Belajar dan Model-Model Pembelajaran

1

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Allah Swt. karena atas izin dan rahmat-Nya lah penyusun dapat menyelesaikan tugas pembuatan buku dalam Mata Kuliah Media Pembelajaran PTAG. Penyusun banyak berterima kasih kepada Dr. Sri Handayani, MPd. sebagai dosen Mata Kuliah Media Pembelajaran yang telah membimbing dalam pengerjaan tugas ini, serta teman-teman Jurusan Pendidikan Teknologi Agroindustri 2010 yang turut membantu dalam penyelesaian tugas ini. Judul buku ini adalah “Belajar dan Model-Model Pembelajara”. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas semester padat mata kuliah Media Pembelajaran PTAG. Dalam proses penyusunan buku ini, penyusun menyadari masih banyak kekurangan. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak untuk perbaikan buku ini. Penyusun berharap buku ini dapat menunjang pembelajaran Media Pembelajaran PTAG dan dapat bermanfaat bagi semua orang. Akan tetapi, penyusun menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam buku ini. Oleh karena itu penyusun menerima saran dan kritik agar dapat membuat buku yang lebih bagus lagi.

Bandung, Agustus 2012

Penyusun 

.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

i

DAFTAR ISI

Daftar Isi ..................................................................................................... i Kata Pengantar .......................................................................................... ii

BAB I TEORI BELAJAR ....................................................................... 1 A. Teori Belajar Behavioristik ............................................................. 3 B. Teori Belajar Kognitivisme ............................................................ 6 C. Teori Belajar Konstruktivisme ........................................................ 9 D. Teori Belajar Humanistik ................................................................ 11 BAB II TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI .......................... 16 A. Teori Belajar Menurut J.B. Bruner ................................................. 17 B. Teori Koneksionisme ...................................................................... 26 C. Teori Belajar Skinner ...................................................................... 33 D. Teori Belajar Piaget ........................................................................ 41 BAB III MODEL_MODEL PEMBELAJARAN .................................... 47 A. Model PAKEM ............................................................................... 48 B. Model Pembelajaran Example non Example .................................. 56 C. Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning .................... 62 D. Model Pembelajaran Number Head Together ............................... 73 E. Model Pembelajaran Project Work ................................................. 76 F. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw ......................................... 81 G. Model Pembelajaran Debate ........................................................... 87 H. Model Pembelajaran Role Playing................................................... 92 I. Model Pembelajaran Based Learning ............................................. 99 Daftar Pustaka ............................................................................................ 103

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

ii

Bab 1 TEORI BELAJAR Belajar dan Model-Model Pembelajaran 1 .

yaitu. Teori-teori tidak memberikan solusi. Sedangkan teori konstruktivisme mengemukakan bahwa belajar sebagai proses saat peserta didik secara aktif membangun ide-ide baru dalam belajar. Yang lainnya adalah dalam mengusulkan dimana kita seharusnya mencari solusi untuk masalah praktis. tetapi mengarahkan perhatian kita pada variabel yang penting dalam menemukan solusi. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan bagaimana otak bekerja dalam mempelajari sesuatu. diproses. Hal ini juga dianggap sebagai cara di mana informasi diserap. 1995). dan disimpan. behavioris. Salah satunya adalah dalam menyediakan kita dengan kosa kata dan kerangka kerja konseptual untuk menafsirkan contoh pembelajaran yang kita amati. behaviorisme hanya berfokus pada aspek-aspek obyektif yang diamati pada proses pembelajaran. nilai. Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis dari teori teori belajar ini. Teori Belajar adalah hipotesis rumit yang menggambarkan bagaimana sebenarnya prosedur ini terjadi. pembelajaran secara umum didefinisikan sebagai proses yang menyatukan pengaruh kognitif. meningkatkan. Secara garis besar. cognitivist. Ormrod. (2) kognitivisme. yaitu. Merriam dan Caffarella (1991) menyoroti empat pendekatan atau orientasi untuk belajar. keterampilan. dan pandangan dunia (Illeris. humanis dan sosial/situasional. emosional. 2004. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 2 . dan (3) kontruktivisme. Pendekatan ini melibatkan ide yang bertentangan dengan tujuan dan proses pembelajaran dan pendidikan juga peran para pendidik dalam mengajar. (1)behaviorisme. dan lingkungan dan pengalaman untuk memperoleh. Teori belajar memiliki dua nilai utama menurut Hill (2002).I TEORI BELAJAR Dalam psikologi dan pendidikan. atau membuat perubahan dalam pengetahuan seseorang.

Ciri-Ciri Teori Behavioristik : a) b) c) Mementingkan faktor lingkungan Menekankan pada faktor bagian Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif d) e) Sifatnya mekanis Mementingkan masa lalu Teori behaviouristik ini memiliki beberapa cabang teori yang menekankan pembelajaran pada titik yang berbeda-beda yaitu. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Teori Belajar Behavioristik Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Belajar berarti penguatan ikatan. asosiasi. Teori belajar behavioristik menjelaskan belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukumhukum mekanistik. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. diukur dan dinilai secara konkret. Mendidik pada dasarnya Belajar dan Model-Model Pembelajaran 3 . sifat dan kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon). Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak. Classical Conditioning oleh Ivan Pavlov yang menyimpulkan bahwa sesuatu yang di pelajari dapat di kembalikan kepada stimulus respon. berupa reaksi fisik terhadap stimulans. 1. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-respon.A. Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak.

Reaksi instinktif atau kodrati yang di bawa sejak lahir jumlahnya sedikit sekali. Stimulus merupakan situasi objektif dan respon merupakan reaksi subjektif individu terhadap stimulus. Perasaan senag dan tidak senang merupakan reaksi senso motoris. namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Perasaan.Teori ini di pelopori oleh Skinner. Adanya kesan motoris di tujukan terhadap berbagai stimulus. Penganut aliran ini lebih suka memilih untuk tidak memikirkan hal – hal yang tidak bisa diukur. Hal ini di lakukan berulang – ulang agar hubungan stimulus dan respon semakin kuat. yaitu : takut. Apabila kita menganalisis tingkah laku yang kompleks. Teori stimulus dan respon. Pengaruh Lingkungan tehadap perkembangan individu. Respondent response. Di temukan tiga reaksi emosional yang di bawa sejak lahir. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar. meskipun mereka tetap mengakui bahwa semua hal itu penting. 3. dalam teori ini di sebutkan bahwa ada dua macam respon. namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. c. e. Pengamatan dan kesan. Tingkah laku dan Afektif. sedangkan kebiasaan – kebiasaan yang terbentuk dalam perkembangan di sebabkan oleh latihan dan belajar. Teori berpikir. yaitu : a. Respon ini di timbulkan oleh perangsang – perangsang tertentu yang disebut electing stimuli yang sifatnya relative tetap dan terbatas Belajar dan Model-Model Pembelajaran 4 . akan di temukan rangkaian unit stimulus dan respon yang disebut reflex.beliau mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon. Pendapat yang di kemukakan yaitu : a.adalah memberikan stimulus yang memberi respon sesuai yang kita inginkan. Operant Conditioning . Teori Behaviorisme Watson. d. marah. dan cinta. b. 2. Berpikir harus merupakan tingkah laku senso motoris dan berbicara dalam hati adalah tingkah laku berfikir.

Respon ini merupakan bagian yang tebesar dari pada tingkah laku manusia dan kemungkinannya untuk di modifikasi tak terbatas. yang dapat pula berupa pikiran. Menurut Hull. Dia berpendapat bahwa tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup. misalnya makanan yang menimbulkan air liur. meskipun sering digunakan dalam berbagai eksperimen 5. Teori Koneksionisme Thorndike. (2)idenya tentang proses internal dianggap abstrak dan sulit dibuktikan melalui eksperimen empiris. Teori Systematic Behavior Clark Hull. berarti responnya menjadi lebih kuat / intensif. Mengemukakan konsep pokok teorinya yang sangat di pengaruhi oleh teori evolusi Darwin. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran. perasaan. Stimulus hampir selalu di kaitkan dengan kebutuhan biologis ini. yamg biasa di sebut dengan reinforcing stimuli atau reinforcer. dan sebagainya. kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis menempati posisi sentral.serta hubungan antara stimulus dan respons sudah pasti sehingga kemungkinan untuk di modifikasi kecil. misalnya saja seorang anak belajar. atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. meskipun menghasilkan respon yang berbeda–beda bentuknya. seperti lapar. Oleh karena itu. 4. Teori ini tidak banyak dipakai dalam dunia praktis karena (1)dianggap terlalu kompleks dan sulit dimengerti. tidur. Respon yang timbul dan berkembangnya di ikuti oleh perangsang–perangsang tertentu. haus. Perangsang tersebut memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme sehingga sifatnya mengikuti. kebutuhan dikonsepkan sebagai dorongan (drive). dalam teori Hull. Menurut Thorndike. kemudian memperoleh hadiah sehingga ia akan lebih giat lagi belajar. usaha utk menggeneralisasi hasil eksperimen secara berlebihan. dan (3)partikularistic. perasaan. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar. Titik berat teori Skinner adalah pada respon kedua ini. b. atau Belajar dan Model-Model Pembelajaran 5 . Operant response. belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon.

tetapi juga dengan stimulus lain seperti minum kopi. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 6 . B. Teori Edwin Gutrie. suatu respon akan lebih kuat apabila respon tersebut berhubungan dengan berbagai macam stimulus. atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. akan mampu mengubah kebiasaan seseorang. Oleh karena itu. Selain itu. yaitu yang dapat diamati.Guthrie juga mengemukakan bahwa hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. mengemukakan teori kontinguiti yang memandang bahwa belajar merupakan kaitan asosiatif antara stimulus tertentu dan respon tertentu. Teori Belajar Kognitivisme Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati.gerakan/tindakan. Hal ini dapat terjadi karena merokok bukan hanya berhubungan dengan satu macam stimulus. menggosokkan badannya ke sisi kotak. seseorang yang memiliki kebiasaan merokok sulit di tinggalkan. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir. di perlukan pemberian stimulus yang sering agar hubungan menjadi lebih langgeng. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionismeProsedur eksperimennya ialah membuat agar setiap binatang lepas dari kurungannya sampai ke tempat makanan. Dalam hal ini apabila binatang terkurung. 6. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit. maka binatang itu sering melakukan bermacam kelakuan. Sebagai contoh. Menurutnya suatu hukuman yang di berikan pada waktu yang tepat. Model ini menekankan pada bagaimana sebuah informasi diproses. menyimpan. dan cepat atau lambat binatang itu tersandung pada palang sehingga kotak terbuka dan binatang itu lepas ke tempat makanan. Selanjutnya Edwin Guthrie berpendapat bahwa hubungan antara stimulus dan respon merupakan faktor kritis dalam belajar. seperti menggigit. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran.

Peneliti yang mengembangkan teori kognitif ini adalah Ausubel, Bruner, dan Gagne. Dari ketiga peneliti ini, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar. Bruner menitikberatkan pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan. Proses pembelajaran strategi kognitif merupakan proses reflection in action. Sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), guru memiliki posisi yang menentukan keberhasilan pembelajaran, karena fungsi utama guru ialah merancang, mengelola dan mengevaluasi pembelajaran (Gagne, 1974). Ausubel (1968) mengatakan bahwa guru bertugas mengalihkan seperangkat pengetahuan yang terorganisasikan sehingga pengetahuan tersebut menjadi bagian dari sistem pengetahuan siswa. Sejalan dengan itu, Kurikulum { KTSP } menegaskan bahwa kedudukan guru dalam kegiatan belajar mengajar sangat strategis dan menentukan. Strategis karena guru akan menentukan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. Menentukan karena gurulah yang memilah dan memilih bahan pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik. Salah satu faktor yang mempengaruhi guru dalam upaya memperluas dan memperdalam materi ialah rancangan pembelajaran yang efektif, efisien, menarik dan hasil pembelajaran yang bermutu tinggi dapat dilakukan dicapai oleh setiap guru. Menurut Snelbecker (1983 : 465), CDT (Center for the Development of Teaching) merupakan model preskripsi pembelajaran yang paling lengkap yang memperhitungkan teori pembelajaran behavioristik, teori pembelajaran humanistik dan teori pembelajaran kognitif. CDT juga memerhatikan fungsi kegiatan mental yang berhubungan dengan proses belajar yang diadopsi dari pandangan neo-behaviorist, agar tercapai suatu proses belajar (internal condition) diperlukan situasi belajar (external condition) tertentu sesuai dengan unjuk kerja belajar. Asumsi ini kemudian digunakan oleh CDT dalam penetapan tujuan belajar.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

7

Konsep yang diajukan teori pembelajaran humanistik terhadap individu siswa juga diadaptasi oleh CDT untuk mempreskripsikan cara membelajarkan siswa. Menurut Rogers (1983) dalam melaksanakan tugasnya di kelas, guru harus mampu memfasilitasi tumbuhnya kemamuan belajar siswa melalui motivasi. Begitu pula Maslow (1971), sebagai seorang tokoh psikologi humanistik, menentukan perlunya pemberian motivasi bagi tumbuhnya semangat belajar siswa. Pendapat dan prinsipprinsip pemberian motivasi dari dua tokoh psikologi humanistik ini digunakan oleh CDT dalam merancang strategi penyajian Keungulan CDT secara teoretis juga dibuktikan lewat berbagai penelitian. Hasil-hasil penelitian Merrill dan Tennyson (1982), Suhardjono (1990), dan Tugur (1991), semuanya menunjukkan bahwa CDT memiliki keunggulan dalam meningkatkan perolehan belajar pada performansi mengingat, menggunakan, dan mengembangkan, baik untuk tipe isi pelajaran yang berupa fakta, konsep, prosedur, maupun prinsip.
Tabel 1. Asumsi Umum Tentang Teori Belajar Kognitif Asumsi Pembelajaran sekarang berasal dari proses Pembelajaran sebelumnya Pembelajaran informasi melibatkan Penjelasan Siswa memiliki latar belakang dan motivasi yang berbeda sehingga mereka mengkonstruksi satu hal yang sama secara berbeda. proses Ini merupakan proses aktif yang mengacu pada pengetahuan siswa Pemaknaan Pemaknaan hubungan merupakan dikonstruksi refleksi dari pengalaman antara yang proses

hubungan

pembelajaran sebelumnya dengan yang baru. Kegiatan belajar mengajar menekankan Penekananya pada hubungan dan strategi pada kebermaknaan yang tujuanya

membantu siswa belajar bagaimana cara belajar.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

8

C. Teori Belajar Konstruktivisme
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran kontekstual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari ide dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih paham dan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Ciri-ciri teori Konstruktivisme
a) b)

Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke murid, kecuali hanya dengan keaktifan murid sendiri untuk menalar.

c)

Murid aktif megkontruksi secara terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah

d)

Guru sekedar membantu menyediakan saran dan situasi agar proses kontruksi berjalan lancar.
Struktur pembalajaran seputar konsep utama pentingnya sebuah pertanyaanSelain itu

yang paling penting adalah guru tidak boleh hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa . siswa harus membangun pengetahuan didalam benaknya sendiri. Seorang guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide dan dengan mengajak siswa agar

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

9

menerangkan atau upaya-upaya sejenis untuk memindahkan pengetahuan pada siswa tetapi menciptakan situasi bagi siswa yang membantu perkembangan mereka membuat konstruksi-konstruksi mental yang diperlukan. Usaha keras seorang guru dalam mengajar tidak harus diikuti dengan hasil yang baik pada siswanya. hanya dengan usaha yangkeras para sisiwa sedirilah para siswa akan betul-betul memahami suatu materi yang diajarkan. Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadisituasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Guru hanya sebagai fasilitator. Siswa perlu mengkonstruksi pemahaman yang mereka sendiri untuk masing-masing konsep materi sehingga guru dalam mengajar bukannya “menguliahi”. mediator. tetapi harus diupayakan agar siswa itu sendiri yang memanjatnya.menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar. namun seluruh atau sebagian siswanya tidak belajar sama sekali. Karena. Aplikasi dan Implikasi dalam Pembelajaran Setiap guru akan pernah mengalami bahwa suatu materi telah dibahas dengan jelas-jelasnya namun masih ada sebagian siswa yang belum mengerti ataupun tidak mengerti materi yang diajarkan sama sekali. sehingga pengetahuan materi yang dibangun atau dikonstruksi para siswa sendirisan bukan ditanamkan oleh guru. dan teman yang membuat situasi kondusif untuk terjadinya konstruksi engetahuan pada diri peserta didik. Guru dapat memberikan tangga kepada siswa yang mana tangga itu nantinya dimaksudkan dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi . guru harus memahami model-model mental yang digunakan para siswa untuk mengenal dunia mereka dan penalaran yang dikembangkandan yang dibuat para sisiwa untuk mendukung model-model itu. Peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai dengan dirinya. Latihan memecahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari.Kelebihan dan Kekurangan Konstruktivisme Belajar dan Model-Model Pembelajaran 10 . Hal ini menunjukkan bahwa seorang guru dapat mengajar suatu materi kepada sisiwa dengan baik. Para siswa harus dapat secara aktif mengasimilasikan dan mengakomodasi pengalaman baru kedalam kerangka kognitifnya Untuk mengajar dengan baik. Tugas setiap guru dalam memfasilitasi siswanya.

mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Adanya motivasi untuk siswa bahwa belajar adalah tanggung jawab siswa itu sendiri. Faham kerana murid terlibat secara langsung dalam mebina pengetahuan baru. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya. Teori Belajar Humanistik Dalam teori belajar humanistik proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. Meskipun teori ini sangat menekankan pentingya isi dari proses belajar.1. Mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi pemikir yang mandiri. menjana idea dan membuat keputusan. Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman konsep secara lengkap. Dengan kata lain. 2.. bukan dari sudut pandang pengamatnya. dalam kenyataan teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Kemahiran sosial diperoleh apabila berinteraksi dengan rekan dan guru dalam membina pengetahuan baru. mereka akan lebih faham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi. teori ini lebih tertarik pada ide belajar dalam bentuknya yang paling ideal dari pada belajar seperti apa adanya. Teori apapun dapat dimanfaatkan asal tujuan untuk “memanusiakan manusia” (mencapai aktualisasi diri dan sebagainya) dapat tercapai. Dalam teori belajar humanistik. Kelebihan Murid berfikir untuk menyelesaikan masalah. Selian itu murid terlibat secara langsung dengan aktif. siswa berbeda persepsi satu dengan yang lainnya. Lebih menekankan pada proses belajar bagaimana belajar itu. Kelemahan Dalam bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung. seperti apa yang bisa kita amati dalam dunia keseharian. belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 11 . Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengejukan pertanyaan dan mencari sendiri pertanyaannya. D.

Bila bancaman itu rendah terdapat pangalaman siswa dalam memperoleh cara.Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya. dan keinginan yang mendalam untuk mengeksplorasi dan asimilasi pengalaman baru. memiliki rasa ingin tahu alamiah terhadap dunianya. Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar Roger sebagai ahli dari teori belajar humanisme mengemukakan beberapa prinsip belajar yang penting yaitu: (1). Menurut hemat kami. 4. Belajar yang bermakna diperolaeh jika siswa melakukannya 7. Manusia itu memiliki keinginan alamiah untuk belajar. 1. Prinsip-prinsip Teori Belajar Humanistik Beberapa prinsip Teori belajar Humanistik 1. Belajar akan cepat dan lebih bermakna bila bahan yang dipelajari relevan dengan kebutuhan siswa. Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam 9. Teori Belajar Humanistik adalah suatu teori dalam pembelajaran yang mengedepankan bagaimana memanusiakan manusisa serta peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya. Belajar signifikan terjadi apabila materi plajaran dirasakan murid mempuyai relevansi dengan maksud tertentu 3. 6. Manusia mempunyai belajar alami 2. yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 12 . Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya. Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila ancaman itu kecil 5. Belajar lancer jika siswa dilibatkan dalam proses belajar 8. (2). Kepercayaan pada diri pada siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri 10.

kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya daripada hasil belajar. Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. (4) belajar secara partisipasif jauh lebih efektif dari pada belajar secara pasif dan orang belajar lebih banyak bila belajar atas pengarahan diri sendiri. Merumuskan tujuan belajar yang jelas 2. melakukkan apa yang diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang ditunjukkan. (5) belajar atas prakarsa sendiri yang melibatkan keseluruhan pribadi. Adapun proses yang umumnya dilalui adalah : 1. dan kepercayaan diri dalam belajar dapat ditingkatkan dengan evaluasi diri orang lain tidak begitu penting. Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para siswa sedangkan guru memberikan motivasi. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 13 . mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif. Aplikasi Teori Belajar Humanistik Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. jujur dan positif. Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat. memilih pilihannya sendiri. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran. Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas . Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis. pikiran maupun perasaan akan lebih baik dan tahan lama.(3) belajar dapat di tingkatkan dengan mengurangi ancaman dari luar. Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri 4. kreatifitas. 2. 3. memaknai proses pembelajaran secara mandiri 5. dan (6) kebebasan. Diharapkan siswa memahami potensi diri .

6. Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk

bertanggungjawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya. 7. Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya 8. Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa Pembelajaran berdasarkan teori humanistik ini cocok untuk diterapkan. Keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjaadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau etika yang berlaku. 3. Implikasi Teori Belajar Humanistik Psikologi humanistik memberi perhatian atas guru sebagai fasilitator. Berikut ini adalah berbagai cara untuk memberi kemudahan belajar dan berbagai kualitas fasilitator. Ini merupakan ikhtisar yang sangat singkat dari beberapa (petunjuk): 1) Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas 2) Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum. 3) Dia mempercayai adanya keinginan dari masing-masing siswa untuk

melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi. 4) Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka. 5) Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

14

6) Di dalam menanggapi ungkapan-ungkapan di dalam kelompok kelas, dan menerima baik isi yang bersifat intelektual dan sikap-sikap perasaan dan mencoba untuk menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual ataupun bagi kelompok 7) Bilamana cuaca penerima kelas telah mantap, fasilitator berangsur-sngsur dapat berperanan sebagai seorang siswa yang turut berpartisipasi, seorang anggota kelompok, dan turut menyatakan pendangannya sebagai seorang individu, seperti siswa yang lain. 8) Dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya dan juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh siswa 9) Dia harus tetap waspada terhadap ungkapan-ungkapan yang menandakan adanya perasaan yang dalam dan kuat selama belajar 10) Di dalam berperan sebagai seorang fasilitator, pimpinan harus mencoba untuk menganali dan menerima keterbatasan-keterbatasannya sendiri. Ciri-ciri guru yang fasilitatif adalah : a) Merespon perasaan siswa b) Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang c) Berdialog dan berdiskusi dengan siswa d) Menghargai siswa e) Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan f) Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa (penjelasan untuk mementapkan kebutuhan segera dari siswa) g) Tersenyum pada siswa

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

15

Bab II TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

16

didasarkan pada dua prinsip.II TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI A. Pendekatannya tentang psikologi adalah eklektik. Teori Belajar Menurut J. seorang ahli psikologi yang terkenal telah banyak menyumbang dalam penulisan teori pembelajaran. Beliau bertugas sebagai profesor psikologi di Universiti Harvard di Amerika Syarikat dan dilantik sebagi pengarah di Pusat Pengajaran Kognitif dari tahun 1961 sehingga 1972. pemikir dan pencipta informasi. Jerome S. Bruner menganggap. dan menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan. motivasi. Penelitiannya yang demikian banyak itu meliputi persepsi manusia. Walau bagaimanapun. proses pengajaran dan falsafah pendidikan. yaitu pengetahuan orang tentang alam didasarkan pada model-model Belajar dan Model-Model Pembelajaran 17 . Bruner bersetuju dengan Piaget bahawa perkembangan kognitif kanak-kanak adalah melalui peringkatperingkat tertentu. dan memainkan peranan penting dalam struktur Projek Madison di Amerika Syarikat. Bruner adalah seorang ahli psikologi perkembangan dan ahli psikologi belajar kognitif.B Bruner Jerome Bruner dilahirkan dalam tahun 1915. Bruner lebih menegaskan pembelajaran secara penemuan iaitu mengolah apa yang diketahui pelajar itu kepada satu corak dalam keadaan baru (lebih kepada prinsip konstruktivisme). yaitu memperoleh informasi baru. Setelah itu. Pandangan terhadap belajar yang disebutnya sebagai konseptualisme instrumental itu. beliau menjadi seorang profesor Psikologi di Universiti Oxford di England. bahwa belajar itu meliputi tiga proses kognitif. ia menganggap manusia sebagai pemroses. transformasi pengetahuan. Jerome Bruner. belajar dan berfikir. Dalam mempelajarai manusia.

pemeliharaan dan pengarahan.mengenai kenyataan yang dibangunnya. Pertumbuhan itu menyangkut peningkatan kemampuan seseorang untuk mengemukakan pada dirinya sendiri atau pada orang lain tentang apa yang telah atau akan dilakukannya. Pengetahuan yang diperoleh melalui belajar penemuan bertahan lama. 2. 4. Pematangan intelektual atau pertumbuhan kognitif seseorang ditunjukkan oleh bertambahnya ketidaktergantungan respons dari sifat stimulus. sifat materi pelajaran dan perbedaan individu. ditinjau dari segi aktivasi. pengajaran didasarkan kepada perangsang murid terhadap konsep itu dengan pengetahuan sedia ada. 3. Beliau berpendapat bahawa seseorang murid belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari. ekonomi dan kuasa. Selain itu. Penstrukturan pengetahuan untuk pemahaman optimal. Perincian urutan-urutan penyajian materi pelajran secara optimal. Pengalaman-pengalaman optimal bagi siswa untuk mau dan dapat belajar. tingkat perkembangan anak. Bentuk dan pemberian reinforsemen. Teori instruksi menurut Bruner hendaknya mencakup: 1. dan mempunyai efek transfer yang lebih baik. ditinjau dari segi cara penyajian.kanak-kanak membentuk konsep segiempat dengan mengenal segiempat mempunyai 4 sisi dan memasukkan semua bentuk bersisi empat Belajar dan Model-Model Pembelajaran 18 . Belajar penemuan meningkatkan penalaran dan kemampuan berfikir secara bebas dan melatih keterampilan-keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah. Pertumbuhan itu tergantung pada bagaimana seseorang menginternalisasi peristiwa-peristiwa menjadi suatu ”sistem simpanan” yang sesuai dengan lingkungan. Misalnya. Kanak-kanak membentuk konsep dengan mengasingkan benda-benda mengikut ciri-ciri persamaan dan perbezaan. dengan memperhatikan faktor-faktor belajar sebelumnya. dan model-model itu diadaptasikan pada kegunaan bagi orang itu. Menurut Bruner belajar bermakna hanya dapat terjadi melalui belajar penemuan.

Menurut Bruner kesiapan terdiri atas penguasaan ketrampilan-ketrampilan yang lebih sederhana yang dapat mengizinkan seseorang untuk mencapai kerampilan-ketrampilan yang lebih tinggi. Dengan intuisi. teknik-teknik intelektual untuk sampai pada formulasi-formulasi tentatif tanpa melalui langkah-langkah analitis untuk mengetahui apakah formulasiformulasi itu merupaka kesimpulan yang sahih atau tidak. Dalam hal ini Bruner membedakan menjadi tiga tahap. Ketiga tahap itu adalah: (1) tahap informasi. 1. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 19 . yaitu untuk mengetahui apakah hasil tranformasi pada tahap kedua tadi benar atau tidak. yaitu tahap memahami. mencerna dan menganalisis pengetahuan baru serta ditransformasikan dalam bentuk baru yang mungkin bermanfaat untuk hal-hal yang lain.kedalam kategori segiempat. b) Model dan Kategori Pendekatan Bruner terhadap belajar didasarkan pada dua asumsi. yaitu tahap awal untuk memperoleh pengetahuan atau pengalaman baru. (2) tahap transformasi. Ciri khas Teori Pembelajaran Menurut Bruner a) Empat Tema tentang Pendidikan Tema pertama mengemukakan pentingnya arti struktur pengetahuan. dapat dihubungkan satu dengan yang lain.dan memasukkan bentuk-bentuk bersisi tiga kedalam kategori segitiga. bagaimana fakta-fakta yang kelihatannya tidak ada hubungan. Hal ini perlu karena dengan struktur pengetahuan kita menolong siswa untuk untuk melihat. dan (3) evaluasi. Tema kedua adalah tentang kesiapan untuk belajar. Dalam teori belajarnya Jerome Bruner berpendapat bahwa kegiatan belajar akan berjalan baik dan kreatif jika siswa dapat menemukan sendiri suatu aturan atau kesimpulan tertentu. Tema ketiga adalah menekankan nilai intuisi dalam proses pendidikan. Asumsi pertama adalah bahwa perolehan pengetahuan merupakan suatu proses interaktif. Tema keempat adalah tentang motivasi atau keingianan untuk belajar dan cara-cara yang tersedia pada para guru untuk merangsang motivasi itu.

Jadi. Model Bruner ini mendekati sekali struktur kognitif Aussebel. Setiap model seseorang khas bagi dirinya. apakah dengan cara ekstrapolasi atau dengan mengubah bentuk lain. perubahan tidak hanya terjadi di lingkungan tetapi juga dalam diri orang itu sendiri. Jadi cara ini terdiri atas penyajian kejadian- Belajar dan Model-Model Pembelajaran 20 . suatu model alam (model of the world). Cara penyajian enaktif ialah melalui tindakan. Dengan menghadapi berbagai aspek dari lingkungan kita. transformasi menyangkut cara kita memperlakukan pengetahuan. Informasi baru dapat merupaka penghalusan dari informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang atau informasi itu dapat dersifat sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang. cara ikonik dan cara simbolik. Hampir semua orang dewasa melalui penggunaan tig sistem keterampilan untuk menyatakan kemampuanny secara sempurna. Dalam transformasi pengetahuan seseorang mempelakukan pengetahuan agar cocok dengan tugas baru. (2) transformasi informasi dan (3) menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan (Bruner.Berlawanan dengan penganut teori perilakau Bruner yakin bahwa orang yang belajar berinteraksi dengan lingkungannya secara aktif. Ketiga sistem keterampilan itu adalah yang disebut tiga cara penyajian (modes of presentation) oleh Bruner (1966). kita akan membentuk suatu struktur atau model yang mengizinkan kita untuk mengelompokkan hal-hal tertentu atau membangun suatu hubungan antara hal-hal yang diketahui. Asumsi kedua adalah bahwa orang mengkontruksi pengetahuannya dengan menghubungkan informasi yang masuk dengan informasi yang disimpan yang diperoleh sebelumnya. Ketiga proses itu adalah (1) memperoleh informasi baru. 1973). c) Belajar sebagai Proses Kognitif Bruner mengemukakan bahwa belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan. Dengan cara ini seseorang mengetahui suatu aspek dari kenyataan tanpa menggunakan pikiran atau kata-kata. jadi bersifat manipulatif. Ketiga cara itu ialah: cara enaktif.

kurikulum spiral menuntut guru untuk memberi materi pelajaran setahap demi setahap dari yang sederhana ke yang kompleks. ”Bayangan” timbangan itu dapat diperinci seperti yang terdapat dalam buku pelajaran.kejadian yang lampau melalui respon-respon motorik. Penyajian simbolik menggunakan kata-kata atau bahasa. Disamping itu. Ia tahu bahwa untuk dapat lebih jauh kebawah ia harus duduk lebih menjauhi pusat. karena teori Bruner ini banyak menuntut pengulangan-penulangan. maka desain yang berulang-ulang itu disebut ”kurikulum spiral kurikulum”. Cara penyajian ikonik didasarkan atas pikiran internal. tetapi tidak mendefinisikan sepenuhnya konsep itu. Anak kecil hanya dapat bertindak berdasarkan ”prinsip-prinsip” timbangan dan menunjukkan hal itu dengan menaiki papan jungkat-jungkit. tentang pelajaran penggunaan timbangan. Misalnya sebuah segitiga menyatakan konsep kesegitigaan. Sebagai contoh dari ketiga cara penyajian ini. Misalnya seseorang anak yang enaktif mengetahui bagaimana mengendarai sepeda. memberikan struktur hirarkis pada konsep-konsep dan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan alternatif dalam suatu cara kombinatorial. Akhirnya suatu timbangan dapat dijelaskan dengan menggunakan bahasa tanpa pertolongan gambar atau dapat juga dijelaskan secara matematik dengan menggunakan Hukum Newton tentang momen. d) Ciri khas Teori Bruner dan perbedaannya dengan teori yang lain Teori Bruner mempunyai ciri khas daripada teori belajar yang lain yaitu tentang ”discovery” yaitu belajar dengan menemukan konsep sendiri. Penyajian simbolik dibuktikan oleh kemampuan seseorang lebih memperhatikan proposisi atau pernyataan daripada objek-objek. Pengetahuan disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep. Secara sin gkat. Anak yang lebih tua dapat menyajikan timbangan pada dirinya sendiri dengan suatu model atau gambaran. dimana materi yang sebelumnya sudah diberikan suatu saat muncul kembali secara terintegrasi di dalam suatu materi baru yang lebih Belajar dan Model-Model Pembelajaran 21 .

b. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan menunjukkan beberapa kebaikan. Asumsi umum tentang teori belajar kognitif: a. Bruner berpendapat bahwa seseorang murid belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari. Model kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Diantaranya adalah: a. b. Bruner menyarankan agar siswa hendaknya belajar melalui berpartisipasi aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip agar mereka dianjurkan untuk memperoleh pengalaman dan melakukan eksperimen-eksperimen yang mengizinkan mereka untuk menemukan konsep dan prinsip itu sendiri. Pengetahuan itu bertahan lama atau lama dapat diingat.kompleks. Bahwa pembelajaran baru berasal dari proses pembelajaran sebelumnya. Secara menyeluruh belajar penemuan meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berfikir secara bebas. c. c. 2. d. Hasil belajar penemuan mempunyai efek transfer yang lebih baik. Belajar Penemuan Salah satu model kognitif yang sangat berpengaruh adalah model dari Jerome Bruner (1966) yang dikenal dengan nama belajar penemuan (discovery learning). Model kognitif ini memiliki Belajar dan Model-Model Pembelajaran 22 . Selain itu. Proses kegiatan belajar mengajar menitikberatkan pada hubungan dan strategi. pembelajaran didasarkan kepada merangsang siswa menemukan konsep yang baru dengan menghubungkan kepada konsep yang lama melalui pembelajaran penemuan. Anak-anak membentuk konsep dengan melihat benda-benda berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan. Pemaknaan berdasarkan hubungan. Belajar melibatkan adanya proses informasi (active learning). Demikian seterusnya sehingga siswa telah mempelajari suatu ilmu pengetahuan secara utuh. Bruner menganggap bahwa belajar peneuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling baik.

Bruner mengembangkan teorinya tentang perkembangan intelektual. b. Semakin dewasa sistem simbol ini samakin dominan. dimana belajar terjadi melalui penggunaan model dan gambar c. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar. siswa melakukan aktifitas-aktifitasnya dalam usahanya memahami lingkungan. siswa mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika dan komunikasi dilkukan dengan pertolongan sistem simbol. Menurut Ausubel. Dengan lain perkataan perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan jalan mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya. Yang penting bahan pelajaran harus ditata dengan baik maka dapat diberikan padanya. dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Peneliti yang mengembangkan kognitif ini adalah Ausubel. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses. Symbolic yang mendeskripsikan kapasitas dalam berfikir abstrak. yaitu: a. dan Gagne. menyimpan. Penerapan teori Bruner yang terkenal dalam dunia pendidikan adalah kurikulum spiral dimana materi pelajaran yang sama dapat diberikan mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan tinggi disesuaikan dengan tingkap perkembangan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 23 .perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir. Iconic. konsep tersebut dimaksudkan untuk penyiapan struktur kognitif peserta didik untuk pengalaman belajar. Bruner. masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Enactive. dimana seorang peserta didik belajar tentang dunia melalui tindakannya pada objek. Sejalan dengan pernyataan di atas. Bruner bekerja pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan. Dari ketiga peneliti ini. maka untuk mengajar sesuatu tidak usah ditunggu sampai anak mancapai tahap perkembangan tertentu.

kognitif mereka. yang tugas. Menentukan topik-topik yang akan dipeserta didiki 4. Ausubel. Sesuatu pengetahuan yang diperolehi melalui pengalaman atau pendidikan formal akan disimpan dan disusun melalui proses pengumpulan pengetahuan supaya dapat digunakan kemudian. Memilih materi pelajaran 3. Teori ini ada kaitan dengan ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Mengevaluasi proses dan hasil belajar Bermakna Ausubel Dalam aplikasinya 1. Penerapan Model Kognitif dalam pembelajaran: Belajar Kognitif Bruner Karakteristik Teori Model ini sangat Penerapan Dalam pembelajaran 1. Cara belajar yang terbaik menurut Bruner ini adalah dengan memahami konsep. arti dan hubungan melalui proses intuitif kemudian dapat dihasilkan suatu kesimpulan (discovery learning). untuk peserta belajar discovery digunakan peserta didik untuk bahan belajar 5. dan gagne). dapat tujuan-tujuan membebaskan peserta didik sendiri. Tabel 2. untuk belajar ini Teori mengarahkan didik secara learning. dari yang sederhana ke kompleks 6. Mengatur topik peserta didik dari konsep yang paling kongkrit ke yang abstrak. ternyata teori kognitif melibatkan hal-hal mental atau pemikiran seseorang individu. Menentukan instruksional tujuan-tujuan menuntut peserta didik belajar secara deduktif 2. Mencari ilustrasi contoh-contoh. dsbnya. Berdasarkan pendapat ketiga ahli di atas (Burner.. Mengukur kesiapan peserta didik Belajar dan Model-Model Pembelajaran 24 . Menentukan instruksional 2.

Memilih materi pelajaran dan kognitif mengaturnya dalam bentuk penyajian konsep-konsep kunci 4. Mengidentifikasikan prinsip-prinsip yang harus dikuasai peserta didik dari materi tsb. Menyajikan suatu pandangan secara menyelurh tentang apa yang harus dikuasai pesertadidik 6. Membuat dan menggunakan “advanced organizer” paling tidak dengan cara membuat rangkuman terhadap materi yang baru disajikan.(dari khusus) umum dan ke lebih aspek (minat. pertanyaan dll. Mengajar memahami peserta didik untuk dan konsep-konsep prinsip-prinsip yang sudah ditentukan dengan memberi fokus pada hubungan yang terjalin antara konsep yang ada 8. 5. Mengevaluasi proses dan hasil belajar Belajar dan Model-Model Pembelajaran 25 . kognitif)baik mementingkan struktur peserta didik interviw. 3. melalui tes struktur awal. dilengkapi dengan uraian singkat yang menunjukkan relevansi yang sudah (keterkaiatan) materi diberikan dengan yang akan diberikan 7. kemampuan.

Teori Thorndike dikenal dengan teori Stimulus-Respons. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. dan Human Nature and The Social Order (1940). Menurutnya. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874-1949). Stimulus akan memberi kesan ke-pada pancaindra. S2 dari Harvard tahun 1896 dan meraih gelar doktor di Columbia tahun 1898. Adanya pandangan-pandangan Thorndike yang memberi sumbangan yang cukup besar di dunia pendidikan tersebut maka ia dinobatkan sebagai salah satu tokoh pelopor dalam psikologi pendidikan. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Mental and social Measurements (1904).B. Teori Koneksionisme Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Berhaviorisme. Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. sedangkan respons akanmendorong seseorang untuk melakukan tindakan. perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha –usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu.Your City (1939). Ateacher’s Word Book (1921). Belajar dan Model-Model Pembelajaran 26 . Animal Intelligence (1911). Bukubuku yang ditulisnya antara lain Educational Psychology (1903). Thorndike berprofesi sebagai seorang pendidik dan psikolog yang berkebangsaan Amerika.Prinsip itulah yang kemudian disebut sebagai teori Connectionism. Lulus S1 dari Universitas Wesleyen tahun 1895. Asosiasi seperti itu disebut Connection. Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle box) diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons. dasar belajar adalah asosiasi antara stimulus (S) de¬ngan respons(R).

Dalam melaksanakan coba-coba ini. sehingga dapat digambarkan sebagai berikut: S R S1 R1 dst 1. Padaawalnya. kucing dapat memilih atau menyeleksiantara respons yang berguna dan yang tidak. demikian selanjutnya. yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah. selanjutnya stimulus baru ini akan menimbulkan response lagi.Pendidikan yang dilakukan Thorndike adalah menghadapkan subjek pada situasi yangmengandung problem. maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat. kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil. Itu berarti. dengan model pintu yangdihubungkan dengan tali. seperti meloncat yangtidak menentu. ia menemukan hukum-hukum belajar sebagai berikut : a) Hukum Kesiapan (law of readiness). ternyata tingkah laku kucing untuk keluar darikandang menjadi semakin efisien. Pintu tersebut akan terbuka jika tali tersentuh/tertarik. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 27 .Setelah percobaan itu diulang-ulang. hingga akhirnya suatu saat gerakan kucing menyentuh tali yangmenyebabkan pintu terbuka. reaksi kucing menunjukkan sikap yang tidak terarah. Hukum-Hukum Belajar Dari percobaan yang Thorndike lakukan seperti yang telah dipaparkan pasa subbab sebelumnya. Kucing dalam keadaan lapar dimasukkan ke dalam kandang yang dibuat sedemikian rupa. yaitu semakin siap suatu organism memperoleh suatu perubahan tingkah laku. yaitudengan menggunakan kucing sebagai objek penelitiannya. Eksperimen itu menunjukkan adanya hubungan kuat antara stimulus danrespons. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”. Di luar kandang diletakkan makanan untuk merangsang kucing agar bergerak ke-luar. yaitu menyentuh tali akan dibuat pembiasaan. Respons yang berhasil untuk membuka pintu. Model eksperimen yang ditempuhnya sangat sederhana. sedangkan respons lainnyadilupakan. Setiap response menimbulkan stimulus yang baru.

Apabila hal ini dilaksanakan. maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. Contoh. Misalnya. Misalnya. dia akan puas bila ujian itu benar-benar dilaksanakan. ia akan melakukan ting¬kah laku lain untuk mengurangi kekecewaan. jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit. maka ia akan merasa tidak puas. orang tersebut akanmelakukan tingkah laku lain untuk menghalangi terlaksananya tingkah laku tersebut. Contoh peserta didik yang sudah belajar tekun untuk ujian.tetapi ujian dibatalkan. bila sese¬orang sudah siap melakukansuatu tingkah laku. maka ia akan cenderung mengerjakannya. ia cenderung melakukan hal lain (misalnya: berbuat gaduh. Akibatnya.Contoh. Masalah keempat. karena dia belum belajarHukum Latihan (law of exercise). Belajar dan Model-Model Pembelajaran 28 . peserta didik akan merasa lega bila ulanganditunda. Contoh. Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi(connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. makaakan timbul kekecewaan. ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskan. bila seseorang siap melakukan suatu tingkah laku tetapi tidak dilaksanakan.Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi(connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. pelaksanaannya akan memberi kepuasan baginya sehingga tidak akanmelakukan tingkah laku lain. Masalah kedua. Akibatnya. peserta didik tiba-tiba diberi tes tanpa diberi tahu lebih dahulu. mereka pun akan bertingkah untuk menggagalkan tes. Apabila hal ini dilaksanakan. maka ia akan cenderung mengerjakannya. bila seseorang belum siap melakukan suatu perbuatan tetapi dia harusmelakukannya. maka ia akan puas. Masalah pertama. protes) untuk melampiaskan kekecewaannya. jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit. bila seseorang belum siap melakukan suatu tingkah laku dan tetap tidak melakukannya. ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskan. peserta didik yang sudah benar-benar siapmenempuh ujian. yaitu semakin sering tingkah laku diulang/ dilatih (digunakan) . Masalah ketiga.

Suatu perbuatan yang disertai akibat menyenangkan cenderung dipertahankan dan lain kali akan diulangi. yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan.Prinsip law of exercise adalah koneksi antara kondisi (yang merupakan perangsang) dengan tindakan akan menjadi lebih kuat karena latihan-latihan. Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh prooses trial dan error yang menunjukkan adanya bermacam-macam respon sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi. ia akan dihukum. Namun. Prinsip menunjukkan bahwa prinsip utama dalam belajar adalah ulangan. Hukum Tambahan Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan sebagai berikut: a. materi pelajaran akan semakin dikuasai. bila anak mengerjakan PR. Kecenderungan mengerjakan PR akan membentuk sikapnya. b) Hukum akibat(law of effect). jika sebaliknya. Misalnya. Hukum Reaksi Bervariasi (multiple response). Hukum ini menunjuk pada makin kuat atau makin lemahnya koneksi sebagai hasil perbuatan. tergantung pada “buah” hasil perbuatan yang pernah dilakukan. ia mendapatkan muka manis gurunya. Binatang melakukan responsrespons langsung dari apa yang diamati dan terjadi secara mekanis(Suryobroto. tetapi akan melemah bila koneksi antara keduanya tidak dilanjutkan atau dihentikan. Sebaliknya. suatu perbuatan yang diikuti akibat tidak menyenangkan cenderung dihentikan dan tidak akan diulangi. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 29 . Koneksi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak dapat menguat atau melemah. Thorndike berkeyakinan bahwa prinsip proses belajar binatang pada dasarnya sama dengan yang berlaku pada manusia. 2. Makin sering diulangi. walaupun hubungan antara situasi dan perbuatan pada binatang tanpa dipeantarai pengartian. 1984).

sedangkan hukuman tidak berakibat apa-apa. Dikatakan oleh Thorndike bahwa yang berakibat positif untuk perubahan tingkah laku adalah hadiah. 3. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 30 . Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah. Hukum Respon by Analogy. Hukum Aktifitas Berat Sebelah ( Prepotency of Element).b. Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. Hukum ini menjelaskan bahwa perilakku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja. sosial . maupun psikomotornya. e. Hukum perpindahan Asosiasi ( Associative Shifting) Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal dilakukan secara bertahap dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama. tetapi juga ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif. Revisi Hukum Belajar Selain menambahkan hukum-hukum baru. sebaliknya tanpa pengulanganpun hubungan stimulus respon belum tentu diperlemah. Hukum latihan ditinggalkan karena ditemukan pengulangan saja tidak cukup untuk memperkuat hubungan stimulus respon. Hukum akibat direvisi. emosi . d. Hukum Sikap ( Set/ Attitude). dalam perjalanan penyamapaian teorinya thorndike mengemukakan revisi Hukum Belajar antara lain : a. b. Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan respon pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi ( respon selektif). c.

Teori koneksionisme menyebutkan pula konsep transfer of training. karena teori ini hanya berfokus pada perilaku individu. Dengan kata lain. Akibat suatu perbuatan dapat menular baik pada bidang lain maupun pada individu lain. d. dimana teori ini merupakan teori pembelajaran yang hanya berfokus pada perilaku yang bisa diamati dan stimuli yang mengontrolnya. Kita tentu telah mengetahui teori pembelajaran koneksionisme. Karena teori pembelajaran ini dianggap masih kurang. Syarat utama terjadinya hubungan stimulus respon bukan kedekatan. yaiyu kecakapan yang telah diperoleh dalam belajar dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang lain. maka teori ini bergeser menjadi teori pembelajaran konstruktivisme. sehingga mengharuskan siswa bersikap aktif. dan tidak dapat diperhatikan secara langsung dengan tingkah laku. Adanya sikap kritis para ahli.c. tetapi adanya saling sesuai antara stimulus dan respon. teori ini kemudian bergeser menjadi teori pembelajaran kognitivisme dimana teori ini menekankan pada proses pendalaman yang berlaku dalam akal pikiran. Karena teori ini hanya membicarakan input. maka bergeser dari teori pembelajaran Belajar dan Model-Model Pembelajaran 31 . begitu juga dengan teori-teori pembelajaran. perkembangan IPTEK. Perkembangan teorinya berdasarkan pada percobaan terhadap kucing dengan problem box-nya. Begesernya Teori-Teori Belajar (Dari Koneksionisme hingga Humanisme) Tak dapat dipungkiri manusia sebagai makhluk sosial yang dinamis selalu tidak puas dengan apa yang sudah ada akan selalu mencoba dan menciptakan sesuatu yang baru atau lain dari biasanya. adanya keinginan untuk mengadakan perbaikan hingga Curiosity dari para ahli untuk memecahkan dan menutup kekurangan yang ada pada teori sebelumnya menjadi pemicu untuk melakukan perubahan terhadap teori-teori pembelajaran. dimana Teori pembelajaran ini mempunyai pemahaman tentang belajar yang lebih menekankan proses daripada belajar. teori ini mampu membangun ilmu pengetahuan yang telah lalu dengan ilmu pengetahuan yang baru. 4.

Dengan alur pergeseran: Koneksionisme Kognitivisme Konstruktivisme Kognitivisme Konstruktivisme Humanisme Dengan adanya pergeseran teori-teori pembelajaran ini diharapkan mampu menawarkan solusi dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan landasan teori yang lebih mutakhir sehingga proses dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Pergeseran Teori Pembelajaran berawal dari teori koneksionisme dan sementara ini berakhir pada teori humanisme. dimana teori pembelajaran ini mampu menciptakan manusia yang ideal. menemukan konsep dan prinsip. Selain itu dengan adanya pergeseran teori-teori pembelajaran ini diharapkan mampu mendorong pemilihan cara-cara yang tepat untuk membelajarkan siswa. melainkan juga sebuah proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh bagian atau domain yang ada. afektif.konstruktivisme menjadi teori pembelajaran humanisme. Dalam teori humanisme memandang bahwa belajar bukan sekedar pengembangan kualitas kognitif saja. sehingga proses pembelajarannya pun ideal. mendorong guru untuk responsif terhadap perubahan serta mendorong guru untuk mengkondisikan pembelajaran sesuai konteks yang nyata. Domain tersebut meliputi domain kognitif. Manusia memiliki kebebasan untuk berfikir alternatif. dan psikomotorik. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 32 .

agar psikologi bisa menjadi suatu ilmu. Teori Kondisioning Operan Menurut B. Artinya.Skiner. 1. namun lebih komprehensif.F. yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku. Bukan begitu. Tidak seperti halnya teoritikus-teoritikus S-R lainnya. Pada waktu keluarnya teori-teori S-R. pada waktu keluarnya teori S-R. Untuk lebih lengkapnya penulis akan membahas teori kondisioning operan pada bagian berikut ini. pada waktu itu model kondisian klasik dari Pavlov telah memberikan pengaruh yang kuat pada pelaksanaan penelitian Skinner tidak sependapat dengan pandangan S-R dan penjelasan reflex bersyarat dimana stimulus terus memiliki sifat-sifat kekuatan yang tidak mengendur. Teori Belajar Menurut Skinner Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Skinner menghindari kontradiksi yang ditampilkan oleh model kondisioning klasik dari Pavlov dan kondisioning instrumental dari Thorndike. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 33 .F Skinner dimulai awal tahun 1930-an. Menurut Skinner penjelasan S-R tentang terjadinya perubahan tingkah laku tidak lengkap untuk menjelaskan bagaimana organisme berinteraksi dengan lingkungannya. Asas-asas kondisioning operan adalah kelanjutan dari tradisi yang didirikan oleh John Watson. maka studi tingkah laku harus dijadikan fokus penelitian psikologi. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya. tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. Ia mengajukan suatu paradigma yang mencakup kedua jenis respon itu dan berlanjut dengan mengupas kondisi-kondisi yang bertanggung jawab atas munculnya respons atau tingkah laku operan. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana.C. Asas pengkondisian operan B. banyak tingkah laku menghasilkan perubahan atau konsekuensi pada lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap organisme dan dengan begitu mengubah kemungkinan organisme itu merespon nanti.

Asumsi-asumsi itu adalah sebagai berikut: a. atau penghargaan (nilai A. Juara 1 dsb). bertepuk tangan. Belajar itu adalah tingkah laku.Skiner Kondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensikonsekuensi dari prilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan diulangi. penguatan dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. Hubungan yang berhukum antara tingkah-laku dan lingkungan hanya dapat di tentukan kalau sifat-sifat tingkah-laku dan kondisi eksperimennya di devinisikan menurut fisiknya dan di observasi di bawah kondisi-kondisi yang di control secara seksama.F. b. Menurut Skinner (J. hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku. Data dari studi eksperimental tingkah-laku merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat di terima tentang penyebab terjadinya tingkah laku. Menurut Skinner penguatan berarti memperkuat. kado.Penguatan dan Hukuman. Kajian Teori Kondisioning Operan Menurut B. 272) unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya penguatan (reinforcement ) dan hukuman (punishment).2. b. perilaku (senyum. Santrock. menganggukkan kepala untuk menyetujui. mengacungkan jempol). hlm 122). Belajar dan Model-Model Pembelajaran 34 .W. Perubahan tingkah-laku (belajar) secara fungsional berkaitan dengan adanya perubahan dalam kejadian-kejadian di lingkungan kondisi-kondisi lingkungan. Ada 6 asumsi yang membentuk landasan untuk kondisioning operan (Margaret E. makanan. Sebaliknya. Inti dari teori behaviorisme Skinner adalah Pengkondisian operan (kondisioning operan). Bell Gredler. Bentukbentuk penguatan positif adalah berupa hadiah (permen. dll). Penguatan positif adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). c. Penguatan (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi.

A. ada sesuatu yang dikurangi atau di hilangkan. Dalam penguatan negatif. ingat bahwa penguatan negatif meningkatkan probabilitas terjadinya suatu prilaku. sedangkan hukuman menurunkan probabilitas terjadinya perilaku. Penguatan negatif. negatif. Dalam kedua bentuk itu. adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan). 274). Satu cara untuk mengingat perbedaan antara penguatan positif dan penguatan negatif adalah dalam penguatan positif ada sesuatu yang ditambahkan atau diperoleh. Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain: menunda/tidak memberi penghargaan. Contoh dari konsep penguatan positif. Adalah mudah mengacaukan penguatan negatif dengan hukuman. kening berkerut. muka kecewa dll). konsekuensi meningkatkan prilaku. Dalam hukuman. Hukuman Perilaku Murid menyela guru Konsekuensi Guru mengajar Prilaku kedepan murid Murid berhenti menyela guru langsung Ingat bahwa penguatan bisa berbentuk postif dan negatif. Agar istilah ini tidak rancu. Penguatan negatif Perilaku Murid Konsekuensi lebih banyak pertanyaan Prilaku kedepan makin sering menyerahkan Guru berhenti menegur Murid murid PR tepat waktu menyerahkan PR tepat waktu C. memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng. perilakunya berkurang.b. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 35 . Penguatan positif Perilaku Murid Konsekuensi mengajukan Guru menguji murid Prilaku kedepan Murid mengajukan pertanyaan yang bagus B. dan hukuman (J.W Santrock.

lebih dipentingkan aktivitas sendiri. Hukuman harus dihindari karena adanya hasil sampingan yang bersifat emosional dan tidak menjamin timbulnya tingkah laku positif yang diinginkan. diberi hadiah. c. berhasil atau gagal. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa. Hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable rasio reinforce Belajar dan Model-Model Pembelajaran 36 . b. b. jika salah dibetulkan. Tingkah laku yang diinginkan pendidik. Namun ini lingkungan perlu diubah. tidak digunakan hukuman. penguat positif dan negative. untuk menghindari adanya hukuman. Dengan demikian beberapa prinsip belajar yang dikembangkan oleh Skinner antara lain: a.Skinner menghasilkan suatu sistem ringkas yang dapat diterapkan pada dinamika perubahan tingkah laku baik di laboratorium maupun di dalam kelas. c. Materi pelajaran. Analisa yang dilakukan Skinner tersebut diatas meliputi peran penguat berkondisi dan alami. Dalam proses pembelajaran. dan penguat umum. Maksudnya. diberikan sebagai fungsi urutan ketiga unsure (SD)-(R)-(R Reinsf). Skinner menyebutkan praktek khas menempatkan binatang percobaan dalam “kontigensi terminal”. jika benar diberi penguat. Belajar. d. Bukannya demikian itu prosedur yang mengena ialah membentuk tingkah-laku binatang itu melalui urutan Sitimulus-responpenguatan yang diatur secara seksama. Dalam proses pembelajaran. binatang itu harus berusaha penuh resiko. dan sebagainya. yang digambarkan oleh makin tingginya angka keseringan respons. Skinner menyarankan penerapan cara pemberian penguatan komponen tingkah laku seperti menunjukkan perhatian pada stimulus dan melakukan studi yang cocok terhadap tingkah laku. Skinner menggambarkan praktek “tugas dan ujian” sebagai suatu contoh menempatkan pelajar yang manusia itu dalam kontigensi terminal juga. digunakan sistem modul. dalam mencari jalan lepas dari kurungan atau makanan. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.

Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. 3. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. d. Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 37 . Tingkah laku yang diinginkan. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah. Dalam pembelajaran. Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. diantaranya : a. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. b. c. dianalisis kecil-kecil. Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu) g. c. Aplikasi Skinner terhadap pembelajaran. h. jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat. Beberapa aplikasi teori belajar Skinner dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: a. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. i. Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis. Materi pelajaran digunakan sistem modul.F. b. Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman. d. Disamping itu pula dari eksperimen yang dilakukan B. Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan pembentukan (shaping). Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa. semakin meningkat mencapai tujuan. f. Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic.e. Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum. digunakan shaping. b. e.

dan persepsi anak terhadap manfaat dan nilai penguatan. k. b. seperti permen. Memilih Penguatan yang efektif Tidak semua penguatan akan sama efeknya bagi anak. sesegera mungkin setelah murid menjalankan tindakan yang diharapkan.j. Analisis perilaku terapan seringkali menganjurkan agar guru membuat pernyataan “jika…maka”. Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine. Untuk mencari penguatan yang efektif bagi seorang anak. administrasi kompleks. guru harus memberikan hanya setelah murid melakukan perilaku tertentu. Ini akan membantu anak melihat hubungan kontingensi antar-imbalan dan perilaku mereka. Analisis perilaku terapan menganjurkan agar guru mencari tahu penguat apa yang paling baik untuk anak. Melaksanakan mastery learning yaitu mempelajari bahan secara tuntas menurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda iramanya. yakni mengindividualisasikan penggunaan penguat tertentu. mainan dan uang. disarankan untuk meneliti apa yang memotivasi anak dimasa lalu. Penguatan alamiah seperti pujian lebih dianjurkan ketimbang penguat imbalan materi. Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda. Tugas guru berat. Jika anak menyelesaikan perilaku sasaran (seperti mengerjakan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 38 . Ada tiga penggunaan analisis perilaku yang penting dalam bidang pendidikan yaitu a) Meningkatkan perilaku yang diharapkan Ada lima strategi pengkondisian operan dapat dipakai untuk meningkatkan perilaku anak yang diharapkan yaitu: a. Menjadikan penguat kontingen dan tepat waktu Agar penguatan dapat efektif. 4. Analisa Perilaku Terapan Dalam Pendidikan Analisis Perilaku terapan adalah penerapan prinsip pengkondisian operan untuk mengubah perilaku manusia. apa yang dilakukan murid tapi tidak mudah diperolehnya. penguatan akan lebih efektif jika diberikan tepat pada waktunya.

variabel : suatu respons diperkuat setelah sejumlah variabel waktu berlalu.sepuluh soal matematika) tapi guru tidak memberikan waktu bermain pada anak. 5) Jadwal interval . dan kemudian diberi tanggal. Menggunakan penguatan negatif secara efektif Dalam penguatan negatif. 4) Jadwal interval . akan tetapi tidak berdasarkan basis yang dapat 3) diperidiksi. b) Menggunakan dorongan (prompt) dan pembentukkan (shaping).seorang guru mengatakan”Pepeng. frekuensi respons meningkat karena respon tersebut menghilangkan stimulus yang dihindari. c. maka anak itu mungkin akan kesulitan membuat hubungan kontingensi. kamu harus menyelesaikan PR mu dulu diluar kelas sebelum kamu boleh masuk kelas ikut pembelajaran” ini berarti seorang guru menggunakan penguatan negatif. Jika muncul problem dan anak tidak bertindak sesuai harapan. guru dapat merujuk anak pada perjanjian yang mereka sepakati. Prompt (dorongan) adalah stimulus tambahan atau isyarat tambahan yang diberikan sebelum respons dan meningkatkan kemungkinan respon tersebut akan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 39 . c. Menggunakan Perjanjian. Kontrak kelas mengandung pernyataan “jika… maka” dan di tandatangani oleh guru dan murid. Perjanjian (contracting) adalah menempatkan kontigensi penguatan dalam tulisan. Memilih jadwal penguatan terbaik Menyusun jadwal penguatan menentukan kapan suatu respons akan diperkuat. Empat jadwal penguatan utama adalah 1) Jadwal rasio tetap: suatu perilaku diperkuat setelah sejumlah respon. 2) Jadwal rasio variabel : suatu perilaku diperkuat setelah terjadi sejumlah respon. Analisis perilaku terapan menyatakan bahwa perjanjian kelas harus berisi masukan dari guru dan murid.tetap : respons tepat pertama setelah beberapa waktu akan diperkuat. e.

tugas guru akan menjadi semakin berat.F. (ii) keseringan respon sukar diterapkan pada tingkah laku kompleks sebagai ukuran peluang kejadian. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 40 . tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. b. Disamping itu pula. Memberikan stimuli yang tidak disukai (hukuman) d) Kelebihan dan kekurangan Menurut B. Kekurangan Beberapa kelemahan dari teori ini berdasarkan analisa teknologi (Margaret E. Menghilangkan stimuli yang diinginkan.terjadi. Shapping (pembentukan) adalah mengajari perilaku baru dengan memperkuat perilaku sasaran. atau sok pintar) yang harus dilakukan berdasarkan analisis perilaku terapan adalah a. Skinner a. analisa yang berhasil bergantung pada keterampilan teknologis. hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. B. Ketika guru ingin mengurangi perilaku yang tidak diharapkan (seperti mengejek. Kelebihan Pada teori ini. Menghentikan penguatan (pelenyapan) c. Dengan melaksanakan mastery learning. c) Mengurangi perilaku yang tidak diharapkan. hal tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajarmengajar. Menggunakan Penguatan Diferensial. mengganggu diskusi kelas. b. G. pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. 1994) adalah bahwa: (i) teknologi untuk situasi yang kompleks tidak bisa lengkap. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan. d.

1988:179). karena teori ini berusaha melacak perkembangan kemampuan intelektual. Semua organisme lahir dengan kecenderungan untuk beradaptasi atau Belajar dan Model-Model Pembelajaran 41 . Inteligensi adalah bagian integral dari setiap organisme karena setiap organisme yang hidup selalu mencari kondisi yang kondusif untuk keberlangsungan hidup. Struktur atau skemata merupakan organisasi mental tingkat tinggi yang terbentuk pada individu waktu ia berinteraksi dengan lingkungannya. isi dan fungsi. Namun bagaimana kecerdasan memanifestasikan dirinya pada waktu tertentu akan selalu bervariasi sesuai kondisi yang ada. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Isi merupakan pola perilaku khas anak yang tercermin pada responnya terhadap berbagai masalah atau situasi yang dihadapinya. cubitan. D. Fungsi itu terdiri dari organisasi dan adaptasi. Sedangkan istilah genetik yang dimaksud mengacu pada pertumbuhan developmental bukan warisan biologi. inteligensi adalah ciri bawaan yang dinamis sebab tindakan yang cerdas akan berubah saat organisme itu makin matang secara biologis dan mendapat pengalaman.Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. jeweran justru berakibat buruk pada siswa. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar. Teori Piaget sering disebut sebagai genetic epistemology. Piaget mengemukakan. ejekan. Teori Belajar Menurut Piaget Tujuan teori Piaget adalah untuk menjelaskan mekanisme dan proses perkembangan intelektual sejak masa bayi dan kemudian masa kanak-kanak yang berkembang menjadi seorang individu yang dapat bernalar dan berpikir menggunakan hipotesis-hipotesis. Ada tiga aspek perkembangan intelektual yaitu : struktur. Sedangkan fungsi adalah cara yang digunakan organisme untuk membuat kemajuan intelektual. (Dahar .

manusia dapat memahami sebuah informasi baru yang didapatnya dengan menyesuaikan informasi tersebut dengan struktur pengetahuan yang dimilikinya. Organisasi (tindakan penataan). Pertama. yaitu kecenderungan untuk : a. Dalam responnya organisme mengubah kondisi lingkungan. Perkembangan kognitif yang dikembangkan Piaget banyak dipengaruhi oleh pendidikan awal Piaget dalam bidang biologi. b. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 42 . membangun struktur biologi tertentu yang ia perlukan untuk tetap bisa mempertahankan hidupnya. Pada proses ini berisi dua kegiatan. mengubah struktur pengetahuan yang sudah dimiliki dengan struktur pengetahuan baru. mengabungkan atau mengintegrasikan pengetahuan yang diterima oleh manusia atau disebut asimilasi. Adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui 2 proses yaitu : assimilasi dan akomodasi. Perubahan genetik bukan peristiwa yang menuju kelangsungan hidup suatu organisme melainkan adanya adaptasi terhadap lingkungannya dan adanya interaksi antara organisme dan lingkungannya. sehingga akan terjadi keseimbangan (equilibrium). Melalui proses ini. Yaitu proses ketika manusia menghubungkan informasi yang diterimanya dengan struktur-struktur pengetahuan yang sudah disimpan atau sudah ada sebelumnya dalam otak. Dan proses akomodasi seseorang memerlukan modifikasi struktur mental yang ada untuk mengadakan respon terhadap tantangan lingkungan. Dalam proses asimilasi seseorang menggunakan struktur atau kemampuan yang sudah ada untuk menanggapi masalah yang dihadapinya dalam lingkungan. Kedua. ia berkeyakinan bahwa suatu organisme hidup dan lahir dengan dua kecenderungan yang fundamental.menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka. sehingga manusia dapat mengasimilasikan atau mengakomodasikan informasi atau pengetahuan tersebut. Piaget menyimpulkan dari penelitiannya bahwa organisme bukanlah agen yang pasif dalam perkembangan genetik. Beradaptasi. Cara beradaptasi ini berbeda antara organisme yang satu dengan yang lain. Dari hasil penelitiannya dalam bidang biologi.

keadaan. Skema akan menentukan bagaimana ia akan merespon lingkungan fisik. asimilasi tidak menghasilkan perubahan skemata. Skemata dapat muncul dalam perilaku yang jelas. kejadian) dan menata lingkungan ini secara intelektual. tetapi asimilasi mempengaruhi pertumbuhan skemata. Jelas. Asimilasi berlangsung setiap saat. Secara teoritis. Agar terjadi interaksi organisme-lingkungan.Untuk memahami proses-proses penataan dan adaptasi terdapat empat konsep dasar. skema dianggap sebagai elemen penting dalam struktur kognitif organisme. Skema memegang dapat dianggap sebagai struktur kognitif yang membuat semua tindakan memegang bisa dimungkinkan. seperti dalam kasus refleks memegang. melainkan memproses banyak stimulus. Dengan asimilasi seseorang mengintegrasikan bahan-bahan persepsi atau stimulus ke dalam skema yang ada atau tingkah laku yang ada. Adaptasi terdiri atas proses yang saling mengisi antara asimilasi dan akomodasi. skemata yang tersedia untuk anak harus berubah. Dalam teori Piaget. Manifestasi skema yang tidak jelas dapat disamakan dengan tindak berpikir. yang aktif dalam menggunakan skema untuk merespon lingkungan. Istilah skema atau skemata yang diberikan oleh Piaget untuk dapat menjelaskan mengapa seseorang memberikan respon terhadap suatu stimulus dan untuk menjelaskan banyak hal yang berhubungan dengan ingatan. Misalnya. cara anak menghadapi lingkungan akan berubah seiring dengan pertumbuhan anak. skema memegang adalah kemampuan umum untuk memegang sesuatu. Skema lebih dari sekedar manifestasi refleksi memegang saja. yaitu sebagai berikut: 1) Skema. 2) Asimilasi Asimilasi itu suatu proses kognitif. Skema adalah struktur kognitif atau serangkaian perilaku terbuka secara sistematis yang digunakan oleh manusia untuk mengadaptasi diri terhadap lingkungan (barang. Seseorang tidak hanya memproses satu stimulus saja. atau muncul secara tersamar. Dengan demikian asimilasi adalah bagian dari proses Belajar dan Model-Model Pembelajaran 43 . orang.

Yaitu keseimbangan antara proses asimilasi dan akomodasi. Dengan keseimbangan ini maka efisiensi interaksi antara anak yang sedang berkembang dengan lingkungannya dapat tercapai dan terjamin. 4) Keseimbangan. Proses ini perlu untuk pertumbuhan dan perkembangann kognitif. dengan proses itu individu secara kognitif mengadaptasi diri terhadap lingkungan dan menata lingkungan itu. Proses akomodasi adalah proses memodifikasi struktur kognitif yang sudah dimiliki dengan informasi yang diterima. Asimilasi dan akomodasi terjadi sama-sama saling mengisi pada setiap individu yang menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dan tidak akan mampu melihat persamaan antara berbagai hal. Seandainya hanya asimilasi secara kontinu maka yang bersangkutan hanya akan memiliki beberapa skemata global dan ia tidak mampu melihat perbedaan antara berbagai hal.kognitif. Dalam proses adaptasi dengan lingkungan individu berusaha mencapai struktur mental atau skemata yang stabil. 3) Akomodasi Akomodasi dapat diartikan penyesuaian aplikasi skema yang cocok dengan lingkungan yang direspons . Dengan kata lain terjadi keseimbangan antara faktor-faktor internal dan faktor eksternal. Proses ekuilibrasi ini merupakan proses yang berkesinambungan antara proses asimilasi dan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 44 . Antara asimilasi dan akomodasi harus ada keserasian dan oleh Piaget disebut sebagai keseimbangan. Yaitu keseimbangan antara skema yang digunakan dengan lingkungan yang direspons sebagai hasil ketepatan akomodasi . Sebaliknya jika hanya akomodasi saja secara kontinu. Proses asimilasi dan akomodasi akan menimbulkan ketidakseimbangan antara yang telah diketahui dengan apa yang dilihat atau dialaminya sekarang. Atau sebagai penciptaan skemata baru atau pengubahan skemata lama. Proses ketidakseimbangan ini harus disesuaikan melalui proses ekuilibrasi. maka hanya memiliki skemata kecil-kecil saja dan mereka tidak memiliki skemata yang umum.

Periode operasi formal (11. Pemikiran anak tidak lagi didominasi oleh persepsi. Kemampuan bayi melalui tahapan ini bersumber dari tekanan biologis untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan (melalui asimilasi dan akomodasi) serta adanya pengorganisasian struktur berpikir.0-7. c. Batasan umur tersebut diberikan oleh Ginsburg dan Opper.0 tahun) Pada periode ini anak bisa melakukan sesuatu sebagai hasil meniru atau mengamati sesuatu model tingkah laku dan mampu melakukan simbolisasi. Untuk keperluan pegkonseptualisasian pertumbuhan kognitif /perkembangan intelektual Piaget membagi perkemabngan ini ke dalam 4 periode yaitu : a. Periode Pra operasional (2. Pada periode ini anak sudah mampu menggunakan operasi.akomodasi. Seseorang harus melalui urutan tertentu dan tidak dapat belajar sesuatu yang berada di luar tahap kognitifnya. Perubahan struktur kognitif yang dipengaruhi oleh proses adaptasi tersebut melalui tahap-tahap perkembangan tertentu sesuai dengan umurnya dan bersifat hierarki. e. Demikian pula. b. Desmita mengutip dari Mussen (1969) mengatakan bahwa Piaget tidak menegaskan batasan umur dalam masing-masing tahap. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi empat.0 tahun) d. sebab anak mampu memecahkan masalah secara logis.0-dewasa) Belajar dan Model-Model Pembelajaran 45 .0 tahun) Pada periode ini tingksh laku anak bersifat motorik dan anak menggunakan system penginderaan untuk mengenal lingkungannya untu mengenal obyek. pemikiran seorang anak berbeda pada setiap tahap. Periode Sensori motor (0-2. Proses ini akan menjaga stabilitas mental dalam diri pembelajar dan ia akan dapat terus mengembangkan dan menambah pengetahuannya.0-11. Periode konkret (7. Tahapan ini secara kualitatif berbeda pada setiap individu.

Interaksi social. dan ia dapat menggunakan penalaran ilmiah dan dapat menerima pandangan orang lain. Pendewasaaan/kematangan. penglaman fisis. Pengalaman fisis. anak remaja mampu berpikir logis untuk semua jenis masalah hipotesis. adalah suatu system pengaturan sendiri yang bekerja untuk e. dan interksi social.Periode operasi fomal merupakan tingkat puncak perkembangan struktur kognitif. b. menyelesaikan peranan pendewasaan. Keseimbangan. c. anak harus mempunyai pengalaman dengan benda-benda dan stimulus-stimulusdalam lingkungan tempat ia beraksi terhadap benda-benda itu. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 46 . merupakan pengembanagn dari susunan syaraf. masalah verbal. adalah pertukaran ide antara individu dengan individu d. Piaget mengemukakan bahwa ada 4 aspek yang besar yang ada hubungnnya dengan perkembangan kognitif : a.

Bab III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Belajar dan Model-Model Pembelajaran 47 .

citizens and workers. cara belajar secara penemuan (discovery). individu dan kelas. analisa. secara kreatif. Satu konsep yang membantu Belajar dan Model-Model Pembelajaran 48 . penelitian. Kreatif. yang pertama mereka perlu mulai belajar mengenai cara mereka belajar (learning how to learn).2001).” (BEST. Yang kedua menyangkut ”cara siswa kita belajar” yaitu “A conception that helps teachers relate subject matter content to real world situations and motivates student to make connections between knowledge and its application to their lives as family members. Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. menyenangkan dan efektif.III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN A. Yang menyangkut dua aspek tentang penelitian pelaksanaan PAKEM dalam mendukung KTSP. penemuan. dan beberapa macam strategi yang hanya dibatasi dari imaginasi guru. dan Menyenangkan. partisipasi di dalam proyek. Philip Rekdale (2005) melakukan penelitian menyangkut sejauh mana PAKEM mendukung pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). supaya mereka dapat menjadi pelajar selama hidup (life long learner) yang efektif. sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik. Fokus PAKEM adalah pada kegiatan siswa di dalam bentuk grup. PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja. dan kritis. penyelidikan.

sehingga siswa memusatkan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 49 . Maksudnya pembelajaran yang aktif. 2. 4. Kreatif . Efektif. 1. Efektif Ciri ketiga pembelajaran PAKEM adalah efektif . yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Guru diharapkan mampu menciptakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. masyarakat dan karyawan-karyawan. memanipulasi objek-objek yang ada di dalamnya serta mengamati pengaruh dari manipulasi yang sudah dilakukan. kreatif dan menyenangkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. 3. Menyenangkan Menyenangkan merupakan ciri ke empat dari PAKEM dengan maksud pembelajaran dirancang untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang mendukung (kondusif) sehingga siswa aktif bertanya. melaksanakan maupun mengevaluasi proses pembelajarannya.guru-guru menghubungkan isi mata pelajaran dengan situasi keadaan di dunia (real world) dan memotivasikan siswa untuk lebih paham hubungan antara pengetahuan dan aplikasinya kepada hidup mereka sebagai anggota keluarga. Dari kepanjangannya PAKEM mempunyai empat ciri-ciri pembelajaran yaitu Aktif. Kreatif Kreatif merupakan ciri ke-2 dari PAKEM yang artinya pembelajaran yang membangun kreativitas siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan. Menyenangkan. Aktif Ciri aktif dalam PAKEM berarti dalam pembelajaran memungkinkan siswa berinteraksi secara aktif dengan lingkungan. bahan ajar serta sesama siswa lainnya terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas pembelajarannya.Gurupun dituntut untuk kreatif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Guru terlibat secara aktif dalam merancang. Menyenangkan berarti tidak membelenggu.

Pembelajarannya efektif d.perhatiannya secara penuh pada pembelajaran. ketika ada humor dan dorongan semangat. Menjamin bahwa belajar secara emosional adalah positif. Menjamin bahwa bahan ajar itu relevan. Prinsip PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 50 . Menciptakan lingkungan tanpa stress (relaks). b. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b. d. Demikian Rose dan Nicholl. c.waktu rehat dan jeda teratur serta dukungan antusias. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. Dengan demikian diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik 2. Anda ingin belajar ketika Anda melihat manfaat dan pentingnya bahan ajar. lingkungan yang aman untuk melakukan kesalahan. Ciri-Ciri/Karakteristik PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. Melibatkan secara sadar semua indera dan juga pikiran otak kiri dan otak kanan. dengan demikian waktu untuk mencurahkan perhatian (time of task) siswa menjadi tinggi. namum harapan untuk sukses tetap tinggi. e. yang pada umumnya hal itu terjadi ketika belajar dilakukan bersama orang lain. 1. Sehubungan dengan ciri menyenangkan dalam PAKEM. Menantang peserta didik untuk dapat berpikir jauh ke depan dan mengekspresikan apa yang sedang dipelajari dengan sebanyak mungkin kecerdasan yang relevan untuk memahami bahan ajar. Rose and Nocholl (2003) mengatakan bahwa pembelajaran yang menyenangkan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a.

dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. d. Dalam pembelajaran. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah d. 6) Akuntabilitas lembaga. c. 3) Membantu dan mendorong siswa. Sementara itu. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. tertulis. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik c. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan 3. mental maupun emosional b.a. cek lis. studi kasus. dan perbuatan. membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. 4) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. kuesioner. 5) Menentukan strategi pembelajaran. dan portofolio. b. 7) Meningkatkan kualitas pendidikan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 51 . bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. Jenis Penilaian Model PAKEM a. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: 1) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. 2) Menentukan kebutuhan pembelajaran.

Selain itu dokumen itu juga dimaksudkan untuk mendorong para guru untuk: (1) mengkaji lebih jauh tentang pendekatan-pendekatan pembelajaran yang lainnya.4. juga dimaksudkan sebagai studi komprehensif tentang praktik pembelajaran. maupun petunjuk pelaksanaanya. b. Tujuan Penilaian Model PAKEM a. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu b. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. selama pembelajaran itu berlangsung. Meningkatkan kualitas pendidikan 5. oleh Gladene Robertson dan Hellmut Lang di maknai selain sebagai Kerangka umum untuk Praktek Profesional guru. Merancang dan Melaksanakan Penilaian Model PAKEM a. Pendekatan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 52 . Akuntabilitas lembaga g. Artinya. Pendekatan pembelajaran sebagai bahan kajian yang terus berkembang. Membantu dan mendorong siswa d. Menentukan kebutuhan pembelajaran c. dan (4) juga sebagai katalisator untuk mengembangkan profesional guru lebih lanjut. seperti hal nya ilmu mengajar yang terus berkembang. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik e. Gambaran mengenai pendekatan pembelajaran yang lebih jelas terdapat dalam artikel pendidikan yang diterbitkan oleh Saskatchewan education (1980). guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. (2) menjadi bahan refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukannya. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. (3) merupakan seni. Menentukan strategi pembelajaran f.

pendekatan pembelajaran digambarkan sebagai kerangka umum tentang skenario yang digunakan guru untuk membelajarkan siswa dalam rangka mencapai suatu tujuan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Instructional Frame Work (Sumber: Saskatchewan Education. Wallace (1992: 13) pendekatan pembelajaran dibedakan menjadi 2. 1988:9) Berdasarkan diagram di atas. strategi pembelajaran. Strategi-strategi pembelajaran. strategi pembelajaran. Pendekatan konservatif memandang bahwa proses pembelajaran yang dilakukan sebagai mana umumnya guru mengajarkan materi kepada siswanya. Sedangkan pendekatan liberal (liberal approaches) Belajar dan Model-Model Pembelajaran 53 . Guru mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa. Diagram tersebut juga memperlihatkan dengan lebih jelas tentang hubungan antara model pembelajaran.pembelajaran digambarkan sebagai kerangka besar tentang tugas profesional guru yang di dalamnya meliputi: model-model pembelajaran. metode pembelajaran dan keterampilan mengajar. metode pembelajaran maupun keterampilan mengajar tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan pembelajaran. Menurut Philip R. metode-metode pembelajaran dan juga keterampilan-keterampilan mengajar. yaitu: Pendekatan konservatif (conservative approaches) dan pendekatan liberal (liberal approach). sedangkan siswa lebih banyak sebagai penerima. Pendekatan pembelajaran juga merupakan skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan guru dengan menyusun dan memilih model pembelajaran.

6. 1987. Memuji keindahan perbedaan potensi. Biggs and Ross Telfer.adalah pendekatan pembelajaran yang memberi kesempatan luas kepada siswa untuk mengembangkan strategi dan keterampilan belajarnya sendiri. John B. d. b. i. g. Memahami potensi siswa yang tersembunyi dan mendorongnya untuk berkembang sesuai dengan kecenderungan bakat dan minat mereka. menyebutkan paling tidak ada 12 aspek dari sebuah pembelajaran kreatif. e. edisi kedua. Menyatakan kapada para siswa bahwa guru-guru merupakan mitra mereka dan perannya Belajar dan Model-Model Pembelajaran 54 . Mendorong dan menghargai keterlibatan individu siswa secara penuh dalam proyek-proyek pembelajaran mandiri. Mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses dalam bidang yang diminati dan penghargaan atas prestasi mereka. Mengakui pekerjaan siswa dalam satu bidang untuk memberikan semangat pada pekerjaan lain berikutnya. dalam bukunya “The Process of Learning”. karakter. f. h. yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang guru yang baik dalam proses pembelajaran terhadap siswa: a. c. Peranan Guru Dalam Model PAKEM Agar pelaksanaan Pakem berjalan sebagaimana diharapkan. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar meningkatkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan bantuan jika mereka membutuhkan. bakat dan minat serta modalitas gaya belajar individu siswa. Menggunakan kemampuan fantasi dalam proses pembelajaran untuk membangun hubungan dengan realitas dan kehidupan nyata. Menghargai potensi siswa yang lemah/lamban dan memperlihatkan entuisme terhadap ide serta gagasan mereka.

l. k. kolaboratif. j. Mendorong terjadinya proses pembelajaran interaktif.sebagai motivator dan fasilitator bagi siswa. inkuiri dan diskaveri agar terbentuk budaya belajar yang bermakna (meaningful learning) pada siswa. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari tekanan dan intimidasi dalam usaha meyakinkan minat belajar siswa. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 55 . Memberikan tes/ujian yang bisa mendorong terjadinya umpan balik dan semangat/gairah pada siswa untuk ingin mempelajari materi lebih dalam.

Urutkan dari yang gampang sampai yang ke sulit. Bandingkan dan bedakan contoh-contoh dan bukan contoh. Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan). Belajar dan Model-Model Pembelajaran 56 . b. yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari examples non examples. Siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non examples yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian examples.B. Pilih contoh yang berbeda satu sama lainnya. Tennyson dan Pork (1980) dalam Slavin 1994 menyarankan bahwa jika guru akan menyajikan contoh dari suatu konsep maka ada tiga hal yang seharusnya diperhatikan. yaitu: a. sedangkan non examples memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas. Siswa berangkat dari suatu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memperluas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih komplek. Model Pembelajaran Examples non Example Menurut Buehl (1996) examples non examples adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep. Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari examples non examples dari suatu definisi konsep yang ada dan meminta siswa utnuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada. b. c. Menurut Buehl (1996) keuntungan dari metode examples non examples antara lain: a. c. Examples memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas.

tanyakanlah pada mereka apa yang membuat kedua daftar tersebut berbeda.Menyiapkan pengalaman dengan contoh dan non contoh akan membantu siswa untuk membangun pemikiran yang kaya dan lebih mendalam dari sebuah konsep penting. Meminta siswa untuk bekerja berpasangna untuk menggeneralisasikan konsep examples non examples mereka. Guru memberi kesempatan pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis. e. c. d. d. Setelah itu meminta tiap pasangan untuk menginformasikan di kelas untuk mendiskusikan secara klaikal sehingga tiap siswa dapat memberikan umpan balik. yang menggunakan model inkuiri untuk memperkenalkan konsep yang baru dengan metode example non example. mengenai konsep yang lebih spesifik untuk mendorong siswa mengecek hipotesis yang telah dibuatnya sehingga mampu memahami konsep yang baru. Menggeneralisasikan pasangan antara contoh dan non contoh yang menjelaskan beberapa dari sebagian esar kareakter atau atribut dari konsep baru. Joyce and Weil (1986) dalam Buehl (1996) telah memberikan kerangka konsep terkait strategi tindakan. Sebagai bagian penutup. Guru menempelkan gambar/tulisan dipapan atau ditayangkan . Melalui diskusi gambar tersebut dicatat pada kertas. Guru menggunakan gambar/tulisan sesuai tengan tujuan pembelajaran. Selama siswa memikirkan tentang tiap example dan non example tersebut. b. Langkah-langkah Pembelajaran Langkhah-langkah: a. Kerangka konsep tersebut antara lain: a. Menyajikannya dalam satu waktu dan meminta siswa untuk memikirkan perbedaan apa yang terdapat pada dua daftar tersebut. b. Menyiapkan examples non examples tambahan. c. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 57 . Guru memberi petunjuk pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis. adalah meminta siswa untuk mendeskripsikan konsep yang elah diperoleh dengan menggunakan karakter yang telah didapat dari examples non examples. 1.

Motivasi ekstrinsik. mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu. motivbasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan. motivasi adalah perubahan energi dalamdiri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktifitas belajar. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 58 . sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. h. dan rangsang karena adanya tujuan. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Dari pengertian tersebut. yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi. Adapun menurut Mc Donald. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. Strategi yang digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. g. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi Belajar Motivasi berpangkal dari kata motiv yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada didalam diri seseorang untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiap siagaan). ditandai dengan adanaya feeling. b. motivasi sangat diperlukan. ialah : a. jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. Dalam kegiatan belajar. Jenis motivasi belajar ada dua yaitu: a. Dalam kegiatan belajar.f. Motivasi instrinsik. jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari luar. Guru menjelaskan materi sesuai tujuan yang dicapai. Kesimpulan 2.

Hadiah d. Membentuk kebiasaan belajar yang baik. Hukuman j. siswa yang belum berprestai akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi. Selanjutnya dari informasi tersebut guru dapat menysun dan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 59 . Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Guru berusaha mengadakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau mengubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Saingan atau kompetisi f. k. Pujian yang bersifat membangun kepada siswa yang berprestasi. c. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar l. Proses penilaian tehadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui kegiatan belajar. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seseorang guru menjelaskan mengenai tujuan instruksional khusus yang akan dicapai kepada siswa makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar. Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Menggunakan metode yang bervariasi. Hal ini akan memacu semangat meraka untuk bisa belajar lebih giat lagi. m. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok. n. i. Pujian h. p. o. Disamping itu.b. 3. Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. g. e. Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.

pencapaian tujuan belajar perlu diciptka adanya sistem lingkkungan belajar yang kondusif. Kunggulan dan Kekurangan Menggunakan Model Pembelajaran Examples Non Examples Ada beberapa keunggulan dalam menggunakan model examples non examles. Faktor eksternal. b. Keterampilan dan kebiasaan. Hasil belajar dibagi dalam tiga macam hasil belajar yaitu: a. diantaranya adalah sebagai berikut. Pengetahuan dan pengertian Sikap dan cita-cita yang masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah. Faktor internal. Proses belajar merupakan penunjang hasil belajar yang dicapai siswa. 2) Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar yang relevan dengan kompetensi dasar (KD). 3) Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya mengenai analisis gambar yang relevan dengan kompetensi dasar (KD). baik untuk keseluruhan kelas maupun individu. 2004: 22) Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar a. (Nana Sudjana. c. Hasil belajar yang diperoleh siswa adalah sebagai akibat dari proses belajar yang dilakukan oleh siswa. adalah sebagai berikut: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 60 . (Nana Sudjana.membina kegiatan-kegitan siswa lebih lanjut. Ada pun kelemahan dalam menggunakan model Examles non examples. b. faktor ini lebih ditekankan pada faktor dari dalam individu yang belajar. harus semakin tinggi hasil belajar yang diperoleh siswa. 1989: 111) 4. 1) Siswa lebih berpikir kritis dala mengenalisis gambar yang relevan dengan kompetensi dasar (KD).

1) Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 61 . 2) Memakan waktu yang lama.

Terkait dengan CTL ini. tetapi merekonstruksikan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 62 . pengalaman yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. belum menyentuh kebutuhan praktis kehidupan siswa. Oleh sebab itu pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang mana guru menggunakan pengalaman siswa yang pernah dilihat atau dilakukan dalam kehidupannya sebagai sumber belajar pendukung. Apapun istilah yang digunakan para ahli tersebut. dan memberikan rentang yang luas tentang peluang-peluang belajar bagi mereka yang menggunakan kemampuan-kemampuan akademik mereka untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan nyata yang kompleks.C. Strategi CTL fokus pada siswa sebagai pembelajar yang aktif. Landasan filosofis CTL adalah konstruktivisme yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekadar menghafal. Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning Salah satu strategi pembelajaran yang dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan dengan produktif dan bermakna bagi siswa adalah strategi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang selanjutnya disebut CTL. pada dasarnya kontekstual berasal dari bahasa Inggris “contextual” yang berarti sesuatu yang berhubungan dengan konteks. strategi pembelajaran kontekstual. Pembelajaran secara konvensional yang diterima siswa hanyalah penonjolan tingkat hafalan dari sekian macam topik. tetapi belum diikuti dengan pengertian dan pemahaman yang mendalam yang bisa diterapkan ketika mereka berhadapan dengan situasi baru dalam kehidupannya. Kenyataan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara materi yang mereka pelajari dengan pemanfaatannya dalam kehidupan nyata. seperti: pendekatan pembelajaran kontekstual. para ahli menyebutnya dengan istilah yang berbedabeda. Pemahaman konsep akademik yang dimiliki siswa hanyalah merupakan sesuatu yang abstrak. Pembelajaran dapat mendorong siswa membuat hubungan antara materi yang dipelajari. dan model pembelajaran kontekstual.

menurut metode pembelajaran kontekstual kegiatan pembelajaran tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas. Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah sistem pembelajaran yang cocok dengan kinerja otak. sehingga siswa memiliki pengetahuan/ Belajar dan Model-Model Pembelajaran 63 . untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa pikiran secara alami akan mencari makna dari hubungan individu dengan linkungan sekitarnya. Mengharuskan pendidik (guru) untuk pintar-pintar memilih serta mendesain linkungan belajar yang betul-betul berhubungan dengan kehidupan nyata. ekonomi. Menurut teori pembelajran kontekstual. pembelajaran terjadi hanya ketika siswa (peserta didik) memproses informasi atau pengetahuan baru sedemikian rupa sehingga dapat terserap kedalam benak mereka dan mereka mampu menghubungannya dengan kehidupan nyata yang ada di sekitar mereka. baik konteks pribadi. yang mudah dilupakan. tapi bisa di laboratorium. kesehatan. atau tempat-tempat lainnya. dengan cara menghubungkan muatan akademis dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik. budaya. sawah. Kehadiran kurikulum berbasis kompetensi juga dilandasi oleh pemikiran bahwa berbagai kompetensi akan terbangun secara mantap dan maksimal apabila pembelajaran dilakukan secara kontekstual. sosial. Berdasarkan pemahaman di atas. tempat kerja. Hal ini penting diterapkan agar informasi yang diterima tidak hanya disimpan dalam memori jangka pendek. tetapi dapat disimpan dalam memori jangka panjang sehingga akan dihayati dan diterapkan dalam tugas pekerjaan.atau membangun pengetahuan dan keterampilan baru lewat fakta-fakta atau proposisi yang mereka alami dalam kehidupannya. Pendekatan ini selaras dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi yang diberlakukan saat ini dan secara operasional tertuang pada KTSP. CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat. serta lainnya.

d) Project-Based Learning. yaitu pendekatan pengajaran yang menperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna melalui pengembangan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. dan mengkulminasikannya dalam produk nyatae. c) Inquiry-Based Learning. a) Problem-Based Learning. yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Atau kelas biologi atau kelas kimia bisa belajar konsep dasar ilmu alam dengan mempelajari penyebaran AIDS atau cara-cara petani bercocok tanam dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Sebagai contoh. memperkuat. pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya (pengetahuan dan keterampilan baru). Dalam lingkungan seperti itu. b) Authentic Instruction. Pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 64 . konsep diinternalisasi melalui menemukan. 1. para siswa dapat menemukan hubungan bermakna antara ide-ide abstrak dengan aplikasi praktis dalam konteks dunia nyata. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual mempunyai karakteristik sebagai berikut.ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. kelas fisika yang mempelajari tentang konduktivitas termal dapat mengukur bagaimana kualitas dan jumlah bahan bangunan mempengaruhi jumlah energi yang dibutuhkan untuk menjaga gedung saat terkena panas atau terkena dingin. pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan memberi ke-sempatan untuk pembelajaran bermakna. serta menghubungkan.

belajar dengan gairah. e) Work-Based Learning. siswa kritis dan guru kreatif. yaitu pendekatan pembelajar-an yang menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru dan berbagai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. menemukan sendiri dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya 2) Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topik 3) Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya 4) Ciptakan masyaraka belajar (belajar dalam kelompok) 5) Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran 6) Lakukan refleksi di akhir pertemuan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 65 . dan saling memahami antara satu dengan yang lain secara mendalam. sharing dengan teman. siswa aktif. Secara garis besar langkah-langkah penerapatan CTL dalam kelas sebagai berikut. menggunakan berbagai sumber.bekerja sama. 2. 1) Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. g) Cooperative Learning. f) Service Learning. saling menunjang. Implementasi Pembelajaran Kontekstual di Kelas Pendekatan CTL memiliki tujuh komponen utama. pembelajaran terintegrasi. yaitu pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam rangka memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. menyenangkan. pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat kerja. Kelas dikatakan menerapkan CTL jika menerapkan ke tujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya.Secara lebih sederhana karakteristik pembelajaran kontekstual dapat dinyatakan menggunakan sepuluh kata kunci yaitu: kerja sama.

Pengetahuan bukanlah serangkaian fakta. Bertanya (Questioning) Komponen ini merupakan strategi pembelajaran CTL. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. b. Karena itu siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah.7) Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara Untuk lebih jelasnya uraian setiap komponen utama CTL dan penerapannya dalam pembelajaran adalah sebagai berikut sebagai berikut: a. Kontruktivisme (Constructivism) Komponen ini merupakan landasan berfikir pendekatan CTL. g) Pengalaman siswa bisa dibangun secara asimilasi (pengetahuan baru dibangun dari pengetahuan yang sudah ada) maupun akomodasi (struktur pengetahuan yang sudah ada dimodifikasi untuk menyesuaikan hadirnya pengalaman baru). f) Pengalaman siswa akan berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila diuji dengan pengalaman baru. kreatif dan produktif berdasarkan pengetahuan terdahulu dan dari pengalaman belajar yang bermakna. a) Proses pembelajaran lebih utama dari pada hasil pembelajaran. d) Siswa diberikan kebebasan untuk menerapkan strateginya sendiri dalam belajar. Pembelajaran konstruktivisme menekankan terbangunnya pemahaman sendiri secara aktif. Bertanya dalam pembelajaran CTL dipandang sebagai upaya guru yang bisa mendorong siswa untuk Belajar dan Model-Model Pembelajaran 66 . dan mengembangkan ideide yang ada pada dirinya. e) Pengetahuan siswa tumbuh dan berkembang melalui pengalaman sendiri. konsep dan kaidah yang siap dipraktekkan. melainkan harus dkonstruksi terlebih dahulu dan memberikan makna melalui pengalaman nyata. Prinsip konstruktivisme yang harus dimiliki guru adalah sebagai berikut. c) Siswa mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk menemukan dan menerapkan idenya sendiri. b) Informasi bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata siswa lebih penting daripada informasi verbalistis.

c) Dalam rangka penambahan atau pemantapan pemahaman lebih efektif dilakukan lewat diskusi baik kelompok maupun kelas. membangkitkan lebih banyak pertanyaan bagi diri siswa. membangkitkan respon siswa. Prinsip yang bisa dipegang guru ketika menerapkan komponen inquiry dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. Pada sisi lain. c. b) Konfirmasi terhadap apa yang sudah diketahui siswa lebih efektif melalui tanya jawab. sekaligus mengetahui perkembangan kemampuan berfikir siswa. Kegiatan ini diawali dari pengamatan terhadap fenomena. mengetahui hal-hal yang diketahui siswa. bertanya kepada siswa bisa mendorong. e) Dalam pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya berguna untuk: menggali informasi. membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa. Prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam pembelajaran berkaitan dengan komponen bertanya sebagai berikut. Dengan demikian pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa tidak dari hasil mengingat seperangkat fakta. Pengetahuan dan keterampilan akan lebih lama diingat apabila siswa menemukan sendiri. kenyataan menunjukkan bahwa pemerolehan pengetahuan seseorang selalu bermula dari bertanya. memfokuskan perhatian siswa sesuai yang dikehendaki guru. dan menyegarkan pengetahuan siswa. mengetahui kadar keingintahuan siswa.mengetahui sesuatu. mengecek pemahaman siswa. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 67 . Menemukan (Inquiry) Komponen menemukan merupakan kegiatan inti CTL. dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan bermakna untuk menghasilkan temuan yang diperoleh sendiri oleh siswa. mengarahkan siswa untuk memperoleh informasi. d) Bagi guru. tetapi hasil menemukan sendiri dari fakta yang dihadapinya. a) Penggalian informasi lebih efektif apabila dilakukan melalui bertanya.

bagan. c) Sharing terjadi apabila ada komunikasi dua atau multiarah. pengumpulan data. tabel. audiens yang lain). Prinsip-prinsip yang bisa diperhatikan guru ketika menerapkan pembelajaran yang berkonsentrasi pada komponen learning community adalah sebagai berikut. d) Masyarakat belajar terjadi apabila masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya sadar bahwa pengetahuan. Masyarakat belajar (learning community) Komponen ini menyarankan bahwa hasil belajar sebaiknya diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. dan keterampilan yang dimilikinya bermanfaat bagi yang lain. teman sekelas. guru. mengajukan dugaan. b) Sharing terjadi apabila ada pihak yang saling memberi dan saling menerima informasi.a) Informasi yang diperoleh siswa akan lebih mantap apabila diikuti dengan buktibukti atau data yang ditemukan sendiri oleh siswa. a) Pada dasarnya hasil belajar diperoleh dari kerja sama atau sharing dengan pihak lain. c) Langkah-langkah kegiatan inquiry: merumuskan masalah. antarkelompok. mengkomunikasikan atau menyajikan hasilnya pada pihak lain (pembaca. b) Siklus inquiry adalah observasi. laporan. menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. Karena itu pembelajaran yang dikemas dalam diskusi kelompok dengan anggota heterogen dan jumlah yang bervariasi sangat mendukung komponen learning community. mengamati atau melakukan observasi. Hasil belajar bisa diperoleh dengan sharing antar teman. dan antara yang tahu kepada yang tidak tahu. gambar. bertanya. pengalaman. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 68 . e) Siswa yang terlibat dalam masyarakat belajar pada dasarnya bisa menjadi sumber belajar. d. dan penyimpulan. baik di dalam maupun di luar kelas. dan karya lain.

Dengan memikirkan apa yang baru saja dipelajari. Kesadaran semacam ini penting ditanamkan kepada siswa agar ia bersikap terbuka terhadap pengetahuan-pengetahuan baru. misalnya cara mengoperasikan sesuatu. b) Model atau contoh bisa diperoleh langsung dari yang berkompeten atau dari ahlinya. menelaah. Refleksi (reflection) Komponen yang merupakan bagian terpenting dari pembelajaran dengan pendekatan CTL adalah perenungan kembali atas pengetahuan yang baru dipelajari. aktivitas. contoh hasil karya. atau pengalaman yang terjadi dalam pembelajaran. menunjukkan hasil karya. siswa akan menyadari bahwa pengetahuan yang baru diperolehnya merupakan pengayaan atau bahkan revisi dari pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. atau model penampilan. dan merespons semua kejadian. Pemodelan (modelling) Komponen pendekatan CTL ini menyarankan bahwa pembelajaran keterampilan dan pengetahuan tertentu diikuti dengan model yang bisa ditiru siswa. Prinsip-prinsip komponen modelling yang bisa diperhatikan guru ketika melaksanakan pembelajaran adalah sebagai berikut. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 69 . mempertontonkan suatu penampilan.e. Model yang dimaksud bisa berupa pemberian contoh. bahkan memberikan masukan atau saran jika diperlukan. Prinsip-prinsip dasar yang perlu diperhatikan guru dalam rangka penerapan komponen refleksi adalah sebagai berikut. f. a) Pengetahuan dan keterampilan diperoleh dengan mantap apabila ada model atau contoh yang bisa ditiru. c) Model atau contoh bisa berupa cara mengoperasikan sesuatu. Cara pembelajaran semacam ini akan lebih cepat dipahami siswa dari pada hanya bercerita atau memberikan penjelasan kepada siswa tanpa ditunjukkan modelnya atau contohnya.

dan bagaimana perkembangan belajar siswa dalam berbagai konteks belajar. Penilaian autentik (authentic assessment) Komponen yang merupakan ciri khusus dari pendekatan kontekstual adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran atau informasi tentang perkembangan pengalaman belajar siswa.a) Perenungan atas sesuatu pengetahuan yang baru diperoleh merupakan pengayaan atas pengetahuan sebelumnya. b) Penilaian dilakukan secara komprehensif dan seimbang antara penilaian proses dan hasil. d) Penilaian autentik memberikan kesempatan siswa untuk dapat mengembangkan penilaian diri (self assessment) dan penilaian sesama (peer assessment). atau unjuk kerja. bagaimana siswa menghubungkan apa yang mereka ketahui dengan berbagai konteks. aktivitas. Gambaran perkembangan pengalaman siswa ini perlu diketahui guru setiap saat agar bisa memastikan benar tidaknya proses belajar siswa. Dengan demikian. prinsip dasar yang perlu menjadi perhatian guru ketika menerapkan komponen penilaian autentik dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. c) Perenungan bisa berupa menyampaikan penilaian atas pengetahuan yang baru diterima. penilaian autentik diarahkan pada proses mengamati. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 70 . g. diskusi dengan teman sejawat. tetapi untuk mengetahui perkembangan pengalaman belajar siswa. bukan semata-mata pada hasil pembelajaran. dan menafsirkan data yang telah terkumpul ketika atau dalam proses pembelajaran siswa berlangsung. Sehubungan dengan hal tersebut. a) Penilaian autentik bukan menghakimi siswa. menganalisis. b) Perenungan merupakan respons atas kejadian. atau pengetahuan yang baru diperolehnya. c) Guru menjadi penilai yang konstruktif (constructive evaluators) yang dapat merefleksikan bagaimana siswa belajar. membuat catatan singkat.

dimana hasilnya nanti dijadikan bahan refeksi terhadap rencana pemebelajaran dan pelaksanaannya. Kelebihan 1) Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional. Kegiatan belajar mengajar (KBM) lebih menekankan Student Centered daripada Teacher Centered. Menurut Depdiknas guru harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 71 . 2) Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme. 4. sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Maksudnya adalah guru lebih berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi. Hal ini sangat penting. 3) Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa yang selanjutnya memilih dan mengkaiykan dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual. 4) Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan hidup mereka. Di sini guru hanya mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. 2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama.3. akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. Peran Guru dalam Pembelajaran Kontekstual Dalam pembelajaran kontekstual guru dituntut membantu siswa dalam mencapai tujuannya. 4) Melaksanakan penilaian terhadap pemahaman siswa. sihingga tidak akan mudah dilupakan. Kelebihan & Kekurangan Contextual Teaching and Learning a.

Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. b.dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Dengan demikian. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 72 . 2) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. Karena dalam metode CTL. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Kelemahan 1) Guru lebih intensif dalam membimbing. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa.

Langkah-langkah penerapan NHT a. Metode Pembelajran Kooperatif Number Head Together (NHT) Tipe pembelajaran kooperatif melalui metode NHT dirancang khusus agar siswa dapat memahami materi pelajaran meski menggunakan metode berkelompok. Ada tiga tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu : a. Pembentukan kelompok Belajar dan Model-Model Pembelajaran 73 . Pengakuan adanya keragaman. Hal ini dapat meminimalkan kegaduhan dalam kelas pada penggunaan metode tradisional dimana siswa mengacungkan tangan terlebih dahulu baru ditunjuk guru untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan.D. Jumlah lembar kerja siswa disesuaikan dengan jumlah kelompok. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen dengan melibatkan siswa yang terbagi dalam kelompok untuk menguasai materi pada mata pelajaran yang akan dibahas. b. c. Tipe NHT menekankan pada pembentukan struktur-struktur khusus untuk menciptakan pola interaksi siswa. bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. b. Hasil belajar akademik stuktural. NHT menekankan kepada siswa agar saling bergantung pada kelompok-kelompok yang telah dibuat secara kooperatif. 1. Persiapan Pada tahap ini guru mempersiapkan lembar kerja siswa yang digunakan sebagai bahan permasalahan yang akan didiskusikan dalam proses pembelajaran. bertujuan agar siswa dapat menerima temantemannya yang mempunyai berbagai latar belakang. Pengembangan keterampilan social. bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.

jenis kelamin. e. Setelah itu setiap anggota kelompok memiliki pandangan yang sama terhadap masalah yang sudah didiskusikan. Kelompok yang dibentuk sebaiknya mewakili prestasi akademik. Kesimpulan Setelah semua siswa menjawab pertanyaan yang diajukan. guru memberikan nomor kepada masing-masing siswa pada setiap kelompok antara 1-3 atau 1-5. dan kemampuan belajar. kemudian para siswa dari masing-masing kelompok yang nomornya disebut mengangkat tangan. Pemanggilan Nomor Anggota Langkah ini dilakukan ketika diskusi sudah selesai. d. Diusahakan setiap kelompok berjumlah 3-5 anak agar diskusi di dalam kelompok berjalan efisien. Pegangan materi Setiap kelompok wajib memiliki pegangan materi berupa buku paket atau sumber bacaan yang lain. 2. Kelebihan dan Kekurangan NHT Kelebihan atau keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe NHT adalah: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 74 . guru yang merupakan fasilitator dalam pembelajaran bersama para siswa akan merangkum kesimpulan dari hasil diskusi dan mempresentasikan hasil diskusinya. Hal ini untuk memudahkan para siswa di dalam kelompok tersebut mengerjakan lembar kerja yang sudah dipersiapkan oleh guru. f. Guru memanggil salah satu nomor. Setelah kelompok terbentuk.Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok. c. Setelah itu guru akan mengajukan pertanyaan kepada para siswa yang nomornya ditunjuk secara bergantian. Dengan pegangan buku paket para siswa di dalam kelompok mulai berdiskusi mengenai permasalahan yang tertuang dalam lembar kerja siswa. Setiap siswa diharapkan dapat aktif dan memahami alur diskusi masing-masing kelompok. ras. Diskusi masalah Pada langkah ini setiap kelompok mulai membahas materi yang telah diberikan guru.

Adanya alokasi waktu yang panjang b. Setiap siswa mendapat kesempatan untuk berekspresi dan mengeluarkan pendapatnya c. Kelas menjadi benar-benar hidup dan dinamis b. Kemungkinan nomor yang dipanggil. dipanggil lagi oleh guru atau adanya nomor yang tidak terpanggil Belajar dan Model-Model Pembelajaran 75 .a. Waktu untuk mengkoreksi hasil kerja siswa lebih efektif dan efisien e. Timbul rasa tanggung jawab Sedangkan kekurangan tipe number head together adalah: a. Munculnya jiwa kompetisi yang sehat d. Pemahaman yang lebih mendalam f.

……… P. Langkah-langkah pembelajaran project work 1. SK3 ……………. b.…………….……… Belajar dan Model-Model Pembelajaran 76 . sehingga cocok digunakan untuk di SMK.……………. Standar Kompetensi Kerja (SKK) yang berlaku.……………………..3 …………………………………. Perencanaan Project Work a. P. Model pembelajaran project work sering digunakan untuk program pembelajaran produktif. Setiap kompetensi keahlian pada umumnya memiliki lebih dari satu bidang/jenis pekerjaan yang dapat di isi oleh lulusan. melalui proses produksi/pekerjaan yang sesungguhnya. SK2 ……………. dan atau standar pekerjaan lain yang ada di DU/DI/masyarakat. Dst ……….. SK1 ………………………….1 …………………………………………...2 …………………………………. P. Model Pembelajaran Project Work Project Work adalah model Pembelajaran yang mengarahkan peserta didik pada prosedur kerja yang sistematisdan standar untuk membuat atau menyelesaikan suatu produk (barang atau jasa). Inventarisasi Pekerjaan (Job) Pendataan jenis pekerjaan (job) dapat mengacu: kepada jenis pekerjaan yang ada di kurikulum.E. 1) Inventarisasi Standar Kompetensi Lulusan Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi standar kompetensi (SK) yang terdapat dalam kurikulum/silabus. Inventarisasi jenis pekerjaan (job). standar kompetensi dan produk yang dapat dihasilkan.

Dst. Daftar Nama Produk Setiap Bidang Pekerjaan No 1 Bidang/Jenis Pekerjaan P1 Nama Produk (barang/jasa) Pr1 Pr2 2 P2 Pr3 Pr3 3 P3 Pr4 Pr5 d. Analisis Standar Kompetensi Terhadap Jenis Produk Standar Kompetensi Produk Kode Standar Kompetensi SK1 Pr1 Pr2 Pr3 Prn SK2 SK3 SK4 SK5 SK6 SK7 SKn Belajar dan Model-Model Pembelajaran 77 . selanjutnya dianalisis standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap produk dan bidang pekerjaan dengan menggunakan tabel 2. Tabel 2. Analisis Standar Kompetensi Terhadap Produk (Barang/Jasa) Hasil inventarisasi standar kompetensi lulusan. c. Tabel 1. Inventarisasi Produk (Barang/Jasa) Setiap Pekejaan Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengiden-tifikasi produk yang dapat dihasilkan oleh setiap bidang/jenis pekerjaan sehingga peserta didik memilki orientasi produk yang akan dihasilkan pada setiap pembelajaran. bidang pekerjaan. dan produk tersebut.

guru diminta untuk menetapkan bukti-bukti belajar (Evidence Of Learning) yang akan digunakan sebagi acuan dalam penilaian hasil belajar peserta didik. 2. Guru menyampaikan: 1) tujuan pembelajaran yang akan dicapai 2) strategi pembelajaran dengan pendekatan project work Belajar dan Model-Model Pembelajaran 78 . 1) Produk (Pr1) dapat dikerjakan pada pembelajaran SK1. SK2. a. e. SK3 dan SK 5. Penetapan Bukti Belajar/Evidence of Learning Berdasarkan hasil analisis standar kompetensi terhadap produk. 3) Produk (Pr1) dan (Pr2 ) dapat digunakan sebagai pilihan peserta didik sebagai media pembelajaran SK1 dan SK2 4) Setelah seluruh standar kompetensi teridentifikasi terhadap produk yang ada. Alternatif produk dapat dipilih oleh peserta didik. demikian selanjutnya untuk Produk yang lain. Pelaksanaan Model Pembelajaran Pendekatan Project Work Pembelajaran dengan pendekatan Project Work dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Menentukan standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produk (barang/jasa) dengan memberi tanda cek (√) pada kolom standar kompetensi terkait. SK2. Hasil analisis Standar Kompetensi terhadap Jenis Produk pada tabel 2 dapat dimaknai sebagai berikut. maka guru menetapkan alternatif produk yang akan dikembangkan untuk setiap standar kompetensi yang dipelajari.Baris pada kolom 1 diisi kode produk (nama barang/jasa). sedangkan kolom berikutnya diisi dengan kode Standar Kompetensi hasil inventarisasi (Kurikulum/Silabus). SK4 2) Produk (Pr2 ) dapat dikerjakan pada pembelajaran SK1.

b.3) alternatif judul/nama produk/jasa yang dapat dipilih peserta. 4) ruang lingkup standar kompetensi yang akan dipelajari oleh peserta didik untuk setiap judul/nama produk/jasa 5) menyusun dan menetapkan pedoman penilaian kompetensi sesuai dengan judul project work 6) memfasilitasi bimbingan kepada peserta didik dengan memanfaatkan lembar bimbingan. Proses belajar menekankan pada pencapaian standar kompetensi yang dibuktikan dengan bukti belajar (learning evidence) dan diorganisasi dalam bentuk portofolio. mengorganisasi bukti belajar sebagai portofolio. Peserta didik 1. 3. melaksanakan kegiatan kulminasi (presentasi/ pengujian/penyajian/display). Kerangka rencana Project Work sebagai berikut. 1) Latar Belakang 2) Keunggulan Dan Fungsi Produk/Jasa. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 79 . melakukan proses belajar sesuai dengan proses produksi yang telah direncanakan. Kegiatan dilakukan sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam proposal di bawah bimbingan dan pengawasan guru. memilih salah satu judul/nama produk/jasa. 4. Dan menyusun rencana Project Work sesuai dengan judul yang dipilih. 3) Sketsa/Gambar Kerja (Jika Diperlukan) 4) Bahan Produksi 5) Fasilitas/Peralatan Produksi 6) Proses Produksi   Rencana Anggaran Biaya Sasaran Pasar/Konsumen o Jadwal Pelaksanaan 2.

5. dan kulminasi (presentasi/ pengujian/penyajian/display). pelaksanaan proses produksi. kegiatan. kesesuaian produk/jasa. sikap. menyusun laporan sesuai dengan pengalaman belajar yang diperoleh. Peserta didik dinyatakan kompeten apabila memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan pada indikator dari setiap kompetensi dasar. keterampilan. Penilaian Hasil Belajar Penilaian hasil belajar dengan pendekatan project work pada dasarnya adalah penilaian standar kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. laporan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 80 . 3. Penetapan pencapaian nilai mengacu pada Pedoman Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar Peserta Didik SMK. Komponen project work yang dinilai terdiri dari penyusunan rencana Project Work. dan kesesuaian waktu pelaksanaan.

dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya ( Rusman. Model pemebelajaran kooperatif model jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitik beratkan kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil. yaitu siswa melakukan sesuatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini juga mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji (jigsaw). Dalam model pemebelajaran kooperatif ini guru berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jembatan penghubungan ke arah pemahaman yang Belajar dan Model-Model Pembelajaran 81 . pembelajaran kooperatif menggalakan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok. pendidikan hendaknya mampu mengkondisikan dan memberikan dorongan untuk dapat mengoptimalkan dan membangkitkan potensi siswa. sesuai dengan falsafah konstruktivisme. Menurut Slavin (2007). yaitu sebuah teka-teki yang menyusun potongan gambar.203). menumbuhkan aktivitas dan daya cipta kreativitas sehingga akan menjamin terjadinya dinamika di dalam proses pemebelajaran. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dari sisi etimologi Jigsaw berasal dari bahasa inggris yaitu gergaji ukir dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah Fuzzle.F. bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw ini merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri. Ini membolehkan pertukaran ide dan pemeriksaaan ide sendiri dalam suasana yang tidak terancam. seperti yang diungkapkan Lie (1993: 73). Dengan demikian. anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari. 2008. Dalam model pembelajaran jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat. dan mengelolah informasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi.

Siswa mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan langsung menerapkan ide-ide meraka. dengan catatan siswa sendiri. hasil pembahasan itu dibawa kekelompok asal dan disampaikan pada anggota kelompoknya. Siswa dikelompokan sebanyak 1 sampai dengan 5 orang siswa. Penutup Secara umum langkah-langkah model pembelajaran kooperatif yaitu sebagai berikut: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 82 . ini merupakan kesempatan bagi siswa menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri. Tiap tem ahli mempresentasikan hasil diskusi g.lebih tinggi. b. Sikes and Snapp (1978 ) yang dikutip Rusman (2008). Tiap orang dalam team diberi bagian materi yang ditugaskan d. permasalahan yang dihadapi setiap kelompok sama. e. Anggota dari team yang berbeda yang telah mempelajari bagian sub bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusiksn sub bab mereka. Namun. Setelah selesai diskusi sebagai tem ahli tiap anggota kembali kedalam kelompok asli dan bergantian mengajar teman satu tem mereka tentang subbab yang mereka kusai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan seksama f. kita sebut sebagai team ahli yang bertugas membahas permasalahan yang dihadapi. Tiap orang dalam team diberi bagian materi berbeda c. mengemukakan langkah-langkah kooperatif model jigsaw sebagai berikut: a. Guru tidak hanya memberikan penegtahuan pada siswa. dalam untuk 1. Guru memberi evaluasi h. tetapi harus juga membangun dalam pikirannya. Karena anggota setiap kelompok dihadapkan pada permasalahan yang berbeda. Menurut Stepen. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Menurut Rusman (2008 : 205) pembelajaran model jigsaw ini dikenal juga dengan kooperatif para ahli. Selanjutnya.

Setiap anggota kelompok ditugasi untuk membaca dan mempelajari bagiannya pada bab tersebut. Seringlah Belajar dan Model-Model Pembelajaran 83 . apabila jumlah anggota kelompok 4 orang siswa maka bab tersebut dibagi menjadi 4 bagian. b) Diskusi Kelompok Ahli Kelompok ahli harus melakukan pertemuan sekitar satu kali pertemuan untuk mendiskusikan topik yang ditugaskan. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Keterangan: a) Bahan Ajar Guru memilih satu bab dalam buku ajar kemudian membagi bab tersebut menjadi bagian-bagian sesuai dengan jumlah anggota kelompok. Guru mendorong para siswa untuk menggunakan metode mengajar yang bervariasi. Guru mendorong para siswa menggunakan cara belajar yang bervariasi. Setiap anggota kelompok ahli harus menerima satu lembar kerja “ahli”. Masing-masing anggota kelompok kecil mengajarkan topik masing-masing ke anggota lainnya dalam kelompok. Tujuan kelompok ini adalah mempelajari subbab tersebut kepada kelompok kecil masing-masing. c) Pelaporan dan Pengetesan Masing-masing anggota kelompok ahli kembali ke kelompok kecil masingmasing. Lembar kerja ahli harus membuat pertanyaan-pertanyaan dan kegiatan (jika ada) utnuk mengarahkan diskusi kelompok.Bahan Ajar Diskusi Kelompok Ahli Pelaporan dan Pengetesan Penghargaan Gambar. Pada tahap selanjutnya masing-masing anggota kelompok bertemu dengan ahli-ahli dari kelompok lain dalam kelas. Jadi. Setelah diskusi kelompok kecil guru menyelenggarakan tes yang mencakup materi satu bab penuh dalam waktu yang tidak lebih dari 15 menit. Guru mendorong anggota kelompok mengajukan pertanyaan ke penyaji dan mendiskusikan lembar kerja kelompok kecil.

atau sebutan lainnya. atau lembar berita. Pada tahap ini rata-rata peningkatan kelompok dilaporkan. Ellizabeth Cohen telah menemukan bahwa penting untuk menyadari akan para siswa yang diduga memiliki kompetensi yang konsisten rendah. Kepekaan guru sangat diperlukan disini. 2008: 246).menggunakan kuis-kuis dan jangan menggunakan skor tim. skor kemajuan. Kinerja individu yang luar biasa juga dilaporkan. Cukup berikan nilai individual kepada siswa. Penghargaan kerja masingmasing kelompok dapat disajikan pada papan pengumuman yang dilaporkan peringkat masing-masing kelompok dalam kelas. d) Penghargaan Tahap ini merupakan tahap yang mampu mendorong para siswa untuk lebih kompak. Dampak dari model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sebagai berikut: struktur konsep kepekaa n sosial keberga ntungan positif toleransi atas perbeda an kepemi mpinan kolektif model jigsaw pemrose san kelompo k kesadara n akan perbeda an Belajar dan Model-Model Pembelajaran 84 . Penting untuk dipahami bahwa menghargai siswa secara akademik dari kelompok berkemampuan rendah merupakan bagian integral keefektifan pembelajaran Jigsaw. Ketika siswa semacam ini meununjukkan kinerja baik. Guru dapat menggunakan kata-kata khusus untuk memberikan kinerja kelompok semacam Bintang Sains. (Slavin. segera beri dia penghargaan khusus yang bersifat terbuka untuk kompetisi ini. Kelompok Einstein.

Kemudian siswa-siswa perwakilan dari kelompoknya masing-masing bertemu dengan anggota dari kelompok lain yang mempelajari materi yang sama. Selanjutnya diakhir pembelajaran. Illustrasi kelompok Jigsaw Keterangan: Dalam Jigwas ini setiap anggota kelompok ditugaskan untuk mempelajari materi tertentu. Kunci tipe Jigsaw ini adalah interdependensi yang diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan kuis dengan baik. siswa diberi kuis secara individu yang mencakup topik materi yang telah dibahas. para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan berusaha mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan dikelompok ahli. Selanjtunya materi tersebut didiskusikan. mempelajari serta memahami setiap masalah yang dijumpai sehingga perwakilan tersebut dapat memahami dan menguasai materi tersebut. Setelah pembahasan selesai. Dampak Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Kelompok Asal 1 2 1 2 1 2 1 2 3 4 3 4 3 4 3 4 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Kelomok Ahli Gambar. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 85 .Gambar. bertemu dengan topik yang sama dalam kempok ahli untuk berdiskusi dan membahas metari yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut. Para anggota dari kelompok asala yang berbeda.

misal jika ada anggota yang hanya membonceng dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pasif dalam diskusi.2. sehingga perlu waktu merubah possi yang dapat juga menimbulkan gaduh. 3) Membutuhkan waktu yang lebih lama terelebih bila ada penataan ruang yang belum terkondisi dengan baik. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 86 . 2) Jika jumlah anggota kelompok kurang akan menimbulkan masalah. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigwas a) Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah: 1) Mengembangkan hubungan antar pribadi positif siswa yang dimiliki kemampuan belajar berbeda 2) Menerapkan bimbingan sesama teman 3) Rasa menghargai yang lebih tinggi 4) Memperbaiki kehadiran dan keaktifan siswa 5) Penerima terhadap perbedaan individu 6) Sikap apatis berkurang 7) Pamahaman materi lebih mendalam 8) Meningkatkan motivasi belajar b) Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah: 1) Jika guru tidak meningkatkan agar siswa selalu menggunakan keterampilanketerampilan kooperatif dalam kelompok masing-masing maka dikhawatirkan kelompok akan macet.

Suatu komunikasi dikatakan berhasil kalau pesan yang disampaikan pembicara atau penulis dapat dipahami penyimak atau pembaca persis sama seperti yang dimaksudkan pembicara atau penulis tersebut. Oleh karena itu. serta penyalur gagasan. kepedulian sosial. kerja.G. dan bermasyarakat. pergaulan. penumbuhan apresiasi budaya. seorang pemuka agama pastilah juga mempunyai kemampuan berbicara yang baik. Ketepatan mengungkapakan gagasan pendapat dan perasaan dipengaruhi oleh penggunaan bahasa yang efektif. seorang guru pun dituntut untuk dapat berbicara dengan baik agar siswa dapat menerima pelajaran dengan baik. oleh karena itu kita harus terampil berbahasa supaya komunikasi berjalan lancar. imajinasi dan ekspresi secara kreatif dan konstruktif baik secara lisan maupun tulis. tepat dan sesuai dengan kaidah ketatabahasaan yang berlaku. Kesulitan yang dialami siswa dalam berbicara dapat Belajar dan Model-Model Pembelajaran 87 . Kesulitan pokok yang dihadapi siswa dalam berbicara adalah menghubungkan berbagai ide yang dimiliki untuk membangun suatu pemahaman dan penyampaian yang baik dan menarik. Seorang presiden pastilah orang yang pandai dalam berbicara. peningkatan rasa kemanusiaan. Hal itu terjadi karena memang berbicara merupakan hal yang sangat penting dalam pencapaian cita-cita. Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa saat ini lebih di tekankan pada fungsi bahasa artinya bahasa sebagai alat komunikasi. pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan keterampilan siswa berkomunikasi dan fungsi utama sastra sebagai sebagai penghalus budi. Keterampilan berbicara sangat berperan dalam kehidupan manusia di lingkungan sekolah. hampir dapat dipastikan setiap orang yang sukses pasti memiliki kemampuan berbicara yang baik. Kemampuan atau keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan gagasan pendapat dan perasaan pada pihak lain secara lisan. Peran penting penguasaan keterampilan berbicara sangat tampak di semua lingkungan . Metode Pembelajaran Debate Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif.

kelompok pertama diminta untuk selalu setuju ( kelompok pro ) terhadap masalah yang diberikan sedangkan kelompok yang kedua diminta untuk selalu tidak setuju ( kelompok kontra ) terhadap masalah yang diberikan. Salah satu model pembelajaran yang mungkin dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak adalah model pembelajaran debat. faktor guru juga sangat berpengaruh khususnya dalam proses pembelajaran. Melihat pentingnya kemampuan berbicara dalam kehidupan sehari-hari tentulah dalam membelajarkan kemampuan berbahasa aspek berbicara diperlukan metode dan atau model pembelajaran yang bervariasi. Model pembelajaran debat mengarahkan siswa untuk berbicara dengan beradu argumen dari dua kelompok yang telah disetting untuk selalu beda pendapat. 1. dan sikap siswa yang meremehkan kegiatan berbicara. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 88 . kemudian siswa yang telah dibagi menjadi dua kelompok diminta untuk memberi tanggapan. Kevariasian ini dilakukan untuk menemukan model yang paling cocok doterapkan pada siswa tertentu dan dalam kondisi tertentu pula. pertama kelompok kontra diberi kesempatan untuk menolak atau tidak setuju dengan ilustrasi yang diberikan dengan memberikan alasan-alasan yang logis dari berbagai sudut pandang. Setelah itu kelompok pro diminta untuk menyanggah apa yang telah disampaikan oleh kelompok kontra juga dengan pemberian alasan-alasan yang logis. Pertama-tama masalah yang akan diperdebatkan dibacakan dengan pemberian beberapa ilustrasi yang sudah terjadi. Selain itu. diantaranya faktor pada diri siswa yaitu pemahaman siswa masih kurang terhadap keterampilan berbicara.dipengaruhi oleh beberapa faktor. Lebih jelasnya pembelajaran model Debat dilakukan dengan pemberian materi berupa masalah yang sedang hangat dibicarakan saat itu. Pengertian Model Pembelajaran Debate Model pembelajaran debat merupakan model pembelajaran berbicara yang tidak hanya monoton satu arah. Dalam pelaksanaanya dua kelompok tersebut akan mempertahankan pendapatnya sesuai apa yang telah di setting.

Langkah-langkah Pembelajaran Debate Langkah-langkah dalam pembelajaran debate adalah sebagai berikut: a. karena apabila sudah terjadi perdebatan setiap kelompok tidak ada yang mau mengalah dan semakin lama perdebatan akan semakin memanas sehingga kehadiran seorang pembimbing sangat diperlukan. c. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lain kontra b. Pada dasarnya. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas. Metode debat juga merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Dalam pelaksanaan model pembelajaran debat ini sangat diperlukan seorang pembimbing untuk mengendalikan keadaan kelas. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Setelah selesai membaca materi guru menunjukkan salah satu anggotanya kelompok pro untuk bicara saat itu ditanggapi atau diulas oleh kelompok Belajar dan Model-Model Pembelajaran 89 . yaitu kelompok pro berubah menjadi kelompok kontra dan begitu juga sebaliknya.Proses debat tersebut dilakukan secara terus menerus sehingga siswa benarbenar berfikir semaksimal mungkin kemudian mengungkapkanya di depan forum. Untuk menghindari kebosanan kedua kelompok diadakan pertukaran posisi dan permasalahan yang berbeda-beda. Yang diharuskan bagi para peserta debat adalah tidak diperkenankan menggunakan kata-kata yang kasar atau tidak baik agar siswa terlatih untuk berbicara dengan baik dan teratur. 2.

Kegitan tersebut di ulang terus secara bergantian dan peran kelompok juga dirubah dari yang semula kelompok pro menjadi kelompok kontra dan sebaliknya juga. Pembacaan informasi atau masalah yang akan diperdebatkan. d. setelah itu kelompok yang satunya diberi kesempatan untuk menyanggah pendapat dari kelompok yang satunya. yang terdiri dari kelompok pro dan kontra. c. Guru menambah konsep / ide yang belum terungkap f. Proses pembelajaranya dimulai dengan pemberian masalah berupa informasi kontroversial yang sedang hangat dibicarakan dengan memberikan ilustrasi terhadap masalah tersebut kemudian salah satu kelompok diberi kesempatan memberi tanggapan terhadap ilustrasi tersebut. Kelompok kontra kembali menyanggah untuk mempertahankan pendapat mereka. e. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Dari data-data di papan tersebut guru mengajukan siswa membuat kesimpulan rangkuman yang mengacu pada topic yang ingin dicapai. d. Langkah-langkah penerapan pembelajaran model ini yaitu pertama-tama siswa diberi tahu tentang aturan main dari model debat ini. guru menjelaskan tentang kompetensi dasar yang akan dipelajari. dan kelompok pro pun mempertahankan pendapat mereka dengan berbagai argumen yang dimiliki.kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa menemukakan pendapatnya. Menyuruh kelompok kontra untuk menanggapi informasi tersebut. b. tentunya dalam bentuk sanggahan. Setelah kelompok dibagi. Menyuruh kelompok pro untuk menanggapi pernyataan dari kelompok kontra. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 90 . Pelaksanaan langkah-langkah metode pembelajaran debate misalnya sebagai berikut: a. Siswa dibagi dalam dua kelompok besar.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran 91 . kelompok diadakan pergantian yaitu kelompok pro diubah menjadi kelompok kontra. Setelah kegiatan debat selesai siswa diminta menanggapi dan mengevaluasi cara penyampaian pendapat yang diberikan oleh siswa dalam kegiatan debat tersebut. Dalam pembelajaran berbicara dengan model debat akan lebih menarik apabila pembimbing dapat menguasai emosi peserta. Adapun kekurangan dari metode ini adalah ketika menyampaikan pendapat saling berebut. menyenangkan. melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat. f. melatih siswa untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan oleh guru. Dengan pembimbing mengguasai emosi peserta dia akan mudah membuat debat tersebut menjadi sangat menarik. g. Kelebihan dan Kelemahan Metode Pembelajaran Debate Kelebihan dari model pembelajaran debat adalah memantapkan pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan. Selain itu dia juga dapat dengan mudah merangsang siswa untuk berpikir kritis dan spontan yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengungkapan secara lisan yang secara langsung merangsang kemampuan berbicara anak. Dengan sering diadakanya kegiatan ini siswa akan menjadi terbiasa untuk berbicara secara terstuktur dan terkonsep dengan baik. saling adu argumen yang tidak kunjung selesai bila guru tidak menengahi. 3. h. dan ramai. Guru yang bertindak sebagai pembimbing di sini juga memberikan evaluasi terhadap kegiatan dan cara mengemukan pendapat siswa dalam kegiatan debat. dan sebaliknya. Pembacaan masalah lain yang harus ditanggapi oleh tiap kelompok dan seterusnya.e. Setelah dirasa cukup. siswa yang pandai berargumen akan selalu aktif dan yang kurang pandai berargumen hanya diam dan pasif.

Kegiatan tersebut biasanya spontan tanpa dipersiapkan atau dilatih terlebih dahulu. fantasi. Murid diperlakukan sebagai subyek pembelajaran. Latar belakang dari sesuatu situasi didiskusikan dan kemudian bagian-bagian yang ada diseleksi. pura-pura. Model Pembelajaran Role Playing Role playing atau bermain peran adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan. 1967. Kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa menggunakan kostum atau naskah cerita tertentu. imajinasi. titik tekanannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi. dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun (Vygotzky. secara aktif melakukan praktik-praktik berbahasa (bertanya dan menjawab) bersama teman-temannya pada situasi tertentu.H. Main peran disebut juga main simbolik. Dan sesudah sosiodrama berlangsung masing-masing individu mendiskusikan bagaimana perasaan-perasaan mereka. Pada metode bermain peranan. sosial. aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang (Jill Hadfield. sangat penting untuk perkembangan kognisi. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. 1963). Erikson. Belajar efektif dimulai dari lingkungan yang berpusat pada diri murid Belajar dan Model-Model Pembelajaran 92 . 1986). Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. 2000). meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas. Selain itu. atau main drama. Naskah pendek yang dibawakan biasanya sudah mengandung situasi permasalahan. role playing sering kali dimaksudkan sebagai suatu bentuk aktivitas dimana pembelajar membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas dan memainkan peran orang lain (Basri Syamsu. Biasanya anak didik memilih di antara beberapa topik yang diberikan kepada mereka. make-believe. Dalam role playing murid dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan.

menanamkan kemampuan bertanggung jawab dalam bekerja sama dengan orang lain. E. karena tanpa adanya aktivitas. serta menjelaskan peran yang akan dimainkan. dapat menanamkan pengertian peranan orang lain pada kehidupan bermasyarakat. tahap ini peserta didik dan guru mendeskripsikan berbagai watak atau karakter. Tahap ini lebih banyak dimaksudkan untuk memotivasi peserta didik agar tertarik pada masalah karena itu tahap ini sangat penting dalam bermain peran dan paling menentukan keberhasilan. menghargai pendapat dan kemampuan orang lain. dan belajar mengambil keputusan dalam hubungan kerja kelompok. maka proses pembelajaran tidak mungkin terjadi. apa yang mereka suka. dan menghargai keputusan bersama. menjelaskan masalah. dalam pembelajaran murid harus aktif. menafsirkan cerita dan mengeksplorasi isu-isu. Jadi. Langkah-langkah Pembelajaran Role Playing Dengan mengutip dari Shaftel dan Shaftel. 2002). Metode role playing (bermain peranan) pada pengajaran yang direncanakan secara baik. Memilih peran Memilih peran dalam pembelajaran. Mulyasa (2003) mengemukakan tahapan pembelajaran bermain peran meliputi: 1. Menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik. Lebih lanjut prinsip pembelajaran memahami kebebasan berorganisasi. 1. 2. Menghangatkan suasana kelompok termasuk mengantarkan peserta didik terhadap masalah pembelajaran yang perlu dipelajari. bagaimana Belajar dan Model-Model Pembelajaran 93 . 2001). Bermain peran akan berhasil apabila peserta didik menaruh minat dan memperhatikan masalah yang diajukan guru. mereka akan lebih mudah menguasai apa yang mereka pelajari (Boediono. melakukan pemungutan suara terbanyak dan bersikap mau menerima kekalahan sehingga dengan melakukan berbagai kegiatan tersebut dan secara aktif berpartisipasi.(Departemen Pendidikan Nasional. Hal ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi masalah. murid akan lebih berhasil jika mereka diberi kesempatan memainkan peran dalam bermusyawarah.

5. dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi mengenai alternatif pemeranan. 8. Menyiapkan pengamat Menyiapkan pengamat. 6. dan apa yang seharusnya mereka perankan telah dicoba lakukan. Perubahan ini memungkinkan adanya perkembangan baru dalam upaya pemecahan masalah. Mungkin ada perubahan peran watak yang dituntut. 4. Diskusi dan evaluasi tahap dua Belajar dan Model-Model Pembelajaran 94 . Dalam hal ini guru perlu menilai kapan bermain peran dihentikan. Pemeranan ulang Pemeranan ulang. sebaiknya pengamat dipersiapkan secara matang dan terlibat dalam cerita yang akan dimainkan agar semua peserta didik turut mengalami dan menghayati peran yang dimainkan dan aktif mendiskusikannya. sesuai dengan peran masing-masing. Pemeranan Pada tahap ini para peserta didik mulai beraksi secara spontan. Dengan melontarkan sebuah pertanyaan. Diskusi dan evaluasi Diskusi akan mudah dimulai jika pemeran dan pengamat telah terlibat dalam bermain peran. Ada kalanya para peserta didik keasyikan bermain peran sehingga tanpa disadari telah mamakan waktu yang terlampau lama. dan apa yang harus mereka kerjakan. 3. Setiap perubahan peran akan mempengaruhi peran lainnya. para peserta didik akan segera terpancing untuk diskusi. Menyusun tahap-tahap peran Menyusun tahap-tahap baru. baik secara emosional maupun secara intelektual. tidak perlu ada dialog khusus karena para peserta didik dituntut untuk bertindak dan berbicara secara spontan. 7. pada tahap ini para pemeran menyusun garis-garis besar adegan yang akan dimainkan. Dalam hal ini. Pemeranan dapat berhenti apabila para peserta didik telah merasa cukup.mereka merasakan. kemudian para peserta didik diberi kesempatan secara sukarela untuk menjadi pemeran.

Semua pengalaman peserta didik dapat diungkap atau muncul secara spontan. Dapat menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 95 . Sangat menarik bagi siswa. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. teman dan sebagainya. dan dapat memetik butir-butir hikmah yang terkandung di dalamnya dengan penghayatan siswa sendiri 5. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Role Playing Berikut adalah kelebihan dari model pembelajaran role playing dalam kegiatan pembelajaran: 1. 6. Dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan profesional siswa. Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa.Diskusi dan evaluasi tahap dua. Membagi pengalaman dan mengambil kesimpulan Pada tahap ini para peserta didik saling mengemukakan pengalaman hidupnya dalam berhadapan dengan orang tua. 9. guru. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. hanya dimaksudkan untuk menganalisis hasil pemeranan ulang. 9. dan pemecahan masalah pada tahap ini mungkin sudah lebih jelas. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias 3. 8. 2. Disamping merupakan pengaman yang menyenangkan yang saling untuk dilupakan 2. Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi 4. 7. diskusi dan evaluasi pada tahap ini sama seperti pada tahap enam.

Penerapan Role Playing saat Proses Pembelajaran Metode role playing (bermain peranan) dalam proses belajar mengajar digunakan: 1. Berbagai bentuk permainan. ceritacerita sejarah. 11. kita beranggapan lebih baik didramatisasikan daripada diceritakan karena akan lebih jelas. 2. Salah satu tugas guru adalah membantu anak didik untuk bisa berlaku sebagaimana yang dilakukan oleh orang lain. biografi maupun cerita-cerita yang lain dapat membantu anak didik untuk mencapai keterampilan tersebut. jika tempat bermain sempit menjadi kurang bebas.10. Sering kelas lain terganggu oleh suara pemain dan para penonton yang kadangkadang bertepuk tangan. Apabila kita ingin melatih anak-anak agar mereka dapat menyelesaikan masalahmasalah yang bersifat sosial psikologis. 2. 3. 4. 2005:8485). yaitu: 1. dalam proses pembelajarannya role playing memiliki bebarapa kelemahan. (Nana Sudjana. Banyak memakan waktu. Apabila kita akan melatih anak-anak agar mereka dapat bergaul dan memberi pemahaman terhadap orang lain beserta masalahnya. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Melatih daya imajinasi siswa Selain memiliki kelebihan. Apabila kita ingin menerangkan suatu peristiwa yang di dalamnya menyangkut orang banyak. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 96 . dan sebagainya. Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang kreatif. Memerlukan tempat yang cukup luas. 3. 3. baik waktu persiapan dalam rangka pemahaman isi bahan pelajaran maupun pada pelaksanaan pertunjukan.

Petunjuk pelaksanaan role playing antara lain: 1. Mereka akan memerankannya dengan lebih baik apabila mereka sendiri yang memilih bagiannya. Diskusikan pelaksanaan sosiodrama tersebut. 6. Di dalam melaksanakan kegiatan sosiodrama yang pertama kali sebaiknya guru juga mengambil sesuatu peran. Sebaliknya. Diskusi bisa dimulai dari aktor atau aktris itu sendiri. Jika hal itu benar-benar dilaksanakan. Harap diingat bahwa guru jangan terlalu banyak memberikan aturan-aturan permainan. antara lain: 1.Bercerita tentang apa yang dirasakan orang lain kadang-kadang ada manfaatnya. Dalam penggunaan metode role playing ini ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil. tetapi jangan sampai membatasi anak didik tentang apa yang akan diutarakan dan bagaimana mereka menghayati perannya. Guru yang telah berhasil menggunakan sosiodrama akan beranggapan bahwa metode tersebut lebih baik dibanding metode-metode yang lain. maka situasi sosial yang didramatisasikan akan serupa benar dengan kejadian yang sesungguhnya. Guru Belajar dan Model-Model Pembelajaran 97 . Diskusikan terlebih dahulu situasi yang akan dimainkan. Biarkan anak didik menentukan sendiri. Ulangi situasi tersebut. Apa yang telah dipilih barangkali mempunyai arti tersendiri bagi dirinya. Hal itu akan sangat menguntungkan bagi para siswa yang menjadi penonton (sekaligus sebagai penilai). 2. Berikan kesempatan kepada anak didik untuk memilih peranannya sendiri. Usahakan situasi benar-benar jelas dan terang. 3. 7. guru justru memberikan kebebasan sepenuhnya kepada para siswa. 5. baik dengan bercerita yang sama maupun tidak. 4. Upayakan agar semua pihak bisa mengambil peranan. bagaimana perasaan mereka setelah bermain. Tindakan ini bisa menambah kegairahan anak untuk bermain peranan (role playing).

jika bahan itu cocok dengan para pemeran yang akan memerankannya. Bahan harus dipilih dengan cermat. 2. d. Bahan harus cukup mengandung sikap dan perbuatan yang akan didramatisasikan siswa. Bahan hendaknya tidak mengandung adegan-adegan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Setiap individu akan menghayati situasi sosial menurut caranya sendiri. semua harus diserahkan kepada pemeran yang bersangkutan. Apa yang akan ia lakukan. keputusan apa yang akan ia pilih jika ia berada dalam situasi sosial seperti itu. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 98 . Bahan Sesuatu yang didramatisasikan akan baik hasilnya. c. Bahan harus sesuai dengan perkembangan jiwa siswa. dapat bertingkah laku dan bersikap seperti dalam situasi sosial yang sesungguhnya. b. Siswa Dramatisasi ini akan berhasil kalau para siswa yang berperan dapat menjiwai situasinya. agama.Guru tidak boleh bersikap apriori. Bahan harus memperkaya pengalaman sosial siswa. Kriteria yang harus diperhatikan antara lain: a. kepribadian bangsa Indonesia. 3.

bukan diseputar disiplin ilmu. 3. 2002. selanjutnya disingkat PBL. PBL memiliki karakteristikkarakteristik sebagai berikut: 1. atau open ended melalui stimulus dalam belajar. 2. kemudian siswa memperdalam pengetahuannya tentang apa yang mereka telah ketahui dan apa yang mereka perlu ketahui untuk memecahkan masalah tersebut. menuntut siswa untuk mendemontrasikan apa yang telah mereka pelajari dalam bentuk suatu produk atau kinerja. merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. memberikan tanggung jawab yang besar kepada siswa dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri. belajar dimulai dengan suatu masalah. mengorganisasikan pelajaran diseputar masalah. 4. menggunakan kelompok kecil. Pembelajaran dengan model PBL dimulai oleh adanya masalah (dapat dimunculkan oleh siswa atau guru). (1997). Siswa dapat memilih masalah yang dianggap menarik untuk dipecahkan sehingga mereka terdorong Belajar dan Model-Model Pembelajaran 99 . Model Pembelajaran Based Learning Pembelajaran berbasis masalah (Probelem-based learning). Fogarty(1997) menyatakan bahwa PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada siswa (siswa/mahasiswa) dengan masalah-masalah praktis.I. dkk. memastikan bahwa masalah yang diberikan berhubungan dengan dunia nyata siswa/mahasiswa..1993). dan 6. Lebih lanjut Boud dan felleti. PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah (Ward. Stepien. berbentuk ill-structured. 5.

Pengalaman ini sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dimana berkembangnya pola pikir dan pola kerja seseorang bergantung pada Belajar dan Model-Model Pembelajaran 100 . Keadaan tersebut menunjukkan bahwa model PBL dapat memberikan pengalaman yang kaya kepada siswa. Pada kondisi tersebut diperlukan peran guru sebagai fasilitator untuk mengarahkan siswa tentang konsep apa yang diperlukan untuk memecahkan masalah dan apa yang harus dilakukan. Dalam model PBL. penggunaan PBL dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang apa yang mereka pelajari sehingga diharapkan mereka dapat menerapkannya dalam kondisi nyata pada kehidupan sehari-hari 1. Oleh sebab itu. Dengan kata lain. fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut. Bila pertanyaan-pertanyaan tersebut telah muncul dalam diri siswa maka motivasi intrinsik mereka untuk belajar akan tumbuh. Alasan Problem Based Learning digunakan PBL merupakan model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka kerja teoritik konstruktivisme. Jika pembelajaran dimulai dengan suatu masalah dan masalah tersebut bersifat kontekstual. maka dapat terjadi ketidaksetimbangan kognitif pada diri siswa. Dari paparan tersebut dapat diketahui bahwa penerapan PBL dalam pembelajaran dapat mendorong siswa/mahasiswa mempunyai inisiatif untuk belajar secara mandiri.berperan aktif dalam belajar. siswa tidak saja harus memahami konsep yang relevan dengan masalah yang menjadi pusat perhatian tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berhubungan dengan keterampilan menerapkan metode ilmiah dalam pemecahan masalah dan menumbuhkan pola berpikir kritis. Keadaan ini dapat mendorong rasa ingin tahu sehingga memunculkan bermacammacam pertanyaan.Masalah yang dijadikan sebagai fokus pembelajaran dapat diselesaikan siswa melalui kerja kelompok sehingga dapat memberi pengalaman-pengalaman belajar yang beragam pada siswa seperti kerjasama dan interaksi dalam kelompok.

yaitu: 1. merencanakan penerapan pemecahan masalah. Implementasi Ada beberapa cara menerapkan PBL dalam pembelajaran. melakukan tindakan (action) untuk memecahkan masalah. 4. mengidentifikasi masalah. dan 8. Adapun langkah-langkah model pembelajaran ini bagi guru adalah sebagai berikut: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 101 . menganalisis data. mengumpulkan data. dan 3. 7. belajar model peraturan orang dewasa (adult role behaviors).bagaimana dia membelajarkan dirinya. Langkah-langkah pemecahan masalah dalam pembelajaran PBL paling sedikit ada delapan tahapan (Pannen. Pemecahan masalah dalam PBL harus sesuai dengan langkahlangkah metode ilmiah. memecahkan masalah berdasarkan pada data yang ada dan analisisnya. 6. 2. Masalah tersebut dapat berasal dari siswa/mahasiswa atau mungkin juga diberikan oleh pengajar. ketrampilan belajar mandiri (skills for independent learning). Oleh sebab itu. penggunaan PBL dapat memberikan pengalaman belajar melakukan kerja ilmiah yang sangat baik kepada siswa/mahasiswa. 2. 2001). 3. Siswa/mahasiswa akan memusatkan pembelajaran di sekitar masalah tersebut. siswa belajar teori dan metode ilmiah agar dapat memecahkan masalah yang menjadi pusat perhatiannya. Dengan demikian siswa/mahasiswa belajar memecahkan masalah secara sistematis dan terencana. dengan arti lain. 2. Lebih lanjut Arends (2004) menyatakan bahwa ada tiga hasil belajar (outcomes) yang diperoleh siswa yang diajar dengan PBL yaitu: 1. memilih cara untuk memecahkan masalah. inkuiri dan ketrampilan melakukan pemecahan masalah. 5. Secara umum penerapan model yaitu dengan adanya masalah yangharus dipecahkan atau dicari pemecahannya oleh siswa/mahasiswa. melakukan ujicoba terhadap rencana yang ditetapkan.

2. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. 4. jadwal. hipotesis. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. tugas. pemecahan masalah. 5. dll). 3. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. pengumpulan data. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan.1. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 102 .

MP. Almasdi Syahza. Tersedia: http://repository. [Online]. Tersedia: http://www. Pengaruh Bermain Peran (Role Playing) dalam Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris. 2012. teori-teori belajar.com/category/model-pembelajaran-roleplaying/ (20 Mei 2012) Dahar Ranta Willis Pof. Tersedia:http://andi1988.google.com [7 Maret 2012] Rosyid. Pembelajaran Kontekstual. SE.wordpress. Tersedia: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 103 .com/rumrosyid/d/45080023/28-TeoriKoneksionisme [10 Maret 2012] Rulam. Tersedia: http://sharingkuliahku.co.doc&ei=RbZWT9uGGsnprQfyk8S1Bw&usg=AFQjCNGkyC_amh 54NCSlSd3-_4ZWktMyaQ [7 Maret 2012] Rizcha.edu/operator/upload/s_d0251_060231_chapter2. Prof.com %2F2008%2F02%2Fteori-belajarbehavioristik.go. [Online]/ Tersedia: kompasiana. U.kemenag.. Kolaborasi Teori dalam Pendidikan Pragmatisme. Dr. Rum. 2010.SC. (2009). Msi.S.id/file/dokumen/modeljigsaw. Teori Belajar Behavioristik. [Online]. Triman. [Online]. (2005).wordpress.id/url?sa=t&rct=j&q=koneksinimisme&source=web&cd= 2&ved=0CCsQFjAB&url=http%3A%2F%2Ftrimanjuniarso. Model-Model Pembelajaran Berbasis Paikem. (2011).com/2009/01/28/teori-teori-belajar-2/ [10 Maret 2012] Anonim.. Riau Fadhly.scribd. _______. Model Pembelajaran Role Playing. (2011).pdf [18 Mei 2012] Hidayat. Tersedia:http://www.1989. [Online]. Mitri Irianti. Jakarta : Erlangga Dra. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. 2011. Bergesernya Teori-Teori Belajar. Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw.pdf [6 Juni 2012] Anonim. Fertina.DAFTAR PUSTAKA Andi. [Online]. Teori-Teori Belajar.M. Dr.wordpress. 2011.upi. [Online].files. Tersedia: http://sumsel. Bandung: CV Siliwangi & CO Juniarso. [Online].

Belajar dan Model-Model Pembelajaran 104 .http://www..2000. kumpulan-nahan diklat nasional guru biologi SMU. Model Pakem. Tidak diterbitkan. [On Line] Tersedia http://www. Bandung : Pusat pengembangan penataran guru IPA. ____.html#ixzz16klc4gPi September 2011) : (08 .infodiknas. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning). Dasna. 2010. 2007. Problem Based Learning: Suatu Metode Model Pembelajaran untuk Mengembangkan dan Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah.com/2010/03/model-pakem.____. _____. Tidak diterbitkan.vilila.com/207-pengaruh-bermain-peran-role-playing-dalammeningkatkan-pembelajaran-bahasa-inggris/ (20 Mei 2012) Sudarman. Wayan I.

juara kelas setiap semester. Posisi yang selalu diamanatkan kepadanya. juara 1 lomba Danton Paskibra antar kelas. Berbekal nilai hasil UAN yang memuaskan pada tahun 2004 dia berhasil diterima di SMPN 9 Bandung (2004-2007). Menempuh pendidikan SD (1998-2004) di SDN Cibeureum 8. Di SMA dia mulai di OSIS dan menjadi panitia diberbagai acara. ia rajin berkunjung ke perpustakaan. Dari kegemarannya itulah ia mulai senang menulis puisi. Tidak banyak yang bisa diceritakan tentang kehidupan SMP-nya karena dia sama seperti siswa-siswi SMP lainnya yang mematuhi peraturan sekolah dan berteman dengan banyak orang. dia tetap bangga dengan apa yang didapatkannya karena semua murni hasil usahanya sendiri. lahir di Bandung pada 11 Januari 1992. Kehidupan SMA-nya cukup menarik. akhirnya dia tertarik dengan salah satu SMA swasta di Bandung dan dia berhasil diterima di SMA Angkasa Husein Sastranegara (2007-2010). sampai juara 3 lomba musikalisasi puisi antar kelas. Diakhir pendidikan SMP-nya. Akan tetapi. Jadi. ia menyenangi bacaan fiksi. pernah bolos pelajaran Bahasa Sunda. dia mendapatkan hasil UAN yang begitu mepet dengan passing gread SMA Negeri di Bandung. Entah apa Belajar dan Model-Model Pembelajaran 105 .RIWAYAT HIDUP PENYUSUN Anja Wulan Sari. Semasa SD-nya dia dikenal sebagai sosok murid yang rajin dan patuh. mulai dari dihukum berlari keliling sekolah. tidak jauh dari sekretaris atau bendahara. tidak heran gelar murid teladan pernah disandangnya. Melihat hasil UAN yang peluangnya kecil unuk diterima di SMA Negeri. Walau puisinya tidak sebagus punjangga tapi karyanya merupakan kepuasan batin tersendiri baginya. Selama SMP.

Perjalanan memilih universitas pun penuh perjuangan. dia mulai disibukan dengan tes masuk universitas. Mulai dari gagal seleksi PMDK UPI. gagal UM UPI. Selesai mengenyam pendidikan SMA.alasanya tapi dua posisi inilah yang selalu dikaitkan dengan siswi berpenampilan sederhana ini. gagal UM Poltekes Depkes Bandung sampai akhirnya berhasil diterima melalui jalur SNMPTN di Universitas Pendidikan Indonesia di Jurusan Pendidikan Teknologi Agroindustri (2010-sekarang). ****** Belajar dan Model-Model Pembelajaran 106 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.