STRATEGI PEMBELAJARAN AFEKTIF

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hakekat dari belajar adalah perubahan tingkah laku seseorang baik afektif, kognitif maupun psikomotorik. P0erubahan ini akan terjadi melalui berbagai proses secara kontinyyu, yang menjadi permasalahan bagaimana strategi pembelajaran afektif itu dapat diarahkan guna mencapai tujuan pendidikan, karena pembelajaran afektif berhubungan sekali dengan valve (Nilai) yang sulit di ukur, karena menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam, berada dalam fikiran seseorang, yang sifatnya tersembunyi. Nilai berhubungan dengan pandangan seseorang tentang baik dan buruk, layak dan tidak layak, indah dan tidak indah. Pandangan tentang semua itu hanya dapat diketahui dengan melihat sikap dan perilaku seseorang. B. Pembatasan-pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Apakah strategi pembelajaran-pembelajaran afektif itu? 2. Apakah ada hubungan antara pembelajaran afektif, kognitif dan psikomotorik? 3. Apa kegunaan mempelajari strategi pembelajaran-pembelajaran Afektif? C. Tujuan dan Kegunaan 1. Untuk mengetahui pengertian dari strategi pembelajaran-pembelajaran afektif. 2. Untuk mengetahui Hakikat pendidikan, nilai dan sikap. 3. Agar mengetahui proses pembentukan sikap. 4. Agar mengetahui model strategi pembelajaran sikap.

5. Agar dapat menerapkannya dalam proses pendidikan. D. Metodologi Penulisan Metodologinya terdiri dari: Kata pengantar Daftar isi BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah B Pembatasan dan Perumusan Masalah C Tujuan dan Kegunaan D Metodologi Penulisan BAB II KAJIAN TEORITIS BAB III STRATEGI PEMBELAJARAN-PEMBELAJARAN SFEKTIF BAB IV PENUTUP A Simpulan B Saran BAB II KAJIAN TEORITIS PANDANGAN PARA AHLI MENGENAI PEMBELAJARAN AFEKTIF

a. Menurut Mc Paul. Dia menganggap pembentukan moral tidak sama dengan pengembangan kognitif yang rasional, pembelajaran moral siswa adalah pembentukan keperibadian, bukan pengembangan intelektual. b. Menurut Kohlberg moral manusia berkembang melalui tiga tingkat, dan setiap tingkat terdiri dari 2 (dua) tahap. c. Menurut John Dewey dan Jean Pinget, berpendapat bahwa perkembangan manusia terjadi sebagai proses Restrukturisasi kognitif yang berlangsung serta berangsur-angsur menurut aturan tertentu. d. Menurut Dooglas Graham (Golu). Nilai tidak bisa diajarkan tetapi diketahui dari penampilannya. Pengembangan dominant efektif pada nilai tidak bisa dipisahkan dari aspek kognitif dan psikomotorik, masalah nilai adalah masalah emosional dank arena itu dapat berubah, berkembang, sehingga bisa dibina, perkembangan nilai-nilai atau moral tidak akan terjadi sekaligus, tetapi melalui tahap-tahap. BAB III STRATEGI PEMBELAJARAN-PEMBELAJARAN AFEKTIF A. Pengertian Strategi Pembelajaran Afektif Strategi pembelajaran afektif adalah strategi yang bukan hanya bertujuan untuk mencapai pendidikan kognitif saja, akan tetai juga bertujuan untuk mencapai dimensi lainya. Yaitu sikap dan keterampilan afektif berhubungan dengan volume yang sulit di ukur karena menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam, afeksi juga dapat muncul dalam kejadian behavioral yang diakibatkan dari proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. B. Hakikat Pendidikan Nilai dan Sikap

Sikap (afektif) erat kaitanya dengan nilai yang dimiliki oleh seseorang, sikap merupakan refleksi dari nilai yang dimiliki, oleh karenanya pendidikan sikap pada dasarnya adalah pendidikan nilai. Nilai, adalah suatu konsep yang berada dalam pikiran manusia yang sifatsifatnya tersembunyi, tidak berada dalam dunia yang empiris. Nilai berhubungan dengan pandangan seseorang tentang baik dan buruk, layak dan tidak layak, pandangan seseorang tentang semua itu, nilai pada dasarnya adalah setandar perilaku seseorang. Dengan demikian, pendidikan nilai pada dasarnya proses penanaman perilaku kepada peserta didik yang diharapkan kepada siswa dapat berperilaku sesuai dengan pandangan yang dianggap baik dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.  Normativist : Kepatuhan yang terdapat pada norma-norma hukum.  Integralist : Kepatuhan yang didasarkan pada kesadaran dan pertimbangan-pertimbangan yang rasional.  Fenomalist : Kepatuhan berdasarkan suara hati atau sekedar basa-basi.  Hedonist : Kepatuhan berdasarkan diri sendiri. Nilai bagi seseorang tidaklah statis akan tetapi selalu berubah, setiap orang akan selalu menganggap sesuatu itu baik sesuai dengan pandangannya pada saat itu. Oleh sebab itu, sisytem nilai yang dimiliki seseorang bisa di bina dan di arahkan. Komitmen seseorang terhadap suatu nilai tertentu terjadi melalui pembentukan sikap, yakni kecenderungan seseorang terhadap suatu objek, misalnya jika seseorang berhadapan dengan sesuatu objek, dia akan menunjukan gejala senang atau tidak senang, suka atau tidak suka. Goul (2005) menyimpulkan tentang nilai tersebut : Nilai tidak bisa diajarkan tetapi diketahui dari penampilannya. Pengembangan dominant efektif pada nilai tidak bisa dipisahkan dari aspek kognitif dan psikomotorik. Maslah nilai adalah masalah emosional dan karena itu dapat berubah, berkembang, sehingga bisa dibina.

guru dapat menanamkan sikap tertentu kepada siswa melalui proses pembiasaan. Pembelajaran sikap dapat juga dilakukan melalui proses modeling yaitu pembentukan sikap melalui proses asimilasi atau proses pencontoaan.Perkembangan nilai atau moral tidak akan terjadi sekaligus. Modeling. C. tetapi melalui tahap tertentu. . Dengan demikian. satu contoh mengejek atau menyinggung perasaan anak. Maka lama kelamaan akan timbul perasaan benci dari anak yang pada akhirnya dia juga akan membenci pada guru dan mata pelajarannya. Proses Pembentukan Sikap Pola pembiasaan Dalam proses pembelajaran di sekolah. Hal yang di tiru itu adalah perilaku-perilaku yang di peragakan atau di demontrasikan oleh orang yang menjadi idman. Pemodelan biasanya di nilai dari perasaan kagum. Modering adalah proses peniruan anak terhadap orang lain yang menjadi idolanya atau orang yang di hormatinya. Salah satu karakteristik anak didik yang sedang berkembang adalah keinginan untuk melakukan peniruan (imitasi). misalnya sikap siswa yang setiap kali menerima perilaku yang tidak menyenangkan dari guru. melalui situasi ini diharapkan siswa dapat mengambil keputusan berdasarkan nilai yang di anggapnya baik. D. Model Strategi Pembelajaran Sikap Setiap strategi pembelajaran sikap pada umumnya menghadapkan siswa pada situasi yang mengandung konflik atau situasi problematic. baik secara di sadari maupun tidak. berlajar sikap berarti memperoleh kecenderungan untuk menerima atau menolak suatu objek penilaian terhadap objek itu sebagai hal yang berguna atau berharga (sikap positif) dan tidak berguna atau berharga (sikap negatife). Sikap adalah kecenderungan seseorang untuk menerima atau menolak suatu objek berdasarkan nilai yang di anggap baik atau tidak baik.

b. paul menganggap bahwa pembentukan moral tidak sama dengan pengembangan kognitif yang rasional. Model Konsiderasi Model konsiderasi di kembangkan oleh Mc Paul. Kesulitan Dalam Pembelajaran Afektif. Tehnik Mengklarifikasikan Nilai Tehnik volume clarification technic Que atau VCT dapat di tarik sebagai tehnik pengajaran untuk membentuk siswa dalam menerima dan menentukan suatu nilai yang di anggapnya baik dalam menghadapi suatu persoalan melalui proses menganalisis nilai yang sudah ada dan tertanam dalam diri siswa. c. Kesulitan dalam pembelajaran afektif ini dikarnakan : Sulit melakukan control karma banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan sikap seseorang. Pengembangan kemampuan sikap baik melalui proses pembiasaan maupun modeling bukan hanya di temukan oleh faktor guru. VCT menekankan bagaimana sebenarnya seseorang membangun nilai menurut anggapanya baik. tujuannya adalah agar siswa menjadi manusia yang memiliki keperibadian terhadap orang lain. akan tetapi faktor lain terutama faktor lingkungan.a. Oleh sebab itu. seorang humanis. . Menurutnya pembentukan atau pembelajaran moral siswa adalah pembentukan kepribadian bukan pengembangan intelektual. yang pada akhirnya nilai-nilai tersebut akan mewarnai perilaku dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. model ini menekankan kepada strategi pembelajaran yang dapat membentuk keperibadian. Model Pengembangan Kognitif Model ini banyak diilhami oleh pemikiran John dewey dan Jean Piage yang berpendapat bahwa perkembangan manusia menjadi sebagai proses darirestrukturisasi kognitif yang berlangsung serta berangsur-angsur menurut aturan tertentu.

Kita tidak serta merta menilai sikap anak itu baik. Mungkin sikap itu terbentuk oleh kebiasaan dalam keluarga dan lingkungan sekitar.Keberhasilan pembentukan sikap tidak bisa di evaluasi dengan segera. Pembelajaran afektif merupakan pembelajaran bagaimana sikap itu terbentuk setelah siswa atau manusia itu memperoleh pembelajaran. melalui proses pembelajaran yang menekankan kepada aktifitas siswa sebagai subjek belajar. dan hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan. keberhasilan dari pembentukan sikap dapat dilihat pada rentang waktu yang cukup pnjang. Nilai berhubungan dengan pandangan seseorang . Afektif Sebuah Strategi Pembelajaran Terapan Pembelajaran Afektif banyak yang beranggapan bukan untuk diajarkan. tidak bisa dipungkiri program-program TV yang menayangkan acara produksi luar negri yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Strategi pembelajaran yang akan kita bahas ini diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang bukan hanya dimensi kognitif tetapi juga menyangkut dimensi lainnya yakni sikap dan keterampilan. yang sulit diukur karena menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam. melainkan pendidikan. seperti pelajaran biologi. memang Afektif dapat muncul dalam kejadian berhavioral. Sebagai contoh melihat kebiasaan berbahasa atau sopan santun yang bersangkutan. fisika ataupun matematika. berdampak pada pembentukan karakter anak. apalagi menilai perubahan sikap sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru disekolah. maka dari itu perlahan tapi pasti budaya asing yang belum cocok dengan budaya lokal menerobos dalam setiap ruang kehidupan. Hal ini disebabkan sikap berhubungan dengan internalisasi nilai yang memerlukan proses lama. Oleh karena itu yang pas untuk afektif bukanlah pengajaran. Berbeda dengan aspek kognitif dan aspek keterampilan yang hasilnya dapat diketahui setelah proses pembelajaran berakhir. Dalam batas tertentu. E. Nilai adalah suatu konsep yang berada dalam pikiran manusia yang sifatnya tersembunyi. Afektif berhubungan sekali dengan nilai (value). tidak berada di dalam dunia yang empiris. Pengaruh kemajuan teknologi. akan tetapi penilaiannya untuk sampai pada kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan membutuhkan ketelitian dan observasi yang terus menerus. sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.

Oleh karena itu. Dengan demikian. 2. layak dan tidak layak indah dan tidak indah dan sebagainya. karena kepatuhan semacam inilah adalah kepatuhan yang didasari kesadaran akan nilai tanpa memperdulikan apakah perilaku itu menguntungkan untuk dirinya atau tidak. Ada empat faktor yang merupakan dasar kepatuhan seseorang terhadap niali tertentu yang dikemukakan oleh Douglas Graham (Gulo. kita hanya mungkin dapat mengetahuinya dari perilaku yang bersangkutan. pendidikan nilai pada dasarnya merupakan proses penanaman niali kepada peserta didik yang diharapkan oleh karenanya siswa dapat berprilaku sesuai dengan pandangan yang dianggapnya baik dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku. Integralist Yaitu kepatuhan yang didasarkan pada kesadaran dengan pertimbangan-pertimbangan yang rasional 3. Pandangan seseorang tentang semua itu tidak bisa diraba. 2002) yaitu : 1. nilai pada dasarnya standar perilaku. layak dan tidak layak dan sebagainya.tentang baik dan buruk. kepatuhan pada nilai atau norma itu sendiri . kepatuhan pada haslinya atau tujuan yang diharapkan dari peraturan itu. 4. Hedonist Yaitu kepatuhan berdasarkan kepentingan diri sendiri. kepatuhan pada proses tanpa memperdulikan normanya sendiri . Faktor Normativist adalah faktor yang kita harapkan menjadi dasar kepatuhan setiap individual. Normativist Biasanya kepatuhan pada norma-norma hukum. . ukuran yang menentukan atau kriteria seseorang mengenai baik dan buruk. Fenomenalist Yaitu kepatuhan berdasarkan suara hati atau sekedar basa-basi.

Nilai pada seseorang tidaklah statis.Dari empat faktor diatas terdapat lima tipe kepatuhan. Nilai tidak bisa diajarkan tetapi diketahui dari penampilannya. Compulsive : Yaitu kepatuhan yang tidak konsisten d. sistem nilai yang dimiliki seseorang itu bisa dibina dan diarahkan. Otoritarian Yaitu suatu kepatuhan tanpa reserve atau kepatuhan yang ikut-ikutan. Setiap orang akan menganggap sesuatu itu baik sesuai dengan pandangannya pada saat itu. pendidikan nilai sangatlah penting untuk diterapkan sebagai filter terhadap perilaku yang negatif. Pada era teknologi informasi yang berkembang secara pesat ini. Supramoralist Yaitu kepatuhan karena keyakinan yang tinggi terhadap nilai-nilai moral. e. Oleh sebab itu. c. akan tetapi selalu berubah. . yaitu penyesuaian diri terhadap masyarakat atau orang lain. Hedonik Psikopatik Yaitu kepatuhan pada kekayaan tanpa memperhitungkan kepentingan orang lain. Conformist Kepatuhan ini mempunyi tiga bentuk. Gulo (2005) menyimpulkan tentang nilai sebagai berikut : 1. b. antara lain : Conformist directed. maka nilai-nilai yang lain akan bergantung pada nilai agama itu. conformist hedonist yaitu kepatuhan yang berorientasi pada “untung-rugi” dan conformist integral yaitu kepatuhan yang menyesuaikan kepentingan diri sendiri dengan kepentingan masyarakat. Dengan demikian sikap seorang sangat tergantung pada sistem nilai yang dianggapnya paling benar dan kemudian sikap itu yang akan mengendalikan perilaku orang tersebut. Apabila seseorang menganggap nilai agama adalah diatas segalanya. yakni : a.

berdasarkan penilaian terhadap objek itu sebagai hal yang berguna/berharga (sikap positif) dan tidak berhrga/tidak berguna (sikap negatif). Lama kelamaan. berkembang sehingga bisa di bina. masalai ini adalah masalah emosional dan karena itu dapat berubah. Pengembangan domain afektif pada nilai tidak bisa dipisahkan dari aspek kognitif dan psikomotorik 3. Belajar membentuk sikap melalui pembiasaan itu juga dilakukan oleh skinner melalui teorinya operant conditioaning.2. Proses pembentukan sikap yang dilakukan Skinner menekankan pada proses peneguhan respons anak. baik secara disadari maupun tidak. Setiap kalianak menunjukkan prestasi yang baik diberikan penguatan (reinforcement) dengan cara memberikan hadiah atau perilaku yang menyenangkan. lebih-lebih apabila terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak atau tersedia beberapa alternative (winkel : 2004). belajar sikap berarti memperoleh kecenderungan untuk menerima atau menolak suatu objek. Modeling adalah proses peniruan anak terhadap orang lain yang menjadi idolanya atau orang yang dihormatinya. Salah satu karakteristik anak didik yang sedang berkembang adalah keinginannya untuk melakukan peniruan. Sikap merupakan suatu kemampuan internal yang berperanan sekali dlam mengambil tindakan (action). anak berusaha meningkatkan sikap positifnya. 4. tetapi melalui tahap tertentu Sikap adalah kecenderungan seseerang untuk menerima atau menolak suatu objek berdasarkan nilai yang dianggapnya baik atau tidak baik. guru dapat menanamkan sikap tertentu kepada siswa melalui proses pembiasaan. yaitu pembentukan sikap melalui proses asimilasi tau proses mencontoh. Prinsip peniruan ini dimaksud dengan modeling. Apakah sikap dapat dibentuk ? Dalam proses pembelajaran disekolah. Pembelajaran sikap seseorang dapat juga dilakukan melalui proses modeling. Perkembangan nilai atau moral tidak terjadi sekaligus. . Dengan demikian.

c. . b. Paul (seorang humanis). guru dapat mengikuti tahapan dibawah ini : a. yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. tetapi juga yang tersirat dalam permasalah tersebut. Ciptakan suasana “seandainya siswa tersebut ada dalam masalah itu”. Menurut dia. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat menelaah perasaanya sendiri sebelum ia mendengar respons orang lain untuk dibandingkan. Menyuruh siswa untuk menganalisis situasi masalah dengan melihat bukan hanya yang tampak.Proses penanaman sikap anak terhadap sesuatu objek melalui proses modeling pada awalnya dilakukan secara mencontoh. Dia menganggap bahwa pembentukan moral tidak sama dengan perkembangan kognitif yang rasional. Model konsiderasi Model konsiderasi (the consideration model) dikembangkan oleh Mc. Hal ini diperlukan agar sikap tertentu yang muncul benar-benar disadari oleh suatu keyakinan kebenaran sebagai suatu sistem nilai. namun anak perlu diberi pengarahan dan pemahaman mengapa hal itu dilakukan. peduli dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Implementasi dari model ini. Menghadapkan siswa pada suatu maslah yang mengandung konflik. Model ini menekankan kepada strategi pembelajaran yang dapat membentuk kepribadian dengan tujuan agar siswa menjadi manusia yang memiliki kepedulian terhadap orang lain. pembelajaran moral siswa adalah pembentukan kepribadian bukan pengembangan intelektual. d. Model-model strategi pembelajaran sikap antara lain : 1. kebutuhan dan kepentingan orang lain. Mengajak siswa untuk menganalisis respons orang lain serta membuat kategori dari setiap respons yang diberikan siswa. Pembelajaran sikap pada dasarnya adalah membantu anak agar dapat mengembangkan kemampuan untuk bisa hidup bersama secara harmonis. Menyuruh siswa untuk menuliskan tanggapannya terhadap permasalahan yang dihadapi. misalnya perasaan.

Model Pengembangan kognitif Model pengembangan kognitif (the cognitive development model) dikembangkan oleh Lawrence Kholberg. Pada tingkat ini dibagi dua tahap yaitu tahap orientasi hukuman dan kepatuhan. dan setiap tingkat terdiri dari 2 tahap. Siswa diajak berfikir keras dan harus dapat menjelaskan argumennya secara terbuka serta dapat saling menghargai pendapat orang lain. Model ini hanya diilhami oleh pemikiran John Dewey dan Jean Piaget yang berpendapat bahwa perkembangan manusia terjadi sebagai proses dari restrukturisasi kognitif yang berlangsung secara berangsur-angsur menurut urutan tertentu. perilaku anak didasarkan kepada konsekuensi fisik yang akan terjadi.e. Tingkat Prakonvensional Pada tingkat ini setiap individu memandang moral berdasarkan kepentingannya sendiri. Anak hanya berfikir bahwa perilaku yang benar adalah perilaku yang tidak akan mengakibatkan hukuman. 2. Artinya. Dikatakan adil . Menurut Kohlberg. g. perilaku anak didasarkan kepada rasa “adil” berdasarkan aturan permainan yang telah disepakati. Mengajak siswa untuk memandang permasalahan dari berbagai sudut pandang untuk menambah wawasan agar mereka dapat menimbang sikap tertentu sesuai dengan nilai yang dimilikinya. Jadi peraturan harus dipatuhui agar tidak timbul konsekuensi negatif : Tahap orientasi instrumental-relatif. Guru hendaknya tidak menilai benar atau salah atas pilihan siswa. pertimbangan moral didasarkan pada pandangannya secara individual tanpa menghiraukan rumusan dan aturan yang dibuat oleh masyarakat. moral manusia itu berkembang melalui 3 tingkat. Mendorong siswa agar merumuskan sendiri tindakan yang harus dilakukan sesuai dengan pilihannya berdasarkan pertimbangannya sendiri. Mendorong siswa untuk merumuskan akibat atau konsekuensi dari setiap tindakan yang diusulkan siswa. Tingakat-tingkat tersebut antara lain : a. f. Yang diperlukan adalah guru dapat membimbing mereka menentukan pilihan yang lebih matang sesuai dengan pertimbangan sendiri.

Dalam batas tertentu afektif dapat muncul dalam kejadian Behavioral. Afektif berhubungan sekali dengan nilai (Value) yang sulit diukur karena menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam. yaitu afektif berpartisipasi. b. baik secara disadari maupun tidak guru dapat menanamkan sikap tertentu kepada siswa melalui proses pembiasaan. d. BAB IV PENUTUP A. c. Fisika ataupun Matematika. dalam proses pembelajaran di sekolah. Menghargai (Valuing). yaitu penghargaan kepada benda. Menanggapi (Responding). b. yaitu : memadukan nilai yang berbeda. Simpulan Banyak yang beranggapan bahwa pembelajaran afektif bukan untuk diajarkan. akan tetapi apakah permasalahan itu sesuai dengan norma masyarakat atau tidak. akan tetapi penilaian untuk sampai pada kesimpulan yang dapat di pertanggungjawabkan membutuhkan ktelitian dan observasi yang terus menerus dan hal ini tidak mudah dilakukan. Menerima (Receiving) yaitu : kesediaan untuk memperhatikan. . dengan demikian perilaku itu didasarkan kepada saling menolong dan saling meberi. Pemecahan masalah bukan hanya didasarkan pada rasa keadilan belaka. Yang termasuk kemampuan afektif adalah sebagai berikut : a. Membentuk (Organization). gejala. Pembelajaran afektif merupakan pembelajaran bagaimana sikap itu terbentuk setelah siswa memperoleh pembelajaran. Tingkat Konvensional Dalam tahap ini anak mendekati masalah didasarkan pada hubungan individu masyarakat.manakala orang membalas perilaku kita yang dianggap baik. oleh karena itu yang pas untuk afektif bukanlah pengajaran melainkan pendidikan. seperti pelajaran Biologi. perbuatan tertentu.

R Fraenkel sebagaimana dikutip oleh W. Kencana. efisien dan tidak efisien dan sebagainya. terlebih dahulu perlu dikaji tentang nilai itu sendiri. Ciri-Ciri Nilai Pengajaran afektif berhubungan dengan nilai (value). Dalam hubungan ini. valere) berhubungan dengan apa yang dianggap baik dan tidak baik. P3G. indah dan tidak indah. tetapi di dalam pikiran manusia. . Saran Akhirnya makalah yang bertema strategi pembelajran-pembelajaran afektif dapat kami selesaikan. yaitu : Mempunyai sistem nilai yang mengendalikan perbuatan untuk menumbuhkan gaya hidup yang mantap. untuk itu saran yang membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah ini. Nilai adalah konsep yang tidak berada di dalam dunia empirik. adil dan tidak adil. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Pendidikan. B. Oleh karena itu. mengemukakan beberapa ciri tentang nilai sebagai berikut: 1. Strategi Belajar Mengajar. Nilai (value. sebelum kita berbicara tentang strategi pengajaran afektif.e. Gulo. Berpribadi (Characterization by Value of value complex). J. Dengan keterbatasan referensi dan kurangnya pengetahuan yang kami miliki mengenai strategi pembelajaran afektif ini. Joni. Jakarta : 2008 Raka. Jakarta : 1980 STRATEGI PENGAJARAN AFEKTIF BAB II PEMBAHASAN A. DAFTAR PUSTAKA Sanjaya Wina.

Seseorang yang berhadapan dengan pendidikan sebagai suatu obyek. 3. maka ia akan tutup telinga atau memindahkan canel televisinya.[3] C. Dasar Pemikiran Tentang Nilai . akan sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahamannya (aspek kognitif) terhadap obyek tersebut. terjadi maka melalui ia akan ia pembentukan sikap. Hakekat Pendidikan Nilai Dan Sikap Komitmen Misalnya jika seseorang terhadap suatu dengan nilai suatu tertentu obyek. ukuran yang menentukan apa yang indah. Dengan demikian. lebih-lebih apabila terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak atau seseorang terhadap obyek yang dihadapinya. apa yang berharga yang ingin dipelihara dan dipertahankan. Pernyataan kesenangan mengambil tindakan dan ketidaksenangan (action). Oleh karena itu tingkat penalaran (kognitif) terhadap suatu obyek dan kemampuan untuk bertindak terhadapnya (psikomotorik) turut menentukan sikap seseorang terhadap obyek yang bersangkutan. Nilai itu merupakan abstraksi atau idealis manusia tentang apa yang dianggap penting dalam hidup mereka. ia akan menunjukkan gejala kesenangannya dengan mengikuti dialog itu sampai tuntas dan begitu juga sebaliknya seseorang yang menunjukkan gejala ketidak senangannya terhadap isu pendidikan.2. maka manakala mendengarkan dialog tentang pendidikan di televisi misalnya. seseorang berhadapan menunjukkan gejala senang-tidak senang atau suka-tidak suka. Nilai adalah standar perilaku. yakni kecenderungan seseorang terhadap suatu obyek. belajar sikap berarti memperoleh kecenderungan untuk menerima atau menolak suatu obyek.[1] B.[2] Sikap adalah kecenderungan seseorang untuk menerima atau menolak suatu obyek berdasarkan nilai yang dianggapnya baik atau tidak baik. 4. apa yang efisien. Nilai itu direfleksikan dalam perbuatan atau perkataan. Sikap merupakan suatu kemampuan internal yang berperan sekali dalam tersedia beberapa alternatif. berdasarkan penilaian terhadap obyek itu sebagai hal yang berguna atau berharga (sikap positif) dan tidak berharga (sikap negatif).

Pertimbangan untuk melakukan sesuatu didasarkan pada kegunaan bagi diri sendiri. maka ia tidak akan melakukannya. 3. Wright mengemukakan empat faktor yang mempengaruhi seseorang untuk berbuat sesuatu. 4. Konformitas. Seseorang berbuat sesuatu hanya untuk menyesuaikan diri dengan pihak lain dan tidak muncul dari kesadaran sendiri. Hedonis yaitu kepatuhan berdasarkan kepentingan diri sendiri.[4] Douglas Graham melihat empat faktor yang merupakan dasar kepatuhan terhadap nilai tertentu yaitu : 1. 3. Normatifis. c. Intregeralis yaitu kepatuhan yang didasarkan pada kesadaran dengan pertimbangan-pertimbangan yang rasional. . Pertimbangan untuk melakukan sesuatu didasarkan pada logika seseorang. Seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang dianggapnya baik yang bermacam-macam alasan. Rasional. biasanya kepatuhan kepada norma-norma hukum. Kepatuhan pada proses tanpa memperdulikan normanya sendiri. Tingkat kesadaran . Hedonitas tanpa moral. Kepatuhan terhadap hukum itu terdapat dalam tiga bentuk yaitu : a. 2. Seseorang berbuat atau tidak berbuat sesuatu tergantung pada tingkat kesadarannya. Fenomenalis yaitu kepatuhan berdasarkan suara hati atau sekedar basa-basi. Kepatuhan pada nilai atau norma itu sendiri. 2. 4.Komitmen seseorang terhadap nilai dapat dinyatakan antara lain pada kepatuhannya terhadap suatu yang dianggap baik. b. yaitu : 1. kalau sesuatu itu tidak masuk akalnya. Kepatuhan pada hasilnya atau tujuan yang diharapkannya dari peraturan itu. Seseorang melakukan sesuatu kalau hal itu berguna bagi dirinya sendiri dan tidak mau melakukannya jika tidak ada manfaatnya bagi dirinya sendiri.

Proses Pembentukan Sikap 1.D. Implementasi modeling konsiderasi guru dapat mengikuti tahapan pembelajaran sebagai berikut : . model ini menekankan kepada strategi pembelajaran yang dapat membentuk kepribadian. Pola pembiasaan Pada suatu hari Watson melihat anak yang senang dengan tikus berbulu putih.[6] E.[7] Pembelajaran moral siswa menurutnya adalah pembentukan kepribadian bukan pengembangan intelektual. Model Strategi Pembelajaran Sikap 1. Terus menerus hal itu dilakukan. yaitu pembentukan sikap melalui proses asimilasi atau proses mencontoh. guru dapat menanamkan sikap tertentu kepada siswa melalui proses pembiasaan. Modeling adalah proses peniruan anak terhadap orang lain yang menjadi idolanya atau orang yang dihormatinya. Perubahan sikap anak tersebut dari positif menjadi negatif disebabkan karena kebiasaan. Jangankan ia mau memegang atau membawanya. Dalam proses pembelajaran di sekolah baik secara disadari maupun tidak. model ini dikembangkan oleh Mc. Paul. Cara belajar sikap demikian menjadi dasar penanaman sikap tertentu terhadap suatu obyek. Watson ingin mengubah sikap senang anak terhadap tikus putih itu menjadi benci atau tidak senang. [5] 2. Hal yang ditiru itu ada lah perilaku-perilaku yang diperagakan oleh orang yang menjadi idolanya. Kemanapun anak itu pergi. Watson memberi kejutan dengan suara keras. melihat saja ia menangis dan ketakutan. Oleh sebab itu. hingga anak itu terkejut. Model konsiderasi. Salah satu karakteristik anak didik yang sedang berkembang adalah keinginannya untuk melakukan peniruan. dimana anak itu hendak mendekati dan hendak membawa tikus itu. Maka ketika anak hendak memegang tikus itu. maka anak itu semakin terkejut dan lama kelamaan anak itu menjadi takut dengan tikus putih itu. dimunculkanlah suara keras. ia selalu membawa tikus berbulu putih yang sangat disenanginya. Modeling Pembelajaran sikap seseorang dapat juga dilakukan melalui proses modeling. Prinsip peniruan itulah yang dimaksud dengan modeling.

Pada tingkat profesional ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap satu orientasi hukuman dan kepatuhan. Model pengembangan kognitif Menurutnya. 2. Tingkat konvensional. Ciptakan situasi “seandainya siswa ada dalam masalah tersebut” b. f. Mendorong siswa agar merumuskan sendiri tindakan yang harus dilakukan sesuai dengan pilihannya berdasarkan pertimbangannya sendiri. Mengajak siswa untuk memandang permasalahan dari berbagai sudut pandang untuk menambah wawasan agar mereka dapat menimbang sikap tertentu sesuai dengan nilai yang dimilikinya. c. tahap keempat sistem sosial dan kata hati. misalnya perasaan. Kesadaran dalam diri anak mulai tumbuh bahwa perilaku itu harus sesuai dengan norma-norma dan aturan yang berlaku di masyarakat. Menyuruh siswa untuk menuliskan tanggapannya terhadap permasalahan yang dihadapi. Menghadapkan siswa pada suatu masalah yang mengandung konflik. kebutuhan dan kepentingan orang lain. . e. anak mendekati masalah didasarkan pada hubungan individu masyarakat. tapi juga yang tersirat dalam permasalahan tersebut. setiap individu memandang moral berdasarkan kepentingannya sendiri. Menyuruh siswa untuk menganalisis situasi masalah dengan melihat bukan hanya yang nampak. d. tahap dua orientasi instrumental relatif. b. Mendorong siswa untuk merumuskan akibat atau konsekuensi dari setiap tindakan yang diusulkan siswa. Mengajak siswa untuk menganalisis respon orang lain serta membuat kategori dari setiap respon yang diberikan siswa. Tingkat profesional. g. moral Manusia itu berkembang melalui tiga tingkat.a. yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tahap ketiga keselarasan interpersonal. Dan setiap tingkat terdiri dari dua tahap : a.

Tehnik mengklarifikasi nilai (VCT) VCT dapat diartikan sebagai teknik pengajaran untuk membantu siswa dalam mencari dan menentukan suatu nilai yang dianggap baik dalam menghadapi suatu persoalan melalui proses menganalisis nilai yang sudah ada dan tertanam dalam diri siswa.[8] 3.c. Tahap kelima kontrak sosial. berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu obyek. 3. Pembagian domain afektif ini disusun oleh Bloom bersama David Krathwol sebagai berikut : 1. Tanggapan (responding). affective domain dan psycomotor domain . 2. Meliputi persetujuan. tahap keenam prinsip etis yang universal. Dalam pengajaran bentuknya berupa mendapatkan perhatian. kesediaan untuk menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya.[9] F. Salah satu karakteristik VCT sebagai suatu modal dalam analisis nilai yang sudah ada sebelumnya dalam diri siswa.[11] Dilihat dari strategi belajar mengajar. fenomena atau tingkah laku. Penghargaan (valuing). kesediaan dan kepuasan dalam memberikan tanggapan. Penerimaan (recevising/ attending). akan tetapi didasari oleh adanya kesadaran sesuai dengan nilai-nilai yang dimilikinya secara individu. strategi kemudian pembelajaran sikap adalah proses penanaman mulai dilakukan melalui proses menyelaraskan dengan nilai-nilai baru yang hendak ditanamkan. Tingkat post konvensional. perilaku bukan hanya didasarkan pada kepatuhan terhadap norma-norma masyarakat yang berlaku. Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain yaitu cognitive domain. Penilaian berdasarkan internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang diekspresikan ke dalam tingkah laku. . Taksonomi Domain Afektif Taksonomi bloom[10] merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. mempertahankannya dan mengarahkannya. memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya. proses pembinaan nilai dalam kawasan afektif melalui lima tahapan secara hirarkis.

5. Sikap yang berhubungan dengan nilai afektif dapat dipisahkan menjadi :perilaku mendekat yaitu melakukan hal-hal yang baik menurut norma. 3. Pengorganisasian (organization). proses pembelajaran sikap terkadang diabaikan. diantaranya : 1.4. Hal ini disebabkan . Pengembangan kemampuan sikap. keberhasilan proses pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah ditentukan oleh kriteria kemampuan intelektual (kemampuan kognitif). Akibatnya upaya yang dilakukan oleh setiap guru diarahkan kepada bagaimana anak dapat menguasai sejumlah pengetahuan sesuai standar isi kurikulum yang berlaku. Berbeda dengan pembentukan aspek kognitif dan aspek ketrampilan yang hasilnya diketahui setelah proses pembelajaran berakhir. Dengan demikian. memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah lakunya sehingga menjadi karakteristik gaya hidupnya. Kesulitan Dalam Pembelajaran Afektif Dalam proses pendidikan di sekolah.[12] Sikap atau nilai menentukan wujud tindakan seseorang. akan tetapi juga faktor-faktor lainnya terutama lingkungan. 2. perilaku menjauh yaitu menghindari hal-hal yang tidak baik menurut norma. menyelesaikan konflik diantaranya. maka ia akan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang diakui baik secara normatif. Jika seseorang memiliki aspek-aspek kawasan afektif yang tinggi. baik melalui proses pembiasaan maupun modeling bukan hanya ditentukan oleh faktor guru. dibentuk suatu sistem nilai yang konsisten. Karakterisasi berdasarkan nilai-nilai (characterization by a value or value complex ).[13] G. Keberhasilan pembentukan sikap tidak bisa dievaluasi dengan segera. Maka keberhasilan dari pembentukan sikap baru dapat dilihat pada rentang waktu yang cukup panjang. memadukan nilai-nilai yang berbeda. Selama ini proses pendidikan sesuai dengan kurikulum yang berlaku cenderung diarahkan untuk pembentukan intelektual. Sulitnya melakukan kontrol karena banyaknya faktor yang mempengaruhi perkembangan sikap seseorang. Hal ini disebabkan proses pembelajaran dan pembentukan akhlak memiliki beberapa kesulitan. oleh karena kemampuan intelektual identik dengan penguasaan materi pelajaran.

yakni kecenderungan seseorang terhadap suatu obyek. berdampak pada pembentukan karakter anak secara perlahan tapi pasti oleh budaya asing yang belum tentu cocok dengan budaya lokal yang meresap dalam setiap relung kehidupan.dengan sikap berhubungan dengan internalisasi nilai yang memerlukan proses yang lama. nilai itu merupakan abstraksi atau idealis manusia tentang apa yang dianggap penting dalam hidup mereka. 2. Rasional. Tingkat kesadaran. Sikap adalah kecenderungan seseorang untuk menerima atau menolak suatu obyek berdasarkan nilai yang dianggapnya baik atau tidak baik. Ciri-Ciri Nilai diantaranya nilai adalah konsep yang tidak berada di dalam dunia empirik. Kesimpulan Dari pembahasan Strategi Pengajaran Afektif dapat kami simpulkan sebagai berikut : 1. khususnya teknologi informasi yang menyuguhkan aneka pilihan acara.[14] BAB III PENUTUP A. Pengaruh kemajuan teknologi. 3. . Normatifis. Hakekat Pendidikan Nilai Dan Sikap yaitu komitmen seseorang terhadap suatu nilai tertentu terjadi melalui pembentukan sikap. nilai itu direfleksikan dalam perbuatan atau perkataan. Fenomenalis dan Hedonis. Intregeralis. tetapi di dalam pikiran manusia. Dasar Pemikiran Tentang Nilai antara lain Wright mengemukakan empat faktor yang mempengaruhi seseorang untuk berbuat sesuatu. 4. nilai adalah standar perilaku. yaitu : Hedonitas tanpa moral. menggeser nilai-nilai lokal sebagai nilai luhur. Konformitas.

Sulitnya melakukan kontrol karena banyaknya faktor yang mempengaruhi perkembangan sikap seseorang. Taksonomi Domain Afektif menurut Bloom dan David Krathwol dibagi menjadi lima tahapan yaitu : Penerimaan (recevising/ attending). 2002. Penghargaan (valuing). Jakarta: Rineka Cipta. Pengorganisasian (organization). Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi . 6. Jakarta: Grasindo. Saran Bagi pendidik. Adanya pengaruh kemajuan teknologi . 1993. Proses Pembentukan Sikap yaitu melaui pola pembiasaan dan modeling. Model Strategi Pembelajaran Sikap yaitu dibagi menjadi tiga : Model konsiderasi. 5. Gulo. dismaping memberikan suatu teori dari pendidikan.4. sehingga anak didik akan termotifasi total untuk mengamalkan secara langsung di dalam kehidupan bermasyarakat sehingga strategi pengajaran afektif yang diterapkannya dapat berhasil. Kesulitan Dalam Pembelajaran Afektif yaitu selama ini proses pendidikan sesuai dengan kurikulum yang berlaku cenderung diarahkan untuk pembentukan intelektual. diharapkan juga memberikan suatu praktek (operasional) secara nyata dari teori-teori yang diajarkan. Suharsimi. Tehnik mengklarifikasi nilai (VCT). berdampak pada pembentukan karakter anak secara perlahan tapi pasti. B. Strategi Belajar Mengajar. 7. Keberhasilan pembentukan sikap tidak bisa dievaluasi dengan segera . Model pengembangan kognitif. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. khususnya teknologi informasi yang menyuguhkan aneka pilihan acara. W. . Karakterisasi berdasarkan nilai-nilai (characterization by a value or value complex). Tanggapan (responding).

Jakarta: Kencana.wikipedia. Strategi Pembelajaran:Berorientasi Standar Proses Pendidikan . Paul adalah seorang humanis yang menganggap bahwa pembentukan moral tidak sama dengan pengembangan kognitif yang rasional. [5] Wina Sanjaya.. [4] W..Sanjaya. [8] Wina Sanjaya.org/wiki/Taksonomi_bloom. 281-282..... [10] Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. 147. http://mahmud09-kumpulanmakalah. 2002). [14] Wina Sanjaya. 1993).blogspot. Wina. 273. [9] Ibid. [11] http:// id. 2008). [2] Wina Sanjaya. 288.com/2012/07/strategi-pengajaranafektif. 276. 286-288. Strategi Pembelajaran:Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana. MAKALH TERKAIT : . Bloom pada tahun 1956. Strategi. Strategi. 150. 2008. 283-284. Strategi.. [13] Suharsimi Arikunto.. kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hierarkinya.. Strategi.. Gulo.. [12] Ibid. 277-278.. [3] Ibid. [6] Ibid.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_bloom... Gulo. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi (Jakarta: Rineka Cipta. [7] Mc. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Grasindo.html [1] W. Dalam hal ini tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah. http:// id.

HAKIKAT. 29 MACAM STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS ACTIVE LEARNING 11. kemampuan seseorang di luar sekolah sangat kompleks. M. IMPLEMENTASI BELAJAR MENGAJAR 4. Kemampuan kemampuan tersebut disamping kemampuan yang ada pada dirinya secara internal juga kemampuan yang ada di luar dirinya secara eksternal. dan kemampuan psikomotorik yakni keterampilan melakukan sesuatu. PENGEMBANGAN VARIASI MENGAJAR 3. METODE PENGAJARAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 8. Ini artinya bahwa kemampuan kemampuan yang dibatasi selama ini sudah saatnya dirubah dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan dunia luar sekolah. Pendahuluan Pendidikan adalah sebuah proses memberikan lingkungan agar peserta didik dapat berinteraksi dengan lingkungan untuk mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya. KEGUNAAN DAN MANFAAT MEDIA PENGAJARAN 12.1. Pembelajaran Modul 6. KEDUDUKAN. PEMILIHAN DAN PENENTUAN METODE DALAM PENGAJARAN 10. MACAM-MACAM TEORI BELAJAR DAN PANDANGANNYA TERHADAP PERKEMBANGAN TINGKAH LAKU MANUSIA 7. Kemampuan tersebut dapat berupa kemampuan kognitif yakni mengasah pengetahuan.Bloom (1956) seorang peserta didik diharapkan dapat dilepas menjadi individu yang siap memasuki dunia di luar sekolah. .Pd A. kemampuan afektif mengasah kepekaan perasaan. SUPERVISI EFEKTIF DALAM DUNIA PENDIDIKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE Oleh Mardianto. Akan tetapi kenyataan yang terjadi kini. MACAM-MACAM PENDEKATAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR 9. Dengan tiga kemampuan ini menurut Binyamin S. Sebagai contoh kemampuan seorang individu untuk melakukan kerjasama dengan orang lain berpartisipasi dalam satu kelompok kini menjadi bagian penting bila individu ingin sukses meraih apa yang ia inginkan. STRATEGI PEMECAHAN DAN PENYELESAIAN MASALAH 2. CIRI-CIRI DAN KOMPONEN BELAJAR MENGAJAR 5.

. Konsepsi konsepsi yang didasarkan atas analisis fungsional. sehingga melahirkan rumus tetang bagaimana mengukur tingkat inteligensi seseorang. Menurut William Stern inteligensi adalah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru dengan menggunakan alat alat berfikir yang sesuai dengan tujuan. (Agus Sujanto. Artinya peserta didik sejak dini sudah harus diberi wawasan. yang kiranya dapat kita sebut konsepsi fungsional. dan tentunya memerlukan satu pembahasan yang baik. orientasi yang merupakan bentuk lingkungan agar mereka dapat mengembangkan diri sesuai dengan nilai nilai yang ada di luar sekolah.66). kemampuan ganda atau multiple intelligence adalah satu bagian penting yang harus diperkenalkan.128) Dalam pada itu konsepsi tentang inteligensi ini berkembang terus sehingga banyak mendapat dan dalili dalil yang menjadi temuan dan pedoman bagi para ahli untuk mengembangkannya lebih jauh.1986. Pembahasan dimaksudkan untuk memberikan satu penjelasan. B. Banyak hal yang telah diteliti orang tentang kemampuan ini. kegiatan. Uraian tentang inteligensi akan dijabarkan dalam dua pokok bahasan yakni. Konsepsi konsepsi yang bersifat operasional. kadangkala pengertian pengertian yang mereka bangun berdasarkan hasil penelitian atau pendekatan yang dilakukan. Konsepsi konsepsi yang bersifat spekulatif b. Ini maksudnya adalah memperkenalkan mutiple intelligence dalam kegiatan pembelajaran harus dilakukan. pengertian intelegensi dan tingkahlaku inteligensi. 1. Sementara itu penelitian yang berkenaan dengan inteligensi dilakukan oleh para ahli selalu dikaitkan dengan masalah masalah konsep tentang berbagai hal yang menyangkut perilaku kemampuan berfikir seseorang. dan e. Teori Teori Intelligence Inteligensi terkait erat dengan tingkat kemampuan seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungannya. (Sumadi Suyabrata:1989. di luar kelas yang secara keseluruhan adalah bagian dari tanggungjawab guru. Arti Intelgensi Banyak defenisi yang dikemukakan para ahli tentang inteligensi. dimana multiple intelligence adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran siswa di kelas. Banyaknya lahir konsep tentang inteligensi ini digolongkan menjadi lima golongan yakni: a. baik itu kemampuan secara fisik maupun non fisik.Dalam hal mengakomodir berbagai kemampuan pada seorang peserta didik. Konsepsi konsepsi yang bersifat pragmatis c. Konsepsi konsepsi yang didasarkan atas analisis faktor yang kiranya dapat kita sebut konsepsi konsepsi faktor d.

c. Bahwa manusia hanya dapat mengetahui inteligensi dari tingkah laku atau perbuatannya yang tampak.Ngalim Purwanto:1987. Berbagai macam daya jiwa erat bersangkutan di dalamnya (ingatan.53). b. Pembentukan. Sejak awal disadari bahwa tes untuk mengukur kemampuan inteligensi seseorang adalah tidak ada yang sempurna sama sekali. Perkembangan dan Pengukuran Inteligensi Kemampuan yang dapat diperoleh dari inteligensi ini adalah dapat diketahui dengan cara menggunakan tes inteligensi. d. 2. inilah yang merupakan motor penggerak dari inteligensi kita. Kemasakan. Perkembangan dan pertumbuhan inteligensi dalam diri seseorang berirama sesuai dengan gejala pertumbuhan dan perkembangan yang ia alami. Namun demikian terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi inteligensi ini yakni: a. ialah perkembangannya dan. Tentunya pengertian dan pembatasan inteligensi tidak berhenti sampai disini. segala faktor luar yang mempengaruhi inteligensi dimasa d. para ahli terus berusaha menyempurnakan sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman dan perobahan yang ada pada struktur aturan kegiatan keilmuan itu sendiri. Bahwa inteligensi itu ialah faktor total. perasaan. fantasi. Bahwa manusia dalam kehidupannya senantiasa dapat menentukan tujuan tujuan yang baru.Sebagai pembahasan perbincangan tentang inteligensi harus didasarkan pada empat hal pokok yakni: a. melalui “kelakuan inteligensinya”. Faktor faktor lingkungan dan pendidikanpun memegang peranan. Inteligensi hanya dapat kita ketahui dengan cara tidak langsung. Tes ini dirancang sedemikian rupa sehingga menyerupai satu paket alat ukur terpadu untuk melihat tingkat kemampuan yang ada pada diri seorang individu. perhatian. c. Bahwa bagi suatu perbuatan inteligensi bukan hanya kemampuan yang dibawa lahir saja yang penting. Perbawaan.66). minat. Dalam hal ini diketahui bahwa ebilitas mental yang sangat . dan yang tidak sama pada setiap orang. ialah gejala kesanggupan kita yang telah kita bawa sejak lahir. (Agus Sujanto:1985. Minat. b. ialah saat munculnya sesuatu daya jiwa kita yang kemudian berkembangan dan mencapai saat puncaknya. dan sebagainya untuk mempengaruhi inteligensi seseorang). dapat memikirkan dan menggunakan cara cara untuk mewujudkan dan mencapai tujuan itu/ (M.

Tes Army Alpha dan Beta Tes inteligensi yang ini digunakan untuk mentes calon calon tentara di Amerika Serikat. 3. dimana dengan tes ini dapat diberikan secara kelompok orang sekaligus untuk diukur atau diketahui tingkai inteligensinya. Sedangkan tes keterampilan kegiatan seperti. dibentuk dan dilengkapi. (b) Lewis Terman dan Stanfor University tahun 1916. Lave dari Inggris pada tahun 1938.228). (Lester D. menyusun balok balok kecil. Tes Binet-Simon Tes inteligensi ini adalah tes psikologi yang pertama sekali diciptakan oleh Alfred Binet dan Theodore Simon pada tahun 1908 di Perancis. (c) Mordan tahun 1932. Tes Progressive Matrices Tes inteligensi ini diciptakan oleh L. sehimngga disempurnakan menjadi lebih lengkap kemudian dapat digunakan untuk orang dewasa.menyusun gambar. Tes inteligensi dapat diklasifikasikan menjadi:(a) Individual atau kelompok. Beberapa ahli yang telah merancang dan mengembangkan tes ukur inteligensi ini sampai kini sebagian darinya tetap digunakan oleh pada pendidik. Tes yang dikembangkan ini meliputi dua sub yaitu verbal dan performance (tes lisan dan perbuatan atau keterampilan).Crow:1984.140). 4. Tes Wechsler Tes inteligensi ini adalah dibuat oleh Wachsler Bellevue pada tahun 1939 terdiri dari dua macam yakni. Tes lisan meliputi pengetahuan umum. menyusun bentuk gambar dan sandi (kode angka angka). 2. Penrose dan J. namun sebagian ditinggalkan. namun dalam perkembangannya mendapat sambutan yang baik. Awalnya tes ini dipersiapkan untuk mengukur tingkat kemampuan inteligensi anak anak. pemahaman. ingatan. Untuk itulah maka ditegaskan sekali lagi bahwa. dan (c) Mudah atau lebih sukar. hitungan dan bahasa. . Tes ini diciptakan awalnya untuk memenuhi keperluan yang mendesak dengan menseleksi calon tentara waktu perang dunia II. dan (d) David Merril tahun 1937. macam macam test ebilitas mental. bukan bahasa atau non verbal atau perbuatan. Beberapa ahli yang sempat merevisi dan menyempurnakan tes Binet-Simon ini adalah (a) Kuhman tahun 1912 dan 1922. (Ahmad Mudzakir:1997. menari kesamaan.kompleks menjadikan pengukuran hanya sebatas disusun. C. (b) Bahasa atau verbal. untuk umur 16 tahun keatas disebut dengan Adult Inteligence Scale (WAIS) dan tes untuk anak anak yaitu Wechslr Intelegence Scale for Children (WISC). melengkapi gambar. Dimana tes army alpha khusus untuk calon tentara yang pandai membaca sedang army beta untuk calon yang tidak pandai membaca.S. disesuaikan dengan umur atau tingkat tingkat sekolah. Beberapa model tes yang pernah dikembangkan tersebut adalah: 1.

All rights reserved. (Stein dan Book. American psychologist Howard Gardner originated the theory of multiple intelligences. Critics of the multiple intelligences theory have several . Pandangan terhadap kegandaan (multiple) kecerdasan dipelopori oleh Gardner. Hal ini tanpak sebagaimana ditulis oleh beberapa ahli tentang perkembangan pemikiran yang menyangkut tentang intelligence seperti kutipan berikut: Gardner’s theory found rapid acceptance among educators because it suggests a wider goal than traditional education has adopted. dilakukan dengan cara mengukur prestasi kerja menggunakan Baron Emotional Questient Inventory (EQ-i). yang kemudian ternyata sangat berguna dan sangat baik diikuri orang lain ialah konsepsi tetang adanya umur yang dua macam yaitu: (a) Umur kalender atau umur kronologis (Cronological age yang biasa disingkat dengan CA). Selama ini IQ diyakini sebagai satu satunya faktor yang menentukan kesuksesan seseorang. EQ di sisi lain ternyata berperan sebesar 27-45 %. Stein dan Book menyatakan bahwa IQ dapat digunakan untuk mempekirakan sekitar 1-20 % (rata-rata 6 %) keberhasilan dalam pekerjaan tertentu. dan saling melengkapi. bahwa kehidupan mental manusia dibentuk dari dua pikiran yaitu pikiran rasional dan pikiran emosional yang bekerja dalam keselarasan yang erat.154). 2000. dan (b) Umur kecerdasan atau umur inteligensi (mental age./Paula Lerner © 1993-2003 Microsoft Corporation. Gadner seorang tokoh muda dalam biang psikologi di Amerika telah memberikan banyak sumbangan terhadap psikologi khususnya tentang pengukuran psikologi anak.Dalam pada itu suatu konsepsi yang orisinal. yang biasa disingkat dengan MA). 1998. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa cognitive intelligence (IQ) mempengaruhi sekitar 1% performance kerja aktual. Penyelidikan ilmiah pertama yang pernah dilakukan membandingkan kecerdasan emosional (emotional intelligence) dengan cognitive inteligence (IQ). Inc.2-3). dan berperan langsung dalam keberhasilan pekerjaan tergantung pada jenis pekerjaan yang diteliti.Woodfin Camp and Associates. (Sumadi Suryabrata:1989. Test IQ digunakan sebagai dasar meramalkan kemampuan bidang karir akademik. EI (emotional intelligence) mempengaruhi sebesar 27 % dan 72 % lainnya dipengaruhi oleh hal hal lain. C. Gardner’s theory sought to broaden the range of human abilities that should be considered aspects of intelligence. 2001. Multiple Intelligene Goelman mengemukakan.11-12). (Goleman. (Multi-Health Systems Inc. Kecerdasan pikiran rasional diukur dengan IQ (intelligence Question).34). Siapa sebenarnya Gadner itu? Dalam sebuah tulisan di Ensyclopedia Encarta disebutkan.

57-59). (3) Spatial intelligence (kecerdasan spasial berpikir dalam tiga dimensi). All rights reserved Kutipan di atas. Tabel Pengembangan Multiple Intelligence . Gardner yang terkenal dengan multiple intelligence tidak memandang kecerdasan manusia sema berdasar secor tes standar. Campbell dan Dickinson. tetapi meliputi tujuh macam kecerdasan manusia yaitu: (1) Linguistik intelligence (kecerdasan lnguistik). (5) Musical intelligence (kecerdasan musik). 2002. critics argue that some of the intelligences Gardner identified. bakat dan kemauan serta stabilitas seseorang. © 1993-2003 Microsoft Corporation. Pemikiran Gardner tentang multiple intelligence mengenai kecerdasan inerpersonal di atas ditempatkan oleh Salovey dalam definisi dasar tentang kecerdasan emosional. untuk itulah Gadner mencoba memberikan tawaran bagaimana pengukuran kemampuan manusia secara lebih lengkap. such as musical intelligence and bodily-kinesthetic intelligence. Bagaimana sebenarnya pengembangan ketujuh kecerdasan terkait dengan pilihan profesi yang dapat diberikan pada kegiatan pembelajaran. (Goleman. In addition. serta pengembangan sumber daya manusia.objections. (2) Logical-mathematical intelligence (kecerdasan logika-matematika). They note that there are no tests available to identify or measure the specific intelligences and that the theory largely ignores decades of research that show a tendency for different abilities to correlate—evidence of a general intelligence factor. they argue that Gardner based his ideas more on reasoning and intuition than on empirical studies. hal ini dapat dilihat sebagaimana uraian tabel berikut dibawah ini. (6) Interpersonal intelligence (kecerdasan interpersonal). sementara anatomi manusia semakin kompleks. 2001. dan (7) Intrapersonal intelligence (kecerdasan intrapersonal) (Campbell. should be regarded simply as talents because they are not usually required to adapt to life demands. kini banyak dikembangkan baik dalam pendidikan maupun pelatihan. (4) Bodily-kinesthetic intelligence (kecerdasan kinestetik-tubuh). First.2-3). Dibutuhkan berbagai pendekatan untuk melihat dasar kemampuan. cukup memberikan informasi bahwa berbagai teori tentang pengukuran inteligensi selama ini banyak memiliki kelemahan disatu sisi. Ketujuh kecerdasan ini.

jurnalis. (kecerdasan menggunakan bahasa untuk pembicara. Spatial Kemampuan berpikir dalam tiga Pilot. berpikir melukiskan kembali. intelligence dimensi yakni. kinestetiktubuh) Musical Adalah kemampuan dalam Komposer. penari. merubah dalam tiga atau memodifikasi bayangan. pelukis dan arsitek (kecerdasan membayangkan keadaan spasial internal dan eksternal. pemahat. penyair. musisi. pelaut. ritme dan nada. pembuat alat musik) musik.No 1 Kecerdasan Pengertian Aktualisasi Linguistic Kemampuan dalam bentuk berfikir Novelis. intelligence mempertimbangkan proposisi akuntan. ahli bedah intelligence obyek dan keterampilan dan seniman. kritikus. penyiar lingkuistik) mengekspresikan dan berita menghargai makna yang kompleks. insiyur. dan pendengar musik 2 3 4 5 . pengarang. LogicalKemampuan dalam menghitung. (kecerdasan dan hipotesis serta programing logikamenyelesaikan masalah komputer matematika) operasi matematis. konduktor. (kecerdasan ketrampilan fisik yang halus. (kecerdasan melodi. matematika. intelligence tentang kata kata. Ilmuwan. dimensi) mengemudiakan diri sendiri dan obyek melalui ruangan dan menghasilkan menguraikan informasi grafis Bodily-kinesthetic Adalah kemampuan menggerakan Atlet. intelligence sensitivitas pada pola titinada. ahli mathematical mengukur.

metodologi pengembangan pembelajaran. dalam arti memiliki pengetahuan. Penerapan Multiple Intelligence dalam Pembelajaran Memperkenalkan multiple intelligence dalam kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dalam tiga bentuk utama yakni. Oleh sebab itu benar bila dikatakan bahwa multiple intelligence atau intelligensi jamak merupakan perkembangan mutakhir dalam bidang intelligensi menjelaskan hal hal yang berkaitan dengan jalur jalur yang digunakan oleh manusia untuk menjadi jerdas. (b) kecerdasan logika matematika. . Kedelapan tersebut meliputi: (a) kecerdasan verbal/linguistik. intrapersonal) menggunakan pengetahuan semaca itu dalam merencanakan dan mengarahkan kehidupan seseorang. dan (h) kecerdasan visual spaial.2002:74). dan evaluasi hasil pembelajaran. (e). D. ahli intelligence membua persepsi yang akurat psikologi dan ahli (kecerdasan tentang diri sendiri dan filsafat. Orientasi Kurikulum Kompentensi merupakan pengetahuan. 1. Namun demikian Lazear (1998) selangkah lebih maju dimana ia menemukan kecerdasan jamak dengan istilah “8 ways of knowing”. 7 Intrapersonal Adalah kemampuan untuk Agamawan. keterampilan. (g) kecerdasan musik irama. (c) kecerdasan intrapersonal.6 Interpersonal Adalah kemampuan untuk intelligence memahami dan berinteraksi (kecerdasan dengan orang lain secara interpersonal) efektif Guru. (f) kecerdasan tubuh kinestetik. kecerdasan naturalis. keterampilan. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seorang menjadi kompeten. orientasi kurikulum. (Jamaris. pekerja sosial. artis atau politisi yang sukses. (d) kecerdasan interpersonal. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Dengan demikian hampir tidak berhenti para ahli untuk meneliti dan mengembangkan kecerdasan manusia. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. Diadaptasi dari Gardner 1983.

Siswa diajak untuk memikirkan bersama. menghargai dan memakai kekuatan dengan penuh tanggungjawab. adalah salah satu bentuk untuk mengembangkan intelligence lingusitic. Siswa diajak untuk membuat catatan refleksi atau tanggapan bahan-bahan tersebut. 2) Problem solving: Siswa dihadapkan pada masalah konkret. komunikasi dengan guru kurang lancar. prestasi kelas merosot. Cara ini juga dapat dikembangkan untuk membangun kecerdasan intapersonal. Metode ini dapat mengasah kecerdasan interpersonal 3) Reflective thinking/critical thinking. 6) Responsibility building. siswa dibimbing untuk kerja kelompok secara kontinyu dalam mengerjakan suatu proyek tertentu. hak. foto. siswa secara pribaddi atau berkelompok dihadapkan pada suatu artikel. Bahan-bahan bisa diplih sendiri oleh siswa. 4) Group dynamic. siswa satu kelas diajak untuk membangun komunitas atau masyarakat mini dengan aturan. Misalnya adanya perkelahian antar pelajar. dan memecahkan masalah secara bersama-sama. dimana siswa diajak menyenangi dan mencintai bahasa. tidak melulu hanya apsek kognitif atau spritual belaka tetapi seimbang dan tepat sasaran.Dasar pemikiran untuk menggunakan konsep multiple intelligencei dalam kurikulum adalah sebagai berikut: 1) Multiple intelligence berkenaan dengan kemampuan peserta didik dalam melakukan sesuatu dalam berbagai konteks. gambar. 2. Cara ini dapat mengembangkan kecerdasan bodily kenisthetic. 3) Multiple intelligence merupakan hasil belajar (leraning outcomes) yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan peserta didik setelah melalui proses pembelajaran. Pengembangan Metodologi Pembelajaran 1) Metode bercerita. 5) Community bulding. dan lain sebagainya. 4) Kehandalan kemampuan peserta didik melakukan sesuatu harus didefinisikan secara jelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur. dimana siswa dapat menikmati suara dari kata kata. 5) Penyusunan standart kompetensi. tugas. peristiwa. Cara ini dapat dikembangkan untuk membangun kecerdasan intrapersonal. mendiskusikan bersama. siswa diberi tugas yang konkret dan diminta membuat laporan pertanggungjawaban secara jujur. dan kewajiban yang mereka atur sendiri secara demokratis. 2) Multiple intelligence menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui peserta didik untuk menjadi standart kompentensi. sering terlabat sekolah. . dan kecerdasan interpersonal. Metode ini dapat diterapkan untuk mengembangkan kecerdasan logical mathematical. juga inteersonal intligence. kasus. kompetensi dan hasil belajar hendaknya didasarkan pada kecerdasan jamak yang ditetapkan secara proporsional.

baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. tidak harus ke tempat jauh dan biaya mahal. proses pembelajaran pada intinya adalah pemberian layanan kepada setiap individu siswa agar mereka berkembang segara maksimal sesuai dengan potensi yang mereka miliki. dan bahkan kecerdasan interpersonal. surat kabar dan sebagainya. banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Sehingga mendorong siswa berpikir dan berpendaat tidak hanya untuk menyalin jawaban. Dengan demikian. mempertanyakan gagasan orang lain. melainkan dengan memberikan peluang sebesar-besarnya kepada setiap individu untuk memperoleh pengalaman belajar sebanyak-banyaknya. 9) Kerja individu dan kelompok. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. Cara seperti ini dapat mengembangkan berbagai kecerdasan seperti kecerdasan lingustic. 12) Membandingkan dan mensintesiskan informasi. siswa-siswa harus membandingkan dan mendiskusikan jawaban-jawaban yang sudah mereka tuliskan. takut disepelekan. Untuk menggali nilai-nilai social. untuk melaksanakan suatu eksperimen atau meneliti suatu topik proyek.7) Picnic. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Pengajuan suatu pertanyaan menggunakan kata-kata dan ungkapan yang tidak mudah ditemukan di dalam teks atau naskah. Pemahaman informasi yang dikumpulkan dari sumberdaya dapat ditingkatkan jika siswa-siswa bekerja dalam kelompok dan setiap anggota kelompok diberi sumber data yang berbeda untuk digunakan dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang sama. 10) Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEM’. kecerdasan bodily kinethetic. juga kecerdasan bodlily kinesthetic. Kegiatan ini juga tidak harus jauh. siswa di ajak melakukan kegiatan kamping dalam rangka belajar. Satu dari cara yang paling biasa untuk mendorong kerja-regu adalah meminta siswa-siswa untuk bekerja dalam suatu regu atau kelompok untuk mencari jawaban-jawaban pada pertanyaan-pertanyaan. spritual. siswa merancang kegiatan santai di luar sekolah. dsb. semangat regu dan pengertian tentang hakikat pekerjaan hendaklah realistis mengingat ketrampilan dan pengalaman siswa-siswa. sehingga. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. bisa di halaman sekolah. Namun. bahan rujukan. Sering bertanya. keindahan. Ketrampilan ini sangat tepat bila digunakan guru untuk mengasah kecerdasan linguistic. Cara cara seperti di atas dapat dikembangkan oleh guru untuk membangun kecerdasan siswa dalam bidang interpersonal. 8) Camping study. . guru harus berhati-hati agar harapan akan kerjasama. ini dapat diterapkan guru untuk membangun kecerdasan spatial. Pelayanan secara individual bukan berarti mengajari anak satu persatu secara bergantian. atau takut dimarahi jika salah. dan kecerdasan musical. Hal ini dapat dilakukan dengan mengaktifkan siswa baik secara individu maupun beregu. Oleh karena itu. toleransi. jika siswa diminta untuk mengerti dan bukan sekedar mengingat informasi yang ditemukannya di dalam buku pelajaran. Seperti hal di atas. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. sebagai hasilnya. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. maka mereka haruslah aktif mengumpulkan informasi. untuk memecahkan suatu masalah. juga intrapersonal. 11) Pertanyaan efektif. Ini adalah cara yang tepat untuk mengembangkan kecerdasan spatial.

memastikan bahwa semua siswa diperkenankan mengemukakan pandangan sesuai peranan yang diterimanya.Pada akhir konperensi meja bundar. Ini sering merupakan strategi yang efektif untuk dipakai oleh kelompok-kelompok pakar ketika pendekatan (jigsaw) terhadap proyek penelitian digunakan. strategi-strategi ini meliputi permainan peranan atau advokasi untuk kepentingan kelompok komunitas tertentu. gaya hidup dan peranan di dalam masyarakat dari orang yang mengungkapkan pandangan itu. bahwa setiap diskusi berlangsung tertib dan mendorong peran serta yang jika perlu dengan mengajukan pertanyaan. 14) Peta akibat. . sehingga menunjuk pada jawaban. sikap atau tindakan yang kotroversial (menjadi sengketa). metode ini dapat digunakan sebelum atau sesudah siswa-siswa mempelajari sesuatu topik. keluarganya. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu mudah dijawab dan jarang menuntut keterlibatan aktif. Pandangan-pandangan ini biasanya ditentukan oleh pengalaman. 16) Permainan peranan/ konferensi meja bundar. Cara ini juga dapat digunakan guru untuk melatih anak anak dalam mengembangkan kecerdasan linguistic. atau dapat digunakan untuk menemukan apakah mereka sudah mampu menerapkan informasi yang sudah dipelajarinya dalam menganalisis situasi baru. Hal itu dapat digunakan untuk menemukan seberapa tuntas siswa-siswa dalam memikirkan sesuatu isu atau peristiwa.mereka akan mampu memberi satu jawaban yang memuaskan. 13) Mengamati (mengawasi) aktif. Cara ini dapat digunakan guru untuk melatih anak mengemangkan kecerdasan linguistic. Sering siswa-siswa tidak berpikir dan belajar aktif pada waktu menonton video. Guru bertindak sebagai fasilitator (pemberi kemudahan). harapan dan cita-cita. Beberapa orang guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswasiswa untuk dijawab pada waktu mereka menonton video. Ini adalah salah satu cara guru untuk mengembangkan kecerdasan logical mathematical. 15) Keuntungan dan kerugian. Biasanya pertanyaan-pertanyaan itu disajikan dengan susunan dimana jawaban-jawaban akan muncul didalam video dan ungkapanungkapan kunci didalam pertanyaan-pertanyaan juga terjadi didalam video. siswa-siswa hendaklah didorong untuk memperhatikan semua sudut pandang dan tiba pada suatu keputusan pribadi tentang isu itu. nilai pendidikan. Siswa-siswa diminta untuk mempertimbangkan semua hasil atau akibat yang mungkin dari suatu tindakan atau perubahan dan kemudian hasil-hasil dan akibat-akibat sesudah itu. Sesudah klasifikasi atas keuntungan dan kerugian sudah dirampungkan. kecerdasan musical. suatu tugas analisis yang kurang rumit dapat melibatkan siswasiswa untuk memeriksa informasi yang mereka temukan tentang keputusan. Cara ini juga dapat dikembangkan untuk melatih anak dalam hal kecerdasan linguistic dan juga kecerdasan logical mathematical. Hal ini dimaksudkan untuk membantu siswa-siswa mengenali bahwa biasanya terdapat suatu rentang sudut pandang mengenai sesuatu isu dan suatu rentang cara menafsirkan informasi tentang isu itu. Siswa-siswa bekerja sebagai satu kelas keseluruhan atau dalam kelompok-kelompok untuk menggolong-golongkan informasi yang mereka kumpulkan apakah untung atau rugi bagi mereka sendiri. desa atau masyarakat umumnya. Mereka juga didorong untuk berpikir tentang akibat-akibat positif dan negatif. siswa-siswa dapat diminta untuk memutuskan. Metode ini dapat dikembangkan untuk untuk meransang anak agar terlahit kecerdasan interpersonalnya dengan baik.

Pengembangan Evaluasi Hasil Pembelajaran 1) Evaluasi dikembangkan dengan prinsip untuk memberikan informasi kemajuan belajar siswa dalam berbagai bidang intelligensi (kecerdasan jamak). E. interpersonal dan lain sebagainya. kemudian kecerdasan apa yang tepat untuk dikembangkan pada dirinya. tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya. sehingga pengukuran kecerdasannyapun membutuhkan ciri khas. logical mathematical. Artinya kompetensi yang ditetapkan oleh guru dalam tujuan pembelajaran juga harus diiringi dengan pertimbangangan lain dimana masing masing anak memiliki keunikan yang khas. masih terlalu dini untuk mengungkapkan bahwa multiple intelligence adalah yang terbaik dalam pengembangan kepribadian seorang anak.. bahwa kegiatan pendidikan dan pembelajaran perlu dikaji lebih jauh. 3) Proses penilaian benar benar berbasis kelas dan berangkat dari potensi apa yang dimiliki anak.saya yakin Sobat orang yang baik. Penutup Multiple intelligence kini telah banyak dikembangkan dari sejak kajian teoretis sampai pada berbagai praktek kegiatan pendidikan dan pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. selain Makalah STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS. khususnya tentang multiple intelligence kiranya dapat memberikan satu motivasi yang kuat. maka secara ikhlas saya mengijinkannya. bentuk tes soal ujian harus diiringi dengan tugas. 2) Bentuk evaluasi harus dikembangkan dengan berbagai macam yang dapat mengakomodir kecerdasan yang sangat kompleks. baik itu kecerdasan dalam lingusiti. Tentu kajian ini tidak berhenti sampai di sini saja. Kajian kajian tentang pengembangan kemampuan anak berdasarkan multiple intelligence ini diharapkan memberikan satu nuansa baru bagaimana sebenarnya hakikat manusia dari sisi potensi. anda . Tulisan ini diharapkan menjadi nilai nilai inspirasi bagi upaya peningaktan kemauan dan kemampuan dalam memahami multile intelligence tersebut. Namun yang pasti memberi kesempatan bagi guru dan peserta didik sejak awal. jadi nilai praktek dan nilai sehari hari sangat besar perannya dalam penentuan keberhasilan belajar. Lebih dari itu.3. Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini. Hal ini sudah harus tergambar sejak dalam perencanaan pembelajaran pengembangan kegiatan pembelajaran. bakat dan kemampuannya dapat dikembangkan secara optimal.

com Kepada Teman-Teman semua sebelumya saya mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan baik dari penulisan maupun isi dari Judul MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS ini. proses pembelajaran di sekolah tampaknya lebih cenderung menekankan pada pencapaian perubahan aspek kognitif (intelektual). Salam saya Ibrahim Lubis. yang dilaksanakan melalui berbagai bentuk pendekatan. jika terdapat Unsur yang tidak pantas ditampilkan atau menyinggung sesuatu yang tidak pantas. Kalaupun dilakukan mungkin hanya dijadikan sebagai efek pengiring (nurturant effect) atau menjadi hidden curriculum yang disisipkan dalam kegiatan pembelajaran yang utama yaitu pembelajaran kognitif atau pembelajaran psikomotor. afektif dan psikomotor. Saya secara pribadi hanya berniat untuk memberikan pengetahuan yang bermanfaat dan tidak ada unsur untuk memojokkan. Teman-teman Telah Membaca MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS. .com Model Pembelajaran Afektif (Sikap) Posted on 8 Mei 2008 by AKHMAD SUDRAJAT B elajar dipandang sebagai upaya sadar seorang individu untuk memperoleh perubahan perilaku secara keseluruhan. Sekali lagi saya mohon maaf dan niat saya hanya untuk kebaikan. Meski demikian. pembelajaran afektif justru lebih banyak dilakukan dan dikembangkan di luar kurikulum formal sekolah. mohon saya diingatkan agar saya bisa memperbaikinya. baik aspek kognitif. email :ibrahimstwo0@gmail. menghina atau yang lain. diyakini bahwa aspek afektif memegang peranan yang sangat penting terhadap tingkat kesuksesan seseorang dalam bekerja maupun kehidupan secara keseluruhan. Namun hingga saat ini dalam praktiknya. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini.dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. pembelajaran yang secara khusus mengembangkan kemampuan afektif tampaknya masih kurang mendapat perhatian. Sementara. Salah satunya yang sangat populer adalah model pelatihan kepemimpinan ESQ ala Ari Ginanjar. Secara konseptual maupun emprik. strategi dan model pembelajaran tertentu. Semoga dengan membaca MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS Memberikan Manfaat dan Berikan Komentar untuk saran dan kritik melalui email saya di ibrahimstwo0@gmail.

Merujuk pada pemikiran Nana Syaodih Sukmadinata (2005) akan dikemukakan beberapa model pembelajaran afektif yang populer dan banyak digunakan. (6) meminta siswa untuk menentukan pilihannya sendiri. (5) mengambil keputusan dengan berpegang pada prinsip atau ketentuen-ketentuan legal dalam masyarakat. (2) meminta siswa menganalisis situasi untuk menemukan isyarat-isyarat yang tersembunyi berkenaan dengan perasaan. dan hidup secara harmonis dengan orang lain. mementingkan. bekerja sama.Pembelajaran afektif berbeda dengan pembelajaran intelektual dan keterampilan. Model Konsiderasi Manusia seringkali bersifat egoistis. Hal-hal diatas menuntut penggunaan metode mengajar dan evaluasi hasil belajar yang berbeda dari mengajar segi kognitif dan keterampilan. sehingga mereka dapat bergaul. dan ada pula yang dapat dinyatakan secara eksplisit. Melalui penggunaan model konsiderasi (consideration model) siswa didorong untuk lebih peduli. Model pembentukan rasional (rational building model) bertujuan mengembangkan kematangan pemikiran tentang nilai-nilai. (5) mengajak siswa melihat konsekuesi dari tiap tindakannya. Langkah-langkah pembelajaran rasional: (1) menigidentifikasi situasi dimana ada ketidakserasian atu penyimpangan tindakan. lebih memperhatikan orang lain. Ada beberapa model pemebelajaran afektif. (3) siswa menuliskan responsnya masingmasing. . dan tidak ada materi khusus yang harus dipelajari. kebutuhan dan kepentingan orang lain. (2) menghimpun informasi tambahan. Nilai juga bersifat multidimensional. prinsip atu ketentuanketentuan yang berlaku dalam masyarakat. (4) mencari alternatif tindakan dengan memikirkan akibat-akibatnya. 1. Nilai-nilai ini ada yang tersembunyi. (4) siswa menganalisis respons siswa lain. Model pembentukan rasional Dalam kehidupannya. lebih memperhatikan. lebih mudah berubah. Langkah-langkah pembelajaran konsiderasi: (1) menghadapkan siswa pada situasi yang mengandung konsiderasi. dan sibuk dan sibuk mengurusi dirinya sendiri. 2. orang berpegang pada nilai-nilai sebagai standar bagi segala aktivitasnya. karena segi afektif sangat bersifat subjektif. ada yang relatif dan ada yang absolut. (3) menganalisis situasi dengan berpegang pada norma.

agar para siwa menyadari nilai-nilai yang mereka miliki. Model ini bertujuan membantu siswa mengembangkan kemampauan mempertimbangkan nilai moral secara kognitif. yang yang berlangsung secara berangsur melalui tahap prakonvensi. Pengembangan moral kognitif Perkembangan moral manusia berlangsung melalui restrukturalisasi atau reorganisasi kognitif. baik yang jelas atau terselubung. mengulanginya pada hal lainnya. Model nondirektif Para siswa memiliki potensi dan kemampuan untuk berkembang sendiri. Guru hendaknya menghargai potensi dan kemampuan siswa dan berperan sebagai fasilitator/konselor dalam pengembangan kepribadian siswa. Klarifikasi nilai (value clarification model) merupakan pendekatan mengajar dengan menggunakan pertanyaan atau proses menilai (valuing process) dan membantu siswa menguasai keterampilan menilai dalam bidang kehidupan yang kaya nilai. 4. disadari atau tidak. Langkah-langkah pembelajaran klasifikasi nilai: (1) pemilihan: para siswa mengadakan pemilihan tindakan secara bebas. dari sejumlah alternatif tindakan mempertimbangkan kebaikan dan akibat-akibatnya. . (2) siswa diminta memilih salah satu tindakan yang mengandung nilai moral tertentu. (4) siswa didorong untuk mencari tindakan-tindakan yang lebih baik. (3) berbuat: siswa melakukan perbuatan yang berkaitan dengan pilihannya. konvensi dan pasca konvensi. Perkembangan pribadi yang utuh berlangsung dalam suasana permisif dan kondusif. Penggunaan model ini bertujuan membantu siswa mengaktualisasikan dirinya. Penggunaan model ini bertujuan. sehingga para siswa memiliki keterampilan proses menilai. 5. Klarifikasi nilai Setiap orang memiliki sejumlah nilai. (3) siswa diminta mendiskusikan/ menganalisis kebaikan dan kejelekannya. Langkah-langkah pembelajaran moral kognitif: (1) menghadapkan siswa pada suatu situasi yang mengandung dilema moral atau pertentangan nilai. memunculkan dan merefleksikannya. (5) siswa menerapkan tindakan dalam segi lain. (2) mengharagai pemilihan: siswa menghargai pilihannya serta memperkuat-mempertegas pilihannya.3.

guru pemahaman menerima ( insight). Strategi Pembelajaran – Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.Langkah-langkah pembelajaran nondirekif: (1) menciptakan sesuatu yang permisif melalui ekspresi bebas. 2007 : 126). (2) pengungkapan siswa mengemukakan perasaan. siswa merencanakan dan menentukan keputusan. Ini berarti bahwa di dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga penggunaan metide dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Sanjaya. Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. 2007 : 126). (4) perencanaan dan penentuan keputusan. guru memberrikan dorongan. Namun sebelumnya perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya. siswa memperoleh pemahaman lebih luas dan mengembangkan kegiatan-kegiatan positif. Menurut Djamarah (2002 : 5-6) ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang meliputi hal-hal sebagai berikut: Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. . pemikiran memberikan dan masalah-masalah (3) yang dihadapinya. pengembangan mendiskusikan masalah. Dari pendapat tersebut. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. guru memberikan klarifikasi. Dihubungkan dengan belajar mengajar. Dalam dunia pendidikan. dan siswa klarifikasi. artinya disini bahwa arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. strategi juga bisa diartikn sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran. (5) integrasi. Dick and Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa (Sanjaya.

Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. b. akan tetapi siswa dibimbing untuk proses menemukan sendiri . sehingga mudah dipahami oleh anak didik. metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. Memilih dan menetapkan prosedur. konsep. Ketiga. oleh karena itu maka tujuan dari pengajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkret. Dan disini dapat dilihat bahwa bagaimana cara seorang guru memandang suatu persoalan. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. Kedua. Menurut Sanjaya (2007 : 177 – 286) ada beberapa strategi pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru: a. dapat dilihat bahwa apa yang dijadikan sebagai sasaran dari kegiatan belajar mengajar. menerapkan norma-norma atau kriteria keberhasilan sehingga guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. Strategi pembelajaran ekspositori Strategi pembelajaran inquiry c. akan mempengaruhi hasilnya. Pertama. memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. Keempat. metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. Metode dan teknik penyajian untuk memotivasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman untuk memecahkan masalah. Dari batasan di atas. Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir siswa. pengertian dan teori apa yang harus digunakan oleh seorang guru dalam memecahkan masalah suatu kasus. Dalam pembelajaran ini materi pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. Strategi pembelajaran berbasis masalah d. memilih dan menetapkan prosedur. Sehingga suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya setelah dilakukan evaluasi. dapat digambarkan bahwa ada empat pokok masalah yang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar dapat berhasil sesuai dengang yang diharapkan.

Strategi pembelajaran kooperatif Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. (c) adanya upaya belajar setiap kelompok.. artinya tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran. sasaran akhir strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuai dengan taraf perkembangan anak. Strategi pembelajaran kontekstual CTL Strategi pembelajaran afektif Strategi pembelajaran afektif memang berbeda dengan strategi pembelajaran kognitif dan keterampilan. jenis kelamin. f. Setiap kelompok akan memperoleh penghargaan (reward).konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa. oleh sebab itu menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam diri siswa. artinya pengembangan gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan sehari-hari dan berdasarkan kemampuan anak untuk mendeskripsikan hasil pengamatan mereka terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. ras. Ketiga. yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik. akan tetapi penilaiannya untuk sampai pada kesimpulan yang bisa dipertanggung jawabkan membutuhkan ketelitian dan observasi yang . Kedua. atau suku yang berbeda (heterogen). akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal. (b) adanya aturan kelompok. yang sulit diukur. Dalam batas tertentu memang afeksi dapat muncul dalam kejadian behavioral. Ada empat unsur penting dalam strategi pembelajaran kooperatif yaitu: (a) adanya peserta dalam kelompok. strategi pembelajaran ini adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir. Dari pengertian di atas terdapat beberapa hal yang terkandung di dalam strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir. e. Strategi pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil. Pertama. jika kelompok tersebut menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan. g. telaahan fakta-fakta sosial atau pengalaman sosial merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir. Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajarkan. sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. dan (d) adanya tujuan yang harus dicapai dalam kelompok belajar. Afektif berhubungan dengan nilai (value).

contoh laporan tentang kegiatan belajar. contoh karya ilmiah pendidikan bahasa inggris . contoh makalah strategi belajar mengajar. makalah belajar mengajar. makalah strategi pembelajaran ekspositori . contoh makalah strategi pembelajaran. makalah metode mengajar. makalah strategi belajar mengajar. sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru. contoh strategi Tags: belajar dan mengajar. contoh makalah strategi belajar mengajar . Semoga artikel Contoh Makalah Strategi Belajar Mengajar. Strategi pembelajaran afektif pada umumnya menghadapkan siswa pada situasi yang mengandung konflik atau situasi yang problematis. mendeskripsikan guru . contoh karya ilmiah bahasa inggris . misalnya dilihat dari kebiasaan berbahasa atau sopan santun yang bersangkutan. Melalui situasi ini diharapkan siswa dapat mengambil keputusan berdasarkan nilai yang dianggapnya baik. belajar mengajar. Apabila menilai perubahan sikap sebagai akibat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru di sekolah kita tidak bisa menyimpulkan bahwa sikap anak itu baik. belajar pembelajaran. contoh makalah belajar mengajar. pembelajaran Makalah Strategi MAKALAH STRATEGI BELAJAR MENGAJAR .terus menerus. dan hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan. makalah strategi pembelajaran . contoh karya ilmiah pendidikan bahasa inggris. makalah pembelajaran. proses belajar mengajar. karya ilmiah bahasa inggris . strategi belajar. Makalah Strategi pembelajaran. contoh makalah pendidikan bahasa inggris . pembelajaran. strategi belajar mengajar — . Mungkin sikap itu terbentuk oleh kebiasaan dalam keluarga dan lingkungan keluarga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful