P. 1
getaran mekanis

getaran mekanis

|Views: 457|Likes:

More info:

Published by: Chairil Anwar Albanjary on Apr 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2015

pdf

text

original

Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.

com

SEDIKIT TENTANG GETARAN 1.1 Getaran Sistem mekanik merupakan sistem yang mengandung massa dan elastisitas yang mampu bergerak secara relatif. Apabila gerakan sistem seperti itu berulang sendiri dalam interval waktu tertentu, maka gerakan itu dikenal sebagai getaran (vibration). Umummya getaran merupakan bentuk energi sisa dan pada berbagai kasus tidak diinginkan. Seperti halnya pada mesin, getaran dapat menimbulkan bunyi, merusak bagian mesin dan memindahkan gaya yang tidak diinginkan dan menggerakkan benda yang ada di dekatnya. Getaran didefinisikan sebagai gerak bolak-balik suatu partikel secara periodik melalui suatu titik kesetimbangan. Getaran berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya yang berhubungan dengan gerak itu. Semua benda yang mempunyai massa dan elastisitas mampu bergetar. Contoh sederhana untuk menunjukkan suatu getaran dengan massa yang bergerak secara translasi adalah sistem massa-pegas. Sistem massa-pegas yang bergerak dalam interval waktu tertentu akan membentuk suatu kurva sinusoidal seperti ditunjukkan Gambar 2.1.

Gambar 2. 1

Getaran pada gerak translasi

Gambar 2.1 menunjukkan getaran yang terjadi pada pegas dengan A adalah amplitudo, T adalah perioda dan M adalah massa. Pada dasarnya massa tidak akan bergerak/bergetar sebelum ada gaya yang diberikan terhadapnya. Dengan diberikannya gaya sebesar (F), massa bergerak Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.com

Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.com turun-naik terhadap titik keseimbangan x=0 (posisi netral). Namun, karena kejadian itu terjadi dalam interval waktu tertentu (t), maka lintasannya membentuk kurva sinusoidal. Selain sistem getar yang bergerak secara translasi seperti yang dipaparkan di atas, ada juga sistem getar yang bergerak secara rotasi. Sebuah benda tegar dikatakan bergerak rotasi murni jika setiap partikel pada benda tersebut bergerak dalam lingkaran yang pusatnya terletak pada garis lurus yang disebut sumbu rotasi. Gerak rotasi dapat menghasilkan suatu respons yang pada umumnya berbentuk sinusoidal seperti ditunjukkan pada Gambar 2.2.

P A O θ=ωt

A sin ωt

Gambar 2. 2 1.1.1 Sistem Massa Pegas

Getaran pada gerak rotasi

Untuk mengurangi efek getaran, salah satu pendekatannya yaitu melakukan studi lengkap terhadap persamaan gerakan sistem yang ditinjau. Mula-mula sistem diidealisasikan dan disederhanakan dengan terminologi massa, pegas, dan peredam (dashpot) yang berturut-turut menyatakan benda, elastisitas dan gesekan sistem. Kemudian persamaan gerakan (equation of motion) menyatakan perpindahan sebagai fungsi waktu akan memberi jarak kedudukan massa sesaat selama gerakan dan kedudukannya setimbangan. Kemudian dari persamaan gerakan diperoleh sifat penting sistem getaran yaitu frekuensi pribadi (natural frequency). Getaran merupakan suatu sistem massa-pegas. Dimana suatu massa M dipasang pada suatu pegas dengan kekakuan k. Di bagian depan massa M dipasang suatu piston yang diberi celah kecil dan diberi rumah yang diisi oli. Seperangkat piston tersebut menunjukkan suatu mekanisme redaman dan itu sama prinsipnya pada shock absorber pada mobil. Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.com

dan Redaman (c). a. seperti halnya sistem massa-pegas. c. Inersia massa M 2. 3 Sistem massa-pegas Ketika gaya eksternal F memindahkan massa M ke depan. Komponen-komponen ini merupakan karakteristik yang tidak dapat dipisahkan pada suatu mesin atau struktur yang akan menahan atau melawan getaran. Pengukuran gaya yang dibutuhkan untuk memperoleh defleksi disebut kekakuan. Peredam: suatu gaya yang diatur pada bagian struktur ke dalam gerakan atau struktur yang mekanismenya tidak dapat dipisahkan untuk memperlambat gerakan (kecepatan). Kekakuan (k).Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. Suatu gaya mencoba untuk membawa perubahan pada kondisi awal yang ditahan oleh massa. Oli dari bagian depan piston berpindah ke bagian belakang melalui celah kecil Gaya F dapat dengan mudah divisualisasi dengan mengatasi tiga hal: 1. Tiga komponen dasar tersebut adalah Massa (M). ada dua hal yang terjadi : 1. Satuan dari kekakuan adalah N/m. Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.com . b. Tahanan pada aliran gaya oli dari depan ke belakang piston atau dengan kata lain redaman (c) dari sistem peredam Semua mesin memiliki tiga komponen dasar yang digabungkan untuk menentukan bagaimana mesin akan bereaksi terhadap gaya yang menyebabkan getaran tersebut. Massa ini diukur dalam kg.com Gambar 2. Kekakuan dari pegas k 3. Massa: massa mewakili inersia benda untuk tetap pada kondisi awal. Pegas dalam kondisi tertarik 2. Kekakuan: kekakuan adalah gaya yang dibutuhkan untuk membuat struktur menjadi terdefleksi dengan jarak tertentu.

efek yang dikombinasikan untuk mengendalikan efek gaya dalam kaitannya dengan massa.1. Karakteristik.com . 1.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. kita dapat mempelajari karakteristik suatu getaran dengan memetakan gerakan dari pegas tersebut terhadap fungsi waktu. dan kembali lagi ke posisi netral.4. Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. Gerakan massa-pegas dari posisi netral ke batas atas dan kembali lagi ke posisi netral dan dilanjutkan ke batas bawah. kekakuan dan redaman.karakteristik getaran yang penting antara lain adalah : • • • • • Frekuensi Getaran Perpindahan Getaran (Vibration Displacement) Kecepatan Getaran (Vibration Velocity) Percepatan Getaran (Vibration Acceleration) Fasa Getaran Dengan mengacu pada gerakan pegas. disebut satu siklus getaran (satu periode) seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya. menentukan bagaimana suatu sistem akan bereaksi terhadap gaya luar yang diberikan.com Karakteristik ini untuk mengurangi percepatan gerakan yang disebut dengan peredam yang diukur dengan N/(m/s).2 Karakteristik Getaran Kondisi suatu mesin dan masalah-masalah mekanik yang terjadi dapat diketahui dengan mengukur karakteristik getaran pada mesin tersebut.

...........Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.2.1) T 2π .................2) T Sedangkan hubungan kecepatan sudut dengan frekuensi adalah: ω = 2πf = dimana: f = frekuensi (Hertz) T = perioda (sekon) ω= kecepatan sudut (rad/s) π = 3.................1 Frekuensi Getaran Siklus getaran Gerakan periodik atau getaran selalu berhubungan dengan frekuensi yang menyatakan banyaknya gerakan bolak-balik (satu siklus penuh) tiap satuan waktu......com .............(2............(2......com Peak Acceleration Distance Peak Velocity Time Peak-To-Peak Displacement Frequency (Period) Gambar 2..........................2.....14 Frekuensi dari getaran tersebut biasanya dinyatakan sebagai jumlah siklus getaran yang terjadi tiap menit (CPM = Cycles per minute)....................................... Hubungan antara frekuensi dan perioda suatu getaran dapat dinyatakan dengan rumus sederhana: f = 1 .. Sebagai contoh sebuah mesin bergetar 60 kali Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo................................................. 4 2........

2.001 inch. dititik A atau C kecepatan getaran adalah nol tetapi pada bagian-bagian tersebut akan mengalami percepatan yang maksimum. Secara teknis percepatan adalah laju perubahan dari kecepatan. Pada gerak periodik (getaran) seperti pada Gambar 2. Sesuai dengan perjanjian intenasional satuan gravitasi pada permukaan bumi adalah 980. 1 µm = 0. Kecepatan getaran ini biasanya dalam satuan mm/det (peak).Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. Perpindahan tersebut pada umumnya dinyatakan dalam satuan mikron (µm) atau mils. nilai frekuensi akan muncul sebanding dengan gaya gangguan yang diberikan. Pada gambar 2.com .4. Pada frekuensi aktif. 1 mils = 0. nilai peak = 1. Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.1739 feet/det2).4.665cm/det2 (386. Artinya. dalam 1 menit maka frekuensi getaran mesin tersebut adalah 60 CPM).001 mm. Berbeda halnya dengan frekuensi pasif. Frekuensi pasif merupakan frekuensi pribadi dari sistem. Percepatan getaran disebabkan oleh gaya gravitasi pada permukaan bumi. Karena kecepatan ini selalu berubah secara sinusoidal.4. jarak yang ditempuh dari suatu puncak A ke puncak yang lain C disebut perpindahan dari puncak ke puncak (peak to peak displacement).087inc/det2 atau 32. Karena getaran merupakan suatu gerakan. maka getaran tersebut pasti mempunyai kecepatan. Frekuensi bisa juga dinyatakan dalam CPS (cycles per second) atau Hertz dan putaran dinyatakan dalam revolution per minute (RPM).2 Perpindahan. Gangguan dapat diartiakan sebagai kecepatan rotasi pada sistem.414 x nilai rms Kadang-kadang digunakan juga satuan inch/sec (peak) atau inch/sec (rms) 1 inch = 25. Frekuensi dibedakan menjadi dua yaitu frekuensi aktif dan frekuensi pasif. nilai frekuensi aktif akan muncul sebanding dengan kecepatan rotasi yang diberikan. Sedang pada titik B (netral) percepatan getaran adalah nol. Frekuensi pasif ini memiliki nilai frekuensi tertentu berdasarkan massa dan kekakuan suatu struktur. maka seringkali digunakan pula satuan mm/sec (rms).2. Frekuensi ini dibedakan berdasarkan respons terhadap gangguan yang diberikan pada sistem.4 mm Karakteristik getaran lain dan juga penting adalah percepatan.2. Kecepatan dan Percepatan Getaran Berdasarkan Gambar 2. kecepatan maksimum terjadi pada titik B (posisi netral) sedangkan kecepatan minimum (=0) terjadi pada titik A dan titik C.com (siklus.

.com .............. 5..........................2. dapat diilustrasikan dalam bentuk kurva-kurva sinusoidal yang mana ketiganya memiliki hubungan fasa.................... AMPLITUDOE VELOCITY ACCELERATION DISPLACEMENT TIME A B C D E F Gambar 2......... dan A adalah amplitudo getaran dan f adalah frekuensi dengan satuan Hertz...Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo....... dan 2............. Hubungan dari ketiganya dapat di tampilkan dalam suatu persamaan matematis......(2........5) Persamaan 2........(2.2.com Ketiga karakteristik getaran tersebut memiliki hubungan satu dengan yang lainnya....... Pada persamaan ini hanya digunakan untuk getaran untuk frekuensi tunggal dimana ω = 2πf..... 2.......... Hubungan fasa tersebut dapat ditunjukkan pada Gambar 2...........3........... Displacement = A sin (2πft) ...... 5 2.........5....... atau untuk menentukan posisi suatu bagian Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.................(2.4.4) Acceleration = -(2πf)2 A sin (2πft) ................3 Fasa Getaran Hubungan fasa Pengukuran fasa getaran memberikan informasi untuk menentukan bagaimana suatu bagian bergetar relatif terhadap bagian yang lain.3) Velocity = 2πf A cos (2πft) .....................

Sistem massa-pegas A berada pada posisi batas atas dan sistem massa-pegas B pada waktu yang sama berada pada batas bawah.com .Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. kita dapat melihat bahwa titik puncak displacement kedua bandul tersebut terpisah dengan sudut 180˚ (satu siklus penuh = 360˚).6. Contoh sederhananya adalah dua buah sistem massa-pegas yang bergetar dengan frekuensi dan displacement yang sama. 6 Beda fasa 180 Pada saat sistem massa-pegas A berada pada posisi batas atas dan sistem massa-pegas B pada waktu yang sama berada pada posisi netral bergerak menuju ke batas bawah.7. Fenomena ini ditunjukkan Gambar 2. Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. 180° A B 1 Cycle (360°) Gambar 2. Kita dapat menggunakan fasa untuk menyatakan perbandingan tersebut. Dengan memetakan gerakan kedua sistem massapegas tersebut pada satu siklus penuh. Oleh karena itu kita dapat mengatakan bahwa kedua bandul tersebut bergetar dengan beda fasa 180. Sehingga kita dapat mengatakan bahwa kedua bandul tersebut bergetar dengan beda fasa 90 seperti yang ditunjukkan Gambar 2. terhadap suatu referensi atau terhadap bagian lain yang bergetar dengan frekuensi yang sama.com yang bergetar pada suatu saat.

Fenomena ini dapat dikatakan bahwa kedua sistem massa-pegas tersebut bergetar dengan sudut fasa 0 atau se-fasa.8.1. 0° A B 1 Cycle (360°) Gambar 2. 7 Beda fasa 90 Pada waktu yang sama kedua sistem massa-pegas A dan B berada pada batas atas.3 Klasifikasi Getaran beda fasa 0 (sefasa) Getaran dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis. 8 1. dua derajat kebebasan dan banyak Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.com 90° A B 1 Cycle (360°) Gambar 2.com . getaran dapat dibagi menjadi getaran satu derajat kebebasan. Ditinjau dari arah geraknya. Fenomena se-fasa ini divisualisasikan pada Gambar 2.

Apabila sistem dibatasi hingga sistem hanya dapat bergerak dalam satu modus atau kejadian. Ditinjau dari gangguan yang bekerja. θ(t).Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.9 (c) Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. sistem pendulum torsi (c).3. Seto.9 menunjukkan sistem satu derajat kebebasan dengan berbagai bentuk. Gambar 2. maka sistem tersebut disebut sistem satu derajat kebebasan. 9 Sistem satu derajat kebebasan (a). Berarti sistem tersebut memiliki satu derajat kebebasan.1 Berdasarkan Derajat Kebebasan A.9 (b) dibatasi beroksilasi sepanjang sumbu memanjang poros. Dengan cara yang sama. konfigurasi sistem dapat ditunjukkan dengan satu koordinat. Gambar 2. apabila pendulum torsi seperti yang diperlihatkan Gambar 2. Satu Derajat Kebebasan Banyak sistem dapat bergetar dalam lebih dari pada satu kejadian dan arah. 1985) Berdasarkan gambar Gambar 2. sistem puli-massa-pegas (William W. atau apabila hanya satu koordinat bebas dibutuhkan untuk menunjukkan kedudukan massa geometri sistem dalam ruang secara lengkap. getaran dapat berupa getaran bebas dan getaran paksa. Sistem ini juga merupakan sistem satu derajat kebebasan. sistem puli-massa-pegas pada Gambar 2. sistem massa-pegas (b).com satu derajat . x(t) yang dibutuhkan untuk mendefinisikan kedudukan massa pada dari kedudukan kesetimbangan statis. apabila massa m dibatasi bergerak secara tegak maka hanya ada satu koordinat. 2.com derajat kebebasan.9 (a) menunjukkan sistem massa pegas. Derajat kebebasan adalah banyaknya koordinat yang diperlukan untuk menyatakan gerak sistem getaran.2.

Sistem dua derajat kebebasan dibagi atas tiga sistem. Kedua koordinat ini satu sama lain bebas.10 (c) di atas. 10 Sistem dua derajat kebebasan (William W. Berarti sistem membutuhkan dua buah kooordinat bersama-sama untuk menentukan kedudukan massa. θ(t) yang mengukur rotasi massa. jelas bahwa untuk menentukan posisi massa m1 dan m2 pada berbagai waktu dibutuhkan dua buah koordinat dan sistem adalah dua derajat kebebasan. Seto. B. Gambar 2. Gambar 2. Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. tetapi x(t) dan θ(t) satu sama lain saling bergantungan.10 menunjukkan sistem dengan dua derajat kebebasan.10. bila m1 dan m2 secara vertical dibatasi maka paling sedikit dibutuhkan satu koordinat x(t) guna menentukan kedudukan massa pada berbagai waktu. Dua Derajat Kebebasan Sistem yang membutuhkan dua buah koordinat bebas untuk menentukan kedudukannya disebut sistem dua derajat kebebasan. sistem ini adalah sistem dua derajat kebebasan.com kebebasan karena x(t) atau θ(t) dapat digunakan untuk menetapkan kedudukan relatif massa. Untuk Gambar 2. maka dibutuhkan dua buah koordinat untuk menentukan konfigurasi sistem.10 (a) menunjukkan sistem massa pegas. Salah satu konfigurasi ini merupakan perpindahan lurus. Ketiga sistem dua derajat kebebasan ditunjukkan Gambar 2. seperti perpindahan massa x(t). Koordinat yang lain yaitu perpindahan sudut. oleh karena itu sistem ini adalah sistem dua derajat kebebasan. Mengenai pendulum seperti dalam Gambar 2.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. 1985) Gambar Gambar 2.10 (b) bila massa m ditumpu dengan dua buah pegas dan gerakannya dibatasi secara vertikal.com .

Tetapi karena bertambahnya jumlah kemungkinan.3.com . Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.2. Seto. Bila n koordinat bebas dibutuhkan guna menunjukkan kedudukan massa m maka.2 Berdasarkan Gangguan Ditinjau dari gaya yang bekerja. Banyak (n) Derajat Kebebasan Selain satu dan dua derajat kebebasan. Sedangkan yang kedua adalah getaran paksa yang dipengaruhi gaya dari luar. 2. 11 Sistem n derajat kebebasan (William W. Yang pertama adalah getaran bebas yang dipengaruhi gaya dari sistem itu sendiri. sistem merupakan n derajat kebebasan.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.11. pendekatan dan metoda yang sama dapat digunakan untuk memperoleh penyelesaian dan analisa. juga dikenal sistem dengan n derajat kebebasan. 1985) Pada prinsipnya. analisa getaran sistem n derajat kebebasan tidak banyak berbeda dengan dua derajat kebebasan. Gambar 2. getaran dibedakan menjadi dua.com C. Sistem n derajat kebebasan ditunjukkan Gambar 2. maka tugas mencari frekuensi pribadi dan mengevaluasi respons biasanya memerlukan lebih banyak kerja matematis.

.......6) Sedangkan prinsip D’Alembert adalah menyeimbangkan secara statik sistem dinamik dengan menambahkan gaya khayal yang disebut sebagai gaya inersia yang besarnya sama dengan massa dikali percepatan dengan arah melawan arah percepatan..... Akibat adanya gesekan..... redaman dan berat massa. Gambar 2.com A..... Sebagai contoh.12... Persamaan diferensial gerak sistem dapat dituliskan melalui Hukum Newton II atau dengan menggunakan prinsip D’Alembert.........Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo............... (2.. Getaran bebas terjadi bila sistem berisolasi karena bekerjanya gaya yang ada dalam sistem itu sendiri (inherit) tanpa adanya gaya dari luar....... Persamaan diferensial gerak diperoleh dari diagram benda bebas dan dengan membuat ∑ F y = 0 sehingga : Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo........... getaran hilang sesuai dengan waktu........ sistem massa pegas akan digambarkan oleh Gambar 2.. dimana persamaan umum Hukum Newton II adalah : ΣF = ma . yang merupakan sifat sistem dinamika yang dibentuk oleh distribusi massa dan kekakuannya.. 12 Sistem getaran bebas satu derajat kebebasan tanpa peredam Gambar 2...com ......... Getaran Bebas Getaran bebas adalah gerakan periodik yang diamati sebagai sistem yang berpindah dari kedudukan kesetimbangan statik........11 menunjukkan sistem massa pegas getaran bebas satu derajat kebebasan. Gaya-gaya yang bekerja pada sistem getaran bebas ini adalah gaya pegas.. Getaran ini disebut getaran bebas (free vibration) atau kadangkala disebut dengan transien (transient). Sistem yang bergetar bebas akan bergetar pada satu atau lebih frekuensi pribadinya..

........... jika x ≠ 0 ..................... Dengan adanya gesekan.............. Getaran Paksa Bila terdapat gaya luar...... sistem cenderung bergetar pada frekuensi sendiri di samping mengikuti frekuensi gaya eksitasi...........................10) m ω disebut sebagai frekuensi pribadi sistem tanpa redaman........9) ) Getaran terjadi...................8) maka diperoleh persamaan sebagai berikut : (− mω 2 + k A sin ωt = 0 .....................8) x Dengan mensubstitusikan persamaan (2.................. Model getaran paksa satu derajat kebebasan ditunjukkan Gambar 2.7) m& x misal jawab sitem adalah sebagai berikut : x (t ) = A sin ω t & (t ) = ω A cos ω t x & &(t ) = −ω 2 A sin ωt ..... Oleh karena itu (−mω 2 + k ) = 0 dan akibatnya ω= k ............................. (2.7) ke dalam persamaan (2........................(2.............com & + kx = 0 .... Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo......... bagian gerakan yang ditahan oleh gaya eksitasi sinusoida secara perlahan menghilang...............13................. Dengan demikian sistem akan bergetar pada frekuensi gaya eksitasi dengan mengabaikan kondisi awal atau frekuensi pribadi sistem...Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo...............com ............ B........ Bagian getaran yang berlanjut terus tersebut disebut getaran keadaan tunak (steady) atau respons sistem............ diterminologikan sebagai getaran paksa (forced vibration).(2......................... Pada getaran paksa................. biasanya F(t)= F0 sin ωt yang bekerja pada sistem selama gerakan getarannya....... (2...

13 Sistem getaran paksa satu derajat kebebasan dengan peredam Gambar 2.4 Respons Respons adalah sinyal yang menunjukkan pergerakan suatu benda yang bergetar dalam interval waktu tertentu dan ditunjukkan melalui garis sehingga membentuk suatu kurva berbentuk sinusoidal. sehingga dalam waktu tertentu kurva ini akan membentuk suatu gelombang dengan jarak tertentu dan amplitudo seperti Gambar 2. Gambar 2.14 berikut ini. Hal paling mendasar yang membedakan getaran paksa dan getaran bebas adalah ada tidaknya gangguan dari luar. Kurva sinusoidal ini terbentuk dalam domain waktu. Pada Gambar 2.1.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.com .13 yang menjadi gangguan dari luar adalah F dengan nilai F0 sin ωt.com Gambar 2. 1. 14 Kurva sinusoidal Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.13 menunjukkan sistem massa-pegas getaran paksa satu derajat kebebasan dengan peredam.

15 Respons getaran teredam (William W.com .com Gambar 2. kurva menunjukkan adanya perubahan besar amplitudo yang diakibatkan adanya proses peredaman yang terjadi. 16 Respons getaran tanpa redaman (William W. panjang gelombang (wave length) ditunjukkan dengan symbol λ. Berikut adalah contoh respons dari beberapa jenis getaran. Redaman terjadi pada sistem dapat berupa redaman struktur maupun redaman udara (coulomb). Suatu sistem massa yang bekerja akan menimbulkan respons getaran. Lain halnya yang terjadi dengan getaran paksa. Respons getaran yang terbentuk dari tiap-tiap jenis getaran akan memiliki karakteristik masing-masing. 1985) Gambar 2. sedangkan y adalah amplitudo (amplitudoe) atau biasa dikenal dengan sebutan simpang getar. Seto. Seto.15 menunjukkan respons dari fenomena getaran bebas yang mana getaran tersebut terjadi tanpa ada pengaruh gaya dari luar. Gambar 2. getaran ini terjadi karena adanya pengaruh gaya dari luar. Respons getaranyang tanpa peredam ditunjukkan pada Gambar 2. Hasilnya.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. Gambar 2. Pada gambar di atas.14 menunjukkan respons berupa sinusoidal yang membentuk gelombang dan amplitudo. 1985) Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.16 berikut ini.

Dua buah gerakan harmonis dengan amplitudo sama tetapi frekuensinya sedikit berbeda (kurang dari 30 Hz) yang bekerja pada benda bergetar akan menghasilkan respons yang unik. 1. Pola gerakan khusus ini dikenal dengan gejala pukulan (beating phenomenon). rotor berfungsi sebagai media penerima daya. sebagai contoh adalah fan pada engine turbofan yang berfungsi sebagai kompresor.com . Frekuensi pukulan ini ditentukan oleh dua amplitudo maksimum berurutan. Lain halnya pada turbin. 1985) Gambar 2. Jika amplitudonya mencapai harga maksimum. Dalam mesin sering kali dijumpai rotor dalam bentuk yang bervariasi.16 menunjukkan respons getaran tanpa redaman yang terjadi pada suatu sistem getaran. Gambar 2. 17 Respons beating phenomenon (William W.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. Seto. sedangkan periode pukulan (beat period) ditunjukkan oleh T.17 menunjukkan suatu respons unik yang terjadi karena adanya dua buah frekuensi yang nilainya berdekatan dan bekerja secara bersamaan.com Gambar 2. hal ini dikarenakan sistem selalu bergetar mengikuti frekuensi sendiri di samping mengikuti frekuensi gaya eksitasinya. disebut dengan pukulan (beat). Pada respons ini tidak terdapat adanya perubahan besar amplitudo. Respons ini bergerak secara berkala dikarenakan nilai amplitudo berubah-ubah antara nol dan 2A.2 Rotor Dalam proses industri. Berikut adalah Gambar 2. Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.17 yang menunjukkan beating phenomenon. banyak dijumpai adanya berbagai bentuk serta ukuran mesin yang di dalamnya terdapat rotor sebagai komponennya.

com . Ada dua terminologi baru yang digunakan. Kedua model rotor tersebut seperti yang ditunjukkan Gambar 2. dan bantalan (bearing). Sedangkan overhung rotor ditunjukkan Gambar 2. Rotor tipe ini banyak diaplikasikan pada engine pesawat. 18 Rotor ditinjau dari perletakannya (a) Centerhung rotor (b) Overhung rotor Gambar 2.8 (b). yang pertama adalah rotating centerline dan yang kedua adalah geometric centerline. 1. Rotor ditinjau dari perletakannya dibedakan menjadi dua yaitu centerhung rotor dan overhung rotor. Gaya atau gerakan yang dihasilkan tersebut kemudian diberikan pada bearing-bearing yang menyangganya.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. (The International Standards Organisation/ISO). Gambar 2.3 Ketidakseimbangan (Unbalance) Getaran akibat ketidakseimbangan dari suatu rotor biasanya selalu disebabkan oleh kerusakan mesin. Rotor tipe ini banyak diaplikasikan pada turbin pelton skala besar.18.com Elemen dasar dari suatu rotor adalah poros (shaft). Ketidakseimbangan (unbalance) merupakan suatu kondisi dimana sumbusumbu pada suatu rotor bergetar sebagai hasil dari gaya-gaya sentrifugal. cakram (disk). Unbalance juga dapat didefinisikan sebagai ketidakseimbangan distribusi dari massa terhadap centerline sebuah rotor. atau disebut dengan Principle Inertia Axis Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. Rotor adalah sebuah alat mekanik yang dapat berputar dimana disk sebagai komponen utamanya yang diletakkan pada poros kemudian disangga oleh bearing agar dapat berputar dengan baik.18 (a) menunjukkan sebuah rotor dengan dua buah bearing penyangga dimana disk berada antara kedua bearing tersebut. yang menunjukkan suatu rotor menggantung yang mana disk berada di salah satu ujung dari poros. Rotating centerline didefinisikan sebagai sumbu rotor yang berotasi.

com . Massa tak seimbang adalah suatu massa yang terdistribusi tidak merata/seimbang terhadap centerline. Ketika kedua centerline bertepatan.19 berikut ini menunjukkan contoh massa tak seimbang pada massa yang berputar. Semakin besar massa tak seimbang ini. Akibat gaya sentrifugal yang tidak seimbang struktur akan mengalami getaran. 19 Sistem massa pegas dengan massa unbalance pada elemen berputar Dari Gambar 2. Dengan konsep DBB diperoleh persamaan gerak sistem sebagai berikut : Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. maka getaran yang ditimbulkan akan semakin besar. Geometric centerline (GCL) adalah centerline fisik dari rotor. Gambar 2. maka rotor dalam keadaan balance. m e ω t x esinω t M k 2 c k 2 Gambar 2. Massa tak seimbang dapat menyebabkan getaran pada suatu sistem terutama sistem yang bergerak secara rotasi.19 diketahui M adalah massa mesin sedangkan m adalah massa tak seimbang yang terjadi. Massa tak seimbang dapat menimbulkan gaya sentrifugal yang bergerak dengan arah menjauhi centerline.com (PIA). sedangkan ketika keduanya berjauhan maka rotor menjadi tidak seimbang.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. sehingga : Massa total Massa tak seimbang Massa seimbang =M =m = M-m Kondisi di atas terjadi karena dalam prakteknya tidak mungkin untuk menyeimbangkan komponen rotasi 100%.

....com & + cx & + kx = meω 2 sin ωt .... Hal ini mengakibatkan adanya pergeseran pusat massa pada poros yang disebabkan oleh massa takseimbang.com ...21 menunjukkan ketidakseimbangan statik dimana posisi massa berada sejajar searah centerline poros.. Berdasarkan posisinya massa tak seimbang dibedakan menjadi tiga yaitu.....11) M& x Massa tak simbang dapat dibedakan menjadi bebera jenis berdasarkan posisinya....... Namun........... ketidakseimbangan kopel.... ketidakseimbangan statik.. Dengan kata lain... PIA dan CGL dari sistem tersusun secara paralel.20...... Unbalance Mass Mass Axis Shaft Axis Gambar 2.1 Ketidakseimbangan Statik (Static Unbalance) Ketidakseimbangan statik merupakan suatu kondisi dimana centerline massa tidak tepat berimpit dengan centerline dari porosnya.................. Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. Ketidakseimbangan ini dikarenakan adanya distribusi massa pada rotor yang tidak merata tetapi dalam satu arah. 1.... 20 Skema ketidakseimbangan statik Gambar 2. Ketidakseimbangan statik dapat dilihat pada Gambar 2.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.. dan ketidakseimbangan dinamik..3..(2. keduanya tersusun secara parallel dan sejajar.......

21 menunjukkkan couple unbalance yang terjadi pada sistem rotor yang mengkibatkan PIA dan CGL berpotongan pada pusat massa.21. Ketidakseimbangan ini juga dapat dikatakan sebagai kombinasi dari ketidakseimbangan statik dan ketidakseimbangan kopel.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.3. tidak simetris dan membentuk sudut 180˚ antara kedua massa.3. Couple unbalance divisualisasikan pada Gambar 2.3 Ketidakseimbangan Dinamik (Dinamic Unbalance) Ketidakseimbangan dinamik adalah suatu kondisi dimana centerline massa tidak berimpit maupun berpotongan dengan centerline dari porosnya hal ini dikarenakan kedua massa tak seimbang pada poros tidak sama berat dan atau letaknya tidak tepat 180° dari massa yang satunya.2 Ketidakseimbangan Kopel (Couple Unbalance) Couple unbalance dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana centerline massa tidak berimpit dengan centerline dari porosnya. Gambar 2. tetapi saling berpotongan pada pusat massa hingga membentuk sudut. Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. Unbalance Mass Mass Axis Shaft Axis Gambar 2.22. Hal ini terjadi dikarenakan terdapat dua buah massa tak seimbang yang terletak pada sisi yang berbeda.com 1. 21 Skema ketidakseimbangan kopel 1.com . Ketidakseimbangan dinamik divisualisasikan pada Gambar 2.

Respons yang dihasilkan pada suatu sistem akan sesuai dengan gaya yang bekerja terhadap sistem tersebut. menyediakan informasi yang dibutuhkan. 22 Skema ketidakseimbangan dinamik 1.com . Cara menganalisa respons dinamik struktur lainnya Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. Suatu respons diperoleh dari suatu tranduser getaran dari suatu mesin yang merupakan suatu kombinasi kompleks dari respons-respons akibat beberapa gaya baik gaya dalam maupun gaya luar.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. Gambar 2. Unbalance Mass Mass Axis Shaft Axis Gambar 2. Kondisi seperti inilah yang disebut sebagian ketidakseimbangan dinamik yang merupakan kombinasi dari ketidakseimbangan statik dan kopel. Pengamatan ini berupa pengecekan amplitudo maksimum atau pengecekan terhadap karakteristik dari riwayat waktu.22 menunjukkkan ketidakseimbangan dinamik pada sistem rotor.22 memvisualisasikan PIA dan CGL yang tidak bersentuhan atau atau berpotongan. Tranduser getaran mengkonversikan gerakan ini kedalam sinyal elektrik.com Gambar 2. Analisa domain waktu dapat dilakukan dengan mengkaji riwayat waktu dari getaran struktur. Analisa dinamik dari suatu struktur lazimnya dilakukan dengan analisa domain waktu dan domain frekuensi. Hasil pengolahan sinyal tersebut. Sinyal elektrik ini kemudian diolah oleh data collectors atau analyzers.4 Fast Fourier Transform (FFT) Setiap massa yang bergetar akan membentuk suatu respons. Analizers kemudian memproses sinyal ini untuk diFTT-kan.

........... Respons domain frekuensi merupakan respons domain dimana amplitudo ditunjukkan sebagai rentetan (series) dari gelombang sinus dan cosinus................ Dengan menggunakan metode ini waktu yang dipergunakan untuk menganalisa spektral menjadi lebih cepat....... Persamaan umum deret fourier untuk data diskrit ditunjukkan persamaan 2..(2...........com ........... ( j −1)( k −1) X ( k ) = ∑ x ( j )ω N ...14................ sedangkan domain waktu dan domain frekuensi divisualisasikan pada Gambar 2.......(2.... Metode analisa domain frekuensi yang umum digunakan adalah Fast Fourier Transform (FFT)............13) k =1 N N dimana ω N = e ( −2πi ) / N .........................14) Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo................... Gelombang ini memiliki suatu magnitud dan suatu fasa yang berubah terhadap frekuensi................. 2.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.................................................12..........12) j =1 − ( j −1)( k −1) x ( j ) = (1 / N ) ∑ X ( k )ω N ............13 dan 2. Sederhananya respons ini adalah untuk mengetahui nilai frekuensi yang bekerja pada sistem.... Dengan analisa domain frekuensi ini dapat diketahui distribusi frekuensi riwayat waktu respons dinamik struktur.(2..23......com dilakukan dalam analisa domain frekuensi........

Scheffer.com .Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.com Gambar 2. Maintenance adalah kombinasi dari semua teknik dan gabungan aksi administratif yang bertujuan untuk mempertahankan performa terbaik suatu alat ataupun mengembalikan suatu alat tersebut kepada keadaan dimana alat tersebut dapat bekerja sesuai dengan fungsi yang diharapkan.5 Perawatan (Maintenance) Perancangan sistem perawatan (maintenance) yang baik. Ruang lingkup sistem perawatan (maintenance) cukup luas. 23 Hubungan domain waktu dan domain frekuensi (C. tidak hanya menyangkut langsung peralatan produksi tetapi juga menyangkut sarana dan prasarana lainnya yang ada kaitannya langsung maupun tidak langsung dengan sistem produksi. seharusnya sudah diikutsertakan sejak awal perancangan sistem produksi dimulai. 2004) 1.

Untuk mencegah terulangnya kerusakan yang serupa perlu dipikirkan dengan mantap. 1. tepat dan benar sehingga dapat mencegah terulangnya kembali hal yang serupa. Tindakan-tindakan berikut ini dapat dipakai sebagai pilihan (alternative) a. Merubah proses produksi.1 Preventive Maintenance Preventive maintenance merupakan tindakan pemeliharaan yang dilakukan sebelum kerusakan terjadi. tanpa harus menghentikan aktifitas mesin.5.5. Menyediakan fasilitas untuk pemantauan getaran dalam desain merupakan suatu langkah perawatan preventif terhadap sistem tersebut yang nantinya akan memberikan informasi mengenai getaran pada sistem tersebut.3 Corrective Maintenanace Corrective maintenance adalah tindakan pemeliharaan yang bersifat memperbaiki atau mencari solusi untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ditemukan secara cepat.5.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. 1.2 Running Maintenance Pada dasarnya running maintenance adalah suatu tindakan perawatan mesin yang dilakukan seiring dengan bekerjanya mesin. Salah satu teknik perawatan yang tidak diragukan lagi keefektifannya dalam mendeteksi cacat mekanik pada rotating machinery adalah vibration monitoring. Perawatan ini pada umumnya dilakukan sebelum sistem dipasang atau dijalankan sehingga sangat dipengaruhi oleh desain sistem dan proses pemasangannya. Running maintenance merupakan suatu proses pemeliharaan untuk mengetahui sekecil apapun masalah dan untuk mendapatkan data sebagai bahan pertimbangan dalam mengetahui karakteristik suatu sistem. Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. sehingga semua sistem produksi diubah b.com 1. Mengganti design/kontruksi/material dari komponen yang mengalami kerusakan. Preventive maintenance merupakan suatu proses persiapan yang dilakukan pada suatu sistem secara keseluruhan untuk menghadapi kondisi lingkungan tempat sistem bekerja. Beragamnya kondisi lingkungan menuntut desainer untuk mempersiapkan teknik perawatan pada sistem.com .

Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo. f.5.com c.4 Predictive Maintenance Predictive maintenance adalah suatu tindakan pemeliharaan yang berfungsi menanangani langsung hal-hal yang mencegah terjadinya kerusakan pada alat atau fasilitas yang dilakukan dengan jalan memeriksa fasilitas secara teratur dan berkala serta memperbaiki kerusakankerusakan kecil yang dijumpai selama pemeriksaan. Predictive maintenance merupakan perkiraan kemampuan suatu alat atau fasilitas untuk dapat beroperasi dalan keadaan normal dan melakukan tindakan sebelum batas akhir alat atau fasilitas itu bekerja sehingga dengan demikian dapat meminimalkan down time.com . g. Oleh karenanya laporan terperinci tentang suatu kerusakan peralatan adalah sangat penting untuk dianalisis sehingga dapat diambil tindakan-tindakan yang tepat untuk mengatasinya atau mencari alternatif penyelesaian. Merubah/mengurangi beban pada unit. Memperbaiki prosedur preventive maintenance misalnya. Perlu disadari pula bahwa corrective maintenance tidak dapat menghilangkan atau eliminasi semua kerusakan. Seluruh mesin diganti baru e. memperbaiki jadwal pelumasan. tetapi harus mampu mencegah terulangnya kerusakan yang serupa. 1. Dengan corrective maintenance ini maka jumlah kerusakan berkurang dan waktu terhentinya mesin (down time) juga berkurang sehingga kapasitas produksi dapat ditingkatkan disamping itu pula masih membuka kemungkinan terhadap berubahnya proses produksi. Dalam memperkirakan kemampuan suatu alat atau fasilitas diperlukan data dan pengetahuan yang cukup sehingga dapat diketahui karakteristik dari alat tersebut. Mempertimbangkan/mengganti prosedur operasi misalnya dilakukan training terhadap operator untuk mengoperasikan suatu unit khusus dengan benar. Mengganti komponen yang rusak dengan komponen sejenis dengan design/konstruksi yang lebih baik d. penggantian peralatan dan perencanaan kembali peralatan demi penyempurnaan. Dengan Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.

1. maka kemampuan suatu alat dapat diprediksikan apakah masih layak atau tidak untuk digunakan.5.5 Emergency Maintenance Kerusakan secara tiba-tiba bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi pada suatu sistem. Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.com .com mengetahui karakteristiknya. Kerusakan seperti ini tentu memerlukan solusi-solusi jitu yang disertai pertimbangan dan pengetahuan yang luas agar kerusakan yang terjadi tidak menyebabkan kerusakan pada bagian sistem yang lainnya.Mechanical Engineering Habibi_e@yahoo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->