MITOSIS DAN MEIOSIS

Kita mengenal tiga jenis reproduski sel, yaitu Amitosis, Mitosis dan Meiosis (pembelahan reduksi). Amitosis adalah reproduksi sel di mana sel membelah diri secara langsung tanpa melalui tahap-tahap pembelahan sel. Pembelahan cara ini banyak dijumpai pada sel-sel yang bersifat prokariotik, misalnya pada bakteri, ganggang biru. MITOSIS adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti. Mitosis dan meiosis merupakan bagian dari siklus sel dan hanya mencakup 5-10% dari siklus sel. Persentase waktu yang besar dalam siklus sel terjadi pada interfase. Interfase terdiri dari periode G1, S, dan G2. Pada periode G1 selain terjadi pembentukan senyawasenyawa untuk replikasi DNA, juga terjadi replikasi organel sitoplasma sehingga sel tumbuh membesar, dan kemudian sel memasuki periode S yaitu fase terjadinya proses replikasi DNA. Setelah DNA bereplikasi, sel tumbuh (G2) mempersiapkan segala keperluan untuk pemisahan kromosom, dan selanjutnya diikuti oleh proses pembelahan inti (M) serta pembelahan sitoplasma (C). Selanjutnya sel hasil pembelahan memasuki pertumbuhan sel baru (G1). Mitosis

Mitosis adalah proses pembagian genom yang telah digandakan oleh sel ke dua sel identik yang dihasilkan oleh pembelahan sel. Mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang membagi sitoplasma dan membran sel. Proses ini menghasilkan dua sel anakan yang identik, yang memiliki distribusi organel dan komponen sel yang nyaris sama. Mitosis dan sitokenesis merupakan fase mitosis (fase M) pada siklus sel, di mana sel awal terbagi menjadi dua sel anakan yang memiliki genetik yang sama dengan sel awal.

Perlu diketahui bahwa banyak sel yang melakukan mitosis dan sitokinesis secara terpisah. PENGERTIAN Meiosis merupakan pembahagaian sel yang berlaku dalam sel pembiakan sahaja untuk menghasilkan gamet yang mempunyai separuh bilangan kromosom (haploid) berbanding sel induknya yang diploid. Pada organisme multisel. Jika tiada meiosis. dan ini akan menyebabkan perubahan sifat sesuatu organisma. membentuk sel tunggal dengan beberapa inti. yakni gamet yang dihasilkan dalah haploid (6 kromosom).Mitosis terjadi hanya pada sel eukariot. yang akan menambahkan keupayaan sesuatu organisma menyesuaikan diri terhadap alam sekitar. sitokinesis dan mitosis juga dapat terjadi terpisah. istilah "mitosis" sering digunakan untuk menyatakan "fase mitosis". sedangkan sel kelamin (yang akan menjadi sperma pada jantan atau sel telur pada betina) membelah diri melalui proses yang berbeda yang disebut meiosis. Karena sitokinesis umumnya terjadi setelah mitosis. Andaikan satu organisma mempunyai 12 kromosom dalam sel somanya. Pada hewan. Penggabungan semula kromosom homolog menyebabkan sel-sel zuriat memperoleh kombinasi kromosom yang berbeza. Sel prokariot yang tidak memiliki nukleus menjalani pembelahan yang disebut pembelahan biner. maka semasa pembiakan seks. Hal ini dilakukan misalnya oleh fungi dan slime moulds. misalnya pada tahap tertentu pada perkembangan embrio lalat buah. sel somatik mengalami mitosis. setiap kali percantuman. Menyebabkan variasi genetik dalam spesies yang sama melalui 2 pendekatan : Pindah silang yang berlaku semamsa metafasa 1 akan menyebabkan pertukaran maklumat genetik berlaku antara kromatid pada kromosom homolog yang akan membawa kepada pengeluaran kombinasi gen yang baru. KEPENTINGAN Menjamin bilangan kromosom sesuatu organisma dikekalkan dalam kitar hidupnya yang melibatkan pembiakan seks. bilangan kromosom akan dikekalkan apabila percantuman gamet jantan dan gamet betina berlaku. . Kombinasi ini akan menyebabkan wariasi organisma. Ini bermakna variasi telah berlaku. Oleh itu dengan adanya meiosis dalam sel pembiakan. jumlah kromosom dalam sel akan berganda. PERSAMAAN ANTARA MEIOSIS DAN MITOSIS Kedua-duanya merupakan proses pembahagian sel.

sedangkan sel kelamin (yang akan menjadi sperma pada jantan atau sel telur pada betina) membelah diri melalui proses yang berbeda yang disebut meiosis. Karena sitokinesis umumnya terjadi setelah mitosis.PERBEDAAN ANTARA MEIOSIS DAN MITOSIS ASPEK PERBEDAAN Tempat berlaku Tujuan MEIOSIS Sel pembiakan Pembentukan gamet MITOSIS Sel soma Untuk pertumbuhan serta penggantian sel yang rosak atau mati 1 Tidak berlaku Bilangan pembahagian sel Pemasangan kromosom homolog Penduaan kromosom 2 Berlaku pada peringkat profasa 1 Sekali sepanjang proses iaitu pada metafasa 1 Berlaku pada akhir profasa 1 Berlaku sekali pada setiap pembahagian sel Tidak berlaku Pindah silang dan pembentukan kiasma Bilangan sel baru terbentuk pada akhir proses Bilangan kromosom pada sel baru 4 2 Separuh bilangan kromosom sel induk (haploid) Bilangan kromosom yang sama dengan sel induk (diploid) Sama dengan sel induk Kandungan genetik sel-sel anak Berbeza dengan sel induk Mitosis terjadi hanya pada sel eukariot. Perlu diketahui bahwa banyak sel yang . sel somatik mengalami mitosis. istilah "mitosis" sering digunakan untuk menyatakan "fase mitosis". Sel prokariot yang tidak memiliki nukleus menjalani pembelahan yang disebut pembelahan biner. Pada organisme multisel.

anafase. Telofase. sel awal harus menggandakan tiap kromosom sebelum melakukan mitosis. Anafase. Sementara itu. mikrotubul muncul diantara dua sentrosom dan membentuk benang-benang spindle. Pada awal profase.melakukan mitosis dan sitokinesis secara terpisah. 1999). Mitosis merupakan periode pembelahan sel yang berlangsung pada jaringan titik tumbuh (meristem). Pada hewan. Pada akhirnya membran inti tidak terlihat diantara dua anak inti (Campbell et al. 1999). 1999). yaitu terdiri dua kromatid identik yang terbentuk pada interfase. yaitu profase. Sister chromatid itu sendiri tidak dianggap sebagai kromosom. Fase mitosis tersebut terjadi pada sel tumbuhan maupun hewan. 1999). Garis Besar Hasil utama dari mitosis adalah pembagian genom sel awal kepada dua sel anakan. muncul lekukan membran . Ketika kromosom saudara sampai ke kutubnya masingmasing. Genom terdiri dari sejumlah kromosom. Karena tiap sel anakan harus identik secara genetik dengan sel awal. Dua kromatid identek tersebut bergabung pada sentromernya. sentrosom dengan sentriolnya mengalami replikasi dan dihasilkan dua sentrosom. kromatid bersaudara begerak ke bagian tengah inti membentuk keping metafase (metaphasic plate) (Campbell et al. yaitu fase sebelum fase mitosis pada siklus sel. Keadaan seperti ini merupakan karakteristik dari interfase. misalnya pada tahap tertentu pada perkembangan embrio lalat buah. Pada sel hewan. Sitokinesis. membentuk sel tunggal dengan beberapa inti. Selama fase akhir pembelahan mitosis. Proses penggandaan terjadi pada pertengaha intefase. Kromosom saudara tampak tidak beraturan dan jika diwarnai. 1999). tiap kromosom memiliki kopi identik yang disebut sister chromatid. Pada saat bersamaan. seperti pada ujung akar atau pucuk tanaman. Masing-masing sentrosom hasil pembelahan bermigrasi ke sisi berlawanan dari inti. Tahap berikutnya terlihat benang-benang spindle hilang dan kromosom tidak terlihat (membentuk kromatin. Proses mitosis terjadi dalam empat fase. yang berlekatan pada daerah kromosom yang disebut sentromer. Profase. yaitu kompleks DNA yang berpilin rapat yang mengandung informasi genetik vital untuk menjalankan fungsi sel secara benar. difuse). yang membentuk seperti bola sepak. mikrotubul lainnya menyebar yang kemudian membentuk aster. Terdapat perbedaan mendasar antara mitosis pada hewan dan tumbuhan. Pada saat bersamaan. dan telofase. sitokinesis dan mitosis juga dapat terjadi terpisah. Pada hewan terbentuk aster dan terbentuknya alur di ekuator pada membran sel pada saat telofase sehingga kedua sel anak menjadi terpisah. Masing-masing kromosom ditarik oleh benang kinetokor ke kutubnya masing-masing (Campbell et al. kromosom teramati dengan jelas. mulainya telofase. Benang-benang spindel terlihat memanjang dari sentromer (Campbell et al. Masing-masing sentromer mempunyai dua kinetokor dan masing-masing kinetokor dihubungkan ke satu sentrosom oleh serabut kinetokor. Setelah penggandaan. metafase. Masing-masing kromatid memisahkan diri dari sentromer dan masing-masing kromosom membentuk sentromer. terpulas kuat dengan pewarna histologi (Campbell et al. Metafase. Hal ini dilakukan misalnya oleh fungi dan slime moulds.

dengan masing-masing sel mengandung jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induk. anafase II. Pada hewan dikenal adanya peristiwa meiosis dalam pembentukan gamet. Demikian juga pada sel hewan terjadi meiosis I dan meiosis II. profase II. Meiosis Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. metafase II.sel dan lekukan makin dalam yang akhirnya membagi sel tetua menjadi dua sel anak. yaitu Oogenesis dan Speatogenesis. 1999). Baik pada pembelahan meiosis I dan II. metafase I. Sedangkan pada tumbahan dikenal Makrosporogenesis (Megasporogenesis) dan Mikrosporogenesis. Pada meiosis. dan telofase II. satu sel induk akan menghasilkan empat sel baru. yaitu pembelahan I (meiosis I) dan pembelahan II (meiosis II). telofase I. . Disamping itu. Akibat adanya dua kali proses pembelahan sel. maka pada meiosis. Sitokinesis terjadi karena dibantu oleh protein aktin dan myosin (Campbell et al. Oleh karena itu dikenal adanya profase I. anafase I . pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel. terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. Meiosis I dan meiosis II terjadi pada sel tumbuhan. terjadi fase-fase pembelahan seperti pada mitosis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful