Belajar dan Model-Model Pembelajaran

1

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Allah Swt. karena atas izin dan rahmat-Nya lah penyusun dapat menyelesaikan tugas pembuatan buku dalam Mata Kuliah Media Pembelajaran PTAG. Penyusun banyak berterima kasih kepada Dr. Sri Handayani, MPd. sebagai dosen Mata Kuliah Media Pembelajaran yang telah membimbing dalam pengerjaan tugas ini, serta teman-teman Jurusan Pendidikan Teknologi Agroindustri 2010 yang turut membantu dalam penyelesaian tugas ini. Judul buku ini adalah “Belajar dan Model-Model Pembelajara”. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas semester padat mata kuliah Media Pembelajaran PTAG. Dalam proses penyusunan buku ini, penyusun menyadari masih banyak kekurangan. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak untuk perbaikan buku ini. Penyusun berharap buku ini dapat menunjang pembelajaran Media Pembelajaran PTAG dan dapat bermanfaat bagi semua orang. Akan tetapi, penyusun menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam buku ini. Oleh karena itu penyusun menerima saran dan kritik agar dapat membuat buku yang lebih bagus lagi.

Bandung, Agustus 2012

Penyusun 

.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

i

DAFTAR ISI

Daftar Isi ..................................................................................................... i Kata Pengantar .......................................................................................... ii

BAB I TEORI BELAJAR ....................................................................... 1 A. Teori Belajar Behavioristik ............................................................. 3 B. Teori Belajar Kognitivisme ............................................................ 6 C. Teori Belajar Konstruktivisme ........................................................ 9 D. Teori Belajar Humanistik ................................................................ 11 BAB II TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI .......................... 16 A. Teori Belajar Menurut J.B. Bruner ................................................. 17 B. Teori Koneksionisme ...................................................................... 26 C. Teori Belajar Skinner ...................................................................... 33 D. Teori Belajar Piaget ........................................................................ 41 BAB III MODEL_MODEL PEMBELAJARAN .................................... 47 A. Model PAKEM ............................................................................... 48 B. Model Pembelajaran Example non Example .................................. 56 C. Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning .................... 62 D. Model Pembelajaran Number Head Together ............................... 73 E. Model Pembelajaran Project Work ................................................. 76 F. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw ......................................... 81 G. Model Pembelajaran Debate ........................................................... 87 H. Model Pembelajaran Role Playing................................................... 92 I. Model Pembelajaran Based Learning ............................................. 99 Daftar Pustaka ............................................................................................ 103

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

ii

Bab 1 TEORI BELAJAR Belajar dan Model-Model Pembelajaran 1 .

nilai. meningkatkan. keterampilan. dan lingkungan dan pengalaman untuk memperoleh. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan bagaimana otak bekerja dalam mempelajari sesuatu. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 2 .I TEORI BELAJAR Dalam psikologi dan pendidikan. tetapi mengarahkan perhatian kita pada variabel yang penting dalam menemukan solusi. Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis dari teori teori belajar ini. Secara garis besar. 1995). Pendekatan ini melibatkan ide yang bertentangan dengan tujuan dan proses pembelajaran dan pendidikan juga peran para pendidik dalam mengajar. Salah satunya adalah dalam menyediakan kita dengan kosa kata dan kerangka kerja konseptual untuk menafsirkan contoh pembelajaran yang kita amati. yaitu. Yang lainnya adalah dalam mengusulkan dimana kita seharusnya mencari solusi untuk masalah praktis. Hal ini juga dianggap sebagai cara di mana informasi diserap. humanis dan sosial/situasional. behaviorisme hanya berfokus pada aspek-aspek obyektif yang diamati pada proses pembelajaran. Teori-teori tidak memberikan solusi. dan pandangan dunia (Illeris. Teori belajar memiliki dua nilai utama menurut Hill (2002). yaitu. pembelajaran secara umum didefinisikan sebagai proses yang menyatukan pengaruh kognitif. dan (3) kontruktivisme. atau membuat perubahan dalam pengetahuan seseorang. Merriam dan Caffarella (1991) menyoroti empat pendekatan atau orientasi untuk belajar. Ormrod. 2004. Teori Belajar adalah hipotesis rumit yang menggambarkan bagaimana sebenarnya prosedur ini terjadi. (1)behaviorisme. (2) kognitivisme. diproses. emosional. dan disimpan. Sedangkan teori konstruktivisme mengemukakan bahwa belajar sebagai proses saat peserta didik secara aktif membangun ide-ide baru dalam belajar. behavioris. cognitivist.

Teori belajar behavioristik menjelaskan belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak. asosiasi. 1. Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak. Mendidik pada dasarnya Belajar dan Model-Model Pembelajaran 3 . Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-respon. mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukumhukum mekanistik. berupa reaksi fisik terhadap stimulans.A. diukur dan dinilai secara konkret. sifat dan kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon). Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Teori Belajar Behavioristik Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Classical Conditioning oleh Ivan Pavlov yang menyimpulkan bahwa sesuatu yang di pelajari dapat di kembalikan kepada stimulus respon. Ciri-Ciri Teori Behavioristik : a) b) c) Mementingkan faktor lingkungan Menekankan pada faktor bagian Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif d) e) Sifatnya mekanis Mementingkan masa lalu Teori behaviouristik ini memiliki beberapa cabang teori yang menekankan pembelajaran pada titik yang berbeda-beda yaitu. Belajar berarti penguatan ikatan.

Apabila kita menganalisis tingkah laku yang kompleks. Berpikir harus merupakan tingkah laku senso motoris dan berbicara dalam hati adalah tingkah laku berfikir. dan cinta. Tingkah laku dan Afektif. Reaksi instinktif atau kodrati yang di bawa sejak lahir jumlahnya sedikit sekali. dalam teori ini di sebutkan bahwa ada dua macam respon. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar. Pendapat yang di kemukakan yaitu : a.beliau mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon. 3. 2. Perasaan senag dan tidak senang merupakan reaksi senso motoris. Teori stimulus dan respon. e. Adanya kesan motoris di tujukan terhadap berbagai stimulus. yaitu : a. b. Teori Behaviorisme Watson. c.Teori ini di pelopori oleh Skinner. Stimulus merupakan situasi objektif dan respon merupakan reaksi subjektif individu terhadap stimulus. Respondent response. Pengamatan dan kesan. sedangkan kebiasaan – kebiasaan yang terbentuk dalam perkembangan di sebabkan oleh latihan dan belajar. Di temukan tiga reaksi emosional yang di bawa sejak lahir. namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Hal ini di lakukan berulang – ulang agar hubungan stimulus dan respon semakin kuat. Teori berpikir. marah. yaitu : takut. namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. d.adalah memberikan stimulus yang memberi respon sesuai yang kita inginkan. Penganut aliran ini lebih suka memilih untuk tidak memikirkan hal – hal yang tidak bisa diukur. akan di temukan rangkaian unit stimulus dan respon yang disebut reflex. Pengaruh Lingkungan tehadap perkembangan individu. Operant Conditioning . meskipun mereka tetap mengakui bahwa semua hal itu penting. Respon ini di timbulkan oleh perangsang – perangsang tertentu yang disebut electing stimuli yang sifatnya relative tetap dan terbatas Belajar dan Model-Model Pembelajaran 4 . Perasaan.

Oleh karena itu. atau Belajar dan Model-Model Pembelajaran 5 . misalnya saja seorang anak belajar. haus. usaha utk menggeneralisasi hasil eksperimen secara berlebihan. tidur. Respon ini merupakan bagian yang tebesar dari pada tingkah laku manusia dan kemungkinannya untuk di modifikasi tak terbatas. belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. meskipun sering digunakan dalam berbagai eksperimen 5. dan (3)partikularistic. b. Menurut Thorndike. Mengemukakan konsep pokok teorinya yang sangat di pengaruhi oleh teori evolusi Darwin. dalam teori Hull. yang dapat pula berupa pikiran. Menurut Hull. Teori Systematic Behavior Clark Hull. Teori ini tidak banyak dipakai dalam dunia praktis karena (1)dianggap terlalu kompleks dan sulit dimengerti. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran. Teori Koneksionisme Thorndike. (2)idenya tentang proses internal dianggap abstrak dan sulit dibuktikan melalui eksperimen empiris. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar. Titik berat teori Skinner adalah pada respon kedua ini. meskipun menghasilkan respon yang berbeda–beda bentuknya. dan sebagainya.serta hubungan antara stimulus dan respons sudah pasti sehingga kemungkinan untuk di modifikasi kecil. perasaan. Operant response. Respon yang timbul dan berkembangnya di ikuti oleh perangsang–perangsang tertentu. yamg biasa di sebut dengan reinforcing stimuli atau reinforcer. Dia berpendapat bahwa tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup. 4. kebutuhan dikonsepkan sebagai dorongan (drive). kemudian memperoleh hadiah sehingga ia akan lebih giat lagi belajar. atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. seperti lapar. Perangsang tersebut memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme sehingga sifatnya mengikuti. perasaan. Stimulus hampir selalu di kaitkan dengan kebutuhan biologis ini. berarti responnya menjadi lebih kuat / intensif. misalnya makanan yang menimbulkan air liur. kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis menempati posisi sentral.

di perlukan pemberian stimulus yang sering agar hubungan menjadi lebih langgeng. seseorang yang memiliki kebiasaan merokok sulit di tinggalkan. Dalam hal ini apabila binatang terkurung. dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. maka binatang itu sering melakukan bermacam kelakuan. Teori Belajar Kognitivisme Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. mengemukakan teori kontinguiti yang memandang bahwa belajar merupakan kaitan asosiatif antara stimulus tertentu dan respon tertentu. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 6 . Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit. atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Oleh karena itu. Menurutnya suatu hukuman yang di berikan pada waktu yang tepat. Selanjutnya Edwin Guthrie berpendapat bahwa hubungan antara stimulus dan respon merupakan faktor kritis dalam belajar. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionismeProsedur eksperimennya ialah membuat agar setiap binatang lepas dari kurungannya sampai ke tempat makanan. suatu respon akan lebih kuat apabila respon tersebut berhubungan dengan berbagai macam stimulus. tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Selain itu. yaitu yang dapat diamati. B.Guthrie juga mengemukakan bahwa hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. dan cepat atau lambat binatang itu tersandung pada palang sehingga kotak terbuka dan binatang itu lepas ke tempat makanan. 6. Sebagai contoh. akan mampu mengubah kebiasaan seseorang. menyimpan. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir. menggosokkan badannya ke sisi kotak. Model ini menekankan pada bagaimana sebuah informasi diproses. seperti menggigit. tetapi juga dengan stimulus lain seperti minum kopi. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran. Teori Edwin Gutrie.gerakan/tindakan. Hal ini dapat terjadi karena merokok bukan hanya berhubungan dengan satu macam stimulus.

Peneliti yang mengembangkan teori kognitif ini adalah Ausubel, Bruner, dan Gagne. Dari ketiga peneliti ini, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar. Bruner menitikberatkan pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan. Proses pembelajaran strategi kognitif merupakan proses reflection in action. Sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), guru memiliki posisi yang menentukan keberhasilan pembelajaran, karena fungsi utama guru ialah merancang, mengelola dan mengevaluasi pembelajaran (Gagne, 1974). Ausubel (1968) mengatakan bahwa guru bertugas mengalihkan seperangkat pengetahuan yang terorganisasikan sehingga pengetahuan tersebut menjadi bagian dari sistem pengetahuan siswa. Sejalan dengan itu, Kurikulum { KTSP } menegaskan bahwa kedudukan guru dalam kegiatan belajar mengajar sangat strategis dan menentukan. Strategis karena guru akan menentukan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. Menentukan karena gurulah yang memilah dan memilih bahan pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik. Salah satu faktor yang mempengaruhi guru dalam upaya memperluas dan memperdalam materi ialah rancangan pembelajaran yang efektif, efisien, menarik dan hasil pembelajaran yang bermutu tinggi dapat dilakukan dicapai oleh setiap guru. Menurut Snelbecker (1983 : 465), CDT (Center for the Development of Teaching) merupakan model preskripsi pembelajaran yang paling lengkap yang memperhitungkan teori pembelajaran behavioristik, teori pembelajaran humanistik dan teori pembelajaran kognitif. CDT juga memerhatikan fungsi kegiatan mental yang berhubungan dengan proses belajar yang diadopsi dari pandangan neo-behaviorist, agar tercapai suatu proses belajar (internal condition) diperlukan situasi belajar (external condition) tertentu sesuai dengan unjuk kerja belajar. Asumsi ini kemudian digunakan oleh CDT dalam penetapan tujuan belajar.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

7

Konsep yang diajukan teori pembelajaran humanistik terhadap individu siswa juga diadaptasi oleh CDT untuk mempreskripsikan cara membelajarkan siswa. Menurut Rogers (1983) dalam melaksanakan tugasnya di kelas, guru harus mampu memfasilitasi tumbuhnya kemamuan belajar siswa melalui motivasi. Begitu pula Maslow (1971), sebagai seorang tokoh psikologi humanistik, menentukan perlunya pemberian motivasi bagi tumbuhnya semangat belajar siswa. Pendapat dan prinsipprinsip pemberian motivasi dari dua tokoh psikologi humanistik ini digunakan oleh CDT dalam merancang strategi penyajian Keungulan CDT secara teoretis juga dibuktikan lewat berbagai penelitian. Hasil-hasil penelitian Merrill dan Tennyson (1982), Suhardjono (1990), dan Tugur (1991), semuanya menunjukkan bahwa CDT memiliki keunggulan dalam meningkatkan perolehan belajar pada performansi mengingat, menggunakan, dan mengembangkan, baik untuk tipe isi pelajaran yang berupa fakta, konsep, prosedur, maupun prinsip.
Tabel 1. Asumsi Umum Tentang Teori Belajar Kognitif Asumsi Pembelajaran sekarang berasal dari proses Pembelajaran sebelumnya Pembelajaran informasi melibatkan Penjelasan Siswa memiliki latar belakang dan motivasi yang berbeda sehingga mereka mengkonstruksi satu hal yang sama secara berbeda. proses Ini merupakan proses aktif yang mengacu pada pengetahuan siswa Pemaknaan Pemaknaan hubungan merupakan dikonstruksi refleksi dari pengalaman antara yang proses

hubungan

pembelajaran sebelumnya dengan yang baru. Kegiatan belajar mengajar menekankan Penekananya pada hubungan dan strategi pada kebermaknaan yang tujuanya

membantu siswa belajar bagaimana cara belajar.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

8

C. Teori Belajar Konstruktivisme
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran kontekstual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari ide dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih paham dan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Ciri-ciri teori Konstruktivisme
a) b)

Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke murid, kecuali hanya dengan keaktifan murid sendiri untuk menalar.

c)

Murid aktif megkontruksi secara terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah

d)

Guru sekedar membantu menyediakan saran dan situasi agar proses kontruksi berjalan lancar.
Struktur pembalajaran seputar konsep utama pentingnya sebuah pertanyaanSelain itu

yang paling penting adalah guru tidak boleh hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa . siswa harus membangun pengetahuan didalam benaknya sendiri. Seorang guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide dan dengan mengajak siswa agar

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

9

Para siswa harus dapat secara aktif mengasimilasikan dan mengakomodasi pengalaman baru kedalam kerangka kognitifnya Untuk mengajar dengan baik. Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadisituasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Latihan memecahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari. tetapi harus diupayakan agar siswa itu sendiri yang memanjatnya. namun seluruh atau sebagian siswanya tidak belajar sama sekali.menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar. Karena. Aplikasi dan Implikasi dalam Pembelajaran Setiap guru akan pernah mengalami bahwa suatu materi telah dibahas dengan jelas-jelasnya namun masih ada sebagian siswa yang belum mengerti ataupun tidak mengerti materi yang diajarkan sama sekali. sehingga pengetahuan materi yang dibangun atau dikonstruksi para siswa sendirisan bukan ditanamkan oleh guru.Kelebihan dan Kekurangan Konstruktivisme Belajar dan Model-Model Pembelajaran 10 . Guru hanya sebagai fasilitator. dan teman yang membuat situasi kondusif untuk terjadinya konstruksi engetahuan pada diri peserta didik. Guru dapat memberikan tangga kepada siswa yang mana tangga itu nantinya dimaksudkan dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi . Hal ini menunjukkan bahwa seorang guru dapat mengajar suatu materi kepada sisiwa dengan baik. menerangkan atau upaya-upaya sejenis untuk memindahkan pengetahuan pada siswa tetapi menciptakan situasi bagi siswa yang membantu perkembangan mereka membuat konstruksi-konstruksi mental yang diperlukan. hanya dengan usaha yangkeras para sisiwa sedirilah para siswa akan betul-betul memahami suatu materi yang diajarkan. mediator. Siswa perlu mengkonstruksi pemahaman yang mereka sendiri untuk masing-masing konsep materi sehingga guru dalam mengajar bukannya “menguliahi”. Tugas setiap guru dalam memfasilitasi siswanya. guru harus memahami model-model mental yang digunakan para siswa untuk mengenal dunia mereka dan penalaran yang dikembangkandan yang dibuat para sisiwa untuk mendukung model-model itu. Peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai dengan dirinya. Usaha keras seorang guru dalam mengajar tidak harus diikuti dengan hasil yang baik pada siswanya.

Kemahiran sosial diperoleh apabila berinteraksi dengan rekan dan guru dalam membina pengetahuan baru. teori ini lebih tertarik pada ide belajar dalam bentuknya yang paling ideal dari pada belajar seperti apa adanya. Dengan kata lain. Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengejukan pertanyaan dan mencari sendiri pertanyaannya. Teori apapun dapat dimanfaatkan asal tujuan untuk “memanusiakan manusia” (mencapai aktualisasi diri dan sebagainya) dapat tercapai. mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 11 . belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Teori Belajar Humanistik Dalam teori belajar humanistik proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman konsep secara lengkap. D. dalam kenyataan teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal. menjana idea dan membuat keputusan. Lebih menekankan pada proses belajar bagaimana belajar itu. siswa berbeda persepsi satu dengan yang lainnya.1. Meskipun teori ini sangat menekankan pentingya isi dari proses belajar. seperti apa yang bisa kita amati dalam dunia keseharian. Mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi pemikir yang mandiri. 2. Kelebihan Murid berfikir untuk menyelesaikan masalah. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya. mereka akan lebih faham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi. Adanya motivasi untuk siswa bahwa belajar adalah tanggung jawab siswa itu sendiri. Faham kerana murid terlibat secara langsung dalam mebina pengetahuan baru. bukan dari sudut pandang pengamatnya. Dalam teori belajar humanistik.. Kelemahan Dalam bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung. Selian itu murid terlibat secara langsung dengan aktif. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya.

Belajar akan cepat dan lebih bermakna bila bahan yang dipelajari relevan dengan kebutuhan siswa. Belajar lancer jika siswa dilibatkan dalam proses belajar 8. dan keinginan yang mendalam untuk mengeksplorasi dan asimilasi pengalaman baru. Teori Belajar Humanistik adalah suatu teori dalam pembelajaran yang mengedepankan bagaimana memanusiakan manusisa serta peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya. 1. Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam 9.Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya. (2). 6. Menurut hemat kami. Bila bancaman itu rendah terdapat pangalaman siswa dalam memperoleh cara. Manusia itu memiliki keinginan alamiah untuk belajar. Kepercayaan pada diri pada siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri 10. Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar Roger sebagai ahli dari teori belajar humanisme mengemukakan beberapa prinsip belajar yang penting yaitu: (1). yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. 4. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 12 . Belajar signifikan terjadi apabila materi plajaran dirasakan murid mempuyai relevansi dengan maksud tertentu 3. memiliki rasa ingin tahu alamiah terhadap dunianya. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya. Manusia mempunyai belajar alami 2. Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila ancaman itu kecil 5. Belajar yang bermakna diperolaeh jika siswa melakukannya 7. Prinsip-prinsip Teori Belajar Humanistik Beberapa prinsip Teori belajar Humanistik 1.

kreatifitas. memilih pilihannya sendiri. (4) belajar secara partisipasif jauh lebih efektif dari pada belajar secara pasif dan orang belajar lebih banyak bila belajar atas pengarahan diri sendiri. Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya daripada hasil belajar. Adapun proses yang umumnya dilalui adalah : 1. 3. dan (6) kebebasan. pikiran maupun perasaan akan lebih baik dan tahan lama. (5) belajar atas prakarsa sendiri yang melibatkan keseluruhan pribadi. Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri 4. Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas . Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis. Diharapkan siswa memahami potensi diri . kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa.(3) belajar dapat di tingkatkan dengan mengurangi ancaman dari luar. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 13 . jujur dan positif. melakukkan apa yang diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang ditunjukkan. mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif. memaknai proses pembelajaran secara mandiri 5. Aplikasi Teori Belajar Humanistik Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat. 2. Merumuskan tujuan belajar yang jelas 2. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran. Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para siswa sedangkan guru memberikan motivasi. dan kepercayaan diri dalam belajar dapat ditingkatkan dengan evaluasi diri orang lain tidak begitu penting.

6. Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk

bertanggungjawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya. 7. Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya 8. Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa Pembelajaran berdasarkan teori humanistik ini cocok untuk diterapkan. Keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjaadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau etika yang berlaku. 3. Implikasi Teori Belajar Humanistik Psikologi humanistik memberi perhatian atas guru sebagai fasilitator. Berikut ini adalah berbagai cara untuk memberi kemudahan belajar dan berbagai kualitas fasilitator. Ini merupakan ikhtisar yang sangat singkat dari beberapa (petunjuk): 1) Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas 2) Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum. 3) Dia mempercayai adanya keinginan dari masing-masing siswa untuk

melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi. 4) Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka. 5) Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

14

6) Di dalam menanggapi ungkapan-ungkapan di dalam kelompok kelas, dan menerima baik isi yang bersifat intelektual dan sikap-sikap perasaan dan mencoba untuk menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual ataupun bagi kelompok 7) Bilamana cuaca penerima kelas telah mantap, fasilitator berangsur-sngsur dapat berperanan sebagai seorang siswa yang turut berpartisipasi, seorang anggota kelompok, dan turut menyatakan pendangannya sebagai seorang individu, seperti siswa yang lain. 8) Dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya dan juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh siswa 9) Dia harus tetap waspada terhadap ungkapan-ungkapan yang menandakan adanya perasaan yang dalam dan kuat selama belajar 10) Di dalam berperan sebagai seorang fasilitator, pimpinan harus mencoba untuk menganali dan menerima keterbatasan-keterbatasannya sendiri. Ciri-ciri guru yang fasilitatif adalah : a) Merespon perasaan siswa b) Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang c) Berdialog dan berdiskusi dengan siswa d) Menghargai siswa e) Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan f) Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa (penjelasan untuk mementapkan kebutuhan segera dari siswa) g) Tersenyum pada siswa

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

15

Bab II TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI

Belajar dan Model-Model Pembelajaran

16

Jerome S. Teori Belajar Menurut J. yaitu memperoleh informasi baru. Bruner bersetuju dengan Piaget bahawa perkembangan kognitif kanak-kanak adalah melalui peringkatperingkat tertentu.B Bruner Jerome Bruner dilahirkan dalam tahun 1915. Pandangan terhadap belajar yang disebutnya sebagai konseptualisme instrumental itu. Beliau bertugas sebagai profesor psikologi di Universiti Harvard di Amerika Syarikat dan dilantik sebagi pengarah di Pusat Pengajaran Kognitif dari tahun 1961 sehingga 1972. Setelah itu. Jerome Bruner. didasarkan pada dua prinsip. Penelitiannya yang demikian banyak itu meliputi persepsi manusia. pemikir dan pencipta informasi. Walau bagaimanapun. belajar dan berfikir. Pendekatannya tentang psikologi adalah eklektik. seorang ahli psikologi yang terkenal telah banyak menyumbang dalam penulisan teori pembelajaran.II TEORI BELAJAR MENURUT PARA AHLI A. Bruner menganggap. Bruner adalah seorang ahli psikologi perkembangan dan ahli psikologi belajar kognitif. dan memainkan peranan penting dalam struktur Projek Madison di Amerika Syarikat. Bruner lebih menegaskan pembelajaran secara penemuan iaitu mengolah apa yang diketahui pelajar itu kepada satu corak dalam keadaan baru (lebih kepada prinsip konstruktivisme). proses pengajaran dan falsafah pendidikan. ia menganggap manusia sebagai pemroses. Dalam mempelajarai manusia. motivasi. transformasi pengetahuan. yaitu pengetahuan orang tentang alam didasarkan pada model-model Belajar dan Model-Model Pembelajaran 17 . bahwa belajar itu meliputi tiga proses kognitif. beliau menjadi seorang profesor Psikologi di Universiti Oxford di England. dan menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan.

ditinjau dari segi aktivasi. Pengalaman-pengalaman optimal bagi siswa untuk mau dan dapat belajar.mengenai kenyataan yang dibangunnya. dan mempunyai efek transfer yang lebih baik. Perincian urutan-urutan penyajian materi pelajran secara optimal. pengajaran didasarkan kepada perangsang murid terhadap konsep itu dengan pengetahuan sedia ada. sifat materi pelajaran dan perbedaan individu. Pengetahuan yang diperoleh melalui belajar penemuan bertahan lama. Belajar penemuan meningkatkan penalaran dan kemampuan berfikir secara bebas dan melatih keterampilan-keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah. Misalnya. 2. pemeliharaan dan pengarahan. dengan memperhatikan faktor-faktor belajar sebelumnya.kanak-kanak membentuk konsep segiempat dengan mengenal segiempat mempunyai 4 sisi dan memasukkan semua bentuk bersisi empat Belajar dan Model-Model Pembelajaran 18 . Teori instruksi menurut Bruner hendaknya mencakup: 1. Bentuk dan pemberian reinforsemen. ekonomi dan kuasa. Selain itu. 4. Penstrukturan pengetahuan untuk pemahaman optimal. Pertumbuhan itu menyangkut peningkatan kemampuan seseorang untuk mengemukakan pada dirinya sendiri atau pada orang lain tentang apa yang telah atau akan dilakukannya. tingkat perkembangan anak. Beliau berpendapat bahawa seseorang murid belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari. 3. Kanak-kanak membentuk konsep dengan mengasingkan benda-benda mengikut ciri-ciri persamaan dan perbezaan. Pertumbuhan itu tergantung pada bagaimana seseorang menginternalisasi peristiwa-peristiwa menjadi suatu ”sistem simpanan” yang sesuai dengan lingkungan. ditinjau dari segi cara penyajian. Menurut Bruner belajar bermakna hanya dapat terjadi melalui belajar penemuan. Pematangan intelektual atau pertumbuhan kognitif seseorang ditunjukkan oleh bertambahnya ketidaktergantungan respons dari sifat stimulus. dan model-model itu diadaptasikan pada kegunaan bagi orang itu.

teknik-teknik intelektual untuk sampai pada formulasi-formulasi tentatif tanpa melalui langkah-langkah analitis untuk mengetahui apakah formulasiformulasi itu merupaka kesimpulan yang sahih atau tidak. Menurut Bruner kesiapan terdiri atas penguasaan ketrampilan-ketrampilan yang lebih sederhana yang dapat mengizinkan seseorang untuk mencapai kerampilan-ketrampilan yang lebih tinggi.dan memasukkan bentuk-bentuk bersisi tiga kedalam kategori segitiga. Dalam teori belajarnya Jerome Bruner berpendapat bahwa kegiatan belajar akan berjalan baik dan kreatif jika siswa dapat menemukan sendiri suatu aturan atau kesimpulan tertentu. Tema kedua adalah tentang kesiapan untuk belajar. (2) tahap transformasi. Tema keempat adalah tentang motivasi atau keingianan untuk belajar dan cara-cara yang tersedia pada para guru untuk merangsang motivasi itu. dan (3) evaluasi. mencerna dan menganalisis pengetahuan baru serta ditransformasikan dalam bentuk baru yang mungkin bermanfaat untuk hal-hal yang lain. Dengan intuisi. 1. b) Model dan Kategori Pendekatan Bruner terhadap belajar didasarkan pada dua asumsi. yaitu tahap awal untuk memperoleh pengetahuan atau pengalaman baru. dapat dihubungkan satu dengan yang lain. Ciri khas Teori Pembelajaran Menurut Bruner a) Empat Tema tentang Pendidikan Tema pertama mengemukakan pentingnya arti struktur pengetahuan.kedalam kategori segiempat. yaitu tahap memahami. Hal ini perlu karena dengan struktur pengetahuan kita menolong siswa untuk untuk melihat. bagaimana fakta-fakta yang kelihatannya tidak ada hubungan. Dalam hal ini Bruner membedakan menjadi tiga tahap. Tema ketiga adalah menekankan nilai intuisi dalam proses pendidikan. Ketiga tahap itu adalah: (1) tahap informasi. Asumsi pertama adalah bahwa perolehan pengetahuan merupakan suatu proses interaktif. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 19 . yaitu untuk mengetahui apakah hasil tranformasi pada tahap kedua tadi benar atau tidak.

Dengan menghadapi berbagai aspek dari lingkungan kita. Asumsi kedua adalah bahwa orang mengkontruksi pengetahuannya dengan menghubungkan informasi yang masuk dengan informasi yang disimpan yang diperoleh sebelumnya. Cara penyajian enaktif ialah melalui tindakan. apakah dengan cara ekstrapolasi atau dengan mengubah bentuk lain. Dalam transformasi pengetahuan seseorang mempelakukan pengetahuan agar cocok dengan tugas baru. perubahan tidak hanya terjadi di lingkungan tetapi juga dalam diri orang itu sendiri. Ketiga proses itu adalah (1) memperoleh informasi baru. Informasi baru dapat merupaka penghalusan dari informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang atau informasi itu dapat dersifat sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang. Setiap model seseorang khas bagi dirinya. jadi bersifat manipulatif. suatu model alam (model of the world). Jadi. (2) transformasi informasi dan (3) menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan (Bruner. c) Belajar sebagai Proses Kognitif Bruner mengemukakan bahwa belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan. Dengan cara ini seseorang mengetahui suatu aspek dari kenyataan tanpa menggunakan pikiran atau kata-kata. Hampir semua orang dewasa melalui penggunaan tig sistem keterampilan untuk menyatakan kemampuanny secara sempurna. Jadi cara ini terdiri atas penyajian kejadian- Belajar dan Model-Model Pembelajaran 20 . cara ikonik dan cara simbolik. transformasi menyangkut cara kita memperlakukan pengetahuan. Ketiga cara itu ialah: cara enaktif. kita akan membentuk suatu struktur atau model yang mengizinkan kita untuk mengelompokkan hal-hal tertentu atau membangun suatu hubungan antara hal-hal yang diketahui.Berlawanan dengan penganut teori perilakau Bruner yakin bahwa orang yang belajar berinteraksi dengan lingkungannya secara aktif. Ketiga sistem keterampilan itu adalah yang disebut tiga cara penyajian (modes of presentation) oleh Bruner (1966). Model Bruner ini mendekati sekali struktur kognitif Aussebel. 1973).

d) Ciri khas Teori Bruner dan perbedaannya dengan teori yang lain Teori Bruner mempunyai ciri khas daripada teori belajar yang lain yaitu tentang ”discovery” yaitu belajar dengan menemukan konsep sendiri. maka desain yang berulang-ulang itu disebut ”kurikulum spiral kurikulum”. Disamping itu. karena teori Bruner ini banyak menuntut pengulangan-penulangan. Ia tahu bahwa untuk dapat lebih jauh kebawah ia harus duduk lebih menjauhi pusat. dimana materi yang sebelumnya sudah diberikan suatu saat muncul kembali secara terintegrasi di dalam suatu materi baru yang lebih Belajar dan Model-Model Pembelajaran 21 . Misalnya sebuah segitiga menyatakan konsep kesegitigaan. Anak kecil hanya dapat bertindak berdasarkan ”prinsip-prinsip” timbangan dan menunjukkan hal itu dengan menaiki papan jungkat-jungkit. Akhirnya suatu timbangan dapat dijelaskan dengan menggunakan bahasa tanpa pertolongan gambar atau dapat juga dijelaskan secara matematik dengan menggunakan Hukum Newton tentang momen. memberikan struktur hirarkis pada konsep-konsep dan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan alternatif dalam suatu cara kombinatorial.kejadian yang lampau melalui respon-respon motorik. Pengetahuan disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep. Penyajian simbolik menggunakan kata-kata atau bahasa. Cara penyajian ikonik didasarkan atas pikiran internal. Sebagai contoh dari ketiga cara penyajian ini. tentang pelajaran penggunaan timbangan. Penyajian simbolik dibuktikan oleh kemampuan seseorang lebih memperhatikan proposisi atau pernyataan daripada objek-objek. Misalnya seseorang anak yang enaktif mengetahui bagaimana mengendarai sepeda. ”Bayangan” timbangan itu dapat diperinci seperti yang terdapat dalam buku pelajaran. kurikulum spiral menuntut guru untuk memberi materi pelajaran setahap demi setahap dari yang sederhana ke yang kompleks. Anak yang lebih tua dapat menyajikan timbangan pada dirinya sendiri dengan suatu model atau gambaran. Secara sin gkat. tetapi tidak mendefinisikan sepenuhnya konsep itu.

b. Bruner menyarankan agar siswa hendaknya belajar melalui berpartisipasi aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip agar mereka dianjurkan untuk memperoleh pengalaman dan melakukan eksperimen-eksperimen yang mengizinkan mereka untuk menemukan konsep dan prinsip itu sendiri. Diantaranya adalah: a. Belajar melibatkan adanya proses informasi (active learning). Pengetahuan itu bertahan lama atau lama dapat diingat. Bruner berpendapat bahwa seseorang murid belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari. c. Asumsi umum tentang teori belajar kognitif: a. Anak-anak membentuk konsep dengan melihat benda-benda berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan. Hasil belajar penemuan mempunyai efek transfer yang lebih baik. 2. d. Bruner menganggap bahwa belajar peneuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling baik. Bahwa pembelajaran baru berasal dari proses pembelajaran sebelumnya. c.kompleks. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan menunjukkan beberapa kebaikan. Belajar Penemuan Salah satu model kognitif yang sangat berpengaruh adalah model dari Jerome Bruner (1966) yang dikenal dengan nama belajar penemuan (discovery learning). Secara menyeluruh belajar penemuan meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berfikir secara bebas. b. Model kognitif ini memiliki Belajar dan Model-Model Pembelajaran 22 . Pemaknaan berdasarkan hubungan. Demikian seterusnya sehingga siswa telah mempelajari suatu ilmu pengetahuan secara utuh. Proses kegiatan belajar mengajar menitikberatkan pada hubungan dan strategi. Selain itu. Model kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. pembelajaran didasarkan kepada merangsang siswa menemukan konsep yang baru dengan menghubungkan kepada konsep yang lama melalui pembelajaran penemuan.

Menurut Ausubel.perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir. Semakin dewasa sistem simbol ini samakin dominan. masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Iconic. Dari ketiga peneliti ini. konsep tersebut dimaksudkan untuk penyiapan struktur kognitif peserta didik untuk pengalaman belajar. Enactive. b. Bruner mengembangkan teorinya tentang perkembangan intelektual. Dengan lain perkataan perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan jalan mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya. Symbolic yang mendeskripsikan kapasitas dalam berfikir abstrak. siswa mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika dan komunikasi dilkukan dengan pertolongan sistem simbol. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar. menyimpan. yaitu: a. dan Gagne. Yang penting bahan pelajaran harus ditata dengan baik maka dapat diberikan padanya. Penerapan teori Bruner yang terkenal dalam dunia pendidikan adalah kurikulum spiral dimana materi pelajaran yang sama dapat diberikan mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan tinggi disesuaikan dengan tingkap perkembangan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 23 . Peneliti yang mengembangkan kognitif ini adalah Ausubel. dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. dimana seorang peserta didik belajar tentang dunia melalui tindakannya pada objek. Sejalan dengan pernyataan di atas. Bruner. siswa melakukan aktifitas-aktifitasnya dalam usahanya memahami lingkungan. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses. Bruner bekerja pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan. maka untuk mengajar sesuatu tidak usah ditunggu sampai anak mancapai tahap perkembangan tertentu. dimana belajar terjadi melalui penggunaan model dan gambar c.

Ausubel. Menentukan topik-topik yang akan dipeserta didiki 4. Mengatur topik peserta didik dari konsep yang paling kongkrit ke yang abstrak. Menentukan instruksional 2. Cara belajar yang terbaik menurut Bruner ini adalah dengan memahami konsep. Penerapan Model Kognitif dalam pembelajaran: Belajar Kognitif Bruner Karakteristik Teori Model ini sangat Penerapan Dalam pembelajaran 1. dan gagne). untuk peserta belajar discovery digunakan peserta didik untuk bahan belajar 5. dsbnya. ternyata teori kognitif melibatkan hal-hal mental atau pemikiran seseorang individu. arti dan hubungan melalui proses intuitif kemudian dapat dihasilkan suatu kesimpulan (discovery learning). yang tugas. Sesuatu pengetahuan yang diperolehi melalui pengalaman atau pendidikan formal akan disimpan dan disusun melalui proses pengumpulan pengetahuan supaya dapat digunakan kemudian. dapat tujuan-tujuan membebaskan peserta didik sendiri. Menentukan instruksional tujuan-tujuan menuntut peserta didik belajar secara deduktif 2.kognitif mereka. dari yang sederhana ke kompleks 6. Teori ini ada kaitan dengan ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. untuk belajar ini Teori mengarahkan didik secara learning.. Memilih materi pelajaran 3. Mengevaluasi proses dan hasil belajar Bermakna Ausubel Dalam aplikasinya 1. Mencari ilustrasi contoh-contoh. Mengukur kesiapan peserta didik Belajar dan Model-Model Pembelajaran 24 . Berdasarkan pendapat ketiga ahli di atas (Burner. Tabel 2.

Membuat dan menggunakan “advanced organizer” paling tidak dengan cara membuat rangkuman terhadap materi yang baru disajikan. Menyajikan suatu pandangan secara menyelurh tentang apa yang harus dikuasai pesertadidik 6. melalui tes struktur awal. pertanyaan dll. kemampuan.(dari khusus) umum dan ke lebih aspek (minat. dilengkapi dengan uraian singkat yang menunjukkan relevansi yang sudah (keterkaiatan) materi diberikan dengan yang akan diberikan 7. 5. Mengajar memahami peserta didik untuk dan konsep-konsep prinsip-prinsip yang sudah ditentukan dengan memberi fokus pada hubungan yang terjalin antara konsep yang ada 8. Memilih materi pelajaran dan kognitif mengaturnya dalam bentuk penyajian konsep-konsep kunci 4. Mengidentifikasikan prinsip-prinsip yang harus dikuasai peserta didik dari materi tsb. Mengevaluasi proses dan hasil belajar Belajar dan Model-Model Pembelajaran 25 . 3. kognitif)baik mementingkan struktur peserta didik interviw.

Thorndike berprofesi sebagai seorang pendidik dan psikolog yang berkebangsaan Amerika. perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha –usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu. Teori Thorndike dikenal dengan teori Stimulus-Respons. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 26 . Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi.Prinsip itulah yang kemudian disebut sebagai teori Connectionism. Asosiasi seperti itu disebut Connection. S2 dari Harvard tahun 1896 dan meraih gelar doktor di Columbia tahun 1898. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle box) diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons.Your City (1939). dasar belajar adalah asosiasi antara stimulus (S) de¬ngan respons(R). Ateacher’s Word Book (1921). Adanya pandangan-pandangan Thorndike yang memberi sumbangan yang cukup besar di dunia pendidikan tersebut maka ia dinobatkan sebagai salah satu tokoh pelopor dalam psikologi pendidikan. Bukubuku yang ditulisnya antara lain Educational Psychology (1903). Stimulus akan memberi kesan ke-pada pancaindra. Lulus S1 dari Universitas Wesleyen tahun 1895.B. dan Human Nature and The Social Order (1940). Animal Intelligence (1911). Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Teori Koneksionisme Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Berhaviorisme. Mental and social Measurements (1904). Menurutnya. sedangkan respons akanmendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Thorndike (1874-1949).

demikian selanjutnya. sehingga dapat digambarkan sebagai berikut: S R S1 R1 dst 1. Setiap response menimbulkan stimulus yang baru. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 27 . selanjutnya stimulus baru ini akan menimbulkan response lagi. Hukum-Hukum Belajar Dari percobaan yang Thorndike lakukan seperti yang telah dipaparkan pasa subbab sebelumnya. yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah. maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat. Kucing dalam keadaan lapar dimasukkan ke dalam kandang yang dibuat sedemikian rupa. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”. Di luar kandang diletakkan makanan untuk merangsang kucing agar bergerak ke-luar.Setelah percobaan itu diulang-ulang. Eksperimen itu menunjukkan adanya hubungan kuat antara stimulus danrespons. hingga akhirnya suatu saat gerakan kucing menyentuh tali yangmenyebabkan pintu terbuka. reaksi kucing menunjukkan sikap yang tidak terarah. Dalam melaksanakan coba-coba ini. sedangkan respons lainnyadilupakan.Pendidikan yang dilakukan Thorndike adalah menghadapkan subjek pada situasi yangmengandung problem. Padaawalnya. ternyata tingkah laku kucing untuk keluar darikandang menjadi semakin efisien. kucing dapat memilih atau menyeleksiantara respons yang berguna dan yang tidak. seperti meloncat yangtidak menentu. yaitudengan menggunakan kucing sebagai objek penelitiannya. yaitu semakin siap suatu organism memperoleh suatu perubahan tingkah laku. Model eksperimen yang ditempuhnya sangat sederhana. Itu berarti. yaitu menyentuh tali akan dibuat pembiasaan. dengan model pintu yangdihubungkan dengan tali. Pintu tersebut akan terbuka jika tali tersentuh/tertarik. kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil. ia menemukan hukum-hukum belajar sebagai berikut : a) Hukum Kesiapan (law of readiness). Respons yang berhasil untuk membuka pintu.

bila seseorang siap melakukan suatu tingkah laku tetapi tidak dilaksanakan. protes) untuk melampiaskan kekecewaannya. ia akan melakukan ting¬kah laku lain untuk mengurangi kekecewaan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 28 . Apabila hal ini dilaksanakan. karena dia belum belajarHukum Latihan (law of exercise). Misalnya. ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskan. bila sese¬orang sudah siap melakukansuatu tingkah laku. bila seseorang belum siap melakukan suatu tingkah laku dan tetap tidak melakukannya. peserta didik tiba-tiba diberi tes tanpa diberi tahu lebih dahulu. Akibatnya. Akibatnya. peserta didik akan merasa lega bila ulanganditunda. Misalnya. yaitu semakin sering tingkah laku diulang/ dilatih (digunakan) .Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi(connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. bila seseorang belum siap melakukan suatu perbuatan tetapi dia harusmelakukannya. maka ia akan cenderung mengerjakannya. maka ia akan merasa tidak puas. Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi(connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. pelaksanaannya akan memberi kepuasan baginya sehingga tidak akanmelakukan tingkah laku lain. maka ia akan cenderung mengerjakannya. dia akan puas bila ujian itu benar-benar dilaksanakan. Apabila hal ini dilaksanakan. ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskan. jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit. Contoh. makaakan timbul kekecewaan. Masalah pertama. jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit. maka ia akan puas.tetapi ujian dibatalkan. orang tersebut akanmelakukan tingkah laku lain untuk menghalangi terlaksananya tingkah laku tersebut. Masalah keempat. peserta didik yang sudah benar-benar siapmenempuh ujian. ia cenderung melakukan hal lain (misalnya: berbuat gaduh. mereka pun akan bertingkah untuk menggagalkan tes. maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. Masalah kedua.Contoh. Masalah ketiga. Contoh. Contoh peserta didik yang sudah belajar tekun untuk ujian.

Binatang melakukan responsrespons langsung dari apa yang diamati dan terjadi secara mekanis(Suryobroto. walaupun hubungan antara situasi dan perbuatan pada binatang tanpa dipeantarai pengartian. Suatu perbuatan yang disertai akibat menyenangkan cenderung dipertahankan dan lain kali akan diulangi. Namun. 2. Hukum Reaksi Bervariasi (multiple response). ia mendapatkan muka manis gurunya. materi pelajaran akan semakin dikuasai. Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh prooses trial dan error yang menunjukkan adanya bermacam-macam respon sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi. tergantung pada “buah” hasil perbuatan yang pernah dilakukan. yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. Kecenderungan mengerjakan PR akan membentuk sikapnya. Misalnya. b) Hukum akibat(law of effect). Makin sering diulangi. Koneksi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak dapat menguat atau melemah. ia akan dihukum. Prinsip menunjukkan bahwa prinsip utama dalam belajar adalah ulangan. bila anak mengerjakan PR. jika sebaliknya. Hukum Tambahan Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan sebagai berikut: a. Sebaliknya. Thorndike berkeyakinan bahwa prinsip proses belajar binatang pada dasarnya sama dengan yang berlaku pada manusia. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 29 . suatu perbuatan yang diikuti akibat tidak menyenangkan cenderung dihentikan dan tidak akan diulangi. Hukum ini menunjuk pada makin kuat atau makin lemahnya koneksi sebagai hasil perbuatan.Prinsip law of exercise adalah koneksi antara kondisi (yang merupakan perangsang) dengan tindakan akan menjadi lebih kuat karena latihan-latihan. tetapi akan melemah bila koneksi antara keduanya tidak dilanjutkan atau dihentikan. 1984).

sedangkan hukuman tidak berakibat apa-apa. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah. Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. Hukum latihan ditinggalkan karena ditemukan pengulangan saja tidak cukup untuk memperkuat hubungan stimulus respon. emosi . d. Hukum perpindahan Asosiasi ( Associative Shifting) Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal dilakukan secara bertahap dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama. Hukum Sikap ( Set/ Attitude). tetapi juga ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif. c. Hukum akibat direvisi. Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan respon pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi ( respon selektif). e. 3. maupun psikomotornya. Hukum Aktifitas Berat Sebelah ( Prepotency of Element). sosial . Hukum Respon by Analogy. Hukum ini menjelaskan bahwa perilakku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 30 . dalam perjalanan penyamapaian teorinya thorndike mengemukakan revisi Hukum Belajar antara lain : a. sebaliknya tanpa pengulanganpun hubungan stimulus respon belum tentu diperlemah. Dikatakan oleh Thorndike bahwa yang berakibat positif untuk perubahan tingkah laku adalah hadiah. Revisi Hukum Belajar Selain menambahkan hukum-hukum baru. b.b.

yaiyu kecakapan yang telah diperoleh dalam belajar dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang lain. Begesernya Teori-Teori Belajar (Dari Koneksionisme hingga Humanisme) Tak dapat dipungkiri manusia sebagai makhluk sosial yang dinamis selalu tidak puas dengan apa yang sudah ada akan selalu mencoba dan menciptakan sesuatu yang baru atau lain dari biasanya. Karena teori ini hanya membicarakan input. Teori koneksionisme menyebutkan pula konsep transfer of training. maka bergeser dari teori pembelajaran Belajar dan Model-Model Pembelajaran 31 . karena teori ini hanya berfokus pada perilaku individu. teori ini mampu membangun ilmu pengetahuan yang telah lalu dengan ilmu pengetahuan yang baru. Perkembangan teorinya berdasarkan pada percobaan terhadap kucing dengan problem box-nya. dimana teori ini merupakan teori pembelajaran yang hanya berfokus pada perilaku yang bisa diamati dan stimuli yang mengontrolnya. Akibat suatu perbuatan dapat menular baik pada bidang lain maupun pada individu lain. Kita tentu telah mengetahui teori pembelajaran koneksionisme. Karena teori pembelajaran ini dianggap masih kurang. 4. begitu juga dengan teori-teori pembelajaran. teori ini kemudian bergeser menjadi teori pembelajaran kognitivisme dimana teori ini menekankan pada proses pendalaman yang berlaku dalam akal pikiran. Dengan kata lain. sehingga mengharuskan siswa bersikap aktif. adanya keinginan untuk mengadakan perbaikan hingga Curiosity dari para ahli untuk memecahkan dan menutup kekurangan yang ada pada teori sebelumnya menjadi pemicu untuk melakukan perubahan terhadap teori-teori pembelajaran. perkembangan IPTEK. dimana Teori pembelajaran ini mempunyai pemahaman tentang belajar yang lebih menekankan proses daripada belajar. d.c. Syarat utama terjadinya hubungan stimulus respon bukan kedekatan. tetapi adanya saling sesuai antara stimulus dan respon. dan tidak dapat diperhatikan secara langsung dengan tingkah laku. maka teori ini bergeser menjadi teori pembelajaran konstruktivisme. Adanya sikap kritis para ahli.

melainkan juga sebuah proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh bagian atau domain yang ada. Selain itu dengan adanya pergeseran teori-teori pembelajaran ini diharapkan mampu mendorong pemilihan cara-cara yang tepat untuk membelajarkan siswa. afektif. sehingga proses pembelajarannya pun ideal. dan psikomotorik. Dalam teori humanisme memandang bahwa belajar bukan sekedar pengembangan kualitas kognitif saja. Pergeseran Teori Pembelajaran berawal dari teori koneksionisme dan sementara ini berakhir pada teori humanisme. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 32 . Manusia memiliki kebebasan untuk berfikir alternatif. Domain tersebut meliputi domain kognitif.konstruktivisme menjadi teori pembelajaran humanisme. menemukan konsep dan prinsip. Dengan alur pergeseran: Koneksionisme Kognitivisme Konstruktivisme Kognitivisme Konstruktivisme Humanisme Dengan adanya pergeseran teori-teori pembelajaran ini diharapkan mampu menawarkan solusi dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan landasan teori yang lebih mutakhir sehingga proses dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. dimana teori pembelajaran ini mampu menciptakan manusia yang ideal. mendorong guru untuk responsif terhadap perubahan serta mendorong guru untuk mengkondisikan pembelajaran sesuai konteks yang nyata.

F. Artinya. Asas-asas kondisioning operan adalah kelanjutan dari tradisi yang didirikan oleh John Watson. namun lebih komprehensif. maka studi tingkah laku harus dijadikan fokus penelitian psikologi. Teori Kondisioning Operan Menurut B. tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. pada waktu keluarnya teori S-R. pada waktu itu model kondisian klasik dari Pavlov telah memberikan pengaruh yang kuat pada pelaksanaan penelitian Skinner tidak sependapat dengan pandangan S-R dan penjelasan reflex bersyarat dimana stimulus terus memiliki sifat-sifat kekuatan yang tidak mengendur.F Skinner dimulai awal tahun 1930-an. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya. agar psikologi bisa menjadi suatu ilmu. Menurut Skinner penjelasan S-R tentang terjadinya perubahan tingkah laku tidak lengkap untuk menjelaskan bagaimana organisme berinteraksi dengan lingkungannya. Teori Belajar Menurut Skinner Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya.C. Bukan begitu. Tidak seperti halnya teoritikus-teoritikus S-R lainnya. 1. Untuk lebih lengkapnya penulis akan membahas teori kondisioning operan pada bagian berikut ini. Skinner menghindari kontradiksi yang ditampilkan oleh model kondisioning klasik dari Pavlov dan kondisioning instrumental dari Thorndike. Asas pengkondisian operan B. yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku. Ia mengajukan suatu paradigma yang mencakup kedua jenis respon itu dan berlanjut dengan mengupas kondisi-kondisi yang bertanggung jawab atas munculnya respons atau tingkah laku operan. Pada waktu keluarnya teori-teori S-R. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana. banyak tingkah laku menghasilkan perubahan atau konsekuensi pada lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap organisme dan dengan begitu mengubah kemungkinan organisme itu merespon nanti.Skiner. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 33 .

Hubungan yang berhukum antara tingkah-laku dan lingkungan hanya dapat di tentukan kalau sifat-sifat tingkah-laku dan kondisi eksperimennya di devinisikan menurut fisiknya dan di observasi di bawah kondisi-kondisi yang di control secara seksama. Juara 1 dsb).Skiner Kondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensikonsekuensi dari prilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan diulangi. Inti dari teori behaviorisme Skinner adalah Pengkondisian operan (kondisioning operan). menganggukkan kepala untuk menyetujui. Bell Gredler. penguatan dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. Belajar itu adalah tingkah laku. b. bertepuk tangan. hlm 122). Menurut Skinner (J. Data dari studi eksperimental tingkah-laku merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat di terima tentang penyebab terjadinya tingkah laku. Kajian Teori Kondisioning Operan Menurut B. c. Sebaliknya. 272) unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya penguatan (reinforcement ) dan hukuman (punishment). Penguatan positif adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). Asumsi-asumsi itu adalah sebagai berikut: a. mengacungkan jempol).2. makanan. Ada 6 asumsi yang membentuk landasan untuk kondisioning operan (Margaret E. Perubahan tingkah-laku (belajar) secara fungsional berkaitan dengan adanya perubahan dalam kejadian-kejadian di lingkungan kondisi-kondisi lingkungan. Bentukbentuk penguatan positif adalah berupa hadiah (permen. kado.F. hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku. Menurut Skinner penguatan berarti memperkuat.W. dll). Penguatan (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. b. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 34 . perilaku (senyum. atau penghargaan (nilai A.Penguatan dan Hukuman. Santrock.

Agar istilah ini tidak rancu. Dalam kedua bentuk itu. sedangkan hukuman menurunkan probabilitas terjadinya perilaku. Penguatan negatif. A. memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng. dan hukuman (J. Dalam hukuman. Dalam penguatan negatif. ingat bahwa penguatan negatif meningkatkan probabilitas terjadinya suatu prilaku.W Santrock. ada sesuatu yang dikurangi atau di hilangkan. muka kecewa dll). Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain: menunda/tidak memberi penghargaan. Contoh dari konsep penguatan positif. negatif. kening berkerut. Adalah mudah mengacaukan penguatan negatif dengan hukuman. konsekuensi meningkatkan prilaku.b. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 35 . 274). perilakunya berkurang. adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan). Penguatan positif Perilaku Murid Konsekuensi mengajukan Guru menguji murid Prilaku kedepan Murid mengajukan pertanyaan yang bagus B. Hukuman Perilaku Murid menyela guru Konsekuensi Guru mengajar Prilaku kedepan murid Murid berhenti menyela guru langsung Ingat bahwa penguatan bisa berbentuk postif dan negatif. Penguatan negatif Perilaku Murid Konsekuensi lebih banyak pertanyaan Prilaku kedepan makin sering menyerahkan Guru berhenti menegur Murid murid PR tepat waktu menyerahkan PR tepat waktu C. Satu cara untuk mengingat perbedaan antara penguatan positif dan penguatan negatif adalah dalam penguatan positif ada sesuatu yang ditambahkan atau diperoleh.

Hukuman harus dihindari karena adanya hasil sampingan yang bersifat emosional dan tidak menjamin timbulnya tingkah laku positif yang diinginkan. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa. tidak digunakan hukuman. c. b. Dengan demikian beberapa prinsip belajar yang dikembangkan oleh Skinner antara lain: a. Dalam proses pembelajaran. Materi pelajaran. Skinner menggambarkan praktek “tugas dan ujian” sebagai suatu contoh menempatkan pelajar yang manusia itu dalam kontigensi terminal juga. Analisa yang dilakukan Skinner tersebut diatas meliputi peran penguat berkondisi dan alami. b. Skinner menyarankan penerapan cara pemberian penguatan komponen tingkah laku seperti menunjukkan perhatian pada stimulus dan melakukan studi yang cocok terhadap tingkah laku. Namun ini lingkungan perlu diubah. d. Hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable rasio reinforce Belajar dan Model-Model Pembelajaran 36 . diberi hadiah. dan penguat umum.Skinner menghasilkan suatu sistem ringkas yang dapat diterapkan pada dinamika perubahan tingkah laku baik di laboratorium maupun di dalam kelas. binatang itu harus berusaha penuh resiko. jika salah dibetulkan. digunakan sistem modul. Tingkah laku yang diinginkan pendidik. Belajar. yang digambarkan oleh makin tingginya angka keseringan respons. Skinner menyebutkan praktek khas menempatkan binatang percobaan dalam “kontigensi terminal”. diberikan sebagai fungsi urutan ketiga unsure (SD)-(R)-(R Reinsf). Bukannya demikian itu prosedur yang mengena ialah membentuk tingkah-laku binatang itu melalui urutan Sitimulus-responpenguatan yang diatur secara seksama. lebih dipentingkan aktivitas sendiri. Dalam proses pembelajaran. Maksudnya. untuk menghindari adanya hukuman. jika benar diberi penguat. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. dalam mencari jalan lepas dari kurungan atau makanan. c. penguat positif dan negative. berhasil atau gagal. dan sebagainya.

Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan pembentukan (shaping). h. d. f. Beberapa aplikasi teori belajar Skinner dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: a. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat. Disamping itu pula dari eksperimen yang dilakukan B. b. Materi pelajaran digunakan sistem modul. e. Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum. c. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 37 . maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. Dalam pembelajaran. 3. b. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. i. dianalisis kecil-kecil. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. digunakan shaping. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman. Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah. semakin meningkat mencapai tujuan. Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis. Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan. Aplikasi Skinner terhadap pembelajaran. Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu) g. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic.F. d. c. b. Tingkah laku yang diinginkan.e. diantaranya : a.

yakni mengindividualisasikan penggunaan penguat tertentu. Jika anak menyelesaikan perilaku sasaran (seperti mengerjakan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 38 . penguatan akan lebih efektif jika diberikan tepat pada waktunya.j. dan persepsi anak terhadap manfaat dan nilai penguatan. Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine. k. Penguatan alamiah seperti pujian lebih dianjurkan ketimbang penguat imbalan materi. Memilih Penguatan yang efektif Tidak semua penguatan akan sama efeknya bagi anak. Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda. Ini akan membantu anak melihat hubungan kontingensi antar-imbalan dan perilaku mereka. Analisis perilaku terapan menganjurkan agar guru mencari tahu penguat apa yang paling baik untuk anak. seperti permen. Ada tiga penggunaan analisis perilaku yang penting dalam bidang pendidikan yaitu a) Meningkatkan perilaku yang diharapkan Ada lima strategi pengkondisian operan dapat dipakai untuk meningkatkan perilaku anak yang diharapkan yaitu: a. apa yang dilakukan murid tapi tidak mudah diperolehnya. Untuk mencari penguatan yang efektif bagi seorang anak. Menjadikan penguat kontingen dan tepat waktu Agar penguatan dapat efektif. administrasi kompleks. Melaksanakan mastery learning yaitu mempelajari bahan secara tuntas menurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda iramanya. mainan dan uang. 4. guru harus memberikan hanya setelah murid melakukan perilaku tertentu. sesegera mungkin setelah murid menjalankan tindakan yang diharapkan. Tugas guru berat. disarankan untuk meneliti apa yang memotivasi anak dimasa lalu. b. Analisis perilaku terapan seringkali menganjurkan agar guru membuat pernyataan “jika…maka”. Analisa Perilaku Terapan Dalam Pendidikan Analisis Perilaku terapan adalah penerapan prinsip pengkondisian operan untuk mengubah perilaku manusia.

4) Jadwal interval . Kontrak kelas mengandung pernyataan “jika… maka” dan di tandatangani oleh guru dan murid. maka anak itu mungkin akan kesulitan membuat hubungan kontingensi. Jika muncul problem dan anak tidak bertindak sesuai harapan. c.seorang guru mengatakan”Pepeng. Analisis perilaku terapan menyatakan bahwa perjanjian kelas harus berisi masukan dari guru dan murid. Prompt (dorongan) adalah stimulus tambahan atau isyarat tambahan yang diberikan sebelum respons dan meningkatkan kemungkinan respon tersebut akan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 39 . Memilih jadwal penguatan terbaik Menyusun jadwal penguatan menentukan kapan suatu respons akan diperkuat. kamu harus menyelesaikan PR mu dulu diluar kelas sebelum kamu boleh masuk kelas ikut pembelajaran” ini berarti seorang guru menggunakan penguatan negatif. Menggunakan Perjanjian. Empat jadwal penguatan utama adalah 1) Jadwal rasio tetap: suatu perilaku diperkuat setelah sejumlah respon. frekuensi respons meningkat karena respon tersebut menghilangkan stimulus yang dihindari. akan tetapi tidak berdasarkan basis yang dapat 3) diperidiksi.tetap : respons tepat pertama setelah beberapa waktu akan diperkuat. guru dapat merujuk anak pada perjanjian yang mereka sepakati. c. e. 2) Jadwal rasio variabel : suatu perilaku diperkuat setelah terjadi sejumlah respon. 5) Jadwal interval .sepuluh soal matematika) tapi guru tidak memberikan waktu bermain pada anak.variabel : suatu respons diperkuat setelah sejumlah variabel waktu berlalu. Perjanjian (contracting) adalah menempatkan kontigensi penguatan dalam tulisan. dan kemudian diberi tanggal. Menggunakan penguatan negatif secara efektif Dalam penguatan negatif. b) Menggunakan dorongan (prompt) dan pembentukkan (shaping).

Menghentikan penguatan (pelenyapan) c.terjadi. analisa yang berhasil bergantung pada keterampilan teknologis. atau sok pintar) yang harus dilakukan berdasarkan analisis perilaku terapan adalah a. Menggunakan Penguatan Diferensial. Menghilangkan stimuli yang diinginkan. Ketika guru ingin mengurangi perilaku yang tidak diharapkan (seperti mengejek. Dengan melaksanakan mastery learning. hal tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajarmengajar. b. B. b. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 40 . d. Kelebihan Pada teori ini. Skinner a. tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. 1994) adalah bahwa: (i) teknologi untuk situasi yang kompleks tidak bisa lengkap. (ii) keseringan respon sukar diterapkan pada tingkah laku kompleks sebagai ukuran peluang kejadian. tugas guru akan menjadi semakin berat.F. pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. G. hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Disamping itu pula. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan. Shapping (pembentukan) adalah mengajari perilaku baru dengan memperkuat perilaku sasaran. mengganggu diskusi kelas. Kekurangan Beberapa kelemahan dari teori ini berdasarkan analisa teknologi (Margaret E. Memberikan stimuli yang tidak disukai (hukuman) d) Kelebihan dan kekurangan Menurut B. c) Mengurangi perilaku yang tidak diharapkan.

Teori Belajar Menurut Piaget Tujuan teori Piaget adalah untuk menjelaskan mekanisme dan proses perkembangan intelektual sejak masa bayi dan kemudian masa kanak-kanak yang berkembang menjadi seorang individu yang dapat bernalar dan berpikir menggunakan hipotesis-hipotesis.Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. (Dahar . Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar. jeweran justru berakibat buruk pada siswa. Fungsi itu terdiri dari organisasi dan adaptasi. Ada tiga aspek perkembangan intelektual yaitu : struktur. Inteligensi adalah bagian integral dari setiap organisme karena setiap organisme yang hidup selalu mencari kondisi yang kondusif untuk keberlangsungan hidup. Semua organisme lahir dengan kecenderungan untuk beradaptasi atau Belajar dan Model-Model Pembelajaran 41 . Sedangkan fungsi adalah cara yang digunakan organisme untuk membuat kemajuan intelektual. inteligensi adalah ciri bawaan yang dinamis sebab tindakan yang cerdas akan berubah saat organisme itu makin matang secara biologis dan mendapat pengalaman. isi dan fungsi. Namun bagaimana kecerdasan memanifestasikan dirinya pada waktu tertentu akan selalu bervariasi sesuai kondisi yang ada. Sedangkan istilah genetik yang dimaksud mengacu pada pertumbuhan developmental bukan warisan biologi. Isi merupakan pola perilaku khas anak yang tercermin pada responnya terhadap berbagai masalah atau situasi yang dihadapinya. cubitan. ejekan. Piaget mengemukakan. karena teori ini berusaha melacak perkembangan kemampuan intelektual. Struktur atau skemata merupakan organisasi mental tingkat tinggi yang terbentuk pada individu waktu ia berinteraksi dengan lingkungannya.1988:179). D. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Teori Piaget sering disebut sebagai genetic epistemology.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran 42 . Dalam proses asimilasi seseorang menggunakan struktur atau kemampuan yang sudah ada untuk menanggapi masalah yang dihadapinya dalam lingkungan. Yaitu proses ketika manusia menghubungkan informasi yang diterimanya dengan struktur-struktur pengetahuan yang sudah disimpan atau sudah ada sebelumnya dalam otak. Pada proses ini berisi dua kegiatan. Piaget menyimpulkan dari penelitiannya bahwa organisme bukanlah agen yang pasif dalam perkembangan genetik. Perkembangan kognitif yang dikembangkan Piaget banyak dipengaruhi oleh pendidikan awal Piaget dalam bidang biologi. yaitu kecenderungan untuk : a. Melalui proses ini. Pertama. Adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui 2 proses yaitu : assimilasi dan akomodasi. mengabungkan atau mengintegrasikan pengetahuan yang diterima oleh manusia atau disebut asimilasi. Beradaptasi. Organisasi (tindakan penataan). Cara beradaptasi ini berbeda antara organisme yang satu dengan yang lain. Dan proses akomodasi seseorang memerlukan modifikasi struktur mental yang ada untuk mengadakan respon terhadap tantangan lingkungan. ia berkeyakinan bahwa suatu organisme hidup dan lahir dengan dua kecenderungan yang fundamental.menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka. Perubahan genetik bukan peristiwa yang menuju kelangsungan hidup suatu organisme melainkan adanya adaptasi terhadap lingkungannya dan adanya interaksi antara organisme dan lingkungannya. sehingga akan terjadi keseimbangan (equilibrium). manusia dapat memahami sebuah informasi baru yang didapatnya dengan menyesuaikan informasi tersebut dengan struktur pengetahuan yang dimilikinya. sehingga manusia dapat mengasimilasikan atau mengakomodasikan informasi atau pengetahuan tersebut. Dari hasil penelitiannya dalam bidang biologi. membangun struktur biologi tertentu yang ia perlukan untuk tetap bisa mempertahankan hidupnya. b. Dalam responnya organisme mengubah kondisi lingkungan. mengubah struktur pengetahuan yang sudah dimiliki dengan struktur pengetahuan baru. Kedua.

skema dianggap sebagai elemen penting dalam struktur kognitif organisme. tetapi asimilasi mempengaruhi pertumbuhan skemata. Adaptasi terdiri atas proses yang saling mengisi antara asimilasi dan akomodasi. Skema akan menentukan bagaimana ia akan merespon lingkungan fisik. Dengan asimilasi seseorang mengintegrasikan bahan-bahan persepsi atau stimulus ke dalam skema yang ada atau tingkah laku yang ada. 2) Asimilasi Asimilasi itu suatu proses kognitif. Secara teoritis. kejadian) dan menata lingkungan ini secara intelektual. melainkan memproses banyak stimulus.Untuk memahami proses-proses penataan dan adaptasi terdapat empat konsep dasar. skema memegang adalah kemampuan umum untuk memegang sesuatu. seperti dalam kasus refleks memegang. Skemata dapat muncul dalam perilaku yang jelas. Asimilasi berlangsung setiap saat. Manifestasi skema yang tidak jelas dapat disamakan dengan tindak berpikir. Dengan demikian asimilasi adalah bagian dari proses Belajar dan Model-Model Pembelajaran 43 . Skema adalah struktur kognitif atau serangkaian perilaku terbuka secara sistematis yang digunakan oleh manusia untuk mengadaptasi diri terhadap lingkungan (barang. Istilah skema atau skemata yang diberikan oleh Piaget untuk dapat menjelaskan mengapa seseorang memberikan respon terhadap suatu stimulus dan untuk menjelaskan banyak hal yang berhubungan dengan ingatan. skemata yang tersedia untuk anak harus berubah. orang. Jelas. asimilasi tidak menghasilkan perubahan skemata. Seseorang tidak hanya memproses satu stimulus saja. Skema memegang dapat dianggap sebagai struktur kognitif yang membuat semua tindakan memegang bisa dimungkinkan. yang aktif dalam menggunakan skema untuk merespon lingkungan. cara anak menghadapi lingkungan akan berubah seiring dengan pertumbuhan anak. atau muncul secara tersamar. keadaan. Agar terjadi interaksi organisme-lingkungan. Misalnya. yaitu sebagai berikut: 1) Skema. Dalam teori Piaget. Skema lebih dari sekedar manifestasi refleksi memegang saja.

Atau sebagai penciptaan skemata baru atau pengubahan skemata lama. Antara asimilasi dan akomodasi harus ada keserasian dan oleh Piaget disebut sebagai keseimbangan. Proses ekuilibrasi ini merupakan proses yang berkesinambungan antara proses asimilasi dan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 44 . Dengan kata lain terjadi keseimbangan antara faktor-faktor internal dan faktor eksternal. Dan tidak akan mampu melihat persamaan antara berbagai hal. Dalam proses adaptasi dengan lingkungan individu berusaha mencapai struktur mental atau skemata yang stabil. dengan proses itu individu secara kognitif mengadaptasi diri terhadap lingkungan dan menata lingkungan itu. Proses akomodasi adalah proses memodifikasi struktur kognitif yang sudah dimiliki dengan informasi yang diterima.kognitif. Yaitu keseimbangan antara proses asimilasi dan akomodasi. Dengan keseimbangan ini maka efisiensi interaksi antara anak yang sedang berkembang dengan lingkungannya dapat tercapai dan terjamin. Asimilasi dan akomodasi terjadi sama-sama saling mengisi pada setiap individu yang menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Seandainya hanya asimilasi secara kontinu maka yang bersangkutan hanya akan memiliki beberapa skemata global dan ia tidak mampu melihat perbedaan antara berbagai hal. 4) Keseimbangan. maka hanya memiliki skemata kecil-kecil saja dan mereka tidak memiliki skemata yang umum. Proses ini perlu untuk pertumbuhan dan perkembangann kognitif. 3) Akomodasi Akomodasi dapat diartikan penyesuaian aplikasi skema yang cocok dengan lingkungan yang direspons . Proses ketidakseimbangan ini harus disesuaikan melalui proses ekuilibrasi. Proses asimilasi dan akomodasi akan menimbulkan ketidakseimbangan antara yang telah diketahui dengan apa yang dilihat atau dialaminya sekarang. Sebaliknya jika hanya akomodasi saja secara kontinu. Yaitu keseimbangan antara skema yang digunakan dengan lingkungan yang direspons sebagai hasil ketepatan akomodasi .

Kemampuan bayi melalui tahapan ini bersumber dari tekanan biologis untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan (melalui asimilasi dan akomodasi) serta adanya pengorganisasian struktur berpikir. Tahapan ini secara kualitatif berbeda pada setiap individu. Desmita mengutip dari Mussen (1969) mengatakan bahwa Piaget tidak menegaskan batasan umur dalam masing-masing tahap. Pemikiran anak tidak lagi didominasi oleh persepsi. Demikian pula. b.0-7. Periode operasi formal (11. c. sebab anak mampu memecahkan masalah secara logis. Periode konkret (7. Periode Pra operasional (2. Proses ini akan menjaga stabilitas mental dalam diri pembelajar dan ia akan dapat terus mengembangkan dan menambah pengetahuannya.0-11.akomodasi. Seseorang harus melalui urutan tertentu dan tidak dapat belajar sesuatu yang berada di luar tahap kognitifnya. Untuk keperluan pegkonseptualisasian pertumbuhan kognitif /perkembangan intelektual Piaget membagi perkemabngan ini ke dalam 4 periode yaitu : a.0 tahun) Pada periode ini tingksh laku anak bersifat motorik dan anak menggunakan system penginderaan untuk mengenal lingkungannya untu mengenal obyek.0 tahun) d. Perubahan struktur kognitif yang dipengaruhi oleh proses adaptasi tersebut melalui tahap-tahap perkembangan tertentu sesuai dengan umurnya dan bersifat hierarki.0 tahun) Pada periode ini anak bisa melakukan sesuatu sebagai hasil meniru atau mengamati sesuatu model tingkah laku dan mampu melakukan simbolisasi. Periode Sensori motor (0-2.0-dewasa) Belajar dan Model-Model Pembelajaran 45 . pemikiran seorang anak berbeda pada setiap tahap. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi empat. Batasan umur tersebut diberikan oleh Ginsburg dan Opper. Pada periode ini anak sudah mampu menggunakan operasi. e.

Belajar dan Model-Model Pembelajaran 46 . c. penglaman fisis. anak remaja mampu berpikir logis untuk semua jenis masalah hipotesis.Periode operasi fomal merupakan tingkat puncak perkembangan struktur kognitif. adalah suatu system pengaturan sendiri yang bekerja untuk e. merupakan pengembanagn dari susunan syaraf. menyelesaikan peranan pendewasaan. Keseimbangan. Pengalaman fisis. Piaget mengemukakan bahwa ada 4 aspek yang besar yang ada hubungnnya dengan perkembangan kognitif : a. b. adalah pertukaran ide antara individu dengan individu d. anak harus mempunyai pengalaman dengan benda-benda dan stimulus-stimulusdalam lingkungan tempat ia beraksi terhadap benda-benda itu. dan interksi social. dan ia dapat menggunakan penalaran ilmiah dan dapat menerima pandangan orang lain. Interaksi social. Pendewasaaan/kematangan. masalah verbal.

Bab III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Belajar dan Model-Model Pembelajaran 47 .

penelitian. Fokus PAKEM adalah pada kegiatan siswa di dalam bentuk grup. dan beberapa macam strategi yang hanya dibatasi dari imaginasi guru. Philip Rekdale (2005) melakukan penelitian menyangkut sejauh mana PAKEM mendukung pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). dan Menyenangkan. Yang menyangkut dua aspek tentang penelitian pelaksanaan PAKEM dalam mendukung KTSP. dan kritis.2001). supaya mereka dapat menjadi pelajar selama hidup (life long learner) yang efektif. analisa. penyelidikan. Kreatif. PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja. individu dan kelas. Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. partisipasi di dalam proyek. citizens and workers. yang pertama mereka perlu mulai belajar mengenai cara mereka belajar (learning how to learn). penemuan. menyenangkan dan efektif.” (BEST. Yang kedua menyangkut ”cara siswa kita belajar” yaitu “A conception that helps teachers relate subject matter content to real world situations and motivates student to make connections between knowledge and its application to their lives as family members. cara belajar secara penemuan (discovery). secara kreatif.III MODEL-MODEL PEMBELAJARAN A. Satu konsep yang membantu Belajar dan Model-Model Pembelajaran 48 . sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik.

2. Kreatif . memanipulasi objek-objek yang ada di dalamnya serta mengamati pengaruh dari manipulasi yang sudah dilakukan. masyarakat dan karyawan-karyawan.Gurupun dituntut untuk kreatif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Menyenangkan. Efektif Ciri ketiga pembelajaran PAKEM adalah efektif . Menyenangkan berarti tidak membelenggu. Aktif Ciri aktif dalam PAKEM berarti dalam pembelajaran memungkinkan siswa berinteraksi secara aktif dengan lingkungan. kreatif dan menyenangkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Guru terlibat secara aktif dalam merancang. 3. 1. Guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang mendukung (kondusif) sehingga siswa aktif bertanya. Efektif. Maksudnya pembelajaran yang aktif. bahan ajar serta sesama siswa lainnya terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas pembelajarannya. Guru diharapkan mampu menciptakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan Menyenangkan merupakan ciri ke empat dari PAKEM dengan maksud pembelajaran dirancang untuk menciptakan suasana yang menyenangkan.guru-guru menghubungkan isi mata pelajaran dengan situasi keadaan di dunia (real world) dan memotivasikan siswa untuk lebih paham hubungan antara pengetahuan dan aplikasinya kepada hidup mereka sebagai anggota keluarga. Kreatif Kreatif merupakan ciri ke-2 dari PAKEM yang artinya pembelajaran yang membangun kreativitas siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan. yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari kepanjangannya PAKEM mempunyai empat ciri-ciri pembelajaran yaitu Aktif. 4. melaksanakan maupun mengevaluasi proses pembelajarannya. sehingga siswa memusatkan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 49 .

Anda ingin belajar ketika Anda melihat manfaat dan pentingnya bahan ajar. Sehubungan dengan ciri menyenangkan dalam PAKEM. dengan demikian waktu untuk mencurahkan perhatian (time of task) siswa menjadi tinggi. d. b. Dengan demikian diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya. Menjamin bahwa bahan ajar itu relevan. ketika ada humor dan dorongan semangat. yang pada umumnya hal itu terjadi ketika belajar dilakukan bersama orang lain. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. c. 1. namum harapan untuk sukses tetap tinggi. Prinsip PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 50 . Pembelajarannya efektif d. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik 2. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b.waktu rehat dan jeda teratur serta dukungan antusias. Menantang peserta didik untuk dapat berpikir jauh ke depan dan mengekspresikan apa yang sedang dipelajari dengan sebanyak mungkin kecerdasan yang relevan untuk memahami bahan ajar. Rose and Nocholl (2003) mengatakan bahwa pembelajaran yang menyenangkan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. Menjamin bahwa belajar secara emosional adalah positif. Demikian Rose dan Nicholl. Melibatkan secara sadar semua indera dan juga pikiran otak kiri dan otak kanan. Menciptakan lingkungan tanpa stress (relaks). lingkungan yang aman untuk melakukan kesalahan. Ciri-Ciri/Karakteristik PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. e.perhatiannya secara penuh pada pembelajaran.

Sementara itu. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: 1) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. kuesioner.a. dan portofolio. 2) Menentukan kebutuhan pembelajaran. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. d. Dalam pembelajaran. 7) Meningkatkan kualitas pendidikan. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik c. 3) Membantu dan mendorong siswa. dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. mental maupun emosional b. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan. Jenis Penilaian Model PAKEM a. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan. b. 5) Menentukan strategi pembelajaran. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah d. tertulis. membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. studi kasus. cek lis. c. bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. dan perbuatan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 51 . 4) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan 3. 6) Akuntabilitas lembaga.

Gambaran mengenai pendekatan pembelajaran yang lebih jelas terdapat dalam artikel pendidikan yang diterbitkan oleh Saskatchewan education (1980). Menentukan kebutuhan pembelajaran c.4. juga dimaksudkan sebagai studi komprehensif tentang praktik pembelajaran. Menentukan strategi pembelajaran f. Akuntabilitas lembaga g. Selain itu dokumen itu juga dimaksudkan untuk mendorong para guru untuk: (1) mengkaji lebih jauh tentang pendekatan-pendekatan pembelajaran yang lainnya. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik e. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. selama pembelajaran itu berlangsung. guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. Pendekatan pembelajaran sebagai bahan kajian yang terus berkembang. Artinya. maupun petunjuk pelaksanaanya. Tujuan Penilaian Model PAKEM a. (2) menjadi bahan refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukannya. Merancang dan Melaksanakan Penilaian Model PAKEM a. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu b. Pendekatan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 52 . dan (4) juga sebagai katalisator untuk mengembangkan profesional guru lebih lanjut. b. (3) merupakan seni. Membantu dan mendorong siswa d. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. Meningkatkan kualitas pendidikan 5. oleh Gladene Robertson dan Hellmut Lang di maknai selain sebagai Kerangka umum untuk Praktek Profesional guru. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. seperti hal nya ilmu mengajar yang terus berkembang.

metode pembelajaran maupun keterampilan mengajar tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan pembelajaran. Wallace (1992: 13) pendekatan pembelajaran dibedakan menjadi 2. metode pembelajaran dan keterampilan mengajar. pendekatan pembelajaran digambarkan sebagai kerangka umum tentang skenario yang digunakan guru untuk membelajarkan siswa dalam rangka mencapai suatu tujuan pembelajaran. Diagram tersebut juga memperlihatkan dengan lebih jelas tentang hubungan antara model pembelajaran. strategi pembelajaran. Pendekatan pembelajaran juga merupakan skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan guru dengan menyusun dan memilih model pembelajaran. Menurut Philip R. Sedangkan pendekatan liberal (liberal approaches) Belajar dan Model-Model Pembelajaran 53 . strategi pembelajaran. Pendekatan pembelajaran digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Instructional Frame Work (Sumber: Saskatchewan Education.pembelajaran digambarkan sebagai kerangka besar tentang tugas profesional guru yang di dalamnya meliputi: model-model pembelajaran. Pendekatan konservatif memandang bahwa proses pembelajaran yang dilakukan sebagai mana umumnya guru mengajarkan materi kepada siswanya. 1988:9) Berdasarkan diagram di atas. metode-metode pembelajaran dan juga keterampilan-keterampilan mengajar. Guru mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa. sedangkan siswa lebih banyak sebagai penerima. Strategi-strategi pembelajaran. yaitu: Pendekatan konservatif (conservative approaches) dan pendekatan liberal (liberal approach).

Mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses dalam bidang yang diminati dan penghargaan atas prestasi mereka. i. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar meningkatkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan bantuan jika mereka membutuhkan. f. Menghargai potensi siswa yang lemah/lamban dan memperlihatkan entuisme terhadap ide serta gagasan mereka. Mengakui pekerjaan siswa dalam satu bidang untuk memberikan semangat pada pekerjaan lain berikutnya. 1987. Memahami potensi siswa yang tersembunyi dan mendorongnya untuk berkembang sesuai dengan kecenderungan bakat dan minat mereka. dalam bukunya “The Process of Learning”. 6. edisi kedua. d. b. Menggunakan kemampuan fantasi dalam proses pembelajaran untuk membangun hubungan dengan realitas dan kehidupan nyata. John B. Memuji keindahan perbedaan potensi. e. Biggs and Ross Telfer. Peranan Guru Dalam Model PAKEM Agar pelaksanaan Pakem berjalan sebagaimana diharapkan. g. yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang guru yang baik dalam proses pembelajaran terhadap siswa: a. h. menyebutkan paling tidak ada 12 aspek dari sebuah pembelajaran kreatif. karakter.adalah pendekatan pembelajaran yang memberi kesempatan luas kepada siswa untuk mengembangkan strategi dan keterampilan belajarnya sendiri. bakat dan minat serta modalitas gaya belajar individu siswa. Mendorong dan menghargai keterlibatan individu siswa secara penuh dalam proyek-proyek pembelajaran mandiri. c. Menyatakan kapada para siswa bahwa guru-guru merupakan mitra mereka dan perannya Belajar dan Model-Model Pembelajaran 54 .

Belajar dan Model-Model Pembelajaran 55 . k. kolaboratif. Mendorong terjadinya proses pembelajaran interaktif. Memberikan tes/ujian yang bisa mendorong terjadinya umpan balik dan semangat/gairah pada siswa untuk ingin mempelajari materi lebih dalam.sebagai motivator dan fasilitator bagi siswa. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari tekanan dan intimidasi dalam usaha meyakinkan minat belajar siswa. l. j. inkuiri dan diskaveri agar terbentuk budaya belajar yang bermakna (meaningful learning) pada siswa.

c. Tennyson dan Pork (1980) dalam Slavin 1994 menyarankan bahwa jika guru akan menyajikan contoh dari suatu konsep maka ada tiga hal yang seharusnya diperhatikan. Bandingkan dan bedakan contoh-contoh dan bukan contoh. Pilih contoh yang berbeda satu sama lainnya. Model Pembelajaran Examples non Example Menurut Buehl (1996) examples non examples adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep. b.B. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 56 . b. c. yaitu: a. Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari examples non examples dari suatu definisi konsep yang ada dan meminta siswa utnuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada. Siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non examples yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian examples. Examples memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas. Siswa berangkat dari suatu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memperluas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih komplek. yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari examples non examples. Urutkan dari yang gampang sampai yang ke sulit. Menurut Buehl (1996) keuntungan dari metode examples non examples antara lain: a. sedangkan non examples memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas. Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan).

c. c. Selama siswa memikirkan tentang tiap example dan non example tersebut. Menggeneralisasikan pasangan antara contoh dan non contoh yang menjelaskan beberapa dari sebagian esar kareakter atau atribut dari konsep baru. Meminta siswa untuk bekerja berpasangna untuk menggeneralisasikan konsep examples non examples mereka. Guru menggunakan gambar/tulisan sesuai tengan tujuan pembelajaran. e. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 57 . Kerangka konsep tersebut antara lain: a. Sebagai bagian penutup.Menyiapkan pengalaman dengan contoh dan non contoh akan membantu siswa untuk membangun pemikiran yang kaya dan lebih mendalam dari sebuah konsep penting. b. Guru memberi petunjuk pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis. Menyajikannya dalam satu waktu dan meminta siswa untuk memikirkan perbedaan apa yang terdapat pada dua daftar tersebut. 1. tanyakanlah pada mereka apa yang membuat kedua daftar tersebut berbeda. Langkah-langkah Pembelajaran Langkhah-langkah: a. d. Guru memberi kesempatan pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis. Setelah itu meminta tiap pasangan untuk menginformasikan di kelas untuk mendiskusikan secara klaikal sehingga tiap siswa dapat memberikan umpan balik. Joyce and Weil (1986) dalam Buehl (1996) telah memberikan kerangka konsep terkait strategi tindakan. Melalui diskusi gambar tersebut dicatat pada kertas. Menyiapkan examples non examples tambahan. mengenai konsep yang lebih spesifik untuk mendorong siswa mengecek hipotesis yang telah dibuatnya sehingga mampu memahami konsep yang baru. b. adalah meminta siswa untuk mendeskripsikan konsep yang elah diperoleh dengan menggunakan karakter yang telah didapat dari examples non examples. d. yang menggunakan model inkuiri untuk memperkenalkan konsep yang baru dengan metode example non example. Guru menempelkan gambar/tulisan dipapan atau ditayangkan .

motivasi adalah perubahan energi dalamdiri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. g. ditandai dengan adanaya feeling. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 58 . Dalam kegiatan belajar. sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari luar. motivbasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan. h. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiap siagaan). Motivasi instrinsik. Adapun menurut Mc Donald. Dalam kegiatan belajar. Dari pengertian tersebut. mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu. b. Guru menjelaskan materi sesuai tujuan yang dicapai. Kesimpulan 2. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Strategi yang digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. Motivasi Belajar Motivasi berpangkal dari kata motiv yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada didalam diri seseorang untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. motivasi sangat diperlukan.f. ialah : a. Motivasi ekstrinsik. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. dan rangsang karena adanya tujuan. jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktifitas belajar. Jenis motivasi belajar ada dua yaitu: a.

Pujian h. Selanjutnya dari informasi tersebut guru dapat menysun dan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 59 . Hal ini akan memacu semangat meraka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Membentuk kebiasaan belajar yang baik.b. n. siswa yang belum berprestai akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi. Hadiah d. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Guru berusaha mengadakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. 3. p. Menggunakan metode yang bervariasi. Hukuman j. Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. k. o. e. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar l. Disamping itu. g. Proses penilaian tehadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui kegiatan belajar. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. c. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau mengubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. m. i. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seseorang guru menjelaskan mengenai tujuan instruksional khusus yang akan dicapai kepada siswa makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar. Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Pujian yang bersifat membangun kepada siswa yang berprestasi. Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. Saingan atau kompetisi f. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok.

diantaranya adalah sebagai berikut. baik untuk keseluruhan kelas maupun individu. 1) Siswa lebih berpikir kritis dala mengenalisis gambar yang relevan dengan kompetensi dasar (KD). (Nana Sudjana. Keterampilan dan kebiasaan. 3) Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya mengenai analisis gambar yang relevan dengan kompetensi dasar (KD). 2) Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar yang relevan dengan kompetensi dasar (KD).membina kegiatan-kegitan siswa lebih lanjut. Faktor eksternal. Faktor internal. Ada pun kelemahan dalam menggunakan model Examles non examples. Kunggulan dan Kekurangan Menggunakan Model Pembelajaran Examples Non Examples Ada beberapa keunggulan dalam menggunakan model examples non examles. Hasil belajar dibagi dalam tiga macam hasil belajar yaitu: a. harus semakin tinggi hasil belajar yang diperoleh siswa. 2004: 22) Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar a. faktor ini lebih ditekankan pada faktor dari dalam individu yang belajar. pencapaian tujuan belajar perlu diciptka adanya sistem lingkkungan belajar yang kondusif. b. Proses belajar merupakan penunjang hasil belajar yang dicapai siswa. b. 1989: 111) 4. Hasil belajar yang diperoleh siswa adalah sebagai akibat dari proses belajar yang dilakukan oleh siswa. adalah sebagai berikut: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 60 . Pengetahuan dan pengertian Sikap dan cita-cita yang masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah. (Nana Sudjana. c.

2) Memakan waktu yang lama. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 61 .1) Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.

tetapi belum diikuti dengan pengertian dan pemahaman yang mendalam yang bisa diterapkan ketika mereka berhadapan dengan situasi baru dalam kehidupannya. tetapi merekonstruksikan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 62 . dan memberikan rentang yang luas tentang peluang-peluang belajar bagi mereka yang menggunakan kemampuan-kemampuan akademik mereka untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan nyata yang kompleks.C. Oleh sebab itu pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang mana guru menggunakan pengalaman siswa yang pernah dilihat atau dilakukan dalam kehidupannya sebagai sumber belajar pendukung. Pembelajaran dapat mendorong siswa membuat hubungan antara materi yang dipelajari. seperti: pendekatan pembelajaran kontekstual. Pembelajaran secara konvensional yang diterima siswa hanyalah penonjolan tingkat hafalan dari sekian macam topik. Landasan filosofis CTL adalah konstruktivisme yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekadar menghafal. Terkait dengan CTL ini. pada dasarnya kontekstual berasal dari bahasa Inggris “contextual” yang berarti sesuatu yang berhubungan dengan konteks. Pemahaman konsep akademik yang dimiliki siswa hanyalah merupakan sesuatu yang abstrak. Kenyataan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara materi yang mereka pelajari dengan pemanfaatannya dalam kehidupan nyata. Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning Salah satu strategi pembelajaran yang dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan dengan produktif dan bermakna bagi siswa adalah strategi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang selanjutnya disebut CTL. belum menyentuh kebutuhan praktis kehidupan siswa. para ahli menyebutnya dengan istilah yang berbedabeda. Strategi CTL fokus pada siswa sebagai pembelajar yang aktif. Apapun istilah yang digunakan para ahli tersebut. strategi pembelajaran kontekstual. dan model pembelajaran kontekstual. pengalaman yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna. budaya. Berdasarkan pemahaman di atas. menurut metode pembelajaran kontekstual kegiatan pembelajaran tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas. Mengharuskan pendidik (guru) untuk pintar-pintar memilih serta mendesain linkungan belajar yang betul-betul berhubungan dengan kehidupan nyata. kesehatan. atau tempat-tempat lainnya. tempat kerja. CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat. serta lainnya. sawah. pembelajaran terjadi hanya ketika siswa (peserta didik) memproses informasi atau pengetahuan baru sedemikian rupa sehingga dapat terserap kedalam benak mereka dan mereka mampu menghubungannya dengan kehidupan nyata yang ada di sekitar mereka. Kehadiran kurikulum berbasis kompetensi juga dilandasi oleh pemikiran bahwa berbagai kompetensi akan terbangun secara mantap dan maksimal apabila pembelajaran dilakukan secara kontekstual.atau membangun pengetahuan dan keterampilan baru lewat fakta-fakta atau proposisi yang mereka alami dalam kehidupannya. sehingga siswa memiliki pengetahuan/ Belajar dan Model-Model Pembelajaran 63 . yang mudah dilupakan. Menurut teori pembelajran kontekstual. baik konteks pribadi. tapi bisa di laboratorium. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa pikiran secara alami akan mencari makna dari hubungan individu dengan linkungan sekitarnya. ekonomi. Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah sistem pembelajaran yang cocok dengan kinerja otak. sosial. tetapi dapat disimpan dalam memori jangka panjang sehingga akan dihayati dan diterapkan dalam tugas pekerjaan. dengan cara menghubungkan muatan akademis dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik. Hal ini penting diterapkan agar informasi yang diterima tidak hanya disimpan dalam memori jangka pendek. Pendekatan ini selaras dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi yang diberlakukan saat ini dan secara operasional tertuang pada KTSP.

b) Authentic Instruction. yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. dan mengkulminasikannya dalam produk nyatae. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 64 . 1. pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya (pengetahuan dan keterampilan baru). konsep diinternalisasi melalui menemukan. a) Problem-Based Learning. Dalam lingkungan seperti itu. pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan memberi ke-sempatan untuk pembelajaran bermakna. serta menghubungkan. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual mempunyai karakteristik sebagai berikut. kelas fisika yang mempelajari tentang konduktivitas termal dapat mengukur bagaimana kualitas dan jumlah bahan bangunan mempengaruhi jumlah energi yang dibutuhkan untuk menjaga gedung saat terkena panas atau terkena dingin. Pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan. d) Project-Based Learning. yaitu pendekatan pengajaran yang menperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna melalui pengembangan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. c) Inquiry-Based Learning. memperkuat. Sebagai contoh. Atau kelas biologi atau kelas kimia bisa belajar konsep dasar ilmu alam dengan mempelajari penyebaran AIDS atau cara-cara petani bercocok tanam dan pengaruhnya terhadap lingkungan.ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. para siswa dapat menemukan hubungan bermakna antara ide-ide abstrak dengan aplikasi praktis dalam konteks dunia nyata.

siswa aktif. yaitu pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam rangka memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. menyenangkan. siswa kritis dan guru kreatif. belajar dengan gairah.Secara lebih sederhana karakteristik pembelajaran kontekstual dapat dinyatakan menggunakan sepuluh kata kunci yaitu: kerja sama. Kelas dikatakan menerapkan CTL jika menerapkan ke tujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya. yaitu pendekatan pembelajar-an yang menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru dan berbagai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. menemukan sendiri dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya 2) Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topik 3) Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya 4) Ciptakan masyaraka belajar (belajar dalam kelompok) 5) Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran 6) Lakukan refleksi di akhir pertemuan Belajar dan Model-Model Pembelajaran 65 . menggunakan berbagai sumber. dan saling memahami antara satu dengan yang lain secara mendalam. e) Work-Based Learning. Implementasi Pembelajaran Kontekstual di Kelas Pendekatan CTL memiliki tujuh komponen utama.bekerja sama. saling menunjang. f) Service Learning. pembelajaran terintegrasi. Secara garis besar langkah-langkah penerapatan CTL dalam kelas sebagai berikut. 1) Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat kerja. sharing dengan teman. g) Cooperative Learning. 2.

Pembelajaran konstruktivisme menekankan terbangunnya pemahaman sendiri secara aktif. d) Siswa diberikan kebebasan untuk menerapkan strateginya sendiri dalam belajar. Bertanya dalam pembelajaran CTL dipandang sebagai upaya guru yang bisa mendorong siswa untuk Belajar dan Model-Model Pembelajaran 66 . kreatif dan produktif berdasarkan pengetahuan terdahulu dan dari pengalaman belajar yang bermakna. e) Pengetahuan siswa tumbuh dan berkembang melalui pengalaman sendiri. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Prinsip konstruktivisme yang harus dimiliki guru adalah sebagai berikut. konsep dan kaidah yang siap dipraktekkan. Karena itu siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. melainkan harus dkonstruksi terlebih dahulu dan memberikan makna melalui pengalaman nyata.7) Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara Untuk lebih jelasnya uraian setiap komponen utama CTL dan penerapannya dalam pembelajaran adalah sebagai berikut sebagai berikut: a. Bertanya (Questioning) Komponen ini merupakan strategi pembelajaran CTL. b. Kontruktivisme (Constructivism) Komponen ini merupakan landasan berfikir pendekatan CTL. dan mengembangkan ideide yang ada pada dirinya. c) Siswa mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk menemukan dan menerapkan idenya sendiri. f) Pengalaman siswa akan berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila diuji dengan pengalaman baru. b) Informasi bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata siswa lebih penting daripada informasi verbalistis. g) Pengalaman siswa bisa dibangun secara asimilasi (pengetahuan baru dibangun dari pengetahuan yang sudah ada) maupun akomodasi (struktur pengetahuan yang sudah ada dimodifikasi untuk menyesuaikan hadirnya pengalaman baru). Pengetahuan bukanlah serangkaian fakta. a) Proses pembelajaran lebih utama dari pada hasil pembelajaran.

Prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam pembelajaran berkaitan dengan komponen bertanya sebagai berikut. dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan bermakna untuk menghasilkan temuan yang diperoleh sendiri oleh siswa. membangkitkan respon siswa. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 67 . Dengan demikian pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa tidak dari hasil mengingat seperangkat fakta. memfokuskan perhatian siswa sesuai yang dikehendaki guru. mengetahui hal-hal yang diketahui siswa. e) Dalam pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya berguna untuk: menggali informasi. b) Konfirmasi terhadap apa yang sudah diketahui siswa lebih efektif melalui tanya jawab. a) Penggalian informasi lebih efektif apabila dilakukan melalui bertanya. bertanya kepada siswa bisa mendorong. Pada sisi lain. dan menyegarkan pengetahuan siswa. mengarahkan siswa untuk memperoleh informasi. Menemukan (Inquiry) Komponen menemukan merupakan kegiatan inti CTL. membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa. c) Dalam rangka penambahan atau pemantapan pemahaman lebih efektif dilakukan lewat diskusi baik kelompok maupun kelas. d) Bagi guru. c.mengetahui sesuatu. mengetahui kadar keingintahuan siswa. Pengetahuan dan keterampilan akan lebih lama diingat apabila siswa menemukan sendiri. mengecek pemahaman siswa. tetapi hasil menemukan sendiri dari fakta yang dihadapinya. Kegiatan ini diawali dari pengamatan terhadap fenomena. Prinsip yang bisa dipegang guru ketika menerapkan komponen inquiry dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. sekaligus mengetahui perkembangan kemampuan berfikir siswa. kenyataan menunjukkan bahwa pemerolehan pengetahuan seseorang selalu bermula dari bertanya. membangkitkan lebih banyak pertanyaan bagi diri siswa.

mengamati atau melakukan observasi. Karena itu pembelajaran yang dikemas dalam diskusi kelompok dengan anggota heterogen dan jumlah yang bervariasi sangat mendukung komponen learning community. d) Masyarakat belajar terjadi apabila masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya sadar bahwa pengetahuan. c) Langkah-langkah kegiatan inquiry: merumuskan masalah. menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. laporan. pengalaman. gambar. antarkelompok. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 68 . tabel. dan karya lain. dan antara yang tahu kepada yang tidak tahu.a) Informasi yang diperoleh siswa akan lebih mantap apabila diikuti dengan buktibukti atau data yang ditemukan sendiri oleh siswa. dan penyimpulan. b) Siklus inquiry adalah observasi. dan keterampilan yang dimilikinya bermanfaat bagi yang lain. Masyarakat belajar (learning community) Komponen ini menyarankan bahwa hasil belajar sebaiknya diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Prinsip-prinsip yang bisa diperhatikan guru ketika menerapkan pembelajaran yang berkonsentrasi pada komponen learning community adalah sebagai berikut. baik di dalam maupun di luar kelas. a) Pada dasarnya hasil belajar diperoleh dari kerja sama atau sharing dengan pihak lain. pengumpulan data. c) Sharing terjadi apabila ada komunikasi dua atau multiarah. e) Siswa yang terlibat dalam masyarakat belajar pada dasarnya bisa menjadi sumber belajar. bagan. b) Sharing terjadi apabila ada pihak yang saling memberi dan saling menerima informasi. d. bertanya. mengajukan dugaan. mengkomunikasikan atau menyajikan hasilnya pada pihak lain (pembaca. guru. Hasil belajar bisa diperoleh dengan sharing antar teman. teman sekelas. audiens yang lain).

Kesadaran semacam ini penting ditanamkan kepada siswa agar ia bersikap terbuka terhadap pengetahuan-pengetahuan baru. c) Model atau contoh bisa berupa cara mengoperasikan sesuatu. misalnya cara mengoperasikan sesuatu. contoh hasil karya. siswa akan menyadari bahwa pengetahuan yang baru diperolehnya merupakan pengayaan atau bahkan revisi dari pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. atau pengalaman yang terjadi dalam pembelajaran. a) Pengetahuan dan keterampilan diperoleh dengan mantap apabila ada model atau contoh yang bisa ditiru. mempertontonkan suatu penampilan. menunjukkan hasil karya.e. Model yang dimaksud bisa berupa pemberian contoh. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 69 . Cara pembelajaran semacam ini akan lebih cepat dipahami siswa dari pada hanya bercerita atau memberikan penjelasan kepada siswa tanpa ditunjukkan modelnya atau contohnya. atau model penampilan. Prinsip-prinsip komponen modelling yang bisa diperhatikan guru ketika melaksanakan pembelajaran adalah sebagai berikut. Refleksi (reflection) Komponen yang merupakan bagian terpenting dari pembelajaran dengan pendekatan CTL adalah perenungan kembali atas pengetahuan yang baru dipelajari. f. Prinsip-prinsip dasar yang perlu diperhatikan guru dalam rangka penerapan komponen refleksi adalah sebagai berikut. bahkan memberikan masukan atau saran jika diperlukan. Pemodelan (modelling) Komponen pendekatan CTL ini menyarankan bahwa pembelajaran keterampilan dan pengetahuan tertentu diikuti dengan model yang bisa ditiru siswa. dan merespons semua kejadian. aktivitas. menelaah. b) Model atau contoh bisa diperoleh langsung dari yang berkompeten atau dari ahlinya. Dengan memikirkan apa yang baru saja dipelajari.

dan menafsirkan data yang telah terkumpul ketika atau dalam proses pembelajaran siswa berlangsung. d) Penilaian autentik memberikan kesempatan siswa untuk dapat mengembangkan penilaian diri (self assessment) dan penilaian sesama (peer assessment). Dengan demikian. Gambaran perkembangan pengalaman siswa ini perlu diketahui guru setiap saat agar bisa memastikan benar tidaknya proses belajar siswa. bukan semata-mata pada hasil pembelajaran. b) Penilaian dilakukan secara komprehensif dan seimbang antara penilaian proses dan hasil. tetapi untuk mengetahui perkembangan pengalaman belajar siswa. bagaimana siswa menghubungkan apa yang mereka ketahui dengan berbagai konteks. prinsip dasar yang perlu menjadi perhatian guru ketika menerapkan komponen penilaian autentik dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. Sehubungan dengan hal tersebut. g. atau unjuk kerja. Penilaian autentik (authentic assessment) Komponen yang merupakan ciri khusus dari pendekatan kontekstual adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran atau informasi tentang perkembangan pengalaman belajar siswa. penilaian autentik diarahkan pada proses mengamati. a) Penilaian autentik bukan menghakimi siswa. dan bagaimana perkembangan belajar siswa dalam berbagai konteks belajar. aktivitas. menganalisis. c) Perenungan bisa berupa menyampaikan penilaian atas pengetahuan yang baru diterima. membuat catatan singkat. b) Perenungan merupakan respons atas kejadian. atau pengetahuan yang baru diperolehnya. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 70 . c) Guru menjadi penilai yang konstruktif (constructive evaluators) yang dapat merefleksikan bagaimana siswa belajar.a) Perenungan atas sesuatu pengetahuan yang baru diperoleh merupakan pengayaan atas pengetahuan sebelumnya. diskusi dengan teman sejawat.

sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. 3) Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa yang selanjutnya memilih dan mengkaiykan dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual. Kegiatan belajar mengajar (KBM) lebih menekankan Student Centered daripada Teacher Centered. Hal ini sangat penting. Kelebihan & Kekurangan Contextual Teaching and Learning a. Peran Guru dalam Pembelajaran Kontekstual Dalam pembelajaran kontekstual guru dituntut membantu siswa dalam mencapai tujuannya. 2) Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme. akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata.3. sihingga tidak akan mudah dilupakan. dimana hasilnya nanti dijadikan bahan refeksi terhadap rencana pemebelajaran dan pelaksanaannya. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 71 . 2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. Menurut Depdiknas guru harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa. Di sini guru hanya mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. 4) Melaksanakan penilaian terhadap pemahaman siswa. bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional. 4) Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan hidup mereka. Kelebihan 1) Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. 4. Maksudnya adalah guru lebih berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi.

b. peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Dengan demikian. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula. Kelemahan 1) Guru lebih intensif dalam membimbing. Karena dalam metode CTL. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya.dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 72 . 2) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar.

Jumlah lembar kerja siswa disesuaikan dengan jumlah kelompok. bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. bertujuan agar siswa dapat menerima temantemannya yang mempunyai berbagai latar belakang. bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Hasil belajar akademik stuktural. b. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen dengan melibatkan siswa yang terbagi dalam kelompok untuk menguasai materi pada mata pelajaran yang akan dibahas. b. Pengakuan adanya keragaman. Pengembangan keterampilan social. 1. Persiapan Pada tahap ini guru mempersiapkan lembar kerja siswa yang digunakan sebagai bahan permasalahan yang akan didiskusikan dalam proses pembelajaran.D. Hal ini dapat meminimalkan kegaduhan dalam kelas pada penggunaan metode tradisional dimana siswa mengacungkan tangan terlebih dahulu baru ditunjuk guru untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan. Tipe NHT menekankan pada pembentukan struktur-struktur khusus untuk menciptakan pola interaksi siswa. Langkah-langkah penerapan NHT a. NHT menekankan kepada siswa agar saling bergantung pada kelompok-kelompok yang telah dibuat secara kooperatif. Pembentukan kelompok Belajar dan Model-Model Pembelajaran 73 . Metode Pembelajran Kooperatif Number Head Together (NHT) Tipe pembelajaran kooperatif melalui metode NHT dirancang khusus agar siswa dapat memahami materi pelajaran meski menggunakan metode berkelompok. c. Ada tiga tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu : a.

Setiap siswa diharapkan dapat aktif dan memahami alur diskusi masing-masing kelompok. Dengan pegangan buku paket para siswa di dalam kelompok mulai berdiskusi mengenai permasalahan yang tertuang dalam lembar kerja siswa. c. d. Setelah itu setiap anggota kelompok memiliki pandangan yang sama terhadap masalah yang sudah didiskusikan. f. Setelah itu guru akan mengajukan pertanyaan kepada para siswa yang nomornya ditunjuk secara bergantian. Pegangan materi Setiap kelompok wajib memiliki pegangan materi berupa buku paket atau sumber bacaan yang lain. jenis kelamin. guru memberikan nomor kepada masing-masing siswa pada setiap kelompok antara 1-3 atau 1-5. Pemanggilan Nomor Anggota Langkah ini dilakukan ketika diskusi sudah selesai. dan kemampuan belajar. Diskusi masalah Pada langkah ini setiap kelompok mulai membahas materi yang telah diberikan guru. Kelompok yang dibentuk sebaiknya mewakili prestasi akademik. Setelah kelompok terbentuk. Guru memanggil salah satu nomor. ras.Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok. Diusahakan setiap kelompok berjumlah 3-5 anak agar diskusi di dalam kelompok berjalan efisien. Hal ini untuk memudahkan para siswa di dalam kelompok tersebut mengerjakan lembar kerja yang sudah dipersiapkan oleh guru. Kesimpulan Setelah semua siswa menjawab pertanyaan yang diajukan. kemudian para siswa dari masing-masing kelompok yang nomornya disebut mengangkat tangan. e. 2. guru yang merupakan fasilitator dalam pembelajaran bersama para siswa akan merangkum kesimpulan dari hasil diskusi dan mempresentasikan hasil diskusinya. Kelebihan dan Kekurangan NHT Kelebihan atau keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe NHT adalah: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 74 .

Waktu untuk mengkoreksi hasil kerja siswa lebih efektif dan efisien e. Timbul rasa tanggung jawab Sedangkan kekurangan tipe number head together adalah: a. Kemungkinan nomor yang dipanggil. Munculnya jiwa kompetisi yang sehat d. Adanya alokasi waktu yang panjang b. dipanggil lagi oleh guru atau adanya nomor yang tidak terpanggil Belajar dan Model-Model Pembelajaran 75 . Kelas menjadi benar-benar hidup dan dinamis b. Pemahaman yang lebih mendalam f.a. Setiap siswa mendapat kesempatan untuk berekspresi dan mengeluarkan pendapatnya c.

1 ………………………………………….…………………….……… Belajar dan Model-Model Pembelajaran 76 . b. SK3 ……………. Langkah-langkah pembelajaran project work 1. Standar Kompetensi Kerja (SKK) yang berlaku.. Inventarisasi jenis pekerjaan (job). melalui proses produksi/pekerjaan yang sesungguhnya.2 ………………………………….……………..……… P. Model pembelajaran project work sering digunakan untuk program pembelajaran produktif. P. Model Pembelajaran Project Work Project Work adalah model Pembelajaran yang mengarahkan peserta didik pada prosedur kerja yang sistematisdan standar untuk membuat atau menyelesaikan suatu produk (barang atau jasa). SK1 ………………………….E. 1) Inventarisasi Standar Kompetensi Lulusan Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi standar kompetensi (SK) yang terdapat dalam kurikulum/silabus. Setiap kompetensi keahlian pada umumnya memiliki lebih dari satu bidang/jenis pekerjaan yang dapat di isi oleh lulusan. Perencanaan Project Work a...……………. standar kompetensi dan produk yang dapat dihasilkan. Dst ………. P. Inventarisasi Pekerjaan (Job) Pendataan jenis pekerjaan (job) dapat mengacu: kepada jenis pekerjaan yang ada di kurikulum. sehingga cocok digunakan untuk di SMK.3 …………………………………. SK2 ……………. dan atau standar pekerjaan lain yang ada di DU/DI/masyarakat.

c. Daftar Nama Produk Setiap Bidang Pekerjaan No 1 Bidang/Jenis Pekerjaan P1 Nama Produk (barang/jasa) Pr1 Pr2 2 P2 Pr3 Pr3 3 P3 Pr4 Pr5 d. Analisis Standar Kompetensi Terhadap Produk (Barang/Jasa) Hasil inventarisasi standar kompetensi lulusan. selanjutnya dianalisis standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap produk dan bidang pekerjaan dengan menggunakan tabel 2. Analisis Standar Kompetensi Terhadap Jenis Produk Standar Kompetensi Produk Kode Standar Kompetensi SK1 Pr1 Pr2 Pr3 Prn SK2 SK3 SK4 SK5 SK6 SK7 SKn Belajar dan Model-Model Pembelajaran 77 . Inventarisasi Produk (Barang/Jasa) Setiap Pekejaan Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengiden-tifikasi produk yang dapat dihasilkan oleh setiap bidang/jenis pekerjaan sehingga peserta didik memilki orientasi produk yang akan dihasilkan pada setiap pembelajaran. dan produk tersebut.Dst. Tabel 2. bidang pekerjaan. Tabel 1.

1) Produk (Pr1) dapat dikerjakan pada pembelajaran SK1. SK3 dan SK 5. Guru menyampaikan: 1) tujuan pembelajaran yang akan dicapai 2) strategi pembelajaran dengan pendekatan project work Belajar dan Model-Model Pembelajaran 78 . a. SK2.Baris pada kolom 1 diisi kode produk (nama barang/jasa). Alternatif produk dapat dipilih oleh peserta didik. SK2. demikian selanjutnya untuk Produk yang lain. Penetapan Bukti Belajar/Evidence of Learning Berdasarkan hasil analisis standar kompetensi terhadap produk. e. Menentukan standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produk (barang/jasa) dengan memberi tanda cek (√) pada kolom standar kompetensi terkait. Pelaksanaan Model Pembelajaran Pendekatan Project Work Pembelajaran dengan pendekatan Project Work dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut. maka guru menetapkan alternatif produk yang akan dikembangkan untuk setiap standar kompetensi yang dipelajari. 2. sedangkan kolom berikutnya diisi dengan kode Standar Kompetensi hasil inventarisasi (Kurikulum/Silabus). Hasil analisis Standar Kompetensi terhadap Jenis Produk pada tabel 2 dapat dimaknai sebagai berikut. SK4 2) Produk (Pr2 ) dapat dikerjakan pada pembelajaran SK1. guru diminta untuk menetapkan bukti-bukti belajar (Evidence Of Learning) yang akan digunakan sebagi acuan dalam penilaian hasil belajar peserta didik. 3) Produk (Pr1) dan (Pr2 ) dapat digunakan sebagai pilihan peserta didik sebagai media pembelajaran SK1 dan SK2 4) Setelah seluruh standar kompetensi teridentifikasi terhadap produk yang ada.

melaksanakan kegiatan kulminasi (presentasi/ pengujian/penyajian/display). b. Kerangka rencana Project Work sebagai berikut. 3. 3) Sketsa/Gambar Kerja (Jika Diperlukan) 4) Bahan Produksi 5) Fasilitas/Peralatan Produksi 6) Proses Produksi   Rencana Anggaran Biaya Sasaran Pasar/Konsumen o Jadwal Pelaksanaan 2. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 79 . 4) ruang lingkup standar kompetensi yang akan dipelajari oleh peserta didik untuk setiap judul/nama produk/jasa 5) menyusun dan menetapkan pedoman penilaian kompetensi sesuai dengan judul project work 6) memfasilitasi bimbingan kepada peserta didik dengan memanfaatkan lembar bimbingan. memilih salah satu judul/nama produk/jasa. Proses belajar menekankan pada pencapaian standar kompetensi yang dibuktikan dengan bukti belajar (learning evidence) dan diorganisasi dalam bentuk portofolio. Kegiatan dilakukan sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam proposal di bawah bimbingan dan pengawasan guru. 4. melakukan proses belajar sesuai dengan proses produksi yang telah direncanakan. 1) Latar Belakang 2) Keunggulan Dan Fungsi Produk/Jasa. mengorganisasi bukti belajar sebagai portofolio. Peserta didik 1. Dan menyusun rencana Project Work sesuai dengan judul yang dipilih.3) alternatif judul/nama produk/jasa yang dapat dipilih peserta.

5. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 80 . pelaksanaan proses produksi. keterampilan. Peserta didik dinyatakan kompeten apabila memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan pada indikator dari setiap kompetensi dasar. kegiatan. Komponen project work yang dinilai terdiri dari penyusunan rencana Project Work. sikap. Penilaian Hasil Belajar Penilaian hasil belajar dengan pendekatan project work pada dasarnya adalah penilaian standar kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. Penetapan pencapaian nilai mengacu pada Pedoman Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar Peserta Didik SMK. menyusun laporan sesuai dengan pengalaman belajar yang diperoleh. dan kesesuaian waktu pelaksanaan. laporan. 3. kesesuaian produk/jasa. dan kulminasi (presentasi/ pengujian/penyajian/display).

yaitu sebuah teka-teki yang menyusun potongan gambar. pembelajaran kooperatif menggalakan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok. dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya ( Rusman. anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari. yaitu siswa melakukan sesuatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama. Dalam model pemebelajaran kooperatif ini guru berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jembatan penghubungan ke arah pemahaman yang Belajar dan Model-Model Pembelajaran 81 .203). Model pemebelajaran kooperatif model jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitik beratkan kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil. dan mengelolah informasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Dengan demikian. Ini membolehkan pertukaran ide dan pemeriksaaan ide sendiri dalam suasana yang tidak terancam. Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini juga mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji (jigsaw). sesuai dengan falsafah konstruktivisme. Dalam model pembelajaran jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat. seperti yang diungkapkan Lie (1993: 73). 2008. Menurut Slavin (2007). bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw ini merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dari sisi etimologi Jigsaw berasal dari bahasa inggris yaitu gergaji ukir dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah Fuzzle.F. pendidikan hendaknya mampu mengkondisikan dan memberikan dorongan untuk dapat mengoptimalkan dan membangkitkan potensi siswa. menumbuhkan aktivitas dan daya cipta kreativitas sehingga akan menjamin terjadinya dinamika di dalam proses pemebelajaran.

dalam untuk 1. ini merupakan kesempatan bagi siswa menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri. Menurut Stepen. permasalahan yang dihadapi setiap kelompok sama. Guru tidak hanya memberikan penegtahuan pada siswa. kita sebut sebagai team ahli yang bertugas membahas permasalahan yang dihadapi. Karena anggota setiap kelompok dihadapkan pada permasalahan yang berbeda. Setelah selesai diskusi sebagai tem ahli tiap anggota kembali kedalam kelompok asli dan bergantian mengajar teman satu tem mereka tentang subbab yang mereka kusai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan seksama f. dengan catatan siswa sendiri. Anggota dari team yang berbeda yang telah mempelajari bagian sub bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusiksn sub bab mereka. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Menurut Rusman (2008 : 205) pembelajaran model jigsaw ini dikenal juga dengan kooperatif para ahli. Guru memberi evaluasi h. Siswa dikelompokan sebanyak 1 sampai dengan 5 orang siswa. Tiap orang dalam team diberi bagian materi yang ditugaskan d. hasil pembahasan itu dibawa kekelompok asal dan disampaikan pada anggota kelompoknya.lebih tinggi. Sikes and Snapp (1978 ) yang dikutip Rusman (2008). Tiap orang dalam team diberi bagian materi berbeda c. Tiap tem ahli mempresentasikan hasil diskusi g. Penutup Secara umum langkah-langkah model pembelajaran kooperatif yaitu sebagai berikut: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 82 . tetapi harus juga membangun dalam pikirannya. Namun. e. Siswa mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan langsung menerapkan ide-ide meraka. mengemukakan langkah-langkah kooperatif model jigsaw sebagai berikut: a. Selanjutnya. b.

Setiap anggota kelompok ahli harus menerima satu lembar kerja “ahli”. Masing-masing anggota kelompok kecil mengajarkan topik masing-masing ke anggota lainnya dalam kelompok. Guru mendorong anggota kelompok mengajukan pertanyaan ke penyaji dan mendiskusikan lembar kerja kelompok kecil. Pada tahap selanjutnya masing-masing anggota kelompok bertemu dengan ahli-ahli dari kelompok lain dalam kelas. b) Diskusi Kelompok Ahli Kelompok ahli harus melakukan pertemuan sekitar satu kali pertemuan untuk mendiskusikan topik yang ditugaskan. Guru mendorong para siswa untuk menggunakan metode mengajar yang bervariasi. Setelah diskusi kelompok kecil guru menyelenggarakan tes yang mencakup materi satu bab penuh dalam waktu yang tidak lebih dari 15 menit. Guru mendorong para siswa menggunakan cara belajar yang bervariasi. Seringlah Belajar dan Model-Model Pembelajaran 83 . apabila jumlah anggota kelompok 4 orang siswa maka bab tersebut dibagi menjadi 4 bagian. c) Pelaporan dan Pengetesan Masing-masing anggota kelompok ahli kembali ke kelompok kecil masingmasing. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Keterangan: a) Bahan Ajar Guru memilih satu bab dalam buku ajar kemudian membagi bab tersebut menjadi bagian-bagian sesuai dengan jumlah anggota kelompok.Bahan Ajar Diskusi Kelompok Ahli Pelaporan dan Pengetesan Penghargaan Gambar. Jadi. Lembar kerja ahli harus membuat pertanyaan-pertanyaan dan kegiatan (jika ada) utnuk mengarahkan diskusi kelompok. Tujuan kelompok ini adalah mempelajari subbab tersebut kepada kelompok kecil masing-masing. Setiap anggota kelompok ditugasi untuk membaca dan mempelajari bagiannya pada bab tersebut.

Kelompok Einstein. Penghargaan kerja masingmasing kelompok dapat disajikan pada papan pengumuman yang dilaporkan peringkat masing-masing kelompok dalam kelas. Kinerja individu yang luar biasa juga dilaporkan. Pada tahap ini rata-rata peningkatan kelompok dilaporkan. Guru dapat menggunakan kata-kata khusus untuk memberikan kinerja kelompok semacam Bintang Sains. Kepekaan guru sangat diperlukan disini. (Slavin. d) Penghargaan Tahap ini merupakan tahap yang mampu mendorong para siswa untuk lebih kompak. Ellizabeth Cohen telah menemukan bahwa penting untuk menyadari akan para siswa yang diduga memiliki kompetensi yang konsisten rendah. Dampak dari model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sebagai berikut: struktur konsep kepekaa n sosial keberga ntungan positif toleransi atas perbeda an kepemi mpinan kolektif model jigsaw pemrose san kelompo k kesadara n akan perbeda an Belajar dan Model-Model Pembelajaran 84 . Ketika siswa semacam ini meununjukkan kinerja baik. segera beri dia penghargaan khusus yang bersifat terbuka untuk kompetisi ini. atau lembar berita.menggunakan kuis-kuis dan jangan menggunakan skor tim. skor kemajuan. Penting untuk dipahami bahwa menghargai siswa secara akademik dari kelompok berkemampuan rendah merupakan bagian integral keefektifan pembelajaran Jigsaw. 2008: 246). Cukup berikan nilai individual kepada siswa. atau sebutan lainnya.

Dampak Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Kelompok Asal 1 2 1 2 1 2 1 2 3 4 3 4 3 4 3 4 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Kelomok Ahli Gambar. Kunci tipe Jigsaw ini adalah interdependensi yang diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan kuis dengan baik. Kemudian siswa-siswa perwakilan dari kelompoknya masing-masing bertemu dengan anggota dari kelompok lain yang mempelajari materi yang sama. Setelah pembahasan selesai. Selanjtunya materi tersebut didiskusikan. siswa diberi kuis secara individu yang mencakup topik materi yang telah dibahas. para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan berusaha mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan dikelompok ahli. bertemu dengan topik yang sama dalam kempok ahli untuk berdiskusi dan membahas metari yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 85 . Selanjutnya diakhir pembelajaran.Gambar. Illustrasi kelompok Jigsaw Keterangan: Dalam Jigwas ini setiap anggota kelompok ditugaskan untuk mempelajari materi tertentu. mempelajari serta memahami setiap masalah yang dijumpai sehingga perwakilan tersebut dapat memahami dan menguasai materi tersebut. Para anggota dari kelompok asala yang berbeda.

2. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 86 . sehingga perlu waktu merubah possi yang dapat juga menimbulkan gaduh. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigwas a) Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah: 1) Mengembangkan hubungan antar pribadi positif siswa yang dimiliki kemampuan belajar berbeda 2) Menerapkan bimbingan sesama teman 3) Rasa menghargai yang lebih tinggi 4) Memperbaiki kehadiran dan keaktifan siswa 5) Penerima terhadap perbedaan individu 6) Sikap apatis berkurang 7) Pamahaman materi lebih mendalam 8) Meningkatkan motivasi belajar b) Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah: 1) Jika guru tidak meningkatkan agar siswa selalu menggunakan keterampilanketerampilan kooperatif dalam kelompok masing-masing maka dikhawatirkan kelompok akan macet. misal jika ada anggota yang hanya membonceng dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pasif dalam diskusi. 3) Membutuhkan waktu yang lebih lama terelebih bila ada penataan ruang yang belum terkondisi dengan baik. 2) Jika jumlah anggota kelompok kurang akan menimbulkan masalah.

seorang pemuka agama pastilah juga mempunyai kemampuan berbicara yang baik. Metode Pembelajaran Debate Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif. Oleh karena itu. Peran penting penguasaan keterampilan berbicara sangat tampak di semua lingkungan . Suatu komunikasi dikatakan berhasil kalau pesan yang disampaikan pembicara atau penulis dapat dipahami penyimak atau pembaca persis sama seperti yang dimaksudkan pembicara atau penulis tersebut. pergaulan. Seorang presiden pastilah orang yang pandai dalam berbicara. dan bermasyarakat. Kesulitan yang dialami siswa dalam berbicara dapat Belajar dan Model-Model Pembelajaran 87 . hampir dapat dipastikan setiap orang yang sukses pasti memiliki kemampuan berbicara yang baik. pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan keterampilan siswa berkomunikasi dan fungsi utama sastra sebagai sebagai penghalus budi. imajinasi dan ekspresi secara kreatif dan konstruktif baik secara lisan maupun tulis.G. kepedulian sosial. tepat dan sesuai dengan kaidah ketatabahasaan yang berlaku. oleh karena itu kita harus terampil berbahasa supaya komunikasi berjalan lancar. Kesulitan pokok yang dihadapi siswa dalam berbicara adalah menghubungkan berbagai ide yang dimiliki untuk membangun suatu pemahaman dan penyampaian yang baik dan menarik. penumbuhan apresiasi budaya. Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa saat ini lebih di tekankan pada fungsi bahasa artinya bahasa sebagai alat komunikasi. Keterampilan berbicara sangat berperan dalam kehidupan manusia di lingkungan sekolah. Ketepatan mengungkapakan gagasan pendapat dan perasaan dipengaruhi oleh penggunaan bahasa yang efektif. peningkatan rasa kemanusiaan. kerja. serta penyalur gagasan. Kemampuan atau keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan gagasan pendapat dan perasaan pada pihak lain secara lisan. Hal itu terjadi karena memang berbicara merupakan hal yang sangat penting dalam pencapaian cita-cita. seorang guru pun dituntut untuk dapat berbicara dengan baik agar siswa dapat menerima pelajaran dengan baik.

Model pembelajaran debat mengarahkan siswa untuk berbicara dengan beradu argumen dari dua kelompok yang telah disetting untuk selalu beda pendapat. Salah satu model pembelajaran yang mungkin dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak adalah model pembelajaran debat. Melihat pentingnya kemampuan berbicara dalam kehidupan sehari-hari tentulah dalam membelajarkan kemampuan berbahasa aspek berbicara diperlukan metode dan atau model pembelajaran yang bervariasi. Selain itu. kelompok pertama diminta untuk selalu setuju ( kelompok pro ) terhadap masalah yang diberikan sedangkan kelompok yang kedua diminta untuk selalu tidak setuju ( kelompok kontra ) terhadap masalah yang diberikan. Lebih jelasnya pembelajaran model Debat dilakukan dengan pemberian materi berupa masalah yang sedang hangat dibicarakan saat itu. diantaranya faktor pada diri siswa yaitu pemahaman siswa masih kurang terhadap keterampilan berbicara. Pengertian Model Pembelajaran Debate Model pembelajaran debat merupakan model pembelajaran berbicara yang tidak hanya monoton satu arah. 1. Setelah itu kelompok pro diminta untuk menyanggah apa yang telah disampaikan oleh kelompok kontra juga dengan pemberian alasan-alasan yang logis. Pertama-tama masalah yang akan diperdebatkan dibacakan dengan pemberian beberapa ilustrasi yang sudah terjadi. kemudian siswa yang telah dibagi menjadi dua kelompok diminta untuk memberi tanggapan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 88 . Dalam pelaksanaanya dua kelompok tersebut akan mempertahankan pendapatnya sesuai apa yang telah di setting. faktor guru juga sangat berpengaruh khususnya dalam proses pembelajaran. pertama kelompok kontra diberi kesempatan untuk menolak atau tidak setuju dengan ilustrasi yang diberikan dengan memberikan alasan-alasan yang logis dari berbagai sudut pandang. dan sikap siswa yang meremehkan kegiatan berbicara.dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kevariasian ini dilakukan untuk menemukan model yang paling cocok doterapkan pada siswa tertentu dan dalam kondisi tertentu pula.

Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Langkah-langkah Pembelajaran Debate Langkah-langkah dalam pembelajaran debate adalah sebagai berikut: a. karena apabila sudah terjadi perdebatan setiap kelompok tidak ada yang mau mengalah dan semakin lama perdebatan akan semakin memanas sehingga kehadiran seorang pembimbing sangat diperlukan. Metode debat juga merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Untuk menghindari kebosanan kedua kelompok diadakan pertukaran posisi dan permasalahan yang berbeda-beda. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. 2. Dalam pelaksanaan model pembelajaran debat ini sangat diperlukan seorang pembimbing untuk mengendalikan keadaan kelas. Yang diharuskan bagi para peserta debat adalah tidak diperkenankan menggunakan kata-kata yang kasar atau tidak baik agar siswa terlatih untuk berbicara dengan baik dan teratur. Setelah selesai membaca materi guru menunjukkan salah satu anggotanya kelompok pro untuk bicara saat itu ditanggapi atau diulas oleh kelompok Belajar dan Model-Model Pembelajaran 89 . Pada dasarnya. c. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lain kontra b. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. yaitu kelompok pro berubah menjadi kelompok kontra dan begitu juga sebaliknya.Proses debat tersebut dilakukan secara terus menerus sehingga siswa benarbenar berfikir semaksimal mungkin kemudian mengungkapkanya di depan forum. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas.

Kelompok kontra kembali menyanggah untuk mempertahankan pendapat mereka. setelah itu kelompok yang satunya diberi kesempatan untuk menyanggah pendapat dari kelompok yang satunya. b. yang terdiri dari kelompok pro dan kontra. guru menjelaskan tentang kompetensi dasar yang akan dipelajari. Kegitan tersebut di ulang terus secara bergantian dan peran kelompok juga dirubah dari yang semula kelompok pro menjadi kelompok kontra dan sebaliknya juga. Menyuruh kelompok pro untuk menanggapi pernyataan dari kelompok kontra. c. Dari data-data di papan tersebut guru mengajukan siswa membuat kesimpulan rangkuman yang mengacu pada topic yang ingin dicapai. Siswa dibagi dalam dua kelompok besar. Langkah-langkah penerapan pembelajaran model ini yaitu pertama-tama siswa diberi tahu tentang aturan main dari model debat ini. d. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi. dan kelompok pro pun mempertahankan pendapat mereka dengan berbagai argumen yang dimiliki. Pelaksanaan langkah-langkah metode pembelajaran debate misalnya sebagai berikut: a. tentunya dalam bentuk sanggahan. d.kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa menemukakan pendapatnya. e. Menyuruh kelompok kontra untuk menanggapi informasi tersebut. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 90 . Guru menambah konsep / ide yang belum terungkap f. Pembacaan informasi atau masalah yang akan diperdebatkan. Proses pembelajaranya dimulai dengan pemberian masalah berupa informasi kontroversial yang sedang hangat dibicarakan dengan memberikan ilustrasi terhadap masalah tersebut kemudian salah satu kelompok diberi kesempatan memberi tanggapan terhadap ilustrasi tersebut. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Setelah kelompok dibagi.

Selain itu dia juga dapat dengan mudah merangsang siswa untuk berpikir kritis dan spontan yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengungkapan secara lisan yang secara langsung merangsang kemampuan berbicara anak. Dalam pembelajaran berbicara dengan model debat akan lebih menarik apabila pembimbing dapat menguasai emosi peserta. Setelah dirasa cukup. dan sebaliknya. Pembacaan masalah lain yang harus ditanggapi oleh tiap kelompok dan seterusnya. saling adu argumen yang tidak kunjung selesai bila guru tidak menengahi. h. siswa yang pandai berargumen akan selalu aktif dan yang kurang pandai berargumen hanya diam dan pasif. 3. kelompok diadakan pergantian yaitu kelompok pro diubah menjadi kelompok kontra.e. Dengan sering diadakanya kegiatan ini siswa akan menjadi terbiasa untuk berbicara secara terstuktur dan terkonsep dengan baik. Kelebihan dan Kelemahan Metode Pembelajaran Debate Kelebihan dari model pembelajaran debat adalah memantapkan pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan. g. f. Adapun kekurangan dari metode ini adalah ketika menyampaikan pendapat saling berebut. menyenangkan. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 91 . Setelah kegiatan debat selesai siswa diminta menanggapi dan mengevaluasi cara penyampaian pendapat yang diberikan oleh siswa dalam kegiatan debat tersebut. melatih siswa untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan oleh guru. melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat. dan ramai. Dengan pembimbing mengguasai emosi peserta dia akan mudah membuat debat tersebut menjadi sangat menarik. Guru yang bertindak sebagai pembimbing di sini juga memberikan evaluasi terhadap kegiatan dan cara mengemukan pendapat siswa dalam kegiatan debat.

H. Biasanya anak didik memilih di antara beberapa topik yang diberikan kepada mereka. imajinasi. Pada metode bermain peranan. Kegiatan tersebut biasanya spontan tanpa dipersiapkan atau dilatih terlebih dahulu. 1967. aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang (Jill Hadfield. Main peran disebut juga main simbolik. Dan sesudah sosiodrama berlangsung masing-masing individu mendiskusikan bagaimana perasaan-perasaan mereka. pura-pura. 2000). dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun (Vygotzky. secara aktif melakukan praktik-praktik berbahasa (bertanya dan menjawab) bersama teman-temannya pada situasi tertentu. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. atau main drama. Selain itu. sangat penting untuk perkembangan kognisi. make-believe. Latar belakang dari sesuatu situasi didiskusikan dan kemudian bagian-bagian yang ada diseleksi. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. role playing sering kali dimaksudkan sebagai suatu bentuk aktivitas dimana pembelajar membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas dan memainkan peran orang lain (Basri Syamsu. Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. titik tekanannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi. sosial. Murid diperlakukan sebagai subyek pembelajaran. meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas. Kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa menggunakan kostum atau naskah cerita tertentu. Erikson. 1963). Naskah pendek yang dibawakan biasanya sudah mengandung situasi permasalahan. 1986). Dalam role playing murid dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas. Belajar efektif dimulai dari lingkungan yang berpusat pada diri murid Belajar dan Model-Model Pembelajaran 92 . Model Pembelajaran Role Playing Role playing atau bermain peran adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan. fantasi. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang.

apa yang mereka suka. karena tanpa adanya aktivitas. Lebih lanjut prinsip pembelajaran memahami kebebasan berorganisasi. menafsirkan cerita dan mengeksplorasi isu-isu. 2. Menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik. Tahap ini lebih banyak dimaksudkan untuk memotivasi peserta didik agar tertarik pada masalah karena itu tahap ini sangat penting dalam bermain peran dan paling menentukan keberhasilan. mereka akan lebih mudah menguasai apa yang mereka pelajari (Boediono. Bermain peran akan berhasil apabila peserta didik menaruh minat dan memperhatikan masalah yang diajukan guru. melakukan pemungutan suara terbanyak dan bersikap mau menerima kekalahan sehingga dengan melakukan berbagai kegiatan tersebut dan secara aktif berpartisipasi. Metode role playing (bermain peranan) pada pengajaran yang direncanakan secara baik. Jadi. dalam pembelajaran murid harus aktif. Memilih peran Memilih peran dalam pembelajaran. dan menghargai keputusan bersama. tahap ini peserta didik dan guru mendeskripsikan berbagai watak atau karakter. 2001). Hal ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi masalah. menanamkan kemampuan bertanggung jawab dalam bekerja sama dengan orang lain. dan belajar mengambil keputusan dalam hubungan kerja kelompok. Menghangatkan suasana kelompok termasuk mengantarkan peserta didik terhadap masalah pembelajaran yang perlu dipelajari. Langkah-langkah Pembelajaran Role Playing Dengan mengutip dari Shaftel dan Shaftel.(Departemen Pendidikan Nasional. murid akan lebih berhasil jika mereka diberi kesempatan memainkan peran dalam bermusyawarah. 1. maka proses pembelajaran tidak mungkin terjadi. E. menjelaskan masalah. menghargai pendapat dan kemampuan orang lain. 2002). Mulyasa (2003) mengemukakan tahapan pembelajaran bermain peran meliputi: 1. serta menjelaskan peran yang akan dimainkan. bagaimana Belajar dan Model-Model Pembelajaran 93 . dapat menanamkan pengertian peranan orang lain pada kehidupan bermasyarakat.

pada tahap ini para pemeran menyusun garis-garis besar adegan yang akan dimainkan. Setiap perubahan peran akan mempengaruhi peran lainnya. Pemeranan ulang Pemeranan ulang. Menyiapkan pengamat Menyiapkan pengamat. 4. 7. Perubahan ini memungkinkan adanya perkembangan baru dalam upaya pemecahan masalah. Pemeranan Pada tahap ini para peserta didik mulai beraksi secara spontan. 8. Diskusi dan evaluasi Diskusi akan mudah dimulai jika pemeran dan pengamat telah terlibat dalam bermain peran. Mungkin ada perubahan peran watak yang dituntut.mereka merasakan. kemudian para peserta didik diberi kesempatan secara sukarela untuk menjadi pemeran. Dengan melontarkan sebuah pertanyaan. Ada kalanya para peserta didik keasyikan bermain peran sehingga tanpa disadari telah mamakan waktu yang terlampau lama. Dalam hal ini guru perlu menilai kapan bermain peran dihentikan. tidak perlu ada dialog khusus karena para peserta didik dituntut untuk bertindak dan berbicara secara spontan. dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi mengenai alternatif pemeranan. para peserta didik akan segera terpancing untuk diskusi. sebaiknya pengamat dipersiapkan secara matang dan terlibat dalam cerita yang akan dimainkan agar semua peserta didik turut mengalami dan menghayati peran yang dimainkan dan aktif mendiskusikannya. dan apa yang harus mereka kerjakan. Menyusun tahap-tahap peran Menyusun tahap-tahap baru. sesuai dengan peran masing-masing. baik secara emosional maupun secara intelektual. Pemeranan dapat berhenti apabila para peserta didik telah merasa cukup. 6. 3. 5. Diskusi dan evaluasi tahap dua Belajar dan Model-Model Pembelajaran 94 . dan apa yang seharusnya mereka perankan telah dicoba lakukan. Dalam hal ini.

Dapat menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah. sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias 3. guru. dan pemecahan masalah pada tahap ini mungkin sudah lebih jelas. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Role Playing Berikut adalah kelebihan dari model pembelajaran role playing dalam kegiatan pembelajaran: 1. 6.Diskusi dan evaluasi tahap dua. dan dapat memetik butir-butir hikmah yang terkandung di dalamnya dengan penghayatan siswa sendiri 5. hanya dimaksudkan untuk menganalisis hasil pemeranan ulang. Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi 4. Dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan profesional siswa. 8. Semua pengalaman peserta didik dapat diungkap atau muncul secara spontan. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Disamping merupakan pengaman yang menyenangkan yang saling untuk dilupakan 2. 9. 7. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. Sangat menarik bagi siswa. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Membagi pengalaman dan mengambil kesimpulan Pada tahap ini para peserta didik saling mengemukakan pengalaman hidupnya dalam berhadapan dengan orang tua. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 95 . 2. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. diskusi dan evaluasi pada tahap ini sama seperti pada tahap enam. 9. teman dan sebagainya. Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa.

yaitu: 1. Sering kelas lain terganggu oleh suara pemain dan para penonton yang kadangkadang bertepuk tangan. 2. Apabila kita akan melatih anak-anak agar mereka dapat bergaul dan memberi pemahaman terhadap orang lain beserta masalahnya. 2. 3. baik waktu persiapan dalam rangka pemahaman isi bahan pelajaran maupun pada pelaksanaan pertunjukan. biografi maupun cerita-cerita yang lain dapat membantu anak didik untuk mencapai keterampilan tersebut. Apabila kita ingin melatih anak-anak agar mereka dapat menyelesaikan masalahmasalah yang bersifat sosial psikologis. dan sebagainya. Salah satu tugas guru adalah membantu anak didik untuk bisa berlaku sebagaimana yang dilakukan oleh orang lain. Apabila kita ingin menerangkan suatu peristiwa yang di dalamnya menyangkut orang banyak. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 96 . jika tempat bermain sempit menjadi kurang bebas. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Berbagai bentuk permainan. 11.10. 3. dalam proses pembelajarannya role playing memiliki bebarapa kelemahan. Memerlukan tempat yang cukup luas. 4. Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang kreatif. (Nana Sudjana. Penerapan Role Playing saat Proses Pembelajaran Metode role playing (bermain peranan) dalam proses belajar mengajar digunakan: 1. 3. Banyak memakan waktu. Melatih daya imajinasi siswa Selain memiliki kelebihan. kita beranggapan lebih baik didramatisasikan daripada diceritakan karena akan lebih jelas. ceritacerita sejarah. 2005:8485).

Dalam penggunaan metode role playing ini ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil. 7. guru justru memberikan kebebasan sepenuhnya kepada para siswa. Diskusikan terlebih dahulu situasi yang akan dimainkan. Sebaliknya. Hal itu akan sangat menguntungkan bagi para siswa yang menjadi penonton (sekaligus sebagai penilai). Ulangi situasi tersebut. 5. Mereka akan memerankannya dengan lebih baik apabila mereka sendiri yang memilih bagiannya. Harap diingat bahwa guru jangan terlalu banyak memberikan aturan-aturan permainan. Diskusi bisa dimulai dari aktor atau aktris itu sendiri. Usahakan situasi benar-benar jelas dan terang. Tindakan ini bisa menambah kegairahan anak untuk bermain peranan (role playing). 3. Biarkan anak didik menentukan sendiri. Berikan kesempatan kepada anak didik untuk memilih peranannya sendiri. Guru Belajar dan Model-Model Pembelajaran 97 . baik dengan bercerita yang sama maupun tidak. Jika hal itu benar-benar dilaksanakan. Upayakan agar semua pihak bisa mengambil peranan. tetapi jangan sampai membatasi anak didik tentang apa yang akan diutarakan dan bagaimana mereka menghayati perannya. 2. Petunjuk pelaksanaan role playing antara lain: 1. 6. Di dalam melaksanakan kegiatan sosiodrama yang pertama kali sebaiknya guru juga mengambil sesuatu peran. bagaimana perasaan mereka setelah bermain.Bercerita tentang apa yang dirasakan orang lain kadang-kadang ada manfaatnya. Guru yang telah berhasil menggunakan sosiodrama akan beranggapan bahwa metode tersebut lebih baik dibanding metode-metode yang lain. maka situasi sosial yang didramatisasikan akan serupa benar dengan kejadian yang sesungguhnya. Apa yang telah dipilih barangkali mempunyai arti tersendiri bagi dirinya. Diskusikan pelaksanaan sosiodrama tersebut. antara lain: 1. 4.

kepribadian bangsa Indonesia. Setiap individu akan menghayati situasi sosial menurut caranya sendiri. jika bahan itu cocok dengan para pemeran yang akan memerankannya. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 98 . c.Guru tidak boleh bersikap apriori. semua harus diserahkan kepada pemeran yang bersangkutan. Apa yang akan ia lakukan. Bahan Sesuatu yang didramatisasikan akan baik hasilnya. agama. dapat bertingkah laku dan bersikap seperti dalam situasi sosial yang sesungguhnya. 3. keputusan apa yang akan ia pilih jika ia berada dalam situasi sosial seperti itu. Bahan hendaknya tidak mengandung adegan-adegan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Bahan harus cukup mengandung sikap dan perbuatan yang akan didramatisasikan siswa. 2. Bahan harus sesuai dengan perkembangan jiwa siswa. Siswa Dramatisasi ini akan berhasil kalau para siswa yang berperan dapat menjiwai situasinya. Bahan harus memperkaya pengalaman sosial siswa. Bahan harus dipilih dengan cermat. Kriteria yang harus diperhatikan antara lain: a. d. b.

dan 6.1993). PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah (Ward. Stepien. PBL memiliki karakteristikkarakteristik sebagai berikut: 1. berbentuk ill-structured. Pembelajaran dengan model PBL dimulai oleh adanya masalah (dapat dimunculkan oleh siswa atau guru). 3. Fogarty(1997) menyatakan bahwa PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada siswa (siswa/mahasiswa) dengan masalah-masalah praktis. memastikan bahwa masalah yang diberikan berhubungan dengan dunia nyata siswa/mahasiswa. merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. 4. Siswa dapat memilih masalah yang dianggap menarik untuk dipecahkan sehingga mereka terdorong Belajar dan Model-Model Pembelajaran 99 . atau open ended melalui stimulus dalam belajar. 5. memberikan tanggung jawab yang besar kepada siswa dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri. Model Pembelajaran Based Learning Pembelajaran berbasis masalah (Probelem-based learning). menggunakan kelompok kecil. mengorganisasikan pelajaran diseputar masalah. dkk.. selanjutnya disingkat PBL. 2002. (1997). kemudian siswa memperdalam pengetahuannya tentang apa yang mereka telah ketahui dan apa yang mereka perlu ketahui untuk memecahkan masalah tersebut. Lebih lanjut Boud dan felleti.I. bukan diseputar disiplin ilmu. 2. belajar dimulai dengan suatu masalah. menuntut siswa untuk mendemontrasikan apa yang telah mereka pelajari dalam bentuk suatu produk atau kinerja.

Keadaan ini dapat mendorong rasa ingin tahu sehingga memunculkan bermacammacam pertanyaan. Oleh sebab itu. Bila pertanyaan-pertanyaan tersebut telah muncul dalam diri siswa maka motivasi intrinsik mereka untuk belajar akan tumbuh.berperan aktif dalam belajar. Dengan kata lain. siswa tidak saja harus memahami konsep yang relevan dengan masalah yang menjadi pusat perhatian tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berhubungan dengan keterampilan menerapkan metode ilmiah dalam pemecahan masalah dan menumbuhkan pola berpikir kritis. maka dapat terjadi ketidaksetimbangan kognitif pada diri siswa.Masalah yang dijadikan sebagai fokus pembelajaran dapat diselesaikan siswa melalui kerja kelompok sehingga dapat memberi pengalaman-pengalaman belajar yang beragam pada siswa seperti kerjasama dan interaksi dalam kelompok. Pengalaman ini sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dimana berkembangnya pola pikir dan pola kerja seseorang bergantung pada Belajar dan Model-Model Pembelajaran 100 . Keadaan tersebut menunjukkan bahwa model PBL dapat memberikan pengalaman yang kaya kepada siswa. Alasan Problem Based Learning digunakan PBL merupakan model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka kerja teoritik konstruktivisme. penggunaan PBL dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang apa yang mereka pelajari sehingga diharapkan mereka dapat menerapkannya dalam kondisi nyata pada kehidupan sehari-hari 1. Pada kondisi tersebut diperlukan peran guru sebagai fasilitator untuk mengarahkan siswa tentang konsep apa yang diperlukan untuk memecahkan masalah dan apa yang harus dilakukan. Jika pembelajaran dimulai dengan suatu masalah dan masalah tersebut bersifat kontekstual. fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut. Dalam model PBL. Dari paparan tersebut dapat diketahui bahwa penerapan PBL dalam pembelajaran dapat mendorong siswa/mahasiswa mempunyai inisiatif untuk belajar secara mandiri.

7. dengan arti lain. Oleh sebab itu. dan 8. belajar model peraturan orang dewasa (adult role behaviors). menganalisis data. dan 3. memilih cara untuk memecahkan masalah. Langkah-langkah pemecahan masalah dalam pembelajaran PBL paling sedikit ada delapan tahapan (Pannen. 2. inkuiri dan ketrampilan melakukan pemecahan masalah. 5.bagaimana dia membelajarkan dirinya. Lebih lanjut Arends (2004) menyatakan bahwa ada tiga hasil belajar (outcomes) yang diperoleh siswa yang diajar dengan PBL yaitu: 1. merencanakan penerapan pemecahan masalah. siswa belajar teori dan metode ilmiah agar dapat memecahkan masalah yang menjadi pusat perhatiannya. 3. Secara umum penerapan model yaitu dengan adanya masalah yangharus dipecahkan atau dicari pemecahannya oleh siswa/mahasiswa. 2. melakukan tindakan (action) untuk memecahkan masalah. melakukan ujicoba terhadap rencana yang ditetapkan. ketrampilan belajar mandiri (skills for independent learning). mengidentifikasi masalah. Implementasi Ada beberapa cara menerapkan PBL dalam pembelajaran. 4. Adapun langkah-langkah model pembelajaran ini bagi guru adalah sebagai berikut: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 101 . mengumpulkan data. 2001). Pemecahan masalah dalam PBL harus sesuai dengan langkahlangkah metode ilmiah. penggunaan PBL dapat memberikan pengalaman belajar melakukan kerja ilmiah yang sangat baik kepada siswa/mahasiswa. 6. yaitu: 1. Siswa/mahasiswa akan memusatkan pembelajaran di sekitar masalah tersebut. 2. Masalah tersebut dapat berasal dari siswa/mahasiswa atau mungkin juga diberikan oleh pengajar. Dengan demikian siswa/mahasiswa belajar memecahkan masalah secara sistematis dan terencana. memecahkan masalah berdasarkan pada data yang ada dan analisisnya.

2. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 102 . tugas. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. dll). 5. hipotesis. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. pemecahan masalah. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. pengumpulan data. jadwal.1. 4. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. 3. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan.

google.kemenag.go. Riau Fadhly.wordpress. Fertina. Model-Model Pembelajaran Berbasis Paikem. Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw. Almasdi Syahza.. Jakarta : Erlangga Dra. MP.co.com/2009/01/28/teori-teori-belajar-2/ [10 Maret 2012] Anonim. [Online]. (2005). 2011.com/category/model-pembelajaran-roleplaying/ (20 Mei 2012) Dahar Ranta Willis Pof. Kolaborasi Teori dalam Pendidikan Pragmatisme. Dr.wordpress. teori-teori belajar. (2009). Pengaruh Bermain Peran (Role Playing) dalam Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris. Bergesernya Teori-Teori Belajar.pdf [6 Juni 2012] Anonim.com %2F2008%2F02%2Fteori-belajarbehavioristik. Tersedia:http://www.wordpress. [Online]. Tersedia:http://andi1988. Bandung: CV Siliwangi & CO Juniarso.M.upi.DAFTAR PUSTAKA Andi. Msi. Model Pembelajaran Role Playing.SC. Dr.id/url?sa=t&rct=j&q=koneksinimisme&source=web&cd= 2&ved=0CCsQFjAB&url=http%3A%2F%2Ftrimanjuniarso. Tersedia: http://sharingkuliahku.id/file/dokumen/modeljigsaw.com [7 Maret 2012] Rosyid. Tersedia: http://repository.S.com/rumrosyid/d/45080023/28-TeoriKoneksionisme [10 Maret 2012] Rulam. Teori Belajar Behavioristik. (2011).1989. Tersedia: http://sumsel. Prof. 2010. 2012. [Online]/ Tersedia: kompasiana. Pembelajaran Kontekstual. _______. Teori-Teori Belajar..pdf [18 Mei 2012] Hidayat. Tersedia: http://www.edu/operator/upload/s_d0251_060231_chapter2. Mitri Irianti. SE.scribd. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. 2011. (2011). [Online].doc&ei=RbZWT9uGGsnprQfyk8S1Bw&usg=AFQjCNGkyC_amh 54NCSlSd3-_4ZWktMyaQ [7 Maret 2012] Rizcha.files. Triman. [Online]. [Online]. U. Tersedia: Belajar dan Model-Model Pembelajaran 103 . [Online]. [Online]. Rum.

____. [On Line] Tersedia http://www.. 2007. ____. Model Pakem. Bandung : Pusat pengembangan penataran guru IPA.vilila. Wayan I.com/207-pengaruh-bermain-peran-role-playing-dalammeningkatkan-pembelajaran-bahasa-inggris/ (20 Mei 2012) Sudarman. Dasna. kumpulan-nahan diklat nasional guru biologi SMU. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning). _____.com/2010/03/model-pakem. Belajar dan Model-Model Pembelajaran 104 . Problem Based Learning: Suatu Metode Model Pembelajaran untuk Mengembangkan dan Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah.2000.http://www. 2010. Tidak diterbitkan.html#ixzz16klc4gPi September 2011) : (08 . Tidak diterbitkan.infodiknas.

dia tetap bangga dengan apa yang didapatkannya karena semua murni hasil usahanya sendiri. dia mendapatkan hasil UAN yang begitu mepet dengan passing gread SMA Negeri di Bandung. Diakhir pendidikan SMP-nya. Melihat hasil UAN yang peluangnya kecil unuk diterima di SMA Negeri. Dari kegemarannya itulah ia mulai senang menulis puisi.RIWAYAT HIDUP PENYUSUN Anja Wulan Sari. Entah apa Belajar dan Model-Model Pembelajaran 105 . Berbekal nilai hasil UAN yang memuaskan pada tahun 2004 dia berhasil diterima di SMPN 9 Bandung (2004-2007). juara 1 lomba Danton Paskibra antar kelas. Walau puisinya tidak sebagus punjangga tapi karyanya merupakan kepuasan batin tersendiri baginya. pernah bolos pelajaran Bahasa Sunda. mulai dari dihukum berlari keliling sekolah. Semasa SD-nya dia dikenal sebagai sosok murid yang rajin dan patuh. Tidak banyak yang bisa diceritakan tentang kehidupan SMP-nya karena dia sama seperti siswa-siswi SMP lainnya yang mematuhi peraturan sekolah dan berteman dengan banyak orang. Jadi. ia menyenangi bacaan fiksi. akhirnya dia tertarik dengan salah satu SMA swasta di Bandung dan dia berhasil diterima di SMA Angkasa Husein Sastranegara (2007-2010). juara kelas setiap semester. Menempuh pendidikan SD (1998-2004) di SDN Cibeureum 8. Akan tetapi. Di SMA dia mulai di OSIS dan menjadi panitia diberbagai acara. Kehidupan SMA-nya cukup menarik. Posisi yang selalu diamanatkan kepadanya. lahir di Bandung pada 11 Januari 1992. Selama SMP. tidak jauh dari sekretaris atau bendahara. tidak heran gelar murid teladan pernah disandangnya. sampai juara 3 lomba musikalisasi puisi antar kelas. ia rajin berkunjung ke perpustakaan.

Selesai mengenyam pendidikan SMA. gagal UM Poltekes Depkes Bandung sampai akhirnya berhasil diterima melalui jalur SNMPTN di Universitas Pendidikan Indonesia di Jurusan Pendidikan Teknologi Agroindustri (2010-sekarang). gagal UM UPI. dia mulai disibukan dengan tes masuk universitas. ****** Belajar dan Model-Model Pembelajaran 106 . Mulai dari gagal seleksi PMDK UPI. Perjalanan memilih universitas pun penuh perjuangan.alasanya tapi dua posisi inilah yang selalu dikaitkan dengan siswi berpenampilan sederhana ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful