P. 1
11_pengujian_bahan_logam

11_pengujian_bahan_logam

|Views: 15|Likes:
Published by Yudha Simbolon
Dasar pengujian logam
Dasar pengujian logam

More info:

Published by: Yudha Simbolon on Apr 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2014

pdf

text

original

MENGUASAI KERJA BANGKU

PENGUJIAN BAHAN LOGAM
B.20.03
L
Ø 20

10

5 ?L

B BA AG GIIA AN NP PR RO OY YE EK KP PE EN NG GE EM MB BA AN NG GA AN NK KU UR RIIK KU UL LU UM M D I R E K T O R A T P E N D I D I K A N M E N E N G A H K E J U R U A DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN N D DIIR RE EK KT TO OR RA AT TJ JE EN ND DE ER RA AL LP PE EN ND DIID DIIK KA AN ND DA AS SA AR RD DA AN NM ME EN NE EN NG GA AH H D DE EP PA AR RT TE EM ME EN NP PE EN ND DIID DIIK KA AN NN NA AS SIIO ON NA AL L 2 20 00 03 3

MENGUASAI KERJA BANGKU

PENGUJIAN BAHAN LOGAM
B.20.03
L
Ø 20

10

5 ?L

Penyusun Tim Kurikulum SMK Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan ITS BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

2003

Bagian komponen pendidikan yang dikembangkan saat ini diantaranya adalah kurikulum. An. Jakarta. Pada kurikulum tersebut setiap satu kompetensi menjadi satu mata diktat. Gatot Hari Priowirjanto NIP. sehingga untuk menunjang pembelajarannya setiap satu kompetensi memerlukan paling sedikit satu modul pembelajaran. Ir. Segala masukan. guna penyempurnaan secara terus menerus modul ini. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan melaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan pada berbagai komponen pendidikan. kritik dan saran akan kami terima dengan tangan terbuka. dengan kata lain siswa didik telah memiliki satu kompetensi sebagai hasil pembelajaran dari modul ini. Dr. telah disempurnakan menjadi Kurikulum edisi 2004 yang mengacu pada prinsip-prinsip pengembangan kurikulum berbasiskan kompetensi.Pengujian Bahan Logam KATA PENGANTAR Dalam peningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan. Modul ini merupakan bagian dari satu paket pembelajaran kepada siswa untuk dapat memahami dan terampil melaksanakan pekerjaan yang telah dipelajari dalam modul ini serta siap untuk mempelajari paket modul berikutnya. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kejuruan. untuk pemperoleh hasil yang maksimal bagi siswa didik kita selanjutnya. Kurikulum SMK edisi 1999. 130 675 814 SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal i .

PRASARAT C. DESKRIPSI B. TUJUAN AKHIR E. CEK KEMAMPUAN BAB II PEMBELAJARAN A. KEGIATAN BELAJAR 1. Bagi guru pembina / pembimbing D. KEGIATAN BELAJAR 2 : Rangkuman 2: Tugas 2: Tes formatif 2: Kunci Jawaban Tes formatif 2: Lembar Kerja 2: UJI PUKUL TAKIK. Halaman i ii iv vi 1 1 1 1 1 2 2 3 3 4 4 4 4 7 8 9 9 9 11 12 12 13 13 13 SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal ii . RENCANA BELAJAR SISWA / PESERTA DIDIK B.Pengujian Bahan Logam DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PETA KEDUDUKAN MODUL PERISTILAHAN / GLOSARIUM BAB I PENDAHULUAN A. KEGIATAN BELAJAR 1 :. UJI TARIK STATIS Rangkuman 1: Tugas 1: Tes formatif 1: Kunci Jawaban Tes formatif 1: Lembar Kerja 1: 2. KOMPETENSI F. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL a. Bagi siswa atau peserta didik: b.

Pengujian Bahan Logam BAB III EVALUASI Soal Evaluasi : Kunci Jawaban Soal Evaluasi : BAB IV P E N U T U P DAFTAR PUSTAKA 15 15 15 16 17 SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal iii .

20.20.11 C.04 24 jam F.01 25 jam C.08 16 jam G.20. Menguasai teknik pendingin tata udara perkapalan Menghitung konstruksi Dan elemen mesin G.06 30 jam D.04 48 jam 8 jam 30 30 20 36 40 40 30 24 24 jam jam jam jam jam jam jam jam jam 30 jam C.04 B. Memotong dng pembakar potong oksigen-asetilin Menguasai dasar-2 pengelasan D.01 24 jam E.05 B.06 B.07 10 jam Kode Modul dan Durasi A.01 17 jam F.20.20.34.20.20.04 10 jam 12 jam A. Menguasai kerja bangku Keselamatan kerja pada kerja bangku Penerapan PPPK Pengujian bahan logam Mengukur benda kerja Menandai benda kerja Membentuk pelat strip Membentuk pelat tipis Mengebor benda kerja Menggunting plat tipis Membuat ulir dengan alat tangan Merangkai benda C.34.03 24 jam D.10 B.07 B.20.06 8 jam F.03 32 jam E.05 30 jam 27 s/d 30 31 s/d 34 35 s/d 42 E.20. Konsep dasar perkapalan C.20.02 42 jam C. E.03 32 jam C.20.08 B.34.34.08 14 jam A.02 32 jam D.20.20.20.06 12 jam B.20.01 8 jam A.20.02 B. H.04 80 jam SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal iv .04 24 jam C.20.20.02 24 jam F.20.01 B.20.20.02 80 jam H.20.20.02 8 jam A.07 32 jam G.03 A.20.20.20.20.01 80 jam H.Pengujian Bahan Logam PETA KEDUDUKAN MODUL No 1 s/d 8 Unit Kompetensi Kode Nama A.20.34.03 24 jam F.20.20.20.20.05 8 jam 43 s/d 45 46 s/d 49 G.20.09 B.02 48 jam E.05 10 jam 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 s/d 26 B.20.20.03 80 jam F.20.01 80 jam H.01 24 jam A.07 25 jam D.02 80 jam F.20.03 B.20. Menggambar Teknik Dasar A.34.03 80 jam H.20.04 32 jam F Menguasai dasardasar listrik F.20.20.34.20.

L.03 40 jam J.02 60 jam N.34.34.34.01 16 jam I.04 160 jam M.34.02 20 jam J.34.34.34.09 60 jam K.0 4 60 jam N.06 20 jam K.34.34.34.10 24 jam 66 s/d 69 70 s/d 74 75 s/d 78 79 s/d 83 84 & 85 K.05 20 jam O.02 40 jam I.02 16 jam J.01 48 jam O.03 30 jam I.34. J.34.03 30 jam N.34.02 40 jam L. Menguasai pekerjaan mekanik L.01 40 jam I.34.04 40 jam I.01 40 jam N.34. Menguasai motor pembakar Luar sebagai penggerak kapal Menguasai motor pembakar dalam sebagai penggerak Kapal Menggambar Teknik mesin I.05 24 jam J.34. Memasang mesin penggerak Utama kapal Menguasai mesin-mesin Bantu di kapal Memasang instalasi Sistem perpipaan M.34.34.06 40 jam J.34.34.03 200 jam L.04 40 jam L.01 60 jam L.Pengujian Bahan Logam 50 s/d 55 I.34.02 48 jam SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal v .34.34.34. O. N.04 40 jam J.34.02 40 jam M.05 30 jam 56 s/d 65 J.34.34.01 60 jam J.34.34.03 40 jam N.34.34.08 24 jam K.34.05 60 jam M.34.03 16 jam J.34.34.07 40 jam K.34.01 80 jam M.04 16 jam J.

SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal vi . adalah tegangan batas rentang atau batas leleh dari material yang diuji. Takik adalah cacat permukaan benda yang diuji. Keuletan pukul takik adalah perbandingan antara benda kerja pukul dengan penampang pecah. adalah tegangan batas patah atau batas maksimum dari material yang diuji. Kekuatan tarik adalah perbandingan antara beban tertinggi dengan penampang awal.Pengujian Bahan Logam PERISTILAHAN / GLOSARIUM sE sP sS sB adalah tegangan batas elastis dari material yang diuji. adalah tegangan batas proporsional dari material yang diuji.

Bagi siswa atau peserta didik: 1. B. dan lain-lain. Bacalah tujuan akhir dan tujuan antara dengan seksama. 3.Pengujian Bahan Logam BAB I PENDAHULUAN A. Supaya dapat memenuhi berbagai macam tuntuta n senantiasa dapat diusahakan dipilih bahan yang cocok. maka tingkah lakunya harus diuji pada persyaratan pengoperasian tertentu. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mempelajari modul ini. Persiapkan alat dan bahan yang digunakan pd. PERSYARATAN Dalam mempelajari modul pengujian bahan ini. 4. SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 1 . DESKRIPSI MODUL Segala kontruksi harus dihasilkan dengan pengorbanan bahan sekecil mungkin. Lakukan pengamatan pada setiap kegiatan belajar dengan teliti. terutama Supaya sifat-sifatnya logam. pengenalan struktur bahan dan pengenalan jenis atau nama bahan uji. kekuatan. Bacalah informasi pada setiap kegiatan belajar dengan seksama. dapat diketahui. karena setiap kelebihan berat yang tidak perlu akan mempermahal hasil atau mempertinggi fungsi. C. kekerasan. 2. Untuk mencapai maksud ini tersedia serangkaian macam cara pengujian yang sesuai dengan sasaran pengujian masing-masing. setiap kegiatan belajar. siswa/peserta didik minimal harus sudah mempunyai kemampuan awal mengenai pengenalan sifat-sifat bahan. seperti. keuletan.

Berilah penghargaan kepada siswa didik yang setimpal dengan hasil karyanya. Jawablah pertanyaan pada tes formatif pada masing-masing kegiatan belajar. SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 2 . Melaksanakan ujian bahan seusai prosedur. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari modul ini siswa/peserta didik diharapkan dapat: Menjelaskan teknik-teknik pengujian bahan. Siswa/peserta didik dapat menjelaskan cara-cara pengoperasian mesin uji tarik dengan benar. untuk memberikan wawasan kepada siswa. kemudian cocokkan dengan kunci jawaban yang tersedia di Kunci Jawaban Tes Formatif. Dengan mengikuti penjelasan didalam modul ini. D.Pengujian Bahan Logam 5. 2. Berikanlah penjelasan mengenai peranan dan pentingnya materi dari modul ini. 3. 7. Lakukan evaluasi pada setiap akhir penyelesaian tahapan tugas. 2. 6. susunlah tahapan penyelesaian yang diberikan kepada siswa / peserta didik. 4. Berikanlah penjelasan serinci mungkin pada setiap tahapan tugas yang diberikan kepada siswa. Setelah selesai segala kegiatan kembalikan peralatan praktek yang digunakan. Bagi guru pembina / pembimbing: 1. TUJUAN ANTARA Siswa/peserta didik dapat menjelaskan langkah-langkah pembuatan bahan uji. kemudian cocokkan dengan kunci jawaban yang tersedia di Kunci Jawaban Evaluasi. Jawablah pertanyaan pada Soal Evaluasi. TUJUAN 1. 5. Berilah contoh gambar-gambar atau barang yang sudah jadi. 6.

SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 3 . KOMPETENSI Dari hasil pembelajaran dengan kegiatan belajar dalam modul ini. CEK KEMAMPUAN Sebelum mengikuti pembelajaran dalam modul ini. Apabila siswa didik dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan benar.Pengujian Bahan Logam E. Disamping itu siswa didik juga mampu melaksanakan uji tarik material (logam) serta menganalisa hasil pengujiannya tersebut. F. diharapkan siswa didik atau peserta diklat dapat menjelaskan langkahlangkah pembuatan bahan uji dan dapat mengoperasikan mesin uji tarik material (logam) dengan benar. mengoperasikan mesin uji tarik material (logam) serta dapat menganalisa hasil uji material (logam) dengan benar. siswa didk tersebut tidak perlu untuk mengikuti modul ini dan dapat langsung mengikuti tes kompetensi untuk memperoleh sertifikat. siswa didik diberi tugas untuk mengerjakan pekerjaan membuat benda uji.

ditekan pada sebuah mesin uji SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 4 . KEGIATAN BELAJAR 1: UJI TARIK STATIS Tujuan Kegiatan Pembelajaran Dalam kegiatan belajar berikut ini. angka-angka dan ciri-ciri bahan terpenting yang sangat erat hubungannya dengan kekuatan. Uji puk ul takik Tes Formatif 2 Evaluasi 12 2 12 2 2 Lab Lab Lab Lab Lab B. siswa didik diberikan penjelasan mengenai.Pengujian Bahan Logam BAB II PEMBELAJARAN A. Dari bahan yang di uji dibuat sebuah batang coba (benda uji) dengan ukuran yang di standarisasikan. KEGIATAN BELAJAR 1. Uraian Materi Pengujian ini menghasilkan angka-angka dan ciri-ciri bahan terpenting pada kekuatan. keregangan dan kekenyalan. Uji tarik statis Tes Formatif 1 2. RENCANA PEMBELAJARAN SISWA / PESERTA DIDIK Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Jam Tempat Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru 1. keregangan dan kekenyalan suatu material dengan melakukan pengujian tarik statis suatu material.

Skala tegak menunjukkan teggangan tarik dalam daN mm 2 dengan berpatokan pada penampang batang semula. sedangkan skala mendatar menyatakan regangan (perpanjangan) yang bersangkutan dalam prosentase terhadap panjang awal.Pengujian Bahan Logam tarik (gambar 1. Kedua besaran ini ditampilkan dalam sebuah gambar diagram (gambar 1. Selama percobaan/pengujian beban dan regangan batang coba diukur terus menerus.4).2) kemudian dibebani gaya tarik yang dinaikkan secara perlaha n-lahan sampai bahan uji putus.1 5 10 Penampang pipih ?L L = Panjang pengukuran awal ( 100 – 200 mm ) ?L = pertambahan paanjaang Torak tekan Percobaan lentur Minyak tekan gambar 1.2 Percobaan tekan Percobaan tarik SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 5 .1 dan 1. L Ø 20 Penampang Lingkaran gambar 1.

semakin ulet bahan tersebut. maka harga orsinat menunjukkan harga tegangan s P. hal ini berati bahwa tegangan dan regangan naik sebanding (proporsional). batang uji akan memegas kembali secara kenyal ke kedudukan semula ( panjang LO ) tanpa meninggalkan perubahan bentuk yang berarti. Yaitu pada ujung atas garis lurus. maka regangan membesar relatif lebih pesat dan lengkungan segera menunjukkan sebuah tekukan yang akan tampil semakin jelas.Pengujian Bahan Logam Ketika mesin uji tarik dinyalakan. Tegangan s S dalam pengujian ini dinamakan batas rentang atau batas leleh. Hal ini hanya boleh sampai setinggitingginya 0. Pada batas proporsionalitas (batas kesebandingan). Hal ini merupakan angka ciri bahan yang SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 6 . dan beban dinaikkan perlahanlahan.3).4 gambar 1. 2 daN/mm daN/mm2 40 Batas patah 30 sB Batas rentang s S 20 sS sB s Regangan retak ? = 20% sE sP 10 0 10 15 regangan 20 % retak Regangan Regangan retak ? gambar 1. Jika pada saat ini batang dilepaskan dari tegangan. Tergambar sebuah diagram pada kertas yang sudah ada disamping mesin tersebut. Tegangan yang menetap ini disebut tegangan elastis.01 % (gambar 1. Pada diagram memperlihatkan lengkungan garis lurus miring. maka akan dicapai batas elastisitas (batas kekenyalan) dengan tegangan s E.3 Jika beban dinaikkan melampaui batas-batas kekenyalan (batas elastisitas). Jika beban terus ditingkatkan.

14 cm 2 daN cm 2 = 4000 regangan pecah = atau 40 daN mm 2 L ? LO 240 .13cm2) panjang terukur L O = 200 mm. tegangan elastisitas (batas kekenyalan) ( s E ). sampai batang uji putus pada batas perengutan (titik z). yang menghasilkan kekuatan tarik dari bahan uji. Tegangan tertinggi s B dalam daN mm 2 atau daN cm 2 yang berpatokan pada penampang batang semula. tegangan batas leleh ( s S ) dan tegangan tertinggi ( sB ). dan batang uji kini menyusut pada kedudukan yang nantinya merupakan tempat perpecahan. Hal ini dapat lagi menahan beban tertinggi dan terus meregang walaupun beban menukik. karena disini bahan uji untuk pertama kalinya mengalami kelonggaran menetap pada strukturnya yang dapat dikenal melalui munculnya wujud-wujud leleh pada permukaan batang uji. Contoh: batang uji ø 20 mm (penampang A O = 3. Batang uji telah mencapai pembebanan tertinggi. Regangan memanjang batang uji sampai saat perengutan (titik z) disebut regangan pecah dan diungkapkan (%) dari panjag semula L O. hasil percobaan: kekuatan tarik = beban tertinggi (F) 12560 daN ? penmpang semula (L O ) 3. beban tertinggi yang terukur F = 12560 daN. yang merupakan fungsi dari perpanjangan ( regangan = e ) dan sangat SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 7 . maka tegangan akan mencatat titik puncaknya seraya melajunya regangan batang uji.200 x100% ? x100% LO 200 = 200% Rangkuman 1: Dari pengujian tarik statis akan diperoleh hasil pengamatan harga-harga tegangan batas proporsional ( s P ).Pengujian Bahan Logam penting. panjang perengutan L=240 mm. Pada pembebanan yang ditingkatkan lebih lanjut.

7. 4. 10. Ukur kembali bahan uji. Hitung tegangan tarik dan regangannya. 3. Naikkan beban pelan-pelan. 4. 9. Setelah bahan putus mesin matikan. 5. 4. 6. 2. 6. Kikir halus. 3. Mesin uji tarik. 11. 5. 3. Tugas 1: Alat dan Bahan 1. Periksalah ukuran bahan uji. 2. Kikirlah bahan uji sesuai jobs heet. Jepit baha n uji dengan tepat sesuai ketentuan. Nyalakan mesin uji tarik. Tandailah sesuai ukuran yang ditentukan. Langkah Kerja 1. 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1. Pakailah baju praktek.Pengujian Bahan Logam menentukan kekuatan tarik. Kertas diagram. Periksalah bahwa kondisi mesin uji dalam keadaan baik. Penggaris. Periksa oli hidrolis apakah sudah cukup. 7. 8. Perhatikan dan catat setiap kejadian/perubahan. Kikir kasar. Sketmat. keuletan serta kekenyalan bahan konstruksi bangunan. Besi bulat St 37 ø 20 x 200 (mm). Lepas bahan uji dari penjepit. SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 8 . 2. Jepitlah bahan uji dengan tepat.

Sketmat. SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 9 . Penggaris. Tandailah sesuai ukuran yang ditentukan. 3. Kikir halus. maka bahan uji tidak mengalami pertambahan panjang. Besi bulat St 41 ø 17 x 200 (mm). Mesin uji tarik. 7. Jelaskan apa yang dimaksud batas elastisitas (batas proporsional) ! 2. 6. Kikir kasar. 2. Lembar Kerja 1: Alat dan Bahan 1. Langkah Kerja 1. 4. 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah Keselamatan dan Kesehatan Kerja 5. 4. Periksa oli hidrolis apakah sudah cukup. 7. Apa yang terjadi bila pada batas tersebut beban ditambah terus! Kunci Jawaban Tes Formatif 1: 1. 8. Kikirlah bahan uji sesuai jobs heet. Batas proporsional ialah suatu batas kesebandingan antara tegangan tarik dengan regangan yang apabila pada batas itu beban diturunkan. 3.Pengujian Bahan Logam Tes Formatif 1: 1. 2. 2. maka bahan uji tidak mengalami pertambahan panjang pada bahan uji. Periksalah ukuran bahan uji. Jepitlah bahan uji dengan tepat. 6. 5. Jepit bahan uji dengan tepat sesuai ketentuan. Periksalah bahwa kondisi mesin uji dalam keadaan baik. Pakailah baju praktek. Kertas diagram. Apabila batas elastisitas terlampaui dan beban dinaikkan terus.

Lepas bahan uji dari penjepit. Perhatikan dan catat setiap kejadian/perubahan. Setelah bahan putus mesin matikan. 9.Pengujian Bahan Logam 5. 6. 8. 11. Ukur kembali bahan uji. 7. SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 10 . Hitung tegangan tarik dan regangannya. 10. Naikkan beban pelan-pelan. Nyalakan mesin uji tarik.

Uraian Materi Terdapatnya cacat pada permukaan bahan (takikan) sangat memperkecil kekuatan bahan dan dapat mengakibatkan patah karena kelebihan beban.1). siswa didik diberikan penjelasan mengenai. oleh karenanya perlu dilakukan pengujian material terhadap kemungkinan berkurangnya kemampuan material bahan dalam menerima beban. Dalam pada itu dampak bobot SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 11 . gambar 2. Melalui percobaan pukul takik. akan ditentukan keuletan takik suatu bahan.Pengujian Bahan Logam 2. ditumpu bebas pada kedua ujungnya dan dipukul dengan sebuah martil bandul yang dijatuhkan oleh mesin uji pukul takik dari ketinggian tertentu H menuju kedudukan takikan pada bahan uji. KEGIATAN BELAJAR 2: UJI PUKUL TAKIK Tujuan Kegiatan Pembelajaran Dalam kegiatan belajar berikut ini.1 gambar 2. yaitu kemampuan menahan beban mirip pukulan pada kedudukan yang diperlemah (dibuat takikan) pada daerah tertentu. (gambar 2.2 Sebuah batang uji yang diberi takikan dan distandarisasikan. kemungkinan terjadinya cacat awal (takikan) pada permukaan bahan suatu kostruksi.

St 37. Semakin besar nilai keuletan takik. Tugas 2: Alat dan Bahan 1. 4. Perlu dilakukan uji pukul takik untuk mengetahui berapa prosen berkurangnya kemampuan material apabila mengalami takikan. akan semakin kecil ketinggian h. 4. Kikir halus. Penggaris. Periksalah bahwa kondisi mesin uji dalam keadaan baik. 2. 6.Pengujian Bahan Logam martil (akan mengalami hambatan dan martil akan membubung kembali diblakang batang uji. (gambar 2. tetapi hanya akan mencapai ketingian h yang lebih rendah. Gergaji. Periksa oli hidrolis apakah sudah cukup. dari selisih H-h dapat dihitung atau dibaca besarnya kerja pemukulan yang terpakai pada mesin uji takik. 5. Besi segi empat 3. Keuletan pukul takik = beban ker ja pukul (daNm) 2 penampang pecah (cm ) Dimana: beban kerja pukul = beban (G) x (H-h) Rangkuman 2: Cacat pada permukaan bahan (takikan) bisa memperkecil kekuatan bahan konstruksi terhadap beban kerjanya. SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 12 . Mesin uji pukul takik. Jepitlah bahan uji dengan tepat. 10 x 10 200 (mm) 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1.2 ). 3. Pakailah baju praktek. 2. Kikir kasar.

Hitung kekuatan pukul bahan uji. Perlunya bahan diuji dengan mesin pukul takik ialah kita bias tahu kemampuan suatu bahan konstruksi yang cacat awal. Besi segi empat 9. Pasang/atau tempatkan bahan uji pada mesin uji pukul takik dengan benar. Pasang bahan uji pada mesin dengan tepat. Apakah yang diukur setelah uji pukul takik? Kunci Jawaban Tes Formatif 2: 1. 8. Lepas martil pada posisi horizontal pada posisi 900. 5. Mesin uji pukul takik. Ambil bahan uji dari mesin uji pukul takik. 7. 10 x 20 200 (mm) 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 13 SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal . 4. Periksalah ukuran bahan uji. Tandailah sesuai ukuran yang ditentukan. Periksalah bahwa kondisi mesin dalam keadaan baik. 2. Apakah perlunya bahan diuji dengan mesin pukul takik? 2. 2. St 41. 6. 3. Yang diukur setelah uji pukul takik ialah ukuran retak yang terjadi setelah diuji. 8.Pengujian Bahan Logam Langkah Kerja 1. Gergaji. Lembar Kerja 3: Alat dan Bahan 7. 10. hal ini untuk menghitung kekuatan pukul bahan tersebut. 11. Yakinkan bahwa ayunan martil aman/bebas. Kikir kasar. 9. Angkat martil sesuai dengan ketentuan yaitu posisi horizontal dengan sudut 900 terhadap bahan uji. 12. 10. buatlah takikan dengan menggergaji sesuai ukuran. Ukur penampang pecahan. Tes Formatif 2: 1.

7. 12. 3. Kikir halus. 8. Ambil bahan uji dari mesin uji pukul takik. Lepas martil pada posisi horizontal pada posisi 900. 4. Periksalah bahwa kondisi mesin uji dalam keadaan baik. Yakinkan bahwa ayunan martil aman/bebas. Hitung kekuatan pukul bahan uji. 2. SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 14 . 6. Angkat martil sesuai dengan ketentuan yaitu posisi horizontal dengan sudut 900 terhadap bahan uji. 10. buatlah takikan dengan menggergaji sesuai ukuran. Periksalah bahwa kondisi mesin dalam keadaan baik. Tandailah sesuai ukuran yang ditentukan. Pasang bahan uji pada mesin dengan tepat. Pasang/atau tempatkan bahan uji pada mesin uji pukul takik dengan benar. 3. Langkah Kerja 1.Pengujian Bahan Logam 11. 9. 1 buah 1 buah Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1. 2. Periksalah ukuran bahan uji. 12. Penggaris. Ukur penampang pecahan. Pakailah baju praktek. Periksa oli hidrolis apakah sudah cukup. 11. 5. Jepitlah bahan uji dengan tepat. 4.

Yang diukur setelah uji pukul takik ialah ukuran retak yang terjadi setelah diuji. 3. Apakah yang diukur setelah uji pukul takik? Kunci Jawaban Soal Evaluasi: 1.0 SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 15 . Apa yang dimaksud dengan tegangan maksimum! 3. 4. Batas proporsional ialah suatu batas kesebandingan antara tegangan tarik dengan regangan yang apabila pada batas itu beban diturunkan. 2. Tegangan maksimum adalah suatu keadaan dimana bahan uji sudah tidak mampu lagi menerima beban yang lebih besar lagi. KRITERIA KELULUSAN KRITERIA Nomer 1 Nomer 2 Nomer 3 Nomer 4 SKOR (1-10) 3 2 2 3 BOBOT 3 2 2 3 NILAI KETERANGAN Syarat kelulusan nilai 7. Apa yang terjadi apabila titik maksimum terlampaui! 4.Pengujian Bahan Logam BAB III EVALUASI Untuk mengetahui hasil pembelajaran. maka bahan uji tidak mengalami pertambahan panjang. siswa/peserta perlu di evaluasi dengan soal-soal berikut. hal ini untuk menghitung kekuatan pukul bahan tersebut. Jelaskan apa yang dimaksud batas elastisitas (batas proporsional) ! 2. Apabila titik maksimum terlampaui maka beban berangsur-angsur turun dan diikuti pertambahan panjang yang lebih tepat dan akhirnya bahan uji patah. Soal Evaluasi: 1.

Selanjutnya apabila peserta didik atau peserta diklat berkehendak atau berminat untuk mempelajari jenjang atau modul berikutnya.Pengujian Bahan Logam BAB IV PENUTUP Modul ini disusun untuk menghasilkan satu tahap kompetensi kerja yang dikukuhkan dengan suatu sertifikat. SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 16 . sebaiknya sesuai bidang dan nomor kode modul lanjutannya sesuai dengan urutan modul yang tercantum dalam peta kedudukan modul. Sertifikat yang merupakan bukti hasil pembelajaran modul ini dapat diperoleh dari asosiasi melalui lembaga pendidikan resmi dan sah menurut hukum seperti Sekolah Menengah Kejuruan dan yang sejenisnya.

Penerbit Erlangga. Teknologi Karma Logam .Pengujian Bahan Logam DAFTAR PUSTAKA 1. Edisi keempat. 4. 2. SMK Bidang Perkapalan Program Keahlian Instalasi Permesinan Kapal 17 . Edisi ketiga. Penerbit Erlangga. Stephen P. Panduan Praktik Kerja Dasar Logam. 5. Edisi ketiga. Mekanika Bahan. 3. Surabaya . Metalurgi Mekanik. James M. PT PAL Indonesia . John Stefford & Guy Mc Murbu . Penerbit Erlangga. Gere. Dieter & Sriati Djaprie. Goerge Love & Harun AR . Penerbit Erlangga. George F. Timoshenko & Bambang Suryoatmono. Teori dan Praktek Logam .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->