembelajaran kooperatif yaitu sebagai berikut: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 82 . b. Sikes and Snapp (1978 ) yang dikutip Rusman (2008). mengemukakan langkah-langkah kooperatif model jigsaw sebagai berikut: a. Karena anggota setiap kelompok dihadapkan pada permasalahan yang berbeda. Menurut Stepen.lebih tinggi. kita sebut sebagai team ahli yang bertugas membahas permasalahan yang dihadapi. Siswa mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan langsung menerapkan ide-ide meraka. Anggota dari team yang berbeda yang telah mempelajari bagian sub bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusiksn sub bab mereka. permasalahan yang dihadapi setiap kelompok sama. Guru tidak hanya memberikan penegtahuan pada siswa. Selanjutnya. e. Siswa dikelompokan sebanyak 1 sampai dengan 5 orang siswa. dalam untuk 1. Setelah selesai diskusi sebagai tem ahli tiap anggota kembali kedalam kelompok asli dan bergantian mengajar teman satu tem mereka tentang subbab yang mereka kusai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan seksama f. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Menurut Rusman (2008 : 205) pembelajaran model jigsaw ini dikenal juga dengan kooperatif para ahli. Namun. Guru memberi evaluasi h. hasil pembahasan itu dibawa kekelompok asal dan disampaikan pada anggota kelompoknya. tetapi harus juga membangun dalam pikirannya. Tiap tem ahli mempresentasikan hasil diskusi g. ini merupakan kesempatan bagi siswa menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri.

Guru mendorong anggota kelompok mengajukan pertanyaan ke penyaji dan mendiskusikan lembar kerja kelompok kecil. apabila jumlah anggota kelompok 4 orang siswa maka bab tersebut dibagi menjadi 4 bagian. Setiap anggota kelompok ahli harus menerima satu lembar kerja “ahli”. Pada tahap selanjutnya masing-masing anggota kelompok bertemu dengan ahli-ahli dari kelompok lain dalam kelas. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Keterangan: a) Bahan Ajar Guru memilih satu bab dalam buku ajar kemudian membagi bab tersebut menjadi bagian-bagian sesuai dengan jumlah anggota kelompok. Seringlah Belajar dan Model-Model Pembelajaran 83 . Setelah diskusi kelompok kecil guru menyelenggarakan tes yang mencakup materi satu bab penuh dalam waktu yang tidak lebih dari 15 menit.Bahan Ajar Diskusi Kelompok Ahli Pelaporan dan Pengetesan Penghargaan Gambar. Jadi. Lembar kerja ahli harus membuat pertanyaan-pertanyaan dan kegiatan (jika ada) utnuk mengarahkan diskusi kelompok. Guru mendorong para siswa untuk menggunakan metode mengajar yang bervariasi. Masing-masing anggota kelompok kecil mengajarkan topik masing-masing ke anggota lainnya dalam kelompok. c) Pelaporan dan Pengetesan Masing-masing anggota kelompok ahli kembali ke kelompok kecil masingmasing. Guru mendorong para siswa menggunakan cara belajar yang bervariasi. Setiap anggota kelompok ditugasi untuk membaca dan mempelajari bagiannya pada bab tersebut. Tujuan kelompok ini adalah mempelajari subbab tersebut kepada kelompok kecil masing-masing. b) Diskusi Kelompok Ahli Kelompok ahli harus melakukan pertemuan sekitar satu kali pertemuan untuk mendiskusikan topik yang ditugaskan.

d) Penghargaan Tahap ini merupakan tahap yang mampu mendorong para siswa untuk lebih kompak. Ketika siswa semacam ini meununjukkan kinerja baik. Penting untuk dipahami bahwa menghargai siswa secara akademik dari kelompok berkemampuan rendah merupakan bagian integral keefektifan pembelajaran Jigsaw. Kepekaan guru sangat diperlukan disini. atau lembar berita. Penghargaan kerja masingmasing kelompok dapat disajikan pada papan pengumuman yang dilaporkan peringkat masing-masing kelompok dalam kelas. Guru dapat menggunakan kata-kata khusus untuk memberikan kinerja kelompok semacam Bintang Sains. Kinerja individu yang luar biasa juga dilaporkan. Cukup berikan nilai individual kepada siswa. skor kemajuan. atau sebutan lainnya. Kelompok Einstein. Dampak dari model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sebagai berikut: struktur konsep kepekaa n sosial keberga ntungan positif toleransi atas perbeda an kepemi mpinan kolektif model jigsaw pemrose san kelompo k kesadara n akan perbeda an Belajar dan Model-Model Pembelajaran 84 . Ellizabeth Cohen telah menemukan bahwa penting untuk menyadari akan para siswa yang diduga memiliki kompetensi yang konsisten rendah. (Slavin.menggunakan kuis-kuis dan jangan menggunakan skor tim. Pada tahap ini rata-rata peningkatan kelompok dilaporkan. segera beri dia penghargaan khusus yang bersifat terbuka untuk kompetisi ini. 2008: 246).

Dampak Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Kelompok Asal 1 2 1 2 1 2 1 2 3 4 3 4 3 4 3 4 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Kelomok Ahli Gambar. Selanjtunya materi tersebut didiskusikan.Gambar. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 85 . siswa diberi kuis secara individu yang mencakup topik materi yang telah dibahas. Kemudian siswa-siswa perwakilan dari kelompoknya masing-masing bertemu dengan anggota dari kelompok lain yang mempelajari materi yang sama. Illustrasi kelompok Jigsaw Keterangan: Dalam Jigwas ini setiap anggota kelompok ditugaskan untuk mempelajari materi tertentu. Selanjutnya diakhir pembelajaran. bertemu dengan topik yang sama dalam kempok ahli untuk berdiskusi dan membahas metari yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut. Para anggota dari kelompok asala yang berbeda. mempelajari serta memahami setiap masalah yang dijumpai sehingga perwakilan tersebut dapat memahami dan menguasai materi tersebut. Kunci tipe Jigsaw ini adalah interdependensi yang diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan kuis dengan baik. para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan berusaha mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan dikelompok ahli. Setelah pembahasan selesai.

3) Membutuhkan waktu yang lebih lama terelebih bila ada penataan ruang yang belum terkondisi dengan baik. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 86 . Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigwas a) Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah: 1) Mengembangkan hubungan antar pribadi positif siswa yang dimiliki kemampuan belajar berbeda 2) Menerapkan bimbingan sesama teman 3) Rasa menghargai yang lebih tinggi 4) Memperbaiki kehadiran dan keaktifan siswa 5) Penerima terhadap perbedaan individu 6) Sikap apatis berkurang 7) Pamahaman materi lebih mendalam 8) Meningkatkan motivasi belajar b) Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah: 1) Jika guru tidak meningkatkan agar siswa selalu menggunakan keterampilanketerampilan kooperatif dalam kelompok masing-masing maka dikhawatirkan kelompok akan macet. sehingga perlu waktu merubah possi yang dapat juga menimbulkan gaduh.2. misal jika ada anggota yang hanya membonceng dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pasif dalam diskusi. 2) Jika jumlah anggota kelompok kurang akan menimbulkan masalah.

tepat dan sesuai dengan kaidah ketatabahasaan yang berlaku. Keterampilan berbicara sangat berperan dalam kehidupan manusia di lingkungan sekolah. oleh karena itu kita harus terampil berbahasa supaya komunikasi berjalan lancar. Ketepatan mengungkapakan gagasan pendapat dan perasaan dipengaruhi oleh penggunaan bahasa yang efektif. Oleh karena itu. penumbuhan apresiasi budaya. kerja. Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa saat ini lebih di tekankan pada fungsi bahasa artinya bahasa sebagai alat komunikasi. Kesulitan pokok yang dihadapi siswa dalam berbicara adalah menghubungkan berbagai ide yang dimiliki untuk membangun suatu pemahaman dan penyampaian yang baik dan menarik. Peran penting penguasaan keterampilan berbicara sangat tampak di semua lingkungan . Kemampuan atau keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan gagasan pendapat dan perasaan pada pihak lain secara lisan. kepedulian sosial. imajinasi dan ekspresi secara kreatif dan konstruktif baik secara lisan maupun tulis. pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan keterampilan siswa berkomunikasi dan fungsi utama sastra sebagai sebagai penghalus budi. pergaulan. Metode Pembelajaran Debate Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif. Hal itu terjadi karena memang berbicara merupakan hal yang sangat penting dalam pencapaian cita-cita. Suatu komunikasi dikatakan berhasil kalau pesan yang disampaikan pembicara atau penulis dapat dipahami penyimak atau pembaca persis sama seperti yang dimaksudkan pembicara atau penulis tersebut. serta penyalur gagasan. peningkatan rasa kemanusiaan. Kesulitan yang dialami siswa dalam berbicara dapat Belajar dan Model-Model Pembelajaran 87 .G. Seorang presiden pastilah orang yang pandai dalam berbicara. dan bermasyarakat. seorang pemuka agama pastilah juga mempunyai kemampuan berbicara yang baik. hampir dapat dipastikan setiap orang yang sukses pasti memiliki kemampuan berbicara yang baik. seorang guru pun dituntut untuk dapat berbicara dengan baik agar siswa dapat menerima pelajaran dengan baik.

Pertama-tama masalah yang akan diperdebatkan dibacakan dengan pemberian beberapa ilustrasi yang sudah terjadi. Melihat pentingnya kemampuan berbicara dalam kehidupan sehari-hari tentulah dalam membelajarkan kemampuan berbahasa aspek berbicara diperlukan metode dan atau model pembelajaran yang bervariasi. Kevariasian ini dilakukan untuk menemukan model yang paling cocok doterapkan pada siswa tertentu dan dalam kondisi tertentu pula. faktor guru juga sangat berpengaruh khususnya dalam proses pembelajaran. kemudian siswa yang telah dibagi menjadi dua kelompok diminta untuk memberi tanggapan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 88 . diantaranya faktor pada diri siswa yaitu pemahaman siswa masih kurang terhadap keterampilan berbicara. pertama kelompok kontra diberi kesempatan untuk menolak atau tidak setuju dengan ilustrasi yang diberikan dengan memberikan alasan-alasan yang logis dari berbagai sudut pandang. 1. dan sikap siswa yang meremehkan kegiatan berbicara. Selain itu. Lebih jelasnya pembelajaran model Debat dilakukan dengan pemberian materi berupa masalah yang sedang hangat dibicarakan saat itu. Setelah itu kelompok pro diminta untuk menyanggah apa yang telah disampaikan oleh kelompok kontra juga dengan pemberian alasan-alasan yang logis. Pengertian Model Pembelajaran Debate Model pembelajaran debat merupakan model pembelajaran berbicara yang tidak hanya monoton satu arah. Salah satu model pembelajaran yang mungkin dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak adalah model pembelajaran debat. Model pembelajaran debat mengarahkan siswa untuk berbicara dengan beradu argumen dari dua kelompok yang telah disetting untuk selalu beda pendapat. Dalam pelaksanaanya dua kelompok tersebut akan mempertahankan pendapatnya sesuai apa yang telah di setting. kelompok pertama diminta untuk selalu setuju ( kelompok pro ) terhadap masalah yang diberikan sedangkan kelompok yang kedua diminta untuk selalu tidak setuju ( kelompok kontra ) terhadap masalah yang diberikan.dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Langkah-langkah Pembelajaran Debate Langkah-langkah dalam pembelajaran debate adalah sebagai berikut: a. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lain kontra b. Dalam pelaksanaan model pembelajaran debat ini sangat diperlukan seorang pembimbing untuk mengendalikan keadaan kelas. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. yaitu kelompok pro berubah menjadi kelompok kontra dan begitu juga sebaliknya. Untuk menghindari kebosanan kedua kelompok diadakan pertukaran posisi dan permasalahan yang berbeda-beda.Proses debat tersebut dilakukan secara terus menerus sehingga siswa benarbenar berfikir semaksimal mungkin kemudian mengungkapkanya di depan forum. Metode debat juga merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. 2. c. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Yang diharuskan bagi para peserta debat adalah tidak diperkenankan menggunakan kata-kata yang kasar atau tidak baik agar siswa terlatih untuk berbicara dengan baik dan teratur. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. Pada dasarnya. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas. karena apabila sudah terjadi perdebatan setiap kelompok tidak ada yang mau mengalah dan semakin lama perdebatan akan semakin memanas sehingga kehadiran seorang pembimbing sangat diperlukan. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Setelah selesai membaca materi guru menunjukkan salah satu anggotanya kelompok pro untuk bicara saat itu ditanggapi atau diulas oleh kelompok Belajar dan Model-Model Pembelajaran 89 .

Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. setelah itu kelompok yang satunya diberi kesempatan untuk menyanggah pendapat dari kelompok yang satunya. Guru menambah konsep / ide yang belum terungkap f. guru menjelaskan tentang kompetensi dasar yang akan dipelajari. e. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 90 . Setelah kelompok dibagi. Kelompok kontra kembali menyanggah untuk mempertahankan pendapat mereka. d. c. Pembacaan informasi atau masalah yang akan diperdebatkan. Kegitan tersebut di ulang terus secara bergantian dan peran kelompok juga dirubah dari yang semula kelompok pro menjadi kelompok kontra dan sebaliknya juga. Pelaksanaan langkah-langkah metode pembelajaran debate misalnya sebagai berikut: a. Menyuruh kelompok kontra untuk menanggapi informasi tersebut. Dari data-data di papan tersebut guru mengajukan siswa membuat kesimpulan rangkuman yang mengacu pada topic yang ingin dicapai. Proses pembelajaranya dimulai dengan pemberian masalah berupa informasi kontroversial yang sedang hangat dibicarakan dengan memberikan ilustrasi terhadap masalah tersebut kemudian salah satu kelompok diberi kesempatan memberi tanggapan terhadap ilustrasi tersebut.kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa menemukakan pendapatnya. Langkah-langkah penerapan pembelajaran model ini yaitu pertama-tama siswa diberi tahu tentang aturan main dari model debat ini. d. Siswa dibagi dalam dua kelompok besar. b. yang terdiri dari kelompok pro dan kontra. tentunya dalam bentuk sanggahan. dan kelompok pro pun mempertahankan pendapat mereka dengan berbagai argumen yang dimiliki. Menyuruh kelompok pro untuk menanggapi pernyataan dari kelompok kontra. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi.

dan sebaliknya. melatih siswa untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan oleh guru. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 91 . g. kelompok diadakan pergantian yaitu kelompok pro diubah menjadi kelompok kontra. Dalam pembelajaran berbicara dengan model debat akan lebih menarik apabila pembimbing dapat menguasai emosi peserta. Selain itu dia juga dapat dengan mudah merangsang siswa untuk berpikir kritis dan spontan yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengungkapan secara lisan yang secara langsung merangsang kemampuan berbicara anak. Adapun kekurangan dari metode ini adalah ketika menyampaikan pendapat saling berebut. 3. siswa yang pandai berargumen akan selalu aktif dan yang kurang pandai berargumen hanya diam dan pasif. menyenangkan. f. Dengan sering diadakanya kegiatan ini siswa akan menjadi terbiasa untuk berbicara secara terstuktur dan terkonsep dengan baik. Pembacaan masalah lain yang harus ditanggapi oleh tiap kelompok dan seterusnya. saling adu argumen yang tidak kunjung selesai bila guru tidak menengahi. Setelah kegiatan debat selesai siswa diminta menanggapi dan mengevaluasi cara penyampaian pendapat yang diberikan oleh siswa dalam kegiatan debat tersebut. melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat.e. dan ramai. Setelah dirasa cukup. Kelebihan dan Kelemahan Metode Pembelajaran Debate Kelebihan dari model pembelajaran debat adalah memantapkan pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan. Dengan pembimbing mengguasai emosi peserta dia akan mudah membuat debat tersebut menjadi sangat menarik. h. Guru yang bertindak sebagai pembimbing di sini juga memberikan evaluasi terhadap kegiatan dan cara mengemukan pendapat siswa dalam kegiatan debat.

sosial. pura-pura. Selain itu. Main peran disebut juga main simbolik. Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. fantasi. role playing sering kali dimaksudkan sebagai suatu bentuk aktivitas dimana pembelajar membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas dan memainkan peran orang lain (Basri Syamsu. secara aktif melakukan praktik-praktik berbahasa (bertanya dan menjawab) bersama teman-temannya pada situasi tertentu. 1967. Pada metode bermain peranan. sangat penting untuk perkembangan kognisi. make-believe. imajinasi. Belajar efektif dimulai dari lingkungan yang berpusat pada diri murid Belajar dan Model-Model Pembelajaran 92 . Dalam role playing murid dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas. Erikson. Kegiatan tersebut biasanya spontan tanpa dipersiapkan atau dilatih terlebih dahulu. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. 1986). Latar belakang dari sesuatu situasi didiskusikan dan kemudian bagian-bagian yang ada diseleksi. atau main drama. Dan sesudah sosiodrama berlangsung masing-masing individu mendiskusikan bagaimana perasaan-perasaan mereka. 2000). Model Pembelajaran Role Playing Role playing atau bermain peran adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan. Naskah pendek yang dibawakan biasanya sudah mengandung situasi permasalahan. Biasanya anak didik memilih di antara beberapa topik yang diberikan kepada mereka. meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas. titik tekanannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi. Kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa menggunakan kostum atau naskah cerita tertentu. aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang (Jill Hadfield. Murid diperlakukan sebagai subyek pembelajaran.H. 1963). hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun (Vygotzky.

2. dan belajar mengambil keputusan dalam hubungan kerja kelompok. Jadi. Tahap ini lebih banyak dimaksudkan untuk memotivasi peserta didik agar tertarik pada masalah karena itu tahap ini sangat penting dalam bermain peran dan paling menentukan keberhasilan. Metode role playing (bermain peranan) pada pengajaran yang direncanakan secara baik. murid akan lebih berhasil jika mereka diberi kesempatan memainkan peran dalam bermusyawarah. karena tanpa adanya aktivitas.(Departemen Pendidikan Nasional. 2002). Memilih peran Memilih peran dalam pembelajaran. E. menghargai pendapat dan kemampuan orang lain. menanamkan kemampuan bertanggung jawab dalam bekerja sama dengan orang lain. menjelaskan masalah. maka proses pembelajaran tidak mungkin terjadi. bagaimana Belajar dan Model-Model Pembelajaran 93 . dalam pembelajaran murid harus aktif. dapat menanamkan pengertian peranan orang lain pada kehidupan bermasyarakat. apa yang mereka suka. menafsirkan cerita dan mengeksplorasi isu-isu. Mulyasa (2003) mengemukakan tahapan pembelajaran bermain peran meliputi: 1. 2001). Bermain peran akan berhasil apabila peserta didik menaruh minat dan memperhatikan masalah yang diajukan guru. Menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik. dan menghargai keputusan bersama. Menghangatkan suasana kelompok termasuk mengantarkan peserta didik terhadap masalah pembelajaran yang perlu dipelajari. Hal ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi masalah. melakukan pemungutan suara terbanyak dan bersikap mau menerima kekalahan sehingga dengan melakukan berbagai kegiatan tersebut dan secara aktif berpartisipasi. 1. Lebih lanjut prinsip pembelajaran memahami kebebasan berorganisasi. serta menjelaskan peran yang akan dimainkan. Langkah-langkah Pembelajaran Role Playing Dengan mengutip dari Shaftel dan Shaftel. mereka akan lebih mudah menguasai apa yang mereka pelajari (Boediono. tahap ini peserta didik dan guru mendeskripsikan berbagai watak atau karakter.

Pemeranan dapat berhenti apabila para peserta didik telah merasa cukup. Diskusi dan evaluasi tahap dua Belajar dan Model-Model Pembelajaran 94 . baik secara emosional maupun secara intelektual. Pemeranan Pada tahap ini para peserta didik mulai beraksi secara spontan. Setiap perubahan peran akan mempengaruhi peran lainnya. sesuai dengan peran masing-masing. Pemeranan ulang Pemeranan ulang. dan apa yang seharusnya mereka perankan telah dicoba lakukan. para peserta didik akan segera terpancing untuk diskusi. 6. Diskusi dan evaluasi Diskusi akan mudah dimulai jika pemeran dan pengamat telah terlibat dalam bermain peran. 5. sebaiknya pengamat dipersiapkan secara matang dan terlibat dalam cerita yang akan dimainkan agar semua peserta didik turut mengalami dan menghayati peran yang dimainkan dan aktif mendiskusikannya. Mungkin ada perubahan peran watak yang dituntut. Dengan melontarkan sebuah pertanyaan. Dalam hal ini. 4. Menyusun tahap-tahap peran Menyusun tahap-tahap baru. Perubahan ini memungkinkan adanya perkembangan baru dalam upaya pemecahan masalah. dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi mengenai alternatif pemeranan. tidak perlu ada dialog khusus karena para peserta didik dituntut untuk bertindak dan berbicara secara spontan. kemudian para peserta didik diberi kesempatan secara sukarela untuk menjadi pemeran. Ada kalanya para peserta didik keasyikan bermain peran sehingga tanpa disadari telah mamakan waktu yang terlampau lama. 8. pada tahap ini para pemeran menyusun garis-garis besar adegan yang akan dimainkan. dan apa yang harus mereka kerjakan. Dalam hal ini guru perlu menilai kapan bermain peran dihentikan. 7. 3.mereka merasakan. Menyiapkan pengamat Menyiapkan pengamat.

Disamping merupakan pengaman yang menyenangkan yang saling untuk dilupakan 2. Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. 7. sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias 3. 9. 2. Semua pengalaman peserta didik dapat diungkap atau muncul secara spontan. 6. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. Dapat menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah. Membagi pengalaman dan mengambil kesimpulan Pada tahap ini para peserta didik saling mengemukakan pengalaman hidupnya dalam berhadapan dengan orang tua. 9. dan pemecahan masalah pada tahap ini mungkin sudah lebih jelas. Dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan profesional siswa. Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi 4. teman dan sebagainya. hanya dimaksudkan untuk menganalisis hasil pemeranan ulang. dan dapat memetik butir-butir hikmah yang terkandung di dalamnya dengan penghayatan siswa sendiri 5.Diskusi dan evaluasi tahap dua. diskusi dan evaluasi pada tahap ini sama seperti pada tahap enam. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. 8. guru. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 95 . Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Role Playing Berikut adalah kelebihan dari model pembelajaran role playing dalam kegiatan pembelajaran: 1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Sangat menarik bagi siswa.

Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.10. dan sebagainya. Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang kreatif. yaitu: 1. Apabila kita ingin melatih anak-anak agar mereka dapat menyelesaikan masalahmasalah yang bersifat sosial psikologis. Apabila kita akan melatih anak-anak agar mereka dapat bergaul dan memberi pemahaman terhadap orang lain beserta masalahnya. biografi maupun cerita-cerita yang lain dapat membantu anak didik untuk mencapai keterampilan tersebut. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 96 . 3. 4. 2. Penerapan Role Playing saat Proses Pembelajaran Metode role playing (bermain peranan) dalam proses belajar mengajar digunakan: 1. kita beranggapan lebih baik didramatisasikan daripada diceritakan karena akan lebih jelas. ceritacerita sejarah. dalam proses pembelajarannya role playing memiliki bebarapa kelemahan. 3. Memerlukan tempat yang cukup luas. Melatih daya imajinasi siswa Selain memiliki kelebihan. Berbagai bentuk permainan. 2005:8485). Apabila kita ingin menerangkan suatu peristiwa yang di dalamnya menyangkut orang banyak. 3. baik waktu persiapan dalam rangka pemahaman isi bahan pelajaran maupun pada pelaksanaan pertunjukan. jika tempat bermain sempit menjadi kurang bebas. Banyak memakan waktu. Salah satu tugas guru adalah membantu anak didik untuk bisa berlaku sebagaimana yang dilakukan oleh orang lain. 11. (Nana Sudjana. 2. Sering kelas lain terganggu oleh suara pemain dan para penonton yang kadangkadang bertepuk tangan.

4. bagaimana perasaan mereka setelah bermain. Sebaliknya. maka situasi sosial yang didramatisasikan akan serupa benar dengan kejadian yang sesungguhnya. Berikan kesempatan kepada anak didik untuk memilih peranannya sendiri. Dalam penggunaan metode role playing ini ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil. Di dalam melaksanakan kegiatan sosiodrama yang pertama kali sebaiknya guru juga mengambil sesuatu peran. Hal itu akan sangat menguntungkan bagi para siswa yang menjadi penonton (sekaligus sebagai penilai). 2. 5. Usahakan situasi benar-benar jelas dan terang. Diskusikan terlebih dahulu situasi yang akan dimainkan. Diskusi bisa dimulai dari aktor atau aktris itu sendiri. Apa yang telah dipilih barangkali mempunyai arti tersendiri bagi dirinya. Jika hal itu benar-benar dilaksanakan. guru justru memberikan kebebasan sepenuhnya kepada para siswa. Petunjuk pelaksanaan role playing antara lain: 1. 7. Guru Belajar dan Model-Model Pembelajaran 97 .Bercerita tentang apa yang dirasakan orang lain kadang-kadang ada manfaatnya. tetapi jangan sampai membatasi anak didik tentang apa yang akan diutarakan dan bagaimana mereka menghayati perannya. Mereka akan memerankannya dengan lebih baik apabila mereka sendiri yang memilih bagiannya. Diskusikan pelaksanaan sosiodrama tersebut. Harap diingat bahwa guru jangan terlalu banyak memberikan aturan-aturan permainan. 3. Tindakan ini bisa menambah kegairahan anak untuk bermain peranan (role playing). antara lain: 1. baik dengan bercerita yang sama maupun tidak. Ulangi situasi tersebut. 6. Biarkan anak didik menentukan sendiri. Upayakan agar semua pihak bisa mengambil peranan. Guru yang telah berhasil menggunakan sosiodrama akan beranggapan bahwa metode tersebut lebih baik dibanding metode-metode yang lain.

Siswa Dramatisasi ini akan berhasil kalau para siswa yang berperan dapat menjiwai situasinya. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 98 . Bahan hendaknya tidak mengandung adegan-adegan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. c. Bahan harus dipilih dengan cermat. b. Kriteria yang harus diperhatikan antara lain: a.Guru tidak boleh bersikap apriori. Bahan harus memperkaya pengalaman sosial siswa. Apa yang akan ia lakukan. keputusan apa yang akan ia pilih jika ia berada dalam situasi sosial seperti itu. 3. semua harus diserahkan kepada pemeran yang bersangkutan. 2. Bahan Sesuatu yang didramatisasikan akan baik hasilnya. kepribadian bangsa Indonesia. jika bahan itu cocok dengan para pemeran yang akan memerankannya. dapat bertingkah laku dan bersikap seperti dalam situasi sosial yang sesungguhnya. Bahan harus sesuai dengan perkembangan jiwa siswa. d. agama. Bahan harus cukup mengandung sikap dan perbuatan yang akan didramatisasikan siswa. Setiap individu akan menghayati situasi sosial menurut caranya sendiri.

Model Pembelajaran Based Learning Pembelajaran berbasis masalah (Probelem-based learning).I. 3. selanjutnya disingkat PBL. 5. kemudian siswa memperdalam pengetahuannya tentang apa yang mereka telah ketahui dan apa yang mereka perlu ketahui untuk memecahkan masalah tersebut. Stepien. menggunakan kelompok kecil. 2. 4. 2002. (1997). berbentuk ill-structured. Fogarty(1997) menyatakan bahwa PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada siswa (siswa/mahasiswa) dengan masalah-masalah praktis. Pembelajaran dengan model PBL dimulai oleh adanya masalah (dapat dimunculkan oleh siswa atau guru). dan 6. memberikan tanggung jawab yang besar kepada siswa dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri. PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah (Ward. merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. Lebih lanjut Boud dan felleti.1993). bukan diseputar disiplin ilmu. Siswa dapat memilih masalah yang dianggap menarik untuk dipecahkan sehingga mereka terdorong Belajar dan Model-Model Pembelajaran 99 .. menuntut siswa untuk mendemontrasikan apa yang telah mereka pelajari dalam bentuk suatu produk atau kinerja. atau open ended melalui stimulus dalam belajar. belajar dimulai dengan suatu masalah. dkk. mengorganisasikan pelajaran diseputar masalah. memastikan bahwa masalah yang diberikan berhubungan dengan dunia nyata siswa/mahasiswa. PBL memiliki karakteristikkarakteristik sebagai berikut: 1.

siswa tidak saja harus memahami konsep yang relevan dengan masalah yang menjadi pusat perhatian tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berhubungan dengan keterampilan menerapkan metode ilmiah dalam pemecahan masalah dan menumbuhkan pola berpikir kritis. fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut. penggunaan PBL dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang apa yang mereka pelajari sehingga diharapkan mereka dapat menerapkannya dalam kondisi nyata pada kehidupan sehari-hari 1. Dengan kata lain. Pengalaman ini sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dimana berkembangnya pola pikir dan pola kerja seseorang bergantung pada Belajar dan Model-Model Pembelajaran 100 . Alasan Problem Based Learning digunakan PBL merupakan model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka kerja teoritik konstruktivisme. Bila pertanyaan-pertanyaan tersebut telah muncul dalam diri siswa maka motivasi intrinsik mereka untuk belajar akan tumbuh.berperan aktif dalam belajar.Masalah yang dijadikan sebagai fokus pembelajaran dapat diselesaikan siswa melalui kerja kelompok sehingga dapat memberi pengalaman-pengalaman belajar yang beragam pada siswa seperti kerjasama dan interaksi dalam kelompok. maka dapat terjadi ketidaksetimbangan kognitif pada diri siswa. Dari paparan tersebut dapat diketahui bahwa penerapan PBL dalam pembelajaran dapat mendorong siswa/mahasiswa mempunyai inisiatif untuk belajar secara mandiri. Keadaan ini dapat mendorong rasa ingin tahu sehingga memunculkan bermacammacam pertanyaan. Dalam model PBL. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa model PBL dapat memberikan pengalaman yang kaya kepada siswa. Jika pembelajaran dimulai dengan suatu masalah dan masalah tersebut bersifat kontekstual. Pada kondisi tersebut diperlukan peran guru sebagai fasilitator untuk mengarahkan siswa tentang konsep apa yang diperlukan untuk memecahkan masalah dan apa yang harus dilakukan. Oleh sebab itu.

dan 3. 2. Masalah tersebut dapat berasal dari siswa/mahasiswa atau mungkin juga diberikan oleh pengajar. dengan arti lain. Adapun langkah-langkah model pembelajaran ini bagi guru adalah sebagai berikut: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 101 . Pemecahan masalah dalam PBL harus sesuai dengan langkahlangkah metode ilmiah. memecahkan masalah berdasarkan pada data yang ada dan analisisnya. memilih cara untuk memecahkan masalah.bagaimana dia membelajarkan dirinya. 2001). mengumpulkan data. belajar model peraturan orang dewasa (adult role behaviors). melakukan tindakan (action) untuk memecahkan masalah. 3. ketrampilan belajar mandiri (skills for independent learning). Langkah-langkah pemecahan masalah dalam pembelajaran PBL paling sedikit ada delapan tahapan (Pannen. yaitu: 1. dan 8. 6. 7. Siswa/mahasiswa akan memusatkan pembelajaran di sekitar masalah tersebut. 2. siswa belajar teori dan metode ilmiah agar dapat memecahkan masalah yang menjadi pusat perhatiannya. Dengan demikian siswa/mahasiswa belajar memecahkan masalah secara sistematis dan terencana. penggunaan PBL dapat memberikan pengalaman belajar melakukan kerja ilmiah yang sangat baik kepada siswa/mahasiswa. Lebih lanjut Arends (2004) menyatakan bahwa ada tiga hasil belajar (outcomes) yang diperoleh siswa yang diajar dengan PBL yaitu: 1. Oleh sebab itu. Secara umum penerapan model yaitu dengan adanya masalah yangharus dipecahkan atau dicari pemecahannya oleh siswa/mahasiswa. 5. melakukan ujicoba terhadap rencana yang ditetapkan. mengidentifikasi masalah. Implementasi Ada beberapa cara menerapkan PBL dalam pembelajaran. inkuiri dan ketrampilan melakukan pemecahan masalah. 4. 2. merencanakan penerapan pemecahan masalah. menganalisis data.

jadwal. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. 4. pengumpulan data. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. 3. hipotesis. dll). Belajar dan Model-Model Pembelajaran 102 . Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. tugas. 2.1. 5. pemecahan masalah.

scribd.id/file/dokumen/modeljigsaw. teori-teori belajar. Rum. 2011.upi.com/category/model-pembelajaran-roleplaying/ (20 Mei 2012) Dahar Ranta Willis Pof. [Online]. Fertina.files. Mitri Irianti. 2011. Tersedia: http://sharingkuliahku. Triman. [Online].id/url?sa=t&rct=j&q=koneksinimisme&source=web&cd= 2&ved=0CCsQFjAB&url=http%3A%2F%2Ftrimanjuniarso.M. Teori Belajar Behavioristik.com/rumrosyid/d/45080023/28-TeoriKoneksionisme [10 Maret 2012] Rulam. Model Pembelajaran Role Playing. Dr. [Online]. Tersedia: http://repository. Almasdi Syahza. Model-Model Pembelajaran Berbasis Paikem... Dr.edu/operator/upload/s_d0251_060231_chapter2. [Online]. [Online]/ Tersedia: kompasiana. Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw. Bergesernya Teori-Teori Belajar. Bandung: CV Siliwangi & CO Juniarso. Prof. Tersedia: http://www. [Online].google.pdf [6 Juni 2012] Anonim.com/2009/01/28/teori-teori-belajar-2/ [10 Maret 2012] Anonim. Tersedia: http://sumsel. [Online].wordpress. 2012.com %2F2008%2F02%2Fteori-belajarbehavioristik. 2010. U.doc&ei=RbZWT9uGGsnprQfyk8S1Bw&usg=AFQjCNGkyC_amh 54NCSlSd3-_4ZWktMyaQ [7 Maret 2012] Rizcha. Riau Fadhly. Msi. [Online]. (2011). (2009).pdf [18 Mei 2012] Hidayat.kemenag. MP.SC.1989.com [7 Maret 2012] Rosyid. Jakarta : Erlangga Dra. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Teori-Teori Belajar. Tersedia: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 103 . Pembelajaran Kontekstual.wordpress. SE. Tersedia:http://www.wordpress.go.DAFTAR PUSTAKA Andi. Tersedia:http://andi1988.co. (2011).S. (2005). _______. Pengaruh Bermain Peran (Role Playing) dalam Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris. Kolaborasi Teori dalam Pendidikan Pragmatisme.

2000. ____.infodiknas. 2010. Dasna.com/2010/03/model-pakem. [On Line] Tersedia http://www. Problem Based Learning: Suatu Metode Model Pembelajaran untuk Mengembangkan dan Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah. _____.html#ixzz16klc4gPi September 2011) : (08 .com/207-pengaruh-bermain-peran-role-playing-dalammeningkatkan-pembelajaran-bahasa-inggris/ (20 Mei 2012) Sudarman. 2007. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning). Tidak diterbitkan. Bandung : Pusat pengembangan penataran guru IPA. Model Pakem. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 104 . kumpulan-nahan diklat nasional guru biologi SMU.____. Wayan I. Tidak diterbitkan..http://www.vilila.

akhirnya dia tertarik dengan salah satu SMA swasta di Bandung dan dia berhasil diterima di SMA Angkasa Husein Sastranegara (2007-2010). Berbekal nilai hasil UAN yang memuaskan pada tahun 2004 dia berhasil diterima di SMPN 9 Bandung (2004-2007). mulai dari dihukum berlari keliling sekolah. Diakhir pendidikan SMP-nya. Entah apa Belajar dan Model-Model Pembelajaran 105 . Melihat hasil UAN yang peluangnya kecil unuk diterima di SMA Negeri. Posisi yang selalu diamanatkan kepadanya. sampai juara 3 lomba musikalisasi puisi antar kelas. Walau puisinya tidak sebagus punjangga tapi karyanya merupakan kepuasan batin tersendiri baginya. juara 1 lomba Danton Paskibra antar kelas. Selama SMP. lahir di Bandung pada 11 Januari 1992.RIWAYAT HIDUP PENYUSUN Anja Wulan Sari. ia rajin berkunjung ke perpustakaan. tidak heran gelar murid teladan pernah disandangnya. ia menyenangi bacaan fiksi. dia mendapatkan hasil UAN yang begitu mepet dengan passing gread SMA Negeri di Bandung. Jadi. Menempuh pendidikan SD (1998-2004) di SDN Cibeureum 8. juara kelas setiap semester. dia tetap bangga dengan apa yang didapatkannya karena semua murni hasil usahanya sendiri. Tidak banyak yang bisa diceritakan tentang kehidupan SMP-nya karena dia sama seperti siswa-siswi SMP lainnya yang mematuhi peraturan sekolah dan berteman dengan banyak orang. Di SMA dia mulai di OSIS dan menjadi panitia diberbagai acara. Kehidupan SMA-nya cukup menarik. tidak jauh dari sekretaris atau bendahara. Semasa SD-nya dia dikenal sebagai sosok murid yang rajin dan patuh. Dari kegemarannya itulah ia mulai senang menulis puisi. pernah bolos pelajaran Bahasa Sunda. Akan tetapi.

Perjalanan memilih universitas pun penuh perjuangan. gagal UM Poltekes Depkes Bandung sampai akhirnya berhasil diterima melalui jalur SNMPTN di Universitas Pendidikan Indonesia di Jurusan Pendidikan Teknologi Agroindustri (2010-sekarang). dia mulai disibukan dengan tes masuk universitas. Mulai dari gagal seleksi PMDK UPI. ****** Belajar dan Model-Model Pembelajaran 106 . Selesai mengenyam pendidikan SMA. gagal UM UPI.alasanya tapi dua posisi inilah yang selalu dikaitkan dengan siswi berpenampilan sederhana ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful