P. 1
Sita Jaminan

Sita Jaminan

|Views: 121|Likes:
a
a

More info:

Published by: Said Muchsin Alattas on Apr 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

Sita Jaminan

Jaminan berupa uang atau barang yang dimintakan oleh penggugat kepada pengadilan untuk memastikan agar tuntutan penggugat terhadap tergugat dapat dilaksanakan/dieksekusi kalau pengadilan mengabulkan tuntutan tersebut. Penyitaan dalam sita jaminan bukan dimaksudkan untuk melelang, atau menjual barang yang disita , namun hanya disimpan (conserveer) oleh pengadilan dan tidak boleh dialihkan atau dijual oleh termohon/tergugat. Dengan adanya penyitaan, tergugat kehilangan kewenangannya untuk menguasai barang, sehingga seluruh tindakan tergugat untuk mengasingkan, atau mengalihkan barang-barang yang dikenakan sita tersebut adalah tidak sah dan merupakan tindak pidana yang dapat dikenakan pidana pasal 231dan 232 KUHP. Di negara yang menganut tradisi common law, sita jaminan (security for costs) lebih sering diminta oleh tergugat. Artinya, jaminan berupa uang atau aset lain yang diserahkan oleh pengugat ke pengadilan yang dapat dipakai untuk mengganti biaya yang diderita oleh termohon jika ternyata permohonan tersebut tidak beralasan. Di Indonesia, instrumen ini dipakai dalam permohonan penetapan sementara.

Jenis-jenis Sita Jaminan
Ada banyak jenis sita jaminan, namun secara umum dikenal dua jenis: a. Sita jaminan terhadap harta benda milik tergugat (conservatoir beslag) Sita ini dilakukan terhadap harta benda milik debitur. Kata conservatoir sendiri berasal dari conserveren yang berarti menyimpan, dan conservatoir beslag menyimpan hak seseorang. Maksud sita jaminan ini adalah agar terdapat suatu barang tertentu yang nantinya dapat dieksekusi sebagai pelunasan utang tergugat. b. Sita jaminan terhadap harta benda milik penggugat sendiri Berbeda dari conservatoire beslag, dikenal juga sita terhadap harta benda penggugat/pemohon sendiri yang ada dalam kekuasaan orang lain (termohon/tergugat). Sita jaminan ini bukanlah untuk menjamin suatu tagihan berupa uang, melainkan untuk menjamin suatu hak kebendaan dari pemohon. Sita ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu: (i) sita revindicatoir (Pasal 226 HIR, 260 Rbg) dan (ii) sita marital (Pasal 823-823j Rv). Revindicatoir berarti mendapatkan, dan kata sita revindicatoir mengandung pengertian menyita untuk mendapatkan kembali (barang yang memang miliknya). Disamping kedua jenis sita tersebut, masih juga dikenal beberapa jenis/varian sita jaminan lain, misalnya (i) Sita conservatoir terhadap kreditur ; (ii) sita gadai atau pandbeslag ; (iii) sita

untuk mengajukan permohonan sita revindicatoir. Pada proses kepailitan. Syarat ini dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan agar tidak diadakan penyitaan secara sembarangan. . pemilik benda bergerak yang barangnya berada di tangan orang lain . tersita harus didengar untuk mengetahui kebenaran dugaan tersebut. apabila hal tersebut diperlukan guna melindungi kepentingan kreditur.conservatoir atas barang-barang debitur yang tidak mempunyai tempat tinggal yang dikenal di Indonesia atau orang asing bukan penduduk Indonesia . sita conservatoir atas pesawat terbang dan sita jaminan pada kepailitan. bagi permohon sita conservatoir . Sedangkan pada sita jaminan conservatoir. [nyatakan bahwa yang relevan dan akan di bahas di sini adalah revindicatoire dan conservatoire beslag] Syarat Pengajuan Sita Jaminan Sesuai dengan Pasal 226 HIR . pemegang hak reklame 2. harus ada sangka yang beralasan. dan untuk itu Pengadilan dapat menentukan penyerahan suatu jaminan dalam jumlah yang dianggap wajar oleh Pengadilan.] Buku II Mahkamah Agung mengenai Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan mencoba mendifisikan [apa?] secara lebih konkrit. untuk permohon sita revindicatoir: a. merupakan dasar pembenar utama dalam pemberian sita tersebut. maka sita jaminan tidak akan diberikan. istri bagi pemohon sita marital. elemen dugaan yang beralasan. pemohon dapat langsung mengajukan permohonan. [Terminologi adanya dugaan beralasan menyiratkan tidak diperlukannya acara pembuktian menurut undang-undang. permohonan sita jaminan hanya dapat dikabulkan. Pemohon Sita Jaminan Pihak yang berhak untuk mengajukan permohonan sita adalah: 1. yang akhirnya hanya merupakan tindakan sia-sia yang tidak mengenai sasaran (vexatoir). Apabila penggugat tidak memiliki bukti kuat. Untuk mengabulkan sita conservatoir. bahwa tergugat sedang berdaya upaya untuk menghilangkan barangbarangnya untuk menghindari gugatan penggugat. Disini dapat disimpulkan bahwa permohonan pengajuan sita jaminan lebih diarahkan [kepada sedang terjadinya proses pengasingan barang – ada yang hilang]. kreditur. Sehingga dalam sita ini. 3. sesuai Pasal 227 HIR . tanpa perlu ada dugaan yang beralasan bahwa tergugat akan mencoba untuk menggelapkan atau melarikan barang yang bersangkutan selama proses persidangan. b.

Pemohon sita revindicatoir tidak dapat memohon sita dijatuhkan terhadap benda tetap milik pemohon. sebaliknya. sehingga apabila pada hari pertama gugatan diterima.Obyek Permohonan Obyek permohonan tergantung kepada jenis sita yang dimintakan. Namun hal ini bisa ditelusuri dari ketentuan lainnya dalam HIR. jika menurut perkiraan nilai benda-benda tersebut tidak akan mencukupi. sehingga nilai sita seimbang dengan yang digugat. barang bergerak milik debitur 2. maka yang dapat disita adalah benda bergerak yang merupakan milik pemohon (atau pemilik hak reklame). Perlu dicatat juga bahwa Mahkamah Agung pernah membatalkan sita jaminan karena nilai barang yang disita melebihi nilai utang yang menjadi pokok perkara. . barang bergerak milik debitur yang berada di tangan orang lain (pihak ketiga). barang tetap milik debitur. maka sita akan diangkat. maka penyitaan akan dilanjutkan. karena pengalihan atau pengasingan benda tetap tidak semudah pengalihan benda bergerak. pada sita conservatoir. dan 3. yang dapat menjadi obyek sita adalah: 1. barang-barang yang dimintakan sita tersebut. sehingga dapat disimpulkan bahwa permohonan sita tentunya diajukan sebelum hari pertama sidang. Sementara itu. dan baru diteruskan ke benda-benda tidak bergerak. Dari ketentuan Pasal 226 (4) dan 227 (1) terlihat bahwa pada hari pertama persidangan akan sangat menentukan sah atau tidaknya permohonan sita jaminan. Pasal 226 (2) HIR menjelaskan bahwa dalam permohonan sita revindicatoir harus dijelaskan secara lengkap dan nyata. Pasal-pasal 226 (1) dan 227(1) HIR tidak mengatur rinci mengenai prosedur. sita jaminan pada kepailitan dapat meliputi seluruh maupun sebagian harta dedbitur. Penyitaan juga hanya dilakukan terhadap barang-barang yang nilainya diperkirakan tidak jauh melampaui nilai gugatan (nilai uang yang menjadi sengketa). Permohonan Permohonan sita jaminan diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang wilayah hukumnya meliputi kediaman pihak yang memegang barang obyek sita jaminan. Sedikit berbeda. dan batasan-batasan formil dari persyaratan pengajuan permohonan sita jaminan. pada sita revindicatoir. apabila gugatan ditolak. Proses Permohonan Sita a. sehingga kecil sekali kemungkinan terjadi diasingkannya barang tetap tersebut. Penyitaan juga dilakukan terlebih dulu atas benda-bergerak.

S. yang berarti bahwa sebelum dikeluarkan penetapan yang mengabulkan sita conservatoir tersebut. pemeriksaan sedikit lebih rumit. Sebagai konsekuensi dari pemikiran ini. Pemeriksaan Pada sita revindicatoir sifatnya pemeriksaannya sangat sumir. yang tetap harus dilindungi dari tindakan sewenang-wenang yang mungkin berlebihan dari pihak penggugat. dimana terhadap putusan verstek tersebut tergugat masih mengajukan perlawanan. bahwa penetapan sita jaminan merupakan kewenangan diskresional hakim. maka wajar apabila pihak termohon tidak perlu didengar dalam proses ini. SEMA No. Cukup sulit untuk memberikan karakter yang bersifat baku terhadap indikator dikabulkannya sita jaminan. sehingga seringkali menimbulkan silang pendapat. maka Pengadilan Tinggi dengan penetapan dapat memerintahkan kepada Pengadilan Negeri yang bersangkutan untuk melaksanakan sita tersebut. Sementara itu pada sita conservatoir. Dalam hal penyitaan dianggap mendesak. Retnowulan Sutantio. termohon sita tidak perlu didengar. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan permohonan sita diajukan pada sebelum atau pada pertengahan proses pemeriksaan perkara. Contoh permohonan ini adalah dalam hal telah dijatuhkan putusan verstek. Prof Sudikno menyebutkan bahwa pihak tersita perlu didengar keterangannya. karena melibatkan upaya pembuktian unsur adanya sangka yang beralasan. Namun pada kenyataannya. yang akan meneruskan surat tersebut kepada Hakim Tinggi atau Majelis Pengadilan Tinggi yang memeriksa perkara tersebut. sita conservatoir berkaitan dengan hak-hak tergugat. 5 Tahun 1975 mengatur bahwa dalam setiap penetapan sita conservatoir disebut alasan-alasan yang menyebabkan sita coservatoir tersebut dikabulkan.] .Memang dalam prakteknya. b. praktek] [Namun terus terang rumusan ini masih kurang memuaskan. permohonan sita jaminan umumnya diajukan bersama-sama dengan pengajuan gugatan ke pengadilan. karena pada dasarnya pemohon adalah pemilik sah atas barang yang dimohonkan sita tersebut. [uraikan kebiasaan. Sayang SEMA tersebut tidak menjelaskan apa maksud penelitian. dan oleh karena itu. maka harus diadakan ‘penelitian’ terlebih dahulu tentang ada tidaknya alasan yang dikemukakan pemohon. sebelum pemberian permohonan sita jaminan tersebut. Pasal 227 (1) HIR juga memberikan kemungkinan bahwa sita jaminan dapat dimohonkan sesudah adanya putusan tapi putusan tersebut belum dapat dijalankan.] [Melihat sifat sumir yang ada pada pemeriksaan permohonan sita jaminan. HIR tidak mengatur apakah sita jaminan juga dapat dimohonkan pada saat perkara dalam tahap banding. atau dalam hal telah dijatuhkan putusan contradictoir.H. akan penetapannya akan sangat tergantung kepada kasus-per kasus. sedangkan yang bersangkutan mengajukan permohonan banding. bahwa tergugat sedang berdaya upaya untuk menghilangkan barang-barangnya untuk menghindari gugatan penggugat. berpendapat bahwa dalam hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan surat permohonan tersebut kepada Ketua Pengadilan Negeri. maka dapat disimpulkan. karena berbeda dengan sita revindicatoir.

b. maka pelawan akan dinyatakan sebagai pelawan yang tidak jujur. Namun pada prakteknya. Namun. karena jelas bahwa perlawanan tersebut bukanlah atas dasar hak milik. Memang pada dasarnya sita jaminan tidak ditujukan untuk melakukan eksekusi/penjualan terhadap obyek sita dan sekedar melarang tersita untuk melakukan perbuatan hukum terhadap barang tersebut. maka pelawan tersebut akan dinyakan sebagai pelawan yang benar dan sita akan diperintahkan untuk diangkat. apabila terbukti barang tersebut adalah miliknya. sita jaminan tersebut tetap dapat menimbulkan kerugian terhadap tersita. Perlawanan Pihak Ketiga Pada dasarnya baik HIR. pelawan harus dapat membuktikan bahwa ia adalah pemilik dari barang yang disita. yurisprudensi perlawanan pihak ketiga selaku pemilik barang yang disita dapat diterima. sebaliknya. dan sita akan dipertahankan. yang harus diadakan 8 hari setelah sita ditetapkan. tersita lebih memilih mengajukan: 1. Oleh karenanya. Gugat rekonvensi terhadap pemohon sita. maka sebenarnya pelawan terhadap sita conservatoir tidak akan dapat memenuhi kriteria perlawanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 195 (6) HIR. Permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri setempat untuk mengangkat atau merubah sita tersebut. Perlawanan ini diajukan dalam suatu pemeriksaan atas [sah dan berharga atau tidaknya sita jaminan.] Penelitian lapangan yang dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat menunjukkan bahwa instrumen berdasarkan pasal 724 Rv jarang sekali dipergunakan. Pada prakteknya. perlawanan diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang telah memutuskan dilakukannya penyitaan. Perlawanan Pihak Tersita HIR sama sekali tidak mengatur upaya hukum khusus bagi pihak tersita untuk melawan instrumen sita jaminan. baik terhadap sita konservatoir. Pemeriksaan terhadap perlawanan dilakukan melalui acara biasa. . Rbg maupun Rv tidak mengatur prosedur perlawanan terhadap sita jaminan. gugat ini berisi permohonan kepada majelis hakim untuk menjatuhkan putusan sela untuk mengangkat atau merubah sita jaminan tersebut. Pasal 724 dan 725 Rv memberikan kesempatan bagi tersita untuk mengajukan bantahan baik dengan sidang singkat [dihadapan ketua (pengadilan) maupun dihadapan sidang raad van justitite. Berdasarkan Pasal 207 (1) HIR. atau 2. Konsep dasar dari perlawanan pihak ketiga adalah perlawanan yang didasarkan kepada hak milik. dimana kedua belah pihak didengar dan dipanggil secara patut. Dari konsep ini. juga dalam hal sita conservatoir ini belum disyahkan terhadap sita jaminan yang bersifat conservatoir dapat diterima. Sebaliknya Rv justru memuat ketentuan yang secara khusus mengatur perlawanan terhadap sita jaminan.Upaya Hukum a. apabila tidak terbukti. maupun sita revindicatoir.

Pengadilan antara lain harus mempertimbangkan ada tidaknya jaminan atas keseluruhan kekayaan debitur. dated 15 Mei1975). dan bunga. jika terdapat alasan untuk itu. Pasal 732 Rv. MA juga menegaskan: (i) sita jaminan hanya dapat dianggap sebagai PMH jika sita tersebut meliputi benda yang secara tegas dikecualikan dari sita – misalnya Pasal 197(8) of the HIR (lihat Putusan MA No 206 K/Sip/1955. [ada aturan rincinya?] MA pernah memutus bahwa jewajiban ganti rugi oleh kreditur/pemohon didasarkan pada konsep perbuatan melawan hukum. jenis kekayaan debitur dan besarnya jaminan yang harus diberikan dibandingkan dengan kemungkinan besarnya kerugian yang diderita oleh debitur apabila permohonan pernyataan pailit ditolak Pengadilan. sehingga praktis tidak terdapat suatu jaminan yang siap dieksekusi kepada tersita atas kemungkinan kerugian yang mungkin terjadi akibat sita tersebut. perlu dicatat bahwa Rv justru memberikan kesempatan ganti rugi bagi tersita. dan (ii) PMH tidak otomatis terjadi jika pengadilan kemudian mengangkat sita tersebut (Putusan MA No. HIR maupun Rbg juga tidak mensyaratkan pemohon sita jaminan untuk menyerahkan jaminan sebagai syarat dikabulkannya sita jaminan. 124 K/Sip/1975. apabila sita jaminan tersebut kemudian diangkat. Ganti Rugi HIR maupun Rbg sama sekali tidak mengatur mekanisme tuntutan ganti kerugian terhadap sita jaminan yang kemudian diangkat karena pengadilan menolak pokok perkara. 19 Januari 1957). Sementara HIR dan Rbg tidak mengatur mekanisme ganti rugi. kerugian-kerugian. Namun. Dalam menetapkan persyaratan tentang jaminan tersebut. . mengatur bahwa kreditur/pemohon sita dapat dihukum untuk membayar biayabiaya. Untuk itu Pengadilan Niaga dapat mempersyaratkan agar kreditur memberikan jaminan dalam jumlah yang wajar apabila upaya pengamanan tersebut dikabulkan.c. UU Kepailitan juga mengenal sita jaminan yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan debitur dan kreditur. Selain itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->