P. 1
PEMERINTAHAN EKSEKUTIF

PEMERINTAHAN EKSEKUTIF

|Views: 45|Likes:

More info:

Published by: Putra Fajar Febrianto on Apr 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2013

pdf

text

original

DISUSUN OLEH : ARDHITO NUR HARDIANSYAH NO ABSEN :5

PEMERINTAHAN EKSEKUTIF DI INDONESIA
Lembaga Eksekutif Eksekutif berasal dari kata eksekusi (execution) yang berarti pelaksana. Lembaga eksekutif adalah lembaga yang ditetapkan untuk menjadi pelaksana dari peraturan perundang-undangan yang telah dibuat oleh pihak legislatif. Kekuasaan eksekutif biasanya dipegang oleh badan eksekutif. Eksekutif merupakan pemerintahan dalam arti sempit yang melaksanakan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan haluan negara, untuk mencapai tujuan negara yang telah ditetapkan sebelumnya. Organisasinya adalah kabinet atau dewan menteri dimana masing-masing menteri memimpin departemen dalam melaksanakan tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya. Menurut dicetuskan oleh tafsiran tradisional tugas azas Trias badan Politica yang hanya Montesquieu, eksekutif

melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh badan legislatif serta menyelenggarakan undang-undang yang dibuat oleh badan legislatif. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya badan eksekutif leluasa sekali ruang-geraknya. Zaman modern telah menimbulkan paradoks, bahwa lebih banyak undamg-undang yang diterima oleh

badan legislatif dan yang harus dilaksanakan oleh badan eksekutif. jadi seorang Presiden atau Perdana Menteri merupakan kepada suatu negara. Dispenser of appointments. Eksekutif di era modern negara biasanya diduduki oleh Presiden atau Perdana Menteri. dan sejenisnya. Yudikatif:memberikan grasi dan amnesti. Militer: mengatur angkatan bersenjata. penerimaan duta besar. a. Legislatif: membuat undangundang bersama dewan perwakilan. penyelesaian konflik. . berarti tindakan dari negara yang bersangkutan. pegawai negeri. lebih luas pula ruang lingkup kekuasaan badan eskekutifnya. Fungsi-fungsi kekuasaan eksekutif ini garis besarnya adalah : Chief of state. dan Chief legislators. Secara umum arti lembaga eksekutif adalah pelaksanaan pemerintah yang dikepalai oleh presiden yang dibantu pejabat. Apapun tindakan seorang Presiden atau Perdana Menteri. Sedangkan wewenang menurut Meriam Budiardjo mencangkup beberapa bidang: Diplomatik: menyelenggarakan hubungan diplomatik dengan negara-negara lainnya. Administratif: melaksanakan peraturan serta perundang-undangan dalam administrasi negara. Commander in chief. Chief of State artinya kepala negara. Party chief. Head of government. Fungsi sebagai kepala negara ini misalnya dibuktikan dengan memimpin upacara. menjaga keamanan negara dan melakukan perang bila di dalam keadaan yang mendukung. baik sipil maupun militer. peresmian suatu kegiatan. simbol suatu negara.

Head of Government. Di dalam sistem parlementer. menandatangi surat hutang dan pembayarannya dari lembaga donor. Misalnya mengangkat menteri-menteri. Commander in Chief adalah fungsi mengepalai angkatan bersenjata. Presiden atau Perdana Menteri yang melakukan kegiatan eksekutif sehari-hari. e. artinya adalah kepala pemerintahan. dan sejenisnya. terkadang terjadi pemisahaan fungsi antara kepala negara dengan kepala pemerintahan. d. Seorang presiden atau perdana menteri. c. menteri luar negeri. kepala pemerintahan dipegang oleh perdana menteri yang berasal dari partai yang menang pemilu. meskipun tidak memiliki latar belakang militer memiliki peran ini. menjalin perjanjian dengan negara lain. Di dalam tiap negara. Presiden atau perdana menteri adalah pimpinan tertinggi angkatan bersenjata. . Party Chief berarti seorang kepala eksekutif sekaligus juga merupakan kepala dari suatu partai yang menang pemilu. Fungsi sebagai ketua partai ini lebih mengemuka di suatu negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer. Dispenser of Appointment merupakan fungsi eksekutif untuk menandatangani perjanjian dengan negara lain atau lembaga internasional. terlibat dalam keanggotaan suatu lembaga internasional. terkadang terdapat pergesekan dengan pihak militer jika yang menjadi presiden ataupun perdana menteri adalah orang bukan kalangan militer. ataupun anggota-anggota kabinet yang lain. Namun.b. penandatangan dilakukan oleh presiden. yang diangkat oleh presiden atau perdana menteri. Dalam fungsi ini.

legislatif. Dalam perkembangannya.f. kekuasaan negara dibagi menjadi tiga yakni kekuasaan legislatif. adalah fungsi suatu eksekutif untuk mempromosikan diterbitkannya undang-undang. Meskipun kekuasaan membuat undang-undang berada di tangan DPR.dan yudikatif. Masing-masing kekuasaan ini terpisah satu dengan yang lain.”Tugas badan eksekutif menurut tafsiran tradisional trias politika hanya melaksanakan kebijakanEKSEKUTIF DALAM AJARAN TRIAS . KEKUASAAN POLITIKA Biasanya. dalam sistem politik. tetapi di dalam sistem tata negara dimungkinkan lembaga eksekutif mempromosikan diterbitkannya suatu undang-undang oleh sebab tantangan riil dalam implementasi suatu undangundang banyak ditemui oleh pihak yang sehari-hari melaksanakan undang-undang tersebut. meskipun tidak banyak negara yang menerapkan ajaran ini secara murni.kekuasaan eksekutif. Ini menurut ajaran trias politika. Chief Legislation. Kekuasaan eksekutif merupakan kekuasaan melaksanakan undang-undang dan di dalamnya termasuk kekuasan mengadili. negara-negara demokrasi modern cenderung menggunakan asas pembagian kekuasaan dibandingkan dengan menggunakan asas pemisahan kekuasaan murni sebagaimana diajarkan oleh John Locke. Miriam Budiardjo mengatakan.dan kekuasaan federatif. struktur dibedakan atas kekuasaan eksekutif.

Dalam sistem presidensial mentri-mentri merupakan pembantu presiden dan dipilih olehnya. sedangkan kepala negara dipimpin oleh presiden. Elected Monarch adalah kepala negara biasanya president yang dipilih oleh badan legislatif ataupun lembaga pemilihan. Tetapi kepala negara disini hanya berfungsi sebagai simbol suatu negara yang berdaulat. Badan eksekutif dalam arti luas juga mencakup para pegawai negeri sipil dan militer. yakni: 1. Sistem Pemerintahan Parlementer Kepala negara dan kepala pemerintahan terpisah. . Tipe Lembaga eksekutif terbagi menjadi dua. 2. Kepala pemerintahan dipimpin oleh perdana menteri. Eksekutif berasal dari bahasa Latin.kebijakan yang telah ditetapkan oleh badan legislatif serta menyelenggarakan undang-undang yang dibuat oleh badan legislatif”. Di negara demokratis. Kekuasaan eksekutif biasanya dipegang oleh badan eksekutif. Contohnya adalah Inggris dengan dipilihnya kepala negara dari keluarga kerajaan. Hareditary Monarch yakni pemerintahan yang kepala negaranya dipilih berdasarkan keturunan. Sistem Lembaga Eksekutif terbagi menjadi dua: 1. sedangkan dalam sistem parlamenter para mentri dipimpin oleh seorang perdana mentri. badan eksekutif biasanya terdiri atas kepala negara seperti raja atau presiden. execure yang berarti melukakan atau melaksanakan.

Cth: Indonesia pada era parlementer. Cth: Indonesia pada masa Orde Baru.sekarang. tepatnya eksekutif nominal. Cth: Indonesia 2004. · Presidensiil semu: eksekutif tidak dapat di jatuhkan oleh pengemban kekuasaan legislatif. yaitu legislatif terhadap eksekutif riil. Kekuasaan eksekutif dipengaruhi oleh: 1. Jenis eksekutif Eksekutif riil adalah bagian dari eksekutif yang menjalankan roda pemerintahan. dimana PM dapat dipecat parlemen. dapat menjatuhkan bagian lain. Hubungan di dalam sebuah trias politika tidak Parlementer. . Ada bagian di dalam sebuah trias politika yang dapat saling menjatuhkan. Cth: Perancis. parlemen ternyata dapat juga dibubarkan oleh eksekutif. dan parlemen dapat dibubarkan presiden sekaligus mempercepat pemilu legislatif. · Parlementer semu: eksekutif riil merupakan bagian dari karena ia dipilih oleh legislatif (parlemen) dan legislatif konsekuensinya ia dapat dijatuhkan parlemen. keduanya dipengang oleh presiden. Namun ironisnya. Namun. Cth: kepala negara. Cth: kepala pemerintahan.2. Sistem Pemerintahan Presidensial Kepala pemerintahan dan kepala negara. · · Sistem pemerintahan Presidensiil. Eksekutif nominal adalah bagian dari eksekutif yang menjalankan kekuasaan simbolik dan seremonial. ada lembaga tertinggi negara yang notabene adalah bagian dari legislatif dan dapat menjatuhkan eksekutif. 2.

3. Presiden Soekarno sebagai tokoh sentral orde lama adalah Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. dari Tugas utama: memimpin kekuasaan kabinet yang (menjalankan pemerintahan). Tugas utama: menjadi simbol negara dan memimpin kegiatan seremonial kenegaraan. desentralisasi. Konsekuensi implementasi prinsip politika. Kekuasaan Eksekutif Masa Demokrasi Kontitusional (1945-1959) Sistem parlementer yang mulai berlaku sebulan sesudah kemerdekaan diproklamirkan dan kemudian diperkuat dalam Undang- . Pembagian kekuasaan. 5. bahkan ia bertindak sebagai pemimpin besar revolusi. mempengaruhi pola hubungan dalam trias Pemisahan kekuasaan. Fungsi dasar eksekutif Kepala negara. dekonsentrasi. Asas pemerintahan yang diaplikasikan eksekutif Sentralisasi. medebewind. pemerintahan. Kepala 4. PERKEMBANGAN KEKUASAAN EKSEKUTIF D INDONESIA MASA ORDE LAMA Orde lama adalah sebutan bagi orde pemerintahan sebelum orde baru yang dianggap tidak melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen yang ditandai dengan diterapkannya Demokrasi Terpimpin di bawah kepemimpinan Soekarno.

tidak mampu berperan sebagai oposisi yang kontruktif. Undang-Undang Dasar 1950 menetapkan berlakunya sistem parlementer di mana badan eksekutif yang terdiri atas presiden sebagai kepala negara konstitusional dan mentri-mentrinya mempunyai tanggung jawab politik. Pun pemilu tahun 1955 tidak membawa stabilitas yang diharapakan. Persatuan yang dapat digalang untuk salalu menghadapi musuh bersama menjadi kendor dan tidak dapat dibina menjadi kekuatan-kekuatan konstruktif sesudah kemerdekaan tercapai.Undang Dasar 1949 . . ternyata kurang cocok untuk Indonesia meskipun dapat berjalan secara memuaskan dalam beberapa negara Asia lain. Koalisi ternyata kurang mantap dan partai-partai dalam koalisi sewaktu-waktu tidak segan menarik dukungannya. bahkan tidak dapat menghindarkan perpecahan yang paling gawat antara pemerintah pusat dan beberapa daerah. Karena fragmentasi partai-partai politik setiap kabinet berdasarkan koalisi yang berkisar pada pada satu atau dua partai besar dengan beberapa partai kecil. dan hal ini menghambat perkembangan ekonomi dan politik oleh karena pemerintah tidak mendapat kesempatan untuk menjalankan programnya. Umumnya kabinet dalam masa pra pemilu yang diadakan pada tahun 1955 tidak dapat bertahan lebih lama dari rata-rata delapan bulan. Di lain phak partai oposisi. Karena lemahnya benih-benih demokrasi sistem parlementer memberi peluang untuk dominasi partai-partai politik dan Dewan Perwakilan Rakyat.dan1950. tetapi hanya menonjolkan segi-segi negatif dari tugas oposisi.

Mentri-mentri membantu presiden dan diangkat serta dihentikan olehnya.wakil presiden beserta mentri-mentri. Mulai Juni 1959 UUD 1945. sedangkan DPR produk Pemilu I dibubarkan melalui Dekrit presiden 5 Juli 1959. Presiden dan wakil presiden dipilih oleh MPR dan presiden . mendorong Ir. Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang menentukan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945. apalagi MPRS tidak berfungsi. Kekuasaan Eksekutif Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965) Dengan dalih deadlock dan oleh sebab itu kembali ke UUD 1945 yang yang dianggap satu-satunya jalan keluar. maka kepemimpinan soekarno sebagai kepala negara tidak terbatas. kecuali dalam melegalisasi "kebijakan" yang diambil presiden. bahkan telah mengangkat Soekarno sebagai presiden seumur hidup. Dekrit presiden 5 Juli 1959 dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk mencari jalan keluar dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat. Hal ini menjadi awal dari masa demokrasi terpimpin yang menggantikan masa demokrasi kontitusional. Kekuasaan eksekutif diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Bab III pasal 4 samapai dengan 15. berlaku kembali dan menurut ketentuan UUD 1945 itu badan eksekutif terdiri atas seorang presiden.Faktor-faktor semacam ini. ditambah dengan tidak adanya anggota-anggota partai-partai yang tidak tergabung dalam konstituante untuk mencapai konsensus mengenai dasar negara untuk Undangundang Dasar baru.

Begitu pula dengan pejabat teras dari Legislatif (yaitu pimpinan MPRS dan DPR Gotong Royong) dan dari badan Yudikatif (yaitu ketua Mahkamah Agung) diberi status mentri. terbatasnya peranan partai politik. sebaliknya presiden tidak mempunyai wewenang untuk membubarkan DPR. Presiden memerlukan persetujuan dari DPR untuk membentuk Undang-Undang dan utuk menyatakan perang. dan perjanjian-perjanjian dengan negara lain. dan udara. Presiden memegang kekuasaan pemerintah selama lima tahun yang hanya dibatasi oleh peraturan-peraturan dalam UUD 1945 dimana sesuatu hal diperlukan adanya suatu undang-undang. Dalam masa demokrasi terpimpin tidak ada wakil presiden. maka peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujauan DPR. membuat perdamaian. Selama masa itu presiden tidak boleh dijatuhkan oleh DPR. Pada masa demokrasi terpimpin terjadi dominasi dari presiden. Dengan demikian jumlah mentri lebih dari seratus. Dalam keadaan memaksa presiden menetapakan Peraturan Pemerintah sebagai pengganti Undang-undang. angaktan laut.merupakan “Mandataris” MPR. . berkembangnya pengaruh komunis dan meluasnya peranan ABRI sebagai unsur sosial politik. Ia bertanggung jawab kepada MPR dan kedudukannya untergeordnet kepada MPR. Selain itu presiden berwenang menetapakan Peraturan Pemerintah untuk menalankan Undang-Undang sebagaiman mestinya dan presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas angkata darat. Sesuai dengan keinginannya untuk memperkuat kedudukannya oleh MPRS ditetapkan sebagai presiden seumur hidup.

tidak dibenarkan.19 tahun 1964 yang jelas bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan di bidang Legislatif berdasarkan Peraturan Presiden No.14 tahun 1960 dalam hal anggota DPR tidak mencapai mufakat mengenai suatu hal atau sesuatu rancangan Undang-Undang. sedangkan fungsi kontrol ditiadakan. di samping fungsi sebagai wakil rakyat. Partai politik dan pers dianggap menyimpang dari rel revolusi ditutup. Selain itu terjadi penyelewengan di bidang perundangundangan di mana pelbagai tindakan pemerintah dilaksanakan melalui Penetapan Presiden (Panpres) yang memakai Dekrit 5 Juli 1959 sebagai sumber hukum. sesuai denga taktik komunisme internasional yang menggariskan pembentukan front nasional sebagai persiapan ke arah terbentuknya demokrasi rakyat. Penyimpangan lain dalam demokrasi terpimpin adalah campur tangan presiden dalamm bidang Yudikatif seperti presiden diberi wewenang untuk melakukan intervensi di bidang yudikatif berdasarkan UUD No. sedangkan politik mercusuar di bidang hubungan luar negeri dan ekonomi dalam negeri telah .Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong yang mengganti Dewan Perwakilan Rakyat pilihan rakyat ditonjolkan peranannya sebagai pembantu pemerintah. dan ditutup. Tambahan pula didirikan badan-badan ektra kontitusional seperti front nasional yang ternyata dipakai oleh pihak komunis sebagai arena kegiatan. Bahkan pemimpin DPR dijadikan mentri dan dengan demikian ditekankan fungsi pembantu presiden. Hal terakhir ini mencerminkan telah ditinggalkannya doktrin Trias Politika.

Persaingan ini mencapai klimaks dengan meletusnya perisiwa Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan oleh PKI. Ketika itu bangsa Indonesia didominasi oleh partai komunis yang sangat kuat. presiden dan wakil presiden menjalankan pemerintahan sesuai dengan program yang telah ditetapkan sendiri. Pada masa orde lama terjadi persaingan antara Angkatan Darat. . Presiden dan Wakil Presiden Presiden adalah lembaga negara yang memegang kekuasaan eksekutif yaitu presiden mempunyai kekuasaan untuk menjalankan pemerintahan. Dalam menjalankan pemerintahan. tetapi setelah amandemen UUD1945 presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Presiden. Presiden dan wakil presiden sebelum menjalankan tugasnya bersumpah atau mengucapkan janji dan dilantik oleh ketua MPR dalam sidang MPR. presiden dan wakil presiden dipilih oleh MPR. Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan. Sebelum adanya amandemen UUD 1945. Presiden mempunyai kedudukan sebagai kepala pemerintahan dan sekaligus sebagai kepala negara. Presiden dan wakil presiden menjalankan pemerintahan sesuai dengan tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. dan PKI. presiden dan wakil presiden tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945. Setelah dilantik.menyebabkan keadaan ekonomi menjadi bertambah suram.

menetapkan peraturan pemerintah 4. diantaranya: 1. membuat perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.Undang dan peraturannya dengan seluruslurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa . memegang kekuasaan pemerintah menurut Undang-Undang Dasar 2. Wewenang. memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala Undang. Duta bertugas di kedutaan besar yang ditempatkan di ibu kota negara sahabat itu. Sebagai seorang kepala pemerintahan. 3. Duta adalah perwakilan negara Indonesia di negara sahabat. memberi gelar. mengangkat duta dan konsul. Presiden mempunyai wewenang sebagai berikut: 1. presiden mempunyai kekuasaan tertinggi untukmenyelenggarakan pemerintahan negara Indonesia. menerima duta dari negara lain 4. menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.Sebagai seorang kepala negara. berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) kepada DPR 3. hak dan kewajiban Presiden sebagai kepala pemerintahan. 2. Sedangkan konsul adalah lembaga yang mewakili negara Indonesia di kota tertentu di bawah kedutaan besar kita. tanda jasa dan tanda kehormatan lainnya kepada warga negara Indonesia atau warga negara asing yang telah berjasa mengharumkan nama baik Indonesia.

Dan berikut tugas-tugas mentri tiap . memberi amnesti DPR. memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung. dan abolisi dengan memperhatikan atau pertimbangan Amnesti adalah pengampunan pengurangan hukuman yang diberikan oleh negara kepada tahanan-tahanan. menyatakan perang. membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR 3. Sedangkan abolisi adalah pembatalan tuntutan pidana. 6. menyatakan keadaan bahaya Mentri Negara Adapun dalam pasal 17 yang berisikian tentang presiden dibantu oleh mentri-mentrinya tiap departemen dan mentri-mentri tersebut diangkat dari kebijakan presiden itu sendiri. Selain sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. seorang presiden juga merupakan panglima tertinggi angkatan perang. Grasi adalah pengampunan yang diberikan oleh kepala negara kepada orang yang dijatuhi hukuman. terutama tahanan politik.5. Sedangkan rehabilitasi adalah pemulihan nama baik atau kehormatan seseorang yang telah dituduh secara tidak sah atau dilanggar kehormatannya. Dalam kedudukannya seperti ini. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan DPR 2. presiden mempunyai wewenang sebagai berikut: 1.

Fungsi : 1. Pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. kebudayaan dan pemuda & olahraga : MENTRI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Tugas : Menyelenggarakan urusan di bidang pendidikan dan kebudayaan dalam Pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. penetapan. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. khususnya dalam mentri pendidikan. dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan dan Kebudayaan. Perumusan kebijakan nasional. Dalam melaksanakan tugas. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di daerah. II. 5. MENTRI KESEHATAN Kementerian Kesehatan RI mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang kesehatan. 3. kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidang kesehatan. 2. Pengelolaan barang milik negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2.departemen I. Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan fungsi : 1. 4. kesehatan. Perumusan. Pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang .

tugasnya. 5. 6. 5. 3. arahan dan supervisi di bidang kesehatan. 7. 4. Pengaturan penerapan perjanjian atau persetujuan internasional yang disahkan atas nama Negara di bidang kesehatan. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. 4. . Dalam menyelenggarakan fungsi. Penyusunan rencana nasional secara makro di bidang kesehatan. 3. saran dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. Penetapan pedoman untuk menetukan standar pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan oleh kabupaten/Kota di bidang Kesehatan. pelatihan. Kementerian Kesehatan RI mempunyai kewenangan : 1. Pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi pemberian pedoman. Penetapan standar pemberian izin oleh daerah di bidang kesehatan. Pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. Penetapan persyaratan akreditasi lembaga pendidikan dan sertifikasi tenaga profesional/ahli serta persyaratan jabatan di bidang kesehatan. Penyampaian laporan hasil evaluasi. Penetapan kebijakan nasional di bidang kesehatan untuk mendukung pembangunan secara makro. 2. bimbingan.

15.Penetapan pedoman pembiayaan pelayanan kesehatan.Penetapan pedoman standar pendidikan dan pendayagunaan tenaga kesehatan.Penetapan pedoman penapisan.Penetapan standar akreditasi sarana dan prasarana kesehatan. Penetapan kebijakan sistem informasi nasional di bidang kesehatan.Penetapan kebijakan pengendalian angka kelahiran dan penurunan angka kematian ibu.Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku yaitu : . 10. 11. 21. 12. Penanggulangan wabah dan bencana yang berskala nasional di bidang kesehatan. 18. 9.Penetapan standar nilai gizi dan pedoman sertifikasi teknologi kesehatan dan gizi.Penetapan persyaratan kualifikasi usaha jasa di bidang kesehatan. 13. 19.Penyelesaian perselisihan antar Propinsi di bidang kesehatan. dan anak.8.Penetapan kebijakan sistem jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat.Penyediaan obat esensial tertentu dan obat untuk pelayanan kesehatan dasar sangat essential (buffer stock nasional). 16. 17. pengembangan dan penerapan teknologi kesehatan dan standar etika penelitian kesehatan. 20. bayi. 14.Surveilans epidemiologi serta pengaturan pemberantasan dan penenggulangan wabah. penyakit menular dan kejadian luar biasa.

2) pemberian izin dan pembinaan produksi dan distribusi alat kesehatan. penyampaian Presiden. III. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada • • • • . saran. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggungjawabnya. laporan hasil evaluasi. Menyelenggarakan fungsi : • perumusan kebijakan nasional di bidang pemuda dan olahraga.1) penempatan dan pemindahan tenaga kesehatan tertentu. koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang pemuda dan olahraga. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. MENTRI PEMUDA DAN OLAHRAGA Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di bidang pemuda dan olahraga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->