P. 1
Pengertian Fakta Empiris

Pengertian Fakta Empiris

|Views: 2,042|Likes:
Published by YukeDwiPangestu

More info:

Published by: YukeDwiPangestu on Apr 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2014

pdf

text

original

Pengertian Fakta Empiris

Objek Filsafat fakta-fakta yang ada. Dan cara untuk membicarkan fakta-fakta tersebut yaitu : Mengajukan kritik terhadap makna suatu fakta Menarik kesimpulan umum dari fakta tersebut ... empiris. Obyek material filsafat mencakup tiga masalah pokok yaitu, Tuhan, alam semesta dan manusia. ” Keluasan ” ini hanya dibatasi oleh cakrawala pemikiran terhadap permasalahan yang tampak. Obyek Formal Filsafat Adalah penyelidikan yang mendalam mengenai hakikat terdalam / substansi / esensi / intisari. Arti mendalam di sini ialah ingin tahu tentang obyek yang tidak empiris. Penelitian filsafat terletak pada daerah tidak dapat diriset, tetapi dapat dipikirkan secara logis. Jadi, sains meny ... Pada umumnya ilmu memiliki dua objek, yaitu objek material (material object) dan objek formal (formal object). Objek material yaitu objeklapangan yang dilihat secara keseluruhannya (manusia, hewan, alam, dan sebagainya). Sedangkan objek formal yaitu objeklapangan jika dipandang dari suatu aspeksudut tertentu saja atau hakekat terdalam.Obyek Material FilsafatIsi filsafat ditentukan oleh obyek apa yang dipikirkan. Obyek mengenai penyelidikan terhadap segala yang ada dan mungkin ada disebut obyek material filsafat. Menurut (Dardiri, 198613), Ada dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu Tipikalsungguh ada dalam kenyataan (misal meja yang tampak nyata, sekarang ada di sini)Ada dalam kemungkinan (misal ayam dari telur, bunga dari bibitnyaDalam pikiran konsep (misal angka)Sebenarnya obyek material filsafat mempunyai banyak kesamaan dengan obyek material sains, namun obyek material filsafat lebih luas karena obyek ini menyelidiki hal-hal yang bersifat abstrak dan ini tidak dapat diteliti oleh obyek material sains yang bersifat empiris. Obyek material filsafat mencakup tiga masalah pokok yaitu, Tuhan, alam semesta dan manusia. Keluasan ini hanya dibatasi oleh cakrawala pemikiran terhadap permasalahan yang tampak.Obyek Formal FilsafatAdalah penyelidikan yang mendalam mengenai hakikat terdalam substansi esensi intisari. Arti mendalam di sini ialah ingin tahu tentang obyek yang tidak empiris. Penelitian filsafat terletak pada daerah tidak dapat diriset, tetapi dapat dipikirkan secara logis. Jadi, ... Read Article Ciri Persoalan Filsafat fakta Meskipun obyek-obyek filsafat berkaitan dengan fakta yang ada dan penggolongan fakta-fakta tersebut menentukan jenis persoalan filsafat serta sumber munculnya berbagai aliran dan pencabangan filsafat, namun persoalan filsafat ini sendiri lebih bersifat spekulatif dan melampaui batas penngetahuan ilmiah. Contoh : Apakah yang menimbulkan hujan, materi / bukan materi ? bagaimana asal muara waktu itu ?. Bersangkutan dengan nilai Nilai adalah kualitas abstrak yang ada pada suatu hal. Keban ... Yang membedakan antara persoalan filsafat dan non filsafat adalah materi dan ruang lingkupnya. Adapun ciri persoalan filsafat sebagai berikut Bersifat sangat umumPersoalan filsafat tidak berkaitan dengan objek-objek khusus, tetapi pada hal-hal umum yang sebagian besar berkaitan dengan pemikiran ide besar dan mendalam. Contoh Apakah hakikat manusia itu , apakah hakikat dari kebenaran Dan sebagainya.Tidak menyangkut faktaMeskipun obyek-obyek filsafat berkaitan dengan fakta yang ada dan penggolongan fakta-fakta tersebut menentukan jenis persoalan filsafat serta sumber munculnya berbagai aliran dan pencabangan filsafat, namun persoalan filsafat ini sendiri lebih bersifat spekulatif dan melampaui batas penngetahuan ilmiah. Contoh Apakah yang menimbulkan hujan, materi bukan materi bagaimana asal muara waktu itu .Bersangkutan dengan nilaiNilai adalah kualitas abstrak yang ada pada suatu hal. Kebanyakan persoalan filsafat berkaitan dengan hakikat nilai yang terdalam, meliputi nilai moral, estetis (keindahan), agama, dan sosial.Bersifat kritisArtinya filsafat tidak menerima begitu saja suatu konsep pemikiran, namun terlebih dahulu melakukan penyelidikan secara kritis terhadapnya.Bersifat sinoptikPersoalan filsafat mencakup struktur kenyataan secara menyeluruh. Dalam memahami manusia, filsafat mengkaji segala sesuatu yang berkaitan dengannya, mulai dari kejiwaan, sifat, tingkah laku manusia sebagai makhluk individu, sosial, dan sebagainya.Bersifat implikatifYaitu setiap persoalan akan selalu berkaitan. Bila suatu persoalan itu dapat dijawab, maka akan timbul pertanyaan baru yang juga

1/2

Read Article 2/2 ...masih .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->