FuNgsi giNjaL daN pRoSeS peMbeNtuKan uRiNe

FuNgsi giNjaL daN pRoSeS peMbeNtuKan uRiNe

Gangguan Ginjal dan Glukosuria

Learning Objective

1. Mengetahui Fungsi Ginjal 2. Mengetahui Mekanisme dan Faktor - Faktor Pembentukan Urine dan Miksturisi 3. Mengetahui Kandungan Urine Normal

Pembahasan

Fungsi Ginjal :

1. Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh 2. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan 3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal 4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh 5. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang 6.Homeostasis Ginjal, mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah (Guyton, 1996 ).

Homeostasis

Homeostasis adalah ilmu yang mempelajari semua proses yang terjadi dalam organisme hidup untuk mempertahankan lingkungan interna didalam kondisi agar optimal bagi kehidupan organisme yang bersangkutan (Guyton, 1996 ).

Faktor Yang Mempengaruhi Homeostasis :

Glukosa à 4.6 mmol/dm3 Melalui ginjal dengan mengeluarkan urin. tetapi paru paru dan ginjal yang mengoreksi beban ion H * Produksi asam-asam tertentu mengharuskan ginjal membuang ion H dan menyimpan ion HCO3- 1. harus ada keseimbangan antara asupan atau produksi ion hidrogen dan pembuangan ion hidrogen dari tubuh. Mekanisme Homeostasis . pH Untuk mencapai homeostasis. Suhu à 37oC . akan terdapat kehilangan asam dari cairan ekstrasesuler. Tergantung letak dan fungsinya (Guyton.6. Konsentrasi ion hidrogen dinyatakan dengan satuan pH. sistem termoregulasi bekerja untuk menyeimbangkan perolehan panas dengan pelepasan panas 1. pH normal dapat bervariasi besarnya. Bila lebih banyak ion hydrogen yang disekresikan daripada ion bikarbonat yang disaring. 1996 ).39oC Dalam mengatur suhu tubuh.3 . Sebaliknya. 1996 ).4 .5 mmol/dm3 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pH darah : * Ginjal yang mengoreksi beban ion H * Ion H dan K saling terkait dalam homeostasis asam-basa * Pertahanan pertama terhadap perubahan pH darah diberikan oleh buffer darah. bila lebih banyak ion bikarbonat yang disaring daripada hydrogen yang disekresikan.1. akan terdapat kehilangan basa (Guyton. Urea à 3. Di dalam tubuh.5.

dan komposisi air dalam darah. yang bila terangsang akan merangsang koordinasi tubuh. Sekresi Ion Ginjal juga mengatur pH. Urine terdiri dari 98% air dan yang lainnya terdiri dari pembentukan metabolisme nitrogen (urea. sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal.7 (Kimber. creatinine. 2008). Urine yang sehat gaya beratnya berkisar 1.500 cc (40 . tergantung perbandingan larutan dengan air.200 . Selain itu. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik vasopresin.4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil.Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif.50 oz). urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8. konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98 persen (Taslim. 2001) . Banyaknya urine yang dikeluarkan dalam 1 hari dari 1. 1960).010 1. 1996). Fungsi pemindahan ini terdapat dalam tubulus proksimal yaitu mengambil dan memindahkan ion organic dan disekresikan ke cairan tubulus. epinephrine dan hipurates merupakan sisa produk endogen yang disekresikan ke cairan tubulus proksimal (Guyton. untuk menekan sekresi air. Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi. Akibatnya. (Ganong. prostaglandin.Mekanisme ini diatur oleh otak terutama hipotalamus. Urine terbentuk dalam ginjal dan membuangnya dari tubuh lewat saluran. Urine biasanya bersifat kurang asam dengan pH antara 5 . uric acis. oxalate.030. 1996 ). 1949). urate. Akibatnya. Proses ini akan terjadi terus menerus hingga lingkungan dinamis dalam tubuh akan berada pada jumlah yang normal (Guyton. konsentrasi ion mineral. Ion organic ini termasuk endogenous produk sisa dan exogenous drugs dan racun. creatinin dan juga produk lain dari metabolisme protein (Bykov. Ion organic seperti garam.1. ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7.

osmoreseptor pada hipotalamus akan terangsang kemudian kelenjar hipofisis akan dirangsang lebih aktif untuk mensekresikan hormon ADH (antidiuretik) untuk meningkatkan permeabilitas tubulus ginjal terhadap air. 1996 ). Sistem Respirasi 3. 2008 ). tekanan osmosis darah akan meningkat. tekanan osmosis darah akan menurun.Umpan Balik Penyeimbangan Cairan Dalam Tubuh Diantara kemungkinannya ialah: 1. Sistem Renal (Guyton. tekanan osmosis darah akan turun. . Apabila banyak garam dalam badan dan kurang air 2. kelenjar (hormon aldosteron) akan kurang dirangsang. osmoreseptor pada hipotalamus akan terangsang kemudian kelenjar pituitari akan kurang dirangsang untuk mensekresikan hormon ADH (antidiuresis) untuk mengurangi permeabilitas tubulus ginjal terhadap air. Sistem penyangga ( Buffer ) asam basa kimiawi dalam cairan tubuh 2.Basa Untuk mempertahankan keseimbangan asam basa diperlukan : 1. proses ini akan berulang sehingga tekanan osmosis darah pada jumlah normal ( Wikipedia. Mekanisme Keseimbangan asam . kelenjar adrenal (hormon aldosteron) akan dirangsang dengan lebih aktif. Apabila kadar garam lebih rendah dari jumlah normal dalam tubuh dan lebih banyak air dalam tubuh. proses ini akan berulang sehingga tekanan osmosis darah berada pada jumlah normal ( Wikipedia. maka lebih banyak air diserap dan kurang ion natrium dan ion kalsium diserap kembali masuk dalam tubuh. maka lebih sedikit air diserap dan lebih sedikit juga natrium dan kalsium diserap kembali masuk dalam tubuh. Apabila kurang garam dalam badan dan banyak air Apabila kadar garam lebih dari julat normal dan kurang air dalam badan. 2008 ). tekanan osmosis darah akan naik.

Perubahan eksitabilitas saraf dan otot. sebagian besar dalam bentuk amonia. Bikarbonat (suatu komponen basa) berada dalam kesetimbangan dengan karbondioksida (suatu komponen asam). 2. Mempengaruhi enzim-enzim dalam tubuh . maka akan dihasilkan lebih banyak bikarbonat dan lebih sedikit karbondioksida. Ion H secara normal dan kontinyu akan ditambahkan ke cairan tubuh dari 3 sumber. pada asidosis terjadi depresi susunan saraf pusat.35 dikatakan asidosis (darah terlalu banyak mengandung asam atau terlalu sedikit mengandung basa dan sering menyebabkan menurunnya pH darah. Fluktuasi konsentrasi ion H dalam tubuh akan mempengaruhi fungsi normal sel. Suatu penyangga ph bekerja secara kimiawi untuk meminimalkan perubahan pH suatu larutan. Jika lebih banyak asam yang masuk ke dalam aliran darah. Jika lebih banyak basa yang masuk ke dalam aliran darah. Pengaturan Keseimbangan Asam Basa di Dalam Tubuh Keseimbangan asam-basa terkait dengan pengaturan konsentrasi ion H bebas dalam cairan tubuh. Penyangga pH yang paling penting dalam darah adalah bikarbonat. Pembentukkan asam karbonat dan sebagian akan berdisosiasi menjadi ion H dan bikarbonat. antara lain: 1. yang biasanya berlangsung selama beberapa hari. Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. 2. yaitu: 1. Jika pH darah <7. Disosiasi asam organik pada metabolisme intermedia. misalnya pada metabolisme lemak terbentuk asam lemak dan asam laktat.45 dikatakan alkalosis (darah terlalu banyak mengandung basa atau terlalu sedikit mengandung asam dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah).) dan jika pH darah >7. Ion H terutama diperoleh dari aktivitas metabolik dalam tubuh. Kelebihan asam akan dibuang oleh ginjal. 2. sebagian asam ini akan berdisosiasi melepaskan ion H. Katabolisme zat organik 3. Ginjal memiliki kemampuan untuk mengatur jumlah asam atau basa yang dibuang.Tubuh menggunakan 3 mekanisme untuk mengendalikan keseimbangan asam-basa darah: 1. maka akan dihasilkan lebih banyak karbondioksida dan lebih sedikit bikarbonat. sebaliknya pada alkalosis terjadi hipereksitabilitas.

1996 ). Normalnya komponen seluler dan protein plasmatetap didalam darah. dan urea melewati saringan dan . Pada umunya molekul dengan raidus 4nm atau lebih tidak tersaring. Cairan ini disebut filtrate glomerular. yang menyalurkan ke segmen pertama dari tubulus proksimal. Bagaimanapun karakteristik juga mempengaruhi kemampuan dari komponen darah untuk menyebrangi filtrasi.1996). Di mamalia. menekan cairan yang identik dengan plasma di elektrolitnya dan komposisi air. Selain itu beban listirk (electric charged ) dari sretiap molekul juga mempengaruhi filtrasi. Dinding kapiler glomerular membuat rintangan untuk pergerakan air dan solute menyebrangi kapiler glomerular. Tumpukan glomerulus tersusun dari jaringan kapiler. sebaliknya molekul 2 nm atau kurang akan tersaring tanpa batasan. Mempengaruhi konsentrasi ion K (Guyton. Rintangan untuk filtrasi ( filtration barrier ) bersifat selektiv permeable. asam amino. epiutelium visceral.3. garam lain.1996). Tekanan hidrostatik darah didalam kapiler dan tekanan oncotik dari cairan di dalam bowman space merupakan kekuatn untuk proses filtrasi. kalium. Tumpukan glomerulus dibungkus didalam lapisan sel epithelium yang disebut kapsula bowman. Normalnya tekanan oncotik di bowman space tidak ada karena molekul protein yang medium-besar tidak tersaring. seperti glukosa. Struktur kapiler glomerular terdiri atas 3 lapisan yaitu : endothelium capiler.Penyaringan ( Filtrasi ) Filtrasi darah terjadi di glomerulus. Mekanisme Pembentukan Urine 1. dimana jaringan kapiler dengan struktur spesifik dibuat untuk menahan komonen selular dan medium-molekular-protein besar kedalam vascular system. natrium. membrane dasar. Endothelium kapiler terdiri satu lapisan sel yang perpanjangan sitoplasmik yang ditembus oleh jendela atau fenestrate (Guyton. Kation ( positive ) lebih mudah tersaring dari pada anionBahan-bahan kecil yang dapat terlarut dalam plasma. arteri renal terkirim dari arteriol afferent dan melanjut sebagai arteriol eferen yang meninggalkan glomrerulus. Area antara glomerulus dan kapsula bowman disebut bowman space dan merupakan bagian yang mengumpulkan filtrate glomerular. bikarbonat. sedangkan air dan larutan akan bebas tersaring (Guyton. klorida.

2001) . pergerakan Na melewati sel apical difasilitasi spesifik transporters yang berada di membrane. Penyerapan ( Absorsorbsi) Tubulus proksimal bertanggung jawab terhadap reabsorbsi bagian terbesar dari filtered solute. Jadi interior sel bersifat negative . dan organic anion. 2. Reabsorbsi dari bikarbonat oleh tubulus proksimal juga di pengaruhi gradient Na (Sherwood. Jalur transeluler. kandungan ( substance ) dibawa oleh sel dari cairn tubulus melewati epical membrane plasma dan dilepaskan ke cairan interstisial dibagian darah dari sel. K pump. Paling tidak 60% kandungan yang tersaring di reabsorbsi sebelum cairan meninggalkan tubulus proksimal. Di tubulus proksimal terjadi transport Na melalui Na. Tubulus proksimal tersusun dan mempunyai hubungan dengan kapiler peritubular yang memfasilitasi pergherakan dari komponen cairan tubulus melalui 2 jalur : jalur transeluler dan jalur paraseluler. 2001). kandungan yang tereabsorbsi melewati jalur paraseluler bergerakdari vcairan tubulus menuju zonula ocludens yang merupakan struktur permeable yang mendempet sel tubulus proksimal satu daln lainnya. asam amino. Na.menjadi bagian dari endapan. 2001). Jalur paraseluler. sehingga konsentrasi Na di sel berkurang dan konsentrasi K di sel bertambah. Selanjutnya disebelah luar difusi K melalui canal K membuat sel polar. melewati basolateral membrane plasma (Sherwood.1996). Paraselluler transport terjadi dari difusi pasif. Substansi diangkut dari tubulus proksimal ke sel melalui mekanisme ini ( secondary active transport ) termasuk gluukosa. Kecepatan dan kemampuan reabsorbsi dan sekresi dari tubulus renal tiak sama. Pengambilan active substansi ini menambah konsentrasi intraseluler dan membuat substansi melewati membrane plasma basolateral dan kedarah melalui pasif atau difusi terfasilitasi. Pada umumnya pada tubulus proksimal bertanggung jawab untuk mereabsorbsi ultrafiltrate lebih luas dari tubulus yang lain. sulfat.Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein (Guyton. Pergerakan Na melewati transporter ini berpasangan dengan larutan lainnya dalam satu pimpinan sebagai Na ( contransport ) atau berlawanan pimpinan ( countertransport ) (Sherwood. ATPase pump manekan tiga ion Na kedalam cairan interstisial dan mengeluarkan 2 ion K ke sel. Di kondisi optimal. K. fosfat.

misalnya sebagai pelarut (Sherwood. Augmentasi Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Komposisi urin yang dikeluarkan lewat ureter adalah 96% air. Walaupun CO2 berupa zat sisa namun sebagian masih dapat dipakai sebagai dapar (penjaga kestabilan PH) dalam darah. hasil pembongkaran/pemecahan protein. CO2. misalnya ureum dari 0. dalam urin primer dapat mencapai 2% dalam urin sekunder.2001). Oleh karena itu. Gula dan asam mino meresap melalui peristiwa difusi. Zat warna empedu adalah sisa hasil perombakan sel darah merah yang dilaksanakan . misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warm dan bau pada urin.2001). yaitu dalam bentuk urea. Amonia (NH3).2001).03′. Sisa metabolisme antara lain. Oleh karena itu. Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali (Sherwood. dan sisa substansi lain. zat ini harus dikeluarkan dari tubuh. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. 2. lemak dan protein. Demikian juga H2O dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. 1. Zat sisa metabolisme adalah hasil pembongkaran zat makanan yang bermolekul kompleks. Reabsorbsi air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal (Sherwood. Namun demikian.5% urea. zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi.3. 2002). Kedua senyawa tersebut tidak berbahaya bila kadarnya tidak berlebihan.5% garam. 1200 g garam. Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari 178 liter air. Karbon dioksida dan air merupakan sisa oksidasi atau sisa pembakaran zat makanan yang berasal dari karbohidrat. H20. zat warna empedu. dan asam urat (Cuningham. dan 150 g glukosa. 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. Pada urin sekunder. Zat sisa ini sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. merupakan zat yang beracun bagi sel. sedangkan air melalui peristiwa osn osis. Sisa sampah kelebihan garam. Sebaliknya. konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah. Penyerapan Kembali ( Reabsorbsi ) Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. jika untuk sementara disimpan dalam tubuh zat tersebut akan dirombak menjadi zat yang kurang beracun. dan bahan lain pada filtrate dikeluarkan dalam urin. NHS. Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin primer. 4.

Hormon ini dibentuk oleh hipotalamus yang ada di hipofisis posterior yang mensekresi ADH dengan meningkatkan osmolaritas dan menurunkan cairan ekstrasel ( Frandson.Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Urine Faktor . Konstriksi arteria renalis ( iskhemia ginjal ) 2.Asam urat merupakan sisa metabolisme yang mengandung nitrogen (sama dengan amonia) dan mempunyai daya racun lebih rendah dibandingkan amonia. pengendalian tekanan darah. 2003) Renin Selain itu ginjal menghasilkan Renin. asam lemak ini berperan dalam mengatur sirkulasi ginjal ( Frandson. Proses pengeluaran aldosteron ini diatur oleh adanya perubahan konsentrasi kalium. karena daya larutnya di dalam air rendah (Sherwood. 2003) Prostaglandin Prostagladin merupakan asam lemak yang ada pada jaringan yang berlungsi merespons radang. natrium. Faktor . yang dihasilkan oleh sel-sel apparatus jukstaglomerularis pada : 1.2001). Terdapat perdarahan ( iskhemia ginjal ) 3. dan pengaturan pergerakan gastrointestinal. 2003) Gukokortikoid Hormon ini berfungsi mengatur peningkatan reabsorpsi natrium dan air yang menyebabkan volume darah meningkat sehingga terjadi retensi natrium ( Frandson.Uncapsulated ren (ginjal dibungkus dengan karet atau sutra ) .2003 ) Aldosteron Hormon ini berfungsi pada absorbsi natrium yang disekresi oleh kelenjar adrenal di tubulus ginjal. Zat inilah yang akan dioksidasi jadi urobilinogen yang berguna memberi warna pada tinja dan urin.Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Urine adalah : Hormon ADH Hormon ini memiliki peran dalam meningkatkan reabsorpsi air sehingga dapat mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh. Pada ginjal.oleh hati dan disimpan pada kantong empedu. dan sistem angiotensin rennin ( Frandson. kontraksi uterus.

2001). sebab renin mengakibatkan aktifnya angiotensinogen menjadi angiotensin I. Emosi Emosi tertentu dapat merangsang peningkatan dan penurunan volume urin. Mekanisme Miksturisi Mekanisme proses Miksi ( Mikturisi ) Miksi ( proses berkemih ) ialah proses di mana kandung kencing akan mengosongkan dirinya waktu sudah penuh dgn urine. Zat . dan ini efeknya menaikkan tekanan darah (sherwood. alkohol.zat diuretik Banyak terdapat pada kopi. sehingga volume urin bertambah. maka konsentrasi air dalam darah rendah. Pada dasarnya. proses miksi/mikturisi merupakan suatu refleks spinal yg dikendalikan oleh suatu pusat di otak dan korteks cerebri. volume urin menurun. Suhu internal atau eksternal Jika suhu naik di atas normal.detrusor) → sinyal-sinyal miksi ke pusat saraf lebih tinggi (pusat kencing) → untuk diteruskan kembali ke . D.4.Reabsorpsi air di ginjal mengingkat. Akibatnya jika banyak mengkonsumsi zat diuretik ini maka akan menghambat proses reabsorpsi. maka kecepatan respirasi meningkat dan mengurangi volume urin. Mikturisi ialah proses pengeluaran urine sebagai gerak refleks yang dapat dikendalikan (dirangsang/dihambat) oleh sistim persarafan dimana gerakannya dilakukan oleh kontraksi otot perut yg menambah tekanan intra abdominalis. dan organ organ lain yang menekan kandung kencing sehigga membantu mengosongkan urine ( Virgiawan. 2008 ). Proses miksturisi dapat digambarkan dalam skema di bwah ini : Pertambahan vol urine → tek intra vesicalis ↑ → keregangan dinding vesicalis (m. Innervasi ginjal dihilangkan 5. yg oleh enzim lain diubah menjadi angiotensin II. Renin mengakibatkan hipertensi ginjal. Konsentrasi Darah Jika kita tidak minum air seharian. Transplantasi ginjal ( iskhemia ginjal ) Sel aparatus juxtaglomerularis merupakan regangan yang apabila regangannya turun akan mengeluarkan renin. teh.

DAFTAR PUTAKA Anonim. HPO42-. Komposisi lain dalam urin normal adalah bagian padaat yang terkandung didalam air.co. Warna urine merah. Sulphates (SO42-). Kandungan Urin Normal Urin mengandung sekitar 95% air.1025 ( Anonim. diantaranya adalah : Molekul Organik : Memiliki sifat non elektrolit dimana memiliki ukaran yang reativ besar.saraf saraf spinal → timbul refleks spinal → melalui n.ivy-rose. 2008 ). Chloride (Cl-). 2008 ). Normal berat jenis : 1010 . Urine dapat menjadi keruh karena ada mukus atau pus ( Anonim.5 . Phosphates (H2PO4-. Diakses dari : http://www.7. 1996) Ion : Sodium (Na+). Berat jenis : Adalah berat atau derajat konsentrasi bahan (zat) dibandingkan dengan suatu volume yang sama dari yang lain seperti air yang disuling sebagai standar. didalam urin terkandung : Urea CON2H4 atau (NH2)2CO. Vegetarian urinennya sedikit alkali ( Anonim. 009 ml. Calcium (Ca2+). Magnesium (Mg2+. Kreatin. Bau : Normal urine berbau aromatik yang memusingkan. PO43-).Compotition in Urine. Dan subtansi lainya seperti hormon (Guyton. Bau yang merupakan indikasi adanya masalah seperti infeksi atau mencerna obat-obatan tertentu ( Anonim. 1996) Warna : Normal urine berwarna kekuning-kuningan. coklat merupakan indikasi adanya penyakit ( Anonim. Pada . (Guyton. Asam Urat C5H4N4O3. 2008 ). Obat-obatan dapat mengubah warna urine seperti orange gelap.2008. 2008 ). pH : Normal pH urine sedikit asam (4. Berat jenis air suling adalah 1. Potassium (K+).htm. Ini dapat dibedakan beradasarkan ukuran ataupun kelektrolitanya.uk/Topics/Urinary_System_Composition_Urine. kuning. Kejernihan : Normal urine terang dan transparan.5). Urine yang telah melewati temperatur ruangan untuk beberapa jam dapat menjadi alkali karena aktifitas bakteri. Pelvicus → timbul perasaan tegang pada vesica urinaria shg akibatnya menimbulkan permulaan perasaan ingin berkemih ( Virgiawan. 2008 ). 2008 ). Dalam Jumlah Kecil : Ammonium (NH4+).

EGC Guyton. Diakses dari : http://id.G. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem.. Diakses dari : http://www. Pada Tanggal : 01 juli 2009 Virgiawa.com/2008/04/mekanisme-proses-dasar-ginjal-darryl.sekbertal.org/wiki/Homeostasis.Teksbook of Medical Physiology.J. Diakses dari : http://www.M.org/index2. 2003. Philadelpia.D. WB Saunders Ganong.darryltanod. Lauree.A. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sp.PD. philadelpia. Anatomy and Physiology of Farm Animals 6th ed. Taslim.Sc.. 2002.C.F. Pada Tanggal : 01 Juli 2009 . Mekanisme Dasar Ginjal. Pada Tanggal : 01 Juli 2009 Wikipedia.wikipedia.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1901. editor Widjajakusumah D. edisi Bahasa Indonesia. Kesehatan Ginjal. Jakarta. Sherwood..Homeostasis.blogspot. Lippincott Williams & Wilkins: Philadelphia Cunningham. S. 2001.2008..arnaldi. Elsevier saunders.html. W. Daril. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran..2009. Teksbook of Veterinary Physilogy.Tanggal : 01 Juli 2009 Frandson R. 1996.H.. 2001.dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful