P. 1
IPA Sebagai Dasar Pengembangan Teknologi

IPA Sebagai Dasar Pengembangan Teknologi

|Views: 986|Likes:
Published by Dzaky Aswar M

More info:

Published by: Dzaky Aswar M on Apr 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2014

pdf

text

original

IPA sebagai Dasar Pengembangan Teknologi

Sepanjang sejarah perkembangannya, kemajuan teknologi ilmu pengetahuan secara umum, dan ilmu pengetahuan alam secara khusus, tidak pernah lepas dari dorongan keingintahuan (curiousity driven) maupun hasrat pemanfaatannya (application motivied). Penelitian yang dilakukan atas dasar keingintahuan lebih bersifat individualistik, mendasar dan tanpa sasaran hasil yang ditentukan sebelumnya. Sebaliknya, kajian yang bersifat penerapan dapat bersifat individualistik mapun berupa upaya kelompok, dan lazim terarah kepada tujuan atau sasaran tertentu. Aplikasi ilmu yang dimaksudkan dapat terjadi antar bidang ilmu dasar berbeda, ataupun untuk tujuan lebih praktis seperti pemanfaatannya demi pengembangan teknologi. Walaupun berbeda corak, perkembangan ilmu dasar dan aplikasinya ternyata telah berlangsung dalam pola saling mendorong dan saling mengisi, tidak jarang diwarnai pula dengan gejala penyuburan silang (cross fertilization). Pada awal perkembangannya, semua proses tersebut berlangsung secara spontan dan alamiah. Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan tidak menunjukkan suatu garis lengkung yang rata. Sebaliknya, garis sejarah memperlihatkan empat tahap dengan empat loncatan yang berbeda. Setiap loncatan membuka era baru yang erat pula hubungannya dengan alam pikiran manusia dari masa itu. Dalam sejarah ilmu pengetahuan, empat loncatan itu disebut empat revolusi ilmu fisika Perkembangannya adalah sebagai berikut : 1. Revolusi Pertama Revolusi pertama membuka era baru bagi penelitian mendalam mengenai gaya gravitasi dan penelitian mengenai dinamika gerakan benda-benda. Hasil-hasil yang dicapai dalam era ini adalah suatu pembuktian bahwa sifat alam dapat dilukiskan dalam arti kata diletakkan dalam suatu deskripsi yang jelas dan pasti. Oleh karena itu, dapat diramalkan secara amat teliti gerak-gerik benda angkasa, peredaran bintang, munculnya komet dan sebagainya. Sebagaimana diketahui, era ini dirintis oleh Isaac Newton. Perkembangan selanjutnya menghadirkan nama-nama seperti Bernoullis dan Laplace. Namun demikian, betapa pun besarnya hasil-hasil yang dicapai oleh para sarjana, era ini mulai kehilangan momentum menjelang abad ke-19] 2. Revolusi Kedua Era ini memusatkan pada sifat-sifat kelistrikan dan kemagnetan benda sebagai keseluruhan. Perkembangan ilmu pengetahuan di era ini dipelopori sarjana-sarjana seperti Faraday, sedangkan deskripsi teoritis mengenai kemagnetan dan kelistrikan dikembangkan oleh Maxwell. Revolusi fisika dari era inilah yang benar-benar menghantarkan manusia ke zaman listrik. Ilmu pengetahuan modern dalam bidang elektronika juga lahir pada era ini. Perkembangan-perkembangan dari era ini banyak sekali mempengaruhi kehidupan manusia modern. Di zaman ini pula dikembangkan pengetahuan tentang radiasi. Yang disebut radiasi adalah satuan-satuan individu yang disebut kuanta. Jika terdapat kuanta dalam jumlah yang cukup besar, maka kuanta tersebut mengatur diri ke dalam pola gelombang. Setiap pola mempunyai panjang gelombang dan radiasi yang dilukiskan dalam panjang gelombang tersebut. Pengetahuan ini memungkinkan telekomunikasi modern sebagaimana dikenal sekarang.

3. Revolusi Ketiga Era yang dibuka untuk revolusi kedua belum lagi mengendor lajunya, tetapi dunia fisika telah mulai merintis pula ke arah pembukaan era baru yang dibawakan oleh revolusi ketiga. Era ini dimulai pada awal abad XX dengan ditemukannya secara menyeluruh pemikiran manusia tentang zat dan jagad raya. Perlu diingat bahwa pada fase awal, awal fisika sangat banyak bergerak dalam dunia astronomi. Dalam fase-fase berikutnya, manusia lebih banyak mengarahkan perhatian kepada kejadian-kejadian dan eksperimen yang dilakukan di laboratorium. Di era ketiga, kembali manusia mengarahkan pandangan dan perhatian ke dunia astronomi, tetapi melalui pengetahuan dan pengertian yang diperoleh dari eksperimen-eksperimen di laboraorium. Dapat dipastikan bahwa tidak mungkin astronomi mencapai apa yang dicapai kini, jika ia tetap dalam pemikiran era Newton dari era revolusi pertama. Kecemerlangan era ini dibawakan oleh Einstein yang merumuskan Relativitas. Ruthrford mengenai atom, Bohr mengenai kuantum,serta nama-nama ynag berkaitan dengan teori kuantum baru seperti Schrodinger, Heisenberg dan Dirac. 4. Revolusi Keempat Revolusi fisika keempat dimulai tahun 1983 dengan ditemukannya suatu tipa materi baru yang disebut partikel Anderson. Dulu diperkirakan atom merupakan benda kecil yang tidak mungkin dipecah-pecah lagi. Kini dengan dipelopori penemuan Anderson dengan pertolongan perlatan-peralatan besar siklotron , aselerator dan sebagainya menjelang akhir dasawarsa 50-an tidak kurang dari 30 partikel baru ditemukan. Hal ini pada dasarnya sangat mengejutkan karena membuat manusia bertanya apa yang mungkin dan apa yang tidak mungkin. Kemajuan ilmu dan teknologi bagaikan deret ukur, berkembang pesat secara eksponensial. Begitu pula di bidang teknik elektro, perkembangan juga menerobos ke segala aspek kehidupan mayarakat. Cabang ilmu yang mencakup bidang ketenagaan, keisyaratan, dan teknik komputer dan informatika dewasa ini menjadi primadona karena merupakan pendukung utama perkembangan masyarakat dunia yang sedang menuju ke era informasi. Perkembangan pesat dalam bidang komunikasi dan mekanisme pasar bebas dalam dasawarsa terakhir telah menuntut peningkatan pola perkembangan yang bersifat alamiah tersebut, menjadi proses yang berpangkal pada upaya bersama yang terancang (collective national endeavor). Dengan kata lain, perkembangan ilmu pengetahuan dasar dan aplikasinya perlu diarahkan dengan tekad dan kebijaksanaan nasional atas dasar visi kepentingan mendasar dan pertimbangan jangka panjang. Keterkaitan IPA dan TEKNOLOGI Pada mulanya antara ilmu pengetahuan dan teknologi itu tidak selalu mempunyai kaitan. Misalnya,dulu manusia membuat perahu,untuk membuat perahu dan belum mengenal teknologi membuat perahu. Namun dalam kehidupan manusia dewasa ini tidak dapat terlepas dari ilmu amiah dan teknologi dalam berbagai bidang. Misalnya,sejak dalam kandungan manusia mendapat perawatan secara medis melalui pemeriksaan berkala di puskesmas atau di BKIA(Balai Kesehatan Ibu dan Anak).Setelah lahir,si anak mendapat Vaksinasi untuk memperoleh kekebalan terhadap berbagai macam penyakit atau sering di sebut dengan Imunisasi. Ilmu kedokteran dan Ilmu Farmasi(obat-obatan) merupakan cabang dari biologi sebagai ilmu terapan.Pakaian,pensil,jam tangan atau buku tulis yang kita pakai adalah hasil

dari teknologi.Ilmu alamiah murni memang tidak secara langsung berperan dalam kehidupan manusia tetapi antara ilmu murni dan ilmu terapan(Terknologi) mempunyai keterkaitan yang erat.Dari konsep atau prinsip ilmu murni dapat di kembangkan ilmu terapan(teknologi) begitu juga sebaliknya teknologi atau ilmu terapan memberikan sumbangan penemuanpenemuannya pada prinsip yang baru dan seterusnya. Hubungan Langsung Dengan Perkembangannya pengetahuan mengenai Inti Atom Dihasilkan sumber energi baru yang kemudian dijadikan sebagai sumber listrik, yang dikenal sebagai pusat listrik tenaga nuklir. Dengan Di temukannya Sifat Gelombang elektron, penemuan ini di kembangkan dengan pembuatan mikroskop elektron yang mempunyai daya pembesaran 20.000-30.000 kali, sehingga virus dan unsur kimia dapat dilihat dengan jelas Berkembangnya Biologi dan ilmu kimia yang dapat dimanfaatkan organisme dalam industri seperti industri minuman seperti industri minuman yoghurt, tempe, dan biogas Hubungan Tidak Langsung Misalnya Teknologi Arsitektur piramid di Mesir, candi Borobudur, Tembok Cina. Dan Menara Pisa. Pada Masa itu Ilmu pengetahuan belum begitu maju, salah perhitungan bisa saja terjadi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->