P. 1
Review Hitung Eritrosit & Leukosit

Review Hitung Eritrosit & Leukosit

|Views: 60|Likes:

More info:

Published by: Indah Cahaya Pramesti on Apr 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2013

pdf

text

original

REVIEW PRAKTIKUM.

PERHITUNGAN ERITROSIT & LEUKOSIT
KELOMPOK 2 Indah Cahaya P Luthfi Anzani Lailatul Fitriani Reaneeta Safitrie

Tabel. hasil pengamatan jumlah Leukosit dan Eritrosit kelas
Nama OP JK Usia Jumlah eritrosit Jumlah leukosit

Reaneeta S
Dewi S Fathan Welmy

P
P L P

20 tahun
20 tahun 20 tahun 20 tahun

8.000.000/μl 1.764.000 /μl 5.090.000 /μl

5.450 /μl
4.350 /μl 7.050 /μl 11.150 /μl

Perhitungan eritrosit
• Penambahan larutan hayem pada darah berfungsi untuk melisiskan sel-sel darah selain eritrosit dan trombosit, sehingga memudahkan dalam penghitungan sel eritrosit nantinya, selain itu larutan ini juga berperan sebagai pengencer darah, agar pengamatan juga dapat dengan mudah dilakukan.

• Bedasarkan hasil pengamatan dari 3 OP yaitu Dewi Safitrie sebanyak 8.000.000/μl, Fathan Hadyan R 1.764.000 /μl, dan Welmy Melati Putri sebesar 5.090.000 /μl. • Menurut refrensi jumlah rata-rata sel darah merah normal per milimeter kubik adalah 5.200.000 plus minus 300.000 pada pria dan 4.700.000 plus minus 300.000 pada wanita (Guyton & Hall, 2010). Sedangkan menurut refrensi lainnya rata-rata normal sel darah merah normal adalah 5,4 juta/µL pada pria dan 4,8 juta/µL pada wanita (Ganong, 2008).

• Dewi Safitrie eritrositnya sebanyak 8.000.000/μl dan Welmy Melati Putri sebesar 5.090.000/μl memiliki hasil yang melebihi batas normal dari sel darah merah pada wanita. • Namun untuk OP laki-laki yaitu Fathan Hadyan Rizki yang memiliki eritrosit sebanyak 1.764.000 /μl jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan batas normal sel darah merah

Ketidaksesuaian hasil dengan refrensi, disebabkan :
• Jumlah eritrosit yang begitu banyak menyebabkan kesalahan paralaks dari praktikan dalam menghitung jumlah eritrosit. • Sel eritrosit yang saling bertumpuk membuat praktikan mendapatkan kesulitan dalam menghitung jumlah eritrosit yang ada. • Selain itu karena perhitungan dilakukan di luar jam praktikum, kamar hitung sebelumnya disimpan terlebih dahulu di lemari pendingin. Sehingga, kamar hitung menjadi membeku dan menimbulkan titik air pada kamar hitung tersebut dan menimbulkan titik-titik air tersebut dihitung juga.

Faktor-faktor jumlah eritrosit manusia :
• jenis kelamin • Umur • kondisi tubuh

Kelainan
• Pada OP yang memiliki eritrosit dibawah batas normal, dapat mengindikasikan bahwa Fathan memiliki penyakit Anemia. Anemia merupakan defisiensi sel darah merah dan dapat disebabkan oleh kehilangan sel darah merah secara cepat atau pembentukan sel darah merah yang lambat (Guyton & Hall, 2010). • Sedangkan untuk OP yang memiliki jumlah eritrosit melebihi batas normal mereka bisa saja mengalami Polistemia. Polistemia yaitu kondisi dimana jumlah sel darah merah dalam sirkulasi mengingkat akibat hipoksia atau kelainan genetik (Guyton & Hall, 2010).

• Larutan Turk yang digunakan dalam pengamatan ini berfungsi sebagai pemberi warna pada leukosit, sehingga ketika leukosit ini berikatan dengan larutan Turk dapat terlihat dalam mikroskop • Larutan Turk mempunyai susunan sebagai berikut: larutan gentian violet 1% dalam air 1ml, asam asetatglasial 1 ml, aquades 100 ml

• Pada keadaan normal, darah manusia mengandung 4000-11.000 sel darah putih permikroliter (Ganong, W.F.,2008) • Granulosit merupakan jenis sel terbanyak. memiliki inti berbetuk sepatu kuda, yang akan berubah menjadi multilobular dengan tambahnya umur • Hasil praktikum, diperoleh bahwa jumlah Leukosit untuk OP Rere sebanyak 5.450, Dewi Savitrie sebanyak 4.350, Fathan sebanyak 7.050, dan Welmy sebanyak 10.650.

• OP Rere, Dewi dan Fathan sudah sesuai dengan kadar normalnya (4000-11000) permikroliter darah jika kami mengacu pada sumber (Ganong. W.F., 2008). • OP Welmy memiliki jumlah leukosit yang melebihi batas normal • Penyebab :
▫ kesalahan paralaks dari praktikan dalam menghitung jumlah leukosit, karena perhitungan dilakukan di luar jam praktikum, sehingga kamar hitung tersebut sebelumnya disimpan terlebih dahulu di lemari pendingin. Sehingga, kamar hitung menjadi membeku dan menimbulkan titik air pada kamar hitung tersebut dan menimbulkan titik-titik air tersebut dihitung juga.

• Pada proses perhitungan kenapa pada garis batas sebelah kiri dan garis batas sebelah kanan tidak boleh dihitung karena untuk menghindari perhitungan yang ganda, sehingga diperoleh data yang signifikan.

TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->