P. 1
MAKALAH ILMU NEGARA

MAKALAH ILMU NEGARA

|Views: 12|Likes:
Published by qmina
d
d

More info:

Published by: qmina on Apr 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2013

pdf

text

original

MAKALAH ILMU NEGARA TENTANG PERBEDAAN KONSTITUSI INDONESIA & AMERIKA

DOSEN PENGAMPU : HERVINA PUSPITOSARI, S.H., M.H DISUSUN OLEH : 1. MAULANA PRADESA 2. MUHAMMAD RIDWAN 3. DESI SYAMSIAH 4. MARKUS WAHYU S H 201116030 201116014 201116005 201116029

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SURAKARTA 2011/2012

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Konstitusi (Latin constitutio) dalam negara adalah sebuah norma sistem politik dan hukum bentukan pada pemerintahan negara - biasanya dikodifikasikan sebagai dokumen tertulis - Dalam kasus bentukan negara, konstitusi memuat aturan dan prinsip-prinsip entitas politik dan hukum, istilah ini merujuk secara khusus untuk menetapkan konstitusi nasional sebagai prinsip-prinsip dasar politik, prinsip-prinsip dasar hukum termasuk dalam bentukan struktur, prosedur, wewenang dan kewajiban pemerintahan negara pada umumnya, Konstitusi umumnya merujuk pada penjaminan hak kepada warga masyarakatnya. Istilah konstitusi dapat diterapkan kepada seluruh hukum yang mendefinisikan fungsi pemerintahan negara. Dalam hidup bernegara, kita tidak dapat lepas dari sesuatu yang disebuth u k u m . Karena Tidak ada satupun negara krusial tanpa dalam hukum. memang f u n g s i n y a sangatlah

mengatur kehidupan bernegara.R.M. Mac Iver dalam bukunya “The Modern state” halaman 250 menulis :” Evenw i t h i n t h e s p h e r e o f t h e s t a t e t h e r e a r e t w o k i n d s o f law. There is the law, which governs the state and there is the law, by means of which the state governs. The former is constitutional law, the latter we may for the sake of dis tinction c a l l ordinary law”.( Dalam linkungan negara, ada 2 macam hukum. Ada hukum yangm e m e r i n t a h n e g a r a d a n a d a h u k u m y a n g m e r u p a k a n a l a t b a g i n e g a r a u n t u k memerintah.hukum yang pertama adalah“Constitutional law”(Hukum tatanegara).Hukum yang kedua, untuk membedakannya dari hukum yang pertama, dapat kita namakan “Ordinary law”(Hukum biasa yang dipergunakan untuk bergerak,“actief dienend.”)

dapat kita simpulkan bahwa dalam hidup bernegara.2 Permasalahan Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan. U n s u r p o k o k i n i l a h y a n g a k a n menjadi Headline dalam makalah ini.kita akan menemukan 2 macam hukum: 1 ) H u k u m t a t a n e g a r a (Constitutional law) Sebagai yang mengatur negara. Termasuk dalam hukum ini adalah Hukum pidana dan hukum perdata 1. 2 ) H u k u m b i a s a (Ordinary Law) Sebagai hukum yang digunakan negara untuk mengatur sesuatu hal.Dari kutipan tersebut. dapat dirumuskan masalah-masalah yang akan dibahas pada penulisan kali ini.Unsur p o k o k d a l a m H u k u m i n i a d a l a h K o n s t i t u s i . Masalah yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1 Perbedaan konstitusi Indonesia dan Amerika ? .

Sejarah Konstitusi Secara umum terdapat dua macam konstitusi yaitu : 1) konstitusi tertulis dan 2) konstitusi tak tertulis.Negara yang dikategorikan sebagai negara yang tidak memiliki konstitusi tertulis adalah Inggris dan Kanada.Pada hampir semua konstitusi tertulis diatur mengenai pembagian kekuasaan berdasarkan jenis-jenis kekuasaan. Konstitusi adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat suatu negara. pembagian wewenang dan cara bekerja berbagai lembaga kenegaraan serta perlindungan hak azasi manusia. Dalam hal yang kedua ini.constituere) dalam bahasa prancis yaitu “constiture” dalam bahsa jerman “vertassung” dalam ketatanegaraan RI diartikan sama dengan Undang – undang dasar. SEJARAH KONSTITUSI DAN AMANDEMEN UUD 1945 A. Di kedua negara ini.Karena ketentuan mengenai kenegaraan itu tersebar dalam berbagai dokumen atau hanya hidup dalam adat kebiasaan masyarakat itulah maka Inggris masuk dalam kategori negara yang memiliki konstitusi tidak tertulis. dan kemudian berdasarkan jenis kekuasaan itu dibentuklah lembaga-lembaga . baik dokumen yang relatif baru maupun yang sudah sangat tua seperti Magna Charta yang berasal dari tahun 1215 yang memuat jaminan hak-hak azasi manusia rakyat Inggris. hampir semua negara di dunia memiliki konstitusi tertulis atau undang-undang dasar (UUD) yang pada umumnya mengatur mengenai pembentukan.BAB II PEMBAHASAN Pengertian Konstitusi Istilah konstitusi berasal dari bahasa inggris yaitu “Constitution” dan berasal dari bahasa belanda “constitue” dalam bahasa latin (contitutio. aturan dasar terhadap semua lembaga-lembaga kenegaraan dan semua hak azasi manusia terdapat pada adat kebiasaan dan juga tersebar di berbagai dokumen.

Berdasarkan teori hukum ketatanegaraan yang dijelaskan diatas maka dapat disimpulkan bahwa jenis kekuasaan negara yang diatur dalam suatu konstitusi itu umumnya terbagi atas enam dan masing-masing kekuasaan itu diurus oleh suatu badan atau lemabaga tersendiri yaitu: 1. 2) kekuasaan melaksanakan peraturan perundangan (eksekutif) dan kekuasaan kehakiman (judikatif). baru kemudian dibentuk lembaga negara yang bertanggung jawab untuk melaksanakan jenis kekuasaan tertentu itu.Wirjono Prodjodikoro dalam bukunya Azas-azas Hukum Tata Negara di Indonesia mendukung gagasan Van Vollenhoven ini. Ketiga jenis kekuasaan itu adalah : 1) kekuasaan membuat peraturan perundangan (legislatif). kekuasaan kepolisian 5. bahkan ia mengusulkan untuk menambah dua lagi jenis kekuasaan negara yaitu kekuasaan Kejaksaan dan Kekuasaan untuk memeriksa keuangan negara untuk menjadi jenis kekuasaan ke-lima dan keenam. kekuasaan kehakiman (judikatif) 4. Dengan demikian. 3) kepolisian dan 4)pengadilan. kekuasaan kejaksaan .Pandangan lain mengenai jenis kekuasaan yang perlu dibagi atau dipisahkan di dalam konstitusi dikemukakan oleh van Vollenhoven dalam buku karangannya Staatsrecht over Zee. Menurutnya kepolisian memegang jenis kekuasaan untuk mengawasi hal berlakunya hukum dan kalau perlu memaksa untuk melaksanakan hukum.negara. 2) perundang-undangan. Van Vollenhoven kemungkinan menilai kekuasaan eksekutif itu terlalu luas dan karenanya perlu dipecah menjadi dua jenis kekuasaan lagi yaitu kekuasaan pemerintahan dan kekuasaan kepolisian. kekuasaan membuat undang-undang (legislatif) 2. salah satu yang paling terkemuka adalah pandangan Montesquieu bahwa kekuasaan negara itu terbagi dalam tiga jenis kekuasaan yang harus dipisahkan secara ketat. jenis kekuasaan itu perlu ditentukan terlebih dahulu. Ia membagi kekuasaan menjadi empat macam yaitu :1) pemerintahan (bestuur).Beberapa sarjana mengemukakan pandangannya mengenai jenis tugas atau kewenangan itu. kekuasaan melaksanakan undang-undang (eksekutif) 3.

Amandemen UUD 1945 Konstitusi suatu negara pada hakekatnya merupakan hukum dasar tertinggi yang memuat hal-hal mengenai penyelenggaraan negara. Sistem ini dianut oleh Amerika Serikat. . Sistem yang kedua ialah bahwa apabila suatu konstitusi diubah. Dengan perkataan lain. konstitusi biasanya juga mengandung ketentuan mengenai perubahan konstitusi itu sendiri. maka konstitusi yang asli tetap berlaku. yang kemudian prosedurnya dibuat sedemikian rupa sehingga perubahan yang terjadi adalah benar-benar aspirasi rakyat dan bukan berdasarkan keinginan semena-mena dan bersifat sementara atau pun keinginan dari sekelompok orang belaka.Adakalanya keinginan rakyat untuk mengadakan perubahan konstitusi merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Hal ini terjadi apabila mekanisme penyelenggaraan negara yang diatur dalam konstitusi yang berlaku dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan aspirasi rakyat.Pada dasarnya ada dua macam sistem yang lazim digunakan dalam praktek ketatanegaraan di dunia dalam hal perubahan konstitusi. Perubahan terhadap konstitusi tersebut merupakan amandemen dari konstitusi yang asli tadi. Sistem ini dianut oleh hampir semua negara di dunia. maka yang akan berlaku adalah konstitusi yang berlaku secara keseluruhan (penggantian konstitusi). Sistem yang pertama adalah bahwa apabila suatu konstitusi diubah. Terlebih lagi jika jiwa dan semangat pelaksanaan penyelenggaraan negara juga diatur dalam konstitusi sehingga perubahan suatu konstitusi dapat membawa perubahan yang besar terhadap sistem penyelenggaraan negara. karenanya suatu konstitusi harus memiliki sifat yang lebih stabil dari pada produk hukum lainnya. Bisa jadi suatu negara yang demokratis berubah menjadi otoriter karena terjadi perubahan dalam konstitusinya. amandemen tersebut merupakan atau menjadi bagian dari konstitusinya. Oleh karena itu.6. kekuasaan memeriksa keuangan negara B.

Menurut C. Perubahan ini terjadi melalui tiga macam kemungkinan. Lembaga perwakilan rakyat diperbaharui melaksanakan wewenangnya untuk mengubah konstitusi. Penentuan diterima atau ditolaknya suatu usul perubahan diatur dalam konstitusi. yang berwenang mengubah kosntitusi. Pertama. Ketiga. Perubahan konstitusi pada negara serikat harus dilakukan dengan persetujuan sebagian terbesar negara-negara tersebut. Usul perubahan konstitusi yang dimaksud disiapkan lebih dulu oleh badan yang diberi wewenang untuk itu. kedua kamar lembaga perwakilan rakyat harus mengadakan sidang gabungan. untuk mengubah konstitusi maka lembaga perwakilan rakyat harus harus dibubarkan inilah terlebih yang dahulu kemudian dan kemudian diselenggarakan pemilihan umum. 2. adalah cara yang terjadi dan berlaku dalam sistem majelis dua kamar. Sidang gabungan inilah. Dalam referendum atau plebisit ini rakyat menyampaikan pendapatnya dengan jalan menerima atau menolak usul perubahan yang telah disampaikan kepada mereka. 3. sidang pemegang kekuasaan legislatif harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya sejumlah anggota tertentu (kuorum) yang ditentukan secara pasti 2. Kedua. 3. dengan syarat-syarat seperti dalam cara pertama. 1. akan tetap yang dilaksanakan menurut pembatasan-pembatasan tertentu. Perubahan konstitusi yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan legislatif. Perubahan konstitusi yang dilakukan rakyat melalui suatu referendum. untuk mengubah konstitusi. Apabila ada kehendak untuk mengubah kosntitusi maka lembaga negara yang diberi wewenang untuk itu mengajukan usul perubahan kepada rakyat melalui suatu referendum atau plebisit. Hal ini dilakukan karena konstitusi dalam negara serikat .F Strong ada empat macam prosedur perubahan kosntitusi: 1. Perubahan konstitusi yang berlaku pada negara serikat yang dilakukan oleh sejumlah negara bagian. Untuk mengubah konstitusi.

dengan sendirinya lembaga itu bubar. Dalam sebuah negara federal. dan dilimpahkan kepada sebuah konstituante. Usul perubahan konstitusi mungkin diajukan oleh negara serikat. usul perubahan dapat pula berasal dari negaranegara bagian. maka sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apabila ada kehendak untuk mengubah konstitusi. yaitu suatu organ khusus yang hanya kompeten untuk mengadakan perubahan-perubahan konstitusi 2. Disamping itu. Usul perubahan dapat berasal dari pemegang kekuasaan perundang-undangan dan dapat pula berasal dari pemegang kekuasaan perundang-undangan dan dapat pula berasal dari lembaga negara khusus tersebut. Apabila lembaga negara khusus dimaksud telah melaksanakan tugas serta wewenang sampai selesai. 4. Perubahan yang dilakukan diluar kompetensi organ legislatif biasa yang dilembagakan oleh konstitusi tersebut. Perubahan konstitusi yang dilakukan dalam suatu konvensi atau dilakukan oleh suatu lemabag negara khusus yang dibentuk hanya untuk keperluan perubahan. akan tetapi kata akhir berada pada negara-negara bagian. Dan ada beberapa cara perubahan konstitusi menurut Kelsen yaitu : 1. . dalam hal ini adalah lembaga perwakilannya. suatu perubahan konstitusi bisa jadi harus disetujui oleh dewan perwakilan rakyat dari sejumlah negara anggota tertentu. Cara ini dapat dijalankan baik pada Negara kesatuan ataupun negara serikat. Hans Kelsen mengatakan bahwa kosntitusi asli dari suatu negara adalah karya pendiri negara tersebut. dibentuklah suatu lembaga negara khusus yang tugas serta wewenangnya hanya mengubah konstitusi.dianggap sebagai perjanjian antara negara-negara bagian.

Referendum atau plebisit. perubahan konstitusi telah terjadi beberapa kali dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Periode 10 Agustus 2002 – sampai sekarang . Periode 19 Oktober 1999 – 18 Agustus 2000 6. Periode 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 3. contoh : Swiss dan Australia Negara-negara bagian dalam suatu negara federal harus menyetujui. Periode 9 November 2001 – 10 Agustus 2002 8. Periode 18 Agustus 2000 – 9 November 2001 7. 3. Sidang badan legislatif ditambah beberapa syarat misalnya ketentuan kuorum dan jumlah minimum anggota badan legislatif untuk menerima perubahan. Periode 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959 4. Sejak Proklamasi hingga sekarang telah berlaku tiga macam Undang-undang Dasar dalam delapan periode yaitu : 1.Di Indonesia. Periode 5 Juli 1959 – 19 Oktober 5. Musyawarah khusus (special convention). contoh : beberapa negara Amerika Latin Dengan demikian apa yang dikemukakan Miriam Budiarjo pada dasarnya sama dengan yang dikemukakan oleh Hans Kelsen.Miriam Budiarjo mengemukakan adanya empat macam prosedur perubahan konstitusi. Contoh : Amerika Serikat 4. Periode 18 Agustus 1945 – 27 desember 1949 2. yaitu : 1. 2.

Batang Tubuh (isi) yang meliputi : a. . 13 ayat (2) dan (3).2 Aturan Tambahan. d. Pada amandemen ini. (3) dan (4). Dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 9 pasal yaitu: Pasal 5 ayat (1).16 Bab. UUD 1945 terdiri dari : 1. 17 ayat (2) dan (3). UUD 1945 telah empat kali diamandemen oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pembukaan (4 alinea) yang pada alinea ke-4tercantum dasar negara yaitu Pancasila. 15. Perubahan UUD 1945 dilakukan pada : 1. pada 17 Agustus 1950 Serikat Konstitusi RIS digantikan oleh Undang-undang Dasar Sementara 1950 (UUDS 1950). UUD 1945 dinyatakan berlaku kembali di Indonesia hingga saat ini.4 aturan peralihan. 7.14 ayat (1) dan (2). 21 ayat (1).Hingga tanggal 10 Agustus 2002. 2.Undang-undang Dasar 1945 (UUD 1945) ditetapkan dan disahkan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945.37 Pasal c. Perubahan I diadakan pada tanggal 19 Oktober 1999. b. 20 ayat (1). (2). 9 ayat (1) dan (2). 3. PenjelasanUUD 1945 digantikan oleh Konstitusi Republik Indonesia (Konstitusi RIS) pada 27 Desember 1949.

Pasal 14 berbunyi : Presiden memberi grasi. d. c. Diubah menjadi : DPR memegang kekuasaan membentuk Undang-undang. abolisi dan rehabilitasi Diubah menjadi : (1) Presiden memberi grasi dan rehabili dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung. 19 ayat (1) . b. pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 24 pasal yaitu: Pasal 18 ayat (1) s/d (7). Pasal 5 ayat (1) berbunyi : Presiden memegang kekuasaan membentuk undang-undang dengan persetujuan DPR. Pasal 20 ayat 1 : Tiap-tiap Undang-udang menhendaki persetujuan DPR. amnesty. Diubah menjadi : Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR. 18A ayar (1) dan (2).Beberapa perubahan yang penting adalah : a. 18B ayat (1) dan (2). dan sesudahnya dapat dipilih kembali. Perubahan II diadakan pada tanggal 18 Agustus 2000. Pada amandemen II ini. Pasal 7 berbunyi : Presiden dan wakil presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun. (2) Presiden memberi Amnesti dan Abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR. 2. Diubah menjadi : Preseiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.

28E ayat (1) s/d (3). 28A. 23G ayat (1) dan (2). (3) dan (5). 28G ayat (1) dan (2).s/d (3). 3 ayat (1) s/d (3). 7A. Beberapa perubahan yang penting adalah : g. 25A. Pasal 26 ayat (2) berbunyi : Syarat-syarat yang mengenai kewarganegaraan Negara ditetapkan dengan Undang-undang Diubah menjadi : Penduduk ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia g. Diubah menjadi : Pasal 20A. 7B ayat (1) s/d (7). 6 ayat (1) s/d (3). 26 ayat (2) dan (3). (2). 36B. 11 ayat (2) dan (3). Pada amandemen III ini. f. 36A. 3. 7C. fungsi anggaran. 28F. 22D ayat (1) s/d (4). Perubahan III diadakan pada tanggal 9 November 2001. 6A ayat (1). Pasal 28 memuat 3 hak asasi manusia diperluas menjadi 13 manusia. 20A ayat (1) s/d (4). 28B ayat (1) dan (2). Beberapa perubahan yang penting adalah : e. 28H ayat (1) s/d (4). 28I ayat (1) s/d (5). 22E ayat (1) s/d (3). 27 ayat (3). 24C ayat (1) s/d (6). 17 ayat (4). 22A. DPR memiliki fungsi legislasi. Pasal 1 ayat (2) berbunyi : Kedaulatan adalah ditanag rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR hak asasi . 24A ayat (1) s/d (5). 8 ayat (1) s/d (3). SSB. pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 19 pasal yaitu: Pasal 1 ayat (2) dan (3). Pasal 20 berbunyi : Tiap-tiap Undang-undang menghendaki persetujuan DPR. 30 ayat (1) s/d (5). 22C ayat (1) s/d (4). 36C. 24 ayat (1) dan (2). dan fungsi pengawasan. 28J ayat (1) dan (2). 20 ayat (5). 23F ayat (1) dan (2). 28D ayat (1) s/d (4). 24B ayat (1) s/d (4).

23D. aturan Tambahan pasal I dan II. Komisi dan Konstitusi ditetapkan dengan ketentuan MPR bertugas mengkaji ulang keempat amandemen UUD 1945 pada tahun 2003 4. Pasal 24 tentang kekuasaan kehakiman ditambah: 1. . 16 23B. 8 ayat (3). 31 ayat (1) s/d (5). Pasal 24C : mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undangundang terhadap UUD (dan menurut amandemen IV) UUD 1945. 11 ayat (1). 34 ayat (1) s/d (4). 6A ayat (4). Diubah menjadi : Calon Presiden dan wakil Presiden harus warga negara Indonesia sejak kelahirannya j. 33 ayat (4) dan (5). Beberapa perubahan yang penting adalah : k. 37 ayat (1) s/d (5). pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 17 pasal yaitu: pasal-pasal : 2 ayat (1). Aturan Peralihan Pasal I s/d III.Diubah menjadi : Kedaulatan berada di tanagn rakyat dan dilaksanakan menurut UUD h. Ditambah Pasal 6A : Presiden dan wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat i. Perubahan IV diadakan pada tanggal 10 Agustus 2002 Pada amandemen IV ini. Pasal 24B: Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung 2. Pasal 8 ayat (1) berbunyi : Presiden ialah orang Indonesai asli. Pasal 2 ayat (1) berbunyi : MPR terdiri atas anggota-anggota dan golongangolongan menurut aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang. 32 ayat (1) dan (2). 24 ayat (3).

DPR. . Pasal 1 ayat (2): MPR bukan lagi pemegang kedaulatan (kekuasaan tertinggi) di Indonesia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa amandemen I.III dan IV terhadap UUD 1945. Presiden dan Wakil Presiden yang melangar hukum tidak akan terpilih dalam pemilihan umum yang akan datang. l. MPR. dan Presiden yang bertanggung jawab kepada rakyat melalui Pemilihan Umum. Diubah menjadi : Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Aturan Peralihan Pasal III : Mahkamah Konstitusi dibentuk selambatlambatnya pada 17 Agustus 2003 dan sebelum dibentuk segala kewenangannya dilakukan oleh Mahkamah. Bab IV pasal 16 tetang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. Pasal ini tetap tidak berubah (walaupun pernah diusulkan penambahan 7 kata : dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya) n. Pasal 29 ayat (1) berbunyi : Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. yang selanjutnya diatur dalam Undang-undang m. MPR bukan Lembaga tertinggi Negara lagi. maka sejak 10 Agustus 2002 Ketatanegaraan Republik Indonesia telah mengalami perubahan sebagai berikut : a.Diubah menjadi : MPR terdiri atas anggota DPR dan DPD yang dipilih melalui Pemilihan Umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang.II. melainkan rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan.

Pasal 5 ayat (1): Presiden bukan lagi pembentuk undang-undang. melainkan rakat Indonesia yang memegang kedaulatan. Presdien dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat (bukan secara tidak langsung oleh MPR. tetapi berkedudukan sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan (Lembaga Eksekutif. tetapi calon Presiden dan Wakil Presiden harus warga Negara Indonesia sejak kelahirannya. MPR bukan Lembaga c. sedangkan DPR dipilih rakyat) . Pasal 2 ayat (1): MPR terdiri dari : 1. maka utusan golongan termasuk TNI/POLRI dihapuskan dari MPR. 2. Pemerintahan/Pelaksana Undang-undang) d.b. Anggota DPR dipilih dalam pemilihan umum oleh seluruh rakyat. Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives : di Amerika Serikat) Dewan Perwakilan Daerah (Senate : di Amerika Serikat) MPR merupakan lembaga yang memiliki dua badan (Bicameral) seperti di Amerika Serikat. bukan lagi pemegang kedaulatan (kekuasaan tertinggi) di Indonesia. Pasal 6 ayat (1) dan 6A: Presiden Indonesia tidak harus orang Indonesia asli. sedangkan DPD dipilih oleh rakyat di daerah (Provinsi) masing-masing. Dengan ditetapkannya DPR dan DPD sebagai anggota MPR.

Hak private. Rhode Island and Connecticut). Pennsylvania. Pemerintahan ini dijalankan oleh kaum radikal yang menempati North Carolina dan Rhode Island. serta penegakan legislatif. Pasal 7: Presiden dan Wakil Presiden hanya dapat memegang jabatan selama paling lama 2 x 5 tahun : 10 tahun (dahulu Presiden memegang jabatan selama lebih dari 30 tahun. Konstitusi ini merupakan reaksi refleksi dari otoritas kerajaan. f. Virginia. doktrin pemerintahan yang terbatas. dan Georgia). Delaware). dan intervensi dari parlemen Inggiris. Pasal 14: Presiden memberi : 1. New England memiliki peternakan-peternakan Grasi dan Rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah . New Jersey. Koloni-koloni ini biasanya dikelompokan menjadi New England (New Hampshire. dan Selatan (Maryland. pemisahan kekuasaan. Negara dan Pemerintahan yang Pertama Pemerintahan yang pertama di Amerika dimulai dari proses revolusi dan pengakuan de facto. Agung A. Carolina Utara. kebanyakan konstitusi yang dihunakan pada pemerintahan tersebut adalah konstitusi Pennsylvania yang bmerupakan konstitusi pertama yang dikeluarkan oleh kerajaan Inggris. Pemerintahan radikal yang mendirikan pemerintah pertama kali di Amerika dipengaruhi oleh trend radikal dan dikembangkan dari beberapa definisi konsep pemerintahan seperti: popular sovereignty. Carolina Selatan.e. Massachusetts. Pada tahun 1733. kontrol eksekutif. koloni-koloni Tengah (New York. terdapat tiga belas koloni. Konstitusi ini tidak berlaku terhadap daerah New York dan kemungkinan juga pada daerah Massachusetss. bahkan seumur hidup).

B. 1787 dibuat oleh 55 anggota yang mewakili 12 negara bagian. Ketiga belas Negara ini di sepakat bahwa mereka bisa bergabung untuk mempertahankan wilayah nya dari Negara lain. Method  of operation. namun berhubungan dengan pemerintah negara bagian. Inadequate  governmental machinary. Koloni tengah memiliki peternakan berukuran kecil. dan dikenal memiliki budaya dan kepercayaan yang beragam. Ketigabelas koloni ini pada awalnya sepakat untuk berdiri sebagai Negara yang otonom. perkapalan. Masing masing Negara memiliki mata uang. antara lain : State  sovereignty. koloni-koloni . lalu oleh budak.kecil. Sebuah kesatuan dibawah artikel tersebut namun terlepas dari konfederasi dari negara. Kebun-kebun ini awalnya digarap oleh pekerja yang bersedia bekerja beberapa tahun dengan upah pintu masuk ke Amerika dan tanah. Pemerintah konfederasi tidak langsung berhubungan dengan penduduk dibawah kekuasaannya. 1781. Konstitusi Nasional dan Prinsip Amerika Konstitusi Amerika dirangkai di Philadelphia pada bulan Mei. Koloni Selatan memiliki perkebunan tembakau dan kapas. Ada pun Article of Confederation ini mempunyai empat ciri-ciri atau karakter pada saat itu. yang memaksa dan memelihara penuh kedaulatan. memiliki system pemerintahan sendiri dan memiliki konstitusi Negara sendiri sendiri. dan lebih bertumpu pada perikanan. Negara konfederasi dibatasi oleh dewan legislatif Lack  of power. Pemerintah dibawah perjanjian artikel tersebut merupakan suatu subjek nyang kaku dalam pembatasan kekuasaan. dan industri-industri kecil. saling membantu satu sama lain dibawah dokumen yang bernama Articles of Confederation. Pada tahun 1781.

Tokoh-tokoh yang membantu penulisan konstitusi. federalism. Konstitusi ini diratifikasi oleh negara-negara bagian pada tahun 1788. Beberapa konvensi yang dibahas pada saat itu. C. Political philosophy of the convention. seperti Washington. legislatif (Dewan Perwakilan Rayat dan Senat). government and enumerated powers. Proposal considered by convention Compromises of the convention Serta beberapa konstitusi yang didapatkan dari proses ratiffikasi seperti : opposition to the constitution. merupakan pemikir-pemikir utama Amerika pada masa itu. Konstitusi Amerika Serikat ditulis pada tahun 1787. dan hanya sedikit kekuasaan yang dimiliki pemerintah pusat. dan Gouverneur Morris. antara lain : Leaders of the convention. banyak orang merasa Articles of Confederation telah gagal. Economic interes of the convention. Alexander Hamilton. Konstitusi ini mendirikan pemerintahan nasional yang lebih kuat dan memiliki tiga cabang: eksekutif (Presiden dan kabinetnya). Keperesidenan . akan tetapi hanya dapat berlangsung selama enam tahun. yang berupa: Organization and procedure. seperation power. tidak terdapat presiden. Decision to form a national government. Selain itu. Sebagian besar kekuasaan diserahkan kepada negara-negara bagian. dan yudikatif (pengadilan federal). Namun diantara konvensikonvensi diatas Amerika tetap mempunyai konvensi yang fundamental seperti : Popular sovereignty and limited government. Serta work of the convention. Beberapa tokoh akan memegang posisi penting dalam pemerintahan baru.mempersiapkan sebuah Uni melalui Articles of Confederation. dan juga tak mampu menghentikan pemberontakan seperti Pemberontakan Shays’. Articles of Confederation juga tidak dapat menghentikan penduduk asli Amerika atau orang Britania di perbatasan. James Madison. dan bill of rights . supremacy of the national government. Setelah pemberontakan Shays’.

Wakil presiden harus memenuhi seluruh syarat presiden. dan asli Amerika. Term  and Re-eligibility. Membuat perjanjian.Presiden Amerika merupakan salah satu presiden yang mempunyai pengaruh besar di dunia. Nomination  Washington. of the presidential candidates. Pergantian kabinet. Emoluments.  privileges. Melalui proses hukum. Convention  procedure. Wewenang dari presiden : 1. Electing  the president. and immunities.  Presiden minimal berumur 35 tshun. 2. Memenuhi administrasi . 14 tahun di negara bagian. Defects  and proposal for change. Menunjukkan masa jabatan persiden yang mempunyai masa jabatan empat tahun dan sesuai dengan amandemen Qualitification. Menunjukkan hak dan kekebalan presiden di dalam hukum Vice  president. Pemilihan yang dipengaruhi oleh pengaruh publik dan kelompok kecil dari kelompok. berikut konstitusi dan pertimbangan dalam pemilihan presiden di Amerika. Pemilihan presiden dapat melalui : Electoral  college.

Yudikatif yang terdiri dari MA dan MK. Pemberian amnesti. Kuasa atas militer. 8 hakim agung). Eksekutif yang terdiri dari Presiden dan Wakil Presiden. Indonesia terdiri dari 3 kekuasaan yaitu: • • • Legislatif yang terdiri dari DPR yang di bawahnya DPRD dan DPD. Menegakkan hukum. 13 Mahkamah Banding dan 95 Hakim Distrik). Mengawasi admnistrasi negara. 7. • Eksekutif yang terdiri dari Presiden dan Wakil Presiden sebagai pemimpin. • Yudikatif yang terdiri dari MA (terdiri dari 1 ketua. Mengarahkan Hubungan Luar Negeri. b. kekuasaan Amerika terdiri dari 3 kekuasaan yaitu : • Legislatif yang terdiri dari House of Representatives dan Senate yang tergabung dalam sebuah kongres. 6.Penafsiran Konstitusi .3. Beberapa perbandingan kekuasaan Indonesia dan Amerika dapat dilihat dari berbagai segi: a. 5. 4.

g. f. • Sistem pemerintahan Indonesia melimpahkan kekuasaan daerah pada Gubernur di setiap provinsi. Pada keseluruhannya akan melapor ke pusat sesuai tanggung jawab. Buapati di setiap kabupaten dan bagian daerah kecil lainnya. Tujuan negara . Sistem Pemerintahan • Sistem pemerintahan AS memberi wewnang kepada setiap negara bagian untuk mengurus wilayah masing2. Teori kedaulatan • • Amerika menganut teori kedaulatan hukum. Sistem perekonomian Indonesia menganut sistem perekonomian campuran. e. c. d.Sistem Perekonomian • • Sistem pereekonomian AS menganut sistem perekonomian pasar. jabatan kepala negara • • Kepala negara AS menjabat selama 4 tahun.AS berada di tangan MA federal sedangkan Indonesia memilikii hak uji materil dengan MK dan hak uji materil terhadap UU di bawah UU ada di tangan MA. Indonesia menganut teori kedaulatan rakyat. Kepala negara Indonesia menjabat selama 5 tahun. Walikota di setiap kota.

dan ikut dalam peran ketertiban dunia sesuai asas Pancasila. Bentuk negara • Bentuk negara Indonesia adalah kesatuan di mana pusat yang memegang kendali. h. • . Amerika berbentuk serikat yang terbgai menjadi beberapa negara bagian. mensejahterakan rakyat. • sedangkan menurut DoI (Declaration of Independence) yaitu memastikan terpenuhinya pemenuhan hak-hak asasi warganya. mencerdaskan kehidupan bangsa.• Tujuan pemerintah menurut UUD 1945 adalah empat hal: melindungi warganegara.

1 Kesimpulan 2.BAB III PENUTUP 2.2 Saran .

DAFTAR PUSTAKA .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->