P. 1
anfis integumen

anfis integumen

|Views: 28|Likes:

More info:

Published by: Nurul Wachyu Fitriyah on Apr 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2013

pdf

text

original

Anatomi dan fisiologi sistem integumen Anatomi Sistem Integumen Sistem integumen merupakan suatu massa atau jaringan

terbesar di tubuh. Integumen membentuk lapisan terluar pada tubuh. Integumen terdiri dari kulit dan beberapa derivatif terspesialisai tertentu antara lain rambut, kuku dan beberapa jenis kelenjar. Sebagai sistem organ tubuh yang paling luas, kulit tidak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia. Kulit membangun sebuah barier yang memisahkan organ-organ internal dengan lingkungan luar dan turut berpartisipasi dalam banyak fungsi tubuh yang vital. Kulit tersambung dengan membran mukosa pada ostium eksterna sistem gastrointestinal, respiratorius dan urogenitalis. Oleh karena kelainan kulit mudah terlihat, keluhan sistem integumen dapat menjadi alasan pasien mencari pelayanan kesehatan. (Muttaqin. 2012) Komponen integumen : 1. Kulit Kulit adalah organ terbesar tubuh, Beratnya kurang lebih 4,5 kg dan menutupi area seluas 1,67 m2 pada laki-laki dengan berat badan 75 kg. a. Epidermis adalah lapisan terluar yang tersusun dari jaringan epitel. Epidermis mengandung reseptor-reseptor sensorik untuk sentuhan, suhu, getaran dan nyeri. b. Dermis merupakan lapisan kulit di bawah epidermis yang membentuk bagian terbesar kulit dengan memberikan kekuatan dan struktur pada kulit. Dermis tersusun dari sel-sel fibroblas yang dapat menghasilkan salah satu bentuk kolagen, juga tersusun dari pembuluh darah dan limfe, serabut saraf, kelenjar keringat dan sebasea serta akar rambut. c. Subkuits terletak dibawah dermis, terdiri atas lemak dan jaringan ikat yang berfungsi memberikan bantalan antara lapisan kulit dan struktur internal. 2. Rambut Rambut dibentuk dari keratin melalui proses diferensiasi yang sudah ditentukan sebelumnya, sel-sel epidermis tertentu akan membentuk folikel rambut. Warna rambut ditentukan oleh melanin yang beragam dalam batang rambut. Kuantitas dan distribusi rambut dipengaruhi oleh kondisi endokrin. 3. Kuku Kuku merupakan lempeng keratin mati yang dibentuk oleh sel-sel epidermis matriks kuku. (Muttaqin. 2012) (CARI GAMBAR) Fisiologi Sistem Integumen Secara umum beberapa fungsi kulit adalah sebagai berikut : 1. Proteksi Kulit memberikan perlindungan yang sangat efektif terutama trauma fisik, kimia dan biologis dari invasi bakteri. Juga melindungi terhadap pengaruh trauma yang terusmenerus terjadi di daerah tersebut. 2. Sensasi Ujung-ujung pada kulit memiliki reseptor serabut saraf yang berfungsi mengindrai suhu, nyeri, sentuhan yang ringan dan tekanan. 3. Termoregulasi Peran kulit dalam pemgaturan panas meliputi sebagai penyekat tubuh, vasokonstriksi (yang mempengaruhi aliran darah dan hilangnya panas ke kulit) dan sensasi suhu (Potter. 2006) 4. Metabolisme Terpapar radiasi ultraviolet  sel-sel epidermal melepas steroid kolesterol menjadi vit D3 atau kolekalsiferol  dikonversi oleh hati untuk dijadikan produk pada organ

5. Ketidakadekuatan pengiriman kalsitrol akan menghambat pemeliharaan dan pertumbuhan tulang (Simon. struktur kulit akan semakin tipis dan datar sehingga timbul keriput. Pertimbangan gerontologik Dengan bertambahnya usia. 2012) . 6. 2003) Keseimbangan air Memiliki kemampuan menyerap air. dengan demikian akan mencegah hilangnya air dan elektrolit yang berlebihan dari bagian internal tubuh dan mempertahankan kelembapan jaringan subkutan (Smeltzer. 2002) Penyerapan zat atau obat Obat dapat memasuki kulit lewat epidermis Fungsi respon imun Beberapa sel dermal merupakan komponen penting dalam sistem imun. 8. 7. ginjal untuk mensintesis hormon kalsitrol (komponen penting untuk membantu absorpsi kalsium dan fosfor dalam usus halus). (Muttaqin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->