Makalah Alkaloid

BAB I PENDAHULUAN

Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan di alam. Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan tingkat tinggi. Sebagian besar alkaloid terdapat pada tumbuhan dikotil sedangkan untuk tumbuhan monokotil dan pteridofita mengandung alkaloid dengan kadar yang sedikit. Selanjutnya dalam Meyer’s Conversation Lexicons tahun 1896 dinyatakan bahwa alkaloid terjadi secara karakteristik di dalam

tumbuhtumbuhan, dan sering dibedakan berdasarkan kereaktifan fisiologi yang khas. Senyawa ini terdiri atas karbon, hidrogen, dan nitrogen, sebagian besar diantaranya mengandung oksigen. Sesuai dengan namanya yang mirip dengan alkali (bersifat basa) dikarenakan adanya sepasang elektron bebas yang dimiliki oleh nitrogen sehingga dapat mendonorkan sepasang elektronnya. Sejarah alkaloid hampir setua peradaban manusia. Manusia telah menggunakan obat-obatan yang mengandung alkaloid dalam minuman, kedokteran, the, tuan atau tapal, dan racun selama 4000 tahun. Tidak ada usaha untuk mengisolasi komponen aktif dari ramuan obat-obatan hingga permulaan abad ke sembilan belas. Obat-obatan pertama yang diketemukan secara kimia adalah opium, getah kering Apium Papaver somniferum. Opium telah digunakan dalam obat-obatan selama berabad-abad dan sifat-sifatnya sebagai

analgesik maupun narkotik telah diketahui. Pada tahun 1803, Derosne mengisolasi alkaloid semi murni dari opium dan diberi nama narkotin. Seturner pada tahun 1805 mengadakan penelitian lebih lanjut terhadap opium dapat berhasil mengisolasi morfin. Pada tahun 1826, Pelletier dan Caventon juga memperoleh Koniin suatu alkaloid yang memiliki sejarah cukup terkenal. Alkaloid tersebut tidak hanya yang bertanggung jawab atas kematian Socrates akibat dari hisapan udara yang beracun, tetapi karena struktur molekulnya yang sederhana. Koniin merupakan alkaloid pertama yang ditentukan sifatsifatnya (1870) dan yang pertama disintesis (1886). Selama tahun 1884 telah ditemukan paling sedikit 25 alkaloid hanya dari Chinchona.

hidrogen. tidak mudah menguap. hewan. nitrogen dan pada umumnya mengandung oksigen. serangga. angiospermae. 15) II. (1. rubiaceae.1 Pengertian Alkaloid Alkaloid merupakan senyawa yang bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen dan biasanya berupa sistem siklis. Sifat-Sifat Alkaloid Sifat – sifat alkaloid : a. Famili tanaman yang mengandung alkaloid adalah Liliaceae. biji. larut dalam pelarut organik. Beberapa alkaloid berwujud cair dan larut dalam air. misalnya berberin (kuning). Ada juga alkaloid yang berwarna. Sumber alkaloid adalah tanaman berbunga.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. Senyawa alkaloid merupakan hasil metabolisme dari tumbuh– tumbuhan dan digunakan sebagai cadangan bagi sintesis protein. Kegunaan alkaloid bagi tumbuhan adalah sebagai pelindung dari serangan hama. . solanaceae. tidak larut dalam air. Senyawa alkaloid banyak terkandung dalam akar. Alkaloid mempunyai efek fisiologis. penguat tumbuhan dan pengatur kerja hormon. Biasanya merupakan kristal tak berwarna. Alkaloid mengandung atom karbon. kayu maupun daun dari tumbuhan dan juga dari hewan. organisme laut dan mikroorganisme. dan papaveraceae (Tobing. 1989).

tidak diperoleh definisi tunggal tentang alkaloid. asam pikrat. Dapat membentuk endapan dengan larutan asam fosfowolframat. (1. Protoalkaloid diperoleh berdasarkan biosintesis dari asam amino yang . 16) II. Bersifat basa (pahit. jelas kiranya bahwa alkaloid sebagai kelompok senyawa. biasanya terdapat “aturan” tersebut adalah kolkhisin dan asam aristolokhat yang bersifat bukan basa dan tidak memiliki cincin heterosiklik dan alkaloid quartener. lazim mengandung Nitrogen dalam cincin heterosiklik .b. (a) Alkaloid Sesungguhnya Alkaloid sesungguhnya adalah racun. (b) Protoalkaloid. yang bersifat agak asam daripada bersifat basa. racun).3 Klasifikasi Pada bagian yang memaparkan sejarah alkaloid. Sistem klasifikasi yang diterima. d. asam fosfomolibdat. alkaloid dikelompokkan sebagai (a) Alkaloid sesungguhnya. senyawa tersebut menunjukkan aktivitas phisiologi yang luas. Mempunyai efek fisiologis serta aktif optis. hampir tanpa terkecuali bersifat basa. dan kalium merkuriiodida. dan (c) Pseudoalkaloid. c. diturunkan dari asam amino . Meskipun terdapat beberapa perkecualian. menurut Hegnauer. (b) Protoalkaloid Protoalkaloid merupakan amin yang relatif sederhana dimana nitrogen dan asam amino tidak terdapat dalam cincin heterosiklik.

N-dimetiltriptamin. (c) Pseudoalkaloid Pseudoalkaloid tidak diturunkan dari prekursor asam amino.bersifat basa. ephedin dan N. Pengertian ”amin biologis” sering digunakan untuk kelompok ini. Alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklik Dimana atom nitrogen terletak pada cincin karbonnya. Yang termasuk dalam kelas ini adalah Atropa belladona yang digunakan sebagai tetes mata untuk melebarkan pupil mata. Senyawa biasanya bersifat basa. adalah meskalin. berasal dari famili Solanaceae. Mandragora . Yang termasuk pada golongan ini adalah : 1. Alkaloid ini dapat mempengaruhi sistem saraf pusat termasuk yang ada pada otak maupun sun-sum tulang belakang. Alkaloid Piridin-Piperidin Mempunyai satu cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Yang termasuk dalam kelas ini adalah : Conium maculatum dari famili Apiaceae dan Nicotiana tabacum dari famili Solanaceae. Contoh. 2. Dubuisia hopwoodii. Hyoscyamus niger. Alkaloid Tropan Mengandung satu atom nitrogen dengan gugus metilnya (N-CH3). alkaloid dibedakan atas: a. yaitu alkaloid steroidal (contoh: konessin dan purin (kaffein)) Berdasarkan atom nitrogennya. Datura dan Brugmansia spp. Ada dua seri alkaloid yang penting dalam khas ini.

alkaloid ini ditemukan pada Lunpinus luteus (fam : Leguminocaea). Contohnya. Alkaloid Lupinan Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom N. Yang termasuk disini adalah . Alkaloid Kokain dari Erythroxylum coca (Famili Erythroxylaceae) 3. 6. 7. Banyak ditemukan pada famili Fabaceae termasuk Lupines (Lupinus spp). alkaloid vinblastin dan vinkristin dari Catharanthus roseus famili Apocynaceae yang sangat efektif pada pengobatan kemoterapy untuk penyakit Leukimia dan Hodgkin‟s. Alkaloid Kuinolin Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen. Spartium junceum. Alkaloid Isoquinolin Mempunyai 2 cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Cinchona ledgeriana dari famili Rubiaceae. Ditemukan pada alkaloid ergine dan psilocybin. Alkaloid ini ditemukan pada famili Rutaceae. alkaloid reserpin dari Rauvolfia serpentine. Jaborandi paragua. Alkaloid Indol Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 cincin indol . Cytisus scoparius dan Sophora secondiflora 5. alkaloid quinin yang toxic terhadap Plasmodium vivax 4. . Alkaloid Imidazol Berupa cincin karbon mengandung 2 atom nitrogen.officinarum.

Sophora secundiflora. Trichocereus pachanoi. atom nitrogen tidak terletak pada cincin karbon tetapi pada salah satu atom karbon pada rantai samping. Alkaloid Steroid Mengandung 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen dan 1 rangka steroid yang mengandung 4 cincin karbon. dan Teh (Camellia sinensis) dari famili Theaceae.8. Ilex paraguaricasis dari famili Aquifoliaceae. Alkaloid Amina Golongan ini tidak mengandung N heterosiklik. alkaloid ini ditemukan pada tumbuhan Ephedra sinica (fam Gnetaceae) 10. Alkaloid Efedrin (alkaloid amine) Mengandung 1 atau lebih cincin karbon dengan atom Nitrogen pada salah satu atom karbon pada rantai samping. Alkaloid tanpa atom nitrogen yang heterosilik Dimana. 9. Banyak ditemukan pada famili Solanaceae. Banyak ditemukan pada kopi (Coffea arabica) famili Rubiaceae. Banyak yang merupakan tutrunan sederhana dari feniletilamin dan senyawa-senyawa turunan dari asam amino fenilalanin atau tirosin. Termasuk Mescalin dari Lophophora williamsii. Alkaloid Purin Mempunyai 2 cincin karbon dengan 4 atom nitrogen. 1. . Paullunia cupana dari famili Sapindaceae. Cola nitida dari famili Sterculiaceae dan Theobroma cacao. Zigadenus venenosus. b.

2. Yaitu . .4 Tempat Terbentuknya Alkaloid Pada daun dimana terjadi fotosintesis terjadi dapat dibuat alkaloid. Capsicum annuum. genus Capsicum. daun. (3. (2. Agave atrovirens.5 Farmaklogis 1. Alkaloid Capsaicin Dari Chile peppers. Capsicum frutescens. Opium dan morfin sampai sekarang adalah protipe dari analgetika dan narkotika. Istilah narkotika pertama kali dipakai oleh Galenus untuk menggolongkan simplisia seperti opium. Capsicum chinense. akar (konium. Cholchicum autumnale. buah. 14) II. ephedra) dan juga pada getah yang diproduksi di tabung-tabung getah dalam epidermis dari Papaver somniverum. Oleh sebab itu. Capsicum baccatum. atau sel-sel yang langsung dibawah epodermis seperti pada korteks chincona. alkaloid juga didapati pada kuncup bunga. Selain pada daun. Sebagai analgetik dan narkotik Analgetika (menghilangkan rasa sakit) sedangkan narkotika (menghilangkan rasa sakit sekaligus juga menidurkan dan membius). 55) II. Capsicum pubescens. terdapat tempat pembuatan dan pengiriman alkaloid-alkaloid itu. Ephedra sinica.Agave americana. biji dan kulit. untuk simplisia-simplisia alkaloid digunakan akar.

tetapi sangat beracun jika dipakai dalam pengobatan. Alkaloid mempengaruhi peredaran darah dan pernapasan Yang termasuk dalam golongan ini adalah Varatrum. golongan simpatomimetika seperti efedrin dan meskalin.6 Simplisia 1. basa purin. Yang dipakai dari alkaloid ini adalah kinidin. Sebagai stimulan uterus. 3. Lobelia (Lobelin murni ialah obat asma untuk stimulan pada pernapasan). Rauwolfia (terutama sebagai penurunan tekanan darah). dengan struktur inti : . Secale alakloid dan benzilisokinolin alkaloid dari Hydrastis dan Berberis 6. Sebagai anastetika lokal seperti Cocain Midriatika : Belladona dan Alkaloid Coca II.2. 4. 5. Alkaloid dari Areca dan Granatum sebagai anti cacing. Sebagai kemoterapeutika dan anti parasit Alkaloid kina sebagai anti malaria. 7. dan yang jarang dipakai adalah spartein. umpamanya : alkaloid dari Erytropleum guineense. Ipecacuancha emetin dan Cephalin sebagai anti amuba. Alkaloid Piridin-Piperidin Mempunyai satu cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Alkaloid jantung Untuk mengubah kerja jantung.

4. yang berasal dari tumbuhan Piperis nigri (fam : Piperaceae) berguna sebagai bumbu dapur. Alkaloid Tropan Mengandung satu atom nitrogen dengan gugus metilnya (N-CH3). insektisida dan antitetanus. meliputi piperini yang diperoleh dari Piperis nigri Fructus. yang berasal dari tumbuhan Nicotiana tobaccum (fam: Solanaceae) berguna sebagai antiparasit. struktur intinya : . Alkaloid ini dapat mempengaruhi sistem saraf pusat termasuk yang ada pada otak maupun sumsum tulang belakang. Turunan Piperidin.Reduksi N N Piridin H Piperidin Golongan ini dibagi dalam 4 sub golongan : 1. 2. Turunan Propil-Piperidin. 2. meliputi arekolin yang diperoleh dari Areca Semen. yang berasal dari tumbuhan Conium maculatum (Fam: Umbelliferae) berguna sebagai antisasmodik dan sedatif. meliputi koniin yang diperoleh dari Conii Fructus. Turunan Pirinin & Pirolidin. 3. Turunan Asam Nikotinan. meliputi nikotin yang diperoleh dari Nicoteana Folium. yang berasal dari tumbuhan Areca catechu (fam: Palmae) berguna sebagai anthelmentikum pada hewan. Tumbuhan yang juga mengandung alkaloid ini adalah kuli dari Punica granatum (fam: Punicaceae) yang berguna sebagai taenifuga.

Niger (fam Solanaceae). crak dan sebagainya. Zat ini bersal dari daun tumbuhan Erythroxylum coca. Apotropin dan Belladonina Atropa dari bahasa Yunani yaitu terdiri dari kata “Atropos” yang berarti tidak dapat dibengjokkan atau disalahgunakan. selain itu juga berfungsi sebagai antiemetik dan midriatik. tumbuh didaerah Amerika Selatan dan Kanada dikenal dengan nama “Henbane” daun dan bijinya digunakan sebagai relaksan pada otot. Hiosiamin dan Skopolamin Berasal dari tumbuhan Datura stramonium. D. Kokain Senyawa ini berfungi sebagai analgetik narkotik yang menstimulasi pusat syaraf. 2. Rusby dan E. tumbuh pada daerah yang memiliki suhu yang panas daun dan bijinya mengandung alkaloid Skopolamin. Atropin. E. berfungsi sebagai antispasmodik dan sedative. Novogranatense (fam Erythroxylaceae). Pada tumbuhan Hyoscyamus muticus dan H.N-CH3 1. ini disebabkan . 3. Kokain lebih banyak disalahgunakan (drug abuse) oleh sebagian orang dengan nama-nama yang lazim dikalangan mereka seperti snow. Metel (fam Solanaceae). shabu-shabu.

anti asma dan midriatik. Bila cairan buah diteteskan pada mata akan menyebabkan dilatasi dari pupil mata sehingga menjadi sangat menarik.karena belladona merupakan obat yang sangat beracun dan dapat menyebabkan kematian. antikolinergik. Sinkonidina Senyawa ini pada umumnya berguna sebagai anti malaria. Akar dan daun tumbuhan Atropa belladonna (fam Solanaceae) merupakan sumber dari senyawa ini. . Alkaloid Quinolin Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen dengan struktur inti seperi di bawah ini: N 1. 3. Belladonna barasal dari bahasa Italia “Bella” artinya cantik dan “Donna” artinya wanita. digunakan sebagai antispamolitik. Zat ini merupakan hasil dari hiosiamin selama ekstraksi sehingga tak dapat ditemukan dalam tanaman. Sinkonidin. C. Kinidina. alkaloid ini terdapat pada kulit batang (cotex) dari tumbuhan Cinchona succirubra (fam : Rubiaceae). Ada beberapa jenis dari Cinchona diantaranya C. Atropin yang dihasilkan secara sintetik lebih mahal daripada yang berasal dari ekstraksi dari tanaman dan tidak dapat disaingi harganya. Kinina. Calisaya yang berwarna kuning berasal dari Peru dan Bolivia.

Diperoleh dari buah. kunaikri dan primakrin) untuk menggantika kina.Officinalis dan C. ketika Jepang memutuskan suplai ini maka diusahan beberapa obat antimalaria sintetik (kloroquin. senyawa ini aktif untuk semua jenis Plasmodium (kecuali P. berfungsi sebagai antineoplastik yang tealah diujikan pada hewan coba dan diharapkan mampu merupakan obat yang efektif untuk kemoterapi neoplasma pada manusia. Sebelum PD II Indonesia menyuplai 90% kebutuhan kina di dunia. 2. Camptothecin. sebagian kayu atau kulit dari pohon Camptotheca acuminata (fam : Nyssaceae). 3. Akronisina Berasal dari kulit batang tumbuhan Acronychia bauery (fam : Rutaceae. Ledgeriana lebih banyak di Indonesia yang ditanam di pulau jawa. Ekstrak dari tumbuhan ini ternyata mempunyai keaktifan terhadap leukemia limpoid. Viridicatin Merupakan subtansi antibiotik dari mycelium jamur Penicillium viridicatum (fam : Aspergillaceae). Penggunaan senyawa ini memiliki efek samping berupa Cindronism yaitu pendengaran berkuran. . vivax) penyebab malaria. 4. suatu pohon yang secara endemik tumbuh di daratan cina.

3). pada tahun .5) perikarditis akut. seperti pasca bedah dan setelah infark jantung. Pada saat dikonsumsi. pulmonal atau koroner. Morfin Penggunaan morfin khusus pada nyeri hebat akut dan kronis . Morfin dikategorikan sebagai obat yang ajaib karena mampu mengurangi rasa sakit akibat operasi atau luka parah. Kolik renal atau kolik empedu . mulanya dikembangkan sebagai obat penghilang rasa sakit sekitar tahun 1810. Infark miokard. Oklusio akut pembuluh darah perifer .4. Alkaloid Isoquinolin Mempunyai 2 cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen dengan struktur inti : N 1.Morfin sering diperlukan untuk nyeri yang menyertai : 1). obat ini menyebabkan penggunanya berada dalam kondisi mati rasa sekaligus diliputi perasaan senang/ euforia seperti sedang berada dalam alam mimpi. fraktur dan nyeri pasca-bedah. Bracheatum (fam : Papaveraceae) salah satu hasil tanaman ini berupa hasil sadapan dari getah buah yang dikenal sebagai “opium” yang berarti candu. Morfin diperoleh dari biji dan buah tumbuhan Papaver somniferum dan P. Mioplasma. 4). Oleh karena efek sampingnya yang berupa euforia ini. 2). Candu merupakan „ibu‟ dari morfin. Nyeri akibat trauma misalnya luka bakar . juga pada fase terminal dari kanker. pleuritis dan pneumotoraks spontan dan 6).

Pertengahan tahun 1850. ketergantungan terhadap obat tersebut terlewatkan. seorang ahli obat dari Jerman.1811 obat ini diberi nama Morpheus sama seperti nama dewa mimpi Yunani oleh Dr. dosis yang digunakan lambat laun harus ditingkatkan untuk memperoleh efek sama yang dikehendaki (toleransi). Morfin tergolong kedalam hard drugs yakni zat-zat yang pada penggunaan kronis menyebabkan perubahan – perubahan dalam tubuh si pemakai. yang disebut gejala penarikan atau gejala abstimensi. sehingga penghentiannya menyebabkan gangguan serius bagi fisiologi tubuh. F. Hard drugs menyebabkan ketergantungan fisik (ketagihan) hebat dan menyebabkan toleransi terhadap dosis yang digunakan. Morfin dimanfaatkan sebagai obat penghilang rasa sakit yang membuat takjub dokter-dokter pada masa itu. Gejala ini mendorong bagi si pecandu untuk terus menerus menggunakan zat – zat ini untuk menghindarkan timbulnya gejala abstimensi. morfin telah tersedia di seluruh Amerika Serikat dan semakin populer dalam dunia kedokteran. Dengan adanya penggunaan yang berlebihan yang terus menerus ataupun kadang-kadang dari suatu obat yang secara tidak layak atau menyimpang dari norma pengobatan yang lazim maka hal tersebut dikatakan drug abuse terlebih lagi apabila pada pemakaian morfin sebagai obat keras. Serturner. . Sayangnya. tidak terdeteksi sampai masa Perang Saudara berakhir.A.W.dilain pihak .

Alkaloid Indol Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 cincin indol dengan inti seperti di bawah ini : N 1. aristaca (India) dari familia Berberidaceae yang berguna sebagai zat pahit/amara dan antipiretik.2. Emetina Senyawa ini berfunsi sebagai emetik dan ekspektoran. Reserpina Merupakan hasil ekstraksi dari akar tumbuhan Rauwolfia serpentine dari suku Apocynaceae yang terkadang bercampur dengan . Hidrastina dan Karadina Senyawa ini berasal dari tumbuhan Hydrastis canadensis (fam : Ranunculaceae) dikenal pula sebagai Yellowroot. bagian yang digunakan berupa umbi akar berkhasiat sebagai adstrigensia pada radang selaput lendir. diperoleh dari akar tumbuhan Cephaelis ipecacuanha dan C. 5. Amition (dari Himalaya). 4. Acuminata (fam : Rubiaceae) 3. Beberina Berupa akar dan umbi akar dari tumbuhan Berberis vulgaris (dari Oregon). dan B. B.

5. Dalam perdagangan terdapat 5 jenis yaitu R. sebab berasal dari jamur yang menempel pada sejenis tumbuhan gandum yang . Ergonovina. Vinleusina.fragmen rhizima dan bagian batang yang melekat padanya. Micratha. Vietnam dan Kamboja. ignatii (fam :Loganiaceae) yang terdapat di Filifina. Ergotoksina. Bagian tanaman yang diambil berupa ekstrak biji yang telah kering dengan khasiat sebagai tonikum dalam dosis yang kecil sedangkan dalam pertanian digunakan sebagai ratisida (racun tikus). Selain sebagai anti hipertensi juga berfungsi sebagai traqulizer (penenang). Fisostigmina & Eserina Simplisianya dikenal dengan nama Calabar bean. Tetraphylla. dan R. 2. Vinrosidina. Vinkristina Diperoleh dari tumbuhan Vinca rosea. Senyawa ini berfungsi sebagai antihipertensi. 3. Serpentine. Sriknina & Brusina Berasal dari tumbuhan Strychnos nux-vomica dan S. Catharanthus roseus (fam : Apocynaceae) berupa herba yang berkhasiat sebagai antitumor. 4. ordeal bean. & Ergometrina Alkaloid ini asalnya berbeda dibandingkan dengan yang lain. R. R. Canescens. chop nut dan split nut berupa biji dari tumbuhan Physostigma venenosum (fam : Leguminosae) yang berkhasiay sebagai konjungtiva pengobatan glaukoma. Vinblastina.

6. Diperoleh dari sisik jamur yang menempel pada tumbuhan Claviceps purpurea (fam: Hypocreaceae). Jamur ini berguna sebagai vasokonstriktor untuk penyakit migrain yang spesifik dan juga sebagai oxytoksik. Toxifera (fam:loganiaceae) dan Chondodendron tomentosum (fam: Menispermaceae) yang berguna sebai relaksan pada otot. Pinnatifolius atau J. 6. dengan inti : H N N Lingkaran Imidazol merupakan inti dasar dari pilokarpin yang berasal dari daun tumbuhan Pilocarpus jaborandi atau Jaborandi rermambuco. selain itu jamur ini juga terdapat pada tumbuhan Secale cornutum (fam: Graminae). Paraguay dari familia Rutaceae yang berkhasiat sebagai konjungtiva pada penderita glaukoma. Kurare Diperoleh dari kulit batang Stricnos crevauxii. Alkaloid Imidazol Berupa cincin karbon mengandung 2 atom nitrogen. P. Microphylus atau J. Castelnaci. C. . dan P. C. jamur ini merupakan parasit pada tumbuhan tersebut. marashm.kemudian dikeringkan.

7. Alkaloid Steroid Mengandung 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen dan 1 rangka steroid yang mengandung 4 cincin karbon. Neogermetrina. Veracrosina. Golongan II : Pseudojervina. Neoprotoperabrena. Golongan III : Germina. Gemerina. intinya adalah : N Alkaloid ini ditemukan pada Lunpinus luteus. Isorobijervosia 3. Rubijervina. Veletridina 2. 8. Alkaloid Lupinan Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom N. Cytisus scopartus (fam : Leguminocaea) dan Anabis aphylla (fam : Chenopodiaceae) berupa daun tumbuhan yang telah dikeringkan berkhasiat sebagai oksitoksik. Inti dari steroid adalah : Alkaloid steroid terbagi atas 3 golongan yaitu : 1. Isoveratromina . Germetrina. Jervina. Germidina. Golongan I : Sevadina.

Sinica dan E. 9. Germidina. Sevadina Diperoleh dari biji sebadilla (Sebadilla Semen) dari tumbuhan Schonecaulon officinalis (fam: Liliaceae) berguna sebagai insektisida. E. Alkaloid Amina Golongan ini tidak mengandung N heterosiklik. Tumbuhan ini juga dikenal dengan nama “Ma Huang” dalam bahasa Cina “Ma” berarti sepat sedangkan „Huang” berati kuning. H NH2 NH2 COOH Feniletilamin 1. Equisetina (fam : Gnetaceae) berguna sebagai bronkodilator. Efedrina Fenilalanin Berasal dari herba tumbuhan Ephedra distachya. Banyak yang merupakan tutrunan sederhana dari feniletilamin dan senyawa-senyawa turunan dari asam amino fenilalanin atau tirosin. 3. Protoveratrin Diperoleh dari umbi akar tumbuhan Veratrum album (fam : Liliaceae) yang berguna sebagai insektisida & antihioertensi. hal ini mungkin dihubungkan dengan rasa dan warnan simplisia ini.1. . Germitrina Diperoleh dari umbi akar tumbuhan Veratrum viride (fam: Liliaceae) yang berguna sebagai antihipertensi. 2.

Selain dari persenyawaan alam. Kolkisina Alkaloid ini berasal dari biji tumbuhan Colchicum autumnalei (fam : Liliaceae) berguna sebagai antineoplasmik dan stimulan SSP. Khasiat dari simplisia ini adalah stimulan pada SSP. 4. Meskalina Diperoleh dari sejenis tumbuhan cactus Lophophora williamsii (fam : Cactaceae) dikenal dengan nama Peyote yang dapat menyebabkan halusinasi dan euphoria .Norpseudo Efedrina Senyawa di atas diperoleh dari daun-daun segar tumbuhan Catha edulis (fam : Celastraceae) nama lain dari tumbuah ini dalah Khat atau teh Abyssina. 3. selain pada biji kormus (pangkal batang yang ada di dalam tanah) tumbuhan ini juga mengandung alkaloid yang sama. 2. d. sifat-sifat farmakologiknya sama dengan Efedrin dan dipakai sebagai simpatomimetik. tumbuhan ini berupa pohon kecil atau semak-semak yang berasal dari daerah tropik Afrika Timur. alkaliod ini juga dibuat dalam bentuk sintetis garam seperti Efedrin Sulfat dan Efedrin HCl yang berbetuk kristal.

Alkaloid Purin Mempunyai 2 cincin karbon dengan 4 atom nitrogen. ginjal. O CH3 N CH3 N 0 N N CH3 . Kafeina (1. otot – otot jantung. Trimetil Xanthin) Alkaliod ini diperoleh dari biji kopi Coffe arabica. Selain tumbuan kopi ada tumbuhan lain yang juga mengandung caffein seperti camellia sinensis (fam: Theaceae).7. Aksi dari kopi pada prinsipnya di dasarkan pada daya kerja kafein. dengan inti : H N N N Susunan inti heterosiklik yang terdiri dari cincin pirimidin yang tergabung dengan Imidazole 1. Juga kopi ini digunaskan untuk mengobati keracunan yang mempunyai tanda – tanda adanya deprosi pada susunan syaraf pusat.10. yang bekerja pada susunan syaraf pusat.3. C. tetapi dapat juga digunakan sebagai stimulans dan diuretic. Liberica (fam: Rubiaceae) mengandung kafein. Meskipun kopi terutama digunakan sebagai minuman. cola nitida (fam starculiaceae).

Theobromina (3. Theofilina (1. O CH3 N N 0 N N CH3 3.2.7 Dimetil Xantin) Diperoleh dari biji tumbuhan Theobroma cacao (fam: Sterculaceae) yang berguna sebagai diuretik dan stimulan SSP.3 Dimetil Xantin) Merupakan isomerdari 1.3 dimetil xantin (isomer Theobromina) yang berguna sebagai bronkodilator dan diuretik) O CH3 N N 0 N N CH3 .

pada korteks. Untuk simplisia-simplisia alkaloid digunakan akar. 2. daun. antiparasit. Alkaloid mengandung atom karbon. Klasifikasi alkaloid didasarkan atas :  Berdasarkan klasifikasi Hegnauer yang membagi alkaloida menjadi alkaloida sejati. biji dan kulit.BAB III PENUTUP III. . hidrogen. nitrogen dan pada umumnya mengandung oksigen. Tempat terbentuknya alkaloid dan penyebarannya dalam tubuh tanaman terdapat pada daun. akar.  Berdasarkan basa nitrogennya : 1) Alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklik 2) Alkaloid tanpa atom nitrogen yang heterosiklik 4. anticacing. midriatika. protoalkaloida dan pseudoalkaloida. buah. kemoterapeutika. 3.1 Kesimpulan 1. Alkaloid merupakan senyawa yang bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen dan biasanya berupa sistem siklis. Alkaloid dapat juga digunakan antara lain sebagai analgetika. narkotika. Oleh sebab itu. anestetika lokal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful