Land Clearing

Ir. Awang Suwandhi, M.Sc.

LAND CLEARING
1. PENDAHULUAN
Tahapan pekerjaan penambangan umumnya diawali dengan mempersiapkan lahan, yaitu mulai dari pemotongan pepohonan hutan, pembabatan sampai ke pembakaran hasilnya, yang dinamakan land clearing. Jadi land clearing dapat diartikan sebagai suatu aktivitas pembersihan material hutan yang meliputi pepohonan, hutan belukar sampai alang-alang. Pekerjaan land clearing ini pada kenyataannya tidak terbatas pada penambangan saja, tetapi juga meliputi persiapan lahan yang akan dimanfaatkan untuk lokasi pemukiman, perkantoran, pabrik pengolahan, lapangan terbang dan jalur jalan raya. Intensitas pekerjaan land clearing sangat dipengaruhi oleh kondisi alami daerah dan lahan yang akan dimanfaatkan. Kadang-kadang persiapan lahan cukup hanya dengan membersihkan semak belukar saja kemudian membakarnya. Namun, apabila di daerah tersebut curah hujan cukup tinggi, maka dengan menggunakan alat yang berkemampuan sama, jadwal land clearing di lokasi tersebut akan lebih panjang dibanding lokasi yang kecil curah hujannya.

2. VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PEKERJAAN LAND CLEARING
Keberhasilan pekerjaan land clearing harus mempertimbangkan beberapa variabel, antara lain: a) PEPOHONAN YANG TUMBUH: Faktor yang mempengaruhi produksi dan biaya a.l: jumlah pohon, ukuran pohon, kerapatan antar pohon, struktur akar, tanaman yang merambat di pohon, dan semak belukar. Faktor ini dinyatakan dalam “tree count” b) KONDISI DAN DAYA DUKUNG TANAH : Faktor yang mempengaruhi operasi adalah kedalaman tanah pucuk, tipe tanah, kadar air dlm tanah, dan hadir-tidaknya batuan dan krikil, c) TOPOGRAFI: Kemiringan lembah yang curam, parit, daerah rawa, boulder, dan sungai semuanya sangat mempengaruhi kinerja alat di atas normal d) HUJAN DAN PERUBAHAN CUACA: Sebenarnya seluruh fase land clearing mulai dari penebangan sampai pembakaran dipengaruhi oleh derajat perubahan cuaca

e)

SPESIFIKASI PEKERJAAN: Yang perlu dicatat adalah persentase pekerjaan yang sudah selesai, luas area, jadwal, cara pembuangan sampah penebangan, konservasi

Diklat Perencanaan Tambang Terbuka Unisba, 30 Agustus s.d 07 September 2004

1

95 x 0. Diklat Perencanaan Tambang Terbuka Unisba. Awang Suwandhi. M. a) Volume pekerjaan: Mencakup luas area dan jadwal yang disediakan. DATA YANG DIPERLUKAN DALAM PEKERJAAN LAND CLEARING Data yang diperlukan untuk menganalisis produksi. Untuk selanjutnya pembahasan akan fokuskan pada masalah teknis dan tidak akan menyinggung masalah biaya. 3. kebutuhan alat dan akhirnya ke biaya meliputi: (1) spesifikasi pekerjaan (proyek). felling. Efisiensi kerja mencakup: Kesediaan alat Kecakapan operator Efisiensi waktu kerja : misalnya 95% : misalnya 75% : misalnya 83% Jadi total Efisiensi Kerja = 0. lingkup pekerjaan dan tingkat pekerjaan.d 07 September 2004 2 . misalnya dari 183 hari kalender menjadi hanya 150 hari kerja tanpa hambatan hujan. Curah hujan di lokasi setempat harus diper-hitungkan agar waktu kerja tanpa hambatan hujan diketahui. piling.75 x 0. Ö Efisiensi kerja di lapangan diestimasi dengan mempertim-bangkan pengalaman terdahulu atau mencari informasi dari proyek lain yang sejenis.83 = 0.59 = 59% b) Lingkup pekerjaan: Meliputi underbrushing. Ö Underburshing adalah pembabatan pepohonan yang berdiameter sampai maksimum 30 cm. Biasanya disertakan persyaratan. (2) kondisi lapangan dan (3) biaya alat (beli atau sewa). burning dan harrowing. Tujuannya untuk mempermudah operasi penumbangan pohonpohon yang berdiameter lebih besar Ö Felling adalah pemotongan dan penumbangan pohon yang berdiameter lebih besar dari 30 cm.Land Clearing Ir. dan faktor lain yang mempengaruhi cara pengerjaan land clearing maupun pemilihan alat. (1) SPESIFIKASI PEKERJAAN Dalam spesifikasi proyek akan diperoleh data tentang volume pekerjaan. Misalnya dijumpai bahwa volume pekerjaan sebagai berikut: Ö Lahan yang harus dibuka mencakup area seluas 3000 ha Ö Waktu yang dijadwalkan mulai dari April sampai September.Sc. misalnya pohon ditumbangkan berikut akar/tunggulnya dengan tetap menjaga kualitas top soil. tanah. 30 Agustus s.

25 acre) Ö Catat jumlah pohon dan kelompokan berdasarkan diameter sbb: (diameter diukur pada ketinggian ‰. 30 Agustus s. Operasi ini biasanya dibantu oleh alat mekanis untuk membalik-balikan sempurna. Kondisi tersebut dinyatakan dalam persentase terhadap keseluruhan proyek. Persyaratan yang diminta biasanya batang pohon dikeringkan di bawah sinar matahari selama 1-2 minggu sebelum ditumpuk. a) Topografi: Mempelajari bentuk topografi secara umum dan kondisi tanahnya. Ö Burning adalah pembakaran kayu atau batang kayu.d 07 September 2004 3 . seperti adanya tebing. M. (2) KONDISI LAPANGAN Diperoleh dengan melakukan survey lapangan dengan fokus survey bertumpu pada bentuk topografi dan komposisi pepohonan. Pada operasi penambangan umumnya operasi land clearing berakhir sampai piling atau burning saja dan tidak memerlukan pekerjaan harrowing. strategis negara atau lainnya. Pencatatan dilakukan terhadap kondisi medan. c) Tingkat pekerjaan maksudnya adalah untuk kepentingan umum. Biasanya pekerjaan ini dilakukan oleh tim survey khusus yang memahami masalah topografi. Awang Suwandhi. b) Komposisi pepohonan: Ö Lakukan perhitungan pohon (tree count) secara acak minimal tiga kali utk masing² tipe pohon.Land Clearing Ir. dari lahan yang akan dibuka. Ö Cara perhitungan pohon adalah membuat jarak lurus sekitar 100 m.37 m dari tanah atau seting gi dada) < 30 cm 31 cm – 60 cm 61 cm – 90 cm 91 cm – 120 cm 121 – 180 cm > 180 cm batang agar seluruhnya terbakar Diklat Perencanaan Tambang Terbuka Unisba.1 Ha = 0. sehingga luas menjadi 10 x 100 = 1000 m² (= 0. Ö Harrowing (penggaruan) adalah mempersiapkan tanah agar siap ditanami.Sc. kemudian ukur sepanjang 5 m ke kiri kanan garis lurus tersebut. yaitu dengan cara mencampur tanah dengan batang kayu yang tersisa sehingga proses pembusukan akan berjalan cepat dan tanah menjadi subur. rawa. bukit dan batuan. Ö Piling adalah pekerjaan pengumpulan pohon-pohon yang telah ditumbangkan.

Ö Struktur akar pohon bentuknya menyebar kesamping dan kedalam. Awang Suwandhi. Formula ini menggabungkan data-data lapangan setempat dengan table yang telah disusun. Bila dijumpai hutan semacam ini. Agak sulit menentukan produksi land clearing karena pada umumnya merupakan pekerjaan yang tidak dapat diukur secara konstan. 4. umumnya bentuk struktur akan menyebar kesamping sampai mencapai 2 – 3 m. Kadang-kadang diameternya mencapai 20 cm. maka waktu penebangan bertambah 25% lebih lama. a. meliputi pekerjaan underburshing dan felling sebagai berikut: T = X [A(B) + M 1 N1 +MN M N4 + DF] 2 + 2M N 3 +3 4 Diklat Perencanaan Tambang Terbuka Unisba. Ö Kekerasan kayu yang akan menentukan kecepatan penebangan pohon yang efeknya dinyatakan sebagai berikut: 75 – 100% kayu keras: waktu penebangan ditambah 30% 50 – 75% kayu keras: tidak berpengaruh 0 – 75% kayu keras: waktu penebangan dikurangi 30% Ö Tumbuhan rambat akan mempersulit operasi penebangan dan mengurangi kecepatan penebangan pohon. maka waktu penebangan menjadi dua kali lipat dari keadaan normal.Sc. seperti di Indonesia. Formula empiris telah dikembangkan oleh Rome Industries pembuat alat-alat land clearing di Amerika untuk mengestimasi waktu cutting dan piling. 30 Agustus s. Ö Kerapatan pohon dan adanya semak belukar dihitung dari pepohonan yang berdiameter kurang dari 30 cm. ESTIMASI PRODUKSI CUTTING Estimasi produksi untuk cutting. sebagai berikut: “Rapat” bila terdapat ≥ 1480 pohon/Ha “Sedang” bila antara 990 – 1480 pohon/Ha “Sedikit” bila terdapat ≤ 990 pohon/Ha Kerapatan pohon sangat mengganggu pandangan operator. Di daerah hutan tropis. waktunya bertambah hingga 50%.Land Clearing Ir. Sedangkan bila pembersihan tunggul dilakukan terpisah. ESTIMASI PRODUKSI Setiap lingkup pekerjaan land clearing yang telah disinggung sebelumnya dihitung produksinya berdasarkan lama pekerjaan per hektar. Bila pencabutan akar (tunggul) dilakukan bersamaan dengan penebangan pohon. M.d 07 September 2004 4 .

3 1.0 X =0.8 0. M = Waktu penebangan pohon sesuai peringkat diameter-nya N = Jumlah pohon per Ha sesuai peringkat diameternya D = Jumlah kelipatan 30 cm dari pohon berdiameter > 180 cm.0 Land Clearing di mana: T = waktu cutting dan felling per hektar. “U-Blades” mampu memindahkan material non-kohesif.7 X = 1. yaitu: ¾75 – 100% kayu keras/Ha.d 07 September 2004 5 .d) HP Traktor 165 85 215 58 335 45 460 39 Waktu dasar per hektar “B” 0.7 3.3 10.3 90 – 120 “M 3 ” 120 – 180 “M 4 ” -6 3 Diamt > 180 cm per 30 cm “F” -- Bentuk-bentuk blade pada bulldozer yang disarankan oleh Balderson dan Rome Industri untuk keperluan land clearing terlihat pada Gambar 1 dan kegunaannya adalah sebagai berikut: (a). yaitu: ¾ “Rapat” bila terdapat ≥ 1480 pohon/Ha.47 acre) dan tidak memerlukan penebangan terpisah atau pekerjaan lainnya. ¾50 – 75% kayu keras/Ha.7 3. Untuk menghitung produksi dengan rumus di atas digunakan faktor produksi seperti pada Tabel 1 di bawah ini.0 A = 0. cm 30 – 60 “M 1 ” 60 – 90 “M 2 ” 1 1. 30 Agustus s.2 0. A = 2.1 Peringkat Diamater. dalam volume besar.4 1. Tabel 1. Diklat Perencanaan Tambang Terbuka Unisba.2 3. Awang Suwandhi.8 1.3 2. ¾0 – 75% kayu keras/Ha. X = Faktor kekerasan kayu yang mempengaruhi Waktu Dasar (Base Time). menit Ir. (Base Time). ¾ “Sedikit” bila terdapat ≤ 990 pohon/Ha.4 6.5 0.0 A = 1.Sc. ¾ “Sedang” bila ada 990 – 1480 pohon/Ha. M.7 A = Faktor densitas atau kerapatan pohon yang mem-pengaruhi Waktu Dasar B = Waktu Dasar. Model U-blades yang lebih kuat dirancang untuk produksi pendorongan dan dalam pekerjaan reklamasi. Faktor produksi untuk cutting (underbushing dan felling) menggunakan K/G Blade (lihat Gambar 1. misalnya batubara dan serpihan kayu.3 X = 1. yaitu waktu yang diperlukan oleh setiap tractor untuk menebang kayu berdiameter ≤ 30 cm seluas 1 Ha (2.. F = Waktu penebangan pohon berdiameter > 180 cm ber-dasarkan waktu tebang pohon berdiameter 30 cm.2 0.

Sc.2(1. Awang Suwandhi. Dengan demikian seluruh tumbuhan yang dilewatinya akan terpotong dan tersingkir kesamping kiri-kanan blade. sehingga traktor atau bulldozer dapat bergerak disepanjang pusat pemotongan. “V-Tree Cutter” rancangan Rimco dan Rome digunakan untuk menggeser pepohonan. M. Hasil survey terhadap pepohonan per hektar sebagai berikut: 31-60 cm “N 1 ” 61-90 cm “N 2 ” 91-120 cm “N 3 ” 6 121-180 cm “N 4 ” 4 Jumlah diamt >180 cm “D” 488 cm Peringkat diameter Jumlah pohon < 30 cm “B” 1100 35 6 Penyelesaian: T = X [A(B)+M 1 N1 +M N N N 2 +M 2 3 +M 3 4 +DF] 4 = 1. penyaliran baik. kayu keras sekitar 85% dengan semak belukar yang rapat. 30 Agustus s.2) = 1. dengan 10 jam kerja/hari.41 jam/Ha atau 0. Contoh perhitungan cutting dan felling : Hitung produksi felling menggunakan sebuah bulldozer Cat D8L.Land Clearing Ir.10 jam/Ha atau 0. Blade jenis ini dapat memotong pohon sekaligus juga mengumpulkan rerumputan.d 07 September 2004 6 .3(171. Sedangkan bila dikerjakan setelah seluruh penumbangan pohon selesai. membuat saluran air bentuk “v” dan merintis jalan dari kayu (pohon) serta memadamkan api yang tidak terlalu besar. 335 HP. ¾ Waktu yang tersedia = 150 hari (lihat Halaman 3). Diklat Perencanaan Tambang Terbuka Unisba. jadi total jam kerja = 150 x 10 = 1500 jam.2(35) + 1. “Rakes” rancangan Caterpillar. batuan dan akar.2 + 24 + 29. maka total waktu ditambah 50% menjadi 4.2(6) + 6(4) + 16. maka waktu ter-sebut ditambah 25% menjadi 3. dengan K/G blade.3[1.73 jam/Ha atau 0.8)] = 1. Sudut “V” dibentuk oleh dua sisi pisau pemotong.37 Ha/jam/unit ¾ Bila dalam spesifikasi pekerjaan diminta bahwa pengumpulan dan pembersihan pohon serta tunggul akar dan semak belukar bersamaan dengan pekerjaan penumbangan. tunggul akar dan semak belukar. Model ini dapat membersihkan mulai dari rerumputan sampai ukuran pohon besar dan memberikan penetrasi yang baik terhadap tanah ketika mendorong tunggul kecil.3 (45 + 7 + 7. tanah relatif keras.3(6) + 2. “K/G” adalah rancangan lain oleh Rimco and Rome untuk pekerjaan land clearing.2) = 164 menit/Ha = 2. (c). Rimco dan Rome yang dapat diguna-kan untuk segala macam kegiatan pada land clearing.29 Ha/jam.24 Ha/jam. (d).0(45) + 0. (b). Model ini dapat diganti-ganti dengan model lain.8 + 13. Kondisi lokasi datar.

ESTIMASI PRODUKSI PILING Estimasi produksi piling menggunakan persamaan yang dikembang-kan oleh Rome Industries juga. menit B = Waktu Dasar. M = Waktu pengumpulan pohon sesuai peringkat diame-ternya 7 Diklat Perencanaan Tambang Terbuka Unisba.000 = 6. yaitu waktu pengumpulan hasil tebangan kayu dan semak belukar seluas 1 Ha (2.29 = 435 Ha/unit ¾ Bila luas land clearing 3. Awang Suwandhi.Sc. ¾ Spesifikasi pekerjaan adalah menyebutkan bahwa pengumpulan dan pembersihan pohon serta tunggul akar dan semak belukar bersamaan dengan pekerjaan penumbangan. M. 30 Agustus s. maka jumlah unit bulldozer Cat D8L = 7 unit 3. Bentuk-bentuk blades yang digunakan pada pekerjaan land clearing rd (Caterpillar Performance Handbook 33 edition) b.Land Clearing Ir.47 acre) per tractor. yaitu sebagai berikut: T = B + M 1N 1 +MN + DF 2 + 2 M N 3 +3M N 4 4 Di mana: T = Waktu pengumpulan (piling) per hektar. maka luas yang mampu dikerjakan per unit dalam waktu yang tersedia = 1500 x 0.d 07 September 2004 .000 Ha.90 unit ≈ 435 (a) (b) (c) (d) Gambar 1.

d 07 September 2004 9 . 30 Agustus s. st Diklat Perencanaan Tambang Terbuka Unisba.Sc.Land Clearing Ir. Awang Suwandhi. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful