KEMENTERIAN AGAMA

KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN PECANGAAN
KABUPATEN JEPARA
Pulodarat Pecangaan KM. I Telp. (0291) 754645 http://kuapecangaan.blogspot.com

KEPUTUSAN KEPALA KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN PECANGAAN NOMOR : Kk.11.20.2/OT.00/ /2012 TENTANG RENCANA STRATEGIS KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA TAHUN 2012 - 2016 KEPALA KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN PECANGAAN
Menimbang : bahwa Renstra Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2010 – 2014 telah disusun dan ditetapkan; b. bahwa untuk dapat melaksanakan Renstra Kementerian Agama RI dan Kankemenag Kabupaten Jepara, perlu disusun Renstra KUA Kecamatan sesuai kondisi yang lebih kecil skupnya. c. bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, dipandang perlu menetapkan Keputusan Kepala KUA Kecamatan Pecangaan tentang Renstra KUA Kecamatan Pecangaan tahun 2012 – 2016. a. 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 2. 3. 4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2006 tentang Rencana Kerja Pemerintah KMA Nomor 02 Tahun 2010 tentang Renstra Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2010 – 2014. KMA Nomor 517 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi KUA.

Mengingat

:

5.

MEMUTUSKAN :
Menetapkan PERTAMA : : Rencana Strategis KUA Kec. Pecangaan Tahun 2012 – 2016 yang selanjutnya disebut RENSTRA KUA KEC. PECANGAAN adalah dokumen perencanaan KUA untuk periode lima tahun sejak tahun 2012 sampai dengan 2016.

KEDUA

:

KETIGA

:

Rencana Strategis KUA Kec. Pecangaan Kab. Jepara Tahun 2012 -2016 adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Kepala KUA ini. . Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Pecangaan Pada tanggal : 02 Januari 2012 Kepala KUA Kec. Pecangaan

H. Ahmad Said, S.Ag. MM NIP. 19690902 199503 1001

LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA KUA KECAMATAN PECANGAAN Nomor: Kk.11.20.2/ OT.00 / /2012 TENTANG RENCANA STRATEGIS KUA KEC. PECANGAAN KAB. JEPARA TAHUN 2012 – 2016 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemerintahan yang baik (good governance) merupakan isu yang paling mengemuka dalam pengelolaan administrasi publik dewasa ini. Tuntutan gencar yang dilakukan oleh masyarakat kepada pemerintah untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik adalah sejalan dengan meningkatnya tingkat pengetahuan masyarakat, disamping adanya globalisasi. Pola-pola lama dalam penyelenggaraaan pemerintahan telah tidak sesuai lagi bagi tatanan masyarakat yang saat ini berubah. Oleh karenanya, tuntutan itu merupakan hal yang wajar dan telah seharusnya direspon oleh Pemerintah dengan melakukan perubahan yang terarah, pada terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan yang baik tercermin dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Akuntabilitas merupakan perwujudan kewajiban

Rencana strategis yang disusun oleh KUA merupakan langkah awal untuk melaksanakan mandat tersebut di atas. kelemahan. dan tantangan (threats) yang ada. dengan tetap memperhatikan potensi yang ada baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam. KUA Kecamatan Pecangaan sebagai salah satu instansi pemerintah sesuai dengan bidang tugasnya membantu Kepala Kankemenag dalam penyelenggaraan pemerintah di bidang agama. dan diimplementasikan ke dalam rencana kerja (Renja) tahunan. evaluasi kegiatan baik secara internal maupun eksternal. Maksud dan Tujuan Maksud penyusunan Renstra KUA Kecamatan Pecangaan adalah : 1. Memberikan informasi kepada pemangku kepentingan (stakeholders) tentang rencana pembangunan tahunan. Memberikan arah dan pedoman bagi semua personil dalam melaksanakan tugasnya untuk menentukan prioritas-prioritas di bidang pelayanan administrasi keagamaan.2016 dapat tercapai. peluang (opportunities). kelemahan (weakness). analisis. berkewajiban juga menyusun rencana strategis. peluang. 3. yang dalam penyusunannya perlu melaksanakan analisis terhadap lingkungan baik internal maupun eksternal yang merupakan langkah yang penting dengan memperhitungan kekuatan (strenghts). Mempermudah pengendalian kegiatan serta pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait. Rencana strategis disusun untuk jangka waktu lima tahun.instansi untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik (LAKIP). 2. . monitoring. yang memungkinkan adanya revisi sesuai dengan perkembangan kebutuhan. -2B. kekuatan. dan tantangan yang dihadapi. Rencana ini merupakan suatu proses yang berorientasi pada proses dan hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu lima tahun. sehingga tujuan program dan sasaran kegiatan yang telah ditetapkan dalam kurun waktu 2012 .

6. Merencanakan perubahan dalam lingkungan yang semakin kompleks. Landasan Konstitusional : UUD 1945 3. Memanfaatkan perangkat manajerial dalam pengelolaan pemerintahan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara 6. C. 2. 7. Mengelola keberhasilan organisasi secara sistemik. Pecangaan adalah: 1. (Goals) 5. Landasan Hukum Landasan hukum penyusunan Rencana Strategis KUA Kec. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara -37. Meningkatkan komunikasi antar pemangku kepentingan (stakeholders). Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara . Menjadi kerangka dasar bagi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam upaya meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi. Ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi. Landasan Idiil : Pancasila 2. 3. Mengembangkan pemikiran. Pecangaan adalah : 1. Kolusi dan Nepotisme 5. Memudahkan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menghadapi tindakan masa depan.4. 4. Sedangkan Tujuan penyusunan dari Rencana Strategis KUA Kec. Kolusi dan Nepotisme 4. Meningkatkan pelayanan masyarakat secara prima. sikap dan tindakan yang berorientasi pada masa depan.

Latar Belakang B. B. Sistematika Penulisan BAB II. Indikator dan Target BAB V. Program Kerja B. VISI. GAMBARAN UMUM KONDISI PROGRAM KERJA A. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi di lingkungan Departemen Agama. TUJUAN. KMA Nomor 517 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi KUA. Sistematika Penulisan Rencana Strategis KUA Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara Tahun 2012 – 2016 disusun menurut sistematika sebagai berikut : BAB I. Tujuan C. DAN KEBIJAKAN A. PROGRAM DAN KEGIATAN A. PENDAHULUAN A. Kondisi Umum Saat Ini B. Susunan Kepegawaian dan Perlengkapan C. Program Semi Resmi BAB VI.8. Strategi dan Kebijakan BAB III. Visi dan Misi KUA Kecamatan Pecangaan. Kondisi yang Diinginkan dan Proyeksi ke Depan C. Sasaran D. D. MISI. Maksud dan Tujuan C. Struktur Organisasi B. PENUTUP . PECANGAAN A. STRATEGI. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional 9. Hal-hal Lain yang Dianggap Penting BAB IV . Landasan Hukum D. Tugas dan Fungsi D. TUGAS DAN FUNGSI KUA KEC. 10.

. 2. Hal ini bertujuan memberi kenyamanan dan kepuasan kepada pengguna jasa. TRANSPARAN. MANDIRI DAN SEJAHTERA” * KUA yang berkualitas KUA merupakan unit pelayanan masyarakat di bidang administrasi keagamaan. cerdas. syarat. Visi dan Misi KUA Kecamatan Pecangaan Visi KUA Kecamatan dirumuskan dengan memperhatikan visi Kementerian Agama Republik Indonesia yang ditetapkan dalam Renstra Kementerian Agama RI tahun 2010 – 2014 yakni “Terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama. rukun. 3. MISI. musholla dan toilet. komputer. Sarana dan SOP pelayanan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh SDM yang berkualitas. STRATEGI DAN KEBIJAKAN A. Dalam kerangka visi di atas ditetapkan tiga kriteria sebagai berikut: 1. PARTISIPATIF DAN AKUNTABEL MENUJU PEMBANGUNAN MASYARAKAT YANG TAAT BERAGAMA. ruang tunggu. dapat dikatakan berkualitas apabila memenuhi beberapa kriteria. CERDAS. Sumber Daya Manusia: kualitas sebuah kantor sangat ditentukan kualitas sumber daya manusianya. RUKUN. Sarana tersebut meliputi telephone. Sarana dan prasarana pelayanan yang berkualitas: kualitas pelayanan yang berkualitas erat kaitannya dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. waktu dan biaya pelayanan.LAMPIRAN-LAMPIRAN BAB II VISI. mandiri dan sejahtera lahir batin” Berdasarkan pada visi Kementerian Agama tersebut visi KUA Kecamatan Pecangaan ditetapkan sebagai berikut: “TERWUJUDNYA KUA KECAMATAN PECANGAAN YANG BERKUALITAS. Prosedur layanan yang jelas: kualitas kantor diukur pula dengan kejelasan prosedur layanan. TUJUAN.

-5* Akuntabilitas Kemampuan untuk memberikan pelayanan yang memadai / berkualitas sesuai dengan nilai yang berlaku maupun kebutuhan masyarakat. Kualitas . Pelayanan harus dibangun atas dasar kebebasan memperoleh informasi-informasi yang berkaitan dengan kepentingan ublic dapat secara langsung diperoleh oleh mereka yang membutuhkan. 5. KUA menganut prinsip transparan.* Transparan Sebagai unit pelayanan masyarakat. * Partisipatif Banyak kegiatan yang ditangani oleh KUA harus merupakan partisipasi dari masyarakat seperti wakaf. Meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan pernyataan misi diharapkan seluruh anggota organisasi dan pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan mengenal keberadaan serta peran KUA dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan. Oleh karena itu misi KUA Kecamatan Pecangaan dirumuskan sebagai berikut : 1. sertifikasi halal. Misi Kesatu : Sebagai pelaksana di lapangan dan sebagai ujung tombak pelayanan. Meningkatkan tata kelola kantor yang bersih dan berwibawa. pembinaan dan penyuluhan SDM KUA menjadi sangat penting dan menjadi kunci keberhasilan. Suatu pelayanan yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum (perpu yang berlaku) baik kepada pimpinan. Meningkatkan kapasitas kelembagaan KUA Kec. maupun kepada masyarakat Visi dijabarkan lebih lanjut ke dalam misi yang akan menjadi tanggung jawab KUA Kecamatan Pecangaan. Meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumberdaya manusia KUA 2. BAZ. pembinaan dan penyuluhan. 4. Memantapkan sistem pelayanan. sertifikasi arah kiblat dan pembinaan keluarga sakinah. 3. Penjelasan masing-masing misi : 1. Pecangaan.

Bidang pembinaan dan penyuluhan agama disusun sebuah peta dakwah dan strategi penyuluhan. Di bidang pelayanan disusun sebuah SOP pelayanan dan penangung jawabnya. bimbingan perkawinan. Misi Ketiga : Pelayanan yang cepat. dan berpikir komprehensif.pelayanan. Institusi KUA harus mampu berperan sebagai pelaksana fungsi manajemen dalam bidang pembinaan umat dan pelayanan administrasi keagamaan secara menyeluruh serta melakukan kajian/analisis dalam rangka pengendalian perencanaan yang telah dirumuskan. multidisipliner. kemitraan umat dan keluarga sakinah. logika dan etika. tetapi juga memage pelayanan dan pembinaan wakaf. peningkatan mutu manajemen. Misi Kedua : Peningkatan kapasitas lembaga KUA melalui pengembangan sarana prasarana. tepat berkualitas dan murah merupakan dambaan setiap pelanggan. 4. -6KUA bukan hanya melayani administrasi pernikahan. Peningkatan profesionalisme merupakan upaya peningkatan kinerja berkait dengan kesetiaan. penyempurnaan sistem informasi dan data. pembinaan dan penyuluhan sangat tergantung pada kemampuan dan keahlian para petugas secara teknis maupun kemampuan lain yang bersifat intersektoral. 3. dan peningkatan pemanfaatan potensi sumber daya. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia merupakan peningkatan kapasitas individu dalam mengemban beban tugas masing-masing dalam organisasi. Misi Keempat : . zakat. peningkatan kualitas sumber daya pengelola. bimbingan haji. Menu pelayanan KUA yang telah diinformasikan dapat dipahami dan dilaksanakan sebagai protap. 2.

Oleh karena itu. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi sehingga rumusannya harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang. 5. Untuk itu tujuan disusun guna memperjelas pencapaian sasaran yang ingin diraih dari masing-masing misi. tepat dan akurat. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja SDM aparat KUA. institusi KUA harus dapat meningkatkan kemampuan pelayanan yang cepat. Pelayanan ikrar wakaf. Meningkatkan fungsi dan peran KUA lebih besar dan lebih luas. dan murah. B. benar. 2 . -7Tabel 1 Misi – Tujuan No 1 Misi Meningkatkan kualitas dan profesionalisme SDM KUA Meningkatkan kapasitas kelembagaan KUA Tujuan a. b. Harus menyediakan data pernikahan (pelayanan duplikat) dengan cepat. bimbingan konseling yang bermutu. Meningkatkan SDM aparat KUA. Tujuan Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi dan tujuan sebagai hasil yang akan dicapai / dihasilkan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun. Misi Kelima : Peningkatan kualitas penyelenggaran sumber dana APBN yang baik untuk upaya mendukung laporan keuangan Kementerian Agama RI menjadi WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).Peningkatan pelayanan merupakan upaya terwujudnya pelayanan prima.

Menyusun sistem pelayanan yang baik dan nan. serta hilangnya komplain SOP/Protap. Meningkatkan kerja sama * Peran dan dukungan dan peran lembaga dengan pihak terkait. baik dan dapat dipercaya. Menyusun sistem a. tepat. Meningkatkan a. sesuai dengan SOP dan menjadi jasa. dalam kurun waktu tertentu secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan. internal. Indikator Meningkatkan kualitas me Meningkatnya jumlah SDM lalui pendidikan formal dan yang berpendidikan Sarjana. b. Optimalisasi sumber daya Meningkat pengelolaan efisiensi dan efekti yang terbatas. b. Meningkatnya koordina si Kerja terpadu aparat KUA. terukur. fitas kinerja SDM b. Menyusun sistem pembinaan yang baik sesuai dengan sylabus. Memastikan bahwa Kementerian agama adalah instansi yang bersih. C. Meningkatkan kualitas pelayanan. Adanya SOP yang baku yang * Pelayanan berjalan baik pelayanan yang baik dipahami oleh pengguna lancar. masyarakat 2 3 -8- . diklat teknis. b. Meningkatkan fungsi a. Mewujudkan pelayanan prima ( cepat. Meningkatkan status dari disclaimer menjadi bersih dan berwibawa WTP. luhan agama.menjadi SOP/Protap. masyarakat meningkat KUA. Sasaran Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai dalam rumusan yang spesifik. Sosialisasi produk kerja sama dan layanan. sumber daya KUA. * Meningkatnya kualitas kerja sama. Tabel 2 Tujuan – Sasaran SASARAN No 1 TUJUAN Uraian Meningkatkan SDM aparat KUA.3 Meningkatkan sistem pelaya-a. pembinaan dan penyu. baik dan murah ) 4 5 Meningkatkan tata kelola yang a.

pembinaan yang baik maksimal sesuai sylabus. Cara atau langkah dirumuskan lebih bersifat makro dibandingkan dengan “teknik“ yang lebih sempit. Strategi Strategi adalah keseluruhan cara atau langkah dengan penghitungan yang pasti untuk mencapai tujuan atau mengatasi persoalan. * Catin siap menjadi calon sesuai dengan ayah dan ibu yang baik. * Meningkatkan status * Laporan keuangan sesuai * Berkurangnya temuan dari dari disclaimer dengan kaidah / petunjuk irjend maupun BPK. Meningkatkan efisiensi dan * Meningkatkan pengelolaan sumber daya efektifitas kinerja SDM aparat keuangan. sylabus. * Mengikuti diklat/penataran. * Meningkatnya fasilitas pendukung. Sehingga strategi merupakan cara mencapai tujuan dan sasaran yang dijabarkan ke dalam kebijakankebijakan dan program-program. * Jaminan bahwa * Tidak ada korupsi.SASARAN No TUJUAN Uraian Indikator Menyusun sistem Pembinaan mencapai hasil * Jamaah Haji mandiri. * Terpenuhinya fasilitas pendukung. dan merupakan rangkaian kebijakan.Strategi No 1 Tujuan Strategi Meningkatkan SDM aparat KUA. kolusi Kementerian agama * Melaksanakan sesuai dengan dan nepotisme. berwibawa 4 5 D. * Mengusulkan DDTK. Tabel 3 Tujuan . laporan. bertambah. menjadi WTP. * Menyederhanakan prosedur. * Memberi dorongan untuk mengikuti pendidikan lanjutan. KUA. adalah instansi yang hukum dan undang-undang bersih dan yang berlaku. Mewujudkan * Meningkatnya fasilitas. * Jumlah fasilitas pelaya-nan pelayanan prima sarana prasarana pelaya nan. .

sosial keagamaan. atau merealisasikan suatu sasaran tertentu. 1 * Memberi dorongan untuk mengikuti pendidikan lanjutan. * Mendatangkan auditor independen. 4 5 E. Meningkatkan kualitas prasarana po-kok dan sarana pendukung pelayanan * Menunjuk staf pelaksana untuk DDTK / penataran bidang keuangan & pelaporan. Mewujudkan pelayanan prima * Meningkatkan status dari disclaimer menjadi WTP. tujuan serta visi dan misi kantor / organisasi. Oleh karena itu. Kebijakan Kebijakan adalah suatu arah tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dan digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Strategi – Kebijakan No Strategi Kebijakan * Memberi ijin belajar dan beasiswa. kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan untuk dijadikan pedoman. * Menugaskan diklat/penataran. pegangan atau petunjuk dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran. * Menugaskan DDTK. . Strategi Inventarisis proses pelayanan dan personal yang terlibat. Tabel 4. -9No 3 Tujuan Menyusun sistem pelayanan yang baik dan menjadi SOP /Protap. * Mengoptimalkan peran P3N dan Penyuluh Agama. * Mengusulkan DDTK. * Mengikuti diklat/penataran.2 Meningkatkan fungsi dan peran * Merekrut mitra kerja dari unsur organisasi lembaga KUA. * Jaminan bahwa Kementerian Agama adalah instansi yang bersih dan berwibawa.

Unsur Pelaksana / Jabatan Fungsional: a. Bidang Kepenghuluan b. * Mendatangkan auditor independen BAB III TUGAS DAN FUNGSI KUA KECAMATAN PECANGAAN A. * Membuat surat undangan. Bidang Penyuluh Agama Islam. * Dilibatkan dalam susunan kepengu rusan. * Rangkap jabatan/tugas. penataran bidang keuang an & pelaporan. Unsur Pimpinan yaitu : Kepala KUA. 3. Pembagian habis tugas 5 * Menunjuk staf pelaksana untuk DDTK / * Membuat surat tugas penataran / DDTK. Struktur Organisasi KUA Kecamatan Pecangaan terdiri dari : 1. 2. 3 4 Inventarisis proses pelayanan dan personal yang terlibat. keuangan.* Meningkatkan pengelolaan sumber daya* Melakukan disiplin anggaran. * Mengoptimalkan peran P3N dan Penyuluh Agama. * Menyederhanakan prosedur. Meningkatkan kualitas prasarana pokok & sarana pendukung layanan * Diusulkan menjadi penyuluh agama honorer. Unsur Staf yaitu : Staf tata usaha. 2 * Merekrut mitra kerja dari unsur organisasi sosial keagamaan. Gambar 1 Bagan Struktur Organisasi Kantor Urusan Agama Kecamatan Pecangaan .

Tabel 6: Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan No 1 2 3 S2 S1 SLTA Pendidikan Jumlah 1 3 1 -113. Jumlah Pegawai berdasarkan Tingkat Pendidikan Tabel 5: Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan. Jumlah Pegawai berdasarkan golongan. Perlengkapan Perlengkapan yang dimiliki untuk mendukung pelaksanaan tugas KUA Kecamatan Pecangaan dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 6: Sarana KUA Kec. Susunan Kepegawaian dan Perlengkapan 1. Pecangaan . No 1 2 3 S2 S1 SLTA Pendidikan Jumlah 1 3 1 2.B.

(e) membina masjid. (d) melaksanakan pencatatan NTCR. (f) membina zakat. . © mengurus rumah tangga kantor. baitul maal. pengurusan surat dan kearsipan. Fungsi Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut di atas KUA mempunyai fungsi: (a) menyelenggarakan tatistic dan dokumentasi. ibadah sosial. Tugas Berdasarkan KMA Nomor : 517 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi KUA Kecamatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kankemenag Kabupaten / Kota dibidang urusan agama Islam dalam wilayah Kecamatan. Tugas Pokok dan Fungsi 1. 2. kependudukan.No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Almari Kayu Rak kayu Meja kayu Kursi kayu Kursi Besi Nama Barang Jumlah (unit) 5 7 8 10 25 2 1 2 1 2 1 2 4 1 Filling Kabinet Mesin Ketik Komputer Kipas angin Brankas Televisi (hibah) Meja tamu Kursi tamu Telephon C. (g) membina wakaf. (b) menyelenggarakan surat menyurat.

4. sehingga mempunyai visi jauh ke depan dan berdedikasi yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan yang diinginkan.-12(h) membina keluarga sakinah sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Dirjend Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan haji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Analisis SWOT untuk KUA Kec. Pendekatan analisis SWOT (Strengh. yaitu situasi dan kemampuan internal bersifat positif yang memungkinkan KUA Kec. Weakness. Opportunity. akan tetapi cakupan tugas fungsinya sangat besar. Setelah tersusun visi. D. Kedudukan dan Analisis SWOT Kantor Urusan Agama Kecamatan memiliki posisi dan kedudukan yang sangat penting dalam rangka pencitraan Kantor Kementerian Agama secara keseluruhan. Kelemahan (Weaknesses) yaitu situasi dan ketidak mampuaan internal yang mengakibatkan KUA tidak/kurang dapat dalam mencapai visi dan misi : . Adanya suatu tekad/semangat membentuk team work dalam membangun masyarakat Pecangaan. misi dan tujuan serta sasaran yang jelas. Adanya dukungan dana untuk kegiatan belanja administrasi dan perencanaan kegiatan KUA. Threat) yaitu untuk melihat komplektisitas permasalahan KUA sebagai suatu lembaga dan kemudian diambil langkahlangkah untuk mengatasi dan menghilangkan atau mengurangi kelemahan dan ancaman serta memperkuat atau meningkatkan kekuatan atau peluang. KMA 517 Tahun 2001 sebagai dasar hukum dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya yang membantu Kakanmenag Kabupaten. Adanya SDM aparatur yang sebagian besar berpendidikan S1. 2. maka langkah selanjutnya adalah penilaian actor internal dan eksternal atau lebih sering dikenal dengan Analisis SWOT. 3. Meskipun secara organisasi KUA merupakan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam pada tingkat Kecamatan. Pecangaan adalah sebagai berikut : Kekuatan (Strengh). Pecangaan memenuhi keuntungan strategis dalam mencapai visi dan misi meliputi : 1.

7. 4. Penduduk mayoritas beragama Islam karena keberadaan KUA adalah untuk memberikan pelayanan administrasi keagamaan khususnya umat Islam. KUA bukan merupakan satker yang dapat mengembangkan kegiatan dengan alokasi dana ( MAK ) yang memadai.1. 5. organisasi keagamaan mempunyai misi yang hampir sama bahkan sama dengan misi KUA. infaq dan shadaqah belum termanajemen secara maksimal.kekeliruan di pihak petugas Pencatat Nikah. 2. 4. Kurang tersedianya fasilitas sarana dan prasarana sebagai pendukung dibidang kelembagaan. 8. Potensi zakat. Peluang (Opportunities) yaitu situasi dan faktor-faktor luar bersifat positif yang membantu KUA Kecamatan Pecangaan : 1. Jumlah perwakafan umat Islam yang begitu besar baru tergarap sebagian kecil. 2. 3. . Tidak adanya musrenbang di lingkungan Kankemenag. Terlalu banyak tugas-tugas dan kegiatan semi resmi yang tidak didukung oleh dana. Kurangnya staf yang terdidik secara fungsional dalam mengembangkan pelayanan. Adanya tumpang tindih peraturan perundangan yang mengatur peraturan yang mengatur keuangan pernikahan dengan teknis pelaksanaan pernikahan. Lembaga-lembaga keagamaan. 6. 3. Ancaman (Threats) 1. Terbatasnya dana yang tersedia untuk peningkatan kualitas SDM terutama dalam penciptaan aparatur yang handal. -132. sehingga timbul penafsiran yang berbeda-beda yang berakhir pada kekeliruan. Pembantu PPN tidak dapat diperhatikan nasib dan kedudukannya dalam kerangka pelayanan pernikahan. pembinaan dan penyuluhan agama. Kurang tersedianya data-data dan informasi sebagai pendukung dalam bahan dan analisa proses perencanaan. Lokasi KUA yang jauh dari pemukiman warga dan jauh dari masjid.

Hal ini dikawatirkan seorang wanita tidak lagi kawatir dengan perselingkuhan karena anak yang dihasilkannya mempunyai hak yang sama dengan nikah resmi. 4. komponen atau unsur mana dari SWOT tersebut yang lebih dominan dan berpengaruh terhadap kinerja KUA. Adanya kecenderungan sebagian masyarakat apabila kewajiban secara hukum merugikan waktu.3. Indentifikasi terhadap faktor internal dan eksternal seperti tersebut di atas masih berupa analisis kualitatif sehingga belum terlihat posisi KUA secara akurat. dimana anak diluar nikah mendapatkan hak yang sama dengan anak hasil pernikahan yang sah. 5. . mereka kesampingkan sementara mereka hanya menginginkan kebutuhan terpenuhi walaupun melanggar aturan / perpu yang berlaku. Keputusan MK yang merevisi UU 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 43 (ayat 1). Pembantu PPN tidak jelas kedudukannya padahal Pembantu PPN merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan pernikahan bahkan sebagian besar -14masyarakat hanya menuntut hak dan melupakan kewajiban dengan menyerahkan sepenuhnya urusan pernikahan kepada Pembantu PPN baik biaya nikah maupun kelengkapan lainnya.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal dan diklat fungsional. 2. sarana dan prasarana serta sistem pelayanan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. zakat dan keluarga sakinah karena partisipasi masyarakat. . pada umumnya kualitas penyelenggaraan pelayanan public oleh KUA Kecamatan Pecangaan terus menerus mengalami peningkatan.BAB IV GAMBARAN UMUM A. bidang wakaf. KONDISI SAAT INI Lima tahun terakhir. Beberapa indikator yang menyebabkan adanya peningkatan kualitas penyelenggaraan perencanaan tersebut meliputi : 1. 3. Fasilitasi berbagai forum multistakeholders di bidang zakat dan keluarga sakinah.000. 2. buku nikah dicetak dengan printer bukan ditulis tangan. Meningkatnya sarana pelayanan. Meningkatnya operasional KUA tiap bulan Rp. meliputi: 1.- Peningkatan kualitas penyelenggaraan perencanaan tidak lepas dari meningkatnya kapasitas kelembagaan KUA meliputi kapasitas SDM.000. Meningkatnya kualitas pembinaan dan penyelenggaraan bimibingan manasik haji. 2.

Dilaksanakan musrenbang di lingkungan Kankemenag serta diatur mekanisme yang mantap antara perencanaan KUA dan Seksi Urais. memantapkan kelembagaan KUA di tingkat basis. dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi yang dimiliki. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data dan informasi. 4. kreatif dan inovatif agar mampu menjawab perubahan lingkungan dan tantangan untuk mewujudkan pelayanaan. B. beberapa kondisi yang harus disiapkan antara lain sebagai berikut: 1. dan terpadu. sinergis. tidak adanya musrenbang di lingkungan Kankemenag.3. pembinaan dan penyuluhan yang berkualitas melalui peningkatan kapasitas dan komitmen SDM KUA. Meningkatnya koordinasi antara institusi Kankemenag Kabupaten dengan BPN dan Pemerintah Kabupaten dalam bidang wakaf. Mengatur sampai tuntas persoalan Pembantu PPN sebab keberadaannya menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan pernikahan yang selalu menjadi sorotan dan kritikan publik. KONDISI YANG DIINGINKAN Dalam kurun waktu lima tahun kedepan. (habis pakai). . serta koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan. 3. 3. Peraturan perundangan dan pedoman yang mengatur mekanisme perencanaan. Dukungan pembiayaan kepada MAK yang tidak hanya MAK 52. KUA diharapkan responsif. Namun peningkatan kualitas penyelenggaraan ini belum secara signifikan diikuti oleh peningkatan kualitas produk perencanaan. 2. Hal ini disebabkan adanya beberapa tantangan dan permasalahan pokok antara lain: 1. -16Untuk mewujudkan harapan diatas. 2. Belum mantapnya mekanisme perencanaan antara KUA dengan Seksi Urais. Meningkatnya koordinasi perencanaan intern yang mantap.

2. Tersedianya biaya koordinasi dan konsultasi. Tersedianya makanan dan minuman untuk keperluan lembur. C. arsip. Tersusunnya Standard Operating Procedure (SOP) perencanaan kegiatan / program. Tersedianya jasa cetak dokumen. Tersedianya jasa perbaikan peralatan kerja untuk mendukung pemeliharaan peralatan kerja agar berfungsi lebih lama. 10. 13. 5. Menambah personal KUA sesuai batas minimal pelayanan. atau file penting lainnya. kegiatan MTQ dan perwakafan hak milik melalui dana APBN dan pemberian MAK yang tidak hanya 52. . Tersedianya alat tulis kantor untuk memenuhi kebutuhan dalam operasional kantor. dan benar. Terpeliharanya gedung kantor secara rutin / berkala untuk mendukung kenyamanan aparat bekerja serta mantapnya pengamanan aset yang ada. Terselenggarakannya administrasi keuangan secara baik. 9. 12. 7. 4.4. blangko. 8. 10. Tersedianya kendaraan dinas roda dua. rapat-rapat. dan menjamu tamu. Dimantapkannya pengelolaan dan pemanfaatan data. Tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor untuk mendukung kelancaran operasional. 6. lancar. Tersedianya jasa telepon. 11. Terbukanya peluang mengikuti program beasiswa pendidikan formal. Tersusunnya Rencana Kerja sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan. 11. dan internet untuk memenuhi kebutuhan kantor. air. INDIKATOR DAN TARGET 1. Tersusunnya Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja. Meningkatnya pengalokasian dana bagi KUA untuk penyelenggaraan kegiatan semi resmi seperti “ Pembinaan Keluarga sakinah yang setara dengan garapan PLKB Kecamatan. -178. listrik. Penghapusan BMN yang sudah tidak layak pakai. Tersedianya alat dan metode penilaian kelayakan dan penetapan skala prioritas kegiatan. penguasaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai simstem informasi di lingkungan Kankemenag 12. Tersedianya buku literatur dan peraturan perundangundangan untuk bahan referensi bagi KUA. 6. 9. 3.

Tersosialisasikannya Sistem Informasi Manajemen Nikah. Terselenggaranya koordinasi Kankemenag dengan Pemerintah Kabupaten serta PLKB dibidang keluarga sakinah. bimbingan dan penyuluhan di KUA. evaluasi. karena kegiatan tersebut bersifat rutin dan melibatkan siswa siswi sekolah. 21. 16. pengendalian. Terlaksananya kegiatan monitoring. 15. Tersusunnya dokumen hasil musrenbang Kankemenag. Terlaksananya bimbingan teknis bimbingan konseling. dan pelaporan pelaksanaan pelayanan. 18. 19. Meningkatnya kemampuan teknis aparat KUA. Diambilkannya dana penyelenggaraan MTQ dari pos dana pendidikan. 17. 20. Terselenggaranya koordinasi Kankemenag dengan BPN dan Pemerintah Kabupaten dibidang perwakafan.14. .

Penyuluhan Agama Islam a) Usulan penambahan personil penyuluh yang tidak merangkap. b) Dispenser di ruang tunggu. Peningkatan Sarana dan Prasarana : a) TV di ruang tunggu / pelayanan tamu. Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan. B. 3. c) Instalasi air bersih. b) Bantuan manajemen administrasi penerangan dan pembinaan syariah. c) Meningkatnya kualitas penyuluhan agama Islam. b) Entri data nikah tahun dibawah tahun 2011 kedalam aplikasi SIMKAH. Program dan Kegiatan Sebagai perwujudan dari beberapa kebijakan dan strategi dalam rangka mencapai tiap tujuan strategisnya. Peningkatan layanan administrasi keagamaan dan kepenghuluan : a) Peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap pelaksanaan UU No. 2. Peningkatan kapasitas Sumberdaya Aparatur 4. Program KUA 1. f) Kendaraan dinas. c) Sosialisasi SOP pelayanan KUA. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan peraturan pelaksanaannya. C. Program Semi Resmi 1. e) Teralis untuk keamanan kantor. maka langkah operasionalnya harus dituangkan ke dalam program dan kegiatan indikatif yang mengikuti ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku dengan memperhatikan dan mempertimbangkan tugas dan fungsi KUA Kecamatan. d) Terwujudnya kemitraan dan pemberdayaan umat Islam e) Meningkatnya kualitas penyelenggaraan MTQ dan pengembangan Tilawatil Quran f) Terselenggaranya publikasi dakwah dan Hari Besar Islam g) Berkembangnya seni dan budaya Islam .BAB V PROGRAM DAN KEGIATAN A. d) Fasilitas foto untuk aplikasi SIMKAH.

pemberdayaan. . c) Meningkatkan kajian potensi wilayah binaan. e) Meningkatkan bantuan pengembangan sebagaimana PLKB. a) Mengusulkan personil khusus yang menangani wakaf. a) Mengusulkan personil khusus yang menangani zakat. Pengelolaan BP4 dan Keluarga Sakinah a) Mengusulkan personil khusus yang menangani BP4 dan keluarga sakinah.2. Pengelolaan kemasjidan. pengembangan dan dukungan dana. b) Meningkatkan manajemen adminstrasi pemberdayaan dan pengembangan wakaf dan dukungan dana operasional. Pengelolaan dan Pembinaan Pemberdayaan Wakaf. b) Meningkatkan manajemen adminstrasi pemberdayaan dan pengembangan wakaf dan dukungan dana. b) Meningkatkan manajemen adminstrasi. 5. b) Meningkatkan manajemen adminstrasi pemberdayaan dan pengembangan zakat -19c) Meningkatkan jumlah penyelenggaan bimbingan dan penyuluhan zakat d) Meningkatkan pengelolaan dan pemberdayaan zakat e) Meningkatkan pembinaan lembaga zakat f) Meningkatkan pembinaan ibadah sosial 3. a) Mengusulkan personil khusus yang menanganinya. d) Meningkatkan pembinaan satgas keluarga sakinah. Pengelolaan dan Pembinaan Pemberdayaan Zakat. c) Meningkatkan jumlah penyelenggaan bimbingan dan penyuluhan wakaf d) Meningkatkan pengelolaan dan pemberdayaan wakaf e) Meningkatkan pembinaan lembaga wakaf f) Meningkatkan pembinaan ibadah sosial 4. c) Meningkatkan kajian potensi wilayah. pembinaan syariah dan hisab rukyat serta jaminan produk halal.

Sebagai ukuran yang digunakan untuk menunjukkan kemajuan yang dicapai dalam perwujudan dari tujuan sasaran yang ditentukan. umumnya pada sektor publik. baik berupa dana. 3. Indikator masukan (inputs) adalah suatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran. -20Indikator kinerja dapat juga berfungsi : 1.d) Meningkatkan kerja sama dengan ormas Islam dan MUI. sumberdaya alam. program. 2. KUA akan membuat laporan kinerja atas kinerja dan anggaranberupa keluaran kegiatan dan indikator kinerja masing-masing kegiatan. e) Meningkatkan bantuan pengembangan dari pos DIPA PKPONTREN. Indikator hasil (outcomes) adalah suatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran pada jangka menengah. . evaluasi dapat dilakukan terhadap kegiatan. sumber daya manusia. Indikator keluaran (outputs) adalah suatu yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan baik berupa fisik dan non fisik. 4. Terkait dengan program ada beberapa indikator kinerja yang sering dipakai. Indikator manfaat (benefits) adalah sesuatu yang terkait dengan tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan. tahap pelaksanaan (on-going) atau setelah tahap kegiatan selesai dan berfungsi (ex-post). yaitu: 1. teknologi. 2. Secara operasional. dan kebijakan. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan transpararansi dan akuntabilitas. Indikator kinerja dapat diartikan sebagai suatu ukuran kuantitatif dan atau ukuran kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang ditetapkan. dan informasi. Sebagai dasar untuk menilai tingkat kinerja dalam tahap perencanaan (ex-ante).

semangat.5. dan pelaksanaan pelayanan kepada stakeholders yang ada. BAB VI PENUTUP Rencana Strategis KUA Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara Tahun 2012 – 2016 berfungsi sebagai pedoman. dan komitmen dari seluruh aparatur KUA. penentu arah. karena akan menentukan keberhasilan program dan . Indikator dampak (impacts) adalah pengaruh yang ditimbulkan baik potisif maupun negatif pada setiap tingkatan indikator berdasarkan asumsi yang telah ditetapkan. pengelolaan pembangunan. Rencana Strategis ini merupakan penjabaran dari visi dan misi Kementerian Agama RI Tahun 2010 . sasaran dan tujuan bagi aparatur KUA dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan. Dengan melaksanakan Rencana Strategis ini sangat diperlukan partisipasi.2014.

MM NIP. karena secara substansial merupakan pencerminan peningkatan pelayanan yang memang dibutuhkan oleh stakeholders sesuai dengan visi dan misi yang ingin dicapai. Jepara. Akhir kata semoga Rencana Strategis KUA Kec.kegiatan yang telah disusun. 19690902 199503 1 001 . Ahmad Said. Dengan demikian Rencana Strategis ini nantinya bukan hanya sebagai dokumen administrasi saja.Ag. Pecangaan Kabupaten Jepara ini dapat diimplementasikan dengan baik sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah ditetapkan secara konsisten dalam rangka mendukung terwujudnya good governance. S. 2 Januari 2012 Kepala KUA Kecamatan Pecangaan H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful