P. 1
8 (HPLC)

8 (HPLC)

|Views: 42|Likes:
Published by Silky Nazmatullaila
analisis instrumen
analisis instrumen

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Silky Nazmatullaila on Apr 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

Materi 6

(High Performance Liquid Chromatography)

High Price Liquid Chromatography

KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi)

4/11/2013

1

2 .Hampir 20 % senyawa yang diketahui tidak dapat dianalisis dengan Kromatografi Gas dengan berbagai alasan antara lain. • Tidak mudah menguap (insufficiently volatile) • Tidak dapat melewati kolom • Tidak tahan panas (Thermally unstable) • Terurai dalam kondisi saat pemisahan dengan GC. senyawa alami yang labil. material polimer. dan berbagai senyawa dengan BM besar yang mempunyai banyak gugus fungsi dan dapat digabungkan dengan Spektrofotometer Infra Red (IR) dan Spektrometri Massa (MS) 4/11/2013 . tetapi juga mampu memisahkan makromolekul dan jenis-jenis ion. HPLC tidak terbatas untuk senyawa yang mudah menguap.

Jenis fasa diam 4/11/2013 3 . Temperatur 3. Cs K= Cm Cs = Konsentrasi komponen dalam fasa diam Cm = Konsentrasi komponen dalam fasa gerak Variabel yang mempengaruhi perbedaan migrasi adalah’ 1. Kompetisi fasa gerak 2.Teori HPLC Pemisahan komponen campuran berdasarkan pada distribusi kesetimbangan (K) dari komponen di dalam kedua fasa.

Sedang volume retensi adalah volume fasa gerak puncak komponen tersebut sampai tepat diujung kolom. Waktu retensi (Tr) adalah waktu yang diperlukan untuk mengelusi oleh suatu zat/bahan yang sampai pada konsentrsi maksimum.Volume retensi dan waktu merupakan ukuran yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi puncak pada kromatogram. VR = Volume retensi Tr = Volume alir (flow rate)gerak fasa 4 VR = F x Tr 4/11/2013 . Waktu retensi merupakan suatu fungsi dari kecepatan fasa gerak dan volume fasa gerak.

Recycling (isokratik dan gradient fasa gerak kembali kedalam sistim) R a t i o P e l a r u t B 100 % R a t i o P e l a r u t B 100 % A 0 4/11/2013 A 0 Waktu Retensi 5 Waktu Retensi . Isokratik (ratio fasa gerak dicampur diluar sistem) Gradient (ratio fasa gerak diatur melalui sistem dengan bantuan mikroprosesor) 3. 2.Sistem HPLC 1.

Rangkaian Dasar HPLC Injektor Wadah fasa gerak Pompa Detektor Kolom Wadah Pembuangan Rekorder atau data prosesor 4/11/2013 6 .

50 – 100 L (analitik) 500 L . 2. 2. Lebih dari satu (gradient) 1. Radial Compression Narrow Bore Short 1.5 ml (preparatif) Prekolom Standard Kolom 2. . Piston tunggal Piston ganda Pompa Injektor 1. 3. 5. 2. 5. 4. Detektor 4/11/2013 RI (refractive Index) UV-Vis Flourescence PDA (Photo Diode Array) Amperometric 7 3.Wadah fasa gerak 1. 1. 4. Tunggal (isokratik) 2.

Jenis-jenis kolom HPLC N0 Nama kolom Jenis adsorban 1 2 3 4 5 6 7 8 9 4/11/2013 Ultrasil-Si Ultrasil-octyl Ultrasil-ODS LiChrosorb Si LiChrosorb RP-2 LiChrosorb RP-8 LiChrosorb RP-18 LiChrosorb NH2 LiChrosorb CN SiO2 (silika) Octana (C8) Octadecana (C-18) SiO2 (silika) Etana (C-2) Octana (C8) Octadecana (C-18) Amina Cyano 8 .

Mekanisme pemisahan pada HPLC A dan B mulai terpisah Fasa gerak Sampel A dan B Fasa diam Kolom Fasa gerak ke detektor A 4/11/2013 B 9 Waktu retensi (min) Sinyal pada rekorder .

a (pro analysis) atau HPLC grade Mempunyai viskositas yang rendah Homogenous dengan pelarut lainnya Tidak mempunyai pengaruh terhadap sistem detektor Tidak korosif Tidak explosif baik akibat pemanasan maupun tekanan 10 4/11/2013 .Syarat fasa gerak (pelarut/elusi) HPLC        Inner Tidak bereaksi baik dengan bahan kolom dan senyawa yang akan dipisahkan Harus p.

Berbahu (Shoulder) 4. Tajam (sharp) 2.Macam-macam tampilan puncak senyawa pada kromatogram 1. Melebar (slope) 4/11/2013 11 . Kembar (twin) 3.

Misalkan kemampuan daya migrasi partikel kolom 0. sedangkan sampel yang diinjeksikan 1 mg/g. bentuk puncak yang asimetri umum dijumpai. Hal ini terjadi sampel yang diinjeksikan lebih besar dari kapasitas daya migrasi partikel kolom.1 mg/g.Tampilan puncak pada kromatogram pada HPLC tidak selalu sebagaimana yang diharapkan yaitu segi tiga sama kaki. sehingga puncak memberikan kenaikan yang tajam pada permulaan dan kemudian melebar. h AF = b/a = 1 10 % h h AF = b/a = 2 10 % h a b a b 4/11/2013 Axis waktu Axis waktu AF = asimetri faktor 12 .

Kolom selektifitas. ratio pemisahan Selektifitas cukup. tetapi efesiensi baik 4/11/2013 13 . efesiensi. tetapi efesiensi rendah Selektifitas dan efesiensi baik Selektifitas rendah.

4. Membuat turunan (derivat) senyawa yang dipisahkan. 3. Merubah perbandingan (ratio) fasa gerak atau merubah kepolar fasa gerak. Menaikan atau menurunkan temperatur kolom. Mengatur kecepatan alir (flow rate) atau menaikan dan menurunkan kecepatan alir fasa gerak. 4. Menambah panjang kolom (double column) 4/11/2013 14 .Cara-cara mengatasi permasalah pemisahan/migrasi senyawa pada HPLC 1. 2.

Garis regresi linier 4/11/2013 15 . Luas segi tiga sama kaki (alas x 1/2 tinggi) 2.Kalkulasi hasil kromatogram HPLC Di dasarkan pada perbandingan luas area puncak yang dihasil antara cuplikan (sampel) dan kontrol (standard). 1.

Daya pisahnya (migrasi) baik c. ion yang tidak bisa dengan GC f. Kolom dapat dipakai kembali e.Keuntungan-keuntungan melakukan analisa dengan HPLC a. Mudah memperoleh kembali cuplikan (sampel) 4/11/2013 16 . Peka. Ideal untuk molekul besar. Cepat (waktu analisis kurang dari 1 jam) b. detektor spesifik (UV-Vis dan Flourescence dapat mendeteksi sampai jumlah g) d.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->