MAKALAH TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN HORTILKULTURA I BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN PEKARANGAN OLEH KELOMPOK 1 VENDRI MURNIATI ELISA SUSANTI

0910212011 1110212128 1110212009 BAHENDRA FEBRI PRATAMA 1110211001

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2013

1 April 2013 Kelompok 1 . Akhir kata kami meminta maaf apabila terdapat kesalahan baik dari segi redaksional maupun materi. Ucapan terima kasih kami tujukan kepada semua pihak yang telah senantiasa membimbing kami dalam penyelesaian makalah ini baik itu dosen maupun rekan-rekan. Padang.KATA PENGANTAR Puji syukur Kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Pada makalah ini akan dipaparkan informasi mengenai pemanfaatan pekarangan dan budidaya tanaman sayuran dipekarangan yang di sajikan sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipahami oleh pembaca.

................................... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN i ii 1 1 2 3 8 8 .................... BAB I PENDAHULUAN 1...............1 Definisi ............................................................................................................................................................... BAB II ISI 2........ 1...........1 Kesimpulan ............................................2 Permasalahan ...................................................................... BAB III PENUTUP 3........................................................................................................................ 3........2 Saran .....................................3 Tujuan .......DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .......... 1........1 Latar Belakang ......... DAFTAR ISI ...........................................................................................................................

. Batasan pengertian ini. pekarangan berasal ari kata “karang” yang berarti halaman rumah (Poerwodarminto. terlebih pada masyarakat perkotaan. (Danoesastro. di dalam praktek masih terus dipergunakan sampai sekitar dua puluh tahun kemudian. dewasa ini nampak ada kecenderungan bawa pekarangan dipandang tidak lebih jauh dari fungsi estetikanya saja. 1976). masih juga menggunakan definisi tersebut.1Latar Belakang Menurut arti katanya. Terra (1948) memberikan batasan pengertian sebagai berikut: “Pekarangan adalah tanah di sekitar perumahan. Yaitu. dan besamasama membentuk kampung. Terbukti dari tulisan-tlisan Soeparma (1969). Baru setelah Soemarwoto (1975) yang melihatnya sebagai suatu ekosistem. dengan memenuhi pekarangannya dengan tanaman hias dengan dikelilingi tembok atau pagar besi dengan gaya arsitektur “modern”. Pandangan seperti ini nampak pada beberapa anggota masyarakat pedesaan yang elah “maju”. dukuh. FUNGSI HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA Ditinjau dari segi sosial budaya. dan biasanya ditanami padat dengan beraneka macam tanaman semusim maupun tanaman tahunan untuk keperluan sendiri sehari-hari dan untuk diperdangkan.BAB I PENDAHULUAN 1. atau desa”. berhasil memberikan definisi yang lebih lengkap dengan mengatakan bahwa: “Pekarangan adalah sebidang tanah darat yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan jelas batas-batasannya. maupun Danoesastro (1973). hubungan ekonomi. Sedang secara luas. Hubungan fungsional yang dimaksudkan di sini adalah meliputi hubungan sosial budaya. Pekarangan kebanyakan slng berdekaan. kebanyakan berpagar keliling. 1978). ditanami dengan satu atau berbagai jenis tanaman dan masih mempunyai hubungan pemilikan dan/atau fungsional dengan rumah yang bersangkutan. serta hubungan biofisika”.

dan juga sumber bebagai macam kayu-kayuan (untuk kayu nakar. selalu ada bagian yang masih terbka atau diberi pinu yang mudah dibuka oleh siapapun dengan maksud untuk tetap memberi keleluasaan bagi masyarakat umum untuk keluar masuk pekarangannya. disimpulkan oleh Danoesastro (1978). antar dkuh. pada setiap pekarangan terdapat”pelataran” (Jawa) atau “buruan” (Sunda) yang dapat dipergunakan sebagai tempat bemain anak-anak sekampung. pekarangan juga mempunyai fungsi sebagai jalan umum (lurung) antar tetangga. Golongan Tanaman Macam Tanamannya . pekarangan bkanlah milik pribadi yang”eksklusif”. dikelompokkan menurut fungsina (Kecamatan Kalasan). maupun bahan kerajinan). bagi masyarakat pedesaan yang masih “murni”. sebagai penhasil tanaman perdagangan. sebagai penghasl tanaman rempah-rempah atau obatobatan. sedikitnya ada empat fungsi pokok yang dipunyai pekarangan. justru masih banyak didapati pekarangan yang tidak berpagar sama sekali. bagi masyarakat desa yang asli. Jadi. 1978). FUNGSI HUBUNGAN EKONM Selain fungsi hubungan sosial budaya. No. Tabel 1. bahan bangunan.Namun. Daftar berbagai macam tanaman di pekarangan petani di kelurahan Sampel. pekarangan juga memiliki fungsi hubungan ekonomi yang tidak kecil artinya bagi masyarakat yang hidup di pedesaan. atar kampung. bagi masyarakat desa. Di samping itu. melainkan juga mempunai fungsi sosial budaya di mana anggota masyarakat (termasuk anak-anak) dapat bebas mempergunakannya untuk keperluan-keperluan yang bersifat sosial kebudayaan pula. Adanya kolam tempat mandi atau sumur di dalam pekarangan. juga dapat dipergunakan oleh orang-orang sekampung dengan bebas bahkan sekaligus merupakan tempat pertemuan mereka sebagai sarana komunikasi masa (Soemarwoto. Dari hasil survey pemanfaatan pekarangan di Kalasan. Nampaknya. Kalaupun berpagar. ahkan antar desa satu dengan yang lainnya. yaitu (Tabel 1): sebagai sumber bahan makanan.

1. sono. Buah-buahan 4. salak. jeruk. kekeringan dan bencana alam yang lain. Kayu bakar 2. mangga. kunir. lmtoro. Bambu. dll. obat-obatan.I Sumber tambahan : bahan makanan Ubikayu. Munggur. pakel. Di daerah Sunda misalnya. Kayu-kayuan: 1. FUNGSI HUBUNGAN BIOFISIKA Pada pandangan pertama. pete. Jahe. Sirih. koro. bambu. duku. dalam penelitian menunjukkan. uwi. Lain-lain Tanaman perdagangan Rempah-rempah. tetapi terdapat pandangan ang oleh Hidding (1935) disebutkan: . wadang. kencur. Tanaman sayuran 3. Pepaya. gembolo. bagi orang “kota” yang baru pertama kali turun masuk desa. II III IV Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebutlah. Bahan bangunan 3. Namun. dll. bahwa keadaan serupa itu adalah merupakan manifestasi kemanunggalan manusia dengan lingkungannya sebagaimana yang telah diajarkan nenek moyangnya. akan nampak olehnya sistem pekarangan yang ditanami secara acak-acakan dengan segala macam jenis tanaman dan sering pula menimbukan kesan “menjijikkan” karena adanya kotoran hewan ternak di sana sini. Bahan kerajinan Sumber: Danoesastro. maka Danoesastro (1977) sampai pada kesimpulan bahwa bagi masyarakat pedesaan. dll. rambutan. tales. Kelapa. banjir. ganyong. nangka. cengkeh. 1978. dan sekaligus juga merupakan “terugval basis” atau pangkalan induk yang sewaktu-waktu dapat dimabil manfaatnya apabila usahatani di sawah atau tegalan mengalami bencana atau kegagalan akibat serangan hama/penyakit. pandan. mahoni. Tanaman karbohidrat 2. Jati. laos. mundu.garut dll. pekarangan dapat dipandang sebagai “lumbung hidup” yang tiap tahun diperlukan untuk mengatasi paceklik. Melinjo. jambu.

demikian seterusnya tanpa berhenti dan berulang-ulang.. bunga. ... Proyek-proyek pembangunan industri dan prasarana lain di desa pinggiran sering kurang memperhitungkan bahwa. justru pola pengusahaan pekarangan seperti itulah ternyata.. Sisa dapur. atau buahnya) dimakan manusia. sehingga pada kehidupan masyarakat desa tidak mengenal zat buangan. segala macam sampah dan kotoran ternak dikumpulkan menjadi kompos untuk pupuk tanaman. sisa-sisa makanan... disebutkan bahwa sesuatu yang ada dan yang hidup pada pokoknya satu dan tunggal. pembangunan kompleks perumahan karyawannya yang terlampau mewah dibandingkan dengan perumahan penhuni asli dan yang dipagar keliling rapat serta mewah pula itu merupakan isolasi bagi masyarakat penatang dengan lingkungannya yang bisa menimbulkan ketegangan sosial dan kriminalitas.. Ikan dan hasil tanaman (daun. merupakan sumberdaya yang dipergunakan dalam proses berikutnya yang lain. sistem daur ulang yang tidak baik dan efisiensi harus tetap terjaga kelangsungannya.. kotoran manusia dan ternak dibuang ke kolam untuk dimakan ikan.Semua mempunai tempatna sendiri dari tidak ada sesuatu yang berdiri sendiri. Dengan demikian kalaupun dalam proses kemajuan peradaban manusia ada sesuatu yang perlu diperbaki seperti: pembuatan jamban Keluarga di atas kolam. Bahkan. yang secara alamiah diakui sebagi persyaratan demi berlangsungnya proses daur ulang (recycling) secara natural (alami) yang paling efektif dan efisien... DAMPAK MODERNISASI YANG MEMPRIHATINKAN Tetapi sayang.. Sebagai contoh.. berbaai fungsi dari pekarangan yang begitu kompleks dan mencakup banyak segi kehidupan manusia serta pelestarian lingkungan itu kan mengalami “erosi” yang memprihatinkan karena sering hanya dijadikan korban untuk memenuhi alasan “modernisasi”.“Manusia adalah bagian dalam dan dari satu kesatuan yang besar . kotoran manusia dan sampah dibuang ke kolam atau untuk kompos. Dalam teori kebatinan Jawa. Apa yang menjadi zat buangan dari suatu proses..

. Itulah masalahnya. dan dendam yang tersembuni. sebenarnya sangat disayangkan. tetapi sekalgus kualitas lingkungannya menjadi rusak karena daur ualng idak lagi berlangsung lancar. tetapi bukan dengan menciptakan masayarakat eksklusif yang mengisolir diri. modernisasi perumahan yang mengganti tanaman pekarangan menjadi tanaman hias dan agar hidup yang berubah menjadi tembol atau tulang besi. Modernisasi memang harus tumbuh. tetapi bkan dengan merusak lingkungan hidup. Kurangnya halaman tempat bermain bagi anak-anak mungkin saja dapat dialihkan.Lebih-lebih jika pembangunan itu sendiri membutuhkan tanah urug yang harus diambilkan dari tanah lapisan aas (top soil) pekarangan penduduk di sekitarnya. Pengaruh pembangunan yang kurang bijak. Penduduk asli tidak saja menjadi kehilangan “lumbung hidup” atau “pangkalan induknya” karena pekarangan dan tegalannya tidak produktif lagi. tetapi keakraban anak-anak sekampung yang merenggang akan dapat berbalik menjadi iri dengki. Peningkatan kesejahteraan lahiriah memang salah satu tuntutan hidup.

Wortel adalah sayuran yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia dan populer sebagai sumber vit. Sosok tanamannya berupa rumput dan menyimpan cadangan makanannya di dalam umbi.5. Dianjurkan untuk menanam wortel pada tanah yang subur. TSP 100 kg/ha. Tanah yang kurang subur masih dapat ditanami wortel asalkan dilakukan pemupukan intensif. Sekarang wortel sudah dapat ditanam di daerah berketinggian 600 m dpl. karena tanah yang asam menghambat perkembangan umbi. b. Tambahkan pupuk kandang sebanyak 1. Syarat Tumbuh Wortel Wortel merupakan tanaman subtropis yang memerlukan suhu dingin (2224° C). tanah perlu dikapur. Selanjutnya dibuatkan bedengan selebar 1. gembur dan kaya humus dengan pH antara 5. Teknis Budidaya Wortel a. Umbi berwarna kuning kemerah-merahan. berakar tunggang yang bentuk dan fungsinya berubah menjadi umbi bulat dan memanjang. dan KCl 30 kg/ha. dan cukup sinar matahari. C.500 m dpl. Bila demikian. vit. sedangkan untuk tanah yang terendam. lembap. Mempunyai batang pendek.200-1.5-6. B. tinggi bedengan dapat lebih tinggi lagi. Penanaman . dan jika dimakan mentah terasa renyah dan agak manis. Kebanyakan tanah dataran tinggi di Indonesia mempunyai pH rendah. Pengolahan Tanah Tanah yang akan ditanami wortel diolah sedalam 30-40 cm. Di Indonesia kondisi seperti itu biasanya terdapat di daerah berketinggian antara 1. Tinggi bedengan di tanah kering adalah 15 cm. Di antara bedengan perlu dibuatkan parit selebar sekitar 25 cm untuk memudahkan penanaman dan pemeliharaan tanaman. berkulit tipis. sedikit vit. serta zat-zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.5-2 m dan panjangnya disesuaikan dengan lahan. A karena memiliki kadar karotena (provitamin A). Selain itu. G. wortel juga mengandung vit. Bila tanah termasuk miskin unsur hara dapat ditambahkan pupuk urea 100 kg/ha.5 kg/m2 agar tanah cukup subur.

Tindakan ini sekaligus diikuti dengan penjarangan yang berguna untuk memberikan jarak dalam alur dan menjaga tercukupinya sinar matahari sehingga tanaman tumbuh subur. c. disusul pemberian kedua (1 atau 1. Tanaman yang telah tumbuh harus segera diseleksi.Kebutuhan benih wortel adalah 15-20 g/10 m2 atau 15-20 kg/ha. lalu benih ditutupi tanah tipis-tipis. Pemeliharaan pertama adalah penyiraman yang dapat dilakukan sekali sehari atau dua kali sehari jika udara sangat kering. Berikutnya. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung.10 cm. bedengan segera ditutup dengan jerami atau daun pisang untuk menjaga agar benih tidak hanyut oleh air. Jika membeli.5 bulan kemudian) berupa urea sebanyak SO kg/ha dan KCl 20 kg/ha. jerami atau daun pisang segera diangkat. Cara seperti ini dapat dilakukan bila terdapat saluran drainase. Cara pemupukan adalah dengan menaburkan pupuk pada alur sedalam 2 cm yang dibuat memanjang berjarak sekitar 5 cm dari alur tanaman. d. pilihlah benih yang telah bersertifikat. Hama dan Penyakit Wortel . Cara pemberian air yang lain ialah dengan jalan menggenangi parit di antara bedengan. Kemudian. Pemeliharaan Setelah tanaman tumbuh segera dilakukan pemeliharaan. Sebelumnya. tinggalkan tanaman yang sehat dan kokoh. Benih wortel dapat langsung disebarkan tanpa disemai dahulu. benih dicampur dengan sedikit pasir. Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pendangiran. Dosis dapat berubah sesuai kondisi tanah dan rekomendasi pemupukan yang ada. lalu digosok-gosokkan agar benih mudah disebar dan tidak melekat satu sama lain. Benih wortel yang baik dapat dibeli di toko-toko tanaman atau membenihkan sendiri dari tanaman yang tua. Penjarangan menghasilkan alur yang rapi berjarak antara 5. Pemeliharaan selanjutnya adalah pemupukan yang sudah dapat dilakukan sejak tanaman berumur dua minggu berupa 50 kg Urea/ha. benih direndam dalam air sekitar 12-24 jam untuk membantu proses pertumbuhan. Jika tanaman telah tumbuh (antara 10-14 hari). Benih ditabur di sepanjang alur dalam bedengan dengan bantuan alat penugal. Caranya cabutlah tanaman yang lemah atau kering.

menjaga sanitasi. Periode aktif perusakan adalah saat larva lalat ini memakan umbi selama 5-7 minggu sebelum berubah menjadi kepompong.Ada beberapa hama yang penting diketahui karena sering menyerang tanaman wortel di Indonesia. Busuk hitam (hawar daun) Gejala penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak kecil berwarna cokelat tua sampai hitam bertepi kuning pada daun. Hama perusak ini adalah serangga berwarna abu-abu bernama Semiaphis dauci. Pada akar timbul . serta pergiliran tanaman. Bercak dapat membesar dan bersatu sehingga mematikan daun-daun (menghitam). pemberian Polydol diulangi lagi 10 hari kemudian.5 g/1 dengan volume semprot 400-800 1/ha. dan dapat menyebabkan kematian. Penyebab kerusakan ini adalah sejenis lalat wortel yang disebut manggot-manggot (Psila rosae). Penyakit Penyakit tanaman wortel yang dianggap penting antara lain sebagai berikut. Tangkai daun yang terinfeksi menyebabkan terjadinya bercak memanjang berwarna seperti karat. Umbi yang telah terserang tidak dapat di perbaiki. saat tanaman wortel masih muda disiram dengan larutan Polydo120 g dicampur air sebanyak 100 liter. Atau dapat pula menggunakan Metasyttox 50 g dicampur air 100 liter. yaitu Velimex 80 WP sebanyak 2-2. Pemberantasan dan pengendaliannya dilakukan dengan menyemprotkan Polydol 20 g dicampur air 100 liter. Hama ini umumnya menyerang tanaman muda sehingga menyebabkan kerugian besar. Gejala pada akar baru tampak setelah umbi akar disimpan. sebaiknya dicabut dan dibuang. Untuk lebih meyakinkan hasilnya. Penyebarannya dibantu oleh angin. di antaranya sebagai berikut. Penyebab penyakit ini adalah jamur Cercospora carotae (Pass). Pengendaliannya dengan menanam biji yang sehat. Pencegahannya. Cara pengendalian yang lain adalah dengan menyemprotkan fungisida yang mengandung zineb dan maneb. Bagian tanaman yang lebih dahulu terserang adalah daun muda. Manggot-manggot (Psila rosae) Umbi wortel yang terserang memperlihatkan gejala kerusakan (berlubang dan membusuk) akibat gigitan pada umbi. tanaman yang telah terserang dicabut dan dipendam. Semiaphis dauci Serangan hama ini ditandai dengan terhentinya pertumbuhan. tanaman menjadi kerdil. Bercak daun cercospora Penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak bulat atau memanjang yang banyak terdapat di pinggir daun sehingga daun mengeriting karena bagian yang terserang tidak sama pertumbuhannya dibanding bagian yang sehat. daun-daun menjadi keriting.

5 g/1 dengan volume semprot 400-800 1/ha. Pemanenan tidak boleh terlambat karena umbi akan semakin mengeras (berkayu) sehingga tidak disukai konsumen. Pemanenan sebaiknya dilakukan pagi hari agar dapat segera dipasarkan. Pengendaliannya dengan pergiliran tanaman. Untuk memudahkan pencabutan sebaiknya tanah digemburkan dahulu. misalnya Velimex 80 WP sebanyak 2-2. Cara pemanenan dilakukan dengan jalan mencabut umbi beserta akarnya. penanaman benih yang sehat.bercak berbentuk bulat dan tidak teratur. Jaringan yang busuk berwarna hitam kehijauan sampai hitam kelam. agak mengendap dengan kedalaman sekitar 3 mm. Terkadang timbul pula kapang kehitaman pada permukaan bagian yang busuk. Panen dan Pasca Panen Wortel dapat dipanen setelah 100 hari tergantung dari jenisnya. dan membersihkan tanaman yang telah terserang (dicabut dan dipendam atau dibakar). sanitasi. Penyebab penyakit ini adalah jamur Alternaria dauci yang semula disebut Macrosporium carotae. Dapat juga digunakan fungisida. .

_____________ : Ekologi Desa: Lingkungan Hidup dan Kualitas Hdup. 1979.kerjasama Fakultas Pertanian UGM Yagyakarta. Haryono : “Tanaman Pekarangan dalam Usaha Meningkatkan Ketahanan Rakat Pedesaan”. Maret 1978. 8.A. Agro – Ekonomi. September 1978.: Survai Pekarangan Kecamatan Kalasan. __________________. 1949. O : “Pegaruh Lingkungan Proyek Pembangunan”.H.IIA. Kolff & Co.A. No. G. Terjemahan Haryono Danoesastro. Van de. Yayaan Pembina Fakulas Pertanian UGM. 24. dengan Diperta Daerah Istimewa . Terra. : Tuinbouw : Van Hall en C.DAFTAR PUSTAKA Danoesastro. N. Hal. : Gebruiken en Godsdients der Soendaneezen G. __________________ : Pemanfaatan Pekarangan.3 Juli 1975. Yogyakarta. K.J. Batavia. Prisma. Prisma. 1975. Soemarwotto. Koppel : De Landbouw in de indische archpel. 1979. Hidding.