P. 1
1. bunga

1. bunga

|Views: 78|Likes:
Published by NintaceTya KEmbaren

More info:

Published by: NintaceTya KEmbaren on Apr 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

Struktur Anatomis Bunga, Variasi, Rumus dan Diagram Bunga

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Struktur dan Perkembangan Tumbuhan Dosen Pengampu : Widodo, S. Pd., M. Pd.

Disusun Oleh: Futikhati Faoziah Fatmawati Arifatun Khasanah Edy Muhartono (09680031) (09680032) (09680033) (09680034)

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2010

Alat perkembangbiakan generatif bentuk dan susunannya berbeda-beda menurut jenis tumbuhan.serta bagian yang steril yaitu daun kelopak dan daun mahkota. tetapi bagi tumbuhan yang berbiji umumnya alat tersebut merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga dimana pada bagian inilah terjadi penyerbukan dan Pembuahan. Bunga dikatakan lengkap apabila mempunyai daun kelopak . . batang dan daun dan setiap bagian lainnya merupakan penjelmaan dari ketiga bagian pokok tersebut.benang sari. Bunga terdiri atas bagian fertile.putik.dan daun buah. yaitu benang sari dan daun buah.daun mahkota. Sehingga apabila kita memperhatikan susunan suatu bunga maka itu merupakan suatu penjelmaan dari ketiga bagian pokok tumbuhan tersebut.BAB I Pendahuluan Bunga merupakan alat reproduksi seksual. Bagian pokok tumbuhan sebenarnya ada tiga macam yakni akar.

Pada bunga Rhoe discolor banyak di temukan rambut filament. tepat dibawah epidermis. lalu rusak.Pengerutan diferensial yang terjadi padanya ketika antera megering saat matang. Pada benang sari terdapat sebuah berkas pengangkut yang bisa bersifat amfikibral di sepanjang filament dan berakhir di konektifium.Dinding artera terdiri dari beberapa lapisan sel yang merupakan turunan sel parietal primer. .2).Filamen berstuktur sederhana .namun sebelum antera memecah(membuka dengan sendiri) batas antara pasangan lokulus di setiap cuping rusak sehingga anteratetrasporangiat hanya menunjukkan dua lokulus.BAB II ISI A.Endostesium membentuk penebalan takrata. kecusli epidermis yang dalam perkembangannya hanya membelah dalam bidang antiklinal. Anatomi bunga. terutama di dindng radial dan tangensial dalam.2 Pada tumbuhan tertentu yang anteranya matang . Gb. dengan dua ruang sari (lokus) dalam setiap cuping kepala sari sehingga jumlah keseluruhanya empat (gbr 20. yang berbatasan dengan lokulus antera.Lapisan yang penting adalahEndostesium. dan tapetum.Sel antara kedua lapisan itu sering memipih karena tertekan. yang bertujuan untuk memudahkan terjadinya retakan atau celah pada antera untuk membebaskan serbuk sari. 20. Kebanyakan Angiospermae memiliki kepala sari yang tetra sporangiat.

3 Ada yang bulat (pori) dan ada yang memanjang (kolpi). a.3).2 E) Sel tavetum bersifat sekretori dan penuh sitoplasma padat. Isi sel tafetum diserap oleh butir serbuk sari yang sedang berkembang dalam lokulus. Untuk membebaskan serbuk sari. dan bagian yang terdapat lekukan di sebelah luarnya (seksin). 20. sehingga ketika serbuk sari matang.Butir polen sering berperan dalam taksonom yaitu pada family . selain lewat celah/stomium. dan eksin bagian luar yang keras.Eksin terbagi lagi menjadi dua. yaitubagian yang tidak berlekuk di sebelah dalam (neksin). Ketika serbuk sari berkejambah serbuk polen akan muncul melalui apertur. Dinding butir sari terdapat dua lapisan utama. Serbuksari Hasil mikrogenesis adalah microspora atau butik serbuk sari.tumbuhan dapat memiliki pori disisi lateral atau pada ujung cuping antera.Membukanya antera dimulai pada celah atau stomata yna tidak berfungsi lagi (gambar 20. Butir tersebut berupa simetri radial atau bilateral dan pada dindingnya terdapat bagian yang kurang kuatyang disebut aperatur(gb 20. biasanya tapetum sudah berdegenerasi. Gb. yaitu intin yang lunak di bagian dalam.

Gb. Malvaceae). terjadi rehidrasi. Dalam pembentukan karpel menjadi ginesium. Ginesium berkarpel tunggal digolongkan apokarp. karpel di anggap melipat sepanjang tepinya sehingga sisi adaksial berada di ruang tertutup.nya.hal ini di anggap bahwa pelipatan karpel terjadi secara konduplikat dengan tepi tetap pipih (gmbr 20. Karpel Jika bunga mempunyai dua karpel atau lebih maka karpel dapat lepas dengan karpel yang lainnya ginesium (apokarp pada bunga mawar) atau karpel yang berlekatan dengan cara yang bernacam-macam (ginesium sinkrap:pada tomat atau papaya).Ketika serbuk sari dibawa oleh pollinator dari kepala sarike stigma. Contoh family yang mempunyai lekukan dalam (Cruciverare.eksin mengembang dan bahan yang tersimpan dalam eksin dibebaskan. b. Lekukan eksin berasal dari tapetum yang berperan dalam pengendalian kecocokan intra spesies.5 . dan tepinya saling melekat.5). 20.

ada dua cara perlekatan karpel.27.Perubahan evolusi menyebabkan reduksipada daerah tepi . Pelipatan ini meliputi involusi (pelipatan ke dalam sehingga daerah yang tertutup dilapisi dengan muka abaksial. ginesium beruang dua atau banyak (gbr 20.7 2. Pelekatan terjadi dalam keadaan tak terlipat atau setengah terlipat dan terbentuk ginesium beruang satu (gambr.yaitu: 1.7 A. Bagian tengah yang steril (tangkai putik). Pada ginesium sinkrap. . Bagian bawah yang fertile (bakal buah) 2. Karpel berlekatan dengan kondisi terlipat dan muka abaksial melekat pada muka abaksial . 20.C) Gb. yaitu: 1.D). Pada ginesium biasanya dibedakan menjadi 3.

Sebagaimana pada .Pada ginesium ovulum melekat pada dinding ovarium dengan adanya tangkai bakal biji atau funikulus yang mengandung satu berkas pembuluh (gbr 20.8 Bakal biji terdiri jaringan tengah atau nuselus .Pada krpelplasenta ditemukan di dekat tepi atau tidak jauh dari karpel. sehingga dibedakan Plasenta marginal(tepi) dan Plasenta laminar (agak jauh dari tepi). dan funikulus berhubungan disebut kalaza.8.7).c. dilingkari oleh integumen dalam dan integument luar.20. Sering terletak berhadapan dengan mikrofil. 20.8). Setiap karpel memiliki dua plasenta.Kedua integument mengelilingi suatu saluran yang bermuara di pori. integument. Tabung sari tumbuh melalui mikropil saat fertilisasi. Bakal buah. Daerah nuselus . Bakal biji atau ovulum terdapat pada daerah dinding bakal buah dalam (adaksial). yang disebut plasenta (gbr. Gb.E). Plasenta paretial trjadi pada ginesium yang pelekatan karpelnya terjadi secara marginal dan hanya ada satu ruang genesium. disebut mikrofil ( gbr.20.

8). 20. Pada sinergid biasanya terdapat penebalan dinding yang di sebut aparatfiliform (seperti benang) yang meluas di debagian sel dekat mikropil. yang masing-masing memiliki dinding sel.2). menghasilkan tetrad yang terdiri dari empat sel mikrospora yang haploid (gb. . Sebagaimana dalam mikrosporagenesis. meskipun pada beberapa familia tetap bertahan sebagai tetrad. mikrosporangium terdiri dari sel sporongent yang ada didalam rongga kantong polen dan sejumlah lapisan khusus disebelah luarnya. Di dekat kalaza terdapat tiga sel antipoda. Jaringan sporogen juga berasal dari sel parietal primer yang ditemukan pada awal pembentukan antera. Ketiga sel dekat mikropil adalah sel telur dan dua sel sinergid. karena telah berdegenerasi.tapetum antera. Sel itu mengalami meiosis yang terdiri dari dua kali pembelahan berturut-turut. kantung embrio matang berisi 8 inti. Mikrosporagenesis dan Megasporagenesis Pada antera yangs edang berkembang. Meiosis terjadi dalam sel induk mikrospora. Jika keduanya bersatu.Di banyak angiospermae. nuselus biasanya sudah tak ada ketika bakal biji mencapai taraf dewasa. Pembentukan megaspora melalui peristiwa sel induk megaspore disebut megasporogenesis. mikrospora mengalami mitosis. Sebelm lepasnya polen dari antera. Sel antipoda sering berdegenerasi di awal pertumbuhan. Megaspora juga disebut kantung embrio akan berkecambah dengan terjadinya mitosis pada intinya yang akhirnya memberikan kantung embrio dewasa yang berinti delapan (gbr. Dua buah inti di tengah disebut inti polar. sel sporogen primer dapat langsung atau melalui beberapa kali mitosis menjadi sel induk mikrospora. Kadang-kadang sel generatif membelah. menghasilkan 4 megaspora. menghasilkan dua gamet jantan. menghasilkan sel vegetative dan sel generatif. 20. Sel sporogen masih dapat bermitosis menghasilkan lebih banyak sel sporogen atau menjadi sel induk mikrospora. jumlah sel dalam kantung embrio menjadi tujuh. Distadium ini mikrospora biasanya berpisah.

androdioecus(pl. Bunga Lengkap(flos completus). yaitu pada satu jenis terdapat bunga jantan dan bunga banci saja. Tumbuhan poligam (planta polygam) yakni tumbuhan yang memiliki dua tipe bentuk kelamin. gynomonoeca). androdioeca). Bunga tak lengkap(flos incompletus). yakni jika salah satu daun bunga tidak ada atau tidak ditemukan. yakni jika memiliki semua daun bunga yaitu kelopak.benang sari dan putik. Rumus Bunga Rumus bunga merupakan pendeskripsian susunan bunga baik baik sifat maupun bagian-bagiannya yang dinyatakan dengan lambang. c. dan angka yang . Dibedakan menjadi: 1. huruf.B. Bunga Berumah dua(planta dioeca). b. yaitu dalam satu jenis banci. Variasi Bunga pada Tumbuhan a. yakni bunga jantan(benang sari) dan bunga betina(putik) terdapat pada tanaman yang sama. Bunga berumah satu (planta monoeca) atau bunga banci. gynomonoecus (pl. d. tumbuhan terdapat tanaman dengan hanya bunga betina dan tanaman dengan hanya bunga C. andromonoeca). yaitu pada tanaman yang sama terdapat bunga jantan dan bunga banci tanaman yang sama ada 2. tanaman hanya 4. yaitu pada bunga betina dan bunga banci 3. gynodioecus (pl.mahkota. yakni benang sari dan putik terdapat pada tanaman yang berlainan . namun masih dalam jenis yang sama e. gynodioeca). andromonoecus (pl.

2.menggambarkan sifat bunga beserta bagian-bagiannya. Simetri : ƒ Simetri tunggal atau zigomorf (Ĺ) ƒ Simetri banyak/regular atau aktinomorf(*) ƒ Simetri bilateral (+) b. untuk alat kelamin betina (gynaecium) satu sama lain. A. Kelamin bunga : ƒ bunga banci (Ƃƃ) ƒ bunga jantan (ƃ) ƒ bunga betina (Ƃ) c. Penggunaan huruf dan angka Bagian-bagian pokok bunga dapat dirumuskan dengan menuliskan huruf-huruf sebagai berikut. untuk kondisi bakal buah menumpang ƒ garis di atas. C. . huruf dan angka dapat diperhatikan sebagai berikut: 1. untuk mahkota (corolla) c. Sifat perlekatan bagian bunga : ƒ connate yaitu antar bagian-bagian dalam bagian bunga. untuk kelopak (calyx) b. d. untuk alat kelamin jantan (androecium) d. a. Misalnya: antara daun mahkota satu dengan yang lainnya berlepasan atau berlekatan ƒ adnate yaitu antar bagian bunga Misalnya : antara mahkota dan benang sari berlepasan atau berlekatan satu sama lain. Kedudukan bakal buah ƒ garis bawah. G. Ketentuan-ketentuan penggunaan lambang. K. Penggunaan lambang Lambang dapat digunakan untuk menyatakan : a. untuk kondisi bakal buah tenggelam.

P6. Dibelakang huruf-huruf tersebut dituliskan angka-angka yang menunjukkan jumlah masing-masing bagian tersebut. P. 10 benang sari dan putik yang terjadi dari sehelai daun buah. maka rumusnya menjadi: Ƃƃ. dan di antara dua bagian bunga yang dirumuskan dengan huruf-huruf dan angka-angka itu diberi koma.A6.Ĺ.G1. untuk tenda bunga (perigonium) Jika kelopak dan mahkotanya tidak bisa dibedakan baik bentuk maupun warnanya. 5 daun mahkota. maka rumusnya: P6.G1 (bunga merak) Ƃƃ.A6.*.jadi rumusnya menjadi: Ĺ. Jika kita mengambil contoh bunga yang lain.C5.A10.A6. Contoh perumusan bunga: Misalnya pada bunga merak (Caesalpinia pulcherrima) mempunyai 5 daun kelopak.C5. maka rumusnya adalah: K5.G3 Kemudian di depan rumus diberi tanda yang menunjukkan simetri bunga.G3 (lilia gereja) .e. seperti bunga lilia gereja (Lilium longiflorum) yang mempunyai tenda bunga yang mempunyai 6 daun tenda bunga.A10. 6 benang sari dan sebuah putik yang terdapat 3 daun buah.C5. bunga merak bersimetri tunggal atau zigomorf. Jika pada kedua contoh rumus di atas dilengkapi dengan lambang jenis kelamin.P6.K5.K5. Sedangkan pada lili gereja yang bersifat aktinomorf rumusnya menjadi: * .G3 Selain lambang untuk menunjukkan simetri pada rumus bunga ditambahkan lambang yang menunjukkan jenis kelamin bunga.G1.A10.

A5+5.A3+3.A3+3. maka kedua huruf beserta angkanya yang menunjukkan kedua macam bagian bunga yang berlekatan ditempatkan dalam stu kurung. Sehingga rumus di atas menjadi: Ƃƃ. dengan 5 benang sari dalam tiap lingkaran.*. tiap lingkaran jumlahnya 3.*.A5+5. Misalnya: Ƃƃ. Dengan demikian di belakang huruf yang menunjukkan bagian yang tersusun dalam satu atau lebih lingkaran maka harus dituliskan sebanyak 2 kali angka yang menunjukkan jumlah bagian di dalam tiap lingkaran dengan tanda tambah (+) diantara kedua angka tadi.*. maka rumusnya menjadi: Ƃƃ.G1 (bunga merak) Ƃƃ. untuk menyatakan duduk bakal buah yang menumpang dilambangkan dengan garis bawah pada jumlah angka yang .Ĺ. Sedangkan pada bunga lilia gereja mempunyai 2 lingkaran daun tenda bunga dan 2 lingkaran benang sari. P3+3.G3 (lilia gereja) Jika pada bagian-bagian bunga yang tersusun dalam masing-masing lingkaran saling berlekatan antara satu dengan yang lainnya.G1 (bunga merak) Ƃƃ.A(~)).C5.G(5) Jadi pada bunga waru benang sari berlekatan antara satu dengan yang lainnya dan seluruhnya berlekatan lagi dengan daun-daun mahkota.Ĺ. Bunga merak misalnya mempunyai 2 lingkaran benang sari.(K(5). seperti pada bunga waru (Hisbiscus tiliaceus).C5.K5. misalnya masing-masing mempunyai bagianbagian yang tersusun dalam 5 lingkaran. misalnya benang sari dengan daun mahkota. misalnya pada bunga merak daundaun kelopaknya berlekatan satu sama lain dan pada bunga lilia gereja yang berlekatan daun-daun tenda bunga dan daun-daun buahnya. Pada contoh bunga-bunga yang di atas.Suatu bagian bunga dapat tersusun dalam satu lingkaran atau lebih. P(3+3).C5.G (3) (lilia gereja) Ada kalanya yang berlekatan adalah dua macam bagian bunga. Selain lambang-lambang di atas.K(5).

jenis (spesies) dan kategori di bawah jenis (subspecies.C3.Ĺ.K(5).menunjukkan bilangan bagian bunga dan bila bakal buah tenggelam garis diletakkan di atas angka serta untuk bakal buah yang setengah tenggelam tidak terdapat tanda khusus untuk merumuskannnya. Bila kedua contoh di atas di buat rumus bunga secara lengkap maka rumusnya menjadi: Ƃƃ.G(5) 8.Ĺ.C3.A1+0.C5. varietas.*.G1 2.Ĺ.A3+3.Ĺ.C2+0.A5.(C5.P3+3.A1+(9). Gramineae) Ƃƃ. P(3+3).C5.K5. Suku bunga tasbih (Cannaceae) Ƃƃ. Suku lilia (Liliaceae) Ƃƃ.A(5)).*.Ĺ. Suku empon-empon ( Zingiberaceae) Ƃƃ. Sukua tumbuhan waru (Malvaceae) Ƃƃ.K1+(2). Clitoria ternatea) Ƃƃ. Berikut ini adalah rumus bunga pada beberapa familia (suku) tumbuhan: 1.G(2) .G(3) 5.A1+(5).A3.P3+3.G1 (bunga merak) Ƃƃ.K3.K5. Suku rumput ( Poaceae.*.G(1) 7.K3.A5+5.G(3) 4.G(3) 6.(C(5).G (3) (lilia gereja) Rumus bunga pada tumbuhan berbunga bersifat konstan pada tingkat suku (familia) sehingga sulit unttuk identifikasi pada marga (genus).G(3) 3.Ĺ.A(~)). Suku tumbuhan Apocynaceae Ƃƃ. forma). Suku bunga kupu (Papilionaceae. Suku anggrek (Orchidaceae) Ƃƃ.Ĺ.A(3+3).K5.

C4.A5. Suku kelapa (Arecaceae. Diagram bunga adalah suatu gambar proyeksi pada boding datar dari semua bagian bunga yang dipotong melintang.*. Disamping bagian-bagian tersebut diatas. sehingga apabila terdapat persamaan mungkin hanya terjadi pada lambang kelopak dan daun tajuk bunga sedangkan benang sari dan putik tidak akan mengalami kesamaan. Bunga yang terdapat dalam ketiak daun (flos axillaris) 2.G0 betina Ƃ.*. Diagram Bunga Dalam mendeskripsikan bunga. Terdapat dua macam letak bunga yaitu: a. benang sari dan putik.A0. Suku tumbuhan kubis (Brassicaceae) Ƃƃ. Sehingga pada diagram bunga ini digambarkan penampang melintang daun-daun kelopak.A6. Dalam diagram bunga masing-masing bagian bunga digambarkan dengan bentuk lambang yang berbeda-beda. Dari diagram bunga ini dapat diketahui berapa banyak masing-masing bagian bunga tadi dan susunannya antara yang satu dengan yang lain dalam bentuk skematik.*.G(2) 10. .K3. tajuk bunga.G(5) 11.G(3) D. disamping secara verbal (dengan kata-kata) dapat ditambahkan gambar-gambar untuk memperjelas keadaan bunga.K4. Palmae) jantan ƃ.*.C3.K(5). Juga bagian bunga lainnya jika masih ada. sedangkan benang sari digampar penampang keapala sari dan dari putik penampang melintanng bakal buahnya. Suku tumbuhan bunga pukul 4 (Nyctaginaceae) Ƃƃ.C0. lazimnya daun kelopak dan tajuk bunga digambar melintang bagian tengah-tengahnya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat diagram bunga yaitu: 1. Bagian bunga yang akan kita buat tersusun dalam beberapa lingkaran.9. Suatu gambar yang melukiskan keadaan bunga dan bagian-bagiannya disebut diagram bunga. Bunga pada ujung batang atau cabang (flos terminalis) b.C3. Letak bunga pada tumbuhan.A2+4.K3.

misal daun kelopak (calyx) terhadap daun mahkota(corolla). misal susunan daun kelopak(calyx) satu dengan yang lainnya bebas atau berlekatan memiliki susunan diagram yang berbeda. Bagian bunga yang letaknya pada ujung batang/cabang. Pada diagram bunga tidak hanya menyangkut bagian-bagian bunganya saja tetapi juga mengenai letaknya pada tumbuhan yakni mengenai letaknya pada ujung batang atau diketiak daun(gb. benang sari dan daun buah penyusun putiknya.Kedua hal tersebut harus ditentukan saat kita akan membuat diagram bunga. Jumlah masing-masing bagian bunga b. sesuai dengan jumlah lingkaran tempat duduk bagianbagian bunganya.daun-daun tajuk. dimulai dari mebuat lingkaran konsentris. Lalu gambar garis tegak lurus sebagai bidang median untuk menggambarkan penampang melintang batang secara skematik dibagian atas lingkaran yang terluar pada bidang median kemudian dibagian bawah gambar skematik dibuat gambar skematik daun pelindungnya. Dimana sering kali bidang median membagi dua dalam bidang setangkup (simetrik). Susunan terhadap bagian bunga yang lain. Pada lingkaran sendiri. Kemudian gambar pada lingkaran berturut-turut dari bagian luar yakni daun-daun kelopak. tidak dikenal bidang mediannya sehingga tidak digambarkan bagian penampang melintang batang(karena bunga yang demikian itu batang bersambung dengan tangkai bunga. bebas aatau berlekatan. d. Tetapi pada bagian bawah masih ditambahkan gambar penampang melintang daun pelindung jika ada. Dalam menggambar maing-masing bagian bunga harus memperhatikan hal-hal berikut ini: a. Letak bagian bunga terhadap bidang median. berhadapan atau berseling. Susunan terhadap sesamanya. c.benang sari dan penampang melintang bakal buah sebagai gambar pada lingkaran terdalam. 108) .

umumnya terdapat pada suku Malvaceae. Diagram teoritik. Mahkota tambahan(corona) yang biasanya terdapt pada suku asclepiadaceae.) dan Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu).) Pada bagian bunga sering kali ada yang mengalami metamorfosis atau tereduksi atau lenyap sama sekali. misalnya kapas (Gossypium sp. b. Hanya menggambarkan bagian bunga menurut apa adanya. Membuat diagram bunga yang tidak hanya memuat bagian yang benar-benar ada tetapi juga menggambarakan bagian-bagian yang sudah tidak ada atau tereduksi. jadi menggambarkan keadaan bunga yang sesungguhnya. Diagram bunga dibedakan menjadi dua macam yakni: a. misal biduri (Calotropis gigantea Dryand. b. Diagram bunga empirik. Sehingga dalam pembuatan diagram bunga harus berpendirian yaitu: 1. yaitu diagram bunga yang selain menggambarkan bagian bunga yang sesungguhnya juga memuat bagian bunga yang sesungguhnya. juga memuat bagian-bagian yang sudah tidak ada lagi tetapi menurut teori seharusnya ada. namun menurut teori seharusnya ada. 2.Pada diagram bunga juga bisa digambar bagian lain yang memang perlu dikemukakan seperti: a. . yaitu diagram bunga yang hanya memuat bagianbagian bunga yang benar-benar ada. Kelopak tambahan (epicalyx).

huruf. letaknya terhadap sesama bagian serta letaknya dengan bagian lain. tidak digambar seperti bagian-bagian yang beanar-benar ada. 108) BAB III Kesimpulan Bunga memiliki susunan anatomis yang mirip dengan bagian tumbuhan lain seperti batang dan daun. Melainkan dengan lambang lain biasanya bintang atau silang kecil (gb. karena bunga merupakan metamorphosis menjadi bentuk yang berbeda. susunan. jumlah masing-masing bagian bunga dan letaknya terhadap bidang median yang menggambarkan letak bunga pada tumbuhan.Bagian-bagian yang hanya menurut teori saja seharusnya ada. bagian bunga juga bisa dijelaskan dengan menggunakan rumus bunga yakni pendeskripsian susunan bunga baik baik sifat maupun bagian-bagiannya yang dinyatakan dengan lambang. Selain dengan diagram bunga. Dalam menggambarkan bagian-bagian bunga dan susunannya dibuat gambar skematik yang menggambarkan bagian bunga. dan angka yang menggambarkan sifat bunga beserta bagian-bagiannya. Bunga memiliki variasi yang membedakan penampakannya baik secara morfologi maupun anatomi antara satu dengan yang lainnya. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->