Mengukur adalah proses membandingkan ukuran suatu benda dengan ukuran benda lain.

Dari proses yang kelihatan sederhana tersebut ternyata banyak sekali hal yang kemudian dapat dipahami dan dibuat. Anda tentu pernah melihat peta, bukan? Peta dapat diguankan sebagai alat

Bab yang akan dipelajari: 1. 2. 3. 4. Sifat Dasar Fisika Konversi dan Konsistensi Satuan Estimasi dan Orde Magnitudo Vektor, Penjumlahan Vektor dan Perkalian Vektor

navigasi. Dengan melihat sebuah peta kita dapat memperkirakan jarak satu tempat dari tempat lain tanpa harus mengukur langsung ke tempat tersebut.

Tujuan Pembelajaran:
1. Mengenal besaran fundamental mekanika dan satuannya. 2. Menetapkan dengan benar jumlah angka penting dalam perhitungan. 3. Menjelaskan perbedaan antara besaran vektor dan besaran skalar. 4. 5. Menjumlahkan vektor secara grafik Menentukan komponen vektor dan menggunakannya dalam perhitungan.

Setiap benda dapat diidentifikasi berdasarkan ukurannya. Ukuran suatu benda atau kuantitas fisis meliputi banyak aspek, misalnya panjang, berat, massa, volume dan lain sebagainya. Dalam bab ini kita akan mempelajari tentang pengukuran yang merupakan bagian fundamental dari bab-bab berikutnya.

6.

Menyelesaikan dua jenis perkalian vektor.

Rosari Saleh dan Sutarto

Rosari Saleh dan Sutarto

Cahaya mengandung besaran frekuensi dan panjang gelombang. 1–1 Sifat Dasar Fisika Fisika merupakan cabang ilmu pengetahuan yang pada dasarnya mempelajari perilaku besaran-besaran fisika. kecepatan. warna. akan memberikan pendapat yang berbeda tentang warna bunga tersebut. Respon otak kita Rosari Saleh dan Sutarto  . Di alam sekitar kita banyak sekali sesuatu yang dapat diukur. Konsep ini merupakan salah satu konsep fundamental di fisika. fluktuasi saham. misalnya jarak. misalnya. Anda akan dapat mengetahui berapa massa Anda. Ada juga orang-orang yang memiliki keterbatasan dalam membedakan warna-warna dengan gradasi yang berdekatan sehingga. Ada berbagai macam cara untuk menerangkan suatu benda atau kejadian di sekitar kita. tentu saja. Berbeda dengan. Fisika berkenaan dengan bagaimana memahami gejala alam dan menjelaskannya secara ilmiah dan pengukuran merupakan salah satu sarana penting yang digunakan untuk melakukannya. bukan berarti dalam mendeskripsikan gejala alam harus selalu menyatakannya dalam bentuk hasil pengukuran. berat badan. Walaupun demikian.Bab 1 Pengukuran | 3 Pengukuran merupakan salah satu bagian paling penting dari ilmu pengetahuan. Sebagai contoh. Dengan menggunakan alat penimbang berat badan. Panjang gelombang yang berbeda berkaitan dengan warna yang berbeda ketika sampai di mata kita. jumlah penduduk dan lain sebagainya. Setiap hari kita selalu bersinggungan dengan pengukuran. Secara umum. suhu dan sebagainya. bias jadi si A mengatakan bahwa warna bunga itu merah sedangkan si B mengatakan warna bunga tersebut merah pudar. kita sering melihat rambu-rambu penunjuk jalan yang mencantumkan jarak ke suatu tempat tertentu. Ketika berkendara di jalan raya. Misalnya ketika melihat warna bunga. Panjang gelombang cahaya membawa informasi salah satunya adalah warna cahaya tersebut. yang kedua-duanya dapat diukur dan bersifat objektif. tekanan darah. Yang dimaksud dengan besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dalam angka. waktu. Anda akan melihat alat-alat yang digunakan untuk mengukur tinggi badan. massa. berat badan. Ketika Anda masuk ke rumah sakit. Warna cenderung bersifat subjektif bagi setiap orang. pengukuran merupakan suatu konsep untuk mendeskripsikan alam di sekitar kita.

gaya. Besaran turunan jumlahnya lebih banyak dari besaran pokok. luas. atau tombak. volume. Hasil pengukuran keduaduanya sama-sama menghasilkan angka. kita harus menambahkan satuan setelah angka hasil pengukuran tersebut agar menjadi jelas jenis besaran apa yang sedang kita ukur. suhu. dan lain sebagainya. Hal ini memungkinkan untuk menyatakan besaran yang sama dengan satuan yang berbeda. komunikasi yang terjalin juga menjadi kurang praktis. panjang gelombang cahaya tidaklah bergantung pada respon otak yang bersifat individual tersebut. Namun karena dua besaran tersebut berbeda. masa jenis. Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. panjang dan waktu merupakan dimensi. Misalnya. Di samping itu. panjang. Perbedaan satuan tersebut kadang membuat bingung karena nilai standarnya terlalu banyak dan tidak diketahui secara pasti. kuat arus dan jumlah zat. Telah disebutkan bahwa hasil dari sebuah pengukuran dinyatakan dalam sebuah angka. Panjang gelombang cahaya bersifat objektif dan sama untuk semua orang. daya. Besaran pokok adalah besaran yang tidak diturunkan dari besaran lain antara lain massa. Contoh besaran turunan antara lain kecepatan. fisika berusaha menjelaskan hal-hal yang ada di alam dengan cara yang objektif dengan pengukuran. kaki. waktu. intensitas cahaya. Jarak dan massa adalah dua besaran yang berbeda. Sebagai contoh massa. Standardisasi tersebut meliputi penetapan satuan yang bersifat internasional yang berlaku universal dan konversi antar satuan. orang-orang menggunakan satuan tombak dan hasta untuk menyatakan jarak. berat. Oleh karena itulah. energi. Pada zaman kerajaan dulu. tinggi badan Anda dapat dinyatakan dalam meter. 1–2 Konversi dan Konsistensi Satuan Kuantitas fisika fundamental yang digunakan untuk menjelaskan besaran-besaran fisika adalah dimensi.4 | Bab 1 Pengukuran memberikan persepsi yang berbeda terhadap warna yang kita lihat. seiring dengan perkembangan zaman dibuatlah standardisasi satuan secara internasional. Orangorang di Inggris menggunakan satuan kaki (ft) untuk menyatakan jarak. Besaran fisika dibagi menjadi dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Ketika Anda mengukur massa suatu benda Anda Rosari Saleh dan Sutarto  . percepatan. Namun. Berkaitan dengan hal tersebut.

Dimensi volume merupakan hasil perkalian dari dimensi panjang. dimensi massa ditulis [M].3 m = 4. dimensi debit adalah [L][L][L]/[T] atau [L3][T-1] sedangkan dimensi luas adalah [L][L] atau [L2]. Jika Anda menjumlahkan hasil pengukuran tersebut maka Anda akan mendapatkan bahwa panjang total meja 2 m + 2. atau ons namun besaran yang Anda ukur tetap mempunyai besaran yang sama yaitu massa.Bab 1 Pengukuran | 5 dapat menyatakan hasil pengukuran tersebut dalam satuan kg. Demikian juga Rosari Saleh dan Sutarto  [ ][ ] [ ] [ ][ ] .3 m. Misalnya besaran kecepatan. Dimensi memiliki sifat perkalian dan pembagian tetapi tidak memiliki sifat penjumlahan dan pengurangan. Dimensi dari suatu besaran turunan dapat diidentifikasi melalui satuannya. besaran turunan memiliki dimensi yang diturunkan dari besaran pokok. Misalnya Anda membagi besaran debit dengan luas. Kecepatan didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh oleh suatu benda tiap satu satuan waktu. Besaran pokok memiliki dimensi tunggal. tahun. sedangkan dimensi panjang ditulis [L]. Anda dapat menyatakan waktu dalam satuan hari.3 meter. Yang dijumlahkan hanyalah angkanya saja bukan dimensinya. Dengan demikian dimensi kecepatan adalah [panjang]/[waktu] atau [L]/[T] = [L][T-1]. Dimensi hasil pengukuran yang Anda peroleh adalah tetap dimensi panjang dengan satuan meter. Volume merupakan besaran turunan dari panjang. Dimensi biasanya ditulis dalam tanda kurung persegi misalnya. Seperti kita ketahui bahwa m merupakan satuan untuk panjang sedangkan s merupakan satuan untuk waktu. Anda mendapatkan bahwa panjang meja pertama 2 meter sedangkan panjang meja kedua 2. dimensi waktu ditulis [T]. Dimensi dan satuan merupakan dua hal yang berbeda. Sesuai sifatnya. Dengan demikian hasil penjumlah dimensi kita peroleh [L] + [L] = [L] bukan [L] + [L] = 2 [L]. dekakde atau abad namun dimensi dari waktu tidak berubah. mg. Perhatikan bahwa debit memiliki satuan volume per sekon. Dimensi debit dibagi dimensi luas dengan demikian dapat dinyatakan sebagai berikut: [debit ] = [L3 ][T −1 ] [luas] [L2 ] ⎛ L3 ⎞ −1 =⎜ ⎜ L2 ⎟ ⎟T ⎝ ⎠ 1 = L T −1 → kecepatan Contoh berikutnya adalah misalnya Anda mengukur panjang sebuah meja. Demikian juga dengan waktu. Kecepatan memiliki satuan m/s.

Sama halnya Anda juga tidak dapat mengurangkan panjang dengan waktu. Analisis dimensi dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu persamaan benar atau tidak. Anda masih perlu berhati-hati.6 | Bab 1 Pengukuran dengan contoh berikut ini. Sebelum menggunakan persamaan tersebut Anda tentu ingin mengetahui apakah bentuk persamaan semacam itu konsisten secara dimensi atau tidak. Sebagai ilustrasi. Operasi perkalian dan pembagian dimensi adalah cara atau proses menurunkan besaran turunan dari besaran pokok. Dimensi barang tersebut tidak berubah sehingga dalam hal ini [L] – [L] = [L] bukan [L] – [L] = 0. Anda tidak dapat menjumlahkan berat dengan panjang karena dua dimensi tersebut berbeda. x = at [L] = [L2] [T] [L] = [L] → [L] ≠ [L] [T] [T] Kesimpulannya adalah persamaan x = at tidak benar. Agar persamaan tersebut menjadi benar maka dimensi [T] harus dieliminiasi sekali lagi atau dengan kata lain bentuk persamaan harus kita modifikasi menjadi x = at2. Karena Anda merasa lelah membawa beban seberat itu maka Anda memutuskan untuk mengurangi beban yang 80 kg. Selain sifat-sifat di atas terdapat satu sifat unik lainnya yaitu bahwa dua dimensi yang berbeda tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan. misalnya dua hari dikurangi 3 kg. Massa masingmasing beban adalah 80 kg dan 20 kg. a merupakan percepatan yang berdimensi [L][T-2] dan t adalah waktu yang memiliki dimensi [T]. Hanya saja. Seperti yang akan Anda saksikan pada Rosari Saleh dan Sutarto  [T ] . Beban yang Anda bawa sekarang adalah 100 kg – 80 kg = 20 kg. [T ] [L] = [L2] [T 2 ] [L] = [L] → benar Jadi bentuk persamaan berdasarkan analisis dimensi seharunya memiliki bentuk at2. Barang yang Anda bawa tetap memiliki dimensi massa. misalnya Anda ingin mengetahui jarak yang ditempuh oleh sebuah mobil dengan menggunakan persamaan x = at dimana x menyatakan jarak yang memiliki dimensi [L]. Dengan demikian. Pada suatu hari Anda membawa dua barang yang massa totalnya 100 kg.

Analisis satuan dapat kita gunakan untuk menentukan satuan suatu besaran fisis tertentu. analisis dimensi ini tetap berguna untuk mengecek konsistensi suatu persamaan. Seperti yang telah disinggung pada pendahuluan bab.Bab 1 Pengukuran | 7 bab berikutnya bahwa jarak x ≠ at2 melainkan x = ½at2 dimana ½ adalah konstanta tak berdimensi. ada satu syarat lagi yang harus dipenuhi ketika kita mengoperasikan besaran-besaran yang berbeda. Tetapi hasil pengukuran tersebut akan menjadi agak aneh karena Anda harus mengatakan pada penjual papan tulis bahwa Anda hendak membeli papan tulis yang luasnya 2 m x 100 inc atau papan tulis yang luasnya 200 m inc. ρ= m kg → 3 V m Jadi satuan massa jenis adalah kg/m3. Bisa saja hasil pengukuran tersebut dinyatakan dalam satuan meter dan inc. Menggabungkan beberapa satuan untuk mengekspresikan besaran yang sama kadang menjadi tidak efektif sehingga dalam prakteknya. Banyak persamaan-persamaan yang melibatkan bilangan-bilangan tak berdimensi lainnya. Anda tentu akan mengukur panjang dan lebar papan tulis tersebut sebelum beranjak ke toko. Analisis semacam itu sangat penting terutama untuk mengetahui satuan besaran-besaran yang belum kita ketahui sebelumnya. Kita ambil contoh. Secara dimensi. penggabungan beberapa satuan tidak melanggar asas dasar analisis dimensi seperti contoh berikut ini: Rosari Saleh dan Sutarto  . Selain harus memiliki dimensi yang sama. ρ. besaran yang sama dapat dinyatakan dalam satuan yang berbeda. Walaupun demikian Anda tentu akan memilih untuk menyatakan hasil pengukuran papan tulis tersebut dalam satuan yang sama misalnya setelah Anda ukur Anda memperoleh bahwa ukuran papan tulis tersebut adalah 2 m x 3 m sehingga luasnya 6 m2. dimana m V adalah massa (kg) sedangkan V adalah volume (m3). kita ingin menentukan satuan dari besaran massa jenis. m Massa jeis dicari dengan persamaan ρ = . Misalnya Anda mendapat tugas untuk membeli papan tulis. jika ada beberapa besaran yang diukur maka biasanya besaran-besaran tersebut dinyatakan dalam satuan yang sama. Aspek penting lainnya dari analisis satuan adalah ketika kita berurusan dengan beberapa besaran yang harus kita jumlahkan atau dikalikan. Namun demikian.

persamaan tersebut adalah benar namun secara satuan menjadi agak sedikit rumit karena satuan m dan cm memiliki orde pengukuran yang berbeda. Berdasarkan analisis satuan kita akan memperoleh: ⎛m⎞ ⎛ m ⎞ ⎛ m × cm ⎞ ⎜ ⎟ =⎜ ⎟ +⎜ ⎟ 2 ⎝s⎠ ⎝s⎠ ⎝ s ⎠ m 2 m 2 m × cm = 2 + s2 s s2 Sedangkan jika kita analisis secara dimensional. Kita dapat mengkonversi satuan jika kita mengetahui skala perbandingan antar satuan tersebut.8 | Bab 1 Pengukuran Kecepatan benda yang bergerak dengan percepatan dapat dinyatakan sebagai berikut: 2 v 2 = v0 + 2ax Misalnya satuan v kita nyatakan dalam m/s. nilai 1 inc = 2. kita peroleh: ⎛ L ⎞ ⎛ L ⎞ ⎛ L× L ⎞ ⎜ ⎟ =⎜ ⎟ +⎜ 2 ⎟ ⎝T⎠ ⎝T⎠ ⎝ T ⎠ 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 [L ] = [L ] + [L ] → benar [T ] [T ] [T ] Secara dimensi.5 kali skala pengukuran cm. Panjang meja ketika diukur dengan satuan cm adalah 300 cm sedangkan ketika diukur dengan satuan inc adalah sekitar 118 inc. Kedua satuan tersebut sama-sama dapat digunakan untuk menyatakan besaran panjang. Misalnya panjang sebuah benda a inc. Namun ketika dua satuan tersebut digunakan untuk menyatakan besaran panjang yang sama. kedua satuan tersebut menghasillkan nilai yang berbeda. Misalnya inc ke cm. Oleh karena itu maka perlu adanya penyetaraan satuan atau konversi satuan. misalnya panjang sebuah meja. Percepatan a dinyatakan dalam cm/s2 sedangkan x dinyatakan dalam m. jika kita ingin menyatakan hasil pengukuran dalam satuan yang sama maka salah satu dari dua satuan tersebut dikonversi ke dalam satuan yang lain. demikian juga untuk v0. Dengan kata lain. Jika kita ingin mengubah satuan panjang benda Rosari Saleh dan Sutarto  .54 cm. Setiap satuan memiliki skala pengukuran yang berbeda dengan satuan lainnya misalnya cm dan inc. Konversi satuan merupakan suatu cara yang digunakan untuk menyatakan besaran tertentu dalam satuan yang sama. Satuan inc memiliki skala pengukuran sekitar 2.

Pada saat melakukan pengolahan data kita sering dihadapkan dengan jenis data numeric eksak dan non eksak. Ketika kita harus menganalisis data yang bersifat non eksak.54a cm 2. Data numeric non eksak diperoleh dari hasil pengukuran. Ketidakpastian sistemik merupakan kesalahan yang muncul secara berulang sehingga walaupun dilakukan pengukuran secara berulang malah tidak mendekatkan hasil pengukuran ke nilai sebenarnya. Data tersebut biasanya memiliki derajat error ketidakpastian tertentu.Bab 1 Pengukuran | 9 tersebut dari inc ke cm maka kita gunakan kesebandingan berikut ini: cm b = inc a b = a inc × cm cm → = 2. Ketidakpsatian sistemik biasanya disebabkan oleh presisi alat ukur yang selalu berubah setiap kali dilakukan pengukuran. Rosari Saleh dan Sutarto  . Ketidakpastian hasil pengukuran ada dua macam yaitu ketidapastian acak dan sistemik. error dari hasil pengukuran biasanya terus terbawa dalam perhitungan.54 pada persamaan di atas disebut dengan faktor konversi skala. Beberapa hal yang menyebabkan munculnya ketidakpastian salah satunya adalah tidak ada alat ukur yang benar-benar teliti. Ketidakpastian acak ini dapat diminimalisir dengan cara melakukan pengukuran secara berulang-ulang sehingga menghasilkan nilai rata-rata yang makin dekat dengan nilai sebenarnya. Angka-angka termasuk dalamkategori data eksak misalnya angka 16 atau 100 yang digunakan untuk menghitung presentase suatu bilangan. Ketidakpastian acak adalah jenis ketidakpastian yang tidak menunjukkan pola keteraturan dari satu pengukuran ke pengukuran lainnya. Ketidakpastian selalu muncul dalam setiap pengukuran.54 inc inc b = 2. Data numeric eksak adalah jenis data yang tidak memiliki error ketidakpastian. Salah satu cara untuk mengurangi kesalahan sistemik adalah dengan melakukan kalibrasi secara rutin pada setiap pengukuran. Satuan hanya dapat dikonversi menjadi satuan yang lain asalkan besaran yang dinyatakan oleh satuan tersebut adalah sama.54 × a cm b = 2.

1 x 10-5 atau 161 x 10-4. Dari proses pengukuran hingga mencapai kesimpulan terdapat proses-proses dimana ketidakpastian dari hasil pengukuran terus terbawa.1 cm sedangkan dengan alat ukur kedua Anda memperoleh hasil sebesar 16.00000161 memiliki tiga angka penting. Untuk mencapai tujuan tersebut kita melakukan sejumlah perhitungan matematis. Dengan menggunakan alat ukur pertama Anda memperoleh data hasil pengukuran sebesar 16. Ketidakpastian yang terjadi secara beruntun tersebut dikenal dengan ketidakpastian gabungan. Salah satu metode yang digunakan untuk memperkirakan ketidakpastian adalah dengan menggunakan prosedur angka penting.12 cm masing-masing memiliki tiga dan empat angka penting. Contoh: 0. semua angka nol sebelum angka bukan nol bukan termasuk angka penting. kita sering dibingungkan dengan angka-angka yang memiliki jumlah sangat banyak dan melibatkan angka nol. Dari data hasi pengukuran tersebut kita katakana bahwa alat ukur kedua lebih akurat dibanding alat ukur pertama. Dalam penerapannya. Angka nol di antara dua angka bukan nol merupakan angka penting. Rosari Saleh dan Sutarto  . Angka penting didefinisikan sebagai angka yang diketahui secara pasti ditambah satu angka yang tidak pasti. Ketidak pastian yang dihasilkan dari proses perhitungan matematis dapat diminimalisir dengan metode statistic. dan 1 sehingga kita simpulkan bahwa angka 0. Misalnya. Angka tersebut dapat ditulis ulang menjadi 1. Satu set angka hasil pengukuran merupakan angka yang langsung dibaca dari alat ukur ditambah dengan skala terkecil pada alat ukur yang kita gunakan. antara lain: 1. pada suatu pengukuran Anda menggunakan dua alat ukur berbeda dan mendapatkan hasil pengukuran yang berbeda pula. Terdapat beberapa aturan yang digunakan untuk mengetahui angka penting dari satu set bilangan hasil pengukuran atau hasil perhitungan.12 cm.1 cm dan 16. 6. Pada penulisan angka tersebut hanya tiga angka yang selalu muncul yaitu 1. Lima angka nol sebelum angka 1 adalah bukan angka penting. Contoh: 201 memiliki tiga angka 2. Keakuratan dari suatu pengukuran bergantung pada seberapa teliti alat ukur yang digunakan.61 x 10-6 atau 16.00000161. Angka hasil pengukuran 16.10 | Bab 1 Pengukuran Setelah melakukan pengukuran kita ingin mengetahui bagaimana hasil pengukuran tersebut apakah sesuai dengan standar atau tidak. Untuk bilangan decimal lebih kecil dari satu.

Angka nol di antara 2 dan 1 termasuk angka penting. 4. Demikian juga dengan nilai π. Orde magnitudo dengan demikian merupakan cara lain untuk Rosari Saleh dan Sutarto  . Dalam batasan-batasan tertentu pembulatan tersebut lebih mempermudah pekerjaan dan hasilnya tetap valid. 3. Nilai π dalam bentuk pecahan adalah 22/7 dan jika ditulis dalam bentuk decimal 3.1428571 … Jika angka tersebut dituliskan secara eksak. Semua angka bukan nol termasuk angka penting. kita ingin menghitung luas suatu lingkaran yang memiliki jari-jari 9. kita bebas mengambil pendekatan berapapun asalkan masih dalam batasan-batasan nilai yang mungkin. maka justru akan mempersulit perhitungan. Nilai π dapat kita dekati dengan 3 saja sehingga luas lingkaran tersebut adalah: A = πr2 ≅ 3 x (102) A = 300 m2 Aturan angka penting tidak berlaku dalam perhitungan yang menggunakan pendekatan atau estimasi karena hasil yang dikehendaki bukan hasil perhitungan eksak melainkan hanya perkiraan saja. Estimasi salah satunya bertujuan untuk mempermudah perhitungan dan memperoleh deskripsi kualitatif terhadap suatu besaran fisika. Menghadapi kasus semacam itu kita sering menuliskan hasil perhitungan tersebut dalam angka yang bersifat pembulatan.Bab 1 Pengukuran | 11 penting.8 m. Orde magnitudo adalah suatu cara untuk menuliskan bilangan dalam notasi sepuluh pangkat atau a x 10n yang mana merupakan bilangan biasa dan n menyatakan orde pangkat. artinya seluruh nilai di belakang koma diikut sertakan dalam perhitungan. Jari-jari lingkaran dapat kita bulatkan nilainya menjadi 10 m. Dalam melakukan estimasi. Menuliskan bilangan dalam notasi x 10n berarti menuliskan suatu bilangan dengan 10 pangkat yang paling dekat dengan nilai aktual dari bilangan tersebut. Sebagai contoh. Bilangan asli yang diakhiri dengan angka nol harus ditulis dalam notasi ilmiah. 1–3 Estimasi dan Orde Magnitudo Pada saat melakukan perhitungan kadang kita memperoleh angka-angka pecahan yang sulit dan panjang.

Penjumlahan Vektor dan Perkalian Vektor Pada suatu hari Anda ditanya oleh seseorang dimana letak masjid yang ada di Universitas Indonesia.12 | Bab 1 Pengukuran melakukan pendekatan terhadap suatu bilangan tertentu. Contoh lainnya adalah jari-jari bumi 6. Besaran skalar contohnya antara lain massa. Dalam fisika. Jika terdapat suatu bilangan 102 maka kita dapat memperkirakan bahwa bilangan tersebut memiliki nilai aktual antara 1 x 102 dan 10 x 102. 100 m ke arah mana? Anda perlu menambahkan satu informasi lagi yaitu arah letak masjid dari posisi Anda pada saat itu.8 m dapat kita dekati dengan 10 m. Namun demikian. Besaran vektor dapat dituliskan dengan huruf kapital tebal. kecepatan. contoh vektor A dituliskan A. Sebagai contoh. berat. Ini berarti jari-jari bumi berada dalam orde 104 km. Dalam penulisan x 10n maka bilangan tersebut menjadi 1 x 101 m atau 101 m saja. jari-jari lingkaran 9. Hasil perhitungan dengan cara orde magnitudo ini tentu saja hanya bersifat pendekatan. Ada juga yang Rosari Saleh dan Sutarto  . volume. Orang tersebut pasti akan bingung karena informasi yang Anda berikan kurang lengkap. besaran dibedakan menjadi dua macam yaitu besaran vektor dan skalar. percepatan. penulisan dengan prosedur ini sangat powerfull. Besaran vektor contohnya antara lain posisi.4 x 103 km dapat kita dekati nilainya menjadi 6. gaya. Walaupun demikian tidak semua hal perlu kita jelaskan dengan sangat rinci. Biasanya prefik atau bilangan sebelum x 10n selalu di antara 1 dan 10 sehingga kita selalu dapat memperkirakan nilai suatu bilangan yang dinyatakan dalam metode tersebut. Anda menjawab pertanyaan orang itu dengan menyebutkan bahwa masjid tersebut berada pada jarak 100 m dari posisi dimana Anda berada pada saat itu. Hal-hal dimana kita harus menjelaskan sesuatu dengan memberikan beberapa informasi sekaligus sehingga apa yang ingin kita jelaskan dimengerti oleh orang lain. Besaran vektor dan skalar memiliki notasi penulisan yang berbeda. dan lain sebagainya. waktu. Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah sedangkan besaran skalar adalah besaran yang hanya memiliki nilai saja. jarak. 1 – 4 Vektor.4 ≅ 10 sehingga jari-jari bumi adalah 104 km. Kita sering bersinggungan dengan hal-hal semacam itu dalam kehidupan sehari-hari. Arti dari bilangan 101 adalah bahwa besar jari-jari lingkaran tersebut berada dalam orde 10 m. dan lain-lain.

Dua buah vektor dikatakan sama jika komponen dua vektor tersebut sama. a A A Gambar 1. dan z memiliki vektor satuan yang saling ˆ . Komponen vektor Ax K sama dengan proyeksi vektor A pada sumbu x. Dalam notasi K seperti itu. Vektor satuan atau unit vektor memiliki besar 1. K K Sebuah vektor A memiliki besar A = A dan arahnya  didefinisikan oleh vektor satuan a dimana: K K ˆA A=a ˆA =a A K ˆA A=a ˆ =1. y. a dan arahnya didefinisikan sebagai berikut: K K A A ˆ= K = a A A ˆ =1 a ˆA memiliki Gambar 1. Rosari Saleh dan Sutarto  . tegak lurus satu sama lain dan dituliskan sebagai x K ˆ . Ay dan Az menyatakan komponen vektor pada masing-masing sumbu koordinat. Besaran vektor memiliki beberapa sifat antara lain dapat dijumlahkan dan dapat dikali sesama vektor. Cara penulisan lainnya antara lain C .1 menunjukkan ilustrasi dari suatu besaran vektor yang dinyatakan secara grafis. Dalam koordinat kartesian. contoh vektor B dituliskan B . besar vektor A didefinisikan sebagai berikut. sebuah vektor didefinisikan dalam koordinat x. demikian juga dengan besar dan arahnya. Koordinat x. dan z dimana koordinat tersebut mencirikan arah vektor. demikian juga dengan komponen vektor Ay dan Az.Bab 1 Pengukuran | 13 menuliskan besaran vektor dengan menambahkan tanda strip panah di atas huruf kapital tebal. y. Vektor dapat juga dituliskan dengan huruf kecil misalnya K a .1 Vektor A = a K K besar A = A dan unit vektor K K A A ˆ= K = . Dua vektor dapat dijumlahkan jika dimensi vektor tersebut sama. Besaran vektor juga dapat dioperasikan dengan bilangan biasa tetapi hanya dapat membagi atau mengali saja. bilangan biasa tidak dapat ditambahkan atau dikurangkan dengan vektor. tentu saja akan lebih praktis lagi jika satuannya juga disamakan terlebih dulu.  y ˆ. Secara umum vektor A dapat dinyatakan dalam dan   z koordinat kartesian sebagai berikut: K ˆ + Ay y ˆ + Az z ˆ A = Ax x Dimana Ax.

Memiliki arah yang sama berarti memiliki vektor satuan yang sama. Dua vektor tersebut menjadi identik hanya jika keduanya saling tumpang tindih satu sama lain. Ay. Dua vektor yang sama bukan berarti dua vektor tersebut identik. 85). Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. dua vektor dikatakan sama jika memiliki besar dan arah yang sama. Perhatikan dua vektor berikut ini: K ˆA A=a ˆ + Ay y ˆ + Az z ˆ = Ax x   K ˆB B=b ˆ + By y ˆ + Bz z ˆ = Bx x G G G G Vektor A dikatakan sama dengan vektor B jika A = B ˆ yang dengan sendirinya mensyaratkan bahwa Ax ˆ= b dan a = Bx. dua vektor sejajar yang tidak saling tumpang tindih. disamping syarat besar dan arah yang sama harus dipenuhi pula. Vektor satuan dari vektor A adalah: K A ˆ= a A ˆ + Ay y ˆ + Az z ˆ Ax x = 2 2 Ax + Ay + Az2 Dalam penerapannya.14 | Bab 1 Pengukuran K A= A = 2 2 Ax + Ay + Az2 K Karena besar vektor A adalah skalar yang bernilai positif maka nilai akar di atas diambil hanya komponen positifnya K saja. 12 menyatakan komponen vektor pada arah y sedangkan 85 menyatakan komponen vektor pada arah z. Misalnya vektor A = (16. biasanya penulisan vektor kadang K tidak perlu menyertakan vektor satuan seperti A = (Ax. 12. K Az). memiliki besar dan arah yang sama dikatakan bahwa dua vektor tersebut sama. Ay = By dan Az = Bz. Pada sistem koordinat kartesian. 1–4–1 Penjumlahan dan Pengurangan Vektor G G K Jumlah dua buah vektor A dan B adalah vektor C dimana: G G G G K C = A + B = B + A Rosari Saleh dan Sutarto  . 16 merupakan komponen vektor pada arah x.

Perhatikan contoh berikut ini: G G C = ηD ˆ ηD =a ˆ η D x + ηD y + η D y =a ˆ + ηD y y ˆ + ηD y z ˆ = ηD x x ( ( ) ) Rosari Saleh dan Sutarto  .Bab 1 Pengukuran | 15 Secara aljabar. Untuk jumlah vektor yang banyak lebih mudah menjumlahkan dengan metode aljabar. Perkalian tersebut menghasilkan vektor. suatu bilangan dikalikan dengan komponen vektor saja. Perkalian biasa adalah perkalian vektor dengan suatu bilangan riil. G G K G K D = A − B = A + (− B) ˆ + Ay y ˆ + Az z ˆ + − Bx x ˆ + By y ˆ + Bz z ˆ = Ax x x y z x y z ( ) [ ( )] ˆ+A y ˆ+Az ˆ ) + (− B x ˆ −B y ˆ −B z ˆ) = (A x ˆ + (A − B )y ˆ + ( A − B )z ˆ = ( A − B )x x x y y z z 1–4–2 Perkalian Vektor Ada tiga macam perkalian vektor yaitu perkalian biasa. Hal ini berarti perkalian biasa dapat kita interpretasikan sebagai suatu cara untuk memperbesar. cara menjumlahkan dua vektor atau lebih adalah dengan menjumlahkan komponen vektor pada setiap vektor satuan yang sesuai. A – B = A + (– G B ). Penjumlahan vektor secara grafik lebih efektif jika jumlah vektor yang dioperasikan jumlahnya sedikit. Pada perkalian biasa. perkalian dot (skalar). Contoh. memperkecil atau membalik suatu vektor. Pengurangan vektor pada dasarnya sama G G G dengan penjumlahan vektor. Kompleksitas makin bertambah jika jumlah vektor yang harus ditambahkan banyak.2 Penjumlahan vektor A + B dengan cara grafik.  Dengan cara grafik penjumlahan vektor tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.2. dan perkalian cross (vektor). G ˆ + Ay y ˆ + Az z ˆ A = Ax x G ˆ + By y ˆ + Bz z ˆ B = Bx x K Maka vektor C adalah: G K G C=A+B ˆ + Ay y ˆ + Az z ˆ + Bx x ˆ + By y ˆ + Bz z ˆ = Ax x ˆ + Ay + B y y ˆ + ( Az + B z )z ˆ = ( Ax + B x )x ( ( ) ( ) ) Gambar 1.

Az) dan vektor B didefinisikan G G G sebagai B = (Bx. lebih kecil atau K berkebalikan dengan vektor D . Hasil perkalian dot adalah selalu lebih kecil atau sama dengan dibanding perkalian besar masingmasing vektor. Perkalian dot menghasilkan skalar positif jika sudut 00 < θAB < 900 dan menghasilkan skalar negatif jika 900 < θAB < 1800. G Nilai A cos θAB menunjukkan nilai proyeksi vektor A G pada B . bergantung pada nilai η. Dua vektor G G yang dikalikan secara dot dinotasikan dengan A • B .16 | Bab 1 Pengukuran K bertanda apa saja sehingga vektor C dapat memiliki komponen vektor yang lebih besar. Ketika sudut θAB = 900 hasil perkalian dot adalah nol dan pada keadaan seperti itu dua vektor tersebut dikatakan orthogonal. Perkalian dot menghasilkan besaran skalar. sebaliknya nilai B cos θAB menunjukkan nilai G G G proyeksi vektor B pada A . Jika vektor A didefisikan G G sebagai A = (Ax. G G A • B = AB cos θ AB Dimana θAB menunjukkan sudut yang diapit oleh vektor G G A dan B . G G dibaca A dot B . y ˆ. Bz) maka A • B dapat juga dihitung dengan cara: G G ˆ + Ay y ˆ + Az z ˆ • Bx x ˆ + By y ˆ + Bz z ˆ A • B = Ax x ˆ • Bx x ˆ + By y ˆ + Bz z ˆ + Ay y ˆ • Bx x ˆ + By y ˆ + Bz z ˆ = Ax x z x y z ( ˆ • (B x ˆ+B +Az ( ) ˆ+B z ˆ) y ) ( ( ) ) = Ax B x + Ay B y + Az B z ˆ. z ˆ memiliki sifat perkalian dot sebagai Vektor satuan x berikut: ˆ •x ˆ =y ˆ •y ˆ =z ˆ •z ˆ = 1 → θ AB = 0 → cosθ AB = 1 x ˆ •y ˆ=y ˆ •z ˆ=z ˆ•x ˆ = 0 → θ AB = 90 0 → cosθ AB = 0 x Perkalian dot memenuhi sifat komutatif dan distributive: G G G G A•B = B•A G G G G G K K A • (B + C) = A • B + A • C Rosari Saleh dan Sutarto  . Ay. Perkalian dot maksimum ketika sudut apit antara dua vektor tersebut 00. By. η adalah bilangan riil yang dapat bernilai berapa saja dan Perkalian dot disimbolkan dengan tanda •.

Perkalian cross menghasilkan besaran vektor. Perhatikan bahwa perkalian cross bergantung pada nilai sin θAB dimana jika θAB = 0 0 maka hasil perkalian dua vektor tersebut adalah nol. Nilai perkalian akan maksimum jika sudut apit antara kedua vektor adalah 900. Perkalian cross didefinisikan sebagai berikut: K K ˆ AB sin θ AB A×B = n Dimana θAB menunjukkan sudut yang diapit oleh vektor G G A dan B . Tidak seperti halnya perkalian dot.Bab 1 Pengukuran | 17 Jika suatu vektor di-dot-kan dengan dirinya sendiri maka kita peorleh: G G G2 A • A = A = A2 Jika dua buah vektor diketahui maka sudut yang mengapit keduanya dapat ditentukan yaitu: G K A•B = cos ⎢ G G K K ⎢⎛ ⎟ B•B ⎜ A•A⎞ ⎠ ⎣⎝ G K ⎡ ⎤ A•B = cos −1 ⎢ G K ⎥ ⎢AB⎥ ⎣ ⎦ −1 ⎢ ⎡ θ AB ( ) ⎤ ⎥ ⎥ ⎥ ⎦ 1–4–3 Perkalian Cross Perkalian cross dinotasikan dengan tanda × dan jika G G vektor A dikalikan secara cross dengan vektor B maka G G G dituliskan dengan A x B . perkalian cross memiliki sifat yang cukup unik antara lain: Sifat Anti komutatif G G G G A x B =– B x A - Sifat distributif G G G G G K K A x (B + C) = A x B + A x C - Aturan siklik G G G G G G K K K A • (B x C) = B • (C x A ) = C • (A x B) - Aturan BAC – CAB Rosari Saleh dan Sutarto  . Notasi tersebut dibaca “ A kros G B ”.

Ay B x z ˆ . Bz) G G maka A x B dapat juga dihitung dengan cara: G K ˆ + Ay y ˆ + Az z ˆ × Bx x ˆ + By y ˆ + Bz z ˆ A × B = Ax x ( = (A B y z ˆ + ( Az B x .Az B x )y ˆ + Ax B y . Ay. By. Az) dan vektor B = (Bx.Az B y x ) ) ( ( ) ) Hasil perkalian semacam itu dapat juga kita hitung dengan determinan matrik: ˆ x G K A × B = Ax ˆ y ˆ z Ay By Az Bz Bx   Rosari Saleh dan Sutarto  .18 | Bab 1 Pengukuran G G G G G K K K G A x B x C = B (A • C) – C (A • B) Aturan siklik juga berlaku untuk vektor satuan antara lain: ˆ ×x ˆ =y ˆ×y ˆ =z ˆ×z ˆ = 0 → θ AB = 0 → sin θ AB = 0 x ˆ ×y ˆ =z ˆ x ˆ ×z ˆ=x ˆ y ˆ×x ˆ =y ˆ z G G Jika vektor A = (Ax.

  unit vektor  a A A Gambar  Sumber Dokumentasi Penulis  Gambar  1.      .1  Vektor  A   =  a K K A A ˆ = K = .muara.ui.2  Penjumlahan  vektor  A  +  B  dengan  cara  Dokumentasi Penulis  grafik.edu K K ˆA   memiliki  besar  A  =  A   dan  Gambar  1.Lampiran Referensi Gambar Bab 1  Pengukuran  Gambar Cover Bab 1 Pengukran  Sumber: http://www.

H. Inc. J. 2005. Fishbane. R. Sears and Zemanky’s University Physics with Modern Physics. Greg.R. 1997. J. P. D. and Rutherford.com. and Mosca. Dick. Physics For Scientist and Engineers: Extended Version. Physics 2000. R. 7th Edition.com. Walker. Published by Grant W. USA: Harcourt Brace College Publisher. 12th Edition. Chichester. United State of America: Brooks/Cole Publisher Co. D. Dick.. G. Vibrations and Waves. Pain. Greg. et. Canada: McGraw-Hill Ryerson. John Wiley & Sons Ltd. Tipler. 2005. Pearson Education Inc. Mason.lightandmatter.A and Faughn. New Hampshire 03750. New Jersey: Prentice Hall.M. Newtonian Physics. 2005. 2002. G.. Halliday. Freedman.lightandmatter. G. Freeman & Company.W.. Springer-Verlag New York. 1st Edition. Mason. 7th Edition. Physics for Scientist and Engineers. Crowell. 6th Edition. England. Inc. Etna. Free Download at: http://www. Southern Gate. Cassidy.M. Free Download at: http://www.H. 5th Edition. 2005. P. . The Atrium. Physics 11.T. et. 2003. 2006.al. B. R. Holton. Moose Mountain Digital Press.al. Brigham Young University Press. 3rd Edition. 1999. Crowell. 2001. 1st Edition. The Physics of Vibrations and Waves. John-Willey and Sons. Huggins. J. J.J. B. Free Download at: http://www. and Thorne. Physical Science Concept.. College Physics.A. Physics for Scientists and Engineers with Modern Physics. 2000. 2nd Edition.com. W. 6th Edition. J. 2001. 2005. et. Griffen. Crowell. Young. 2008.al. Fundamental of Physics. Serway. Understanding Physics..Daftar Pustaka Serway. E. Inc.lightandmatter. Merril. West Sussex PO19 8SQ. and Jewet..J.. Physics 12..S. Canada: McGraw-Hill Ryerson.A. B. Conservations Law.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful