P. 1
fiqih taharah

fiqih taharah

|Views: 32|Likes:
Published by Mizan Adli

More info:

Published by: Mizan Adli on Apr 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

Ahmad Sarwat, Lc Fiqih Thaharah

1

Ahmad Sarwat, Lc

FIQIH
THAHARAH
Seri Fiqih Islami - 01
DU CENTER PRESS
Ahmad Sarwat, Lc Fiqih Thaharah

3

0
Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat, Lc

4

Judul Buku Fiqih Thaharah

Penulis
Ahmad Sarwat, Lc

Editor
Aini Aryani, LLB

Penerbit
DU CENTER PRESS

Cetakan
Pertama Maret 2010
Ahmad Sarwat, Lc Fiqih Thaharah

5

Daftar Isi Pengantar 13 Mukaddimah 17 Thaharah 23 1. Pengertian 23 2. Thaharah Adalah Ritual 24 3. Pembagian Jenis Thaharah 26 3.1. Thaharah Hakiki (najis) 26 3.2. Thaharah Hukmi (hadats) 26 4. Perhatian Islam Pada Thaharah 27 4.1. Islam Adalah Agama Kebersihan 28 4.2. Islam Memperhatian Pencegahan Penyakit 28 4.3. Dipuji Allah 29 4.4. Kesucian Itu Sebagian Dari Iman 30 4.5. Kesucian Adalah Syarat Ibadah 30 Air 33

1. Empat Keadaan Air Dalam Thaharah 34 1.1. Air Mutlaq 34 2.1. Air Musta’mal 44 2.3. Air Tercampur Dengan Yang Suci 52 2.4. Air Mutanajjis 54 2. Keadaan Air Lainnya 56 2. 1. Air Musakhkhan Musyammasy 57 3. Pensucian Air 60 Najis 63 1. Pengertian 63 2. Pembagian Najasah 64 2.1. Najis Ringan 64 2.2. Najis Berat 65 2.3. Najis Pertengahan 66 3. Kenajisan Tubuh Manusia 67 3.1. Darah 69 3.2. Muntah 70
Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat, Lc

6

3.3. Kotoran dan Kencing 70 3.4. Nanah 72 3.5. Mazi dan Wadi 72 3.6. Jenazah Manusia 72 3.7. Potongan Anggota Tubuh Manusia 73 4. Hewan Yang Masih Hidup 73 4.1. Babi (Khinzir) 73 4.2. Anjing 78 4.3. Hewan Buas 80 5. Bangkai 82 4.1. Disembelih Untuk Selain Allah 83 4.2. Disembelih Tidak Syar'i 84 4.3. Disembelih Kafir Non Kitabi 85 4.3. Mati Tanpa Disembelih 86 4.4. Potongan Tubuh Hewan Yang Masih Hidup 86 4.5. Bangkai Yang Tidak Najis 87 6. Najis Yang Tidak Disepakati Ulama 90 7. Najis-najis Yang Dimaafkan 91 As-Su’ru 93 1. Pengertian 93 2. Su‟ru Manusia 93 3. Hukum Su‟ru Hewan 95 3.1. Su‟ru Hewan Yang Halal Dagingnya 95 3.2. Su‟ru Anjing dan Babi 96 3.3. Su‟ru Kucing 98 3.4. Su‟ru Keledai dan Bagal 99 4. Perbedaan Pendapat di Kalangan Fuqaha’ 100 Istinja’ 103 1. Pengertian 103 2. Hukum Istinja‟ 104 2.1. Wajib 104 2.2. Sunnah 105 3. Praktek Istinja‟ dan adabnya 106

4. Istijmar 111 Wudhu` 115
Ahmad Sarwat, Lc Fiqih Thaharah

7

1. Pengertian 115 2. Masyru'iyah 117 3. Hukum Wudhu 118 3.1. Fardhu / Wajib 118 3.2. Sunnah 121 g. Ketika Melantunkan Azan dan Iqamat 125 4. Wudhu’ Rasulullah SAW 126 5. Rukun Wudhu` 127 5. 1. Niat Dalam Hati 128 5.2. Membasuh Wajah 129 5.3. Membasuh kedua tangan hingga siku 129 5.4. Mengusap Kepala 130 5.5. Mencuci Kaki Hingga Mata Kaki 131 5.6. Tartib 131 5.7. Al-Muwalat (Tidak Terputus) 132 5.8. Ad-Dalk 132 6. Sunnah-sunnah Wudhu` 133 6.1. Mencuci kedua tangan 133 6.2. Membaca basmalah sebelum berwudhu` 134 6.3. Berkumur dan Istinsyaq 134 6.4. Bersiwak 136 6.5. Meresapkan Air ke Jenggot 136 6.6. Membasuh Tiga Kali 136 6.7. Membasahi seluruh kepala dengan air 137 6.8. Membasuh dua telinga 138 6.9. Mendahulukan Kanan 138 6.10. Takhlil 138 7. Batalnya Wudhu' 139 7.1. Keluarnya Sesuatu Lewat Kemaluan. 139 7.2. Tidur 139 7.3. Hilang Akal 140 7.4. Menyentuh Kemaluan 140 7.5. Menyentuh kulit lawan jenis 141 Tayammum 145 1. Pengertian 145 2. Masyru`iyah 146
Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat, Lc

8

2.1. Dalil Al-Quran 146 2.2. Dalil Sunnah 147 2.3. Ijma` 147 3. Tayammum Khusus Milik Umat Muhammad SAW 147 4. Hal-hal Yang Membolehkan Tayammum 148 4.1. Tidak Adanya Air 148 4.2. Sakit 150 4.3. Suhu Sangat Dingin 151 4.4. Air Tidak Terjangkau 153 4.5. Air Tidak Cukup 154 4.6. Habisnya Waktu 154

Tidak perlu berwudhu lagi setelah mandi. Fardhu Mandi Janabah 168 3. Cara Tayammum 155 6. Masuk ke Masjid 182 Mengusap Dua Khuff 183 1. Mencuci kaki 172 5. Mencuci Kedua Tangan 171 4. Hal-Hal Yang Haram Dikerjakan 177 8.7.5. Hal-hal Yang Mewajibkan Mandi Janabah 162 2. Sunnah Mandi Janabah 169 4. Gila atau Mabuk 176 6. Shalat hari Raya Idul Fithr dan Idul Adha 174 6. Sesudah Memandikan Mayat 175 6. Pengertian Khuff 184 .3. Melahirkan 167 3.4.3. Tanah Yang Bisa Dipakai Tayammum 154 6. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Mandi Junub : 177 7.1.1. Mencuci Dua Kemaluan 171 4.6. Mendahulukan anggota kanan 177 7. Keluar Mani 162 2. Mandi Sunnah 172 6.2.6. Menyiram kepala 172 4. Membersihkan Najis 171 Ahmad Sarwat.2. Haidh 166 2. Menghilangkan Najis 168 3. Bertemunya Dua Kemaluan 164 2.1.4.2.3. Melafazkan Ayat-ayat Al-Quran 180 8.5.6. Cara Pertama 155 6.4. Ditemukannya Air 158 7.3 Hilangnya Penghalang 159 Mandi Janabah 161 1.2. Haji dan Umrah 176 7.2.5.1. Cara Kedua 156 7. Shalat 177 8.1. Meratakan Air 169 4.6. Lc Fiqih Thaharah 9 4. Sadar dari Pingsan. Berwudhu 171 4. Makna mengusap khuff 183 2.2. Nifas 167 2.1. Shalat Jumat 173 6. Batalnya Tayammum 157 7. Memegang atau Menyentuh Mushaf 179 8. Segala Yang Membatalkan Wudhu` 157 7.3. Tawaf 178 8. Sujud Tilawah 178 8. Shalat Gerhana dan Istisqa` 174 6. Sela-sela Jari 171 4. Niat 168 3.1. 177 8. Pengertian 161 2.1.7.3.9.5.2. Meninggal 165 2. Membasahi Seluruh Badan 172 4.5.2.

1. Kalangan yang Mengingkari 186 5. Syarat untuk Mengusap Sepatu 188 6. Masa Berlaku 189 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat.7. Lama Haid Bagi Seorang Wanita 197 5.9. Puasa 200 6. Lama Masa Suci 198 6. Pada Usia Berapakah Mulai dan Berakhirnya Haid. Perbuatan Yang Haram Dilakukan Karena Haid 199 6. Melafazkan Ayat-ayat Al-Quran 201 6. Salat 209 3.Tawaf 210 3. Shalat 199 6. Menyentuh Mushaf dan Membawanya 201 6. 192 Haidh 193 1.4.3. Masuk ke Masjid 211 3. Tidak Tembus Air 189 7.5. Darah Haid 195 2.Darah Nifas 195 2.6.3. Bersetubuh 202 6.8.5. Syarat Darah Haidh 196 4.3. Lc 10 8. Bersetubuh 211 . Berwudhu sebelum memakainya 188 6.5. Melepas atau terlepas sepatu baik satu atau keduanya 192 8. Habis waktunya.4.1. Praktek Mengusap Sepatu 187 6.1. Puasa 210 3. Berwudu` atau mandi 200 6. Pengertian 193 2. Masuk ke Masjid 202 6. Tidak Berlubang 189 6. Menceraikan Istri 205 Nifas 207 1. Pengertian 207 2.1. Yang Membatalkan 191 8. Masyru`iyah 184 4.5.2. 197 4.3. Tidak Najis 188 6. Darah Wanita 195 2. Basahnya kaki yang ada di dalam sepatu 192 8. Berwudu` atau mandi janabah 209 3. Lama Nifas 207 3.3.8.1.4. Lc Fiqih Thaharah 11 3.6.7. Menyentuh Mushaf dan Membawanya 210 3. Melafazkan Ayat-ayat Al-Quran 211 Ahmad Sarwat.2. Hal-hal yang dilarang dilakukan wanita yang sedang nifas 209 3. Sepatunya harus suci dan menutupi tapak kaki hingga mata kaki 188 6.2.4.Tawaf 201 6. Berlubang atau robek sehingga terlihat 192 8. Mendapat janabah 191 8.3.2. Darah Istihadhah 196 3.2.

pengikut dan orang-orang yang berada di jalannya hingga akhir zaman. Kasus 213 Istihadhah 215 1. juga kepada para shahabat. Kondisi kedua 216 2.3. kecuali dalam bahasa Arab. Insya Allah setelah buku ini sudah siap cetakan berikutnya yaitu bab-bab tentang shalat. Shalawat serta salam tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Tentu saja buku ini juga diupayakan agar masih dilengkapi dengan teks berbahasa Arab. Mumayyizah 215 2. puasa. salah satunya karena kendala bahasa. Maka upaya menuliskan kitab fiqih dalam bahasa Indonesia ini menjadi upaya seadanya untuk mendekatkan umat ini dengan warisan agamanya. ekonomi atau muamalah. Tuhan Yang Maha Agung. Sebuah kekayaan yang tidak pernah dimiliki oleh agama manapun yang pernah Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Padahal tak satu pun ayat Al-Quran yang turun dari langit kecuali dalam bahasa Arab. Kami tidak memberikan satu pendapat saja. Buku ini hanyalah sebuah catatan kecil dari ilmu fiqih yang sedemikian luas. nikah.1. Pengertian 215 2. Para ulama pendahulu kita telah menuliskan ilmu ini dalam ribuan jilid kitab yang menjadi pusaka dan pustaka khazanah peradaban Islam. kebanyakan umat Islam malah tidak dapat menikmati warisan itu. Buku ini merupakan buku pertama dari rangkaian silsilah pembahasan fiqih.4. Lc Fiqih Thaharah 13 Pengantar Segala puji bagi Allah. haji. Lc 14 muncul di muka bumi. Tiga Keadaan Istihadhah 215 2. zakat. waris. tapi berupaya memberikan beberapa pendapat bila memang ada .2. Sedikit berbeda dengan umumnya kitab fiqih. Sayangnya. hudud dan bab lainnya. tak secuil pun huruf keluar dari lidah nabi kita SAW. agar masih tersisa mana yang merupakan nash asli dari agama ini. Kondisi ketiga 217 3. manhaj yang kami gunakan adalah manhaj muqaranah dan wasathiyah. Hukum Wanita yang Istihadhah 217 Penutup 219 Tentang Penulis 221 Ahmad Sarwat.

Tuhan Yang Maha Agung. setelah Presiden sebelumnya lebih suka berprasangka buruk pada umat Islam. Al-Faqir ilallah Ahmad Sarwat. nyaman dan indah. Kebutuhan Atas Buku Rujukan Seiring dengan itu kebutuhan umat Islam atas buku-buku rujukan tentang agama Islam semakin . Dilanjutkan dengan layar kaca di bulan Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Semangat berislam-islam (baca:menjalankan agama Islam) di era tahun 2000-an dan seterusnya ini terasa semakin hari semakin besar. juga kepada para shahabat. dengan usaha untuk menampilkan juga hujjah masing-masing. Secara otomatis. Masjid sebagai pusat ibadah ritual. Semoga buku ini bisa memberikan manfaat berlipat karena bukan sekedar dimengerti isinya. di kota-kota besar semakin rajin menggelar pengajian yang intinya adalah pengajaran ilmu-ilmu keislaman. pengikut dan orang-orang yang berada di jalannya hingga akhir zaman. Lc Fiqih Thaharah 15 tetapi yang lebih penting dari itu dapat diamalkan sebaik-baiknya ikhlas karena Allah SWT. Lc Mukaddimah 5 Segala puji bagi Allah. kini justru semakin berlomba menggelar berbagai bentuk kegiatan keIslaman. Shalawat serta salam tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Ahmad Sarwat. hingga busana muslimah yang kian membudaya setelah dahulu sempat dilarang-larang. Fenomena yang nampak di banyak tempat turut membantu membuktikan hal itu. Bahkan seorang Obama yang Presiden Amerika pun banyak melirik dan mengelus-elus Islam. hingga berlomba mendirikan masjid dengan bangunan yang megah. Lalu pilihan biasanya kami serahkan kepada para pembaca. Bahkan perkantoran yang dulunya melulu urusan duniawi. Mulai dari maraknya Bank yang bernuansa syariah.khilaf di antara para ulama tentang hukum-hukum tertentu. berbagai upaya untuk memperdalam pemahaman atas agama Islam semakin terasa di berbagai tempat. Lc 18 Ramadhan yang banyak memanfaatkan momen bulan suci itu untuk ajang menarik banyak penonton.

Sehingga mau tidak mau. Sehingga kualitas sebuah fatwa terkadang ikut terasa hambar dan hampa. Kadang. hal itu masih terasa kosong. Sayangnya. untuk ukuran negeri Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Lc 20 kita. Kita butuh sebuah kajian yang ikut memasukkan faktor-faktor lokal di dalamnya. Apalagi bila terkait dengan masalah pemahaman (baca: fiqih) atas teks syariah yang sangat kompleks. apa yang dinilai sebagai sebuah kebiasaan di negeri Arab. justru kebutuhan atas buku rujukan ini yang selalu kurang mendapat perhatian. lantaran jurang perbedaan 'urf dan budaya. kita butuh jawaban dan solusi syariah tidak hanya sekedar produk impor dari luar. Dan sayangnya. Suka. terpaksa untuk sementara ditutup dengan menterjemahkan buku-buku dari bahasa Arab. Lc Fiqih Thaharah 19 keuntungannya masuk kantong. Terutama yang terkait dengan sumber asli ilmu-ilmu keislaman yang merupakan warisan abadi sejak awal mula dakwah Islam. seringkali sangat jauh berbeda dengan apa yang kita temui di negeri ini. terkadang sering menyisakan jurang perbedaan yang menganga. buat para pembaca karena kualitas penerjemahan seringkali mengalami distorsi besar. dengan segala suka dan dukanya. Selain itu. Sering. Duka. sayangnya kita belum lagi mendapatkan hadiah karya tulis mereka yang bisa langsung kita nikmati. buat para penerbit buku yang bisa menterjemahkan dengan jalan 'membajak' dari bukubuku bahasa Arab begitu saja dan dijual lalu Ahmad Sarwat. apa yang oleh kita sesuatu yang amat biasa dan tidak masalah. Boleh jadi apa yang dirasakan dan dialami oleh seorang mufti berkebangsaan Arab di negerinya. Kita punya banyak ustadz yang melek syariah. Kita cenderung lebih menikmati pekerjaan menterjemahkan karya orang lain ketimbang . kondisi sosial dimana kitab berbahasa Arab itu ditulis dengan kondisi sosial di negeri kita.terasa. dipandang aneh oleh bangsa kita. dipandang oleh 'beliaubeliau' di tanah Arab sana sebagai hal yang sangat aib. Semua itu akan bermuara kepada satu alternatif. Karena itu ketidaknyambungan antara isi buku terjemahan dengan realitas sosial yang ada pada gilirannya seringkali menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Fiqih Perempuan 12. Fiqh Haji 6. Fiqih Mawaris 14. Pengertian Thaharah ( ‫حٌز‬ٜ٠ ) dalam bahasa Arab bermakna An-Nadhzafah ( ‫) جُ٘ظحكس‬. Fiqih Kuliner 9. yang merupakan jilid pembuka dari jilid-jilid berikutnya.memproduksi sendiri sebuah karya. Fiqih Thaharah 2. dalam bahasa Indonesia dengan taste Indonesia. Fiqih Kontemporer Bab 1 Thaharah 1. Buku ini insya Allah diniatkan untuk dijadikan salah satu rujukan. Thaharah dalam istilah para ahli fiqih adalah : ( ‫حء ؿَٓ ػٖ ػرحٌز‬ٟ‫س أػ‬ٚٞٛ‫لس ٓه‬ٛ‫س ذ‬ٚٞٛ‫) ٓه‬. Lc Fiqih Thaharah 21 8. Rinciannya : 1. Fiqih Nikah Ahmad Sarwat. yang hidup di Indonesia dengan realitas sosial yang juga sangat Indonesia. ( ‫ جُكىظ ٌكغ‬ٝ ‫) جُ٘ؿّ ئَجُس‬. Fiqih Shalat 3.2 Thaharah menduduki masalah penting dalam . yaitu mengangkat hadats dan 1 Lihat Mukhtarushshihah pada maddah thahara Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Fiqih Jinayat dan Hudud 10. yaitu kebersihan. Entah bagaimana hal itu bisa terjadi. Ini adalah karya asli seorang Indonesia. Fiqih Jihad 15. Lc 24 menghilangkan najis. Fiqih Politik 13. melengkapi sekian banyak rujukan ilmu fiqih yang sudah ada sebelumnya. Fiqih Muamalat 7. Buku ini adalah jilid satu. Fiqih Ikhtilaf 11. yang direncanakan akan terbit setidaknya menjadi 15 jilid. Fiqih Zakat 5.1 Namun yang dimaksud disini tentu bukan semata kebersihan. *** Buku yang di tangan Anda ini barangkali diniatkan untuk menjawab pertanyaan besar itu. Fiqih Puasa 4. yaitu mencuci anggota tubuh tertentu dengan cara tertentu.

meski tubuh dan pakaian seseorang kotor. dan berbulu menarik. Ketentuan seperti itu tentu resmi datang dari Allah SWT dan dibawa oleh Rasulullah SAW secara sah. belum tentu berarti tidak suci. Suci itu kebalikan dari najis. berdebu. tidak berdebu. tanah. keringat dan sejenisnya dalam rumus kesucian fiqih Islam bukan najis atau benda yang terkena najis. Kedua. maka konsekuensinya adalah kesiasiaan. Mengapa kita sebut kesucian ritual? Pertama. tidak tercampur keringat. meski pun tetap punya hubungan yang kuat dan seringkali tidak terpisahkan. tidak dekil atau tidak lusuh. bersih itu lawan dari tidak kotor. Daging babi juga tidak menjadi najis hanya karena babi dianggap hewan kotor.Islam. thaharah adalah bentuk ritual. Kesucian atau kenajisan itu semata-mata ajaran. setiap hari dimandikan dengan sabun dan shampo yang mengandung anti-septik. Tanah dalam pandangan fiqih adalah benda suci. boleh digunakan untuk bersuci. Daging babi tidak menjadi najis karena alasan mengandung cacing pita atau sejenis virus tertentu. Sebab beberapa ibadah utama mensyaratkan thaharah secara mutlak. dihias di salon hewan sehingga berpenampilan cantik. wangi. Bila ibadah tidak sah. Thaharah Adalah Ritual Thaharah tidak selalu identik dengan kebersihan. ibadah kita kepada Allah SWT tidak akan diterima. ibadah tidak sah. tidak belepotan lumpur. justru tidak ada alasan logis yang masuk akal. Boleh dikatakan bahwa tanpa adanya thaharah. Tanpa thaharah. Kalau tidak diterima Allah. Sebab daging babi tetap haram meski teknologi bisa memasak babi dengan mematikan semua jenis cacing pita atau virus yang terkandung di dalamnya. karena untuk menetapkan sesuatu itu suci atau tidak. Sementara suci bukan kebalikan dari bersih. Segala yang bukan najis atau yang tidak terkena najis adalah suci. Lc Fiqih Thaharah 25 debu. 2. Sebab seorang penyayang binatang bisa saja memelihara babi di kandang emas. justru kita bertayammum dengan menggunakan tanah atau 2 Kifayatul Akhyar halaman 6 dan Kasysyaf al-Qinna' jilid 1 halaman 24 Ahmad Sarwat. terkena lumpur atau tanah becek. Kalau debu dikatakan najis. maka seharusnya hal itu bertentangan. Setiap minggu diikutkan program menikure dan pedikure. Debu. Thaharah lebih tepat diterjemahkan menjadi kesucian secara ritual di sisi Allah SWT. lumpur. Buktinya. maka tidak akan diterima Allah. ritus. Dan . ritual dan kepercayaan. Artinya.

3. Bila najis itu ringan. Bersih secara . Pembagian Jenis Thaharah Thaharah terdiri dari thaharah hakiki atau yang terkait dengan urusan najis. sadis atau boleh menyiksa babi. Bila najis itu pertengahan. Namun tidak adanya kotoran yang menempel pada diri kita.babi antik itu bisa saja diberi makanan yang paling mahal. babi adalah hewan najis. Tapi sekali babi tetap babi. Thaharah secara hukmi tidak terlihat kotornya secara fisik. Dan najisnya babi sudah kehendak Allah SWT. Bila najis itu berat.1. Karena dia tidak terbebas dari ketidaksucian secara hakiki. Lc 26 hidup dan kebebasan. belum tentu dipandang bersih secara hukum. bersih dan sehat. harus dicuci dengan air 7 kali dan salah satunya dengan tanah. Tetap saja babi punya hak Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. 3. pakaian atau tempat untuk melakukan ibadah ritual. Thaharah Hukmi (hadats) Ahmad Sarwat. Seorang yang shalat dengan memakai pakaian yang ada noda darah atau air kencing. tetapi karena kebabiannya. sehingga kotorannya pun wangi. baik pada badan. dia tetap hewan najis. Bahkan boleh jadi secara fisik tidak ada kotoran pada diri kita. Tapi bukan berarti seorang muslim boleh berlaku kejam. bukan karena lifestyle sang babi. Lc Fiqih Thaharah 27 Sedangkan thaharah hukmi maksudnya adalah sucinya kita dari hadats. cukup dengan memercikkan air saja.2. sampai hari kiamat buat seorang muslim. hingga hilang warna. baik hadats kecil maupun hadats besar (kondisi janabah). bau dan rasa najisnya. dan thaharah hukmi atau yang terkait dengan hadats. 'illat (alasan) atas kenajisannya bukan berangkat dari hal-hal yang masuk akal. Thaharah Hakiki (najis) Thaharah secara hakiki maksudnya adalah hal-hal yang terkait dengan kebersihan badan. pakain dan tempat shalat dari najis. tidak sah shalatnya. 3. disucikan dengan cara mencucinya dengan air biasa. Boleh dikatakan bahwa thaharah hakiki adalah terbebasnya seseorang dari najis. Thaharah hakiki bisa didapat dengan menghilangkan najis yang menempel. Caranya bermacam-macam tergantung level kenajisannya. maka najis itu dianggap telah lenyap. Dalam kasus ini.

jarang-jarang yang kenal mandi. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. namun tidak dapat dipungkiri bahwa semua itu berhubungan dengan kebersihan. lalu mengganti bajunya dengan yang baru. Dan bahwa Islam adalah peri hidup yang paling unggul dalam urusan keindahan dan kebersihan. sapi. Di Eropa zaman kegelapan. thawaf dan lainnya. Seorang yang disyariatkan berwudhu sehari lima kali pasti berbeda keadaannya dengan yang tidak berwudhu sehari lima kali. Islam Memperhatian Pencegahan Penyakit Termasuk juga bentuk perhatian serius atas masalah kesehatan baik yang bersifat umum atau . dimana secara fisik memang tidak ada kotoran yang menempel. boleh jadi secara fisik tidak ada kotoran yang menimpanya. namun seolah-olah dirinya tidak suci untuk melakukan ritual ibadah. anjing dan babi. mandi dan membersihkan najis termasuk perkara ritual. Demikian pula dengan orang yang keluar mani. Kita bayangkan di masa lalu dimana mandi di beberapa belahan dunia dianggap sesuatu yang asing dan jarang-jarang dilakukan. dia tetap belum dikatakan suci dari hadats besar hingga selesai dari mandi janabah. Semantara ratusan tahun sebelumnya umat Islam sudah membedakan mana najis dan mana yang bukan najis. Islam Adalah Agama Kebersihan Perhatian Islam atas dua jenis kesucian itu -hakiki dan maknawi. Thaharah hukmi didapat dengan cara berwudhu' atau mandi janabah. orang-orang terbiasa tidur bersama dengan ternak mereka.1. 4.hukum adalah kesucian secara ritual. Konon raja Ingrris di abad pertengahan sekali pun. 4. Perhatian Islam Pada Thaharah Banyak realitas dalam syariah Islam yang menunjukkan bahwa agama ini benar-benar memberikan perhatian yang besar pada masalah thaharah ini. Seorang yang tertidur batal wudhu'-nya. Meski wudhu. Namun dia wajib berthaharah ulang dengan cara berwudhu' bila ingin melakukan ibadah ritual tertentu seperti shalat.2. Jadi thaharah hukmi adalah kesucian secara ritual.merupakan bukti otentik tentang konsistensi Islam atas kesucian dan kebersihan. Meski dia telah mencuci maninya dengan bersih. Lc 28 4.

Ahmad) 4. AnTaubah : 108) Sosok pribadi muslim sejati adalah orang yang bisa menjadi teladan dan idola dalam arti yang positif di tengah manusia dalam hal kesucian dan kebersihan. maka perbaguslah Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. (QS. . Lc 30 kedatanganmu dan perbaguslah penampilanmu. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada jamaah dari shahabatnya : Kalian akan mendatangi saudaramu. maka kulitas imannya sangat dipertaruhkan. Dan seperti yang sudah sering disebutkan bahwa mencegah itu jauh lebih baik dari mengobati 4. maka imannya pun bagus.khusus. (HR. Baik kesucian zahir maupun maupun batin. Al-Baqarah : 222). Secara ilmu kedokteran modern terbukti bahwa upaya yang paling efektif untuk mencegah terjadinya wabah penyakit adalah dengan menjaga kebersihan. ‫ جُص‬ٝ ٖ٤ِ‫جذ‬ ٝ ‫كد‬ ِ ٣ ْ ٍ‫ج‬ َّ ‫ ٓص‬َٚ٠ ٖ٣ٌ ِ ْ ٟ ٖٓ َ‫ل‬ َّ ‫ ُهْ ش‬ٚ َّ َّ ‫ ع ِ ُأِ و‬٠َُ ‫ جُص‬ٞ‫ه‬ َِّ ِ ٤ِ‫ؼ ِ َُْ ج و أَخ ك‬ ِ َٝ‫ٍ أ‬ ِ ١ ٝ َّ ّ ‫ٕ م أَـ‬ َّْ َ‫أ‬ ‫ّ ش‬ٞ‫ ُه‬ٚ َّ َّ َّ ٍ ‫كد‬ ٕٝ َّْ َ‫ أ‬١ َٚ‫ضط‬ ‫ج‬ٌٝ ٝ َّ َُ‫ ج‬ٙ ‫كد‬ َّْ َ ٕ ِ ٤ِ‫ ك‬ٚ ِ ٤ِ‫ٌؼ ك‬ ِ ٣ َّ ِ ٣ ٍ‫ج‬ ِ ‫ُج‬ ٚ‫ٖ ٓط‬٣ٌ ِ Di dalamnya ada orang-orang yang suka membersihkan diri Dan Allah menyukai orang yang membersihkan diri. Lc Fiqih Thaharah 29 Sebab wudhu' dan mandi itu secara fisik terbukti bisa menyegarkan tubuh. Sehingga sosokmu bisa seperti tahi lalat di tengah manusia (menjadi pemanis). Sesungguhnya Allah tidak menyukai hal yang kotor dan keji. Dipuji Allah Allah SWT telah memuji orang-orang yang selalu menjaga kesucian di dalam Al-Quran Al-Kariem. Kesucian Itu Sebagian Dari Iman Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa urusan kesucian itu sangat terkait dengan nilai dan derajat keimanan seseorang. Serta pembentukan fisik dengan bentuk yang terbaik dan penampilan yang terindah. Bila urusan kesucian ini bagus. ِٕ‫َّ ئ‬ َّ ‫ّللا‬ ‫كد‬ ِ ٣ Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat dan orang-orang yang membersihan diri.3. Ahmad Sarwat. Perhatian ini juga merupakan isyarat kepada masyarakat untuk mencegah tersebarnya penyakit. kemalasan dan keengganan. mengembalikan fitalitas dan membersihkan diri dari segala kuman penyakit yang setiap saat bisa menyerang tubuh. (QS. Dan sebaliknya.4. bila masalah kesucian ini tidak diperhatikan.

namun air adalah media yang utama. Tanpa adanya kesucian. Ahmad Sarwat. 3 At-Tirmizy mengatakan bahwa hadits adalah hadits yang paling kuat dalam masalah ini dan statusnya adalah hasan Bab 2 Air Dalam pandangan syariah. yang mengharamkannya adalah takbir dan menghalalkannya adalah salam`.`Kunci shalat itu adalah kesucian. Tanah memang bisa digunakan untuk bertayammum. Sebagai contoh adalah tanah. Muslim) 4. Tirmizi. Sebab tidak didasari dengan kesucian baik hakiki maupun maknawi.5.(HR. Kesucian Adalah Syarat Ibadah Selain menjadi bagian utuh dari keimanan seseorang. Tanah memang dapat Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Lc 34 berfungsi untuk menghilangkan najis. Meski benda lain juga bisa dijadikan media berthaharah. sekaligus juga air itu berfungsi sebagai media yang syar'i untuk menghilangkan hadats. Abu Daud. bab tentang air menjadi bab yang tidak bisa disepelekan. Rasulullah SAW bersabda : ْ ٌ ١‫إل‬ ٌٔ ٠ َّ َِّ ‫ج‬ ِ ‫ٕ ّ ج‬ ْٓ ْ ‫لص‬ َّ ١ُ‫ ج‬ٞٛ ٌ ٝ ‫ٌ ضف‬ َّ ‫د‬ ِ ‫ ـ ج‬ُٙ‫ز ج‬ ِ ‫َّ ل‬ ِ ً ِ ٚٔ٣ ‫َّ جُص ج‬ ‫ ِ جُص‬٢ُِ ّ ْ ّ ِ ‫ ِ جُٖ ئل ُز‬٢ِ‫جت‬ ٌ ٝ ‫ ج‬ٙ ‫جُم‬ Dari Ali bin Thalib ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. . tayammum masih belum dikerjakan. Alah SWT tidak menerima orang yang mempersembahkan ibadahnya dalam keadaan kotor. baik secara fisik atau pun secara ruhani. baik dari hadats atau pun dari najis. Maka diantara syarat sebuah ibadah adalah bersuci. Air merupakan media yang berfungsi untuk menghilangkan najis. yaitu menjadi media utama untuk melakukan ibadah ritual berthaharah. tanah hanya salah satunya saja. tetapi yang utama tetap air. namun selama masih ada air.١ُ‫ج‬ َّ ٞٛ Kesucian itu bagian dari Iman (HR. Lc Fiqih Thaharah ٍ٣ ٝ ‫ ضف‬ِٚ٤ُِ ‫ج‬ 31 Ibnu Majah)3. air adalah benda yang istimewa dan punya kedudukan khusus. maka seberapa bagus dan banyaknya ibadah seseorang akan menjadi ritual tanpa makna. Maka ketika kita berbicara tentang thaharah. masalah kesucian ini pun terkait erat dengan syah tidaknya ibadah seseorang. disucikan dengan cara mencucinya dengan air 7 kali. Najis berat seperti daging babi.

Empat Keadaan Air Dalam Thaharah Namun demikian. Maka ada air yang suci tapi tidak mensucikan namun setiap air yang mensucikan. Mensucikan berarti bisa digunakan untuk berwudhu. sebab kerusakan pada air hujan diakibatkan oleh polusi dan pencemaran ulah tangan manusia dan zat-zat yang mencemarinya itu bukan termasuk najis. yaitu untuk berwudhu’ dan mandi janabah. Dalam fiqih dikenal dengan istilah ٍٛ‫ح‬٠ ٜٓ‫ٍ ُ٘ل‬ٜ‫ ٓط‬ٍٙ٤‫ ُـ‬thahirun li nafsihi muthahhirun li Ahmad Sarwat. misalnya air teh. Lc Fiqih Thaharah 35 ghairihi. Air yang suci itu banyak sekali. tidak tercampur benda suci atau pun benda najis.1. Air itu masih asli.1. Kebanyakan yang kita dapat di dalam kitab fiqh. Suci berarti bukan termasuk najis. dalam arti belum digunakan untuk bersuci. Air suci adalah air yang boleh digunakan atau dikonsumsi. air yang tercampur benda yang suci. Berikut ini adalah penjabarannya secara ringkas : 1. yaitu air mutlaq. air yang tercampur dengan benda yang najis. mereka membaginya menjadi 4 macam. Meski pun di zaman sekarang ini air hujan sudah banyak tercemar dan mengandung asam yang tinggi. Air mutlaq ini hukumnya suci dan sah untuk digunakan bersuci. air musta‟mal. Meskipun sumbernya dari air yang . namun tidak semua air yang suci itu bisa digunakan untuk mensucikan. namun hukumnya tidak berubah. Air Hujan Air hujan yang turun dari langit hukum suci dan juga mensucikan. terkait dengan hukumnya untuk digunakan untuk bersuci. Para ulama telah membagi air ini menjadi beberapa keadaan. air kelapa atau air-air lainnya. maka sebenarnya uap atau titik-titik air itu bersih dan suci. pastilah air yang suci hukumnya. Namun belum tentu boleh digunakan untuk mensucikan seperti untuk berwudhu` atau mandi. Air Mutlaq Air mutlaq adalah keadaan air yang belum mengalami proses apapun. Ketika air dari bumi menguap naik ke langit. tidak semua air bisa digunakan untuk bersuci. Ada beberapa keadan air yang tidak memungkinkan untuk digunakan untuk bersuci. Diantara air-air yang termasuk dalam kelompok suci dan mensucikan ini antara lain adalah : a. mandi janabah atau membersihkan najis pada suatu benda.

Di banyak tempat di muka bumi ini. terlarut kembalilah semua kandungan polusi itu di angkasa.tercemar. Lc Fiqih Thaharah ‫ؾ‬٣ ٔ ١ َّ ُ ‫ٗس أَّ جِ ع جُٖ ّ ى‬ َّ ٖٓ ٙٝ ٖ٣ َ َّ ُ ٍ ‫ ع‬٢َُ ِ ٖٓ َِّ ‫َّ ّ ج‬ ‫جء‬ ِ ُّ‫ء ّ ج‬ ْ َٚ‫ط‬٣ ٌ َّ ُ ًْ ٚ َّ ‫د‬ٛ ‫ُ ٕ ع‬ َّ ًْ ‫ٌؼ‬ َِّ ‫َح‬٠ ِ ِ‫ ذ‬ٝ ِ ً٣ ِ َ ُٕ‫ ج‬١ ٕ َ ِ‫ ع ذ‬٠َُ ‫خ‬ ٢ُِ ٌ ١ َّ َّ ُ ًْ ِ ِٞ‫َّ ُه‬ ْ َ‫جّ جأل‬ َ ‫ع‬٣ َّ ‫َّ ذص‬ ٚ ِ ِ ‫هى ذ‬ ُ َّ ٝ Ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya. Apalagi polusi udara itu masih terbatas pada wilayah tertentu saja seperti perkotaan yang penuh dengan polusi udara. Namun meski demikian. Sebab polusi yang naik ke udara itu pada hakikatnya bukan termasuk barang yang najis. Ketika tetes air hujan itu turun. kendaraan bermotor dan pembakaran lainnya memenuhi langit kita. dilihat dari sisi syariah dan hukum air. namun selama bukan termasuk najis sesuai kaidah syariah. Hanya saja udara kota yang tercemar dengan asap industri. yang naik ke atas adalah uapnya yang merupakan proses pemisahan Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. tercampurnya air hujan dengan polusi udara tidaklah membuat air hujan itu berubah hukumnya sebagai air yang suci dan mensucikan. kotor atau najis. dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki. air hujan itu tetap suci dan mensucikan. (QS. Lalu air itu turun kembali ke bumi sebagai tetes air yang sudah mengalami proses penyulingan alami. Allah SWT telah berfirman : ْ ِ‫ئ‬ ‫ي‬ َّ ًْ َِّ ٍ ٝ 37 Ahmad Sarwat. masih banyak langit yang biru dan bersih sehingga air hujan yang turun di wilayah itu masih sehat. Al-Anfal : 11) ٝ ٞٛ ١ً ََّ ٍُ‫ ج‬١ ‫جـ‬ ِ ُ‫ٍ ِ أٌَ ج‬ ٌ ‫ ّ ـ‬ٚ َّ ِ ِ‫ ض‬ٝ َٕ‫ٖٓ ج ُْٖ َ أ‬ ِ ُّ‫ء ّ ج‬ َِّ ‫َّ ّ ج‬ ‫َ جء‬٠ َّ ٌٞٛ ‫ج‬ ٕ‫ خ ج ٌ ذ‬١ ٕ ١ ‫ و‬١ . Lc 36 antara air dengan zat-zat lain yang mencemarinya. Meski bersifat racun dan berbahaya untuk kesehatan. Tentang sucinya air hujan dan fungsinya untuk mensucikan. Jadi air itu sudah menjadi suci kembali lewat proses itu. Sebab ketika disinari matahari.

(HR. َّ َُ‫ج‬ ْٛ ‫ خ‬١ ٕ َُ‫ْ ج‬ٛ َّ ْٛ ْ ‫ٖٓ ج‬ ٢ِِْ٘ ٓ ِ ‫ؿ‬ ِ َ ‫ش و جع خ ج‬ ‫ػى خ‬ ِ ‫ خ ج‬١ ٢ِٗ ٝ ٢‫ ل ٕ ذ‬١‫َح‬٠ ‫ًْ ج‬ ٕٔ َّ َّ ِ ٌ َ ُ‫م ج‬ َ ُ‫خ ج‬ ِ ٌ ِ ٝ ‫ٔؾ‬ ِ َ َ ‫ٖ ج‬٣ ٠‫ ه‬ٞ‫جُػ‬ ٕ ٢ِِّ٘‫ٖٓ ه‬ ‫ل‬ ١‫ح‬ ٠ ‫ج‬ ‫ًْ ج‬ ‫ٖٓ خ‬ ِ َُ‫ج‬ ِ ِ ‫َّ ٕ جُى‬ ِ َّ ‫ ل‬١َ‫ح‬٠ ‫ء ج‬ َِّ ‫ٔح‬ ‫ؽ‬ َِّ َ ُ‫ ذِح‬ٝ َّ ِ ِْ ‫ جُػ‬ٝ ‫و ٌ جُد‬ Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya bacaan apa yang diucapkannya antara takbir dan alfatihah. Al-Furqan : 48) b. dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih."Aku membaca. (QS. Embun Embun juga bagian dari air yang turun dari langit. baik untuk berwudhu. sucikan aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana pakaian dibersihkan dari kotoran. Embun lebih merupakan tetes-tetes air yang akan terlihat banyak di hamparan dedaunan pada pagi hari. Seorang muslim bisa menggunakan salju yang turun dari langit atau salju yang sudah ada di tanah sebagai media untuk bersuci.Dia lah yang meniupkan angin pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya . baik wudhu`. yaitu sama-sama air yang turun dari langit. atau menghilangkan najis. cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju."Ya Allah. Jauhkan aku dari kesalahn-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat. Abu Daud 781 dan Nasai 60) c. Ada hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang kedudukan salju. Di dalam doa iftitah setiap shalat. Ya Allah. Hanya saja kondisi suhu udara yang membuatnya menjadi butir-butir salju yang intinya adalah air juga namun membeku dan jatuh sebagai salju. Salju Salju sebenarnya hampir sama dengan hujan. Maka tetes embun itu bisa digunakan untuk mensucikan. salju dan embun. Ya Allah. Muslim 597. air dan embun". salah satu versinya menyebutkan bahwa kita meminta kepada Allah SWT agar disucikan dari dosa dengan air. beliau menjawab. mandi atau lainnya. Tentu saja harus diperhatikan suhunya agar tidak menjadi sumber penyakit. Bukhari 744. mandi. sebab keduanya mengalami proses yang mirip kecuali pada bentuk akhirnya saja. . Hukumnya tentu saja sama dengan hukum air hujan. meski bukan berbentuk air hujan yang turun deras. Lc 38 kesuciannya dan juga fungsinya sebagai media mensucian. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat.

s‫ع‬ ٕ َّ َّ ٌ ٢ٞ ‫ٕ ع ّللا‬ َّ ٍٙ ََّ ‫ هَح‬: ِ ٍ ََّ َ‫ٌ أ‬ ‫َّ ؼ‬ ٌٍُ ِ ِ ٢ِ‫ٍ أَذ‬ٛ ١ ٌ َ‫ز‬ ْٞ ٍ ََّ ِ‫ّللا‬ َّ ََّ ‫ كَوَح‬: ١ ‫ٌ ج‬ ٍ ْٞ ٍ ََّ َّ ََّ ‫ ٌ ـ جُد خ‬ٝ ‫ّ ٗف‬ َِّ َّ ٍُ ِ‫ى ٌ ٕ ج ئِٕ ّللا‬ ّ ‫ ٗح ع‬٢َِِ‫ٍ جُو‬ ََّ ٖٓ ِ َِّ ‫ٔح‬ ‫ء‬ َّْ ِ ‫ ش كَا‬ٝ ٜ ْٕ‫ ج أ‬ٚ َّ َِّ َ ‫ٔح‬ َّ ََّ ‫كَوَح‬ ِ ِ‫ٕ ع ذ‬٠ ِ ٕ ‫ أَكَٖ ج‬ٞ‫ ض‬ٜ ‫ء ُأ‬ ِ ‫ٌ ـ جُد ذ‬ َ ُ‫ٕ ج‬ ِ ‫ٍ؟‬ ٌ ْٞ ٍ ََّ َّ ‫ّللا‬ ١ُ‫ ج‬ٞٛ ٌ ّ ‫ ؤ ج‬ٙ َّ َ‫ك‬ ٙ ِ ٠ِٚ ‫ ّللا‬ٚ٤ِ‫ِْْ ػ‬ٝ : ٞٛ َّ ِ ُ‫ ّ ج‬١ ‫ش‬ ٙ‫ج‬ٌٝ Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Bolehkah kami berwudhu dengan air laut ?`. badan dan pakaian yang terkena najis. mandi janabah ataupun untuk membersihkan diri dari buang kotoran (istinja‟). Ibnu Majah 386. Sehingga boleh digunakan untuk berwudhu. Rasulullah SAW menjawab. Termasuk juga untuk mensucikan barang. kami mengaruhi lautan dan hanya membawa sedikit air. Air Laut Air laut adalah air yang suci dan juga mensucikan.`(Laut) itu suci airnya dan halal bangkainya. Bisa digunakan untuk mensucikan. mereka langsung bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum menggunakan air laut sebagai media untuk berwudhu`. mereka berijtihad untuk berwudhu` menggunakan air laut. At-Tirmizi 79. Hadits ini sekaligus juga menjelaskan bahwa hewan laut juga halal dimakan.Dalilnya sama dengan dalil di atas yaitu hadits tentang doa iftitah riwayat Abu Hurairah Ahmad Sarwat. Dari Abi Hurairah ra bahwa ada seorang bertanya kepada Rasulullah SAW. bangkainya tetap suci. Meski pun rasa air laut itu asin karena kandungan garamnya yang tinggi. An-Nasai 59. Malik 1/22)4. air embun atau pun salju. sehingga ketika ada dari mereka yang berlayar di tengah laut dan bekal air yang mereka bawa hanya cukup untuk keperluan minum. Lc Fiqih Thaharah 39 radhiyallahuanhu d. pastilah kami kehausan. Sesampainya kembali ke daratan. Lc 40 ‫ جُهٔٓس‬. Kalau kami gunakan untuk berwudhu. Abu Daud 83. Lalu Rasulullah SAW menjawab bahwa air laut itu suci dan bahkan bangkainya pun suci juga. . Sebelumnya para shahabat Rasulullah SAW tidak mengetahui hukum air laut itu.`Ya Rasulullah. (HR. namun hukumnya sama dengan air hujan. dan kalau mati menjadi bangkai.

Air Zam-zam Air Zam-zam adalah air yang bersumber dari mata air yang tidak pernah kering. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Lc 42 Pendapat Ketiga . Pendapat Kedua Mazhab Al-Malikiyah secara resmi tidak membedakan antara kebolehan air zamzam digunakan untuk mengangkat hadats atau untuk membersihkan najis. Hal itu mengingat kedudukan air zamzam yang sangat mulia.e. (HR. Semua itu tidak mengurangi kehormatan air zam-zam. mazhab Asy-Syafi'iyah dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad berpendapat bahwa air zamzam boleh digunakan untuk mengangkat hadats. Namun para ulama sedikit berbeda pendapat tentang menggunakan air zamzam ini untuk membersihkan najis. air zamzam boleh digunakan untuk bersuci. Ahmad). Mata air itu terletak beberapa meter di samping ka`bah sebagai semua sumber mata air pertama di kota Mekkah. ada sebuah hadits Rasulullah SAW dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu „anhu. Dalam pandangan mereka. Bolehnya air zam-zam untuk digunakan bersuci atau berwudhu. sejak zaman Nabi Ismail alaihissalam dan ibunya pertama kali menjejakkan kaki di wilayah itu. pakaian dan benda-benda. disunnahkan buat kita untuk minum air zam-zam. sehingga mereka cenderung kurang menyukai bisa kita membersihakn najis dengan air zamzam. lantaran air itu memiliki kemulian tersendiri di sisi Allah. menjadi 3 pendapat : Pendapat Pertama Mazhab Al-Hanafiyah. Keduanya sah-sah saja tanpa ada karahah. ‫ٓؽ ج ع كَى‬ ٍ ٖٓ َِّ ‫ّ َ ّ َ ج‬ ِ ِ‫َّ ذ‬ ِ ّ ‫ء‬ ْٞ َّ ُ ٍ ِ‫ّللا‬ َّ ٝ ٞ‫ ض‬ٜ ‫أ‬ َٕ‫ٌخ ك‬ ِ ِ ٖٓ ٙ s ْ‫ُغ‬ ٜ‫أَكَح‬ ٌ Dari Ali bin Abi thalib ra bahwa Rasulullah SAW meminta seember penuh air zam-zam. Beliau meminumnya dan juga menggunakannya untuk berwudhu`. istinja‟ ataupun menghilangkan najis dan kotoran pada badan. mandi. Lc Fiqih Thaharah bahwa hadits ini hasan shahih 41 Selain boleh digunakan untuk bersuci. 4 At-Tirmiy mengatakan Ahmad Sarwat. Namun kurang disukai (karahah) kalau digunakan untuk membersihkan najis. yaitu berwudhu atau mandi janabah. baik untuk wudhu.

Sebab air itu keluar dari tanah yang telah melakukan pensucian.Imam Ahmad bin Hanbal dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa beliau berpendapat adalah termasuk karahah (kurang disukai) bila kita menggunakan air zamzam untuk bersuci. padahal sumur itu yang digunakan oleh wanita yang haidh. Kita bisa memanfaatkan air-air itu untuk wudhu. Dalil tentang sucinya air sumur atau mata air adalah hadits tentang sumur Budha`ah yang terletak di kota Madinah. Rasulullah SAW menjawab. Ahmad3/31-87. g. Al-Imam Asy-Syafi`i 35)5. Air Sungai Sedangkan air sungai itu pada dasarnya suci. pakaian dan barang dari najis. Sejak dahulu umat Islam terbiasa mandi. Pendapat ini didukung dengan dalil atsar dari shahabat Nabi SAW yaitu Ibnu Abbas radhiyallahu anhu : َ‫ل‬ َّ ِٚ‫ق‬ َِّ ‫َّ ش ٓؾ‬ َْ َّ ُ ٍ ٢‫ك‬ َِّ ّٔ َِّ ‫ؾ‬ ِ ‫ٍ ج ُأ‬ ِ ١ ‫ِ ش ؽ‬ ِ ِ ٝ ٢ٛ َ ُ‫ى ج‬ ِ َّ َ ٝ‫ُْ أ‬ َِّ َٞ‫ ض‬ٜ ‫ء‬ٟ ‫َّ ـ‬ ٍ ٝ ‫َّ خ‬ ٍ Aku tidak menghalalkannya buat orang yang mandi (janabah) di masjid. At-Tirmizy 66. dibuang ke dalamnya daging anjing dan benda yang busuk.`Ya Rasulullah. mandi atau mensucikan diri. karena dianggap sama karakternya dengan air sumur atau mata air. namun air zamzam itu buat orang yang minum atau buat orang yang wudhu' f. (HR. Air Sumur atau Mata Air Air sumur.`Air itu suci dan tidak dinajiskan oleh sesuatu`. Apakah kami boleh berwudhu` dari sumur Budho`ah?. ُِٕ ‫خ‬ َّ ٌ‫ج‬ ِ ‫ ٕ ع‬٢ِ‫ى ِ أَذ‬٤ َّ ‫ػ‬ َّْ ‫ نى‬١ٌ ٍ ََّ ِ‫ ه‬: ١ ‫ٌ ج‬ ََّ ٍْٞ َّ ‫ّللا‬ َ ‫ هَح‬: َ٤ ِ ٍ‫ج‬ ِ ‫ أَش‬ٞ‫ ض‬ٜ ‫ُأ‬ ِ َّ ٖٓ ِ ْ ٚ٤ِ‫ ج ك‬٢‫ك‬ ْ ْ ْ ِ‫ ذ‬ٝ‫زَ جع ذ‬ َّ ٍ َّ ٝ ٢ٛ َّْ ِ‫ ٌ ذ‬٠َ‫ِو‬٣ ٜ ٝ ٍُ ٞ‫خ ّ ق‬ َّ ِ ‫ة‬ ِ ُ‫ج‬ ِ ‫ٌال‬ ِ ُ‫ج‬ ِ ‫ث‬ ٝ ُٖ‫ش ج‬ ٕ‫؟‬ Ahmad Sarwat. Namun seiring dengan terjadinya perusakan ْٞ َّ ُ . baik untuk mengangkat hadats (wudhu atau mandi janabah). Lc Fiqih Thaharah 43 ْ َّ َ ُْ‫ج‬ ‫ جء‬٠ َّ ٞٛ ٌ َ‫ل‬ َّ ٖ٣ ‫ؼ‬ ِ ٙ ٔ ١ َّ ‫ ء‬. ٌ ٝ ‫ ج‬ٙ : sٍ ََّ ‫ٌ كَوَح‬ ٍ َّ ِ‫ّللا‬ ‫ و ّ أَـ‬ٝ َ‫أ‬ َّ ٞ‫و ج و ذ‬ٝ ٝ ‫ ٌ جُص‬١ً ِٓ ِ Dari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa seorang bertanya. mata air dan dan air sungai adalah air yang suci dan mensucikan. An-Nasai 325. apalagi untuk membersihkan najis. Abu Daud 66. wudhu` atau membersihkan najis termasuk beristinja‟ dengan air sungai.

yaitu berwudhu atau mandi janabah. Selain itu seringkali air itu sangat tercemar berat dengan limbah ternak. Sebab meskipun jumlahnya banyak. aroma dan warnanya berubah seperti bau najis. . Maka sebaiknya kita tidak menggunakan air itu karena memberikan madharat yang lebih besar. Namun umumnya hal itu tidak terjadi pada air laut. namun air yang tercemar dengan logam berat itu sangat membahayakan kesehatan. bau dan rasanya. Air sisa bekas cuci tangan. atau sisa juga air bekas mandi janabah. Baik air yang menetes dari sisa bekas wudhu’ di tubuh seseorang. Air bekas dipakai bersuci bisa saja kemudian masuk lagi ke dalam penampungan. Maka air musta'mal maksudnya adalah air yang sudah digunakan untuk melakukan thaharah. mandi atau membersihkan najis. Sehingga lama5 At-Tirmizy mengatakan Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Para ulama seringkali menyebut air jenis ini air musta'mal. Lc Fiqih Thaharah 45 tangan.1. Maka tidak syah bila digunakan untuk wudhu`.َٔ‫ٓطؼ‬٣ ) yang bermakna menggunakan atau memakai. Namun hal itu bila benar-benar terasa rasa. Air Musta’mal Jenis yang kedua dari pembagian air adalah air yang telah digunakan untuk bersuci. cuci muka. jelaslah air itu menjadi najis.lingkungan yang tidak terbentung lagi. Lc hadits ini hasan 44 kelamaan air sungai berubah warna. atau membasuh muka atau bekas digunakan untuk keperluan lain. tetapi seiring dengan proses pencemaran yang terus menerus sehingga merubah rasa. warna dan aroma yang membuat najis itu terasa dominan sekali dalam air sungai. Air musta‟mal berbeda dengan air bekas mencuci Ahmad Sarwat. 2. terutama di kota-kota besar. air sungai itu tercemar berat dengan limbah beracun yang meski secara hukum barangkali tidak mengandung najis. cuci kaki atau sisa mandi biasa yang bukan mandi janabah. selain untuk wudhu’ atau mandi janabah. Maka bisa jadi air itu menjadi najis meski jumlahnya banyak. Kata musta'mal berasal dari dasar ista'mala yasta'milu ( َٔ‫ جْطؼ‬. limbah WC atau bahkan orang-orang buang hajat di dalam sungai. sebab jumlah air laut jauh lebih banyak meskipun pencemaran air laut pun sudah lumayan parah dan terkadang menimbulkan bau busuk pada pantai-pantai yang jorok.

statusnya tetap air mutlak yang bersifat suci dan mensucikan. Muslim)9 ٕ‫َ ش ؽ ش أ‬ ََّ ْ ِ s‫ٕ ع‬ ْٞ َّ ُ ٍ ِ‫ّللا‬ َّ َ ُْْ َ‫ أَُز ٌ ج‬َٝ‫ٍ ذِل‬ َِّ ٍَُ‫ج‬ ٝ ٢ُْ ‫ٌكَح ش ؽ‬ ِ ِ ‫غ ؼ‬٤ٓ ََّ ٌ ‫ؼ‬ ‫ل‬ ٙ َ‫أ‬ َّ ٞ‫ج و ذ‬ ٌ َ‫قد ٘ ؾ‬ َّ ِ َُٖ‫ ج‬٢ِ‫ذ‬ ٍ٘ ََّ ‫هَح‬: ٕ ٙ ٟ ٌ َ‫ؾ‬ َّ ‫َّ ؼ‬ ُ ٍ َٝ‫ٍ ذِل‬ َِّ ُْْ َ‫ز ٌ ج‬ َّ ِ َ‫أ‬ ِ َٝ‫جٍَُ أ‬ ‫ج‬‫و‬ٝ . Hendaklah mereka masing-masing menciduk air. apakah air musta‟mal itu boleh digunakan lagi untuk berwudhu’ dan mandi janabah?.”Janganlah sekali-kali seorang kamu mandi di air yang diam dalam keadaan junub. kemudian dia mandi di dalam air itu”. ‫ؼ ٌ أَل خ‬ Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda.7 Riwayat Muslim.”Janganlah mandi janabah di dalam air itu. ّٓ ْ َّ ُِ: "ٖٓ ِ ‫و‬ٝ : ٝ َ‫ل‬ َّ ”Janganlah sekali-kali seorang kamu kencing di air yang diam tidak mengalir. Air itu tidak disebut sebagai air musta‟mal. Lalu bagaimana hukum menggunakan air musta'mal ini? Masih bolehkah sisa air yang sudah digunakan utuk berwudhu atau mandi janabah digunakan lagi untuk wudhu atau mandi janabah? Dalam hal ini memang para ulama berbeda pendapat.”Rasululllah SAW melarang seorang wanita mandi janabah dengan air bekar mandi janabah laki-laki.8 Dalam riwayat Abu Daud. karena bukan digunakan untuk wudhu atau mandi janabah. (HR.ٝ ٢‫ذ‬ ِ َ‫ج و أل‬ 46 ْ‫ ُغ‬١ ‫ِ ش ؽ‬ َّ ٍُٚ َّ َِّ ِ ٤ِ‫ ك‬ٝ ٍ ِ َّ ١ ‫ِ ش ؽ‬ َّ ٍُٚ َّ ِ ٤ِ‫ٖٓ ك‬ ِ ِ َّ ‫ز ٗحخ جَ ُْؽ‬ َّ ِ .”Mandi dari air itu”. ٝ ُٖ‫ ِ ج‬٢ِ‫جت‬ Dari seseorang yang menjadi shahabat nabi SAW berkata. Beberapa nash hadits itu antara lain : ‫ ل‬١ ‫َّ ش ؽ‬ ِ ُ ٍ ‫أَـ‬ ِ َّ ْٞ َّ ُ ٍ ِ‫ّللا‬ َّ َ ٢ِ‫ء جَ ُْْ ك‬ َِّ ‫ْ جَُى ج‬ َِّ ِ‫ جت‬ٝ ٞٛ ْ ُِ ‫ ذم‬١ٌ‫ج‬ ٝ َّ َ ِ :‫ل‬١ ١ ‫ ؼ‬١ٌ ِ . Abu Daud dan An-Nasa‟i)10 . (HR.283 6 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Lc ‫َّ و‬ ُ ًْ ٖ‫ؾ‬ َُٖٞ‫أَـ ذ‬ s ‫ٕ ع‬ ٢ِ‫أَذ‬ ٍٛ ١ ٌ َ‫ز‬ َّ ٜ ٍ ََّ ‫هَح‬: ٍ ََّ ‫ٌ هَح‬ ٙ ّٓ َّ ٍ ِ ّ. Shahih Muslim . (HR. Dan melarang laki-laki mandi janabah dengan air bekas mandi janabah perempuan. Muslim)6 ‫َّ و‬ ُ ًْ ٢ِ‫ء جَ ُْْ ك‬ َِّ ‫َّ جَُى ج‬ ْ ِ َُ‫ل ج‬ ِ ِ‫ جت‬١ً ٙ". Perbedaan pendapat itu dipicu dari perbedaan nash dari Rasulullah SAW yang kita terima dari Rasulullah SAW.

Ulama Al-Malikiyah 14 . b.: ”Sesungguhnya air tidak ikut berjanabat”. atau bagaimana suatu air itu bisa sampai menjadi musta'mal : a.َ ١ ‫ِ ش ؽ‬ ٕ‫ح‬ َّ َّ ُ ٍ َٝ‫ٍ ذِل‬ َِّ s ‫ٕ جِخ ٕ ع‬ َِّ ‫جِ خ ع‬ َّ ٌ ٢ٞ َّ َ‫ ج‬ٙ َُ َ ً ِ ِ َّ ‫ٕ ع‬ ْٛ ‫َّ ج‬ َٕ‫ جَُٖ أ‬٢ِ‫ذ‬ ّ ١ ٕٞٓ َ‫ز‬ َّ ٌ ٢ٞ ََُ‫ ج‬ٙ ‫ ٕ ع‬ٙ ‫ؼ ٌ أَل ج‬ َّ ٙ ّٓ ٍ َِّ ّ ِ Dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi SAW pernah mandi dengan 7 Shahih 8 Shahih Bukhari . ‫ء كَؽ‬ ََّ ‫ ج‬s ٝ َ٘‫خ ـ أل‬ َّ َِّ "‫ؿص‬ ََّ ‫ع خ‬ ٜ ِ ‫ٕ ٕ جَُّ ج‬ ََ‫ أ‬ٝ ‫جؼ‬ َّ ِ َُٖ‫ ج‬٢ِ‫ذ‬ ٢ُِ ‫َ ش ؽ‬ ََّ ْ ََّ ٙ: ِٕ‫ ئ‬١ َّ ُ ًٖ ‫ٍ ج ؾ٘د ش‬ ََّ ‫كَوَح‬: َّ ِٕ‫ئ‬ ِ ٖٓ ِ ٙ ‫ج‬. Ulama Al-Hanafiyah 13 Menurut mazhab ini bahwa yang menjadi musta‟mal adalah air yang membasahi tubuh saja dan bukan air yang tersisa di dalam wadah. Maksudnya untuk wudhu` sunnah atau mandi sunnah. juga Fathul Qadir 58/1. maka jawab Nabi SAW. ‫ٍ كَوَحَُص‬ َ‫ل‬ ُْْ َ‫ء ج‬ ََّ ‫َّ ج‬ ‫ؽ‬٣ ٕ َِّ ‫خ‬ Riwayat Ashhabussunan: ”Bahwasanya salah satu isteri Nabi telah mandi dalam satu ember kemudian datang Nabi dan mandi dari padanya lalu berkata isterinya. 69 dan seterusnya. Lc 48 atau mandi wajib) atau untuk qurbah.61. 182-186. Muslim)11 ْ َّ ْ ِ‫ٍ ِ ج‬ ٢ِ‫كٖ ؼ ك‬ ‫ز‬.282 9 Sunan Abu Daud . air musta‟mal ini hukumnya suci tapi tidak bisa mensucikan. Sekarang mari coba kita dalami lebih jauh dan kita cermati perbedaan pandangan para fuqaha tentang pengertian air musta'mal. tapi tidak bisa digunakan lagi untuk wudhu` atau mandi.239 Muslim . Sedangkan air yang di dalam wadah tidak menjadi musta‟mal. Air itu langsung memiliki hukum musta‟mal saat dia menetes dari tubuh sebagai sisa wudhu` atau mandi. Artinya air itu suci tidak najis. ”saya tadi mandi janabat. Lc Fiqih Thaharah 47 air bekas Maimunah ra.70 10 Hadits shahih diriwayatkan oleh Abu Daud (81) dan An-Nasa’i jilid 1 halaman 30 dari jalur Daud bin Abdullah Al-Adawi dari Hamid Al-Humairi. (HR. Ahmad Sarwat. Bagi mereka. 12 Namun kalau kita telliti lebih dalam. ternyata pengertian musta‟mal di antara fuqaha’ mazhab masih terdapat variasi perbedaan. juga Ad-Dur Al-Mukhtar jilid 1 hal. Air musta’mal adalah air yang telah digunakan untuk mengangkat hadats (wudhu` untuk shalat 11 Shahih 12 Ibnu Muslim -323 Khuzaemah dan At-Tirmizy menshahihkan hadits ini 13 Lihat pada kitab Al-Badai` jilid 1 hal. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat.

Lc Fiqih Thaharah 49 hadats dalam fardhu taharah dari hadats. d. Namun yang membedakan adalah bahwa air musta‟mal dalam pendapat mereka itu suci dan mensucikan. rasa maupun aromanya. Karena statusnya suci tapi tidak mensucikan. Dan air itu baru dikatakan musta‟mal kalau sudah lepas atau menetes dari tubuh. c. Dan untuk itu air tidak mengalami perubahan baik warna. Namun bila niatnya hanya untuk menciduknya yang tidak berkaitan dengan wudhu`. Artinya. Bidayatul Mujtahid jilid 1 halaman 26 dan sesudahnya 15 Lihat Mughni Al-Muhtaj jilid 1 halaman 20 dan Al-Muhazzab jilid 5 halaman 1 dan 8 Ahmad Sarwat. Ulama Asy-Syafi`iyyah15 Air musta‟mal dalam pengertian mereka adalah air sedikit yang telah digunakan untuk mengangkat 14 Lihat As-Syahru As-Shaghir jilid 37 halaman 1-40. Selain itu air bekas memandikan jenazah pun termasuk air musta‟mal. bisa dan sah digunakan digunakan lagi untuk berwudhu` atau mandi sunnah selama ada air yang lainnya meski dengan karahah (kurang disukai). Dan tidak dibedakan apakah wudhu` atau mandi itu wajib atau sunnah. maka belum lagi dianggap musta’mal. Ulama Al-Hanabilah Air musta‟mal dalam pengertian mereka adalah air yang telah digunakan untuk bersuci dari hadats kecil (wudhu`) atau hadats besar (mandi) atau untuk menghilangkan najis pada pencucian yang terakhir dari 7 kali pencucian. Juga yang telah digunakan untuk menghilangkan khabats (barang najis). Namun bila air itu digunakan untuk mencuci atau membasuh sesautu . Al-Qawanin Al-Fiqhiyah halaman 31. Termasuk dalam air musta‟mal adalah air mandi baik mandinya orang yang masuk Islam atau mandinya mayit atau mandinya orang yang sembuh dari gila. As-Syarhul Kabir ma`a Ad-Dasuqi jilid 41 halaman 1-43. mereka pun mengatakan ‘bahwa yang musta‟mal hanyalah air bekas wudhu atau mandi yang menetes dari tubuh seseorang. Air musta‟mal dalam mazhab ini hukumnya tidak bisa digunakan untuk berwudhu` atau untuk mandi atau untuk mencuci najis. Dan sebagaimana Al-Hanafiyah. Air itu menjadi musta‟mal apabila jumlahnya sedikit yang diciduk dengan niat untuk wudhu` atau mandi meski untuk untuk mencuci tangan yang merupakan bagian dari sunnah wudhu`.Air musta‟mal dalam pengertian mereka adalah air yang telah digunakan untuk mengangkat hadats baik wudhu` atau mandi.

Mazhab ini juga mengatakan bahwa bila ada sedikit tetesan air musta‟mal yang jatuh ke dalam air yang jumlahnya kurang dari 2 qullah. membuat batas dengan ukuran volume air. tidak terkena hukum sebagai air musta'mal.yang di luar kerangka ibadah. Barulah saat itu dikatakan bahwa air itu musta‟mal. Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW : ‫و خ ع ٕ ع‬ َِّ ‫ّللا‬ َّ ِ َ ‫خ‬ ٌ ْٞ َّ ُ ٍ ‫ّللا‬ َّ ِ َ َ ِ‫حٕ ئ‬ َ ُْْ َ‫ء ج‬ ‫يج‬ ََّ ً ََّ ‫ ُهِص ج‬١ ّ‫ ؾ‬s Ahmad Sarwat. meski telah digunakan untuk wudhu atau mandi janabah. air dalam jumlah tertentu. tidak mengandung kotoran.ٝ ٢ِ‫َّ ك‬ ‫لع‬ ِ ‫ذع جَ ُْم‬ 51 ‫ؼ ٌ أَل‬ ٙ ٌَ‫ُز ع خ جَأل‬ Abdullah bin Umar ra. Kita menggunakan ukuran . Sebab ukuran ini tidak lazim digunakan di zaman sekarang ini. Jadi istilah qullah adalah ukuran volume air. Seperti menuci muka yang bukan dalam rangkaian ibadah ritual wudhu`. Dalam lafadz lain:”tidak najis”. Lc Fiqih Thaharah ٕ َّ ِ ٕ َّ ِ َُْ ْ‫ٌ ػ‬ ٌ ٢ٞ ِ ََُ‫ ج‬ٙ ‫ٕ ع‬ َّ ْٛ ‫ٍ ج‬ ََّ ‫هَح‬: ٍ ََّ ‫هَح‬ ١ ٕ ْ َُ: َُْ ْٓ ١ ‫َّ ـ‬ َ ََّ . Disebutkan di dalam hadits ini bahwa ukuran volume air yang membatasai kemusta'malan air adalah 2 qullah. maka tidak mengakibatkan air itu menjadi `tertular` kemusta‟malannya. Lc 50 mencuci tangan yang juga tidak ada kaitan dengan ritual ibadah wudhu`. maka air itu terbebas dari kemungkinan musta'mal. yang menjadi batas volume air sedikit. Hukum musta‟mal baru jatuh bila seseorang sudah selesai menggunakan air itu untuk wudhu` atau mandi. (HR Abu Dawud. Fungsinya sebagai batas minimal untuk bisa dikatakan suatu air menjadi musta'mal. Mengatakan. Dan selama air itu sedang digunakan untuk berwudhu` atau mandi. Itu berarti. Batasan Volume 2 Qullah Para ulama ketika membedakan air musta'mal dan bukan (ghairu) musta'mal. Bila volume air itu telah melebihi volume minimal. lalu melakukan pekerjaan lainnya dan datang lagi untuk wudhu` atau mandi lagi dengan air yang sama. “Rasulullah SAW telah bersabda: “Jika air itu telah mencapai dua qullah. Ibnu Majah)16 Hadits inilah yang mendasari keberadaan volume air dua qullah. Tirmidhi. maka tidak dikatakan air musta‟mal. Atau Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. maka belum dikatakan musta‟mal. Ukuran volume air ini pasti asing buat telinga kita. Nasa‟i.

Mereka menggunakan ukuran rithl ( َ٠ٌ ) yang sering diterjemahkan dengan istilah kati. 1 rithl buat orang Baghdad ternyata berbeda dengan ukuran 1 rithl buat orang Mesir. Jilid 1 halaman 122 53 dengan barang suci atau barang yang bukan najis. Walhasil. 16 Hadits ini dishahihkan Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Air Tercampur Dengan Yang Suci Jenis air yang ketiga adalah air yang tercampur 17 Dr. ukuran ini agak menyulitkan juga sebenarnya. mandi janabah atau kemasukan air yang sudah digunakan untuk berwudhu`. Lc oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban 52 Tapi kalau diukur oleh orang Mesir.17 Jadi bila air dalam suatu wadah jumlahnya kurang dari 270 liter. Lc Fiqih Thaharah Al-Fiqhul Islmai wa Adillahutuh. Air itu suci secara fisik. Lalu sebenarnya berapa ukuran volume 2 qullah dalam ukuran standar besaran international di masa sekarang ini? Para ulama kontemporer kemudian mencoba mengukurnya dengan besaran yang berlaku di zaman sekarang. jumlahnya tidak seperti itu. maka tidak dikategorikan air musta’mal. Orang Mesir mengukur 2 qullah dengan ukuran rithl mereka dan ternyata jumlahnya hanya 446 3/7 rithl. Tapi bila bukan digunakan untuk wudhu` seperti cuci tangan biasa. Lucunya.3. Seperti air yang tercampur . ukuran rithl ini pun tidak standar di beberapa negeri Islam. yang menyebabkan berbeda karena volume 1 rithl Baghdad berbeda dengan volume 1 rithl Mesir dan volume 1 rithl Syam. Namun demikian. Sedangkan istilah qullah adalah ukuran yang digunakan di masa Rasulullah SAW masih hidup. begitu orang-orang di Syam mengukurnya dengan menggunakan ukuran mereka yang namanya rithl juga. Hukumnya tetap suci. lalu digunakan untuk berwudhu. 2.volume benda cair dengan liter. tapi tidak bisa digunakan untuk bersuci (berwudhu` atau mandi). Sayangnya. kubik atau barrel. jumlahnya hanya 81 rithl. Wahbah Azu-Zuhayli. Dan ternyata dalam ukuran masa kini kira-kira sejumlah 270 liter. para ulama fiqih di Baghdad dan di Mesir pun sudah tidak lagi menggunakan skala ukuran qullah. maka air itu dianggap sudah musta’mal. Ahmad Sarwat. mereka semua sepakat volume 2 qullah itu sama. Dalam banyak kitab fiqih disebutkan bahwa ukuran volume 2 qullah itu adalah 500 rithl Baghdad. Bahkan 2 abad sesudahnya.

Air itu kita anggap sudah keluar dari karakter kemutalakannya.`Mandikanlah dia tiga kali. Tirmizy 990. seperti teh tubruk. Dari Ummu Hani‟ bahwa Rasulullah SAW mandi bersama Maimunah ra dari satu wadah yang sama. Dan mayat itu tidak dimandikan kecuali dengan menggunakan air yang suci dan mensucikan. Selama nama air itu masih melekat padanya. wedhang ronde. lima kali atau lebih banyak dari itu dengan air sidr (bidara) dan jadikanlah yang paling akhir air kapur barus (HR. Hal yang sama terjadi pada kasus air yang dicampur dengan benda lain. Abu Daud 3142. meski air itu suci dan susu juga benda suci. tetapi campuran antara air dan susu sudah menghilangkan sifat utama air murni menjadi larutan susu. Nasai 240. melainkan kita sebut 'kuah bakso'. Ibnu Khuzaimah 240) 2. Air Mutanajjis . Bukhari 1258. Tentu saja kita tidak dibenarkan berwudhu dengan kuah bakso. An-Nasai 1880 dan Ibnu Majah 1458). Misalnya air dicampur dengan susu. Sedangkan tentang air yang tercampur dengan tepung. kopi. ada hadits yang Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. tempat yang merupakan sisa dari tepung. Lc 54 menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk memandikan mayat dengan menggunakannya. Tentang kapur barus. (HR. namun air itu mengalami perubahan karakter dan kehilangan kemutlakannya.4. Namun bila air telah keluar dari karakternya sebagai air mutlak atau murni. sehingga air kapus dan sidr itu hukumnya termasuk yang suci dan mensucikan. Air yang seperti ini tidak lagi bisa dikatakan air mutlak. kuah gadogado. kuah semur dan opor dan seterusnya. ada hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Hani`. irisan daging dan bumbu-bumbu. Bahkan kita sudah tidak lagi menyebutnya sebagai air. kapur barus. tepung dan lainnya. Muslim 939. santan kelapa. air itu hukumnya suci namun tidak mensucikan. sehingga secara hukum tidak sah kalau digunakan untuk berwudhu' atau mandi janabah. Meski pun masih tetap suci. Sehingga air itu meski masih suci tapi tidak sah untuk dijadikan media bersuci. Demikian juga dengan air yang dicampur dengan kaldu daging.dengan sabun. meski semua mengandung air dan tercampur dengan benda suci. Dari Ummi Athiyyah radhiyallahu „anha bahwa Rasulullah SAW bersabda.

Dan perubahan itu sangat erat kaitannya dengan perbandingan jumlah air dan besarnya noda najis. apalagi kalau airnya adalah air di lautan. Di laut sudah tidak terhitung jumlah najis. Baik air itu sedikit atau pun banyak. maka para ulama membuat indikator. Indikator Kenajisan Agar kita bisa menilai apakah air yang ke dalamnya kemasukan benda najis itu ikut berubah menjadi najis atau tidak. secara logika bila kemasukan ke dalamnya bangkai anjing. maka hukumnya juga ikut najis. Air yang tercampur dengan benda najis itu bisa memiliki dua kemungkinan hukum. Tapi dalam kasus bangkai anjing itu dibuang ke dalam danau yang luas. Lc 56 Sebaliknya bila ketiga krieteria di atas tidak berubah. Karena air itu sudah tercemar dengan perbandingan benda najis yang besar dan jumlah volume air yang kecil. Tidak Berubah Rasa. Hal ini disebutkan oleh Ibnul Munzir dan Ibnul Mulaqqin. maka hukum air itu iut menjadi najis juga. tentu tidak semua air di danau itu menjadi berubah najis. Warna atau Aroma Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. warna atau aromanya ketika sejumlah air terkena atau kemasukan barang najis. Dalilnya adalah hadits tentang a`rabi (arab kampung) yang kencing di dalam masjid : ‫َّ ٕ ع‬ ٢‫ذ‬ ِ َ‫أ‬ ُٖ‫ِ ج ج‬ ٍٛ ١ ٌ َ‫ز‬ َّ ٍ ََّ ‫ هَح‬: ّ‫هَح‬ ‫َّ ٌ أَع‬ ٢‫جذ‬ ٍ َِّ ّٔ َِّ ‫ؾ‬ َ ‫ ج‬٢‫ك‬ ِّ ‫َّ كَد‬ ِ ّ‫كَوَح‬ َ ُ‫ى ج‬ ٢َُِ‫َّ ئ‬ ٙ ِ . Ahmad Sarwat. b. Kecuali air laut yang berada di dekatdekat sumber najis yang mengalami perubahan akibat tercemar najis. tetapi semua najis itu dibandingkan dengan jumlah volume air laut. kita akan mengatakan bahwa air itu menjadi mutanajjis atau ikut menjadi najis juga. Lc Fiqih Thaharah 55 Pada air yang volumenya sedikit. Berubah Rasa. Keduanya tergantung dari apakah air itu mengalami perubahan atau tidak. tentu bisa diabaikan. Warna atau Aroma Bila berubah rasa. seperti air di dalam kolam kamar mandi. bisa ikut menjadi najis juga atau bisa juga sebaliknya yaitu ikut tidak menjadi najis. maka hukum air itu suci dan mensucikan.Air mutanajjis artinya adalah air yang tercampur dengan barang atau benda yang najis. yaitu rasa. warna atau aromanya. a. setelah tercampur benda yang najis.

(HR.`Ya Rasulullah. Pendapat Yang Membolehkan Mutlak Pendapat ini mengatakan tidak ada bedanya antara air yang dipanaskan oleh matahari atau air putih biasa. Lc Fiqih Thaharah 57 ada juga beberapa keadaan lain dari air yang mengandung hukum. Yang berpendapat seperti ini adalah umumnya jumhur mazhab Al-Hanafiyah dan AlHanabilah.‫و‬ ٞ‫ػ‬ ٙ ٝ ١ٌ َّ ‫ٖٓ ل‬ ‫ جء‬s ٢ُِ ‫م‬ ََّ ‫ج‬ٞ‫ػ‬ ِ ُِ ‫ْؽ‬ ِ َّ ِ ّ َّ ِ َ‫ج أ‬ٞ‫ ع ُه‬٠ُ ‫ خ‬ٝ ٚ َّ ٚ ََّ ‫ جُٖ كَوَح‬٢ِ‫ذ‬ ِ ِ‫ٍ ذ‬ َٝ‫ي أ‬ ََّ ‫خ‬ٞٗ ‫ٖٓ ج‬ ‫ جء‬.19 . Bahkan sebagian ulama di kalangan AsySyafi'iyah seperti Ar-Ruyani dan Al-Imam AnNawawi sekali pun juga berpendapat sama. Sedangkan musyammas ( ّٔ ّ ٗٓ ) diambil dari kata syams yang artinya matahari. Dari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa seorang bertanya. Sedangkan air yang dipanaskan dengan kompor atau dengan pemanas listrik. 18 Sumur Budha`ah adalah nama sebuah sumur di kota Madinah yang airnya digunakan orang untuk mandi yaitu wanita yang haidh dan nifas serta istinja’ Ahmad Sarwat. 2. 1. Abu Daud 380. 2.`Air itu suci dan tidak dinajiskan oleh sesuatu`. Jadi air musakhkhan musyammas artinya adalah air yang berubah suhunya menjadi panas akibat sinar matahari. ِٕ‫ع ج ّ كَا‬ َّْ ‫ؼ‬ ٢ٓ ِ ٖ٣ٌ َّْ ْ ِ ّ َّ ِ ‫ضْ ذ‬ َُ ِ ٝ ُ ‫ج ع ضد‬ٞ‫ٖ ِ ٓغ ُغ‬٣ٌ ِ ٙ‫ج‬ٌٝ ‫ِٓٓٔح ئل جُؿٔحػس‬ Dari Abi Hurairah ra bahwa seorang a`rabi telah masuk masjid dan kencing di dalamnya. Ahmad 3/31-87. At-Tirmizy 66. Orang-orang berdiri untuk menindaknya namun Rasulullah SAW bersbda. a. Keadaan Air Lainnya Selain keadaan air yang telah disebutkan di atas. Apakah kami boleh berwudhu` dari sumur Budha`ah? Rasulullah SAW menjawab. Keduanya sama-sama suci dan mensucikan dan boleh digunakan tanpa ada kemakruhan. Hukum air ini untuk digunakan berthaharah menjadi khilaf di kalangan ulama. Al-Imam Asy-Syafi`i 35) 18. Air Musakhkhan Musyammasy ّ ٓٓ ) artinya adalah air yang Air musakhkhan ( ٖ‫ه‬ dipanaskan. An-Nasai 325. Abu Daud 66. Bukhari 220. siramilah di atas tempat kencingnya itu seember air. Sesungguhnya kalian dibangkitkan untuk memudahkan dan bukan untuk menyusahkan. Tirmizy 147 An-Nasai 56 Ibnu Majah 529). Di antaranya adalah air musakhkhan (panas) baik karena dipanaskan oleh matahari (musyammasy) atau pun yang tidak. tidak termasuk ke dalam pembahasan disini. (HR.`biarkan saja dulu.

yakni mengakibatkan penyakit ْ‫ ق‬١ ٌ ‫ كَإِ جء‬ٙ ‫ج‬ ٞ٣ َّ ٌ ُ ‫٘ ٌ جُد ظ‬ ِ َّ ْ َّ َ‫كغ ش ل‬ َّ ٢ُ ِ ١ ‫ج‬ 20 Dalil Jangan lakukan itu wahai Humaira' karena dia akan membawa penyakit belang. Namun mereka yang mendukung pendapat ini. 21 Hadits ini pun disinyalir oleh sebagian muhaqqiq sebagai hadits yang lemah sekali dari segi periwayatannya. yang memakruhkan mandi dengan air yang dipanaskan oleh sinar matahari. Ad-Daruquthuny)21 Kemakruhan yang mereka kemukakan ini bukan hadits Nabi SAW melainkan atsar dari Umar bin Al-Khattab.22 2. Larangan ini disinyalir berdasarkan kenyataan bahwa air yang dipanaskan lewat sinar matahari langsung akan berdampak negatif kepada kesehatan. (HR. manakala dilakukan di negeri yang panasnya sangat menyengat seperti di Hijaz (Saudi Arabia). Lc Fiqih Thaharah 59 sesungguhnya hanya berada pada wilayah kesehatan. Pendapat Yang Memakruhkan Pendapat ini cenderung memakruhkan air yang 19 Al-Majmu' 1 187 dan Al-Mughni 1 18-20 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. َٕ‫أ‬ ْ َ ١ ًٍ ٙ ٕ‫ح‬ ََّ ً Bahwa beliau memakruhkan mandi dengan menggunakan air musyammas (HR. ْ ‫إل‬ ٙ ِّ‫ؿط‬ ٍ َِّ ‫ٔح‬ َ ‫ءج‬ َ ُِ‫ِ ّ جُٕٔ ذح‬ ِ ‫َّ ج‬ ٍ٘‫) جُر‬. Asy-Syafi'i)20.2. Al-Malikiyah dan Asy-Syafi'iyah mengatakan bahwa air yang ini tidak makruh untuk digunakan . Ahmad Sarwat. sebagaimana dikatakan oleh para pendukungnya sebagai ( ‫ٌظ‬ٞ٣ belang. Lc 58 dipanaskan oleh sinar matahari. Namun AlHafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam At-Talkhish jilid 1 halaman 22 menyebutkan bahwa sanad periwayatan atsar ini sangat lemah.b. Umar bin AlKhattab radhiyallahu anhu. bukan pada wilayah syariah. Di antara mereka yang memakruhkannya adalah mazhab AlMalikiyah dalam pendapat yang muktamad. seperti Ad-Dardir menyatakan air musyammas musakhkhan ini menjadi makruh digunakan untuk berthaharah. Pendapat yang kedua ini umumnya mengacu kepada atsar dari shahabat Nabi SAW. sebagian ulama di kalangan mazhab dan sebagian Al-Hanafiyah. Sedangkan negeri yang tidak mengalami panas yang ekstrim seperti di Mesir atau Rum. Air Musakhkhan Ghairu Musyammasy Musakhkhan ghairu musyammasy artinya adalah air yang menjadi panas tapi tidak karena terkena sinar matahari langsung. hukum makruhnya tidak berlaku. Al-Imam Asy-Syafi'i menyebutkan hadits ini dalam kitab Al-Umm jilid 1 halaman 3.

Lc Fiqih Thaharah 61 proses sterilisasi. bukan karena panasnya tetapi karena tidak bisa 22 Asy-Syarhush-shaghir 1 16 dan Hasyiyatu Ad-Dasuqi 1 44 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat.23 3. yaitu suci dan mensucikan. Yang kita jadikan ukuran bukan riwayat air itu. dimana air yang sebelumnya juga mengalir keluar kira-kira sebanyak tiga kali volume air yang ada sebelumnya. Karena pada hakikatnya hasil akhir dari pemurnian air menunjukkan tidak adanya salah satu dari 3 indikator najis. tetap saja air itu boleh digunakan untuk berthaharah. baik lewat penyulingan atau pun lewat perembesan (osmosis). Pensucian Air Air yang sudah terkena pencemaran najis masih bisa disucikan kembali. Air yang kita minum sehari-hari dari produksi perusahaan air minum. Pada saat itu air itu sudah dianggap air yang mengalir seperti sungai dan sejenisnya. Abu Ja'far Al-Hindawani dan Abu Al-Laits mengatakan bila air yang mengandung najis itu mendapat suplai air suci dari luar sedangkan air yang mengandung najis tadi sebagiannya juga keluar. Bahkan Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah mengatakan meski air itu menjadi panas lantaran panasnya benda najis. Dalam hal ini dianggap air itu sudah dicuci 3 kali. sehingga terjadi aliran atau siklus. Abu Bakar Al-A'masy mengatakan bahwa air yang terkena najis dalam suatu wadah harus mendapatkan suplai air suci baru. sudah ditemukan teknologi untuk membersihkan air. umumnya diproduksi dari air yang mengalami 23 Asy-Syarhul 24 Al-Mausuah Kabir 1 45 Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah jilid 39 halaman 374 Ahmad Sarwat.24 Di masa sekarang ini. Lc 60 isbagh. lantaran tidak ada dalil yang memakruhkan. hukumnya kembali kepada hukum asal air. . Al-Malikiyah mengatakan bahwa air yang najis itu akan kembali menjadi suci manakala dituangkan lagi ke dalamnya air yang baru. Namun bila air itu bersuhu sangat tinggi sehingga sulit untuk menyempurnakan wudhu dengan betulbetul meratakan anggota wudhu dan air secara benar-benar (isbagh). asalkan memenuhi ketentuan atau kriteria yang telah ditetapkan. maka hukumnya kembali lagi menjadi suci ketika bekasbekas atau tanda-tanda najis itu sudah hilang. sehingga tandatanda kenajisannya menjadi hilang. hukumnya menjadi makruh.wudhu atau mandi janabah.

bahkan meski secara fisik sebenarnya belum hilang tapi secara hukum sudah dianggap suci. maka air itu ikut hukum dasarnya. ) maknanya adalah benda Kedua : Najis ( ّ‫ؿ‬ ِ َٗ ) maknanya adalah sifat najisnya. Ada yang sangat mudah untuk menghilangkan. An-Najasah (najis) itu lawan dari thaharah yang maknanya kesucian. 26 An-Najasah dalam bahasa Indonesia sering dimaknai dengan najis. 2. Pertama : Najas ( ّ‫ؿ‬ َ َٗ yang hukumnya najis. cukup dengan melakukan ritual tertentu. bahkan meski secara fisik sebenarnya najis itu sudah hilang. 2. an-najasah bermakna kotoran ‫) )جُوًجٌز‬. kotoran yang menghalangi shalat. Lc 64 dengan sifat itu penghalangan atas shalat dengan sifat itu atau di dalam sifat itu. Meski pun secara bahasa Arab tidak identik maknanya. Selama tidak ada najisnya. Asy-Syafi'iyah mendefinisikan najasah dengan makna : ( ‫ٔ٘غ ٓٓطوًٌز‬٣ ‫الز‬ُٛ‫ع ج‬٤‫ ل ق‬ٙ‫) ٍٓن‬. Dan sebaliknya. tetapi masih tetap dianggap najis bila belum dilakukan ritual tertentu. Dan yang ketiga. Lc Fiqih Thaharah . ada yang sangat berat. Bab 3 Najis 1. Disebut ( ّ ََّ ‫ء ضََ٘ؿ‬٢ ْ ُٗ‫ ) ج‬maknanya sesuatu menjadi kotor.1. Najis sendiri dalam bahasa Arab ada dua penyebutannya.tetapi keadaan fisiknya. najis yang berada di tengah-tengah.25 Sedangkan Al-Malikiyah mendefinisikan annajasah sebagai : ( ‫لس‬ٚ 25 Al-Qalyubi ‫س‬٤ٌٔ‫ؾد ق‬ٞ‫ح ض‬ٜ‫ل‬ُٚٞٔ ‫الز جْطرحقس ٓ٘غ‬ُٛ‫ ج‬ٜ‫ ذ‬ٝ‫أ‬ ٜ٤‫) ك‬. sesuatu yang bersifat hukum yang mewajibkan alal minhaj jilid 1 halaman 68 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Pembagian Najasah Jenis-jenis najis oleh mazhab Asy-Syafi'i dibedakan berdasarkan tingkat kesulitan dalam mensucikan atau menghilangkannya. Pengertian Secara bahasa. Najis Ringan Najis ringan sering juga diistilahkan dengan 26 Asy-Syarhul Kabir jilid 1 halaman 32 Ahmad Sarwat. yaitu suci dan tidak najis.

karena cara mensucikannya sangat ringan. tetapi harus dilakukan praktek ritual tertentu. maka air kencingnya sudah tidak lagi bisa dikatakan najis ringan. Bila bayi itu perempuan. Dasar dari semua ini adalah hadits Rasulullah . tetapi tetap dianggap najis seperti umumnya. Semua ini tidak ada alasan ilmiyahnya. pemutih. An-Nasai dan Al-Hakim) 2. Cukup dilakukan ritual sederhana sekali.2. pewangi atau bubuk-bubuk kimawi lainnya yang didesain mengandung zat ini dan itu. Allah SWT sebagai Tuhan. Satu-satunya najis ini adalah air kencing bayi lakilaki yang belum makan apa pun kecuali air susu ibu. Lc 66 tidak bisa suci begitu saja dengan mencuci dan menghilangkannya secara fisik. dan tiba-tiba benda najis itu berubah menjadi suci. (HR. karena semata-mata ketentuan ritual dari Allah SWT. Dasarnya adalah hadits berikut ini : ‫ؾ‬٣ ِ َُّ‫ّ ج‬ ٝ ٍ٣ َّ ٍ ٖٓ ُ ٍ َّ ِ ‫ خ‬ٝ َّ ِ ِ ‫ جَ ُْؽ‬١ٌ‫ج‬ ِ ‫ز‬ َّ ‫ـ‬ ِ ْ َ‫ؿالّ ج‬ ٔ ٖٓ َِّ َّ ٍ َِّ ِ ‫ خ‬ٝ ٍ ٍ َّ ََّ ‫ جَُٖ هَح‬٢ِ‫ذ‬ َ ‫هَح‬: ٍ ‫ٕ ع‬ ٢ِ‫أَذ‬ Dari As-Sam'i radhiyallahu anhu berkata bahwa Nabi SAW bersabda. Maka penggunaan tanah tidak bisa diganti dengan sabun. seperti susu kaleng buatan pabrik. Ritualnya adalah mencuci dengan air sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan tanah. Disebut najis yang berat karena mughalladzhah ( ‫ـِظَس‬ Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Tetapi semata-mata hanya ritual dimana Allah SWT ingin disembah dengan cara itu. deterjen. Najis Berat Najis berat sering diistilahkan sebagai najis َ ٓ ). Penggunaan tanah itu tidak diniatkan misalnya untuk membunuh bakteri. yaitu tidak perlu najis itu sampai hilang. Pencucian 7 kali ini semata-mata hanya upacara ritual. Disebut ringan."Air kencing bayi perempuan harus dicuci sedangkan air kencing bayi laki-laki cukup dipercikkan air saja. maka air kencingnya tidak termasuk ke dalam najis ringan. Demikian juga bila bayi laki-laki itu sudah pernah mengkonsumsi makanan yang selain susu ibu. sama sekali tidak dikaitkan dengan manfaatnya. Demikian juga penggunaan tanah. virus atau racun tertentu yang terkandung pada najis itu. Abu Daud.65 mukhaffafah ( ‫) ٓهلّلس‬. maunya disembah dengan cara itu. yaitu dengan memercikkannya dengan air.

2.(‫ف‬٣ٌ Semua najis yang tidak termasuk ke dalam najis yang berat atau ringan. Lc Fiqih Thaharah 67 mutawassithah ( ‫ْطس‬ٞ‫) ٓط‬. Ketiga indikator itu adalah : warna ( ُٕٞ ). melainkan secara hukmi. 3. berarti secara otomatis termasuk ke dalam najis pertengahan ini. (HR. Lc ٕ ‫ؼ‬ ِ 68 Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (QS. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.3. Al-Isra' : 70) Bahkan termasuk tubuh orang kafir sekalipun. ِٕ‫ جُٕٔ ج ّ ئ‬٢ً ٌِ ِ ٕ Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Muslim) Dalam mazhab Asy-Syafi'i.SAW : َ ٠ َّ ٞٛ ٌ ِٕ‫َّ ئ‬ ‫ء‬ َِّ َّ ُ ًْ ٍ َّ ََّ ‫ٌ هَح‬ َ ‫هَح‬: ٍ ِ ‫و أَـ ج‬ ٍٛ ١ ٌ َ‫ز‬ َّ ْ َ‫ أ‬١ ‫َ ؽ‬ َ ُْ َ‫َّ خ ج‬ َ َُ ٚ َّْ ِ‫ ئ‬ٝ ‫ؾ‬ ‫ي‬ َّ َّ َّْ ٌ ٕ ََّ ْ ِ ٤ِ‫َ ك‬ ِ ِٙ ‫ع خ‬ ‫خ ٌ ذِحُص‬ َّ ِ ‫ج‬َ ‫ؼ ٌ أل‬ ٙ ّٓ ٍ َِّ ّ ْٞ َّ ُ ٍ ‫ّللا‬ َّ ِ َ ّ ٌ َّ ‫ل جش‬ٝ‫ُأ‬ ‫ٕ ع‬ ٖٛ ٢ِ‫أَذ‬ sucinya wadah air kalian yang diminum anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali. sebagaimana firman Allah SWT : ْ ٌ َ ّ ٕ ‫ خ ج‬٢ِٗ ‫ ّ آو‬ٝ ‫ْ ج ُْٖ ّ ـ‬ٛ ٢ِ‫جُد ك‬ ٝ ‫ًٍ َُوَى‬ ْ ‫ٌ ـ‬ ْ ‫ْ ج‬ٛ ّ ٕ ٝ ‫جُد‬ َّ ِ ٝ ٌ َ ٖ‫ه‬ ْ َُ ‫َّ ش ج‬ ْ َ ّ ّ ٕ ‫وٖ ل‬ ٢‫ش خ جُط‬ َّ ٍ٤ِ‫ًػ‬ ‫ال‬٤ٟ ِ ‫ ج‬ٝ َٝ‫ْ ج ُْٖ ك‬ٛ ‫ ع‬٠َُ َّ ِ ‫ك‬ Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. orang kafir tidak suci dari hadats kecil dan besar. At-Taubah : 28) Secara hukum thaharah. (QS. rasa ( ْ‫ؼ‬٠ ) dan aroma ( . Najis Pertengahan Najis yang pertengahan sering disebut dengan Ahmad Sarwat. karena ayat yang menyatakan bahwa orang kafir (musyrik) itu najis sesungguhnya tidak terkait dengan najis secara hakiki atau 'ain. najis berat hanya dua saja. karena mereka tidak . yaitu anjing dan babi. salah satunya dengan air. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. hingga 3 indikatornya sudah tidak ada lagi. Disebut pertengahan lantaran posisinya yang ditengah-tengah antara najis ringan dan najis berat. Kenajisan Tubuh Manusia Tubuh manusia pada dasarnya adalah benda yang suci. Untuk mensucikan najis ini cukup dihilangkan secara fisik 'ain najisnya.

ْ َّ ٝ ‫كى‬ ‫ق‬٤ِ‫ غَو‬٢‫ك‬ َِّ َٕ‫ٍ َ أ‬ ََّ ُٖ‫ ج‬٢ِ‫ذ‬ ّٔ ‫ى‬ ِ‫ؾ‬ ِ . tentu saja hukumnya muslim. dan akan tetap menjadi muslim tanpa harus bersyahadat lagi.ٙ‫ج‬ٌٝ ٞ‫و أذ‬ٝ‫وج‬ َ ُ‫َّ ج‬ ‫ٕ ع‬ ْ ْ‫ػػ‬ ٕ‫ج‬ َّ ٕ َِّ َ‫ج٘ جُغ أ‬ َّ َ ‫َّ جخ‬ ِ ٢‫ذ‬ ِ Dari Utsman bin Abil Ash bahwa Rasulullah SAW menerima utusan dari Tsaqif di dalam masjid (HR. Sebagaimana firman Allah SWT : ِٕ‫ّ ئ‬ ْ ٖ‫ه‬ ِ ُ‫ج‬ َّ ٚ ِ ِ‫كَْ ذ‬ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai. semua orang yang tidak bersyahahadat ulang di depan imam mereka. menganggap orang kafir itu najis Ini kesalahan mereka yang kedua. darah. karena bukan berbentuk darah yang mengalir. di dalam masjid. dianggap belum muslim. Tentu saja pandangan ini keliru. lalu tumbuh besar dan dewasa sebagai muslim. Padahal Nabi SAW menerima utusan dari Tsagif yang notabene kafir justru di dalam masjid. telah menyalahi dua hal sekaligus : Pertama. ْ ١ ‫ََّ ش‬ ‫ ع ّ ٌ ـ ج‬٢َُ ُ َّ ‫جُْ ّ ى‬ ‫ ز‬ٝ ‫ ّ جُى‬ٝ ‫ّ َُف‬ َّ ٍ٣ َٛ ٌ َّ ِ ‫ ُِؾ ُأ‬١ َّ ِ ِ َ ِ ٝ ّ ‫َّ ج‬ ِ ‫ّللا‬ َ ٌ ٌ ٢‫ق‬ َ‫َّ ع ل‬ َ ٌ ‫َّ خ‬ َِّ ٜ‫َّ ج‬ ٕ ُ ٍ٠ ٢‫ؿ‬ ‫ جؽ‬ٝ َّ ‫َّ جو‬ ِٕ‫َّ كَا‬ ‫ ّللا‬ٞ‫ؽُك‬ ِ ّ . Kedua. 27 Al-Iqna' li asy-syarbini al-khatib jilid 1 halaman 30 Ahmad Sarwat. daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Sementara orang yang lahir dari ayah dan ibu yang muslim. 3. mengkafirkan sesama muslim. jantung dan limpa tidak termasuk najis.(QS. maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Darah Darah manusia itu najis hukumnya.berwudhu atau mandi janabah. karena pada dasarnya setiap orang dilahirkan dalam keadaam muslim.1. Dalam pandangan aliran sesat umumnya. Sebagian yang lain mengatakan bahwa yang dimaksud najis adalah aqidahnya. Lc Fiqih Thaharah 69 Adapun syahadat hanya dibutuhkan ketika orang yang kafir mau masuk Islam. tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas. yaitu darah yang mengalir keluar dalam jumlah yang besar dari dalam tubuh.27 Dasar bahwa tubuh orang kafir itu tidak merupakan najis adalah ketika Nabi SAW menerima utusan dari Tsaqif yang nota bene adalah orang kafir. Maka hati. Abu Daud) Dengan pandangan para fuqaha ini. An-Nahl : 115). apa yang dilakukan oleh sebagian aliran sesat di Indonesia yang menganggap saudara-saudara muslim sebagai orang kafir.

30 Fathul Qadir jilid 1 halaman 141. Ini adalah pendapat yang dipilih dari Abu Yusuf. Jawahirul Iklil jilid 1 halaman 191 Ahmad Sarwat. Sedangkan bila tidak seperti itu hukumnya tetap tidak najis. Maraqi Al-Falah halaman 16-18 31 Hasyiyatu Ad-Dasuqi jilid 1 halaman 151. Sedangkan darah yang mengalir dari tubuh Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat.3. tidak najis. Ad-Daruquthny)29 Al-Hanafiyah mengatakan bahwa muntah itu najis manakala memenuhi mulut dalam jumlah yang besar. Dan juga air kencing bayi laki-laki yang belum makan apapun kecuali susu ibunya. Kotoran dan Kencing 28 Al-Muhadzdzab jilid 1 halaman 53-54. Minhajut-thalibin jilid 1 halaman 70.2. Dasarnya karena muntah adalah makanan yang telah berubah di dalam perut menjadi sesuatu yang kotor dan rusak. Lc 70 muslim yang mati syahid tidak termasuk najis. Hal itu disebabkan karena ikan itu hukumnya tidak najis meski sudah mati. Muntah Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanbilah mengatakan bahwa ketiga benda ini adalah benda-benda yang najis. Al-Mughni jilid 1 halaman 175-176 29 Sunan Ad-Daruquthny jilid 2 halaman 18 : Tidak ada yang meriwayatkan hadits ini kecuali Tsabit bin Hammad dan dia adalah perawi yang sangat lemah. darah dan mani. air kencing.s ‫ّللا‬ ٙ‫ج‬ٌٝ ‫جُؿٔحػس‬ Dari Ummi Qais ra bahwa dia datang kepada Rasulullah SAW . 3. Dalilnya adalah hadits berikut ini ْ ُ ‫ ُأّ ٕ ع‬٢َ‫َّ ه‬ ِ َٕ‫ أ‬ٙ ‫َّ ذِحخ ش أَش ج‬ ٕ َُٚ ‫ ٘ ج‬٢‫ؿ‬ ٌ َُْ ١ ‫أ‬ َّ َّ ًَ َِّ ِ َّ ‫ جّ جُطغ‬٠َُِ‫ٌ ئ‬ َِّ ٍْٞ ‫ٍ كَد‬ ََّ ‫ ع ج‬٠ُ َٞ‫ غ‬ٚ َّ ‫ كَٖ جء‬ٜ ‫ـ‬ ٙ ‫ ع‬٢َُ ٙ َّ ِ‫ذ‬ ِ ٝ َُْ ِ ‫َّ ذِْ ج ع كَى‬ ١ ‫َ ؽ‬ َّْ ْ ِ ٙ . Lc Fiqih Thaharah 71 Kotoran manusia dan air kencing adalah benda yang najis menurut jumhur ulama.Sedangkan hewan air atau hewan yang hidup di laut.30 Al-Malikiyah mengatakan bahwa muntah itu najis bila telah berubah dari makanan menjadi sesuatu yang lain. 28 Selain itu juga didukung oleh dalil yang lemah seperti hadits berikut ini : ١ ‫ّ عج‬ ْ ٝ ٝ ‫جُد‬ ٝ ‫َّ جُى‬ ّ ِ ٝ ‫ج ّ ئِٕ ٌ ج‬ ْ ‫ء‬ َِّ ٝ ٠َ‫جُو‬ ٍ َِّ ْ ٠ِٗ ُْ‫ج‬ ‫ؾ‬٣ ِ َّ ُ ٍ ٞ‫جُػ‬ ْ َّ ‫ٖٓ خ‬ ِ ٖٓ ١ ِ ‫َّ ّ ل‬ ِ ‫جُؾ‬ ِ ِ‫جت‬ Wahai Ammar. muntah. sesungguhnya pakaian itu dicuci oleh sebab salah satu dari 5 hal : kotoran. yang keluar darah dari tubuhnya secara banyak. (HR. 31 3.

keluar dari kemaluan laki-laki biasa. Potongan Anggota Tubuh Manusia Jumhur ulama umumnya mengatakan bahwa . Wadi adalah cairan yang kental berwarna putih yang keluar akibat efek dari air kencing."Dan ini bila belum makan apa-apa. maka harus dicuci".ٙ‫ج‬ٌٝ ‫ أقٔى‬١ًٍٓ‫جُط‬ٝ ٍ‫هح‬ٝ : ‫ع‬٣‫قٖٓ قى‬ Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. 3.dengan membawa anak laki-lakinya yang belum bisa makan. Bukhari 223 dan Muslim 287) ٍ َّ ُ ٍ ٍ‫َّ ج‬ ّ َِّ ٢‫ذ‬ َِّ َ‫َّ أ‬ ‫َحُِد‬٠ َّ َٕ‫ٌ أ‬ ََّ ٍْٞ َّ َ ‫ هَح‬: ‫ خ‬ٝ َّ ِ‫ّللا‬ ِ َ‫ ؿال‬s ‫ ع ٕ ع‬٢ُِ ‫ٕ خ‬ ٍُ‫غ ج‬٤ َّ ٖ٣ ٜ ‫ ـ‬ٝ ٞ‫ُ ذ‬ َّ ٍ ١ٌ‫ح‬ َّ ٍٍُ ََّ ‫ ز جو هَص هَح‬: َ ُ‫ز ج‬ ِ ِ ‫ؾ‬٣ ِ َّ ِ ‫ؿ‬ ِ ٞ َ ّ َُْ‫ج‬ ٝ ٙ ‫يج‬ ْ َ ِ ‫َّ كَا‬ ْ‫ؼ‬ ‫يج ج‬ ُ ْ‫ؼ‬ ُ َ‫ال‬ َّ ٓ ِ ‫ط‬٣ ِ ٠ ‫َّ ج‬ ِ ‫ ؼ ؿ‬٢ٓ ِ ‫ ج ع‬.`Kencing bayi laki-laki itu cukup dengan memercikkanya saja. Tirmizi)32 32 At-Tirmizy mengatakan Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Ibnu Abil Hakam dan Iyadh.7. Bayi itu lalu kencing lalu Rasulullah SAW meminta diambilkan air dan beliau memercikkannya tanpa mencucinya`. Mazi dan Wadi Mazi adalah cairan bening yang keluar akibat percumbuan atau hayalan.4. Sedangkan jenazah orang kafir tetap najis dan tidak bisa disucikan dengan memandikannya. Nanah Nanah adalah najis dan bila seseorang terkena nanah. Ibnu Sya'ban. Qatadah berkata. karena itu disyariatkan pemandian jenazah untuk mensucikannya. jenazah manusia muslim itu najis. tapi bila sudah makan makanan. Dan keluarnya tidak deras atau tidak memancar. (HR. Mazi itu bening dan biasa keluar sesaat sebelum mani keluar. Jenazah Manusia Jenazah adalah tubuh manusia muslim atau kafir yang telah kehilangan nyawa.6.33 33 Hasyiyah Ibnu Abidin jilid 1 halaman 141 Ahmad Sarwat.5. (HR. Dalam pandangan jumhur ulama selain Al-Hanafiyah bahwa jenazah muslim atau kafir hukumnya suci. Lc Fiqih Thaharah 73 3. Sedangkan kencing bayi wanita harus dicuci". sedangkan mazi tidak. 3. Sedangkan dalam pandangan Al-Hanafiyah. Mazi berbeda dengan mani. harus dicuci bekas nanahnya sebelum boleh untuk melakukan ibadah yang mensyaratkan kesucian (wudhu` atau mandi). yaitu bahwa keluarnya mani diiringi dengan lazzah atau kenikmatan (ejakulasi). Lc hadits ini hasan 72 3.

Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah sepakat mengatakan bahwa babi yang masih hidup itu najis pada keseluruhan tubuhnya. namun termasuk juga darah. lemak. Lc 74 ْ َ‫َّ ُه‬ ‫ؼل‬ َّ ‫ ع ج ّ ٌ ٓف‬٠َُ َّ ْ‫ػ‬ ِ ٢َُِ‫ئ‬ ِ ‫َح‬٠ ١ ‫غ‬٠ ِ َ‫ و أ‬٢ِ‫ ج ّ ك‬ٝ‫ ُأ‬٢‫ق‬ ‫إَٔ ئِل‬ َّ ١ َّ ُ ًٕٞ ََّ ّ ١ ‫َّ ش‬ ‫ ز‬َٝ‫ـ ِ ّ ج ّ و أ‬ٞ‫ ج ُك‬َٝ‫َّ ّ َُف أ‬ ٍ٣ٍ‫ط‬ ِ ِٕ‫كَا‬ ِ ‫ن‬ ‫ٌؼ‬ ِ َٝ‫هح كِّ أ‬ ِ َٛ َّ َّ َّ َّ ِ ‫ ُِؾ ُأ‬١ ٌ ِّ ٚ ِ ِ‫ذ‬ ِ ‫ّللا‬ Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku. Hal itu lantaran dalam pandangan jumhur ulama bahwa potongan tubuh itu tetap dishalatkan. keringat. Bahkan meski pun seekor babi disembelih dengan cara yang syar`i. sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya. hukumnya bukan najis. 4. Namun pendapat yang berbeda kita temukan dalam pandangan Al-Qadhi dari Al-Hanabilah yang mengatakan bahwa potongan tubuh manusia itu tidak perlu dishalatkan. Baik potongan tubuh itu terpisah pada saat masih hidup atau pun pada saat sudah meninggal dunia. Seperti orang yang mengalami amputasi. kotoran dan semua bagian dari tubuhnya. Karena potongan tubuh itu dianggap najis dalam pandangannya. Dasarnya adalah firman Allah SWT : 34 Al-Mughni libni Qudamah jilid 1 halaman 45-46 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. namun dagingnya tetap haram dimakan karena daging itu najis hukumnya. sehingga dianggap bukan benda najis. tulang.1. (QS. Hewan Yang Masih Hidup Dalam bagian ini kita akan membahas terlebih dahulu tentang kenajisan hewan yang masih hidup. ludah dan kotorannya. Meskipun nash dalam Al-Quran Al-Kariem selalu menyebut keharaman daging babi. karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.bagian tubuh manusia yang terlepas dari tubuhnya. Babi (Khinzir) Al-Hanafiyah. Al-An'am : 145) Kalau babi hidup dianggap najis apalagi babi yang mati menjadi bangkai. ّ ٙ ٙ . maka potongan tubuhnya bukan benda najis. namun kenajisannya bukan terbatas pada dagingnya saja. atau darah yang mengalir atau daging babi. 34 4. kecuali kalau makanan itu bangkai. Termasuk juga bagian yang terlepas darinya seperti bulu.

darah. Kulit Babi Para ulama sepakan bahwa babi yang mati. Disini terjadi perubahan 'ain dari hewan menjadi 'ain minyak bumi. lantaran mereka berpegang pada prinsip bahwa hukum asal semua hewan itu suci. apabila kulitnya disamak.36 a. hukumnya menjadi suci kembali. maka tidak ada Ahmad Sarwat. (QS.38 b. 'Ain suatu benda bisa berubah wujud dengan proses tertentu. Mereka menganggap 'ain tubuh babi itu tidak najis.ْ ١ ‫زَ ش‬ ِٕ‫ ع ّ ٌ ـ ج ّ ئ‬٢َُ َّ ُ ‫جُْ ّ ى‬ َّ ٝ ‫ ّ جُى‬ٝ ‫ّ َُف‬ ْ ٍ٣ ٖ‫ه‬ َّ َٛ َّ َّ ِ ُ‫ج‬ ِ ‫ ُأ‬ٚ ِ ِ‫ ُِؾ ذ‬١ ٌ ِ َ ِ ٝ ّ ‫َّ ج‬ ِ ْ ِ‫ ع ئ‬٢َُ ٙ َ َ‫َّ ع ل‬ َ َّ ‫ّللا‬ ْ ‫ك‬ َّ ٕ ٜ‫ج‬ ُ َّ ٍ٠ ٢ ‫ؿ‬ ٌ ‫خ‬ ‫ جؽ‬ٝ َّ َّ ‫الَ جو‬ َّ َ‫غْ ك‬ َّ ِٕ‫َّ ئ‬ ‫ّللا‬ ِ ِ َّ ِ َ ٌ ٞ‫ؽُك‬ ٌ ٢‫ق‬ ّ ِ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. maka hukum kulitnya tetap najis. meski pun sudah mengalami penyamakan ( ‫) جُىذحؽ‬. ketika bicara tentang kulit babi yang sudah mati. Lc Fiqih Thaharah 75 dosa baginya. 35 Asy-Syahushshaghir 36 Al-Kharsyi jilid 1 halaman 43 jilid 1 halaman 119 37 Al-Majmu' jilid 1 halaman 217 38 Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah jilid 20 halaman 34 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Lc 76 menurut pada ahli dahulu berasal dari hewan atau tumbuhan yang hidup jutaan tahun yang lalu. hakikat dan dzat benda itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.37 Satu-satunya pendapat yang mengatakan bahwa kulit babi itu tidak najis bila telah disamak adalah sebuah riwayat dari Abu Yusuf. Sementara hewanhewan lain yang mati menjadi bangkai. Misalnya. minyak bumi yang kita pakai untuk bahan bakar. Berubah Wujudnya 'Ain Babi 'Ain suatu benda maksudnya adalah wujud fisik. mereka mengatakan hukumnya tetap najis. dan binatang yang disebut selain Allah. daging babi. dalam pandangan mereka bukan najis. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas. Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah mengatakan bahwa benda yang najis apabila telah mengalami . Al-Baqarah : 173) Namun pandangan mazhab Al-Malikiyah agak sedikit berbeda. 35 Begitu juga dengan ludahnya. Proses perubahan 'ain suatu benda menjadi 'ain yang lain disebut ( ‫ ) جْطكحُس‬istihalah. Dan mazhab Al-Malikiyah yang tidak menganggap babi yang hidup itu najis.

termasuk babi yang diekstrak menjadi insulin dan sebagainya. tetapi berubah menjadi suci. Para ulama mengatakan bahwa babi itu tidak sah untuk dimiliki karena kenajisannya. maka hukumnya tidak najis.perubahan 'ain dengan istihalah. Dalilnya adalah hadits berikut ini : ٕ ‫ٍ ؼ‬ َّ َِّ ‫و خ ع‬ َِّ ‫ّللا‬ َّ ََُ‫ ج‬ٙ ‫ع‬ َّ ِ َ -ٌ ٢ٞ ِ ِ ِ‫ٕ خ جذ‬ ‫ٓغ‬ ََّ ٍْٞ َّ ‫ّللا‬ ِ ٌ ِ َ ٞ‫َّ ُه‬ ُ ٍ ‫ـ جَ ُْلَص جّ ع‬ َّ ٞٛ ِْ‫سَ ذ‬ َّ ً: َّ ِٕ‫ّللا ئ‬ َّ َ ِ ٝ ٌ ّ ‫ خ‬١ ‫ع‬ ْ ١ ‫ز ش‬ ْ ٍ٣ ّ ٌ َّ َّ َّ ِ ٝ ٖ‫ه‬ ِ ُ‫ج‬ ِ ٝ ُْ‫ج‬ ِ َ ِ ٝ َ٘‫ٕ جأل‬ ١َ‫ش أ‬ ْ ِٚ‫جَُّ ج ذ‬ ٔ ّٞ‫ جَ ُْْ ق‬١ ‫ز ش‬ َّ ٙ ٠َِ‫ضط‬ ِ ِٕ‫كَا‬ ِٚ ‫ٍ ج ذ‬ َّْ َ‫ ج‬ِٞ‫و ؾ‬ ٝ ّ٣ ‫خ ٘ ش‬ َّ ‫ ـ‬ِٚ‫ٍ ِ؟ ج جَُٖ ج ذ‬ ََّ ‫ل كَوَح‬ ِ ََّ ‫ٌ هَح‬ ٍ ْٞ َّ ُ ٍ ‫ّللا‬ َّ ِ َ َ ‫ٍ هَحش‬ ٖ‫ػ‬ ََّ َّ ََُ‫ ج‬ٙ ٢ُْ َ‫ج‬ ‫و‬ٞٛ َّ ِٕ‫ّللا ئ‬ َّ َ َُْ ِ ‫يُِي و‬ ٔ ّٞ‫ ق‬ٙ ‫ج‬ ‫ ّ ؼ‬ُُٞ ٙ ْ‫ ج خ ُغ‬ٞ‫ ػ‬ٙ ‫ج‬َُُٞ‫ ٕ غَْ كَأَى‬ٙ ‫ع‬ ِ ١ ‫ـ‬ ‫جَ ُْم‬ ٌَ‫أ‬ ٕ ٝ ٌ ْٛ ‫ج‬. semua perubahan 'ain tidak berpengaruh pada perubahan hukum. ْ‫ُغ‬ ‫ ع‬٢َُ ْٛ ِ ‫ ع م‬٢َُ ٙ ‫ّ ٌ ـج‬ ‫َّ ٓص‬ ‫ف‬ َ . batu atau benda lainnya yang sama sekali tidak lagi dikenali sebagai babi. meski pun benda najis sudah berubah 'ain-nya dan beristihalah menjadi 'ain yang lain. maka pada hakikatnya benda itu sudah berubah wujud. Dengan pengecualian dua kasus saja. c. garam. Jadi bila kita ikuti logika pandangan kedua mazhab itu. Selebihnya. َ٤ ‫ُف‬ ٞٛ ٕٝ ‫ ضى‬ٙ ٍْٞ َّ َّ ‫ّللا‬ َ ِ َ ٕ ‫ ّ ج ٌ ـ‬. fosil. yaitu penyamakan kulit bangkai dan berubahnya khamar menjadi cuka.َٕ‫أ‬ ٍْٞ َّ ٙ َ ٙ ّ‫ج‬ َّ ََّ ِ‫كَو‬: ١ ‫ٌ ج‬ ِ . Namun dalam pandangan mazhab Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah. tetap saja hukum najis terbawa serta. sehingga hukumnya sudah bukan lagi seperti semua. Dengan logika ini. insulin dan benda-benda kedokteran yang disinyalir berasal dari ekstrak babi. Lc Fiqih Thaharah 77 Lantaran babi dikategorikan benda najis secara 'ain. maka hukumnya berpengaruh kepada hukum kepemilikan dan nilai jualnya. Nilai Harta dan Kepemilikan Babi Ahmad Sarwat. misalnya menjadi tanah. Dan berarti juga tidak sah untuk diperjual-belikan. Sehingga hukumnya tidak lagi najis. secara nalar telah mengalami perubahan 'ain lewat proses istihalah. apabila babi sudah berubah menjadi benda lain.

Lc 78 Para ulama sepakat. bahkan umumnya anjing bermanfaat banyak buat manusia. yang 39 Al-Bahrurraiq 40 Lihat kitab Fathul Qadir Ahmad Sarwat. dengan diharamkannya kepemilikan dan jual-beli seorang muslim atas babi. 39 Namun bila babi itu milik selain muslim. Seseorang bertanya."Tidak. Namun ada juga pendapat sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa najis anjing itu hanya air liurnya dan mulutnya saja. Rasulullah SAW menjawab. Bukhari dan Muslim) Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Sedangkan tubuh dan bagian lainnya tidak dianggap najis. bangkai. َ ِ ‫ٌخ ٔ ئ‬ َ ُ‫ خ ج‬٢‫ك‬ ٍ َّ َّْ ٌ َِّ s ‫َّ ٕ ع‬ ٢‫ذ‬ َّ ٜ َّ َٕ‫ٌ أ‬ َ ‫يج هَح‬ ِ َ ِ َ‫ٍ أ‬ٛ ١ ٌ َ‫ز‬ ْْ ِٕ‫ء ئ‬ َِّ ‫و أَـ ج‬ َِّ َّ ُ ًْ ٢ِْ َ‫َّ ؽ ك‬ َ ِ ٙ ِ ‫ ج ع خ‬-‫ ٓطلن‬ٚ٤ِ‫ػ‬ Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. Lc Fiqih Thaharah jilid 5 halaman 55 jilid 1 halaman 64. maka apabila ada seorang muslim yang mencuri babi milik orang lain yang muslim. babi dan berhala"."Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan jual beli khamar."Ya Rasulallah."Bila ٍْٞ َّ َّ َ ِ‫ّللا‬ . sebagaimana pendapat Al-Hanafiyah dan AlMalikiyah. atau menghilangkannya. Anjing Para ulama mengatakan bahwa seluruh tubuh anjing merupakan hewan najis berat (mughallazhah). (HR. 79 ditetapkan sebagai najis hanya bila anjing itu minum di suatu wadah air. bagaimana hukumnya dengan minyak (gajih) bangkai? minyak itu berguna untuk mengecat (merapatkan) lambung kapal. mulut dan kotorannya saja.Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW berkata pada hari fathu Mekkah. Mazhab Al-Hanafiyah Dalam mazhab Mazhab Al-Hanafiyah40. maka hukumnya wajib mengganti atau mengembalikannya. Kemudian beliau SAW meneruskan. Mengapa demikian ? Sebab dalam hadits tentang najisnya anjing."Semoga Allah memerangi Yahudi ketika diharamkan atas mereka. a. yang najis dari anjing hanyalah air liur. 4. kitab Al-Badai` jilid 1 halaman 63. Kedudukan anjing sebagaimana hewan yang lainnya. tidak perlu menggantinya dan juga dipotong tangan meski tetap berdosa. Misalnya sebagai hewan penjaga atau pun hewan untuk berburu. malah mereka perjual-belikan dan makan keuntungan jual-beli itu. tetap haram hukumnya".2. Maka hanya bagian mulut dan air liurnya saja (termasuk kotorannya) yang dianggap najis. juga untuk mengeringkan kulit dan digunakan orang buat bahan bakar lampu".

Bukhari dan Muslim).anjing minum dari wadah air milikmu. Muslim dan Ahmad) b. tetapi seluruh tubuh anjing itu hukumnya najis berat. 4. beliau bersabda. Bila air liur anjing jatuh masuk ke dalam wadah air. Dan untuk mensucikannya harus dengan mencucinya tujuh kali dan salah satunya dengan tanah. Al-Muhtaj jilid 1 halaman 78. Di kala lainya. (HR. Dan kucing itu itu tidak najis". kaum yang lain mengundangnya dan beliau tidak mendatanginya. baik kencing.Mazhab As-Syafi`iyah dan Al-Hanabilah42 Kedua mazhab ini sepakat mengatakan bahwa 41 Asy-Syarhul 42 Mughni Kabir jilid 1 halaman 83 dan As-Syarhus-Shaghir jilid 1 halaman 43.(HR. Sebab sumber air liur itu dari badannya. Mazhab Al-Malikiyah Mazhab ini juga mengatakan bahwa badan anjing itu tidak najis kecuali hanya air liurnya saja. Kita menemukan beberapa hadits yang shahih tentang hewan buas ini. Pendapat tentang najisnya seluruh tubuh anjing ini juga dikuatkan dengan hadits lainnya : Bahwa Rasululah SAW diundang masuk ke rumah salah seorang kaum dan beliau mendatangi undangan itu. harus dicuci tujuh kali. Dari hadits ini bisa dipahami bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan hewan lain yang kawin dengan anjing pun ikut hukum yang sama pula. Al-Hakim dan Ad-Daruquthuny). kotoran dan juga keringatnya. َ َ ِ‫ ئ‬ٝ ‫ؾ‬ َ ُ‫ج‬ ٠ َّ ٞٛ ٌ ِٕ‫ء ئ‬ َِّ ‫َّ أَـ ج‬ ‫و‬ ُ ًْ ‫يج‬ ََّ َُ ٢ِ‫ ك‬ٙ َّ َّْ ٌ ِ َّ ِ َ ِ ‫َّ ٌ ّ ع خ‬ ‫جش‬ ََّ ‫ل‬ٝ‫ٖ ُأ‬ٛ ‫خ ٌ ذِحُص‬ َّ ِ ‫ج‬ ‫ٕخ‬ َّْ َ‫ أ‬١ ‫َّ ؽ‬ َ َ ْ ِ ٙ Rasulullah SAW bersabda."Di rumah yang kedua ada anjing sedangkan di rumah yang pertama hanya ada kucing. Ketika ditanyakan kepada beliau apa sebabnya beliau tidak mendatangi undangan yang kedua. Maka badannya itu juga merupakan sumber najis. Hewan Buas Hewan buas dalam bahasa Arab disebut dengan siba' ( ‫) جُٓرحع‬.(HR. kitab Kasy-syaaf Al-Qanna` jilid 1 halaman 208 dan kitab Al-Mughni jilid 1 halaman 52. Logika yang digunakan oleh mazhab ini adalah tidak mungkin kita hanya mengatakan bahwa yang najis dari anjing hanya mulut dan air liurnya saja. antara lain : . sedangkan anjing itu najis."Sucinya wadah minummu yang telah diminum anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.3.41 c. Lc 80 bukan hanya air liurnya saja yang najis. wajiblah dicuci tujuh kali sebagai bentuk ritual pensuciannya. Termasuk air yang keluar dari tubuh itu juga. termasuk keringatnya. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat.

43 Al-Malikiyah mengatakan bahwa meski pun haram dimakan. Ahkamul-Quran. yang tidak disebut cakar dari ceker. maka haram hukumnya untuk dimakan"."Semua hewan yang punya taring dari hewan buas. macam. yang menandakan mereka belum bulat menyepakati kenajisannya.. atau dari perkawinan babi atau dari perkawinan kedua. ٝ َ ‫ جو‬: ٝ َّ ََّ ً َ ُ َّ ًَ ١‫ي‬ ‫ٖٓ َُد‬ َّ ِ ‫ٓم‬ ِ َّ ِ ٢‫ٌ جَُط‬ ِ -ٌ ٝ ‫ ج‬ٙ ّٓ ٍ َِّ ّ Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda. kera.Ahmad Sarwat. harimau. Al-Hanafiyah mengatakan bahwa semua hewan buas hukumnya najis. Dan ditambahkan :"Semua yang punya cakar dari unggas" (HR. falcon ( (ٖٛ‫ٖح‬ dan lainnya. namun bukan berarti najis. Lc 82 dasarnya tidak najis.44 As-Syafi'iyah juga sepedapat bahwa meski haram memakannya. Namun meski pun demikian. kalau kita lihat catatan para ulama mazhab. sebagaimana ayam dan burung dara juga punya kuku. Termasuk najis adalah hewan yang lahir dari perkawinan anjing. Muslim) Keharaman memakan hewan yang bertaring dan cakar maksudnya adalah hewan yang memakan makanannya dengan cara membunuh mangsanya dengan taring atau cakarnya. menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan bangkai ( ‫طس‬٤ٓ ) adalah : ٕ‫ج‬ٞ٤‫ص جُك‬٤ُٔ‫ٍ ج‬٤‫ ؿ‬٠ًًُٔ‫ ج‬. Bukan sekedar hewan itu punya gigi taring atau kuku. srigala. Karena pada dasarnya semua hewan yang hidup itu pada 43 Fathul Qadir jilid 1 halaman 74-76 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran Al- .45 5. namun mereka mengatakan bahwa semua hewan hidup itu hukumnya tidak najis. Lc Fiqih Thaharah 81 ٍ َّ ُ ًَ َِّّ ١‫ي‬ َّ ٖٓ ‫جع‬ ‫ جَُٖ ٕ ع‬٢ِ‫ ٕ ع ذ‬٢ِ‫أَذ‬ َ ‫هَح‬: َّ ِ ٕ ‫جخ‬ ِ َُّ‫َّ خ ج‬ ِ ٍٛ ١ ٌ َ‫ز‬ َّ َ َ ‫ كَأ‬ٙ ‫ّ ج ٌ ـ‬. kecuali anjing dan babi. Hewan yang menjadi bangkai hukumnya najis. Sapi dan kambing juga punya gigi taring dan kuku. seperti singa. hewan yang matinya tidak disembelih dengan cara disembelih46. ternyata tetap ada perbedaan pandangan disana sini. termasuk juga burung buas yang memakan bangkai seperti elang ( ٍ‫و‬ٚ ). Bangkai Al-Jashshash dalam tafsirnya.

Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha 44 Al-Qawanin Al-Fiqhiyah halaman 27 jilid 1 halaman 13 46 Ahkamul Quran lil Al-Jashshash 1 halaman 132 45 Raudhatut-Thalibin Ahmad Sarwat. Dalam hal ini.Kariem tentang hukum bangkai ْ ١ ‫زَ ش‬ ِٕ‫ ع ّ ٌ ـ ج ّ ئ‬٢َُ َّ ُ ‫جُْ ّ ى‬ َّ ٝ ‫ ّ جُى‬ٝ ‫ّ َُف‬ ْ ٍ٣ ٖ‫ه‬ َّ َٛ َّ َّ ِ ُ‫ج‬ ِ ‫ ُأ‬ٚ ِ ِ‫ ُِؾ ذ‬١ ٌ ِ َ ِ ٝ ّ ‫َّ ج‬ ِ ْ ِ‫ ع ئ‬٢َُ ٙ َ َ ‫ٕ كْ ّللا‬ َِّ ٜ‫َّ ج‬ ُ ٍ٠ ٢‫َّ خ ٌ ؿ‬ ‫ جؽ‬ٝ َ‫ل‬ َّ ‫َّ ع‬ ‫ََّ جو‬ ‫غْ كَال‬ َّ ِٕ‫َّ ئ‬ ‫ّللا‬ َِّ ِ َّ َ ٌ ٞ‫ؽُك‬ ٌ ٢‫ق‬ ّ ِ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. juga merupakan benda yang berstatus najasatul 'ain ( ‫ٖ ٗؿحْس‬٤‫) جُؼ‬. 4. dan binatang yang disebut selain Allah . mati bukan karena tindakan manusia. sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya. dari sisi dzat-nya. Disembelih Untuk Selain Allah Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa yang 47 Tafsir ّ ٙ ٙ Al-Fakhrurrazi jilid 5 halaman 19 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. dan seterusnya. Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah telah sampai kepada level ijma' bahwa bangkai itu selain haram dimakan. yang cara penyembelihannya tidak sesuai dengan syariah Islam. Lc Fiqih Thaharah 83 Penyayang. bangkai itu mati oleh sebab tindakan manusia. atau dimangsa hewan lain. Pertama. Maksudnya. Kedua. Lc 84 termasuk bangkai adalah hewan yang disembelih . seperti terbunuh. maka tidak ada dosa baginya.(QS.(QS. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas. darah. daging babi. atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor (najis)".1. mati karena tua. Al-An'am : 145) Keempat mazhab yaitu Al-Hanafiyah. Al-Baqarah : 173) ْ َ‫َّ ُه‬ ‫ؼل‬ َّ ‫ ع ج ّ ٌ ٓف‬٠َُ َّ ْ‫ػ‬ ِ ٢َُِ‫ئ‬ ِ ‫َح‬٠ ١ ‫غ‬٠ ِ َ‫ و أ‬٢ِ‫ ج ّ ك‬ٝ‫ ُأ‬٢‫ق‬ ‫إَٔ ئِل‬ َّ ١ َّ ُ ًٕٞ ََّ ّ ١ ‫َّ ش‬ ‫ ز‬َٝ‫ـ ِ ّ ج ّ و أ‬ٞ‫ ج ُك‬َٝ‫َّ ّ َُف أ‬ ٍ٣ٍ‫ط‬ ِ ِٕ‫كَا‬ ِ ‫ن‬ ‫ٌؼ‬ ِ َٝ‫هح كِّ أ‬ ِ َ‫َّ ع ل‬ َ ٌ ‫جؽ خ‬ َٛ َّ َّ َّ َّ َِّ ٜ‫َّ ج‬ ُ ٍ٠ ٢‫ؿ‬ َّ ٝ َّ ‫َّ جو‬ ِٕ‫كَا‬ ِ ‫ ُِؾ ُأ‬١ ٌ ِّ ٚ ِ ِ‫ٕ كَْ ذ‬ ِ ‫ّللا‬ َ ٌ ٌ ‫ ى خ‬ٞ‫ؽُك‬ ٌ ٢‫ق‬ ّ ِ Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku. 47 Ada dua macam kematian bangkai. bangkai itu memang benda najis. AlMalikiyah. kecuali kalau makanan itu bangkai.

(QS. Termasuk bila disembelih untuk dijadikan sesaji kepada roh-roh tertentu. atau untuk penunggu laut kidul.untuk selain Allah. termasuk dalam bab ini. Bahkan di dalam Al-Quran dijelaskan tentang kebolehan berburu dengan menggunakan hewan pemburu yang sudah pasti termasuk hewan buas. ٝ ّ ‫َّ ج‬ َٛ َّ َّّ ٚ َّ ِ ‫ ُِؾ ُأ‬١ ٌ ِ ِ‫ذ‬ ِ ِ‫ّللا‬ ٝ ّ ‫ ع ُيذِف ج‬٠َُ ٍ‫ٕ ج‬ (Diharamkan bagimu) yang disembelih atas nama selain Allah (QS. 4. hukumnya bukan termasuk bangkai. Al-Kautsar :2) Namun bila hewan itu mati karena diburu oleh muslim atau ahli kitab. maka ayam itu hukumnya adalah bangkai. Sebab penyembelihan yang syar'i adalah dengan cara pemutusan aliran darah di leher. AlMaidah 3) Meski pun ayam itu halal.2. Karena berburu adalah salah satu cara penyembelihan yang syar'i. peluru atau sesuatu yang melukai badannya. Al-Maidah 3) ‫د‬ َّ ِ ٚ (Diharamkan bagimu) yang disembelih utnuk berhala (QS. dibanting. atau juga untuk berhala. Lc Fiqih Thaharah (penyembelihan). Daging hewan yang dijadikan persembahan untuk dewa. Disembelih Tidak Syar'i Hewan yang disembelih dengan jalan dipukuli. tetapi jika saat disembelihnya ditujukan untuk selain Allah. meski dengan tombak. diracun atau ditabrakkkan adalah bangkai. Sebagaimana firman Allah SWT : َٙ‫َّ ك‬ ٍ ِّ ٍُِ ‫ذِّي‬ 85 ٝ ٕ‫ٌ ـ ج‬ Dan lakukan shalat untuk tuhanmu dan lakukanlah an-nahr Ahmad Sarwat. Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya . baik dengan cara dzabh (sembelih) atau pun nahr (ditusuk dengan tombak). anak panas. atau untuk jin dan makhluk halus lainnya. َ ‫َّ ج‬ ١ ِ َُُٕٞ‫يج ّ ى أ‬ َ‫ق‬ ََّ ْٛ َ‫ه‬ َّْ ُ َّ َ‫ق‬ ََّ َّ ُ ‫ ّ ى‬٢‫ش ج خ جُط‬ ِ ‫ٍ ُأ‬ ِ ‫ٍ ُأ‬ ٝ ّ ‫ُْ ع ج‬ ْ‫ٕ ّ ض‬ ْ ٝ ‫ـ‬ َٓ ‫جُؽ‬ َّ ٖ٤‫ر‬ ‫ٍ ضغ‬ َِّّ ٕٞٓ ٖٛ ْٓ ُ‫َّ ى‬ َّّ ُ‫ ج‬ٙ ‫ف‬ ََّ ِ ‫َّ ُْ ع ج‬ ِ ٌِِّ ِ ِ ٌ‫ج‬ ْ ً ْٓ ْ ُ ‫ج‬ِٞ َّ َّ ِ ‫ًٖ ِ أَّ ج‬ ْ ِ‫ّللا ّ ج‬ ْ ُ ‫ّللا‬ ‫ ع‬٢َُ َّ ُ ًْ ٝ ‫جي‬ َّْ َّ ُ ‫ج ى‬ٌٝ َّ َّ َّ َّ َّّ ِٕ‫ّللا ئ‬ َّ َّّ ِ ّ ‫ ع‬٢َُ ٙ ِ ٝ ‫ج جش‬ٞ‫ه‬ ْ ‫خ‬ ِ ١ٌ ‫كّ ع‬ َّ ِ ُ‫ج‬ ِ ‫ج‬ ِ Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?". meski bukan dengan cara penyembelihan.

Mati Tanpa Disembelih Yang termasuk bangkai adalah hewan yang matinya tidak disembelih tetapi mati terbunuh.(QS.3. Potongan Tubuh Hewan Yang Masih Hidup Anggota tubuh hewan yang terlepas atau terpotong dari tubuhnya termasuk benda najis dan haram hukumnya untuk dimakan. Ahmad Sarwat. Bangkai Yang Tidak Najis Ada beberapa jenis bangkai yang hukumnya tidak dianggap sebagai najis. yang terpukul. (QS. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu. hewan itu sempat disembelih secara syar'i.5.3. karena secara sah mati akibat penyembelihan. jatuh. Ketiak-najisannya memang disebutkan langsung di dalam nash yang kuat. 4. Penyembelihan yang syar'i mensyaratkan penyembelihnya harus muslim atau setidaknya ahli kitab. hukumnya bukan bangkai. lalat. Al-Maidah : 5) Sedangkan bacaan basmalah hanya sunnah bukan merupakan syarat atau kewajiban. yang jatuh.untuk berburu. terpukul. kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu . Termasuk juga hewan yang biarkan mati karena serangan wabah penyakit tertentu. sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya. Al-Maidah : 3) 4. Al-Maidah : 4) 4. a. Ada yang mati karena tercekik. sebagaimana dikemukakan oleh mazhab Asy-Syafi'iyah. Disembelih Kafir Non Kitabi Hewan yang disembelih oleh orang yang bukan muslim hukumnya adalah bangkai. Sebagaimana firman Allah SWT : ْ ٝ ‫يُز‬ َ ٞ‫ ُه‬ٝ ٍ‫ج‬ ْ ٝ َّ ٍ‫ج‬ ٖٓ ‫ ِٗنَُز ل‬ٝ ُْ‫ج‬ َّْ َ َ‫جُّ أ‬ ٝ ُٖ‫ف ج‬٤٠ ََّ ً ‫ع خ‬ ِ ‫ ُز‬ٝ ّ ‫َ ج‬ ‫ و ٌ ٓص‬١ ‫ُز‬ yang tercekik. Sebagaimana firman Allah SWT : Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. tidak termasuk . Lc Fiqih Thaharah 87 4. َ ‫ ج ّ ئِل‬٢ً‫ي‬ َّ ْ‫ض‬ Kecuali yang sempat kamu sembelih. serangga dan sejenisnya.4. Lc 86 ْ ‫ٌص‬ ْ ‫جخ‬ ٝ ‫َغ‬٠ ‫ٖ ّ ج‬٣ً َّ ِ ُ‫ ج‬ٝ‫ج ُأ‬ٞ‫ض‬ ِ ُ‫ج‬ ْٛ َ‫ق‬ َّ ٍ َّ ُ ًْ ِ َّ ٝ ‫َغ‬٠ ‫َّ ّ ج‬ ُ ًْ َّ َ‫ق‬ ٍ ِ َّ Sembelihan ahli kitab itu halal untukmu dan sembelihanmu halal untuk mereka. atau diterkam binatang buas. ditanduk. dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu . dan diterkam binatang buas (QS. Dan bertakwalah kepada Allah. (QS. yang ditanduk. sehingga menjadi pengecualian hukum. Lalat dan Nyamuk Hewan yang tidak punya nafas seperti nyamuk. Al-Maidah : 3) Namun bila sebelum mati.

`Ya Rasulullah. (HR. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW dalam masalah lalat yang jatuh tercebur masuk ke dalam minuman. baik dalam keadaan hidup atau mati.bangkai yang najis. Karena pada salah satu sayapnya ada penyakit dan salah satunya kesembuhan. Rasulullah SAW menjawab. An-Nasai 59.`(Laut) itu suci airnya dan halal bangkainya. maka tenggelamkanlah kemudian angkat. kami mengaruhi lautan dan hanya membawa sedikit air. Bangkai Hewan Laut Semua hewan laut pada dasarnya halal dimakan. namun para ulama mengambil kesimpulan bahwa lalat itu sebagai hewan yang tidak punya darah. Bolehkah kami berwudhu dengan air laut ?`. yaitu tidak berdarah. . oleh karena itu para ulama juga mengatakan bahwa hewan-hewan itu tidak merupakan hewan yang najis. juga punya Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat."Bila ada lalat jatuh ke dalam minumanmu. Lc 88 hukum yang sama. mati di dalam gelas minuman. At-Tirmizi 79. Ibnu Majah 386. Kalau kami gunakan untuk berwudhu. b. (HR. dimana ada isyarat bahwa lalat itu tidak mengakibatkan minuman itu menjadi najis : َ ِ‫ ئ‬ٝ ‫ خ ج جًُخ هَغ‬٢‫ك‬ ‫يج‬ َِّ ٔ ٌ ‫خ‬ َّ ‫َّ ٕ ع‬ ٢‫ذ‬ َّ ٜ ٍ ََّ ‫ٍ هَح‬ ََّ ‫هَح‬ ِ ‫ج‬ ِ َ‫ٍ أ‬ٛ ١ ٌ َ‫ز‬ ُٖ‫ ج‬٢ِ‫ذ‬ ‫و أَـ‬ َِّ َّ ُ ًْ ٢ِْ َ‫ّٓ ؽ ك‬ ٙ ْ‫ ُغ‬٢ُِ ٕ َ ‫ع‬ ٙ َّ ِٕ‫ كَا‬٢‫ك‬ َِّ ‫ و ئِـ‬ٟ ِ ‫ ٗحـ ؼ‬١ ٙ َّ ‫ جء‬ٝ ‫ ٌ جألل‬ٟ ِ ‫َّ و‬ ‫ٖلَحء‬ َّ ِ . Maka hewan lain yang keadaannya mirip dengan lalat. yaitu tidak dianggap najis. Dari Abi Hurairah ra bahwa ada seorang bertanya kepada Rasulullah SAW.ٙ‫ج‬ٌٝ ١ٌ‫جُرهح‬ Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda. pastilah kami kehausan. Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW : ٍ َّ ٍٙ ََّ ‫ هَح‬: ِ ٍ ََّ َ‫ٌ أ‬ ‫َّ ؼ‬ ٌٍُ ْٞ ٍ ََّ ‫ّللا‬ َّ ‫ٕ ع‬ َِّ ٢ِ‫أَذ‬ َ ‫ كَوَح‬: s ‫ٕ ع‬ ِ ٍٛ ١ ٌ َ‫ز‬ َّ ١ ‫ٌج‬ ْٞ ٍ ََّ ‫ّللا‬ َّ ‫ى‬ ‫ ٌ ـ جُد خ‬ٝ ‫ّ ٗف‬ َِّ َّ ُ ٍ ّ ‫ٗح ع‬ َ ِ ِٕ‫َّ ٌ ٕ ج ئ‬ ٢َِِ‫ٍ جُو‬ ََّ ٖٓ َِّ ‫ٔح‬ َّْ ِ ‫كَا‬ ِ ‫ء‬ َ ُ‫ٕ ج‬ ‫ ش‬ٝ ٜ ٕ‫ ج ْأ‬ٚ َّ َِّ َ ‫ٔح‬ َّ ََّ ‫ٌ كَوَح‬ ِ ِ‫ٕ ع ذ‬٠ ِ ٕ ‫ أَكَٖ ج‬ٞ‫ ض‬ٜ ‫ء ُأ‬ ِ ‫ٌ ـ جُد ذ‬ ِ ‫ٍ؟‬ ْٞ ٍ ََّ َّ ِ‫ ّللا‬٠ِٚ ‫ ّللا‬ٚ٤ِ‫ِْْ ػ‬ٝ : ٞٛ َّ ١ُ‫ ج‬ٞٛ ٌ ّ ‫ ؤ ج‬ٙ َّ َ‫ك‬ ٙ . Malik 1/22)48. Abu Daud 83. tetapi tidak mengakibatkan najis.ٙ‫ج‬ٌٝ ِ ُ‫ ّ ج‬١ ‫ش‬ ‫ جُهٔٓس‬. Bukhari) Meski hadits ini hanya menyebut lalat.

Lc 90 Demikian juga bila hewan itu punya bisa (racun). hewan darat yang dapat bertahan lama hidup di air. barr ( (ٍ َّّ ‫ذ‬ 48 At-Tirmiy mengatakan Ahmad Sarwat. Istilah yang sering digunakan untuk hewan yang seperti ini adalah barma'i ( . 50 Asy-Syafi'iyah mengatakan bahwa hewan yang hidup di air dan di darat seperti bebek dan angsa hukumnya halal dimakan. Keduanya boleh dibilang sebagai hewan laut yang bisa lama bertahan di darat. Sedangkan kodok dan kepiting dalam pandangan masyhur mazhab ini termasuk yang haram dimakan. Lc Fiqih Thaharah bahwa hadits ini hasan shahih 89 darat dan maa' ( ‫ ) ٓحء‬air. dan kemampuannya bisa bertahan hidup lama di darat tidak mengeluarkannya sebagai hewan laut.51 Al-Hanabilah mengatakan bahwa hewan laut yang bisa bertahan hidup lama di darat.(٢‫ذٍٓث‬ yang merupakan gabungan dari dua kata. tapi bangkainya tetap tidak halal. Bahkan meski pun misalnya hewan itu mati di dalam cairan. Keduanya tetap dikatakan sebagai hewan laut. begitu juga sebaliknya. seperti susu atau cuka. Hewan Darat dan Laut (Barma'i) Para fuqaha' tidak sepakat tentang hukum hewan laut yang dapat bertahan lama hidup di darat. maka bila mati di air yang sedikit. apabila dia dapat hidup sementara waktu ke daratan dalam waktu yang lama dan mati di darat. Termasuk ke dalam yang diharamkan adalah buaya dan kura-kura.49 Al-Malikiyah mengatakan bahwa hukum hewan laut yang bisa lama hidup di darat sama dengan hewan laut. lantaran hewan itu tidak najis. 49 Fathul 50 Asy-Syarhul-shaghir Qadir jilid 1 halaman57 jilid 1 halaman 45 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. cuka dan susu itu hukumnya tetap tidak najis. seperti kodok dan buaya. barulah dianggap najis. Dalam hal ini mereka mencontohkan kodok laut dan penyu laut. Kecuali bila hewan itu punya darah yang mengalir keluar dan merusak cairan itu. Sehingga hukum-hukum yang berlaku bagi hewan itu sama persis dengan hukum hewan laut 100%. otomatis air yang sedikit itu . maka dalam murid Abu Hanifah yaitu Muhammad. Dan karena tubuh bangkai itu najis. Al-Hanafiyah mengatakan hewan yang asalnya di laut atau air. hukumnya tetap suci dan tidak najis. bila mati maka termasuk bangkai yang hukumnya najis.c.

berjudi. seluas lebar tapak tangan saja. Mazhab Al-Hanafiyah Mereka juga mengatakan bahwa yang termasuk najis yang dimaafkan adalah beberapa tetes air kencing kucing atau tikus yang jatuh ke dalam . potongan tubuh hewan yang tidak punya darah.17 gram) atau setara 20 qirath. ١ ‫ ج‬١َ‫أ‬ ‫خ‬ٝ ‫ٌؼ‬ ِ ََّ ٕٞ‫ق‬ 52 Al-Mughni ْ ِٕ‫جُم ج ّ ئ‬ ْ ّ ْ ١ ِ ٙ ‫ٖ ج‬٣ً َّ ‫ج‬ٞٗ ٌ ٝ ُْ‫ج‬ َّ ٌ ٝ َٙٗ‫ج جأل‬ ِ ُ‫آّ ج‬ ِ ََ‫لَ جأل‬ َّ ّ ْ‫ض‬ ِ ّ ٕ ‫َّ ّ ع‬ ٍ ٕ َِّ ٞ‫ ذ‬ٙ ‫ٍ َُغ‬ َّ َّ ُ ًْ َِّ ‫ل‬ َ ِ ُٕ‫ ج‬١ َّ ِ ‫َح‬٠ ‫ٕ ش كَحؼ‬ Hai orang-orang yang beriman. Para ulama mengatakan bahwa termasuk ke dalam najis yang dimaafkan adalah najis yang padat (bukan cair) yang hanya sedikit sekali yaitu hanya selebar uang dirham (3. meski najis itu dimaafkan. sesungguhnya khamar. bukanlah bermakna najis hakiki. tetap saja haram melakukan shalat bila badan. Sedangkan istilah najis yang ada dalam ayat AlQuran Al-Kariem tentang khamar.52 6.(QS. 7. Najis Yang Tidak Disepakati Ulama Meski jumhur ulama mengatakan bahwa khamar itu hukumnya najis. mayat manusia. Lc Fiqih Thaharah 91 berhala. Sedangkan untuk najis yang berbentuk cair. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Najis-najis Yang Dimaafkan Najis-najis yang dimaafkan adalah benda yang pada hakikatnya najis atau terkena najis. Dan bila air itu banyak sekali serta tidak tercemar dengan bangkai itu. 51 Raudhatut-thalibin jilid 3 halaman 275 libni Qudamah jilid 1 halaman 40 Ahmad Sarwat. air mani (sperma). adalah termasuk perbuatan syaitan. air liur orang tidur. kulit bangkai.juga ikut tercemar dengan kenajisannya. dan seterusnya. air kencing bayi. namun karena kadarnya sangat sedikit atau kecil. sehingga dimaafkan. Misalnya bangkai hewan air atau tidak punya darah. Al-Maidah : 90) Dan masih banyak lagi benda-benda yang kenajiasannya tidak disepakati para ulama. namun ada sebagian dari mereka yang mengatakan bahwa khamar bukan termasuk najis. melainkan najis secara maknawi. Namun dalam pandangan mereka. maka air itu tidak dianggap terkena najis. mengundi nasib dengan panah . pakaian atau tempatnya terkena najis yang dimaafkan a. air kencing dan susu hewan yang halal dagingnya.

Juga orang yang sedang dalam keadaan junub karena mimpi. mani dan yang keluar dari anus. sebab yang dimaafkan bagi mereka hanyalah yang tidak nampak di mata saja. Atau darah nyamuk. Muslim) . Bahkan termasuk darah dari babi. b. kutu. Juga air kencing anak kecil dan kotorannya buat ibu yang sedang menyusuinya. Termasuk juga wanita yang sedang mendapatkan haidh. nifas atau istihadhah. hal ini menjadi persoalan tersendiri. termasuk dari hewan. Kira-kira selebar titik hitam pada uang dirham. karena nyaris mustahil tidak terkena sama sekali dari najis yang mungkin hanya berupa percikan atau sisa-sisa yang tak nampak. Juga akibat Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. sebab air itu tercampur dengan ludah hewan tersebut. termasuk di dalamnya adalah air mazi. Juga sisa bekas berbekam (hijamah). Lc 92 percikan najis yang tak terlihat oleh mata telanjang. Dasar kesucian tubuh orang yang sedang junub atau haidh adalah hadits berikut ini : Dari Aisyah ra berkata. (HR. Pengertian As-Su‟ru adalah sisa yang tertinggal pada sebuah wadah air setelah seseorang atau hewan meminumnya. Baik najis itu berasal dari dirinya atau dari orang lain. Juga air kencing yang sedikit sekali yang keluar tanpa mampu dijaga karena penyakit. 2. dan lainnya. mengeluarkan mani atau sehabis melakukan hubungan seksual. sementara hewan itu boleh jadi termasuk di antara hewan yang air liurnya najis. c.makanan atau pakaian karena darurat. Lc 94 atau wanita. Su’ru Manusia Manusia itu tidak najis. bekas lalat. Beliau meletakkan mulutnya pada bekas mulutku. bangsat atau serangga lain yang tidak punya darah cair. Dalam masalah fiqih. Mazhab Malik Mereka mengatakan bahwa yang termasuk najis yang dimaafkan adalah darah manusia atau hewan darat yang sangat sedikit jumlahnya. Sebab pada dasarnya manusia itu suci. baik manusia itu laki-laki Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. juga nanah dan muntah yang sedikit. Mazhab Syafi`i dan Hanbali Kedua mazhab ini dalam masalah najis yang dimaafkan ini nampak lebih keras.`Aku minum dalam keadaan haidh lalu aku sodorkan minumku itu kepada Rasulullah SAW. Bab 4 As-Su’ru 1.

(HR. Hukum Su’ru Hewan Hukum su’ru hewan atau air yang telah kemasukkan moncong hewan. maka yang dimaksud dengan najis adalah secara maknawi. maka hukum ludah atau su‟runya menjadi haram. 3. (QS. Ahmad Sarwat. Seringkali orang salah mengerti dalam memahami ayat Al-Quran Al-Kariem berikut ini : ١ ‫ ج‬١َ‫ أ‬ٙ ‫ٖ ج‬٣ً ‫ج‬ٞٗ ِٕ‫جٍ ج ّ ئ‬ َّْ ِ ُ‫آّ ج‬ ْ ِ ‫ؾى‬ ْ ١ ٍ‫ه‬ ‫ج‬ٞ‫جُْ ذ‬ ِ ْ َ ‫ْ ع و ع خ جّ ٌ جُف‬ٜ ِ ‫ ج‬ٙ ‫يج‬ ِٓ ٕٓ َّ ٌ ُ ًٕٞ ََّ ٕ ‫ؼ‬ ِ َّ ِ ‫كَال‬ Hai orang-orang yang beriman.Begitu juga hukumnya orang kafir. Juga ada hadits Abu Bakar berikut ini : Rasulullah SAW diberikan susu lalu beliau meminumnya sebagian. At-Taubah : 28) Dahulu orang-orang kafir yang datang kepada Rasulullah SAW bercampur baur dengan umat Islam. . mandi janabah atau memberishkan najis. Maka hukumnya mengikuti hukum dagingnya. Bahkan ada yang masuk ke dalam masjid. Air yang bekas diminum oleh hewan yang halal dagingnya boleh digunakan untuk berwudhu. Kalau pun ada ungkapan bahwa orang kafir itu najis. lalu disodorkan sisanya itu kepada a`rabi (kafir) yang ada di sebelah kanannya dan dia meminumnya. lalu disodorkan kepada Abu Bakar dan beliau pun meminumnya (dari wadah yang sama) lalu beliau berkata. Sebab ludahnya timbul dari dagingnya yang halal. Sebab tubuh orang kafir itu tetap suci meski dia tidak beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. apakah hewan itu najis atau tidak. sangat tergantung dari hukum hewan itu. Abu Bakar bin Al-Munzir menyebutkan bahwa para ahli ilmu telah sepakat tentang hal ini. sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis . bukan secara zhahir atau jasadi. Bukhari) Kecuali bila manusia itu baru saja meminum khamar. 3. Para ulama lantas membedakannya sesuai dengan kriteria itu.1. Lc Fiqih Thaharah 95 Namun Rasulullah SAW tidak pernah diriwayatkan memerintahkan untuk membersihkan bekas sisa orang kafir. maka janganlah mereka mendekati masjidi alharam sesudah tahun ini. sisa minumnya itu tetap suci dan tidak merupakan najis. Su’ru Hewan Yang Halal Dagingnya Bila hewan itu halal dagingnya maka su‟ru nya pun halal juga atau tidak menjadikan najis.`Ke kanan dan ke kanan`.

(HR. dan diterkam binatang buas. Muslim 279. Muslim 279. 91. yang tercekik. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak Ahmad Sarwat. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.2. maka tidak ada dosa baginya. yang terpukul. Bukhari 172. Hal ini sudah menjadi kesepakatan semua ulama. yang ditanduk. Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. maka cucilah 7 kali. (HR. Ahmad 2/427) Sedangkan najisnya babi sudah jelas disebutkan di dalam Al-Quran Al-Kariem ْ ١ ‫زَ ش‬ ِٕ‫ ع ّ ٌ ـ ج ّ ئ‬٢َُ َّ ُ ‫جُْ ّ ى‬ َّ ٝ ‫ ّ جُى‬ٝ ‫ّ َُف‬ ْ ٍ٣ ٖ‫ه‬ َّ َٛ َّ َّ ِ ُ‫ج‬ ِ ‫ ُأ‬ٚ ِ ِ‫ ُِؾ ذ‬١ ٌ ِ َ ِ ٝ ّ ‫َّ ج‬ ِ ْ ِ‫ ع ئ‬٢َُ ٙ َ ٌ ‫َّ خ‬ ‫ٕ كَْ ّللا‬ َِّ ٜ‫َّ ج‬ ُ ٍ٠ ٢‫ؿ‬ ‫ جؽ‬ٝ ‫َّ ع ل‬ ‫غْ كَال جو‬ َّ ِٕ‫َّ ئ‬ ‫ّللا‬ َِّ ِ َّ َ ٌ ٞ‫ؽُك‬ ٌ ٢‫ق‬ ّ ِ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. darah.`Bila seekor anjing minum dari wadah milik kalian. Lc 96 3. yang disembelih atas nama selain Allah.‫ ٓطلن‬ٚ٤ِ‫ ػ‬. darah. (QS. daging babi. 90) َ ِ ‫ٌخ ٔ ئ‬ ٍ َّ َٕ‫ٌ أ‬ ََّ ٍْٞ َّ َِّ َ‫ٍ أ‬ٛ ١ ٌ َ‫ز‬ َّ َ ‫ هَح‬: ‫يج‬ ِ‫ ٕ ع ّللا‬٢‫ذ‬ ِ s ‫ ٕ ع‬ٙ َّ َ ُ‫ خ ج‬٢‫ك‬ َّْ ٌ َ َِّ ِٕ‫ء ئ‬ َِّ ‫و أَـ ج‬ َِّ َّ ُ ًْ ٢ِْ َ‫ٍُِ ؽ ك‬ ٙ ِ ‫ج ع خ‬.`Sucinya wadah kalian yang dimasuki mulut anjing adalah dengan mencucinya 7 kali".Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. daging babi. kecuali . ‫ألقٔى‬ٝ ِ َ َ ِ‫ ئ‬ٝ ‫ؾ‬ َ ُ‫ٕ خ ج‬ َ َُ ٢ِ‫ ك‬ٙ ِْٓٓٝ : ٠ َّ ٞٛ ٌ ِٕ‫ء ئ‬ َِّ ‫و أَـ ج‬ َِّ َّ ُ ًْ ‫يج‬ َّ َّ َّْ ٌ َّْ َ‫أ‬ ِ َ ١ ‫َ ؽ‬ ََّ ْ ِ ِٙ ‫ع خ‬ ّ ٌ َّ ‫ جش‬ٝ‫لَ ُأ‬ َّ ٖٛ ‫خ ٌ ذِحُص‬ َّ ِ ‫ج‬ Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. yang jatuh. Dan menurut riwayat Ahmad dan Muslim disebutkan salahsatunya dengan tanah". Lc Fiqih Thaharah 97 menginginkannya dan tidak melampaui batas. Al-Baqarah : 173) ْ ١ ‫ ُز ش‬ٝ ‫جُى‬ ٍ‫ ع ش ّ ق‬٢َُ َّ ُ ‫جُْ ّ ى‬ ّ ٝ ‫َُف‬ ّ ْ ٍ٣ ٖ‫ه‬ َّ َٛ َّ َّ ِ ُ‫ج‬ ِ ‫ ُِؾ ُأ‬١ ٌ ِ‫ ّللا‬ٚ ِ ِ‫ذ‬ ِ َ ِ ٝ ّ ‫َّ ج‬ ِ َّ ْ ٝ ‫يُز‬ َ ٞ‫ ُه‬ٝ ٍ‫ج‬ ٝ ٍ‫ج‬ َّْ ٖٓ ‫ ِٗنَُز ل‬ٝ ُْ‫ج‬ َّْ ‫ و ٌ ٓص‬١ ‫ُز‬ َ َ‫جُّ أ‬ ٝ ُٖ‫ف ج‬٤٠ ََّ ً ‫ج ّ ئِل ع خ‬ ِ ‫ ُز‬ٝ ّ ‫َ ج‬ ْ َ ٢ً‫ي‬ ْ‫ ض‬ٝ ّ ‫ ع ُيذِف ج‬٠َُ ُٖ‫ج‬ َّ ‫د‬ َّْ َ‫َّ ش ِ ش أ‬ ّ ‫ج‬ٞٓ ِ ٚٝ ٕ ِ ‫ه‬ َ َ َّ َ‫لّ ذِحأل‬ َِّ ٍ َِّ ‫ي‬ ُ ًْ ِّ‫ك‬ ‫م‬ Diharamkan bagimu bangkai. Su’ru Anjing dan Babi Anjing dan babi adalah hewan yang najis bahkan termasuk najsi mughallazhah atau najis yang berat. dan binatang yang disebut selain Allah .

maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Dan karena itu pula maka ludahnya atau sisa minumnya pun hukumnya najis. An-Nahl : 115) 3. Minimal khusus untuk kucing. Lc 98 Penyayang`. karena ada dalil yang secara khusus menyebutkan bahwa sisa minum kucing itu tidak najis. darah. Al-A`nam : 145) ْ ١ ‫زَ ش‬ ْ ّ ٝ ‫ّ َُف‬ ِٕ‫ ع ّ ٌ ـ ج ّ ئ‬٢َُ َّ ُ ‫جُْ ّ ى‬ َّ ٝ ‫جُى‬ ْ ٍ٣ ‫جُم‬ َّ َّ ٛ َّ َّ ِ ‫ ُِؾ ُأ‬١ ٌ ِّ ِ ٍ‫ض‬ ِ ٝ ّ ‫َآ‬ ِ ‫ّللا‬ َ ٌ ٌ ٢‫ق‬ َ‫َّ ع ل‬ َ ٌ ‫َّ خ‬ َّ ٚ َِّ ٜ‫َّ ج‬ ُ ٍ٠ ٢‫ؿ‬ ‫ جؽ‬ٝ َّ ‫ٕ جو‬ َّ ِ ‫ّللا كَا‬ َّّ ٞ‫ؽُك‬ ِ ِ‫ٕ كَْ ذ‬ ِ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai. adalah kefasikan . sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas. Su’ru Kucing Hukum kucing itu sendiri berbeda-beda dalam pandangan ulama. tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas. Sebaigan ulama mengatakan najis dan sebagian ulama lainnya mengatakan tidak najis. Sebab dagingnya pun najis. sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya.(QS. yaitu ketentuan bahwa semua yang dagingnya najis maka ludahnya pun najis.yang sempat kamu menyembelihnya. maka ketentuan umum itu menjadi tidak berlaku.3. dan yang disembelih untuk berhala. Al-Maidah : 3) ْ ْ ُ َ‫ل‬ َ‫ه‬ َّ َّ ‫ؼ‬ َّ ‫ ع ج ّ ٌ ٓف‬٠َُ َّ ْ‫ػ‬ ّ ٙ ِ ُ ٢َُِ‫ئ‬ ِ ‫َح‬٠ ١ ‫غ‬٠ ِ َ‫ و أ‬٢ِ‫ ج ّ ك‬٢‫ق‬ٝ‫أ‬ ‫ٕ ئِل‬ َّ َّْ َ‫أ‬ ١ َّ ُ ًٕٞ ََّ ّ ١ ‫َّ ش‬ ‫ ز‬َٝ‫ـ ِ ّ ج ّ و أ‬ٞ‫ ج ُك‬َٝ‫نٖ ّ َُف أ‬ ٍ٣َ ٙ ِ َّ ِ ِٕ‫كَا‬ ‫ٌؼ‬ ِ َٝ‫هح كِّ أ‬ ِ َ‫َّ ع ل‬ َ ٌ ‫جؽ خ‬ َٛ َّ َّ َّ َّ َِّ ٜ‫َّ ج‬ ُ ٍ٠ ٢‫ؿ‬ َّ ٝ َّ ‫َّ جو‬ ِٕ‫كَا‬ ِ ‫ ُِؾ ُأ‬١ ٌ ِ ٚ ِ ِ‫ٕ كَْ ذ‬ ِ ‫ّللا‬ َ ٌ ٌ ‫ ى خ‬ٞ‫ؽُك‬ ٌ ٢‫ق‬ ّ ِ Katakanlah: `Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku. Namun meski demikian. At-Thahawi mengatakan bahwa kucing itu najis karena dagingnya najis bagi kita. daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. kecuali kalau makanan itu bangkai. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa. Dan mengundi nasib dengan anak panah. Dalil yang menyebutkan tidak najisnya ludah kucing itu adalah hadits berikut ini : ّ . atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.(QS.

Su’ru Keledai dan Bagal Bila sesekor keledai atau bagal minum dari suatu air. Abu Daud 75. (HR. Para ulama mengatakan bahwa daging keledai dan bagal itu najis. sebab kucing itu termasuk yang berkeliaran di tengah kita". 53 At-Tirmizy mengatakan Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Lc hadits ini hasan sahih 100 Sebaliknya. Rasulullah SAW menajawab. Al-Baihaqi 1/329). Ahmad 5/303)53. Sedangkan Al-Kharkhi dan Abu Yusuf mengatakan bahwa su‟ru kucing itu hukumnya makruh. maka tidak najis. Dalam hal ini Abu Hanifah juga sependapat bahwa kucing yang baru saja memakan tikus.`Bolehkah kami berwudhu denga air bekas minum keledai?. ٙ‫ج‬ٌٝ ‫هحٍ جُهٔٓس‬ٝ ١ًٍٓ‫ جُط‬: ‫ع‬٣‫ف قٖٓ قى‬٤‫ك‬ٚ Ahmad Sarwat. An-Nasai 68. maka su‟runya najis. Hal ini sesuai dengan hukum su‟ru manusia yang baru saja meminum khamar. (HR. Diantaranya adalah ْ َ‫َّ أ‬ ٝ ِْ‫ ج ذ‬ٝ‫ك‬ ‫ص‬ ِ َُ ُّ‫ج خ ج‬ . At-Tirmizy 92."Kucing itu tidak najis. maka kesimpulannya mereka yang menajiskan su‟ru kedua hewan ini adalah najis. maka ludahnya pun ikut menjadi najis. boleh. AdDaruquthuny 173. Lc Fiqih Thaharah ‫ ع‬٢َُ ُ ًْ َّ 99 Rasulullah SAW bersabda. maka sisa air itu hukumnya masykuk (diragukan) antara halal atau tidak halal untuk digunakan wudhu’ dan mandi. 4. Ibnu Majah 367. Sedangkan bila tidak langsung atau ada jeda waktu tertentu. Sebab ada beberapa dalil yang saling bertentangan sehingga melahirkan khilaf di kalangan para ulama.4.ِٕ‫ ئ‬ٙ ‫ ج‬٢َُ ِ ‫َّ ذِٖ ش‬ ّ‫ؾ‬ ِ ٞ‫ جُط‬٢ِ‫ٕ جك‬ ِ َٕ‫ ئ‬ٙ ‫ٖٓ ج‬ ٝ ٞ‫ش جُط‬ َّ ِ ‫جكَح‬. maka ludahnya saat itu menjadi najis.`Ya.`. 3. Perbedaan Pendapat di Kalangan Fuqaha’ Para fuqaha’ besar berbeda pendapat dalam masalah hukum su‟ru hewan. Alasannya adalah bahwa kucing itu sering menelan atau memakan tikus yang tentu saja mengakibatkan su‟runya saat itu menjadi najis. ada pula yang tidak menajiskannya dengan berdasarkan kepada hadits berikut ini : َٕ‫ أ‬ٞ‫ ض‬ٜ ‫ ج ذْ ُأ‬: s َ ََّ ِ‫ٌ ْث‬ ‫و خ ع‬ َِّ َّ ِ‫ّللا‬ ْ َ‫ص أ‬ ٝ‫ك‬ َّ ََّ : ٕ ‫ّ ع‬ َ ُ‫ُ هَحٍ ٌ ج‬ ِ َ ُ ْ‫ك‬ ْٞ َّ ُ ٍ َّ ِ‫ّللا‬ ‫ٕ ع‬ ‫َّ ؼ‬ ٍ َِّ ِ ِ‫ٕ خ جذ‬ ‫َّ ع‬ ُ ًِٚ ‫ج‬ Dari Jabir ra dari Rasulullah SAW bahwa beliau ditanya. Yang mengharamkan su‟ru kedua jenis hewan ini berdasarkan ketentuan bahwa bila daging seekor hewan itu najis.

Al-Maidah : 6) Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. Tidak pandang apakah hewan itu najis atau tidak. Lc Fiqih Thaharah 101 Buat beliau kaidah seperti ini tidak bisa dijadikan dasar untuk mengharamkan atau menghalalkan sesuatu. Sebagaimana yang sudah kami bahas di atas. Sebab beliau berpendapat bahwa untuk menajiskan su‟ru itu harus ada dalil yang kuat dan sharih. Dalil yang digunakan oleh mazhab beliau adalah bahwa pada dasarnya Islam tidak memberatkan para pemeluknya. Sebab Allah SWT telah berfirman dalam AlQuran Al-Kariem : ّ ‫ ج‬١ٍ٣ ‫َّ و‬ َُ‫ ج‬ٙ ٢ُِ ‫ٍ ع ؼ‬ ََّ ‫ ع‬٢َُ ِ ‫ٍو‬ َِّ َٚ‫ط‬٣ ٌ َّ ُ ًْ ٝ ٍ َِّ ِْ‫ط‬٣ ‫ ش ّ ِٗغ‬ٙ ‫ ع‬٢َُ َّ ُ ًْ ‫َّ َُغ‬ ٍ َّ ُ ًْ ٝ ّ ‫ٍ ع ؼج‬ ََّ ‫ ع‬٢َُ ُ ًْ ٖٓ َّ ‫ ؼ‬ٝ ٌٖ ِ ‫َّ ٌ ـ‬ ِ َُ ١ٍ٣ ِ Allah tidak hendak menyulitkan kamu. (QS. tidak bisa sekedar mengikuti dagingnya yang bila dagingnya halal lalu ludahnya ikut halal atau bila dagingnya haram ludahnya ikut haram. Ahmad Sarwat. Al-Imam Asy-Syafi`i Beliau berpendapat bahwa semua jenis su‟ru hewan itu halal dan hanya su‟ru anjing dan babi saja yang haram. Pengertian secara bahasa kata istinja‟ ( ‫ ) اسىتجاء‬yang berasal dari bahasa Arab ini bermakna : menghilangkan kotoran. tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu. Kecuali bila benar-benar sharih dan kuat dalilnya berdasarkan Al-Quran Al-Kariem dan sunnah.pendapat berikut ini : a. b. (QS. Imam Abu Hanifah : Pendapat beliau terhadap masalah su‟ru hewan ini terbagi menjadi empat besar sesuai dengan jenis hewan tersebut. . Al-Imam Malik Sebaliknya. Al-Imam Malik justru mengatakan bahwa hukum su‟ru semua jenis hewan itu halal. c. Al-Hajj : 78) ُ ًْ ٢ِ‫َّ جُى ك‬ َّ ٖ٣ ‫ؼ‬ ِ ‫َّ ٌ ـ‬ ِ ٖٓ Bab 5 Istinja’ 1. supaya kamu bersyukur.

Pendapat ini didukung oleh Al-Malikiyah. Sedangkan dalil yang mereka gunakan adalah hadits Rasulullah SAW berikut ini : َ ِ ‫ ئ‬ٙ‫ي‬ َ ‫ خ‬s ‫زَ جتِٕ ع ٕ ع‬ ٍ َّ َّ ٢ٌٞ ‫ح ّللا‬ٜ٘‫ٍ إٔ ػ‬ٌْٞ ‫ّللا‬ َ ‫ هَح‬: ‫يج‬ َ ِ‫ جت‬٢ِْ َ‫د ش ِ ك‬٠ ‫أَـ‬ ‫َّ و‬ ُ ًْ ٠ ََّ ُِ‫ جُؾ ئ‬١ َّ َّ ٌ‫ كَإِ ج‬ٙ ‫ج‬ ِ ‫س‬ ِ َ‫َّ ؼ أَـ ذِػَالَغ‬ ‫ ضؽ‬١َ ٙ.(‫استبراء‬ Istijmar adalah menghilangkan sisa buang air dengan menggunakan batu atau benda-benda yang semisalnya. Dan sebabnya adalah adanya sesuatu yang keluar dari tubuh lewat dua lubang (anus atau kemaluan). Sedangkan istibra` bermakna menghabiskan sisa kotoran atau air kencing hingga yakin sudah benarbenar keluar semua.1. maka bawalah tiga batu untuk membersihkan.(HR. AdDaaruquthuni)٤٥. Abu Daud. 2. yaitu istijmar ( ‫ ) استجمار‬dan istibra' ( . ِ ‫ٕ ع‬ ٙ‫ج‬ٌٝ ‫ أقٔى‬٢‫جُ٘ٓحت‬ٝ ٞ‫أذ‬ٝ ‫و‬ٝ‫ وج‬٢٘‫جُىجٌهط‬ٝ Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. 2. Nasai. Hukum Istinja’ Para ulama berbeda pendapat tentang hukum istinja‟ menjadi dua hukum. Dan cukuplah batu itu untuk membersihkan. kata istinja' ini punya beberapa makna. Lc 104 Selain istilah istinja' ada dua istilah lain yang mirip dan terkait erat. menguranginya dengan semacam batu."Bila Ahmad Sarwat. Hadits ini bentuknya amr atau perintah dan konsekuensinya adalah kewajiban.Sedangkan secara istilah ilmu fiqih. menghilangkan najis yang keluar dari qubul (kemaluan) dan dubur (pantat). Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. penggunaan air atau batu. ‫و خ ع ٕ ع‬ َِّ ٍُ‫ٕ خ ٕ ّ ـ ج‬ َِّ ١ ‫ى‬٣َ ََّ ‫ هَح‬: ٢ِ‫ٍ ه‬ ََّ ُِّ ُْْ ٕ‫ ج‬: ‫ُْ ع‬ ِ ٍ ٕ ٢ِ‫َّ ذ‬ ُ ًْ ُ ًْ َّ . Ahmad. AsySyafi`iyah dan Al-Hanabilah. Lc Fiqih Thaharah 105 kamu pergi ke tempat buang air. Wajib Mereka berpendapat bahwa istinja‟ itu hukumnya wajib ketika ada sebabnya. antara lain : menghilangkan najis dengan air.

Yang 4 itu adalah istinja‟ dari haidh."Benar. Muslim. Lc isnadnya shahih 106 Dasar yang digunakan Al-Imam Abu Hanifah dalam masalah kesunnahan istinja‟ ini adalah hadits berikut : Siapa yang beristijmar maka ganjilkanlah bilangannya. Siapa yang melakukannya maka telah berbuat ihsan. Sehingga istinja‟ dalam mazhab .2. Dan menurut mazhab beliau. Mengomentari hal ini. Salman berkata. janabah dan bila najis keluar dari lubangnya dan melebihi besarnya lubang keluarnya. Abu Daud dan Tirmizy) 2. (HR. Di dalam kitab Sirajul Wahhab milik kalangan mazhab Al-Hanafiyah. ٙ‫ج‬ٌٝ ِْٓٓ ٞ‫أذ‬ٝ ‫و‬ٝ‫ وج‬١ًٍٓ‫جُط‬ٝ Dari Abdirrahman bin Yazid ra berkata bahwa telah dikatakan kepada Salman.َّ َّ ُ ًَ ٔ ١ َّ ‫ ش ـ ء‬ٟ ٍ‫ه‬ ََّ ‫ جٕ ُْْ ِ كَوَح‬: ‫ٍ أَؼ‬ َّْ ٕ ٙ ٕ‫ٕ ج ج‬ َّْ َ‫أ‬ ِ ُ‫ءز ج‬ َ ‫ٍج‬ ْ ٕ ‫َ ْص‬ ََّ ِ‫هر‬ ‫سَ جُوِد‬ َّ َُ ‫َّ ذِؾ‬ ١ِ‫ جت‬َٝ‫ خ أ‬ٝ َّ ٍ َٝ‫ٕ أ‬ َّْ َ‫ ٕ ش ِ ٕ أ‬٢‫ؾ‬ َّْ َ‫أ‬ ِ َٝ‫ٕ أ‬ ِ ٢ُ‫ٖ ذِح‬٤ٓ ١ ِ ‫ ٕ ش‬٢‫ؾ‬ ِ َ َ َ ‫أـ‬ ٕ‫َ ج و‬ َِّّ ‫ٖٓ ذِأه‬ َّ َ‫َّ ؼ أَـ غَالَغ‬ ٌ‫ ج‬َٝ‫ٕ أ‬ َّْ َ‫ أ‬١ ِ ‫ ٕ ش‬٢‫ؾ‬ ‫ع‬ ِ َ‫س‬ ِ ٍِ‫ ذ‬٢‫ؾ‬ ِ َّ َ ٝ‫َّ ذِغ أ‬ َْ‫ ظ‬. yaitu najis yang besarnya sebesar lubang keluarnya najis. 4 diantaranya wajib dan 1 diantaranya sunnah. Yang penting najis bekas buang air itu sudah bisa dihilangkan meskipun dengan batu atau dengan ber-istijmar. beliau telah melarang kita untuk menghadap kiblat ketika berak atau kencing. Dan itu hukumnya sunnah."Nabimu telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu". Abu Daud). Sedangkan yang hukumnya sunnah adalah bila najis keluar dari lubangnya namun besarnya tidak melebihi besar lubang itu. 54 Ad-Daruruquthuni mengatakan Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Selain itu beliau berpendapat bahwa najis yang ada karena sisa buang air itu termasuk najis yang sedikit. nifas. Ibnu Najim mengatakan bahwa yang empat itu bukan istinja‟ melainkan menghilangkan hadats. sedangkan yang istinja` itu hanyalah yang terakhir saja. Maksudnya adalah beristinja‟ dengan menggunakan air itu hukumnya bukan wajib tetapi sunnah. istinja‟ itu ada 5 macam. Dan beristinja' dengan tahi atau tulang. (HR. najis yang sedikit itu dimaafkan. Juga melarang istinja' dengan tangan kanan dan istinja dengan batu yang jumlahnya kurang dari tiba buah. Namun bila tidak maka tidak ada keberatan. Sunnah Pendapat ini didukung oleh Al-Hanafiyah dan sebagian riwayat dari Al-Malikiyah.

b. Praktek Istinja’ dan adabnya Mulai dengan mengambil air dengan tangan kiri dan mencuci kemaluan. Lc Fiqih Thaharah 107 sehabis keluar mazi. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW : "Bila kamu buang air hendaklah beristitar (menutup tabir). Atau seluruh kemaluan bila Ahmad Sarwat. Juga nama yang diagungkan seperti nama para malaikat. Lc 108 c.(HR. Tangan Kiri Disunnahkan dalam beristinja' menggunakan tangan kiri."Bila kamu kencing maka jangan menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan. Bila tidak ada tabir maka menghadaplah ke belakang. Sedangkan yang termasuk adabadab istinja’ antara lain : a. 3. Dan jangan minum dengan sekali nafas". Dalilnya adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bila masuk ke tempat buang hajat. Di zaman kita sekarang ini tentu bertabir atau berpenghalang ini sudah terpenuhi dengan masuk ke dalam kamar mandi yang tertutup pintunya. Bila buang air besar jangan cebok dengan tangan kanan. Atau nama nabi SAW. َ ِ‫َّ ل و ئ‬ َ ٌ ‫يج‬ ٍ ََّ ‫ ل‬s ‫ِ إَٔ ٕ ع‬ َّ َِّ ّ ‫ي‬ َّ ُِ‫ٍ ج‬ ََّ ‫هَح‬: ٕ‫ح‬ ََّ ً َ ‫ء جَ ُْم‬ ِ ‫ٕ خ‬ ٝ ٜ ‫ّ جش ل ع‬ ٙ Dari Anas bin Malik ra berkata bahwa Rasulullah SAW bila ْٞ َّ ُ ٍ ‫ّللا‬ َّ ِ َ .Al-Hanafiyah hukumnya sunnah. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW : َْ ‫ْ ل‬٣ ٌٖ ‫َّ و‬ ُ ًْ s ‫ ٕ ع‬٢ِ‫زَ جو هَص أَذ‬ َّ ٍ ََّ ‫هَح‬: ٍ ََّ ‫ٌ هَح‬ ْٞ َّ ُ ٍ ‫ّللا‬ َّ ِ ‫أَـ‬ ِ َ َ َ‫ي‬ ًٍ ٙ ٢ِ‫ ذ‬ٚ َّ ٞٛ ١ ٞ‫َّ ذ‬ ُ ٍ ٝ ‫ ل‬١ ْ‫ٖٓ ـ ِ ض‬ َِّ َ‫ل‬ ِ ِ٘٤ٓ ِ ٝ ِ ‫ء جَ ُْم‬ ٢ِ‫ ذ‬ٚ َّ ِ ِ٘٤ٓ ِ ٝ ‫ ل‬١ ٖ‫كّ ض‬ ٢ِ‫إلٕ ك‬ َِّ ‫ف ٓص ج‬ ََّ ‫ ع م‬٢َُ ٙ َّ َّْ ُِ‫َّ ج‬ ُ‫ٍظ‬ َِّ ّٓ ُِْ ِ ٝ ‫ق‬ ِ َ‫ء ج‬ Dari Abi Qatadah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. Kemudian mencuci dubur dan disirami dengan air dengan mengosok-gosoknya dengan tangan kiri. beliau melepas cincinnya. agar tidak terlihat orang lain. yaitu pada lubang tempat keluarnya air kencing. Abu Daud dan Ibnu Majah) Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Tidak Membaca Allah Tidak membaca tulisan yang mengandung nama Allah SWT. Dengan istinja' dengan tangan kanan hukumnya makruh. Sebab di cincin itu terukir kata "Muhammad Rasulullah" yang mengandung lafdzul Jalalah atau nama Allah SWT .(HR. Muttafaq 'alaihi). Istitar Maksudnya adalah memakai tabir atau penghalang.

masuk ke WC meletakkan cincinnya. sedangkan membelakangi kiblat berarti menghadap ke Utara. Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW. Kemungkinan saat itu beliau SAW buang air di ruang yang tertutup yang khusus dibuat untuk buang air. e. Arba'ah) Namun hadits ini dianggap ma'lul oleh sebagian ulama. (HR. "(HR. Bukhari dan Muslim) ٖ‫ ػ‬٢ِ‫ أذ‬١َ‫خ أ‬ٝ ٌ ٢ٞ ِ ٝ ‫ خ ل‬ٝ َّ ٍ Ahmad Sarwat. Sedangkan bila tempatnya tertutup seperti kamar mandi di zaman kita sekarang ini. Dari Jabir ra berkata bahwa Nabi SAW melarang kita menghadap kiblat saat kencing. Lc Fiqih Thaharah ‫ٕ ع ّللا‬ َّ ‫ج‬ٞ‫ذ‬ ْ ‫سَ جَ ُْوِد‬ ٙ ‫ج ش ِ ش ل‬ُُٞ‫د‬ َّ َُ ‫َّ ذِؾ‬ ١ِ‫جت‬ ِ ‫ه‬ 109 ٝ ٌٖ ِ َُ ٔ ٌ ‫ج‬ٞ‫ ُه‬َٝ‫أ‬ َ ٍ‫ؿ‬ Dari Abu Ayyub radhiyallahu „anhu. Sab’ah) Posisi kiblat di Madinah adalah menghadap ke Selatan. Lc 110 dengan menggunakan kaki kiri. (HR. Kaki Kiri dan Kanan Disunnahkan untuk masuk ke tempat buang air Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Tempat buang air di masa lalu bukan berbentuk kamar mandi yang tertutup melainkan tempat terbuka yang sepi tidak dilalui orang-orang. tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat" (HR. Istibra` Istibra` adalah menghabiskan sisa kotoran atau air kencing hingga yakin sudah benar-benar keluar semua. d. Sedangkan menghadap ke Barat dan Timur. f. Sedangkan ketika keluar dengan menggunakan kaki kanan.Tirmizy). Namun aku melihatnya setahun sebelum kematiannya menghadap kiblat."Janganlah menghadap kiblat saat kencing atau buang hajat. َ ِ‫أَـ َُّ ؼ ئ‬ ٍ َّ ‫َّ و‬ ُ ًْ s ‫ٌ ٕ ع‬ َِّ ٍْٞ ‫ ٕ ع ّللا‬٢‫ذ‬ َِّ َ‫أ‬ َ ‫ هَح‬: ‫يج‬ ٍٛ ١ ٌ َ‫ز‬ َّ ْ َّ َ‫ ل‬١ ِ ‫َّ و ش‬ ‫ جؼ ُِف‬ٚ َّ َّ َ‫ ك‬١ ِ ‫د ش‬ َّ ُ ٍ ‫سَ جُوِد‬ َّ َُ ٝ َّ ‫خ‬ ِ ِ‫الَ ض‬ ِ ‫ه‬ ِ ٌٙ ‫ ج‬ٙ‫ج‬ٌٝ ‫ِْٓٓ أقٔى‬ٝ Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. tidak dilarang bila sampai menghadap kiblat atau membelakanginya. Tidak Menghadap Kiblat. . artinya tidak menghadap kiblat dan juga tidak membelakanginya."Bila kamu mendatangi tempat buang air. janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya. Dasarnya adalah hadits berikut ini.

Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. Khamsah) g. (HR. beliau mengucap. Apalagi ngobrol dengan sesama orang yang sedang buang air. َّ ِ‫ق‬ ١ ّ ‫ ع ش ُم‬٠َُ Ahmad Sarwat. Istijmar Istijmar sebagaimana disebutkan di muka. `Bila seorang kamu datang ke WC maka bawalah tiga buah batu.”Dengan nama Allah. Lc Fiqih Thaharah ْٞ 111 َ ‫يُِي‬ Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda.”ghufranak”. arinya adalah beristinja’ bukan dengan air tapi dengan menggunakan batu atau benda lain selain air sering disebut dengan istijmar. (HR. `Siapa yang beristijmar (bersuci dengan batu) maka hendaklah berwitir (menggunakan batu sebanyak bilangan ganjil). Siapa yang melaksanakannya maka dia telah berbuat ihsan dan siapa yang tidak melakukannya tidak ada masalah`. Dasarnya adalah hadits Rasulullah SAW : Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. 4. Tidak Sambil Berbicara Berbicara ketika buang air adalah hal yang dilarang atau dimakruhkan. Ahmad. hendaklah saling membelakangi dan jangan berbicara. Baihaqi dan Ibnu Hibban). (HR.Serta disunnahkan ketika masuk membaca doa : َ ِ‫ ئ‬s ‫ِ إَٔ ٕ ع‬ َ ٌ ‫يج‬ َّ َِّ ّ ‫ي‬ َّ ُِ‫ ٌ ج‬٢ٞ َّ ‫ٕ ع‬ ‫ّللا‬ ٍٙ ََّ ‫حٕ هَح‬ ََّ ً ْٞ َّ ُ ٍ ‫ّللا‬ َّ ِ ِ َ ِ ‫ٕ خ‬ ‫ٍ ل و‬ ََّ ‫ء جَ ُْم‬ ََّ َ‫ٍ ل‬ ََّ ‫هَح‬: "َّ ََُ‫ْ ج‬ٛ ِٕ‫ ئ‬١ َ‫أ‬ َّ ‫ي‬ٞ‫ٖٓ ذِي ػ‬ َّْ َ‫ع ج‬ َّ ِ ٍ ِ ‫نر‬ ْ ‫ع‬ ٝ ‫جُم‬ َّ ِ ِ‫"ذحت‬ َ ‫ؼ ٌ أل‬ ٙ َُّ‫ز ع خ ج‬ Dari Anas bin Malik radhiyallahu „anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bila masuk ke tempat buang hajat. Ada tiga buah batu yang berbeda yang digunakan untuk membersihkan bekas-bekas yang menempel saat buang air. Karena sesunguhnya Allah murka akan hal itu. karena itu ."Bila dua orang diantara kamu buang air. Ibju Majah. aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki dan syetan perempuan. Sab‟ah) Ketika keluar disunnahkan untuk membaca lafaz : َ ِ ‫ٖٓ ؼ ٌ ل ئ‬ َ ‫يج‬ ٕ‫ح‬ َّ ‫ ٌ ز‬٢ٞ ََُ‫ ج‬ٙ ‫ ٕ ع‬ٙ ‫َّ ج‬ َّ َٕ‫أ‬ َ ً ِ s ‫ََّ جتِٕ ع ٕ ع‬ ِ َُٖ‫ ج‬٢ِ‫ذ‬ ْ ‫ؼ ٌ أَل " ى جٕ ؿ‬ ‫ جَ ُْؾ‬١ َِّ ِ‫ٍ جت‬ ََّ ‫هَح‬: " َّ ُ ٍ‫ل‬ ٙ ‫ُز ِ ّ جَ ُْم‬ Dari Aisyah radhiyallahu „anha bahwa Nabi SAW bila keluar dari tempat buang hajat berkata. Abu Daud. Dasar larangannya adalah hadits berikut ini : َ ِ‫ ؽ ش ئ‬ٝ َ٠ ‫يج‬ َّ ٍَُ‫ج‬ َِّ َ‫ ؾال‬٢ِْ َ‫ ك‬ٞ‫ جٌ ض‬s ٝ ‫ٍ ؼ ٕ ع‬ ٕ َّ ِ‫ٍ جذ‬ ََّ ‫ هَح‬:ٍ ََّ ‫ٌ هَح‬ ُ ٍ ‫ّللا‬ َّ َّ ِ َ ُ َّ َّ ًَ ٝ َّ ‫قى‬ ْٛ ‫ ٘ ٕ ع ج‬ٚ َّ ِٕ‫ّللا كَا‬ َّ َ ِ ‫ٖٓ ج‬ ِ ِ‫ر‬ ِ ‫ ج‬ٝ ‫ ل‬١ ‫غَح و ضف‬.

karena tindakan itu merupakan pemborosan. Lc 112 Pertama.sudah cukup untuk menggantikannya`. Benda itu tidak kasar seperti batu bata dan juga tidak licin seperti batu akik. 4. Benda itu tidak melukai manusia seperti potongan kaca beling. (HR. Benda itu harus suci. Tidak boleh juga menggunakan tulang. paku. abu. Muslim) Tentang ketentuan apakah memang mutlak harus tiga batu atau tidak. logam yang tajam. Benda itu bukan sesuatu yang bernilai atau terhormat seperti emas. 6. Bila mengacu kepada ketentuan para ulama. 2. 7. 3. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. lima dan seterusnya. (HR. maka harus diteruskan menjadi empat. Namun para ulama mengatakan bahwa sebaiknya . mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah mengatakan bahwa jumlah tiga batu itu bukan kewajiban tetapi hanya mustahab (sunnah). perak atau permata. para ulama sedirkit berbeda pendapat. Bendai itu bukan sesuatu yang bisa mengotori seperti arang. makanan atau roti. Sedangkan mazhab Asy-Syafi`iyyah dan AlHanabilah mengatakan tetap diwajibkan untuk menggunakan batu tiga kali dan harus suci dan bersih. Benda itu bisa untuk membersihkan bekas najis. sehingga beristijmar dengan menggunakan tahi / kotoran binatang tidak diperkenankan. Juga termasuk tidak boleh menggunakan sutera atau bahan pakaian tertentu. Abu Daud. karena tujuannya agar bisa menghilangkan najis. maka kertas tissue termasuk yang bisa digunakan untuk istijmar. yang bisa digunakan adalah semua benda yang memang memenuhi ketentuan dan tidak keluar dari batas yang disebutkan : 1. debu atau pasir. Jumhur ulama mensyaratkan harus benda yang padat bukan benda cair. 5. Baihaqi dan Syafi`i) `Janganlah salah seorang kamu beristinja‟ kecuali dengan tiga buah batu`. kawat. Bila tiga kali masih belum bersih. Lc Fiqih Thaharah 113 lainnya selain air seperti air mawar atau cuka. Dan bila tidak sampai tiga kali sudah bersih maka sudah cukup. Namun ulama AlHanafiyah membolehkan dengan benda cair Ahmad Sarwat. kerena merupakan penghinaan. Sedangkan selain batu.

Lc 116 sebagai ‫ء‬ُٞٞٞ‫ ج‬: َٓ‫جُٔٓف جُـ‬ٝ ٠ِ‫حء ػ‬ٟ‫س أػ‬ٚٞٛ‫ٓه‬ Wudhu adalah : membasuh dan menyapu dengan air pada anggota badan tertentu. Dan juga sekaligus bermakna an-andzafah ( ‫) جُ٘ظحكس‬. antara lain : Al-Hanafiyah mendefiniskan pengertian wudhu Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat.55 Al-Malikiyah mendefinisikannya sebagai : ‫ء‬ُٞٞٞ‫ ج‬: ‫حٌز‬ٜ٠ ‫س‬٤‫حء ضطؼِن ٓحت‬ٟ‫س ذأػ‬ٚٞٛ‫ ٓه‬-٢ٛٝ ‫ء‬ٝ‫أػ‬ ‫أٌذؼس‬. 56 Asy-Syafi'iyah mendefiniskannya sebagai : ‫ء‬ُٞٞٞ‫ ج‬: ٍ‫ جُٔحء جْطؼٔح‬٢‫حء ك‬ٟ‫س أػ‬ٚٞٛ‫س ٓلططكح ٓه‬٤ُ٘‫ذح‬ Wudhu' adalah penggunaan air pada anggota badan tertentu dimulai dengan niat.58 Sedangkan kata wadhuu' ( ‫ء‬ٞٞٞ َ ُ‫ ) ج‬bermakna air yang digunakan untuk berwudhu'. kedua tangan. yaitu kebersihan. kepala dan kedua kaki. dengan tata cara tertentu. para ulama mazhab mendefinisikan wudhu menjadi beberapa pengertian. . yaitu empat anggota badan. gunakan juga air. Sementara menurut istilah fiqih. Agar istinja‟ itu menjadi sempurna dan bersih. Pengertian Kata wudhu' ( ‫ء‬ُٞٞٞ‫ ) ج‬dalam bahasa Arab berasal dari kata al-wadha'ah ( ‫ءز‬ َ ٞ َ ‫ح‬ٞ َ ُ‫ ) ج‬yang bermakna alhasan ( ٖٓ‫) جُك‬.57 Hanabilah mendefinisaknnya sebagai : ‫ء‬ُٞٞٞ‫ ج‬: ٍ‫ٌ ٓحء جْطؼٔح‬ٜٞ٠ ٢‫حء ك‬ٟ‫( أٌذؼس أػ‬٢ٛٝ ٚ‫ؾ‬ُٞ‫ج‬ ٕ‫ىج‬٤ُ‫ج‬ٝ ِ‫جٍُأ‬ٝ ٕ‫جٍُؾال‬ٝ) ٠ِ‫لس ػ‬ٚ ‫س‬ٚٞٛ‫ ٓه‬٢‫ذإٔ جٍُٗع ك‬ ٢‫أض‬٣ ‫ ٓغ ٍٓضرس ج‬٢‫ ذحه‬ٍٜٝ‫جُل‬ Wudhu' adalah : penggunaan air yang suci pada keempat anggota tubuh yaitu wajah.٠ِ‫ ػ‬ٚ‫ؾ‬ٝ ٘ٞٛ‫ٓه‬ Wudhu' adalah thaharah dengan menggunakan air yang mencakup anggota badan tertentu. yaitu kebaikan. Lc Fiqih Thaharah 117 seusai dengan syariah. yang dilakukan secara berurutan dengan sisa furudh.selain batu atau benda yang memenuhi kriteria. dengan tata cara tertentu 55 Al-Ikhtiar jilid 1 halaman 7 wal hasyiatu alaihi jilid 1 halaman 104 57 Mughni Al-Muhtaj jilid 1 halaman 47 56 Asy-Syarhushshaghir Ahmad Sarwat. Bab 6 Wudhu` 1.

Masyru'iyah Wudhu sudah disyariatkan sejak awal mula turunnya Islam. Lc 118 ْ ٌ ‫ن‬ ٝ ١َ‫ أ‬١‫و‬ ُ ًْ ٠َُِ‫جُْ ئ‬ َّ ِ َّ ِ ِ‫ جك‬ٝ ّ‫ِ ج‬ ٝ ٌَ‫أ‬ ََّ َّ َ‫ؾ‬ ُ ًْ ٠َُِ‫ئ‬ ْ ‫ٖ خ‬٣ َ ُ‫ج‬ ‫ٌغ‬ ِٝ‫ؤ‬ َّ ُ ًْ َّ ِ Hai orang-orang yang beriman. Malaikat Jibril alaihissalam mengajarkan Nabi SAW gerakan shalat. bersamaan waktunya dengan diwajibkannya shalat di Mekkah."Tidak ada shalat kecuali dengan wudhu'. apabila kamu hendak mengerjakan shalat. Bukan sekedar bertujuan untuk membersihkan secara fisik atas kotoran. maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku.Wudhu' adalah sebuah ibadah ritual untuk mensucikan diri dari hadats kecil dengan menggunakan media air. salah satu yang jadi landasan masyruiyah wudhu adalah hadits berikut ini : َ‫ ل‬ٝ ٞٞ ‫ء‬ ٍ َّ َّ ٘ َ‫ز‬ ََّ‫َُُْ ٕ ل‬ ََّ ٍ ََّ ٙ ٝ َ‫ل‬ َّ s ‫ ٕ ع‬٢‫ذ‬ َِّ َ‫أ‬ َ ‫ هَح‬: َ‫ل‬ ِ َّ ٍٛ ١ ٌ َ‫ز‬ َّ ‫ٕ ع‬ َِّ ُٖ‫ ج‬٢ِ‫ذ‬ ٝ ٞٞ ‫ء‬ ََّ ٕ َُُْ َّ ١ ‫ي‬ َّْ ُ َّ ًٍ ِ‫ّللاِ ّ ج‬ َّ ‫ ع‬٢َُ ٙ َّ ِ . Kewajiban wudhu' didasarkan pada Al-Quran AlKariem. Sunnah An-nabawiyah dan juga ijma' para ulama. Dan tidak ada wudhu' bagi yang tidak menyebut nama Allah. jauh sebelum masa isra' miraj ke langit. ١ ‫ ج‬١َ‫ أ‬ٙ ‫ٖ ج‬٣ً ِ ُ‫ج‬ ُ ًْ َّ 58 Kasysyaf ّ‫آ‬ ْ ‫يج‬ َ ِ‫ُهْ ئ‬ ‫ج‬ٞٗ َّ ْ ُّ ْ ‫كح‬ ْ‫ ض‬٠َُِ‫ ئ‬ُٙ‫َّ ج‬ ‫ز‬ َّ ِ ‫ج ل‬ُٞ ِ ‫ؿ‬ ْ ‫خ‬ ‫ج‬ٞ‫ق‬ َّ َّ ِ ٌ ٝ ٙٞ‫ؾ‬ Al-Qinna jilid 1 halaman 82 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat.. (QS.. melainkan sebuah pola ibadah yang telah ditetapkan tata aturannya lewat wahyu dari langit dari Allah SWT. 2. Yaitu dengan cara membasuh atau mengusap beberapa bagian anggota tubuh menggunakan air sambil berniat di dalam hati dan dilakukan sebagai sebuah ritual khas atau peribadatan. ٙ‫ج‬ٌٝ ‫ أقٔى‬ٞ‫أذ‬ٝ ‫و‬ٝ‫جذٖ وج‬ٝ ِ َ‫ل‬ ٚ‫ٓحؾ‬ Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda. Abu Daud dan Ibnu Majah) Dan para ulama seluruhnya telah berijma' atas disyariatkannya wudhu buat orang yang akan mengerjakan shalat bilamana dia berhadats. . Ahmad. (HR. dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki. dan sebelumnya dia mengajarkan tata cara wudhu terlebih dahulu. Al-Maidah : 6) Sedangkan dari As-Sunnah An-Nabawiyah.

atau dalam kata lain bila tidak punya wudhu'. Ahmad. Termasuk juga di dalamnya sujud tilawah. ٙ‫ج‬ٌٝ ‫ أقٔى‬ٞ‫أذ‬ٝ ‫و‬ٝ‫جذٖ وج‬ٝ ِ َّ Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda. (HR. Lc 120 b. apabila kamu hendak mengerjakan shalat. namun bila dengan menggunakan alas atau batang lidi. Melakukan Shalat Untuk melakukan shalat diwajibkan berwudhu'.3. Bukhari dan Muslim) Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Fardhu / Wajib Hukum wudhu` menjadi fardhu atau wajib Ahmad Sarwat. baik untuk shalat wajib maupun shalat sunnah. Menyentuh Mushaf Jumhur ulama umumnya menyatakan bahwa diharamkan menyentuh mushaf Al-Quran bila seseorang dalam keadaan hadats kecil."Tidak ada shalat kecuali dengan wudhu'. (QS. hukumnya . Dan tidak ada wudhu' bagi yang tidak menyebut nama Allah. Hukum Wudhu Hukum wudhu` bisa wajib dan bisa sunnah. Al-Maidah : 6) Juga hadits Rasulullah SAW berikut ini : ٍ َّ َّ ٘ َ ‫ هَح‬: َ‫ل‬ ٍٛ ١ ٌ ٝ ٞٞ ٚ‫ٓحؾ‬ َ‫ز‬ ََّ‫َُُْ ٕ ل‬ ‫ ل‬ٝ ٞٞ ‫ء‬ ََّ ٍ ََّ ٙ ٝ َ‫ل‬ َّ s ‫ ٕ ع‬٢‫ذ‬ َِّ َ‫أ‬ ِ ََّ َ‫ز‬ َّ ‫ٕ ع‬ َِّ ُٖ‫ ج‬٢ِ‫ذ‬ َ‫ ل‬١ ‫ي‬ ََّ ٕ َُُْ ‫ء‬ َّْ ُ َّ ًٍ ِ‫َّ ّ ج‬ ‫ّللا‬ َّ ِ ‫ ع‬٢َُ ٙ ِ . 3.. Lc Fiqih Thaharah 119 manakala seseorang akan melakukan hal-hal berikut ini : a. Abu Daud dan Ibnu Majah) Shalat kalian tidak akan diterima tanpa kesucian (berwudhu`) (HR. tergantung konteks untuk apa kita berwudhu`.1. maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku.. dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Al-Malikiyah dan Asy-Syafi'iyah mengatakan bahwa haram bagi orang yang dalam keadaan hadats kecil untuk menyentuh mushaf meski pun dengan alas atau batang lidi. Dalilnya adalah ayat Al-Quran Al-Kariem berikut ini : ْ ‫يج‬ ْ ُّ ْ ‫ كح‬ٝ ٙٞ‫ؾ‬ َ ِ‫ُهْ ئ‬ ١ ‫ ج‬١َ‫ أ‬ٙ ‫ٖ ج‬٣ً َّ ‫ج‬ٞٗ ْ‫ ض‬٠َُِ‫ ئ‬ُٙ‫ز ج‬ َّ َّ ِ ُ‫آّ ج‬ ِ ‫ج ل‬ُٞ ِ ‫ؿ‬ ُ ًْ َّ ْ ٌ ‫ن‬ ْ ‫خ‬ ٝ ١َ‫ أ‬١‫و‬ ُ ًْ ٠َُِ‫جُْ ئ‬ َّ َّ ‫ج‬ٞ‫ق‬ َّ َّ ُ ًْ َّ ِ َّ ِ ٌ ِٝ‫ؤ‬ ِ ِ‫ جك‬ٝ ّ‫ِ ج‬ ِ َ ٝ ٌ‫أ‬ ََّ َّ َ‫ؾ‬ ُ ًْ ٠َُِ‫ئ‬ ْ ‫ٖ خ‬٣ َ ُ‫ج‬ ‫ٌغ‬ Hai orang-orang yang beriman. Sedangkan Al-Hanafiyah meski mengharamkan sentuhan langsung.

َ‫ ل‬١ ّ ِ َّ ٙ َّ ‫ ئِل‬َٚ‫جُٔط‬ ٌٕٝ Tidak ada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci.2. Ibnu Hibban.(HR. yang diharamkan menyentuh mushaf hanyalah orang yang berhadats besar. Siapa yang mau bicara saat tawaf. Dalilnya adalah hadits berikut ini : . Kecuali Al-Hanafiyah.`Tawaf di Ka`bah itu adalah shalat. kecuali Allah telah membolehkannya untuk berbicara saat tawaf. Lc Fiqih Thaharah 121 suci”. Sunnah Sedangkan yang bersifat sunnah adalah bila akan mengerjakan hal-hal berikut ini : a. 60 Sedangkan pendapat yang mengatakan tidak haram. c. maka bicaralah yang baik-baik. yaitu pendapat mazhab Daud Ad-Dzahiri. Hal itu didasari oleh hadits Rasulullah SAW yang berbunyi : Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. namun An-Nasa’i dan Ibnu Hibban mengatakan bahwa hadits ini tersambung. Syaratnya. alas atau batang lidi itu suci tidak mengandung najis. Tawaf di Seputar Ka`bah Jumhur ulama mengatakan bahwa hukum berwudhu` untuk tawaf di ka`bah adalah fardhu. sedangkan yang berhadats kecil tidak diharamkan. Al-Waqi`ah : 79) Serta hadits Rasulullah SAW berikut ini : ْ ٌ ْ‫ق‬ ‫و خ ع ٕ ع‬ َِّ ‫ّللا‬ َّ َِّ ٢ِ‫َّ خ أَذ‬ ًٍ ٙ َّ ََُ‫ ج‬ٙ َّ َٕ‫ أ‬٢ِ‫ٌص ك‬ َّ ِ َ ‫ٕ خ‬ ِ ِ ُْ َ‫خ ج‬ ِ ‫ ج‬١ً ِ َُ‫ج‬ َ ‫ خ‬ٙ ‫ًص‬ َ‫ل‬ ٌ ْٞ َّ ُ ٍ ‫ّللا‬ َّ ‫ ع ّللا‬٢َُ ٙ َّ َِّ ‫َّ َ ـ‬ ّ: ٕ َّْ َ‫َّ أ‬ ِ َ ٘ ٠ُ َّ ِ ِ َُٝ ِ ُْ ‫ ّ ُِغ‬ٌٝ ِ ‫ٕ خ‬ ١ ّ ِ ٍ‫إٓ جٍَْ ُه‬ ََّ َّ ‫ ئِل‬ٙ َّ ِ ‫َح‬٠ ٌ Dari Abdullah bin Abi Bakar bahwa dalam surat yang ditulis oleh Rasulullah SAW kepada „Amr bin Hazm tertulis : Janganlah seseorang menyentuh Al-Quran kecuali orang yang Ahmad Sarwat.59 Keharaman menyentuh mushaf bagi orang yang berhadats kecil ini sudah menjadi ijma' para ulama yang didukung 4 mazhab utama. Wahbah Az-Zuhaili. Malik). Mengulangi wudhu` untuk tiap shalat meriwayatkan hadits ini secara mursal. Setidaknya hadits ini ma’lul (punya cacat) 60 Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu. (QS. Lc 122 Hal itu didasarkan atas hadits Rasulullah SAW yang menyunnahkan setiap akan shalat untuk memperbaharui wudhu` meskipun belum batal wudhu`nya. Dalam pandangan mazhab ini.(HR.boleh. jilid 1 halaman 398 59 Malik Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Al-Hakim dan Tirmizy) 3. Pendapat senada datang dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu.

Sedangkan Al-Baghawi dari kalangan AsySyafi'iyah mengatakan bahwa wudhu menjelang tidur bukan merupakan sesuatu yang mustahab. Ini bukan keharusan melainkah sunnah yang baik untuk diamalkan. Al-Malikiyah menyatakan bahwa wudhu sebelum tidur hukumnya mustahab. Al-Hakim. ٝ َُٖ ‫ف‬٣ ‫ ع جكِع‬٠َُ ٍ‫ج‬ ٝ ‫ء‬ َّ ‫ٖٓ جُٔإ ئِل‬ ِ ٞٞ َّ ِ Dari Tsauban bahwa Rasulullah SAW bersabda. Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah menyatakan bahwa berwuhu ketika akan tidur adalah sunnah. Ahmad dan Al-Baihaqi) b.`Tidaklah menjaga wudhu` kecuali orang yang beriman`. 62 . ٝ ّ ‫َّ ع‬ ُ ًَ َِّّ ٝ ِ ‫َّ و‬ ِ ‫ء‬ٞٞ ٞٓ َّ ‫ ٌ جى‬ٝ ‫ ج‬ٙ ِ ِ‫َّ ذ‬ ‫ّ أَـ‬ ‫َّ ٕ ذِاِِ و‬ ‫َّ ٘ جو‬ ‫ف‬٤‫ق‬ ِ Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. maka berwudhu`lah sebagaimana kamu berwudhu` untuk shalat. Dan tidurlah dengan posisi di atas sisi kananmu . Ketika Akan Tidur Al-Hanafiyah. (HR. bila memungkinkan.61 c.ٙ‫ج‬ٌٝ ١ٌ‫ جُرهح‬ٝ ِْٓٓ ٝ ‫ءى‬ َ ٞٞ ُِِٙ َّ ‫ز‬ ِ َ‫ل‬ Dari Al-Barra` bin Azib bahwa Rasulullah SAW bersabda.ٍ َّ َّْ َ‫أَ أ‬ َّ ‫ ع ٖن‬٠َُ ّ‫ ُأ‬٢ِ‫ ض‬s ‫ ٕ ع‬٢ِ‫ٍ أَذ‬ٛ ١ ٌ َ‫ز‬ َّ ‫ٕ ع‬ َ ‫ هَح‬: َُٞ ‫ٕ ل‬ ُٖ‫ ج‬٢ِ‫ذ‬ َّ‫ٌ أل‬ ّ ٖ‫ػ‬ ُ ًَ َِّّ ٘ َّ ‫خ لز‬ َّ ٝ َّ ‫ء‬ٞٞ . Menyentuh Kitab-kitab Syar`iyah Seperti kitab tafsir. Ibnu Majah. Namun bila di dalamnya lebih dominan ayat Al-Quran Al-Kariem.`Bila kamu naik ranjang untuk tidur. maka hukumnya menjadi Ahmad Sarwat. aqidah. fiqih dan lainnya. (HR. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW : َ ِ‫ أَش ئ‬١ ‫ ّ ش‬ٜ ‫ كَص ى ع ؼ‬ٝ ٜ ‫أ‬ ‫يج‬ ْ‫ ُغ‬ٜ‫ؿغ ج‬ ِ َ٠ ‫ ع‬٠َُ ٔ ‫ هِّي‬١َ‫ ٕ ّ جأل‬. sehingga seorang muslim tidur dalam keadaan suci. Lc Fiqih Thaharah 123 wajib. hadits. Dan dalam salah satu qaul dalam mazhab itu disebutkan bahwa wudhu' junub disunnahkan sebelum tidur. pastilah aku akan perintahkan untuk berwudhu pada tiap mau shalat. Dan wudhu itu dengan bersiwak.`Seandainya tidak memberatkan ummatku. (HR. Bukhari dan Muslim). Ahmad dengan isnad yang shahih) Selain itu disunnah bagi tiap muslim untuk selalu tampil dalam keadaan berwudhu` pada setiap kondisinya.

Dzikir Keempat mazhab yaitu Al-Hanafiyah. Wahbah Az-Zuhaili. Lc Fiqih Thaharah 125 kitab-kitab syariah. (HR.d. Demikian juga disunnahkan berwudhu` bila seorang yang dalam 61 Al-Fiqhul 62 Al-Majmu' Islami wa Adillatuhu. bukan wajib. 64 h. Jamaah kecuali Bukhari) e. Ketika Marah Untuk meredakan marah. Ahmad dan Muslim) Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bila ingin tidur dalam keadaan junub. Bila kamu marah. jilid 1 halaman 362 jilid 1 halaman 324 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Lc 124 keaaan junub mau makan. beliau berwudhu` terlebih dahulu. Ketika Membaca Al-Quran Hukum berwudhu ketika membaca Al-Quran AlKariem adalah sunnah. AlMalikiyah. Namun mereka berbeda pendapat bila dilakukan oleh orang yang mengumandangkan iqamat.`Bila kamu berhubungan seksual dengan istrimu dan ingin mengulanginya lagi. maka hendaklah berwuhdu terlebih dahulu. g. hendaklah kamu berwudhu`. Ahmad dalam musnadnya) f. minum. Ketika Melantunkan Azan dan Iqamat Para ulama sepakat disunnahkannya wudhu untuk orang yang melakukan adzan. 63 Diriwayatkan bahwa Imam Malik ketika mengimla`kan pelajaran hadits kepada muridmuridnya. beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu` terlebih dahulu seperti wudhu` untuk shalat. Sebelum Mandi Janabah Sebelum mandi janabat disunnahkan untuk berwudhu` terlebih dahulu. (HR. beliau selalu berwudhu` terlebih dahulu sebagai takzim kepada hadits Rasulullah SAW. Berbeda dengan menyentuh mushaf menurut jumhur. tidur atau mengulangi berjimak lagi. Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah sepakat disunnahkannya wudhu ketika berdzikir. (HR. ada dalil perintah dari Rasulullah SAW untuk meredakannya dengan membasuh muka dan berwudhu`. Jamaah) Dan dasar tentang sunnahnya berwuhdu bagi suami istri yang ingin mengulangi hubungan seksual adalah hadits berikut ini : Dari Abi Said al-Khudhri bahwa Rasulullah SAW bersabda. Demikian juga hukumnya sunnah bila akan membaca hadits Rasulullah SAW serta membaca Ahmad Sarwat.(HR. Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW : Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bila dalam keadaan junub dan ingin makan atau tidur.65 .

langsung melakukan shalat tanpa berwudhu' lagi. Setidaknya. Kemudian beliau membasuh wajarnya tiga kali. Wudhu’ Rasulullah SAW Ada pun tata cara wudhu yang dicontohkan Rasulullah SAW. ْ‫ؿّ ُغ‬ ِ ٍ َّْ َ‫ْ ج‬٣ ٕ ٟ ٠َُِ‫ئ‬ ٍ ْٓ َ . Lc Fiqih Thaharah 127 . ْ‫ ذٍِ ـ ِ ّ ُغ‬ٚ َ ٍ َّْ َ‫ّ ج‬٣ ٌ ٟ َ ٍ ََّ ‫ػ‬ َّ ََّ ‫ٌؼ‬ ََّ ٙ ِ ‫يُِي‬ ِْ ِ ‫ ْأ‬. hukumnya menjadi sunnah. ْ‫ؿّ ُغ‬ ََّ ١ ‫و‬ ٍٙ َّْ َ‫ْ ج‬٣ ٕ ٟ ٠َُِ‫ٍٔ ئ‬ َِّ ‫ن‬ ََّ َ‫غ‬ ِ ُْ َ‫ُ ج‬ ِ َ‫الظ ك‬ ّ ٌ َّ ‫جش‬. 66 j. ْ‫ ّ ُغ‬ٜ ّ ٜ . kemudian berkumur. maka disunnahkan atasnya untuk berwudhu. kemudian 67 Mughni Al-Muhtaj jilid 1 halaman 63 Ahmad Sarwat. berwudhu pada khutbah Jumat merupakan syarat sah. Selain itu karena letaknya hari ini yang berada di dalam masjid. 67 4. Ziarah Ke Makam Nabi SAW 63 Al-Hawi lil Mawardi jilid 1 halaman 111 Jalil jilid 1 halaman 181 65 Al-Futuhat Ar-Rabbaniyah jilid 1 halaman 396 66 Al-Mughni jilid 1 halaman 307 64 Mawahibul Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. membasuh tanggan kanannya hingga siku tiga kali. ْ‫ٍ ُغ‬ َّْ َ‫ّ ج‬٣ ٌ ٟ َ ََّ ‫ػ‬ ََّ ‫هَح‬: ٌ ١َ‫أ‬ ِ ‫يُِي‬ ‫ش‬ َ .‫ف ٓص‬ ‫ ش‬ٝ ٜ َ‫أ‬ َّ ٕ ‫ ـ‬ٝ ٝ ٢ِ‫ت‬ٞٞ ٙ ‫يج‬ ََّ ‫ ع م‬٢َُ ٙ s ٌ ََّ ٍْٞ َّ ‫ّللا‬ ِ َ Dari Humran bahwa Utsman radhiyallahu „anhu meminta seember air. Sedangkan dalam pandangan mazhab AlMalikiyah dan Asy-Syafi'iyah. Lantaran Nabi SAW tiap selesai khutbah. Lc 126 Para ulama menyepakati bahwa ketika seseorang berziarah ke makam Nabi SAW. bisa kita baca dari hadits berikut ini : ْ ‫ٕ ع‬ ْ‫جٕ ٌ ق‬ ََّ َّ َٕ‫ػػْ أ‬ ََّ ٌ ٢ٞ ٕ‫ج‬ ‫ٕ ع ّللا‬ َّ ٙ ‫ ج ع و‬ِٞ‫ذ‬ ‫ء‬ٞٞ. َّ ِ َ ٙ ‫ٍ ِ كَؾ‬ ََّ ٢‫ًل‬ َّ ِ ََّ َ‫َّ ٌ ّ غَال‬ ‫ظ‬ ‫جش‬. memang sudah disunnahkan untuk berwudhu sebelumnya. kemudian beliau mencuci kedua tapak tangannya tiga kali. memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya. Khutbah Jumhur ulama mengatakan bahwa wudhu untuk khutbah hukumnya mustahab. َ ٍ ٝ ِ‫ غٍَ ٕ ش ج‬. maka secara otomatis. ٝ ِ‫ م ٔ ٕ ش ج‬.i. ْ‫ٍ ُغ‬ َ ُْ َ‫ خ ج‬١ ٕ ‫ٌغ‬ َِّ ‫الظ‬ ََّ َ‫َّ ٌ ّ غ‬ ‫جش‬. ْ‫ُغ‬ ْٓ َ . Berwudhu yang dilakukan itu merupakan bentuk pentakdzhiman atas diri Rasulullah SAW. ْ‫ؿّ ُغ‬ ََّ ٝ ‫ ؼ‬ٙ ٙ َ ٍ ََّ َ‫َّ ٌ ّ غ‬ ‫الظ‬ ‫جش‬.

Ada yang menyebutkan 4 saja sebagaimana yang tercantum dalam ayat Quran. hadits ini tentu saja belum merinci tentang rukun wudhu. Sebab menurut beliau sekedar mengguyur anggota wudhu` dengan air masih belum bermakna mencuci atau membasuh. begitu juga yang kiri. wajib. sunnnah dan hal-hal yang membatalkan wudhu. para ulama butuh mengumpulkan ratusan bahkan ribuan hadits lainnya yang terkait dengan wudhu juga. Mazhab ini menambahi keempat hal dalam ayat Al-Quran dengan niat dan tertib yaitu kewajiban untuk melakukannya pembasuhan dan usapan dengan urut. Bukhari dan Muslim) Namun kalau dilihat sekilas. Rukun Hanafi Maliki Syafi`i Hanbali . Mazhab Hanafi Menurut Al-Hanafiyah mengatakan bahwa rukun wudhu itu hanya ada 4 sebagaimana yang disebutkan dalam nash Quran Mazhab Maliki Menurut Al-Malikiyah rukun wudhu’ itu ada Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. yaitu dengan menambahkan dengan keharusan niat. Juga beliau menambahkan kewajiban muwalat. Untuk mengetahuinya.”Aku telah melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhuku ini. Mazhab Syafi’i Menurut As-Syafi`iyah rukun wudhu itu ada 6 perkara. Rukun Wudhu` Para ulama berbeda pendapat ketika menyebutkan rukun wudhu. Maka tidak boleh terjadi jeda antara satu anggota dengan anggota yang lain yang sampai membuatnya kering dari basahnya air bekas wudhu`. (HR. tidak boleh terbolak balik. wajib dan sunnahnya. Semua dikerjakan begitu saja. tertib dan muwalat. baik terkait dengan rukun. Istilah yang beliau gunakan adalah harus tertib Mazhab Hambali Menurut mazhab Al-Hanabilah jumlah rukun wudhu ada 7 perkara. tanpa dijelaskan detail rincian hukumnya masing-masing. ad-dalk yaitu menggosok anggota wudhu`. kemudian beliau membasuh kaki kanannya hingga mata kaki tiga kali. Lc 128 delapan. Kemudian beliau berkata.membasuh tanggan kirinya hingga siku tiga kali. yaitu berkesinambungan. yaitu dengan menambahkan niat. sehingga akhirnya didapat kesimpulan-kesimpulan. kemudian beliau mengusap kepalanya. 5. namun ada juga yang menambahinya dengan berdasarkan dalil dari Sunnah.

1. Niat x 2. Membasuh wajah 3. Membasuh tangan 4. Mengusap kepala 5. Membasuh kaki 6. Tertib x x 7. Muwalat x x

8. Ad-dalk x xx Jumlah 4 8 6 7

5. 1. Niat Dalam Hati
Ahmad Sarwat, Lc Fiqih Thaharah

129

Niat wudhu' adalah ketetapan di dalam hati seseorang untuk melakukan serangkaian ritual yang bernama wudhu' sesuai dengan apa yang ajarkan oleh Rasulullah SAW dengan maksud ibadah. Sehingga niat ini membedakan antara seorang yang sedang memperagakan wudhu' dengan orang yang sedang melakukan wudhu'. Kalau sekedar memperagakan, tidak ada niat untuk melakukannya sebagai ritual ibadah. Sebaliknya, ketika seorang berwudhu', dia harus memastikan di dalam hatinya bahwa yang sedang dilakukannya ini adalah ritual ibadah berdasar petunjuk nabi SAW untuk tujuan tertentu. 5.2. Membasuh Wajah Para ulama menetapkan bahwa batasan wajah seseorang itu adalah tempat tumbuhnya rambut (manabit asy-sya'ri) hingga ke dagu dan dari batas telinga kanan hingga batas telinga kiri. 5.3. Membasuh kedua tangan hingga siku Secara jelas disebutkan tentang keharusan membasuh tangan hingga ke siku. Dan para ulama mengatakan bahwa yang dimaksud adalah bahwa siku harus ikut dibasahi. Sebab kata ( ٠ُ‫ ) ئ‬dalam ayat itu adalah lintihail ghayah. Selain itu karena yang disebut dengan tangan adalah termasuk juga sikunya. Selain itu juga diwajibkan untuk membahasi selasela jari dan juga apa yang ada di balik kuku jari. Para ulama juga mengharuskan untuk menghapus kotoran yang ada di kuku bila dikhawatirkan akan
Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat, Lc

130

menghalangi sampainya air. Jumhur ulama juga mewajibkan untuk menggerak-gerakkan cincin bila seorang memakai cincin ketika berwudhu, agar air bisa sampai ke selasela cincin dan jari. Namun Al-Malikiyah tidak mengharuskan hal itu.

5.4. Mengusap Kepala Yang dimaksud dengan mengusap adalah meraba atau menjalankan tangan ke bagian yang diusap dengan membasahi tangan sebelumnya dengan air. Sedangkan yang disebut kepala adalah mulai dari batas tumbuhnya rambut di bagian depan (dahi) ke arah belakang hingga ke bagian belakang kepala. Al-Hanafiyah mengatakan bahwa yang wajib untuk diusap tidak semua bagian kepala, melainkan sekadar sebagian kepala. Yaitu mulai ubun-ubun dan di atas telinga. Sedangkan Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa yang diwajib diusap pada bagian kepala adalah seluruh bagian kepala. Bahkan Al-Hanabilah mewajibkan untuk membasuh juga kedua telinga baik belakang maupun depannya. Sebab menurut mereka kedua telinga itu bagian dari kepala juga. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah : Dua telinga itu bagian dari kepala. Namun yang wajib hanya sekali saja, tidak tiga kali. Adapun Asy-Syafi`iyyah mengatakan bahwa yang wajib diusap dengan air hanyalah sebagian dari kepala, meskipun hanya satu rambut saja. Dalil yang digunakan beliau adalah hadits Al-Mughirah :
Ahmad Sarwat, Lc Fiqih Thaharah

131

Bahwa Rasulullah SAW ketika berwudhu` mengusap ubunubunnya dan imamahnya (sorban yang melingkari kepala). 5.5. Mencuci Kaki Hingga Mata Kaki Menurut jumhur ulama, yang dimaksud dengan hingga mata kaki adalah membasahi mata kakinya itu juga. Sebagaimana dalam masalah membahasi siku tangan. Secara khusus Rasulullah SAW mengatakan tentang orang yang tidak membasahi kedua mata kakinya dengan sebutan celaka. Celakalah kedua mata kaki dari neraka. 5.6. Tartib Yang dimaksud dengan tartib adalah mensucikan anggota wudhu secara berurutan mulai dari yang awal hingga yang akhir. Maka membasahi anggota wudhu secara acak akan menyalawi aturan wudhu. Urutannya sebagaimana yang disebutan dalam nash Quran, yaitu wajah, tangan, kepala dan kaki. Namun Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah tidak merupakan bagian dari fardhu wudhu`, melainkan hanya sunnah muakkadah. Akan halnya urutan yang disebutkan di dalam Al-Quran, hal itu bagi mereka tidaklah mengisyaratkan kewajiban uruturutan. Sebab kata penghubunganya bukan tsumma

ْ َّ ّ ‫ ) )غ‬yang bermakna : ‘kemudian’ atau ‘setelah itu’.
Selain itu ada dalil dari Ali bin Abi Thalib yang diriwayatkan : Aku tidak peduli dari mana aku mulai. (HR. AdDaruquthuny)
Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat, Lc

132

Juga dari Ibnu Abbas : Tidak mengapa memulai dengan dua kaki sebelum kedua tangan. (HR. Ad-Daruquthuny) Namun As-Syafi`i dan Al-Hanabilah bersikeras mengatakan bahwa tertib urutan anggota yang dibasuh merupakan bagian dari fardhu dalam wudhu`. Sebab demikianlah selalu datangnya perintah dan contoh praktek wudhu`nya Rasulullah SAW. Tidak pernah diriwayatkan bahwa beliau berwudhu` dengan terbalik-balik urutannya. Dan membasuh anggota dengan cara sekaligus semua dibasahi tidak dianggap syah. 5.7. Al-Muwalat (Tidak Terputus) Maksud al-muwalat adalah tidak adanya jeda yang lama ketika berpindah dari membasuh satu anggota wudhu` ke anggota wudhu` yang lainnya. Ukurannya menurut para ulama selama belum sampai mengering air wudhu`nya itu. Kasus ini bisa terjadi manakala seseorang berwudhu lalu ternyata setelah selesai wudhu`nya, barulah dia tersadar masih ada bagian yang belum sepenuhnya basah oleh air wudhu. Maka menurut yang mewajibkan al-muwalat ini, tidak syah bila hanya membasuh bagian yang belum sempat terbasahkan. Sebaliknya, bagi yang tidak mewajibkannya, hal itu bisa saja terjadi. 5.8. Ad-Dalk Yang dimaksud dengan ad-dalk adalah mengosokkan tangan ke atas anggota wudhu setelah
Ahmad Sarwat, Lc Fiqih Thaharah

133

dibasahi dengan air dan sebelum sempat kering. Hal ini tidak menjadi kewajiban menurut jumhur ulama, namun khusus Al-Malikiyah mewajibkannya. Sebab sekedar menguyurkan air ke atas anggota tubuh tidak bisa dikatakan membasuh seperti yang dimaksud dalam Al-Quran. 6. Sunnah-sunnah Wudhu` Ada pun yang termasuk perbuatan yang sunnah dalam rangkaian ibadah wudhu antara lain : 6.1. Mencuci kedua tangan Mencuci kedua tangan hingga pergelangan tangan sebelum mencelupkan tangan ke dalam wadah air.

3. mencuci kedua tangan tiga kali hukumnya sunnah.َ َ‫أَـ ه‬ َ ‫ ش جِ ئ‬١ َّ ‫يج‬ ‫ع‬ ‫َّ و‬ ُ ًْ ٖٓ َّ َّْ ْ ٙ ‫ٍ هَد‬ ََّ ِ ٕ ٝ ٚ ِٓ ِ ٢ِْ َ‫َ ؽ ك‬ ِ ١ ‫و‬ َّْ َ‫ى أ‬٣ َِٚ‫ن‬ ٕ َِّ ِ ‫ ج‬٢‫ك‬ َ‫ ل‬١ ‫ و‬١ٌ ٕ‫إل‬ َِّ ‫َّ ج‬ ِٕ‫َّ و أَـ كَا‬ ُ ًْ َّ ‫ و‬ٙ ِ ‫ء ج‬ ِ ١َ‫ ش جش خ ٕ أ‬١ Bila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya. Dasarnya bahwa berkumur itu bukan wajib tetapi sunnah adalah hadits berikut : ْ ًْ َ ‫ى ٌ أَّ ج‬ ‫ ش‬ٝ ٜ ‫أ‬ َّ 68 َُ‫ ج‬ٙ َّ Berwudhu'lah kamu sebagaimana Allah perintahkan. 6. hendaklah dia mencuci kedua tangannya sebelum memasukkannya ke dalam wadah air. Membaca basmalah sebelum berwudhu` Dasarnya adalah hadits berikut ini : َ‫ل‬ َّ َّ ُ ًَ َّ‫َّ أ‬ ٌ ١‫ي‬ ٍ‫َّ ج‬ ِ ‫َّ خ‬ ْ َ‫أ‬ ‫هطَغ‬ ‫د‬٣ ‫ ُأ و‬٢ِ‫َّ ك‬ ٙ ّ َّ َِّ ٍُ‫ ج‬٢‫ق‬ َِّ : ِ ّ‫ر‬ ِ ٍُ‫ٕ ّ ـ ج‬ ِ ّ ِ ‫ّللا‬ ِ ِ‫َّ ذ‬ Segala urusan yang tidak dimulai di dalamnya dengan bismillahirramanirrahim.68 6. Menurut pendapat yang lebih kuat. (HR. maka utusan itu terputus. Bukhari Muslim Ahmad Nasai Ibnu Majah Abu Daud) Dalam riwayat lain disebutkan ‫ ش ـ‬ٟ ١ ‫ ؽ‬َِْٚ ِ ‫غَالَغح ج‬ Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Lantas Rasulullah Saw mengajarkannya dengan singkat tanpa berkumur. Sedangkan istilah istinsyaq adalah memasukkan air ke hidung dengan tujuan membersihkannya. Al-Malikiyah dan Asy-Syafi'iyah mengatakan bahwa hukum berkumur dalam wudhu adalah sunnah bukan wajib. Juga sunnah dalam rangkaian mandi janabah.2. Karena kalian tidak tahu dimana tangannya semalam. urusan mencuci kedua tangan ini menjadi wajib hukumnya. Sedangkan bila wudhu yang bukan bangun dari tidur di malam hari. Lc Hingga dia mencuci tangannya tiga kali. Mengeluarkannya lagi disebut dengan istilah istinstar. 134 Namun kalau menurut pendapat Al-Hanabilah. Lc Fiqih Thaharah 135 Tirmizy)69 Hadits ini berlatar-belakang ada seorang dusun yang tidak bisa shalat dan wudhu'. Berkumur dan Istinsyaq Berkumur adalah memasukkan air ke dalam mulut dan dikeluarkan lagi. kemudian beliau SAW . yaitu buat mereka berwudhu dan baru bangun dari tidur di malam hari. At- Hadits yang dhaif Ahmad Sarwat. tidak harus sampai mencuci tangannya tiga kali. (HR.

dimana isi mulut bukan bagian dari wajah. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. (HR. Bersiwak Bersiwak artinya membersihkan gigi atau menggosoknya. hukumnya sunnah bahkan sebagian ulama mengatakan hukumnya sunnah muakkadah. Al-Hanabilah mengatakan bahwa hukum berkumur dalam wudhu adalah wajib. 69 Al-Imam An-Nawawi mengatakan bahwa hadits ini adalah dalil yang kuat tentang kesunnahan wudhu. Beliau bersabda."Berkumur dan istinsyaq pada wudhu adalah yang harus dilakukan. Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah dalam salah satu pendapatnya mengatakan bahwa berkumur itu wajib untuk mandi janabah tapi sunnah untuk wudhu. ْ ٜ ّ ٜ ‫زَ جتِٕ ع ٕ ع ُز‬ ٍ‫ هَح‬: ُْ‫ج‬ َّ ٌ ٢ٞ َّ ٙ ‫ ٕ ع‬ٙ ‫َّ ج‬ َُ‫ج‬ َٕ‫ٌ أ‬ ِ ٍْٞ ِ‫ّللا‬ َّ َ‫ٖٓ ذى ل‬ ٝ ِ‫ل‬ َّْ ٝ ‫ء‬ َِّ ٞٞ ١ً ٙ ِ ‫ٓ ٖ م ج ٔ ض ِٖ ج‬ ِ ٍ‫ج‬ ِ ُ‫َّ ج‬ ِ Dari Aisyah radhiyallahuanha bahwa Rasulullah SAW bersabda. Bila dilakukan pada rangkaian wudhu'.5. Selain itu juga karena ayat tentang wudhu yang menyebutkan kewajiban membasuh wajah. Abu Daud) . Di antara dalil yang masyhur tentang kesunnahan berwudhu dengan menggosok gigi adalah hadits berikut ini : َُٞ ََّ ‫َّ ل‬ َٕ‫أَ أ‬ َّ ‫ٖن‬ ٝ َّ ‫ء‬ٞٞ ‫ ع‬٠َُ ّ‫ ُأ‬٢ِ‫ٌ ألََُ ّ ض‬ ‫ش‬ ْٛ ُّ‫ ذِح‬ٝ ‫ى‬ َِّ ‫ع ّ ج‬ ُ ًَ َّ Seandainya Aku tidak memberatkan ummatku pastilah aku perintahkan mereka untuk menggosok gigi setiap berwudhu'. Lc 136 6. semuanya selalu disertai dengan berkumur dan istinsyaq.4. Ahmad) 6. Ad-Daruquthny) Selain itu mazhab ini berdalil bahwa dari semua riwayat hadits yang menceritakan teknis wudhu'nya beliau SAW. (HR. (HR."Beginilah Tuhanku memerintahkanku.memerintahkan baginya untuk berwudhu seperti itu. Sehingga tidak termasuk yang wajib untuk dilakukan. yaitu tanpa berkumur. Meresapkan Air ke Jenggot َ ِ‫ ش ئ‬ٝ ٜ َ‫أ‬ َ ‫ى‬ َ ‫يج‬ ٕ‫ح‬ َّ َّ ‫َّ أَل‬ ‫ي‬ ََّ ‫ٖٓ كح‬ ‫جء‬ ‫ٕ ع‬ ٙ َّ َٕ‫ جُٖ أ‬٢ِ‫ٕ ع ذ‬ َ ً ِ ّ َّ َٕ‫َّ أ‬ ِ ًَ َ َّ‫ ٌ أ‬٢ٗ ‫ ـ ش ـ ش‬ٚ َّ ٚ ََّ ‫ هَح‬ٙ ‫ًج‬ َِّ ٌ ٢‫ذ‬ َِّّ ٌِ ِ ٗ ‫َّ َُ كَم‬ ِ ِ‫ ُِف ذ‬١ ‫ ش‬ٙ ٝ ٍ Dari Anas radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW bila berwudhu mengambil secukupnya dari air ke bawah dagunya dan mesesapkan air ke jenggotnya.

6. Cara mengusap atau meratakan usapan ke seluruh kepada dengan meletakkan kedua tangan di Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Membasahi seluruh kepala dengan air Al-Hanafiyah dan Asy-Syafi'iyah mengatakan bahwa disunnahkan untuk mengusap seluruh bagian kepala dengan air. sambil menempelkan kedua jari telunjuk dan meletakkan ibu jari pada pelipis. Membasuh dua telinga Al-Hanafiyah. disunnahkan untuk membasuh masing-masing anggota wudhu' sebanyak tiga kali. Setelah itu arah gerakan kedua tangan itu dikembalikan lagi ke arah semula. Dalilnya adalah ketika Rasulullah SAW berwudhu dan membasuh masing-masing anggota wudhu' sekali. Al-Malikiyah dan Asy-Syafi'iyah mengatakan bahwa disunnahkan untuk membasuh daun telinga luar dan dalam dengan air yang baru. At-Tirmizy) 6.7. Mendahulukan Kanan Dalilnya adalah hadits yang shahih sebagai berikut : . Kemudian beliau wudhu dengan membasuh anggota wudhu masing-masing dua kali dan bersabda : "Ini yang membuat Allah melipatgandakan amal dua kali lipat" Kemudian beliau membasuh masing-masing tiga kali dan bersabda : َ ٙ ‫يج‬ ٝ Ini adalah wudhu'ku dan wudhu'nya para nabi sebelumku. Lalu kedua tangan itu digerakkan mundur ke arah atas dan belakang kepala. 6. Sedangkan Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah mewajibkan untuk meratakan seluruh kepala ketika mengusapnya. Ahmad Sarwat.8.9. Membasuh Tiga Kali Selain mengusap kepala. Lc Fiqih Thaharah 137 "Ini adalah amal yang Allah SWT tidak akan menerimanya kecuali dengan cara ini". Ad-Daruquthuny) Sedangkan untuk mengusap kepala tidak disunnahkan melakukannya tiga kali. bukan mengguyurnya.6. beliau mengatakan.6. Lc 138 depan wajah. Hal itu karena Rasulullah SAW mempraktekkannya.(HR. dengan dasar hadits berikut ini : ٢ِ‫ت‬ٞٞ ٝ ٝ ‫ء‬ٞٞ َٕ‫ جأل‬٢ِ‫ء ذ‬ َّ ََّ ‫ٖٓ ج‬ ِ ‫ هَد‬٢ُِ ‫ ش‬ٝ ٜ َ‫أ‬ َّ ٝ ّ ِ ‫ـ‬ ٍِ‫ ذ‬ٚ َّ ‫ ز‬ٝ ‫قى‬ ‫ز‬ ِْ ِ ‫َّ ٌ ّ ْأ‬ ِ ‫َّ ج‬ َٕ‫أ‬ ٙ Beliau SAW berwudhu dan mengusap kepalanya sekali saja (HR.

Lc 140 bersandar pada dinding. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi) َ٠ ‫كد‬ َِّ ‫ ٗغ ش‬ٚ َّ َّ ِ ٣ ‫ جُص‬١ ‫ ٖٓ ج‬٢‫ك‬ ِ ُِ ٝ ٍ‫ ؼ ض‬ٚ ِ ُِ ٝ َّ َ ٌ ََّ ً ٕ‫ح‬ ْٞ َّ ُ ٍ ِ‫ّللا‬ َّ ٔ ٚ َّ ُٚ َّ ِ ِٗ‫َّ ْأ‬ ِ ًِِّ Rasulullah SAW itu suka mendahulukan bagian kanan ketika memakai sendal. (HR. mani. Bukhari Muslim) 6. membuat wudhu' yang bersangkutan menjadi batal. Ibnu Majah. Abu Daud dan Ibnu Majah) Tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur yang membuat hilangnya kesadaran seseorang.َ ِ‫ ش ئ‬ٝ ٜ ْ‫أ‬ ‫يج‬ َّ ْ‫ج و كَحخ ض‬ٝ‫ ء‬١َ‫َّ ذِأ‬ ٖ ُ ًْ ِ ‫َّ ج‬ ِ ٓ Bila kalian berwudhu maka mulailah dari bagian-bagian kananmu. Lc Fiqih Thaharah ٞٛ َّ ٙ ٢‫ك‬ ٌِ ِ ٝ َّ ِ 139 َِ‫َّ أ‬ ‫ؾ‬ َّْ ِ ِ‫جٍ ذ‬ ٝ Ratakanlah wudhu dan basahi sela-sela jari dengan air. Yang dimaksud kemaluan itu termasuk bagian depan dan belakang.10. Dalilnya adalah hadits berikut ini : Ahmad Sarwat. Ahmad. Abu Daud. mazi atau apapun yang cair. At-Tirmizy) 7. yaitu membasahi sela-sela jari dengan air. Ibnu Khuzaimah. Siapa yang tidur maka hendaklah dia berwudhu' (HR. Kesemuanya itu bila keluar lewat dua lubang qubul dan dubur. 7. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW ‫ء‬ َّ َ ٞٞ ٝ ‫ خ َُِّ ل‬١ ٕ ْ َّ ٘ َُ‫جأل‬ ‫غ‬ ِ ِ‫جذ‬ ّ ٕ ٕ ّ‫ج‬ ٢ِْ َ‫ ك‬ٞ‫ ض‬ٜ ‫ أ‬-ٙ‫ج‬ٌٝ ٞ‫و أذ‬ٝ‫جذٖ وج‬ٝ ‫ ٓحؾس‬.1. Keluarnya Sesuatu Lewat Kemaluan. Sedangkan tidur sambil duduk yang tidak bersandar kecuali pada tubuhnya sendiri. Tidur Tidur yang bukan dalam posisi tamakkun (tetap) di atas bumi.2. (HR. Batalnya Wudhu' Hal-hal yang bisa membatalkan wudhu' ada 5 perkara. 7. (HR. cacing atau lainny. Pendeknya apapun juga benda gas seperti kentut. tidak termasuk yang membatalkan wudhu' sebagaimana hadits berikut : ١ ‫َّ ٗح‬ ٕٞٓ َ s‫ٕ ع‬ َ َ٘‫ج ـ أ‬ َٕ‫َّ أ‬ ِ ٌ ٢ٞ ‫ ّللا‬ٚ٘‫ٍ ػ‬ ََّ َ ‫حٕ هح‬ ََّ ً ‫ٌخ‬ ٍْٞ َّ ‫ّللا‬ ِ . wadi. Termasuk juga tidur dengan berbaring atau Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Juga berupa benda padat seperti kotoran. Takhlil Yang dimaksud dengan takhlil adalah takhlilulashabi'. Dan yang keluar itu bisa apa saja termasuk benda cair seperti air kencing. batu ginjal. menyisir rambut dan bersuci bahkan dalam semua kesempatan.

7. Baik menyentuh kemaluannya sendiri atau pun kemaluan orang lain. Lc Fiqih Thaharah Siapa yang menyentuh kemaluannya maka harus berwudhu (HR.‫َجو‬ٝ ٞ‫و أذ‬ٝ‫ وج‬: ‫ ش ـ‬ٟ ٕ‫ؤ‬ َ ‫ ع‬٠َُ ‫ ع‬ٙ ‫و‬ َ ‫يُِي‬ ‫ْ ِ ؤ ٌ كَن ل ش‬ٛ ٝ ٕ‫ح‬ ََّ ً َِّ ٌ َِّ ٍْٞ َّ ِ‫ّللا‬ Dari Anas ra berkata bahwa para shahabat Rasulullah SAW tidur kemudian shalat tanpa berwudhu' (HR. Ahmad dan At-Tirmizy)70 Para ulama kemudian menetapkan dari hadits ini bahwa segala tindakan yang masuk dalam kriteria menyentuh kemaluan mengakibatkan batalnya wudhu. Sebagian mereka tidak memandang demikian.ٙ‫ج‬ٌٝ ِْٓٓ . 7.Abu Daud menambahkan : Hingga kepala mereka terkulai dan itu terjadi di masa Rasulullah SAW. Dan Al-Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih berdasarkan syarat dari Bukhari dan Muslim . Sebab perbedaan pendapat mereka didasarkan 70 Al-Bukhari mengomentari hadits ini sebagai hadits yang paling shahih dalam masalah ini.3. maka wudhu' nya batal. Baik kemaluan laki-laki maupun kemaluan wanita.5. Menyentuh Kemaluan Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW : ّ ٕ 141 َ َ‫ي‬ ّ ِ ًٍ ٙ ٢ِْ َ‫ ك‬ٞ‫ ض‬ٜ ‫ أ‬. Baik kemaluan orang dewasa maupun kemaluan anak kecil. wudhu'nya batal. 7. Seorang yang minum khamar dan hilang akalnya karena mabuk. Demikian juga orang yang sempat pingsan tidak sadarkan diri. Di dalam mazhab Asy-Syafi'iyah.ْ‫ُغ‬ ٙ٣ ٕٞ ََّ ُ ٝ َ‫ل‬ َّ ١ ٞ‫ ض‬ٜ ََّ . Menyentuh kulit lawan jenis Menyentuh kulit lawan jenis yang bukan mahram (mazhab As-Syafi'iyah) termasuk hal yang membatalkan wudhu. dimana kesadarannya sempat hilang beberapa waktu.ٙ‫ج‬ٌٝ ‫ أقٔى‬١ًٍٓ‫جُط‬ٝ Ahmad Sarwat. Kalau mau shalat harus mengulangi wudhu'nya. Namun hal ini memang sebuah bentuk khilaf di antara para ulama. Bahkan para ulama memasukkan dubur sebagai bagian dari yang jika tersentuh membatalkan wudhu. dimana hal itu tidak membatalkan wudhu'. Namun para ulama mengecualikan bila menyentuh kemaluan dengan bagian luar dari telapak tangan. Baik kemaluan manusia yang masih hidup atau pun kemauan manusia yang telah mati (mayat). juga batal wudhu'nya. menyentuh kulit lawan jenis yang bukan mahram termasuk yang membatalkan wudhu'.4. Muslim) . Demikian juga orang yang sempat kesurupan atau menderita penyakit ayan. Hilang Akal Hilang akal baik karena mabuk atau sakit.

An-Nisa : 23) a. sedang kamu dalam keadaan mabuk. (QS. Sehingga bila hanya sekedar bersentuhan kulit. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan. Dan Imam Asy-Syafi`i nampaknya tidak menerima hadits Ma`bad bin Nabatah dalam masalah mencium. maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik . kemudian kamu tidak mendapat air.Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. maka yang harus didahulukan adalah makna hakikinya. sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. Lc 142 pada penafsiran ayat Al-Quran yaitu : ٍ‫ ع ش ّ ق‬٢َُ َّ ُ ًْ ّ‫ ُأ‬ٙ ‫َّ ش ج‬ ُ ًْ ٝ ‫َّ ش ذ٘ح‬ ُ ًْ ٝ ‫ أَل‬ٝ ‫َّ ش ج‬ ُ ًْ ٝ ‫َّ ش ج ّ ع‬ ُ ًْ ٝ ‫لَ ل‬ َّ ‫َّ ش ج‬ ُ ًْ ٝ ‫ل ش ذ٘ح‬ َّ َّ ُ‫ى‬ ِ ٝ ّ‫ ُأ‬ٙ ‫َّ ش ج‬ ِ َ‫ جأل‬ٝ ‫ش جألل ش ذ٘ح‬ ّ ٢ِ‫جُالض‬ ٌَ‫ أ‬ٜ ‫َّ ٕ ع‬ ُ ًْ ٝ ‫ أَل‬ٝ ‫َّ ش ج‬ ُ ًْ ّ ٕ ٍُ‫ ج‬ٜ ‫ز جع‬ َّ ِ ٝ ّ‫ ُأ‬ٙ ‫ج‬ ‫آب ِّٗ ش‬ َِّ َّ ُ ًْ ٝ ٌ ‫ذحب‬ َِّ ‫َّ خ‬ ُ‫ّ ى‬ ٢ِ‫ جُالض‬٢ِ‫ٌ ـ ك‬ٞ‫ؾ‬ َّ ُ ًْ ّ ٕ ٕ ِ ‫آب‬ َّ َِّ َّ ُ ‫ ّ ى‬٢ِ‫ٍ ل و جُالض‬ َّْ ْ‫ٖ ض‬ٜ ِ‫ذ‬ ِ ِٕ‫كَا‬ ِ ُْ ْ ‫ٍ ل و‬ ‫َّ ش‬ ُ ًٞ ‫ج‬ٞٗ َّ َّْ ْ‫ٖ ض‬ٜ َّ َ‫ ع جـ ؾٖ ك‬٢َُ َّ ُ ًْ ٝ ‫ب ـ‬ َِّ َ‫َّ ل‬ ٍُ ِ‫ذ‬ ِ َ‫ال‬ ‫جب ٕ أَخ‬ َِّ َّ ُ ‫ٖ ّ ى‬٣ً ِ ُ‫ٖٓ ج‬ ِ ْ ‫ خ‬١ ٕ ‫ ش جألل‬١ ٕ َ٘‫خ أ‬ َّ ُ ًْ ٝ َٕ‫ّ ؼ ش أ‬ َّ ‫ج‬ٞ‫ػ‬ َِّ َّ ‫هَى ج ّ ئَل‬ ِ َ‫َّ ل‬ َ ِ ‫َّ َُق‬ ِٕ‫ّللا ئ‬ َّّ ََّ ً ٕ‫ح‬ َ ‫ْ ٌ ج‬٤‫ق‬ ٌٞ‫ؽُك‬ ِ ‫ج‬ Hai orang-orang yang beriman. sedang kamu dalam keadaan junub . Lc Fiqih Thaharah 143 laki dan wanita yang bukan mahram itu membatalkan wudhu`. Kecuali ada dalil lain yang menunjukkan perlunya menggunakan penafsiran secara kiasan. bila ada kata yang mengandung dua makna antara makna hakiki dengan makna kiasan. Menurut mereka. hingga kamu mandi. tidak membatalkan wuhu`. janganlah kamu shalat. sehingga menurut mereka sentuhan kulit antara lakiAhmad Sarwat. Ulama kalangan As-Syafi`iyah cenderung mengartikan kata ‘menyntuh’ secara harfiyah. terkecuali sekedar berlalu saja. sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun. Pendapat Yang Membatalkan Sebagian ulama mengartikan kata ‘menyentuh’ sebagai kiasan yang maksudnya adalah jima` (hubungan seksual). Namun bila ditinjau lebih dalam pendapatpendapat .

tayammum itu maknanya adalah ‫ى‬ٛ‫ ) )جُو‬al-qashdu. b. Caranya dengan menepuk-nepuk kedua tapak tangan ke atas tanah lalu diusapkan ke wajah dan kedua tangan dengan niat untuk bersuci dari hadats. maka barulah sentuhan itu membatalkan wudhu`. yaitu bermaksud. Lc 144 sentuhan itu dibarengi dengan syahwat (lazzah). maka kita juga menemukan beberapa perbedaan. Juga ada pendapat yang membedakan antara sentuhan dengan lawan jenis non mahram dengan pasangan (suami istri).”Siapakah istri yang dimaksud kecuali anda ?”. sedangkan yang tersentuh tapi tidak sengaja menyentuh. sehingga menyentuh atau bersentuhan kulit dalam arti fisik adalah termasuk hal yang membatalkan wudhu`. Bab 7 Tayammum 1. Pendapat mereka dikuatkan dengan adanya hadits yang memberikan keterangan bahwa Rasulullah SAW pernah menyentuh para istrinya dan langsung mengerjakan shalat tanpa berwudhu` lagi. Lalu Aisyah tertawa. maka tidak batal wudhu`nya. Sedangkan secara syar`i maknanya adalah bermaksud kepada tanah atau penggunaan tanah untuk bersuci dari hadats kecil maupun hadats besar. Pengertian Secara bahasa. Dan itu terjadi pada . Sedangkan Al-Malikiyah dan jumhur pendukungnya mengatakan hal sama kecuali bila Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Menurut sebagian mereka. Pendapat ini didukung oleh Al-Hanafiyah dan juga semua salaf dari kalangan shahabat. Pendapat Yang Tidak Membatalkan Dan sebagian ulama lainnya lagi memaknainya secara harfiyah. Lalu ditanya kepada Aisyah. An-Nasai.( HR. Lc 146 Tayammum berfungsi sebagai pengganti wudhu` dan mandi janabah sekaligus. bila sentuhan itu antara suami istri tidak membatalkan wudhu`.di kalangan ulama Syafi`iyah. sebagian mereka mengatakan bahwa yang batal wudhu`nya adalah yang sengaja menyentuh. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Ibnu Majah dan Ahmad). Turmuzi Abu Daud. Misalnya. Dari Habib bin Abi Tsabit dari Urwah dari Aisyah ra dari Nabi SAW bahwa Rasulullah SAW mencium sebagian istrinya kemudian keluar untuk shalat tanpa berwudhu`”.

ْ َّ ْ ُٙ‫زَ ج‬ ْ َ‫هٍ ش ل‬ َْ ٟ ١ ‫ ج‬١َ‫ أ‬ٙ ‫ٖ ج‬٣ً َّ ‫ج‬ٞٗ َّ ‫ج‬ٞ‫ذ‬ ََّ‫ ل‬ٝ َٕ‫ضْ أ‬ ٌ‫ٌح‬ ِ ُ‫آّ ج‬ ْ ‫ ش ـ‬ٟ ‫ٍ ع ش‬ ََّ َّ ‫ج‬ٞٓ ْ ُِ ّ ‫ٕ ش ج‬ُٞ ََّ ٞ‫ ُه‬ٝ َ‫ل‬ َّ ‫َّ ج ؾ٘د‬ ‫ ع ئِل‬١ٍ َ٤ِ‫ ش ـ ذ‬ٟ ‫ج ش ؽ ش‬ُٞ َّ ِ ِ ِ‫َّ ِ جذ‬ ٝ ِٕ‫َّ ئ‬ ُ ًٖ ْ‫ض‬ ْ ١ ّ ٌ ٜ ٟ َٝ‫ ع أ‬٠َُ ِ َّ ٍَ‫ ك‬َٝ‫أَـ جء ؼ أ‬ ‫َّ ٕ ّ و‬ ُ ًْ ّ ٕ ‫جُؾ‬ َِّ ِ‫ آت‬َٝ‫أ‬ َّ ‫ِ ل‬ ‫ّ ش‬ ْ ّ ‫ْ كَص جء‬٣ ْ ٘ ‫ى‬٤‫ػ‬ ُٖ‫ؼ ش كََِْ جء ِ ج‬ َّ َّ ‫ج‬ٝ‫و‬ َّ ‫ج‬ٞٓ ِ ‫ ج‬٢َ٠ ‫ِ كَحّ ج خ‬ ِ ْ ‫خ‬ َّ ‫ج‬ٞ‫ق‬ َّ ٝ ٙ َّ ُ ًْ ِ ِ ٞ‫َّ ؾ‬ َ ‫ج‬ َ ‫ ع‬ٞ‫ٌ ج ُك‬ٞ‫ؽُك‬ ٝ ١َ‫ أ‬١‫و‬ ُ ًْ َّ ِٕ‫ّللا ئ‬ َّّ ََّ ً ٕ‫ح‬ ِ َّ Hai orang-orang yang beriman.2.1. yaitu hadats kecil dan hadats besar. An-Nisa : 43) 2.saat air tidak ditemukan atau pada kondisi-kondisi lainnya yang akan kami sebutkan. maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik . Sesungguhnya Allah Maha Pema`af lagi Maha Pengampun. kemudian kamu tidak mendapat air. 2. Masyru`iyah Syariat Tayammum dilandasi oleh dalil-dalil syar`i baik dari Al-Quran. Sunnah dan Ijma`. Karena tayammum bisa menggantikan dua hal sekaligus. Dalil Sunnah Selain dari Al-Quran Al-Kariem. Maka bila ada seseorang yang terkena janabah. terkecuali sekedar berlalu saja. ada juga landasan syariah berdasarkan sunnah Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang pensyariatan tayammum ini. Lc Fiqih Thaharah 147 atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan. tidak perlu bergulingan di atas tanah."Telah . Dan jika kamu sakit Ahmad Sarwat.(QS. 2. sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. ٍ َّ ٜ َّ ُ ًِٚ ‫ ج‬٢ُ َِّ s ‫َّ ٕ ع‬ ٢‫ذ‬ َّ َّ َٕ‫ٌ أ‬ ََّ ٍْٞ ‫ّللا‬ َ ‫ هَح‬: ‫ؼَِص‬ ِ ‫جألٌَ ؾ‬ ِ َ‫زَ جّ ُأّ أ‬ َ َ ٌ ٝ ُّ َّ ٌٞٛ ‫ ج‬، ١َ‫ًص ٌ أَو ج ّ ٕ كَأ‬ ‫ؾال‬ َّ ِ ‫ أل‬٢ِ‫ؾى ِ ّ ض‬ ِ ‫ج‬ٝ ٠ ٖٓ ِ ّ‫ ُأ‬٢ِ‫ض‬ َ ُٙ‫ؼٖ لَُز ج‬ ّٙ ِ ‫ؼ‬ َّ ‫ و‬ٙ ٝ ‫ػ٘ى‬ ٙ٠ َّ ٞٛ ٌ ٙ . sapulah mukamu dan tanganmu. hingga kamu mandi. sedang kamu dalam keadaan junub . Dalil Al-Quran Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Quran AlKariem tentang kebolehan bertayammum pada kondisi tertentu bagi umat Islam. janganlah kamu shalat.‫ٔح‬ٛ‫ج‬ٌٝ ِ َ‫و ك‬ ِ ِ ‫أقٔى‬ Dari Abi Umamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. melainkan cukup baginya untuk bertayammum saja. sedang kamu dalam keadaan mabuk.

3. Tayammum Khusus Milik Umat Muhammad SAW Salah satu kekhususan umat Nabi Muhammad SAW dibandingkan dengan umat lainnya adalah Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Ijma` Selain Al-Quran dan Sunnah. ١َ‫ج ّ كَأ‬ 149 atau membelinya. tayammum juga dikuatkan dengan landasan ijma` para ulama muslimin yang seluruhnya bersepakat atas adanya masyru`iyah tayammum sebagai pengganti wudhu`. Hal-hal Yang Membolehkan Tayammum 4. embun. dia bisa melakukannya. Bukhari dan Muslim) 4. (HR.dijadikan tanah seluruhnya untukkku dan ummatku sebagai masjid dan pensuci.1. Namun ketiadaan air itu harus dipastikan terlebih dahulu dengan cara mengusahakannya. Lc 148 disyariatkannya tayammum sebagai pengganti wudhu` dalam kondisi tidak ada air atau tidak mungkin bersentuhan dengan air. maka dia punya masjid dan media untuk bersci. (HR. air . Ahmad 5 : 248) 2. sehingga dimanapun waktu shalat menemukan seseorang. es. tidak pernah Allah SWT mensyariatkan tayammum. ٍ َّ َّ َِّ ‫و خ ع‬ َِّ ‫ّللا‬ َّ َّ َ‫ج‬ َُ َ ‫هَح‬: s ‫ٍ ؼ ٕ ع‬ ِ َ ٌ ٢ٞ ِ ِ ِ‫ٕ خ جذ‬ َُٖ‫ ج‬٢ِ‫ذ‬ َ ‫ ُأع‬٢٠ ‫َُْ ج ِ ّ ل ش‬ ‫غ‬٣ ٠ َّ ٖٛ ‫أَـ‬ ِ ٍُ‫خ ع ذِح‬ َّ َّ ِ ّ ٍ٤ْ ِ َ‫ز‬ ٔ ٙ َّ ٌٝ ‫ؼ ِ َص‬ ٜ ّ ِ ‫ؾى‬ ِ ‫ ؾ‬٢ُِ ٌَ‫جَأل‬ ِ ‫ج‬ٝ َ ٌ َ‫ًص ٌ أَو ؾ‬ َّ ٙ َُٙ‫َ لز ج‬ َّْ َ‫ ك‬ٙ٣ ٍ َِّّ – ٙ‫ج‬ٌٝ ١ٌ‫ِْٓٓ جُرهح‬ٝ Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu „anhu bahwa Nabi SAW bersabda.”Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang nabi sebelumku : Aku ditolong dengan dimasukkan rasa takut sebulan sebelumnya. Tidak Adanya Air Dalam kondisi tidak ada air untuk berwudhu` atau mandi. mata air. Di dalam agama samawi lainnya. Dan sebagaimana yang telah dibahas pada bab air. Lc Fiqih Thaharah ٙ‫ٕ ع‬ ‫ هَد و‬٢ُِ: َ٠ َّ ْٛ ‫َّ ج‬ َٕ‫أ‬ ٍٛ ِ ٗ ‫ش‬ ٌٞٛ ‫ج‬. seseorang bisa melakukan tayammum dengan tanah. Baik dengan cara mencarinya Ahmad Sarwat. dijadikan tanah sebagai masjid dan media bersuci. Dimanapun shalat menemukan seseorang dari umatku. ada banyak jenis air yang bisa digunakan untuk bersuci termasuk air hujan. Jadi tayammum adalah salah satu ciri agama Islam yang unik dan tidak ditemukan bandingannya di dalam Nasrani atau Yahudi. 3.

Lc ٙ 150 bahwa selama seseorang tidak mendapatkan air. maka selama itu pula dia boleh tetap bertayammum. Bukhari 344 Muslim 682) Bahkan ada sebuah hadits yang menyatakan Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. َ ٍ َّ ِ‫ ذِاِذ‬s ‫ ٕ ع‬٢‫ذ‬ َ َِّ َ‫يٌ أ‬ ََّ ‫ هَح‬: ‫ ش جِؼ‬ٝ ١ ‫ ش‬١‫ى‬ َِّ ٌ ْٞ ِٔ َ ُ‫ ٌ كَأَّ ز ٕ ج‬٢ُ ُ ٍ ‫ّللا‬ َّ َ ،ٍ َّْ َْ‫ ش فَ ُه‬: ٙ ‫أَ َُي‬ ُ َّ ٞ‫يٌ ذ‬ ََّ ‫ هَح‬: ّ ‫ ج‬s ‫ف‬ ََّ َّ ُ ًٖ ‫ ش‬٢ِ‫ ك‬ٙ ‫ ج‬، َ ‫ كَأش‬١ ‫ جُٖ ش‬٢‫ذ‬ ِ َ ‫ٍ ؟ جُي ـ‬ ََّ ‫ هح‬: َّ ُ ًٖ ‫ٌ ع أَش ش‬ ٜ ‫زَ ٗحخ ُِِؽ‬ َّ ٝ ٢َُ ِ ٍ‫ ُه‬٢‫ذ‬ َِّ ّ ‫ جء‬، ٍ ََّ ‫ كَوَح‬: َ٠ ٞٛ ِٕ‫ ئ‬ُٙ‫ ج‬٢‫ػ‬ َّ ٌ ُِْ ٕ َُْ ١ ‫ؾى‬ ََّ ‫ٔح‬ ِ ‫َّ و‬ ِ ٕ ِ ‫ء‬ َ ُ‫ ٌ ٔ ع ج‬٢ِْ٘ ٙ‫ج‬ٌٝ ‫ أقٔى‬ٞ‫أذ‬ٝ ‫و‬ٝ‫جألغٍّ وج‬ٝ ‫ًج‬ٛٝ ٚ‫ُلظ‬ Dari Abi Dzar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. (HR. Bila sudah diusahakan dengan berbagai cara untuk mendapatkan semua jenis air itu namun tetap tidak berhasil. meskipun dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus."Tanah itu mensucikan bagi orang yang tidak mendapatkan air meski selama ."Aku terkena janabah". Beliau bertanya. barulah tayammum dengan tanah dibolehkan. ada banyak air kemasan dalam botol yang dijual di pinggir jalan. Beliau menjawab.laut. Belaiu lalu shalat bersama orang-orang. Tiba-tiba ada seorang yang memencilkan diri (tidak ikut shalat)."Apa yang menghalangimu shalat ?". Dalil yang menyebutkan bahwa ketiadaan air itu membolehkan tayammum adalah hadits Rasulullah SAW berikut ini : ٢‫ك‬ َّ ٍَ‫ ك‬َٙ‫ ك‬٠ُ s ‫ٕ ع‬ ْ‫جٕ ٌ ػ‬ ََّ ‫ٕ خ‬ َِّ ٙ‫ ق‬١ َّ ٍٕ ََّ ‫ هَح‬: َّ ُ ًٖ ‫ج‬ ِ ِ َّ ّ ‫ٌ ع‬ َِّ ٍْٞ ‫ّللا‬ َ ِ ‫ كَا‬ٞٛ ٍِ‫ذ‬ ُٖ‫جِ ذِح‬ َّ َّ َ‫ؾ‬ ‫َّ ش ٓغ‬ ٍَ ََّ ‫ كَوَح‬: ّ ‫ٕ ى ٗغ ّ ج‬ َّْ َ‫أ‬ ِ ‫يج‬ ِ ٍ ٙ‫ ض‬٢ُ ‫ٍ ؟‬ ََّ ‫هَح‬ َ‫ جء ّ ل‬، ٍ : َ٘‫ ش جخ أ‬٢ِٗ ‫ ُز ٗحَخ ؼ‬ٝ َّ ََّ ‫ هَح‬: ‫ ع‬٢ُ ‫ ى‬ُِٙ‫ى ذح‬ َِّ ٤‫ػ‬ ِ ِٕ‫كَا‬ ْ ١ ‫ي‬٤ِ‫ًل‬ ‫ ٓطلن‬ٚ٤ِ‫ػ‬ Dari Imran bin Hushain ra berkata bahwa kami pernah bersama Rasulullah SAW dalam sebuah perjalanan. semua itu membuat ketiadaan air menjadi gugur. Dan di zaman sekarang ini."Gunakanlah tanah untuk tayammum dan itu sudah cukup". air sungai dan lain-lainnya. Orang itu menjawab.

Baik sakit dalam bentuk luka atau pun jenis penyakit lainnya..(HR. Tidak boleh terkena air itu karena ditakutnya akan semakin parah sakitnya atau terlambat kesembuhannya oleh sebab air itu.."Kami dalam perjalanan. ْ‫ ُغ‬١ ّ ِ ‫ـ‬ ِ َّ ‫و‬ٝ‫وج‬ ٢٘‫جُىجٌهط‬ٝ ٕ ‫ ج‬٢‫ك‬ َِّ ِ َّ ٍَ‫جخ كَأَ٘ ك‬ ، َّ‫َّ ك‬ ٍ َ َ‫جخ ـ أَ٘ أ‬ ‫ؼ‬ َّ ِ ‫َُي و‬ ٌ ‫ٖٓ ؾال‬ َّ ِ ‫ج‬ ٕٝ‫و‬ َّ َِّ َ ٢ُ ْ ‫َّ ش‬ ‫ى‬ ِ‫ه‬ ٌ ٌ ٍْٞ َّ ِ ْ ‫َّ ش‬ ٙ ٙ َّ ٍ ‫ؼ‬ ِ ‫َّ ٘ ٌل‬ ‫ ز‬ٝ َٕ‫ش أ‬ ، ََِْ‫ىّ ج ك‬ ِ َ‫ ع ج ٕ ه‬٠ُ ِ َّ ٍ َ َْ‫جش ك‬ َ ِ‫ َُْ ئ‬١ ‫َّ ع‬ ّ ‫ ّللا‬، َ‫ل‬ َّ َ‫ج ِ أ‬َُُٞ‫يج أ‬ ٍ َ ‫ج‬ٞٓ ‫ج ّ كَإِ ؟‬ ‫ ع‬٠َُ ْ ٕ َ ١ َّ ‫حٕ ج‬ ََّ ً ٚ َّْ َ‫ أ‬١ ْ٤‫ ّ ض‬. Tirmizi.2.10 tahun". 4. Sakit Kondisi yang lainnya yang membolehkan seseorang bertayammum sebagai penggati wudhu` adalah bila seseorang terkena penyakit yang membuatnya tidak boleh terkena air. Abu Daud 336. . semoga Allah memerangi mereka. Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW berikut ini : Ahmad Sarwat. ٝ ‫غ‬٣ ‫د‬ٚ ِ ٤ِ‫ًل‬ ِ ‫ ع‬٢َُ ٙ ‫ ج‬ٝ ‫ؾ‬٣ َ ََّ ْ ِ ِ ٍِ‫جت‬ ‫ ِ ؼ‬ٙ َّ ِ‫و‬ ِ ٙ‫ج‬ٌٝ ٞ‫أذ‬ Dari Jabir ra berkata. Maka pada saat itu boleh baginya untuk bertayammum. Ketika kami sampai kepada Rasulullah SAW dan menceritakan hal itu. Mengapa tidak bertanya bila tidak tahu ? Sesungguhnya obat kebodohan itu adalah bertanya. Lalu dia bertanya kepada temannya. Nasa`i. bersabdalah beliau. tiba-tiba salah seorang dari kami tertimpa batu dan pecah kepalanya."Apakah kalian membolehkan aku bertayammum ?"."Kami tidak menemukan keringanan bagimu untuk bertayammum. Lalu mandilah orang itu dan kemudian mati (akibat mandi). Sebab kamu bisa mendapatkan air". Abu Daud. Namun (ketika tidur) dia mimpi basah."Mereka telah membunuhnya. Baik atas dasar pengalaman pribadi maupun atas advis dari dokter atau ahli dalam masalah penyakit itu. Teman-temannya menjawab. Ad-Daruquthuny 719). (HR. Cukuplah baginya untuk tayammum . Ahmad). Lc Fiqih Thaharah 151 ‫َّ ؼ ٕ ع‬ ٍِ‫ٍ جذ‬ ََّ ‫ هَح‬: ‫ؼ ٌ ل‬ ‫ؼ كَٕ ٌ ؼ ـ‬ ٙ َِّ ٌ ٚ ٢‫ك‬ َّ ِْ ِ ‫َُْ ش جـ ُغْ ْأ‬ ‫َّ ٘ ٌل‬ ‫ ز‬٢‫ك‬ َِّ ‫ جُص‬١ ّ ّ ‫ج ؟‬ُٞ‫ كَوَح‬: ّ ‫ٕ ج‬ ‫ ع‬٠ُ ‫ٔحء‬ َ ُ‫ ج‬، ْ ‫كَح‬ َ ِ ‫ ذ‬، s ‫ؿص‬ ‫ًُِي ٌ خ أَل‬ َّ ‫ّللا‬ ِ ََّ ‫ كَوَح‬: ‫ هَص‬ُُٞ ٙ ‫ٍ هَص‬ ٍ ََّ ٙ ‫ٖلَحء‬ َّ ِ ‫ جُغ‬١ ُّ‫ جٍ ؤ ج‬، ِٕ‫ّ ئ‬ ٍ‫ ؾ‬ٚ َّ ِ‫ق‬ ِ ٍ‫ن‬ ‫هَس‬.

(Mendengar itu) . mereka menanyakan hal itu kepada beliau. Maka aku bertayammum dan shalat shubuh mengimami temantemanku. Di beberapa tempat di muka bumi. dia dibolehkan untuk bertayammum.3. Dalilnya adalah taqrir Rasulullah SAW saat peristiwa beliau melihat suatu hal dan mendiamkan. Dan kondisi ini bisa berlangsung beberapa bulan selama musim dingin. Apakah kamu mengimami shalat dalam keadaan junub ?". sekedar tersentuh benda-benda di sekeliling pun rasanya amat dingin."Aku mimpi basah pada malam yang sangat dingin.4. tidak menyalahkannya. maka menyentuh air untuk berwudhu adalah sebuah siksaan tersendiri. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih kepadamu]. ‫َُْ ش جِـ‬ ‫ ش‬٢‫ك‬ َِّ ٢َُ َّ ‫جٌو خ َُس‬ ‫ ٔ ز‬١‫و‬ َّ َّْ َ‫ٕ ش ك‬ َِّ ِ‫ئ‬ ِ ‫ز و‬ ِ ‫ و ٌ جُد‬، َٔ‫ن كَأ‬ ِ َّ ْ ‫ٍ ِ ج‬ ‫ؿص‬ َّْ ‫إَٔ ش‬ َ‫ لَز‬ُٙ‫ـ خ ج‬ َٙ‫ْ كَص َُي أ‬٣ ّ ‫ ٘ ُغْ ش‬٢ُ ‫ ـ ذِأَ٘ ش‬٢‫جذ‬ َِّ ٘ َّ َّ ِ ، ََِْ‫ىّ ج ك‬ ِ َ‫ج ٕ ه‬ َ ‫ج‬ٌٝ ‫يُِي‬ َ ٍ ََّ ‫ي‬ ‫ى‬ ََّ ٙ ، ٍ ََّ ‫ كَوَح‬: ١ ‫ّ ع ج‬ ٌٝ ٘ ‫ص‬٤ُ s ‫ ع‬٠ُ ٌ ٍْٞ ‫ّللا‬ َّ ِ َ َ َ َ‫ي‬ ٘‫ جذِي ـ ذِأ‬ٝ ٕ‫ش أ‬ ‫هَ ؾ٘د؟‬ َّْ ُ َ‫ ش ف‬: ًٍ ‫ ش‬َٞ‫ٍ ه‬ ََّ َّ ‫ ع ش ّللا‬٠ ََّ ُ‫ج‬ (ٝ َ‫ل‬ َّ َ ‫خ‬ ‫م ش‬ َّْ ‫ج‬ِٞ‫َّ ُكّ إَٔ ض‬ ُ ًْ َّ ِٕ‫َّ ئ‬ ‫حٕ ّللا‬ ََّ ً َّ ُ ًْ ٌ ٢‫ق‬ ‫ش‬ ِ َّ ِ ّ ‫ْ كَص )ج‬٣ ّ ْ‫ ٘ ُغ‬٢ُ ‫ش‬، َٝ‫قي ك‬ ْٞ َّ ُ ٍ َّ َّْ ُ ٔ ١ ‫تح‬ ِ ٌ ِ‫ ّللا‬٠ِّٚ ‫ ّللا‬ٚ٤ِ‫ِْْ ػ‬ٝ ٝ َُْ ١ َ‫ه‬ Ahmad Sarwat. Suhu Sangat Dingin Dalam kondisi yang teramat dingin dan menusuk tulang. Tentu saja tidak semua orang bisa memiliki alat pemasan air di rumahnya. Lc 152 menimbulkan madharat yang tidak kecil. Ketika kami tiba kepada Rasulullah SAW."Wahai Amr. jangankan menyentuh air. terkadang musim dingin bisa menjadi masalah tersendiri untuk berwudhu`. Aku yakin sekali bila mandi pastilah celaka. maka aku tayammum dan shalat". Selebihnya mereka yang kekurangan dan tinggal di desa atau di wilayah yang kekurangan. akan mendapatkan masalah besar dalam berwudhu` di musim dingin."Aku ingat firman Allah [Janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Hanya kalangan tertentu yang mampu memilikinya. Aku menjawab. Lc Fiqih Thaharah 153 Dari Amru bin Al-`Ash ra bahwa ketika beliau diutus pada perang Dzatus Salasil berakta. Lalu beliau bertanya. Bahkan bisa Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Maka pada saat itu bertayammum menjadi boleh baginya. Maka bila seseorang tidak mampu untuk memanaskan air menjadi hangat walaupun dengan mengeluarkan uang.

Maka saat itu demi mengejar waktu shalat. maka harus didahulukan memberi minum anjing dan tidak perlu berwudhu` dengan air. Bahkan para ulama mengatakan meski untuk memberi minum seekor anjing yang kehausan. Ahmad. bolehlah bertayammum dengan tanah. maka itupun termasuk yang membolehkan tayammum. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Tanah Yang Bisa Dipakai Tayammum Dibolehkan bertayammum dengan menggunakan tanah yang suci dari najis. Lc 154 4. 5. namun bila untuk mendapatkannya ada resiko lain yang menghalangi. Misalnya untuk menyambung hidup dari kehausan yang sangat. air ada dalam jumlah yang cukup dan bisa terjangkau. Air ada tapi tidak bisa dijangkau. Atau juga bila ada musuh yang menghalangi antara dirinya dengan air. 4. Al-hakim.6. diperkirakan akan kehilangan waktu shalat. takut barang-barangnya hilang. (HR. Air sebenarnya ada namun jumlahnya tidak mencukupi. Sebab ada kepentingan lain yang jauh lebih harus didahulukan ketimbang untuk wudhu`. Atau bila air ada di dalam sumur namun dia tidak punya alat untuk menaikkan air. Air Tidak Cukup Kondisi ini juga tidak mutlak ketiadaan air. atau beresiko nyawa bila mendapatkannya. Sebab di dalam Al-Quran disebutkan dengan istilah sha`idan thayyiba ( ‫ىج‬٤‫ؼ‬ٚ ‫رح‬٤٠ ) yang artinya . Dan semua tanah pada dasarnya suci. Meskipun ada air.5.4. Atau bila seseorang menjadi tawanan yang tidak diberi air kecuali hanya untuk minum. baik musuh itu dalam bentuk manusia atau pun hewan buas. bisa melakukan tayammum dengan tanah. Tanah itu bukan benda najis dan tidak akan berubah menjadi najis kecuali nyata-nyata terkena atau tercampur benda najis. Bila diusahakan untuk mendaptkan air. Namun masalahnya adalah waktu shalat sudah hampir habis. Sebagai gantinya. 4. Seperti air di dalam jurang yang dalam yang untuk mendapatkannya harus turun tebing yang terjal dan beresiko pada nyawanya. Air Tidak Terjangkau Kondisi ini sebenarnya bukan tidak ada air. Ibnu Hibban dan Ad-Daruquthuny).Rasulullah SAW tertawa dan tidak berkata apa-apa. Misalnya takut bila dia pergi mendapatkan air. Habisnya Waktu Dalam kondisi ini.

Misalnya. tanah liat. Tabyinul Haqaiq jilid 1 halaman 38. Lc Fiqih Thaharah 155 permukaan bumi."Tayammum itu terdiri dari dua tepukan. termasuk juga penapat Asy-syafi'iyah dalam qaul . Tepukan pertama untuk wajah dan tepukan kedua untuk kedua tangan hingga siku. baik tanah atau sejenisnya. Yang tidak boleh digunakan adalah tanah yang tidak suci. Lc 156 ٜ ٌ ‫ ُز خ‬ِْٞ ُِ ‫ ؼ‬ٙ َّ َِّ ٠ ََّ ُِ‫ٍٔ ئ‬ َِّ ِ ٝ ٜ ٌ ‫ ُز خ‬٢ُِِ ‫ و‬١ ٕ ِ ُ‫ ج‬٢َ‫ٕ كَو‬ Dari Abi Umamah dan Ibni Umar radhiyallahuanhuma bahwa Nabi SAW bersabda. Cara Tayammum Ada dua versi tata cara tayammum yang berbeda di tengah para ulama. Perbedaan ini didasarkan pada ta'arudh al-atsar (perbedaan nash) dan juga perbedaan dalam menggunakan qiyas. 6. tidak semata-mata didasarkan pada hadits ini saja. semen dan segalanya. termasuk dalam kategori tanah yang suci. Ahmad dan Abu Daud) Meski ada yang mengatakan hadits ini dhaif. Ketika membasuh tangan dalam wudhu diharuskan sampai ke siku. maka ketika menepuk tangan di saat tayammum. 6. baik itu tanah merah. bebatuan. (HR.1. Para ulama mengatakan bahwa apa pun yang menjadi permukaan tanah. siku pun harus ikut juga. Cara Kedua Menurut Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah72. namun bahwa siku itu juga harus terkena tayammum. Tepukan pada wajah dan tepukan pada kedua tangan hingga siku. Cara Pertama Al-Hanafiyah dan Asy-Syafi'iyah dalam qaul jadidnya mengatakan bahwa tayammum itu terdiri dari dua tepukan.2.71 ٍ َّ ّٜ ٌ ‫ٕ خ‬ َِّ ‫ضح‬: َ ‫هَح‬: ‫ جُص‬١ ّ ٝ ‫ٕ جخ‬ َِّ ْ‫ٌ ػ‬ 71 Al-Badai' َّ َ‫ جُٖ أ‬٢ِ‫ذ‬ ٕ ‫ٕ ع‬ ٢‫ذ‬ َّ َّ ِ َ‫زَ جّ ُأّ أ‬ jilid 1 halaman 46. tanah yang mengandung najis bekas kubangan dan tempat penampungan kotoran manusia atau hewan. Dan juga perbedaan dalam menetapkan batasan tangan yang harus diusap. Perbedaan itu terkait dengan jumlah tepukan. Dalil lainnya adalah karena tayammum itu pengganti wudhu.disepakati ulama sebagai apapun yang menjadi Ahmad Sarwat. padang pasir. 6. apakah sekali tepukan atau dua kali. Al-Muhadzdzab jilid 1 halaman 32 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. aspal.

. Segala Yang Membatalkan Wudhu` Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. ‫ٍ جٌ ّ ع ٕ ع‬ ََّ ‫ هَح‬: ‫خ ٕ أَؼ‬ ‫أَ كََِْ ش‬ َّ ‫د‬ٚ ‫ٔحء‬ َّْ ‫ ش‬٢‫ك‬ َِّ َ ُ‫ى ع ّ كَص ج‬ ُٙ‫ى ج‬ َِّ ٤‫ػ‬ ِ ْ ‫ ى‬ٙ ‫ًج‬ ًَ َ َ‫ك‬ َ ٢‫ُِِِ٘ر‬ َ s ٝ ٘ ٢ُ ًَ ََّ ‫ كَوَح‬: ِٕ‫ ج ّ ئ‬١ ٢ِ‫ًل‬ ٍ ‫ًٍ ش‬ ‫يُِي ش‬ َ ِ‫ ذ‬ٙ ٢‫ٌل‬ َّ ِ ٌَ‫ جأل‬ٜ ٝ ‫ ٗلَم‬٢ِ‫ْ ك‬ٛ ِ ‫ْ ـ ِ ّ ُغْ ج‬ٜ ِ ِ‫ ج ذ‬s ٝ ٜ ٌ ‫ جُٖ خ‬٢ِ‫ذ‬ ْ ٕ َ . tidak sampai ke siku. Bukhari dan Muslim) Dalam lafadz lainnya disebutkan : Cukup bagimu untuk menepuk tanah lalu kamu tiup dan usapkan keduanya ke wajah dan kedua tapak tanganmu hingga pergelangan.1. Lc 158 Segala yang membatalkan wudhu` sudah tentu membatalkan tayammum. (HR. Ad-Daruquthuny) 7. secara otomatis menjadi hal yang juga membatalkan tayammum. Al-Mughni jilid 1 halaman244-245. Batalnya Tayammum 7. Maka aku bergulingan di tanah dan shalat. Ahmad Sarwat. (HR. Al-Qawanin Al-Fiqhiyah jilid 1halaman 38.qadimnya. Kasysyaf Al-Qinna jilid 1 halaman 200-205."Stu kali tepukan di wajah dan kedua tangan. Maka segala yang membatalkan wudhu.‫ ٓطلن‬ٚ٤ِ‫ ػ‬. yang dengan satu tepukan itu diusapkan ke wajah langsung ke tangan hingga kedua pergelangan. ٢‫ك‬ٝ ‫ ُلع‬: ِٕ‫حٕ ج ّ ئ‬ َ ١ ‫ي‬٤ِ‫ًل‬ ٝ ‫ ؼ‬ٙ ٙٝ ٚ َّ ََّ ً َّْ َ‫أ‬ ِ ٤‫ًل‬ َ ِ‫ ذ‬٢‫ك‬ ‫ ش‬ٜ ‫ٌخ‬ َِّ ‫خ ٌ جُص‬ َّ ِ ‫ ل ُف ٕ ش ُغْ ج‬٢ِ‫ْ ك‬ٛ ِ ‫ُغْ ج‬ ِ ‫ي‬٤‫ٌل‬ ‫ِ ّ ش‬ ‫ْ ـ‬ٜ ِ ِ‫ج ذ‬ َ ‫ ى‬٠ ٝ ‫ ؼ‬ٙ ‫ ى‬ٝ ٢‫ًل‬ ََّ ُِ‫جٍُ٘ ئ‬ ‫ ؽ‬١ ٕ َِّ ٙ‫ج‬ٌٝ ٢٘‫جُىجٌهط‬ ِ Dari Ammar ra berkata."Cukup bagimu seperti ini : lalu beliau menepuk tanah dengan kedua tapak tangannya lalu meniupnya lalu diusapkan ke wajah dan kedua tapak tangannya. Aku ceritakan hal itu kepada Nabi SAW dan beliau bersabda."Aku mendapat janabah dan tidak menemukan air. tayammum itu hanya terdiri dari satu tepukan saja. Lc Fiqih Thaharah 157 tentang tayammum. Ahmad dan Ashabus-sittah) Di dalam hadits ini memang tidak secara tegas disebutkan batas tangan yang harus diusap. Ketegasan batasan itu justru terdapat di dalam hadits lain yang sudah disinggung sebelumnya. (HR. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW : ٍ َّ َِّ ‫ جُص‬١ ّ ّ َِّ : ٜ ٌ ‫ ُز خ‬ٝ ‫قى‬ َّ َ ‫ هَح‬٢‫ك‬ ِ ‫ ُز ج‬ِْٞ ُِ ‫ ؼ‬ٙ ِ ‫جٌ ّ ع ٕ ع‬ ٝ ٢ُ‫ و ج‬١ ٕ َِّ Dari Ammar radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW berkata 72 Asy-Syahush-shaghir َّ َ‫ جُٖ أ‬٢ِ‫ذ‬ ٕ jilid 1 halaman 194-198. Sebab tayammum adalah pengganti dari wudhu`.

tiba-tiba dia mendapatkan air dan waktu shalat masih ada.2.Di antaranya terkena najis. Yang jadi masalah bila seseorang bertayammum lalu shalat dan telah selesai dari shalatnya. Apa yang harus dilakukannya ? Para ulama mengatakan bahwa tayammum dan shalatnya itu sudah syah dan tidak perlu untuk mengulangi shalat yang telah dilaksanakan. Sehingga bertayammumnya sah. menyentuh kemaluan dan sentukan kulit lain jenis yang bukan mahram dalam pendapat Asy-Syafi'iyah. tidur."Kamu sudah sesuai dengan sunnah dan shalatmu telah . Kemudian keduanya datang kepada Rasulullah SAW dan menceritakan masalah mereka. Sebab tayammumnya pada saat itu memang benar. Maka keduanya bertayammum dengan tanah yang suci dan shalat. Namun bila dia tetap ingin mengulangi shalatnya. lantaran memang saat itu dia tidak menemukan air. Maka seorang diantaranya berwudhu dan mengulangi shalat. Ahmad Sarwat. keluarnya sesuatu lewat kemaluan. Ditemukannya Air Bila ditemukan air. Dan kedua kasus itu pernah terjadi bersamaan pada masa Rasulullah SAW. hilang akal. Yang harus dilakukan adalah berwudhu dengan air yang baru saja ditemukan. Lc Fiqih Thaharah 159 ‫ ٕ ع‬٢‫ذ‬ َِّ َ‫ ِ أ‬٢‫ػ‬ ‫َّ ج و‬ ُ ‫ ُهى‬١ٌ ََّ ‫ٌ ؼ ٌ ل هَح‬ َِّ َ‫ ؾال‬٢‫ك‬ ٕ َِّ ِ َّ ٍَ‫ك‬ ِ َّ ِ ٍ ‫ كَف‬ٜ ٌ ‫ش‬ َّ ِ ُٙ‫ لَُز ج‬ٝ ٢َُ ِ ّ ‫ع‬ ْٛ ‫َّ ّ ج‬ ‫ْ كَص جء‬٣ ّ ‫ى ٘ ج‬٤‫ػ‬ ِ ‫ ج‬٢َ٠ ‫ج خ‬ َٙ‫ ك‬٢ُ ‫ ُغْ ج‬ٝ ‫ج و ؼ‬ ْ ‫أَـ جو كَأَع‬ َ‫ لَز‬ٝ َُْ ‫ؼى‬ ََّ ‫ٔح‬ ‫ء‬ َِّ ُٞ‫ص ج‬ َّ ‫ْ و‬ٛ ‫ جٍ ج‬ٝ ‫ء‬ ََّ ٞٞ ٝ ُٙ‫َّ ج‬ ِ ‫ه‬ ِ٣ َ ُ‫ ج‬٢‫ك‬ ‫ل‬٥‫ٌ ج‬ َ َ‫يُِي ج ك‬ َ ٍ ًَ ًٍ ََّ ٙ ٍ‫ح‬ ََّ َ‫ كَو‬١ً ‫ؼى‬ ََّ ٍْٞ َّ ‫ّللا‬ ِ ُِِ َُْ ِ ٣ : s ْ‫ح أَش ُغ‬٣ ٌ ِ ْ َ َ ٘‫ ز ٕ جُّ ش خ أ‬ٝ ‫ ى لَش ٘ ى أش َ أؼ‬ٝ ٍ ََّ ‫ هَح‬١ً ِ ُِِ ‫ ش‬ٝ ٜ َ‫أ‬ َّ ٝ ‫ جو أَع‬: ‫َُي‬ ‫ٖ ش ٌ ّ ٌ جألَؼ‬٣ َِّ Dari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa ada dua orang bepergian dan mendapatkan waktu shalat tapi tidak mendapatkan air. 7. Maka Rasulullah SAW berkata kepada yang tidak mengulangi shalat. Dan shalatnya pun sah karena dengan bersuci tayammum. maka tayammum secara otomatis menjadi gugur. kewajibannya untuk shalat sudah gugur. Sebab tidak ada larangan untuk melakukannya. Apapun bahwa setelah itu dia menemukan air. dibenarkan juga. sedangkan yang satunya tidak. Selesai shalat keduanya menemukan air.

masjid dan membaca Al-Quran serta dijauhkan atas hal-hal tersebut. Pengertian Mandi dalam bahasa Arab disebut dengan istilah al-ghusl ( َٓ‫) جُـ‬. disebut bahwa seseorang itu junub karena dia menjauhi shalat. Lc Fiqih Thaharah 163 (masturbasi) atau tidak. baik dengan cara sengaja 73 Kasysyaf 74 Al-Majmu' Al-Qinna' jilid 1 halaman 139 jilid 2 halaman159 Ahmad Sarwat. kata janabah ini menurut Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berarti : ‫جامع مه وعهً انمىٍ أوزل مه عهً انشرع فٍ انجىابت تطهق‬ ٍ‫عىها وَتباعذ وانقراءة وانمسجذ انظالة َجتىب ألوه جىبا وسم‬ Janabah secara syar'i dikaitkan dengan seseorang yang keluar mani atau melakukan hubungan suami istri. Tiga hal di antaranya dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan. Dan kepada yang mengulangi shalat. Tiga lagi sisanya hanya terjadi pada perempuan. Mandi ini merupakan tatacara ritual yang bersifat ta`abbudi dan bertujuan menghilangkan hadats besar. Sedangkan secara istilah. Abu Daud 338 dan AnNasa`i 431) 7. 2.memberimu pahala".3 Hilangnya Penghalang Bila halangan untuk mendapatkan air sudah tidak ada. Bab 8 Mandi Janabah 1. para ulama menyebutkan definisinya yaitu : ‫بشروط مخظىص وجه عهً انبذن جمُع فٍ طهىر ماء استعمال‬ ‫وأركان‬ Memakai air yang suci pada seluruh badan dengan tata cara Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. 2. maka batallah tayammum. Lc 162 tertentu dengan syarat-syarat dan rukun-rukunnya. Dasarnya adalah sabda .74 Mandi Janabah sering juga disebut dengan istilah 'mandi wajib'.1. (HR.(‫جُوٍجذَس‬ َ Sedangkan secara istilah fiqih.73 Adapun kata Janabah dalam bahasa Arab bermakna jauh ( َّ ‫ ) جُرؼْى‬dan lawan dari dekat ( َّ ‫ى‬ٞ ِ . Hal-hal Yang Mewajibkan Mandi Janabah Para ulama menetapkan paling tidak ada 6 hal yang mewajibkan seseorang untuk mandi janabah. Kata ini memiliki makna yaitu menuangkan air ke seluruh tubuh."Untukmu dua pahala". Keluar Mani Keluarnya air mani menyebabkan seseorang mendapat janabah.

ada dorongan syahwat seiring dengan keluarnya mani. 2."Ya. semuanya tetap mewajibkan mandi janabah. baik karena syahwat atau pun karena sakit. (HR. 75 Sedangkan air mani laki-laki itu sendiri punya ciri khas yang membedakannya dengan wadi dan mazi : Dari aromanya. Al-Malikiyah dan AlHanabilah mensyaratkan keluarnya mani itu karena syahwat atau dorongan gejolak nafsu. Dan para ulama membuat batasan : dengan lenyapnya kemaluan (masuknya) ke dalam faraj wanita. sebagaimana firman Allah SWT : ٖٓ ‫وجكن ٓحء‬ Rasa lezat ketika keluar dan setelah itu syahwat 75 Al-Mausu'ah s ِ‫ّللا‬ َّ Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah jilid 16 halaman 49 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. atau faraj apapun baik faraj hewan. Bukhari dan Muslim) Namun ada sedikit berbedaan pandangan dalam hal ini di antara para fuqaha'.Rasulullah SAW berikut ini : ‫ ٕ ع‬٢ِ‫ى ِ أَذ‬٤ َّ ‫ػ‬ َّْ ‫ نى‬١ٌ ََّ ‫ هَح‬: ٍ‫ح‬ ََّ َ‫ٌ ه‬ ْٞ َّ ٍُ ِ ٍ‫ج‬ ِ ٢ٌٞ ‫ ّللا‬٠ُ‫ ضؼح‬ٚ٘‫ٍ ػ‬ ْ َّ ْ ‫ء‬ ُْ‫ج‬ ‫ٖٓ جء‬ َِّ ‫ ٌ ج‬ٝ ‫ ج‬ٙ ّٓ ٍ َِّ ّ .‫ص‬ َ ِ ٝ َ َّ َ َ ِْ ْ َ ْ ْ ْ َ َ َ ْ َ٣ ٖ َّ ٜ ِٕ‫َ ئ‬ٜ َّ َُِ‫ل ج‬ َّ َ ٢‫ك‬ َّْ ٓ َِّّ ‫ك‬ َّْ ََٜ‫ ك‬٠َِ‫ػ‬ َّ ُ ‫ج‬ َْ َّ ٓ ‫ـ‬ ُ ‫ج‬ ‫ج‬ ‫ي‬ ‫ئ‬ َّ ‫ص‬ ٔ َ ‫ز‬ َ َُ‫َ ج‬ ِ َ‫ٓط‬ ِ ‫ن‬ ِ ‫ٍْٔ أ‬ ِ َُِ‫َّ !ج‬ َ ِ َ ََِ‫؟ جِقْ ط‬ َ ْ َ َ َ َ َ ََّ ‫هح‬: ْ ٍ َّْ ‫ؼ‬ َّ ََّ ‫ٔح‬ ‫ ٓطلن‬ْٜ٤ِ‫ػ‬ َ َ ٗ. Bertemunya Dua Kemaluan Yang dimaksud dengan bertemunya dua kemaluan adalah kemaluan laki-laki dan kemaluan wanita. Dan istilah ini disebutkan dengan maksud persetubuhan (jima'). Mazhab Al-Hanafiyah. Maka barulah diwajibkan mandi janabah. Lc 164 jadi mereda. Keluarnya dengan cara memancar. baik keluar dengan sengaja atau tidak sengaja.َّ Dari Ummi Salamah radhiyallahu anha bahwa Ummu Sulaim istri Abu Thalhah bertanya. Yang penting. apakah wanita wajib mandi bila keluar mani? Rasulullah SAW menjawab. Mani Wanita ْ‫ّػ‬ َٖ َّ َِّّ ‫سَ أ‬ َّ ٔ َٕ‫َّ أ‬ ّ‫َّ أ‬ ْْ٤َِْ -٢ ََّ ٛ ‫ٍأَز‬ َّ ‫ك‬ َّْ َُ‫هَح‬: ‫َح‬٣ ٍ ََّ ٌْٞ َ َّ َٓ ْ ِ‫ ج‬٢ِ‫سَ أَذ‬ َ ِْ َ٠. sungguh Allah tidak mau dari kebenaran. (HR. air mani memiliki aroma seperti aroma 'ajin (adonan roti). Bukhari dan Muslim) Hadits ini menegaskan bahwa wanita pun mengalami keluar mani. ‫ش ئِيج‬ َ ‫ء‬ ِ ‫ٌأ‬ َ ُ‫ ج‬.2."Sesungguhnya air itu (kewajiban mandi) dari sebab air (keluarnya sperma). Sedangkan mazhab Asy-syafi'iyah memutlakkan keluarnya mani. Dan seperti telur bila telah mengering. ."Ya Rasulullah. bukan hanya laki-laki. bila dia melihat mani keluar". ٝ َ٘‫ ٍُ أ‬ٙ ٢ِ‫جٍ ك‬ َّْ ‫ ذم‬١ٌ‫ج‬ ِ ُْ‫ج‬ ِ Dari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda.

(HR.Termasuk juga bila dimasukkan ke dalam dubur. ٍْٞ َّ ‫ّللا‬ َ َّ ٍ ُ َ ‫ ئ‬s ٝ ‫ ٕ ع‬٢ِ‫ٍ أَذ‬ٛ ١ ٌ َ‫ز‬ ‫يج‬ َّ ٢ٌٞ ‫ ّللا‬ٚ٘‫ٍ ػ‬ ََّ ‫ هَح‬: ٍ ََّ ‫ٌ هَح‬ ْٞ َّ ُ ٍ ِ‫ّللا‬ َّ ‫ خ َُّ ؼ‬١ ٕ ‫ ٖغ‬ِٚ‫ع خ جألٌَ ج ذ‬ َّ ِ ْ‫ ؼ ُغ‬ٙ ٙ‫ كَوَى ج و‬ٝ ‫خ ؼ‬ َّْ ّ‫َّ ؿ‬ ٍ‫ج‬ ُ ٍ ‫ف ٓص‬ ََّ ‫م‬ ‫ ع‬٢َُ ٙ َّ ّٓ ٍ َِّ ّ ":ٝ ٕ َّْ ِ‫َُْ ئ‬ ٖ٣ ٍ َّْ َ ِ . baik dewasa atau anak kecik. Lc 166 Seseorang yang meninggal. termasuk juga bila yang dimasuki itu duburnya.ٝ َ ‫جو‬ ِ " Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. Lc Fiqih Thaharah 165 keadaan hidup atau dalam keadaan mati. di luar larangan perilaku itu. maka wajib atas orang lain yang masih hidup untuk memandikan jenazahnya.3. Bukhari dan Muslim) . Semuanya mewajibkan mandi."Bila dua kemaluan bertemu atau bila kemaluan menyentuh kemaluan lainnya. Aku melakukannya bersama Rasulullah SAW dan kami mandi. Meninggal Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Baik dalam keadaan hidup ataupun dalam keadaan mati. maka sudah wajib mandi. baik dalam Ahmad Sarwat. Dalam riwayat Muslim disebutkan : "Meski pun tidak keluar mani" 2. Muttafaqun 'alaihi). Semua yang disebutkan di atas termasuk hal-hal yang mewajibkan mandi. baik orang dewasa atau anak kecil. Dalilnya adalah sabda Nabi Saw tentang orang yang sedang ihram tertimpa kematian : ْ ‫ ج‬ٙ ِْ‫َّ ذ‬ ُُّٞ ‫ جء‬ٝ ‫ْى‬ ٌ ِ َّ ِ ‫ؿ‬ Rasulullah SAW bersabda. meskipun tidak sampai keluar air mani. baik dubur wanita ataupun dubur laki-laki. maka hal itu mewajibkan mandi janabah. di luar masalah larangan perilaku itu. Semuanya mewajibkan mandi. baik kemaluan manusia maupun kemaluan hewan. dimana bila farajnya dimasuki oleh kemaluan lakilaki."Bila seseorang duduk di antara empat cabangnya kemudian bersungguh-sungguh (menyetubuhi). Hal yang sama berlaku juga untuk wanita. (HR."Mandikanlah dengan air dan daun bidara`. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini : ْ ٠َ‫ ه‬s ‫زَ جتِٕ ع ٕ ع‬ َ ِ‫جُص ئ‬ ٍ َّ َّ ٌ ٢ٞ ‫ ٕ ع ّللا‬ٙ ‫َّ ج‬ َٕ‫ٌ أ‬ َ ‫ هَح‬: ‫يج‬ ِ َ ُ‫ٕ ج‬ ‫هص‬ َِّ َ ‫ جٗح‬َٝ‫هص ِ ّ أ‬ ُ ٕ ‫هص‬ ََّ ٝ ‫ؿّ جٍ خ ؼ‬ ِ ُ‫َّ ج ج‬ ِ ُ‫جٕ ج‬ ‫ٍ كَغ‬ َّْ ‫ ش‬ٙ َٕ‫ ج أ‬ٝ ٌ ْٞ َّ ٍُ ْ ‫ج ُْٖ ِ كَح‬ ‫ؿص ّللا‬ َِّ Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda.

tingalkan shalat. (HR Bukhari dan Muslim) 2.5.4. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid. Begitu berhenti dari keluarnya darah sesudah persalinan atau melahirkan. bersetubuh dan lain sebagainya. maka wajib atasnya untuk melakukan mandi janabah. Artinya.2. Haidh Haidh atau menstruasi adalah kejadian alamiyah yang wajar terjadi pada seorang wanita dan bersifat rutin bulanan. AlBaqarah : 222) Ahmad Sarwat. lebih sering mengikuti hukum haidh. Apabila mereka telah suci. Nifas itu mewajibkan mandi janabah. . membaca Al-Quran. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. thawaf di baitullah.`Apabila haidh tiba. Keluarnya darah haidh itu justru menunjukkan bahwa tubuh wanita itu sehat. Lc Fiqih Thaharah ْ ْ َ ِ ‫كَا‬ ٝ٤ َّ َّ ‫هٍ ش‬ ٞ‫ٖ ذ‬ٛ ‫ ش ـ‬ٟ ١ َّ ٠ ٍٛ ٕ ََّ ‫يج‬ ِ ٝ َ‫ل‬ ِ ‫ق‬ َٚ٠ ٌ ٕ ََّ ْ‫أ‬ ََّ‫ ك‬ٞ‫ٖ ض‬ٛ ٖٓ ِ ١ َّ ُ ‫َّ ٌ أَّ ظ‬ ُ‫َّ ى‬ َّّ ُ‫ ج‬ٙ َّ ِٕ‫ّللا ئ‬ َّّ ‫كد‬ ِ ٣ ‫ جُص‬ٝ ٖ٤ِ‫ جذ‬ٝ ‫ ٓص‬َٚ٠ ٖ٣ٌ ِ ‫كد‬٣ ِ 167 ْ َ‫أ‬ َ ِ‫هد ئ‬ ‫يج‬ ‫ٕ ع‬ ‫ّ جُى‬ َ ِ ‫ كَا‬ٙ‫ي‬ َ ‫خ‬ ‫ َُص‬٢‫ك‬ ٜ ‫ كَى‬٢‫ػ‬ ََّ‫يج ل‬ َ ُ‫ج‬ ِ ُٙ‫زَ ج‬ َِّ ‫ى‬ ٝ ٘ ٢ُ -ٙ‫ج‬ٌٝ ١ٌ‫ِْٓٓ جُطهح‬ٝ ْ ‫كَح‬ ‫ ٌ هَى‬ٙ ‫ ج‬٢ِِٓ ِ ‫ؿ‬ Nabi SAW bersabda. (QS. maka mandilah dan shalatlah. Dalilnya adalah firman Allah SWT dan juga sabda Rasulullah SAW : ٝ ٢ِ‫ك‬ ْ ُْ‫ج‬ ‫ش‬ ‫ـ‬ َّْ ٍ‫ج‬ ّ٣ َُُٕٞ‫ى أ‬ ْ َّ ‫َّ ع‬ ٕ ٝ٤ َّْ ُ ِ َ‫ه‬ ِ ُْ‫ج‬ ِ ‫ق‬ ٞٛ ْ َُ ٟ‫ج ش كَحع أَي‬ُٞ َّ ِ ُٖ‫جء ِ ج‬ Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Melahirkan Seorang wanita yang melahirkan anak. 2. maka wajib atas wanita itu untuk mandi janabah. Bahkan meski saat melahirkan itu tidak ada darah yang keluar. meski anak itu dalam keadaan mati. puasa. dan janganlah kamu mendekati mereka. Katakanlah: "Haid itu adalah kotoran". meski bayi yang dilahirkannya itu dalam keadaan mati. maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Hukum nifas dalam banyak hal. Nifas Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan seorang wanita setelah melahirkan. masuk masjid.6. menyentuhnya. Sehingga seorang yang nifas tidak boleh shalat. sebelum mereka suci. apabila telah selesai (dari haidh).

agar dipastikan semua najis dan kotoran telah hilang. maka wajib mensucikannya dulu dengan air tujuh kali dan salah satunya dengan tanah. Menghilangkan Najis Menghilangkan najis dari badan sesungguhnya merupakan syarat sah mandi janabah. tetap diwajibkan mandi. mandi terlebih dahulu seperti Ahmad Sarwat. meski sudah berubah wujud menjadi manusia.meski seorang wanita tidak mengalami nifas. namun tetap wajib atasnya untuk mandi janabah. Rambut yang dicat dengan menggunakan bahan kimiawi yang sifatnya menutup atau melapisi rambut. bila seorang akan mandi janabah. dianggap belum memenuhi syarat. Untuk itu sangat dianjurkan sebelum mandi janabah dilakukan. (HR Bukhari dan Muslim) 3. Adapun bila najisnya tergolong najis berat. dengan sabun dan lain-lainnya. baik kulit maupun rambut dan bulu. 3. Semua penghalang wajib dilepas dan dihapus. seperti cat.2. lantaran janin itu pun asalnya dari mani. Lc Fiqih Thaharah 169 biasa. 3. lem. disyaratkan sebelumnya untuk memastikan tidak ada lagi najis yang masih menempel di badannya. Niat ِٕ‫َّ ج ّ جألَع ج ّ ئ‬ ُ ٍ ُٖ‫ ذِح‬١ ‫جش‬ Semua perbuatan itu tergantung dari niatnya. Dengan demikian. Dengan dasar itu. maka ada dua hal yang harus dikerjakan karena merupakan rukun/pokok: 3. setelah itu barulah mandi janabah hanya dengan air saja. Caranya bisa dengan mencucinya atau dengan mandi biasa dengan sabun atau pembersih lainnya. Meratakan Air Seluruh badan harus rata mendapatkan air. maka bila yang lahir bukan bayi tapi janin sekalipun. Demikian juga bila di kulit masih tersisa lem yang .3. Lc 168 karena anak yang dilahirkan itu pada hakikatnya adalah mani juga. Baik akarnya atau pun yang terjuntai. pewarna kuku atau pewarna rambut bila bersifat menghalangi masuknya air.1. Sehingga cat itu harus dihilangkan terlebih dahulu. Sebagian ulama mengatakan bahwa 'illat atas wajib mandinya wanita yang melahirkan adalah Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. lantaran persalinan yang dialaminya. Fardhu Mandi Janabah Untuk melakukan mandi janabah.

Nabi SAW memulainya dengan mencuci kedua tangannya. َ ِ‫زَ جتِٕ ع ٕ ع ئ‬ َ ٌ ‫يج‬ َّ ٌ ٢ٞ ََُ‫ ج‬ٙ ‫ ٕ ع‬ٙ ‫ هَحَُص ج‬: ٕ‫ح‬ َّ ََّ ً ْٞ َّ ُ ٍ ‫ّللا‬ َّ ِ ِ َ ْ ِ‫ٍ ِ ج‬ ‫ؿص‬ ََّ ٖٓ َّ َّ ٍُ١ ‫ و‬١ ٙ َّ ِ ‫ز ٗحخ جَ ُْؽ‬ ِ ١ ‫ ُأ و خ‬٢َ‫ِ ؽ ك‬ ِ ْ‫ُغ‬ ِ َّ ْ ٣ َّ َّ ٍ ُ ‫ ؽ‬٢ِ‫ ذ‬ٚ َّ َّ ِ ِ٘٤ٓ ِ ‫ ع‬٠َُ ْٖ ِ ٚ ِ ِ ُ‫ج‬ ِ ‫ل‬ ْ ‫َّ ل‬ ٢َ‫ِ ؽ ك‬ َّ ُ ٍ ٍَ‫ؼ ك‬ ٙ ْ‫ ُغ‬١ ٞ‫ ض‬ٜ ‫ ُغْ ُأ‬١ ‫أ‬ َّ ُ ‫ء جَ ُْْ ي‬ ََّ ‫ج‬ ِ َّ ََّ ‫ى‬٣ ‫ل‬ ‫ف‬ َّ ُ ٍ َ٘‫جذِغ أ‬ ٙ ٢ِ‫ك‬ ِ َّ ‫ٍ ُأ‬ َِّ ٞٚ َُٕ‫ٌ ع ج‬ َّ َّ ََّ َ‫َّ كَٖ ـ غ‬ ‫ ُغْ جش‬ٜ‫أَكَح‬ ِْ ِ ‫الظ ْأ‬ ِ ْ‫ ع كَٖ ـ ُغ‬٠َُ ٌ ٚ ‫ ع‬٠َُ َ ٍ ِ ٍ َّ َّ ََّ ‫ٌؼ‬ َّ ََّ ‫ ع م‬٢َُ ٙ ِ‫و‬ ِ ْ‫ؿّ ُغ‬ ِ ‫ف ٓص‬ ِ ِ‫ ِ ؼ جت‬ٙ ِ ٢َُ ٙ Aisyah RA berkata. tidak bersifat menghalangi sampainya air ke kulit. hingga ketika beliau menduga air sudah sampai ke akarakar rambut. maka beliau mencuci kedua tangan. beliau mengguyurnya dengan air tiga kali. tinta itu hanya sekedar mewarnai saja. ”Aku pernah mandi bersama Rasulullah shallallahu‟alaihi wa sallam dari satu bejana. harus dilepas sebelum mandi agar kulit tidak terhalang dari terkena air. kemudian ia menumpahkan air dari tangan kanannya ke tangan kiri lalu ia mencuci kemaluannya kemudia berwudku seperti wudhu` orang shalat. Lc 170 beliau lakukan. Lc Fiqih Thaharah 171 . kemudian wudlu‟ sebagaimana wudlu beliau untuk sholat. kami mencibuk dari bejana itu semuanya.`Ketika mandi janabah.bersifat melapisi kulit.” (HR. lewat laporan dari istri beliau. ibunda mukminin. Sunnah Mandi Janabah Rasulullah SAW telah memberikan contoh hidup bagaimana sebuah ritual mandi janabah pernah Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. kemudia beliau membersihkan seluruh tubhnya dengan air kemudia diakhir beliau mencuci kakinya (HR Bukhari/248 dan Muslim/316) Dari ‟Aisyah radliyallahu anha dia berkata. Sedangkan pacar kuku (hinna') dan tato. Bukhari dan Muslim) Dari kedua hadits di atas. lepas dari masalah haramnya membuat tato. 4. Aisyah radhiyallahu ta'ala anha. kemudian beliau menyela-nyela rambutnya dengan kedua tangan beliau. Kemudian beliau mengambil air lalu memasukan jari-jari tangannya ke sela-sela rambutnya. dan apabila ia yakin semua kulit kepalanya telah basah beliau menyirami kepalnya 3 kali. dengan syarat tinta itu tidak menutup atau melapisi kulit. sehingga tetap sah mandinya. kemudian membasuh seluruh tubuhnya”. ”Jika Rasulullah SAW mandi karena janabah. kita bisa rinci sebagai Ahmad Sarwat. ‟Aisyah berkata. Termasuk yang dianggap tidak menghalangi air terkena kulit adalah tinta pemilu.

2. sampai ia yakin bahwa kulit kepalanya telah menjadi basah Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. maka disunnahkan untuk berwudhu sebagaimana wudhu' untuk shalat. cuci kakinya nanti setelah mandi janabah usai. Menyiram kepala Sunnah juga untuk menyiram kepala dengan 3 kali siraman sebelum membasahi semua anggota badan. Lc 172 4. Misalnya.4. maka mandi itu menjadi tidak sah. Dengan demikian. Sebelum mandi harus dihilangkan terlebih dahulu. Mencuci Dua Kemaluan Caranya dengan menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri dan dengan tangan kiri itulah kemaluan dan dubur dicuci dan dibersihkan. Membersihkan Najis Selain dua kemaluan. 4. Jumhur ulama mengatakan bahwa disunnahkan untuk mengakhirkan mencuci kedua kaki. 4. Mencuci kaki Disunnahkan berwudhu di atas tanpa mencuci kaki.1. Jangan sampai ada anggota badan yang tidak terbasahi air. mandi janabah itu juga mengandung wudhu yang sunnah.9. Sela-sela Jari Di antara yang dianjurkan juga adalah memasukan jari-jari tangan yang basah dengan air ke sela-sela rambut. 4.6. Tetapi kalau tidak tembus dan menghalangi. Berwudhu Setelah semua suci dan bersih dari najis. ada keharusan untuk meratakannya. kalau tembus air atau menyatu menjadi bagian dari rambut atau kuku. wudhu' itu tidak pakai cuci kaki. sebenarnya mandi janabah itu sudah .5. lalu dibilas sebelum dimasukkan ke wajan tempat air. Mencuci kedua tangan ini bisa dengan tanah atau sabun. Mencuci Kedua Tangan Pertama sekali yang harus dilakukan ketika mandi janabah adalah mencuci kedua tangan. Membasahi Seluruh Badan Ketika mandi dan membasahi semua bagian badan. Tergantung jenis pewarnanya. 4. 4. 4. juga disunnahkan terlebih dahulu untuk membersihkan semua najis yang sekiranya masih melekat di badan. tentu tidak mengapa.7.3. Walau pun tanpa berwudhu' sekalipun. tetapi diakhirkan mencuci kakinya. kalau ada orang yang memakai pewarna rambut atau kuku yang sifatnya menghalangi tembusnya air. Maksudnya.berikut : 4. maka mandinya tidak sah.

mengangkat hadts besar dan kecil sekaligus. 5. Mandi Sunnah Selain untuk `mengangkat` hadats besar, maka mandi janabah ini juga bersifat sunnah -bukan kewajiban-untuk dikerjakan (meski tidak berhadats besar), terutama pada keadaan berikut:
Ahmad Sarwat, Lc Fiqih Thaharah

173

6.1. Shalat Jumat Mandi janabah disunnahkan untuk dikerjakan jika seseorang akan melakukan ibadah Shalat Jumat. Hukumnya sunnah dan bukan wajib. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah SAW :

ّ ٕ ‫ ش‬ٝ ٜ َ‫أ‬ َّ ١ ٝ ّ ‫َّ ج‬ ُ ‫ُؽ‬ ْ َ‫ٍ أ‬ ْ ‫ٍ ِ ج‬ ‫ؿص‬ ََّ ٍ‫َّ ؿّ كَح‬ ُ ٍ ٝ‫ك‬ - ٙ‫ج‬ٌٝ ‫جُؿٔحػس‬

‫َّ ٓغ‬ ‫ز‬ ِ ِٚ‫ ج كَر‬ٝ ‫ش ّ ِٗغ‬

ٝ ّ ٕ َِّ

Orang yang berwudhu' pada hari Jumat maka hal itu baik, namun bila dia mandi, maka mandi lebih utama. (HR. Jamaah)

َ ُٖ‫ ج‬٢ِ‫ ٘ ذ‬١ ‫ِ ش ؽ‬ ‫زَ ػحتِٕ ٕ ع‬ َّ ٜ ‫حٕ هَحَُص‬ ََّ ً َّ ُ ٍ ٖٓ ‫ز‬ ِ ٌ‫َّ ع خ أ‬ ِ َّ : ٖٓ ِ َ ٍ ٖ‫ؿ‬ َّ َِّ ‫َّ ج‬ ُ ‫ز ٓغ ُؽ‬ َّ َّ َِّ َ ُ‫ز جخ ج‬ ِ ٝ ٞ٣ ّ ِ ٝ ٖٓ ِ ‫كؽ‬ ِ ُ‫ز جّ ج‬ ِ ٝ ٖٓ ِ ّ‫ؿ‬ ٢ٔ َّ ِ .-ٙ‫ج‬ٌٝ ‫أقٔى‬ َ ُ‫ش ج‬ ٝ ٞ‫و أذ‬ٝ‫ وج‬٢‫و‬ٜ٤‫جُر‬ٝ ٚ‫كك‬ٚٝ ٖ‫ٔس جذ‬٣ُ‫ن‬
Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa Nabi SAW mandi pada empat kesempatan : karena janabah, hari Jumat, hijamah dan memandikan mayit. (HR. Ahmad, Abu Daud, AlBaihaki dan Ibnu Khuzaemah menshahihkannya) Disunnahkannya mandi di hari Jumat berlangsung sejak terbitnya matahari hingga zawal (masuk waktu shalat Jumat). Sedangkan mandi janabah setelah usai shalat Jumat, tidak ada kesunnahannya secara khusus. Sunnahnya mandi janabah di hari Jumat hanya berlaku bila tidak mengalami hal-hal yang mewajibkan mandi janabah. Sedangkan mereka yang memang mengalami hal-hal yang mewajibkan mandi, tentu hukumnya wajib. Misalnya orang yang
Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat, Lc

174

kelur mani karena mimpi di hari Jumat, maka wajiblah atasnya mandi janabah sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini :

ُ ّ‫ؿ‬ َّ

ُ ٍ ‫َّ ج‬ َّ ُ ‫ُؽ‬

Mandi Jumat hukumnya wajib bagi orang yang mimpi (keluar mani) (HR. Sab'ah) 6.2. Shalat hari Raya Idul Fithr dan Idul Adha Dalam melaksanakan Shalat Idul Fithr dan Idul Adha juga disunnahkan untuk terlebih dahulu

‫َّ ٓغ‬ ‫ز‬ ‫جؼ‬ ِ ٝ َّ ِ

‫ ع خ‬٠ُ

ُ ًَ َّ َِّّ ‫ْ ش ٓف‬ َّ ُِ - ٙ‫ج‬ٌٝ ‫جُٓرؼس‬

mandi janabah. Dasarnya sunnah berikut ini :

َ ١ ‫ِ ش ؽ‬ َّ ُٖ‫ ج‬٢ِ‫حٕ ٘ ذ‬ ٕ‫أ‬ ََّ ً َّ ٍُ١ ٝ ّ ِ َّ ْ ِ‫جُل‬ ‫ كَس ٌ ع‬ٝ ٞ٣ ّ ٍ َّ ِ ‫ط‬ ٝ ٞ٣ ّ ُٖ‫ٌ ـ ج‬ َّ ِ

‫َّ ج‬ ُ ‫ُؽ‬

‫َّ ٓغ‬ ‫ز‬ ِ ٝ ٞ٣ ّ

Bahwa Nabi SAW mandi janabah di hari Jumat, hari Arafah, hari Fithr dan hari Nahr (Idul Adha). (HR. Abdullah bin Ahmad)76 6.3. Shalat Gerhana dan Istisqa` Alasannya karena di dalam kedua shalat itu terjadi berkumpulnya orang-orang dalam jumlah yang banyak, sehingga disunnah sebelumnya untuk mandi sunnah. Kesunnahan mandi dalam kesempatan shalat gerhana dan istisqa mengambil kesunnahan shalat Jumat dan shalat Ied, dimana keduanya juga dihadiri oleh jumlah orang yang banyak dan disunnahkan
76 Kekuatan

hadits diperselisihkan oleh para ulama. Penyusun kitab Nailul Authar mengatakan hadits ini dhaif namun At-Tirmizy menghasankannya.
Ahmad Sarwat, Lc Fiqih Thaharah

175

untum mandi sebelumnya. 6.5. Sesudah Memandikan Mayat Al-Malikiyah, Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah menyatakan bahwa setelah memandikan mayat disunnahkan untuk mandi sunnah. Dasarnya adalah beberapa hadits berikut ini.

ّ ٕ

َ َّ ْْ ّ‫ؿ‬ ٍ ‫ ضح‬٢ِْ َ‫َّ ش ؽ ك‬ َ َ ٢ٓ َّ ِ ٝ ّ ٕ ٞٓ

‫ٍ ّ ـ‬ ََّ ٙ ٢ِْ َ‫ ك‬ٞ‫ ض‬ٜ ‫أ‬ ْ َ‫ج ؽ ش أ‬ِْٞ ‫َّ خ‬ ُ ًْ َّ ٕ ِ

Orang yang memandikan mayit hendaklah mandi dan yang menggotongnya hendaklah wudhu'. (HR. Khamsah)77

َّ ِ‫ ّ ئ‬١ ‫َّ ش‬ ٕ ُ ًْ ١ ١َ‫ أ‬١‫و‬ ُ ًْ ِ َّ َّ ًٖ ‫ِ ؽ ٕ ج‬ ُ َّ ُ ٍ ‫ِّص‬٤ٔ َ ُ‫ج‬ ِ َّ َ‫ل‬ َّ ١ ‫ِ ش ؽ‬ َّ ٍُ ِ َّ

‫َّ ش‬ ‫ٍج‬ٛ ِ ‫َح‬٠ ‫ِ كَف‬

Sesungguhnya mayit kalian itu meninggal dalam keadaan suci, cukuplah bagi kalian mencuci tangan saja. (HR. Al-Baihaqi)78

ٖٔ ِ َ‫ٕ ّ ج ك‬

١ ‫ِ ش ؽ‬ َّ ُ ٍ ٝ ٖٓ ِ ‫ٕ ّج‬ ِ َّ

Dahulu kami memandikan mayit, sebagian dari kami mandi dan sebagian dari kami tidak mandi.79 Sedangkan Al-Hanafiyah mengatakan tidak wajib mandi karena ada hadits lain yang menyatakan hal itu.

َ‫َّ ل‬ َّ ُ ّ‫َّ ؿ‬ ٍ َ ‫ ع‬٢َُ
77 Abu

ُ ًْ َّ

ٖٓ ِ

Tidak ada kewajiban atas kalian untuk mandi karena

َ َّ ّ‫ؿ‬ ٍ َّ ِ ِّ٤ٔ ِ ‫ص‬ َ ُ‫ج‬

Daud mengatakan hadits ini mansukh (tidak berlaku lagi). Al-Bukhari dan AlBaihaqi mengatakan bahwa hadits ini mauquf. Lihat Nailul Authar jilid 1 halaman 237 78 Ibnu Hajar menghasankan hadits ini 79 Hadits ini dari Ibnu Umar diriwayatkan oleh Al-Khatib dan dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalany.
Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat, Lc

176

memandikan mayit. (HR. Ad-Daruquthny dan Al-Hakim)80

Dan Ibnu Atha' mengatakan untuk tidak perlu mengatakan bahwa orang yang telah meninggal itu najis.

َ‫ل‬ َّ ‫ؼ ٕ ش‬ ٝ َ‫ل‬ َّ ّ ُ ََّ ‫ِّطح‬٣

‫ج‬ْٞ ّ ٝ َ ‫ح‬ َّ‫َّ ض‬ ُ ًْ

ِٕ‫ٖٓ جُٔإ كَا‬ َّ ِ

٢َُ ِ

ِٖ‫َّ ذ‬ ّ‫ؾ‬ ‫ج‬ ِ ‫ ـ‬١ َّ

Janganlah kalian mengatakan bahwa mayit itu najis, karena sesungguhnya seorang mukmin itu tidak najis, baik dalam keadaan hidup atau pun mati. (HR. Ad-Daruquthny dan AlHakim)81 6.6. Sadar dari Pingsan, Gila atau Mabuk Ibnul Mundzir mengatakan kuat riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mandi setelah siuman dari pingsan, berdasarkan hadits yang muttafaq alaihi.82 Oleh para ulama, dimasukkan juga ke dalam kasus yang sama dengan sadar dari pingsan adaalh sadar dari gila dan sadar dari mabuk . Walau pun hukumnya sunnah bukan wajib. 6.7. Haji dan Umrah Mandi janabah disunnah dalam berbagai ritual haji dan umrah. Ketika akan melakukan ihram ,atau masuk ke kota Mekkah, juga ketika wukuf di Arafah, atau ketika akan thawaf, menurut Imam Syafi`i.
80 Hadits

ini dimarfu'kan oleh Ad-Daruquthny dan Al-Hakim, namun hadits ini mauquf sebagaimana dikatakan oleh Al-Baihaqi. 81 Sanadnya shahih, juga diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, lihat Nailul Authar jilid 1 halaman 238 82 Nailul Authar jilid 1 halaman 343
Ahmad Sarwat, Lc Fiqih Thaharah

177

7. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Mandi Junub : 7.1. Mendahulukan anggota kanan Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam berwudhu`. Hal tersebut sebagaimana ditegaskan oleh hadits dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah SAW menyenangi untuk mendahulukan tangan kanannya dalam segala urusannya; memakai sandal, menyisir dan bersuci (HR Bukhari/5854 dan Muslim/268) 7.2. Tidak perlu berwudhu lagi setelah mandi. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits dari Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah SAW mandi kemudian shalat dua rakaat dan sholat shubuh, dan saya tidak melihat beliau berwudhu setelah mandi (HR Abu Daud, at-Tirmidzy dan Ibnu Majah) 8. Hal-Hal Yang Haram Dikerjakan Orang yang dalam keadaan janabah diharamkan melakukan beberapa pekerjaan, lantaran pekerjaan itu mensyaratkan kesucian dari hadats besar. Di antara beberapa pekerjaan itu adalah : 8.1. Shalat Shalat adalah ibadah yang mensyaratkan

Sehingga orang yang dalam keadaan janabah. Dasar keharaman shalat dalam keadaan hadats besar adalah hadits berikut ini : ‫و خ ع ٕ ع‬ َِّ َّ ِ‫ٌ ػْ ذٖ ّللا‬ ٘ ‫لَُز‬ َ ‫ ذ ِؾ‬١ ٌ َّ َّ ٌٞٛ . Lc 178 jenazah. witir. . haram hukumnya melakukan ibadah shalat. Sujud Tilawah Sujud tilawah adalah sujud yang disunnahkan pada saat kita membaca ayat-ayat tilawah. Kecuali ada satu pendapat menyendiri dari madzhab Al-Hanafiyah yang menyebutkan bahwa suci dari hadats besar bukan syarat sah tawaf. Seorang yang dalam keadaan janabah atau berhadats besar. haram hukumnya melakukan sujud tilawah. baik dilakukan di dalam shalat maupun di luar shalat. Tawaf Tawaf di Baitullah Al-Haram senilai dengan shalat."Tawaf di Baitullah adalah shalat.3.ٙ‫ج‬ٌٝ ِْٓٓ َّ ِ ٠ ٍٜ ََّ ‫هَح‬:ٍ ََّ ‫ جُٖ هَح‬٢ِ‫ذ‬ ٘ : َ‫ل‬ َّ ْ ‫َّ ض‬ ‫ود‬ ٍُ Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda.ٙ‫ج‬ٌٝ ١ًٍٓ‫جُكحًْ جُط‬ٝ ٘ ‫َّ لَُز‬ ‫َّ ئل‬ ٕ‫ّللاَ أ‬ َّ ‫َّ أـ‬ ٍٚ َّ ِ ٤ِ‫ٌالَّ ك‬ Ahmad Sarwat. Muslim) 8. Dasar persamaan nilai shalat dengan tawaf adalah sabda Rasulullah SAW : ‫و خ ع ٕ ع‬ َِّ ‫ّللا‬ َّ َِّ ‫َّ خ ع ذ‬ ِ‫ ج‬ٜ َّ ٕ‫ جُٖ أ‬٢ِ‫ هحٍ ٘ ذ‬: ‫ج‬ٞ‫جُط‬ ِ ٖ ‫ ذحُد‬١ ‫ش‬ َّ ِ َ ُ‫ ج‬. mayoritas (jumhur) ulama sepakat untuk mengharamkan tawaf di seputar ka'bah bagi orang yang janabah sampai dia suci dari hadatsnya. otomatis demikian juga hukumnya buat tawaf.kesucian dari hadats kecil maupun hadats besar.2. (HR. kecuali Allah membolehkan di dalamnya berbicara. Tirmizy. baik shalat yang hukumnya fardhu a'in seperti shalat lima waktu. atau fadhu kidfayah seperti shalat Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. 8. atau pun shalat yang hukumnya sunnah seperti dhuha. Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menshahihkannya) Dengan hadits ini. Syarat dari sujud tilawah juga suci dari hadats kecil dan besar. Lc Fiqih Thaharah ‫ف‬ 179 ٚ‫كك‬ٚٝ ٢‫ر‬ًُٛ‫ج‬ Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda. tahajjud." (HR. sehingga kalau shalat itu terlarang bagi orang yang janabah."Tidak diterima shalat yang tidak dengan kesucian".

Malik). seorang yang tawaf dalam keadaan janabah tetap dibenarkan. [2] bila melakukan hubungan seksual setelah wuquf di Arafah.(HR. ‫و خ ع ٕ ع‬ َِّ ‫ّللا‬ َّ َِّ ِ ‫ٕ جخ‬ ْ ‫أ‬ ‫هٍ ش‬ 84 Malik Ahmad Sarwat. Dalilnya adalah firman Allah SWT berikut ini : 83 Al-Bada'i jilid 2 halaman 129 dan Al-Majmu' jilid 2 halaman 159 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. (QS. 83 Pendapat ini didasarkan pada fatwa Ibnu Abbas radhiyallahu anhu yang menyebutkan bahwa menyembelih kambing wajib bagi seorang yang melakukan ibadah haji dalam dua masalah : [1] bila tawaf dalam keadaan janabah. Lc 180 َ‫ ل‬١ ّ ِ َّ ٙ َّ ‫ ئِل‬َٚ‫جُٔط‬ ٌٕٝ `Dan tidak menyentuhnya kecuali orang yang suci. Memegang atau Menyentuh Mushaf Jumhur Ulama sepakat bahwa orang yang berhadats besar termasuk juga orang yang haidh dilarang menyentuh mushaf Al-Quran. yaitu Al-Hanafiyah. 8. Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah.melainkan hanya wajib. Lc Fiqih Thaharah ْ‫ٌ ػ‬ ٜ ‫َّ ع‬ ٕ ِ ُٖ‫ ج‬٢ِ‫إَٔ ٘ ذ‬ ٍٙ ََّ ‫ هَح‬: َ‫ل‬ َّ meriwayatkan hadits ini secara mursal. Melafazkan Ayat-ayat Al-Quran Empat madzhab yang ada. Setidaknya hadits ini ma’lul (punya cacat) 181 ‫حب‬ َّ َ ُ‫ج‬ ِ ‫ك‬ ٜ ٝ َ‫ل‬ َّ ‫َّ ج‬ ُ ‫ ٔ ٗد ُؽ‬١ ‫ٖٓ تح‬ ٕ ِ ٍ‫َّ جُو‬ ِ ‫ آ‬.84 8. namun An-Nasa’i dan Ibnu Hibban mengatakan bahwa hadits ini tersambung. Sehingga dalam pandangan yang menyendiri ini. AlWaqi‟ah ayat 79) Ditambah dan dikuatkan dengan hadits Rasulullah SAW berikut ini : ْ ٌ ْ‫ق‬ ٝ ‫و خ ع ٕ ع‬ َِّ ‫ّللا‬ َّ َِّ ٢ِ‫ٍ خ أَذ‬ َّ ً ٙ َّ ََُ‫ ج‬ٙ َّ َٕ‫ أ‬٢ِ‫ٌص ك‬ َّ ِ َ ‫ٕ خ‬ ِ ِ ُْ َ‫خ ج‬ ِ ‫ ج‬١ً ِ َُ‫ج‬ َ ‫ خ‬ٙ ‫ًص‬ ٌ ْٞ َّ ُ ٍ ‫ّللا‬ َّ ‫ ع ّللا‬٢َُ ٙ َّ َِّ ‫َّ َ ـ‬ ّ: ٕ َّْ َ‫لَ أ‬ َّ ِ َ ٘ ٠ُ َّ ِ ِ َُٝ ِ ُْ ‫ ّ ُِغ‬ٌٝ ِ ‫ٕ خ‬ ١ ّ ِ ٍ‫إٓ جٍَْ ُه‬ ََّ َّ ‫ ئِل‬ٙ َّ َِّ ‫ل ِ ٍٓ ى ج‬ َّ ٝ ٝ ٘ ٍ ََّ ٙ ِ ‫َح‬٠ ٌ .5. berupa menyembelih seekor kambing.ٌ ٝ ‫ ج‬ٙ ّ ٍ ُٖ‫ ِ ج‬٢ِ‫ جت‬ٝ ‫جخ‬ ٕ ‫قد‬ ََّ ِ ٕ‫ج‬ Dari Abdullah bin Abi Bakar bahwa dalam surat yang ditulis oleh Rasulullah SAW kepada „Amr bin Hazm tertulis : Janganlah seseorang menyentuh Al-Quran kecuali dia dalam keadaan suci”.4.ٙ‫ج‬ٌٝ ١ًٍٓ‫جُط‬ .` . namun dia wajib membayar dam. semuanya sepakat bulat mengharamkan orang yang dalam keadaan janabah untuk melafadzkan ayatayat Al-Quran. Al-Malikiyah.

Tirmizy)85 َ َ‫ل‬ ‫ ع ٕ ع‬٢ُِ ٖ‫ذ‬ َِّ ٢‫أذ‬ َِّ َّ ‫َحُد‬٠ ٜ ‫ ُٔح‬١ٌٝ ٕ‫ أ‬٢‫حٕ ٘ جُ٘ر‬ ََّ ً َّ ١ ‫َّ ـ‬ ‫ؼ‬ ‫ز هٍِ ٕ ع ء‬ َّ َِّ ‫َّ آ‬ ‫ؿٖ ئل‬ َّ َ ُ‫ز جخ ج‬ ِ‫ء‬ ِ . hingga kamu mandi. janganlah kamu salat. Apabila haidh tiba. 88 85 Ibnu Hajar Al-Asqalani mendhaifkan hadits ini muhaqqiq mendhaifkan hadits ini. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub. sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. oleh AlQuran Al-Kariem secara tegas dilarang memasuki masjid. An-Nisa' : 43) Selain Al-Quran. Pendapat ini adalah pendapat Malik. terkecuali sekedar berlalu saja. Namun ada pula pendapat yang membolehkan wanita haidh membaca Al-Quran dengan catatan tidak menyentuh mushaf dan takut lupa akan hafalannya bila masa haidhnya terlalu lama. ْ َّ ْ ُٙ‫زَ ج‬ ْ َ‫هٍ ش ل‬ َْ ٟ ١ ‫ ج‬١َ‫ أ‬ٙ ‫ٖ ج‬٣ً َّ ‫ج‬ٞٗ َّ ‫ج‬ٞ‫ذ‬ ََّ‫ ل‬ٝ َٕ‫ضْ أ‬ ٌ‫ٌح‬ ِ ُ‫آّ ج‬ ْ ‫ ش ـ‬ٟ ‫َّ ع ش‬ ٍ َّ ‫ج‬ٞٓ َ ْ ُِ َ‫َّ ج ؾ٘د ل‬ ّ ‫ٕ ش ج‬ُٞ ََّ ٞ‫ ُه‬ٝ َّ ‫ ع ئِل‬١ٍ َ٤ِ‫ ش ـ ذ‬ٟ ‫ج ش ؽ ش‬ُٞ َّ ِ ِ ِ‫َّ ِ جذ‬ Hai orang-orang yang beriman. Lc 182 8. 87 Bidayatul Mujtahid jilid 1 halaman 133 88 Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah jilid 16 halaman 54 86 Sebagian Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Bukhari.6. sedang kamu dalam keadaan mabuk.Dari Abdillah Ibnu Umar radhiyallahu anhu bahwa Rasululah SAW bersabda. `Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haidh`. tingalkan shalat. kecuali bila sekedar melintas saja. Sunnah Nabawiyah juga mengharamkan hal itu : Dari Aisyah RA. Abu Daud dan Ibnu Khuzaemah.ٙ‫ج‬ٌٝ ‫أقٔى‬ َ ‫ٕ جُوٍ ج‬ ِ َ ٙ ٔ ١ َّ Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah SAW tidak terhalang dari membaca Al-Quran kecuali dalam keadaan junub. (HR. apabila telah selesai (dari haidh). (HR. (HR Bukhari dan .87 Diriwayatkan bawa Ibnu Abbas radhiyalahu anhu dan Said ibnul Musayyib termasuk pihak yang membolehkan wanita haidh melafadzkan ayat-ayat bahkan keseluruhan Al-Quran. Juga bila lafadz itu pada hakikatnya hanyalah doa atau zikir yang lafznya diambil dari ayat Al-Quran secara tidak langsung (iqtibas)."Wanita yang haidh atau orang yang janabah tidak boleh membaca sepotong ayat Quran (HR.(QS. Ahmad)86 Larangan ini dengan pengecualian kecuali bila lafadz Al-Quran itu hanya disuarakan di dalam hati. Masuk ke Masjid Seorang yang dalam keadaan janabah. maka mandilah dan shalatlah. Juga dalam membacanya tidak terlalu banyak.

Cukup dengan mengusapkan tangan yang basah dengan air ke bagian atas sepatu dan mengusapnya dari depan ke belakang pada bagian atas. Makna mengusap adalah menjalankan tangan diatas sesuatu dan secara syari`ah maksudnya ialah membasahkan tangan dengan air lalu mengusapkannya ke atas sepatu dalam masa waktu tertentu. sehingga Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Lc Fiqih Thaharah 185 sepatunya. Dimana alas kaki bisa digunakan untuk berjalan kaki.Muslim) Bab 9 Mengusap Dua Khuff 1. Mengusap khuff merupakan bentuk keringanan yang diberikan oleh Allah kepada umat Islam. Pengertian Khuff Sepatu atau segala jenis alas kaki yang bisa menutupi tapak kaki hingga kedua mata kaki. Lc 184 dibolehkan dalam kondisi tertentu untuk berwudhu tanpa membuka sepatu atau mencuci kaki. sebagai ganti dari mencuci kaki pada saat wudhu`. Biasanya terkait dengan masalah udara yang sangat dingin padahal ada kewajiban untuk berwudhu dengan air dan hal itu menyulitkan sebagian orang untuk membuka bajunya. Masyru`iyah Pensyariatan mengusap khuff didasari oleh beberapa dalil antara lain hadis Ali r. Abu Daud dan Daru Qudni dengan sanad yang hasan dan disahihkan oleh Ibn Hajar) Selain itu ada juga hadis lainnya . 2. 3. baik terbuat dari kulit maupun benda-benda lainnya. Sungguh aku telah melihat Rasulullah mengusap bagian atas kedua Ahmad Sarwat. Makna mengusap khuff Mengusap khuff artinya adalah mengusap sepatu.(HR.a َ ‫ جُى‬١ ٕ ‫ ع ٕ ع‬٢ُِ ٌ ٢ٞ َُ‫ ج‬ٙ ‫ٕ ع‬ َّ ٙ َٕ‫أ‬ ٍٙ ََّ ‫ هَح‬: َُٞ ٕ‫ح‬ ََّ ً ِ ْ َ َُ ٍُ‫ ذِح‬١ َِّ ‫حٕ أ‬ ََّ ٌ ْ ِ‫ـ ِ ذ‬ َِ‫ف أ‬ ََّ َّ ُ ٍ ٍ‫ج‬ َّْ ‫ نق‬َٝ‫ أ‬٠َُ ُْ‫ح‬ َّ َّ ٙ ، ٝ ‫ ٌ هَى‬١َ‫ٌ ش أ‬ ِ ‫لَ أَع‬ ِ ٖٓ ََّ ٍْٞ َّ ِ‫ّللا‬ ١ ّ ِ ‫ ع ـ‬٠َُ ٍ َّ َّ ٙ َ‫أ‬ َّ ٞ‫و ج و ذ‬ٝ ِِ‫جو ٕ ذِا‬ َّ ِ ‫ ظَح‬٢‫ نل‬ٙ ِ ‫ؼ ٌ أَل‬ ِ ٛ ‫َّ ِ ـ‬ ٕs Dari Ali bin Abi Thalib berkata :`Seandainya agama itu semata-mata menggunakan akal maka seharusnya yang diusap adalah bagian bawah sepatu ketimbang bagian atasnya.

(HR. Zaidiyah. Khawarij adalah termasuk mereka yang mengingkari pensyariatan mengusap dua sepatu. Abu Daud. sebab aku memasukkan kedua kakiku dalam keadaan suci". Kalangan yang Mengingkari Kalangan Syi`ah Imamiyah.َ‫س‬ َّ َ‫ غالغ‬١َ‫َّ أ‬ ّ‫ ج‬s ‫ ع‬٢ُِ ‫ٕ خ‬ َِّ ٢ِ‫َّ أَذ‬ ‫َحُِد‬٠ ٌ ٢ٞ َُ‫ ج‬ٙ ‫ٕ ع‬ َّ ٍٙ ََّ ‫ٍ ع ؼ هَح‬ ََّ ِ ُٖ‫ ج‬٢ِ‫ذ‬ ٝ ٢َُ ٖٜ٤ُِ‫َ ج‬ َّْ ُِ ّٓ ٍ َّ ‫َ َُس‬ َّْ ُِ َّ ْ٤ ِ ِ‫ ٓو‬. dan kami tidak boleh membukanya untuk berak dan kencing kecuali karena junub (HR. Sedangkan Khawarij mutlak tidak membolehkannya. Ibadhiyah. Dalil mereka adalah bahwa semua hadis diatas dianggap mansukh oleh ayat tentang wudhu pada surat Al-Maidah .١ ‫ ع‬٢ِٗ ٢ِ‫ك‬ ِ ِ‫ جك‬ٝ ٞ٣ ّ ‫ ج‬ٝ ٢َُ َّ ْ ِ ‫ـ‬ ُْ‫ج‬ َّ ِ ‫ ع‬٠َُ َّْ ٍ‫ج‬ ٢‫ٕ نل‬ َِّ ‫ؼ ٌ أَل‬ ٙ ّٓ ٍ َِّ ّ Dari Ali bin Abi Thalib r.) Juga ada hadis dari al Mughirah bin Syu`bah Dari al Mughirah bin Syu`bah berkata : Aku bersama dengan Nabi (dalam sebuah perjalanan) lalu beliau berwudhu.a berkata bahwa Rasulullah menetapkan tiga hari untuk musafir dan sehari semalam untuk orang mukim (untuk boleh mengusap khuff). Muslim. Mutafaqun `Alaih) Ada juga hadis Sofwan bin `Asal ْ ّ ٌٕ ‫يج ج‬ ْ ‫ ج‬s ‫ ٘ ٕ ع‬ٞ‫ك‬ ْ ٕ‫ج‬ َ ‫َّ ئ‬ ١ ‫أ‬ َّ ُ ًٖ ‫كٍ ِ ج‬ ََّ ‫خ‬ َ ُٖ‫ ج‬٢ِ‫ذ‬ : ٕ‫ح‬ ََّ ً َ‫ غَالغَس‬١َ‫َّ أ‬ َ‫ٕ ل‬ َّْ َ‫َّ أ‬ ٕ ‫َع‬ ّ‫ ج‬ٝ ٢َُ ٖٜ ‫ٖٓ ئل‬ ِ ‫َّ ج‬ ِ ‫ؼ‬ ِ ٤ُِ‫ ج‬، َّ ِ َٖ‫نلَحك‬ ٖٓ ِ َ ٝ ٞ‫َّ ذ‬ ١ِ‫ؿحت‬ َّ ٍ ٝ ٞٗ َّ ّ ‫ؼ ٌ أَل‬ ٙ ُٖ‫ ِ ج‬٢ِ‫ جت‬ٝ ‫ٌ جُص‬ ُ‫ٍظ‬ َّ ََّ ٙ ، ٝ ‫جخ‬ ٕ ُ‫ ن‬١ ّ َ‫ز‬ َّ ٝ ٘ ‫ ج ـ ـ‬ٙ Dari Shafwan bin `Asal berkata bahwa Rasululah SAW memrintahkan kami untuk mengusap kedua sepatu bila kedua Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Dengan pengecualian bahwa syiah al-Imamiyah membolehkannya bila dalam keadaan darurat saja. NasA`i. Tirmizi dan Ibn Majah. selama tiga hari bila kami bepergian atau sehari semalam bila kami bermukim. aku ingin membukakan sepatunya namun beliau berkata :`Tidak usah. lalu beliau hanya megusap kedua sepatunya (HR. Tirmizi dan dihasankan oleh Bukhari) 4. Ahmad. Lc ٕ َّ ٍ‫ٍ ج‬ ََّ ‫هَح‬ ِ ‫َّ ِ ع‬ ‫َّ ٗحخ‬ ‫ ز‬ٝ ٌٖ ِ َُ ١ً َّْ ُِ‫ج‬ ِٓ ِ ،ٝ ‫ق‬ 186 kaki kami dalam keadaan suci.

sebab para ahli sejarah sepakat bahwa ayat wudhu ini turun pada saat perang Bani Mushtaliq yang terjadi pada bulan sya`ban tahun ke enam hijriah. dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki (QS. yang jatuh pada bulan rajab Ahmad Sarwat. maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. yang diusap adalah bagian atas bukan bawah atau belakang. sebab perkataan beliau ra itu dari segi riwayat termasuk munqati` (terputus). Dan tidak sah bila yang diusap bagian bawah sepatu. Al-Maidah : 6) Pendapat ini tentu saja tidak benar. Praktek Mengusap Sepatu Mengusap sepatu dilakukan dengan cara membasahi tangan dengan air. Jadi bagaimana mungkin ayat yang turun lebih dahulu menasakh atau membatalkan hukum yang datang kemudian? Mereka juga berhujjah bahwa Ali bin Abi Thali ra pernah berkata: Bahwa Qur`an mendahului tentang masalah khuff. tangan yang basah itu ditempelkan ke sepatu dan digeserkan ke arah belakang di bagian atas sepatu. Sebenarnya tidak disunnahkan untuk mengulanginya beberapa kali seperti dalam wudhu'. Sedangkan mazhab As-Syafiiyah mengatakan cukuplah sekedar usap sebagaimana boleh mengusap sebagian kepala.ْ ‫يج‬ ْ ُّ ْ ‫ كح‬ٝ ٙٞ‫ؾ‬ َ ِ‫ُهْ ئ‬ ١ ‫ ج‬١َ‫ أ‬ٙ ‫ٖ ج‬٣ً َّ ‫ج‬ٞٗ ْ‫ ض‬٠َُِ‫ ئ‬ُٙ‫ز ج‬ َّ َّ ِ ُ‫آّ ج‬ ِ ‫ج ل‬ُٞ ِ ‫ؿ‬ ُ ًْ َّ ْ ٌ ‫ن‬ ْ ‫خ‬ ٝ ١َ‫ أ‬١‫و‬ ُ ًْ ٠َُِ‫جُْ ئ‬ َّ َّ ‫ج‬ٞ‫ق‬ َّ َّ ُ ًْ َّ ِ َّ ِ ٌ ِٝ‫ؤ‬ ِ ِ‫ جك‬ٝ ّ‫ِ ج‬ ِ ٝ ٌَ‫أ‬ ََّ َّ َ‫ؾ‬ ُ ًْ ٠َُِ‫ئ‬ "Hai orang-orang yang beriman. tidak perlu tiga kali. paling tidak menggunakan tiga jari. apabila kamu hendak mengerjakan shalat. Mazhab Al-Hanabilah mengatakan bahwa . mulai dari bagian atas dan depan sepatu. sedangkan bagian bawahnya hanya disunahkan saja. sehingga tidak bisa dijadikan hujjah (argumen) yang diterima. Sedangkan hadis tentang mengusap khuff terjadi pada perang Tabuk. Yang wajib menurut mazhab Al-Malikiyah adalah mengusap seluruh bagian atas sepatu. 5. Ini dilakukan cukup sekali saja. atau bagian sampingnya atau bagian belakangnya. Pendapat ini juga salah. Lc Fiqih Thaharah 187 tahun kesembilan hijriah.

Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat.4. sehingga meski dipakai. Atau sepatu yang terbuat dari kulit bangkai yang belum disamak menurut Al-Hanafiyah dan As-Syafiiyah. Bahkan menurut Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah. Sebagian ulama mengatakan suci hadas kecilnya bukan dengan tayamum tetapi dengan wudhu. Namun jumhur ulama menganggap bahwa itu . 6. 6.2. Lc Fiqih Thaharah 189 dengan disamak. Tidak Najis Bila sepatu terkena najis maka tidak bisa digunakan untuk masalah ini.1.5. Sepatu yang tidak sampai menutup mata kaki tidak masuk dalam kriteria khuff yang disyariatkan. Tidak Tembus Air Mazhab Al-Malikiyah mengatakan bahwa sepatu itu tidak boleh tembus air. 6. Sebab bolongnya itu menjadikannya tidak bisa menutupi seluruh tapak kaki dan mata kaki.3. 6. Tidak disunahkan mengusap bawah atau belakangnya sebagaimana perkataan al Hanafiyah. 6. Sepatu itu harus rapat dari semua sisinya hingga mata kaki. tapi kalau bolongnya besar mereka pun juga tidak membenarkan. Berwudhu sebelum memakainya Sebelum memakai sepatu seseorang diharuskan berwudhu atau suci dari hadas baik kecil maupun besar. Tidak Berlubang Mazhab As-Syafi’iyah dalam pendapatnya yang baru dan mazhab Al-Hanabilah tidak membolehkan bila sepatu itu bolong meskipun hanya sedikit. Sepatunya harus suci dan menutupi tapak kaki hingga mata kaki Tidak dibolehkan mengusap sepatu yang tidak menutupi mata kaki bersama dengan tapak kaki. sehingga semua sepatu yang terbuat dari kulit bangkai tidak bisa digunakan unuk masalah ini menurut mereka. tidak boleh menjalankan syariat mengusap. hukum kulit bangkai itu tidak bisa disucikan walaupun Ahmad Sarwat. Sedangkan mazhab Al-Malikiyah dan mazhab AlHanafiyah secara istihsan dan mengangkat dari keberatan mentolerir bila ada bagian yang sedikit terbuka. Syarat untuk Mengusap Sepatu 6. Namun mazhab As-Syafiiyah mengatakan boleh dengan tayamum. Sehingga bila terbuat dari bahan kain atau berbentuk kaus kaki dari bahan yang tembus air dianggap tidak sah. Lc 188 haruslah terusap sebagian besar bagian depan dan atas sepatu.

Lc Fiqih Thaharah 191 menjawab terserah. Dalilnya ialah : ‫ ُأخ ٕ ع‬١ ‫ٕ خ‬ َِّ ْ‫زَ جٌ ػ‬ َّ ٌ ٢ٞ َُ‫ ج‬ٙ ‫ٕ ع‬ َّ ٙ ، َٕ‫أ‬ ٍٙ ََّ ‫ هَح‬: ِ ١ ‫ٌج‬ ََّ ٍْٞ َّ ‫ّللا‬ ِ َ ّ‫ِ أ‬ ‫ ع ـ‬٠َُ ٍ‫ج‬ َّْ ٢‫ٕ نل‬ َِّ ‫ٍ ؟‬ ََّ ‫ هَح‬: ٕ ‫ٍ ّ ع‬ ََّ ‫ هَح‬: ١ ٝ ّ ‫ٍ ؟ ج‬ ََّ ‫ هَح‬: ٕ ‫ٍ ّ ع‬ ََّ ‫ هَح‬: َ‫ غَالغَس‬١َ‫َّ أ‬ ٝ ٞ٣ ّ ١ ٕ َِّ ‫ٍ ؟‬ ََّ ‫ هَح‬: ٕ ‫ٍ ّ ع‬ ََّ ‫ هَح‬: ٝ َّ ّ‫ٍ ؟ ج‬ ََّ ‫ هَح‬: ٕ ‫ ّ ع‬، ٝ ّ ‫ج‬ ْ ِ‫ذ‬ ْٖ ‫ثص‬ ٙ َ‫أ‬ َّ ٞ‫و ج و ذ‬ٝ ، ٝ ٍ‫ح‬ ََّ َ‫ ه‬: ٢َُ ِ ١ٞ ِ ‫ؼ ٌ أَل‬ ِ َ‫حُو‬ Dari Ubai bin Imarah r. memrintahkan kami untuk mengusap kedua sepatu bila kedua kaki kami dalam keadaan suci. Aku bertanya lagi tiga hari ? Beliau Ahmad Sarwat. Ahmad. Sehingga mazhab Al-Hanafiyah pun juga membolehkan seseorang mengusap kaos kakinya yang tebal. Bila dalam keadan mukim hanya satu hari. dan rijalnya tidak dikenal sehingga pendapat al Malikiyah ini dianggap lemah.a berkata: Ya Rasulullah bolehkah aku mengusap dua sepatu beliau menjawab boleh aku bertanya lagi sehari ? beliau menjawab: sehari.boleh-boleh saja. Yang Membatalkan . 7. Aku bertanya lagi ? Beliau menjawab : dua hari. Tirmizi dan dihasankan oleh Bukhari) Sedangkan mazhab Al-Malikiyah tidak memberikan batasan waktu. Masa Berlaku Jumhur ulama mengatakan seseorang boleh tetap mengusap sepatunya selama waktu sampai tiga hari bila dia dalam keadaan safar. Lc 190 disebutkan diatas: ْ ّ ٌٕ ‫يج ج‬ ْ ‫ ج‬s ‫ ٘ ٕ ع‬ٞ‫ك‬ ْ ٕ‫ج‬ َ ‫َّ ئ‬ ١ ‫أ‬ َّ ُ ًٖ ‫كٍ ِ ج‬ ََّ ‫َّ خ‬ ٕ ٍ‫ٍ ج‬ ََّ ‫ هَح‬: ِ ‫َّ ِ ع‬ َ ُٖ‫ ج‬٢ِ‫ذ‬ ََّ ً ٕ‫ح‬ َ‫ٕ ل‬ ّ ّ‫ٖٓ ئل‬ َّْ َ‫َّ أ‬ ٕ ‫َع‬ َّ َ‫ غَالغ‬١َ‫َّ أ‬ ّ‫ ج‬ٝ ٢َُ ٖٜ ََّ ُ ‫ز‬ ِ ‫سَ ج‬ ِ ‫َّ ٗحخ ؼ‬ ِ ٤ُِ‫ ج‬، ُ ِ َٖ‫نلَحك‬ ٝ ٌٖ ِ َُ ٖٓ ِ َ ٝ ٞ‫َّ ذ‬ ١ِ‫ؿحت‬ َّ ٍ ٝ ٞٗ َّ ّ ‫ؼ ٌ أَل‬ ٙ ُٖ‫ ِ ج‬٢ِ‫ جت‬ٝ ‫ ٌ جُص‬١ً َّْ ُِ‫ج‬ ِٓ ِ ،ٝ ‫ق‬ ُ‫ٍظ‬ َّ ََّ ٙ ، ٝ ‫جخ‬ ٕ ُ‫ ن‬١ ّ َ‫ز‬ َّ ٝ ٘ ‫ ج ـ ـ‬ٙ "Dari Sofwan bin `Asal berkata bahwa Rasululah saw. selama tiga hari bila kami bepergian atau sehari semalam bila kami bermukim. Abu Daud) Hadis ini lemah isnadnya.(HR. Nasa`i. Dalilnya adalah yang telah Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. 8. dan kami tidak boleh membukanya untuk berak dan kencing kecuali karena junub"(HR. Jadi selama waktu itu tidak dicopot selama itu pula dia tetap boleh mengusap sepatu.

maka kebolehan mengusap dua khuff menjadi batal dengan sendirinya.1. seseorang melepas sepatunya. 8.4. Dan melepas kedua khuff Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Yaitu satu hari satu malam buat mereka yang muqim dan 3 hari bagi mereka yang dalam keadaan safar. maka batal kebolehannya. 8. Dan untuk itu.2. Basahnya kaki yang ada di dalam sepatu Apabila kaki dalam sepatu terkena air hingga basah. Bila telah habis waktunya. Jadi 24 jam dalam sehari harus tetap mengenakan. Sebab atasnya ada kewajiban yang lebih utama. Semua itu terjadi manakala tidak ada halhal yang membatalkan kebolehannya. Sekali dilepas. Sebab syarat pelaksanan syariat ini adalah selalu dikenakannya kedua khuff tanpa dilepaskan. yaitu mandi janabah. lantaran kewajiban mandi janabah adalah meratakan air ke seluruh tubuh. wajib atasnya untuk . atau karena keluar mani. Habis waktunya. dia wajib melepas sepatunya. Melepas atau terlepas sepatu baik satu atau keduanya Apabila selama hari-hari dibolehkannya mengusap dua khuff. Dalam hal ini.Sudah disebutkan sebelumnya bahwa masa berlaku syariat mengusap khuff ini sehari semalam bagi yang muqim dan 3 hari tiga malam bagi musafir. Adapun hal-hal yang bisa membatalkan kebolehan mengusap kedua khuff antara lain adalah : 8. maka dengan sendirinya gugur kebolehan mengusap kedua khuff sebagai ganti dari mencuci kaki dalam wudhu'. maka kebolehan mengusap dua khuff dengan sendirinya menjadi batal. Lc 192 tentu membatalkan kebolehannya. Mendapat janabah Bila seorang yang telah mengenakan khuff mendapatkan janabah. termasuk ke kedua kaki. 8. Dan untuk itu dia wajib melepas kedua khuffnya.5.3. keringnya kaki dalam khuff menjadi syarat sahnya syariat ini. Berlubang atau robek sehingga terlihat Dengan berlubangnya sepatu sehingga kaki yang di dalam sepatu bisa terlihat. maka secara otomatis selesai sudah masa berlakunya. maka kebolehan mengusap khuff dengan sendirinya menjadi gugur. Namun apabila dalam masa sehari semalam atau 3 hari 3 malam itu terjadi sesuatu yang membatalkan kebolehan mengusap khuff. meski belum sampai batas maksimal waktunya. 8. baik karena hubungan suami istri.

Biasanya berwarna hitam. Dan makna ( ٜ‫ قح‬١‫جو‬ُٞ‫ ) ج‬haadhal wadhi adalah bila air mengalir pada suatu wadi. yaitu dengan mencuci kaki. Pengertian Kata haidh ( ٝ٤‫ ) جُك‬dalam bahasa Arab berarti mengalir. Bab 10 Haidh 1. panas. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Lc 194 Al-Hanafiyah mengatakan bahwa pengertian haidh adalah darah yang terlepas dari rahim wanita yang sehat dari penyakit dan sudah bukan anak kecil lagi. Sedangkan haidh secara syariah punya beberapa pengertian lewat definisi para ulama yang meski beragam. Namun setelah itu boleh kembali mengusap khuff seperti sebelumnya.90 Asy-Syafi'iyah menegaskan bahwa haidh adalah darah yang keluar dari ujung rahim seorang wanita setelah baligh karena keadaannya yang sehat tanpa penyebab tertentu dan keluar pada jadwal waktu yang sudah dikenal. Lc Fiqih Thaharah 195 .92 Intinya bisa kita simpulkan secara sederhana bahwa haidh adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita atau tepatnya dari dalam rahim wanita bukan karena kelahiran atau karena sakit selama waktu masa tertentu. dan beraroma tidak sedap. ٝ ٢ِ‫ك‬ ْ ُْ‫ج‬ ‫ش‬ ّ٣ َُُٕٞ‫ى أ‬ ْ َّ ‫َّ ع‬ ٕ ٝ٤ َّْ ُ ِ َ‫ه‬ ِ ُْ‫ج‬ ِ ‫ق‬ ٞٛ ْ َُ ٟ‫ج ش كَحع أَي‬ُٞ َّ ِ ُٖ‫جء ِ ج‬ ْ ١ ٠ َّ َ ِ ‫كَا‬ ٍٛ َّ ٕ َ ‫يج‬ ْ ٝ٤ َّ َّ ‫هٍ ش‬ ٞ‫ٖ ذ‬ٛ ِ ٝ َ‫ل‬ ِ ‫ق‬ َٚ٠ ٌ ٕ ََّ َّْ ‫ كَأ‬ٞ‫ٖ ض‬ٛ ٖٓ ِ ‫ ش ـ‬ٟ 89 Hasyiatu 90 Hasyiatu Ibnu Abidin jilid 1 halaman 188 Ad-Dasuqi jilid 1 halaman 168 91 Mughni Al-Muhtaj jilid 1 halaman 168 92 Kasysyaf Al-Qinna' jilid 1 halaman 196 Ahmad Sarwat. Di dalam Al-Quran Al-Kariem dijelaskan tentang masalah haid ini dan bagaimana menyikapinya. namun pada hakikatnya masih saling terkait dan saling melengkapi.91 Al-Hanabilah menyebutkan bahwa haidh adalah darah asli yang keluar dimana wanita itu sehat bukan karena sebab melahirkan.berwudhu' dengan sempurna.89 Al-Malikiyah mendefiniskan haidh sebagai darah yang dibuang oleh rahim di luar kehamilan dan bukan darah melahirkan.

2. dan janganlah kamu mendekati mereka. `Bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang haid. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh.Darah Nifas Darah nifas adalah darah yang keluar bersama anak bayi atau melahirkan. Artinya bukan darah karena penyakit dan juga karena melahirkan. maka darah itu disebut dengan darah nifas. Bila darah itu keluar dari dubur. sebelum mereka suci .a berkata . Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu kotoran`. 2. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Demikian juga bila darah itu berasal dari penyakit tertentu yang mengakibatkan pendarahan di kemaluan wanita. Syarat Darah Haidh Untuk membedakan antara darah haidh dengan darah lainnya. Darah yang keluar sebelum waktu melahirkan tidak dikatakan sebagai Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Lc 196 dasar nifas. darah yang keluar dari kemaluan wanita ada tiga macam: dengan masingmasing status hukum yang tersendiri. maka itu bukan darah haidh. Darah itu keluar bukan karena sebab melahirkan bayi.1. Apabila mereka telah suci. lantaran wanita itu dalam keadan sakit.2. 2. Darah Wanita Dalam kaca mata fiqih.(QS. para ulama menetapkan beberapa syarat. Al-Baqarah : 222) Demikian juga di dalam hadis Bukhari dan Muslim. Bukhari Muslim) 2. Sebelum keluar darah haidh. Bila darah itu keluar dari sebab melahirkan. `Haid adalah sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah kepada anak-anak wanita Nabi Adam (HR. Darah Haid Darah haid adalah darah yang keluar dari dalam rahim wanita dalam keadaan sehat. Darah Istihadhah Darah istihadhah adalah darah yang keluar dari rahim wanita.3. maka darah itu bukan darah haidh. 3. antara lain : Darah yang keluar itu berasal dari dalam rahim dalam keadaan sehat.‫ ـ‬١ َّ ُ ‫َّ ٌ أَّ ظ‬ ُ‫ى‬ َّْ ٍ‫ج‬ ‫ ٓص‬َٚ٠ ٖ٣ٌ ِ َّ َّّ ُ‫ ج‬ٙ َّ ِٕ‫ّللا ئ‬ َّّ ‫كد‬ ِ ٣ ‫ جُص‬ٝ ٖ٤ِ‫جذ‬ ٝ ‫كد‬٣ ِ `Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. harus didahului . Dari Aisyah r. maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.

198 itu paling sepat buat perawan dan janda tiga hari. As-Syafi`iyah mengatakan tidak ada akhir sehingga selama hidup masih berlangsung bagi seorang wanita tetaplah dianggap haid bila keluar darah. salatnya dan tawafnya. Tabarani dan Daruquthni dengan sanad yang dhaif) Al Malikiyah mengatakan paling cepat haid itu sekejap saja. 4.kondisi suci dari haidh ( ٍٜ‫) جُط‬. Dan paling lama sepuluh hari. Sedangkan paling lama menurut madzhab ini adalah sepuluh hari sepuluh malam. Masa suci dari haidh sendiri nanti akan dibahas Masa rentang waktu keluarnya darah itu setidaknya memenuhi batas minimal. Namun dalam kasus `iddah dan istibra` lamanya satu hari. meski pun hanya hukumnya saja bukan fisiknya. Maka bila ada darah keluar sebelum masa rentang waktu ini bukanlah darah haid tetapi darah penyakit. bila seorang wanita mendapatkan haid dalam sekejap itu. Lc Wahbah Az-Zuhaili. Sedangkan Al-Malikiah mengatakan 70 tahun.93 Dan haid itu akan berakhir hingga memasuki sinnul ya`si. dan bila kurang dari itu tidaklah disebut haid tetapi istihadhah. kalau lebih dari itu bukan haid tapi istihadhah. batallah puasanya. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Ahmad). Pada Usia Berapakah Mulai dan Berakhirnya Haid. Dan Al-Hanabilah mengatakan 50 tahun dengan dalil : `Bila wanita mencapai usia 50 keluarlah dia dari usia haid (HR. Abu Hanifah mengatakan : bahwa sinnul ya`si itu usia 50 tahun. Darah yang keluar itu terjadi pada seorang wanita yang memang sudah memasuki masa haidh dan sebelum masuk ke masa tidak mungkin haidh lagi. Ahmad Sarwat. Para ulama berbeda pendapat tentang sinnul ya`si. Dasar pendapat mereka adalah hadis beriut ini : `Dari Abi Umamah bahwa Rasulullah SAW bersabda: `Haid 93 Al-Fiqhul Islami oleh Dr. As-Syafi`iyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa paling cepat haid itu adalah satu hari satu . Haid itu dimulai pada masa balighnya seorang wanita kira-kira usia 9 tahun menurut hitungan tahun hijriyah. (HR. Lama Haid Bagi Seorang Wanita Al Hanafiyah mengatakan bahwa paling cepat haid itu terjadi selama tiga hari tiga malam. Atau secara hitungan hari 354 hari. Lc Fiqih Thaharah 197 4.

"Fatimah binti Abi Hubaisy mendapat darah istihadha. Lama Masa Suci Masa suci adalah jeda waktu antara dua haid yang dialami oleh seorang wanita. (HR. Begitu juga haram untuk mengqada` shalat. Lc Fiqih Thaharah 1 halaman 52. al Qawwanin al Fiqhiyyah halaman 41 199 6. Dalilnya adalah hadis berikut ini : ‫زَ جتِٕ ع ٕ ع‬ َّ ٢ٌٞ َّ ‫ ٕ ع ّللا‬ٙ ‫ ج‬:َّ ٕ‫ْ أ‬٠ َّ ِٖ‫ ش ذ‬٢ِ‫ قد أَذ‬١ ٔ َّ ِ ‫زَ كَح‬ َ ‫ش‬ ٕ‫ًح‬ ِٕ‫ ّ و ئ‬٢‫ك‬ َّ َّ ّ َِ‫ أ‬ٝ ‫ و‬s ّ‫ ج ـ ش ض‬ٜ ٍ ََّ ‫ كَوَح‬َُٚ ‫ٌ ج‬ ْٞ َ ُ‫ ج‬ٜ ِ ‫و‬ ُ ٍ ‫ّللا‬ َّ َ َّ‫ كَأ‬٢ٌ َ ‫يُِي‬ َ ‫ل‬٥‫ج‬ ‫غ‬٣ ٌ ،‫حٕ كَاِيج ف‬ ََّ ً َِّ ُٙ‫ ج‬،‫ز‬ ََّ ً ٌ ِْ ِ ‫ٕ ع‬ ِ ‫حٕ كَاِيج ل‬ ‫ كَص‬ٝ ٜ ٢ِ‫ ت‬ٝ ٘ ،٢ُِّ ٌ ٝ ‫ ج‬ٙ َ‫أ‬ َّ ٞ‫و ج و ذ‬ٝ ٝ ُٖ‫ ِ ج‬٢ِ‫ جت‬، ٝ ٘ ‫ـ ـ‬ ٙ ‫قد ٕ جخ‬ ََّ ِ ٕ‫ج‬ َ ٝ ‫ى‬ َِّ ‫كح‬ ٙ َ‫أ‬ َّ ٞ‫َّ ـ ذ‬ ِْ‫جض‬ َ ُ‫ ج‬،ّ ٝ ِ‫ًٍ ٕ ش ج‬ Dari Aisyah ra berkata. Dan paling lama lima belas hari lima belas malam. Dan umumnya enam atau tujuh hari. 94 Untuk masa ini. lalu kami diperintahkan untuk 95 Hadits ini dishahihkan Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Masa suci memiliki dua tanda. 94 Bidayatul Mujtahid jilid Ahmad Sarwat. Pendapat ini sesuai dengan ucapan Ali bin Abi Thalib r. Bila sudah selesai. Lc oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim 200 . pertama.` 5. keringnya darah dan kedua. Sedangkan Al-Hanabilah mengatakan bahwa : `Masa suci itu paling cepat adalah tiga belas hari. Shalat Seorang wanita yang sedang mendapatkan haidh diharamkan untuk melakukan shalat.malam. maka berwudhu'lah dan lakukan shalat. Jumhur ulama selain AlHanabilah mengatakan bahwa masa suci itu paling cepat lima belas hari. dan bila lebih dari lima belas hari menjadi darah istihadhah."Darah haidh itu berwarna hitam dan dikenali. Bila yang yang keluar seperti itu. Dan juga hadits berikut ini : `Dari Aisyah r.1. maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya.a yang berkata : Paling cepat haid itu sehari semalam.a berkata : `Di zaman Rasulullah SAW dahulu kami mendapat haidh. Bila lebih dari itu maka darah istihadhah. adanya air yang berwarna putih pada akhir masa haid. Sebab seorang wanita yang sedang mendapat haid telah gugur kewajibannya untuk melakukan salat. janganlah shalat. Abu Daud dan An-Nasai)95. Perbuatan Yang Haram Dilakukan Karena Haid 6.

Maksudnya adalah bahwa seorang yang sedang mendapatkan haidh dan darah masih mengalir. Selain itu juga ada hadis lainnya: `Dari Fatimah binti Abi Khubaisy bahwa Rasulullah SAW bersabda: `Bila kamu mendapatkan haid maka tinggalkan shalat` 6. tanpa berniat bersuci dari hadats besar. dia tidak boleh shalat dan puasa?". 6. ْ‫ؾ‬ ‫ع‬ َّ َّ ِٗ‫ جت‬٢ٌٞ َّ ‫ ٕ ع ّللا‬ٙ ‫هَحَُص ج‬: َُْ ‫ثٖ ج‬ ،‫ش‬ َ ٕ ‫سَ ع‬ ِ ِ ‫ٌف ِ ج‬ ِ ٝ‫ق‬ ََّ ‫كَوَح‬ ٍ ْ ‫ ج‬٢ُِ ّ ‫ ج‬١ ‫كغ‬ ْ َّ َ ٌ ٕ ‫كغ‬ ُ ٍ ‫كحؼ‬ َّْ َ‫َّ ش ل أ‬ ُ ٞ٠ ٢ِ‫ ذِحُد ك‬١ ‫ش‬ َّ َ ُ‫ ج‬٢‫ؿ‬ ِ ‫ ش ـ‬ٟ s ُٖ‫ ج‬٢‫ذ‬ ْ ‫ ش‬٠ َّ ،١ٍٛ ‫ف ٓص‬ ََّ ‫ ع م‬٢َُ ٙ َّ ِ ِ Dari Aisyah r. seolaholah darah haidhnya sudah selesai. . Sedangkan mandi biasa dalam arti membersihkan diri dari kuman. dengan menggunakan sabun.mengqadha` puasa dan tidak diperintah untuk mengqadha` salat (HR. Jama`ah).4. Sedangkan semua praktek ibadah haji tetap boleh dilakukan. bukan merupakan larangan.a berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: `Bila kamu mendapat haid. Berwudu` atau mandi As-Syafi`iyah dan al-Hanabilah mengatakan bahwa: `wanita yang sedang mendapatkan haid diharamkan berwudu`dan mandi janabah. shampo dan lainnya."Bukankah bila wanita mendapat hatdh. Lc Fiqih Thaharah ٢ِ‫ ِ أَذ‬٢‫ػ‬ ‫َّ ج و‬ ُ ‫َّ ُهى‬ ١ ِّ ٌ ِ َّ ِ ٢ٌٞ ‫ٕ ع ّللا‬ َّ ٍٙ ََّ ‫هَح‬: ٍ ََّ ‫ٌ هَح‬ ‫ طم‬، ْٞ َّ ٍُ ‫َّ ٓص‬ ‫ف‬ َ ‫ِ تض‬ ‫ث نَم و ل‬ Dari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa Rasulullah SAW 201 bersabda. Muttafaq 'alaihi) 6. sٝ ‫ٕ ع‬ ‫ّللا‬ ٍَ‫ث اع ح إِرا س أَن‬ ِ ِ ‫مر‬ َ ‫نَم أَُة ان‬ ‫ ع م‬٢َُ ٙ َّ ِ Ahmad Sarwat. lalu berniat untuk bersuci dari hadats besarnya itu dengan cara berwudhu' atau mandi janabah.2.3.Tawaf seorang wanita yang sedang mendapatkan haid dilarang melakukan tawaf. padahal belum selesai. Sebab tawaf itu mensyaratkan seseorang suci dari hadas besar. Puasa Wanita yang sedang mendapatkan haid dilarang menjalankan puasa dan untuk itu ia diwajibkannya untuk menggantikannya dihari yang lain. (HR. lakukan semua praktek ibadah haji kecuali bertawaf disekeliling ka`bah hingga kamu suci (HR.

Mutafaq `Alaih) 6.5. Menyentuh Mushaf dan Membawanya Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran AlKariem tentang menyentuh Al-Quran :

َ‫ ل‬١ ّ ِ َّ

ٙ َّ ‫ ئِل‬َٚ‫جُٔط‬

ٌٕٝ

Dan tidak menyentuhnya kecuali orang yang suci.` . (QS. AlWaqi‟ah ayat 79) Jumhur ulama sepakat bahwa orang yang berhadats besar termasuk juga orang yang haidh dilarang menyentuh mushaf Al-Quran 6.6. Melafazkan Ayat-ayat Al-Quran
Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat, Lc

202

Kecuali dalam hati atau doa / zikir yang lafznya diambil dari ayat Al-Quran secara tidak langsung. Rasulullah SAW tidak terhalang dari membaca Al-Quran kecuali dalam keadaan junub. Namun ada pula pendapat yang membolehkan wanita haidh membaca Al-Quran dengan catatan tidak menyentuh mushaf dan takut lupa akan hafalannya bila masa haidhnya terlalu lama. Juga dalam membacanya tidak terlalu banyak. Pendapat ini adalah pendapat Malik.96 6.7. Masuk ke Masjid Dari Aisyah RA. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haidh`. (HR. Bukhari, Abu Daud dan Ibnu Khuzaemah.) 6.8. Bersetubuh Wanita yang sedang mendapat haid haram bersetubuh dengan suaminya. Keharamannya ditetapkan oleh Al-Quran Al-Kariem berikut ini:

ٝ ٢ِ‫ك‬ ْ ُْ‫ج‬ ‫ش‬ ‫ـ‬ َّْ ٍ‫ج‬

ّ٣ َُُٕٞ‫ى أ‬

ْ َّ ‫َّ ع‬ ٕ ٝ٤ َّْ ُ ِ َ‫ه‬ ِ ُْ‫ج‬ ِ ‫ق‬

ٞٛ

ْ َُ ٟ‫ج ش كَحع أَي‬ُٞ َّ ِ ُٖ‫جء ِ ج‬

`Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu kotoran`. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci . Apabila mereka
96 Lihat Bidayatul Mujtahid Ahmad Sarwat, Lc Fiqih Thaharah

ْ ْ َ ِ ‫كَا‬ ٝ٤ َّ َّ ‫هٍ ش‬ ٞ‫ٖ ذ‬ٛ ‫ ش ـ‬ٟ ١ َّ ٠ ٍٛ ٕ ََّ ‫يج‬ ِ ٝ َ‫ل‬ ِ ‫ق‬ َٚ٠ ٌ ٕ ََّ ْ‫أ‬ ََّ‫ ك‬ٞ‫ٖ ض‬ٛ ٖٓ ِ ١ َّ ُ ‫َّ ٌ أَّ ظ‬ ُ‫َّ ى‬ َّّ ُ‫ ج‬ٙ َّ ِٕ‫ّللا ئ‬ َّّ ‫كد‬ ِ ٣ ‫ جُص‬ٝ ٖ٤ِ‫ جذ‬ٝ ‫ ٓص‬َٚ٠ ٖ٣ٌ ِ

‫كد‬٣ ِ

jilid 1 hal 133

203

telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(QS. Al-Baqarah : 222) Yang dimaksud dengan menjauhi mereka adalah

tidak menyetubuhinya. Sedangkan al Hanabilah membolehkan mencumbu wanita yang sedang haid pada bagian tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi persetubuhan. Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang hukum mencumbui wanita yang sedang haid maka beliau menjawab:

َ ‫ ـ ئِيج‬ٜ‫ش ج‬ ‫َّ إَٔ ٕ ع‬ ِ ٢ٌٞ َّ ‫ٕ ع ّللا‬ ٙ َّ َٕ‫ أ‬٢ُ‫ج‬ ‫و‬ٞٛ ‫ًحٗص‬ َّ ِ َ ٍٔ ِ َ ُ‫ أُز ج‬٢ِ‫ْ ك‬ٛ َ ‫ انى‬، s َُْ ‫ن اص‬ ‫ِ عىا‬ ُِ ‫ِ ش كم‬ ‫ِ يء‬ ‫كاح إِل‬ ‫إ‬٣ ُُٙٞ‫ى‬ ََّ ‫ جُٖ كَوَح‬٢ِ‫ذ‬ ِ ‫ ج‬،‫ٍ ج‬ ٌ ٝ ‫ ج‬ٙ ّٓ ٍ َِّ ّ
`Dari Anas ra bahwa Orang yahudi bisa para wanita mereka mendapat haidh, tidak memberikan makanan. Rasulullah SAW bersabda,"Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan". (HR. Muslim).

ْ ّ ٢ٌِٗ s ‫زَ جتِٕ ع ٕ ع‬ َ ٌ ١ ‫أ‬ َّ َّ ٢ٌٞ َّ ‫ ٕ ع ّللا‬ٙ ‫هَحَُص ج‬: ٕ‫ح‬ ََّ ً ْٞ َّ ٍُ َّ ‫ّللا‬ ِ ‫َ كَأَش‬ َّ ،ٌ َّ ‫ف‬ ٔ‫ج‬ ٢ٌِٗ ٝ َٕ‫جب ـ ج أ‬ َِّ ،ٜ ‫ف ٓص‬ ََّ ‫ ع م‬٢َُ َّ ٙ َ ‫د‬٣ َّ ِ ِ ِ
`Dari Aisyah ra berkata,"Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk memakain sarung, beliau mencumbuku sedangkan aku dalam keadaan datang haidh". (HR. Muslim). Keharaman menyetubuhi wanita yang sedang
Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat, Lc

204

haid ini tetap belangsung sampai wanita tersebut selesai dari haid dan selesai mandinya. Tidak cukup hanya selesai haid saja tetapi juga mandinya. Sebab didalam al Baqarah ayat 222 itu Allah menyebutkan bahwa wanita haid itu haram disetubuhi sampai mereka menjadi suci dan menjadi suci itu bukan sekedar berhentinya darah namun harus dengan mandi janabah, itu adalah pendapat al Malikiyah dan as Syafi`iyah serta al Hanafiyah. Kaffarat Menyetubuhi Wanita Haidh Bila seorang wanita sedang haid disetubuhi oleh suaminya maka ada hukuman baginya menurut al Hanabilah. Besarnya adalah satu dinar atau setengah dinar dan terserah memilih yang mana. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW berikut :

٢ِ‫ ك‬١ً َِّ ‫َّ خ ع‬ ِ‫ ج‬٢ٌٞ ‫ّللا‬ َّ ‫ٕ ع‬ ْٛ ‫ٌ ٕ ع ج‬ ِ ُ‫ ج‬١ ٢ِ‫ ْأض‬s ‫جذٖ ٕ ع‬ َِّ ٍْٞ َّ ِ‫ّللا‬ ّ‫أَش ٌ ج‬ ٙ ٝ ٢ٛ َِّ ،ٜ ٍ ََّ ‫ هَح‬:ٌ ‫ص ث‬ ‫ذٌ ق د‬ ‫أَو ار‬ ِ ‫جب ـ‬ ِ ِ‫ِ ن ب‬ ‫ف بِىِض‬ ِِ ٌ‫د‬ ِ ‫ ن‬،‫ ٌ ار‬ٝ ‫ ج‬ٙ َ ُ‫ ُز ِ ج‬ٝ ٘ ‫ـ ـ‬ ْ‫ه‬ ٙ‫ى‬ َِّ ‫كح‬ ٕ ،ٕ ََّ َ ُ‫ ّ ج‬ٝ ‫جخ‬ ِ ‫ جُوَطح‬ٝ ٌ ‫ؽ ـ ؼ‬ ْ ٙ ٍ٣ ْٛ ‫ ج‬ٝ ‫ق‬ ََّ ‫ه‬

`Dari Ibn Abbas dari Rasulullah SAW bersabda tentang orang yang menyetubuhi istrinya dalam keadaan haidh : `Orang yang menyetubuhi isterinya diwaktu haid haruslah bersedekah satu dinar atau setengah dinar` (HR. Khamsah)97 As-Syafi`iyah memandang bahwa bila terjadi kasus seperti itu tidaklah didenda dengan kafarat, melainkan hanya disunnahkan saja untuk bersedekah. Satu dinar bila melakukannya diawal
97 Hadits ini dishahihkan Ahmad Sarwat, Lc Fiqih Thaharah

oleh Al-Hakim dan Ibnu Al-Qaththan

205

haid, dan setengah dinar bila diakhir haid. Namun umumnya para ulama seperti alMalikiyah, Aُ َِّ ُ ِ ُ ِ sy- Syafi`iyah dalam pendapatnya yang terbaru tidak mewajibkan denda kafarat bagi pelakunya cukup baginya untuk beristigfar dan bertaubat. Sebab hadis yang menyebutkan kafarat itu hadis yang mudahtharib sebagaimana yang disebutkan oleh al Hafidz Ibn Hajar.98 6.9. Menceraikan Istri Seorang yang sedang haid haram untuk bercerai. Dan bila dilakukan juga maka thalaq itu adalah thalaq bid`ah. Dalilnya adalah :

َ ِ‫ن ئ‬ ‫ ج‬١َ‫ أ‬ٙ ‫ جُٖ ج‬٢ِ‫يج ذ‬ َّْ َِ٠ ‫ جء ِ جُٖ ّ ش‬ٞ‫ٖ كَطََُِّه‬ٛ ‫ؼى‬ ِ ُِ ٖٜ ِ ِ‫ض‬ ْ َ‫ز‬ ‫أَـ‬ ‫ج‬ٞٚ ‫ؼى‬ َّ ِ ُ‫ج‬ َ‫ٌ ضم ل‬ ‫ج جش‬ٞ‫َّ ُه‬ ‫َّ خ ٌ ّللا‬ ُ ًْ َّ َّ ٞ‫ٖ ؾ‬ٛ ٖٓ َّ ِ ٖٜ ِ ٞ٤‫ ذ‬ٝ َ‫ل‬ ِ‫ض‬ ِ ّ ‫إَٔ ئِل‬ ‫ل‬ ‫ُ ٕ ٌؼ‬ ََّ ُ ٖ٤ِ‫حقٕ ْأض‬ ‫ خ ّ ز‬١ ٕ َّ ‫ ز‬ٝ ‫ضِ ِْي‬ ‫ ـ‬ٝ‫َّ و و‬ ِ َ‫َّ ذِل‬ ِ‫ ّللا‬ٝ ّ ٕ ١ ‫و ضغ‬ ‫و ـ‬ٝ‫ّللا و‬ َّ ِ ‫كَوَى‬ ْ َ َّ‫ج ٌ أ‬ ََِْ‫كّ ٕ ظ‬ ٙ َ‫ل‬ َّ ‫ و ش‬١ٌ ٍ َّ ‫ّللا‬ ‫ف‬٣ ‫و‬ َِّ ُ َّ ‫يُِي و ع خ ظ‬ ِ ‫َّ َُغ‬ ١ ٝ ٝ ١ ١
`Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat iddahnya dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang . Itulah hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.` (QS. AtThalaq : 1)
98 Nailul Authar jilid 1 halaman Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat, Lc

278

206

Secara hukum fiqih, meski termasuk thalaq bid'ah dan berdosa, tetap jatuh talaq itu. Suami yang mentalak istrinya dalam keadaan haidh tentu berdosa, sebab hal itu termasuk larangan. Tetapi dari segi hukum talaq, tetap jatuh dan sah sebagai talaq. Lebih jelasnya akan dijelaskan pada kitab Fiqih

Khamsah kecuali Nasa`i). maka darah itu termasuk darah nifas.Pernikahan. namun bila selama empat puluhhari darah masih tetap keluar kebanyakan ahli ilmu berkata bahwa dia tidak boleh meninggalkan salatnya. Ahmad Sarwat. Bab 11 Nifas 1. bila lebih dari empatpuluh hari maka darah istihadhah. sedangkan menurut al Malikiyah dan juga as Syafi`iyah paling lama nifas itu adalah enam puluh hari.a berkata: para wanita yang mendapat nifas. At-Tirmizi berkata setelah menjelaskan hadis ini : bahwa para ahli ilmu dikalangan sahabat Nabi. bila demikian ia harus mandi dan salat. Para ulama bahkan mengelompokkan darah yang keluar karena keguguran termasuk nifas juga. dan dia langsung serta puasa sebagaimana biasanya. bila seorang wanita melahirkan dan darah berhenti begitu bayi lahir maka selesailah nifasnya. Lc Fiqih Thaharah 209 3. yaitu : . Jadi bila seorang wanita melahirkan bayi yang meninggal di dalam kandungan dan setelah itu keluar darah. Menurut as-Syafi`iyah biasanya nifas itu empat puluh hari. Pengertian Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita karena melahirkan. 2. dimasa Rasulullah duduk selama empat puluh hari empat puluh malam (HR. menurut al Hanafiyah an al Hanabilah paling lama empat puluh hari. para tabi`in dan orang-orang yang sesudahnya sepakat bahwa wanita yang mendapat nifas harus meninggalkan salat selama empat puluh hari kecuali darahnya itu berhenti sebelum empat puluh hari. Hal-hal yang dilarang dilakukan wanita yang sedang nifas Wanita yang sedang nifas sama denganhal-hal yang diharamkan oleh wanita yang sedang haidh. Dalilnya adalah hadis berikut ini : ‫ جُ٘لٓحء ًحٗص‬٠ِ‫ى ػ‬ٜ‫ٍ ػ‬ٌْٞ ‫ح ذؼى ضوؼى ّللا‬ْٜ‫ٖ ٗلح‬٤‫أٌذؼ‬ ‫ٓح‬ٞ٣ "Dari Ummu Slamah r. Lama Nifas Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Lc 208 Umumnya para ulama mengatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk sebuah nifas bagi seorang wanita aling cepat adalah hanya sekejap atau hanya sekali keluar.

a berkata : `Dizaman Rasulullah SAW dahulu kami mendapat nifas.Tawaf Seorang wanita yang sedang mendapatkan nifas dilarang melakukan tawaf. Sebab seorang wanita yang sedang mendapat nifas telah gugur kewajibannya untuk melakukan salat. tentu saja tidak terlarang. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. 3. lalu kami diperintahkan untuk mengqada` puasa dan tidak diperintah untuk mengqada` salat (HR. Menyentuh Mushaf dan Membawanya Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran AlKariem tentang menyentuh Al-Quran : َ‫ ل‬١ ّ ِ َّ ٙ َّ ‫ ئِل‬َٚ‫جُٔط‬ ٌٕٝ Dan tidak menyentuhnya kecuali orang yang suci.a berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: `Bila kamu mendapat haid. Sebab tawaf itu mensyaratkan seseorang suci dari hadas besar. Jama`ah). lakukan semua praktek ibadah haji kecuali bertawaf disekeliling ka`bah hingga kamu suci (HR. Lc 210 padahal dia tahu dirinya masih mengalami nifas atau haidh. AlWaqi‟ah ayat 79) Jumhur Ulama sepakat bahwa orang yang berhadats besar termasuk juga orang yang nifas . 3. Begitu juga mengqada` salat.4.1.3. Salat Seorang wanita yang sedang mendapatkan Nifas diharamkan untuk melakukan salat. (QS.3.` . Dalilnya adalah hadis berikut ini : `Dari Aisyah r. Sedangkan semua praktek ibadah haji tetap boleh dilakukan.2. Yang terlarang disini adalah mandi janabah dengan niat mensucikan diri dan mengangkat hadats besar.5. Adapun sekedar mandi biasa yang tujuannya membersihkan badan. Puasa Wanita yang sedang mendapatkan nifas dilarang menjalankan puasa dan untuk itu ia diwajibkannya untuk menggantikannya dihari yang lain. Berwudu` atau mandi janabah As-Syafi`iyah dan al-Hanabilah mengatakan bahwa: `wanita yang sedang mendapatkan haid diharamkan berwudu`dan mandi janabah. ْ ‫ج ج‬ُُٞ ّ ‫كغ ش ج‬ ْ ‫كغ‬ ١ٍٛ ِ ُ ٍ ‫كحؼ‬ َّ َ ُ‫ج‬ َ ٌ ٢‫ؿ‬ ّٕ‫لَ أ‬ َّ ‫ش‬ ْ ُ ٢ِ‫ك‬ٞ٠ ‫ ش ـ‬ٟ ‫ ش‬٠ َّ َّ Dari Aisyah r. Mutafaq `Alaih) 3. Selain itu juga ada hadis lainnya: ْ َ‫َّ أ‬ َ ِ‫هد ئ‬ ‫يج‬ ‫ص‬ َ ُ‫ ج‬ٜ ‫ كَى ز‬٢‫ػ‬ ِ َُ ٢‫ك‬ ِ ُٙ‫لَز ج‬ `Dari Fatimah binti Abi Khubaisy bahwa Rasulullah SAW bersabda: `Bila kamu mendapatkan nifas maka tinggalkan salat` 3.

Hujjah mereka adalah karena hadits di atas dianggap dhaif oleh mereka99. Abu Daud dan Ibnu Khuzaemah. Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu kotoran`. ْ ‫َّ ج ُأ‬ َ‫هٍ ش ل‬ َّ ُ ‫ٕ ُؽ‬ Janganlah orang yang sedang junub atau haidh membaca sesuatu dari Al-Quran. Apabila mereka telah suci.6. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh. Melafazkan Ayat-ayat Al-Quran Kecuali dalam hati. Juga dalam membacanya tidak terlalu banyak.(QS. maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Lc ‫ ـ‬١ َّ ُ ‫َّ ٌ أَّ ظ‬ ُ‫ى‬ َّْ ٍ‫ج‬ ‫ ٓص‬َٚ٠ ٖ٣ٌ ِ َّ َّّ ُ‫ ج‬ٙ َّ ِٕ‫ّللا ئ‬ َّّ ‫كد‬ ِ ٣ ‫ جُص‬ٝ ٖ٤ِ‫جذ‬ ٝ ‫كد‬٣ ِ `Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Lc Fiqih Thaharah 211 3. Al-Baqarah : 222) Yang dimaksud dengan menjauhi mereka adalah tidak menyetubuhinya. Pendapat ini adalah pendapat Malik.dilarang menyentuh mushaf Al-Quran Ahmad Sarwat. dan janganlah kamu mendekati mereka. `Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haidh`. Abu Daud dan Tirmizy) Namun ada pula pendapat yang membolehkan wanita nifas membaca Al-Quran dengan catatan tidak menyentuh mushaf dan takut lupa akan hafalannya bila masa nifasnya terlalu lama. sebelum mereka suci . Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang hukum mencumbui wanita yang sedang haid maka . Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Sedangkan al-Hanabilah membolehkan mencumbu wanita yang sedang nifas pada bagian tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi persetubuhan.) 3. (HR. (HR. Masuk ke Masjid Dari Aisyah RA.7.8. Bukhari. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. Keharamannya ditetapkan oleh Al-Quran Al-Kariem berikut ini: ‫ خ‬ٝ َ‫ل‬ َّ ‫حب‬ َِّ ‫ك‬ َ ُ‫ج‬ ٜ ٔ ١ ‫ٓ ٖ تح‬ ِ ٕ‫جُوٍآ‬ ٝ ٢ِ‫ك‬ ْ ُْ‫ج‬ ‫ش‬ 212 ّ٣ َُُٕٞ‫ى أ‬ ْ َّ ‫َّ ع‬ ٕ ٝ٤ َّْ ُ ِ َ‫ه‬ ِ ُْ‫ج‬ ِ ‫ق‬ ٞٛ ْ َُ ٟ‫َّ ش كَحع أَي‬ ‫ج‬ُٞ ِ ُٖ‫جء ِ ج‬ ْ ١ ٠ َّ َ ِ ‫كَا‬ ٍٛ َّ ٕ َ ‫يج‬ ْ ٝ٤ َّ ‫هٍ ش ل‬ ٞ‫ٖ ذ‬ٛ ِ ٝ ََّ ِ ‫ق‬ ْ َٚ٠ ٌ ٕ ََّ ‫أ‬ ََّ‫ ك‬ٞ‫ٖ ض‬ٛ ٖٓ ِ 1 halaman 133 ‫ ش ـ‬ٟ 99 Bidayatul Mujtahid jilid Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Bersetubuh Wanita yang sedang mendapat nifas haram bersetubuh dengan suaminya. 3. doa atau zikir yang lafaznya diambil dari ayat Al-Quran secara tidak langsung.

Bila seorang wanita telah selesai nifas dan mandi tiba-tiba darah keluar lagi setelah empat puluh hari. Tidak cukup hanya selesai nifas saja tetapi juga mandinya.1. Mumayyizah Seorang wanita mengetahui dengan pasti lama haidnya sehingga bila keluarnya darah itu melebihi masa haid yang normal jadi darah itu adalah darah istihadhah. Pengertian Keluarnya darah dari kemaluan wanita di luar haidh dan nifas atau karena sakit. namun para fuqaha yang lain mengatakan bahwa: masa nifas itu hanyalah empat puluh hari atau enam puluh hari (Syafi`i). 2. Tiga Keadaan Istihadhah 2. sehingga bila keluar lagi setelah berhenti sebelumnya maka itu termasuk nifas juga bukan darah istihadhah karen aitu dia tetap tidak boleh salat dan berpuasa. Ahmad Sarwat. Kasus Bila seorang wanita mendapat darah tiga hari sebelum kelahiran. sehingga bila keluar lagi darah setelah itu tidak bisa disebut darah nifas. sebagaimana yang telah disepakati oleh para ulama bahwa darah nifas itu adalah darah yang keluar pada saat melahirkan. maka darah yang kelauar sebelumnya bukanlah darah nifas. itu adalah pendapat al Malikiyah dan as Syafi`iyah serta al Hanafiyah. 4.beliau menjawab: ِ٘‫ٕ ج‬ َ ‫ج‬ٞ‫َّ ػ‬ ُ َّ ًَ ٔ ١ ‫ء‬ َّ َّ ‫ًحـ جُٖ ئِل‬ `Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan (HR. Sebab didalam al Baqarah ayat 222 itu Allah menyebutkan bahwa wanita haid itu haram disetubuhi sampai mereka menjadi suci dan menjadi suci itu bukan sekedar berhentinya darah namun harus dengan Ahmad Sarwat. Lc Fiqih Thaharah 215 Bab 12 Istihadhah 1. Dasarnya adalah hadis berikut ini : . Jama`ah). Lc Fiqih Thaharah 213 mandi janabah. Keharaman menyetubuhi wanita yang sedang nifas ini tetap belangsung sampai wanita tersebut selesai dari nifas dan selesai mandinya. Ada ulama yang berpendapat bahwa tidak ada batas maksimal untuk nifas. dan itu adalah darh istihadhah. tetapi darah fasad.

beliau bersabda: Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat.a beliau meminta kepada Nabi saw.(HR. Maka baginya cukup dengan melihat darah itu. bila darahnya adalah darah haid maka dia sedang haid bila darahnya bukan darah haid maka dia sedang istihadhah. Dari Fatimah binti Abi Hubaisy bahwa dia mengalami istihadhah. apa pendapatmu ? sedangkan engkau telah melarang unuk salat dan puasa. dan engkau mandi beserta shubuh dan engkau salat. Lc 216 Lihatlah kebiasaan jumlah hari-hari haidnya dan dikaitkan dengan bulannya selama masa yang biasanya haid dia harus meninggalkan salat.2. Sabdanya lagi: Dan yang demikian perkara yang lebih aku sukai dari yang Ahmad Sarwat. Beliau menjawab:Sumbatlah dengan kain karena akan menghilangkan darah. Aku mendapat darah haid yang amat banyak. dan buatlah demikian tiap-tiap bulan sebagaimana perempuan-perempuan berhaid. karen yang demikian itu cukup buatmu. Dalam kondisi ini acuannya adalah enam atau tujuh hari sebagaimana umumnya kebiasannya para wanita ketika mendapatkan haid. kemudian engkau mandi .. dan juga tidak bisa membedakan antara darah haid dan bukan darah haid. maka Rasulullah saw. Lc Fiqih Thaharah 217 lainnya.3.Yang demikian hanya satu gangguan dari syaitan: Oleh karena ituhendaklah engkau berhaid enam atau tujuh hari kemudian engkau mandi. Tapi kalau beda warnanya maka wudhu`lah dan . kemudian engkau jama`kan dua sembahyang itu (kalau kuat) buatlah (begitu). tetapi jika engkau kuat buat menta`khirkan dhuhur dan mentaqdimkan `ashar kemudian engkau mendi ketika engkau bersih (sementara) lalu engkau jamak sembahyang dhuhur dan `ashar kemudian engkau ta`khirkan maghrib dan dan taqdimkan isya`. dan puasalah dan sembahyanglah (sunnat). salatlah 24 atau 23 hari. Kondisi ketiga Seorang wanita yang tidak tahu kebiasaannya namun mampu membedakan mana darah haid dan mana darah istihadhah. aku bertanya: Ya Rasulullah.Khamsah kecuali Nasa`i)1 2. Dari Jannah binti Jahsy berkata : `Aku mendapat haid yang sangat banyak. Maka apa bila engkau sudah bersih. bila telah lewat dari kebiasannya hendaknya ia mandi kemudian menyumbatnya dan salat (HR Khamsah kecuali Tirmizi) 2.Dari Ummi Salamah r. tentang seorang wanita yang mengeluarkan darah. Kondisi kedua Seorang wanita yang tidak punya kepastian tentang lama masa haidnya. aku berkata :tapi darahnya banyak sekali.. bersabda kepadanya kalau darah haid warnanya hitam dan mudah dikenali maka janganlah kau salat. kudatangi Rasulullah unuk meminta fatwa dan kudapati beliau dirumah saudaraku Zainab binti Jahsy.

dalam riwayat Bukhari. Lc dan dihasankan oleh Bukhari 218 4. Selain itu ada riwayat bahwa Ikrimah binti Himnah disetubuhi suaminya dalam kondisi istihadhah.shalatlah karena itu adalah penyakit. Suaminya boleh menyetubuhinya meski darah mengalir keluar. Dia harus berwudhu setiap mau salat. Sebab wudhunya itu bersifat darurat maka tidak sah jika belum sampai kepada kebutuhannya. Tentu saja kitab kecil ini sangat tidak memungkinkan untuk dibanggakan. berdiam di masjid. sebagaimana sabda Rasulullah saw. Tetap wajib melakukan semua kewajiban orang yang suci dari haid seperti salat. dan menjalankan semua ibadah. Hukum Wanita yang Istihadhah 1. 3. membaca Qur`an menyentuh mushaf. Tidak wajib mandi bila ingin shalat kecuali hanya sekali saja yaitu ketika selesai haid. 3. Namun Imam Malik tidak mewajibkan wudhu setiap mau salat. Lc Fiqih Thaharah 219 Penutup Alhamdulillah akhirnya selesai sudah penulisan kitab Fiqih Tahahrahsebagai seri pertamadari rangkaian kitabkitab Fiqih yang penulis susun. 5. apa lagi bersetubuh". Tidak berwudhu kecuali setelah masuknya waktu salat. ini adalah pendapat jumur ulama. menurut pendapat jumhur. puasa dan boleh beri`tikaf. Tujuannya hanya sebatas menolong mereka yang kebetulan belum mengenal lebih jauh kitab-kitab fiqih yang muktamad dan belum menguasai bahasa Arab. kitab kedua ini dapat memenuhi kebutuhan mendasar atas ilmu tentang shalat dalam bahasa Indonesia. Mencuci dan membersihkan kemaluannya sebelum berwudhu dan menyumbatnya dengan kain atau kapas agar tidak menjadi najis. 1 Dishahihkan oleh Tirmizi Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Harapan penulis. tawaf. Ahmad Sarwat. Semoga kedepan ada masukan yang membangun . Ini disepakati oleh jumhur ulama salaf (masa lalu) dan khalaf (masa kemudian). Paling tidak sebagai upaya mengurangi najis. lantaran hanya merupakan karya kecil dari seorang yang faqir ilallah. Itu merupakan kesepakatan seluruh ulama. beliau hanya menyunahkan saja. Ibn Abbas berkata: "Kalau salat saja boleh. 2. sebab tidak ada satupun dalil yang mengharamkannya. 6. "Kemudian berwudhulah setiap akan salat.

ustsarwat. Semua itu tidak lepas dari sifat manusia yang lupa dan lemah.Fakultas Syariah Universitas Islam Muhammad Ibnu Suud Kerajaan Saudi Arabia cabang Jakarta (LIPIA) S2 . 19 September 1969 Alamat DU CENTER (Yayasan Daarul-Uluum Al-Islamiyah) Jl. Jakarta.warnaislam. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan-Nya. Karet Pedurenan no 53 Setiabudi Jakarta Selatan 12940 Koordinat : Telp 085694461792 Website www. Lc Fiqih Thaharah 221 Tentang Penulis Nama Ahmad Sarwat.com Pendidikan : S1 . Amien.kampussyariah. Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat.com Dosen Kampus Syariah (kuliah syariah online via internet) www. Lc 220 yaitu agar Allah SWT melimpahkan pahalanya kepada penulis dan juga para pembaca yang mendapatkan hidayah dan petunjuk.com Email ustsarwat@yahoo.com Aktifitas : Ketua Umum & Nadzir Yayasan Daarul-Uluum Al-Islamiyah . penulis memohon maaf bila disana-sini masih ada kekurangan bahkan kesalahan. 20 Pebruari 2010 Ahmad Sarwat. Lc Ahmad Sarwat.Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Konsentrasi Ulumul Quran dan Ulumul Hadits (belum selesai) Pekerjaan : Dosen Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Pengasuh Rubrik Syariah dan Kehidupan di www. Tentunya demi satu tujuan. Akhirnya. Lc T/Tgl Lahir Cairo.serta saran bahkan kritik dalam penulisan kitab ini dari para pembaca sekalian.

Fiqih Mawaris Buku-buku ini dalam versi softcopy (pdf) bisa diunduh secara gratis di www. Fiqih Nikah 7. Fiqih Puasa 4. Fiqih Ikhtilaf 10. Fiqih Kuliner 9. Fiqih Kontemporer 8.syariahonline.1992 Jam'iyah Dakwah wa At-Taklim (Eldata) . Lc 222 Karya Tulis 1.Ketua Umum Forum Komunikasi Majelis Taklim dan Umara Experience Rais Syu'un Ijtima'iyah LPPD Khairu Ummah .com) 2001 Pemred dan General Manager Eramuslim – 2004 Fiqih Thaharah Ahmad Sarwat. Fiqih Politik 12.1999 Konsultasi Syariah : Pusat Konsultasi Syariah (www. Fiqih Shalat 3. Fiqih Zakat 5.ustsarwat.com__a . Fiqih Wanita 11. Fiqih Tahahrah 2. Fiqih Muamalat 6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->