SEX DURING PREGNANCY (HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN) Pendahuluan Apakah hubungan seksual tetap boleh dilakukan selama

masa kehamilan? Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan pasangan muda atau sang istri mengawali kehamilan pertama. Jawabannya bisa boleh dan bisa tidak, tergantung kondisi dari perempuan dan kehamilannya. “Pasangan tetap boleh melakukan hubungan seksual apabila kehamilan pada kondisi normal”. Artinya kehamilan tersebut bukan merupakan kehamilan dengan resiko tinggi, dimana salah satu ciri kehamilan risiko tinggi adalah muncul komplikasi atau menemukan gejala yang tidak biasa terjadi setelah atau selama melakukan hubungan seksual1. Diantaranya rasa nyeri, kontraksi atau keluar darah. ”Jika menemukan gejala ini sebaiknya hubungi dokter sebelum melakukan hubungan seksual lagi.2 Perubahan yang terjadi pada wanita hamil Hubungan seksual selama masa kehamilan, pada umumnya diperbolehkan asalkan dilakukan dengan hati-hati. Selain perubahan fisik, wanita yang sedang hamil biasanya memiliki perubahan kebutuhan akan perhatian dan keintiman dalam hubungan dengan pasangannya. Dari sisi emosianal, wanita hamil lebih sensitif, dan keintiman sudah bisa mereka rasakan lewat sentuhan atau sekedar bicara berdua dengan pasangan di tempat tidur sambil berpegangan tangan, meski begitu hubungan seks sama sekali tidak dilarang selama masa kehamilan. Hubungan seksual sebaiknya dilakukan setelah kehamilan 16 minggu serta 6 minggu sebelum dan 6 minggu setelah persalinan1,4. Perubahan hormon juga mempengaruhi hasrat seksual selama hamil. Tiga bulan pertama perempuan hamil biasanya lebih bergairah walaupun rasa mual dan pusing sering menyerang. Sedangkan tiga bulan selanjutnya sensasi baru akan terasa karena adanya perubahan fisik tubuh.

Hanya saja, walau perubahan hormonal bisa membuat hasrat bertambah besar, namun kondisi fisik bisa saja mempengaruhi suasana hati sehingga malah membungkam hasrat itu. Seperti pada triwulan pertama, walau hormon membuat libido naik, tetapi rasa mual, muntah dan sakit kepala bisa saja membekukan hasrat tersebut2,4. Begitu bulan ketiga terlewati, umumnya libido timbul kembali. Biasanya, karena tubuh telah terbiasa dengan kondisi kehamilan. Kehamilan juga belum terlalu besar sehingga tidak terlalu memberatkan. Hasrat seksual bisa turun kembali pada triwulan terakhir. Banyak ibu merasa sangat tidak nyaman, merasa pegal di punggung dan pinggul, dan nafas lebih sesak dan kembali merasa mual4. Tidak ada patokan batas seberapa sering hubungan seksual dapat dilakukan selama hamil. Sepanjang kondisi kehamilan Anda baik-baik saja, berapa kalipun tidak masalah. Yang penting, Anda dan suami musti mempertimbangkan kebugaran tubuh Anda berdua. Jangan sampai frekuensi hubungan seks malah menimbulkan kelelahan dan bisa-bisa penyakit lain malah menyerang karena tubuh lelah rentan terserang virus4. Posisi dalam berhubungan seksual Dalam melakukan hubungan seksual ada beberapa posisi yang dapat digunakan, yaitu1,2 ; § Posisi wanita diatas. Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak ibu hamil terutama karena wanita hamil dapat mengontrol kedalaman penetrasi. § Posisi duduk. Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut dimana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan wanita duduk diatasnya saling berhadapan atau membelakangi yang pria bila perut sudah sangat besar. Posisi ini

atau hanya karena asupan gizi yang kurang baik. · Kapan pun. disarankan hati-hati waktu melakukan hubungan seksual pada hamil muda. empati. placenta ini menghasilkan hormon progesteron yang dikenal sebagai hormon penguat kehamilan5. Jika kontraksinya kuat bisa menyebabkan perdarahan setelah berhubungan intim ini disebabkan karena pada saat orgasme pembuluh darah yang masuk ke dalam placenta (untuk menyalurkan Oksigen) terjepit. § Posisi laki-laki diatas tetapi berbaring hanya separuh tubuh. · Penggunaan benda asing di sekitar vagina atau alat bantu seks. yakni otot vagina dan rahim mengalami kontraksi. Yang paling penting saat melakukan semua posisi seks selama kehamilan ini adalah jangan meletakkan berat badan anda ke perut ibu hamil selama hubungan seksual atau batasilah tekanan diperut ibu hamil4. bila istri mencapai orgasme. Faktor Risiko Seorang wanita yang hamil namun memiliki riwayat infertilitas. Gunakan kondom jika memang tetap ingin melakukan aktivitas seksual. Selain itu abortus bisa terjadi karena benturan seperti jatuh atau akibat hubungan seksual. · Sebelum melakukan penetrasi yang dalam. abortus habitualis dan primi tua sebaiknya diajurkan tidak melakukan hubungan kelamin dalam kehamilan muda ( sebaikya > 16 minggu ). Jika terjadi perdarahan selama kehamilan walaupun sedikit. ibu hamil berhak mengatakan ’Tidak’ · Jika kehamilannya memiliki resiko tinggi. yang harus diutamakan adalah kenyamanan dan kebebasan ibu hamil. Kontraksi rahim saat hubungan seksual terjadi. juga harus diperhatikan oleh suami-istri saat kehamilan 7 sampai 9 bulan karena dikhawatirkan adanya kontraksi rahim. · Kontak seksual dalam bentuk apa pun harus dihindari jika ibu hamil atau pasangannya telah terkontaminasi atau terkena virus . sehingga dikhawatirkan asupan Oksigen ke janin terhambat. kreatifitas dan humor adalah aspek yang sebaiknya ada ketika melakukan hubungan seksual pada saat kehamilan. atau dihindari sama sekali4. Hal ini bisa terjadi. Dalam melakukan hubungan seksual yang aman selama kehamilan perlu diketahui rambu – rambu/batasan. infeksi kandungan. sehingga kehamilan ibu tidak mengalami gangguan6 : · Posisi woman on top atau menyamping adalah posisi yang nyaman untuk wanita hamil. · Rasa pengertian. padahal selain fungsinya sebagai bantalan (pelindung) janin. infeksi mulut rahim. wanita untuk mengontrol kedalaman HIV. penetrasi dan orgasme sebaiknya dihindari sampai dokter menyatakan aman. · Hindari penetrasi jika air ketuban bocor atau pecah. Rangsangan melalui puting juga harus dihindari pada kondisi kehamilan seperti ini. karena placenta sebagai pelindung kehamilan belum terbentuk sempurna. Namun buat wanita yang pernah keguguran atau kesulitan mendapat anak. sebaiknya tetap diperhatikan pasangan pada empat bulan pertama kehamilan.juga memungkinkan penetrasi. § Posisi berlutut atau berdiri. merupakan kontraindikasi untuk melakukan hubungan seksual5. Sikap hati-hati ini. dapat memicu kelahiran prematur (kelahiran saat usia kehamilan 28-37 minggu)4. Perlu diingat sikap hati-hati saat bersenggama. Selama Kontraksi yang tidak berkepanjangan hal ini tak perlu dikhawatirkan. karena dikhawatirkan bisa terjadi abortus spontan. sebisa mungkin dihindari. Keguguran bisa disebabkan karena banyak hal antara lain.

dan dianggap sebagai suatu kebenaran. · STD atau penyakit seksual yang menular. kalau selama hamil melakukan hubungan seksual. kualitas sel spermatozoa yang berhasil membuahi sel telur berpengaruh terhadap kesehatan kehamilan yang terjadi. Posisi Kanan & Kiri. Tetapi. dengan melakukan hubungan seksual maka bayi mendapat siraman sperma sehingga bertumbuh subur dan menjadi bayi yang normal dan sehat. misalnya1: · Ancaman keguguran atau riwayat keguguran. sehingga bayi terlindung. Harus sering. Mitos Mengenai Seks Selama kehamilan Banyak mitos tentang seks dan kehamilan yang beredar luas di masyarakat. Dalam hal demikian dapat dianjurkan jalan keluar.Orgasme yang terjadi pada waktu kehamilan tidak berbahaya untuk bayi karena adanya lendir dari cervik (mulut rahim) dari ibu yang membantu melawan terhadap kuman / infeksi yang akan masuk ke dalam pintu rahim. Mitos yang lain mengaitkan posisi hubungan seksual dengan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan. Sebagai bahan pelumas dapat digunakan air ludah. dan secara alamiah Tuhan menciptakan suatu perlindungan yang aman pada bayi dalam kandungan. Tidak ada hubungan pula antara sperma dan pertumbuhan bayi. Namun terkadang banyak pasangan suaami istri yang tak mampu untuk melaksanakannya. · Placenta letak rendah (plasenta previa). agar bayi di dalam rahim dapat bertumbuh subur dan sehat. Konon kalau posisi pria ketika melakukan hubungan seksual dimulai dari kiri dan diakhiri di sebelah kanan. jika kehamilan yang ada termasuk kehamilan dengan risiko tinggi . maka perilaku seksual juga dipengaruhi dan mengikuti informasi yang salah sesuai dengan mitos itu6. · Riwayat kelahiran premature. apabila sang suami memang tak dapat mengendalikan nafsu birahinya. atau dokter mengantisipasi nya kemungkinan komplikasi. bila hubungan seksual dimulai dari sisi kanan dan diakhiri di sisi kiri. Secara umum hubungan seksual tidak dianjurkan pada kasuskasus kehamilan tertentu. misalnya sang suami masih muda atau nafsu seksualnya memang besar sedang istrinya sedang hamil tua atau istri mengalami kehamilan beresiko tinggi. 2. maka dapat dilakukan manipulasi ekstragenital dengan tangan sang istri ( seperti pada masturbasi ). Maka tidak sedikit pasangan suami istri yang berupaya agar sering melakukan hubungan seksual selama hamil dengan tujuan agar sang bayi normal dan sehat. maka sel. Sebaliknya. Tidak ada hubungan lagi antara sperma dengan bayi yang ada di dalam rahim. 1. Karena dianggap benar. Bayi dalam kandungan berada dalam kantung rahim dan cairan ketuban serta otot rahim dan perut yang kuat yang melindungi bayi selama dalam proses kehamilan2. maka bayi . Yang benar adalah. sebaiknya hubungi dokter anda sebelum anda melakukan hubungan seksual lagi atau lakukan absensi selama kehamilan masih berlangsung1. atau anda menemukan sesuatu gejala yang tidak biasa setelah atau selama melakukan hubungan seksual seperti rasa nyeri. Untuk kasus STD disarankan tidak melakukan hubungan seksual sampai STD sudah disembuhkan. Artinya. atau penis digosok gosokkan di antara kedua payudara atau di antara kedua paha yang dirapatkan ( koitus interfemora ). · Dilatasi /pelebaran servik.6. kontraksi atau keluar darah. maka bayi laki-laki yang akan dilahirkan. Padahal anggapan tersebut tidak benar sama sekali. · Perdarahan vagina atau keluar cairan yang tak diketahui penyebabnya serta kram. Salah satu mitos yang beredar luas di masyarakat ialah hubungan seksual harus sering dilakukan selama masa hamil. Jadi subur dan sehatnya bayi di dalam rahim tidak dipengaruhi oleh ada tidaknya sperma yang masuk selama kehamilan. Alasannya. paraffinum liquidum atau gliserinum3.

akan terbentuk bayi laki-laki. Anggapan ini tidak benar. Anggapan ini juga tidak selalu benar. maka akan terbentuk bayi perempuan. Boleh-Tidaknya Berhubungan. Anggapan lain yang juga salah tetapi beredar luas di masyarakat ialah bahwa hubungan seksual tidak boleh dilakukan agar tidak mengganggu perkembangan bayi. karena jenis kelamin bayi tidak ditentukan oleh posisi pria ketika berhubungan seksual. Tetapi ternyata tidak sedikit orang yang mempercayai mitos itu dan melakukannya. . sehingga boleh saja dilakukan seperti sebelumnya. 3. Tentu saja informasi ini salah dan sangat tidak rasional. Jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis sel spermatozoa yang berhasil membuahi sel telur. karena tidak ada alasan bahwa hubungan seksual pasti mengganggu perkembangan bayi. Sebaliknya ada anggapan lain yang menyatakan bahwa hubungan seksual tidak menimbulkan akibat apa pun terhadap kehamilan. Kalau spermatozoa dengan kandungan kromosom X yang membuahi sel telur.perempuan yang akan dilahirkan. tergantung kondisi kehamilannya. Kalau spermatozoa dengan kromosom Y yang membuahi sel telur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful